File TXT tidak ditemukan.
SEJARAH KELAM TEFLON ANTI LENGKET ! RIBUAN KORBAN TERKONTAMINASI RACUN DALAM DAR4H
0Iqj1pndo1U • 2025-06-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, sadar enggak sekarang itu kita hidup di sebuah era di mana segala yang kita butuhkan itu e mudah alias gampang banget. Kita mau apa aja tuh ya tinggal sebut ya tinggal cari langsung dapat. Contohnya aja ya dulu kalau kita mau masak itu kan orang tua-orang tua zaman dahulu tuh harus cari kayu bakar dulu. Dibakar baru bisa masak. Tapi sekarang semuanya udah serba simpel dan gampang. kompor udah ada kompor gas ya dari sebelumnya mulai dari kompor minyak dulu terus ada kompor gas terus sekarang ada kompor listrik makin canggih semuanya jadi enggak perlu lagi e repot-repot. Nah, terus kalau mau air panas enggak perlu lagi masak air dulu. Tinggal ambil aja di dispenser yang udah ada fitur air panasnya. Dan masih banyak lagilah segala kemudahan di dalam kehidupan sekarang. Itu semua berkat dari kemajuan teknologi. Yang jadi masalahnya adalah terkadang ya kemajuan teknologi terutama dari barang-barang yang kita gunakan sehari-hari ya itu enggak semuanya baik untuk kesehatan dan justru ada yang mencemari lingkungan bahkan bisa berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Nah, jadi bisa dikatakan ya dengan istilah nih kemudahan itu biasanya mendekati pada penyakit. Justru kepahitan itu mendekati kepada obatnya. Ya kan? Banyak orang bilang gitu. Ah, itu terlalu manis penyakit. Wah, ini pahit justru obat. Gitu. Sebelumnya gua pernah membahas nih fenomena kayak gini, Geng. Yaitu ketika ratusan orang Korea Selatan itu meninggal dunia dikarenakan menghirup cairan disinfektan dari sebuah brand terkenal yang ada di negara mereka. Kalau kalian penasaran dengan e videonya yang mana, kalian bisa nonton video yang ini. Dan ternyata kasus kayak gini itu juga terjadi di negara lain. Dan yang hari ini mau gua bahas itu adalah salah satu negara di bagian Amerika Serikat yaitu West Virginia. Kejadian ini mungkin bakal dekat banget dengan kegiatan sehari-hari para ibu-ibu rumah tangga di rumah atau orang-orang yang senang masak. Nah, ini berhubungan dengan alat masak. Jadi ceritanya di West Virginia ada sebuah kota yang menjadi e rusak tiba-tiba lingkungannya hancur gara-gara tercemar oleh limbah yang dihasilkan oleh sebuah pabrik yang memproduksi teflon anti lengket. Nah, kalian udah lihat dari videonya? Mungkin di rumah kalian aja ada ya, teflon anti lengket gini yang biasa dipakai oleh ibu-ibu kita di rumah yang mana air yang dipakai untuk minum oleh warga sekitar, dipakai untuk mandi dan juga memasak jadi tercemar gara-gara limbah dari pabrik pembuatan teflon tersebut. Nah, terus ternak-ternak pada mati akibat dari limbah yang dihasilkan oleh pabrik itu juga. Dan perusahaan yang mengoperasikan pabrik tersebut pun akhirnya dituntut secara hukum dan prosesnya memakan waktu sampai bertahun-tahun, Geng. Lama banget. Nah, di video kali ini gua bakal menjelaskan nih mengenai kasus ini dan merangkumnya untuk kalian. Dan semoga ini bisa menjadi edukasi buat kita, menambah pemahaman kita bahwa ternyata ya ee sebuah alat yang memudahkan ibu kita untuk masak ternyata memiliki apa ya sisi kelamnya, sisi berbahayanya dan ini juga menyangkut dengan kesehatan kita di rumah. Jadi, semoga ini bisa menjadi pelajaran. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap kasus yang satu ini. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry Gengging. Oke, untuk memulai kasus ini ya, pembahasannya kita awali dengan membahas background dari perusahaan yang menjadi tersangkanya dulu. Oke, kita bahas. Jadi, Gengs, sebelum gua masuk ke kasusnya, kita jelaskan dulu, ya background dari perusahaannya ini. Soalnya perusahaannya ini bukan perusahaan kaleng-kaleng, tapi merupakan perusahaan yang cukup terkenal. Jadi, ya enggak habis pikir aja gitu gara-gara perusahaan sebesar ini bisa menyebabkan kerusakan lingkungan. Jadi, perusahaannya itu bernama Dupong Demur ya, tulisannya sih Dupon Demous gitu. Tapi bacanya dupong demur yang biasa disingkat dengan dupong atau dupong ya. Perusahaan ini adalah perusahaan kimia multinasional Amerika yang pertama kali dibentuk pada tahun 1802 oleh ahli kimia dan industrialis berdarah Prancis Amerika yang bernama Iluter Irene Dupong de Nemur. Wah, namanya sulit banget bahasa Prancis. Soalnya namanya ini dijadikan sebagai nama perusahaan itu sendiri dan dia memulai perusahaannya ini di daerah Mills yang ada di brand Wine Creek dekat dengan Will Mington yang ada di Delaware. Setelah 2 tahun dupong ini serta keluarganya meninggalkan Prancis untuk pindah ke Amerika. Nah, keluarganya itu pindah ke Amerika karena melarikan diri dari revolusi Prancis, Geng. Nah, tapi awalnya perusahaan ini bukan langsung menjadi produsen teflon kayak gitu enggak. Tapi dupong ini menjadi produsen Messiu dulu. Karena kan di era itu tuh era perang ya. Hal yang paling laku dan paling cuan untuk dijual adalah bahan baku senjata. Nah, mereka memproduksi Mesiu. Perusahaan tersebut kemudian lama-kelamaan mulai berkembang dengan pesat dan di pertengahan abad ke-19, Dupong sudah menjadi pemasuk Mesiu terbesar untuk militer Amerika. memasuk sepertiga sampai setengah bubuk yang digunakan oleh Union Army selama perang saudara di Amerika. Terus singkat ceritanya, dupong menjadi semakin berkembang di bidang produksi dinamit dan juga bubuk tanpa asap. Nah, perusahaan tersebut membeli beberapa perusahaan kimia yang lebih kecil di tahun 1912. Namun hal ini mendapatkan perhatian pemerintah Amerika dan melaporkan Dupong ke pengadilan karena ekspansi yang dilakukan oleh Dupong ini dianggap sebagai monopoli dagang. Jadi ibaratnya gini, Geng. Di zaman itu ya mereka ini saking berkembang pesatnya gitu ya, kayak mereka yang jadi penguasanya gitu. Nah, sampai-sampai pemerintah Amerika itu enggak terima dan melaporkan perusahaan ini ke pengadilan karena dianggap ya kayak semuanya dimonopoli mereka. Kayaknya semuanya tuh ya mereka yang pegang gitu. sampai akhirnya putusan pengadilan itu memerintahkan agar dilakukan pemecahan perusahaan dan akhirnya terbentuklah Hercules Powder Company yang kemudian menjadi Hercules Ink Incorporate ya. Nah, lalu perusahaan keduanya adalah Atlas Powder Company yang saat pemisahan dan dibentuknya perusahaan baru inilah Dupong masih mempertahankan produk dari bubuk satu basis atau yang dikenal dengan mitro selulosa ya. Sementara perusahaan yang satunya yaitu Hercules mendapatkan bubuk dua basis yang merupakan gabungan dari nitroelulosa dan juga nitrogliserin. Nah, di saat itu apa ya? Kayak enggak diizinkan mereka terlalu berkuasa di dalam satu perusahaan. Akhirnya dipecahlah. Nah, setelah itu dupong ini mengembangkan bubuk tanpa asap untuk senjata militer yang bernama Improve Military Rivel atau disingkat dengan IMR. Nah, perusahaan tersebut juga mendirikan dua laboratorium industri pertama mereka di Amerika Serikat. tempat mereka memulai berbagai penelitian dan uji coba kimia seperti kimia selulosa, pernis, dan juga produk non peledak lain. Jadi yang tadinya mereka itu memproduksi barang-barang untuk perang ya untuk senjata api, sekarang mereka mulai memproduksi barang-barang yang lebih ramah terhadap masyarakat lah, enggak harus dipakai oleh militer gitu. Dan Dupong Central Research itu didirikan di Dupong Experimental Station di seberang Brandy Wine Creek dari lokasi pabrik MU pertama mereka. Nah, mereka semakin berkembang pesat di saat itu. Terus pada tahun 1914, Pier S. Dupong itu mulai berinvestasi di industri mobil yang saat itu sektor otomotif masih menjadi sektor yang baru berkembang. Jadi, belum kayak sekarang nih ya, mobil-mobil di saat itu tuh baru aja muncul tuh. Nah, dia membeli saham di General Motors atau GM. Dan setahun kemudian PIR bergabung dengan dewan direksi GM dan diangkat menjadi ketua perusahaan. Nah, karena udah menjadi bagian dari GM, Dupong pun kemudian membantu GM yang sedang kesulitan keuangan dengan membeli saham GM senilai 25 juta Do Amerika yang mungkin di saat ini nilainya itu sekitar 777 juta dolar yang mana ya akhirnya berlanjut di tahun 1920 PI jadinya terpilih menjadi presiden GM dan di bawah kepemimpinannya dia GM menjadi perusahaan mobil terbesar di dunia di saat itu. Perusahaan Dupong jadi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi GM. Di tahun yang sama, dupong ini membentuk usaha patungan dengan perusahaan tekstil asal Prancis yang bernama Komtoa the textile Artificial atau yang disingkat dengan CTA. Mereka memproduksi sutra buatan atau viscos di pabrik yang bernama Yerkes yang berlokasi di buffalo New York. Karena semakin berkembang, di tahun 1923, Dupong dan CTA membentuk usaha patungan kedua mereka yang mana mereka mulai merambah ke produksi selopen, bahan plastik bening yang biasanya digunakan sebagai pembungkus makanan atau barang dan diproduksinya di lokasi yang sama yaitu di pabrik Yer Cas tadi. Dan singkat cerita, di bulan Maret tahun 1928, Dupong membeli seluruh kepemilikan CTA di kedua perusahaan patungan tersebut sehingga Dupong menjadi pemilik penuh atas produksi Visco Study dan juga celopen yang ada di sana. Sepanjang tahun 1920-an, Dupong melanjutkan penelitian dan pengembangannya di ilmu material terkhususnya bahan-bahan kimia baru. Pada tahun 1928, perusahaan tersebut merekrut wireless Caroters, yaitu seorang ahli kimia yang sangat terkenal dan berpengaruh untuk melakukan riset mengenai polimer, sebuah zat kimia yang menjadi dasar pembuatan plastik, karet sintetis, dan juga serat. Welles ini menemukan neopren, yaitu karet sintetis pertama yang tahan terhadap minyak, panas, dan juga cuaca. Nah, di ini awal-awal mula nih. Lalu menemukan lagi nih yang namanya polyester super polymer yang pertama kali di dunia yang menjadi cikal bakal dari berbagai jenis plastik dan serat sintetis modern dan dia juga menemukan nilon. Seiring berjalannya waktu, dupong juga menemukan dan memproduksi teflon yang menjadi inti dari pembahasan kita hari ini. Nah, ini nih awal ceritanya penemuan teflon. Kalau kalian bertanya nih, kapan sih ditemukan nih ya teflon anti lengket ini? kapan? Nah, di saat inilah ternyata penemuannya juga bermasalah menyebabkan apa ya kerusakan lingkungan pertama kali ditemukan. Sebenarnya nih, Geng. Ya, nih perlu gua informasikan juga sebutan teflon itu bukan nama dari barangnya tapi itu mereknya, Geng. Teflon itu merek dari si barang itu. Nah, namun karena merek teflon inilah yang pertama kali di dunia yang dibuat dan langsung terkenal, jadi semua orang tahunya nama barang tersebut teflon. Padahal mah aslinya bukan teflon ya, mungkin panci kali ya atau apalah gitu. Nah, tapi karena dia khusus gak lengket ya dan diberi merek teflon, akhirnya semuanya jadi teflon. Ini sama kayak misalkan kalau kalian ke Sumatera nih ya, kalau orang di Sumatera nih nyebut ya, sepeda motor semuanya Honda. Di Aceh itu kadang masih nyebut Honda. Mau beli apa? Mau beli Honda Yamaha, Honda Kawasaki gitu. Karena kenapa? yang pertama kali masuk ke sana itu adalah brand Honda. Jadinya sepeda motor itu disebut dengan Honda. Jadi kurang lebih kayak gitulah. Nah, sama satu lagi contohnya kayak pasta gigi. Banyak orang yang menyebut pasta gigi itu dengan sebutan odol. Padahal odol itu adalah mereknya. Jadi bukan nama dari barang tersebut. Nah, karena pertama kali yang masuk mereknya odol, akhirnya pasta gigi disebut dengan odol. Nah, terus geng ya karena berbagai penemuan dan inovasi yang terus dilakukan oleh Dupong dari tahun ke tahun, perusahaan ini akhirnya mendapatkan National Medal of Technology sebanyak empat kali. Penemuan mereka ini juga pada akhirnya bisa berguna dalam kehidupan sehari-hari ya, seperti plastiknya sampai dengan penemuan teflonnya. Tapi geng, di sisi lain segala inovasi yang dibuat oleh dupong itu justru memiliki sisi gelapnya tersendiri. Ya, kita tahu kan kalau plastik itu adalah material yang enggak ramah lingkungan karena plastik juga enggak bisa terurai di dalam waktu yang singkat, bahkan memakan waktu sampai ratusan hingga ribuan tahun. Ya, jadi benar-benar mencemari lingkungan. Makanya waktu itu sempat ada campaign untuk mengurangi plastik. Kalau kalian tanya siapa yang berdosa atas plastik ini? Ya, bisa jadi dosa jariahnya itu adalah keluarganya Dupong ini. Merekalah yang pertama kali membuat plastik untuk bahan bungkusan. Nah, kalau kita belanja udah enggak disediakan lagi sekarang ya kantong plastik dan udah diganti dengan tas belanja atau e apa ya kita bisa bawa sendiri atau juga bisa pakai kantong kertas sekarang. Nah, tapi karena udah ratusan dan ribuan tahun semenjak dupong berdiri plastik ini digunakan jadi pencemaran lingkungan di muka bumi ini ya masih ada. Dan hari ini koncern kita enggak pada plastik tapi teflon yang masih sama-sama ya diciptakan atau ditemukan oleh perusahaannya Dupong ini. Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan mengenai pencemaran lingkungan yang disebabkan dari limbah teflon yang dibuang di Parkersburg, West Virginia yang mana ini sampai menjadi pencemaran air minum terbesar dalam sejarah Amerika, Geng. Dan menyebabkan keracunan. Sekarang kita bahas. Jadi, Geng, Dupong ini menjadi perusahaan yang pertama kali mengembangkan dan memproduksi teflon, alat dapur yang sering dipakai oleh ibu-ibu untuk masak sehari-hari. Tapi apakah selama ini kalian tahu kalau untuk membuat teflon itu ada bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh kita dan lingkungan? Nah, jadi sejak tahun 1950-an ya, perusahaan Dupong itu menggunakan bahan kimia yang bernama perfluorocttanoic acid atau yang dikenal dan disingkat dengan PFOE yang merupakan salah satu jenis dari bahan kimia PFAS. PFOE ini ya itu eh sering disebut dengan C8 atau C8 yang mana ya PFOE inilah yang menjadi bahan untuk membuat teflon itu supaya teflonnya itu enggak lengket. PFOE juga disebut sebagai bahan kimia abadi. Seram enggak tuh? Bahan kimia abadi sebutannya. Sebab bahan kimia ini enggak akan pernah terurai di muka bumi ini. Dia akan tetap ada sepanjang hayat. Dan menurut beberapa penelitian, paparan dari PFOE diduga bisa menimbulkan beberapa gangguan seperti menimbulkan kanker termasuk kanker testis, kanker prostat, kanker ginjal, kanker kemih ya kanker payudara, serta kanker ovarium. [Musik] Lalu meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan yang rendah, merusak organ hati dan ginjal, dan terus melemahkan sistem kekebalan tubuh serta meningkatkan risiko terkena penyakit tiroid termasuk kanker tiroid. Seram banget ya. Tapi inilah yang digunakan sebagai bahan pembuatan teflon. Di dalam perjalanannya sebagai perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi teflon, apakah selama ini Dupong tidak mengetahui kalau PFOE yang mereka pakai untuk pembuatan teflon mereka ini sebenarnya beracun dan berbahaya? Tahu enggak mereka tuh? Sayangnya ya, sayangnya nih mereka telat mengetahui hal itu ya. Kenapa ya? Kita ini kan kita berbicara tentang zaman dulu ya, Geng. Mereka emang orang pintar. Asal muasalnya dari para ilmuwan kimia gitu yang mana mereka bisa menciptakan bahan apapun dengan pengetahuan kimia mereka. Tapi sayangnya mereka memperjual belikan semua itu ya dengan istilah learning by doing. Jadi dibikin dulu, dijual lalu baru mereka pelajari efek atau dampaknya setelah masyarakat memakai itu. Kan gila banget tuh. Seram banget. Dan akhirnya mereka telat tahu kalau bahan PFOE yang mereka gunakan ini beracun setelah orang-orang udah pakai. Jadi, geng, Dupong ini baru tahu kalau PFOE yang mereka gunakan itu beracun itu di tahun 1961. Kebayang enggak tuh? Dari tahun 1950 mereka memproduksi, 1961 baru mereka tahu kurang lebih itu 11 tahun sejak perusahaan tersebut mulai memproduksi teflon dalam jumlah besar. Dan efeknya memang enggak langsung diresakan, Geng. Tapi itu mulai terlihat beberapa tahun setelahnya. Karena gini, kebanyakan ya hal-hal di muka bumi ini ya itu biasanya akan berdampak setelah 5 sampai 10 tahun semua itu berawal. Contoh aja kayak orang yang suka bergonta-ganti pasangan. Biasanya 10 tahun kemudian bakal terlihat penyakitnya, ya kan? Nah, terus kayak orang yang apa ya ee suka enggak jaga badannya 5 sampai 10 tahun ke depan penyakitnya juga bakal terlihat. Nah, kurang lebih kayak gitu sama dengan hal ini. Jadi, geng, di tahun 1981, Dupong baru menemukan adanya kasus pertama yang terjadi kepada seorang karyawan perempuan yang bekerja di salah satu pabriknya Dupong yang berada di Puckersburg, West Virginia yang khusus untuk memproduksi teflon ini. Karyawan tersebut melahirkan bayi yang cacat. Dan berlanjut lagi, pada tahun 1984, Dupong melakukan pemantauan air minum yang mengkonfirmasi kalau terdapat kadar PFOE yang sangat tinggi di sekitar pabrik Washington Works. Dari hasil pemantauan ini aja harusnya dupong sudah mengurangi atau bahkan tidak lagi boleh menggunakan PFOE. Karena mereka tahu bahwa seluruh air yang ada di tanah di daerah pabrik mereka itu sudah mengandung kimia berbahaya ini. Tapi mereka malah enggak melakukan hal tersebut, Geng. karena menganggap kalau mengurangi PFOE enggak bakal membawa keuntungan. Lagi-lagi ya bisnis. Karena PFOE ini berfungsi untuk membentuk lapisan anti lengketnya teflon dan itu yang mereka andalkan supaya produk mereka itu ya apa ya? Ya menjadi daya tarik tersendirilah. Karena ibu-ibu kan enggak pengin tuh alat masaknya lengket, rusak, kotor, hangus gitu. Nah, dengan adanya anti lengket ini kan jadi membuat daya tarik orang-orang untuk membeli. Terus geng selanjutnya pada tahun 1985 karyawan dari perusahaan Dupong itu menemukan adanya kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit lewi kimia dan kasus itu tinggi di area pabrik West Virginia. Beberapa bulan kemudian, dupong juga mencatat adanya jumlah kasus kanker ginjal yang sangat tinggi di antara pekerja laki-laki. Peningkatan ini terjadi di seluruh area pabrik. Dan enggak cuma karyawan yang bekerja di bagian pengolahan PFOE aja yang terkena itu, tapi hampir semua karyawan di bagian divisi. Tapi semuanya ini disimpan dengan rapat oleh perusahaan. Jadi kayak ditutup-tutupi karena enggak mau informasi tersebut bocor ke publik. Sampai pada akhirnya direntang tahun 1980-an, perusahaan Dupong membeli sebidang tanah dari seorang peternak sapi bernama Willbur Tenan. Nah, tanah tersebut digunakan sebagai tempat pembuangan limbah. Tanah itu memiliki aliran sungai kecil yang langsung mengalir ke sungai Ohayo. Namun, dupong ini mengklaim kalau limbah yang mereka buang di sana adalah limbah yang enggak berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Jahat banget, ya. Jadi, benar-benar dibuang ke pemukiman warga yang mana ini dikonsumsi oleh warga. Nah, awalnya Willbur ini merasa senang karena mendapatkan uang dari hasil pembelian tanah oleh dupong. Cuma Willbur mulai merasa ada sesuatu yang aneh. Sebab ratusan sapi ternak dia itu mati secara misterius mendadak. Padahal Willbur ini enggak pernah memberikan makanan sapi-sapinya dengan sembarangan. Atau sebagai seorang peternak tentunya ya dia mengupayakan yang terbaiklah untuk ternaknya. Dan tentunya kematian mendadak yang dialami oleh sapi-sapi ternaknya ini menjadi sesuatu yang aneh buat dia. Selain dia rugi, dia juga penasaran dan sampai akhirnya dia mulai curiga dengan perusahaan dupong yang mana dia curiga yang mencemari lingkungan di sekitar tanah yang mereka beli dari Willbur itu adalah Dupong sendiri. Situlah dia agak menyesal ya gara-gara jual tanahnya dia ya malah rugi ternaknya pada mati. Singkat cerita, Geng merasa enggak terima dengan apa yang dia alami yang mana dia menganggap tindakan e dupong ini menyebabkan ternaknya mati. Willbur ini memutuskan untuk menggugat Dupong dengan bantuan pengacaranya yang bernama Robert Bilot pada tahun 1998. Setahun kemudian Robert ini mengajukan gugatan federal terhadap Dupong di Pengadilan United State District Court for the Southern District of West Virginia. Dupong di saat itu memberikan tanggapannya atas gugatan tersebut dengan menyarankan Perusahaan dan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat agar meneliti peternakan milik Willbur, termasuk dengan memeriksa sapi-sapinya yang sudah mati. Jadi menurut mereka ya jangan asal nuduhlah. Jangan gara-gara sapi lo mati kita yang dituduh sudah mencemari lingkungan, mending itu diperiksa aja kurang lebih kayak gitu. Jadi pihak dari dupong ini masih denial gitu. Dia masih mencoba untuk membela diri dengan cara apapun. Ada tiga dokter hewan yang dipilih oleh pihak dupong. Ini aneh banget yang menyuruh periksa mereka, tapi mereka juga yang ngasih dokternya. Di saat itu, tiga dokter hewan ini dipilih oleh dupong dan tiga dokter lain baru dipilih oleh Badan Perlindungan Lingkungan atau EPA. Nah, dari hasil laporan tersebut menyatakan bahwa kematian ratusan sapi milik Willbur disebabkan karena kesalahan Willbur sendiri dengan mengklaim kalau Willbur mengelola peternakannya yang buruk sehingga menyebabkan sapi-sapinya enggak mendapatkan nutrisi yang baik. perawatan yang enggak memadai dan kurangnya pengendalian terhadap lalat. Gila ya lawannya orang berduit. Jadi Willbur ini kalah sama perusahaan dupong. Di saat itu Willbur dan pengacaranya yang bernama Robert itu enggak langsung nerima klaim dari pihak Dupong dan juga Epa. Oleh karena itu, Robert ini berupaya mencari tahu mengenai potensi pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Dupong ini. Benar aja, Geng. Robert menemukan adanya ribuan ton PFOE yang sudah dibuang oleh pihak dupong ke tempat pembuangan yang berada di sebelah peternakan Welbur. Nah, di sinilah nih bukti-bukti akuratnya mulai ditemukan. Limbah PFOE ini enggak cuma berdampak terhadap kematian sapi-sapinya Willbur, tetapi juga mencemari pasokan air milik masyarakat. Kebayang tuh masyarakat minum racun. Dari temuan ini akhirnya Dupong yang udah kep palang ketahuan menyelesaikan kasus ini dengan Willbur saat itu memang PFOE itu belum diatur oleh IPA dan ditambah perusahaan yang membuang PFOE ini juga belum pernah melaporkan hasil studi internal mereka yang menunjukkan kalau PFOE ini berbahaya bagi manusia, hewan, serta lingkungan. Walaupun dupong ini memutuskan untuk menyelesaikan kasusnya dengan Willbur, namun si pengacara yang bernama Robert itu kembali menggugat dupong di bulan Agustus 2001 dengan gugatan class action atau gugatan kelompok atas nama sekitar 70.000 orang di West Virginia dan Ohio yang air minumnya sudah terkontaminasi oleh PFOE. Nah, pintar nih si Robert ini yang mana e dia membiarkan dulu nih pihak Dupong ini e membayar ganti rugi kepada Willbur tadi supaya Willbur ini mendapatkan haknya terlebih dahulu. Nah, setelah dia damai diam-diam dengan Willbur ya, pihak Dupon ini, barulah si Robert ini bergerak nih. Dia mintalah tanda tangan dari 70.000 orang warga di West Virginia untuk menggugat atau menuntut pihak dupong ini. Nah, gugatan ini akhirnya diselesaikan pada bulan September tahun 2005 dengan nilai manfaat gugatan yang mencapai lebih dari 300 juta dollar Amerika, Geng. Penyelesaian tersebut berupa kesepakatan Dupong untuk memasang instalasi penyaringan air di enam distrik air yang terdampak dan puluhan sumur pribadi. Terus Dupong juga membayar tunai sebesar 70 juta Do Amerika serta pemantauan kesehatan yang akan dibiayai oleh dupong sampai 235 juta dolar Amerika terhadap warga yang terdampak. Semuanya bakal dilakukan oleh Dupong kalau ternyata memang dupong ini benar-benar melakukan pencemaran lingkungan karena limbah PFOE mereka. Tapi ini udah pasti kebukti lah ya kan karena memang udah jelas banget gitu. Dan di saat itu untuk bisa membuktikan hal tersebut puluhan ribu orang yang tinggal di sekitar West Virginia dan Ohio setuju untuk menjalani tes darah untuk mendeteksi keberadaan PFOE di tubuh mereka. Serem ya. Tes darah langsung loh. Kayak coba cek dulu, periksa dulu nih tubuh orang-orang di West Virginia ini benar enggak ada PFOE. Kalau ternyata benar ada kan. Buset, siapa yang enggak pusing, Geng? Menyadari diri mereka sudah mengandung racun gitu. Dan di saat itu, lembaga penelitian independen dibentuk oleh kedua belah pihak dari Robert dan juga Dupong. Namun, sesuai dengan perjanjiannya, duponglah yang akan membayar tes tersebut. Lembaga tersebut diberi nama dengan C8 Science Panel. Dan untuk mengetahui hasilnya juga enggak sebentar, Geng. Mengingat banyaknya orang yang melakukan tes sehingga membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun untuk bisa menganalisis dan memproses itu semua. Nah, dari hasil tesnya ditemukanlah adanya hubungan yang mungkin terjadi antara konsumsi air minum yang mengandung PFOE dengan berbagai penyakit seperti kanker ginjal, kanker testis, kanker tiroid, kolesterol tinggi, dan berbagai penyakit lainnya. Dan ini menjadi bukti kalau dupong tidak pernah memasang sistem penyaringan yang bisa mencegah pencemaran air dari PFOE yang mereka hasilkan. Dan dupong juga harus memulihkan air minum yang sudah tercemar dengan PFOE ini secara bertahap dan paling lambat itu tahun 2015. Gila, dari tahun -an ya ini kasus sampai 2015 loh. Dan setelah penemuan ini diumumkan, Dupong secara tiba-tiba mundur dari perjanjian tersebut. Jadinya Dupong enggak mau bertanggung jawab, Geng. Tapi itu enggak menghentikan upaya pengacara yang bernama Robert ini untuk menuntut perusahaan tersebut. Dia mengajukan gugatan hukum lainnya, yaitu gugatan cedera pribadi atas nama orang-orang yang menggunakan pasokan air di Ohio dan juga West Virginia yang mana menjadi terdampak karena air yang tercemar. Gila ya. Pada tahun 2015, jumlah orang-orang yang menjadi korban itu bahkan sudah mencapai lebih dari 3.500 orang. Kebayang enggak tuh? Dan pabrik teflon yang ada di Puckersburg yang semula dimiliki oleh Dupong itu memutuskan untuk memisahkan divisi kimianya menjadi sebuah perusahaan baru yang bernama Semors. Karena mereka enggak mau diseret-seret terlibat dengan dupong lagi. Karena 3.500 orang yang nuntut. Gokil enggak tuh? Dan di saat itu dupong ini mendapatkan berbagai macam gugatan dan dupong kalah dalam tiga gugatan pertama sehingga mereka harus membayar ganti rugi sebesar 19,7 juta dolar Amerika. Di sisi lain masih ada gugatan lain yang bertubi-tubi yang belum selesai sampai pada tahun 2017. Dan barulah dupong ini setuju untuk menyelesaikan sisa kasusnya dengan membayar 671,7 juta Do Amerika. Setelah tahun 2017, Dupong ini masih saja mendapatkan puluhan gugatan, Geng. Dan semua gugatan itu diselesaikan oleh Dupong pada tahun 2017 dengan nilai tambahan sebesar 3 juta Do Amerika. Ya, ibaratnya gini, Geng. Mereka tuh puluhan hingga ratusan tahun mengumpulkan uang. Uang perusahaan yang mereka kumpulkan itu ya ujung-ujungnya harus mereka bayarkan kepada orang-orang yang ya sudah menjadi korban mereka akibat tercemarnya lingkungan dari limbah PFOE yang dibuang oleh Dupong secara sembarangan. Capek-capek ngumpul duit, habis juga akhirnya. Dupong serta SEORS juga harus membayar penyelesaian hukum dalam bentuk ganti rugi senilai 4 miliar dolar Amerika. Jadi perusahaan seors yang sudah memisahkan diri dari dupong ini tetap kena imbasnya. Dan Robert si pengacara itu kembali mengajukan gugatan pada tahun 2018 yang meminta untuk dilakukannya studi dan pengujian lebih lanjut terhadap kelompok bahan kimia PFES agar dampaknya bisa diketahui oleh masyarakat. Dan gugatan ini diajukan atas nama seluruh masyarakat Amerika Serikat yang mana di dalam darah mereka sudah mengandung bahan kimia PFES tadi. Jadi mereka sudah terkontaminasi oleh racun. Gugatan tersebut ditujukan kepada beberapa perusahaan yang menggunakan PFES dalam produk mereka seperti TriM, dupong, serta Simors. Terus, Geng, masih berlanjut di tahun yang sama, Robert itu ditunjuk oleh Pengadilan Federal di South Carolina sebagai penasehat nasional bagi komite eksekutif penggugat untuk mengawasi semua kasus di Amerika mengenai kerugian akibat PFES dalam busa pemadam kebakaran atau EFF. Ternyata PFES ini selain dipakai untuk teflon, ternyata juga dipakai untuk alat pemadam kebakaran karena PFES efektif untuk memadamkan api. Gugatan ini pun disebut dengan EFFMDL. Di tahun 2021, Robert nih ya masih getol terus nyerang nih. Kayaknya si pengacara ini dapat duit banyak dari hasil menggugat ini. Nah, Robert ini menjadi penasihat utama dalam gugatan action pertama di dalam kasus EFF MDL. Nah, untuk mereka yang terdampak kontaminasi dari sumur air pribadi oleh BFES dari fasilitas pemadam kebakaran milik Taiko yang ada di Wisconsin, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan keamanan yang menghasilkan pembayaran ganti rugi lebih dari 15 juta Do Amerika. Nah, karena Dupong menjadi salah satu perusahaan selain 3M yang memproduksi PFES, jadinya mereka ikut bertanggung jawab dalam kasus EFFMDL ini, Geng. Jadi ibaratnya gini ya, misalkan nih e dupong ini yang bikin PFES tadi ya, tiba-tiba ada perusahaan lain yang pakai nih produk mereka dan perusahaan lain ini nih yang menyebabkan ee tercemarnya lingkungan. Nah, mereka ya perusahaan lain ini berurusan dengan hukum tapi merembet perusahaan dupong juga harus bertanggung jawab. Jadi istilah kasarnya gini nih. Misalkan gua bikin pisau ya, gua jual pisau ke orang, pisau itu harusnya diperuntukkan untuk motong-motong di dapur, tapi malah digunakan untuk matiin orang lain. Nah, setelah ada yang mati itu orang yang ngelakuin aksi itu ketangkap. Gua sebagai pembuat pisau juga ikut ketangkap. Gitulah kurang lebih kasus PFIS ini. Gara-gara yang membuat PFIS itu ya pihak dupong dan yang menggunakannya ketangkap. yang memproduksi yaitu Dupong juga ketangkap. Nah, sampai pada akhirnya nih di tahun 2023 penyelesaian terkait kontaminasi air minum terbesar dalam sejarah Amerika tercapailah di dalam EFF MDL dengan perusahaan 3M serta dupong yang terbukti bersalah atas pembuangan PFES yang berdampak terhadap sistem air publik di Amerika dan mereka harus membayar ganti rugi lebih dari 13 miliar dolar. Nah, ganti rugi lainnya juga dibayarkan oleh Taik dan BF, sebuah perusahaan kimia asal Jerman yang merupakan salah satu produsen bahan kimia terbesar di dunia. Ganti ruginya senilai 1 miliar dolar Amerika. Dan Dupong juga menyelesaikan gugatan atas pencemaran lingkungan di Ohio dengan membayar ganti rugi kepada pemerintah sebesar 110 juta Do Amerika di tahun 2024. [Musik] Meskipun upaya penyelesaian kasus dan pemulihan lingkungan sudah dilakukan, pencemaran terhadap PFOE yang merupakan bagian dari PFES ini itu akhirnya masih menjadi masalah yang serius di Pckersburg sampai saat ini. Nah, masih ada kandungan PFOE yang terdeteksi di air minum yang berasal dari berbagai distrik meskipun sudah ada sistem penyaringan yang dipasang oleh pihak perusahaan Dupong. Nah, perusahaan ini enggak bangkrut, Geng. Duitnya banyak banget. Mereka tuh sanggup mengganti rugi. Dan kasus yang terjadi di Pckersburg ini menjadi contoh penting, Geng, dalam melawan pencemaran lingkungan yang disebabkan karena pencemaran industri dan perlunya regulasi yang lebih ketat bagi pemerintah Amerika terhadap bahan kimia yang berbahaya agar kejadian kayak gini tidak terulang kembali di kemudian hari. Nah, untuk kita yang di Indonesia hati-hati juga, Geng. Kita industri kimia di negara kita juga besar gitu. Ada di beberapa titik wilayah. Dan buat kalian yang merasa tinggal di wilayah tersebut, kalian harus aware, kalian harus perhatikan apakah lingkungan kalian tercemar atau enggak. Kalau tercemar, segera lakukan gugatan. Tuntut itu perusahaan supaya tidak semena-mena terhadap masyarakat. Oke, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai pencemaran lingkungan di Puckersburg, sebuah kota di West Virginia yang disebabkan oleh limbah yang dihasilkan dari pembuatan teflon. Gimana tuh, Geng, menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories