Transcript
4Ns_dI09Mn0 • KRONOLOGI K4SUS TIARA ANGELINA SARASWATI DI PACET MOJOKERTO
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1533_4Ns_dI09Mn0.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, sebelum kita mulai konten kali
ini, ya, gua pengen disclaimer dulu
bahwa eh pembahasan ini
selain mengandung pembelajaran buat kita
semua, tapi juga mengandung sesuatu yang
menurut gua sangat mengiris hati gitu
ya. Gua membuat pembahasan ini bukan
untuk melanggar peraturan YouTube, bukan
untuk eh melanggar apapun yang sudah
menjadi batasan-batasan untuk dibahas di
YouTube. Tapi ini murni sebuah informasi
dan semoga bisa menjadi edukasi untuk
kita semua, terutama anak-anak
Indonesia. Nah, jadi geng gua pengin
nanya dulu ke kalian ya, gimana perasaan
kalian kalau misalkan kalian adalah
orang tua yang setiap hari banting
tulang untuk kebutuhan anak,
menyekolahkan mereka dan berharap
nantinya mereka bisa sukses ketika
dewasa. Tapi tiba-tiba di tengah
perjalanan tersebut kalian harus
menerima kenyataan pahit mendengar kabar
bahwa anak kalian tersebut harus pergi
untuk selama-lamanya. Bukan karena
sesuatu yang alami kayak sakit atau
memang ya apalah gitu ya, tapi ini
justru karena direnggut nyawanya oleh
orang lain alias dieksekusi. Apa
perasaan kalian? Coba kalian tuliskan
deh di kolom komentar. Kalau gue jujur
aja semua harapan udah pasti pupus. Masa
depan yang diimpi-impikan sebagai orang
tua terhadap anak pun langsung sirna
semuanya. Dan ya gue yakin jika kalian
berada di posisi itu juga pasti sama
gitu ya. Di pembahasan kali ini kita
bakal membahas insiden tersebut. Insiden
seperti yang ya gua ajak kalian untuk
membayangkan tadi. Dialami oleh orang
tua dari seorang perempuan asal
Lamongan, Jawa Timur yang mana anaknya
menjadi korban dari aksi penghilangan
nyawa mengerikan. aksinya sadis e
sampai-sampai viral banget sebab ya eh
ya anaknya ini berakhir
dipisah-pisahkan. Kalian paham ya?
Mungkin di dalam pembahasan ini agar
lebih e nyaman untuk didengar, lebih eh
friendly untuk semua kalangan dan semua
umur dan tidak melanggar aturan YouTube,
akan banyak kalimat-kalimat atau
kata-kata yang gua plesetkan atau gua
rubah menjadi lebih ee soft, lebih aman
untuk didengar oleh kalian-kalian yang
mungkin masih di bawah umur. Karena
pembahasan ini menurut gua penting
banget sebagai pembelajaran. Ee penting
banget untuk semua umur mendengar
pembahasan ini mulai dari orang tua
sampai anak-anaknya yaitu tadi supaya
menjadi pembelajaran dan edukasi untuk
kita semua. Oke, kasus ini rame banget
dibicarakan, Geng. Karena pelakunya itu
benar-benar ee apa ya? Kayak di luar
akal sehat lah. Dan kita enggak pernah
membayangkan bahwa ada orang sesadis ini
di negara kita Indonesia. Nah, bagaimana
kronologi selengkapnya dari kasus yang
satu ini? Gua bakal bahas
selengkap-lengkapnya. Jadi, kalian
dengar dari awal. sampai selesai. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar Jerry. Oke,
kita akan membahas dulu ya eh soal
kronologi bagaimana awal mula korban
ditemukan.
Jadi, geng, semua ini berawal pada hari
Sabtu tanggal 6 September 2025. Ada
seorang warga Dusun Pacet Selatan,
Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto,
Jawa Timur bernama Suliswanto. Bersama
dengan keponakannya, tiba-tiba dia
hendak mencari rumput di tepi jalan raya
Pacet Cangar untuk pakan ternak.
Kejadiannya sekitar jam 1030 pagi.
Karena hal tersebut, mereka mendekati
semak Bulukar dan mau ee mengambil
rumput dari sana. Namun semakin mereka
mendekat ke arah semak-semak, tiba-tiba
Sulis Wanto ini melihat ada yang aneh di
sana. Sesuatu yang enggak bisa
digambarkan. ee menjadi hal yang biasa
lah di semak-semak tersebut yaitu adanya
potongan daging-daging kecil. Secara
logikanya ya, itu daging apa? Kalau
daging sapi ngapain dibuang? Kalau
misalkan itu daging hewan yang bisa
dikonsumsi kenapa dibuang? Apakah busuk
atau gimana? Pada awalnya dia ini
mengira potongan itu ya berasal dari
hewan liar yang mungkin dimangsa oleh
hewan buas ya kan hewan lain atau ya
bekas makanan hewan liar lah. Nah,
Suliswanto pun langsung memeriksa dan
dia ee ingin mengetahui lebih jauh dan
dia bergerak sekitar 2 m ke arah timur
dari tempat dia berdiri tadi. Tapi
ketika Suliswanto mendekat yang terlihat
bukanlah bagian tubuh hewan, melainkan
dia menemukan bagian tubuh ya. tepatnya
adalah bagian kaki. Suliswanto mengaku
kalau satu minggu sebelumnya dia juga
sempat menemukan potongan lain
kecil-kecil juga. Tapi dia mengabaikan
hal itu. Dia kira itu sisa dari hewan
juga karena itu di kawasan hutan Tahura
Raden Surjo. Ya kan? Dia enggak mengira
kalau itu adalah hal-hal yang aneh atau
yang lain-lain. Setelah penemuan kedua
dan dia yakin yang dia lihat itu adalah
bukan bagian dari hewan, Sulis Wanto ini
kemudian melaporkan kejadian ini ke
perangkat desa yang diteruskan kepada
pihak kepolisian. Nah, mendapatkan
laporan itu, Polesta Mojokerto bersama
dengan unit Inais dengan cepat datang ke
lokasi kejadian dan melakukan penyisiran
di area sekitar tempat Suliswanto
menemukan potongan tadi. Polisi dari
awal sudah curiga ini udah pasti korban
penghilangan nyawa dan bagian tubuhnya
ya sudah dipisah-pisahkan untuk
disebarkan demi menghilangkan ee jejak.
Untuk itu ya untuk bisa menemukan bagian
yang lain polisi mengerahkan anjing
pelacak K9 milik Polda Jatim jenis
labrador agar memudahkan proses
pencarian. Nah, di sini nih ada ilmu
juga ya buat teman-teman yang mungkin
belum tahu. Kok bisa sih polisi ee bisa
gampang mencari pelaku misalkan atau ee
bagian tubuh yang udah terpisah-pisah
kok bisa dicari bagian lainnya. Nah, itu
adalah kinerja anjing pelacak, Geng.
Karena indra penciuman mereka itu tajam
banget. Mereka akan mencari bau yang
sama di lokasi yang berbeda. Makanya
kalau misalkan nyari tersangka,
dikasihnya tuh baju bekas tersangka
pakai, bau keringatnya itu bakal diincer
sama si anjing itu. Terus geng, polisi
juga dibantu oleh relawan di dalam
pencarian tersebut. Dan singkat cerita,
anjing pelacak berhasil menemukan bagian
potongan lain yaitu telapak tangan
bagian kanan. Padahal tempat di mana
anjing pelacak itu menemukan sudah
sempat diperiksa sebelumnya oleh polisi
dan juga relawan. Namun ketika itu
enggak ada satuun yang melihat. Barulah
berhasil ya karena ada anjing pelacak
dan kondisi potongan yang ditemukan
tersebut sudah rusak karena e udah
banyak sayatan potongan tersebut ya
langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk
kemudian diidentifikasi. proses
pencarian kembali e bagian potongan yang
lain dilanjutkan oleh polisi. Terus,
Geng, secara total polisi berhasil
menemukan 66 potongan yang terdiri dari
jaringan otot, lemak, kulit bagian
kepala, kaki kiri, dan pergelangan
tangan. Nah, kulit kepala ditemukan
lengkap dengan rambut hitam lurus
sepanjang 14 cm yang menandakan bahwa
ini artinya perempuan. Dan rata-rata
potongan-potongan itu ditemukan
berukuran 17 * 17 cm. Jadi, udah kayak
apa ya?
Ah, maaf ya. Udah kayak lego gitu
dipotong-potongnya. Dan semua potongan
tersebut dibawa ke Rumah Sakit
pendidikan atau Pusdik Sabara Porong.
Pada saat itu rumah sakit sudah menerima
sekitar 310 potongan yang sudah
ditemukan dan rumah sakit itu menerima
potongan tersebut secara bertahap. Nah,
jadi enggak langsung dikirimkan semuanya
sekaligus. Karena kondisi dari telapak
tangan ini udah rusak akibat luka
sayatan. Sedikit menghambat proses
identifikasi karena ya pasti sidik
jarinya juga udah rusak. Jadi enggak
bisa dicek ini siapa. Tapi geng tim Ina
Satres Cream Polresta Mojokerto berupaya
sebisa mungkin agar bisa menggunakan
sidik jari tersebut untuk mengetahui
identitas dari si korban. Dan upaya
tersebut membuahkan hasil. Pihak
kepolisian berhasil menemukan identitas
secara akurat, yaitu korban bernama
Tiara Angelina Saraswati dan anggota
dari kepolisian langsung dikirim ke
rumah Tiara untuk memberitahukan
informasi mengenai kondisi dari Tiara
yang ditemukan dalam keadaan yang begitu
tragis. Jadi kagetlah, syok di saat itu
keluarganya seakan tidak percaya dengan
berita ini.
Nah, jadi itu dia ya kronologi pertama
kali kasus ini bisa terkuak. Diawali
dengan penemuan potongannya dulu,
diidentifikasi itu siapa dan nama Tiara
Angelina Saraswati pun muncul. Nah,
sekarang kita bakal membahas background
kehidupan dari Tiara. Siapakah dia?
sampai akhirnya nanti akan mengarah
kepada si pelakunya.
Jadi, Geng Tiara ini merupakan warga
dari RT 003 RW003 Desa Made, Kecamatan
atau Kabupaten Lamongan yang mana dia
lahir tanggal 12 Agustus tahun 2000. Dia
ini adalah anak pertama dari dua
bersaudara. Adik perempuannya berinisial
R masih duduk di bangku kelas 11 SMA.
Ayahnya yang bernama Setiawan Darmadi
berprofesi sebagai pedagang. Beliau
bersama dengan ibunya Tiara yang
diketahui bernama Evi itu pernah
berjualan es tebu. Ya, mungkin karena
pembelinya sepi. Jadinya orang tua Tiara
ini mengganti jualan mereka jadi jualan
sempol di depan Masjid Agung Lamongan.
Hasil dari jualan tersebut digunakan
oleh kedua orang tuanya ini untuk biaya
sekolah kedua putrinya termasuk Tiara.
Dan dari jualannya tersebut ya Setiawan
dan Evi menjadi sosok orang tua yang
berhasil membawa Tiara ke jenjang
pendidikan yang tinggi. Yang mana
setelah Tiara lulus SD, dia lanjut di
SMP Favorit Lamongan, terus lanjut lagi
di SMA Darul Ulum Peter Rongan, Jombang,
sembari menimba ilmu di pesantren. Dan
setelah lulus SMA, dia berkuliah di
Universitas Trunojo Madura pada tahun
2019 dengan mengambil program studi
manajemen. Terus, geng, dia lulus di
tahun 2023 dengan IPK 3,75.
Pintar, berprestasi. Jadi bisa dikatakan
ya dia ini apa ya, anak yang berhasil
dididik dengan baik, lulus tepat waktu
juga. Nah, namun geng setelah dia lulus
kuliah, Tiara masih tidak pulang ke
kampung halaman. Dia justru memilih
menetap di Surabaya. Dan selama berada
di Surabaya, Tiara jarang berkomunikasi
dengan keluarganya yang menetap di
Lamongan. Bahkan dikatakan kalau Tiara
tidak pernah pulang, Geng, ke Lamongan.
Entah apa alasannya, Tiara memilih
menetap di Surabaya. Itu enggak
diketahui apakah dia kerja di sana atau
enggak. Soalnya ketika gua cari
informasinya, belum ada yang menjelaskan
Tiara ini bekerja di mana. Dan ketika
gua melihat akun Linkinnya tidak ada
keterangan Tiara bekerja sebagai apa dan
di mana.
Terus kemudian Tiara ini diketahui
menjalin hubungan asmara dengan seorang
pria yang bernama Alvi Maulana yang
sudah berlangsung selama 5 tahun
hubungannya. Itu berarti hubungan
tersebut dimulai sejak Tiara masih
berkuliah di Universitas Trunojo. Alvi
ini sendiri merupakan lulusan dari
kampus yang sama tapi beda jurusan
dengan Tiara. Dia mengambil jurusan
teknik informatika. Namun ada informasi
lain yang menyebutkan kalau Alvi kuliah
di jurusan matematika. Jadi bisa
dikatakan mereka ini bisa berpacaran
karena berada di satu lingkungan kampus
yang sama sehingga memutuskan untuk ya
udah menjalani hubungan tersebut. Nah,
lalu Alvi ini siapa? Jadi, Alvi ini
adalah seorang pria asal dusun Aek Ping
Tengah, Desa Aing, Rantau Utara, Labuhan
Batu, Sumatera Utara. Ya, orang ee
Medan. Bisa dikatakan Medan enggak ya?
Karena kan Sumatera Utara itu luas ya.
Yang jelas dia orang Sumatera Utara. Dia
mengenyam pendidikan SMP di Medan tahun
2015 dan kelas 2 SMA di Jombang tahun
2018. Dan Alvi diketahui pernah bekerja
sebagai tukang jagal hewan.
Dari sini aja udah merinding ya tukang
jagal hewan ya. Cuma pekerjaannya itu
tidak dilakukan full time. Tapi yang
jelas ya dia punya pengalaman, punya apa
ya? Punya
itu pernah gitu ya menjalankan tugas
sebagai penjagal hewan. Jadi kayak
potong-memotong daging perdagingan tuh
udah enggak asing buat dia. Dia biasanya
bekerja di momen-momen tertentu ketika
jasanya dibutuhkan. Contohnya ketika
momen Idul Adha misalkan. Dan mungkin
ketika permintaan terhadap daging sedang
meningkat, nah barulah dia bekerja.
Tercatat dia ini pernah menjadi tukang
jagal hewan kurban lebih dari tiga kali.
Namun dia enggak lama tuh menjadi tukang
jagal karena setelahnya dia memilih
bekerja sebagai driver ojek online di
Surabaya. Nah, karena pekerjaannya ini
Alvi sering mengambil orderan sampai
larut malam. Dan selama di Surabaya,
Alvi ini tinggal di sebuah kos-kosan
bersama dengan pacarnya yaitu Tiara yang
berlokasi di Jalan Raya Lidah Wetan,
Kelurahan Lidah Wetan, lakar santri
Surabaya. Para tetangga kosnya itu
tahunya mereka sudah menikah secara siri
karena Alvi sendiri yang mengaku kepada
para tetangga kalau dia dan Tiara sudah
menikah secara siri yang padahal
sebenarnya mereka berdua belum terikat
ee hubungan pernikahan.
Terus indah, salah satu tetangga kos
yang kosanya persis di sebelah kamar
Alvi juga mengatakan hal yang sama.
Dugaan kalau mereka sudah menikah
dikarenakan sejak bulan April 2025, Alvi
sudah tinggal bersama dengan Tiara. Dan
Indah sendiri tidak menyangka kalau
ternyata mereka bukanlah pasangan suami
istri. Soalnya Alvi dan Tiara tidak
pernah berbaur dengan tetangga kos yang
lain. Indah sendiri tidak pernah melihat
Tiara ini keluar dari kos. Jadi dia
sendiri sebenarnya gak tahu apakah Tiara
ini ketika itu berada di dalam kamar
atau enggak. Jadi kayak jarang banget
kelihatan. Nah, cuma kalau Alvi yang
sedang keluar atau bertemu dengan
tetangga kos lain, dia cukup sering
menyapa ya. Cukup ramah tapi enggak
bergaul gitu, Geng. Nah, terus Geng hal
yang sama juga disampaikan oleh Heru.
Ini adalah ketua RT setempat. Heru ini
sering melihat Alvi yang biasanya
membeli makanan di dekat kosan. Kalau
dia bertemu dengan Heru atau tetangga
kos yang lain, biasanya dia cuma menyapa
dengan mengucap monggo gitu doang. Dan
Alvi menurut Heru adalah sosok yang
pendiam, tertutup, gak banyak
berinteraksi. Dan Heru juga mengatakan
bahwa pihaknya selama ini sudah meminta
KTP para penghuni kos supaya dicatat
oleh RT. Dari enam kamar di kos-kosan
tersebut, cuma lima penghuni kos aja
yang memberikan identitas mereka kepada
si pengurus RT. Berarti tersisa satu
orang yaitu adalah Alvi yang tidak
pernah memberikan KTP-nya. Nah,
sementara itu Budi selaku pemilik dari
kos-kosan tempat Alvi dan Tiara tinggal
itu bilang kalau dia sudah meminta
identitas Alvi sejak pertama kali
menempati kosan tersebut. Tapi Alvi
selalu beralasan kalau KTP-nya masih
tertinggal di Sumatera tempat asalnya.
Nah, karena tidak ada KTP, pemilik Kos
ini dan juga RT tidak bisa
mengkonfirmasi apakah benar Alvi dan
Tiara sudah menikah atau belum. Makanya
pada saat itu orang-orang di sekitar
tempat tinggal tersebut meyakini mereka
sudah menikah. Nah, lalu ada keterangan
lain nih, Geng. dari Sukinro namanya.
Ini adalah ketua RW yang menyebutkan
kalau Alvi pernah membawa Tiara ke Pak
Sukinro ini dan mengenalkannya sebagai
pacarnya ketika mereka masih kuliah.
Namun selama beberapa hari terakhir
Sukinro ini sudah tidak pernah lagi
melihat Tiara. Dia juga menambahkan
sebelum ke Surabaya ee ibunya Tiara ya
ee yang namanya Evi itu pernah cerita
kalau Tiara ini bekerja bersama Alvi di
Surabaya. Jadi ya ibunya Tiara itu kenal
dengan Alvi. Indah tetangga kosnya tadi
ya yang kamarnya tepat berada di sebelah
kamarnya Alvi dan Tiara itu mengingat
kalau dia sering mendengar Alvi dan
Tiara ini bertengkar diawali dengan
adanya ketukan pintu dari Alvi yang
pulang larut malam. Tapi Alvi enggak
bisa langsung masuk gitu, Geng. Dia
nunggu lama di luar dan baru dibuka oleh
Tiara yang berada di dalam kamar. Dan
ketika Alvi masuk ke dalam itulah
akhirnya mereka bertengkar.
Pertengkarannya luar biasa. Tapi
meskipun dikatakan sering bertengkar ya,
tapi sepertinya mereka ada rencana untuk
membawa hubungan mereka ke jenjang yang
lebih serius. Ada kabar seharusnya tahun
ini Alvi dan Tiara sudah punya rencana
untuk mengadakan lamaran dan itu semua
akan dilakukan setelah neneknya Tiara
pulang haji. Nah, namun di satu malam
pertengkaran yang terjadi di antara
mereka bukanlah pertengkaran yang biasa,
bukan berbentuk cekcok belaka. Sebab di
malam itu Tiara meregang nyawa di tangan
Alvi. Nah, sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan mengenai kronologi aksi
penghilangan nyawa yang dilakukan oleh
Alvi terhadap Tiara.
Jadi, Geng, aksi ini terjadi pada hari
Sabtu malam tanggal 30 Agustus tahun
2025 sekitar jam 0.30 malam. Alvi ini
sempat menjemput adiknya di Bandara
Juanda, Sidoarjo, untuk diantar ke
pondok pesantren yang berlokasi di
Jombang. Karena harus mengantar adiknya,
inilah Alvi sampai di kosannya pada
tengah malam. Alvi di saat itu enggak
ujuk-ujuk pergi tanpa memberitahu Tiara.
Sebab menurut keterangan dari Alvi, dia
ini udah kasih tahu ke Tiara pada saat
sebelumnya. Namun entah kenapa pada saat
Alvi pulang, Tiara justru marah ke Alvi.
Nah, namun ini adalah e keterangan dari
e si pelaku ya, Geng. Jadi kita gak bisa
100% percaya karena korban udah gak bisa
ngasih keterangan. Nah, cuma keterangan
yang bisa gua dapatkan ya cuma ini ya
kan. Nah, mohon maaf nih kalau
keterangannya ya apa adanya ya geng yang
berasal dari si pelaku. Oke kita
lanjutkan. Menurut Alvi di saat itu
Tiara justru marah ke dia karena pulang
larut malam. Marahnya Tiara ini dengan
cara mengunci Alvi dari dalam sehingga
Alvi enggak bisa masuk ke dalam kos.
Alvi di saat itu sampai menunggu hingga
1 jam lamanya di luar. Sampai pada
akhirnya setelah menunggu cukup lama,
Tiara baru membuka pintu dan
memperbolehkan Alvi untuk masuk. Yang
mana pada saat itu waktu sudah
menunjukkan tengah malam. Namun layaknya
seorang perempuan yang masih marah,
Tiara enggak acuh terhadap Alvi. Dia
diam tanpa sepatah kata pun keluar dari
mulutnya dan langsung masuk ke kamarnya
yang berada di lantai dua kos tersebut.
Dari sini kita bisa menilai ya bahwa
hubungan mereka itu agak-agak toxic
sedikitlah. Ya namanya juga pacaran.
Pastikan ada berantem-berantemnya. Pada
saat Tiara masuk ke dalam kamar di
lantai dua itu, Alvi ini enggak langsung
beristirahat. Dia malah menuju ke dapur
kos untuk mengambil sajam. Dan ketika
jarum jam menunjukkan pukul 2 dini hari,
Alvi menghampiri Tiara yang sedang duduk
di tempat tidur dengan posisi
membelakangi Alvie. Dia terus mendekati
Tiara sambil menenteng sajam tadi. Dan
tanpa basa-basi, Alvi langsung ya
melakukan tindakan yang mengerikan itu
tepat ke arah lehernya Tiara. Tiara di
saat itu belum sempat menengok, bahkan
mungkin enggak tahu kalau Alvi sedang
mendekati dia. Dan di saat itu pun ya ya
kejadiannya begitu cepat, Tiara pun
meregang nyawa. Dengan amarah yang masih
memuncak, Alvi ini mencari cara untuk
bisa menghilangkan jejak kejahatannya
dibanding dia harus membuang ya ee tiara
tadi yang sudah dia habisi dan itu
berpotensi untuk akan mudah ketahuan.
Nah, di situlah dia memilih untuk
memisah-misahkannya aja. Dengan
pengalaman dia yang pernah bekerja
sebagai tukang jagal hewan, tentunya
aksi tersebut bukan hal yang sulit buat
dia. Dia udah ada pengalaman dan udah
ada keberanian. Setelah memutuskan untuk
mau diapakan nih ya tiara ini. Lalu dia
membawa tiara tadi yang sudah tidak
bernyawa ke dalam kamar mandi kos yang
berada di lantai satu. Di sanalah dia
melakukan aksi mengerikan tersebut. Nah,
dia memisah-misahkannya menjadi ratusan
potongan dan untuk membantu aksinya
tersebut dia menggunakan sajam khusus
untuk daging, terus ada gunting dahan,
serta palu. Nah, sesekali setelah dia
memisah-misahkan, dia juga mengasah
sajam itu menggunakan alat pengasah.
Setelah selesai potongan tadi, dia
bungkus menggunakan tas merah. Setelah
beres semua, dia bawa tas merah itu
menggunakan sepeda motor dengan nomor
polisi W6414AR
dan pergi dari kos sekitar jam .00
subuh. Jadi apa ya? Katanya sih dia bisa
memisah-misahkan itu semua tuh hanya
dalam waktu 2 jam. Gokil juga ya. Dan
dia menuju ke jalur Pacet Cangar
tepatnya di Dusun Pacet Selatan, Desa
Pacet Mojokerto. Sekitar jam 0.30 pagi
dia sampai di sana. Dengan tenang dia
membuang ya bagian demi bagian tersebut
disemak-semak. Pokoknya dipisah-pisah.
Nah, potongan-potongan tersebut
berceceran dengan jarak yang cukup jauh.
Ada yang 50 m, ada yang 100 m. Tapi
enggak semuanya dia buang. ada
potongan-potongan lain yang masih dia
simpan di dalam dua kantong plastik
hitam terus dia masukkan di balik laci
lemari kosnya. Kebayang tuh ya hari-hari
dia hidup dengan potongan itu dan jumlah
potongan itu mencapai 247 potong dan 22
gigi. Ada juga yang dia kubur di depan
kosnya yaitu berupa ee bagian ini dan
bagian ini.
Ah, seram banget. Dikatakan ya, Geng,
kalau sebenarnya Alvi ini sempat
menyembunyikan ya yang dia kubur tadi di
sebuah rumah kosong yang lokasinya
persis di depan kos yang cuma dipisahkan
oleh jalan Gang sempit. Dia berpikir
kalau itu diletakkan di sana ya di dalam
rumah tersebut enggak akan ada yang tahu
sebab rumah itu enggak pernah ditengok
oleh siapapun. Namun tiba-tiba dia
berubah pikiran karena dia takut
ketahuan ya Alvi ini memutuskan untuk
mengambilnya lagi. Dan cara Alvi menuju
ke rumah kosong itu juga cerdik banget,
Geng. Dia enggak lewat jalan Gang Sempit
di depan kosnya melainkan dengan
melompat dari lantai du. Soalnya jarak
lantai du cosnya dengan roof toop rumah
kosong itu enggak sampai 1 m. Dan pada
saat Alvi kembali ke rumah kosong itu
untuk mengambil kembali potongan
tersebut, ya ternyata ada tulang bagian
punggung yang jatuh sehingga tertinggal
di roof rumah itu. Jadi kira-kira ada
tiga lokasi di mana dia menyebarkan
potongan tersebut. Yang pertama di jalur
Pacet Cangar, terus kemudian di kosnya
sendiri dan di rumah kosong itu. Ketika
polisi pada akhirnya berhasil mengungkap
identitas dari potongan-potongan
tersebut ya yang bernama Tiara, dari
keterangan keluarga, polisi mendapatkan
informasi kalau Tiara ini memiliki
seorang pacar yaitu Alvi. Nah, dan Alvi
langsung menjadi daftar pertama orang
yang dicurigai oleh polisi. Polisi
kemudian menuju ke kediaman kos dari
Alvi ini pada hari Minggu tanggal 7
September 2025 sekitar jam . lewat 10
dini hari. Polisi di saat itu langsung
mendobrak pintu kos Alvi. Di saat itu
ada Heru juga yang mendampingi polisi
dalam penggerebekan tersebut. Nah, Heru
ini mengatakan sebelum menangkap Alvi,
sejumlah polisi menggunakan empat mobil
datang ke rumahnya dan mengatakan akan
melakukan penangkapan terhadap Alvi yang
menjadi ee apa ya? terduga pelaku
penghilangan nyawa dan orang yang
memisah-misahkan
Tiara ini. Dan untuk itu Heru selaku
ketua RT diminta untuk mendampingi
penggerebekan tersebut dan pada saat
didobrak ya Alvi terlihat sedang
santai-santai aja seperti enggak terjadi
apa-apa. Meskipun begitu, Alvi sempat
melakukan perlawanan ketika ditangkap
sehingga polisi terpaksa mengeluarkan
peringatan dengan tima panas. Kemudian
polisi langsung menggeledah seisi kamar
kos dan akhirnya ditemukanlah adanya
potongan-potongan tadi di dalam laci
lemari. Lalu ditemukan lagi ya bagian
punggung tadi ya tulang yang tertinggal
di atap rooftop rumah kosong tadi geng.
Setelah dia berhasil ditangkap, polisi
kemudian membawa dia ke kantor untuk
dimintai keterangan terkait ya motif
dari apa yang dia lakukan ini. Nah,
sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke
dalam pembahasan mengenai motif Alvi
melakukan hal tersebut.
Jadi, geng, di dalam konferensi pers,
Alvi mengaku selama menjalin hubungan
asmara dengan Tiara, hubungannya itu
ternyata tidak berjalan mulus. Ya, tapi
kalau itu alasannya kayaknya aneh aja
ya. Kayaknya enggak ada deh hubungan
pacaran, hubungan rumah tangga, bahkan
yang sudah menikah tuh mulus-mulus aja.
Pasti ada berantem-berantemnya dan
itulah bumbu dari hubungan itu sendiri
gitu kan. Kalau flat-flat aja mana seru
gitu. Seperti yang gua katakan
sebelumnya, mereka berdua sering
bertengkar, Geng. Alvi mengaku karena
terus-menerus bertengkar dengan Tiara,
dia sudah memendam amarah sejak lama.
Menurut dia, Tiara ini punya sifat yang
temperamen dan semena-mena yang membuat
Alvi jadi perlahan-lahan punya dendam
dengan Tiara. Semuanya jadi seperti bom
waktu. Pada akhirnya Alvi sudah enggak
bisa lagi memendam semua kemarahannya
karena terus-menerus mendapatkan
perlakuan kayak gitu. Hingga terjadilah
insiden tragis yang merenggut nyawa
Tiara dengan cara yang tidak pernah
terbayangkan. Namun enggak cuma itu,
Geng. Alasan Alvi memutuskan untuk
melakukan aksi kejinya. Sebab Alvi nekad
melakukan itu juga disebabkan
permasalahan lain yaitu terkait asmara
dan ekonomi. Dari keterangan Alvi, Tiara
menuntut Alvi agar memenuhi kebutuhannya
Tiara dengan membeli barang-barang dan
memenuhi kehidupan glamornya. Nah, itu
menurut keterangan Alvi. Lagi-lagi gua
ingatkan kalian, kalian enggak bisa 100%
percaya dengan keterangan Alvi ini
karena dia pelaku. Kita enggak bisa
meminta keterangan dari korban yang
sudah enggak ada, gitu kan. Terus
selanjutnya hal tersebut sangat sulit
dipenuhi oleh Alvi yang hanya berprofesi
sebagai driver ojol apalagi Tiara yang
masih belum bekerja sehingga sumber
finansial hanya datang dari pendapatan
Alvi. Dan di sosial media pun tersebar
video ketika Tiara masih hidup yang mana
dia lagi tiktokan sambil mirror selfie.
Tiara merekam video menggunakan
handphone Samsung Galaxy Zflip, sebuah
handphone flagship dari Samsung yang
harganya di atas Rp10 juta. Orang-orang
menilai kalau melihat dari background
keluarganya yang orang tuanya ya
berjualan sempol, tentu tidak mungkin
untuk bisa membeli handphone tersebut
kalau menurut e netizen nih. Nah,
jadilah dugaan menurut keterangan Alvi
ini diakan oleh netizen. Netizen percaya
kalau handphone tersebut adalah salah
satu dari sekian permintaan Tiara kepada
Alvi. Nah, tapi balik lagi kita enggak
tahu ya, jangan-jangan memang Tiara yang
beli pakai kredit mungkin atau apa, kita
enggak tahu gitu ya. Tapi keterangan
dari Alvi seperti itu. Dan Alvi juga
mengatakan mereka sering bertengkar
karena masalah sepele sehingga membuat
permasalahan di antara mereka jadi
semakin runyam. Nah, tapi yang jadi
pertanyaan gua seorang Alvi ini kalau
udah merasa tertekan kenapa enggak putus
aja? Aneh kan? bukannya milih untuk
memutuskan hubungan dengan Tiara, tapi
dia malah tetap melanjutkan hubungan
toxic kayak gitu. Nah, dia sebagai
laki-laki juga kayak enggak tegas gitu.
Nah, namun menurut Alvi ya bukan karena
dia yang enggak mau pisah. Kalau dari
keterangan Alvi, dia sendiri sulit untuk
berpisah dengan Tiara karena sifatnya
Tiara tersebut yang temperamental. Jadi,
di satu sisi dia sebenarnya udah enggak
tahan, tapi di sisi lain dia juga enggak
bisa mengakhiri hubungan dengan Tiara
sehingga dia merasa terjebak dan hanya
bisa memendam dalam waktu yang lama.
Nah, sempat ada isu juga, Geng, kalau
Tiara ini sedang mengandung. Makanya
Alvi memutuskan untuk
memisah-misahkan Tiara biar enggak
ketahuan. Katanya sih gitu, tapi itu
baru isu doang. Namun, polisi sudah
mengkonfirmasi ya kalau Tiara itu enggak
mengandung dan isu tersebut pun
terbantahkan. Nah, atas perbuatannya ini
Alvi pun dijerat dengan pasal 340
tentang penghilangan nyawa berencana
dengan ancaman hukuman paling maksimal
yaitu hukuman
betong.
Hasil otopsinya masih harus menunggu,
Geng. Karena diperkirakan ini
membutuhkan waktu sampai 1 bulan. Dan
meskipun hasil otopsinya masih harus
menunggu, potongan tadi ya dari Tiara
itu sudah diserahkan ke keluarga yang
terdiri dari 554 potongan dengan rincian
142 potongan bagian ini dan 23 pecahan
ini ya. Terus ada gigi ya. Terus ada
lima tulang bagian belakang, 350 keping
pecahan tulang, dan satu tulang belakang
atau tulang punggung. Dan ada satu
tulang rusuk pertama belakang. Intinya
semuanya sudah ditempatkan di dalam satu
wadah, yaitu peti berwarna putih dan
peti tersebut dimasukkan ke dalam mobil
ambulans menuju ke rumah keluarga. Nah,
jenazah sudah dimakamkan pada hari
Selasa tanggal 9 September 2025. Jadi,
semuanya sudah terungkap, terang
benderang. Dan kita doakan semoga korban
ya diterima di sisi yang maha kuasa amal
ibadahnya dan untuk keluarganya
diberikan ketabahan. Amin ya rabbal
alamin. Nah, itu dia geng kasus dari
Tiara yang heboh banget di Indonesia.
Gimana geng menurut kalian tentang kasus
ini? Apa pelajaran yang bisa kita ambil
dari kasus mengerikan ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
[Musik]