ISU KEBERADAAN GENG SOLO ! BENAR ATAU FITNAH ?
Qw4x8yT7KpA • 2025-09-07
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, kemarin kita sudah eh membahas tentang salah satu orang yang cukup dibicarakan saat ini. Orang yang disebut-sebut sebagai konglomerat dan menjadi eh salah satu aktor di balik aksi demo kemarin. Buat yang belum nonton, boleh nonton dulu kontennya tentang Riza Chahlid. Nah, ternyata geng ya banyak isu-isu lain yang masih bisa kita angkat lagi tentang kejadian di negara kita ini. Salah satunya adalah tentang sebuah istilah yang dinamakan dengan geng Solo. Artinya berhentilah Pak Prabowo mengasuh ya geng Solo ini ya kan biasa ee pelaku atau provokator atau pihak yang menyusup terhadap demonstrasi itu adalah geng Solo, Pak Jokowi dan teman-teman. Liar sekali itu pikirannya ya. Saya menduga kekuatan-kekuatan itu ya tidak lepas dari geng Solo. Geng Solo ini ya bukanlah sebuah kelompok biasa ya. Mereka adalah orang-orang berpengaruh yang sanggup untuk mengguncang dan membuat sebuah gejolak politik di Indonesia. Begitu isunya. Nah, mungkin buat kalian yang mengikuti berita politik selama beberapa waktu terakhir tentunya udah enggak asing lagi dengan kalimat atau nama e geng Solo ini serta tokoh-tokoh yang masuk ke dalam anggota geng yang disebut-sebut ini. Nah, keberadaan geng Solo saat ini di pemerintahan disebut-sebut menjadi sosok bayangan yang mengontrol negara. Dan mereka memang bukan pemimpin negara, namun mereka memiliki orang-orang di banyak posisi-posisi penting yang sanggup untuk melawan stabilitas dari pemerintahan saat ini. Nah, ini juga bisa menimbulkan kekacauan dan bisa ya memanfaatkan masifnya sosial media untuk menyebarkan narasi yang berbeda dengan kenyataannya. Fenomena ini dianggap sebagai keberadaan matahari kembar yang satu sama lain saling berusaha ingin mempertahankan kekuasaannya. Nah, namun yang jadi masalahnya, Geng, jika memang benar ada yang namanya geng solo dan e sesuai dengan tuduhan saat ini ya, sesuai dengan isu-isu yang beredar di media bahwa mereka ini adalah dalang di balik semuanya, ya berarti kekacauan di Indonesia saat ini hanyalah perseturuan para elit penguasa di atas sana yang mana rakyat ya cuma menjadi senjatanya gitu kan dan ya rakyat selain menjadi senjata juga menjadi korbannya. Nah, tapi ya apakah benar isu ini ada? Nah, di sini gua pengin ajak kalian untuk membahas hal ini. Dari beberapa sumber yang gua dapatkan di banyak artikel-artikel. Di sini gua merangkum semuanya, tapi sebelumnya gua disclaimer dulu bahwa pembahasan ini bukan hasil dari investigasi gua pribadi atau opini mentah dari gua. Enggak. Semuanya gua rangkum dari pemberitaan yang ada di media. Nah, untuk kebenarannya kalian bisa cek sendiri, kalian bisa searching sendiri lewat Google, lewat ee artikel-artikel media elektronik atau dari manapun. Nah, kalian bisa memastikannya sendiri. Tapi untuk lebih mempersingkat ya kan untuk lebih membuat ini menjadi praktis ya gua rangkumkan untuk kalian. Kalian bisa dengarkan sampai selesai. Dan tujuan pembuatan konten ini tidak bermaksud untuk menyudutkan pihak manapun. Ini murni hanya untuk informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Sekarang kita akan bahas apa itu geng solo. Langsung aja. Halo, geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Geng, geng, untuk pembahasan yang pertama kita akan bahas dulu soal eksistensi geng solo. Jadi, geng, geng solo ini menjadi salah satu oknum ya kabarnya yang mana mereka dianggap sebagai dalang di balik aksi demo. Nah, ini yang lagi tersebar di media saat ini. Sudah banyak juga orang-orang yang secara gamblang menyebutkan sebutan ini di TV nasional sampai ke platform seperti YouTube. Di dalam program TV yang dipimpin oleh Aiman Wicaksono di mana pada saat itu mengundang tokoh-tokoh dari berbagai kalangan untuk mengutarakan pendapat mereka mengenai aksi demo kemarin. Nah, ada salah satu dari narasumber yang bernama Pangi Syarwi Chaniago. Dia ini adalah dosen sekaligus pengamat politik. Dia secara terang-terangan menyebutkan dalam acara tersebut yang disiarkan secara live kalau semua kekacauan ini terjadi karena adanya geng Solo serta keberadaan dari matahari kembar. Kalian bisa lihat sendiri nih cuplikannya. Artinya berhentilah Pak Prabowo mengasuh ya geng Solo ini ya kan? Ya kan? Loyalitas ganda itu enggak bisa apalagi matahari kembar. Ya, menurut dia hal ini bukan lagi sekedar perdebatan istilah, melainkan sudah menjadi masalah mendasar yang bisa memicu keretakan politik karena tidak dikelola dengan baik. Nah, bagi Pak Pangi ini dia bilang ya dalam dunia politik loyalitas tidak bisa bercabang. Sebab kalau ada loyalitas ganda alias orang yang berdiri dua kaki gitu ya, yang terjadi bukanlah harmoni melainkan kekacauan. Nah, beliau juga menjelaskan lagi bahwa istilah dari geng Solo muncul bukan tanpa sebab. Karena dari pandangannya dia, publik mulai merasakan adanya tarik-menarik kepentingan di sekitar lingkaran elit yang memicu munculnya matahari kembar ini. Kalau ini tidak segera dibereskan, akan muncul ruang abu-abu di mana pejabat seolah-olah memiliki dua pusat gravitasi dan itu bahaya banget. Lebih lanjut lagi, Pak Pangi menyinggung bahwa persoalan ini semakin sensitif karena berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Dan menurut dia, publik merasakan jarak antara elit politik dengan kehidupan sehari-hari mereka yang mana mereka hidup bergelimangan harta sementara rakyat menghadapi beban pajak yang begitu besar dan kesulitan ekonomi. Para elit ini dianggap tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan sehingga memperbesar kekecewaan rakyat. Dan untuk itu, Pak Pangi juga mengingatkan bahwa kekecewaan yang tidak direspon dengan baik itu bisa berubah menjadi energi kolektif yang turun ke jalan. Ya, seperti kemarin terjadilah demo dan beliau menilai bahwa aksi massa yang terjadi beberapa waktu ini harus dilihat dan dipahami. Bukan sebagai peristiwa spontan, melainkan ini adalah reaksi atas akumulasi perasaan publik terhadap kebijakan dan sikap para elit. Di akhir kalimatnya, Pak Pangi ini menekankan pentingnya ketegasan Presiden Prabowo untuk meredam kegaduhan politik sekaligus memastikan arah kepemimpinan ee tetap tunggal ya agar tidak muncul kesan adanya matahari kembar. Ini gua tekankan ya, matahari kembar itu ibaratnya tuh ada dua titik yang menerangi bumi, ada dua titik yang menerangi Indonesia. Itu enggak boleh. Harus ada satu aja gitu supaya satu inilah yang menjadi kiblatnya, yang menjadi arahnya gitu. Dan enggak cuma Pak Pangi aja, Geng. Salah satu contonent kreator yang sering memberikan edukasi kepada netizen sejak aksi di tanggal 25 Agustus yaitu Guru Gembul. Ya, shoutout buat Pak Guru. Terima kasih banget buat informasi-informasinya. Pak Guru Gembul ini sudah mencurigai bahwa ada dalang yang menggerakkan aksi ini. Dan hal ini terlihat dari kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah sampai menelan korban jiwa yang menjadi bukti nyata bagi pergeseran karakter demo dari damai menjadi anarkis. sebuah pola yang jarang terjadi tanpa adanya provokasi dari pihak lain. Di videonya yang lain, Pak Guru Gembul ini secara jelas menyebutkan kalau ada yang menduga bahwa aksi di tanggal 25, 28, 29 serta segala kekacauan yang terjadi disebabkan karena ulah dari geng Solo tadi. Ternyata banyak sekali ee pikiran-pikiran liar dari masyarakat. Ada yang mengatakan bahwa ee pelaku atau provokator atau pihak yang menyusup terhadap demonstrasi itu adalah geng Solo, Pak Jokowi dan teman-teman. Liar sekali itu pikirannya ya. Nah, jadi udah dua orang nih yang menyebutkan soal geng Solo. Yang pertama Pak Dosen, yang kedua Pak Guru. Nah, sebenarnya Geng sebutan geng Solo ini bukanlah sebuah sebutan baru. Sebutan ini pertama kali dicetuskan tahun 2019 oleh Neta Pane selaku ketua Indonesian Police Watch atau IPW. Konteksnya pada saat itu dikarenakan penunjukan Nana Sujana sebagai Kapolda DKI Jakarta. Ya, Neta ini memandang penunjukan Nana sebagai Kapolda didasarkan bukan berdasarkan kompetensi semata, namun karena hubungan kedekatannya beliau dengan Pak Jokowi. Sebab Neta memandang bahwa prestasi Pak Nana ini relatif biasa aja dan tidak ada yang menonjol katanya. Jadi istilah itu awalnya cuma merujuk kepada anggota polisi yang menjabat sebagai Kapolri atau wakil Kapolres Solo pada masa jabatan Pak Jokowi sebagai walikota. Nah, namun setelah beberapa kali pengangkatan perwira tinggi militer dari Solo, istilah tersebut jadi semakin luas, Geng. dengan mengikut sertakan perwira yang merupakan komandan distrik militer atau Dandim Surakarta atau komandan pangkalan udara TNI AU Adi Sumarmo dan Lanut Adi Sumarmo di Solo pada masa jabatan walikotanya Pak Jokowi. Nah, kemudian Neta juga ikut menyoroti penunjukan irjen polisi Listio Sigit Prabowo yang pada saat itu ditunjuk untuk menjabat sebagai kabar es krim. Dulunya, Geng. Beliau ini sempat menjabat sebagai Kaporesta Solo dan juga menjadi ajudannya Pak Jokowi. Nah, jadi mulai dari sinilah publik itu mulai menduga kok semuanya yang berasal dari Solo, kok semuanya yang apa ya, yang pernah menjabat di era Pak Jokowi masih walikota di Solo sekarang pada naik ke pusat semua. sekarang pada punya jabatan semua di saat Pak Jokowi e masih presiden ya. dari Pak Jokowi masih presiden sampai sekarang anaknya jadi wakil presiden. Nah, jadi orang-orang ya mulai menganggap adanya sebuah geng yang berasal dari Solo. Jadi muncullah kalimat atau julukan geng Solo ini dan mulailah tersebar isu bahwa orang-orang ini dianggap sebagai alat politik bagi Pak Jokowi untuk melanggengkan kekuasaannya dengan menempatkan orang-orang terdekat dan terpercayanya di berbagai posisi strategis di Indonesia. Nah, jadi secara enggak langsung ya isu ini merujuk kepada Pak Jokowi sebagai pemimpin dari geng Solo tersebut. Begitulah isu yang beredar sekarang. Gimana menurut kalian? Kalian sepaham enggak dengan hal itu? Kalau gua jujur aja ya, gua tuh belum paham-paham banget ya karena ini kan politik yang dalam banget sebenarnya. Tapi apa yang gua baca dari media-media ya tertera seperti itu ya. Balik kepada kalian lagi geng. Kalian bisa menilai sendiri. Kira-kira kalian setuju enggak dengan julukan geng Solo ini atau ini hanya sebuah kebetulan aja? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Dari sebuah artikel dari media Tempo itu menyebutkan ada peneliti dari Murdog University yang ada di Perth Australia yang bernama Jackie Berker yang menyebutkan bahwa Pak Jokowi memanfaatkan polisi yang pernah dekat dengan dia untuk kepentingannya sebagai presiden. Nah, ini yang ngomong peneliti dari Australia ya, Geng. Bukan orang Indonesia. Deal-dealnya kata dia adalah polisi-polisi tersebut bakal meroket dalam arti jenjang karirnya yang akan meningkat. Tapi di satu sisi Pak Jokowi bisa berkuasa dengan menaruh banyak orang kepercayaannya di berbagai posisi strategis. Wah, emang bisa kayak gitu ya, Geng? Ya, tapi ya ini peneliti dari Australia yang ngomong ya. Salah satu contohnya adalah barker ini menyoroti ya jenjang karir dari Pak Listio Sigit yang di saat ini sudah menjabat sebagai Kapori katanya. dan beliau dipilih oleh Pak Jokowi untuk menggantikan Jenderal Idam Aziz. Pak Idam ini merupakan lulusan Akpol tahun 1988 sementara Pak Sigit lulus tahun 1991. Nah, itu artinya penunjukan Pak Listio Sigit oleh Pak Jokowi melompati dua angkatan untuk bisa menjadikan Pak Listio sebagai Kapoli. Kemudian beker ini juga menyoroti Nana Sujana geng. Meskipun di saat ini sudah pensiun dari kepolisian, beliau ini ditunjuk menjadi pejabat Gubernur Jawa Tengah ketika Pak Jokowi menjabat sebagai presiden di periode keduanya. Dan sementara itu untuk karir dari Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi yang pada saat itu menjadi wakil kepala Polesta Surakarta dan mendampingi Pak Listio Sigit juga ikut meroket. Nah, padahal Pak Lutfi ini bukan lulusan dari Akademi Kepolisian atau Akpol, tapi pangkatnya bisa mencapai bintang dua dan sempat menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah. Nah, semua pernyataan ini dari si peneliti asal Australia ini bisa kalian baca di artikel ini. Nah, jadi itu, Geng isu yang beredar dari si peneliti tersebut ya. Kira-kira gimana tuh menurut kalian? Terus, geng, di bulan Juni 2024, Polri mengumumkan bahwa Pak Ahmad Luthfi itu dicalonkan sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan. Jen Ahmad Luthfi dimutasi dari Kapolda Jawa Tengah menjadi Pati Itu Sumpri untuk penugasan di Kementerian Perdagangan. Nah, pengangkatan ini dimungkinkan melalui Undang-Undang TNI Polri yang disahkan beberapa bulan sebelum pencalonannya dia dan membuka jalan bagi aparat untuk bisa menduduki jabatan sipil. awalnya tuh enggak bisa, tapi ya dibuatlah aturannya, dirubahlah aturannya ketika mendekati pencalonannya ini. Dan meskipun ditentang keras, pencalonannya tetap berlanjut dan beliau akhirnya dilantik sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan pada tanggal 14 Agustus 2024. Nah, ketika pemilihan umum Gubernur Jawa Tengah pada 27 November 2024, Pak Ahmad Luthfi ini dicalonkan bersama dengan Tasyin Maimun dan berhasil memperoleh suara sebesar 59,14% sehingga beliau menang dan menjadi Gubernur Jawa Tengah di saat itu. Memang, Geng, ya ini negara demokrasi, semua orang boleh ikut serta di dalam politik. Namun sebebas-bebasnya negara demokrasi tetap memiliki batas. Nah, seperti aparat yang ingin menduduki jabatan sipil harus pensiun terlebih dahulu dari instansinya. Nah, sementara yang terjadi kepada Pak Ahmad Luthfi ini langsung bisa merangkap jabatan sebagai aparat sekaligus pejabat sipil di Kementerian Perdagangan. Dan itulah yang diprotes oleh masyarakat. Peneliti dari imparsial yang bernama Husein Ahmad mengatakan bahwa Pak Jokowi memang memiliki hak untuk menunjuk pejabat kepolisian. Namun, adanya orang-orang spesial yang disebut sebagai bagian dari geng Solo tadi di institusi kepolisian yang akan mengganggu prinsip meritokrasi. dengan istilah lain ya, cuma kelompok itulah yang akan mendapatkan privilege sementara yang lain tidak mendapatkan kesempatan atau privilege tadi. Jadi kalau dari yang gua jelaskan ini yang dimaksud dengan geng solo adalah orang-orang yang berada di lingkungan Pak Jokowi yang kemudian diangkat menjadi pejabat oleh beliau dan bukan serta-merta sebagai hadiah dengan mengangkat mereka menempati jabatan tinggi, tapi di sisi lain sebagai ya salah satu cara agar bisa mempertahankan kekuasaan. Begitulah anggapan publik. Dan terus siapa saja nih yang masuk ke dalam daftar geng Solo yang digadang-gadang oleh publik ini sudah terbentuk secara kasat mata. Nah, informasi ini gua ambil dari berbagai berita yang ada di internet, Geng. Salah satunya dari media Kompas nih. Di dalam artikelnya disebutkan ada beberapa petinggi TNI dan Polri yang pernah bertugas di Solo, tepatnya ketika Pak Jokowi menjabat sebagai walikota Solo di tahun 2005 sampai 2012. Yang pertama ada Pak Hadi Cahyanto. Nah, beliau diketahui pernah bersama Pak Jokowi ketika menjadi walikota Solo pada tahun 2010. Pak Hadi di saat itu menjabat sebagai komandan lanut Adi Sumarno dan mulai dari tahun 2010 sampai 11. Nah, saat itu beliau masih berpangkat kolonel dan saat Pak Jokowi menjadi presiden, Pak Hadi dipercaya menjabat sebagai kepala Staf udara atau KSA dari tahun 2017 sampai 2018. Hanya menjabat setahun. Beliau langsung dipercaya menjabat sebagai panglima TNI di tahun 2018 menggantikan Jenderal Gatot Nurmantio. Nah, beliau pensiun dari militer dengan pangkat Marsekal di tahun 2021 dan posisinya sebagai panglima TNI digantikan oleh Jenderal Andika Perkasa yang sebelumnya menjabat sebagai KSAD. Nah, walaupun sudah pensiun ternyata tidak membuat hubungannya beliau dengan Pak Jokowi menjadi renggang. Di tahun 2022 Pak Jokowi mempercayakan Pak Hadi sebagai Menteri Agraria. Nah, itu adalah orang pertama yang dianggap sebagai anggota geng solo. Oke, terus yang kedua nih ya ada Maijan Widi Prasetiono. Nah, beliau ini diketahui pernah menjabat sebagai komandan Kodim 0735 Surakarta pada tahun 2011 sampai 2012. Ketika Pak Jokowi menjabat sebagai presiden di periode pertama, Pak Widi ini dipercaya untuk menjadi ajudan di tahun 2014 sampai 2016 dengan pangkat kolonel. Setelahnya beliau perlahan dipercaya untuk mengemban sejumlah posisi strategis di TNI AD. Mulai dari komandan Korem 074 Waras Stratama dari tahun 2017 sampai 2018 terus jadi komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma tahun 2018 sampai 2019 sampai dengan Kepala Staf Kodam 4 Diponegoro tahun 2020 sampai 2022. Nah, di tahun yang sama Pak Widi mendapatkan promosi jabatan dengan menduduki posisi sebagai komandan Jenderal Kopasus dan setelahnya beliau dipromosikan lagi menjadi panglima Kodam 4 Diponegoro. Nah, jadi itu adalah orang yang kedua. Gimana menurut kalian, Geng? Gokil-gokil ya orangnya berpowerpower gitu ya. Terus yang ketiga nih, Geng, ada Jenderal Agus Subianto. Nah, kalau beliau ini ketika Pak Jokowi masih jadi walikota Solo, Pak Agus menduduki posisi sebagai komandan Kodim 0735 Surakarta. Saat Pak Jokowi menjabat sebagai presiden, secara tidak langsung ini berdampak terhadap karir beliau, Geng. Hal ini bisa dilihat dari melesatnya karir beliau di beberapa jabatan ketika berstatus sebagai perwira TNI AD. Mulai dari menjabat sebagai Komandan Korem 01 Surya Kencana dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Pas Pampres tahun 2020 sampai 2021. Dan di saat ini Pak Agus menjabat sebagai panglima TNI dari tahun 2023. Tiga orang lainnya udah gua sebutkan sebelumnya, yaitu ada Jenderal Listio Sigit Prabowo, Irjen Ahmad Luthfi, terus ada Pak Nana Sujana. Nah, dari sini kita bisa membayangkan ya, Geng, betapa powerful-nya geng Solo kalau memang orang-orang yang gua sebutkan tadi ya sesuai dengan isu yang menyebar di publik ya, memang ini orangnya gitu. Wah, gila banget ya kan semuanya punya power. Nah, terus coba kalian ingat, Geng, soal pembahasan gua ketika aksi tanggal 25 Agustus aksi demo kemarin. Banyak yang menduga kalau aksi di saat itu aneh dan tidak organik, katanya. Soalnya bukan berdasarkan gerakan yang dilakukan oleh rakyat karena tidak adanya aliansi dari mahasiswa dan buruh untuk aksi. Mulai dari sini muncul spekulasi kalau geng Solo lah yang menggerakkan hal tersebut. Nah, tapi benarkah demikian? Ini kan soalnya rumor ya atau isu yang beredar di masyarakat tentang geng Solo ini. E, gua secara pribadi tidak bisa membenarkan. Kalian juga mungkin masih meraba-raba. Mungkin ada baiknya sekarang kita bahas mengenai ee benarkah ada keterlibatan orang-orang yang disebut dengan geng solo ini di balik aksi tanggal 25 Agustus. Coba deh kita bahas. Jadi, geng, pembahasan soal aksi di tanggal 25 Agustus udah gua bahas di video sebelumnya. Kalian bisa nonton. Nah, karena pembahasan ini berkaitan dengan aksi tersebut, ada baiknya ditonton dulu. Nah, namun intinya geng ya, banyak pihak yang menduga kalau aksi di saat itu seolah-olah bukan digerakkan secara organik atas keinginan dari masyarakat, melainkan semacam ada provokator atau dalang lain yang menjadi otak dari aksi tersebut. Nah, ini asumsi dari mana? Nah, gua akan menjelaskan satu persatu tentang rumor ini. Kalian bisa menilai sendiri ini benar atau enggak. Yang pertama nih, aliansi besar mahasiswa seperti BMSI serta Serikat Buruh sudah mengatakan tidak ikut turun pada aksi tanggal 25 Agustus. Dan sampai saat ini masih belum ada aliansi atau serikat yang mengklaim sudah mengkoordinir aksi di tanggal 25 itu. Jadi, siapa yang mengkoordinir? Siapa yang mancing duluan? Siapa yang ngajak massa untuk berdemo di tanggal 25 itu? Itu masih jadi pertanyaan. Kalau yang tanggal 29 udah pasti itu buruh ya kan emang di hari buruh gitu. Tapi yang tanggal 25 siapa? Terus yang kedua, tidak adanya tuntutan yang jelas soal aksi tersebut. Memang isu yang dibawa jelas soal tunjangan gaji DPR yang begitu besar. Namun, tidak adanya tuntutan yang jelas menjadi keinginan dan alasan mengapa aksi itu bisa terjadi. Kita bandingkan dengan tuntutan yang terjadi di tanggal 28 dan 29 yang gua sebutkan tadi yang memang dikoordinir oleh serikat buruh. Kemudian tuntutan yang diberikan setelah pecahnya aksi dan tindakan represif dari aparat di tanggal 28, 29 dan setelahnya di mana tertulis dengan jelas berbagai tuntutan yang diberikan kepada pemerintah. Sementara yang di tanggal 25 enggak jelas nuntut apaan. Apa aja yang diberikan di saat aksi berlangsung enggak tahu. Pokoknya rusuh aja. Tuntutan ini bukan sekedar tulisan aja, Geng. Sebab ini merupakan pesan penting yang harus disuarakan kepada seluruh rakyat agar fokusnya tidak terpecah di luar tuntutan yang sudah disusun. Ibaratnya demo bukan sembarang demo. Jadi demo itu harus ada tujuannya. Demo itu udah harus ada yang dituntut tuh apa keinginan masyarakat tuh apa. Terus yang ketiga nih, justru yang paling keras untuk turun aksi di tanggal 25 Agustus adalah akun-akun perseorangan yang selama ini justru sering membuat postingan yang mendukung pemerintah. Aneh banget enggak tuh? Atau di dalam kata lain akun-akun yang apa ya menggelegar banget menyuarakan ayo demo ayo turun ke jalan. itu adalah akun-akun e yang dikenal oleh netizen sebagai akun buzer, Geng. Boleh cek sendiri faktanya. Dan yang keempat, ada informasi-informasi yang tidak benar soal aksi tersebut yang dibuat untuk memancing agar orang-orang ingin berpartisipasi di dalam aksi itu. Di dalam hal ini, seorang public figure atau content kreator juga ya yang sering memberikan edukasi nih kepada kita rakyat Indonesia yaitu Mas Feri Irwandi. Dan dia ini dikenal vokal banget dalam menyampaikan aspirasi rakyat. Dia membuat sebuah postingan berupa screenshot tweet dari akun-akun X yang mendukung aksi di tanggal 25 Agustus yang mana ternyata selama ini akun-akun tersebut memang sudah diidentifikasi sebagai buzer oleh netizen. Yang mengagetkannya adalah di salah satu akunnya ada Hera Leps, akun yang disebut-sebut paling vokal sebelum dan sesudah aksi 25 Agustus berlangsung. Sehingga dari sanalah Feri Irwandi memiliki kesimpulan yang mengatakan bahwa sebenarnya gerakan itu malah diinisiasi oleh internal pemerintah itu sendiri. Wuh, kacau enggak tuh, Geng? Terus, Geng, masih ada alasan lain lagi kenapa aksi tersebut diduga merupakan buatan dari ee kelompok yang disebut dengan geng Solo tadi. Informasi ini gua ambil dari media KBA News yang menyebutkan ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan mengapa geng Solo lah yang diduga sebagai dalangnya. Yang pertama nih, orang-orang dari geng Solo tidak ada yang muncul di aksi 25 Agustus, baik sebelum maupun pada saat aksi. Meskipun informasi dari aksi demonstrasi 25 Agustus sudah beredar luas di sosial media milik pendukung dari anti geng Solo itu pertama tuh. Terus dari informasi inilah orang-orang yang anti geng Solo pun ikut jadi memviralkan dan hadir di dalam aksi tersebut dengan menuntut agar Gibran selaku Wapres dicopot oleh MPR. Namun itu enggak menjadi sebuah hambatan karena pada akhirnya aksi tersebut pun terjadi. Terus yang kedua, pihak yang diduga ingin menginginkan Pak Prabowo lengser dan paling intens melakukan upaya pelengseran Pak Prabowo kebanyakan disuarakan dari kalangan orang-orang yang disebut sebagai geng Solo tadi. Nah, opini tersebut diperkuat oleh tuntutan dari pihak anti geng Solo terhadap pemakzulan Gibran sebagai wapres. Nah, secara sederhana geng Solo diduga ingin skenario pelengseran Pak Prabowo digantikan oleh Gibran secepatnya terjadi. Itulah rumor yang tersebar di publik. Kalian bisa lihat sendiri dari artikel-artikel yang gua tampilkan ini. Nah, terus geng sementara dari pihak yang dituduh sebagai anti geng solo, mereka menginginkan agar Gibran segera dicopot oleh MPR. Nah, lalu spekulasi atau rumor liar ini semakin menjadi-jadi di kalangan masyarakat. Karena Pak Prabowo diam aja. Pak Prabowo belum melakukan upaya apapun ya. Antara Pak Prabowo tidak menahu soal rencana ini atau justru memang Pak Prabowo punya ee strategi lain. Ada yang menuduh atau menduga kemungkinan BIN atau Badan Intelijen Negara saat ini sudah bukan lagi dipegang oleh pihaknya Pak Prabowo, tapi sudah berpihak kepada lawan. Ada rumor seperti itu. Nah, jadi itu adalah informasi dari KBA News ya. salah satu media yang memberitakan hal ini. Gimana menurut kalian, Geng? Kalian percaya enggak dengan apa yang dituliskan oleh media tersebut? Apa yang disampaikan ini? Apakah menurut kalian itu benar adanya atau hanya hoa? Ya, nah coba deh tulis pendapat kalian di kolom komentar. Karena di sini tugasnya gua hanya sebagai penyampai kalau pemberitaan ini ada dan ini berasal dari si KBA News tersebut. Lalu geng informasi tambahan yang gua ambil dari media demo crazy nih dikatakan kalau pada aksi tersebut juga banyak poster yang bertuliskan untuk menurunkan Pak Prabowo yang mana sudah ada upaya jelas untuk melengserkan Pak Prabowo di dalam aksi tersebut. Nah, namun seperti yang tadi sudah gua sampaikan, Pak Prabowo dan Aparat seperti belum melakukan apapun. Padahal saat itu aksi juga tidak bisa dibilang damai ya, karena masa merusak fasilitas pemblokiran jalan sampai melumpuhkan transportasi umum seperti KRL dan Transjakarta. Biasanya kalau udah dalam kondisi kayak gini, aparat bakal cenderung represif. Namun justru di aksi tanggal 25 Agustus aparat cenderung bersikap ya kayak apa ya enggak enggak keras lagah gitu. Enggak tahu ya karena mungkin ada HAM atau apa. Gua juga enggak paham tuh. Bahkan saat ada aksi tersebut disiarkan secara live di stasiun TV sampai bisa menayangkannya berjam-jam tanpa adanya jeda iklan. Sementara untuk aksi tanggal 2829 ada himbauan untuk tidak menayangkan aksinya secara live. Bahkan live TikTok aja down tapi 25 boleh ditayangkan di TV. Itu aneh banget. Sempat waktu itu ya, Geng, ada unggahan yang menarasikan pemerintah melalui Komisi Penyiaran Indonesia Daerah atau KPID yang melarang media untuk meliput aksi demo di DPR. Cuma, Geng ya, Mutia Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital itu menegaskan kalau isu pelarangan liputan demonstrasi oleh media nasional ini itu adalah berita hoa pihak dari KPAID itu juga memberikan klarifikasi terkait hal ini. Puji Hartoyo selaku ketua KPID itu mengklaim kalau pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat imbauan seperti itu. Nah, beliau memastikan isi surat yang beredar di sosial media itu enggak benar dan tidak pernah ada himbauan dari KPI untuk melarang stasiun TV manapun dan radio manapun untuk menayangkan aksi demo. Gua lihat sih ya juga ada beberapa TV nasional yang sempat meliput saat aksi demo kayak Kompas TV, CNN, dan masih banyak lagi ya, Geng. Namun dugaan soal adanya intervensi pemerintah ke TV-TV nasional ini ternyata udah terlanjur menyebar di kalangan masyarakat. Nah, hoa-nya itu makin bergulir. Gimana, Geng, menurut kalian? Kalian percaya enggak statement dari Puji Hartoyo selaku ketua KPID yang membantah semua pernyataan tersebut? Coba tinggalkan komentar di bawah. Dan dugaan ini semakin menguat karena berbagai kebijakan kontroversial yang dikeluarkan dari orang-orang yang dekat dengan Pak Jokowi. Mulai dari pelarangan penjualan gas LPG 3 kilo di pengecer, serta sengketa pulau di Aceh, pemblokiran jutaan rekening, dan masih banyak lagi. Jadi isunya itu udah aneh banget dari awal. Nah, terus yang terbaru nih, Geng. Feri Irwandi juga menghadiri acara yang sama dengan Pak Wangi Sharwi Chaniago yang mencoba membuktikan bahwa apa saja video-video yang beredar di sosial media, salah satunya dari TikTok ya terkait aksi 25 Agustus yang mana itu justru bisa membuat semua orang jadi tahu siapa yang menjadi dalang. Ini kemungkinan ya, kemungkinan dalang di balik semuanya. Nah, namun Ferry menemukan justru video-video dengan narasi bahwa Gibran wakil presiden kita justru mendukung aksi demo tersebut. Gua juga menemukan satu video yang intinya adalah ya Gibran tidak setuju soal tunjangan gaji DPR dan merasa marah ketika anggota DPR berjoget. Ada juga tuh videonya. Nah, gimana tuh kira-kira, Geng? Kalian bisa lihat dari cuplikan ini. Video Gibran Pro Masyarakat bubarkan DPR. Misal saya tidak tahu, ya. Nah, kalian percaya enggak, Geng? Kalau aksi di tanggal 25 itu adalah ulah dari orang-orang yang disebut sebagai geng Solo ini. Nah, terus gimana, Geng, dengan aksi di tanggal 28 Agustus? Apakah juga ada indikasi kalau ini didalangi oleh geng Solo? Nah, sebenarnya aksi 28 Agustus terlihat jauh lebih organik dibandingkan tanggal 25. Namun, masih ada kemungkinan besar kalau ya ada pemanfaatan situasi yang keos ya untuk memperkeruh suasana yang dilakukan oleh yang tertuduh tadi. Terus geng, kita bakal maju sedikit nih geng ke beberapa hari setelahnya yaitu di tanggal 28 Agustus eh 2025. Avaniawan seorang ojol yang tewas karena dilindas oleh Rantis yang membuat kemarahan publik. Nah, pasca kejadian itu ternyata tiba-tiba Wapres Gibran mengadakan dialog dengan bertemu bersama Aliansi Ojol. Nah, tapi di dalam hal ini ada yang aneh, Geng, dari pertemuan tersebut. Apa anehnya? Ya, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan keanehan pertemuan Wapres Gibran dengan aliansi Ojol ini. Jadi, geng, setelah insiden naas itu terjadi, Gibran selaku Wapres menemui perwakilan pengemudi ojol di istana wakil presiden pada hari Minggu tanggal 31 Agustus 2025. Para ojol yang dipertemukan ini berasal dari berbagai macam perusahaan, Geng. yang mana terlihat dari jaket yang dikenakan ada yang dari Gojek, Grab, Maxim dan juga InDrive. Nah, ada sebanyak orang yang hadir di dalam pertemuan itu. Gibran di saat itu mendengarkan aspirasi dan harapan dari mereka, terutama dalam hal menyikapi berbagai kondisi yang terjadi saat ini dengan menciptakan situasi kondusif pasca aksi demonstrasi terjadi serta penanganan kasus hukum kepada pelaku yang menabrak dan melindas Avan. Nah, selain membicarakan isu yang sedang terjadi, perwakilan driver ojol itu juga dijamu makan di Istana Wapress Game. Nah, karena setelah pertemuan itu dipublikasikan, banyak yang melihat tampilan dari orang-orang yang berada di pertemuan itu terlihat terlalu rapi. Jaketnya juga terlihat kayak masih baru seperti belum pernah dipakai. Ya, sepatu yang digunakan oleh mereka juga sepatu bermerek. dan publik yang melihat cuplikan video dari pertemuan itu juga merasa aneh dengan pemilihan kalimat yang digunakan oleh mereka ketika berbicara yang mana dirasa terlalu formal kayak orang berpendidikan tinggi gitu. Berbeda dengan penggunaan bahasa Indonesia yang biasanya digunakan oleh para driver ojol ketika bekerja di lapangan. Biasanya kan lebih nyeleneh, selengean ya bukan berarti ojol enggak boleh pintar banyak kok ojol S1, S2, S3 ada. Cuman kayak ini kayak wih smart banget, Bang. Gitu. Dan bahkan ada istilah yang bagi driver sendiri mungkin cukup asing di telinga mereka seperti menyebutkan kata taruna yang merujuk kepada anggota pengemudi. Jarang-jarang taruna. Karang Taruna ada tapi ini taruna ya kan kayak menyebutkan anggota gitu. Nah, mungkin bisa dilihat dari video ini, Geng. Dan kami juga sudah memberikan ee edukasi kepada para taruna di wilayah masing-masing. Menanggapi kehadiran dari para perwakilan ojol ini, salah satu asosiasi driver ojol yaitu Garda Indonesia menyebutkan orang-orang yang datang ke pertemuan itu bukanlah anggota mereka. Garda Indonesia sendiri tidak mengenal orang-orang ini siapa. Dan oleh karena itu mereka menyebut bahwa perwakilan yang datang dalam pertemuan e bersama Wapres ini bukanlah orang dari asosiasi sehingga tidak mewakili suara dari driver ojol. Nah, di saat itu Igun Wicaksono selaku ketua Garda Indonesia mengatakan Garda Indonesia adalah asosiasi yang memiliki pengurus daerah se-Indonesia. Jika memang orang-orang tersebut berasal dari asosiasi yang disebutkan, pastilah seluruh pengurus mengetahui hal ini. Nah, jadinya banyak yang menuduh ya orang-orang yang ada di foto-foto bersama Wapres Gibran ini kemungkinan bukan ojol, tapi malah disuruh untuk berpura-pura jadi ojol atau pihak dari sekretaris Wapres yang mengundang secara perorangan tanpa melalui asosiasi. Dan IGUN menilai kalau sekretaris Wapres tidak melakukan komunikasi terbuka karena Garda Indonesia sebagai asosiasi atau lembaga yang selama ini melakukan pergerakan atau aksi tidak termiasi. Nah, misalnya ya yang diundang adalah perorangan itu artinya mereka tidak mewakili suara driver lain. Asosiasi lainnya yaitu Serikat Pekerja Angkutan Indonesia atau SPAI juga memastikan bahwa pengemudi ojol yang bertamu kepada Wapes Gibran bukan anggota dari mereka. Lalu siapa? Lalu siapa orang-orang ini? Nah, makanya akhirnya jadilah ee apa ya? Timbul sebuah kecurigaan. Netizen lah yang akhirnya membongkar orang-orang tersebut. Banyak netizen yang menemukan kalau driver-driver yang ada di dalam pertemuan itu ternyata bukanlah sosok driver asli. Salah satunya nih, Geng ya. Ada yang pakai jaket Indrive. Nah, ternyata dia bukan orang sembarangan. Walaupun enggak tahu background-nya apa, tapi di fotonya dia yang lain, dia menggunakan dasi dan kemeja menggunakan jaz yang menunjukkan dia bukanlah sekelas driver. Lalu ada juga video yang menunjukkan kalau driver yang menggunakan jaket Maksim pernah terekam beberapa kali memiliki berbagai profesi. Ada yang jualan bandrek, buah lontar, es coklat, becak motor, dan lain-lain. Pokoknya sesuai dengan pesanan mungkin. Nah, namun di akhir video dia terlihat menangkap orang lain. Intel. Nah, jadinya dicurigai kalau orang-orang yang memakai jaket ini salah satunya yang jaket Maksim itu adalah Intel. Jika benar begitu, netizen menganggap bahwa pertemuan dengan perwakilan ojol itu cuma akal-akalan saja. Kemudian nih, Geng, Tirza R Munami selaku Chief of Republic Affairs Grab Indonesia memastikan bahwa pengemudi ojol yang bertemu dengan Gibran adalah mitra. Dia menjelaskan bahwa awalnya Grab menjadi salah satu dari empat aplikator yang diundang untuk berdialog dengan Wapres untuk mengetahui gambaran kondisi pengemudi ojol di lapangan. Karena itulah Grab mencari dan memilih mitra yang dinilai vokal dalam menyuarakan aspirasi. Pemilihannya itu berdasarkan dari pertimbangan dari pihak Grab-nya sendiri untuk mencari driver yang dinilai bisa vokal dalam menyampaikan pendapatnya agar yang bersangkutan bisa berdialog dan menjawab pertanyaan dari Wapres. Nah, jadi kalau menurut pihak Grab ternyata orang-orang tersebut benar, Geng. Orang dari Grab. Tapi menurut masyarakat ya ketika mencari tahu wajah mereka tuh mirip banget dengan orang-orang yang dicurigai bukan Grab beneran. Nah, masyarakat jadi enggak percaya kalau mereka itu Grab beneran. Terus selanjutnya ada lagi nih keterangan dari pihak Maksim Indonesia yang memastikan bahwa pengemudi mereka yang datang pada pertemuan tersebut terdaftar secara resmi. Di dalam pertemuan itu ada dua orang laki-laki yang mengenakan jaket ojol dari Maksim. Arkam Suprapto selaku public relation spesialis Maksim Indonesia itu bilang Maksim rutin mengedukasi seluruh mitra pengemudi mereka mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari aksi yang bisa menimbulkan korban jiwa. Dan yang terakhir adalah Indrive. Pihak dari manajemen Indrive Indonesia juga menyatakan pengemudi berjaket indrive di dalam pertemuan antara Wapres Gibran dengan para ojol ini adalah benar mitra mereka yang sudah aktif sejak tahun 2020. Dan para driver ojol yang dicurigai oleh netizen sebagai Intel ini juga sudah memberikan klarifikasi yang menyatakan kalau mereka benar-benar driver ojol. Bisa kalian lihat sendiri dari video di sini, Geng. Nah, gimana, Geng? Kalian masih percaya enggak kalau ojol-ojol ini adalah orang suruhan atau justru mereka benar-benar dari pihak ojol atau pihak perusahaan ojol? Coba tinggalkan komentar di bawah. Nah, jadi makin gila aja ya, Geng, yang terjadi di negara kita ini. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pemberitaan ini?
Resume
Categories