Kind: captions Language: id Geng, udah lama banget ya kita enggak ngebahas tentang Palestin dan Isriwil. Meskipun sudah absen beberapa waktu ngebahas konflik di antara dua negara ini, sayangnya situasi di sana masih aja belum membaik. Makin mengerikan dan makin banyak orang yang menyuarakan untuk stop ya, stop melakukan genosida, stop perang. Istri Will masih terus menggempur wilayah Gaza. Pasukan makanan pun tertahan di perbatasan sehingga membuat banyak orang yang ada di Palestina itu menderita kelaparan. Sempat gua lihat beberapa kali di sosial media yang memperlihatkan orang-orang Palestina mau itu yang masih kecil sampai dewasa ya badannya bahkan sampai tinggal tulang belulang doang geng saking kelaparannya mereka. Namun ya di video kali ini kita tidak akan berfokus membahas masalah kondisi tersebut. Justru yang akan kita bahas di sini adalah dari sisi istri Will-nya. Ya, biasanya kan kita selalu membahas dari sisi Palestina atau justru dari sisi ee mata masyarakat dunia tentang perang ini. Kita jarang banget membahas bagaimana sih sebenarnya situasi dari pihak Istri Will sendiri. Apakah mereka merasa senang dengan apa yang sudah mereka lakukan? Apakah mereka merasa bangga dengan genosida yang mereka lakukan? Seperti yang udah kalian baca di judul video ya, memang sedang ada pergolakan baru diriwel yang justru membuat warga mereka sendiri sedang demo besar-besaran untuk menuntut Netanyahu agar mengakhiri perang di Gaza. Nah, sikap ini benar-benar bikin kaget ya, Geng. Sebelumnya kita udah sempat ngelihat sendiri bahwa merekalah yang paling semangat atas perang ini karena merasa lebih kuat, merasa super power, merasa pasukan militer negara mereka bisa menghancurkan semua yang ada di Gaza. Nah, tapi ini justru tiba-tiba sikapnya benar-benar berbanding terbalik dengan yang sebelum-sebelumnya. Mereka saat ini justru ingin agar pemerintah melakukan pemberhentian perang. Padahal selama ini ya mereka yang paling semangat men-support untuk ya dilakukannya genosida oleh Isriwil terhadap Palestina. Dulu orang-orang Isriwil atau masyarakat Isriwil ini bangga untuk bisa menjadi tentara IDF. Sekarang mereka udah mulai pada enggak mau lagi ikut perang, Geng. Udah capek. Malah ada yang sampai membakar surat wajib militer mereka dan lebih milih buat dipenjara dibandingkan harus dikirim ke Gaza. Nah, udah mulai ada pemberontakan nih di internal mereka sendiri. Dan jadi pertanyaannya apa yang sebenarnya terjadi di Isriwil? Kenapa jadi orang-orang Isriwil di saat ini banyak yang menolak perang dan mendesak pemerintah agar berhenti untuk melakukan genosida ke Palestina? Dan apa tanggapan dari Netanyahu serta pejabat-pejabat lain yang ada di Istriwel setelah melihat respon dari masyarakat mereka sendiri yang tidak lagi men-support pemerintahnya dan justru tidak sejalan lagi dengan pemikiran mereka. Untuk menjawab hal ini ya kalian harus banget dengar ee cerita ini, pembahasan kali ini karena ini cukup seru untuk kita bahas. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Gingeng. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita awali dulu dengan pembahasan ketika warga Istri Will melakukan demo besar-besaran karena perang ini. Jadi, pada hari Minggu tanggal 17 Agustus kemarin bertepatan dengan kita yang sedang merayakan hari kemerdekaan Indonesia di Istriwil justru sedang keos ya yang diakibatkan oleh ribuan warganya yang mengikuti aksi mogok nasional. Kerumunan ini bisa terlihat dari hostage square dan para peserta dari aksi mengibarkan bendera istri Will berukuran besar dengan foto-foto para Sandra. Aksi mogok ini sampai menutupi jalan, kantor, serta kampus yang ada di beberapa daerah. Sejumlah bisnis di Tel Afif dan juga Yerusalem itu memilih untuk tutup sebagai bentuk dukungan mereka terhadap demo ini. Demonstrasi ini dianggap sebagai demonstrasi terbesar dalam 22 bulan peperangan. eh terhadap Palestina. Dan itu semua terjadi seminggu setelah kabinet perang Isriwil memutuskan untuk menduduki kota Gaza. Nah, Isriwil di saat itu berencana ingin memindahkan secara paksa 1 juta manusia dari kota Gaza ke kematan, ya, tetapi belum memberikan jadwal yang pasti kapan mereka akan melakukan itu atau IDF-nya akan memasuki kota Gaza. Jadi, ini benar-benar apa ya rencana ingin memusnahkan etnis gitu. Jadi pengin dihabisi semua etnis dari Palestina ini. Detail Afif terjadi kerusuhan, Geng. Ketika polisi anti huruhara mencoba untuk membubarkan aksi protes yang berlangsung di luar kantor pusat likut, sebuah partai politik besar di Istriwil yang berhaluan kanan atau nasionalis konservatif. Nah, aparat di saat itu sampai menembakkan meriam air untuk bisa membubarkan para peserta aksi. Nah, sementara protes-protes berskala besar juga terjadi di daerah-daerah lain di seluruh ISRI. Jadi sekarang ibaratnya ini ya, Istri Will ini selain perang dengan negara lain, mereka juga di internalnya sedang berperang dengan masyarakatnya sendiri. Yang jadi pertanyaannya apa sih yang sebenarnya dituntut di dalam aksi protes tersebut? Nah, orang istri Wil ya justru sedang tidak sepaham dengan pemerintahannya. Mereka justru mendesak agar perang di Gaza segera berakhir serta menuntut kepada pemerintah untuk segera membebaskan para Sandra yang ditahan di Gaza oleh pihak Mamas. Nah, diperkirakan ada 50 orang Sandra yang masih berada di Gaza dan sekitar 20 di antaranya diyakini masih hidup. 30-nya udah meninggal. Nah, aksi ini juga didukung oleh forum Sandra dan keluarga yang hilang. Selain itu juga ada serikat pekerja besar termasuk pengacara, dokter, staf akademisi, serta mahasiswa dari Universitas Ibrani Yerusalem sampai dengan ke forum bisnis. Nah, semua kalangan di saat itu ikut berpartisipasi. Salah satu dari peserta aksi itu ada yang bernama Ef Zangwaker. Dia adalah ibu dari seorang Sandra Matan. Nah, Ainf ini mengatakan bahwa mereka yang hadir di dalam aksi ini menuntut apa yang memang menjadi hak mereka, yaitu kepulangan anak-anak mereka yang sudah lama menjadi Sandra di Gaza. Bagi mereka, pemerintah istriwil sudah mengubah perang yang tadinya terlihat memiliki tujuan menjadi perang yang enggak ada gunanya, enggak jelas tujuannya apa, bahkan jadi mengorbankan anak-anak mereka yang tidak kunjung kembali. Nah, kemudian geng mantan Sandra yang bernama Arbel Yehud itu juga ikut bersuara. Dia mengatakan bahwa tekanan militer seperti yang dilakukan oleh pemerintah Istriwil tidak bisa membawa Sandra justru dikembalikan oleh Mamas. Justru tekanan militer itulah yang akan menghilangkan nyawa para Sandra. Nah, jadi bisa dikatakan satu-satunya cara untuk bisa membawa mereka kembali adalah melalui kesepakatan, bukan dengan membombardir Gaza. Di saat itu, Benny Gans itu selaku pemimpin National Unity, dia juga menyuarakan dukungan terhadap para pengunjuk rasa dan menuntut agar pemerintah tidak menyerang keluarga dari para Sandra yang sedang melakukan aksi. Di dalam aksi ini, polisi memberikan pengumuman bahwa mereka sudah menahan sebanyak 32 pengunjuk rasa di seluruh istri Will. Nah, jadi rakyatnya sendiri juga ikut ditahan oleh mereka. Dan sebagian besar demonstran yang ditahan itu berunjuk rasa di Jalan Begin dan jalan raya Ayalon di Tel Afif. Sementara ada tujuh demonstran lain yang ditangkap di Yerusalem karena memblokir jalan selama aksi berlangsung di seluruh kota. Demonstrasi diketahui berlangsung selama 3 jam di Tel Afif dan kemudian berakhir setelah para demonstran dihentikan di dalam perjalanan mereka ketika mereka mau bergerak menuju kediaman Netanyahu di Jalan Aza. Enggak main-main ya, demonstrannya langsung ke rumah Netanyahu, Geng. Tapi langsung diop. Polisi di saat itu menutup sebagian jalan untuk mobil dan para pejalan kaki akibat protes massal tersebut, Geng. Aksi protes ini enggak cuma disuarakan lewat aksi langsung, tapi juga ikut diramaikan di sosial media dengan hashag bring them home and stop the war. Yang mana ini menarik banget ya. Pas gua lihat hashtag-nya di X, aksi menuntut penghentian perang dan pembebasan Sandra ini cuma terjadi di East Rewel, tapi juga bahkan sampai ke London, Inggris, Geng. Nah, aksi di London ini juga berlangsung di hari yang sama, yaitu di hari Minggu tersebut. Kebayang tuh ya, tuh apa ya? Kayak masyarakat dunia udah mulai bersatu dan bahkan ya masyarakat Istri Will sendiri udah apa ya, udah udah enggak setuju dengan pemerintahannya. Ini semua kayak cuma otak-otaknya Netanyahu aja yang enggak waras gitu, Geng. Ratusan demonstran itu berbaris melalui pusat kota London dan unjuk rasa yang ada di London itu dipimpin oleh kepala rabi Inggris. Jadi orang Yahudi yang pimpin. Namanya itu adalah Sir Ibrahim Mirfis dan kelompok aksi langsung Yahudi Stop the Hatte. Buset. Tapi ya ada yang beda nih dengan unjuk rasa di isrewel. Kalau yang di London ini ada beberapa orang yang ikut aksi yang justru juga menyuarakan protes terhadap niat Inggris yang ingin mengakui negara Palestina di bulan September nanti. Kecuali Isri Will ya bisa memenuhi persyaratan tertentu. Nah, bagi beberapa orang yang pro Isriwil, niat dari Inggris ini justru dianggap sebagai hadiah untuk Mamas gitu. Pihak kepolisian memperkirakan bahwa ada sekitar 2.000 orang yang ikut serta di dalam protes tersebut. Bentrokan kecil sempat terjadi di dekat Travalgar Square di mana pada saat itu ada beberapa orang yang meneriakkan slogan-slogan pro Palestina. Nah, beberapa di antara mereka digiring pergi oleh polisi. Salah satu dari peserta aksi di London ini yang bernama Adam Maanit. Nah, dia ini sampai kehilangan beberapa anggota keluarga di dalam serangan lintas perbatasan yang dipimpin oleh Mamas tanggal 7 Oktober 2023. Nah, Adam ini bilang bahwa pemerintah Inggris belum menggunakan semua cara untuk membebaskan para Sandra yang tersisa yang sampai saat ini masih ditahan di Gaza. Menurut dia, pembebasan para Sandra itu menjadi cara untuk membuka jalan baru dan bisa mengakhiri krisis yang terjadi di Timur Tengah. Nah, Adam ini juga mau agar pemerintah Inggris tidak gegabah dalam mengambil keputusan dan menganggap bahwa niat Inggris yang ingin mengakui negara Palestina sebagai tindakan yang ceroboh. Kemudian beberapa peserta aksi itu sempat juga membawa foto dari Evatar David, seorang pria berusia 24 tahun yang terlihat kurus, kering dan sudah di dalam kondisi yang lemah banget. Kondisi dari Evatari ini terlihat dari sebuah video yang dibuat atau diunggah langsung oleh Mamas pada awal bulan Agustus yang mana video tersebut memicu kemarahan baik dari pihak Isriwil maupun pihak internasional. Terus kemudian geng para peserta aksi itu keberatan dengan pernyataan dari Sir Kier Stermer selaku Perdana Menteri Inggris. Dia menyebutkan bahwa Inggris akan mengakui Palestina di bulan September kecuali istri Will mau mengambil langkah-langkah untuk bisa mengakhiri situasi yang masih terus memanas di Gaza. Selain itu, dia juga bilang kalau Isriwel harus memenuhi persyaratan lain, termasuk dengan menyetujui gencatan senjata dan berkomitmen pada perdamaian berkelanjutan jangka panjang yang memberikan solusi terhadap dua negara serta mengizinkan PBB untuk memulai kembali mengirim bantuan. Bagi para peserta aksi seharusnya Sirry ini memprioritaskan kebebasan para Sandra terlebih dahulu. Tapi bisa aja kan, Geng ya, dengan mendesak agar Isriwil mau menghentikan agresinya ke Palestina, justru pihak dari Palestina akan membebaskan para Sandra. Kalau yang mereka prioritaskan hanya berfokus pada Sandra aja, berarti mereka tidak mempedulikan apa yang terjadi di Gaza. Mau Israwi tetap menyerang atau enggak, yang penting Sandranya sudah bebas. Ya, ini kan kejam banget gitu ya. Dan mereka cuma mementingkan segelintir orang aja. Sementara ada ribuan nyawa orang di Gaza tidak mereka pikirkan. Karena aksi yang begitu besar, sejumlah besar pasukan keamanan siapsiaga di dalam aksi tersebut, termasuk polisi dan beberapa kelompok keselamatan Yahudi. Banyak pengunjuk rasa yang membawa poster bertuliskan akhiri kebencian terhadap Yahudi. Nah, ini apa ya? kayak sarkas gitu loh. Kayak gara-gara pemerintahnya yang sibuk perang, akhirnya orang-orang di seluruh dunia tuh jadi benci sama Yahudi ya. Walaupun padahal enggak semua Yahudi itu orang istriwil gitu kan. Nah, beberapa di antara mereka juga merasa khawatir akan keselamatan mereka di Inggris. Dan enggak cuma Inggris, kita bisa lihat ya di Australia kemarin orang-orang Isriwil yang masuk ke salon tiba-tiba diusir. Di Thailand orang Isriwil masuk ke cafe diusir. Di Indonesia juga ada beberapa kejadian yang mana orang istriwel itu mulai ya di sininis-in gitu. Kalian bisa lihat di Bali lah. Nah, jadi gara-gara perang ini orang-orang Isriwel masyarakatnya jadi enggak bebas, jadi enggak leluasa untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri. Dan kelompok-kelompok Yahudi itu mengatakan sudah terjadi peningkatan tajam dalam insiden antisemit di Inggris sejak tanggal 7 Oktober 2023 saat Mamas menyerang Istri Will pada awalnya. Terus kita balik lagi nih, Geng, ke istri Will yang tadi itu kan di London tuh. Nah, gimana nih respon dari Netanyahu setelah adanya protes besar-besaran di Istri Will? Ya, pastinya dia enggak terima kan, Geng? Dan dia mengkritik protes tersebut. Dia mengatakan bahwa para demonstran yang menyerukan berakhirnya perang tanpa kekalahan Mamas malah justru jadi memperkuat posisi dari pasukan Mamas sendiri. Terus enggak cuma itu, bisa-bisa ini berdampak lebih buruk lagi dengan tertundanya pembebasan para Sandra serta penyerangan seperti tanggal 7 Oktober 2023. Ya, bisa aja itu terulang kembali. Dan untuk itu agar bisa mendukung kebebasan para Sandra dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Istriwil, Isriwil harus menyelesaikan PR mereka dengan mengalahkan Mamas, katanya. Nah, dari pernyataan ini kita bisa nilai ya kalau Netanyahu tetap kekeh ingin agar perang dilanjutkan. Nah, dia tidak mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh warganya sendiri. Nah, terus geng selain Netanyahu, ada lagi nih Bezalil Smotrick. Dia ini adalah Menteri Keuangan yang ikut memprotes aksi yang berlangsung di istri Will tersebut dengan menyebutkan aksi tersebut sebagai kampanye berbahaya yang justru menguntungkan Mamas, bukan mendukung istri Will agar bisa memenangkan perang. Nah, sejauh ini belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa, Geng. Namun diketahui ada beberapa demonstran yang mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan aparat. Itu kan aksi protes yang disuarakan oleh keluarga dari para Sandra nih, Geng. Tapi sebenarnya di golongan anak muda Isriwel sendiri, mereka sudah tidak mau lagi, Geng, terlibat di dalam peperangan yang diinisiasikan oleh pemerintah Isriwil. Seperti yang kita tahu, ya, Geng, anak muda di Isriwil diharuskan untuk mengikuti wajib militer. Semuanya harus perang dan nantinya bakal bergabung di dalam IDF yang kemudian bertugas untuk melakukan agresi ke Palestina. Nah, di saat ini justru sudah banyak anak-anak muda yang tidak mau lagi wajib militer atau menolak untuk masuk IDF. Dan sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai anak muda Istriwil yang menolak ikut ke dalam serangan ke Gaza. Jadi, Geng, ada sebuah video yang sempat ramai di sosial media yang memperlihatkan beberapa anak muda Istriwil yang mulai membakar kertas ya, yang mana diduga itu adalah dokumen penting mereka. Dokumen tersebut dokumen apa? Nah, ternyata dokumen itu adalah surat yang berisikan keterangan wajib militer. Mereka wajib untuk berperang. Sebuah dokumen yang menjadi syarat penting kalau mereka ingin bertugas sebagai tentara IDF. Nah, setelah gua telusuri lebih lanjut, kelompok anak muda yang terlihat di video ini tergabung di dalam gerakan pemuda yang sebagian besarnya adalah anggota dari Mesarvot namanya. Nah, Mesarvot ini sendiri dalam bahasa Ibrani artinya penolak. Penolakan ini merujuk kepada sikap mereka yang mendukung para penolak wajib militer. Karena mereka berempati setelah mereka melihat betapa kejam dan mengerikannya perang yang dilakukan oleh Istri Will, negara mereka sendiri yang terjadi di Gaza. Ya, semua pembantaian yang dilakukan oleh pemerintah mereka, mereka sudah melakukan aksi protes secara rutin dengan membakar surat-surat mereka di depan umum dan berbaris menuju ke perbatasan Gaza untuk bisa menerobos blokade yang dilakukan oleh Istri Will. Nah, aksi ini merupakan reaksi marah dari orang istri Willlill-nya sendiri setelah Netanyahu serta kabinet keamanannya secara kontroversial memberikan persetujuan untuk perluasan serangan di Gaza. Namun di sisi lainnya pemerintah isriwil sudah berulang kali membantah adanya krisis kemanusiaan di Gaza dan membantah bahwa militer sudah melakukan kejahatan di sana. Mereka tuh enggak ngakuin gitu. Tapi ya walaupun pemerintahnya enggak ngakuin, banyak orang Isriwil atau masyarakat Isriwil sendiri yang di saat ini sudah terbuka matanya. Mereka melihat sendiri. Justru mereka yang melawan pernyataan dari Netanyahu. Netanyahu berusaha untuk menyembunyikan semuanya di hadapan publik dunia. Tapi rakyatnya sendiri yang melihat langsung yang membuka semuanya. Ada salah satu anak muda yang ikut membakar surat wajib militer yang bernama Yona. Nah, dia menjadi bagian dari gerakan remaja Isriwil yang menolak wajib militer dan menentang agresi yang dilakukan oleh Isriwil di Gaza selama 22 bulan. Yona ini menjelaskan alasan mengapa dia ikut di dalam aksi tersebut. Dia bilang dia menolak karena negaranya sendiri sedang melakukan genosida dan dia enggak akan bergabung dengan tentara yang melakukan genosida atau tentara yang sedang melakukan pembantaian terhadap etnis tertentu. Tidak memandang bulu baik yang tua maupun yang masih kecil dibantai semuan. Nah, Yona ini pun enggak pernah ragu, Geng, kalau apa yang dia lakukan ini adalah hal yang benar. Enggak lama setelah dia membakar surat-suratnya di luar pusat pendaftaran di Haifa, dia dijatuhi hukuman selama 30 hari penjara. dan dia enggak peduli 30 hari 1 bulan biarin aja menurut dia. Nah, sebelum dia di penjara, dia sempat diwawancarai oleh media yang bernama The Independent yang mana di sana dia mengatakan dia tahu kalau di penjara enggak akan mudah, tapi dia tetap teguh dengan pendiriannya. Menurut dia, sebagai warga negara harus melakukan segala upaya yang dimiliki untuk melawan dan mengakhiri kejahatan yang sudah dilakukan oleh istri Will. Selain Yona, diketahui juga sudah ada 20 orang yang menolak melakukan wajib militer dan berakhir di penjara sejak bulan Oktober 2023. Nah, di saat itu ya ada seseorang yang bernama Ido Elam. Nah, Ido Elam ini juga melakukan hal yang sama dengan Yona. Dia menolak mendaftar wajib militer pada bulan November dan sempat mendekam di dalam penjara. Ido ini memberikan berbagai nasihat kepada teman-teman seusianya dengan memberikan pilihan apakah teman-temannya ini ingin berkeliling dunia sebagai mantan tentara IDF atau enggak. Nah, ini kan ibaratnya ini udah mulai banyak yang apa ya terbuka matanya bahwa kebanyakan dari mantan tentara IDF yang menjadi turis ya mau di Bali, mau di ee Thailand, mau di negara manaun termasuk siprus sekalipun mereka biasanya diasingkan. Mereka biasanya bakal dicemooh ya kan. Nah, udah banyak yang enggak mau yang kayak gitu. Jadi mereka sebagai warga Istri Will aja itu udah khawatir dengan kewarganegaraan mereka sendiri yang mulai banyak enggak diterima di negara-negara asing. Ini semua disebabkan karena istri Will sudah 2 tahun melakukan genosida tapi belum ada yang tercapai dan tidak ada yang berubah. Ya, apa ya? Masyarakat Palestinnya tetap bertahan. Masyarakat Palestinnya enggak pergi-pergi dan enggak habis-habis juga. Mereka memang apa ya, e bangsa yang bisa dikatakan cukup keras mempertahankan tanah nenek moyang mereka. Daripada mereka pergi, mendingan mereka ya sekalian aja meninggal dunia syahid di tanah leluhur mereka. Terus, Geng, meskipun si Ido dan Yona tadi mengakui mereka yang menolak berperang jumlahnya relatif kecil ya yang ada di istri Wil ini. Tapi semakin hari ya jumlah mereka yang menolak ini terus bertambah. Nah, kemudian enggak berhenti sampai di situ geng. Ada cerita lain dari seseorang yang bernama Itamar Greenberg. Dia ini adalah remaja berusia 18 tahun dan sudah berkali-kali di penjara. Enggak peduli dia, berkali-kali di penjara dia hadapi dan sudah menjalani lima kali hukuman berturut-turut di penjara militer Neve Zedek yang ada di Israel Tengah yang disebabkan ya karena dia ini terus menolak untuk mendaftar di militer atau wajib militer setelah dia berkali-kali dipanggil untuk melaksanakan wajib militer tersebut. Dia ini membagikan ceritanya dia kepada amnesti internasional. Itamar ini bilang dia lahir di keluarga Haredi, yaitu kelompok Yahudi ultra ortodoks yang ada di Bine Brak. Nah, di lingkungannya dia, wajib militer itu enggak pernah jadi pertimbangan karena alasan agama. Di usia 12 tahun, dia menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menjadi bagian dari warga Istri Will yaitu dengan bergabung dengan tentara. Perjalanan itu membuat dia jadi berpikir ulang mengenai propaganda yang dilakukan oleh Istri Will dan pemikiran yang rasional gitu. Itamar ini jadi cuma bertanya-tanya soal keyakinan perihal agamanya, tapi juga tentang kemanusiaan. Masa iya untuk menjadi seorang Yahudi yang istriwel banget atau yang zionis banget harus menghabisi manusia lain. Nah, dia mulai berpikir rasional di saat itu. Nah, bagi sebagian besar orang istri Will, dinas militer bukan cuma kewajiban hukum, tapi hampir menjadi sebuah keharusan karena kan wajib militer namanya. Nah, bahkan ada yang bangga jika terlibat di dalam peperangan militer ini. Namun bagi Itamar, setelah dia mempelajari lebih dalam tentang peran dari tentara Istri Willil dalam mengendalikan dan menindas jutaan warga Palestina, dia menyadari bahwa wajib militer ini bukan cuma sekedar prestis aja, Geng, tapi keterlibatan terhadap sistem kekerasan, dominasi, serta penindasan umat manusia. Jadi itu enggak sejalan dengan pemikirannya dia, imannya dia, ataupun yang diajarkan oleh agamanya dia. Nah, untuk ituar enggak mau jika dia terlibat ke dalam pihak yang melakukan ya pembantaian atau genosida. Dan sikap yang dia lakukan adalah konsisten dengan terus menolak sampai rela berkali-kali di penjara. Bahkan nih, Geng, ketika dia berada di dalam penjara, dia enggak meminta apapun agar bisa segera bebas seperti ee misalkan memohon ampun, memohon pembebasan bersyarat karena masalah kesehatan atau karena mental, enggak sama sekali. Dia jalani dengan santai aja. Yang dia minta hanyalah hentikan genosida yang ada di Gaza. Padahal dia asli warga Isriwil. Terus, Geng, bersamaan dengan penolakan yang dilakukan oleh anak-anak muda Isriwil, terjadi juga lonjakan jumlah tentara yang enggak mau berpartisipasi lagi di dalam tugas cadangan di militer, Geng. Nah, jadi udah ada yang daftar nih, misalkan mereka kan dicadangkan nih, nanti setelah yang lain selesai berperang, mereka digantikan. Nah, di tengah-tengah itu sudah banyak yang menolak. Mereka enggak mau dan enggak jadi membela Isriwil untuk membantai warga Gaza. Memang enggak disebutkan angka pastinya berapa orang yang sudah menolak untuk menjalankan tugas militer tersebut. Enggak ada partai politik atau tokoh juga yang menyuarakan secara jelas karena kan ya semua media tuh dibungkam. Nah, tapi bagi siapa saja yang mengikuti protes anti pemerintah dan melihat seruan di sosial media Isriwil ya semakin terlihat bahwa terjadi penolakan yang begitu besar di Isriwil untuk tidak terlibat di dalam tugas militer ini. Dan gerakan ini enggak cuma dilakukan oleh anggota partai atau orang-orang terafiliasi oleh kelompok kiri, tapi juga masyarakat-masyarakat sipil. Narasi tentang penolakan terlibat di dalam tugas militer itu sudah jadi bagian penting dari gelombang protes massal terhadap reformasi peradilan pemerintah Isriwil. Di puncak protes tersebut ya pada bulan Juli 2023 lebih dari 1000 pilot dan personil Angkatan Udara menyatakan bahwa mereka akan berhenti hadir di dalam tugas. Mereka baru mau hadir ketika rancangan undang-undang peradilan dihentikan. Dan sampai saat ini, Geng, kubu dari Kanan Isriwil terus berargumen bahwa ancaman penolakan ini enggak cuma mendorong Mamas yang bisa saja menyerang Isriwil, tapi juga melemahkan kekuatan dari tentara Isriwil itu sendiri. Selama 18 bulan, geng, mayoritas besar populasi Yahudi yang ada di Istriwil pada awalnya mendukung serangan ke Gaza. Tapi setelah pemerintah memutuskan untuk menghentikan genyatan senjata bulan lalu, mulai muncul retakan di dalam Istri Will itu sendiri. Dalam beberapa minggu terakhir, ya media melaporkan adanya penurunan signifikan jumlah tentara yang hadir untuk dinas cadangan. Udah pada ogah, bahkan ada yang kabur terbang ke negara lain menjadi turis, menghindari tugas militer mereka. Nah, meski angka pastinya masih belum diketahui ya, pihak militer memberitahu kepada Menteri Pertahanan mereka yaitu Israel Cuts ya di pertengahan bulan Maret 2025 itu tingkat kehadiran para tentara mencapai angka 80%. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan per 7 Oktober 2023 yang mana bisa mencapai 120%. Nah, namun menurut seorang penyiar nasional IS Rewil yang bernama K angka itu sudah dimanipulasi katanya karena angka sebenarnya enggak lebih besar dari 60% bahkan. Nah, bahkan ada laporan yang mengatakan tingkat kehadiran para tentara cadangan ini cuma 50% doang atau bahkan lebih rendah. Akibatnya, beberapa unit cadangan terpaksa untuk merekrut tentara-tentara baru lewat sosial media dengan janji-janji baru, janji-janji yang menggiurkan. Ya, supaya apa ya? Supaya bertambah lagilah yang nolak-nolak tadi bisa digantikan gitu. Tapi tetap aja ternyata enggak nutup jumlahnya. Mayoritas dari mereka yang menolak perintah wajib militer disebut dengan Grey Refuser yang dalam bahasa Indonesia berarti penolakan abu-abu. Ada yang menilai bahwa penolakan mereka bukan didasari karena mereka ini merasa bahwa perang yang mereka lakukan adalah sebuah kejahatan, melainkan karena mereka sudah merasa muak dengan perang yang berlarut-larut di Gaza. Tapi geng, ya enggak bisa dipungkiri juga kalau memang ada beberapa kelompok kecil yang ya sengaja menolak karena dasar etika dan semakin hari jumlah dari kelompok kecil ini semakin bertambah, semakin banyak yang ikut gitu. Dan ada dua organisasi yang diketahui berafiliasi dengan para penolak wajib militer, geng, yaitu Yesgful dan New YUL ini sudah berhubungan dengan lebih dari 150 penolak paham terhadap perang sejak Oktober 2023. Sementara yang namanya New sudah menangani beberapa ratus kasus penolakan wajib militer. Ada sumber terpercaya yang membocorkan kalau pemerintah isriwil takut untuk memasukkan orang-orang yang menolak wajib militer ke penjara, Geng. Karena kalau mereka sampai di penjara itu bisa menghancurkan citra dari IDF itu sendiri yang dikenal sebagai tentara rakyat. Nah, jadi kan kalau terlalu banyak yang dipenjara ya mana nih katanya tentara rakyat? Masa rakyatnya dipenjara. Nah, akhirnya citranya jelek. Dan itu yang dihindari oleh Isriwel. Jadi mereka sekarang serba salah. Nah, pemerintah itu tahu tentang hal ini dan karena itu enggak terlalu menekan isu ini. Militer cuma menghentikan beberapa prajurit cadangan agar dianggap mereka bisa menyelesaikan masalahnya. Nah, jadi itu dia, Geng ya pembahasan kita kali ini tentang sudah semakin banyak orang-orang yang tidak lagi berpihak kepada istri Will termasuk rakyat mereka sendiri yang sudah mulai muak dengan peperangan ini, dengan genosida yang dilakukan oleh pemerintah mereka yang tujuannya entah ke mana dan tidak selesai-selesai sampai sekarang. Bahkan sudah memakan banyak korban dari kedua belah pihak. Nah, gimana geng menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.