KORUPSI MAKIN GILA ! MAKANAN GIZI BAYl & IBU HAMIL DI GANTI TEPUNG DAN GULA DEMI KEUNTUNGAN
NUmedJDH4NA • 2025-08-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini kita masuk ke dalam
sebuah pembahasan yang sebenarnya ya
tidak terlalu mengejutkan untuk kita
orang Indonesia. Sepertinya semua orang
Indonesia udah enggak ya udah enggak
kaget, udah enggak asing lagi sama
hal-hal seperti ini, yaitu soal korupsi.
Nah, kenapa demikian? Ya, kalau kita
lihat ya, enggak cuma pejabat kita doang
yang hobi korupsi, tapi masyarakatnya
juga hobi korupsi. Kita bisa lihat dari
bagaimana cara masyarakat kita menjalani
kehidupan di lampu merah nerobos,
jalanan lawan arah, terus ee trotoar
yang harusnya untuk pejalan kaki jadi
tempat parkir, jadi tempat untuk
pedagang angkringan dan lain-lain. Nah,
itu semua sudah termasuk ke dalam
korupsi. Korupsi waktu, korupsi hak yang
seharusnya bukan hak mereka tapi
diambil. Nah, jadi di Indonesia memang
korupsi seolah-olah sudah menjadi apa ya
sesuatu yang lumrah gitu. Banyak
masyarakat yang memprotes pemerintah
yang korupsi, tapi masyarakatnya sendiri
juga sama. Nah, jadi di sini kita bisa
lihat ya, enggak cuma pemerintahnya
doang yang korupsi, tapi masyarakatnya
juga korupsi. Dan setiap tahunnya pasti
ada aja berita atau laporan mengenai
terungkapnya kasus korupsi. Dan memang
sudah rutin terjadi. Nah, tinggal tunggu
aja kasusnya itu kira-kira dari mana
lagi, dari instansi mana lagi ya
berganti-gantilah gitu, Geng. Baru
sebulan yang lalu kita sudah ngebahas
sebuah kasus korupsi mesin EDC. Nah,
sekarang ada lagi nih, Geng. Kasus
korupsi yang terjadi di Kementerian
Kesehatan atau Kemenkes. Kebayang tuh ya
persoalan kesehatan masyarakat aja
dikorupsi juga. apa enggak takut gitu
masyarakatnya tiba-tiba ya meninggal
secara massal ya kan karena sesuatu yang
ya curang, sesuatu yang sebenarnya tidak
layak dikonsumsi oleh masyarakat dan
korupsi ini dilakukan di dalam sebuah
pengadaan program yang sebenarnya bagus
banget yaitu program pemberian biskuit
bergizi untuk ibu hamil dan balita.
Kebayang tuh, Geng, ibu hamil dan balita
yang menjadi korbannya dari korupsi ini
adalah generasi bangsa penerus masa
depan negara ini, tanah ini. Dan di
dalam kejadian ini, masyarakat terutama
ibu-ibu pastinya merasa antusias ketika
mengetahui adanya program dari
pemerintah. Ya, sebab program ini
sebagai bentuk kepedulian pemerintah
kepada masyarakat, terutama ibu-ibu
hamil agar bisa mendapatkan gizi yang
baik untuk bayi mereka yang sedang
mereka kandung ataupun kepada anak-anak
mereka yang masih balita tadi. Tapi niat
baik ini justru malah dijadikan sebagai
ladang untuk mencari cuan, mencari
keuntungan sepihak bagi oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab untuk bisa
mendapatkan ya keuntungan tadi secara
curang. Dan sesuatu yang terlihat remeh
ini seperti biskuit ya kan kayak ah
paling Rp1.000 ah berapa sih harga
biskuit buat dimakan doang yang penting
enak di lidah cukup. Padahal ya ini
bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele
karena ini berhubungan dengan kesehatan
yang di mana di dalam kasus ini ketika
korupsi itu dijalankan, biskuit yang
harusnya bergizi malah berubah menjadi
penyakit. Kenapa? karena ya kandungan
gizi di dalam biskuit itu enggak ada.
Bisa dikatakan kurang tapi malah diganti
dengan gula yang tinggi dan ini sangat
berbahaya bagi yang mengkonsumsi. Nah,
di video ini kita bakal bahas secara
lengkap bagaimana awal pengungkapan dari
kasus ini, Geng. Dan bagaimana upaya
dari para penyidik untuk bisa menangani
hal ini. Langsung aja kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry.
[Musik]
Genggeng, sebelum kita masuk ke dalam
kasusnya, kita bakal bahas dulu nih,
Geng. Program dari Kementerian Kesehatan
yang disinyalir dimanfaatkan oleh
beberapa oknum sebagai ladang mereka
untuk mencari keuntungan. munculnya
dugaan korupsi biskuit ibu hamil dan
balita ini.
Jadi, Geng Kemenkes memiliki program
yang bernama pemberian makanan tambahan
atau yang disingkat dengan PMT. Nah, PMT
ini sendiri dibagi menjadi dua jenis,
yaitu PMT pemulihan dan PMT penyuluhan.
Meskipun berbeda, kedua jenis PMT ini
sama-sama memiliki tujuan untuk memenuhi
kebutuhan gizi, terutama pada ibu hamil
dan juga balita agar mencegah serta
mengatasi masalah gizi seperti stunting.
Nah, ada penjelasannya, Geng, untuk dua
jenis PMT ini. Untuk PMT pemulihan
bertujuan untuk memulihkan kondisi gizi
kurang atau yang buruk pada balita dan
juga ibu hamil. Bahkan makanan yang
digunakan bisa berupa makanan lokal atau
pabrikan yang kaya akan zat gizi seperti
protein, vitamin, dan mineral. Contohnya
nih ya. Contohnya PMT pemulihan itu bisa
berupa bubur kacang hijau, nasi tim hati
ayam, atau biskuit yang difortifikasi.
Biskuit yang dimaksud itu adalah biskuit
yang sudah ditambahkan zat gizi tertentu
saat produksinya agar bisa meningkatkan
gizi di dalam biskuit tersebut. Nah, itu
yang disebut dengan ee PMT pemulihan.
Nah, kemudian geng yang kedua tuh ada
PMT penyuluhan yang tujuannya untuk
memberi edukasi gizi kepada ibu hamil
dan balita. Dan selain memberikan
makanan tambahan, PMT penyuluhan juga
memberikan informasi tentang pentingnya
gizi seimbang, ASI eksklusif, dan pola
asuh yang baik. Contohnya dengan
melakukan kegiatan demo masak, konseling
gizi, dan penyuluhan tentang isi
piringku, yaitu sebuah penyuluhan
mengenai kombinasi makanan yang baik
untuk dikonsumsi di dalam satu piring.
PMT penyuluhan ini juga berfungsi
sebagai stimulan agar ibu dan balita
rutin datang ke posandu untuk menimbang
berat badan dan mengukur tinggi badan.
Selain dua PMT yang gua sebutkan tadi,
ada PMT lainnya juga, Geng, yang
mendukung kedua PMT yang tadi, seperti
PMT berbahan pangan lokal yang merupakan
upaya bagi Kementerian Kesehatan untuk
memanfaatkan potensi pangan lokal kita
dalam program PMT ini. Nah, ini kan bisa
ee men-support petani juga lah gitu.
Tujuannya agar meningkatkan status gizi,
terus menurunkan angka stunting dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada di
Indonesia sendiri yang tersedia di
daerah-daerah tersebut. Misalkan nih di
daerah itu tuh penghasil e padi atau
penghasil ubi. Nah, dipakailah itu untuk
program PMT ini. Nah, PMT lokal itu
diberikan kepada balita gizi yang kurang
dan ibu hamil yang kurang energi kronis
atau kek selama periode tertentu, Geng.
Misalkan kayak selama 90 hari gitu. Nah,
kegiatan ini juga melibatkan evaluasi
rutin dan makan bersama untuk bisa
memotivasi peserta. Jadi, kayak apa ya?
kurang lebih tuh kayak dibikinin acara
makan-makan bareng, dibikinin dapur e
dapur masyarakat gitu loh, dapur bersama
gitu-gitu deh. Kalau dari penjelasan gua
tadi ya, intinya PMT ini adalah sebuah
program dari Kementerian Kesehatan yang
tujuannya bagus untuk memperbaiki dan
menjaga gizi bagi ibu-ibu hamil dan
balita di daerah-daerah. Caranya ada
berbagai macam, termasuk dengan
memberikan biskuit bergizi tinggi. Tapi
sayangnya justru ya biskuit inilah yang
diduga dijadikan sebagai ladang korupsi
bagi oknum yang tidak bertanggung jawab
yang diberikan mandat untuk
mendistribusikan atau membuat biskuit
tersebut. Soalnya ya biskuit yang
seharusnya bergizi itu komposisinya
malah diubah ya kan malah bukan gizinya
yang tinggi, tepungnya, gulanya itu yang
ditingkatkan di sana. Gak sesuai dengan
standar yang sudah ditetapkan. Nah,
sebenarnya bukan karena tepung dan
gulanya doang yang bermasalah, tapi
kayak gizinya itu enggak ada sedikit
banget. Fokusnya cuma di tepung dan gula
itu doang. Jadi kalau gula terlalu
tinggi kan bahaya ya bagi manusia. Nah,
apalagi jika biskuit itu dikonsumsi
secara berlebihan yang ada ya itu
jangankan orang tuanya, balitanya pun
bisa kena diabetes. Jadi isinya cuma
kalori doang itu biskuit enggak ada
gizinya. Sementara untuk ibu hamil dan
balita itu membutuhkan gizi yang lebih
banyak. Dengan perilaku seperti ini ya
jelas sama aja semacam merampas hak
masyarakat yang seharusnya bisa
mendapatkan gizi yang baik dari makanan
yang disalurkan oleh pemerintah dengan
tujuan yang baik, tujuan yang mulia,
tapi justru ya dibelokkan sampai
akhirnya yang didapatkan oleh masyarakat
ibu hamil dan balitanya tadi ya kayak
biskuit-biskuit penyakit gitu. Dan
secara enggak langsung balita aja yang
masih belum tahu apa-apa menjadi korban
korupsi di negara kita. Miris banget ya.
Benar-benar kayak wah penyakit yang
kayaknya enggak sembuh-sembuh gitu.
Terus geng program-program pemerintah
kayak gini kan pastinya memiliki
anggaran dan untuk kasus ini anggarannya
pasti disesuaikan untuk membuat biskuit
yang bergizi. Nah, tapi kan pada
kenyataannya biskuitnya cuma banyak
tepung dan gula doang. Berarti
anggarannya ke mana gitu? Dari sinilah
muncul dugaan adanya kasus korupsi dari
program pemberian biskuit dari Kemenkes
ini. Nah, gimana nih awal mula
terungkapnya? Sekarang kita akan masuk
ke dalam pembahasan kronologi
terungkapnya kasus korupsi biskuit
bergizi di negara kita tercinta ini.
Jadi, Geng, karena merasa ada yang tidak
sesuai antara anggaran yang diberikan
dengan hasil dari program PMT, yaitu
biskuit yang ditujukan untuk ibu hamil
dan balita, ya mulailah dilakukan
pengusutan terhadap kasus ini. Namun
sebelum kasusnya ramai kayak sekarang,
sebenarnya kasus ini udah pernah diusut
juga oleh Kejaksaan Agung dan diskrimsus
Polda Metro Jaya pada tahun 2019 dan
tahun 2022. Nah, tapi di dalam
pengusutan tersebut diskrimsus Polda
Metro Jaya mengeluarkan surat pada
tanggal 12 November 2019 yang hasilnya
tidak ditemukan adanya peristiwa tindak
pidana korupsi yang mengakibatkan adanya
kerugian negara. Ya, gua enggak tahu nih
kok bisa enggak ditemukan nih
bapak-bapak di saat itu. Ya, kita enggak
tahulah ya mungkin ada apa gitu.
Dihimpun dari berbagai sumber, keputusan
serupa juga dikeluarkan oleh Kejaksaan
Agung di saat itu. Penyelidikan
dilakukan pada tahun 2022 yang
menyatakan bahwa pengadaan biskuit PMT
balita dan ibu hamil tahun 2017 dan 2018
tidak ditemukan pelanggaran hukum juga.
Tuh, hebat nih. Nah, barulah nih ya
ketika tidak ditemukan adanya kasus
korupsi, kasus ini pun diselidiki oleh
pihak lain yaitu KPK. Di saat itu ya
pelaksana tugas deputi penindakan KPK
bernama Asep Guntur Rahayu, dia
mengungkapkan untuk bisa memberikan
nutrisi kepada ibu hamil dan anak-anak
dengan kondisi tankes atau stunting,
pemerintah membuatkan sebuah program
untuk memberikan makanan tambahan bagi
bayi dan juga ibunya, ibu hamil gitu.
makanannya ini berupa biskuit tadi. Nah,
seperti yang gua sebutkan sebelumnya,
tapi biskuitnya yang seharusnya bergizi
ini justru nutrisinya dikurangi. Di
situlah baru ketahuan ada korupsinya.
Nah, jadi kalau untuk dua lembaga awal
nih kayak dari polisi dan jaksa yang
memeriksa kasus ini memang secara
penggunaan dana, penggunaan anggaran
semacam enggak terlihat ada korupsi ya.
Jumlah biskuitnya sesuai ya kan?
Biskuitnya ada, pembagiannya ada, jadi
enggak kelihatan korupsi. Barulah pihak
KPK yang memeriksa, di situlah ketahuan
korupsinya di mana. Korupsinya di bahan
baku si biskuit itu yang seharusnya
bergizi, yang seharusnya mahal itu
biskuit tapi dipakai bahan-bahan yang
murah yaitu tepung dan gula. Tuh.
Nah, terus Geng selain itu Geng Premix
yang merupakan campuran vitamin,
mineral, serta bahan lainnya juga ikut
dikurangi. Buat yang belum tahu apa itu
premix, premix ini adalah campuran siap
pakai yang berisi berbagai nutrisi
seperti vitamin, mineral, dan asam
amino, dan juga lain-lain dengan
komposisi tertentu yang sudah ditakar
sesuai dengan standar. Nah, gara-gara
dikurangi inilah berdampak pada turunnya
kualitas gizi yang terdapat di dalam
biskuit tersebut yang mana juga ini
berpengaruh terhadap harga produksi. ya
produksinya jadi yang harusnya kayak
satu misal nih ya satu kantongnya atau
satu produknya itu kayak Rp10.000 ini
cuma jadi 2.000 jadi 8.000-nya ke mana?
Dikantongin tuh. Nah, aksi ini dianggap
menjadi celah bagi para oknum untuk bisa
meraup keuntungan secara ilegal dan
menimbulkan kerugian negara. Tujuan
negara kita udah baik banget untuk
masyarakat. Tapi oknum-oknum yang
menerima proyek ini ya berbuat curang.
Berdasarkan keterangan yang gua
dapatkan, aksi ini kemungkinan
berlangsung dalam rentang waktu 2016
sampai tahun 2024. Nah, namun adanya
informasi lain yang menyebutkan kalau
aksi ini berlangsung sampai tahun 2020.
Nah, cuma penyelidikan mulai dilakukan
dari awal tahun 2024, katanya sih gitu.
Nah, cukup lama ya ini semua berjalan
dan dalam rentang waktu tersebut Pak
Budi Gunadi Sadikin ya belum menjadi
Menteri Kesehatan di saat itu. Kalau gua
lihat dari list yang ada di Wikipedia
dalam rentang tahun 2016 sampai 2024 itu
sudah terjadi pergantian posisi menteri
sebanyak dua kali. Yang pertama ya ada
Nila Muluk yang ee menjabat dari tahun
2014 sampai 2019. Terus ada Terawan Agus
Putranto yang menjabat dari tahun 2019
sampai 2024. Nah, gua menemukan sebuah
berita nih dari Media Antara di tahun
2023 mengenai realisasi PMT lokal yang
pada saat itu sudah mencapai 93,3%
per September 2023 dari 389 daerah yang
mengikuti program tersebut. Di saat itu,
Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
Kementerian Kesehatan yang bernama
Lovely Daisy mengatakan PMT lokal yang
mulai dilaksanakan pada Mei 2023 dengan
menargetkan 6.325
5 Puskesmas yang tersebar di 389
kabupaten serta kota. Berdasarkan
akumulasi Puskesmas yang mendapatkan
alokasi dana program tersebut dikatakan
ada sebesar 70,4% yang sudah
melaksanakan pemberian PMT lokal kepada
masyarakat. Nah, jadi udah hampir 100%
tuh yang mengadakan ini
dan Buddha ISI ini mengatakan ya pada
saat itu di tahun pertama
penyelenggaraan PMT lokal ini pemerintah
itu sudah mengalokasikan dana sebesar
1,2 triliun dan sudah melakukan
pendampingan di setiap daerah yang
melaksanakan program tersebut agar
terjadi percepatan implementasi PMT.
Jika diasumsikan kalau biskuit itu juga
diberikan, ya itu artinya sudah banyak
sekali ibu hamil serta balita yang
mengkonsumsi biskuit tinggi gula ini.
Kebayang tuh sedihnya gimana tuh masa
depan bangsa? Jadi kalau kalian lihat
anak-anak kecil di Indonesia
pertumbuhannya buruk banget. Ada yang
obesitas, ada yang kulitnya gatal-gatal
ya kan? Ada yang gampang sakit. Ya,
beginilah makanan yang kita konsumsi
semuanya sudah semacam racun yang
perlahan-lahan akan menggerogoti tubuh
kita. Dan dalam rentang tahun dari 2016
sampai 2024, berarti sudah berapa banyak
biskuit yang dikonsumsi oleh masyarakat
kita? Sedih enggak tuh? Terus kemudian
geng, gue juga akan mengakses laporan
penelitian, evaluasi pelaksanaan program
pemberian makanan tambahan atau PMT
untuk balita kurus dan juga ibu hamil
kurang energi kronis atau Kek yang
dibuat oleh Badan Kebijakan Kemenkas. Di
sini ya lengkap banget, Geng,
informasinya yang mana dijelaskan kalau
ada empat strategi dalam mengurangi gizi
kurang atau gizi buruk, yaitu
memperbaiki konsumsi pangan keluarga
dengan pola pangan yang bergizi seimbang
melalui peningkatan akses pangan
keluarga dan perorangan dengan perbaikan
dan daya beli serta pendidikan. Nah,
terus yang kedua dengan suplementasi
baik berupa pangan tambahan maupun
tambahan multiat gizi mikro. Terus yang
ketiga, fortifikasi makanan. Dan yang
keempat, strategi penanggulangan gizi
itu harus terintegrasi di dalam suatu
koordinasi dan kepemimpinan yang
efektif. PMT pemulihan bagi bayi dan
anak balita kurus serta ibu hamil KEK
itu merupakan salah satu dari strategi
global tersebut, Geng. Program ini
bahkan sudah dijalankan sejak tahun 1998
sampai 2003, yaitu berupa PMT bubuk atau
bubur dan PMT biskuit mulai tahun 2024.
Tapi penurunan terhadap masalah gizi
ternyata belum terselesaikan, tidak
sesuai harapan. Terus, Geng, di tahun
2016, pemerintah itu sudah
mengalokasikan anggaran mengenai
pengadaan makanan tambahan berupa
biskuit yang bakal diberikan kepada
396.560
balita kurus dan 485.24
ibu hamil kek yang ada di seluruh
Indonesia. Pembuatan biskuitnya
dilakukan di pabrik makanan yang ada di
Jakarta sebagai produsen biskuit untuk
PMT Balita. PMT anak sekolah dan PMT ibu
hamil. Setiap bungkus biskuit ini
berisikan 12 keping yang mengandung
berbagai kandungan gizi. Kalian bisa
lihat sendiri komposisinya banyak
banget, kan? Nah, ini. Dan pastinya gizi
tersebut sangat dibutuhkan bagi balita
yang sedang aktif-aktifnya dan dalam
masa tumbuh kembang. Untuk ibu hamil
tentunya ini sangat baik ya. Baik bagi
kesehatan ibu dan bayi di dalam
kandungannya. Nah, tapi ya komposisi itu
cuma tulisan doang. Aslinya semuanya
justru diubah jadi tepung dan gula to
yang penting jadi biskuit. Yang mana
pada awalnya ketika program PMT ini baru
dijalankan memang tingkat pencapaiannya
masih rendah. Namun yang menariknya
sedari tahun 2016 sudah tercatat kalau
rata-rata zat gizi yang terkandung di
dalam biskuit PMT Balita masih ada
beberapa vitamin yang lebih rendah dari
spesifikasi komposisi zat besi yang
ditetapkan di dalam Capmen CAS nomor 224
tahun 2007 yaitu FE, vitamin A, vitamin
B3, vitamin B6, dan vitamin K1.
Sementara untuk PMT ibu hamil, zat gizi
yang masih rendah dari spesifikasi
komposisi zat gizi Capmen Cas nomor 889
tahun 2009 yaitu kandungan zat gizi
makro yaitu salah satunya energi total,
terus ada protein dan lemak serta zat
gizi yang melebihi spesifikasi Capmen
Case ya, yaitu kandungan gula total. Itu
berarti memang kandungan gula yang
berlebihan ini sudah terjadi sejak awal
penerapan biskuit PMT ini, Geng. Dan
enggak pernah dibenahi sampai sekarang.
kacau banget, Geng. Tujuannya, bahasanya
ya kan eh untuk mensejahterakan
masyarakat, biar masyarakat sehat, biar
masyarakat kuat tumbuh kembangnya, biar
anak-anak generasi bangsa ini pintar,
tapi ya yang dikasih sampah gitu ya. Dan
di dalam laporan yang sama juga tertulis
kebijakan penentuan sasaran pemberian
PMT untuk balita serta ibu hamil di
berbagai daerah ini hasilnya bervariasi,
Geng. Sebab ya sasarannya enggak cuma
ditujukan untuk menangani balita kurus
serta ibu hamil KEK doang. Pedoman untuk
melaksanakan PMT juga berbeda-beda,
tergantung dari daerah-daerah tersebut.
Ada kendala juga yang dialami oleh
puskesmaspuskesmas daerah-daerah ya.
Karena kebanyakan dari Puskesmas saat
itu masih belum memiliki ruangan khusus
yang ideal untuk bisa menyimpan PMT. Ya,
kita paham ya di kampung-kampung
puskesmas mana gede-gede sih,
kecil-kecil banget. Terus ya untuk
menyimpan e apa ya makanan-makanan untuk
PMT itu mau di ruangan mana ya kan
ruangan bersih mana susah mereka di
sana. Nah sebab kalau enggak disimpan
dengan baik nih ya PMT ini bisa jadi
rusak entah kena kecoa, dikencengin
tikus dan lain-lain lah. Dan sudah pasti
kandungan gizinya tuh udah rusak enggak
maksimal lagi ya. Ditambah lagi dengan
memang enggak ada gizinya cuma tepung
dan gula. Nah, terus juga laporan ini
menunjukkan bahwa ada sebanyak 65% PMT
balita yang diberikan justru tidak tepat
sasaran. Sementara untuk PMT ibu hamil
ada sebanyak 87,7% yang tepat sasaran.
Yang mana artinya masih ada sisanya yang
belum tepat sasaran. Balita yang bisa
menghabiskan PMT biskuitnya itu cuma
33,2%.
Kalau untuk ibu hamil yang bisa
menghabiskan biskuitnya mencapai 21%.
Nah, ini laporan di kondisi ketika PMT
baru dilaksanakan, Geng. Tahun 2016.
Kalau kita bandingkan dengan tahun 2023
setelah beberapa tahun dijalankan,
capaian targetnya sudah meningkat
memang. Jadi sebenarnya bisa dikatakan
progresnya itu berhasil ya, Geng. Secara
ya penyuluhannya atau pemberiannya
kepada yang membutuhkan itu emang oke
gitu nyampai semua. Cuma aja geng itu
tadi biskuitnya itu enggak sesuai dengan
standar yang sudah ditetapkan. Memang
semuanya kebagian. Seluruh Indonesia
kebagian tapi isinya apa? Gizi enggak?
Kalori isinya. Kasihan banget. Terus
kemudian geng, juru bicara KPK yang
bernama Budi Prasetio itu menyampaikan
bahwa tim KPK sudah melakukan berbagai
tindakan untuk mencari informasi dan
keterangan yang dibutuhkan agar bisa
mendukung kejelasan dan konstruksi
perkara dugaan kasus korupsi yang
menyeret ke Mengkes ini. Pak Budi itu
menyampaikan pernyataan tersebut ketika
dikonfirmasi mengenai kabar dari
pemanggilan seorang saksi yang
berinisial MJ yang disebut-sebut berasal
dari perusahaan farmasi, Geng. Nah,
terus juga beredar informasi yang
menyebutkan kalau perusahaan farmasi
tersebut berinisial IF. Nah, gua gak
bisa nyebutin nih kepanjangannya apa.
Yang jelas inisial IF tebak sendiri deh.
Nah, perusahaan IF inilah yang
disebut-sebut memenangkan tender
pengadaan makanan tambahan ini. Namun,
Pak Budi belum bisa menyampaikan secara
rinci mengenai siapa aja pihak yang
terkait dengan kasus yang diduga sebagai
korupsi PMT di Kemenkes ini, Geng. Cuma
beliau memastikan bahwa KPK akan
menelusuri serta melacak setiap pihak
yang diduga terlibat maupun berperan di
dalam dugaan korupsi ini. Dan sebelum
kasus terkait biskuit PMT, KPK juga
sempat menyoroti efektivitas program
yang sama, Geng. Yang mana di tanggal 5
Maret 2025, KPK itu menyoroti program
pemberian biskuit maupun susu oleh
pemerintah yang belum menunjukkan adanya
hasil yang signifikan dalam menurunkan
angka stunting di Indonesia. Pak Setyo
selaku ketua KPK menyebutkan bahwa anak
atau ibu hamil lebih banyak menerima
biskuit daripada susu. Sehingga KPK
menilai bahwa pemberiannya jadi enggak
efektif dan hanya buang-buang anggaran.
Lebih banyak biskuit harusnya kan susu
ya. Kalau susu kayak mau dipalsukan juga
agak susah tuh ya kan. Tapi kalau
biskuit kan gampang banget tinggal bahan
bakunya tuh di ya dibikin pakai yang
murah-murah. Dan lebih lanjutnya, Pak
Setyo juga menyoroti mengenai
eksklusivitas dalam penentuan satuan
pelayanan ee pemenuhan gizi atau SPPG.
Dan bagi beliau ya penertiban harus
dilakukan karena beliau mendapatkan
informasi adanya perlakuan khusus yang
terjadi di beberapa lokasi. Terlebih
lagi ada laporan yang menyebutkan kalau
terjadi pengurangan makanan e yang
seharusnya diterima senilai Rp10.000,
tapi yang diterima cuma Rp8.000 aja,
Geng. 2.000-nya dikantongin. Ya memang
terkesan kecil kalau 2.000 dikali sekian
juta 2.000 juta 2 M gitu kan. Untuk itu
ya Pak Setyo ini memperingatkan Badan
Gizi Nasional atau BGN agar bisa menjaga
kualitas makanan program dari makanan
bergizi gratis atau MBG. dan BGN ini
harus bisa memastikan kandungan makanan
yang diberikan kepada anak-anak penerima
program MBG ini. Dan KPK juga
mengingatkan bahwa anggaran program MBG
luar biasa besar sehingga distribusi
yang terpusat di BGN jangan sampai
menimbulkan permasalahan di tingkat
daerah. Kemudian Pak Setyo juga
menekankan pentingnya tata kelola
keuangan yang transparan dan mendorong
keterlibatan masyarakat serta penggunaan
teknologi di dalam pengawasannya. Yang
mana ini maksudnya ya pengawasan pakai
teknologi dicatat dengan benar. Nah,
kalau misalkan masyarakat itu kalau
sempat ada yang ngelihat, "Wah, ini
curang nih, laporin aja. Laporin aja
supaya ya oknum-oknum yang curang ini
bisa ditindaklanjuti." Terus, Geng, di
saat itu anggaran yang disediakan untuk
membeli biskuit dan susu sebagai salah
satu upaya mengatasi stunting di tiap
daerah itu dihentikan dan dialihkan
penggunaannya. Nah, Wakil Menteri
Kesehatan yang bernama Pak Dante Saksono
Harbuwono itu mengatakan sebagai
gantinya anggaran dialihkan untuk
membeli makanan protein hewani. Sebab
PMT berupa biskuit dan susu dinilai
kurang efektif mengatasi stunting.
Menanggapi penemuan pemberian makanan
bergizi di daerah sering diselewengkan
atau menyalahi aturan seperti memberikan
produk kemasan susu kotak dan biskuit
yang tinggi lemak dan gula enggak sesuai
nilai gizinya. Nah, Pak Dante ini
menyatakan pihak Kemenkes sudah berulang
kali mengadakan evaluasi dan audiensi
bersama para ahli. Nah, para ahli
berpendapat bahwa pemberian PMT yang
paling efektif untuk mencegah stunting
adalah dalam bentuk protein hewani.
Padante kemudian meminta kepada seluruh
pihak agar tidak salah dalam menanggapi
kebijakan penyopan anggaran untuk
pembelian susu dan biskuit tersebut.
Sebab Kemenkes sudah mengganti hal itu.
Jadi, bukan diop untuk enggak dibagi
lagi, enggak. tapi diganti dengan
pemberian anggaran untuk membeli atau
mengolah makanan berprotein hewani
seperti telur, ikan, dan ayam yang
kemudian disalurkan melalui posandu di
seluruh Indonesia. Selain lebih
bermanfaat untuk tumbuh kembang anak,
makanan yang mengandung protein hewan
ini juga bisa dikembangkan oleh warga
lokal karena bisa meningkatkan roda
perekonomian suatu wilayah. Jadi, enggak
bisa lagi tuh kayaknya
dikorupsi-korupsi. Kalau tadi kan
biskuit ya, bahannya bisa dikorupsi.
Nah, kalau ini kan udah jelas nih ayam,
telur. Gimana caranya dipalsukan? enggak
mungkin gitu dan juga rata-rata
sumbernya itu dari ya petani atau
peternak lokal kurang lebih kayak gitu.
Nah, sementara Pak Budi selaku Menteri
Kesehatan itu memberikan respon terkait
dugaan korupsi pengadaan program biskuit
PMT ini. Berdasarkan pernyataannya, Pak
Budi ini justru bilang kalau dia tidak
mengetahui adanya PMT tersebut dan baru
mendengar. Gimana sih?
Ya ini enggak tahu ya, Geng. Apakah
karena Pak Budi ini baru jadi menteri di
akhir tahun 2024, tapi kan seharusnya ya
beliau tahulah ya ada PMT ini ya kan
menjadi menteri harusnya kan ngelihat
program-program yang lalu-lalu tuh apa
aja. Kalau emang program lalu itu baik
ya diteruskan dilanjutkan gitu. Ini
bisa-bisanya beliau enggak tahu katanya.
Namun kan ya ya gitu tadi setelah jadi
menteri Pak Budi harusnya tahulah ya
program tersebut karena itu kan
dijalankan di dalam kementerian yang
beliau pimpin sendiri malah beliau yang
enggak tahu dan selain Pak Budi, pihak
dari Kemenkes yang angkat bicara itu
adalah Pak Haji Muhawarman selaku Kepala
Biro Komunikasi dan Informasi
Kementerian Kesehatan. Nah, Pak Haji ini
bilang bahwa Kemenkes itu berkomitmen
untuk mengikuti proses penyelidikan yang
sedang dilakukan oleh KPK terhadap
dugaan korupsi pengadaan PMT untuk
balita dan ibu hamil ini. Kemenkes pun
menghargai dan menyerahkan proses
penyelidikan kasus ini sepenuhnya sesuai
dengan kewenangan KPK. Nah, di saat itu
Pak Haji kembali menegaskan bahwa dugaan
korupsi yang dilakukan itu terjadi
sebelum era kepemimpinan Menteri
Kesehatan yang saat ini yaitu Pak Budi
Gunti Sadikin. Dan meskipun begitu,
Kemenkes akan tetap membantu proses
penyelidikan dan melakukan pengawasan
serta melaporkan hasilnya ke KPK. Beliau
juga menegaskan Kemenkes akan mematuhi
dan mengikuti proses hukum jika memang
terbukti adanya pelanggaran hukum di
dalam PMT tersebut. Nah, itu Geng
Kebayang ya, Geng ya. Segala lini di
negara kita ini dikorupsi termasuk
makanan untuk rakyat miskin. Makanan
kecil-kecil biskuit. Ya Allah, tetap
dikorupsi juga.
Hah. Itu dia, Geng, pembahasan kita hari
ini mengenai terungkapnya kasus dugaan
korupsi yang menyeret ke MKES yang
berkaitan dengan biskuit yang disalurkan
melalui program PMT. Gimana menurut
kalian tentang pembahasan ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:59 UTC
Categories
Manage