JEAN TR4SH STREAM ! T3W4S LIVE STREAM TORTURE FOR GIFT CASH FROM VIEWERS
M7VUEqUQUw0 • 2025-08-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, sebelum kita mulai konten ini, gua mau disclaimer dulu kalau pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar peraturan YouTube ataupun melanggar ketentuan-ketentuan yang sudah ditentukan oleh YouTube. Nah, konten ini murni adalah sebuah informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Geng, hari ini kita bakal membahas sebuah insiden yang sedang ramai dibicarakan di dunia internasional. Kasus ini terjadi di Prancis, yaitu mengenai seorang streamer yang cukup terkenal di negara tersebut yang bernama Jan Formanov. par plus d'un demi milion de personnes en direct soudain plus rien. Dia ini bertemu dengan ajalnya pada saat sedang melakukan live streaming. Seram enggak tuh? Karena kita lihat ya, sekarang di dunia banyak banget orang yang sedang hobi-hobinya menghabiskan waktu untuk live streaming. Nah, ternyata ya ada kegiatan yang sebenarnya tuh bikin kita happy, bikin kita tuh merasa kayak punya dunia sendiri, tapi justru memakan korban sekarang. Kok bisa kejadian ini terjadi? Ya, kenapa bisa seseorang yang sedang live streaming tiba-tiba meninggal? Apa yang dilakukan? Kecapekanah atau karena apa? Ya, kalau misalkan cuma kecapekan kayaknya gak mungkin, tapi justru ada trigger lain. Nah, mungkin kalian masih ingat ya, Geng, kasusnya Valeria Marquez. Kita udah sempat bahas nih di konten gue yang ini. Nah, kalau Valeria Marquez itu dia meninggal dunia saat live streaming terus di oleh seseorang. Nah, tapi kasus ini beda nih. Kasus yang menimpa jin ini itu diduga karena dia mendapatkan ya sebuah perlakuan yang mengerikan saat sedang live streaming bersama dengan streamer-streamer lain dan eh tindakan yang dia terima ini dipertontonkan secara online sampai pada akhirnya Jen ini enggak bisa lagi bertahan atas tekanan serta ya tindakan yang mengerikan tersebut hingga ya dia meninggal dunia. live streaming-nya dia itu dilakukan di platform yang bernama Kick. Kalau kalian tahu Twitch, nah Kick ini mirip-mirip seperti Twitch itu, Geng. Yang anehnya ya, ketika genen ini diperlakukan secara mengerikan, kick ini tidak memban atau tidak eh men-suspend atau tidak apa ya, kayak live-nya tiba-tiba dimatiin gitu, enggak sama sekali ya. Mungkin misalkan ini tayangnya di YouTube atau di Facebook udah di-ban kali ya, udah di-suspen langsung. Nah, pasti udah kena pelanggaran. Nah, tapi ini enggak sama sekali. Makanya live streamingnya itu dikabarkan berjalan sampai berhari-hari lamanya setelah dia ya mendapatkan perlakuan tersebut. Dan selama itu juga Jin ini mengalami berbagai ee tindakan yang mengerikan setiap harinya. Berita mengenai meninggalnya Jin itu langsung mendapatkan perhatian dari otoritas Prancis dan tidak terkecuali oleh masyarakatnya. Mereka bertanya-tanya mengapa bisa aksi seperti itu ya dijadikan sebagai bahan untuk live streaming yang bisa ditonton oleh jutaan orang. Nah, di video kali ini kita bakal membahas tentang kronologi kasusnya secara lengkap. Oke, langsung aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Untuk pembahasan pertama kita bahas dulu nih siapa sih Jen Pormanov ini ya sebelum nanti kita berlanjut ke kronologi kasusnya. Sebenarnya dia ini memang enggak begitu terkenal bagi kita orang Indonesia karena dia bukan streamer yang live di YouTube, tapi justru melalui sebuah platform yang bernama Kick. Nah, mungkin orang Indonesia juga jarang yang punya atau jarang nonton live di platform tersebut. Kebanyakan kan orang Indonesia tuh pakainya YouTube, TikTok, Instagram gitu ya. Terus geng, nama asli si streamer ini adalah Raphael Graven dan dia menggunakan nama Jen Permanov sebagai nama panggungnya. Dan para fansnya itu sering memanggil dia dengan singkatan JP atau JP. Dan singkatan nama ini memang melekat banget sama dia. Nah, kalau kalian pikir dia ini adalah anak muda, kalian salah. Kalian juga udah lihat dari foto-fotonya yang sudah ditampilkan di video kalau Jin ini sudah bapak-bapak. Umurnya itu sekitar 46 tahun. Dan berdasarkan informasi yang gua dapat dari media CNN, ternyata jin ini bukan berasal dari orang biasa. Dia adalah seorang veteran militer. Nah, dulunya tentara gitu, Geng. Ada informasi, Geng, yang mengatakan kalau jin ini adalah penyintas disabilitas. Namun, enggak ada penjelasan yang lebih lanjut soal disabilitas apa yang dia alami atau semacamnya. Kita enggak tahu nih kekurangan dari tubuh dia itu apa. Usianya yang sudah bisa dikatakan tidak muda lagi ya, ternyata tidak menghentikan dia untuk terus melakukan berbagai upaya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Apalagi dengan kemudahan akses internet saat ini, Jin ini memanfaatkan hal tersebut untuk bisa mencari uang dengan popularitas. Nah, dia memutuskan untuk menjadi seorang streamer. Dia memulai karir sebagai seorang streamer itu pada bulan Maret 2020 di Twitch. di saat itu dia memainkan game yang populer seperti e GTA 5 terus FIFA sampai dengan Fortnite. Tidak butuh waktu lama buat dia mencuri perhatian viewers. Dikatakan kalau dia bisa mendapatkan sekitar 669.000 followers di Twitch dan langsung menjadi terkenal di antara para streamer-streamer lain. Nah, Jin ini bisa terkenal enggak terlepas dari kepribadiannya dia yang memang menghibur banget, Geng. Dan dia juga sering berinteraksi dengan para viewers. Dia juga sering marah-marah di live stream-nya. Dan momen dia marah-marah itulah yang ditunggu oleh viewers. Ya, standar lah kayak di Indonesia. Contoh kayak misalkan ee top global Mia. Siapa tuh namanya tuh? Pasol ya kan kalau live lagi marah-marah. Nah orang senang gitu kan. Nah sama juga dengan Jin. Jin ini disenangi karena hal tersebut karena toxic gitu geng. Nah, bahkan banyak cuplikan dia saat marah-marah yang kemudian jadi viral di sosial media dan jadi semakin menambah popularitasnya dia di dalam dunia streaming. Gila banget ya, Geng, yang dialami oleh Jin ini. Makanya waktu ada berita dia meninggal, banyak yang kaget karena enggak menyangka kalau dia harus berakhir kayak gitu. Apalagi ada dugaan bahwa penyebab meninggalnya bukan karena faktor alami, tapi justru pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas insiden tersebut tuh ada, yaitu teman-temannya. Dari sini kita bisa lihat ya, kalau yang namanya ajal itu gak peduli kamu kaya atau miskin ataupun dari latar belakang apa. Orang kayak jin aja bisa mengalami hal tersebut. Ya, jangan sampai kita merasakan lah ya apa yang dia rasakan. Nah, cuma enggak ada salahnya ya kita lebih mempersiapkan diri untuk hal-hal ke depannya terkhusus yang berkaitan dengan finansial. Karena kan apa yang dilakukan oleh Jin ini menyangkut dia ingin mendapatkan uang dari streaming ya kan? GIF ketika dia live stream gitu dan berakhir kayak gitu. Nah, saat ini gua pengen bagiin kalian sebuah informasi nih tentang finansial atau mendapatkan penghasilan tambahan. Nah, tapi kalian perlu tahu kalian tuh harus hati-hati sama penipuan seperti yang pernah dilakukan oleh inisial ICA dan juga DS yang dulu mereka pernah mempromosikan Binom SQUI. Nah, Binom SQUI itu kan binary option ya. Itu bukanlah platform perdagangan yang resmi melainkan hanyalah penipuan yang mana banyak sekali korbannya. Makanya kalian harus hati-hati banget untuk kalian yang ingin belajar menjadi seorang trader. Nih, untuk kalian yang mau aja ya. Karena profesi sebagai trader ini adalah profesi resmi. Kalau misalkan kalian enggak tertarik ya cukup dikip aja. Tapi kalau tertarik kalian bisa banget memilih platform-platform yang legal dan terpercaya yang reputasinya jelas. Nah, di sini sekali lagi gua merekomendasikan kalian untuk menggunakan platform Fenex untuk belajar menjadi seorang trader. Alasan gua merekomendasikan ini ya karena memang mereka ini bukan binary option karena mereka itu berada di bawah regulasi badan milik pemerintah dan punya lisensi dari Bapetti, JFC dan juga KBI. Jadi, udah pasti ya terpercayalah buat digunakan. Takut bakal bingung karena masih pemula. Ya, tenang aja ada fitur-fitur dari PX yang bakal dukung kalian ketika melakukan perdagangan mulai dari asisten AI, webinar dari pakar yang pastinya sudah berpengalaman, terus analisis, peringatan harga sampai ada kalender ekonomi juga. Nah, tampilannya juga simpel banget, jadi mudah dipahami oleh yang masih pemula. Dengan fitur-fitur itu akan memudahkan kalian untuk melakukan perdagangan di Phoenix tanpa khawatir. Misalnya nanti kalau kalian menemukan kendala gitu. Nah, kalau mau deposit dan penarikan prosesnya juga cepat. enggak ada komisinya lagi. Kalau bingung ya tinggal pakai layanan live chat yang sudah standby 24 jam. Terus juga kalian bisa dapat dana virtual untuk akun belajar atau akun demo sebesar 10.000 yang bisa kalian pakai untuk ya belajar dulu atau ngetes strategi. Dan fitur ini berguna banget untuk pemula yang mau latihan. Kalau kalian sudah mempelajari dasar-dasarnya dan mulai berlatih, kalian juga sudah bisa menganalisa kondisi pasar dan punya strategi agar kalian bisa gerak cerdas dalam melakukan perdagangan, ya. Akhirnya kalian bisa menjadi bos hide. Phoenix ini juga nantinya akan menjadi tempat kalian untuk bisa mengembangkan skill sampai pada akhirnya bisa disebut sebagai bos hi tadi. Dan intinya semuanya terjamin kalau kalian pakai Venex dan pastinya kalian enggak perlu khawatir soal Venex akan membantu menyimpan sekaligus mengembangkan deposit kalian yang besar maupun kecil. Nah, menarik banget ya kalau sudah bisa jadi bos hideap. semuanya bisa dilakukan di Phoenix ini. Soalnya Penex ini bukan cuma sekedar platform, tapi bisa jadi wadah kalian untuk terus mengembangkan skill. Jadi langsung aja nih, Geng. Kalian klik link yang ada di kolom deskripsi atau bisa scan barcode yang sudah tertera di layar. Oke, sekarang kita lanjut lagi nih ke dalam pembahasan soal Jin tadi. Dan singkat cerita, pada tahun 2023 Jen ini pun akhirnya pindah dari Twitch ke Kick karena sebelumnya dia sudah terkenal di Twitch dan enggak butuh waktu lama untuk dia menjadi lebih terkenal lagi ketika pindah di kick. Bahkan dia di saat itu menjadi streamer Prancis terpopuler di kick dan streamer keempat yang paling banyak ditonton di kick. Namun geng ya, Jin ini gak cuma streaming saat dia sedang bermain game aja, tapi dia juga melakukan challenge ekstrem seperti maraton ya, e agar dia kurang tidur ya. Konten-kontennya itu memang challenge-challenge yang berbahaya gitu, Geng. Dan sepertinya memang hal seperti ini banyak diminati oleh para viewers. Nah, seperti yang udah pernah gua bahas soal pembuat konten mukbang yang makan banyak demi mendapatkan popularitas. Kurang lebih ya samalah streamer-streamer seperti Jin ini banyak juga yang melakukan hal-hal berbahaya untuk bisa mendapatkan perhatian penonton. Terus geng, singkat cerita beberapa hari sebelum Jin ini meninggal dunia, dia itu sebenarnya sedang mengadakan maraton di kick selama 10 hari bersama dengan teman-teman sesama streamernya, yaitu yang bernama Owen Chena Zandoti yang dikenal dengan sebutan Naruto. Terus ada yang satu lagi namanya Safain Hamadi. Maratonnya ini dilakukan di rumahnya Jin yang terletak di Konte, daerah Nis. Kalau kalian kira maraton selama 10 hari yang dilakukan oleh Jin dan dua temannya itu adalah live stream biasa. Ya, mungkin seperti yang dilakukan oleh Reza Arab atau teman-temannya gitu ya. Nah, itu kalian salah, Geng. Karena maraton yang dilakukan oleh Jin ini justru memperlihatkan berbagai aksi kekerasan terhadap Jin. Gua enggak paham nih sensasinya apa. Yang mana awalnya hal tersebut dilakukan ya cuma dari verbal atau perkataan aja, Geng. Tapi semakin lama semakin buruk yang sudah mengarah ke ya tindakan fisik gitu. Jujur di saat itu gak ada yang tahu apakah ini cuma konsep mereka atau justru memang mereka tuh udah ribut-ribut di saat itu. Nah, ada yang mengira ini mungkin konsep dari maratonnya karena kan para live streamer ini kan suka cari perhatian. Jadi mereka itu menampilkan live streaming yang ya berbau kekerasan. Dan katanya nih geng selama maraton itu berlangsung jin ini disodorkan berbagai produk berat untuk dia konsumsi dan mendapatkan tekanan tanpa henti. Nah, sampai dia kurang tidur. Nah, jujur nih, Geng. di umur dia yang 46 tahun, kalau sampai kurang tidur pasti langsung berasa di badan gitu kan. Apalagi ini ditambah dengan berbagai ya tindakan ke Nah, dari informasi yang gua kutip dari media Times, ada cuplikan yang memperlihatkan di mana genen ini sampai ya gua enggak bisa nyebutlah, pokoknya keras bangetlah. Bahkan ada juga adegan di mana dia di pakai pistol paintball sampai menuangkan cat dan minyak ke tubuhnya dia. Terus juga dia pernah ditaruh di dalam bagasi mobil dan mobilnya dikendarai dengan kecepatan tinggi. Pokoknya challenge-challenge yang enggak masuk akal, challenge-challenge ekstrem. Dan semua hal tersebut ditayangkan secara live streaming dan ditonton oleh banyak orang. Bahkan ketika tayangannya Jin yang ditaruh di bagasi, viewers malah minta teman-temannya Jin untuk pergi lebih jauh lagi. Dan mereka itu mendonasikan uang atau ngasih gift mereka supaya teman-temannya Jeans ini mau menuruti permintaan dari viewers tersebut. Kalau ngelihat gimana perlakuan yang diterima oleh Jin ya enggak tega banget, Geng. Dan pada saat Jin ini diperlakukan seperti itu, teman-temannya malah tertawa puas. Seolah-olah apa yang mereka lakukan kepada J adalah sebuah lelucon dan viewers-nya pun menikmati tayangan itu ya dengan memberikan gift tadi. Setelah 298 jam live streaming. Gila enggak tuh? 298 jam. Dikabarkan kalau live stream tersebut berhasil mendapatkan uang yang diberikan oleh viewers sebanyak 36.000o yang kalau dirupiahkan ya sekitar Rp683 juta. Dan apakah dengan uang yang terkumpul lantas membuat Jin merasa senang setelah dia diperlakukan dengan begitu mengerikan oleh teman-temannya? Ya, jawabannya enggak, Geng. Karena ternyata Jane sempat mengirimkan sebuah chat atau sebuah pesan kepada ibunya di dalam rentang waktu ketika dia live stream yang kasar kayak gitu ya. Kayak orang udah panik gitu. Kayak dia ngirim ke nyokapnya chat. Nah, di dalam chat itu dia bilang kalau dia merasa seperti kayak di Sandra selama live stream tersebut dan mengaku kalau dia muak dengan apa yang dia alami karena ya ini untuk kebutuhan konten kok dia yang jadi korbannya. Nah, ternyata dia enggak senang dengan perlakuan itu. Tapi teman-temannya ini udah kepalang menikmati karena menerima gift yang banyak. Nah, kemudian ada informasi nih yang menyebutkan kalau di maraton live tersebut yang sudah mirip seperti tayangan mengerikan ini ya enggak cuma jin doang yang menjadi korban tapi ada satu orang lain yang diketahui bernama Kudu. Tulisannya tuh Kodoks bacanya Kudu. Nah, dia ini memakai nama samaran yang diketahui dia adalah penyandang disabilitas dan berada di bawah perwalian hukum. Nah, Kudu ini juga mengalami penderitaan selama streaming tersebut berlangsung, Geng. Sedih banget. Terus singkat cerita, Jin kan akhirnya meninggal dunia. Pada saat dia meninggal dunia, momen tersebut juga terekam di live stream tersebut, Geng. Jadi Jin ini tidur bersama dengan tiga orang temannya. Di situ terlihat kalau Jin sudah tidak mengenakan baju dan badannya udah ditutupi oleh selimut. Pada awalnya terlihat kalau dia itu bergerak tapi seperti sedang ya menahan sakit kayak sesak nafas. Namun pada saat itu teman-temannya enggak ada yang bangun. Nah, beberapa saat kemudian jin ini sudah terlihat tidak bergerak sama sekali di tempat tidurnya. Ya, sepertinya di saat tersebut ya dia udah enggak bernyawa. Nah, viewers dari maraton tersebut sepertinya juga udah menyadari kalau eh Jin udah meninggal dan mereka berusaha untuk memberitahu teman-temannya yang lain dengan memberikan donasi-donasi tadi. Jadi kalau misalkan ngasih donasi maka akan ada notif yang muncul. Jadi kenotis lah gitu. Nah, terus salah satu temannya si Jin ini ada yang bangun yang mungkin karena mendengar suara notif gift tadi dan dia melihat ke arah Jin yang sudah tidak bergerak. Nah, kemudian temannya itu mengambil botol dari bawah kasur untuk dilempar ke arah Jin. Namun, Jin tidak memberikan respon lagi. Jadi benar-benar kayak udah kaku. Di saat itu dia masih diam dan tidak bergerak. Karena penasaran kenapa Jin ini benar-benar gak bergerak, temannya itu langsung turun dari kasur dan menghampiri Jin untuk memeriksa kondisinya. Nah, sesaat kemudian dua temannya yang lain pun ikut bangun dan panik. Dan pada saat itu mereka mencoba untuk membangunkan Jin, tapi Jin sama sekali udah enggak ngerespon. Dan pada saat itu ya live stream-nya pun langsung dihentikan. Dan benar aja geng, Jin ini dinyatakan meninggal dunia. Nah, pemberitaan ya dari media The Independent. Salah seorang yang bernama Owen itu mengunggah sebuah postingan di Instagram yang menuliskan pengumuman kalau Jin ini sudah meninggal dunia. Di dalam tulisannya, Owen ini menyebutkan bahwa Jin adalah saudara, sahabat, dan temannya selama 6 tahun belakangan. Cuplikan ketika Jen ini meninggal dunia dan video-video cuplikan dari live stream yang memperlihatkan Jen ini diperlakukan secara mengerikan saat ini udah viral banget di internet. Kalian bisa cari sendirilah karena gua enggak bisa nampilin di sini ya. Kalau gua tampilin nanti videonya gak bisa tayang gitu. Dan hal ini mengundang perhatian dari publik Prancis terkhususnya otoritas berwenang karena live stream tersebut menayangkan berbagai aksi yang mengerikan yang dilakukan oleh teman-temannya Jin kepada dia. Nah, lalu masyarakat serta otoritas Prancis pun mengecam apa yang dilakukan oleh teman-temannya Jin hingga membuat dia ya berakhir mengerikan. Nah, sekarang ya kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai tuntutan publik atau masyarakat terhadap ya pelaku meninggalnya jin. Jadi, geng ya setelah menjalani 10 hari live stream yang penuh dengan pendiri jin ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada saat live stream sedang berlangsung. Bahkan ada seorang netizen melalui akun X-nya dengan username Guest Age Control yang mana dia mengatakan kalau jin ini enggak cuma mengalami kekerasan saat live stream aja, Geng. Tapi udah sejak 2 tahun yang lalu, yaitu dari tahun 2023. Enggak banyak orang yang tahu selama ini dialami karena media enggak pernah ada yang memberitakan kecuali satu artikel lokal atau dari Media Park yang mana informasinya juga terlalu sedikit. Di sana dikatakan kalau sejak tahun 2023 jin ini sudah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan hampir setiap hari oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai seorang penyelamat untuk jin. Dia ini terus-menerus ya diperlakukan kasar dan orang-orang yang melakukan ini justru tertawa melihat hal itu. Nah, salah satunya adalah cuplikan video di mana Jin ya dihantam oleh Safine atau Safin mungkin ya dan juga Owen. Nah, dua orang yang Jin anggap sebagai temannya sendiri. Nah, akun tersebut juga menjawab pertanyaan yang mungkin terbesit di benak banyak orang. Mengapa Jin ini gak pergi atau nge-cut off aja si Safin dan si Owen ini malah terus melanjutkan pertemanan mereka? Ini kan aneh. Nah, ternyata alasan mengapa Jin tidak pernah pergi karena mereka berdua memegang kendali atau pengaruh bagi Jin dan Owen serta Safin ini ya mulai berteman dengan Jin beberapa tahun yang lalu. Nah, dulu Jan ini mulai live streaming saat usia dia itu 40 tahun, Geng. di rumah ibunya. Dia hidup dari bantuan sosial dan sedikit penghasilan dari streamingnya. Nah, Owen itu mulai memperhatikan Jin karena dia mulai dikenal karena sering marah-marah saat bermain game yang sama secara live. Tapi dia baru benar-benar terkenal setelah dia bermain bersama streamer lain yaitu yang bernama TK78. Sejak itu jin ini mulai mendapatkan cacian terus-menerus namun dikatakan masih dalam batas wajar. Tapi masalah mulai muncul ketika TK78 itu mengalami kasus yang mempengaruhi hubungan pertemanan antara Jen dengan si TK ini. Nah, dari sinilah enggak jelas nih ya ee apa kasus yang dialami oleh eh Tike dan Jin ini apa gitu. Yang jelas mereka itu sudah mulai bertikai lah. Dan mulai dari situ ya datanglah Owen. Owen yang mencoba untuk meyakinkan Jin agar dia melakukan streaming IRL. Nah, IRL itu streaming langsung keseharian seperti Speed gitu kan. Nah, si Owen ini menawarkan dan meyakinkan Jin untuk melakukan IRL bersama si Safin tadi. Nah, mulai dari sinilah penyiksa terhadap Jin itu dimulai. Awalnya sedikit, namun lama-kelamaan berubah menjadi keker yang semakin intens setiap bulannya. Ya, memang berawal dari sebuah konsep gitu, Geng. Dan Jin sendiri sebenarnya tidak pernah memberikan persetujuan bahwa dia mau untuk diperlakukan kayak gitu, mendapatkan keker dalam bentuk apapun. Nah, tapi si Owen dan Safin ini melakukan itu tanpa ada persetujuan dari Jin. Jadi, dilakukan terus-menerus. Dan seperti yang kita tahu ya, kalau Jin ini ya sampai ya dihantam habis-habisan secara kasar dan mendapatkan gift gitu. Ada salah satu video di mana Jan mendapatkan perlakuan kasar dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak melawan Owen dan Saffin. Lalu ada sebuah video juga yang memperlihatkan mereka yang mencoba untuk ya apa ya kap leher Jin selama mungkin menahan dia agar dia tidak bisa melepaskan diri dan ini bahaya banget. Bisa-bisa Jin kehilangan nyawa pada saat itu juga. Jen juga udah minta tolong kepada mereka untuk berhenti. Tapi mereka masih terus melanjutkan hal itu. Dan hal ini terus berlanjut geng selama bertahun-tahun. bahkan dijadikan sebagai tontonan hiburan yang dinormalisasikan oleh komunitas viewers mereka. Nah, jadi kurang lebih ya, Geng, e kenapa Jin ini bertahan? Ya, karena diyakinkan oleh Owen kayak nih, lu lihat nih, penonton kita pada suka kalau kita bikin konten kayak gini. Udah lanjutin aja. Dan di saat itu ternyata Jin enggak bisa berbuat banyak karena di saat itu diyakinkan juga akhirnya kegiatan ini terus berlanjut. Owen ini jugalah yang menjadi otak dari konten-konten yang dilakukan kepada Jin. Dan Owen tahu kalau dia harus terus meningkatkan tingkat dari kekerasan yang dia lakukan kepada Jin agar bisa memuaskan para viewers yang sering sekali justru viewers ini menuntut Owen agar melakukan jauh lebih gila lagi. Hal inilah yang membuat Jane mengalami masa-masa di mana mentalnya tuh hancur berantakan dan sudah tidak bisa lagi menahan semuanya. Tapi dia sadar kalau dia gak bisa berbuat apa-apa. Kalau dia membalas, maka Owen melalui kek juga ya, Owen pasti bakal membalasnya lagi dengan lebih keras dan lebih parah ya. Karena kan memang secara fisik Owen ini udah pasti jauh lebih kuat usianya jauh lebih muda dibandingkan Jin yang sudah menginjak kepala empat. Nah, karena itulah Jin ini selama ini diam aja dan terlihat tidak pernah merasa keberatan walaupun jauh di dalam hatinya. Ya, mungkin aja jin ini tertekan dan enggak mau diperlakukan kayak gitu. Tapi apa boleh buat, Geng? Dia enggak bisa melakukan apapun. enggak bisa membela diri sebab diduga dia sudah mengalami ya kekerasan sejak lama dan penyebab meninggalnya jin juga diduga akibat akumulasi dari berbagai kekerasan yang dia terima. Publik di saat itu menuntut agar pihak berwenang untuk segera menangkap dua pelaku tadi, yaitu Owen dan juga Safin atas kekerasan yang selama ini mereka lakukan terhadap Jin. Kasus meninggalnya Jin dan dugaan keker dialami oleh Jin ini ya juga sudah mendapatkan sorotan dari pihak berwenang Prancis. Di saat itu ya, Menteri Urusan Digital dan Kecerdasan Buatan Prancis yang bernama Clara Chapas itu sudah e angkat bicara melalui akun X pribadinya dia. Dia menyebutkan kejadian ini sebagai bentuk dari penghinaan dan peng Clara juga sudah menyebutkan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini sedang berlangsung, Geng. Kemudian Clara juga ikut mengkritik Kick, platform yang digunakan oleh Jin untuk live stream. Sebab Kick yang membiarkan live stream yang penuh dengan tindakan mengerikan ini ya tetap disiarkan. Harusnya kan di-ban gitu. Apa yang dilakukan oleh kick ini dianggap menyebarkan konten ilegal yang sangat memungkinkan dikenakan pasal hukum. Dan tindakan seperti ini tidak memiliki tempat di Prancis, di Eropa, bahkan di manapun. Nah, masih di dalam tweetnya Clara ini menyebutkan bahwa dia sudah melaporkan kasus jin ini ke Arcom, regulator media Prancis dan dia juga sudah menghubungi Paros, sebuah sistem yang digunakan untuk melaporkan konten online. Nah, kasus ini, Geng, sepertinya udah dalam penanganan oleh otoritas berwenang, Geng. Sebab dari media The Independent mengatakan kalau jaksa Dinis sudah membuka penyelidikan dengan melakukan autopsi kepada jenazah jin. Kepolisian setempat juga sudah menyelidiki dugaan tindakan yang dialami oleh jin. Di mana jin ini dikategorikan sebagai orang yang rentan dan aksi kekerasannya tersebut dipublikasikan di internet selama 8 bulan terakhir. Nah, pada tanggal 20 Agustus penyelidikan itu sudah dilakukan dengan meminta keterangan kepada para streamer yang ikut terlibat di dalam stream bersama dengan Jin, termasuk si Owen serta si Safin tadi. Ada penyitaan juga terhadap peralatan dan video yang dijadikan sebagai bukti penyelidikan. Dan sementara itu menurut informasi yang gua dapat dari media CNN nih, Yasin Sadoni selaku pengacaranya Owen itu bilang kalau Jin meninggal bukan karena tapi justru karena masalah kardiovaskular yang merupakan penyakit jantung. Nah, ini pengacaranya Owen malah ngebela kliennya. Ya wajar aja sih, tapi kan di video itu udah jelas banget ya kelakuannya Owen tuh kayak gimana. Kemudian geng, di dalam satu video, Jin ini sempat bercerita kalau dia diharuskan untuk minum obat sebenarnya. Di video lainnya, Owen ternyata pernah membacakan pesan-pesan Jin kepada ibunya yang merasa ya dia seperti disand oleh teman-teman streamernya. Nah, memang pada saat itu enggak jelas siapa yang dimaksud oleh Jin. Tapi di video lainnya saat sedang live streaming, ibunya Jin sempat memarahi dia lewat telepon karena dia membiarkan teman-teman streamernya mencukur sebagian rambutnya. Jadi kayak di gitu, Geng. Dan ibunya enggak tega ketika melihat anaknya diperlakukan kayak gitu. Nah, namun Yasin selaku pengacara Owen itu bilang kalau ibunya Jen ini justru ikut berpartisipasi di dalam live streaming itu. Wah, gila banget mulut pengacaranya ya. Dibolak-balik sama dia gitu. Dan saat ini baik Owen maupun Safin belum ditahan, Geng. Nah, namun penyelidikan terhadap mereka atas kasus ini masih terus berlangsung. Terus, Geng. Enggak cuma menyoroti Owen dan Safin aja, tapi semua pihak di Prancis juga mulai mempertanyakan soal kick yang tidak melakukan apapun dan justru membiarkan live stream yang berisi peny terhadap jin itu tayang. Dan juru bicara di kick saat diwawancarai oleh media BBC itu bilang kalau mereka segera meninjau keadaan seputar meninggalnya Jin dan pihak dari Kick sudah mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Jin dan menyampaikan belas sungkawa kepada keluarganya, teman, serta masyarakat yang merasa kehilangan juga. Nah, juru bicara kick itu sudah menjelaskan bahwa terdapat pedoman komunitas di platform tersebut yang dirancang untuk melindungi para kreator dan kickboard komitmen untuk menegakkan standar ini terhadap seluruh platformnya. Dan karena kasus ini ya, Kick membuat keputusan untuk melarang para streamer yang terlibat di dalam live streaming kekerasan Jin untuk live di kick lagi sambil menunggu hasil dari penyelidikan. Walaupun kayak gitu, Geng. publik tetap mengecam kick yang tidak sedari awal segera cepat tanggap untuk memblokir live stream-nya Jin ini. Ya, seandainya aja ya kalau live stream-nya itu cepat dihentikan mungkin yang dialami oleh Jin akan berhenti sampai di situ. Karena kan tujuan dia itu mengalami hal kayak gitu dari teman-temannya karena mereka senang ditonton banyak orang dikasih gift. Makanya dipertanyakan nih gimana sih kontrol dari pihak platform kick itu terhadap para streamer-streamernya? Masa enggak ada yang ngecek, enggak ada yang nge-filter gitu. Terus, Geng, walaupun enggak bisa dinormalisasikan, konten live streaming seperti yang dilakukan oleh Jin ini memang sedang banyak banget disukai oleh komunitas streamer di luar negeri. Sebab dengan menyajikan konten kayak gitu, mereka bisa menarik perhatian banyak penonton atau viewers. Nah, jenis konten kayak gini disebut dengan trash stream yang awalnya cuma sekedar hiburan, tapi seiring berjalannya waktu, para streamer jadi enggak tahu batas sehingga berakhir pada hilangnya nyawa seseorang. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai apa itu trashstream dan bahayanya kayak gimana. Jadi, Geng, kasus yang dialami oleh Jin ini membuat kita jadi tahu ya, bahwa jenis konten tersebut memang ada dan bahkan digemari oleh banyak orang. Konten ini disebut dengan trashstream tadi. Dan trashstream ini adalah sebuah fenomena yang berasal dari tahun 2010-an yang mana fenomena ini sangat terkenal di Rusia dan Polandia. Para streamer yang melakukan trashstream akan melakukan tindakan yang merendahkan orang lain yang kemudian disertai dengan aksi penuh dengan kekerasan. Bahkan terkadang bisa berakibat fatal terhadap diri mereka sendiri maupun orang lain. Contohnya aja di tahun 2020 ada seorang streamer asal Rusia yang sedang live stream bersama pacarnya yang di saat itu masih berumur 28 tahun dan pacarnya juga sedang mengandung, Geng. Nah, tapi di live stream itu streamer ini malah ya melakukan tindakan kepada pacarnya hingga menyebabkan cidara otak dan sempat mengunci pacarnya di luar rumah ketika pacarnya cuma mengenakan pakaian dalam. Nah, ketika tim medis memeriksa pacarnya disebutkan kalau dia udah tidak bernyawa di saat live stream-nya masih berlangsung. Nah, atas perbuatan itu, si streamer dijatuhi hukuman 6 tahun penjara bahkan, Geng. Dan kejadian ini pada tahun 2021. Dan dikarenakan kejadian tersebut ya, pemerintah Rusia membuat sebuah undang-undang federal yang mulai melarang konten trash stream ini, Geng. Jadi di Rusia udah enggak boleh ada kayak gitu. Dan tingginya popularitas konten-konten trash stream kayak gini juga didukung oleh para penonton atau viewers ya. karena mereka tuh penasaran dan suka banget dengan hal-hal ekstrem. Dan ee semakin banyak alat yang tersedia untuk bisa mempengaruhi live stream, semakin besar juga kemungkinan streamer bakal membuat konten-konten yang lebih ekstrem lagi. Di platform seperti kick atau bahkan di YouTube sekalipun, viewers bisa menyumbangkan uang untuk memberikan donasi agar pembuat konten atau streamer bisa berbuat lebih jauh lagi. Nah, fenomena yang kayak gini sampai menjadi sebuah inspirasi buat sebuah serial yang bernama Black Mirror di episode pertama dari season 7. Karakter utamanya yang diperankan oleh Chris OdoT itu bergabung dengan sebuah situs streaming bernama Damdamis di mana ya dia melakukan berbagai aksi yang melecehkan diri sendiri agar bisa mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan istrinya yang sedang sakit. Ya fenomena tersebut bukan cuma cerita dari series doang, Geng. Tapi memang diangkat dari kisah nyata ya seperti yang dialami oleh Jin Pormanov ini. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai meninggalnya Jin Pormanov yang diduga disebabkan karena kekerasan yang selama ini dia alami ketika live stream bersama dengan teman-temannya. Gimana geng, menurut kalian tentang kasus ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories