KORUPTOR TERMUDA ! DARI INDONESIA WANITA BERUSIA 24 TAHUN
smTx67Yy9Bw • 2025-09-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini pembahasan gua ini
berkenaan dengan apa yang lagi ramai lah
gitu ya. Sekarang kan di Indonesia kita
lihat sedang heboh banget demo di
mana-mana ya, orang-orang berunjuk rasa
karena permasalahan gaji DPR dan
tunjangan DPR. Nah, kalau berbicara
tentang DPR, pejabat Indonesia ya
rasa-rasanya enggak mungkin terlepas
dari kata korupsi.
Nama Nur Afifa Balqis belakangan menjadi
sorotan karena menjadi koruptor termuda
dengan usia 24 tahun.Arah
Kejaksaan Agung menetapkan 16 orang
sebagai tersangka dalam kasus korupsi di
perusahaan plat Merah PTI.
Kejaksaan Agung menyita uang sebesar
Rp,8 triliun dari penanganan perkara
tindak pidana korupsi, pemberian
fasilitas ekspor CPO dan turunannya.
Seretnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Imanuel Ebenezer alias Noel dalam kasus
korupsi atas dugaan pemerasan telah
mencoreng kabinet merah putih.
Pemberatasan korupsi tengah membidik
sosok pemberi perintah dalam kasus
dugaan korupsi kota haji di Kementerian
Agama.
Dan memang ya tingkat korupsi di negara
kita gila-gilaan dan bahkan kita sampai
bosan gitu mendengar pemberitaan tentang
korupsi. Nah, apalagi baru-baru ini ya
kita mendapatkan informasi mengenai ada
seorang anak muda yang mana dia ini
bergabung ke dalam ya jajaran
pemerintahan yang mana kita pikir dengan
dia yang masih muda, kritis, dia tidak
akan ikut-ikutan yang udah
boomers-boomers gitu ya untuk ikut
korupsi juga ya kan. Yang mana kita
pikir dengan dia sebagai anak muda dia
akan mewakili generasi-generasi bangsa
gitu.
amanah gitu ya. Ternyata enggak juga
ngelihat duit langsung hijau matanya dan
melakukan korupsi lagi. Dan dia ini
menjadi koruptoruda
kabarnya di negara kita Indonesia.
Namanya itu adalah Nur Afifah Balqis.
Dia anak muda yang sempat menjabat
sebagai bendahara umum DPC Partai
Demokrat di Balikpan. Dia dijuluki
sebagai koruptor termuda yang pernah
ditangkap oleh KPK. Nah, usianya adalah
24 tahun. Kebayang tuh 24 tahun sudah
jadi koruptor. Dan Nur Afifa Balqis ini
sudah terlibat di dalam kasus suap
bareng dengan bupati penajam Pasir Utara
atau PPU yang bernama Abdul Ghafur
Mas'ud. Mereka ditangkap di dalam
operasi tangkap tangan di sebuah mall
yang ada di Jakarta dengan barang bukti
berupa uang tunai sebesar 1 miliar dan
saldo rekening ratusan juta. Terus
selain itu, gaya hidupnya juga glamor di
media sosial juga bikin publik tuh jadi
makin penasaran dan geram gitu. Di video
kali ini kita bakal bahas tuntas siapa
sebenarnya sosok dari Nur Afifah Balqis
ini. Gimana dia bisa terlibat di dalam
kasus korupsi yang besar. kronologinya
seperti apa dan siapa saja yang terlibat
di dalam kasus ini.
Terus, Geng, nanti kita juga akan
ngebahas nih, enggak cuma Nur Afifa
Balqis doang ternyata yang menjadi
koruptor di muka bumi ini. Ada
kasus-kasus lain juga yang menjadi
sorotan publik, yaitu salah satunya
kasus dari Jesil Korea, yaitu mantan
walikota
di Vall River, Amerika Serikat yang
karir politiknya naik turun kayak roller
coaster gitu ya, dari mulai start up
teknologi sampai kasus korupsi yang
menyerat dia. Kisahnya benar-benar
dramatis dan dia juga menjadi salah satu
koruptor termuda.
Nah, lalu nanti kita juga bakal membahas
Syed Saddiq Syed Abdurrahman, yaitu
politisi termuda Malaysia yang dikenal
vokal, idealis, ya, dan sempat menjadi
menteri termuda di negara tersebut. Dia
benar-benar yang kayak apa ya,
seolah-olah tuh bersih banget. Nah, tapi
dia malah terjerat kasus hukum juga.
Nah, buat kalian penasaran dengan cerita
ini, langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry.
[Musik]
Genggeng, untuk pembahasan yang pertama
kita mulai dulu nih dengan pembahasan
koruptor di Indonesia yaitu Nur Afifah
Balqis.
Jadi, geng Nur Afifa Balqis ini lahir
tahun 1997. Dia ini berasal dari
Balikpan, Kalimantan Timur yang saat ini
usianya sudah menginjak 28 tahun. Nah,
biar enggak kepanjangan ya kita panggil
aja namanya Balkis gitu ya. Berdasarkan
pencarian gue nih, Geng, di berbagai
sumber di internet, Balkis ini tumbuh
besar di balik papan tapi dia
menyelesaikan masa SMA-nya di Jakarta.
Setelah lulus SMA, dia masuk ke dalam
Universitas Bina Nusantara atau BINUS
dengan mengambil program studi ilmu
hukum. Namun dia setelah itu
mengundurkan diri pada tahun 2016 dan
melanjutkan kuliah di balik papan. Di
balik papan dia ini berkuliah lagi di
Universitas Mulawarman pada tahun 2018
dengan mengambil program studi S1 Ilmu
Hukum. saat dia terjerat kasus ya,
Bilkis ini udah memasuki tahun keempat
di jenjang perkuliahannya dan tinggal
mengajukan tugas akhir. Nah, entah
kuliahnya selesai atau enggak ya pada
saat itu. Yang jelas IPK-nya juga enggak
bisa dibilang kecil nih, yaitu IPK-nya
adalah sebesar 3,48
dan prestasi akademisnya juga bagus
banget. Jadi dia ini orang pintar. Nah,
berdasarkan kesaksian dari teman-teman
seangkatannya Balkis di kampus, Balkis
disebut sebagai mahasiswi yang selalu
mengenakan hijab dan semua orang
mengenal dia sebagai sosok yang supel,
aktif di dalam kegiatan ee sosial gitu.
Bahkan dia juga terkenal cukup royal,
suka ee mentraktir teman-temannya dan
dia juga cukup populer di kampusnya.
Jadi memang apa ya bisa dikatakan punya
nama lah di sana. Selain itu, Balkis ini
juga memiliki karir politik sebagai
bendahara umum DPC Demokrat Balikpapan.
Namun yang jadi pertanyaannya, gimana
bisa seseorang yang belum lulus ee
kuliah bisa dapat jabatan setinggi itu?
Ya kan aneh juga gitu. Nah, ternyata
geng berdasarkan informasi dari mantan
pengurus Partai Demokrat yang ada di
Balik Papan, ternyata Balkis ini sudah
jadi bendahara partai sekitar tahun 2017
atau 2018. Nah, mantan pengurus Partai
Demokrat ini menyebutkan kalau Balkis
tidak merintis karirnya dari bawah, tapi
justru langsung menggantikan bendahara
yang sebelumnya. Kenapa bisa langsung
digantikan? Ya, keterangan lain dari
kerabatnya Balkis dikatakan dia ditunjuk
sebagai bendahara partai karena memiliki
hubungan keluarga, Geng, dengan Bupati
Penajam Pasir Utara yaitu Pak Abdul
Gfur. Kabarnya sih kayak gitu. Nah, jadi
kenapa dia ini bisa langsung jadi
bendahara partai? Padahal lulusnya aja
belum ya. Berkarir dari bawah juga
enggak ya. Itu semua karena memiliki
hubungan keluarga dengan pejabat di sana
alias bisa dikatakan ini adalah
privilege gitu. Nah, dan di sinilah yang
menyebabkan dia ya terjerat ke dalam
kasus korupsi ketika dia bekerja untuk
Abdul Gfur.
Terus geng, di dalam kasus ini ada enam
tersangka yang ditangkap oleh KPK. Di
antaranya adalah Abdul Ghafur Mas'ud
selaku Bupati Penajam Pasar Utara atau
PPU. Terus ada Balqis selaku bendahara
Demokrat Balikpapan. Terus ada Madi
selaku Plt Sekda PPU. Terus ada Edi
Hasmoro selaku Kadis PU PPU. Terus ada
Jusman selaku Kabit Ddikpora PPU. Terus
ada Ahmad Zuhdi alias Yudi selaku pihak
swasta. Lalu gimana awal mula kasus ini
bisa terungkap? Jadi, Geng semuanya itu
berawal dari tanggal 11 Januari tahun
2022. Di saat itu orang kepercayaan dari
Abdul Gfur, si Pak Bupati itu ada yang
bernama Nis Puhadi alias Ipuh. Dia
mendapatkan perintah dari Abdul Gfur
untuk melakukan pengumpulan sejumlah
uang dari beberapa kontraktor melalui
Muliadi, Jusman, dan staf di Dinas PUPR
Kabupaten Penajam Pasir Utara di salah
satu kafe yang ada di Kota Balikpapan
dan di daerah sekitar Pelabuhan Semayang
Balikpapan. Uang tersebut berbentuk
tunai dengan total sekitar Rp950 juta,
Geng. Nah, setelah uang itu terkumpul,
Ipuh ini melaporkan kepada Abdul Ghafur
bahwa uang siap untuk diserahkan kepada
dia. Dan Abdul Ghafur kemudian
memerintahkan Ipuh agar uang tersebut
langsung dibawa ke Jakarta. Nah,
keesokan harinya, tepatnya di tanggal 12
Januari tahun 2022, KPK mendapatkan
informasi dari masyarakat mengenai
adanya dugaan penerimaan sejumlah uang
oleh penyelenggara negara yang diduga
sudah ada kesepakatan sebelumnya dan
diberikan oleh para rekanan yang
mengerjakan proyek serta perizinan usaha
di Kabupaten Penajam Pasir Utara. Nah,
di sini nih agak apa ya? Gua agak lucu
aja ya kalimatnya tuh kayak ee laporan
dari masyarakat. bisa-bisanya masyarakat
tahu ada korupsi gitu, tapi ya kita
enggak tahulah ya yang namanya cara
pihak KPK bekerja ya kita enggak tahu.
Terus geng mendapatkan laporan tersebut
ya pihak KPK langsung bergerak dan
berpencar ke beberapa lokasi untuk
menindaklanjuti laporan tersebut. Ada
yang bergerak di wilayah Jakarta, ada
juga yang langsung bergerak di
Kalimantan Timur. Nah, setibanya tim KPK
di Jakarta ya, si Ipuh tadi dijemput
oleh seseorang dengan inisial RK dan
mendatangi rumah Abdul Gfur di wilayah
Jakarta Barat untuk menyerahkan uang
yang dia bawa. Enggak lama kemudian
Abdul Ghafur ini mengajak Ipuh serta
Balqis untuk bersama-sama mengikuti
agenda yang dibuat oleh Abdul Gfur di
Jakarta. Nah, setelah itu mereka
sama-sama pergi ke salah satu mall yang
ada di wilayah Jakarta Selatan dengan
membawa uang sebesar R950 juta tadi.
Nah, kemudian Abdul Gfur memerintahkan
Balkis untuk menambahkan uang sejumlah
Rp50 juta dari uang yang ada di rekening
bank miliknya tadi. Karena kalau
ditambah R juta ya totalnya menjadi R
miliar dan uang tersebut dimasukkan ke
dalam tas koper yang sebelumnya sudah
disiapkan oleh Balkis.
Terus, Geng, saat mereka bertiga
berjalan keluar dari lobi mall, tim KPK
di saat itu langsung mengamankan mereka
serta pihak-pihak yang lain. Nah, enggak
lupa juga uang tunai yang dibawa oleh
mereka ini yaitu sejumlah R miliar tadi
ya ikut diamankan. Bersamaan dengan itu,
tim KPK juga ikut mengamankan beberapa
pihak di Jakarta, yaitu yang bernama
Mulyadi dan Inisial WL serta Ahmad
Zuhdi. Nah, sementara untuk tim KPK yang
ada di Kalimantan Timur mereka
mengamankan ya seseorang yang berinisial
SP AD Jusman dan juga Edi Hasmoro. Nah,
selain itu juga ditemukan ada uang yang
disimpan di dalam rekening bank miliknya
Balkis yaitu sejumlah R47
juta yang diduga ini adalah uangnya si
Abdul Gfur yang diterima dari para
rekannya. Nah, tim KPK juga mengamankan
sejumlah barang belanjaan yang mereka
bawa ke kantor KPK untuk kemudian
diperiksa semuanya. Terus, Geng,
berdasarkan keterangan dari Alexander
Marwata selaku wakil ketua KPK di dalam
kasus ini, Muliadi, Edi, serta Jusman
itu diduga diperintahkan oleh Abdul
Ghafur untuk mengumpulkan sejumlah uang
dari para rekanan yang sudah mengerjakan
beberapa proyek fisik di Kabupaten PPU.
Di tahun 2021, Geng, Pemerintah
Kabupaten PPU itu mengagendakan beberapa
proyek pengerjaan di Dinas Pekerjaan
Umum dan Tata Ruang serta Dinas
Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga dengan
nilai kontrak sekitar R112 miliar.
Kemudian Abdul Gfur juga diduga menerima
sejumlah uang atas penerbitan beberapa
perizinan antara lain perizinan hak guna
usaha lahan sawit dan perizinan bled
plan atau pemecah batu pada Dinas
Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten
PPU. Dan enggak cuma itu, Geng. Abdul
Ghafur ini juga diduga menerima uang Rp1
miliar dari Ahmad Zuhdi selaku pihak
swasta yang mengerjakan proyek jalan
dengan nilai kontrak sebesar Rp64 miliar
di Kabupaten PPU. Nah, di dalam kasus
ini Balkis juga memiliki peran yang
enggak kalah penting nih ya. Jadi si
Balkis alias si koruptor termuda ini
menurut penyelidikan yang dilakukan oleh
KPK, uang hasil korupsi yang mereka
dapat disimpan di rekening pribadi milik
Balkis yang kemudian digunakan untuk
kepentingannya Abdul Gfur. Jadi kayak
Balkis inilah yang ngatur uang-uang
hasil korupsi itu.
Lalu, Geng, setelah pemeriksaan intensif
dari 11 orang yang diamankan oleh KPK,
ya KPK menetapkan enam orang sebagai
tersangka yaitu Abdul Gfur, Nur Afifah,
Balqis, Mulyadi, Edi Hasmoro, Jusman,
dan Ahmad Zudi yang terdiri dari pemberi
dan penerima suap. Nah, terkait
pengadaan barang dan jasa serta
perizinan juga. Jadi mereka ini kayak
ngambil uang tuh kayak dari izin-zin
yang ada di Kalimantan sana. Nah,
misalkan kayak mau bikin usaha atau
pembukaan lahan. Nah, izinnya harus ke
mereka dan itu harus bayar. Abdul
Ghafur, Nur Afifah, dan empat orang
lainnya dijerat dengan pasal 12 huruf A
atau B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor
31 Tahun 1999
tentang pemberantasan tindak pidana
korupsi sebagaimana sudah diubah di
dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000
jungto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Nah,
sementara Ahmad Zudi itu dijerat dengan
pasal 5 ayat 1 huruf A atau B atau pasal
13 Undang-Undang Tipikor dan para
tersangka itu langsung ditahan di
beda-beda tempat. Nah, Balqis dan Abdul
Ghafur ditahan di rutan Gedung Merah
Putih KPK. Sementara Madi di Rutan
Polres Jakarta Timur, lalu Edi Hasmoro
dan Jusman di Rutan Polres Jakarta Pusat
dan Ahmad Zudi di rutan KPK pada Pomdam
Jaya Guntur. Di tanggal 26 September
2022, Pengadilan Negeri tindak pidana
korupsi atau tipikor yang ada di
Samarinda itu menjatuhkan vonis terhadap
Balqis yang dinyatakan bersalah dan
dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara
serta denda sebesar Rp300 juta subsider
4 bulan kurungan. Nah, vonis tersebut
lebih ringan, Geng, dibandingkan dengan
tuntutan jaksa yang menuntut 6 tahun
penjara. Dan informasi terakhirnya,
Balkis di saat ini sedang menjalani masa
hukuman di Lapas Perempuan Tenggarung.
Nah, jadi sampai saat sekarang ini si
koruptor muda cewek lagi gitu ya, sedang
mendekam di penjara menjalani masa
hukuman atas perbuatannya, Geng. Itu dia
Geng cerita seputar Nur Afifa Balqis,
koruptor termuda Indonesia yang bikin
kita semua jadi geleng-geleng kepala.
Dari kasus ini kita jadi belajar ya
bahwa korupsi itu bisa menyusup di usia
berapun dan penting banget buat terus
jaga integritas sejak dini. Ceritanya
enggak berhenti sampai di sini aja,
Geng. Masih banyak kisah seru lain yang
bakal kita bahas, ya. Nah, kali ini kita
akan bergeser ke sebuah cerita ee masih
tentang kasus e koruptor muda juga dan
ini dari negara lain yaitu Amerika
Serikat. Ya, kita agak jauh dulu nih
kita bahasnya ya. yaitu kisah dari
Jessil Korea atau kalau yang gua tahu
itu e ucapannya adalah Jesil Kohea. Tapi
kita sesuai ejaan orang Indonesia aja.
Oke, kita bahas.
Jadi, geng yang selanjutnya akan kita
bahas adalah tentang seorang walikota
asal California, Amerika Serikat yang
bernama Jes F Korea 2 atau dua gitu ya
atau yang lebih dikenal dengan nama Jes
Korea. Dia ini adalah seorang pria yang
lahir pada tanggal 11 Desember tahun
1991. Nah, gua bahas dulu nih bagaimana
dia berkarir di bidang politik. Nah,
jadi dia ini sudah memiliki cita-cita
ingin bisa berkecimpung di dalam
perpolitikan Amerika yang mana neneknya
merupakan seorang imigran asal Portugal
di saat itu. Nah, suatu hari ketika dia
masih kecil, neneknya itu pernah bilang
kalau di masa depan Jesil ini bisa
menjadi seorang presiden Amerika. Dan
ibunya Jesil juga pernah bercerita kalau
keluarganya hampir pindah dari fall
River, kota di mana Jes. Dan rencananya
pindahnya itu pada saat Jessel ini masih
duduk di bangku sekolah menengah. Namun
rencana tersebut ternyata batal karena
Jessil ini bersih keras agar mereka
tetap tinggal di sana karena dia
memiliki mimpi untuk bisa menjadi
seorang walikota di fall river tersebut.
Ya, manifesting gitu ya, impian ke
depan. Dan mimpinya untuk bisa
mengendalikan atau mengatur sebuah kota
sepertinya dipengaruhi oleh permainan
yang sangat dia sukai ketika dia masih
kecil yaitu game Sim City. Kalau kalian
tahu permainan The Sims, nah kalau The
Sims itu kan kita buat karakter dan kita
mainkan karakternya itu seperti yang
kita inginkan. Dia mau kerja jadi apa,
menikah dengan siapa, atau punya anak
berapa. Nah, sementara Sim City itu
adalah sebuah game yang berfokus untuk
membuat sebuah kota. Jadi, kita bakal
mengatur beberapa ee banyak rumah,
gedung, dan sarana-sarana lain di kota
yang akan kita bangun di dalam game
tersebut. yang mana secara enggak
langsung berarti ee seseorang akan
belajar menjadi seorang arsitek atau ee
apa ya ee jagonya tata ruang kota
gitulah kurang lebih. Saat dia duduk di
bangku SMA, Jessil ini udah sangat aktif
di dalam komunitas. Bahkan dikatakan
Jessil ini mengikuti banyak komunitas
dibandingkan teman-teman seusianya. Dia
mengambil banyak peran kepemimpinan di
Bold Coalition yang mana sebuah
organisasi yang berfokus untuk
mengkampanyekan dan mengedukasi perihal
anti narkoba. Dan ketika menginjak usia
14 tahun, dia sudah mendapatkan
penghargaan dari walikota atas
kontribusinya dia. Dan itu berlanjut
sampai dia berusia 17 tahun yang mana
dia dinobatkan sebagai pemuda terbaik
Vall River. rasa percaya dirinya itu
begitu besar sampai dia itu ikut menjadi
moderator di dalam debat calon walikota
serta mempersembahkan piagam hak pemuda
kepada walikota yang bernama Robert
Korea. Nah, dia juga sudah memimpin
asosiasi warga North Endur
untuk bisa apa ya, kayak nyetir mobil
atau ee ya dianggap dewasa lah di saat
itu. Nah, jadi dia ini udah pandai
banget dalam memimpin sebuah lembaga di
umurnya yang masih cukup muda di saat
itu. dan jiwa kepemimpinan dia sangat
menonjol, Geng. Dan Jessil kemudian
melanjutkan pendidikannya ke Providance
College. Nah, karena memang ya pintar
banget.
Jessie lulus pada tahun 2013. Baru aja
lulus dari perguruan tinggi, Jessil
membawa ambisinya tersebut ke tingkat
yang lebih serius lagi. Dia mendirikan
dan memimpin sebuah perusahaan di Vall
River yang bernama 104 Business Academy
yang mana dia sendiri menyebut hal ini
sebagai inkubator bisnis. Nah, maksudnya
itu perusahaan yang Jesel dirikan ini
menyediakan ruang kantor, fasilitas,
serta layanan lain untuk perusahaan
startup di sebuah pabrik tua yang sudah
dialih fungsikan. Pabrik tersebut
berlokasi di Anawan Street dan Jasil
mengatakan dengan berdirinya perusahaan
tersebut, dia berharap dia bisa
menampung sekitar 100 bisnis di sana di
dalam 3 tahun. Nah, tapi sayangnya,
Geng, 3 tahun kemudian 104 ini justru
bangkrut dan tidak bisa bertahan ya.
Tapi yang penting Jessil sudah mencoba.
Namun geng, bangkrutnya perusahaan
tersebut tidak menghentikan mimpinya dia
untuk menjadi orang besar di daerahnya.
Enggak lama setelah perusahaannya itu
bangkrut, Jessil ini bersama
teman-temannya yang lain mulai
mengembangkan sebuah aplikasi di
handphone yang diberi nama Snowwell yang
nantinya bakal memiliki peran yang
sangat krusial di dalam perjalanan
hidupnya Jessil. Terus, geng, di tahun
yang sama Jessil secara tiba-tiba
mengajukan diri sebagai calon anggota
dewan kota Vall River. Nah, publik di
saat itu merasa kaget dengan kabar
pencalonan Jesil ini. Karena sebelumnya
Jesil ini enggak pernah punya pengalaman
di bidang politik negara secara
langsung. Dia cuma terlibat di dalam
komunitas-komunitas atau acara di
daerahnya aja. Namun, Jessil percaya
diri, Geng. Dengan menunjukkan
pengalamannya dia sebagai seorang
pengusaha muda yang mampu menjadi bagian
dari anggota dewan kota. dan
pencalonannya dia tersebut bahkan
mendapatkan dukungan dari dewan redaksi
media Herald's News. Nah, tapi geng di
pemilu yang dilangsungkan pada bulan
November 2013, Jesil ini enggak terpilih
menjadi dewan kota yang hasilnya ya
selisihnya tipis gitu. Ada sembilan
kursi yang diperebutkan untuk menjadi
dewan kota. Sementara Jesil menempati
peringkat ke-10 sehingga dia tidak bisa
terpilih jadi dewan kota lagi, Geng.
Nah, cuma sepertinya keberuntungan
sedang berpihak kepada dia di saat itu.
Karena beberapa minggu kemudian salah
satu dari anggota dewan kota yang
terpilih bernama KTN Vveros itu perai
suara terbanyak dalam pemilu ditunjuk
oleh walikota yang bernama Willanagan
untuk menjadi administrator kota. Katy
pun akhirnya mengiyakan sehingga ada
satu kursi yang kosong. Nah, secara
otomatis Jessil yang berada di peringkat
10 menjadi anggota dewan karena ada satu
bengkong. Di usia 22 tahunnya ini, Jesil
pun secara resmi menjadi bagian dari
pemerintahan kota Fall River. Di saat
itu. Sekitar setahun kemudian terjadilah
gejolak politik di Val River, geng.
Walikota Vall River yaitu Will Flanagan
menghadapi sebuah petisi yang disebut
dengan petisi recall, yaitu pemecatan
terhadap dia melalui inisiatif warga.
Hal ini disebabkan karena warga di Val
River yang enggak puas terhadap
kinerjanya Vallan ini. Akhirnya di suatu
waktu ketika Flanagan ini menghadapi
tuntutan dari warga, dia memanggil Jesil
ke sebuah pertemuan rahasia ketika sudah
larut malam di saat itu di sebuah tepi
laut yang ada di Val River. Nah, masih
belum jelas tuh sampai saat ini apa
tujuan Flenagan ini untuk bertemu dengan
Jessil. Apakah untuk meminta dukungan
kepada dia atau justru mengancam Jesil?
Nah, namun geng berdasarkan informasi
yang beredar pada satu momen tertentu,
Flan ini menunjukkan sebuah pistol
kepada Jessil. Banyak yang
mempertanyakan juga mengapa Flanagan ini
menunjukkan pistol tersebut kepada
Jessil. Apakah untuk mengancam dia atau
apa gitu atau justru cuma untuk gertetak
doang? Nah, akhirnya pada tanggal 8
September 2014, Jessil memutuskan untuk
menceritakan pengalamannya dia ini
ketika dia bertemu dengan Flanagan. Dia
ceritakan ke publik yang mana di dalam
ceritanya itu dia menuduh Flanagan
berusaha untuk mengintimidasi dia agar
tidak mendukung petisi recall yang
diinisiasikan oleh warga ini.
Penyelidikan pun resmi diluncurkan untuk
mengusut kasus tersebut sampai bulan Mei
2015. Tapi, Geng, Flanagan tidak pernah
didakwa di dalam kasus ini. Baik
Flanagan maupun Jesil saling menggugat
satu sama lain secara perdata yang
akhirnya diselesaikan dengan kesepakatan
yang terjadi pada tanggal 21 Agustus
2015. Rincian dari kesepakatan tersebut
tidak pernah diungkap ke publik. Dari
sinilah karir dan citra Jesil langsung
meroket. Nah, bukannya berdampak buruk
ke Jesil, perseteruan antara dia dengan
Flanagan justru membuat citra politiknya
Jesil ini jadi baik di mata publik.
Lawan-lawan politiknya ya ee jadi
memihak kepada Jesil semua. Dan Jesu,
masih anak bawang lah, masih muda dengan
cepat berubah menjadi public figure atau
eh figur politik terkenal di Val River.
Nah, instan. Enggak cuma karir
politiknya dia aja, Geng, yang melesit,
tapi bisnisnya yaitu Snowwall juga sama.
Pada tanggal 19 Mei, setelah melakukan
development yang diketahui sampai
menghabiskan ratusan ribu dolar
investasinya, aplikasi Snowwall ini
akhirnya selesai dikerjakan. Aplikasi
tersebut dibuat untuk menghubungkan
pengguna dengan bisnis lokal. Apple pun
menyediakan aplikasi tersebut dengan
tersedia di App Store. Walaupun sekarang
aplikasinya udah enggak ada ya, Geng, di
App Store. Nah, pada tanggal 4 Juni 2015
ya, Jessil mengadakan pesta peluncuran
Snowwall ini eh di sebuah restoran yang
ada di tepi laut Val River. Ada lebih
dari 100 orang yang hadir di acara
tersebut. Hanya dua hari setelahnya,
Jessil mengumumkan kalau dia akan
mencalonkan diri sebagai walikota
melawan Samsuter dengan background
dirinya sebagai wirausaha, yaitu seorang
yang berada di luar background politik.
Dan usianya yang masih muda, dia percaya
diri untuk mencalonkan diri di saat itu.
Di tanggal 15 Juni, Jessil ini resmi
menandatangani dokumen pencalonan untuk
ikut di dalam pemilihan. Dan selama
kampanye Jessil membawa narasi akan
adanya perubahan dan gagasan baru. Dan
dia memiliki visi untuk memimpin kota
seperti sebuah bisnis katanya yang mana
narasinya ini mulai mendapatkan dukungan
dari warga Vall River. Singkat cerita,
di tanggal 4 November 2015 Jessil pun
menang melawan Suter dengan memperoleh
suara sebesar 52%. Dan di saat itu usia
Jessil baru 23 tahun dan menjadi
walikota termuda di dalam sejarah Vall
River. Jessil pun akhirnya dilantik
menjadi walikota pada tanggal 4 Januari
2016. Tapi, Geng, belum lama setelah dia
dilantik, Jessil mulai mendapatkan
tuduhan soal e kronisme, yaitu praktik
yang mengangkat atau menguntungkan
teman, kerabat, atau orang dekat di
dalam posisi penting. Ya, itu istilahnya
tuh KKN lah ya. Ee kayak keluarganya
atau orang-orang terdekatnya tuh
dijadiin bupati, dijadiin walikota, atau
apalah kayak gitulah kurang lebih. Nah,
soalnya ada teman SMA-nya dia yang
sekaligus rekannya di Snowell yang
bernama Christopher Paraino itu
tiba-tiba diangkat menjadi kepala staff
dengan gaji yang luar biasa tinggi. Nah,
awalnya dia mengundurkan diri pada bulan
Mei, tapi dia dipekerjakan lagi di
posisi yang berbeda 2 tahun kemudian.
Nah, terus ada mantan mentornya yang
namanya Michael Aguyer yang mana dia
diangkat menjadi koordinator pencegahan
penyalahgunaan zat dengan gaji yang
cukup tinggi juga. Nah, terus dewan kota
di saat itu sempat menolak
pengangkatannya si Michael ini. Tapi
Jessil secara sengaja mengubah deskripsi
pekerjaannya Michael dan tetap
mempekerjakan dia tanpa persetujuan dari
dewan Michael. Kemudian ya karena malu
mungkin diomongin mau enggak mau
mengundurkan diri pada bulan Juni 2017
karena dia disorot ya sebab diduga
menggunakan apa ya orang dalam lah yaitu
si Jesil untuk mendapatkan jabatan dan
dia sempat membeli barang-barang mewah
tapi menggunakan atas nama orang lain
dan dia dituduh menghabiskan ribuan
dolar dana hibah untuk perjalanan mewah
ke New York termasuk 4 malam di Rich
Carton dengan layanan kamar dan menyewa
mobil mahal, mobil mewah. Nah, di saat
itu Citra Jessil langsung tuh berubah
180 derajat nyungsep. Dan meskipun dia
mendapatkan banyak kecaman di saat itu,
Jessil tetap menunjukkan diri sebagai
seorang pemimpin fall river. dia
menerapkan gaya kepemimpinan e yang agak
dominan, merombak beberapa departemen
bahkan bersaing dengan dewan kota dan
dia memutuskan untuk memprivatisasi
pengumpulan sampah terus ee
memberhentikan beberapa staf dan menjual
armada truk milik kota yang memicu
kemarahan Timsters sebagai serikat
pekerja dan dewan hubungan Tenaga Kerja
Negara Bagian. Jadi kayak dia itu
membuat ee apa ya keputusan sepihaklah
untuk kebijakan di kota tersebut. Jesil
juga mendorong proyek perbaikan tata
kota menginvestasikan 100.000 dolar dana
kota untuk kampanye pemasaran yang
menghasilkan logo baru, slogan baru, dan
sebuah video promosi berdurasi 30 detik
yang dia buat. Jadi di dalam hal ini
kayak dana kota itu digunakan untuk apa
ya hal-hal yang enggak penting untuk
citranya dia gitu. Dan mulai dari sini
banyak yang melihat kalau Jesil ini
ketika menjadi walikota malah
semena-mena. Lalu di bulan Maret 2017 di
dalam sebuah pidato Jessil memuji
pekerjaan dari Val River Office of
Economic Development atau yang disingkat
dengan Freud. Nah, tapi 3 minggu
kemudian situasinya malah berubah, Geng.
Jessil justru ingin membatalkan kontrak
kota dengan Freud ini. Dan ini membuat
Jessil dengan Froud akhirnya berselisih
dan warga jadi kayak bingung gitu. Nih,
apa sih maunya nih bocah kok pas jadi
pemimpin semena-mena banget? benar-benar
terlihat sisi kalau dia itu masih bocah
banget gitu, sesuai dengan umurnya,
egonya jalan banget gitu. Akhirnya di
tanggal 27 April 2017 di dalam rapat
tahunan Dewan Frud, Frank Marsion selaku
Presiden Frud itu menyebut kalau Jesil
menargetkan Fruit karena dia sedang
diselidiki oleh FBI terkait urusannya
dia dengan Snowwall. Dan Jessil diduga
meyakini kalau ada seseorang dari Fruit
yang bekerja sama dengan FBI untuk
menyelidiki dia. Jadi dia kayak trust
isu makanya dia benci sama FR ini. Dan
Jessel sendiri mengaku tidak tahu soal
penyelidikan tentang dia dan FBI. Dan
dia ketika dituduh itu ya dia nolak
komentar lah. Dia dia nganggap kayak
enggak kok gua enggak enggak benci sama
FR karena ada penyelidikan FBI gitu.
kayak dia membantah hal itu. Lalu geng
ada tuduhan lain yang diberikan oleh
David eh Kabiseras seorang dokter gigi
yang mana pada tanggal 28 April 2017
yang mengatakan antara bulan April 2014
sampai Agustus 2015 dia sudah
menginvestasikan sebesar 0.750
ke Snowwell. Namun Jessil
menyalahgunakan uang tersebut. Tuduhan
ini dibantah oleh Jessil dan dia bilang
kalau dia udah enggak lagi menjabat
sebagai CEO Snowwell sejak tahun 2016
karena sudah menjadi walikota dan sudah
menyerahkan jabatan tersebut kepada
seseorang. Nah, Jessil tidak menjelaskan
kepada siapa jabatan CEO itu dia
serahkan. Cuma, Geng, ketika itu Jessil
masih tercatat sebagai pejabat
perusahaan dan semua informasi kontak di
aplikasi maupun situs web snowell
tertulis namanya Jessil. Setelah
berbulan-bulan menyangkal dan tidak
mengakui, pada tanggal 7 September 2017,
Jessil akhirnya mengakui bahwa dia
sedang menjadi objek penyelidikan FBI
terkait perusahaannya bernama Snowwell.
Dan dia sebenarnya masih menjadi CEO
dari perusahaan itu. Di saat itu dia
juga enggak membantah kalau para
investor tidak mendapatkan keuntungan
dari 330.000 yang dihabiskan untuk
mengembangkan aplikasi tersebut. Dan
alasan dari Jessil ini dia mau menjual
perusahaan itu ke perusahaan besar lain.
Terus singkat cerita nih, Geng. Pada
tanggal 28 Januari 2018, ada sebuah dana
yang dikumpulkan untuk pembelaan hukum
Jesel melalui Office of Campaign and
Political Finance. Yang mana pada saat
itu publik enggak tahu apa tuntutan yang
diberikan kepada Jessil. Tapi Jesil
tetap meyakinkan bahwa penyelidikan yang
dilakukan kepada dia ini bukanlah pidana
resmi. Kemudian di musim panas tahun
2018 di sebuah pemeriksaan dokumen ada
catatan mengenai perusahaan-perusahaan
ganjo ya ee perusahaan-perusahaan
gitu ya yang memberikan sumbangan besar
untuk dana pembelaan hukum dan
kampanyenya Jesil. Nah, ini aneh banget
gitu. Nah, di bulan Mei contohnya North
East Alternatif memberikan uang sebesar
20.000. Pemberian uang tersebut terjadi
4 hari setelah Jessil memberikan
perusahaan tersebut host agreement atau
surat non opposition. Hostriement
sendiri adalah perjanjian resmi
pemerintah kota dan perusahaan yang
ingin beroperasi di sana yang menyatakan
bahwa pemerintah mengizinkan perusahaan
tersebut beroperasi di sana. Sementara
untuk surat non opposition adalah surat
dari pemerintah kota yang menyatakan
bahwa pemerintah tidak menentang rencana
atau operasi perusahaan. Nah, di tahun
2021 ya juga terungkap kalau ternyata
JIL ini pernah bekerja untuk perusahaan
tersebut. sebagai konsultan pribadi
sekitar tahun waktu tersebut. Padahal
dia masih seorang pejabat di saat itu.
Nah, di bulan Agustus Jessil juga
mendapatkan uang sebesar 5.000 dari
pihak yang terkait dengan perusahaan
ganjo yang bernama Hope Hill Health.
Nah, lalu di bulan September Jessil
menerima 7.500 dari 8 penyumbang
kampanye untuk dana pemilihan dari
orang-orang yang terkait dengan Rusco
Ink, sebuah perusahaan konstruksi di Val
River yang merenovasi 482 Glob ST.
lokasi untuk operasi ganjo medis ya,
ganjo medis CPIAS wellness. Nah, dari
sini terlihat kalau adanya aliran uang
dari perusahaan narkoboy ya, perusahaan
ganjo yang terkait dengan keputusan
resmi dan posisi politiknya dia. Gila
ya, benar-benar anak muda banget ya.
Udah semena-mena menggunakan kekuasaan
temannya sama kerabatnya suka-suka dia
diangkat menjadi pimpinan. Udah gitu
berhubungan dengan perusahaan narkoboy
lagi untuk men-support dia. Dia pun
akhirnya ditangkap pada tanggal 11
Oktober 2018 oleh kepolisian negara
bagian dan dia didakwa atas sembilan
tuduhan penipuan transfer elektronik
karena diduga menipu investor Snowell
dan empat tuduhan pengajuan surat
pemberitahuan palsu terkait bisnis
tersebut. Jessil diduga menghabiskan
uang investor untuk membeli
barang-barang mewah. Namun Jessil di
dalam sebuah konferensi pers membantah
tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa
berita itu adalah tuduhan palsu yang
dibuat oleh lawan politiknya untuk
menjatuhkan dia dari posisi sebagai
walikota. Dan di tahun 2019 diadakan
lagi nih pemilihan ulang terhadap Jesil.
Ada empat kandidat lain yang ikut serta
di dalam pemilihan tersebut dan secara
mengejutkan dia malah mendapatkan ee
suara sebanyak 35% dari empat kandidat
yang lain yang menyatakan akhirnya dia
menang. Di dalam pemilihan ulang ini,
banyak pihak yang merasa aneh dan enggak
puas atas terpilihnya kembali Jesil ini,
tapi enggak tahu kok bisa terpilih. Nah,
sehingga pada tanggal 18 Juli 2019 di
dalam rapat khusus dewan kota, anggota
dewan menuduh Jesel sudah menerima suap
dari perusahaan Ganjo tadi. Dan di
tanggal 9 September 2019, Jessil kembali
ditangkap lagi. Dan dia dikenakan
berbagai tuduhan, Geng. Seperti tuduhan
memeras uang dari perusahaan Ganjo,
tuduhan melakukan penyuapan, konspirasi
pemerasan, dan penipuan transfer
elektronik. dan laporan SPT palsu.
Singkat cerita, pada tanggal 21
September 2021, Jessil dijatuhi hukuman
6 tahun penjara Federal setelah
dinyatakan bersalah, Geng.
Nah, jadi itu dia, Geng, ya. Salah satu
koruptor atau ya, anak muda yang
melakukan penyelewengan terhadap
jabatannya dia. Ketika dia menjabat, dia
malah semena-mena. Namanya Jesil. Kalau
yang di awal tadi orang Indonesia, ini
orang Amerika. Sekarang kita bakal masuk
ke dalam pembahasan berikutnya nih
mengenai e negara tetangga kita yaitu
mantan Menteri Pemuda dan Olahraga
Malaysia yang bernama Syed Saddiq yang
dihukum karena melakukan korupsi.
Nah, jadi geng nih buat teman-teman
Malaysia mungkin tahu ya. Syed Saddiq
ini adalah seorang pria yang lahir pada
tanggal 6 Desember tahun 1992. Ayahnya
adalah seorang pekerja bangunan
berwarganegara Singapura yang sering
bolak-balik dari Johor ke Singapura
untuk kerja. Ibunya adalah seorang guru
bahasa Inggris yang membuka les sampai
malam hari untuk menambah pendapatan
keluarga. Nah, Sadq ini belajar di
Maktab Tentera Diraja, Sungai Besi, ya,
dan melanjutkan kuliahnya di Universitas
Islam Internasional Malaysia atau UI.
Dan dia mengawali karirnya di bidang
politik ketika dia menjadi pemimpin
armada, sayap, Pemuda dari Partai
Pribumi Bersatu Malaysia. Nah, dia ini
menjadi juru bicara partai sejak
didirikan pada bulan September 2016
serta dianggap sebagai salah satu
anggota pendiri dan duduk sebagai dewan
partai. Di tahun 2018, Saddiq mulai
berkecimpung lebih jauh di dalam dunia
politik ketika dia mulai berkontestasi
di dalam pemilihan umum dan terpilih
menjadi anggota parlemen. Dia kemudian
diangkat menjadi Menteri, Pemuda, dan
Olahraga di masa pemerintahan Mahatir
Muhammad sebagai Perdana Menteri. Saat
itu dia menjadi orang termuda yang
pernah memegang posisi menteri di
kabinet. Sosok Saddiq ini adalah orang
yang memiliki peran penting karena dia
mendorong terbitnya Undang-Undang
Penurunan Usia Pemilih pada pemilihan
umum Malaysia dari yang awalnya 21 tahun
menjadi 18 tahun dan mulai berlaku pada
tahun ee akhir 2021. Saddiq ini mulai
meninggalkan partainya sekaligus
meninggalkan perannya di pemerintahan
pada tahun 2020. Dan hal ini dia lakukan
karena dia menolak mengikuti langkah
dari anggota parlemen yang membelot
secara massal untuk meruntuhkan
pemerintahan Pakatan Harapan. Setelah
dia keluar dari partai, dia mendirikan
partainya sendiri, yaitu partai muda
yang membuat dia bisa ikut pemilihan
legislatif di Johor. Namun, Geng,
tiba-tiba ya tiba-tiba banget nih Saddiq
ya, seorang politikus muda ini justru
terseret ke dalam kasus kriminal karena
dia dituduh bersekongkol dengan asisten
bendahara Partai Bersatu yang bernama
Rafiq Hakim Razali. Raffi ini dipercaya
untuk menyimpan dana oleh Armada Ullya
yang merupakan saya pemuda dari Partai
Bersatu yang mana dananya itu sebesar
Rp1 juta Malaysia atau sebesar Rp3,3
miliar. Yang mana ini semua ya digunakan
mereka untuk pelanggaran penyalahgunaan.
Nah, pelanggaran yang diduga ini
dilakukan pada tanggal 6 Maret 2020 saat
pemerintah sebelumnya masih berkuasa.
Selanjutnya, Saddiq juga dikenakan
tuduhan karena menyelewengkan ee dana
sebesar RM120.000 R000 Malaysia atau
sekitar Rp399,8
juta dari rekening MyBank Islami Armada
Bumi Bersatu Enterprise dengan menyuruh
Rafiq untuk membuang uang tersebut alias
menghilangkan uang tersebut ya kayak
money laundry lah. Nah, dia juga diduga
melakukan pelanggaran antara tanggal 8
dan 21 April 2018 dengan melakukan
pencucian uang melalui transfer
masing-masing sebesar RM50.000 R000
Malaysia atau sekitar Rp16,5
juta. Karena kejahatannya itu ee
akhirnya dia dijatuhi hukuman selama 7
tahun penjara dan dua kali hukum cambuk
serta denda sebesar RM10 juta atau
setara dengan 33 miliar oleh Pengadilan
Tinggi Kuala Lumpur pada tanggal 9
November 2023. Karena terbukti bersalah
melakukan korupsi, koruptor termuda dari
Malaysia. Nah, Sadik ini dinyatakan
bersalah atas empat dakwaan ya, yaitu
melanggar kepercayaan penyelewengan
properti dan pencucian uang, Geng.
Gila ya, muda-muda banget loh. Tapi yang
paling muda dari Indonesia tadi umurnya
masih 20-an. Waduh, gimana ini, Geng?
Ya, masih seumur jagung udah korupsi.
Gimana kalau udah tua ya? Gila. Oke,
Geng. Itu dia pembahasan kita kali ini
mengenai kasus-kasus dari korupsi, ya.
koruptor muda dari Indonesia, Amerika,
dan Malaysia. Gimana menurut kalian
tentang orang-orang ini? Coba tinggalkan
komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:08 UTC
Categories
Manage