SKAND4L GM JKT48 DENGAN CAKE TIDAK SEN*N0H ! WOTA NGAMUK KE FUFURITSU
lRJ2hnaiSzk • 2025-08-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini gua mau ngajak kalian
untuk ngebahas sebuah topik yang jujur
aja bukan cuma menarik untuk kita bahas,
tapi juga cukup mengganggu untuk
siapapun yang mengikuti dunia peridolan
Indonesia. Ya, sebenarnya agak deg-degan
ya ngebahas
ee hal yang satu ini karena gua udah
pernah bahas dulu di e beberapa bulan
lalu. Tiba-tiba tuh kayak fanbase
fanbase-nya itu ramei ngejelek-jelekin
gua di X gitu ya dengan ya segala macam
kalimat-kalimat kotorlah. Tapi ya
sudahlah ya namanya juga kita
menyampaikan berita, tidak beropini
secara pribadi ya disalah sangkakan
seperti itu ya itu hak mereka. Nah, di
sini gua pengin bercerita lagi tentang
hal ini kepada kalian sesuai dengan
judul yang sudah kalian baca di judul
dan thumbnail gitu ya. Kita bakal
membahas eh skandal yang melibatkan
salah satu figur paling berpengaruh di
balik layar JKT4A, yaitu GM atau general
manager mereka sendiri yang bernama
Fritz Fernandez atau yang biasa
dipanggil Fufuritsu.
Kenapa gua bilang ini skandal? Sebab ya
e dari ceritanya ada sebuah foto yang
menunjukkan si Fufuritsu ini memegang
kue bergambar vulgar yaitu burung kakak
tua yang giginya tidak ada, bukan
tinggal dua ya. Jadi burung kikuk-kikuk
gitu. Pasti kalian udah dengar isu ini
sebelumnya karena memang mencuatnya juga
udah beberapa waktu yang lalu. Dan kasus
ini bukan sekedar gosip aja geng. Bukan
drama internal doang, tapi ini
menyangkut integritas, profesionalisme,
dan kepercayaan publik terhadap sistem
manajemen yang selama ini dianggap
solid. Dan juga ini menyangkut soal
moral anak-anak. Ya, gua enggak tahu ya
apakah di bawah umur ataukah sudah cukup
umur. Tapi yang jelas ya tidak layak
banget. Kan JKT48 itu kan isinya
perempuan-perempuan ya, gadis-gadis gitu
ya, anak remaja perempuan orang lain
gitu. masa ia diperlakukan atau
disuguhkan dengan sesuatu yang tidak
senonoh semacam ini. Apalagi dia adalah
seorang general manager yang seharusnya
menjadi pengarah grup tersebut ya, jadi
penentu masa depan dari para member dan
justru malah di sini ya terseret ke
dalam isu yang sangat serius. Isu yang
melibatkan dugaan relasi personal yang
tidak etis dengan beberapa member juga
dan keputusan manajemen yang penuh ee
favoritisme bahkan indikasi
penyalahgunaan kekuasaan. Nah, jadi ada
unsur semena-menanya gitu, Geng. Dan ini
bukan lagi cuma soal siapa yang dekat
sama siapa gitu ya, tapi udah masuk ke
ranah abuse of power. Dan yang bikin
makin panasnya adalah semua ini terjadi
di balik citra JKT48 yang selama ini
dikenal disiplin, profesional dan punya
sistem yang katanya transparan.
Nah, pertanyaannya ya gimana bisa
seorang GM yang punya akses penuh ke
sistem internal dan ke data-data para
member, ke keputusan promosi dan
scorsing justru diduga memanfaatkan
posisinya untuk kepentingan pribadi?
Apakah ini murni kelalaian sistem atau
ada pembiaran dari pihak manajemen
pusat? Nah, nanti kita bakal bahas soal
hal ini. Nah, gua juga nanti bakal bahas
soal reaksi para fansnya ya, para
wota-wota gitu ya. Waw
nanti kita bahas. Dan karena begitu isu
ini mulai mencuat, banyak fans-nya yang
langsung ngerasa kecewa dan marah.
Mereka merasa dikhianati dan bukan cuma
karena idolanya yang terseret, tapi juga
karena sistem yang selama ini mereka
percaya ternyata bisa dimanipulasi. Dan
ini bukan cuma soal fandom lokal, karena
JKT4 juga punya koneksi langsung ke
AKB48 grup yang ada di Jepang. Kalau
skandal ini sampai ke telinga manajemen
pusat, bisa aja ada dampak besar ke
struktur grup secara keseluruhan. Nah,
di video ini kita bakal bahas lebih
dalam siapa sebenarnya si GM yang
bernama atau eh nama panggilannya gitu
ya, Fuuritsu tadi. Gimana kronologi
skandalnya dan apa saja bukti-buktinya?
Kita akan bahas secara lengkap. Halo
geng. Welcome back to kamar Jerry,
[Musik]
geng. Geng. Oke, untuk pembahasan yang
pertama kita langsung masuk ke dalam
kronologi skandal si Fufuritsu ini.
Jadi gengs, semua permasalahan ini
bermula pada awal Juli 2025, tepatnya
pada tanggal 7 Juli, dunia WTA yang
merupakan komunitas penggemar JKT48 itu
diguncang oleh viralnya sebuah foto yang
memperlihatkan ya seorang general
manager atau GM dari JKT48 yang bernama
Fritz Fernandez yang lebih dikenal
dengan nama panggilan Fufuritsu. Di foto
tersebut, Fuuritsu ini memegang sebuah
kue ulang tahun yang memiliki desain
serta tulisan yang dinilai tidak senonoh
dan tidak pantas. Di atas kue itu
tertulis kalimat semoga makin ngaeng.
Udah gu sebut aja nga gitu ya. Dan kata
ini biasanya akan disensor oleh beberapa
pengguna media sosial karena memang
mereka anggap mengandung konotasi yang
vulgar. Unggahan tersebut langsung
menyulut kemarahan publik, terutama dari
kalangan fans-nya JKT48 karena dinilai
sangat bertentangan dengan citra grup
idola yang selama ini dijaga sebagai
representasi profesionalisme, kepolosan,
dan etika publik. Terlebih karena grup
ini juga diikuti dan didukung oleh
penggemar dari berbagai usia gitu. Nah,
terus geng ada akun X dengan username
gigih PR YTN. Ya, ini adalah salah satu
akun yang pertama kali mengkritik keras
unggahan tersebut melalui postingannya
dia. Kemudian yang menjadi viral ya, dia
menyatakan bahwa tindakan dari Fritz ini
bukanlah sekedar kesalahan komunikasi,
melainkan sebuah simbol dari krisis
moral di dalam tubuh manajemen jacket
48. Nah, dia juga menyebutkan bahwa
perilaku seperti itu menunjukkan betapa
rendahnya kesadaran posisi Frit sebagai
figur publik yang bertanggung jawab
langsung terhadap para anggota JKT48
yang sebagian di antaranya ya di bawah
umur dan beberapa dari mereka merupakan
minoritas serta mereka juga ya harus
menjaga ribuan fans yang telah menaruh
kepercayaan terhadap manajemen. Dari
sinilah kemudian muncul gelombang protes
masif di media sosial yang ditandai
dengan munculnya tagar Fufuritsu out.
Ya, tagar tersebut menjadi trending
nasional di dalam waktu yang singkat,
Geng. Dan tidak hanya digunakan oleh
penggemar setia JKT48, tapi juga oleh
mantan fansnya, pengamat industri
hiburan, dan juga bahkan orang tua dari
mantan anggota JKT48. Banyak yang
menilai bahwa tindakan si Fritz ini
enggak bisa dilepaskan dari konteks yang
lebih luas, yaitu dugaan pola
kepemimpinan yang kurang transparan,
tidak profesional, dan terlalu
berorientasi pada personalitasnya
sendiri, bukan pada keberlanjutan dan
integritas grup. Ya, intinya nih orang
tuh agak ego gitu. #fufuritsu out itu
pertama kali ramai muncul beberapa waktu
lalu sebagai bentuk protes fans terhadap
gaya kepemimpinan si Fufuritsu ini
selama menjadi GM-nya JKT48 yang mana
ini dianggap kurang profesional. Fans
itu merasa manajemen bukan hanya tidak
responsif terhadap aspirasi Wota, tapi
juga sering membuat keputusan
kontroversial tanpa transparansi ke
publik dan juga wota. Beberapa wota itu
menyebarkan poster digital yang menuntut
Fritz untuk mundur. Di antaranya muncul
tulisan kayak gini nih, shame on
Youfuitsu
out yang digunakan sebagai bentuk
tekanan publik agar pihak manajemen
segera mengambil tindakan. Bahkan
beberapa komunitas fans itu sempat
merilis pernyataan bersama atau join
statement yang berisikan tuntutan untuk
diadakannya evaluasi menyeluruh terhadap
struktur kepemimpinan JKT48 dan
pembentukan dewan etik internal serta ya
untuk bisa ada transparansi dalam
pengelolaan kegiatan internal grup.
Terus enggak berhenti sampai di situ
doang, Geng. Gelombang protes semakin
membesar ketika Chris Waro, ayah dari
mantan member JKT48 yaitu Gebi, turut
angkat suara. Di dalam wawancara dan
unggahan yang tersebar luas, Kris ini
menyebutkan bahwa dia pernah berupaya
menyampaikan kekhawatirannya kepada
Fritz terkait perlakuan yang tidak
pantas yang dialami anaknya saat masih
menjadi anggota. Namun menurut ayahnya
Gebi ini, pesan-pesan yang dia kirimkan
melalui WhatsApp itu diabaikan dan
bahkan saat ini nomornya itu diblokir
oleh Fritz. Ketika Kris ini ingin
mengajukan laporan ke Polda mengenai
perlakuan yang tidak pantas tersebut.
Kesaksian ini memberikan dorongan moral
kepada para fans bahwa kritik terhadap
Fuuritsu bukan hanya soal masalah kue
ulang tahun burung tadi aja, tapi juga
sudah menyentuh hal-hal e prinsipil
terkait tanggung jawab, terus etika
kerja, dan juga perlindungan terhadap
member. Jadi di sini tuh mulai
terbongkar bahwa banyak banget nih
problem nih orang gitu.
Pada tanggal 8 Juli tahun 2025, tagar
atau hashtag dari Fuuritsu out sudah
menjadi trending nomor 8 di X. Dan
beberapa menit kemudian, Wota Pangkal
Pinang, ya Wota yang ada di
Pangkalpinang atau fans JKT 48 yang ada
di Pangkal Pinang mengeluarkan sebuah
pernyataan melalui akun 48 Pangkal
Pinang yang menyuarakan kekecewaan
mereka terhadap general manager JKT48
yaitu Fritz Fernandez dengan nada yang
sangat tegas. Dalam unggahannya mereka
menyebutkan bahwa mereka sebagai fans 48
Regional Pangkalpinang Kota atau 48 PGK
itu menegaskan penolakan tanpa kompromi
atas tindakan bodoh yang dilakukan oleh
salah satu staf teras JKT48 yang harus
penuh tanggung jawab sebagai bentuk
kehormatan jabatan manifestasi amanah.
Buat yang enggak tahu ya, staf teras itu
adalah komunitas penggemar JKT48 yang
mengelola sebuah server Discord dan
aktif memberikan dukungan kepada JKT48.
Dan mereka juga bilang ketika moral
dikhianati dan ya etika dilelang demi
candaan murah, maka hanyalah luka dan
noda yang ada di mata publik. Wah, dalam
nih kata-katanya. Dan mereka juga enggak
akan tinggal diam. Mereka akan menolak
standar ganda. Jikalau member bisa
dihukum karena kesalahan mereka, maka
stafnya juga harus siap untuk menanggung
akibat dari kelalaian mereka sendiri.
Fufuritsu, ya. Anda bukan korban
katanya. Anda adalah pelaku yang
mencoreng martabak I ini. CKT48. Anjay,
mantap. Anjay, guru. Anjay.
Keren, Wota. Mantap. Tegas gitu ya. Saya
support Anda. Anda jangan hina-hina saya
ya, Wota. Kalau Anda hina-hina saya,
kita berantem aja. Canda, canda, canda.
Ampun, Wah. Akhirnya ya mulai dari sini
nih, makin banyak media yang mengangkat
kasus ini dan akhirnya kasus ini semakin
viral dan tindakan dari Fritz Fernandez
dikecam di berbagai media tersebut. Nah,
itu dia geng awal mula nih ya
permasalahan dari si Frit Fernandez ini
geng dan ee apa ya? Dia ini adalah
general manager JKT48 tadi. Dan sekarang
ya kita bakal masuk ke dalam pembahasan
upaya protes fans JKT48 atau yang biasa
disebut dengan WOTA ya. Mereka protes
kita bahas.
Jadi, masih di dalam treit dari akun
@gigi eh PRTN dijelaskan bahwa protes
terhadap manajemen JKT48 semakin meluas
dan dilakukan secara langsung oleh fans
di berbagai kota selama tour all in
namanya. Pada saat tour di Jogja ada
sesi bermain game yang namanya Kahot.
Ini bacanya Kahoot apa kahot? Gua
bacanya Kahot aja ya. Buat yang belum
tahu ya, game ini adalah game tanya
jawab gitu, Geng, secara online yang
mana nanti jawabannya bisa ditampilkan
di layar dan ditonton oleh banyak orang.
Nah, saat sesi game Kahot ini
berlangsung, ada peserta dari game yang
menggunakan nama Fuuritsu out. Enggak
sampai di situ aja, Geng. Ada juga
seorang fans yang mengangkat tulisan
manajemen bosok katanya lengkap dengan
tagar yang kemudian terlihat giblur di
dalam unggahan resmi Jot yang
mendokumentasikan foto antara para
member JKT48 dengan fans-nya. Nah, hal
ini memicu tuduhan pemungkaman terhadap
suara fans yang dilakukan oleh pihak
manajemen dengan ngeblur-ngeblur tulisan
itu. Nah, selanjutnya ketika tour All in
yang ada di Solo, sesi game kohot ini
dihentikan, keamanan diperketat, dan
fans membagikan stiker protes. Ya, dan
di saat itu fans menduga bahwa itu
adalah upaya dari pihak manajemen agar
tidak ada yang bersuara ketika tour
sedang berlangsung. Ada juga laporan
dari salah satu fans yang menyebutkan
kalau pada saat itu si fans ini sempat
membawa sebuah kertas gitu yang
bertuliskan Fufuitsu out dan #peduli
lindungi member JKT48. Tapi pada saat
itu ya kertasnya itu langsung diturunkan
oleh anggota JOT atau anggota fanbase
yang ada di lokasi atau fanbase setempat
lah. Terus geng ada lagi
kejadian-kejadian lain yang diduga
terjadi di tour di Solo ini, Geng. Salah
satunya disuarakan oleh seorang fans
yang datang ke sana. Dan fansnya ini
enggak cuma menonton di Solo aja, tapi
sebelumnya dia juga nonton di Jogja.
Nah, dia ini adalah orang yang sama yang
mengangkat poster ketika turour di
Jogja. Menurut ceritanya dia, sehabis
mini live yang seperti biasa kan bakal
ada foto-foto gitu ya. Nah, sama seperti
di Jogja ini, dia ini kan bawa poster
yang dia buat sendiri dan dia bawa lagi
tuh poster yang dia buat itu selama tour
yang ada di Solo. Tapi sebelum ini
live-nya dimulai, dia itu nanya dulu ke
anak region Solo, boleh enggak bentangin
posternya? Tapi mereka enggak ngizinin
sama sekali. Ya udah tuh, akhirnya dia
foto sendiri di akhir acara dan ada
beberapa orang yang juga fotoin dia
waktu itu dan minjam posternya dia. Nah,
saat itu geng ada yang lagi e foto
bareng dan dia ini mau join foto bareng
nih sama satu grup itu. Walaupun dia
enggak kenal sama orang-orang tersebut,
tapi dia itu inisiatif mau foto karena
di grup foto itu ada yang bentangin
bendera tulisannya We hate Managem. Dia
mikirnya tuh ya kayaknya oke nih kalau
ikut. Tapi pas dia baru buka poster yang
dia buat itu langsung direbut sama salah
satu cewek di sana. Nah, dia itu gak
tahu yang ngambil itu sebenarnya siapa,
apakah itu staff atau keamanan atau
justru anak region tersebut gitu ya.
Yang jelas poster buatannya dia itu
dirampas dan langsung ya diremek-remek
gitulah di depan muka dia. Dirobek-robek
lah gitu. Nah, di saat itu juga dia
merasa kaget dan takut juga. Nah, tapi
dia masih ee mencoba tenang dan lanjut
foto tapi e dia pindah posisi jadi ke
belakang. Nah, lalu setelah itu
perempuan yang merobek posternya dia
tadi kayak nyariin dia gitu masih sambil
pegang poster yang sudah diobek
diremek-remek tadi. Nah, untungnya di
saat itu ya ee dia itu berhasil menjauh
dan keluar dari venue. Nah, meskipun
menurut dia ya ini ee belum termasuk ke
intimidasi lah, tapi di saat itu dia
juga bingung dan merasa aneh. Mungkin
dia merasa seakan-akan kayak dibungkam
gitu, enggak boleh protes gitu, Geng.
Kemudian geng, ada juga nih cerita dari
fans lain yang menceritakan pada saat
itu ya, para fans itu udah masuk ke
venue, situasi masih kondusif, Geng. dan
belum ada yang membentangkan poster
karena memang rencananya mereka bakal
mengeluarkan posternya saat sesi foto.
Tapi tiba-tiba aja pada saat sesi kuis
fans disamperin sama pihak Heavy
Solotation yang mana mereka ini adalah
fans JKT48 yang ada di Solo. Nah, kalau
dari cerita si fans ini ya, dia itu
disamperin karena pihak Heavy Solotation
ini sempat ngelihat ada roll poster
gitu. Nah, pada saat menghampiri mereka,
pihak Heavy Solutation ini minta izin
untuk melihat apa isi tulisan di situ,
ya. isi tulisan di poster tersebut. Nah,
dikasihlah izin ya. dikasih tuh poster
dilihatin dan setelah dilihat mereka
langsung bilang kalau poster kayak gini
gak bisa masuk ke dalam ruangan venue.
Nah, namun pada akhirnya setelah mini
live berakhir ada beberapa fans yang
berhasil masuk bersama poster ke dalam
venue dan mengibarkan e poster-poster
protes itu sebagai bentuk protes
terhadap manajemen tadi. Nah, enggak
ketinggalan juga ada pembagian freebas
oleh fans berupa stiker dengan tulisan
shame on You serta foto dari Fufuritsu.
Nah, jadi protes lawota ini demo mereka
gitu geng.
Terus geng selanjutnya di Surabaya
terjadi vandalisme. Vandalisme ringan
sih, yaitu berupa penempelan pesan
protes di fasilitas umum dan pembagian
freebis seperti stiker sham on You dan
juga lain-lain. Fans juga meneriakkan
kata manajemen bosok.
[Tepuk tangan]
Nah, dan mereka ada juga yang
membentangkan spanduk besar dengan
tulisan personal meet and greet. Nah,
dan ketika acara berakhir, para fans itu
melakukan aksi protes di depan
iring-iringan buis yang berisikan para
member dan semakin banyak regional fans
yang membuat pernyataan sikap dan muncul
pula petisi online yang mendesak
reformasi manajemen secara menyeluruh.
Aksi-aksi ini menunjukkan bahwa
ketidakpuasan terhadap manajemen JKT48
tidak hanya terjadi di media sosial,
tapi juga ya hingga sampai dunia maya
yang menyebabkan banyaknya aksi protes,
Geng. Hingga pada akhirnya ya semakin
banyak fans regional yang membuat
statement mulai dari Yogyakarta,
Bandung, bahkan sampai fanbase eh Raisa
JKT48. Nah, karena banyaknya kabar ini,
maka semakin banyak juga fans yang
melakukan protes. Mulai dari
membentangkan spanduk yang kata-katanya
menyerang, terus ada juga yang
mengirimkan spes di teater FX e yelyel
yang bunyinya manajemen bosok akura popo
mulai dari luar venue sampai masuk ke
dalam teater. Kemarahan mereka semakin
memuncak saat 13 Juli eh jam .00 sore
ya. Saat itu ada pihak e dari JKT48 yang
mengupload video dengan mensensor fans
yang mana video tersebut diambil ketika
tour yang ada di Surabaya. muncul dugaan
mereka mensensor karena ada spanduk di
belakang yang dibentangkan oleh fans.
Alhasil ya ini membuat kemarahan fans
yang belum reda malah semakin
meledak-ledak karena dianggap enggak
dihargai gitu. Protes mereka enggak
didengar dan dibungkam. Bahkan, Geng,
sampai pertengahan Juli itu belum ada
pernyataan resmi dari pihak manajemen 48
mengenai sanksi atau keputusan terhadap
si Fritz ini. Dan hal ini semakin
memperparah kondisi dan membuat para
fans melancarkan berbagai inisiatif
termasuk petisi online di change eh.org
org yang menuntut pencopotan Freeze dari
jabatannya. Buset, ada petisi online-nya
dan petisi tersebut juga dengan cepat
menembus angka ribuan tanda tangan dalam
waktu kurang dari 48 jam. Jadi, ya
beginilah kondisi internal JKT48
sekarang, Geng. Kacau banget, ya. Nah,
itu dia, Geng, beberapa bentuk protes
fans JKT48 yang dilakukan sebagai bentuk
protes atas apa yang terjadi dari
kasusnya eh Fritz Fernandes tadi. Dan
mereka meminta untuk e si Fritz ini
sebagai GM itu harus out dari
jabatannya. Nah, sekarang kita bakal
masuk nih ke dalam pembahasan ya
klarifikasi dari pihak TKT48. Sebenarnya
gimana sih ya menurut pandangan mereka
tentang kasus ini? kita bahas.
Jadi, Geng, setelah kasus ini semakin
viral dan ramai diperbincangkan,
akhirnya fans dari JKT48 itu beberapa
melaporkan kasus ini ke Komnas Perempuan
dan juga KPAI. Mereka menyampaikan tiga
permintaan, yaitu yang pertama ke Komisi
Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI
untuk melakukan kajian dan pengawasan
terhadap kemungkinan adanya pelanggaran
prinsip perlindungan anak di dalam
lingkup kerja JKT48 ini. Terus
selanjutnya, mereka juga berharap ke
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap
Perempuan atau Komnas Perempuan dan juga
lembaga terkait untuk menelaah potensi
pelecehan simbolik dan ketidakpantasan
perilaku yang dapat berdampak pada
member. Dan yang terakhir, mereka
meminta media massa dan publik untuk
turut menyuarakan isu ini secara
objektif agar tidak dianggap sepele dan
mendapatkan perhatian yang layak di
ruang publik. Hingga salah satu fans
yang memiliki akun yang bernama Rizal
Akbar M yang memiliki followers lumayan
banyak tuh ya, dia itu ikut berkomentar
sehingga kurang dari 12 jam, pihak
manajemen JKT48 melalui akun resmi
@oficial JKT48 akhirnya merilis
klarifikasi terkait beredarnya foto
kontroversial dari general manager
mereka yaitu Fritz Fernandez yang
menunjukkan kue ulang tahun dengan
desain dengan tulisan vulgar. Dalam
pernyataannya, pihak manajemen
menjelaskan bahwa foto tersebut diambil
pada Oktober 2021 di dalam sebuah acara
pribadi yang sama sekali tidak berkaitan
dengan aktivitas resmi JKT48 maupun
melibatkan e aktivitas para member.
Mereka menyebutkan bahwa desain kue
tersebut adalah bagian dari candaan
internal teman-teman Fritz dan bukan
sesuatu yang direncanakan atau disetujui
oleh manajemen. Nah, itu klarifikasinya
tuh.
Mereka juga menyampaikan permintaan maaf
atas kegaduhan yang terjadi dan Fritz
Fernandez juga sudah meminta maaf dan
menyesali apa yang terjadi. Dan mereka
juga memberikan teguran kepada Fritz
Fernandez dan memberikan himbauan kepada
seluruh staf untuk menghindari hal
serupa. Mereka juga bakal memastikan
seluruh member JKT48 berada di dalam
kondisi yang aman, nyaman, dan sehat
secara fisik maupun mental. Nah, tapi
kan jadi tres isu ya. Kalau manajer atau
general managernya aja se nakal itu ya
sejorok itu otaknya gimana tuh selama
ini dia ngelihat member-member JKT apa
dia kagak pernah berpikir yang
jorok-jorok gitu ya.
[Musik]
Keamanan serta perlindungan terhadap
member JKT48 dikatakan ya akan tetap
menjadi prioritas dari pihak manajemen
dan mereka juga sangat menghargai
pengertian dan dukungan dari seluruh
pihak dan berharap JKT4A tetap
mendapatkan semangat positif dari para
pendukungnya. Katanya sih gitu.
Hah.
Aduh aneh banget. Dan meskipun sudah
mengeluarkan pernyataan resmi fans
enggak langsung puas kayak gitu aja,
Geng. Bahkan ada yang menemukan ya ee
ada yang aneh atau yang enggak beres
dari pernyataan resmi tersebut. Soalnya
di dalam pernyataan resmi itu pihak
JKT48 menyebutkan bahwa di dalam pesta
itu tidak ada anggota yang ikut. Katanya
kan anggota JKT48 enggak ada tuh di
dalam foto yang beredar itu. Nah, tapi
ketika dicari lebih dalam lagi oleh
fans-nya, ternyata fans-nya mendapatkan
fakta bahwa ada postingan dari member
yang datang ke acara itu. Berarti kan
klarifikasinya bohong. Iya dong. Nah,
tapi enggak bisa dipastikan juga ya
sebenarnya itu acara ulang tahun yang
bertepatan dengan pemberian kue atau
beda hari. Makanya publik atau
fans-fansnya itu masih berspekulasi
gitu, Geng. Terus, Geng ya enggak lama
dari situ muncul lagi nih satu
pernyataan resmi dan kali ini datang
dari media IDN. Mereka menanggapi
perkembangan dari situasi ee mereka yang
ingin menyampaikan bahwa mereka sudah
mengetahui kasus ini dan langsung
mengambil tindakan atas isu yang
beredar. Dan hingga saat ini mereka
masih melakukan investigasi internal
secara menyeluruh untuk memastikan
fakta-fakta yang ada dan mengambil
langkah tegas serta bertanggung jawab.
Selama proses investigasi berlangsung,
Fred Fernandez itu mereka nonaktifkan
terlebih dahulu selama sementara gitu ya
dari perannya sebagai general manager.
Nah, jadi dikasih hukuman tuh. Nah,
bahkan hingga kasus ini sampai diangkat
media massa seperti Metrop News, ada
Insertli, terus ada Suara.com dan juga
Jawa Pos ya. Bahkan 17 Juli Live DX Show
Ramune ya itu ditiadakan. Ini gimana
bacanya tuh? Show Ramun atau Show Ramuni
atau Show Ramune? Koleksi gua kalau
salah dalam pengucapan ya. Nah, terus
fans juga ikut menduga-duga bahwa mereka
takut jika tagar eh Fuuritsu out dan eh
# revolusi Jot muncul di layar LED. Nah,
jadi itu dia geng klarifikasi dari pihak
JKT48. Gimana menurut kalian? Kalian eh
apa ya? Sepaham enggak dengan
klarifikasi itu atau enggak? Coba
tinggalkan komentar di bawah. Sekarang
kita bakal bahas satu lagi hal yang
menarik banget yaitu insident di konser
Full House. Ya, kita bahas.
Jadi, Gengs, sebelumnya pada tanggal 18
Juli, aliansi Fanbase dan aliansi
Regional itu bersepakat untuk
meneriakkan engkor di konser full house.
Buat yang belum tahu, engor ini adalah
penampilan tambahan yang diberikan oleh
para penampil di akhir penunjukan atau
di konser biasanya sebagai respons
terhadap tepuk tangan meriah dari
penonton. Jadi sebelum konser
benar-benar berakhir akan ada lagu
tambahan yang dibawakan di konser
tersebut. Encore JKT48 sendiri biasanya
diteriakkan oleh penonton sebagai
apresiasi. Tapi para penonton sepakat
tidak meneriakkan encor ini pada konser
tersebut. Dan benar aja, sebagian fans
sengaja diam sebagai bentuk protes pasif
terhadap manajemen dan Fuuritsu. Haruka
Nakagawa, ex member dan salah satu ikon
JKT48 yang hadir di dalam acara tersebut
diketahui meneriaki Encor sendirian dan
tidak ada yang merespon. Bahkan
terdengar para fans justru berteriak wuh
gitu dibu gitu ya ke Haruka geng dan
mendapatkan perlakuan tersebut dengan
reaksi fans yang gak sesuai harapan
Haruka terlihat ya langsung balik ke
tribun dan sampai nangis.
[Musik]
Nah, fans lain tuh justru mikirnya
enggak mungkin Haruka sebagai ex member
enggak tahu soal isu ini. Dan isunya
juga udah kencang banget disuarakan dari
beberapa waktu belakangan sehingga
beberapa dari mereka meneriaki Haruka
yang dianggap tidak berpihak pada para
fans dan ya gara-gara dia teriak encor
itu. Tapi jujur nih geng ya di konser
Full House ini juga ada kejadian yang
enggak bisa dibilang lucu tapi miris.
Jadi, Geng dikatakan ya ada satu member
bernama Shania Gracia itu mengumumkan
kelulusan atau graduation-nya dia di
konser tersebut. Buat yang belum tahu,
graduation di JKT 48 itu merupakan
proses kelulusan yang telah disepakati
kedua belah pihak antara member dan
manajemen. Jadi, ibaratnya kayak sekolah
aja gitu, Geng. Ketika member tersebut
lulus, maka mereka akan segera keluar
dari JKT48. Makanya momen seperti ini
sangat mengharukan baik bagi para member
maupun fans. Nah, tapi sayangnya geng di
momen ini sama sekali enggak mengharukan
sebab saat Gracia sedang memberikan
speech ya terakhir ya speech terakhirnya
dia di momen kelulusan ini. Dia malah
disuruh untuk membacakan sponsor acara
tersebut. Nah, di momen ini banyak fans
yang menyayangkan karena mengapa si
Gracia ini harus membacakan nama sponsor
padahal di momen itu dia sedang
mengumumkan kelulusannya dia di JKT48.
Jadi kayak diji mumpungin kayak
dimanfaatin gitu. dan masih ada member
lain yang bisa menggantikan seharusnya,
enggak harus dia untuk membacakan
nama-nama sponsor. Nah, jadinya
orang-orang menganggap ya manajemen
benar-benar tidak profesional.
Beli laptop jangan asal pilih, pilih
pasti pilih Asio Poshman. Poshman bikin
wangi dan segar seharian.
Nah, jadi itu dia geng pembahasan kita
kali ini ya tentang skandal Fuuritsu
selaku GM dari JKT48 yang memicu banyak
kecaman dari publik. Gimana menurut
kalian tentang pembahasan ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:54 UTC
Categories
Manage