INDONESIAN OFFICIALS ARE OPENED TO THE DRUG OFFICE IN PERU! ZETRO LEONARDO PURBA
rMS-WWYmnec • 2025-09-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Oke, Geng. Sebelum kita masuk ke dalam
pembahasannya, gua mau disklaimer dulu.
Pembahasan ini tidak bermaksud untuk
melanggar peraturan YouTube. Tidak
bermaksud juga untuk membuat sesuatu
yang dilarang oleh YouTube. Karena
pembahasan ini murni adalah sebuah
informasi dan semoga bisa menjadi
edukasi untuk kita semua agar kita lebih
peduli lagi, lebih mengenal lagi tempat
di mana kita berpijak. Ya, karena
kejadian ini terjadi di luar negeri,
maka kita harus hati-hati banget ketika
berada di negara orang, kita harus
pelajari dulu bagaimana sistem di negara
tersebut berjalan. Apa saja yang boleh
dilakukan, apa saja yang tidak. Karena
di dalam kejadian ini kita bisa berkaca
bagaimana ketidaktahuan akhirnya
berakhir mengerikan.
Geng, lagi-lagi Staf Kementerian Luar
Negeri Indonesia mengalami sebuah
tragedi yang mengerikan. Nah, tapi
tragedi kali ini gua yakin banget bikin
kalian semua bakal penasaran dan
deg-degan banget. Yang mana pembahasan
ini akan berhubungan dengan pembahasan
soal kartel. Nah, biasanya kan kalau
kita membahas tentang kartel udah pasti
ruang lingkupnya adalah ruang lingkup
negara-negara latin tersebut ya kan?
enggak pernah ada tuh hubungannya sama
negara kita Indonesia. Nah, tapi berbeda
dengan pembahasan kartel kali ini.
Kartel kali ini kabarnya ya dari
desasdesusnya telah merenggut nyawa
salah satu staf dari Kementerian Luar
Negeri, negara kita Indonesia. Nah, tapi
ini baru desas-desus ya, Geng. Salah
satu hal atau penyebab yang dicurigai.
Kalian boleh percaya atau enggak, nanti
setelah kalian dengar alur ceritanya,
kalian bisa menilai sendiri ya. Kalian
bisa mengambil kesimpulannya sendiri.
Nah, jadi geng kejadian ini dialami oleh
seorang diplomat yang bertugas di daerah
5 Peru. Sama seperti Arya Daru, kasus
diplomat yang baru-baru ini juga
memiliki misteri dengan segala keanehan
kasusnya. Dan kenapa gua bilang dari
awal ini berhubungan dengan kartel?
karena memang ada sangkut paudnya dengan
sekelompok kartel yang eksistensinya
sangat ditakuti di wilayah Amerika
Selatan alias di daerah Latin seperti di
Peru. Karena orang-orang yang tergabung
di dalam kartel ini biasanya adalah
orang-orang yang dikenal sangat kejam
dan nekad. Mereka enggak pikir-pikir
lagi untuk menghabisi nyawa orang lain.
Enggak peduli itu pejabat, orang
penting, baik dari negaranya sendiri
ataupun orang luar. Nah, di dalam kasus
yang dialami oleh diplomat asal
Indonesia ini yang masih menjadi
misteri, dia diduga ya dieksekusi oleh
salah satu kartel besar di sana yang
cukup terkenal. Yang mana kartel ini
memiliki hubungan dengan kartel Sinaloa.
Salah satu kartel yang cukup ditakuti
dan disegani di Meksiko karena
jaringannya yang begitu besar sampai
bisa melawan polisi-polisi di negara
tersebut. Nah, di video kali ini kita
akan membahas tentang kejadian ini,
Geng. Langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo geng, welcome back to
Kamar Jerry.
[Musik]
Oke, sebelum kita masuk ke dalam
kronologi kasusnya, kita akan berkenalan
dulu dengan sosok dari korban yang
bernama Zetro Emmanuel Purba.
Nah, jadi geng Pak Zetro Emmanuel Purba
ini usianya sudah 40 tahun ketika
pertama kali berita mengenai dia
dihabisi oleh orang tidak dikenal yang
beredar dan viral sempat disebutkan
kalau beliau bekerja sebagai diplomat di
Peru. Namun hal ini sudah dikonfirmasi
oleh Armanata Nasir selaku wakil menteri
luar negeri yang menyebutkan bahwa Pak
Zetro ini ternyata bukan bekerja sebagai
diplomat, melainkan dia ini adalah
penata kanselerai. Gua sendiri ya baru
tahu ada jabatan seperti itu dan mungkin
kalian yang nonton video ini juga baru
tahu gitu pekerjaan seperti apa ini. Apa
itu penata kanselerai dan tugasnya
gimana? Gua jelaskan dulu secara
singkat. Jadi, Geng, penata kanselerai
ini adalah jabatan struktural di dalam
birokrasi pemerintahan Indonesia,
terutama di lingkungan Kemlu RI.
Kanselerai sendiri itu berarti bagian
dari administrasi kedutaan besar,
konsulat atau perwakilan diplomatik
Indonesia di luar negeri. Tugas utama
dari penata kanselerai ini adalah
mengelola administrasi dan tata usaha
perwakilan Republik Indonesia di luar
negeri seperti kedutaan besar, konsulat
atau perutusan tetap Republik Indonesia
atau PTRI. Dan fungsi dari penata
kanselerai adalah menerima, mencatat,
dan menyimpan serta mendistribusikan
surat atau dokumen dan mengarsipkan
dokumen diplomatik maupun administratif,
lalu mengurus jadwal, agenda, inventaris
kantor, dan kebutuhan operasional, serta
membantu kelancaran tugas utama dari
diplomat dengan menyediakan data
administrasi yang rapi dan akurat. Nah,
Pak Zetro ini berada di Peru juga belum
lama, Geng. diketahui dia baru bertugas
di sana sejak April 2025. Jadi bisa
dikatakan ya cukup baru. Sehingga kalau
kita hitung ya dari awal dia di sana
sampai akhirnya dia ee meregang nyawa di
kasus ini. Pak Zetro ini baru bertugas
sekitar 5 bulanan. Kalau dikatakan dia
udah kenal banget dengan bagaimana
sistem di Peru berjalan, ya kayaknya
diragukan gitu ya. Nah, sebelum dia
mengemban tugas ke Peru, Pak Zetro ini
pernah mengabdi di Konsulat Jenderal
Republik Indonesia atau KJRI yang ada di
Melbourne, Australia sebagai bendahara
dan penata kerumah tanggaan atau BPKRT.
Di sana, Pak Zetro ini memiliki peran
yang sangat penting dengan jabatannya
itu. Selama bertugas di Melbourne, Pak
Zetro dikenal sebagai pejabat yang
teliti di dalam mengelola keuangan dan
selalu mengedepankan profesionalitas.
Sudah terkenal profesional orangnya. Hal
ini membuat dia tidak cuma dihargai oleh
sesama diplomat aja, tapi juga komunitas
warga negara Indonesia yang ada di
Australia. Dan dia dikenal ketika
bertugas di Melbourne ini, Geng. Nah,
setelah dia menyelesaikan tugas di
Melbourne, dia sempat kembali ke
Kementerian Luar Negeri yang ada di
Jakarta sebelum akhirnya dia dipindah
tugaskan ke Peru. Pak Zetro juga
berangkat dari pendidikan yang baik. Dia
menempuh pendidikan sarjana akuntansi
dan memiliki sertifikat bendahara negara
tersertifikasi atau BNT. sejak tahun
2018. Dari latar belakang pendidikannya
inilah yang menjadi ee penunjang dia di
dalam administrasi dan pengelolaan
keuangan di perwakilan diplomatik. Dan
Pak Zetro ini dikenal sebagai sosok yang
cukup pekerja keras dan mudah bergaul
dengan siapa aja. Enggak pernah
memilih-milih teman dan selalu menjadi
teman yang cukup asik untuk ee jadi
lawan bicara. Dan gak cuma tentang
pekerjaan, tapi juga mengenai situasi
yang sedang terjadi di dunia ini.
Apapunlah, rekan-rekannya di berbagai
pos diplomatik itu menggambarkan dia
sebagai sosok yang selalu bersemangat
ceria, baik di dalam pekerjaan maupun
ketika berinteraksi dengan orang lain.
Dan ketika Pak Zetro ini ditugaskan ke
Peru lalu harus dipindahkan ke sana
selama beberapa waktu, dia tidak
sendirian. Nah, dia ikut membawa serta
istri dan anaknya. Dan ternyata geng,
Pak Zetro ini tercatat sebagai warga
dari Kelurahan Jombang, Kecamatan
Ciputat, Tangerang Selatan. Dari
pernyataan resmi Sugiono ya selaku
Menteri Luar Negeri Indonesia, istri Pak
Zetro ini bernama Prisilia dan Prisilia
ini menyaksikan langsung dengan mata
kepalanya sendiri ketika suaminya
dihabisi. Wah, seram banget ya. Sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasan
bagaimana kronologi dari aksi mengerikan
ini.
Jadi, geng, insiden ini terjadi pada
tanggal 1 September 2025. Pak Zetro
bersama dengan keluarganya tinggal di
sebuah apartemen yang berlokasi di Jalan
Caesar Valeho ya, blok 3 distrik Lins.
Ee tulisannya Lin C gitu ya. Gua bacanya
Lins aja ya. Nah, jarak ke kantornya itu
cukup dekat, Geng. Cuma 1,5 km dari
gedung KBRI lah. Dan di malam itu, Pak
Zetro ini pulang kerja dan sedang
bersepeda bersama dengan istrinya yang
mau pulang ke apartemen arah mereka. Dan
mereka bersepeda dengan santai di
trotoar jalan. Trotoarnya juga enggak
begitu lebar dan kalau dari rekaman CCTV
yang sudah beredar di sosial media,
suasana di tempat kejadian tidak bisa
dikatakan sepi karena masih ada mobil
dari arah berlawanan yang berlalu
lalang. Lokasi tersebut sangat dekat
dengan apartemennya. Di dalam kejadian
ini, Pak Zetro ternyata ya didoor oleh
seseorang yang tidak dikenal. Dari
informasi yang gua dapatkan di Media
Kompas, di tempat yang sama dan enggak
jauh dari apartemen Pak Zetro, ada
seorang pria yang tampak berdiri dan
menunggu dia. Enggak jelas sebenarnya,
apakah memang orang itu kayak menunggu
dia atau menunggu siapa gitu. Yang jelas
sejak awal gerak-geriknya udah tampak
mencurigakan.
Kalau memang ya orang ini menunggu Pak
Zetro, artinya ini adalah ee kasus yang
berencana gitu.
Kemudian di saat itu ketika Pak Zetro
yang masih mengendarai sepeda melewati
sebuah bangunan persis di depan pintu
bangunan tersebut, pria yang terekam di
CCTV itu sempat mendekati dia dan
melepaskan tembakan ke arah Pak Zetro
sebanyak tiga kali. Pada saat pria
tersebut melepaskan peluru panasnya,
terlihat ada seseorang dengan
mengendarai sepeda motor itu mendekat
dan berhenti persis di depan mereka.
Yang mana Pak Zetro di saat itu sudah
jatuh, udah terkulai yang kemudian orang
tadi langsung naik ke sepeda motor milik
temannya. Mereka langsung kabur di saat
itu. Tapi di saat itu orang-orang ini
sempat seperti membungkuk gitu, Geng.
Entah karena ingin memastikan Pak Zetro
sudah tidak bernyawa lagi atau justru
sedang mengambil atau mencari sesuatu.
Karena posisi pada saat itu kan dia
pulang dari kantor tuh. Nah, kemungkinan
ada sesuatu yang diambil dan barulah
setelah itu si pelaku ini menghampiri
orang yang mengendarai sepeda motor tadi
dan langsung tancap gas. Mereka kabur
entah ke mana dan Pak Zetro pun di saat
itu langsung ditolong karena ya suara
doornya itu gede banget dan mengagetkan
orang-orang sekitar. Nah, Pak Zetro di
saat itu setelah ditolong langsung
dibawa ke klinik yang bernama Hafir
Prado yang berjarak sekitar 1 km dari
lokasi kejadian. Karena jaraknya yang
dekat, di saat itu orang-orang berharap
Pak Zetro ini bisa langsung ditangani
dan kalau bisa ya diselamatkan. Nah,
namun sedihnya geng, nyawanya ternyata
tidak bisa tertolong karena adanya
peluru yang bersarang di kepalanya
sehingga menyebabkan cedera fatal. Dan
Pak Zetro pun dinyatakan meninggal dunia
di hari yang sama.
Berita mengenai insiden penembakan
terhadap Pak Zetroy ini sudah diketahui
oleh pihak kantornya yaitu Kemlu
Indonesia. Melalui Pak Sugiono selaku
Menteri Luar Negeri, Kemlu menyampaikan
dukacita dan turut berbelah sungkawa
atas meninggalnya Pak Zetro. Pihak dari
Kemlu sudah menyampaikan kepada pihak
Kemlu Peru dan kepolisian juga yang ada
di sana untuk bisa langsung menyelidiki
kasus ini sampai selesai. Dan Pak
Sugiono sempat mengenang Pak Zetro ini
sebagai sosok yang penuh dedikasi.
Beliau sendiri sudah menghubungi istri
dari Pak Zetro ya, serta e duta besar
Republik Indonesia yang ada di Peru
untuk menyampaikan dukacita secara
langsung. Dan enggak cuma itu, Pak
Sugiono juga sudah menyatakan akan
membantu untuk mengurus segala keperluan
pendidikan anak-anak Pak Zetro hingga
selesai pendidikannya. Beliau juga sudah
meminta kepada kedutaan besar RI di LIMA
Peru untuk terus mengikuti proses
penyelidikan terhadap kasus ini dan
melakukan proses pemulangan Pak Zetro ke
Indonesia untuk kemudian dimakamkan.
Nah, jadi kurang lebih seperti itu, Geng
kronologinya, ya. Semoga itu cukup
menjelaskan, ya. Karena kronologinya itu
singkat banget, cepat banget
kejadiannya, ya. Dan ya tidak ada yang
mengetahui di saat itu siapa pelakunya.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai investigasi
penyelidikan yang dilakukan oleh
otoritas Peru terkait insiden penembakan
yang terjadi.
Jadi, Geng, keesokan harinya setelah
kejadian ya, tepatnya di tanggal 2
September ee 2025, kepolisian Peru
mengkonfirmasi bahwa penembakan yang
terjadi e pada malam itu memang dialami
oleh seorang staf yang bekerja di KBRI
5. Kepolisian Peru juga menyatakan mulai
menyelidiki untuk mencari pelaku serta
mengetahui motif dari kejadian ini. Dan
untuk mendukung bukti dari penyelidikan,
polisi Peru juga sudah melakukan otopsi
kepada jenazah Zetro agar mengetahui
penyebab pasti dari meninggalnya.
Maksudnya penyebab pasti itu kayak
sebenarnya itu yang membuat dia
meninggal itu peluru yang bersarang di
mana? di kepalaakah atau di tempat lain.
Terus juga diharapkan dengan proses
otopsi tersebut polisi bisa mengambil
peluru yang mungkin masih bersarang di
tubuhnya itu dan melacak siapa yang
memiliki pistol untuk digunakan ee dalam
mengeksekusi zetro. Karena kan setiap
peluru itu ada kodenya, Geng. Jadi bisa
dilacak. Kecuali kalau pelurunya itu ya
peluru bajakan atau peluru rakitan gitu.
Setelah autopsinya selesai, jenazahnya
akan dipulangkan ke Indonesia dan
dikabarkan ya bakal sampai di Indonesia
pada tanggal 9 September 2025. Berarti
saat gua syuting ini ya jenazahnya udah
sampai gitu ya. Namun geng sebelum Pak
Zetro ini dibawa ke rumah duka yang ada
di kawasan Ciputat, jenazah Pak Zetro
akan disemayamkan terlebih dahulu di
kantor Kementerian Luar Negeri yang ada
di Jakarta Pusat.
Nah, di saat itu Kepala Kepolisian
Nasional Peru yang bernama Victor Guivar
itu berspekulasi bahwa serangan yang
dialami oleh Pak Zetro ini merupakan
aksi penghilangan nyawa berencana untuk
membalas dendam yang mana ini lebih ke
arah masalah personal. Kesimpulan ini
diambil oleh Guivar berdasarkan
ciri-ciri dari pelaku yang terlihat di
rekaman CCTV yang menurut mereka tidak
terlihat seperti orang Peru atau enggak
terlihat kayak orang Amerika Latin,
namun malah terlihat seperti warga
negara asing tuh dari perawakannya.
Namun sejumlah pejabat Indonesia
mengatakan bahwa mereka meragukan dugaan
dari Guivar ini. Ya, sebab menjelang
insiden penembakan terjadi, Pak Zaitro
ini tidak pernah sama sekali bercerita
kalau dia pernah atau sedang mengalami
ancaman atau lagi ada masalah sama
siapa? Enggak ada. Di dalam pernyataan
terbarunya, pihak berwenang Peru
mengklaim kalau mereka sedang
menyelidiki insiden yang dialami oleh
Pak Zetro ini sebagai aksi penghilangan
nyawa kontrak. Dalam artian pelaku atau
yang menjadi eksekutornya di dalam aksi
ini adalah seorang hitman atau eksekutor
bayaran. Wah, seram banget ya. Menteri
Dalam Negeri Peru yang bernama Carlos
Malavir. Dia bilang update terkini
terkait kasus penembakan ini yang
menyebutkan bahwa tidak ada barang yang
dicuri dari ee si korban setelah hal itu
terjadi. Jadi, ini bukan perampokan dan
dia sempat melihat bagaimana gerak-gerik
dari pelaku yang menunggu dan
mengarahkan pistolnya tepat ke kepala
korban. Ditambah lagi dengan tidak
adanya barang yang hilang membuat pihak
berwenang Peru berspekulasi bahwa
insiden ini bukanlah bagian dari
perampasan harta benda. Tapi memang
berniat ingin menghabisi si target
karena biasanya seorang hitman ya cara
dia untuk menghabisi targetnya yaitu
dengan langsung mengarahkan door di
kepalanya atau dalam arti kata tepat di
kepala dalam bahasa Inggris gitu ya
sehingga targetnya bisa langsung
selesai. Jadi enggak ada tuh
babibu-babibu ngambil barang atau
ngancam-ngancam, enggak ada. Kecurigaan
muncul ketika adanya dugaan kalau
kemungkinan besar aksi tersebut sudah
direncanakan dengan sangat matang dan
sudah disusun dari jauh-jauh hari. Nah,
ada kesaksian yang diberikan oleh salah
seorang tetangganya Pak Zetro yang
mengatakan, "Ada beberapa orang yang
mengendarai sepeda motor terlihat
melakukan pengintaian di lokasi kejadian
beberapa hari sebelum tragedi ini. Dan
tidak ada satuun dari mereka yang
dikenal oleh si tetangganya Pak Zetro
ini. Dan selain itu masih ada lagi nih
keterangan dari tetangga Pak Zetro ini
yang mana orang yang tidak dikenal itu
juga sempat menawarkan jasa service TV
kepada warga sekitar. Jadi kayak
melakukan penyamaran gitu, Geng. Terus,
Geng, di dalam kasus penghilangan nyawa,
apalagi yang penuh misteri kayak gini,
handphone menjadi salah satu bukti kunci
ya. Soalnya kita biasanya melihat dengan
siapa korban terakhir kali berkomunikasi
dan apakah korban sempat mendapatkan
ancaman sebelumnya atau enggak. Yang
mana ya mungkin dia tidak menceritakan
hal ini kepada orang lain dan polisi
Peru juga memikirkan hal yang sama.
Mereka merasa bahwa handphone Pak Zetro
lah yang akan menjawab semua teka-teki
dari kasus ini. Soalnya, polisi Peru
ketika melakukan pemeriksaan awal
menemukan adanya komunikasi yang
dilakukan oleh Pak Zetro melalui
handphone-nya dengan nomor yang enggak
dikenal. Komunikasi tersebut berlangsung
di hari yang sama dengan insiden tragis
yang menimpa Pak Zetro. Dengan bukti
yang diambil dari handphone-nya Pak
Zetro ini, polisi bakal mencoba
mensinkronkan dengan keterangan dari eh
saksi-saksi yang terdiri dari
keluarganya, teman-teman Pak Zetro yang
mengetahui detail pergerakan dari Pak
Zetro setiap harinya dan yang lain-lain.
Nah, dikarenakan berdasarkan rekaman
dari kamera CCTV dan juga penjelasan
dari para saksi sangat mungkin untuk
mengetahui rute yang diambil oleh Pak
Zetro dari berangkat sampai pulang
kerja, Geng. Apalagi jika Pak Zetro ini
selalu mengambil rute yang sama. Akan
sangat mudah bagi siapa saja untuk
mengetahui jam berapa dari mulai pulang
jalan-jalan yang dilewati oleh Pak Zetro
dan bagaimana kondisi di sekitar sana
yang pada akhirnya akan memudahkan bagi
eksekutor untuk memperkirakan di mana
kira-kira tempat yang paling cocok untuk
mengeksekusi. Oleh karena itu,
kepolisian Peru tidak ragu untuk
menyebut kalau aksi penembakan terhadap
Pak Zetro ini dianggap sebagai aksi
penghilangan nyawa berencana. Meskipun
begitu, polisi Peru belum sampai pada
kesimpulan terkait motif apa yang
melandasi aksi ini bisa terjadi. Karena
ada berbagai kemungkinan, Geng. Dan pada
saat ini polisi sedang merangkai
beberapa hipotesis untuk menentukan
motif kejahatan karena bisa jadi
motifnya terkait dengan kasus TPPO atau
perdagangan manusia dan bisa juga
penyelundupan narkoboy atau kasus
tambang atau bisa jadi mengarah ke
hubungan asmara juga. Bisa jadi. Itu
kabarnya nih, Geng. Kepolisian Peru
sudah menduga siapa orang atau kelompok
yang bertanggung jawab atas penghilangan
nyawa yang dialami oleh Pak Zetro yang
mana ini merupakan salah satu eh orang
yang terkenal karena menjadi pemimpin
sebuah kartel besar di Peru. Siapa
orangnya? Siapa kartel yang dicurigai
sudah menghabisi nyawa Pak Zetro ini?
Sekarang kita bahas.
Jadi, Gengs, setelah mengetahui
bagaimana kronologi Pak Zetro dihabisi,
banyak yang mengira kalau aksi tersebut
bukan dilakukan oleh sembarang orang.
Namun, sepertinya orang yang sudah
sering atau setidaknya pernah menghabisi
orang lain sebelumnya. Dan polisi Peru
sendiri menduga hal yang sama. Nah,
salah satu sumber yang mengetahui kasus
ini dan mengikuti perkembangannya
menyebutkan kalau pelaku diduga terkait
dengan anggota geng kriminal yang
bernama One Family.
Nah, untuk itu polisi sedang menyelidiki
keterkaitan Pak Zetro ini dengan terduga
pelaku. Dan untuk mendukung
penyelidikan, polisi juga sudah
mengerahkan pasukan ke daerah RISO,
yaitu sebuah wilayah di Peru yang
disebut memiliki keterkaitan dengan
korban maupun jalur operasi geng
kriminal. Apa nih hubungan Pak Zetro
dengan daerah Riso dengan kartel
tersebut? Apa? Nah, jadi pihak
kepolisian Peru sudah memastikan kalau
Pak Zetro tidak pernah tercatat memiliki
riwayat kriminal selama bertugas di
Peru. Sehingga polisi Peru meyakini
kalau Pak Zetro hanya menjadi korban
tindak kekerasan yang dilakukan oleh
kartel yang ada di sana. Dijadiin target
doang gitu. Untuk apa ya? For no reason
lah. Dan meskipun begitu diduga Pak
Zetru ini masih terkait dengan geng
kriminal yang bernama One Family ini.
Geng ada kaitannya. Walaupun dia enggak
memiliki catatan kejahatan, tidak punya
salah, tapi kayak pernah berkomunikasi
lah. Hal ini ya terlihat dari catatan
yang ada di handphone-nya Pak Zetro yang
sepertinya dimiliki oleh seorang
perempuan yang bekerja di Riso. Nomor
tersebut memiliki kode Venezuela dan
Colombia. sehingga dicurigai kalau Pak
Zetro ini sering datang ke daerah risu.
Selain itu, Pak Zetro ini juga diduga
kemungkinan ada kontak dengan seorang
laki-laki yang dijuluki sebagai Elchino.
Siapa Elcino ini? Nanti kita bahas.
Terus bagaimana sih reputasi dari eh
kartel one Family tadi di Peru? Jadi
ketika gua cari tahu di internet
sebenarnya belum ada informasi detail
terkait geng ini. Tapi kalau dari
media-media yang gua jadikan sebagai
rujukan seperti kumparan gitu ya, One
Family ini sepertinya enggak begitu
dikenal secara nasional di Peru. Tapi
kelompok ini menjadi ancaman yang
menakutkan di distrik Linch atau
tulisannya Lince gitu ya, daerah lima
yang mana media kumparan itu mengutip
sumber dari media lokal yaitu La
Republika yang mengungkap kalau anggota
geng tersebut pernah ditangkap di tahun
lalu atas berbagai tuduhan yang mana di
antaranya perdagangan manusia,
eksploitasi
UAL, ya mempromosikan dan membiayai
eksploitasi tersebut dan keterlibatan
kriminal geng mereka serta pemerasan.
Nah, terus masih dari sumber yang sama,
geng atau kartel One Family ini
disebut-sebut mengontrol berbagai aksi
kriminal yang terjadi di Distrik Lins
tadi. Dan tahun lalu, aparat keamanan
yang terdiri dari tim Kejaksaan untuk
kejahatan perdagangan manusia dan
kepolisian nasional yang ada di Peru
sempat menggerebek empat rumah di Lins
La Victoria, terus ada di San Juan de
Miraflores yang kemudian mereka di sana
menangkap sejumlah anggota dari one
family ini. Polisi mengungkap keberadaan
dari seseorang di balik operasi one
family. Namanya itu adalah Danny
Alexander Zalata Sosa atau yang lebih
dikenal sebagai Elchino. Nah, ini nih
yang dikatakan ada hubungannya sama
almarhum yang mana disebut-sebut ini
Elchino ini adalah orang di balik
kasusnya Pak Zetro. Dia diduga membentuk
jaringan prostitusi kriminal di wilayah
Jiron Riso dan memaksa
perempuan-perempuan agar terlibat dan
masuk ke dalam jaringannya tersebut. Dan
untuk menjalankan operasi tersebut,
Elchino ini menugaskan anggotanya dengan
berbagai tugas. Ada yang bertugas
merekrut perempuan, ada yang bertugas
mengirim foto dan video, ada yang
bertugas jadi mata-mata, dan ada yang
bertugas sebagai eksekutor bayaran atau
hitman. Dalam menjalankan aksinya, One
Family ini juga diketahui melakukan ee
kekerasan dan ya enggak ragu-ragulah
untuk menghabisi orang lain. Dan menurut
informasi yang gua dapatkan dari media
CNN nih, siapa itu sosok Elino ini
sebenarnya? sebenarnya ya masih simpang
siur. Namun ada unggahan di TikTok nih
ya. Ya, informasi simpang siur TikTok
lah. Di sini gua sampaikan juga yaitu
disebutkan kalau Elchino ini merupakan
bagian dari kartel Sinaloa sebenarnya
cuman kayak dia ee apa ya bikin ee
cabang gitu, cabang kecil gitu. Kalau
Sholoa kan kartel besar dan udah
terkenal ya. Jadi jaringan kriminalnya
itu gede banget dan mereka memang
terkenal di Mexico. Nah, sosok si Elcino
ini disebut-sebut sebagai eksekutor
bayaran paling terbaik atau ditakuti
dari kartel Sinaloa. Nah, dan dialah
yang disebut-sebut bertanggung jawab
atas kasus ini. Gimana tuh, Geng?
Menurut kalian? Walaupun ini masih
dugaan ya, tapi dugaannya itu datang
dari pihak Peru, ya, bukan dari
media-media lokal. Media lokal hanya
menjelaskan siapa sosok ini. Kira-kira
kalian percaya enggak, Geng, kalau
pelakunya adalah bagian dari geng
kriminal Peru ini, yaitu si Elcino tadi.
Nah, cuma, Geng, sepertinya
negara-negara lain yang ada di wilayah
Amerika Selatan ini Peru menjadi negara
yang tidak luput dari banyaknya aksi
kriminalitas yang dilakukan oleh
kelompok-kelompok kriminal,
gengster-gengster ini. Nah, sekarang gua
bakal ajak kalian untuk melihat situasi
dan kondisi di Peru itu sendiri yang
mana ternyata memang marak terjadi aksi
yang mengerikan di sana. Makanya untuk
ya diplomat-diplomat kita gitu ya,
pejabat-pejabat kita yang bertugas di
negara Amerika Latin itu nyawanya cukup
terancam sebenarnya. Mengerikan banget
di sana. Sekarang kita bahas.
Jadi, Geng, Peru menjadi salah satu
negara yang juga mengalami aksi
kejahatan yang begitu tinggi.
Berdasarkan data yang gua dapatkan dari
organized Crime Index, Peru mendapatkan
skor sebesar 6,4 untuk tingkat kriminal
di negara tersebut. Dengan skor itu,
Peru menempati posisi ke-32 dari 193
negara di dunia atau posisi ke-10 dari
35 negara yang ada di benua Amerika dan
posisi keenam dari 12 negara yang berada
di kawasan Amerika Selatan untuk daerah
paling berbahaya. Dan Peru menjadi
negara asal sekaligus tujuan dari
perdagangan manusia. Seram banget.
Nah, hal ini dikarenakan memang di sana
itu ada pasarnya. Meskipun ada upaya
untuk memberantas dan adanya pembatasan
karena pandemi Covid-19, membuat
identifikasi dan pencegahan perdagangan
manusia menjadi semakin sulit. Bahkan
memunculkan bentuk-bentuk eksploitasi
manusia yang jenis baru atau model baru
melalui teknologi digital. Jaringan
kriminal tersebut menargetkan warga
Venezuela yang rentan dan membiayai
transportasi, tempat tinggal serta
kebutuhan hidup mereka. lalu memasa
mereka untuk menjadi seorang penghibur
dan membayar setoran. Nah, di sana itu
khususnya masyarakat adat di sana
menjadi korban paling banyak dari
operasi ini. Dan selain dari Venezuela,
banyak juga dari mereka yang berasal
dari Haiti, negara-negara Afrika dan
Asia, serta mereka yang ingin menuju ke
Amerika Utara. Dan enggak cuma soal
perdagangan manusia, Peru juga menjadi
negara transit untuk perdagangan
berbagai senjata ilegal, geng. Dengan
senjata yang berasal dari Amerika dan
Meksiko dibawa melewati Peru untuk
menuju ke Ecuador dan Colombia.
Perdagangan senjata gelap ini didukung
oleh kelompok kriminal terorganisir,
terutama mereka yang terkait dengan
produksi kookin. Meskipun kekerasan
akibat aktivitas kriminal yang meningkat
di seluruh Peru, tidak ada kebijakan
regional dari pemerintah untuk bisa
menangani secara menyeluruh terhadap
masalah ini. Kapasitas polisi Peru
sendiri sangat terbatas untuk
menyelidiki hal ini. Dan selain Koken,
kartel-kartel yang menjalankan bisnis
narkoboy itu kebanyakan memproduksi dan
menjual opium. Soalnya mereka tidak
memiliki laboratorium untuk mengolahnya.
jadi heroin. Jadi dijualnya barang
mentah. Meskipun begitu, budidaya opium
di Peru terus meningkat dengan getah
opium dikirim dari tiga wilayah utama,
yaitu Piura, terus ada Cahamarka, terus
ada lagi Amazonas. Nah, itu semua menuju
ke Ekuador dan pasar opium saat ini juga
meluas ke wilayah lain seperti di La
Libertad, Hunin, Cusco, dan Lima. Nah,
karena itulah keberadaan jaringan
kriminal ini menjadi lebih besar,
menjadi masalah yang lebih keruh lagi di
Peru, terutama di ibu kota yaitu di Lima
dan juga Provinsi Konstitusional Kalau.
Di wilayah ini mereka terlibat di dalam
perdagangan narkoboy skala kecil,
perampokan, pemerasan, dan perdagangan
manusia. Jaringan tersebut sering
menyewa kelompok para militer untuk
menjaga kendali atas pasar kriminal
mereka. Gila ya, para militer loh. Seram
banget. Dan selain itu mereka bekerja
sama dengan mafia internasional
khususnya dari Serbia. Colombia dan juga
Meksiko. Dengan begitu banyaknya
permasalahan terkait aktivitas geng
kriminal di Peru juga tidak akan
terlepas dari ketidakstabilan politik
yang terus-menerus di Peru. Sistem
peradilan pidana yang lemah dan buruknya
kehadiran negara di wilayah pinggiran
sehingga memungkinkan berbagai kelompok
kriminal untuk terlibat di dalam
perdagangan jahat mereka. Karena kondisi
seperti ini yang mungkin sudah disebut
sebagai keadaan darurat, Dina Boluarte
selaku Presiden Peru pernah menerapkan
keadaan darurat pada bulan September
2024 selama 60 hari di 12 distrik yang
ada di Lima. Alasan Boluarte menerapkan
keadaan darurat ini untuk mengatasi
ancaman yang ditimbulkan oleh geng-geng
kriminal. Kondisi darurat ini kembali
diumumkan di tanggal 18 Maret 2025 yang
memberikan polisi dan militer memiliki
kendali penuh atas situasi keamanan di
negara tersebut selama 30 hari kurang
lebih. Nah, keadaan darurat itu dipicu
oleh aksi penghilangan nyawa terhadap
Paul Flores, yaitu seorang vokalis dari
sebuah band populer atau ya artis
terkenal di daerah Peru. Nama bandnya
itu adalah Armonia 10. Dia ini meninggal
dunia setelah dioor oleh penyerang yang
menyerang bis yang dia tumpangi bersama
dengan rekan-rekan bandnya yang mana
mereka mencoba untuk memeras uang dari
grup band ini ketika mereka meninggalkan
konser. Peru sudah menyaksikan
serangkaian aksi penghilangan nyawa yang
mengerikan. pemerasan yang disertai
kekerasan dan juga serangan di tempat
umum selama beberapa bulan terakhir.
Menurut data yang diperoleh oleh
kepolisian Peru, terdapat 459
aksi penghilangan nyawa di seluruh
negeri di antara tanggal 1 Januari
sampai 16 Maret 2025 ini. Kebayang tuh
lebih dari 1900 laporan pemerasan yang
terjadi di bulan Januari, Geng.
Jadi emang gila tingkat kriminalnya. Di
bulan Januari aja udah ada ribuan
laporan pemerasan, belum di bulan-bulan
lain. Nah, namun banyaknya warga Peru
menunjukkan fakta bahwa jaringan
pemerasan, dan penghilangan nyawa
mungkin jauh lebih parah dibandingkan
yang ditunjukkan oleh statistik resmi
milik pemerintah. Sebab, banyak korban
kejahatan yang belum tentu mau
melaporkan kejadian ee karena takut
kalau anggota geng kriminal itu bakal
balas dendam ke mereka kalau mereka
ngelapor. Nah, di dalam laporan terbaru
ya dari bulan Januari sampai pertengahan
Agustus diperkirakan ada sebanyak 60.041
1 orang yang meninggal dunia yang mana
angka tersebut adalah jumlah tertinggi
sejak tahun 2017. Dan sementara laporan
pemerasan sudah menyentuh angka 15.989
antara bulan Januari sampai Juli.
Meningkat 28% dibandingkan periode yang
sama di tahun 2024. Jadi kebayang ya,
Geng, kalau kalian mengeluhkan negara
kita Indonesia dengan kasus-kasus
korupsi di Amerika Latin salah satunya
Peru, yang mereka keluhkan adalah nyawa
mereka setiap harinya di ujung tanduk,
di ujung senjata. Karena kriminalnya
seram banget di sana. Dan karena
banyaknya aksi kriminal di Peru, Irwan
Butapier, salah seorang staf di Ketutaan
Indonesia menyalahkan bahwa apa yang
terjadi kepada Pak Zetru tidak terlepas
dari maraknya kejahatan di lima, ibu
kota Peru.
Jadi bukan karena apa-apa, tapi karena
memang di kota Peru ini seram. Dan Pak
Irwan mengatakan bahwa Peru adalah
negara yang tidak aman. Pak Zetro
mengendarai sepeda dengan tenang di sana
yang mana dia sendiri pastinya ya tidak
mengantisipasi bahaya apapun yang
menimpa dia. Dia udah bikin Peru kayak
di Belanda. Kalau Belanda mau sepedaan
tenang ya bisa, Jepang bisa, Peru. Dan
Pak Irwan sendiri ya tidak bisa
memperkirakan alasan geng kriminal
tersebut menghabisi Pak Zetro. Ya bisa
aja itu semua serangan mendadak atau
apalah. Dan sebagai bentuk antisipasi
akan adanya serangan susulan yang
menargetkan keluarga dari Pak Zetro,
istri ketiga anaknya sudah dipindahkan
ke tempat yang aman. dan tentunya
mendapatkan pengawasan dan penjagaan
ekstra oleh pihak keamanan setempat. Dan
pihak dari KBRI 5 juga memastikan
kondisi dari para warga negara Indonesia
yang ada di Peru serta menyediakan
layanan 24 jam serta WhatsApp grup untuk
menyampaikan informasi-informasi
mengenai perkembangan update, mengenai
kondisi yang ada. Dan oleh karena itu ya
dihimbau kepada para warga negara
Indonesia yang berada di Peru untuk bisa
memanfaatkan sarana komunikasi tersebut
dengan tidak ragu menghubungi KBRI jika
ada hal-hal yang argen atau hal-hal yang
mereka anggap janggal yang perlu
dilaporkan gitu, Geng. Nah, jadi enggak
boleh diam-diam aja.
Nah, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai aksi yang mengerikan yang
menimpa Pak Zetro, staf KBRI di Peru
yang meninggal dunia setelah didoor oleh
seseorang yang diduga terkait dengan
kartel. Gimana, Geng menurut kalian?
Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:48 UTC
Categories
Manage