Transcript
wN5yum3PCFA • KASUS SHOPEEFOOD VS WONG PELAYARAN ! AROGAN YANG BERAKHIR MEMALUKAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1479_wN5yum3PCFA.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, jadi ada sebuah kasus yang lagi
viral banget dan ya enggak kalah panas
dari berita internasional di negara
kita. Karena berita ini datang langsung
dari tanah air ya, jadi ini sudah pasti
berhubungan dengan hal-hal yang bikin
kita tuh geleng-geleng kepala gitu ya.
Pernah enggak sih, Geng, kalian merasa 5
menit aja e bisa merubah sebuah hal yang
sepele menjadi sebuah kasus yang besar?
Berawal dari ya cekcok biasa, tiba-tiba
terjadi penganiayaan, terus tiba-tiba
malah menjadi kericuhan massal. Kejadian
ini terjadi di Bantul, Sleman,
Yogyakarta. Kenapa kasus ini bisa
menarik banget untuk dibahas? Karena ini
bisa banget atau harus banget menjadi
sebuah ee informasi edukasi buat kita
semua agar tidak sembarangan dalam
bersikap, agar harus jaga-jaga di dalam
mengambil keputusan atau ya ketika
melontarkan ucapan ya. Nah, jadi ini
cerita tentang seorang driver Shopee
Food yang terlibat cekcok ya,
pertengkaran dengan seseorang yang
mengaku berlatar belakang sebagai orang
pelayaran. Dan kabarnya si driver juga
mengalami tindakan yang ya tidak
sepantasnya yaitu ya dia dianiaya gitu.
Terus kenapa hal ini bisa terjadi?
Apakah orang tersebut memang benar ee
seberpower itu ya si orang pelayar ini
dan apakah benar latar belakang dia
adalah seorang pelayaran gitu kan. Nah,
terus apakah dari latar belakang
tersebut dia berhak untuk semena-mena
terhadap orang lain? Nah, kita bahas,
kita kupas tuntas tentang kasus yang
satu ini. Bagaimana kronologinya dan ya
fakta apa saja yang ada di sana.
Langsung aja kita bahas. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jiri.
[Musik]
Geng-geng, kita langsung masuk ke dalam
kronologi penganiayaan yang dilakukan
oleh seseorang yang mengaku sebagai
orang pelayaran terhadap si driver
Shopee Food ini.
Jadi geng ceritanya itu ya terjadi di
Bantulan, Godean Sidoarum pada malam
tanggal 3 Juli tahun 2025 yang mana di
saat itu ada seorang driver Shopee Food
bernama Arzeto Duta Pratama. Nah, dia
ini umurnya 25 tahun. Dia lagi nganterin
makanan pesanan dari customernya karena
dia dapat double order dan jalanan juga
lagi macet karena kirap budaya ya. Jadi
ada sesuatulah di saat itu. Pemesanan
terhadap customer berinisial TTW. Jadi
sedikit telat antara 5 sampai dengan 8
menit. Ya kalau dibilang lama ya enggak
lama-lama amatlah. Tapi geng yang bikin
hal ini menjadi sebuah masalah adalah
respon dari si customernya itu, dari si
pelanggannya itu yang bikin greget
banget. Si pelaku utama di dalam
keributan ini yang mengaku sebagai orang
pelayaran tersebut itu bernama Takbirda
Salasawi Watiana. Usianya 25 tahun.
Diketahui Takbir da ini itu bukan orang
sembarangan. Diketahui dia sebagai
pegawai pelayaran yang mengaku
menjunjung tinggi disiplin dan tepat
waktu. Wah, itu kalimat yang dia
keluarin di saat dia cekcok dengan si
driver. Tapi justru karena makanannya
yang dia pesan itu telat sampai kepada
dia. Hanya sekitar 5 sampai 8 menit, dia
malah naik pitam dan sampai
berteriak-teriak ke arah si driver. Dan
diduga dia juga melakukan kekerasan
fisik, Geng, kepada pacar si driver. Kok
bisa ada pacar si driver? Kabarnya sih
di saat itu si driver ini lagi ditemanin
sama pacarnya ketika dia kerja. Nah,
kalau hal ini kan lumrah banget ya. Kita
sering banget lihat ada e bapak-bapak
driver yang ditemenin sama istrinya
biasanya kalau ngantar makanan. Kecuali
kalau ngantar orang. Ya, kalau ngantar
orang enggak mungkin. Tapi kalau cuma
ngantar food, makanan, udah pasti bisa
ada yang nemenin. Nah, jadi di saat itu,
Geng, aksi yang dilakukan oleh si pelaku
yang mengaku sebagai orang pelayaran ini
itu enggak cuma marah-marah, Geng.
Melainkan dia juga sampai menyentuh
fisik. Dia mencakar, mendorong, bahkan
sampai ya si pacar driver itu juga
didorong sama dia.
Pacar si driver ini namanya itu adalah
Ayuning Tias Mega yang berusia 24 tahun.
Jadi, seperti yang diceritakan di dalam
caption postingan di akun TikTok-nya
yang bernama @ayuntias.
Jadi di saat itu dalam salah satu
postingannya dia menjelaskan bahwa si
driver itu pergi dengan pacarnya ya kan.
Nah mereka ini di saat itu ya sedang
pergi ke kampus ke kampus si pacarnya
ini untuk mengurus keuangan dan
keperluan lainnya. Nah lalu karena si
pacarnya ini merasa ribet untuk
bolak-balik ke ketingan gitu ya. Nah,
dia lebih memilih untuk ikut narik sama
si pacarnya si driver. Dan karena memang
posisinya udah malam juga, terkadang
harus nganterin sampai pelosok nih si
driver ini. Nah, si pacarnya akhirnya
memutuskan untuk ikut hitung-hitung
untuk nemenin perjalanan pacarnya selama
ngojek gitu kan. Nah, ketika mereka
sudah menyelesaikan beberapa pesanan,
mereka sempat mampir ke sebuah rumah
makan buat makan di sana. Selesai mereka
makan, mereka juga sempat beli makanan
kucing katanya. Dan setelah selesai
mereka lanjut ngambil orderan lagi. Di
saat mereka membeli pakan kucing inilah
mereka ini dapat pesanan double order
dari sistem Shopee karena otomatis
langsung keterima ya kan. Nah, karena
otomatis langsung keterima, mereka mau
enggak mau ya harus mengerjakan dua
pesanan tersebut. Pesanan yang satu itu
adalah eh kopi merek Fore dan yang satu
lagi adalah ee apa ya? Makanan dari
special sambal gitu. Nah, karena si
driver itu udah tahu kalau pesanan dari
restoran spesial sambal memang agak lama
prosesnya, bahkan bisa memakan waktu
sampai 1 jam. Jadi, dia ini inisiatif
untuk menanyakan kepada customernya. Ee
dia tanya tuh buru-buru atau enggak
gitu. Maksudnya baik gitu. Dan dia juga
menjelaskan bahwa mereka dapat double
order yang mana ya ini bakal ada
keterlambatan gitu. Jadi akan diantar
dulu punya orang lain yang lebih
pertama, lebih duluan gitu baru setelah
itu diantarkan yang selanjutnya. Tapi di
saat itu ya ini pas ditanyain itu yang
beli spesial sampel ini adalah si
orang-orang yang ngaku sebagai pelayaran
ini. Nah, pas ditanya nih dia malah
jawab ya responnya dari si customer ini.
Dia langsung nelepon ke si driver dan
dia ngejawab dengan nada ketus kurang
lebih kayak gini.
tidak mau tahu, harus on time," katanya
kayak gitu.
Akhirnya si driver ini langsung ngebut
tuh untuk pick up orderan dan langsung
otw ke coffee juga. Nah, sesampainya dia
di coffee si driver dan pacarnya sempat
nunggu pesanan selesai dibuat. Dan
ketika pesanannya selesai dibuat, mereka
langsung pergi ke arah orderan yang
selanjutnya yaitu special sambal. Nah,
sesampainya mereka di spesa sambal ya
seperti yang mereka udah duga pesanan
masih on proses. Jadi mereka menunggu
agak lama di restoran Special Sambel
ini. Mereka juga udah minta kepada pihak
dari special kalau customernya udah
marah-marah tolong dipercepat gitu kata
si driver ini. Nah, si driver ini juga
sempat nge-chat si customer ee dengan
mengatakan, "Nextala buru-buru ya pengin
makan cepat gitu bisa pesan yang
prioritas ya, Kak." maksudnya baik dia
ngasih tahu gitu. Dan ketika pesanan
tersebut selesai, bahkan si driver dan
pacarnya ini langsung ke tempat customer
pertama yaitu speciial sambal lantaran
si spesial sambal ini orderannya yang
duluan masuk gitu. Dan setelah selesai
mengantarkan pesanan tersebut, nah
barulah si driver dan si pacarnya ini
langsung melanjutkan perjalanan ke rumah
customer yang selanjutnya yang mengorder
minuman Fore Coffee di Godean Sidoarum.
Di perjalanan ini sebenarnya si driver
itu udah bawa motor kencang, Geng. Udah
cepat gitu. Tapi karena memang posisinya
lagi ada acara kirap budaya di sekitar
sana, akhirnya perjalanan tersebut
terhambat dan akhirnya makin lama lagi
nih datangnya pesanan si customer
tersebut. Dan mereka memutuskan untuk
cari jalan lain dan muter-muter di saat
itu. Tujuannya adalah untuk menghindari
macet. Nah, terus si driver ini udah
mengkonfirmasi kepada si customer bahwa
jalannya macet. Mereka mencari jalan
lain untuk menghindari macet. Tapi
jawaban dari si customer yang busuk hati
ini malah mengancam. Dia bilang, "Ya
udah, biar Bintang yang berbicara."
Katanya kayak gitu. Nah, ini kan
sensitif banget ya buat driver kalau
udah ancam-ancam persoalan bintang
karena kan itu periuknasi mereka gitu.
Dan ternyata benar, Geng. Pesanan si
customer ini telat 5 sampai 8 menit.
Nah, lalu di saat itu ya pacar si driver
yang ikut sama si driver gitu ya, dia
tuh udah ngerasa bad feeling gitu. ada
sesuatu yang enggak beres nih. Karena
ini dari tadi si customer ini
marah-marah mulu. Ya udah, akhirnya dia
ketika akan sampai ke rumah si customer
yang marah-marah ini, dia langsung
inisiatif untuk mengaktifkan kamera
handphone. Nah, tujuannya adalah untuk
ngerekam apabila terjadi hal-hal yang
buruk. Nah, lalu geng ketika akhirnya si
driver dan pacarnya ini sampailah di
rumah customer yang marah-marah ini
yakin
[Musik]
si driver itu turun dari motornya untuk
menyerahkan pesanan kepada si customer
yang berinisial T gitu ya. Nah, tapi
ketika si driver mau pergi, si T ini
nanya dengan nada menantang atau song
gitu, "Mau dikasih bintang berapa, Mas?"
Katanya kayak gitu. Nah, si AD itu
jawab, "Bintang lima, Mas. Kalau bisa
karena ngaruh ke performa," katanya.
Akhirnya si driver ini sebenarnya
ngomongnya sopan, Geng. Dan dia juga
menjelaskan tentang sistem double order.
Nah, tapi di saat itu si T itu malah
enggak percaya dan si T ini mencecar
pertanyaan yang menyudutkan yang
akhirnya membuat si pacar driver ini itu
juga ikut membantu menjawab. Nah, tapi
si T ini enggak terima dan dia ngomong,
"Aku iki wong pelayaran lombak aku
urusane karo ngene katanya kayak gitu."
Aku nek wong pelayaran, Mbak.
Aku rusane gene loh. K usah
lah. Iya. Ya wis. Terus aku ngapo nek
kowe pelayaran, Mas?
Nah, maksud si orang ini ngomong kayak
gitu adalah untuk menjelaskan bahwa dia
ini merupakan orang dari latar belakang
pelayaran dan dia dididik dengan
disiplin dan juga tanggung jawab tinggi.
Kurang lebih kayak gitu. Nah, akhirnya
ya pacar si driver ini juga tersulut
emosi karena perkataan tersebut dan dia
ngomong, "Lah ngopo kowe kalau wong
pelayaran." Nah, dibalas lagi sama si
orang itu. Dia bilang, "Sing kerja
sopo?" Nah, dengan nada yang tinggi di
saat itu sehingga pacar si driver juga
membalas dengan nada tinggi. Nah,
mulailah dari sini percecokan dimulai
dan saling bentak antara si orang
pelayaran ini dengan pacar si driver dan
mereka terus memanas sehingga beberapa
anggota keluarga dari si orang pelayaran
ini mulai berdatangan dengan tujuan
melerai. Namun bukannya melerai,
ternyata ada oknum dari mereka yang
malah memperkeru keadaan dengan
menjambak, mendorong, dan mencakar pacar
si driver. Nah, sampai jatuh pacar si
driver ini dan di jambaknya itu juga
enggak nanggung-nanggung, Geng. Jadi,
rambutnya ditarik ke kanan dan ke kiri
hingga kacamatanya pacar si driver ini
sampai jatuh. Jadi, keadaannya udah
kacau balau banget, Geng. AM dan juga AD
itu sampai dikerumunin orang.
Sampai-sampai di saat itu ya eh si
drivernya itu mohon-mohon ke si pelaku
ini dan juga dia memohon-mohon kepada
keluarga si pelaku ini. Dan saking udah
keosnya ya, sayangnya nih geng ya,
enggak ada warga yang membantu di saat
itu. Enggak ada yang melerai karena
memang kejadian tersebut berlangsung
cepat dan intens. Tapi nih geng, ada
beberapa anggota dari keluarga pelaku
yang ikut membantu melerai. Karena
seperti yang gua katakan tadi, ada oknum
yang memperkeruh, tapi ada juga yang
melerai, yang mendamaikan. Di dalam
kasus ini ditetapkanlah akhirnya tiga
orang tersangka, antara lain berinisial
TTW 25 tahun yang merupakan pelaku
utama. Terus ada RHW ya 32 tahun dia
merupakan kakak korban. Terus ada RTW
umur 52 tahun yang merupakan ayah
korban.
Atas kejadian ini, Geng, para driver
ojol itu enggak tinggal diam karena
video yang direkam oleh pacar si driver
itu akhirnya viral. Viral di
komunitas-komunitas driver ojol yang
mana mereka sangat geram dan terjadilah
aksi penyerbuan oleh ratusan driver Ojol
pada tanggal 5 Juli sebagai bentuk
solidaritas antara sesama driver Ojol.
Nah, serangannya itu langsung ke rumah
si orang pelayaran tadi. Di saat itu ada
ratusan driver ojol berkumpul di Simpang
Tiga untuk langsung pergi ke arah rumah
si orang pelayaran tadi. Dan setelah
mereka berkumpul, mereka langsung
menyerbu rumah tersebut. Dan ya, si
orang pelayaran serta keluarganya sudah
mengetahui rencana itu dan mereka sudah
segera pergi mengamankan diri ke Polsek
Godean. Nah, setelah itu barulah dibawa
ke Pores Sleman untuk ditindaklanjuti.
Nah, setelah driver ojolnya mulai tidak
kondusif, warga berusaha untuk
memblokade jalan ke arah rumah dari si
orang pelayaran ini. Jadi, di depan gang
itu, warga dan pihak berwajib memblokir
jalanan dan akses masuk mulai dari kayu
sampai mobil polisi itu dikerahkan untuk
memblokade gang tersebut.
Nah, si orang yang mengaku pelayaran
tadi akhirnya semakin terpojok yang mana
akhirnya dia memutuskan untuk
mengklarifikasi di PORES Sleman dan di
hadapan para driver Shopee Food. Kalau
kalian lihat videonya ketika para driver
ngamuk, seram banget, Geng. Gila, kayak
mengganggu sarang taon gitu, ya. Enggak
salah, ya. Seperti yang kita tahu, ya,
driver ojol itu sangat kompak, solid
banget. Dan pada akhirnya ya, si orang
yang mengaku pelayaran ini melakukan
klarifikasi. Nah, dia menyebutkan bahwa
dia siap bertanggung jawab dan menerima
segala konsekuensi sesuai prosedur hukum
yang berlaku atas tindakan dia kepada si
driver Shopby Food tadi dan juga
pacarnya. Nah, tapi ini geng
klarifikasinya dia itu justru malah
menimbulkan masalah baru.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Saya Takbirda Sasiardiana
memohon dengan tulus untuk meminta maaf
kepada korban dan driver Ojel terutama
driver Shopee
atas kejadian Kamis 3 Juni 2025 pukul
21.30.
Dengan hal itu saya sangat menyesal
dan saya siap menerima konsekuensinya
dengan prosedur hukum yang berlaku.
Sekian dari saya. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Di mana driver Ojol merasa tidak terima
dan belum puas atas klarifikasi si orang
pelayaran ini. Mereka kembali ke arah
rumah si orang tersebut dan mulai
melakukan kekacauan terhadap fasilitas
dan salah satu mobil polisi berjenis
Isuzu Panther yang berada di sekitar
area rumahnya T dengan nomor polisi
3002-32-xi
V.
Kejadian ini benar-benar mengerikan,
Geng. Driver Ojol benar-benar anarkis di
saat itu. Sampai-sampai nih, Geng, ada
yang menjadi korban atas keanarkisan
driver ojol ini. Sat resm Polresta
Sleman itu sudah mengamankan dua pelaku
kerusuhan berinisial BAP 18 tahun dan
MTA 18 tahun. Nah, mereka berdua
ditangkap di dalam kasus kerusuhan dan
keduanya juga diduga menjadi pelaku
perusakan mobil. Jadi nih, Geng. Di
dalam kasus ini ada oknum yang dengan
sengaja merusak fasilitas toko. Dan
ketika kejadian tersebut terjadi, ada
seseorang yang menegur kurang lebih
seperti ini, "Mas, jangan ngerusak
fasilitas toko", katanya. Nah, tapi
tiba-tiba dia ini malah langsung
dikeroyok oleh oknum-oknum driver
tersebut. Padahal sebenarnya niat dia
udah bagus kok untuk mengingatkan agar
tidak perlu anarkis atau sampai
merugikan orang lain. Nah, tapi mungkin
karena dari oknum driver ini sudah
tersulut emosi juga, akhirnya mereka
malah ngeroyok pria tersebut. Nah, lalu
nih, Geng, ada pengakuan dan permintaan
maaf dari ketua RT setempat yang bernama
Nur Salim. Nah, jadi Pak Nur Salim ini
sebelumnya menyebutkan bahwa
keterlambatan yang diberikan dari
kesaksian korban ini keliru. Menurut
beliau, keterlambatan yang sebenarnya
terjadi adalah dari jam 18.00 sampai
21.30 atau sekitar 3 jam, Geng.
Bayangin. Nah, lalu dia ini langsung
klarifikasi dan dia bilang dengan tulus
hati, "Minta maaf bahwa informasi saya
terkait pengiriman order dari Shopee
Food itu ternyata salah." Nah, ujar Nur
Salim melalui pesan WhatsApp kepada
wartawan di saat itu. Terus, Geng, hari
Minggu tanggal 6 Juli 2025, jadi Nur
Salim itu beranggapan bahwa terdapat
berbagai versi informasi yang dia terima
dari warga. Jadi, masih simpang siur.
Klarifikasi ini penting banget, Geng. Di
tengah isu yang simpang siur dan
klarifikasi ini memperjelas situasi apa
yang terjadi sebenarnya di TKP. Nah,
lalu ada juga yang menarik nih, Geng.
Setelah kasus ini mencuat dan viral di
mana-mana, netizen Indonesia bergerak
cepat dan langsung memberi ulasan
negatif di sekitar rumah dari si pelaku
ini dan sebagai saksi protes dari
netizen juga, Geng.
Nah, lalu, Geng, timbullah pertanyaan,
ya, apakah benar si orang yang mengaku
sebagai orang pelayaran ini benar-benar
dari latar belakang pelayaran? Sekarang
kita masuk ke dalam pembahasannya.
Jadi, Geng, ada fakta yang mengejutkan
bahwa ternyata orang yang mengaku
sebagai pelayaran ini ternyata
sebenarnya bukan dari latar belakang
pelayaran, Geng. Hal ini diperkuat oleh
pernyataan di dalam konferensi pers di
Mapolres, Sleman. Di saat itu ya kasat
res krimnya yang bernama AKP Wahyu Aga
Ari Septian itu menegaskan, "Jadi saya
luruskan ya," katanya untuk dari si
Inisial T tersebut dia bukan dari
pelayaran ya atau sekolah pelayaran.
Nah, ya jadi pertanyaannya kok bisa gitu
kan dia ngaku-ngaku sebagai orang dengan
latar belakang itu. Nah, ternyata Geng
diketahui nih belakangan kalau si E
inisial T ini bekerja sebagai staf admin
di pelabuhan. Jadi dia ini sebenarnya
bukan dari latar belakang pelayaran.
Nah, tapi dia cuma bekerja di pelabuhan.
Kacau banget ngaku-ngakunya ya. Berarti
ini pelayaran gadungan gitu. Dan seperti
yang diungkapkan oleh AKP Aga ya, beliau
mengatakan cuma yang bersangkutan kerja
di perusahaan sebagai staf admin
pelabuhan Futufia, Morowali, Sulawesi
Tengah. Dan yang bersangkutan itu lulus
S1 akuntansi di UTY katanya. Nah, jadi
bisa dikatakan dia cuma kerja di
pelabuhan tepatnya. Terus, Geng, si
Inisial T ini atau orang yang ngaku
sebagai pelayaran ini e cuma ngaku-ngaku
kalau dia sebenarnya dari pelayaran.
Bahkan dia aja sebenarnya lulusan
jurusan akuntansi, ya kan, yang enggak
ada latar belakang pelayarannya sama
sekali. Jadi, dia ini ngomong orang
pelayaran hanya sekedar untuk
menakut-nakuti atau menggertak aja dan
pengin membangun citra seolah-olah dia
orangnya disiplin dan bertanggung jawab.
Nah, jadi klaim ini sebenarnya gak nyata
ya. Si pelaku ini ya hanya mengada-ngada
tentang perkataannya dia mengenai orang
pelayaran. Dan menurut gua nih, Geng,
itu lucu aja gitu ya. Karena dia udah
sampai ngebentak-bentak dan ee
melebih-lebihkan bahwa dia itu orang
pelayaran, tapi ternyata dia enggak ada
sama sekali latar belakang sebagai orang
pelayaran. Nah, jadi apakah standar
disiplin itu memang harus dilakukan
mutlak dalam kehidupan sehari-hari? Ya,
perihal di sini si driver ojek online
dan pacarnya sudah memberikan pernyataan
bahwa ya memang ada kemacetan di wilayah
yang dituju awalnya ya di saat mereka
ngantar makanan si customer yang
marah-marah ini. Dan seharusnya memang
ya si customernya itu harus bisa
berpikir lebih terbuka karena ya cuma 5
menit, Geng. emang selama apa sih gitu
ya sampai harus ditahan dan membuat
kericuhan yang sangat merugikan kayak
gini. Dari kasus ini ya bisa diambil
pelajaran ya Geng bahwa latar belakang
apapun itu enggak boleh dijadikan alasan
untuk ya semena-mena terhadap seseorang
ya. Walaupun kata disiplin itu ada nilai
positifnya, tapi ketika dipaksakan
bahkan sampai menganiaya seseorang, ini
sudah masuk ke ranah hukum kriminal. Dan
aksi solidaritas dari driver juga sudah
berubah menjadi kericuhan akibat masa
yang terlalu banyak dan tidak
terkontrol. Hingga ada warga yang
menjadi korban dari anarkisnya para
driver ojol. Ya, itu semua karena atas
nama solidaritas mereka.
Karena ketidakpuasan dari
eh driver Shopee Food tersebut, akhirnya
mereka melampiaskan dengan merusak dan
ee merusak fasilitas umum termasuk di
situ mobil polisi.
Oke, Geng. Mungkin segitu aja ya
pembahasan kita mengenai kasus
penganiayaan driver Shopee Food ini dan
juga pacarnya gitu ya hingga aksi
penyerbuan rumah dari si pelaku yang
akhirnya ya membuat kasus ini jadi
viral. Gimana geng menurut kalian
tentang kasus ini? Coba tinggalkan
komentar di bawah.