Kind: captions Language: id Geng, kita akan melanjutkan lagi pembahasan tentang ee demo ya. Karena demo di tanggal 25 kemarin bukanlah akhir dari gerakan atau aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat. Karena di tanggal 28 Agustus aksi demo kembali dilangsungkan. Aksi demo tersebut diinisiasi oleh buruh yang kemudian dilanjutkan oleh aksi dari para mahasiswa. Nah, sayang ser000u sayang aksi demo kali ini ternyata tidak berakhir baik. Bahkan dikatakan jauh lebih keos dibandingkan yang terjadi di tanggal 25 Agustus. Sebab ya memakan korban yaitu seorang ojol yang sempat kita bahas di konten kemarin. Yang belum nonton boleh nonton dulu nih kontennya. Nah, hari ini fokus kita akan berbeda. Kita kali ini akan fokus ke dalam situasi demonya, Geng. Dan ya kita akan membahas apa yang terjadi ketika aksi demo itu berlangsung. Contohnya nih ya, salah satu contoh yang akan kita bahas yang mana ada polisi yang sempat dilempar ular oleh peserta aksi, terus ada massa yang mengambil tameng polisi dan rencananya mau dia jual tameng itu sampai dengan isu kalau hujan di tanggal 28 malam itu kabarnya bukanlah ee fenomena alam yang alami atau biasa, tapi memang sengaja dibuat hujan agar membubarkan aksi demo yang masih berlangsung hingga malam hari. Terus juga mengenai gas air mata yang ditembakkan oleh aparat yang kabarnya sudah kadal luarsa. Yang enggak kadal luarsa aja udah sakit banget dan bahaya banget apalagi yang udah kad luarsa. Nah, kabarnya juga ada indikasi kalau pengadaan gas air mata tersebut dikorupsi. Waduh gila ya. Dan selain itu salah satu anggota DPR yang mengeluarkan statement ngacau tentang aksi demo kabarnya sudah dicopot jabatannya. Nah, siapa itu DPR-nya? Nanti kita akan bahas. Nah, akan ada beberapa informasi lain juga yang akan kita bahas di video ini. Jadi, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Geng. Geng, untuk pembahasan yang pertama, kita akan bahas tentang ketika ada salah satu pendemo yang melempar polisi dengan ular. Jadi, Geng, aksi demo akan kembali digelar pada tanggal 28 Agustus, ya. Pada awalnya para buruh yang berdemo, ya, kemudian dilanjutkan dengan aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Nah, mereka semua berkumpul di depan gedung DPR. Demo yang kemarin terjadi ternyata enggak kalah rusuh. Terlibat beberapa kali bentrokan dengan aparat dan massa juga terlihat merusak pagar DPR. Di saat itu himbauan agar tidak melakukan tindakan anarkis itu dihiraukan gitu aja oleh eh para massa. Dan polisi pun akhirnya melakukan tindakan tegas dengan kendaraan taktis seperti kendaraan water canon dan juga menembakkan air ke arah massa dari gerbang utama pintu DPR. Nah, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah massa dan kerumunan massa pun pecah serta berlarian ke berbagai arah. Sebagian mengarah ke arah Slipy, Petamburan, dan juga arah Palmerah. Salah satu anggota polisi bahkan meminta masa agar membubarkan diri dan meminta agar tidak ada tindakan yang anarkis ya melalui pengeras suara. Nah, namun di saat itu masa bukannya menjauh dan merasa takut, masa yang ada di area kompleks DPR sebagiannya terlihat malah melemparkan benda-benda keras ke arah polisi seperti botol, sandal, bahkan sampai batu. Bahkan ada yang menyerang menggunakan petasan, Geng. Sampai di jam 0.30 30 sore upaya pengamanan dan menghalau masa oleh kepolisian itu masih berlangsung. Dan ternyata, Geng, di dalam demo yang berlangsung kemarin itu enggak cuma diselenggarakan di Jakarta aja, tapi juga di beberapa daerah lain seperti Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Banda Aceh, dan kota-kota lain. Di sosial media itu ada sebuah video yang lagi viral banget, Geng. yang mana di saat orang-orang melemparkan batu, botol, dan benda-benda lain ya. Tapi ya di dalam video yang terekam ini terlihat seseorang yang sudah bapak-bapak datang dari belakang sambil membawa ular dan menyodorkan ular itu ke polisi. Kok kepikiran aja gitu ya bawa ular pas demo. Nah, tapi cara dari Bapak-bapak ini memang bisa dicontoh oleh para pendemo yang mana buat nakut-nakutin barisan polisi. Semisalnya mereka sudah mulai melakukan kekerasan kepada paramasa gitu. Itu yang dilakukan oleh bapak itu. Disodorkanlah ular. Karena mau seberani apapun ya orang pasti punyalah fobia atau takut sama ular ini. Nah, makanya ketika dia menyodorkan ular itu ya terlihatlah di dalam video kayak ada yang merasa geli dan juga takut. Nah, terus geng ada lagi nih momen lucu yang juga terjadi pada aksi demo di Jakarta. Dalam sebuah video yang viral di sosial media terlihat ada seorang pria yang dibonceng menggunakan sepeda motor sambil membawa tameng polisi. Di video tersebut tertulis ya kalau tameng tersebut akan dibawa ke tukang loak untuk dijual. Jadi bakal dijual kepada e pengepul besi bekas dikeloin gitu. Nah, ini kurang lebih sama kayak kejadian yang terjadi di Medan, Geng. Yang pas pagar roboh ya itu masa pada pretelin besi-besinya. Tujuannya apa? Ya untuk dijual. Kalau di Medan mah jangan tanya, ada besi dikit mah hilang gitu. Nah, terus geng informasi yang gua ambil dari media tempo nih ya, dikatakan ada ratusan pelajar yang ditangkap polisi ketika ingin ikut demo kemarin dan para pelajar yang ditangkap tersebut berasal dari berbagai wilayah di Jabod Detabek. Kombes AD Arisyam Indradi selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya itu mengatakan total ada 276 pelajar yang ditangkap. 116-nya dibawa ke Polda. Sementara 160-nya dibawa ke Polres jajaran. Pak mengatakan di antara para pelajar yang ditangkap, sembilan orang di antaranya kedapatan membawa senjata tajam jenis busur panah. Sampai ketika gua syuting video ini nih, Geng, belum ada update yang resmi mengenai bagaimana penanganan hukum bagi ratusan pelajar yang ditangkap tersebut. Namun geng, jika kita ambil contoh yang sudah terjadi di tanggal 25 Agustus kemarin, LBH menyatakan kalau timnya tidak diperbolehkan untuk mendampingi ratusan orang yang ditangkap oleh polisi. Nah, ini menurut pengakuan LBH. Alasannya karena mereka semua masih didata oleh polisi. Nah, sampai di sini ee masih belum jelas atau gua masih belum tahu ya, Geng, maksud dari di data itu kayak gimana karena tidak dijelaskan lebih lanjut. Nah, tapi pada waktu itu di jam 12. dini hari tim LBH mencoba untuk mencocokkan data penangkapan dengan keterangan orang tua dan pendamping di lapangan. Tapi ketika mendatangi Dit Krimum Polda Metro Jaya, akses itu ternyata ditolak dengan alasan tadi, Geng. Peserta aksi masih didata. Nah, sekitar jam .30 malam, aparat menyatakan ada sekitar 400 orang yang ditahan. LBH kembali mencoba memberikan pendampingan, namun ditolak kembali. Upaya serupa juga dilakukan di jam 20 saat tim hukum mencoba masuk ke unit 2 perlindungan perempuan dan anak, tapi tetap aja tidak diperkenankan. Nah, tim dari LBH dijanjikan bertemu pamen was di jam 2.40 dini hari untuk menjelaskan posisi anak-anak yang ditangkap. Tapi lagi-lagi ketika jam sudah menunjukkan pukul yang ditentukan, janji tersebut ternyata tidak ditepati. Terus, Geng menanggapi apa yang terjadi di dalam demo tanggal 28 di mana tindakan represif dari aparat semakin menjadi-jadi sampai hilangnya nyawa Avan driver ojol yang ditabrak dan dilindas menggunakan Rantis. Ya. Nah, LBH pun mengeluarkan statementnya. Demonstrasi yang dipijakan DPR dan pemerintah kembali dihadapi dengan tindakan brutal di saat itu, termasuk penembakan gas air mata dan rantis yang ya menabrak hingga menewaskan Avan. Dan tindakan ini cuma melanggar prinsip demokrasi dan HAM, tapi juga menunjukkan ya semacam kegagalan dari pemerintah kita di dalam menjalankan amanat reformasi. Dan hal ini bisa dibuktikan dari terenggutnya nyawa sekitar 55 orang akibat kekerasan yang melibatkan aparat sepanjang bulan Juli 2024 sampai Juni 2025 termasuk kasus Gama di Semarang dan juga Afif Maulana di Padang. Nah, itu diangkat lagi gitu. Di dalam hal ini nih sebutan dari LBH ya, Geng. Ini bukan pernyataan gua ya. Jangan salah paham nih. Jadi LBH ini menyatakan bahwa alih-alih berubah menjadi institusi sipil yang humanis, LBH malah menyebutkan bahwa Polri tetap menunjukkan sikap represif dan minim akuntabilitas menurut pihak LBA. Nah, di sisi lain pemerintah yang masih saja diam dianggap sebagai sebuah ya pembiaran begitu saja terhadap brutalitas aparat. Nah, untuk itu berbagai pihak sudah mendesak pembebasan demonstran dan penghentian represivitas dan pembentukan tim independen untuk menyelidiki kekerasan serta pencopotan Kapolri, reformasi menyeluruh institusi kepolisian, serta pemenuhan tuntutan rakyat atas kebijakan publik yang lebih adil, transparan, serta demokratis. Nah, sampai di sini kalian sudah paham ya, Geng. Itu salah satu kejadian anehnya. Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai isu kalau hujan ya. Hujan ketika demo itu dikatakan sengaja dibuat. Ya, sekarang kan memang udah ada teknologinya, Geng. Pemecah hujan dan penghadir hujan itu emang udah ada teknologinya dan biasanya dimiliki oleh pemerintah negara. Nah, sekarang kita akan bahas tuh mengenai hal itu, yaitu hujan buatan untuk membubarkan massa. Benarkah demikian? kita bahas. Jadi, Geng, kemarin itu kan banyak banget masa yang tidak membubarkan diri, padahal kondisinya udah malam dan sudah bukan rahasia umum lagi. Menjelang malam hari biasanya potensi untuk keos lebih tinggi. Nah, tapi kemarin itu tiba-tiba hujan deras di wilayah Jabod Detabek. Dan mungkin banyak yang mengira kalau hujan tersebut adalah bagian dari fenomena alam biasa. Nah, namun geng banyak juga yang skeptis karena terlalu kebetulan untuk disebut kebetulan gitu. Ada informasi yang gua ambil dari akun Instagram inipop.id yang menyebutkan ketika ribuan orang sedang menggelar aksi demo di depan gedung DPR, hujan yang turun itu seolah-olah bukan hal alami atau bukan yang alamiah, tapi semacam sengaja dibuat. Jadi kesimpulan ini diambil berdasarkan pantauan dari flight radar 24 yang memperlihatkan pesawat Kesna PK SNL sempat terdeteksi melintas di langit Jakarta. Pesawat ini ya bukanlah pesawat komersial yang dipakai untuk mengangkut penumpang, tapi melainkan pesawat milik BNPB. Pesawat ini adalah pesawat yang biasa digunakan untuk memodifikasi cuaca. Nah, gimana caranya? Ya, caranya dengan menyebarkan garam NaCl di udara untuk mengatur intensitas hujan sesuai dengan kebutuhan. Nah, jadi bisa dibikin hujan buatan gitu. Nah, jadi makanya isu ini akhirnya menyebar dan membuat orang-orang enggak habis pikir kok bisa-bisanya gitu ya untuk apa ya untuk tidak mau mendengarkan kritik, tidak mau mendengarkan ya namanya negara demokrasi kan ya pasti ada demo gitu ya. Nah, orang-orang menganggap untuk menghindari demo itu pemerintah sampai membuat hujan buatan. Nah, namun itu kan baru konspirasi atau isu aja, Geng. Menurut kalian itu benar-benar terjadi? Benar-benar hujan buatan atau itu alami? Coba deh, tinggalkan komentar di bawah. Sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke isu selanjutnya mengenai gas air mata yang ditembakkan yang kabarnya dikatakan sudah kad luarsa. Apakah benar demikian? Dan juga dikatakan untuk pengadaan gas air mata sempat dikorupsi juga. Buset, kita bahas. Jadi, Geng, sebenarnya dugaan penggunaan gas air mata yang dikabarkan Kaduarsa ini bukan terjadi di aksi demo tanggal 28 Agustus kemarin, melainkan ini adalah ee kejadian di tanggal 13 Agustus 2025 yang menuntut agar bupati daerah Pati yang bernama Sudewo untuk turun dari jabatannya. Nah, dugaan ini kemudian dilaporkan oleh lembaga Indonesia Corruption Watch ya ke KPK dan hal ini diketahui dari beberapa video yang viral di sosial media yang memperlihatkan adanya selonser aksi dan di selons tersebut terlihat tanggal expire-nya. Di selongsongnya tertulis kalau gas air mata itu yang ditembakkan oleh aparat ke peserta aksi sudah expire atau kata luarsa hampir 10 tahun. Wow. Kalau kalian terpapar gas air mata yang enggak kad luar saja, maksudnya yang masih baru, masih bagus, rasanya udah perih banget di tenggorokan, di mata, di dada, ya kan. Nah, ini apalagi kalau udah kad luarsa ya. Kayak makanan aja geng. Resiko terpaparnya juga tetap ada dan berbahaya seperti luka bakar, permasalahan pernapasan, kebutaan, dan juga sampai ke komplikasi kehamilan. Ya, walaupun ada yang mengklaim kalau sudah kadar luarsa berarti zat kimia yang di dalamnya kadarnya jadi menurun. Tapi tetap aja ada resikonya yang mana ini bisa dihadapi atau bisa terkena oleh siapa saja yang terpapar dengan gas air mata ini. Nah, yang parahnya lagi adalah insiden seperti ini enggak cuma terjadi sekali aja, Geng, Dipati Pati, tapi sudah beberapa kali di aksi reformasi di korupsi salah satunya. Dan bisa jadi itu terjadi juga nih kemungkinan besar di dalam aksi demo kemarin tanggal 28 Agustus. Nah, itu baru kemungkinan besar. Nah, yang lebih enggak habis pikirnya lagi ya ada dugaan kalau pengadaan gas air mata ini kan dikorupsi. Hal ini diungkapkan oleh ICW tadi yang menyebutkan kalau terjadinya penyimpangan aliran dana pada pengadaan gas air mata di Polri pada tahun 2022. Nah, pihak ECW mengatakan mereka menemukan keganjilan atas pengadaan gas air mata karena menemukan dugaan potensi peningkatan harga dalam pengadaan alat pelontar atau paper proyektil launcher dalam penandatanganan kontrak di bulan Januari 2022. Dalam temuannya diperkirakan harga barang di toko resmi sebesar 479,99 Amerika yang setara dengan 6,9 juta per unitnya berdasarkan kurs di tanggal 24 Februari 2022. Nah, di saat itu, Geng, kepolisian dikatakan membeli sebanyak 187 unit. Dan ketika dihitung dengan biaya lainnya seperti ongkos kirim, biaya administrasi, dan keuntungan perusahaan, maka seharusnya estimasi total pengadaan barang sebesar Rp1,6 miliar. Nah, tapi nilai kontrak pemegang tender justru gede banget, yaitu sebesar R9,9 miliar. Jadi ada selisih sekitar 48,2 miliar antara estimasi total pengadaan barang dan nilai kontrak pemenang tender. Gila ya korupsinya enggak main-main ya. Gila berapa juta, berapa miliar persen. Tinggi banget. Terus, Geng, selain peningkatan harga yang mengindikasikan adanya pelanggaran pada proses pembelian perlengkapan gas air mata, sejumlah dugaan pelanggaran lain juga dilakukan karena di dalam konteks korupsi pengadaan modusnya biasanya dimulai dari proses perencanaan. Nah, jika sebelumnya sebuah barang itu tidak ada di dalam proses perencanaan, tapi kemudian tiba-tiba muncul, hal ini berisiko mengakomodir sejumlah penyedia tertentu karena dianggap ada kontribusinya. Selain itu, ada juga dugaan perusahaan yang enggak berkualifikasi tapi tetap dimenangkan oleh panitia pengadaan. Kemudian persaingan usaha semu atau persekongkolan antara dua perusahaan pada enam paket pengadaan. Nah, dugaan lainnya juga terkait dengan adanya perusahaan boneka atau fiktif yang diragukan kapasitasnya. Nah, perjanjian bagi calon pemenang dari perusahaan boneka ini biasanya menimbulkan kerugian negara seperti boncosnya devisa, penghindaran pajak, dan monopoli pasar, serta penyalahgunaan sumber daya alam yang tidak terkontrol. Nah, terus geng pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies atau disingkat dengan ISESS yang bernama Bambang Rukminto itu mengatakan bahwa persoalan seperti ini seperti penyakit yang tidak pernah diobati. Menurut beliau, hal ini seperti kasusnya Irjen Joko Sisilo, mantan kepala korps lalu lintas yang tersandung skandal korupsi pengadaan simulator SIM katanya. Nah, itu artinya ada pembiaran oleh internalnya. Nah, pada saat itu pihak kepolisian masih belum mengkonfirmasi dugaan tersebut dan menjanjikan akan menjelaskannya dalam waktu dekat. Nah, di saat itu ya anggota Komisi Kepolisian Nasional yang bernama Albertus Wahyu Rudanto itu mengapresiasi temuan ICW tersebut. Namun pihaknya tetap akan membuktikan kebenaran dari temuan itu. Dan untuk itu Kompolnas sudah bersurat ke Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo melalui Inspektorat Pengawasan Umum Polri untuk meminta penjelasan resmi. Tapi entah kenapa, Geng. Laporan dari ICW ini seperti ee belum pernah diusut tuntas ya oleh KPK dan PORI sendiri dan tidak pernah dibuka kontrak tersebut kepada publik. Nah, kemudian geng berlanjut di tahun 2023 dan 2024 di tanggal 14 Juli 2023, Polri memberikan klarifikasi yang mengatakan bahwa terjadi kesalahan input angka dalam sistem informasi rencana umum pengadaan atau sirup lembaga kebijakan pengadaan barang atau jasa pemerintah atau disingkat dengan LKPP. Nah, aslinya nih pihak Polri membeli sebanyak 1857 unit pelontar gas air mata, bukan 187. Dan rincian penggunaannya pun dirincikan dari total 49,86 miliar anggaran yang disiapkan ada sekitar 17,56 miliar digunakan untuk membeli 1857 unit senjata peer proyekile launcher yang berarti per unitnya dikenakan sebesar Rp9,4 juta. Nah, sisanya sekitar 32,29 miliar digunakan untuk membeli alat pendukungnya yaitu 2 unit ekstra magazin, terus kantong holder dan 55 unit amunisi bubuk lada dan gas air mata. Jadi intinya ya pihak kepolisian di saat itu mengatakan tidak ada kelebihan pembayaran. Namun ICW justru menganggap keterangan pihak Polri semakin mempertegas adanya dugaan penggelemungan harga dalam proyek pengadaan gas air mata. Jumlahnya mungkin enggak sebesar temuan awal, tapi masih cukup signifikan. Terus, Geng, berdasarkan pantauan dari ICW, Polri tercatat lima kali membeli gas air mata di dalam rentang bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Dan menurut ICW, total uang pajak rakyat Indonesia yang dibelanjakan untuk gas air mata ini sebesar Rp18,9 miliar di dua satuan kerja, yaitu Corsabara Baharkam Polri dan Kopbrim Polri. Nah, dari data yang diperoleh ICW tersebut, mereka menyoroti tiga persoalan di dalam pembelian gas air mata oleh Polri. Nah, yang pertama ya dianggap tidak mematuhi kewajiban mereka untuk membuka informasi pengadaan terutama soal kontrak pengadaan gas air mata. Padahal sejak bulan Agustus 2023, ICW serta beberapa lembaga lain seperti Kontras dan tren Asia sudah mendesak pihak Polri untuk membuka kontrak belanja gas air mata dengan mengajukan permohonan informasi. Namun, Pori menolak membuka hal tersebut. Nah, sampai pada akhirnya karena itulah ICW menduga ada informasi yang ditutupi oleh Polri terkait proses pembelian gas air mata ini. Terus, Geng, di tanggal 2 September 2024, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian mendatangi kantor KPK untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan gas air mata. Tuntutannya ya masih sama. Yang pertama adanya dugaan persekongkolan tender dengan mengarahkan ke merek tertentu. Terus yang kedua, dugaan pemilik perusahaan pemenang tender yang merupakan anggota kepolisian atau setidaknya memiliki relasi dengan kepolisian. Dan yang ketiga, dugaan penggelombongan harga pembelian barang. Yang mana kabarnya, Geng? Kasusnya itu sudah dibawa ke pengadilan. Namun, gugatan dari ICW tersebut ditolak oleh Komisi Informasi Pusat. Dan putusan ini menyatakan bahwa ICW sebagai pemohon hanya diberikan akses untuk melihat dan mengetahui informasi yang diminta. Dan hal ini tidak sejalan, Geng, dengan pasal 4 ayat 2 huruf C yang menjelaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan salinan informasi publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Di dalam putusan Komisi Informasi Pusat ini ya terdapat pendapat berbeda yang disampaikan oleh Majelis Komisioner yang bernama Rospita Visi Paulin yang mana dia menyatakan bahwa tidak ada alasan informasi tersebut hanya diberikan dengan cara diperlihatkan. Jadi majelis komisioner ini berpendapat bahwa kepolisian wajib memberikan hak akses kepada publik yang mana di dalam hal ini ICW yaitu berupa salinan informasi yang diminta dengan menghitamkan atau mengaburkan materi informasi yang dikecualikan. Dan hasil putusan ini ya kemudian dibawa ke PTUN Jakarta untuk mengajukan keberatan. Namun majelis hakim menolak keberatan pihak ICW dengan alasan pertimbangan dari Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat itu sudah tepat. Sementara ICW menilai majelis hakim di putusan PTUN Jakarta itu enggak tepat dalam mengambil pertimbangan hukum yang cuma mengambil dari pertimbangan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat. Dan ditolaknya keberatan ICW terhadap putusan Komisi Informasi Pusat oleh PTUN itu menunjukkan bahwa negara tidak memberikan jaminan terhadap hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan putusan dan alasan pengambilan putusan juga. Nah, terus yang kedua, negara sudah abai dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu transparan, efektif, efisien, akcountable, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan untuk itu, ICW mengajukan kasasi atas putusan PTUN Jakarta ke Mahkamah Agung pada tanggal 2 Juli 2025. Nah, jadi kurang lebih seperti itu, Geng, ya. persoalan korupsi ee gas air mata, pengadaan gas air mata dan juga kabarnya tentang pengadaan gas air mata yang kabarnya sudah kad luarsa bahkan sudah 10 tahun. Gila banget ya. Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan soal pencopotan salah satu anggota DPR yang cukup kontroversial yaitu Ahmad Shahroni yang mana dia sempat mengeluarkan pernyataan yang bikin heboh banget. kita bahas. [Musik] Jadi, Geng, ada salah satu anggota DPR yang menjadi sorotan karena statementnya yang dinilai kontroversial. Jadi, ketika demo di tanggal 25 Agustus, ya narasi yang digaungkan adalah pembubaran DPR. Nah, Sharoni menanggapi tuntutan tersebut dengan bilang orang yang minta DPR dibubarin adalah orang paling tolol sedunia. Kasar banget. Catat nih, orang yang cuman mental bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Karena mengeluarkan statement tersebut, publik jadi marah atas statement yang diberikan oleh Ahmad Shaoni. Dan ada seorang influencer yang bernama Salsa Erwina yang bahkan menantang Ahmad Shahroni untuk berdebat dengan dia secara terbuka dan membahas soal tunjangan DPR ya ee apa ya di dalam sebuah perdebatan. Jadi saat kamu ngatain kita tolol, aku kasih kamu bukti ya. Kita lihat siapa yang sebenarnya benar-benar tolol di sini. Nah. Salsa ini bukan sekedar seorang influencer aja, Geng. Dia juga mulai dikenal oleh netizen melalui podcast jadi dewasa 101. Di podcast tersebut dia membahas berbagai tips kehidupan. Sebagai seorang influencer, dia memiliki banyak prestasi. Dia pernah juara lomba debat internasional di Nanyang University tahun 2014. Dia juga merupakan mahasiswa berprestasi ee di UGM gitu ya di tahun yang sama dan pernah mewakili Indonesia di dalam lomba debat dunia di Berlin 2012 dan sukses melangkah sampai babak kuarter final. Nah, dan di saat ini dia sudah tinggal di Denmark. Jadi, udah enggak di Indonesia lagi. Setelah dia mengajak Sahroni debat, Salsa mendapatkan informasi kalau rumah keluarganya yang berada di Pamulang, Tangerang Selatan akan didatangi oleh tim dari Shahroni. Kabarnya kayak gitu. Dan Salsa sudah mewanti-wanti agar Sahroni dan pemerintah tidak melakukan intimidasi kepada keluarganya. Bahkan Salsa bilang kalau dia bukan orang bodoh dan orang miskin, katanya. Kalau sampai mereka mengganggu keluarganya, Salsa akan mencari support dari internasional dan menggulingkan pemerintah. Wah, seram banget ya. Sampai kalian berani-berani mengganggu keluarga aku di Indonesia, akan aku cari support internasional, aku gulingkan kalian. Nah, namun di dalam story Instagramnya, Saroni memang membenarkan dia ingin berniat mengunjungi rumah keluarga Salsa dan bermaksud kedatangannya ya bukan untuk mengintimidasi. Nah, selain itu Salsa juga dikabarkan menjadi korban doxing di Xgeng. Jadi, ada sejumlah akun yang mengunggah foto dan identitas dari Salsa yang mana di dalam unggahan tersebut juga ada kata-kata yang bersifat eh provokatif serta memojokkan Salsa. Nah, Salsa menduga kalau doxing dan tulisan provokatif terhadap dia itu dilakukan oleh para buzer. Tapi bukannya dia takut atau nyerah, Salsa malah mengaku semakin semangat untuk mengkritik DPR. Namun mungkin ketika tahu background-nya Salsa seperti apa lewat story Instagramnya, Sahruni bilang kalau dia menolak ajakan debatnya Salsa. Gila ya nih bukan cewek sembarangan ya, Geng. Terus ada kabar yang menyebutkan kalau Ahmad Shaoni ternyata dicopot jabatannya sebagai anggota dewan. Nah, tapi pas gua cari tahu ternyata enggak dicopot dari anggota dewan, Geng. Tapi dia cuma dipindahkan, Geng, dari Komisi 3 DPR ke Komisi 1. Nah, di dalam sebuah surat tertulis kalau Ahmad Shahroni sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua komisi 3, kini justru ditempatkan sebagai anggota komisi 1. Jabatan sebelumnya diberikan kepada Rusdi Mase Mapasesu yang sebelumnya menjabat sebagai anggota komisi 4 DPR. Nah, lalu geng Sekretaris Jenderal Partai Nasdem yaitu Hermawi Taslim ya membenarkan mutasi tersebut dan menyebutnya sebagai rotasi rutin. Nah, Hermawi ini membantah jika Sahoni dicopot dari jabatannya. Dia menyebutkan bahwa mutasi ini adalah langkah Partai Nasdem dalam melakukan penyegaran. Nah, ketika ditanya apakah rotasi dilakukan karena ucapan kontroversial yang dilontarkan oleh Ahmad Shaoni atau bukan, nah Pak Hermawi ini membantah hal tersebut. Jadi sampai sekarang sepertinya belum ada permintaan maaf, Geng. baik dari Bang Sharoni, partainya, maupun dari pihak DPR. Nah, publik merasa kecewa karena awalnya dikira ya Ahmad Shaoni ini beneran dicopot tapi ternyata cuma dimutasi ke komisi lain. Banyak yang menyerukan agar terus menuntut pencopotan Sahroni karena dianggap sangat menyakiti hati rakyat atas statementnya tersebut. Dan Ahmad Shahroni sendiri sampai ditantang oleh Feri Irwandi di dalam unggahan story-nya. Dan kabarnya ya terakhir kali gua lihat ada foto di story-nya Feri Irwandi yang memperlihatkan kalau Ahmad Shahroni sedang e di bandara dan akan segera berangkat ke Singapura katanya. Wah gila ya sampai kabur ke negara tetangga loh. Gokil banget ya serangan netizen. Oke itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai update soal demo yang terjadi pada tanggal 28 Agustus dan beberapa momen yang terekam di saat itu serta isu-isunya. Gimana geng menurut kalian? Coba tinggalkan komentar di bawah. [Musik]