Transcript
RzogOBEe83c • GEMPAR GENK ! BOCAH DIKURUNG DITEMUKAN SAAT RUMAH TERBAKAR DI CONNECTICUT AMERIKA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1460_RzogOBEe83c.txt
Kind: captions Language: id Geng, seperti yang sudah kalian baca di thumbnail, hari ini gua mau membahas sebuah cerita yang datang dari negara bagian Amerika Serikat, yaitu Connecticut. Nah, walaupun namanya Connecticut House of Horror, tapi pembahasan gua ini bakal menjelaskan sebuah cerita tragis, tapi bukan yang horor ya, bukan yang setan-setanan gitu, tapi lebih tepatnya ee sebuah situasi yang mencekam terjadi di sebuah rumah yang mana rumah tersebut kalau dilihat dari luar itu suasananya baik-baik aja, enggak ada yang aneh. Nah, tapi semuanya tiba-tiba berubah setelah adanya sebuah tragedi atau musibah kebakaran. Ini ceritanya cukup menarik nih, Geng. Ini sebuah misteri yang lagi ramai juga diperbincangkan di jagat sosial media karena kejadiannya itu bikin orang-orang tuh kayak enggak habis pikir gitu. Apalagi para tetangga dari rumah tersebut. Siapa sangka, Geng? Di dalam rumah tersebut ternyata ada seseorang yang disekap selama puluhan tahun. Nah, dia mengalami perlakuan-perlakuan yang mengerikan dan enggak bisa pergi ke manapun seumur hidupnya sampai dia kurus kering seperti enggak pernah dikasih makan. Kalian bisa bayangkan kalau kalian di posisi orang tersebut ya makan dari makanan bekas terus ee kurus kering, enggak pernah melihat dunia luar selama puluhan tahun. Di dalam rumah tersebut, Geng, itu kondisinya benar-benar berantakan dan enggak terurus sama sekali. Dan di saat kasus ini terungkap, beritanya pun langsung heboh di Amerika, khususnya di negara bagian konektika tersebut. Nah, di video kali ini gua bakal menceritakan kejadian ini secara lengkap ya. Mulai dari sejak kapan dia disekap dan gimana akhirnya kasus ini bisa terungkap. Nah, langsung aja kita bahas secara lengkap tentang cerita yang satu ini. Halo, geng. Welcome back to Kamar Jiri. [Musik] Geng, geng, kita langsung masuk ke dalam pembahasan utamanya nih, Geng. Ketika terungkapnya aksi penyekapan di sebuah rumah yang ada di Connecticat ini. Jadi, geng, ada sebuah insiden kebakaran yang terjadi pada tanggal 17 Februari tahun 2025. Nah, jadi ada sebuah rumah yang berada di daerah Waterbury di Connecticut. Enggak lama dari kejadian itu, petugas pemadam kebakaran disertai dengan beberapa tenaga medis itu langsung datang ke lokasi karena mereka takut pemilik rumah masih berada di dalam ketika insiden kebakaran terjadi. Tuh, datanglah geng petugas pemadam kebakaran ini dengan tim medis dengan cepat lalu melakukan pemadaman api dan melakukan evakuasi terhadap pemilik rumah. Februarylivan. Namun di saat mereka masuk ke dalam rumah, betapa kagetnya mereka ketika menemukan ada seorang pria usianya sekitar 30 tahunan. Nah, dia di dalam rumah tersebut tapi penampilannya benar-benar kayak enggak normal karena terlihat ya kurus parah, kurus kering gitu. Kayak enggak pernah makan gitu, Geng, dalam jangka waktu yang lama. Nah, terus dia juga terlihat sangat kotor dan rambutnya itu enggak terurus persis ya. kayak orang enggak pernah mandi kayak ODGJ gitu. Petugas pemadam kebakaran terus kemudian langsung mengevakuasi pria itu. Dibawalah dia keluar dari dalam rumah karena ditakutkan dia sudah menghirup banyak asap sehingga dia harus dievakuasi segera. Di saat itu pria itu tampak mengalami sesak nafas dan beberapa cedera di badannya gitu karena sempat menghirup asap terlalu banyak dan kulitnya bahkan melepuh karena terkena api. Nah, cuma di saat itu e para petugas ini sampai mau muntah gitu, Geng. Ngangkat dia itu bau banget. Benar-benar enggak keur. orang udah kayak berpuluh-puluh tahun di dalam situ. Di saat itu beruntungnya nih, Geng, kondisi dari pria tersebut berangsur-angsur membaik setelah diselamatkan. Ternyata barulah diketahui nih identitasnya dia. Pria ini berinisial S, usianya itu 32 tahun. Anehnya ketika dia diperiksa, berat badannya itu cuma sekitar 68 pon. Yang mana kalau kita convert ke satuan kilogram nih, ya nih bayangin nih berat badan gua tuh 68 kg. Nah, nih orang berat badannya nih dia sekelas bule gitu ya, berat badannya cuma 30,8 kg setengahnya gua gila enggak tuh kurusnya kayak gimana. Untuk seukuran pria dewasa normal itu enggak mungkin kayak gitu. Dan ini benar-benar enggak normal sama sekali. 30-an kilgram itu adalah berat badan anak-anak menuju remaja. Kalau pria dewasa itu minimal 50-an lah. 40-an aja tuh udah kecil banget, kurus banget. Bahkan nih, Geng ya, di saat itu petugas medis bilang ketika pertama kali melihat si S ini, mereka menyebutnya sebagai korban selamat dari Cem Auswitch. Nah, buat kalian yang gak tahu apa itu camp Auswit, ini adalah sebuah camp yang dibuat oleh Nazi ya selama perang dunia sekaligus menjadi simbol utama dari Holocaust. Nah, ini merujuk kepada genosida terhadap sekitar 6 juta orang Yahudi yang dilakukan oleh Pak Kumis bersama pasukan nasinya. Jadi, bisa kalian bayangin, Geng, saking kurusnya si es ini sampai disebut sebagai korban perang. Dan gak sampai di situ aja ada keanehan lain yang terjadi. Di saat itu si Es mengatakan kalau dia bukan cuma korban dari kebakaran di rumah tersebut, tetapi dia sekaligus adalah pelaku yang membakar rumah tersebut. Nah, jadi intinya nih ya si Es ini sengaja membakar rumah itu untuk menarik perhatian karena dia udah enggak tahan lagi dengan kehidupannya dia yang terisolasi di dalam itu. Ya, kalian bayangkan aja, Geng. Bertahun-tahun udah kayak benda mati ditaruh di dalam rumah. Wah, gua gak kebayang deh. Nah, apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang dialami oleh si Es ini? Nah, ketika itu si Es ini bercerita, Geng, kalau dia sengaja membakar sebuah kamar tidur kecil berukuran sekitar 2,4 * 2,7 m yang mana kamar tersebut berada di lantai atas rumah itu. Es ini langsung menyalakan api dengan cara menggunakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer gitu ya, yang mana kalau kita bakar itu sama efeknya seperti alkohol. Nah, di saat itu dia juga menambahkan kertas yang dia ambil dari sebuah printer di rumah itu. Nah, apinya itu berkobar dengan cepat karena ada cairan pembersih tangan tadi. Dan setelah itu api langsung mulai menyebar ke berbagai bagian dalam rumah. Di saat itu ditanyainlah sama si petugas, "Ini kamu kenapa membakar rumah ini, es? Apa alasannya?" Nah, si es ini bercerita yang membuat semua orang kaget, Geng. Dia bilang dia sengaja bakar itu rumah karena dia udah disekap selama bertahun-tahun di kamar tidur itu. Dia gak bisa ke mana-mana dan dia pun mulai menjalani kehidupan seperti mayat hidup katanya. Dia juga bilang yang menyekap dia itu adalah ibu tirinya yang bernama Kimberlye Sullivenivan. Umurnya itu 56 tahun. Wah gila ya. Ini kayak lagu nih ya. Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja. Anjay. Gila, kejam banget. Tapi enggak semua ibu tiri begini sih. Tapi semua yang begini ibu tiri gitu ya. Enggak, enggak. Maksud gua tuh ya beberapa kejadian memang ada yang kayak gini ya. Ee kebanyakan orang-orang kadang menikah ya hanya mencintai pasangannya aja tapi anak-anak yang dibawa oleh pasangannya terkadang terlantar gitu kan. Tapi enggak sedikit juga ibu tiri yang sayang kepada anak tirinya. Nah, ini adalah salah satu contoh yang bencilah gitu. Terus geng, selanjutnya kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan mengenai bagaimana si S ini berakhir di sekap dan gimana kehidupannya dia sebelum akhirnya disekap. Nah, jadi kita alur mundur nih, Geng. Ini kan di sini dia udah selamat nih ceritanya. Nah, si Es ini cerita lah gimana dulu ibu tirinya ini nyekap dia. Apa kesalahan dia yang membuat si ibu tirinya sampai tega melakukan hal ini. Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan kehidupan es sebelumnya seperti apa. Nah, di dalam cerita ini pasti kalian bertanya-tanya ke mana orang tua kandung si es ini. Untuk menjawab itu, kita harus mundur dulu ke beberapa tahun sebelumnya, Geng. supaya kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di kehidupannya si Es sebelumnya, termasuk dengan kehidupan ibu kandungnya. Nah, jadi geng ibu kandungnya si Es ini diketahui masih hidup dan dia bernama Tracy Veleran. Nah, si Tracy ini menyerahkan hak asuh terhadap anaknya Es pada tahun 1993. Itu enggak lama setelah dia melahirkan si Es ini. Nah, Tracy ini juga kehilangan hak asuh atas anaknya yang lain, yaitu putrinya yang merupakan saudaranya si Es yang bernama Hitter Tisman. Beberapa tahun sebelumnya setelah departemen anak dan keluarga itu menuduh Tracy ini melakukan kekerasan kepada si Heater, kepada anak perempuannya ini. Dan si suami Tracy juga sama nih, dia juga melakukan kekerasan kepada anak perempuannya ini yang bernama Hitler tadi. Nah, suaminya Tracy ini bernama Craig Sullivan yang mana dia akhirnya didakwa atas kejahatan tersebut. Nah, hubungan antara Tracy dengan Craig akhirnya jadi memburuk dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah atau cerai. Nah, ketika itulah Tracy membiarkan anaknya Es untuk tinggal bersama Craig untuk tinggal bersama mantan suaminya itu. Nah, Tracy di saat itu mikir dengan Es hidup bersama dengan si mantan suaminya mungkin hidupnya bakal lebih terjamin karena Craig ini kan bekerja gitu ya. Nah, sampai pada akhirnya Craig kemudian menikah lagi dengan seorang perempuan yaitu yang bernama Kimberly Sulliven ya ibu tirinya es yang jahat. yang mana hal ini menjadi awal dari segala hal buruk yang bakal menimpa es. Mulai dari dia yang masih kecil sampai nantinya dia dewasa itu dia benar-benar seperti masuk ke dalam lubang neraka gara-gara si Kimberly ini. Di saat itu, Geng, sejak S berusia 3 tahun, Kimberlye itu sudah melakukan berbagai aksi kekerasan lah terhadap ee si anak tirinya ini. Nah, es ini bercerita ya ketika dia kecil, dia ingat dia tuh pernah menyelinap keluar dari kamar di malam hari untuk mencari sisa-sisa makanan dan minuman di rumah tersebut. karena dia sama sekali enggak dikasih makan sama si ibu tirinya Kimberlye ini. Nah, di dalam hal ini kita sendiri bisa tahu ya ketika dia mengendap-ngendap keluar dari kamar mencari makanan itu bukan sebuah kenakalan anak-anak. Ya bisa aja kan si Es ini benar-benar lapar di tengah malam. Apa salahnya buat cari makanan pas malam hari? Nah, ketika itu Kimberly tahu es menyelinap keluar kamar dan makan sisa-sisa makanan yang ada di rumah. Dan es di saat itu langsung ditarik, diamuk separah-parahnya gitu ya. dan dia langsung dimasukkan ke dalam kamar lagi dan dikunci dari luar oleh Kimberly ibu tirinya. Nah, Es juga ingat dia pernah minum air dari toilet bahkan karena dia cuma diberikan minum sekitar dua gelas per hari di rumah tersebut. Padahal seharusnya ya manusia kan minumnya minimal 2 liter setiap hari, Geng. Nah, bukannya dua gelas doang. Dan Es juga pernah sampai mencuri makanan milik teman-temannya di sekolah karena di saat itu ya dia benar-benar kelaparan, enggak dikasih bekal sama sekali. Menurut kesaksian dari seorang kepala sekolah yang menjabat sekitar 20 tahun lalu di sekolah tempat es belajar. Nah, nama kepala sekolahnya ini adalah Tom Penon. Nah, dia bilang es ini bersekolah di sekolah yang bernama Barnhard Elementary School dan dia sering ketahuan itu lagi ngerobogoh-rogoh tong sampah buat nyari makanan sisa. Nah, gimana enggak sedih tuh, Geng? Dan pihak sekolah di saat itu merasa khawatir dengan kondisi es. Dan pihak sekolah mencoba untuk menanyakan apa yang terjadi terhadap si es ini. Nah, kenapa dia kok terlihat sangat kurus sampai harus cari makanan di tong sampah? Nah, jawaban es di saat itu dia bilang kadang dia enggak diizinkan untuk makan di rumahnya sendiri oleh ibu tirinya. Nah, oleh karena itu, nah, dia pun minta tolong kepada para guru sekolahnya untuk bisa dibawakan makanan karena dia udah lapar banget. dan dia sempat juga minta kepada pihak sekolah untuk menghubungi pihak layanan perlindungan anak dan hal ini dia lakukan setidaknya sudah sampai 20 kali dia minta tolong. Menanggapi laporan mengenai es yang mengaku tidak diperbolehkan makan di rumahnya ini, departemen anak dan keluarga di daerah tersebut sempat mengunjungi rumahnya si Es beberapa kali dan itu membuat Kimberly si ibu tirinya ini jadi ketakutan. Dia takut perlakuan dia terhadap es bakal ketahuan sehingga dia di saat itu memutuskan untuk menarik es dari sekolah. Jadi dikeluarkanlah si es ini dari sekolah, Geng. Ketika si es ini masih berusia 10 tahun yang mana itu artinya dia masih duduk di bangku kelas 4 SD. Nah, pihak sekolah di saat itu tahu ada sesuatu yang enggak beres nih. Ada sesuatu yang salah nih mengenai pola asuh yang dilakukan oleh orang tua si S yaitu si Kemberli ini. Nah, tapi enggak pernah ada upaya lanjutan tuh untuk menyelidiki kasus ini. Jadi kayak pihak sekolah tuh sekedar tahu tapi cuek aja gitu, enggak digimana-gimanain. Dan ketika si S ini dikeluarkan dari sekolah, pihak sekolah udah enggak bisa lagi mencari tahu lebih lanjut karena udah enggak punya hak sama sekali. Nah, lalu geng setelah es ini dikeluarkan dari sekolah, ternyata aksi-aksi menyedihkan ya itu dialami oleh si es, dilakukan oleh ibu tirinya si Kemberly, dan semakin menjadi-jadi. Bahkan terus-menerus dilakukan sampai es ini dewasa. Kebayang tuh mentalnya kayak gimana. Nah, es ini dikurung selama beberapa jam setiap hari dan dia hanya diperbolehkan keluar kamar sekitar jam 8.00 pagi untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah. Jadi disuruh kayak pembantu gitu yang mana ini memakan waktu antara 15 menit sampai 2 jam lah. Setelah itu dia dimasukkan lagi ke dalam kamar. Dia bakal dikurung sepanjang hari ya bisa dikatakan seumur hidupnya dari malam sampai tiba saatnya untuk keluar di esok hari untuk beres-beres rumah lagi. Nah, bahkan, Geng, sering juga es ini enggak keluar dari kamar tersebut sampai 24 jam. Ya, misalkan nih kalau kondisi rumahnya masih bersih, ya si ibu tirinya enggak membutuhkan tenaga es untuk membersihkan rumah tersebut. Ya udah, es itu di dalam kamar aja. Dan di saat weekend seperti hari Sabtu dan Minggu, Craig ayah kandungnya itu mengizinkan es untuk menonton TV dan membantu membereskan halaman rumah. Tetap nih disuruh kerja tuh anaknya. Padahal ini ayah kandungnya ya. Tapi tetap aja ayah kandungnya ini kayak lebih support kepada ibu tirinya, Geng. Dan eh apa ya? Kayak terkesan ayahnya ini memberi sedikit kelonggaran gitu ya. Diperbolehkan nonton TV di saat weekend dan juga ya harus bersih-bersih rumah. Nah, tapi itu ada syaratnya. Syaratnya adalah apabila si kemberli ibu tirinya tidak ada di rumah bersama dua saudara perempuannya juga yang mana ya ini harus dipastikan oleh si ayahnya itu mereka semua enggak ada di rumah supaya ya si ibu tirinya ini enggak marah-marah terhadap ayahnya. Jadi kurang lebih tuh Craig ini masih ada sedikit perasaan hiba lah sama anak kandungnya sendiri tapi ya sekedar gitu aja. Nah, jadi dari cerita ini kita bisa mengetahui ya, Geng, ternyata ya si S ini masih punya saudara lagi selain Hitler, saudara perempuannya yang tadi gua ceritakan sebelumnya. Nah, sepertinya sih saudaranya yang ini adalah anak dari Craig dan juga Kimberly ibu tirinya. Nah, itu artinya kalau dari cerita tersebut kuat dugaan kalau Craig sang ayah kandung tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap anak kandungnya Es yang diperlakukan semena-mena oleh istrinya atau ibu tirinya Es yang bernama Kimberly. Nah, tapi kok bisa gitu? Ayahnya ini atau si Craig ini kayak enggak berusaha untuk mencegah hal itu kok dia tega sama anak kandungnya sendiri. Dan yang lebih parahnya lagi adalah kerabatnya termasuk kedua saudara perempuannya itu tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada es. Tapi mereka enggak pernah sekalipun berusaha untuk membantu es demi menghentikan penyiksaan yang dilakukan oleh ibu mereka Kimberly. Nah, mereka memilih untuk enggak mau ikut campur ee atas pola asuh yang diterapkan oleh Kimberly terkhusus untuk es yang mana ini bukan pola asuh lebih kepada penyiksaan. He claims he drank water from the toilet because he was only given two glasses of water per day. According to the court affa David, the man says he was pulled out of school after the school called the Department of Children and Families twice due to him constantly asking students for food during lunchtime. Terus, Geng, penyiksaan si Kemberly ini semakin menjadi-jadi ketika Craig itu meninggal dunia pada tanggal 25 Januari tahun lalu 2024. Nah, jadi kan semakin enggak ada yang bisa menghalangi dia untuk semena-mena. Es di saat itu mulai hanya diberikan dua roti lapis dan dua botol air kecil setiap hari. Nah, dia juga enggak diberikan akses untuk pergi ke toilet kalau mau buang air besar. Sehingga es ini terpaksa menggunakan botol dan e koran ya yang berada di dalam kamarnya untuk BAB. Dan setelah es membuang air kecil maupun air besar di sana, dia harus menaruhnya ke dalam tabung yang dia buat sendiri menggunakan beberapa sedotan dan mengarahkan sedotan tersebut melalui lubang jendela di kamarnya untuk mengosongkan botol tadi. Jadi kayak kurang lebih itu kayak ngebuang pipisnya dia, ngebuang eya dia gitu, Geng. Nah, lalu enggak jarang juga dia buang air besar dan dia letakkan di koran bekas di lantai lalu jongkok di atasnya. Nah, selesai dia buang air besar, dia bakal gulung koran tersebut yang dia ikat menggunakan tali. Yang mana talinya itu dia ambil dari kaosnya dia yang udah bekas, dia tarik benangnya. Nah, itu dia jadiin tali. Nah, dia bakal membuangnya ke tempat sampah di dapur ketika dia baru diizinkan keluar kamar nantinya. Nah, terus gimana nih kalau dia mau mandi? Nah, es ini menyisakan satu botol yang seharusnya bisa dia gunakan untuk minum. Tapi justru satu botol itu dia gunakan untuk mandi karena dia enggak kuat kalau sampai enggak mandi berhari-hari. Nah, biasanya orang normal itu kalau mau mandi kan habis satu bak air tuh ya. Nah, si es ini cuma pakai satu botol air kecil, Geng. Dan mandinya juga cuma pakai air gitu doang enggak pakai sabun. Itu juga dilap-lap doang. Nah, selama dia dikurung itu kan udah pasti dia bosan tuh, Geng. Nah, untuk menghilangkan kebosanannya es ini menghabiskan waktu dengan menghitung mobil yang ada di luar jendela. Jadi dia sambil lihat-lihat, dia hitung-hitung mobil-mobil yang ada di sana. Terus ada buku-buku kayak kamus gitu, dia baca-baca dan dia mendengarkan radio yang ada di luar kamarnya. Jadi radio itu diputar dari luar kamar. Dia dengar itu. Dan pernah ada kejadian di mana tetangganya itu sempat ngelihat es yang sedang mengintip dari jendela. Tetangganya ini adalah sepasang suami istri yang bernama Zeveri Guanera dan juga pasangannya yang bernama Suzette Becker. Nah, mereka ini punya satu orang anak perempuan yang usianya 25 tahun. Nah, kejadiannya itu ketika anaknya ini masih kecil dulunya usia anaknya itu sekitar 10 atau 11 tahun lah. Nah, dia itu lagi main tuh lagi main ayunan di halaman belakang rumah mereka. Tiba-tiba anaknya ini lihat kok kayak ada anak laki-laki yang lagi ngintip di balik jendela rumah yang berada tepat di sebelah rumah mereka. Nah, siapa lagi kalau bukan itu si Es dan es ini sampai melambaikan tangan ke dia dan si anak ini membalas dengan lambaian tangan lagi. Nah, karena anak ini masih kecil, dia itu enggak berpikir kalau ada sesuatu yang aneh terjadi dengan si es ini. Nah, sementara orang tua anak tersebut yaitu Zeveri dan juga Suzette itu enggak pernah menyadari kalau yang dilihat oleh anak mereka ini adalah si S, yaitu seorang anak yang sedang disekap oleh ibu tirinya. Nah, Zeri di saat itu cerita kemungkinan besar ya perkiraan dia ya, S di saat itu masih berusia 20 tahunan dan sekitar 20 sampai 25 tahun lah ya. Zevri ini juga pernah beberapa kali ngelihat seorang pria dengan kondisi badan yang sangat kurus itu mengerjakan pekerjaan di halaman ee rumah rumah tempat si es ini disekap selama bertahun-tahun di sana. Nah, mereka cuma tahu si Kemberly doang. Mereka enggak tahu pria itu ya siapa, remaja itu siapa. Mereka enggak ngeh. Kalau pria atau remaja yang mereka lihat kurus kering ini adalah si es yang mereka lihat melambai-lambai di jendela. Selama itu mereka enggak pernah sadar, enggak pernah e paham kondisi tersebut dan mereka enggak pernah tahu kalau S ini adalah anak tiri dari Kimberly. Mereka pikirnya cuman petugas atau mungkin tukang kebun gitu, Geng. Disekap dan diperlakukan dengan perlakuan yang enggak manusiawi selama bertahun-tahun itu membuat Es merasa sangat tertekan. Dia selalu memimpikan e dia bisa bebas dari kamar yang selama ini sudah menjadi penjara buat dia. Sampai pada akhirnya dia memikirkan satu cara, yaitu dia ingin membakar rumah tersebut untuk menarik perhatian orang-orang. Jadi, Geng, setahun sebelum rencana dia membakar rumah itu, es ini sudah menemukan pemantik api atau korek yang memang dia temukan ketika dia sedang diberikan izin untuk keluar kamar dan dia memeriksa beberapa pakaian milik Craig ayahnya. dengan pemantik api atau korek tersebut ya bakal lebih mudah untuk dia bisa menghasilkan api atau kebakaran yang besar sesuai dengan rencananya dia. Dan es di saat itu berpikir nih geng, api yang kecil aja tuh enggak cukup karena nanti ya bisa padam dengan mudah dan tidak menimbulkan perhatian orang-orang, enggak menarik perhatian gitu. Nah, oleh karena itu S ini mau membuat api yang lebih besar sehingga nanti e Kimberly itu enggak punya pilihan selain menelepon 911 untuk memadamkan api itu. Nah, jadi mulai pintar nih si Es untuk mensiasati agar dia bisa selamat. Nah, akhirnya Es pun melancarkan aksinya. Dia membuat api yang besar. Begitu api itu mulai menyala, Kimberly menyadari kalau ada api yang menjalar di rumahnya dia. Rumahnya kebakaran. Nah, dia langsung minta tolong berteriak-teriak. Di saat itu Kimberly tahu kayaknya yang menyalakan api itu adalah anak tirinya yang dia sekap yaitu si Es. Nah, dia pun sempat nanya ke si Es apa yang terjadi? Apa yang Es mau? Kok tiba-tiba ngebakar rumah? Dan es cuma menjawab, "Api." Dia bilang. Jadi pas ditanya sama ibu tirinya si Kemberli ini, "Eh, kamu mau apa?" "Saya mau api." Katanya kayak gitu. dia gak punya pilihan lain ya. Si Es ini cuma bisa pasrah. Mendingan dia ya sekalian aja meninggal di sana terbakar ketimbang dia harus tersiksa terus. Sudah 32 tahun umurnya. Dan di saat itu Kimberly juga enggak punya pilihan lain selain membuka kunci pintu agar es bisa keluar dari kamar tersebut. Namun es di saat itu langsung jatuh di dekat tangga, Geng. Karena lemah banget badannya. Nah, kondisinya benar-benar memprihatinkan. Ditambah dengan sudah banyak asap hitam di dalam rumah itu yang membuat dia menghirup asap tersebut, Geng. Rumah tersebut udah mulai kebakar pelan pelan dan ya hampir melahap seluruh rumah lah. Dan di saat itu sebelum Es keluar dari rumah, Kimberlye ini masih sempat-sempatnya memerintahkan es untuk cuci muka terlebih dahulu di kamar mandi supaya enggak ada yang tahu mengenai kondisi dia sebenarnya. Yang mana ya kondisinya kan memprihatinkan banget ya, lusuh terlihat bahwa dia disiksa. Nah, di tengah-tengah kondisi tersebut ada saudara perempuannya si Es ini ya, anaknya dari Kimberly beserta dengan pacarnya di saat itu tiba di rumah. Kebetulan sampai di rumah berbarengan dengan petugas pemadam kebakaran yang juga sampai di rumah tersebut. Nah, diduga saudara perempuannya ini disuruh oleh Kimberly untuk pulang ke rumah supaya dia dan pacarnya ini bisa membantu untuk membuka kunci pengaman yang ada di pintu kamar tempat si es disekap supaya penyekapan tersebut tidak diketahui oleh petugas pemadam kebakaran. Nah, di saat itu es itu kan masih di dalam, belum keluar dari rumah karena tadi sempat disuruh untuk cuci muka dulu, untuk bersih-bersih dulu. Nah, di saat itulah pemadam kebakaran langsung masuk ke dalam rumah tersebut dan di saat yang sama mereka menemukan es yang sudah terbaring tidak berdaya di dekat tangga. Sementara Kimberly itu sudah berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Nah, ketika Kimberly berhasil menyelamatkan diri, dia diberikan beberapa pertanyaan oleh petugas polisi yang ikut datang bersama dengan pemadam kebakaran. Pertanyaan ini mengenai penyebab dari kebakaran tersebut. Dan kejadian itu semua terekam di body cam milik petugas di saat petugas mewawancarai Kimberly. Nah, Kimberly di saat itu menjelaskan dia itu mengira kebakaran di rumahnya ini disebabkan gara-gara TV yang dinyalakan oleh anak tirinya yaitu si Es. Di saat dia keluar dari kamar tidurnya, dia bilang dia itu udah mencium bau asap dan dia langsung meneriaki nama si es. Manggil-manggil nama si es si anak tirinya. Namun si es ini enggak ngejawab kata dia. Sehingga dia memutuskan untuk lari kabur keluar dari rumah tersebut untuk menyelamatkan diri. Dari ceritanya ini kayak dia tuh lagi bohong gitu, Geng, ya. Lagi bohong, lagi ngerangkai cerita seolah-olah tuh dia enggak tahu ada anak tirinya di dalam si Es lagi dia sekap gitu dan dia memilih untuk menyelamatkan diri. Dia juga bilang alasan kenapa dia enggak keluar bersama dengan si es. Katanya sih karena es ini enggak bisa keluar dari kamar karena ada api katanya kehalang api. Nah, tapi Kimberley ini yakin kalau si Es itu bisa ngelewatin api katanya dia. Nah, makanya dia lebih memilih untuk menyelamatkan diri sendiri dulu. Nah, terus geng petugasnya ini nanya lagi nih ke si Kemberlinnya itu pintu kamarnya terkunci atau enggak? Kok kamu yakin banget gitu? Itu si es bisa keluar. Si Kemberlini jawabnya enggak katanya. Jadi kayak meyakinkan petugas kalau es itu bisa keluar dari sana. Terus ditanya lagi, "Apakah kamarnya itu bisa terkunci atau enggak?" Lagi-lagi Kimberly menjawab, "Enggak," katanya. Nah, terus petugas bertanya lagi, "Apa es bisa bebas keluar kapan aja dia mau?" Kimberley bohong. Dia bilang, "Iya, dia bisa keluar. Dia bisa keluar sendiri." Nah, di saat itu petugas tu sudah mulai curiga gitu. Nah, kemudian di body camp petugas lain ada rekaman yang memperlihatkan ketika Kimberlye yang terlihat panik meminta agar dia bisa kembali ke dalam rumahnya. Dia bilang dia mau ngambil dompet dan kunci yang tertinggal di dalam rumah. Nah, lalu dia juga khawatir dengan anjingnya katanya yang masih ada di dalam rumah. Nah, dia mau nyelamatin anjingnya dan memasukkan anjingnya ke dalam mobil. Come on, come down. Nah, namun petugas di saat itu enggak sepenuhnya percaya dengan klaim yang diberikan oleh Kimberly karena di saat itu polisi sudah menemukan es di dalam. Jadi, es itu sudah dievakuasi ya, sudah ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran dan dibawa keluar. Nah, di saat itulah polisi mulai curiga nih. Ini Kemberle ini alasan doang nih. Bilangnya pengen nyelamatin anjing, ngambil kunci. Padahal di saat itu dia enggak tahu kalau es itu sudah ditemukan oleh petugas. Nah, mungkin aja nih dia ini mau menghabisi nyawa es supaya menghilangkan jejak. Namun sayangnya udah keburu terlambat. Nah, terus Geng singkat cerita nih, setelah kebakaran yang terjadi, akhirnya beredarlah foto-foto yang memperlihatkan isi dari dalam rumah tersebut. Ada beberapa bagian yang terkena sambaran api. Namun yang orang-orang justru fokus ya bukan bagian kebakarannya. Tapi mereka melihat bagaimana kondisi dari dalam rumah Kimberly yang benar-benar berantakan dan jorok yang lebih mirip ya kayak gudang dibandingkan rumah. Menggelikan banget. Dan akhirnya ya di saat itu Kimberlye pun ditangkap pada tanggal 12 Maret tahun 2025 dengan berbagai bukti atas penyiksaan yang dia lakukan terhadap anak tirinya yaitu S. Nah, jadi alurnya itu yang di pertama tadi nih. Ketika S itu sudah mengungkapkan semua kepada petugas, dia cerit gimana dia itu dari kecil udah disiksa, udah disakiti sama ibu tirinya. Nah, di saat itulah semuanya terbukti dan akhirnya Kimberlye ini didakwa dengan tuntutan penyerangan tingkat pertama, penculikan tingkat kedua, pengekangan yang tidak sah di tingkat pertama, kekejaman terhadap orang lain, dan membahayakan orang lain secara sembrono tingkat pertama. Wah, hukumannya banyak. Nah, Kimberly di saat itu langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan, Geng. Tapi kurang dari 1 hari, Kimberlye dikabarkan sudah membayar jaminan sebesar 300.000 atau ee kalau dirupiahkan itu sebesar Rp487,3 juta. Jadi, kayak dia ngebayar hukum gitu. Walaupun dia udah ngebayar jaminan tersebut, namun Kimberlye enggak semerta-merta langsung dibebaskan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar dia bisa bebas, yaitu salah satunya menjalani evaluasi harian dan dilarang menghubungi S dengan cara apapun. Karena dia ini dianggap sebagai ancaman yang besar terhadap anak tirinya itu di dalam persidangan ya Kimberley ini ngaku kalau dia enggak bersalah atas segala tudingan yang ditujukan kepada dia mengenai penyiksaan terhadap es dan juga penyekapan yang dia lakukan selama bertahun-tahun. Nah, karena Kimberly ini sudah membayar jaminan, jaksa berupaya agar Kimberly dijadikan sebagai tahanan rumah. Namun, hakim di saat itu nolak permintaan tersebut karena salah satu alasannya adalah kasus ini sangat keji, sangat kejam, dan sudah sangat viral. Jadi kalau sampai hukumnya bisa dibeli, nah bisa-bisa masyarakat di saat itu marah. Dan sebagai gantinya, Kimberlye pun harus menggunakan GPS di pergelangan kakinya agar petugas bisa mengetahui ke mana saja Kimberlye ini pergi. Dan bahkan hakim yang memimpin sidang Kimberlye yaitu Joseph Stuartz itu menyebutkan tuduhan yang diberikan kepada Kimberly menjadi tuduhan yang paling meresahkan yang pernah dia lihat selama menjadi hakim. Saking parahnya yang dia lakukan kepada Es yang mana yang lebih enggak habis pikirnya adalah setelah persidangan Kimberley ini terlihat sedang berada di balkon rumah barunya mengenakan topi dan kacamata hitam sambil berjemur di bawah sinar matahari dan main handphone. Nah, jadi dia ini apa ya? Enggak di penjara tetapi kayak jadi tahanan kota gitu, Geng. Dan sikap Kimberlye ini benar-benar gila banget. Setelah kejadian kebakaran itu dia pindah rumah. Nah, di rumah barunya itulah dia berjemur kayak enggak terjadi apa-apa dan enggak merasa bersalah atas apa yang sudah dia lakukan kepada anak tirinya si Es selama ini. Setelah kasus ini terungkap, ibu kandungnya Es yaitu Tracy ya dan juga Hitler eh saudara perempuannya si Es itu akhirnya muncul ke publik. Mereka memberikan penjelasan. Mereka berdua bilang enggak pernah menyangka kalau Es bakal menjadi korban atas kebrutalan Kimberly, si Ibu tiri. Dan mengapa selama ini Tracy dan Hitler seperti enggak pernah mengunjungi si Es, ya? Karena Tracy ini sudah kehilangan hak asuh dan dia enggak diberikan akses untuk bertemu dengan Es lagi. Dan Tracy sudah mencoba berbagai cara untuk bisa bertemu dengan anaknya itu. Ya, kalau bisa biar dia aja yang ngurusin es. Tapi upaya tersebut selalu dihalang-halangi oleh Craig, mantan suaminya dan juga istri barunya si Craig ini yaitu Kimberly. Trying to kill myself because I knew I wasn't getting her back. Craig would visit me while I was in the hospital. Nah, seperti salah satu contohnya ya diceritakan oleh si Tracy ini ketika Es masih berusia 3 tahun, Tracy itu sempat kerja dengan saudara laki-lakinya Craig ya, dengan apa ya e iparnya lah, mantan iparnya. Dan di saat itu saudaranya ini yang mengatur pertemuan antara Tracy dengan si Es di rumahnya Craig. Dia yang ngebantu tuh. Namun, Craig dan Esah muncul untuk menemui Tracy. Jadi benar-benar enggak diberikan akses sama sekali, Geng. Dan ketika Krik pindah rumah bersama dengan Es serta Kimberly, Ty enggak tahu di mana rumah barunya sehingga enggak bisa mendatangi rumah tersebut untuk bertemu dengan anaknya Es kebayang tuh ya dipisahkan dari ibu kandung. Ini gila banget, Geng. Dan di saat Es ini berusia 18 tahun, Tracy dan Hitter itu berusaha mencari keberadaan Esat memeriksa buku tahunan sekolah, tapi enggak pernah menemukan Es lulus di sekolah yang ada di daerah Waterbury ataupun di daerah Walcot. mereka tuh sampai bingung, itu adalah usaha mereka yang paling simpel banget gitu ya, nyari anak-anak kecil yang kemungkinan bersekolah di mana gitu, tapi enggak ada namanya si S ini. Dan mereka juga mencari di sosial media ee namanya si S, tapi S juga enggak pernah punya sosial media. Mereka enggak pernah tahu kalau si Es ini terisolasi, disekap oleh si ibu tirinya. Nah, mereka kira S ini menjalani kehidupan normal seperti laki-laki seusianya. Tapi yang mereka ggak tahu dibalik enggak adanya S di buku tahunan sekolah maupun di sosial media, ya ini semua dikarenakan selama ini dia disekap seperti mayat hidup tidak pernah diperbolehkan untuk mengakses dunia luar oleh Kimberly. Nah, karena enggak pernah bisa menemani dan memberikan support selama ini saat kasus penyekapan es terungkap, Tracy dan Hitler itu benar-benar menyesal, sedih banget. dia enggak tahu harus berbuat seperti apa. Nah, tapi mereka terus berupaya berjuang demi keadilan untuk si S ini dan memberikan dukungan kepada S. Kasus ini pun masih terus berjalan sampai sekarang, Geng. Dan viral banget di luar sana. Jadi, kita tunggu aja nanti gimana kelanjutannya, Geng. Apakah Kimberlye bakal mendapatkan hukuman setelah dia santai-santai kayak gini sesuai dengan kejahatan yang dia lakukan, ya kan? Masa ia cuma bayar R00 juta terus bebas. Sementara si S umurnya selama berpuluh-puluh tahun terisolasi kayak gitu, tersiksa kayak gitu. Nah, atau justru nih ya e di Amerika sama aja mungkin kayak di Konoha ada uang habis perkara gitu ya dan dia bisa bebas dari hukuman karena sudah membayar jaminan. Nah, jadi kita lihat aja nanti. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali ini mengenai kasus penyekapan selama puluhan tahun yang dilakukan oleh Kimberly kepada anak tirinya S. Yang mana insiden ini disebut dengan Conecticut Host of Horror namanya. Ya, gimana geng tanggapan kalian tentang kasus ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.