Transcript
uL6EwdJ57iI • THE FIGURE OF RIZA CHALID! THE CONGLOMERATE ACCUSED OF BEING BEHIND THE INDONESIAN DEMO, IS IT TRUE?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1525_uL6EwdJ57iI.txt
Kind: captions Language: id Geng, hari ini kita akan membahas tentang sosok konglomerat yang mana orang ini cukup banyak dirquest oleh kalian e meminta gua untuk membahas siapa sih dia sebenarnya. Nah, karena orang ini digadang-gadang menjadi dalang di balik aksi demo yang ramai banget kemarin. Nah, benarkah demikian ataukah ini cuma isu? Ataukah dia cuma dituduh sebagai dalang di balik semua ini? Ya, nanti kita bisa menilai sendiri dari pembahasan ini. Memang ya kalau kita perhatikan demo kemarin itu terlihat seperti organik. Maksudnya itu adalah digerakkan oleh masyarakat sendiri dari berbagai kalangan yang berkumpul bersama, yang bergabung karena sama-sama sudah muak atas ketidakadilan dan segala ketimpangan yang dirasakan di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Nah, mulai dari pendidikan yang enggak merata, gaji guru yang kecil, uang kuliah yang semakin mahal, susahnya mencari pekerjaan tuh yang paling parah, dan ya gaji karyawan yang segitu-gitu aja. Sementara kebutuhan terus naik, termasuk pajak yang terus tinggi. Terus diperparah lagi dengan tindakan arogan dari anggota DPR yang mendapatkan berbagai tunjangan hingga joget-joget yang dirasa seperti tidak berempati pada kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Akhirnya nih, Geng, dari demo yang besar tersebut timbullah satu nama yang terus-menerus disebut sebagai dalang. Dan kalian juga berkali-kali ng-DM gua untuk ngebahas orang ini. Jujur aja sebenarnya ya gua itu kalau bukan karena kalian tadinya gua tuh gak enggak akan ngulik enggak akan ngulik sosok bapak yang satu ini. Tapi karena kalian terus-menerus ng-DM gua, jadinya gua cari tahu. Ternyata lumayan menarik untuk kita bahas profile-nya dia dan segala kontroversinya dia. Namanya itu adalah Riza Chalid. Nama Riza Khalid kembali mencuat di tengah eskalasi demonstrasi yang berujung kerusuhan. Sosok pengusaha migas itu disebut dalam sejumlah pesan dukungan terhadap Presiden Prabowo yang beredar di tengah situasi politik yang memanas. Jadi, geng Riza Chalid ini bukan orang sembarangan. Dia masuk ke dalam salah satu jajaran orang terkaya di Indonesia alias konglomra. Bisnisnya di mana-mana termasuk ke dalam orang-orang yang memiliki power untuk mengendalikan ee apa ya? Mengendalikan sistem negara lah ibaratnya orang yang didengarkan lah. Dengan kata lain bisa disebut sebagai oligarki. dia ini ya berteman dengan para pejabat-pejabat tinggi hingga ke pemimpin tertinggi negara ini yaitu presiden. Dan sudah bertahun-tahun dia dianggap ya tidak tersentuh oleh hukum. Nah, ini isu yang beredar bukan anggapan gue ya, Geng. Isu yang beredar atau pemberitaan yang beredar tentang beliau ini adalah dia tidak tersentuh hukum. Namun pada akhirnya di masa pemerintahan presiden yang baru yaitu Presiden Prabowo, tiba-tiba saja dia tersandung kasus hukum dan dijadikan tersangka di dalam kasus korupsi Pertamina. Atas dasar itulah akhirnya banyak yang berasumsi bahwa aksi kemarin adalah bentuk dari balas dendam dari seorang Riza Chalid karena dia sudah dijadikan tersangka. Benarkah demikian? Benarkah isu yang beredar seperti itu? Di video kali ini kita bakal coba mengulik, kita coba bahas, nanti kalian bisa menilai sendiri tentang kebenarannya. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry, [Musik] Geng. Geng. Oke, untuk pembahasan pertama kita bahas dulu siapa itu Riza Chalid. sosoknya yang begitu terkenal dan kalian minta gua untuk membahas dia. Siapa dia? Kita bahas untuk pembahasan yang ini, Geng. Ini baru sekedar isu ya. Percaya enggak percaya tapi pemberitaannya ada. Jadi, aksi demo yang terjadi pada tanggal 25 dan 29 Agustus kemarin itu merupakan aksi demo yang kabarnya dibuat secara organik. Maksudnya itu tidak ada kepentingan dari pihak-pihak tertentu yang menunggangi aksi tersebut. jadi murni gerakan dari masyarakat mulai dari warga sipil biasa, mahasiswa buruh sampai beberapa influencer pun ikut turun. Namun ada isu juga yang kencang sekali beredar bahwa sebenarnya aksi demo kemarin juga tidak luput dari pihak yang menunggangi, katanya. Siapa dia? Nama yang paling sering disebut adalah Riza Chalid. Orang ini sempat tersandung kasus korupsi Pertamina di tahun ini. Nama lengkapnya adalah Muhammad Riza Chalid. Dia dikenal luas di kalangan elit bisnis khususnya di dalam industri perdagangan minyak. Salah satu perusahaannya dia yaitu Global Energy Research yang disebut-sebut sebagai pemasuk utama minyak ke Pertamina Energy Trading atau Petral, anak usaha dari Pertamina yang ada di Singapura. Walaupun namanya besar di dalam industri minyak, kehidupan pribadi Riza Chalid ini sangat tertutup. Dia jarang tampil di depan publik dan lebih banyak tinggal di Singapura. Dan selain minyak, bisnis Riza juga ada di berbagai sektor lain seperti retail mode, perkebunan sawit sampai dengan minuman kemasan. Dia juga tercatat memiliki beberapa perusahaan di luar negeri termasuk Supreme Energy, Paramon Petroleum dan juga Straight Oil dan juga Cosmic Petroleum yang sebagian besar berada di Singapura. Pada tahun 2015, majalah Glob Asia menempatkan Riza di dalam daftar orang terkaya Indonesia dengan estimasi kekayaan mencapai 415 juta Do Amerika. atau setara dengan Rp6 triliun yang menjadikan dia sebagai orang terkaya ke-88 versi majalah tersebut. Untuk kehidupan pribadinya, tidak banyak informasi yang bisa gua dapatkan sebenarnya karena ya orang kaya saking kayanya dia tertutup banget. Kalau dari informasi yang gua ambil dari sebuah e artikel dari media Tirto ya, Riza Chalid ini merupakan anak dari pasangan Chalid Rahmat dan Siti Hindun. Nah, itu nama orang tuanya. Terus Rizalit ini sendiri menikah dengan Rosriana Adrianti yang sering disapa dengan panggilan Bu Ucu pada tahun 1985. Nah, dari sejak pertama kali bertemu sampai memutuskan menikah dengan istrinya tersebut, waktunya terbilang singkat dan mereka bertemu di acara ulang tahunnya Uchu dan 3 bulan kemudian mereka langsung menikah. Namun geng, di tahun 2012 mereka memutuskan untuk bercerai dan dari pernikahannya tersebut mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Muhammad Kerry Adrianto yang lahir di tahun 1985 dan Kenesa Ilona Rina yang lahir tahun 1989. Di tahun 2000-an, sebagian waktu mereka dihabiskan di Singapura. Anak-anak dari Riza dan Unchu ini pindah untuk bersekolah di United World College of Southeast Asia atau disingkat dengan UWCS yang mana ini di Singapura dan mereka menghabiskan pendidikannya di sana sejak tahun 1998 karena pada saat itu kondisi di Indonesia lagi kacau karena apa ya krisis moneter. Dengan uang yang banyak, keluarga Riza Chalid ini selalu hidup dengan kemewahan. Bahkan mereka bisa liburan ke berbagai tempat terkenal di dunia seperti ke Antartika, Amazon di Brazil sampai ke Eropa. Pada tahun 1997, Riza Chalid ini pernah tercatat mewakili PT Dwangga Sakti Prima, sebuah perusahaan milik Siti Hutami Endang Adiningsih yang dikenal sebagai Mamik dan juga Bambang Rihatmojo yang mana kedua orang ini adalah anak dari Presiden Soeharto. Nah, perwakilannya tersebut bertujuan untuk pembelian pesawat Sukoi di Moskow, Rusia. Dan PT Duwanga ini sendiri tercatat melakukan penaikan harga yang tidak wajar di saat itu. Atau dengan kata lain mark up ya. Jadi harganya tuh dilebih-lebihkan di tahun 1996 yang mana mereka ee membeli sebuah pesawat Hercules dengan harga 30 juta Amerika. Padahal sebenarnya harga pesawat itu nilainya cuma 25 juta Do Amerika. Dan ketika itu di Moskow juga hadir Ginanjar Karta Sasmita yang menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Ketua BAPENAS tahun 1997 dan Jenderal Wiranto yang menjabat sebagai kepala staf angkatan darat yang mana mereka berencana untuk membeli sistem pertahanan lain dari Rusia. Kemudian di tahun 2004, Riza Chalid dan Ucu mendirikan sekolah Aljabar yang ada di Pondok Labu, Jakarta. Yang mana di sekolah ini dia dijadikan sebagai kepala sekolah di tahun 2010 dan di tahun yang sama sekolah tersebut diresmikan dengan label internasional sehingga menjadi sekolah Islam internasional dan diresmikan oleh Suryadarma Ali yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Agama. Selain sekolah Aljabar, Riza Calit serta Uchu ya mantan istrinya ini juga mendirikan Kitzania di bulan November tahun 2007 dengan nilai investasi sebesar 10 juta Do Amerika. Dan anak mereka yang bernama Kie juga mengikuti jejak sang ayah. Ya, dia dikabarkan menjadi komisaris di PT Orbit Terminal Merak yang dulu bernama PT Oil Tanking Merak kalau kalian tahu. Dari sini kita udah bisa lihat ya, Geng, bahwa Riz Chalid ini memang bukan orang sembarangan. Dia sepak terjangnya cukup gila-gilaan. Dia bukan cuma seorang pebisnis dan konglomrat biasa, tapi juga memiliki kekuasaan yang tidak kasat mata di Indonesia. Dia dekat dengan para pejabat negara, ya dan karena itulah dia dianggap tidak tersentuh oleh siapapun termasuk terser hukum walaupun ada dugaan dia melakukan aksi kriminal salah satunya adalah korupsi. Tercatat banyak banget nih, Geng, skandal yang ditujukan kepada Riza Chalid ini. Yang pertama ya kita akan bahas dulu nih, yaitu mengenai kasus minyak zat api. Apa itu? Gimana kasus tersebut? Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasannya. Jadi, Geng, mungkin ada yang baru tahu ya nama dari Riza Chalid ini ketika aksi demo kemarin atau mungkin ketika kasus korupsi Pertamina terjadi. Tapi sebenarnya skandal yang menyeret nama beliau ini sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu, Geng. tepatnya di tahun 2008 yang mana ini berkaitan dengan kasus impor minyak Zati. Di tahun tersebut Pertamina Energy Trading Limited atau Petral itu membeli minyak campuran yang diberi nama Zatapi melalui Global Research Energy dan Gold Manor. Dua perusahaan tersebut ternyata terafiliasi dengan Riza Chalid. Ini media Tempo pernah melakukan investigasi nih, Geng, terkait kasus ini dan mengungkapkan bahwa Riz Chalid bersama dengan Stealer Marganda Napitupulu serta Irwan Prakoso itu terlibat di dalam Kongkalikong impor sebanyak 600.000 barel minyak mentah zat apapi. Satu transaksi pembelian minyak itu ya menyebabkan Pertamina jadi rugi sebesar Rp65 miliar. Wuh, gila korupsinya benar-benar enggak main-main ya, Geng. Dan ada sebuah laporan dari media tempo edisi tanggal 24 Maret 2008 yang berjudul zatapi dengan sejumlah tapi ya judulnya gitu. yang mana di sana menyebutkan bahwa kecurigaan adanya ketidakberesan dalam impor minyak zat api menyebar di kalangan peserta tender ketika Pertamina menyembunyikan harga penawaran gold Manor dan formula Zat Api. Nah, dari sinilah, Geng, muncul dugaan kalau Zatapi adalah percampuran minyak Darlin dari Sudan dan Kondesat Terengganu dari Malaysia. Ariha Sumarno selaku direktur utama Pertamina yang di saat itu malah tidak mempermasalahkan hal tersebut karena harganya yang murah. Jadi kualitasnya ya udahlah biarin lah rusak hancur-hancur deh yang penting murah karena pada saat itu harganya jadi mendapatkan diskon sebesar 2,28 Amerika per barel. Nah, namun geng kalau perhitungannya didasari dengan harga pasar darblend dan terengganu di saat itu ya jenis dari campuran minyak ini ya, harga pembelian yang disebut oleh Ari tadi juga enggak bisa dibilang murah. Karena ibaratnya gini, contoh kayak misalkan kalian beli handphone di pasaran itu harganya Rp16 juta ya, tapi dijual ke negara malah Rp20 juta satunya. Ya emang itu murah enggak? Walaupun negara mampu beli ini Rp40 juta pie tapi tetap aja itu hitungannya enggak murah secara harga dasarnya. Nah, itulah yang terjadi, Geng. Hitung-hitungan beberapa trader minyak malah menyebutkan kalau harga tersebut masih terlalu mahal, yaitu 11,72 per barelnya. Ya, kalau memang benar begitu, dengan volume 600.000 barel tadi, Pertamina jadi merugi sebesar Rp65,5 miliar. Nah, meskipun begitu, kasus ini akhirnya tiba-tiba dihentikan oleh Bares Krim Polri karena dinilai tidak merugikan negara. Ya, kenapa enggak merugikan negara? karena dianggap kayak barangnya ada, pembelanjaannya jelas, barangnya ada walaupun harganya mahal gitu, Geng. Akhirnya si Bapak Konglomerat ini terbebas dari jerat hukum untuk kasus dia yang pertama. Oke, itu baru kasus yang pertama. Ruginya R5 miliar. Huh, gila ya. Kita dikasih 65 miliar kayaknya tidur-tiduran aja di rumah udah enggak usah kerja seumur hidup udah ada uang pensiun gitu. Nah, tapi ternyata tidak dengan Bapak ini. Beliau masih melanjutkan sepak terjangnya dengan kasus yang kedua. Kita masuk ke dalam kasus audit Petral. Jadi, Geng kasus selanjutnya berkaitan dengan audit petral. Ya, di dalam kasus ini Riza Chalin disebut-sebut sebagai sosok kunci dalam hasil audit forensik Petral anak usaha Pertamina pada tahun 2015. Nah, Petral ini anak anak perusahaan lah gitu. Di sebuah laporan yang dibuat oleh media Tempo yang berjudul Akun Bersama mafia minyak, audit forensik Corda Meta mengungkapkan bahwa adanya modus permainan kotor impor minyak dan gas di sekitar Petral pada tahun 2012 sampai dengan 2014. Ada salah satu temuan audit forensik tersebut yang menyebutkan kebocoran informasi pengadaan minyak mentah dan BBM merembes ke luar perusahaan lewat trading88@ymail.com. Nah, melalui grup email inilah semua data rahasia Pertamina Energy Service, termasuk harga perkiraan sendiri atau HPS dibocorkan ke pihak luar. Dan hal ini berdampak ke Pertamina karena Pertamina jadi tidak mendapatkan harga yang kompetitif. Pihak luar yang menerima bocoran data tersebut adalah Global Energy Resource dan eh Verita Oil. Menurut Sudirman Said yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM global merupakan perusahaan gas yang terafiliasi dengan Riza Chalid. Dalam praktiknya ya, global ini dikendalikan oleh orang-orang yang juga mengendalikan GT Energy Limited dan Verita Oil serta Gold Manor International Limited. Salah satu eh direktur Gold Manor yaitu Skiller Marganda Napitupulu itu pengusaha yang juga terseret di dalam kasus minyak zat api kemarin bersama dengan Riza Chalin. Di dalam hal ini ternyata ada kaitannya lagi sama dia. Tapi lagi-lagi ya kasus ini tidak berjalan lama. tiba-tiba kayak landai aja gitu, hilang ditelan bumi. Nah, dua kasus tadi itulah awal mula dari terungkapnya skandal ya seorang Riza Calit di dalam Kongkalikong industri minyak. Tapi ada kasus lain, Geng yang mungkin jadi kasus yang membuat nama dia akhirnya benar-benar meledak ke permukaan dan ramai diperbincangkan. Yaitu sebuah kasus yang ramai di tahun 2015 yang mana ini dikenal sebagai kasus papa minta saham. Pernah dengar enggak kasus ini? Sekarang kita bahas. Jadi, geng, kasus ini terungkap pada tahun 2015 juga ya. Pada saat itu Sudirman Said selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang sedang menjabat, dia melaporkan anggota dewan yaitu Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD DPR RI. Di dalam laporan tersebut, Setya Novanto disebut-sebut meminta jatah sebesar 11% saham Freeport dengan mengatasnamakan Pak Jokowi yang pada saat itu menjabat sebagai presiden. Terus kenapa kasus ini dinamakan kasus papa minta saham? Jadi sebutan ini adalah sebutan plesetan dari penipuan bermodus minta pulsa melalui SMS yaitu mama minta pulsa. Kalau kalian nih para milenial dan Genzi udah pasti pernah ingat ya. Dulu tuh ada chat atau SMS penipuan yang tulisannya, "Dek, Mama minta pulsa dong, nanti Mama ganti. Ini nomor mama yang satu lagi." Kayak gitu-gitu tuh. Akhirnya ya kasus saham ini diplesetinlah dengan kata papa minta saham. Dan ketika itu Sudirman Said mengadukan Setia Novanto karena mencatut nama Pak Jokowi serta Pak Jusuf Kala yang di saat itu menjadi presiden dan wakil presiden di dalam lobi saham PTFI. Lobi yang dimaksud tersebut adalah ketika Setenovanto bertemu dengan Maruf Samsudin dan Riza Chalid di Hotel Ris Cton di Jakarta pada tanggal 8 Juni tahun 2015. Dan ternyata di dalam pertemuan itu Maruf merekam pembicaraan Setia Novanto dengan Riza yang intinya mereka bisa membantu untuk memperpanjang kontrak Freeport. Ada juga yang permintaan saham ke Freeport untuk proyek pembangkit listrik di Papua. Jadi emang sebenarnya kasus ini membidik setnya Novanto. Namun karena pada saat itu ada Riza Chalid jadinya dia ikut terseret-seret geng. Laporan ini kemudian diproses dan dilakukan di sidang etik oleh MKD yang membuat Setianovanto mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR pada tanggal 16 Desember tahun 2015. Dan pihak Kejaksaan Agung juga diketahui menyelidiki kasus dugaan permintaan saham tersebut karena adanya dugaan pemufakatan jahat dan sempat meminta keterangan dari Sudirman Said. Sekjen DPR serta Maruf. Nah, tapi di dalam hal ini Riza Chalid selalu gagal dihadirkan oleh Kejaksaan Agung untuk dimintai keterangan sampai pada akhirnya Setiaanto mengajukan uji materi ke MK terkait penyadapan atau perekaman yang dijadikan barang bukti dalam penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan. MK kemudian memutuskan bahwa penyadapan terhadap satu pihak harus dilakukan oleh aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ITE. yang mana itu artinya rekaman suara dari pertemuan antara Setia Novanto, Riza Chalid, serta Maruf itu enggak bisa dijadikan sebagai bukti dan seharusnya dikesampingkan. Adanya putusan MK tersebut membuat penyidikan yang dilakukan oleh Kejagung jadi terhenti terkait kasus Papa minta saham ini, Geng. Sama dengan Kejagung, MKD DPR juga akhirnya mengabulkan permintaan untuk pemulihan nama baik Senenovanto yang diajukan oleh Fraksi Partai Golkar. Dan karena kasusnya terhenti, pihak dari Kejaksaan Agung jadi tidak bisa mengusut dengan tuntas keterlibatan dari Riza Chalid di dalam kasus ini. Padahal Kejaksaan Agung sendiri udah punya dan melengkapi barang bukti yang dimiliki untuk bisa menjerat Riza Chalid juga. Tapi lagi-lagi karena putusan MK yang tidak menganggap bukti rekaman bagian dari barang bukti, penyidikan terhadap kasus ini pun berhenti. Nah, di tahun 2018 kasus papa minta saham ini kembali menjadi sorotan ketika Riza Chalid terlihat hadir di dalam acara kuliah umum Jokowi di Akademi Bela Negara Partai Nasdem. Yang jadi masalahnya adalah pihak Kejaksaan Agung sendiri mengaku kesulitan untuk mendatangkan Riza Chalid agar mendapatkan keterangan. Tapi gimana bisa Riza Calit dengan mudahnya muncul di dalam kuliah umum tersebut? Ini kan aneh banget. Dan Sudirman Said sendiri pernah bercerita kalau Pak Jokowi sempat bingung bagaimana cara menghadapi Riza Chalid dan Setan Novanto di dalam kasus tersebut. Hal itu berawal ketika Sudirman dipanggil ke istana negara oleh Pak Jokowi mengenai terseretnya Setnya Novanto di dalam kasus ini. Di awal pertemuannya ya dia mengungkapkan gestur Pak Jokowi yang sudah marah kepada Sudirman Said. Dan di saat itu Pak Jokowi langsung bertanya ke Sudirman Said soal orang yang melaporkan Senovanto ke MKD. Padahal yang melaporkannya justru adalah Sudirman sendiri dengan menyerahkan rekaman pembicaraan Senovanto dengan Riza Chalid serta Maruf tadi. Nah, jadi kurang lebih seperti itu, Geng, kronologinya. Nah, terus gimana sih awal mula Riza Chalid ini bisa disebut-sebut sebagai mafia minyak? Nah, gua menemukan informasi dari media Bareksa yang mewawancarai Faisal Basri yaitu seorang ekonom senior dan ketua tim reformasi tata kelola Migas RI. Semuanya berawal ketika Ida Agus Sujana yang merupakan mantan Menteri Pertambangan dan Energi mengumpulkan anak-anak muda dari ITB. Di masa itu, Geng, ya, sedang banyak eksplorasi minyak dan perkumpulan mereka bertujuan agar anak muda Indonesia sendirilah yang mengelola minyak yang ada di Indonesia. Nah, waktu itu staf kepercayaannya Pak Sujana ini adalah Pak Purnomo Susgiantoro namanya yang menjabat sebagai Menteri ESDM tahun 2000 sampai 2009 dan Menteri Pertahanan tahun 2009 sampai 2014. Nah, dari situlah Pak Purnomo ini berkenalan dengan Riza Chalid yang menjadi titik baliknya ketika Indonesia yang tadinya mengekspor minyak kemudian mulai mengimpor minyak di tahun 2000. Pada saat itulah Rizal Chalid menjadi importir minyak bersama dengan teman-temannya termasuk Rosano Barak di bawah koordinasi dari Pak Purnomo. Untuk kasus Pertamina sendiri ya, Geng, gua enggak ngebahas di video ini karena udah pernah gua bahas. Untuk kalian yang ketinggalan beritanya bisa lihat langsung di channel gua yang ini ya, di video yang ini. Nah, di sana udah gua jelaskan secara detail. Nah, tapi geng kontroversi dari seorang Riza Chalid ini ternyata gak berhenti sampai di situ. Karena ada dugaan lain kalau Riza Chalid ini juga mengalirkan uangnya untuk mendanai kampanye di tahun 2014. Kira-kira uangnya itu untuk mendanai paslon yang mana nih? Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan soal Riza Chalid yang membiayai kampanye pada Pilpres 2014. Jadi, Geng, dugaan Riza Chalid membiayai kampanye itu terungkap dari rekaman yang juga mengungkapkan kasus papa minta saham ketika Pilpres 2014, Riza Chalid serta Setia Novanto berada di kubu koalisi merah putih yang mengusung Pak Prabowo dengan Pak Hatarajasa. Dalam rekaman tersebut, Riza Chalid dan Setian Novanto menyinggung soal bantuan dana sebesar 500 miliar yang sudah mereka berikan ke pasangan Prabowo Hatta. Namun uang itu ya melayang begitu saja karena pasangan tersebut kalah di Pilpres katanya. Dan terdengar menyesal Riza Chalid sempat menyinggung dana tersebut ketika bertemu dengan Maruf dan Setiovanto. Nah, di dalam rekaman itu Riza Chalid bilang misalkan 500 miliar itu dibagi du bakal happy. 250 miliar ke Jokowi JK, 250 miliar ke Prabowo Hatta. Kalau begitu Riza Chalid dan Maruf tinggal duduk aja ke Singapura main golf dan segala macam. Nah, dari situlah ketahuan ternyata ada indikasi kalau Riza Chalidlah yang memberikan dukungan kampanye untuk Prabowo Hatta. Namun, Geng, menurut mantan ketua tim pemenangan pasangan Prabowo Hatta yaitu Pak Mahfud MD, dia mengaku tidak pernah bertemu dengan Riza Chalid ini dan memastikan bahwa dana yang dimaksud sebesar 500 miliar itu enggak pernah masuk ke panitia untuk mendanai kampanye, katanya. Dan tundingan tersebut tidak berhenti di situ aja, Geng. Karena disebutkan juga dalam rekaman suara itu, Presiden Jokowi juga ikut mendapatkan citra buruk karena diduga mendapatkan uang kampanye dari Riza Chaid. Nah, sama seperti Mahfud MD, Pramono Anung yang di saat itu menjabat sebagai sekretaris kabinet mengatakan bahwa Presiden Jokowi membantah dengan tegas tuduhan itu. Pak Pramono menyebutkan kalau Pak Jokowi sama sekali tidak pernah tahu dan tidak pernah berhubungan dengan Riza Calit serta enggak pernah ada bantuan untuk pasangan Jokowi JK. Kalaupun ada, tentunya Rizalah yang mencatut itu. Sebab Pak Jokowi sendiri tidak pernah tahu. Pak Pramono juga menjelaskan bahwa aliran dana tersebut tidak akan lari ke individu yang tergabung ke dalam tim ses Jokowi JK. Karena misalkan ada, maka pasti akan disebutkan namanya di dalam rekaman itu. Nah, ketika aksi demo kemarin terjadi, ada isu yang beredar juga kalau Riza Chalid membiayai kampanye pasangan calon Anis Amin di dalam Pilpres 2024. Nah, setelah mengaku mendanai Pilpresnya Prabowo dan Hatta, nah sekarang tersebar isu kalau dia mengaku mendanai Anis Amin dalam Pilpres 2024. Nah, dari sinilah banyak yang berspekulasi kalau aksi kemarin semacam sengaja di-setting oleh Riza Chalid yang mana saat Pilpres kemarin yang kita tahu ya panasnya itu kayak apa dan untuk bisa melengserkan Pak Prabowo dan mengacaukan stabilitas negara tujuannya. Walaupun dugaan Riza Chalid yang mendanai kampanye Anis Amin belum terbukti, tapi asumsi ini malah dipercaya oleh masyarakat, Geng. Terus, Geng, eh di masa pemerintahan Pak Prabowo, kasus korupsi Pertamina yang menyeret namanya Rizal Salid ini diusut ya dan pengusutannya ini lebih jauh dibandingkan kasus-kasus yang pernah menimpa dia. Nah, karena cuma Pak Prabowo yang ternyata dianggap berani mengambil langkah untuk mengungkap praktik dari bisnisnya, Riza Chalid. Dan ini belum pernah terjadi di masa kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya. Dan karena memang Riza Chalid ini dekat dengan banyak penguasa gitu ya. Dan bahkan ya Pak Mahfud MD menyebutkan kalau Riza Chalid mendapatkan julukan sebagai raja minyak bukan tanpa alasan karena memang dia tidak pernah tersentuh oleh penguasa sebelumnya. Isu kalau Riza Chalid yang mendalangi demo itu semakin kencang setelah mantan kepala BIN yang bernama Pak AM Hendro Priono mengungkapkan bahwa aksi protes di DPR ditunggangi oleh pihak asing. Menurut beliau, pihak luar inilah yang menggerakkan jaringan di Indonesia tanpa sepengetahuan orang-orang yang terlibat. Jadi ibaratnya seperti Riza Chalid ini melakukan balas dendam karena pemerintahannya Pak Prabowo yang ingin mengusut korupsi yang dia lakukan lebih serius dibandingkan presiden-presiden yang lain. Nah, menurut kalian gimana, Geng? Masuk akal enggak dengan tuduhan ini? Masuk akal enggak kalau di belakang ini semua adalah perbuatan dari Riza Chalid? Coba deh, tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Namun, Geng ya, sama seperti kasus-kasus sebelumnya, semenjak kasus korupsi Pernamina ini bergulir, penyidik sudah melakukan upaya pemanggilan terhadap Riza Chalid sebanyak tiga kali berturut-turut. Tapi pihak Kejaksaan Agung menduga kalau saat ini Riza Chalid sudah tidak tinggal di Indonesia, melainkan sudah berada di Singapura atau justru Malaysia. Nah, namun ada yang percaya kalau dia itu di Malaysia ya. Nah, karena Riza Chalid yang saat ini ramai diperbincangkan berada di Malaysia membuat pihak Malaysia ikut angkat suara terkait sosok Riza Chalid ini. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai tanggapan dari pihak Malaysia terkait keberadaan dari Riza Chalid ini. Ada dugaan kalau saat ini Riza Chalid berada di Malaysia dan hal ini diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Permasyarakat. Disebutkan kalau Riza itu berangkat ke Malaysia pada tanggal 6 Februari 2025. Di saat itu Yuldi Yusman selaku Plt Direktur Jenderal Imigrasi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan perwakilan imigrasi di Malaysia untuk memastikan keberadaan dari Riza Chaid. Dan sejak dia berangkat ke Malaysia sampai saat ini dia belum kembali ke Indonesia. Dan kemudian Boyamin bin Saiman selaku koordinator masyarakat anti korupsi Indonesia atau MAKI menyebutkan bahwa Riza Chalid sudah menikah dengan kerabat sultan di Malaysia katanya. Hal ini didukung dengan keberadaannya dia yang disebut-sebut berada di Malaysia tadi setelah ditetapkan sebagai tersangka dan mangkir dari pemanggilan oleh Kejaksaan Agung. Dan kerabat sultan ini disebut-sebut berinisial J atau K. Boyamin juga bilang kalau dari pernikahan tersebut membuat posisi Riza Chalid menjadi kuat di Malaysia. Dan menurut Boyamin, Riza Calit juga berteman dekat dengan Anwar Ibrahim selaku perdana menteri Malaysia. Dan pertemanan ini terjadi sebelum Anwar menjadi perdana menteri. Dan dia menyebutkan kalau jejak digital yang dipublikasikan Kesultanan Kedah ada foto Anwar bersama dengan Riza Chalid di mana mereka berdua menghadap Sultan Kedah pada tanggal 2 Oktober 2022. Nah, lalu geng menanggapi tudingan bahwa dia dekat dengan Riza Chalid, Anwar Ibrahim mengatakan kalau pemerintah Malaysia tidak ikut campur urusan hukum Riza Chalid. Ketika berada di Indonesia untuk menghadiri acara konsultasi tahunan ke-13 Indonesia beberapa waktu silam ya, Anwar Ibrahim mengaku mengenal Riza Chalid, tapi dia enggak pernah tahu di mana keberadaan Riza Chalid. Dan hal senada juga diungkapkan oleh Datuk Muhammad Alamin selaku Wakil Menteri Luar Negeri yang menyebutkan kalau Malaysia tidak akan melindungi Riza Calit dari penyelidikan atau penuntutan korupsi serta akan membiarkan hukum berjalan sebagaimana mestinya. Nah, dia juga menyebutkan bahwa masalah yang melibatkan Riza Chalid tidak akan mempengaruhi perundingan yang sedang berlangsung antara Malaysia dan Indonesia mengenai sengketa ambalat yang juga sudah pernah gua jelaskan di video sebelumnya. Yang ini pernyataan dari pemerintah Malaysia ini disambut dengan baik oleh Maki. Karena dengan begitu ruang pergerakan dari Riza Chalid akan semakin sempit sehingga dia bisa didesak untuk segera pulang ke Indonesia dan menjalani masa hukumannya. Pemerintah juga tidak tinggal diam, Geng. Ketika Riza Chalid kabur ke luar negeri. Di saat itu, Menteri Imigrasi dan Permasyarakat yang bernama Pak Agus Adrianto sudah mengambil langkah tegas dengan mencabut paspor milik Riza Chalid. Pencabutan paspor ini secara otomatis membuat status Riza Chalid menjadi ilegal di negara manaun yang tempat dia berada dan mempermudah proses deportasi dia kalau ketangkap. Di sisi penegakan hukum, Kejaksaan Agung juga sudah terus melakukan proses penyidikan terhadap Riza Chalid ini terkait kasusnya dia yang ee dikorupsi Pertamina, Geng. Nah, jadi itu dia, Geng. Sosok Riza Chalid, orang yang kalian minta untuk dibahas yang kabarnya dia ya dituduh sebagai penggerak demo di Indonesia yang keos banget ini. Gimana, Geng, pembahasan ini? Hah? Sudah cukup puaskah informasinya untuk kalian atau kalian masih merasa kurang dengan informasi sosok Riza Calit ini? Kalau memang masih kurang, nanti coba kita akan membahas yang jauh lebih dalam lagi.