File TXT tidak ditemukan.
PESTA LAGIBETE BOGOR DIGREBEK ! SEBAGIAN BESAR MENGIDAP REAKTIF H!V & SILIFIS !
m9ZtXuTZ5so • 2025-06-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini kita bakal membahas
sebuah kejadian yang cukup menggelikan
dan ini terjadi di dalam negeri. Lagi
ramai banget nih dibahas ya. bukan
karena kejadiannya itu dianggap baru
atau jarang terjadi, tapi justru fakta
setelah kejadian tersebutlah yang
membuat hal ini jadi benar-benar rame.
Ya, ini sesuai dengan judul dan
thumbnail yaitu penggerebekan sebuah
acara yang diselenggarakan oleh
komunitas lagi BT di Bogor. Kalau kita
berbicara tentang kejadian kayak gini,
ini bukan pertama kali di Indonesia.
udah sering, udah banyak menggerebekan
kayak gini. Tapi yang bikin benar-benar
merinding, bikin geli, bikin gua gak
habis pikir kejadian kayak gini ada,
adalah fakta setelahnya. yaitu ketika
orang-orang yang mengikuti party lagi BT
ini dicek kesehatannya. Di situlah
ditemukan fakta tentang kesehatan mereka
yang benar-benar bikin merinding. Yang
gue yakin mereka sendiri enggak tahu.
Dan ketika mereka tahu setelah kejadian
ini, setelah mereka diperiksa, ya gua
yakin banget 100% ada di antara mereka
yang juga frustasi, mungkin mengalami
tekanan batin, mungkin mengalami
penyesalan, mungkin setelah mereka
mengetahui kalau mereka terkena penyakit
menular.
gua gak bisa ucapin secara gamblang ya,
sorry banget. Mereka-mereka ini
menormalisasikan kegiatan mereka yang
mereka sebut dengan open minded ya. Open
minded pikiran terbuka. Kepa lu lu buka,
otak lu lu buka, lu belah lu. Ya. Nah,
mereka mengatakan juga kalau mereka ini
sama-sama manusia yang berhak untuk ee
hidup memilih jalan sendiri dan tidak
perlu didiskriminasi katanya. ya kalau
enggak mengganggu, tapi kalau udah
meresahkan kayak gini gimana? Dan yang
lebih mengagetkannya kan ya setelah
diperiksa ternyata mereka punya penyakit
itu kan dan itu bisa menular ke orang
lain gitu. Nah, hal kayak ginilah yang
tidak bisa dinormalisasikan
ya. Kalau misalkan lu kena penyakit
terus lu selesai sendiri ya udah. Tapi
gara-gara lu nih menyebar ke mana-mana
dan kita gak tahu ya di antara mereka
mungkin ada ya suaminya seseorang ya
tapi dia menyimpan rahasia di balik
istrinya dia mainlah tuh di parti itu
kena penyakit dia bawa pulang dia main
sama istrinya lagi. Istrinya kena entar
istrinya nularin ke anak nularin ke yang
lain. Nah ini yang bahaya. Dan akibat
kejadian ini terjadi di Bogor itu mulai
banyak narasi-narasi yang miring tentang
Bogor yang menyebutkan kalau di Bogor
memang banyak sekali komunitas lagi BT
dan terus meningkat setiap tahunnya. Dan
hal ini membuat pemerintah Bogor sendiri
harus membuat sebuah peraturan untuk
menindak tegas para pelaku penyimpangan
ini. Nah, di video kali ini kita bakal
membahas mengenai penggerebekan pesta
lagi BT ini di Bogor dan bagaimana
penanganan yang diberikan oleh
pemerintah Bogor untuk mengatasi hal
ini. Tapi sebelum gua mulai konten ini,
gua disclaimer dulu pembahasan ini tidak
bermaksud untuk melanggar aturan atau
pedoman YouTube ataupun membuat sesuatu
yang dilarang oleh YouTube. Nah, tujuan
dari pembahasan ini adalah untuk
informasi dan semoga bisa menjadi
edukasi untuk kita semua. Langsung aja
kita bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama
kita akan masuk ke dalam pembahasan
kronologi pesta komunitas lagi BT di
Bogor.
Jadi, geng, pihak kepolisian berhasil
menggerebek pesta yang dibuat oleh
komunitas ini yang dilakukan di sebuah
villa mewah yang terletak di kawasan
Megamendung, Kabupaten Bogor pada hari
Minggu tanggal 22 Juni ee 2025 sekitar
jam .30 dingi hari. Di saat kalian semua
sudah sedang tidur ya, mereka semua
sedang adu-adu belala itu, Geng.
Gila nih bapak-bapak ya. Kalau lu lihat
orang-orangnya mukanya bapak-bapak gitu.
Dan di saat dunia sedang ee berduka,
terus juga was-was dengan perang dunia
ketiga yang kabarnya nanti bisa segera
menyusul gitu kan, mereka malah bikin
perang sendiri, Geng. Adu rudal di mega
mendung sana. Cuacanya mendukung sih ya.
Nah, terus geng adanya pesta tersebut
diketahui oleh polisi setelah
mendapatkan laporan dari warga setempat.
Jadi, awalnya warga sekitar tuh menduga
acara ini adalah family gathering gitu.
Tapi, ada yang enggak wajar dari acara
itu, Geng. Acaranya bukan kayak acara
family gathering pada umumnya, ya kan?
Kan kalau family gathering itu kan
kelihatan ya, ada bapak-bapak, ada
ibu-ibu, ada anak-anak. Kalau ini
enggak. Ada bapak-bapak, bapak-bapak,
bapak-bapak, bapak-bapak lagi gitu.
Jadi, wah acara family gathering macam
apa ini ya kan. Nah, atas dasar
informasi tersebut, Polres Bogor bersama
dengan Polsek Megamendung itu datang ke
vila yang dijadikan sebagai lokasi
tempat acara tersebut berlangsung. Di
sana pihak kepolisian menemukan ada
sebanyak 75 orang yang terdiri dari 74
orang pria dan satu wanita. Nah, ini
aneh nih. Ada satu orang wanita nih. Itu
siapa ya? Kayaknya
wasit kali ya. Wasit kali mungkin. Terus
dikatakan ya kalau mereka ini ya baru
aja selesai menyelenggarakan sebuah
pentas atau kontes pemilihan yang diberi
nama The Big Star. Wei bintang besar.
Panitia acara menyebarkan undangan
dengan membuat kalau acara tersebut
seolah-olah seperti family gathering
dengan penampilan pentas dan pertunjukan
lomba menyanyi serta menari. Para
peserta yang hadir di sana mendaftar
dengan membayar uang sebesar Rp200.000
per orang. Dan mereka semua mengaku
kalau datang ke acara tersebut melalui
undangan yang mereka lihat di sosial
media. Dan mereka ini berasal dari
daerah Jaborodabek, Jakarta, Bogor,
Depok, Tangerang, Bekasi yang mana 10%
dari mereka ini berasal dari Kabupaten
Bogor. Jadi kebanyakannya adalah warga
Bogor. Nah, halo warga Bogor. Gimana
nih?
Banyak juga ya pecinta lubang donat.
Astagfirullah. Dan umur dari setiap
orang yang datang di sana itu
campur-campur, Geng. Ya, kenapa gua
bilang tadi bapak-bapak gitu ya? Karena
memang ada yang umurnya sampai 50
tahunan. Memang yang paling mudanya ya
umur 21 tahun. Nah, ketika digerebek ya
polisi itu tidak menemukan adanya
perbuatan asusila di sana yang dilakukan
di dalam villa tersebut. Jadi digerebek
itu mereka belum sempat hehoh-hehoh gitu
ya, masih persiapan gitu. Siapa
mau lepas tapi bukan. Nah, meskipun
begitu polisi menyita sejumlah barang
bukti berupa empat alat pengaman yang
masih terbungkus, belum sempat dipakai,
dan sebilah pedang yang digunakan
sebagai pertunjukan tari yang
ditampilkan oleh peserta. Polisi mulai
menduga dan curiga pesta ini benar-benar
bukan family gathering biasa, melainkan
adalah sebuah pesta menyimpang yang
berkedok family gathering untuk
mengelabuhi warga sekitar yang berada di
dekat villa serta mengelabuhi petugas
polisi. Enggak tanggung-tanggung ya,
Geng. 75 orang yang ditangkap dan ke-75
orang ini kemudian dibawa oleh petugas
polisi untuk mendapatkan keterangan
mengenai aktivitas apa yang mereka
lakukan selama di sana serta mengetahui
apakah mereka benar merupakan bagian
dari komunitas lagi atau bukan gitu.
Nah, pada hari Minggu tanggal 22 Juni
2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor
itu langsung melakukan pemeriksaan
kesehatan nih terhadap para peserta.
Karena kan dicurigai ya, kalau memang
mereka suka memasuki lubang-lubang yang
tidak benar ya kan biasanya ya itu akan
berpenyakit ya kan. Nah, akhirnya
diperiksalah tuh e dicurigai ini
jangan-jangan ada penyakit nih. Dan dari
75 orang ya yang menjalani pemeriksaan
sebagiannya dinyatakan reaktif H1V
ya. H garis V H tanda seru V. Gua gak
bisa ngucapin nih seru. Eh seru sor nih
geng. Gua enggak bisa ngucapin nih.
Pokoknya ya reaktif itu dan reaktis
silfish. Penyakit silfish dibalik ya
tulisannya penyakit silfish. 30 orang
yang dinyatakan berpenyakit itu. Jadi
kalau 70 oh 45 ya 45 orangnya aman. Nah
45 orang lain itu dinyatakan nonreaktif.
Tapi seandainya ya di malam itu mereka
jadi hehoh hehoh atau skid papap,
otomatis 45 orang itu akan tertular.
Menurut gua kayak mereka pasti enggak
tahu gitu ya kan acara begitu tuh siapa
sih yang yang yang tahu kalau lu bakal
berpasangan sama orang berpenyakit? Kan
enggak mungkin diperiksa dulu. Kalau
misalkan diminta diperiksa pasti salah
satunya tersinggung gitu kan. Akhirnya
45 orang terselamatkan, cucok.
Nah, tapi di sini gua pengin ngejelasin
sedikit apa sih perbedaan antara reaktif
H garis V dengan posi H garis V? Nah,
jadi reaktif ini sendiri menandakan
kemungkinan besar orang tersebut positif
ya, positif H garis V, positif silivis.
Jadi reaktif itu ada cikalbakalnya,
tunasnya udah ada. Nah, namun untuk
memastikan apakah positif atau tidak
diperlukan tes lanjutan untuk bisa
mendapatkan informasi tersebut. Nah, H
garis V reaktif itu ya bisa terlihat
dari screening, rapid test, namun belum
tentu juga bisa 100% positif. Bisa aja
itu hanya bibitnya, cikalbakalnya, tapi
ya belum tentu jadi gitu. Nah, untuk
bisa memastikan perlu pemeriksaan
lanjutan seperti western blood test yang
lebih canggih gitu, Geng. Nah, jadi geng
bagi peserta yang bukan dari Bogor,
pihak Dinkes Kabupaten Bogor itu akan
berkoordinasi dengan Dinkes di wilayah
asal peserta di wilayah masing-masing.
Sebagai bagian dari langkah lanjutan,
Dinas Kesehatan bakal memperkuat
koordinasi dengan Komisi Penanggulangan
AIDS atau disingkat dengan KPA di
Kabupaten Bogor serta meningkatkan
program promotif dan preventif untuk
menekan potensi penularan H garis V di
masyarakat. Nah, khususnya pada kelompok
yang beresiko tinggi dan memang, Geng, H
garg garis V ini enggak cuma dialami
oleh orang-orang yang lagi BT aja, orang
yang menyukai lawan jenis juga yang
normal-normal kayak kita gini juga bisa
terkena kok ya. Namun orang-orang lagi
BT itu memang memiliki resiko yang
berkali-kali lipat atau lebih tinggi
untuk bisa tertular H garis V
dibandingkan dengan yang normal-normal
gitu. Karena kan mereka itu berhubungan
pada tempat yang salah, pada tempat yang
bukan difungsikan untuk berhubungan gitu
kan. Nah, jadi kenapa disebut
menyimpang? Ya, karena mereka melakukan
hubungan di tempat yang salah, kotor,
penuh bakteri gitu dan udah pasti 100
1000% ya 100 1000% atau 1100% bakal
mengundang penyakit. Nah, kalau
pembelaannya karena sudah mencuci atau
membersihkan pertanyaannya emang udah
pasti semuanya bersih ya kan? Kalau ada
yang enggak cuci gimana? Yang brutal
banget. Dan memang sudah dikatakan
apabila melakukan penyimpangan seperti
itu ya itu udah pasti bakal mendekati
banget dengan virus H1V dan juga si
Livis tadi. Nah dan biasanya nih ya ini
sedikit gua jelaskan ya mungkin agak
agak gimana gitu ya. Jadi yang paling
cepat nih menularkan H garis V atau
silfis itu apabila antara kulit mereka
itu mengalami luka. Nah, biasanya
bakterinya akan masuk melalui daruh ya,
melalui radah ya, masuk menyebar itu
cepat banget. Nah, makanya hati-hati tuh
main-main brutal-brutal sampai
keluar-keluar cairan merah sampai
radah-radahnya keluar. Nah, cepat banget
tuh kena itu. Hagaris V sendiri itu
jarang menunjukkan gejala di tahap awal,
Geng. Jadi, mungkin pada awalnya bisa
jadi orang enggak tahu kalau dia
menderita virus itu, ya, penyakit itu
karena memang tidak menunjukkan gejala
apapun. Nah, ini sekalian gua edukasi
nih ke kalian. Kalau gejala H garis V
itu ya ada tiga tahapan. Yang pertama
itu infeksi H garis V akut yang terjadi
beberapa bulan pertama setelah seseorang
terinfeksi atau selepas seseorang
melewati masa inkubasi virus. Pada tahap
ini, sistem kekebalan tubuh orang
tersebut membentuk antibodi untuk
melewati virus itu. Nah, tahap kedua
yaitu infeksi H garis V kronis. Nah,
setelah beberapa bulan infeksi ini
memasuki tahap laten. Dan infeksi tahap
laten ini bisa berlangsung sampai
beberapa tahun atau dekade. Nah, pada
tahap ini virus H garis V tetap aktif
merusak daya tahan tubuh tetapi
berkembang biak dalam jumlah yang lebih
sedikit. Gejala infeksi H garis V pada
tahap laten ini bervariasi, Geng.
Beberapa penderitanya bahkan tidak
merasakan gejala apapun pada tahap ini.
Nah, infeksi tahap laten ini yang
terlambat ditangani itu bakal membuat H
garis V jadi semakin berkembang. Dan
kondisi ini membuat infeksi H garis V
memasuki tahap ketiga yaitu AIDS. Nah,
di tahap ini sistem kekebalan tubuh
sudah rusak parah sehingga penderita
bakal lebih mudah terserang dengan
infeksi penyakit lain. Jadi yang
ngebunuh itu ya bukan si H garis V-nya,
bukan AID-nya. yang ngebunuh itu adalah
penyakit lain. Penyakit lain kayak
gatal-gatal, batuk-batuk, atau apalah.
Karena lebih mudah masuk ke tubuh kita
karena imun kita, sistem kekebalan tubuh
kita udah lemah. Kita balik lagi ke
kasus penangkapan atau penggerebekan
pesta LGBT tadi. Di saat hasil
pemeriksaan kesehatan mereka keluar dan
menunjukkan hampir setengah dari peserta
tersebut reaktif terhadap Hagaris V dan
juga Silvis. Jadi gemparlah masyarakat
karena HagarisV ini adalah salah satu
virus yang berbahaya yang apa ya bisa
dikatakan obatnya sampai sekarang enggak
ada gitu. Pencegahannya sih ada. Yang
membuat si penderitanya panjang umur ya
ada, tapi apa ya? Itu kan cuman buat
ngundurin aja. ngundur jadwal dia metong
aja gitu. Selebihnya ya udah enggak bisa
disembuhkan sejauh ini. Jadilah di saat
itu semuanya gempar, semuanya enggak
bisa berkata-kata. Masyarakat di saat
itu ya menerima kabar ini enggak cuma
geli, tapi juga ikut jadi ngeri. Nah,
jadi kurang lebih kronologi
penggerebekannya seperti itu, Geng.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya nih, Geng.
Mengenai tanggapan dari berbagai pihak.
Karena di dalam fenomena ini ada pihak
yang ternyata mendukung, ada pula yang
mengecam penggerebekan yang dilakukan
oleh polisi terhadap komunitas lagi BT.
Ini kok bisa ya ada yang ngedukung
komunitas penyakit kayak gini. Oke,
untuk pembahasan yang pertama ya kita
bahas dulu orang-orang yang mengecam
aksi kepolisian ketika menggerebek pesta
komunitas lagi BT ini. Kok bisa mereka
mengecam polisi? Hah? Apakah mereka
memberikan support kepada komunitas lagi
BT atau justru ada hal lain? Kita bahas.
[Musik]
Nah, pihak yang mengecam ini adalah dari
Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat atau
LBH yang mana menurut pihak LBH tindakan
polisi menggerebek pesta tersebut
dinilai masuk ke dalam kategori
penggeledahan secara sewenang-wenang
yang sangat berpotensi akan dialami juga
oleh banyak orang katanya. Nah,
pengacara publik dari LBH Masyarakat
yang bernama Nixon Rendy Sinaga itu
menyampaikan aparat penegak hukum
Indonesia sering sekali menggunakan
istilah-istilah yang tidak resmi untuk
membentuk stigma publik terhadap
peristiwa atau kasus tertentu, katanya
gitu. Nah, jujur di sini gua enggak
paham ya yang dikritik oleh Pak Nikson
ini apakah penggerebekannya doang atau
justru dia memberikan hak luas secara
bebas juga kepada para pelaku
menyimpang. Tapi yang jelas di sini
kalau gua perhatikan ya, dia itu eh
mengkritik cara polisi menggerebek sih
yang secara tiba-tiba gitu, yang tanpa
surat perintah mungkin menurut dia ya
itu mungkin ya arah ee dari kritikannya
dia. Sebenarnya nih, Geng. Kata Pak
Nixon ini ya, di dalam kitab
Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau
KUHP tidak mengenal istilah
penggerebekan yang biasa digunakan oleh
polisi. Upaya paksa dengan memasuki
suatu tempat atau lokasi tertentu
seperti yang dilakukan oleh polisi di
dalam kasus komunitas LGBT di puncak ini
menurut beliau itu merupakan
penggeledahan. Nah, jadi malah enggak
boleh tuh katanya. Dan oleh karena itu
menurut Pak Nixon tindakan tersebut
harus dilakukan secara terbatas untuk
kepentingan penyidikan. Lalu aturan ini
berdasarkan ketentuan dalam pasal 32
sampai 37 KUHP. Bagi beliau, dalam
konteks kepentingan penyidikan, perlu
dipastikan bahwa penyidik memang sudah
menemukan adanya dugaan peristiwa atau
tindak pidana. Polisi juga perlu
memastikan penggeledahan tersebut
benar-benar dibutuhkan untuk bisa
menemukan tersangka. Nah, di dalam
pelaksanaannya penyidik wajib memiliki
izin dari pengadilan dan harus
disaksikan oleh setidaknya dua orang
saksi ketika melakukan penggeledahan.
Ribet juga ya kalau tuh acara udah kelar
terus orang-orang yang pada kabur
duluan, surat perintah pengadilan atau
surat izin pengadilannya belum dapat,
gimana tuh, Pak? Tapi ya udahlah memang
aturan yang tertulis seperti itu gitu.
Namun nih geng dikatakan juga di dalam
praktiknya ya dikatakan oleh Pak Nickon
ini pihak kepolisian sering sekali
mengkonstruksi kondisi atau keadaan
seolah sangat mendesak sehingga tidak
membutuhkan izin dari pengadilan dan
disaksikan oleh dua orang tadi. Jadi
yang kayak maksudnya dia tuh ee polisi
kayak mendramatisir lah kayak ah
tiba-tiba ini mendesak gitu. Seolah-olah
ini ee mendesak banget dan urgen banget
harus digeledah gitu menurut Pak Nissan
tuh gitu. Nah, tapi kalau kita lihat
dari kondisi kejadian ini menurut kalian
gimana, Geng? Apa yang dilakukan oleh
polisi udah benar apa belum tuh? Ini
cukup mendesak atau enggak? Ataukah
polisi perlu izin pengadilan dulu baru
ngegerebek pesta ini? Karena kan di saat
digerebek kan udah jam .00 ya. Yang mana
itu artinya itu pesta sudah mau selesai
ya kan. E coba deh kalian deh yang bisa
menilai. Pak Nissan juga bilang apa yang
dilakukan oleh polisi ini mengakibatkan
pasal 34 KUHP sering digunakan sebagai
dali untuk penggeledahan tanpa harus
mendapatkan izin ketua pengadilan
terlebih dahulu. Nah, kalau semuanya
dianggap kondisinya mendesak seperti
kejadian ini, nah, Pak Nixon ini
mengatakan ya semua masyarakat harus
mempertanyakan kinerja kepolisian dalam
konteks manajemen penyidikan. Begitu,
Geng kata Pak Nikson. Gimana tuh? Setuju
enggak kalian?
Terus geng, ada juga dari pihak e
Amnesti Internasional melalui Wirya
Adiwena selaku wakil direktur amnesti
yang menyebutkan penggerebekan yang
dilakukan di villa yang berlokasi di
Bogor ini sebagai tindakan yang
diskriminatif gitu. Nah, karena itulah
menurut Wirya polisi diminta untuk harus
segera membebaskan semua orang yang
ditangkap dari penggerebekan tersebut.
Kata Wiriya, pemerintah Indonesia juga
harus mengambil langkah-langkah mendesak
untuk memastikan akuntabilitas atas
pelanggaran HAM yang dilakukan oleh
pihak kepolisian serta berupaya untuk
menciptakan lingkungan di mana individu
dari LGBT ini bisa hidup bebas dari rasa
takut dan pelecehan.
Hm, gitu ya.
Duh, ini kalau besok-besok di sebelah
rumah gua ada pesta lagi bet gimana nih?
Gua harus gimana ini? Bapak Wirya biarin
gitu kayaknya enggak bisa deh. Harus
dilempar molotof enggak sih? Biar
meledak sekalian.
Nah, tadi kita sudah membahas ya
orang-orang yang mengecam ya. Ada yang
mengecam karena ya tindakan dari pihak
kepolisian. Caranya katanya tidak sesuai
dengan KUHP. Ada juga yang mengecam
karena mereka menganggap ya apa yang
dilakukan oleh pihak kepolisian dengan
menangkap para peserta pesta lagi BT ini
adalah sebuah diskriminasi ya. Nah,
kira-kira menurut kalian gimana? Kalian
setuju enggak dengan mereka? Nah,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan pihak-pihak yang justru
mendukung aksi dari kepolisian ketika
menggerebek pesta ini.
Jadi, Geng, kasus ini menghebohkan
banyak pihak. Berbagai macam reaksi
timbul atas penggerebekan ini. Ada yang
mendukung, namun ada pula yang mengecam.
Nah, salah satu yang mendukung adalah
Majelis Ulama Indonesia atau MUI Jawa
Barat. Ya, kalau MUI ya sudah pastilah
mendukung penggerebekan dan pembasmian
terhadap ya manusia-manusia macam itu ya
kan. Karena apa yang dilakukan oleh
mereka itu bertentangan dengan syariat
Islam gitu. Nah, MUI Jawa Barat itu
menunggu tindakan tegas yang diambil
oleh Pak Dedi Mulyadi selaku Gubernur
Jawa Barat. Dan MUI Jawa Barat menilai
dengan Pak Dedi Mulyadi yang sering
tampil di sosial media itu bakal lebih
mudah untuk menyuarakan fenomena ini
agar tidak dicontoh sekaligus bisa
memberikan efek jera bagi orang-orang
yang tergabung di dalam komunitas
tersebut. Nah, tapi kalau misalkan efek
jera gua rada enggak setuju ya karena
ini kan apa ya hasrat masing-masing
orang tersebut. Kalau cuman nurunin Pak
Dedi Mulyadi terus mereka bisa sembuh ya
enggak mungkin gitu ya. Mungkin lebih
tepatnya ya tujuannya untuk membuat
komunitas-komunitas menyimpang kayak
gini untuk tidak membuat lagi
pesta-pesta seperti itu kali ya. Tapi
kalau misalkan membuat mereka berubah
menjadi laki-laki tulen lagi ya ke arah
yang benar lagi kayaknya enggak cukup
dengan Kang Dedi Mulyadi doang. Mereka
harus diobati, harus direhap kayaknya.
Ya, jujur aja gua gak ada masalah ya
dengan orang-orang seperti ini. Tapi di
satu sisi tuh kayak kalau malah
menularkan kepada lingkungan gitu ya,
enggak cuma sifatnya, enggak cuma
kelakuannya, tapi juga sampai
penyakitnya. Ya jelas kita tidak setuju
dengan hal itu, ya kan? Nah, diharapkan
juga oleh MUI kalau Kang Dedi Mulyadi
berani untuk menindak tegas, tindakan
yang sama juga akan diikuti oleh
masyarakat sekitar agar saling memantau
satu sama lain kalau terjadi kegiatan
menyimpang kayak gini lagi. Dan MUI Jawa
Barat itu juga mendorong agar polisi
bisa melanjutkan proses hukum kepada
para anggota LGBT ini. Karena keberadaan
mereka dianggap sudah termasuk
pelanggaran terhadap nilai-nilai moral
dan berpotensi akan merusak moral
bangsa. Dan selain itu, MUI Jawa Barat
itu juga berharap pakar hukum khususnya
ulama-ulama yang ada di Jawa Barat bisa
menjerat pelaku lagi BT ini dengan pasal
perzinahan. Dan kenapa jadi perzinahan?
Ya sebab mereka tidak menutup
kemungkinan ya ini di antara anggota
komunitas LGBT ini bisa aja udah punya
istri ya kan dan mereka mungkin bohong
sama istrinya dan ketika mereka
melakukan itu di belakang istrinya
konteksnya sudah masuk ke dalam delik
dari pasal perzinahan. Karena jauh lebih
parah daripada itu ya, bukan cuma
perzinahannya doang, tapi juga kita
memikirkan gimana nasib istrinya. Dia
enggak salah apa-apa, tiba-tiba suaminya
menyimpang. Pulang-pulang mereka
melakukan hubungan suami istri dan
istrinya tertular. Kan itu bahaya
banget.
Terus, Geng, enggak cuma MUI Jawa Barat,
kasus ini juga sudah sampai ke MUI pusat
dan menjadi fenomena yang juga
diperhatikan oleh lembaga tersebut. Yang
menyebutkan kegiatan ini adalah sesuatu
aktivitas yang menyimpang dan memalukan.
Nah, melalui Anwar Abbas selaku wakil
ketua MUI, pihaknya berharap agar
peserta dari pesta Lagi BT di Bogor ini
bisa sadar dan memahami kalau apa yang
mereka lakukan adalah salah dan
menyalahi kodrat yang sudah ditetapkan
oleh Allah Subhanahu wa taala. Jika
kegiatan tersebut tidak dihentikan, maka
hal ini bakal berpotensi membawa dampak
yang jauh lebih besar, membuat
penyebaran penyakit dan dalam jangka
panjang itu bisa berdampak terhadap
punahnya populasi manusia.
Jauh ya pemikirannya memang ya maksudnya
kayak ya kalau misalkan cowok sama cowok
main terus kapan punya anak gitu kan
bahaya juga ya kan kita udah bisa lihat
sendiri di Jepang sekarang udah krisis
manusia ya kan krisis kelahiran jangan
sampai Indonesia juga mengalami hal yang
sama. Nah, kalian bayangin aja tuh,
Geng. Semisalkan perilaku ini
dinormalisasikan, banyak orang yang akan
melakukan pernikahan sesama. Sehingga
bisa dipastikan dalam rentang waktu
sekitar 20 50 atau 100 tahun ke depan,
maka seluruh umat manusia ya jumlahnya
bakal kalah banyak daripada jumlah ayam
ya. Gila,
kita udah bisa lihat ya, Geng, di
negara-negara lain ya seperti yang gua
sebutkan tadi kayak Jepang gitu, itu
udah mulai turun, udah mulai punah.
Korea Selatan juga sama. Ya memang
fenomena di sana itu bukan karena lagi
bete sih. Kalau di sana itu karena
mereka itu berpikir kalau menikah itu
akan menambah pengeluaran dan beban
hidup mereka. Karena memang beban hidup
di negara-negara semaju itu emang berat
banget. Mereka dituntut untuk bekerja
terus sehingga hasrat mereka untuk
melakukan hubungan suami istri itu udah
enggak ada gitu. Tapi ya di balik itu
semua di negara kita ya dengan
menormalisasikan perilaku menyimpang itu
bakal membuat ya kondisinya mungkin jauh
lebih parah. Udah ekonomi kita sulit ya
kan. Beban hidup kita banyak, korupsi di
negara kita juga enggak habis-habis.
Giliran ada bansos tidak tepat sasaran.
Tidak tidak seperti rudal Iran gitu ya.
Tidak tepat sasaran gitu. Nah, ditambah
lagi ini pada menyimpang-menyimpang
makin hancur negara kita ya kan.
Lalu geng pihak MUI Kecamatan
Megamendung sudah meminta kepada pemilik
villa agar lebih selektif lagi dalam
memilih tamu yang akan menginap di
penginapan mereka. Jangan sampai karena
tergiur dengan nilai sewa yang mahal
gitu. Lantas pemilik villa mengabaikan
apa yang akan dilakukan oleh para tamu
di sana. Ya kan? Ditambah lagi MUI
dengan tegas sudah melarang aktivitas
yang berkaitan dengan lagi BT dengan
mengeluarkan fatwa mengenai hal itu.
Meskipun secara hukum negara fatwa yang
dikeluarkan MUI ini tidak mengikat ya
sebab bukan merupakan produk hukum
negara tapi kegiatan yang dilakukan oleh
komunitas lagi BT di Bogor ini menjadi
sebuah kegiatan yang diharamkan oleh ee
masyarakat dan tergolong ke dalam ya
dosa besar gitu. Nah, jadi benar-benar
dikecam oleh masyarakat sana. Dan oleh
karena itu, MUI Mega Mendung berharap
kegiatan seperti ini tidak terjadi lagi
di sana. Dan terus, Geng, ada keterangan
juga dari ee Kepala Desa Megamendung,
ya. kepala desa di lokasi tersebut yang
bernama Pak Duduh Mandu. Beliau ini
mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya
kegiatan menyimpang ini di vila yang ada
di desa mereka ini. Bahkan ketika
digerebek ya pihak mereka juga enggak
mendapatkan informasi apapun dari ee
pihak polisi atau mungkin masyarakatnya.
Jadi mungkin masyarakat di sana yang di
area tersebut lapor ke polisi langsung,
tidak lapor ke kepala desanya, gitu.
Jadi, sepertinya enggak ada
pemberitahuan terlebih dahulu kepada
pihak desa, baik acara tersebut,
penggerebekannya. Jadi, itu terjadi
begitu aja. Dan Pak Duduh ini juga
menegaskan bahwa pemerintah desa sudah
memiliki aturan mengenai penyewaan villa
di daerah mereka, Geng. Jadi, setiap
pihak yang ingin menyewa villa itu wajib
memahami dan mematuhi aturan yang
berlaku di sana. Di dalam aturan
tersebut ada beberapa poin penting.
Seperti larangan membawa minuman keras,
enggak boleh ada senjata tajam, kemudian
ada pembatasan terhadap suara musik yang
diperbolehkan yang mana ini cuma sampai
jam 10. malam doang. Lebih dari itu ya
udah enggak boleh jadi enggak boleh
berisik. Nah, misalnya penyawa villa
melanggar peraturan tersebut maka
pemerintah desa berhak untuk mengambil
tindakan sesuai dengan kewenangannya dan
aturan ini sudah lama berlaku. Sementara
ya penggerebekan ini dilakukan di jam
.30 tengah satu dini hari dan dikatakan
acara tersebut baru selesai. Nah,
terlepas dari apakah mereka sudah
melakukan kegiatan menyimpang atau
enggak, tapi apa yang mereka lakukan
sudah menyalahi aturan sebab mereka
berpesta lewat dari waktu yang
ditetapkan yaitu jam 10. malam. Nah,
jadi kurang lebih kayak gitu, Geng. Dan
Pak Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa
Barat itu sudah memberikan respon nih,
Geng, mengenai penggerebekan tersebut.
Beliau bilang hal ini harus segera
ditangani. Menurut beliau, kawasan
puncak Bogor sebenarnya adalah area yang
sangat indah dan hijau. Orang-orang rela
menempuh perjalanan jauh untuk liburan
ke sana demi bisa menikmati alam yang
asri di sana. Cuma dalam perkembangannya
justru pariwisata di sana itu mengarah
ke hal-hal yang enggak sesuai dengan
nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh
masyarakat Indonesia. Untuk itu, Pak
Dedi Mulyadi itu udah berjanji bakal
turun tangan untuk menata dan membenahi
kawasan puncak Bogor ini. Dan enggak
cuma secara fisik dan penampilan aja
yang harus diperbaiki, namun juga dari
sisi nilai-nilai sosial dan budayanya.
Nah, apa mungkin nih ya Kang Deddy bakal
ngebawa orang-orang lagi BT yang
ketangkap ini ke barak militer? Ya,
cocok tuh, Pak. Suruh hajar-hajarin aja,
Pak, sama bapak-bapak TNI, ya.
Nah, aduh. Tapi apa mereka malah senang
ya ketemu TNI kan badannya tegap-tegap,
bagus-bagus gitu kan malah makin sakne
mereka nanti.
Dari kasus ini gua melihat beberapa
respon dari netizen juga nih Geng ya.
Ada yang mendukung penggerebekan ini,
tapi ada juga yang mengecam. Tapi gua
lebih tertarik dengan respon yang
mengatakan kalau di Bogor sudah tidak
heran lagi sama fenomena seperti ini.
Katanya karena kabarnya kasusnya udah
banyak. Apakah benar kayak gitu,
Teman-teman dari Bogor? Oke, sekarang
kita akan masuk ke dalam pembahasan
mengenai banyaknya komunitas lagi BT
yang ada di Bogor.
[Musik]
Jadi, Geng, orang-orang bilang kalau
fenomena penggerebekan pesta LGBT di
sana sudah tidak mengherankan lagi
karena memang sudah sering terjadi. Dan
penggerebekan ini memang terjadi di Mega
Mendung yang mana itu masuk ke dalam
wilayah Kabupaten Bogor. Tapi ternyata
di Kota Bogor sendiri banyak juga yang
seperti ini, Geng. Kota Bogor juga jadi
salah satu tempat yang sering terdengar
di kalangan masyarakat sebagai kota
dengan penyebaran paham lagi bete yang
cukup kencang. Hal tersebut jadi
menimbulkan stigma dan julukan kepada
kota Bogor di kalangan anak muda dengan
sebutan bogai. Nah, paham ya? Bogai
kalau dipanjangin apa tuh? Bukan sebuah
hal yang aneh kenapa kota Bogor memiliki
julukan seperti itu ya. Karena di sana
ternyata tercatat cukup banyak kasus
yang berkaitan dengan penyimpangan
perilaku WAL. Ini data yang diambil dari
tahun 2017 sampai 2019 itu mencatat pada
tahun 2017 aja ada sekitar 4.164
kasus lagi BT ya. Kemudian bertambah
menjadi ee sebanyak 4.610
kasus ya pada tahun 2018 dan jumlahnya
semakin meningkat di tahun 2019 menjadi
4.928.
Huh, banyak banget. Nah, dan dari fakta
di lapangan inilah akhirnya Pemerintah
Bogor memutuskan untuk mengeluarkan
peraturan yaitu melalui Peraturan Daerah
Kota Bogor nomor 10 tahun 2021 tentang
pencegahan dan penanggulangan perilaku
menyimpang yang ee dengan harapan ya
akan menjadi solusi bagi semakin
masifnya orang-orang lagi BT di
kota-kota Bogor dan menanggulangi
penularan H garis V di Jawa Barat.
Rencana penerbitan aturan ini sudah
muncul sejak beberapa tahun sebelumnya
dan selama kurang lebih setahun anggota
DPRD Kota Bogor merencanakan akan
menyusun Perda tersebut. Dan saat itu
Bima Arya selaku Walikota Bogor
mengatakan awalnya Pemda Kota Bogor
menolak usulan Perda dari DPRD ini
dikarenakan terlalu jauh masuk ke ruang
privasi masyarakat katanya. Nah, namun
kemudian pembahasan ini tetap dilakukan
dan yang paling penting Pemerintah Kota
Bogor memastikan Perda ini tidak boleh
masuk ke wilayah privasi dan kemudian
Pemkot Bogor memastikan Perda ini tidak
mendiskriminasi terhadap siapapun. Nah,
dan dua hal inilah yang akan dijaga
bersama oleh Pemda Kota Bogor dan pihak
DPRD. Masyarakat Kota Bogor sendiri itu
menjadi dua kubu, Geng. Sebagian warga
mempertanyakan kebijakan tersebut, namun
sebagian yang lainnya justru mendukung
penuh. yang mendukung itu menilai kalau
pemerintah bisa bertindak aktif dalam
mengontrol dan melakukan sidak untuk
menciduk orang-orang yang dicurigai
berperilaku menyimpang agar bisa
diberikan edukasi atau dibina ya di
sebuah panti khusus kek atau di dinas
sosial gitu untuk melakukan terapi atau
upaya yang lain yang bisa membuat mereka
kembali ke jalan yang benar. Namun
orang-orang yang mempertanyakan ini ya
yang enggak suka dengan hal ini
sebenarnya enggak sepenuhnya menolak
geng. Tapi lebih kebingung aja mereka.
Di satu sisi, perda tersebut dinilai
baik, tapi di sisi lain perda tersebut
ditakutkan akan mendiskriminasi kelompok
lagi BT itu sendiri secara personalnya.
Untuk di Kabupaten Bogor sendiri belum
ada peraturan yang sudah sampai ke
produk hukum seperti di Kota Bogor.
Namun pada tahun 2022 MUI Kabupaten
Bogor menggelar ijtima ulama di Cibinong
yang mana salah satu dari lima poinnya
yaitu menolak keras perilaku lagi BT.
Dan hal tersebut dilandaskan karena
bertolak belakang dengan ajaran agama.
Enggak cuma dalam ajaran agama Islam
aja, tapi dari agama-agama lain juga
sama gitu. Dan MUI meminta kepada
Pemerintah Kabupaten Bogor serta aparat
penegak hukum agar tegas di dalam
mengawasi perilaku masyarakat yang
mengarah kepada sifat-sifat lagi BT ini.
Nah, perilaku ini harus menjadi
perhatian bersama. Sebab perilaku
menyimpang seperti ini bakal dianggap
remeh jika terus dibiarkan. Masyarakat
serta orang tua memiliki peran penting
dalam pengawasan perilaku lagi BT agar
generasi kita nantinya enggak terjerumus
ke dalam perilaku tersebut.
Nah, untuk update terbarunya nih, Geng,
ya. Dari kasus penggerebekan ini ada
sebanyak 10 orang yang akan diperiksa
oleh penyidik. Pemeriksaan ini dilakukan
untuk mendalami peran dari masing-masing
pihak dalam kegiatan tersebut. Dan empat
orang di antara mereka itu merupakan
panitia acara. Meskipun begitu, polisi
menegaskan bahwa pihaknya sampai saat
ini belum menetapkan tersangka dan masih
akan terus melakukan penyelidikan.
Sementara sisanya udah dipulangkan
sembari menunggu perkembangan
selanjutnya dari kasus ini.
Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini
mengenai penggerebekan pesta yang
diselenggarakan oleh komunitas lagi BT
di Bogor. Gimana tuh, Geng, tanggapan
kalian mengenai hal ini? Coba tinggalkan
komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:40 UTC
Categories
Manage