Kind: captions Language: id Oke, sebelum kita mulai video ini, gua mau disclaimer dulu ke kalian kalau video ini tidak dibuat untuk melanggar aturan YouTube atau melakukan hal-hal yang dilarang oleh YouTube. Tujuan dari video ini dibuat adalah untuk informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Oke, geng. Hari ini kita akan update lagi tentang perang Iran dan isri. Tapi mungkin ini agak berbeda dari yang sebelum-sebelumnya ya. Karena ya banyak banget komentar di channel gua ada yang ngebela Iran, tapi ada juga yang justru tidak membela Iran alias menuduh kalau Iran ini tidak pantas dibela. Nah, kok bisa nih? Pertama, karena banyak yang masih menganggap jika Iran sebagai e masyarakat yang memeluk atau memilih jalan atau kepercayaan sebagai orang-orang Syiah yang mana mereka juga mengaku sebagai orang Islam. Nah, tapi banyak orang Islam yang tidak mau mengakui Syiah sebagai Islam. Ya kan? Dan bahkan Syiah disebut sebagai musuhnya Islam. Dan hal ini yang kemudian menjadi salah satu alasan bagi orang-orang untuk tidak berpihak kepada Iran. Tetapi mereka juga terkadang tidak berpihak kepada Isriwil. Dan bahkan ada yang menyamakan Iran dan istri Will yang mengatakan kalau mereka ini sebenarnya bersaudara atau bersahabat. Nah, orang Persia yang mana ini merupakan nenek moyang dari orang-orang Iran itu dikatakan bersahabat dekat dengan orang-orang Yahudi. Apakah benar seperti itu? Nah, memang geng sejarah mencatat ada beberapa kejadian yang menunjukkan betapa eratnya hubungan antara Iran dan isteri Will. Tapi tidak e dengan Persia dan Yahudi, tapi lebih kepada negaranya nih, Iran dan isri Will. Salah satunya adalah ketika pemimpin Iran di masa itu, ketika Iran tuh masih kerajaan, dipimpin oleh Syah Rreeza Pahlafi yang masih berkuasa di masa itu. Dan kita sempat bahas juga ya di video go yang ini. Nah, yang mana di dalam cerita itu kita membahas tentang runtuhnya kekuasaan dari keluarga Pahlavi ini. Yang mana keluarga daripada Pahlavi ini merupakan keluarga yang sangat erat hubungannya dengan istri Will. Nah, itulah yang membuat Iran di saat itu seolah-olah bersaudara dengan pihak Isriwil. Terus lebih jauh lagi nih, ada seorang raja dari Kekaisaran Persia di zaman dulu yang membantu orang Yahudi ketika mereka diusir dari Yerusalem. Nah, raja Persia ini membantu memulangkan kembali orang-orang Yahudi ke Yerusalem. bahkan membantu pembangunan kembali bait Tuhan yang sudah hancur milik orang Yahudi. Nah, di video kali ini gua bakal membahas nih bagaimana sih hubungan antara Iran dan istri Will sebelum terjadinya revolusi Islam di Iran sehingga mengubah hubungan baik antara Iran dan istri Will menjadi musuh bebuyutan. Nah, jadi di dalam hal ini gua pengin tekankan eh setiap orang yang berkomentar kalau Iran ini adalah saudaranya istri Will pada zaman dahulu itu tidak sepenuhnya salah. Benar. Benar kok. Ada benarnya kalian mengatakan seperti itu. Tapi ada yang namanya revolusi Islam. Pernah terjadi masa revolusi Islam yang sekarang Iran itu tidak lagi sama seperti dulu. Kalau sebelum revolusi Islam ya memang Iran dan Israwiil bersaudara tapi untuk saat ini sudah enggak sama sekali. Nah, gimana ceritanya? Kita akan bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama kita masuk dulu nih ke dalam pembahasan ketika Syah Reza Pahlevi menjalin hubungan baik dengan istri Will yang membuat Iran seolah-olah bersaudara dengan istri Willu. Jadi, geng Reza Pahlafi ini menjadi seorang syah ya, pemimpin negara Iran di tahun 1925 sampai dengan 1979. Dan ketika itu Iran adalah salah satu dari 11 anggota komite khusus PBB yang dibentuk pada tahun 1947 untuk membuat solusi bagi Palestina setelah kendali Inggris atas wilayah tersebut berakhir. Iran itu adalah salah satu dari tiga negara bersama dengan India dan juga Yugoslavia yang memberikan suara menentang rencana pembagian Palestina oleh PBB yang berpendapat bahwa rencana tersebut akan meningkatkan kekerasan di wilayah itu untuk generasi mendatang. Ketiga negara tersebut mengajukan rencana lain, yaitu sebuah solusi agar Palestina dijadikan sebagai satu negara dengan satu parlemen, tapi membagi wilayah tersebut jadi dua, yaitu untuk Arab dan yang satu lagi untuk Yahudi. Nah, Iran mengambil solusi ini agar mereka bisa mempertahankan hubungan mereka dengan Barat yang pro Zionis dan gerakan Zionis sendiri, tapi juga menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga seperti Arab dan negara-negara muslim lainnya. Karena kalau kita berbicara tentang Iran, mereka ini bukan Arab. Mereka ini adalah Persia. Nah, kebetulan ya mereka juga Islam. Mereka itu mengaku sebagai Islam, Muslim. Tapi mereka alirannya bukan Sunni melainkan Syiah. Bagi yang belum tahu nih, Geng, Reza Pahlavi itu memang dikenal dekat dengan negara-negara barat. Amerika melihat Iran di bawah kepemimpinan Reza Pahlevi itu sebagai sekutu strategis dalam perang dingin melawan Uni Soviet. Oleh karena itu, Amerika memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Iran yang semakin memperkuat posisi Pahlavi dan mempererat hubungannya dengan Barat. Amerika Serikat itu melihat Iran di bawah kepemimpinan Reza Fahlavi itu sebagai sekutu strategis dalam perang dingin melawan Uni Soviet. Oleh karena itu, Amerika memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Iran yang semakin memperkuat posisi Pahlavi dan mempererat hubungannya dengan Barat. Nah, dulu tuh Iran itu enggak musuhan sama Amerika, enggak mushan sama Barat, malah temenan. Makanya gak heran kalau Iran ketika dipimpin oleh Palavi sangat berbeda dengan Iran yang sekarang yang kita kenal yang sudah dipimpin oleh Ayatullah Komini. Terus, geng, singkat cerita setelah 2 tahun Istri Will merebut lebih banyak wilayah di Palestina dibandingkan dengan yang sudah disetujui oleh PBB setelah dimulainya perang Arab Isriwil pertama pada tahun 1948, nah Iran ini menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim kedua setelah Turki yang secara resmi mengakui istri Will secara de facto. Nah, mereka negara Islam, negara muslim, tapi mereka justru mengakui Isriwel. Mereka pro banget sama Rewill. Namun, ada juga yang menilai bahwa langkah PAVI di saat itu gak cuma karena mengikuti keinginan Amerika yang membela istri Will Gang, tapi juga untuk mengelola aset Iran yang ada di Palestina. Jadi, diketahui ada sekitar 2.000 warga Iran yang tinggal di Palestina dan properti mereka disita oleh IDF selama perang. Agar bisa mendapatkan kembali properti tersebut, maka Iran harus mengakui Isriwil sebagai sebuah negara. Jadi, nanti properti mereka tuh cincai lah sama Isriwil, enggak akan disita. Jadi, Isil nanti bakal ngancurin atau bakal nyerang warga-warga Palestina aja. Sementara warga Iran yang ada di Palestina semua harta bendanya dikembalikan. Jadi tujuannya itu supaya hubungannya tetap baik aja sama Isri Willel. Dan hal ini juga terjadi di dalam sebuah konteks yang disebut dengan doktrin pinggiran Istriwill. Apa itu? Jadi, geng ya, David Ben Gurion itu selaku perdana menteri Istri Will di saat itu menjalin hubungan dengan negara-negara non Arab yang ada di pinggiran Timur Tengah. Dari sinilah sebutan untuk doktrin tersebut berasal. Sejauh usaha yang dilakukan oleh Ben Jurion ini ya cuma negara Iran dan Turki yang berhasil mereka dekati. Jadi kalau kalian lihat Turki, kenapa negara Islamnya kok liberal banget ya di sana itu cara berpakaiannya udah berat banget ya. Sejarahnya kayak gini. Jadi dari zaman dulu Iran dan Turki ini adalah negara Islam yang kebarat-baratan karena memang dekat sama Barat dan juga isriwil di saat itu, Geng, ada ketakutan lain yang dirasakan oleh Pahlafi. Dia merasa terancam dengan negara-negara Arab di sekitar Iran yang e berpengaruh komunis. Dengan merangkul Istri Will sebagai sekutu mereka, Pah Levi berpikir Amerika pasti akan berpihak kepada Iran yang hasilnya Iran bisa dengan mudah mendapatkan bantuan militer dari Amerika serta menjalin aliansi strategi secara militer dan intelijen dengan istri Will. Sebab pada tahun 1951 Muhammad Musadek itu menjadi perdana menteri Iran dan membuat situasi di Iran menjadi berubah. Mosadek ini mempelopori nasionalisasi industri minyak di Iran yang mana minyak-minyak yang ada di Iran itu dikuasai oleh Inggris, Geng. Nah, upaya Mosadek di saat itu didukung oleh parlemen nasional Iran sehingga minyak-minyak di Iran berhasil jadi milik Iran sepenuhnya tanpa ada campur tangan dari Inggris lagi. Mosadek ini juga memutuskan hubungan dengan istri Will yang menurut Mosadek keberadaan istri di Timur Tengah ini hanya untuk melayani kepentingan Amerika di Timur Tengah. Dan karena Pahlavi yang terlalu mementingkan hubungan dengan Barat, dia jadi enggak peduli lagi dengan kesejahteraan masyarakat Iran itu sendiri. Sibuk ngejilat sama Barat, sibuk melayani Barat, masyarakatnya enggak terurusi. Kalau dia sendiri secara pribadi ya makin kaya, gitu. Nah, upaya Mosadek untuk menasionalisasi minyak itu mengusir kekuasaan Inggris dari Iran dan melemahkan monarki yang merupakan agenda utama Iran di saat itu. Nah, hubungan Iran dengan isriwil menurut dia merupakan kerusakan tambahan yang dibuat oleh Reza Pahlafi dalam kepemimpinannya. Dan upaya ini juga didukung dengan adanya beberapa mobilisasi anti Zionis di dalam Iran. Ada ulama Syiah yang cukup berpengaruh di Iran di saat itu yang bernama Nafab Safafi. Nah, dia adalah salah satu tokoh paling terkenal yang menentang keras zionisme dan pendirian istri Will. Tapi bagi Mosade, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara Arab di sekitarnya untuk bisa melawan kendali Inggris atas industri minyak di Iran. Pahlavi di saat itu tahu upaya Mosadeh ini dan Pahlavi berusaha memecat Mosadh. Namun hal tersebut gagal karena pada saat itu Mosadeh banyak yang mendukung. Nah, jadi kurang suara, kurang power nih Pahlaffi. Dan karena tekanan kepada dia yang semakin meningkat, Pahlavi terpaksa harus meninggalkan negaranya sendiri karena dia sudah mulai dibenci. Nah, namun kondisi Iran yang lepas dari pengaruh Barat serta Pahlafi di saat itu seperti keinginan dari Mosadeh tidak berlangsung lama karena jabatan Mosade sebagai perdana menteri juga tidak bertahan lama karena Mosade ini digulingkan dalam kudeta tahun 1953. Jadi di saat itu udah terlepaslah ya Iran dari ee Barat dari kekuasaannya Pahlafi. Nah, Mosadeh lah yang naik jadi pemimpin. Tapi Mosadeh juga dijatuhin setelah itu geng pada tahun 1953 tadi. Dan kudeta ini bukanlah kudeta yang digerakkan oleh masyarakat Iran, tapi justru ini adalah kudeta yang terorganisir. Ya, dan ya kudeta ini dijalankan oleh Badan Intelijen Inggris serta Amerika tahun 1953. Jadi dijatuhin sama e musuhnya lagi. Dan akibat kudeta inilah Mosadeh berhasil disingkirkan dan membuat Pahlavi kembali ke kursi kepemimpinan ya kembali menjadi sekutu setia barat di kawasan tersebut. Nah, ini ceritanya mirip-mirip hampir mirip lah ya. Hampir mirip kayak kondisi sekarang. Sekarang kalian lihat ya anaknya Pahlafi sedang ee berkoar-koar pengin mengganti rezim Ayatullah Ali Kamaini ya kan. Nah, ini kalau sampai dia bisa menggulingkan kepemimpinan Ayatullah Alqama ini, maka ya kisahnya sama seperti bapaknya yang berhasil menggulingkan Mosade dan memimpin kembali. Nah, kalau udah berhasil memimpin kembali maka ya Iran akan kembali dekat sama Isriwil, Iran akan kembali dekat sama Barat. Nah, pasca kudeta terhadap Musade inilah ya atas izin Pahlaf istri mendirikan kedutaan besar de facto di teheran dan akhirnya Iran dan Isriwil bertukar duta besar pada tahun 1970-an. Hubungan dagang antar kedua negara ini pun tumbuh dengan membangun jaringan pipa pada kedua negara yang bertujuan untuk mengirim minyak dari Iran ke Isriwil serta negara-negara yang ada di wilayah Eropa. Jadi, Iran dan Isriwil juga memiliki kerja sama militer dan keamanan yang luas. Tapi ya sebagian besar itu dirahasiakan untuk menghindari provokasi dari negara-negara Arab lain di kawasan Timur Tengah. Nah, Dinas Keamanan dan Intelijen Iran yaitu Safak itu sebagiannya dilatih oleh Mossad, dilatih oleh pihak Isriwil, lembaga intelijen dari Isriwil. Dan secara objektif ya Isriwil lebih membutuhkan Iran ya, dibandingkan Iran membutuhkan Isriwel di saat itu. Apa yang Isriwil dapat dari Iran tuh banyak banget sampai ke hasil bumi, minyak bumi. Sementara Iran yang mereka dapatkan dari istri Will ya cuma pelatihan perang, pelatihan intelijen gitu. Istri Will selalu menjadi pihak yang aktif dalam hubungan ini. Namun di satu sisi, Pahlavi juga menginginkan cara untuk memperbaiki hubungan Iran dengan Amerika. Dan pada saat itu istri dipandang sebagai cara yang baik untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi pengin banget nih si Pahlavi ini ngejilat Amerika ya. Perantaranya adalah si Isriwil. Nah, hubungan baik yang tercipta antara Iran dengan Amerika dan juga Isriel semata-mata hanya untuk kebutuhan akan aliansi keamanan bagi Iran dan perdagangan tanpa pernah sama sekali menunjukkan bahwa mereka perhatian terhadap Palestina atas apa yang terjadi selama istri Will semena-mena terhadap Palestina. enggak ada sama sekali. Di saat itu ya, Iran enggak peduli sama Palestina selama kepemimpinan dari si Pahlavi ini. Terus, Geng, di saat itu walaupun Pahlavi ini berhasil berkuasa kembali, namun industri minyak di Iran tetap dinasionalisasi. Jadi, di tahun 1954, Pahlavi itu menandatangani perjanjian untuk membagi pendapatan minyak dengan perusahaan minyak asal Inggris dan Amerika yang mengelola produksinya. Nah, ini akibat dari menjilat-menjilat ini nih. Mau enggak mau harta sendiri harus dibagi dua. Dengan bantuan Amerika di dalam kekuasaannya, Pahlavi memulai program pembangunan nasional secara besar-besaran yang disebut dengan revolusi putih. Program ini mencakup pembangunan jaringan jalan darat dan kereta api, bandara, dan berbagai proyek bendungan serta irigasi. Segala permasalahan di Iran itu dicoba untuk diberantas dan diselesaikan. Selama tahun 1960-an sampai 1970-an, Pahlavi itu berusaha menerapkan kebijakan luar negeri yang lebih independen dari Barat dan mencoba menjalin hubungan kerja dengan Uni Soviet serta negara-negara Eropa Timur. Dampak dari revolusi putih itu memperkuat popularitas pahlavi di dalam negeri ya, di Iran. Tapi apa yang dia lakukan itu mendapatkan pertentangan oleh berbagai kalangan yang menganggap reformasi yang dia lakukan ini enggak cukup, Geng. yang mana bahkan kebijakan yang dibuat oleh Palavi itu juga ditentang oleh para ulama yang melihat bahwa reformasi putih ini membuat negara mengikuti jejak barat dan tidak sesuai dengan syariat Islam. Jadi, udah kebarat-baratan. Cuma, Geng di saat itu di sisi lain pemerintahan Palavi e itu menghadapi berbagai tantangan karena sifat pemerintahannya yang otoriter, terus korupsi ya distribusi kekayaan minyak yang enggak merata, dan penerapan nilai-nilai modernis serta penindasan yang dilakukan oleh Safaq. Keburukan dari pemerintahannya ini semakin terlihat setelah Iran mulai memperoleh pendapatan lebih besar dari ekspor minyaknya pada awal tahun 1973. Ketidakpuasan di saat itu meluas di kalangan masyarakat miskin, para tokoh-tokoh Syiah, investor, dan juga para pelajar di tahun 1978 yang menyebabkan semakin populernya Ayatullah Rohullah Komini. Nah, jadi di saat itu pemimpin revolusi Islam ini yang selalu menggaung-gaungkan revolusi Islam, Ayatullah Rohullah Komini di saat itu semakin populer, semakin terkenal. orang-orang lebih respect ke dia daripada Pahlafi. Komini pada saat itu tidak lagi berada di Iran, Geng. Melainkan dia ditempatkan di pengasingan di daerah Paris, Prancis. Nah, kenapa kome ini pada saat itu menjadi semakin populer? Ya, sebab kome ini memberikan pandangan dunia baru yang sebagian besar mendukung Islam dan memperjuangkan perlawanan terhadap kekuatan dunia yang arogan serta sekutu regional mereka yaitu negara barat serta isriwil yang ingin menindas pihak negara lain termasuk Palestina. Nah, itu semua dilakukan demi kepentingan negara atau aliansi mereka doang. Nah, di tanggal 16 Januari tahun 1979, Pahlafi di saat itu langsung meninggalkan Iran karena lagi-lagi dia udah mulai dibenci oleh masyarakat. Ditambah dengan ada komeini yang semakin menyuarakan anti Pahlafi. Sehingga di saat itu setelah Pahlavi meninggalkan Iran memudahkan Komeini untuk menggantikan kedudukan Pahlavi di sana. dia langsung balik ke Iran dan menjadi pemimpin dari Iran di saat itu. Akhirnya ya Iran kembali dengan kepemimpinan yang baru yaitu kepemimpinan Komeini. Dengan kepemimpinan yang baru ini, Komeini memutuskan semua hubungan Iran dengan isriwil yang sudah dibangun erat oleh Pahlafi. Jadi semua hubungan sama Amerika sama Barat diputus gitu aja. Orang Iran gak bisa lagi berpergian ke Isriwil dan rute penerbangan ke Isriwil juga semua di-cancel dibatalkan. Kedutaan Isriwil yang sebelumnya udah ada di Teheran diganti menjadi kedutaan Palestina. Dan selain itu, komeni juga mendeklarasikan bahwa setiap hari Jumat terakhir bulan suci Ramadan sebagai hari qus, yaitu sebuah hari solidaritas internasional untuk Palestina. Nah, jadi benar-benar sayang banget nih kome ini ya dengan ee masyarakat Iran terhadap Palestina. Nah, dari sini kalian sudah bisa lihat nih, Geng. Buat kalian-kalian yang suka komen, "Ngapain bela Iran?" Ya, Iran itu saudaranya e istriw yang bela Iran itu bodoh. Katanya Iran itu enggak benar-benar ee sayang sama Palestina. Nah, nih lu lihat sejarahnya. Jadi bukan persoalan agama, tapi benar-benar soal kemanusiaan. Karena di Iran sendiri enggak semuanya Islam, walaupun sebagian besar Islam. Dan di Palestina sendiri enggak semuanya Islam. Iran ya berpihak kepada Palestina itu murni karena kemanusiaan sesama orang di tanah Timur Tengah itu yang mana Palestina diinjak oleh orang kulit putih Eropa yaitu Isriwil yang mana mereka ini menguasai tanah Palestin ya tanah nenek moyang Palestina dengan embel-embel ya sebagai tanah perjanjian lah. Makanya di saat itu Iran benar-benar berusaha untuk melindungi Palestina. Dan semenjak adanya peringatan hari, sejak saat itu diadakan unjuk rasa besar-besaran di seluruh Iran pada hari itu untuk mendukung Palestina. Kenapa diberi nama hari Kuduts? Ya, karena Yerusalem dikenal dengan Al-Quds dalam bahasa Arab. Nah, koma ini membantah kalau isu Palestina adalah narasi dari perjuangan nasionalis Arab. Bagi koma ini, membela Palestina adalah bagian dari perjuangan Islam karena Arab hanya berfokus kepada etnis, ya. Nah, kom ini ingin agar isu Palestina bisa diperjuangkan lebih luas lagi dengan membawa narasi perjuangan Islam. Jadi, orang-orang yang bukan Arab tapi beragama Islam pun bisa menunjukkan dukungannya kepada Palestina. Iran mengambil posisi sentral di dalam isu Palestina ini, Geng. Jadi, bukan cuma karena Iran memang mendukung Palestina, namun juga untuk mengatasi perpecahan antara etnis Arab dan Persia serta perpecahan antara Sunni dan Syiah. Tuh, dari awal tuh. Nah, dengan Iran yang berada di posisi sentral di dalam isu ini, Iran menunjukkan kepemimpinannya di dunia Islam dan menempatkan rezim Arab yang bersekutu dengan Amerika pada posisi pihak yang membela kezaliman. Jadi, negara-negara Arab yang e bersekutu dengan isriwil Amerika, nah itu dianggap sebagai lawan. Bukan musuh ya, tapi lawan gitu. Apabila mereka ikut campur, ya, Iran berhak atau punya hak untuk menyerang mereka juga. Jadi mindsetnya kayak gitu. Nah, kalau kalian masih belum percaya nih bahwa Iran benar-benar tulus membela Palestina, ya kalian dengar sendiri dari sejarahnya. Dari dulu mereka sudah memperjuangkan. Ketika Iran berusaha untuk terus menyuarakan dukungannya kepada Palestina, beberapa negara Arab di Timur Tengah justru sebaliknya. Mereka malah memilih untuk menormalisasi hubungan mereka dengan istri Will karena mereka mencari lebih banyak dukungan Barat. Ya, lagi-lagi cari aman. Di sisi lain, Arab Saudi serta beberapa negara besar di Timur Tengah pada tahun 2023 memulihkan hubungan diplomatiknya dengan Iran setelah hubungan mereka itu renggang selama 7 tahun menyusul adanya perjanjian yang ditengahi oleh China. Nah, tapi di dalam hal ini walaupun mereka memperbaiki hubungan dengan Iran, tapi mereka tuh tetap berhubungan baik dengan Isriwel. Hubungan mereka dengan Isriwel tuh masih mesra. Amerika pun di saat itu mencoba untuk melakukan mediasi kesepakatan yang sama antara Arab dengan Isriwil. Sementara bagi pemerintah Iran di saat ini, pemulihan hubungan apapun dengan istri will adalah hal yang mustahil. Isu keamanan bersama atas negara-negara nasionalis Arab dan pengaruh komunis yang menjadi alasan mengapa Iran dan istri Will menjadi sekutu dekat di zaman Pahlafi. Semuanya sudah lenyap. Pada awal tahun 1990-an, Iran menentang hegemoni Amerika di Timur Tengah. Sementara Isriwel secara konsisten menolak segala upaya Amerika untuk menarik pasukan mereka dari Timur Tengah. Nah, makanya pokoknya Iran ini benar-benar apa ya, sebenci itulah sama istri Will. Nah, lalu berkaca dari sejarahnya, kalian jangan heran kenapa ketika perang Iran dan istri Will, mantan putra mahkota Iran yaitu anak dari Syah Pahlavi yang bernama Reza Pahlavi itu memberikan statement kalau dia mendukung pergantian rezim di Iran dengan menggulingkan komini dari posisi pemimpin Iran. Ya, dia pengin balik lagi berkuasa. Ya, setelah bapaknya digulingkan, dia yang pengin berkuasa. Enak banget ya. Udah enak-enak hidup di barat sana, menikmati dunia Barat, hidup dengan jalan yang tidak sesuai dengan syariat dan aturan Iran. Tiba-tiba minta pengin memimpin ngegantiin kome ini. Lagian kalau dia ke Iran lagi emang dia paham kondisi Iran sekarang. Kan dia udah hidup di Barat udah lama banget gitu kan. Jadi karena ayahnya dulu adalah sahabat dekat Amerika dan Isriwil yang selalu membuat kebijakan di Iran yang menguntungkan negara-negara barat serta isriwil. Dan saking dekatnya dengan Amerika, Reza Pahlavi si mantan putra mahkota ini menghabiskan puluhan tahun di Amerika, negara yang menjadi tempat pengasingan buat dia. Nah, di tahun 2023, Reza Pahlavi ini diketahui melakukan kunjungan ke istri Willgeng yang mana di dalam kunjungan tersebut dia menyempatkan diri untuk mengunjungi Tembok Ratapan berdoa beribadah ala Yahudi. Nah, begini-begini nih yang mau mimpin Iran nih. Coba deh, Geng, tulis komentar di bawah, ya. Orang Islam itu sebenarnya boleh enggak sih ke Tembok Ratapan? Gua nih minim ilmu ya. Ya, mungkin kalian yang lebih tahu. Soalnya kan ya, Tembok Ratapan ini adalah situs milik agama Yahudi dan yang beribadah ke sana ya orang-orang Yahudi. Tapi yang juga jadi pertanyaannya apakah Reza Pahlavi masih memeluk Islam atau enggak? Atau karena ayahnya adalah tokoh schooler, jadinya dia juga mengikuti kehidupan schooler dari ayahnya. Coba, Geng, tuliskan informasinya kalau kalian tahu. Reza Pahlavi ini, Geng, selalu menyuarakan ketidaksepakatannya dia mengenai konsep negara yang sekarang dijalankan oleh Komea ini di dalam memimpin Iran, yaitu konsep negara Islam. Menurut Reza Pahlafi, republik Islam enggak merepresentasikan rakyat Iran, kata dia. Dan memang Reza Pahlavi ini termasuk ke dalam pihak yang menentang rezim kome ini. Di bulan Februari tahun 2023, dia bergabung dengan oposisi Iran yang aktif di luar negeri untuk mendukung pembubaran rezim di Iran. Di bulan tersebut, Reza Pahlavi mendapatkan kesempatan berbicara di konferensi keamanan yang berlangsung di Munchen, Jerman. Dan dia menekankan kalau dia tidak berusaha untuk mendirikan dinasti monarki di Iran seperti ayahnya dulu, tapi dia bersedia memimpin negaranya dalam masa transisi semisalkan terjadinya pergantian rezim. Ngarap banget nih orang ya. Ngarep banget. Kalian apa ya pernah pikir enggak sih, Geng? Kayak kalau dia nih di posisi Iran sekarang kayaknya Iran enggak bakal bisa ngebalas atau ngelawan ee istri Will enggak sih? Amerika juga enggak akan bisa enggak sih? Ya, kalau dia yang jadi pemimpin paling ketika diserang pakai rudal ngejilat, minta-minta maaf, minta-minta ampun, beda dengan apa yang dilakukan oleh Kome ini ya kan. Dilawan sampai titik darah penghabisan. Nah, ini tipikal-tipikal apa ya? Kalau gua lihat nih orang tuh kayak Zalenski tahu enggak sih? Presidennya Ukraina. Mirip banget ya. Ya, bentukannya sama nih, ngejilat-jilat barat nih. Dan walaupun Reza Pahlevi ini udah berusaha untuk menjadi penghubung untuk perbedaan di dalam tubuh oposisi Iran. Perannya sendiri dinilai kontroversial, Geng. Banyak orang Iran yang tinggal di pengasingan, terutama yang memiliki pemahaman kiri dan sudah menentang monarki di Iran sebelum revolusi di negara tersebut. Mereka menilai peran dari Pahlavi ini yang sangat kritis karena ada kecenderungan ya kalau Reza Pahlavi ini kayaknya punya niat lain gitu. Dia ingin mengembalikan kekuasaan ayahnya yang sudah runtuh akibat revolusi. Makanya masih banyak orang yang skeptis akan upaya yang dilakukan oleh Reza Pahlaavi. Walaupun dia bilang, "Oh, Iran tuh enggak boleh gini, enggak boleh gitu. Cocoknya begini, orang-orang udah enggak percaya karena dulu pas ayahnya memimpin enggak lebih baik daripada kome ini sekarang. Ya walaupun mungkin banyak hal yang agak mengekang dengan peraturan syariat sekarang, tapi jauh lebih baik Iran jauh lebih gagah, jauh lebih kuat. Persia politics terus, geng, kalau kita berbicara hubungan erat antara Iran dengan Isriwil dan Amerika, ternyata kita enggak cuma bisa melihat dari perpolitikan di saat Iran dipimpin oleh Palavi aja. Namun jauh sebelum itu ya ketika Raja Persia membantu orang Yahudi ya, itu mereka sudah ber apa ya? Bersahabatlah. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai raja Persia yang pernah membantu Yahudi. Sedekat apa mereka? Jadi, Geng, ketika Iran dan istri Will sedang panas-panasnya, Netanyahu sempat bilang kalau orang Persia dan Yahudi sudah menjalin persahabatan sejak lama. Dan oleh karena itu, Netanyahu menyerukan kepada orang-orang Iran agar mau berpihak kepada Isriwil. Nah, kalau persahabatan ini bukan cuma dikarenakan keberpihakan Pahlavi kepada negara barat serta isriwil, tetapi juga dilakukan oleh Raja Persia di zaman dulu. Kata dia, raja Persia tersebut yang dimaksud bernama Qores agung atau Cyrus the Great. Nah, kita sebutnya Qores aja. Nah, Quraisy ini naik takhta pada tahun 559 sebelum Masehi setelah kematian ayahnya. Dia berkuasa sampai tahun 530 sebelum Masehi. Oke, tahun sebelum masehi itu gue infokan ya, itu mundur tahunnya. Jadi dari 559 sebelum Masehi ke 530 sebelum Masehi. Qore ini adalah anggota dari dinasti Akemeniah yang sehingga kekaisaran yang dia pimpin itu disebut dengan kekaisaran Akemenia. Nah, pada masa kekuasaannya dia, dia itu menyatukan berbagai peradaban timur dekat kuno yang merujuk pada sebuah peradaban awal di dalam daerah Timur Tengah modern saat ini. Termasuk menaklukkan Media, Lidia, dan Babilonia. Kekaisarannya dia membentang dari laut tengah di barat sampai sungai Indus di timur. Dan atas pengaruhnya tersebut membuat kekaisaran Akemenia bisa mempertahankan eksistensi mereka bahkan setelah meninggalnya si Quraisy ini. Nah, meskipun menaklukkan banyak wilayah, Quraisy agung ini tetap menghormati adat istiadat dan agama di wilayah yang berhasil dia taklukkan. Misalkan nih, dia menaklukkan wilayah Islam, ya dia menghormati adat istiadat dan agama di sana. atau wilayah Yahudi, dia tetap menghormati adat istiadat dan agama di wilayah Yahudi juga. Enggak seperti pemimpin kerajaan lain, Quraisy Agung ini enggak pernah memaksakan rakyat yang ada di wilayah yang dia rebut untuk pindah agama atau mengikuti budayanya dia, tapi memberikan kebebasan bagi masyarakat di sana untuk hidup beriringan di tengah perbedaan. Dan Quraisy Agung itu menciptakan sistem pemerintahan yang terpusat dan efisien. Namun di satu sisi tetap mengutamakan kepentingan rakyat sehingga Quraisy Agung menjadi contoh bagi kekaisaran-kekaisaran lain dalam menjalankan pemerintahannya. Selain itu, popularitasnya dia semakin memuncak ketika Qaris Agung ini berhasil dalam menjaga hak asasi manusia, politik, dan menerapkan strategi militer yang baik serta memiliki pengaruh yang kuat terhadap peradaban di timur seperti Persia dan juga India maupun di Barat seperti Yunani. Terus kapan nih hubungan baik antara orang Yahudi dengan orang Persia ini dimulai? Nah, semuanya itu dimulai ketika si Quraisy agung ini menaklukkan Babilonia pada tahun 539 sebelum Masehi. Yang mana di saat itu banyak orang Yahudi yang ditangkap dan menjadi tahanan di Babilonia. Dan ketika menaklukkan Babilonia dengan prinsipnya yang menghormati setiap wilayah yang dia taklukkan dan menjaga hak asasi manusia, Quraisy Agung ini membebaskan dan mengizinkan ribuan orang Yahudi yang sebelumnya ditahan di Babilonia untuk kembali ke Yerusalem. Nah, tempat di mana asalnya orang-orang Yahudi di saat itu. Mengapa bisa orang Yahudi dibawa ke Babilonia? Di saat itu terjadi penaklukan Yerusalem oleh Raja Nebukatnezar I dari Babilonia sekitar tahun 586 sebelum Masehi. Nah, Nebukadnezar 2 ini datang ke Yerusalem untuk menjarah kota tersebut, membakar berbagai bangunan penting bagi umat Yahudi, serta menghancurkan bait suci pertama di Yerusalem. Bait suci ini dibangun oleh Raja Salomo atau di dalam Islam itu namanya Nabi Sulaiman pada abad ke-10 sebelum Masehi di Yerusalem. Nah, setelah itu Nebukadnezar ini menangkap ribuan orang Yahudi terutama yang kaum elit, imam-imamnya serta bangsawannya lalu dipenjara atau dibawa ke Babilonia. Itu sejarahnya. Dan yang membebaskan mereka dari penjara tersebut adalah Quraisy Agung. Nah, ketika Quraisy Agung menaklukkan Babilonia, dia enggak cuma membebaskan orang Yahudi aja dari tawanan Nebukadnezar tadi, tapi juga dia ikut membantu membangun kembali bait suci yang sudah dihancurkan oleh Nebukadnezar. Nah, disebutkan kalau Quraisy itu mengeluarkan sebuah dekrit yang berisikan mengizinkan orang Yahudi pulang ke Yerusalem dan memerintahkan pembangunan kembali Bait Suci, mengembalikan berbagai barang dari Bait Suci yang sebelumnya dijarah oleh Nebukannezar, serta mendukung secara logistik dan politik pembangunan tersebut. Sekitar tahun 538 sebelum Masehi, rombongan pertama orang Yahudi kembali ke Yerusalem. Dan pembangunan pun dimulai, namun menghadapi banyak rintangan dari musuh politik lokal dan kondisi ekonomi yang sulit. Proyek pembangunannya sempat tertunda selama beberapa tahun, namun dilanjutkan lagi dan akhirnya diselesaikan pada tahun 516 sebelum Masehi, tepat 70 tahun setelah kehancuran Bait Suci pertama. Oleh karena itu, Geng, Qaris Agung ini memiliki peran penting di dalam perkembangan spiritualitas orang-orang Yahudi. Sampai-sampai namanya tertulis di dalam ayat Alkitab Yesaya 45.21 yang berbicara tentang Raja Qores dari Persia yang dipilih oleh Tuhan untuk membebaskan bangsa Isriwil dari pembuangan di Bible. Dan dituliskan juga Tuhan berjanji akan membantu Qoris dalam menaklukkan bangsa-bangsa dan membuka pintu-pintu gerbang yang tertutup. Bahkan di dalam ayat Alkitab tersebut disebutkan kalau si raja Quraisy agung ini adalah orang yang diurapi oleh Tuhan padahal dia bukanlah orang Yahudi. Nah, ini berarti peran si Quraisy agung ini sangat penting bagi orang Yahudi sampai-sampai disebut sebagai orang yang diurapi dan masuk ke dalam ayat Alkitab. Sekalipun dia bukan orang Yahudi ya, tapi ya namanya dia ada di dalam kitab. Nah, karena kontribusi Quraisy Agung inilah orang-orang menilai kalau di saat itu orang Persia bersedia membantu orang Yahudi. Ditambah lagi dengan gimana dekatnya Pahlavi dengan Isriwil. Dan inilah narasi yang dibuat oleh Netanyahu untuk menarik simpati orang Iran dengan menyuarakan bagaimana hubungan baik antara Persia dan Yahudi serta Iran Isriwil di masa lalu. Nah, jadi apa ya bisa dikatakan tuh kalimatnya itu dicocok-cocok logiin sama Netanyahu untuk bisa menarik hati masyarakat Iran. Padahal ya itu kan hubungan baik di zaman dulu. Kalau kita lihat Kak Netanyahu ini antara dia memanfaatkan kejayaan lama, cerita sejarah di masa lalu atau mungkin belum bisa move on ya kan? Soalnya kan hubungan baiknya terjadi di zaman dulu ya. Sekarang kondisinya sudah berubah apalagi semakin kelihatan ya hal-hal yang dilakukan oleh Istri Will sering sekali ya membuat sakit hati masyarakat dunia. Nah, sekarang aja juga udah banyak negara yang enggak mau berpihak lagi sama Istri Will karena kelakuannya dan narasi dari Netanyahu yang mencoba untuk memecah belah ya orang-orang di muka bumi ini dan bahkan memecah belah Iran agar masyarakat Iran memusuhi pemerintah Iran. Untungnya Iran tidak goyah dan terus menunjukkan kalau mereka mampu untuk membalas istri Will dan Amerika. Nah, jadi itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai hubungan Iran dan istri Will di zaman dulu dan betapa harmonisnya mereka ketika itu. Tapi itu semua tinggal cerita ya karena sekarang Iran dan Isri Will adalah musuh bebuyutan dan gua rasa agak mustahil untuk mereka bisa berdamai apalagi untuk akur seperti dulu. Kira-kira kalau menurut kalian gimana, Geng? Apakah Iran dan Istri Will bisa seperti dulu lagi atau justru enggak? Coba tinggalkan komentar di bawah.