File TXT tidak ditemukan.
SUSPECTED ZARA QAIRINA MAHATIR CASE REVEALED! HEART-BREAKING DIARY CONTENTS
yBo9xYuqaP8 • 2025-08-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Oke, sebelum kita bahas kasus ini, gua
mau disclaimer dulu nih, Geng.
Pembahasan ini tidak bermaksud untuk
melanggar aturan YouTube ataupun membuat
sesuatu yang dilarang oleh YouTube.
Pembahasan ini murni sebagai informasi
dan semoga bisa menjadi edukasi untuk
kita semua. Geng, hari ini kita akan
melanjutkan lagi kasus yang pernah kita
bahas yang berasal dari Malaysia. Kali
ini ingat enggak, Geng? dengan kasusnya
adik Zara. Kasusnya menggemparkan di
Malaysia beberapa hari yang lalu. Gua
bakal jelaskan sedikit, Geng, untuk
kalian yang belum tahu atau ketinggalan
tentang beritanya atau buat kalian yang
penasaran dengan berita panjangnya bisa
nonton konten panjangnya langsung. Jadi,
Geng cerita tentang seorang siswi
bernama Zara yang meninggal dunia dengan
dugaan awal ee dianggap mengakhiri ya,
dianggap menghabisi diri sendiri gitu.
Maaf nih kalau gua plesetin karena
enggak bisa mengucapkan secara gamblang.
Namun, pihak keluarga serta publik itu
enggak percaya dengan kasus ini, dengan
keterangan tersebut yang mana justru
mereka menemukan berbagai kejanggalan
seperti salah satunya ya pihak sekolah
yang tidak langsung melaporkan ketika
Zara ditemukan. Nah, ini kan aneh
banget. Semacam ada yang disembunyikan
gitu. Kemudian pihak kepolisian yang
tidak melakukan otopsi dan tidak mencari
jejak DNA di barang-barang pribadi milik
Zara. Ini sangat aneh untuk kasus yang
selama ini terjadi di Malaysia ya.
Seakan-akan kasus ini tuh semacam ada
yang disembunyikan gitu. Nah, terus geng
publik akhirnya berasumsi kalau kasus
ini ada kaitannya dengan ya kekuatan
power dari seorang pejabat Malaysia yang
mungkin saja pelaku di dalam kasus ini
adalah anak dari seorang pejabat atau
orang penting di Malaysia. Makanya
kasusnya serasa ditutup-tutupi dan
penanganannya juga lamban banget. Nah,
namun yang namanya netizen mau itu di
Indonesia, mau itu di Malaysia ya kita
salut banget. Netizen mencium adanya hal
yang mencurigakan dari kasus ini ya.
Netizen Malaysia di saat itu semuanya
bersatu berdemo untuk menuntut keadilan
Demi Zara. Nah, akhirnya banyak yang
turun ke jalanan.
Untuk hari ini ya, kita bakal
melanjutkan pembahasan ini mengenai
beberapa update terbaru tentang kasus
ini, Geng. Seperti bagaimana keputusan
untuk melakukan ekshumasi atau
jenazahnya dibongkar lagi dari
kuburannya terus diutopsi gitu ya,
sampai ke beberapa bukti terbaru terkait
kasus ini, Geng. Dan kabarnya juga geng
ya, Jaksa Agung Malaysia sudah menuntut
lima orang yang diduga bertanggung jawab
atas meninggalnya Zara di dalam kejadian
ini. Dan benar, Geng, dugaan dari
netizen kalau ada ee sesuatu ya eh yang
janggal, yaitu dugaan soal Zara ini
mengalami bullying oleh teman-teman di
sekolahnya. Nah, di video kali ini kita
bakal membahas secara lengkap
perkembangan dari kasus ini. Nah,
langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry
[Musik]
Genggeng. Untuk pembahasan yang pertama
ya, kita akan masuk ke dalam pembahasan
bagaimana prosesh
atau ya proses pembongkaran dari makam
Adik Zara ini serta bagaimana proses
pembentukan tim independen untuk
menangani kasus ini.
Jadi, Geng, di sini kita udah enggak
lagi fokus ee membahas soal kronologi
meninggalnya Zara, ya, karena udah gua
jelaskan di video sebelumnya. Nah, di
video ini kita bakal berfokus untuk
membahas beberapa perkembangan terbaru
tentang kasusnya. Jadi, gua saranin buat
kalian tonton dulu deh video part 1-nya
ya, biar kalian tidak bingung. Jadi,
geng, meninggalnya Zara itu menjadi
salah satu kasus yang sangat disoroti
oleh netizen Malaysia terutama
dikarenakan banyak orang yang merasa
betapa lambatnya penyelidikan yang
dilakukan oleh polisi Malaysia. Seperti
ada yang ditutup-tutupi. Salah satu yang
disoroti itu perihal mengapa jenazahnya
tidak diutopsi. Padahal posisinya Zara
ketika ditemukan itu dalam kondisi yang
janggal, aneh, dan gak wajar. Apalagi
ketika ya Zara ini dimandikan oleh
keluarganya. Di saat itu ibunya Zarah
yang bernama Nur Aidah Lamat itu melihat
ada bekas luka di tubuh anaknya yang
seperti mengindikasikan kalau Zara ini
mengalami kekerasan sebelumnya. Setelah
itu, Nur Aida pun melaporkan temuan ini
ke polisi untuk kemudian dijadikan
sebagai bukti baru kalau Zara bukan
meninggal karena mengakhiri hidup,
tetapi melainkan karena ada pihak lain
yang melakukan hal tersebut. Dan untuk
bisa membuktikan hal ini perlu diadakan
otopsi, Geng. Sehingga pihak keluarga
menuntut agar jenazah Zara di saat itu
yang sudah terlanjur dimakamkan untuk
kembali dibongkar atau dengan istilah
lain diekshumasi, diangkat lagi
jenazahnya baru diutopsi. Sampai pada
akhirnya, pada tanggal 8 Agustus 2025,
Attorney Generals Chambers atau yang
disingkat dengan laporan investigasi
awal itu dikembalikan kepada polisi yang
mencakup instruksi untuk menggali
makamnya Zara. Keesokan harinya,
prosedur eksumasi itu dilakukan. Pada
tanggal 9 Agustus 2025, tim forensik
polisi Malaysia tiba di pemekaman Muslim
Tanjung Ubi pada pukul 4 56 sore waktu
setempat yang mana mereka akhirnya
melakukan eksumasi atau pembongkaran
makam. Prosesnya itu dimulai jam .30
sore waktu setempat yang diawali dengan
pembacaan doa terlebih dahulu, Geng. Dan
semuanya selesai di jam 155 malam. Dan
jenazah Zara selesai diangkut itu dibawa
sekitar 130 km ke arah hospital Queen
Elizabeth atau disingkat dengan HQA. Ini
berlokasi di Kota Kinabalu.
Sejurus kemudian pasukan forensik PDRM
memulakan kerja penggalian yang
diarahkan oleh Pejabat Peguam Negara
semalam. Ia bagi melengkapkan siasatan
semula kes kematian Allahyarham yang
sebelum ini dikaitkan dengan dakwaan
insiden bully di sebuah sekolah dipapar.
Nah, jenazah Zara akhirnya tiba di
hospital Queen Elizabeth ini sekitar jam
.30 malam waktu setempat. Nah, ada
berita yang berseleweran di sosial media
yang kabarnya pada saat dilakukan
esumasi, petugas gali kubur sempat
melihat kalau kondisi jenazah Zara masih
utuh dan belum membusuk. Bahkan wanginya
itu semerbak katanya sampai-sampai
tukang gali kuburnya melepas masker
mereka.
Jenazah Allahyarham Zara Karina Mahathir
yang kuburnya digali semula pada 9 Ogos
selepas dikebumikan pada 17 Julai lalu
dikatakan masih utuh dan dalam keadaan
baik. Perkara itu dimaklumkan imam
rawatib Masjid Haji Hashim Pekan Sitang
Amani Azral yang turut menyaksikan
proses penggalian semula kubur dan
mengeluarkan jasad arwah Zara.
Nah, jujur aja ya kalau cerita-cerita
kayak gini mungkin masih banyak yang
enggak percaya karena masih banyak yang
mengatakan, "Ah, tahayul. Ah, masa sih?
Paling cerita-cerita doang." Nah, tapi
ini memang sesuatu yang tidak bisa kita
gambarkan ee pakai apa ya? Akal sehat,
pakai logik gitu ya. Tapi beberapa kasus
memang sempat terjadi hal kayak gini,
Geng. Dan ternyata ini terjadi juga
kepada Zara ya. Mirip-mirip kayak
kasusnya Nia dulu, Geng. Tapi kalau
kasusnya Nia dulu, banyak yang bilang
bohong. Gua juga enggak tahu tuh. Namun
ya semoga ya apa yang terjadi kepada
Zara ini tidak membuat masyarakat
Malaysia jadi kayak orang di Indonesia.
Tapi ini enggak semua ya. Sebagian orang
di Indonesia lah, sebagian wilayah yang
mana makam-makam yang mengalami sebuah
kejadian ee gaib, aneh, dan tidak masuk
akal kayak gini biasanya malah dijadikan
tempat kunjungan ee malah dijadikan
tempat keramat dan bahkan makamnya Nia
malah dijadikan untuk tempat syuting
video klip lagu. Nah, itu kan udah
enggak masuk akal banget ya. Semoga
makamnya Zara enggak sampai kayak gitu
ya. Nah, kita lanjut lagi nih, Geng.
Terus keesokan harinya, Geng, pada
tanggal 10 Agustus banyak orang serta
media sudah berkumpul di Hospital Quein
Elizabeth I ini sejak jam 8 pagi waktu
setempat yang mana mereka ingin
mengetahui perkembangan dari proses
autopsi yang dilakukan. Nah, autopsinya
pun selesai di jam .30 malam dan jenazah
Zara akhirnya dimakamkan kembali pada
jam 15 dini hari waktu setempat di
pemakaman muslim Tanjung Ubi. Tempat di
mana sebelumnya dia sudah dimakamkan.
Lalu geng, hasil otopsinya pun akhirnya
keluar. Datuk Muhammad Kumar selaku
Direktur Departemen Investigasi Kriminal
Kepolisian Federal itu bilang luka-luka
yang ditemukan ketika proses otopsi
dilakukan kabarnya sih sesuai dengan
luka yang disebabkan karena jatuh. Jadi
bukan karena adanya ya pelaku yang apa
ya melakukan tindakan kekerasan gitu.
Dan katanya temuan tersebut sesuai
dengan kesimpulan polisi sebelumnya yang
menyebutkan kalau cedera yang dialami
oleh Zara disebabkan karena dia terjatuh
dan jatuhnya Zara menyebabkan cedera
otak traumatis berat dengan encefalopati
hipokia iskemic.
Gua jujur aja ya kurang paham sebenarnya
ee cara pengucapan yang benar koreksi
gua kalau salah. Jadi ee gua jelaskan
sedikit ya dari yang gua tahu nih
informasinya. Ensefalopati hipoksia
iskemik ini adalah jenis cedera ketika
otak itu tidak mendapatkan cukup oksigen
atau hipoksia atau juga aliran darah
yang disebut dengan iskemia. Jadi
misalkan ya kayak orang kehantem
kepalanya cedera, ada penyempitan yang
pada akhirnya tidak bisa membuat dia
menerima oksigen dan aliran darahnya
jadi tersumbat. Tapi Geng, ya ada yang
aneh nih, Geng. Sebab menurut Datuk
Muhammad Kumar, hasil dari otopsinya
sudah keluar dan dikatakan ada cedera
yang sesuai dengan cedera akibat
terjatuh. Nah, tapi masih agak janggal
kenapa dari awal tidak dilakukan proses
otopsi yang mana ini sangat bertentangan
dengan protokol yang sudah ditetapkan.
Nah, beliau menjelaskan bahwa terjadi
kesepakatan antara pihak yang berwenang
dengan ibunya Zara yaitu Nur Aidah yang
menandatangani dokumen agar autopsi
tidak dilakukan. Dan dokumen tersebut
juga sudah ditandatangani oleh ahli
patologi serta petugas investigasi
katanya. Seharusnya nih, Geng. Ya,
walaupun pada saat itu sudah terjadi
kesepakatan, tapi petugas investigasi
seharusnya bersi keras harus memaksa ya
harus membujuk keluarga untuk mau
melakukan proses otopsi. Karena
meninggalnya Zara itu berada di dalam
kondisi yang mencurigakan. Banyak
pertanyaan yang masih bergantung. Justru
dengan tidak adanya autopsi, inilah yang
melanggar SOP yang seharusnya dijalankan
oleh pihak penyidik. Di saat itu, Datuk
Muhammad Kumar itu bilang, berdasarkan
hukum yang berlaku, petugas penyidik
memiliki kewenangan hukum untuk
membatalkan keinginannya sang ibu yaitu
Nur Aidah. Namun itu enggak dilakukan
sebelumnya. Dari keterangan ini, Nur
Aidah sempat jadi sorotan masyarakat,
Geng. Mengapa sang ibu ya tidak
mengizinkan untuk dilakukan otopsi?
Apakah dia yakin kalau memang Zara itu
terjatuh atau gimana? Ya, mungkin aja ya
ibunya ini takut kali ya jenazah anaknya
tuh disayat-sayat, diperiksa kayak gitu,
dipegang-pegang. Mungkin itu yang bikin
dia enggak nyaman kali ya. Nah, tapi
banyak yang sudah mempertanyakan ini kan
meninggalnya aneh, mencurigakan.
Harusnya ibunya mengenyampingkan
perasaan kayak gitu, membiarkan anaknya
diutopsi. Begitulah keinginan dari
netizen. Dan meskipun begitu, Geng, ya,
dari laporan otopsi itu menunjukkan
bahwa Zara itu terjatuh, namun tetap
harus diselidiki lebih lanjut. Apakah
Zara itu terjatuh karena dia yang
melakukannya sendiri atau justru
ketidaksengajaan atau justru karena
dilakukan oleh orang lain. Ada dorongan
dari orang lain. Nah, pihak penyidik
tidak menutup kemungkinan ya bakal
melakukan pemeriksaan dan mungkin saja
akan ada keterlibatan orang lain di
dalam kasus ini. Sehingga Datuk M. Kumar
mengatakan bahwa kasus Zara yang tadinya
dikategorikan sebagai kematian mendadak
saat ini sudah diselidiki untuk
kemungkinan akan adanya unsur pidana. di
dalamnya termasuk aksi bully yang
menimpa Zara selama ini. Tim dari Crime
Investigation Department atau yang
disingkat dengan CID yang ada di Bukit
Aman yang beranggotakan dengan orang itu
sudah dikirim ke Sabah untuk menangani
kasus tersebut. Nah, Tun Musa Aman
selaku gubernur Sabah juga sudah
menginstruksikan agar pihak berwenang
bisa melakukan penyelidikan secara
menyeluruh dan juga transparan supaya
kasus ini ya bisa terang-meneranglah di
mata masyarakat. Pada tanggal 12 Agustus
tahun 2025, kelompok masyarakat sipil
itu mendesak pemerintah untuk membentuk
Komisi Independen yang diperuntukkan
untuk menyelidiki kasusnya Zara ini.
Nah, kelompok ini pun dibentuk dan
menamakan diri mereka sebagai
sekretariat solidarity Zara yang terdiri
dari mahasiswa dan kelompok masyarakat
sipil. Nah, mereka juga menuntut nanti
ketika semuanya sudah terungkap, hasil
investigasinya dipublikasikan sehingga
bisa diketahui oleh publik. Mereka
berbaris di taman tugu sembari membawa
spanduk dan plakat yang menyerukan
keadilan bagi Zara. Mereka menyerahkan
tuntutan kepada anggota parlemen di luar
gedung parlemen yang ada di Kuala Lumpur
yang mana, Geng, dalam tuntutan tersebut
mereka mendesak agar Kementerian Dalam
Negeri serta pihak kepolisian untuk
mengadakan penyelidikan atas
meninggalnya Za. Nah, lalu mereka
mendesak agar polisi menyampaikan
permintaan maaf secara terbuka atas
keterlambatan dalam penyelidikan
kasusnya Zara ini. Karena banyak banget
orang-orang yang menyalahkan polisi di
dalam hal ini dan juga banyak yang
menduga adanya kesalahan penanganan di
dalam penyelidikan kasus Zara ini, Geng.
Terus, Geng. Tuntutan selanjutnya adalah
mendesak Kementerian Dalam Negeri untuk
melaksanakan pelatihan khusus bagi
petugas polisi agar bisa menangani
kasus-kasus bully dengan cara yang lebih
baik. Baik untuk guru, administrator
sekolah, dan juga penjaga sekolah untuk
bisa menjalani pelatihan wajib untuk
mencegah dan menerapkan sistem yang
tepat untuk menerima pengaduan dari
korban bully. Nah, selain itu, Geng,
kelompok tersebut juga mendesak
Kementerian Pendidikan untuk bekerja
sama dengan masyarakat sipil agar bisa
meningkatkan SOP dalam menangani kasus
bully. yang ada di sekolah. Lalu, Geng,
di tanggal 13 Agustus tahun 2025, Jaksa
Agung Malaysia memerintahkan agar
dilakukannya penyelidikan resmi melalui
Coroners Court, yaitu coronor SCT ini
adalah pengadilan khusus yang biasanya
menyelidiki kasus kematian yang tidak
wajar atau justru mencurigakan. Langkah
ini dianggap penting untuk bisa menjaga
transparansi serta proses peradilan yang
tujuannya adalah untuk menentukan
penyebab dan keadaan dari meninggalnya
Zara. termasuk apakah ada unsur pidana
yang terlibat di dalam kasus ini atau
enggak.
Terus, Geng, Kejaksaan Agung Malaysia
menyatakan bahwa penyelidikan akan
dilakukan oleh Pengadilan Koroner secara
independen dan juga transparan sesuai
dengan hukum yang berlaku. Yang mana
proses ini merujuk pada pasal 339 ayat 1
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Dan Presiden Sabah Law Society atau
disingkat dengan SLS yaitu Datuk
Muhammad Nazim Maduarin itu menyambut
positif tindakan dari Jaksa Agung dan
siap bekerja sama untuk menjadikan kasus
ini sebagai momentum reformasi dalam
perlindungan anak. Beliau juga
menekankan bahwa perlunya penegakan
hukum yang tegas terhadap segala bentuk
bully, baik itu fisik, verbal, maupun
psikologis atau juga online. Untuk
kasusnya Zara, beliau mengatakan
pihaknya bakal memantau secara ketat
penyelidikan dan proses hukum
selanjutnya demi kepuasan publik. Lalu
geng berlanjut pada tanggal 16 Agustus
2025, Tan Sri Ayub Khan Maidin Picayi
selaku Wakil Inspektur Jenderal Polisi
itu mengatakan, Departemen Integritas
dan Kepatuhan Standar atau JIPS itu
membuka surat penyelidikan disiplin atau
KST terhadap seorang kepala polisi
distrik dengan pangkat inspektur,
seorang kepala CID distrik dengan
pangkat ASP, dan seorang petugas
investigasi dengan pangkat inspektur
karena dugaan pelanggaran SOP saat
menyelidiki kasusnya Zara. Jadi di
internal pihak yang berwenang juga
sedang ada penyelidikan nih, Geng. Lalu
di tanggal 17 Agustus, polisi sudah
menghadirkan sebanyak 195 saksi dan
meminta keterangan mereka. Nah, 195
saksi ini terdiri dari siswa, guru,
petugas medis, sipir, petugas keamanan,
dan juga orang tua. Si ID Bukit Aman itu
bakal menyerahkan berkas investigasi
tersebut kembali ke Kejaksaan Agung.
Jadi kurang lebih itu dia, Geng
perkembangan terkini soal penyelidikan
terhadap kasusnya Zara ini secara hukum.
Di pembahasan selanjutnya ya, kita bakal
membahas mengenai bukti-bukti terbaru
dari kasusnya Zara yang sudah mulai
terungkap.
Jadi, geng, polisi berhasil menemukan
buku harian atau dii milik Zara. Diari
tersebut kemudian digunakan untuk
membantu penyelidikan oleh polisi. Nah,
di dalam dieri tersebut Zara sempat
menceritakan kisah-kisah tragis yang dia
alami sebelum dia meninggal dunia. Wah,
merinding banget ya, Geng. Dalam buku
diya itu semua udah ditulis, udah apa
ya? Semacam dia tuh udah menitipkan
pesan lah sebelum dia pergi. Nah, diari
itu diserahkan oleh seorang guru yang
mungkin dia mengetahui kalau Zara ini
sering menulis diary emang. Dan buku itu
memiliki 51 halaman yang berisikan
berbagai curhatannya. Curhatannya Zara,
ungkapan isi hatinya ketika sedih,
senang, pokoknya semuanya dia tulis di
sana. Menteri Dalam Negeri Malaysia yang
bernama Saifuddin Nasution itu
mengatakan dari diari tersebut polisi
jadi mengetahui di mana dia berada pada
jam 11.00 malam dan apa yang terjadi di
asrama ketika jam 10. malam. Karena
semua itu ditulis oleh Zara. Untuk bisa
menganalisa isi dari diari tersebut,
polisi bakal meminta bantuan psikolog
dari divisi investigasi kejahatan
seksual, perempuan dan anak yang ada di
Bukit Aman. Nah, soalnya geng menurut
Saifudin isi dari diari tersebut memang
ada unsur kalau Zara ini mengalami bully
dan itu jelas banget, Geng. Tertulis di
dalam diarynya. Nah, selain itu terdapat
unsur kelalaian sebab Zara sudah
mengajukan pengaduan kepada pihak
sekolah. Nah, bahkan dikatakan ada unsur
pelecehan juga yang dialami oleh Zara.
Wah, ini jadi melebar nih, Geng. Dari
sini, Geng. Sepertinya ada indikasi
kalau pihak sekolah memang terlibat nih
dan ada dugaan sepertinya memang
terbukti benar kalau pihak sekolah ini
ikut menyembunyikan fakta yang ada.
Sebab sekolah seharusnya menjadi ruang
aman bagi anak-anak. Bukannya menjadi
tempat di mana anak-anak malah berakhir
kayak Zara. Secara mengerikan kayak
gini.
Terus, Geng, ada isu lagi yang bereder
Zara mendapatkan bully dengan cara
dimasukkan ke dalam mesin cuci, katanya.
Kemudian mesin tersebut dinyalakan. Wah,
kejam banget ya. Dan hal ini didukung
dengan adanya video yang memperlihatkan
ketika Zara dimasukkan ke dalam mesin
cuci tersebut.
Ada buktinya. Dan kemudian ada juga
rekaman CCTV yang mengklaim sebagai
detik-detik Zara meninggal dunia sampai
ada foto-foto yang diklaim menjadi bukti
atas kasus tersebut. Nah, untuk video
CCTV, foto-foto ini gua enggak bisa
memastikan ya. Kalau memang gua salah
mohon dikoreksi. Takutnya itu adalah hoa
gitu ya. Nah, tapi karena di media
sosial yang tersebarnya kayak gini, gua
cukup menyampaikan aja ke kalian. E
kalian boleh percaya, boleh enggak.
Kalian silakan membuktikannya sendiri.
Oke. Banyak netizen yang percaya hal
tersebut. Bahkan banyak yang membuat
video e di media sosial, setiap melihat
mesin cuci malah jadi teringat betapa
kejamnya para pelaku membully Zara. Nah,
banyak tuh yang bikin video-video kayak
gitu. Nah, namun geng pengacara dari
pihak keluarganya yaitu Hamid Ismail dan
Shahlan Jufri itu membantah klaim yang
beredar di internet mengenai Zara yang
katanya dimasukkan ke dalam mesin cuci
dan menyebut hal itu sebagai spekulasi
yang tidak berdasar. Nur Aidah, ibunya
Zara tidak pernah memberikan informasi
seperti itu kepada siapapun. Bahkan
kedua pengacara tersebut juga membantah
kronologi yang beredar di internet ini
yang menyebut bahwa Zara baru dibawa ke
rumah sakit pada jam 800.00 pagi di
tanggal 16 Juli. Nah, karena sudah
dikonfirmasi bahwa informasi Zara
dimasukkan ke dalam mesin cuci enggak
benar, banyak netizen yang marah atas
tersebarnya hoa tersebut di sosial media
terkait kasusnya Zara. Nah, tapi banyak
juga yang percaya kalau kejadian itu
benar-benar terjadi. Dan karena kasusnya
sedang sensitif banget di Malaysia,
pihak berwenang juga sudah mewanti-wanti
agar tidak menyebarkan berita yang belum
jelas kebenarannya. Nah, sebagai bentuk
penindakan, polisi pun melakukan langkah
tegas dengan menangkap seorang perempuan
nih yang berusia 39 tahun karena
perempuan ini dianggap menyebarkan
berita hoa terkait meninggalnya Zara.
Perempuan ini sudah ditahan di daerah
Rawang dan penyebaran berita bohong yang
dia lakukan sedang diselidiki
berdasarkan Undang-Undang Penghasutan
dan Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi
dan Multimedia. Nah, CID Bukit Aman itu
bilang bahwa ditangkapnya perempuan yang
menyebarkan Hoa ini menjadi salah satu
dari 15 dokumen investigasi terkait
berita bohong atas meninggalnya Zara.
Polisi di saat itu memutuskan untuk
menindak tegas semua berita bohong yang
tersebar di internet karena bisa
mengganggu ketertiban umum dan proses
penyelidikan. Nah, jadi
bisa dikatakan ya pemberitaan tentang
Zara ini ya seheboh itu di Malaysia.
Sampai-sampai orang-orang tuh ada yang
bikin berita hoax-nya supaya ya heboh ke
mana-mana, supaya keos ke mana-mana.
Oke, geng. Sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan selanjutnya nih
mengenai lima orang yang dituntut atas
meninggalnya Zara. Nah, setelah
berbelit-belit ini kasus, akhirnya ada
tersangkanya atau terduga pelakunya.
Jadi, Geng, pada tanggal 18 Agustus,
Pengadilan Koroner sudah menetapkan
tanggal 3 September untuk memulai proses
pemeriksaan atas meninggalnya Zara. Nah,
di sisi lain Jaksa Agung Malaysia itu
bilang setelah kepolisian Malaysia
meninjau kasus tersebut, jaksa penuntut
akan menuntut beberapa tersangka yang
terlibat di dalam kasus bully yang
dialami oleh Zara ini. Keputusan ini
diambil dengan pertimbangan bahwa
tuduhan tersebut tidak akan mengganggu
proses penyelidikan yang sedang
berlangsung. Kabarnya jumlahnya itu ada
lima orang, Geng. Dan semuanya berusia
di bawah 18 tahun. Jadi aduh masih di
bawah umur. Mereka ini dibawa ke
Pengadilan Kota Kinabalu Sabah untuk
kemudian didakwa. Menteri Hukum dan
Reformasi Kelembagaan yaitu Datuk Sri
Azelina Otman Said itu menegaskan
meskipun kasus ini menyangkut bully yang
serius ya, para pelaku harus
diperlakukan sebagai anak-anak di mata
hukum sehingga hak-hak mereka juga harus
dilindungi.
Ini nih kalau pelakunya anak kecil tuh
kayak aduh gimana gitu ya. Padahal
mereka walaupun masih kecil tapi udah
bisa berbuat sampai menghilangkan nyawa
orang harusnya duh harus serius banget
gitu. Menurut beliau juga perlindungan
tersebut diatur di dalam Undang-Undang
Anak Tahun 2001 di mana di dalamnya
menjamin kerahasiaan identitas, hak
mendapatkan pengacara, serta perlakuan
yang adil katanya. Udah berbuat jahat
aja masih harus berbuat adil gitu ya.
Ya, gimana dengan perasaan keluarganya
Zara ya kan? Apakah masih bisa
mendapatkan keadilan untuk anak mereka?
Walaupun orang itu dipenjara sekalipun,
tetap aja menurut gua keadilannya enggak
akan ditemukan kecuali Zaranya bisa
hidup lagi. Itu baru adil. Atau sekalian
yang lima juga ikut Zara aja. Mending
goy itu adil. Ya ngomong soal hukum
enggak ada adil-adilnya sih ya. Mau di
mana pun juga kelima tersangka ini ya
bakal dikenakan pasal 507D KUHP atau
yang dikenal sebagai klausul Asya. Nah,
ini kayak hukum di Malaysia lah. Nah, di
saat itu ya Menteri Dalam Negeri yaitu
Pak Saifuddin itu mengatakan kasusnya
Zara akan menjadi pertama kalinya
undang-undang tersebut digunakan. Jadi,
ini belum pernah kejadian di Malaysia,
Geng. Pasal ini baru disahkan pada bulan
Juli 2024 dan untuk menjerat pelaku
intimidasi, ancaman atau penghinaan yang
bisa memprovokasi orang melakukan
kekerasan atau justru mengakhiri
hidupnya sendiri. Hukuman bagi yang
melanggar itu adalah penjara sampai
dengan 1 tahun dan denda ataupun bisa ya
menjalankan keduanya. Terus, Geng,
Kementerian Pemberdayaan Perempuan,
Keluarga, dan Pembangunan Masyarakat
juga tidak tinggal diam terkait kasus
ini. Datuk Sri Nansi Syukri selaku
menteri ya mengatakan berbagai tindakan
sudah diambil melalui Departemen
Kesejahteraan Sosial dan partainya
sekarang menunggu hasil investigasi
untuk mengidentifikasi tindakan lebih
lanjut karena ada banyak pihak yang
terlibat di dalam kasus ini. Nah,
pihaknya akan terus memantau bagaimana
perkembangan terhadap kasus ini. itu
menekankan bahwa betapa pentingnya ee
kesadaran di kalangan orang tua dan
masyarakat mengenai masalah kekerasan
serta penelantaran serta mendidik
anak-anak agar menyadari kalau
sebenarnya mereka juga memiliki hak.
Nah, jika melihat ada yang salah ya
laporkan. Jika anak kalian mengeluh
tentang sesuatu di sekolah ataupun di
luar sekolah maka harus didengar
keluhannya dan harus segera diambil
tindakan. Jangan sampai anak-anak ini
merasa tidak apa ya, tidak nyaman, tidak
enak untuk bercerita ke orang-orang di
sekitarnya. Nanti ya ujung-ujungnya
akibatnya fatal. Oke, itu dia geng
pembahasan update terbaru ya tentang
kasusnya Zara dengan sudah adanya lima
orang yang didakwa karena dianggap sudah
melakukan bully yang membuat Zara
kehilangan nyawa. Nah, lima orang ini
enggak bisa ditampilkan, enggak bisa
di-publish karena masih di bawah umur.
Nah, gimana tuh, Geng, menurut kalian,
teman-teman semua ya, terutama yang di
Malaysia? Apakah kalian sudah cukup puas
dengan penanganan terhadap kasus ini
atau justru ini masih banyak yang belum
terang-menerang? Coba deh, tinggalkan
komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:11 UTC
Categories
Manage