CHARLIE KlRK ! DI “DOR DOR” SETELAH MENGATAKAN TANAH PAL3STlNA TIDAK ADA
zaTAqgu6gD4 • 2025-09-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Gengs, sebelum kita mulai tentang
pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu.
Pembahasan ini tidak bermaksud untuk
melanggar aturan YouTube ataupun membuat
sesuatu yang dilarang oleh YouTube.
Karena pembahasan ini murni sebuah
rangkuman informasi dan semoga bisa
menjadi edukasi untuk kita semua. Nah,
video ini sudah dibuat selayak mungkin
untuk didengar oleh semua kalangan dan
berbagai umur. Nah, jadi buat kalian
yang mungkin masih di bawah umur juga
boleh mendengar video ini. Karena setiap
ucapan itu sudah diperhalus dan setiap
tampilan video ataupun dokumentasi di
dalam pembahasan ini sudah difilter atau
sudah diburamkan demi kenyamanan
penonton. Oke, langsung aja kita bahas.
Sebuah insiden terjadi di Amerika
Serikat nih, Geng. Lagi rame banget.
Pasti kalian juga udah sempat mendengar
atau sudah mencari tahu sendiri tentang
beritanya. Soalnya emang kemarin lagi
ramai banget, yaitu tentang tragedi yang
menimpa Charlie Kirk.
Jadi pemain utama dalam jaringan
influencer pro Trraft.
Nah, seperti yang kita tahu, Geng, kasus
ini ya memang bukan kasus pertama kali
lah di Amerika, ya. Karena di Amerika
itu sendiri kasus orang-orang yang dior
kayak gini kayak udah lumrah banget
karena memang masyarakat di sana itu ya
sebagian besarnya punya senjata
masing-masing dan bahkan mereka bisa
membeli senjata tersebut secara legal.
Ada tokonya. Nah, tapi untuk kasus yang
akan kita bicarakan ini dan jadi
perhatian banyak orang gitu ya,
terkhususnya bagi orang Amerika sendiri,
Charlie Kirk ini bukan orang biasa. Dia
adalah salah satu orang paling setia
dengan Donald Trump dan menjadi
pendukungnya sejak dulu. Dia dihabisi
oleh seseorang saat dia menyampaikan
pidatonya di kampus yang mana pada saat
itu sedang ramai orang-orang yang
menyaksikan speech-nya dia,
statement-statement yang dia berikan dan
sehingga ya tragedi ini disaksikan di
depan banyak orang bahkan terekam di
dalam video. Orang-orang di saat itu
melihat Charlie Kirk yang eh seketika
eh gua enggak bisa nyebut ya karena
seram banget kejadiannya itu. Mereka
semua histeris dan berlari ketakutan.
Mereka takut nanti ada peluru nyasar
atau justru mereka takut dengan apa yang
mereka saksikan di hadapan mata mereka.
Kejadian ini mengingatkan kita dengan
insiden ketika Donald Trump juga sempat
dioor. Namun beruntungnya pada saat itu
Donald Trump masih selamat karena tima
panasnya hanya menggores bagian telinga.
Nah, namun untuk Charlie Kirk ini justru
bernasib naas karena peluru tersebut
justru mengenai titik vital yaitu di
bagian lehernya. Di dalam pembahasan
ini, gua bakal ngajak kalian untuk
membahas kronologinya. Apa yang
sebenarnya terjadi? Apa salah si Charlie
Kirk ini sehingga dia berakhir kayak
gitu dan siapa pelakunya, motifnya
seperti apa? Langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo geng. Welcome back
to Kamar Jerry
[Musik]
Ging Genging. Oke, sebelum lebih jauh
kita membahas mengenai insiden yang
terjadi terhadap Charlie Kirk ini, ada
baiknya kita berkenalan dulu ya, siapa
dia, profile-nya seperti apa.
Oke, jadi Charlie Kirk ini lahir pada
tanggal 14 Oktober tahun 1993 di
pinggiran kota Chicago di Erlington
Hake, Illinoa. Dia bernama lengkap
Charlie James Kirk. Ibunya adalah
seorang konselor kesehatan mental dan
ayahnya adalah seorang arsitek. Sejak
usia muda, Charlie ini memang sudah
aktif di dalam dunia politik walaupun
belum terjun secara langsung. Contohnya
di tahun 2010 saat dia bersekolah di
Willing High School, dia ini menjadi
sukarelawan untuk kampanye Senat Amerika
untuk Mark Kirk yang berasal dari Partai
Republik. Dari sini sudah terlihat kalau
dia adalah pendukung Partai Republik
yang berhaluan kanan konservatif. Nah,
Charlie ini sempat berkuliah di Herper
College yang lokasinya berada di dekat
Chicago. Namun, di tengah jalan dia
memilih keluar dan tidak melanjutkan
pendidikannya lagi karena dia mau
sepenuhnya berkontribusi di dalam
gerakan politik konservatif. Dari
informasi yang gua dapatkan dari media
BBC, Charlie ini juga gagal mendaftar ke
West Point, yaitu Akademi Militer elite
milik Amerika. Lalu pada tahun 2012 saat
Presiden Barack Obama terpilih kembali,
di saat itu Charlie baru berusia 18
tahun. Nah, di usia mudanya itu Charlie
mendirikan yang namanya turning Point
USA atau disingkat dengan TP USA. Nah,
ini adalah sebuah kelompok advokasi
konservatif nirlaba, Geng. Dan kelompok
buatan Charlie ini mendapatkan sokongan
dana yang begitu besar dari kalangan
konservatif. Salah satunya dari
pengusaha asal Wyoming yang bernama
Foster Frees. TP USA ini membuat sebuah
situs yang bernama Professor Watchlist,
sebuah platform yang berisi nama-nama
dari staff akademik yang menurut TPUSA
menyebarkan nilai-nilai anti Amerika dan
menyebarkan propaganda kiri di ruang
kelas. Nah, situs ini diluncurkan pada
tahun 2016 dan sudah mencantumkan
sekitar 200 profesor sampai bulan
Desember tahun ini. Kemudian TPUA ini
juga meluncurkan school board watchlist.
Tujuan dari Charlie membuat TP USA ini
memang untuk menyebarkan nilai-nilai
konservatif di semua perguruan tinggi
yang ada di Amerika yang memang condong
ke aliran politik liberal. Jadi memang
dia ini menargetkan anak-anak muda
Amerika, Geng. Dan organisasi ini
menjadi semakin besar sehingga memiliki
lebih dari 850 cabang di perguruan
tinggi Amerika Serikat. Nah, di sini
kita bisa lihat ya ternyata Charlie ini
bukan anak muda yang biasa-biasa.
Pergerakannya dia ya cukup
diperhitungkan. Dan media the
conversation itu menyebutkan bahwa
Charlie ini tidak mendirikan TP USA
sendirian, tapi dia justru dibantu oleh
Bill Mongomeri yang merupakan seorang
pensiunan pengusaha dan aktivis
konservatif. Mereka berdua bertemu di
sebuah pertemuan puncak pemuda
konservatif di Illinoa. Di mana pada
saat itu Bill mendesak Charlie untuk
tidak melanjutkan kuliah, melainkan
justru mendedikasikan diri secara
sepenuhnya untuk membangun gerakan
konservatif muda. Pada awalnya Charlie
menemukan kesulitan nih untuk
menginfluence anak-anak muda terhadap
nilai-nilai konservatif. Karena kan anak
muda itu kan enggak gampang diajak,
enggak gampang dipengaruhi gitu. Nah,
dia pergi dari satu kampus ke kampus
yang lain membagikan brosur, mencoba
berdialog dengan mahasiswa untuk
berbicara tentang pasar bebas dan
pemerintahan terbatas. Di tahun 2024,
TPUSA mengklaim memiliki cabang lebih
dari 1000 kampus di Amerika. Yaitu semua
berkat kegigihannya Charlie. Dan mereka
sudah mempekerjakan lebih dari 400 staff
dan sudah meningkatkan anggaran
tahunannya menjadi lebih dari 8 juta Do
Amerika atau yang setara dengan R131
miliar. Saat ini TPU USA ini terkenal
sebagai tuan rumah konferensi berskala
besar. Nah, student action Summit yaitu
sebuah acara yang diselenggarakan oleh
TP USA ini yang ada di Florida itu
secara rutin menarik sekitar 4.000
sampai 5.000 mahasiswa dan sudah
mendatangkan tokoh-tokoh penting dari
Partai Republik yang memang alirannya
konservatif seperti Donald Trump Junior
yaitu putranya Donald Trump dan Ted
Crush yang menjabat sebagai senator
Texas. Pernah juga TP USA ini mengadakan
sebuah pertemuan yang bernama America
Fest di Phoenix tahun 2022 yang berhasil
menarik lebih dari 10.000 orang peserta,
Geng.
Dan TP USA juga sudah membentuk anak
perusahaan yang memiliki visi sama
seperti TP USA yaitu namanya Turning
Point Action dan TP USA Fate. Nah, kedua
organisasi tersebut bertujuan untuk
memperluas jangkauan dari turning point
ke dalam politik elektoral dan
pengorganisasian gereja. Nah, untuk bisa
menjalankan hal itu, Turning Point
memiliki divisi yang dikhususkan untuk
menangani media yang berfungsi
memproduksi serangkaian video, siaran
live, dan juga podcast secara konsisten.
Hal ini dianggap sebagai cara penting
bagi Charlie agar nilai-nilai
konservatif yang selama ini dia suarakan
bisa menjangkau banyak orang dan bisa
diakses kapan saja dan di mana saja.
Nah, peran Charlie dan turning point
sangat penting baik bagi anak-anak muda
yang memiliki ideologi politik
konservatif serta partai republik. Sebab
Charlie lewat turning point-nya itu
menyediakan koneksi bagi anak-anak muda
konservatif dan partai republik di tahun
2016 contohnya nih. Turning point ini
berhasil memobilisasi ribuan mahasiswa
untuk ikut di dalam kampanye Donald
Trump dan Charlie sendiri pernah
diundang untuk bicara di konvensi
nasional Partai Republik, geng. Terus,
geng, di tahun 2020 turning point mulai
bergerak ke arah yang serius dengan
terlibat lebih jauh ke politik praktis
misalnya melalui kegiatan pendaftaran
pemilih di swing state, yaitu sebutan
untuk negara bagian di Amerika yang
hasil perolehan suaranya enggak bisa
diprediksi karena jumlah pemilih dari
Partai Republik dan Demokrat yang
relatif seimbang. Nah, kemudian Charlie
dan Turning Point juga menyediakan bus
sampai membuat iklan agar membawa massa
ke Washington DC menjelang aksi Stop the
Steel e pada tanggal 6 Januari 2021.
Charlie itu bahkan sempat menulis tweet
di X-nya kalau Turning Point akan
mengirim lebih dari 80 bus yang
berisikan para pendukung Donald Trump
meskipun tweet tersebut kemudian dihapus
sama dia. Nah, Charlie ini secara
pribadi juga berperan sebagai juru
bicara di media untuk Donald Trump. Dia
memanfaatkan podcast, sosial media, dan
tour pidatonya untuk menyebarkan pesan
demi mendukung Donald Trump dan
menyerang orang-orang yang mengkritik
Donald Trump. Dan selain itu, Charlie
menjadi salah satu pendukung awal dan
secara konsisten menyebarkan klaim Trump
tentang kecurangan pemilu pada tahun
2020. Yang mana sebenarnya klaim
tersebut tidak berdasar, Geng. Nah, tapi
narasi tersebut berhasil untuk menarik
perhatian dari anak-anak muda
konservatif. Kemudian di tahun yang sama
Charlie membuat sebuah buku yang
berjudul The Maga Doktrin yang merujuk
kepada kampanye Donald Trump yaitu Make
America Great Again atau yang disingkat
dengan Maga.
Sebagai pendukung Donald Trump garis
keras, tentunya Charlie ini membantu
Donald Trump di dalam pemilu tahun
kemarin. Dia berperan penting di dalam
mengajak orang-orang untuk memilih
Donald Trump dan kandidat dari partai
republik lain. Nah, dia juga membantu
mendaftarkan puluhan ribu pemilih baru
dan bisa membuat Arizona yang pada saat
itu termasuk ke dalam swing memenangkan
Donald Trump. Jadi, Charlie ini termasuk
orang yang berjasa di dalam pemenangan
Donald Trump ketika pemilu kemarin,
Geng. Hubungan antara Charlie dan Donald
Trump tuh semakin erat setelah
kemenangan Donald Trump, dia menghadiri
pelantikan Donald Trump pada bulan
Januari di Washington DC dan menjadi
pengunjung tetap gedung putih selama
Donald Trump menjabat sebagai presiden.
Dan informasi dari media New York Times
yang dikutip oleh media BBC, Charlie ini
pernah bermain golf dengan Donald Trump
2 hari sebelum pelantikan Donald Trump.
Jadi sepenting itu dia ya di sisi Donald
Trump dan di bulan Januari dia
berpergian bersama dengan Donald Trump
Junior ke Greenland. Dan gak cuma peran
politiknya aja, kehidupan pribadi dari
Charlie sendiri juga menjadi sorotan,
Geng. Dia adalah seseorang yang menganut
Kristen evangelis. Di bulan Mei 2021,
Charlie menikahi seorang perempuan yang
memiliki bisnis dan eh apa ya? Berstatus
sebagai mantan Miss Arizona namanya
Erika. Cantik banget. Dari pernikahannya
tersebut, Charlie dan Erika ini memiliki
dua orang anak. Erika juga merupakan
sosok yang aktif. Dia adalah pendiri
proclaim bisnis pakaian berbasis agama.
dan Erika juga menjadi pembawa acara
podcast dan mendirikan dua organisasi
nirlaba. Dia juga sering muncul
mendampingi Charlie di dalam acara-acara
dan diketahui saat ini Erika sedang
menempuh pendidikan S3 dalam studi
Alkitab.
Nah, jadi kurang lebih background-nya
Charlie Kirk ini kayak gitu, Geng. Sepak
terjangnya dia di dunia politik dan
siapa keluarganya. Karena kontribusinya
untuk Partai Republik ini dan dia
berhasil memenangkan Donald Trump di
dalam pemilu. Dia dijadikan sebagai
salah satu orang kepercayaan Donald
Trump. Namun karirnya di dunia politik
harus berakhir karena insiden tragis
yang menimpa dia baru-baru ini. Ketika
ya dia meregang nyawa dan disaksikan di
depan banyak orang. Nah, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya mengenai bagaimana kronologi
yang menimpa Charlie Kirk ini.
Jadi, Geng, insident ini terjadi pada
tanggal 10 September 2025. Di hari itu,
Charlie dijadwalkan untuk menyampaikan
pidato di Utah Valley University atau
disingkat dengan UVU atau UFU ya
tulisannya yang berada di daerah Orim.
Nah, ini merupakan bagian dari tournya
dia yang diberi nama dengan American
Comeback. Nah, acaranya digelar di
outdoor dan dimulai sekitar jam 12.00
siang waktu setempat. Sebelum acara
tersebut dimulai, sebenarnya sempat ada
sebuah petisi agar mendesak UVU ini ya
melarang Charlie untuk hadir dan
menyampaikan pidatonya. Nah, namun pihak
dari UVU itu tetap mengizinkan Charlie
untuk menyelenggarakan acara di sana
dengan pertimbangan jika pihak
universitas melarang Charlie maka mereka
sudah melanggar kebebasan berbicara yang
dijamin oleh negara. Makanya pada saat
itu Charlie tetap diperbolehkan untuk
menjalankan acara yang menjadi rangkaian
turnya tersebut. Namun karena acaranya
dilangsungkan di luar ruangan, Charlie
pun duduk di sebuah panggung yang
dilengkapi dengan tenda yang di
sisi-sisinya ada sebuah tulisan dengan
huruf berwarna putih prove me wrong.
Nah, dia didampingi oleh pihak keamanan
swasta dengan perlindungan ekstra yang
diberikan oleh polisi UVU dan penegak
hukum setempat. Sebab sudah ada petisi
penolakannya ya. Sehingga keamanan juga
harus diperketat. Takutnya nanti
kenapa-napa. Dan di saat itu enggak
tanggung-tanggung, Geng. Ada sekitar
3.000 orang yang hadir dan Charlie
menjawab berbagai pertanyaan dari
orang-orang yang hadir. Di antara
pertanyaan yang diajukan, ada satu
pertanyaan mengenai soal penembakan
massal yang melibatkan pihak ee trans.
Nah, pada saat itu tepatnya di jam 12.23
23 siang belum lama acara berlangsung
terdengar suara door yang mana itu
terjadi secepat kilat. Tiba-tiba ada
timah panas yang langsung mengenai
lehernya Charlie. Cairan merah langsung
mengucur deras dan menyebabkan dia
langsung terjatuh dari kursinya. Ribuan
penonton yang hadir di dalam acara
tersebut langsung teriak histeris
menyaksikan dengan mata kepala mereka
sendiri adegan mengirikan tersebut.
Mereka berhamburan keluar dari sana dan
menyelamatkan diri. Beberapa detik
setelah kejadian tersebut, Charlie
langsung dilarikan ke dalam kendaraan
untuk diselamatkan. Pada saat itu,
publik belum mengetahui bagaimana nasib
dari Charlie. Setelah dibawa ke rumah
sakit, apakah dia bisa diselamatkan atau
enggak. Namun, geng, tiba-tiba Donald
Trump mengumumkan belas sungkawanya atas
meninggalnya Charlie di truth sosial. Di
dalam tulisannya tersebut, Donald Trump
menyebutkan kalau Charlie sebagai sosok
yang hebat dan legendaris. Dia dicintai
dan dikagumi oleh semua orang, terutama
Donald Trump sendiri. Dan Donald Trump
beserta istrinya Melania itu
menyampaikan dukacita atas apa yang
terjadi dengan Charlie. Terkhususnya
kepada sang istri, kepada istrinya
Charlie yaitu Erika serta keluarganya.
Dari informasi yang gua dapatkan di
media CNBC, Geng, Donald Trump menuding
bahwa aksi ini ya didalangi oleh
orang-orang yang berasal dari kelompok
kiri dan menyebut bahwa meninggalnya
Charlie sebagai sejarah kelam Amerika.
Dan Donald Trump mengatakan selama
bertahun-tahun kaum kiri radikal sudah
membandingkan orang Amerika yang hebat
seperti Charlie dengan Nazi dan
pengeksekusian massal serta penjahat
terburuk di dunia. Nah, narasi semacam
ini secara langsung bertanggung jawab
atas terorisme yang publik Amerika
saksikan di negara mereka saat ini dan
semuanya harus dihentikan sekarang
juga," kata Donald Trump. dan Donald
Trump berkomitmen bahwa pemerintahannya
bakal menemukan setiap orang yang
terlibat di dalam aksi tersebut serta
menangkap orang-orang yang melakukan
kekerasan politik termasuk dengan
meringkus organisasi yang mendanai serta
mendukung aksi tersebut. Donald Trump
kemudian meminta agar masyarakat Amerika
mengibarkan bendera setengah tiang untuk
menghormati ya kasus dari Charlie ini.
Terus timbul pertanyaan, apakah dugaan
dari Donald Trump ini benar bahwa aksi
ini didalangi oleh kelompok kiri? Nah,
sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan penyelidikan terhadap pelaku
di dalam aksi ini, Geng.
Jadi, Geng, pengusutan dengan cepat
dilakukan oleh FBI untuk bisa mengetahui
siapa pelaku dari kasus ini. Menurut
informasi yang gua ambil dari media CBS
ya, pelaku ini tiba di dekat kampus
sekitar 1152
waktu setempat. Nah, jadi pelakunya itu
langsung ketangkap di hari itu juga.
Jadi dia itu tiba beberapa menit sebelum
acara dimulai. Kemudian ada sebuah video
yang memperlihatkan seseorang mengenakan
setelan serba hitam yang berlari
melintasi atap loose center. Beberapa
saat setelah penembakan terjadi. Atap
itu berjarak sekitar 120 m dari tempat
Charlie duduk. Dan bukan cuma itu, Geng.
Seseorang yang berpakaian serba hitam
itu disebut-sebut membawa senapan laras
panjang. Dan dia juga mengenakan
perlengkapan taktis seperti sedang
berada di dalam sebuah operasi. Karena
pada saat itu dikatakan dia mengenakan
helm juga. Terus, Geng, Bom dari
Departemen Publik Uta itu mengatakan
bahwa penyidik yakin kalau pelaku
melepaskan tembakan dari atap. Setelah
melepaskan tembakan, dia lompat dari
atap gedung dan melarikan diri ke
pemukiman terdekat. Nah, seorang juru
bicara dari UVU itu mengatakan bahwa
pihak kampus yakin sekali bahwa tembakan
itu dilepaskan dari loose center kampus.
Area dari atap center ini yang diyakini
sebagai tempat di mana pelaku
menembakkan pelurunya dan sudah
diselidiki oleh polisi. Nah, namun ada
informasi selanjutnya yang menyebutkan
kalau pelaku itu enggak lari ke
pemukiman, tapi justru ke dalam hutan.
Nah, dikatakan di dalam hutan tersebut
penyidik menemukan senjata yang
digunakan oleh pelaku, yaitu senapan
jenis bolt action moser 30-06
impor ya, yang terbungkus handuk.
Kemudian penyidik juga menemukan bekas
telapak tangan yang tertinggal atau
ngecap gitu ketika pelaku memanjat
gedung. Nah, dari bekas telapak tangan
tersebut memungkinkan penyidik untuk
mendapatkan DNA. Terus juga dikatakan
kalau ada jajak sepatu di sana yang mana
kemungkinan jajak sepatu itu berasal
dari sepatu Converse ya, jenis Converse
yang digunakan oleh si pelaku. Dari
video yang beredar itu menunjukkan
detik-detik ketika Charlie ini ya didoor
ya peluru bersarang di lehernya dan para
ahli menilai kejadian tersebut yang
mengenai leher Charlie berasal dari e
tembakan supersonic yang dihasilkan dari
senapan laras panjang yang berkekuatan
tinggi. Nah, jadi pelaku ini bukan
menggunakan pistol atau senjata jenis
ringan. Nah, dan ya apa ya jaraknya juga
jarak jauh gitu, Geng. Menurut pakar
audio forensik Amerika Serikat yang
bernama Rob Meher, ada jeda waktu antara
retakan gelombang kejut balistik dan
letupan dari ledakan moncong senapan,
yaitu sekitar 240 m. Dengan interval
waktu tersebut dan kecepatan peluru yang
diperkirakan 800 m/d, senjata yang
digunakan pelaku kemungkinan berada di
dalam jarak 153 m dari tempat Charlie
berpidato. Lumayan jauh, Geng.
Terus kemudian ada seorang saksi mata
nih, Geng, yang merupakan pelajar dari
UVU yang mengaku sempat melihat
laki-laki yang tidak dikenal berjalan di
dekat atap Loose Center selama dua kali
dalam 2 minggu sebelumnya. Dia terakhir
kali melihat orang yang enggak dikenal
berada di sekitar atap pada tanggal 9
September malam. Nah, cuma pada saat itu
dia enggak melaporkan kepada pihak
berwenang karena berpikir mungkin orang
tersebut adalah petugas yang sedang apa
ya ee memeriksa atap gitu. Nah, dari
pengamatannya itu, orang tersebut
memiliki ciri-ciri berbadan tinggi,
kurus, berkulit putih, dengan rambut
berwarna gelap. Namun, saksi tersebut
tidak yakin apakah orang yang dia lihat
adalah orang yang sama yang melakukan
aksi ini kepada Charlie atau bukan. Tapi
yang jelas dia ya meyakini bahwa ada
orang yang mengintip-ngintip,
ngecek-ngecek lokasi beberapa hari
sebelumnya. Di sisi lain, dia juga
merasa bahwa orang yang dia lihat di
dalam video yang beredar itu terasa
familiar seperti kayak pernah ketemu di
mana gitu sebelum insiden ya menimpa si
Charlie ini. Nah, FBI juga sudah merilis
foto dari seseorang yaitu pria yang
dicurigai sebagai pelakunya nih, Geng.
Dia mengenakan kaos hitam berlengan
panjang bergambar bendera Amerika dan
seekor elang, topi hitam serta kacamata
hitam. Kalian bisa lihat sendiri dari
tampilannya. Nah, terlihat kalau usianya
masih muda dan mungkin umurnya sekitar
ya masih 20-an lah, kayak masih
mahasiswa gitu, Geng. Dan dikatakan juga
pria ini bisa berbaur dengan baik dengan
mahasiswa lain yang hadir di dalam
acara. Jadi enggak mencurigakan.
Sosoknya ini masih didalami oleh FBI.
Nah, tapi sekarang kita masuk dulu ke
dalam pembahasan dugaan motif yang
melandasi kasus ini. Apa alasannya
Charlie Kirk sampai dihabisi seperti
itu? kita bahas.
Jadi, Geng, ada beberapa spekulasi yang
bermunculan di internet soal motif yang
melandasi aksi penghilangan nyawa
terhadap Charlie. Salah satunya berasal
dari sebuah tweet yang dibuat oleh
Stephen Crowder. Dia ini adalah
seseorang yang juga mendukung Partai
Republik yang menceritakan bahwa timnya
mendapatkan email dari petugas di
Alcohol Tobo Firearms and Explosive atau
disingkat dengan ATF. Email tersebut
berisikan screenshot dari pesan internal
yang menjelaskan senjata dan peluru yang
ditemukan oleh AT dan aparat penegak
hukum lainnya di dekat lokasi
penembakan. Ternyata, Geng, selain
senjata yang ditemukan di hutan, petugas
juga sudah mengantongi peluru yang
digunakan di dalam aksi tersebut. Peluru
bekas ini masih terisi di dalam bilik
peluru dan di samping tiga peluru yang
belum terpakai di magazin atas. Semua
pelurunya sudah diukir dengan kata-kata
yang mengandung pesan-pesan yang
berkaitan dengan ideologi trans dan
antifasis.
Gila enggak tuh? Entah informasi ini
akurat atau enggak, namun tweet itu jadi
viral di X dan dipercaya oleh banyak
orang, terutama oleh mereka yang sangat
mendukung Partai Republik. Dan menurut
mereka ini semua berhubungan dengan
penembakan yang terjadi pada saat
Charlie membicarakan soal penembakan
massal yang melibatkan trans. Nah, jadi
mereka meyakini bahwa kasus yang menimpa
Charlie ini disebabkan karena perbedaan
ideologi yang mana Charlie yang
berideologi konservatif dan menolak kaum
lagi bett atau trans diserang oleh
seseorang yang mendukung kaum lagi bet
itu. Meskipun begitu, Geng. Departemen
Kehakiman Amerika Serikat masih harus
memverifikasi apakah ukiran tersebut
memang berisikan narasi mendukung trans
atau kaum lagi bet atau enggak. Namun,
ada spekulasi lain dan ini berkaitan
dengan istri Will. Seperti yang kita
tahu ya, Geng, Charlie ini kan pendukung
setia Trump dan menjadi orang
kepercayaan dari Trump. Tentunya Charlie
punya pandangan politik yang sama dengan
Donald Trump termasuk dukungannya kepada
Isri Will. Charlie menjadi salah satu
orang yang paling keras mendukung Isri
Will dan gerakan Zionis. Kita bisa lihat
itu ketika dia berdialog dengan
pendukung Palestina dengan mengatakan
kalau dia tidak akan pernah mengakui
Palestina dan nama Palestina sendiri
tidak pernah ada. Menurut Charlie,
wilayah tersebut bernama Judean Samaria.
Dan enggak cuma itu, Charlie juga sering
memberikan statement yang seolah-olah
merendahkan agama Islam seperti dia yang
berstatement tentang Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Coba
dengarkan video ini.
Dan juga dia menyebutkan agama Islam
tidak cocok dengan nilai-nilai negara
barat. Namun sebuah akun Instagram
dengan username pureblood.id membuat
sebuah postingan yang menyebutkan bahwa
pelaku adalah seorang penembak gitu yang
sudah berpengalaman sebab dia menembak
dengan tempat sasaran dari jarak hampir
200 m dan langsung mengenai titik vital.
Ketepatan seperti itu cuma bisa dimiliki
oleh seseorang yang sudah berlatih
menembak ribuan kali di bawah intelijen
atau militer. Dan menurut akun tersebut
ya akun eh Pure Blood ID tadi alasan
dari aksi penghilangan nyawa ini
kemungkinan besar dikarenakan bukan
permasalahan trans atau lagi BT tadi
tapi justru dia lebih percaya kalau
Charlie ini ya mulai sadar bahwa apa
yang dilakukan oleh Isriwil kepada
rakyat Palestina adalah sebuah tindakan
yang salah atau genosida. Nah, jadi
dengan kata lain Charlie ini mulai
membelot nih dari isri Wil. Nah, namun
banyak yang meragukan pandangan ini
sebenarnya melihat dari bagaimana
Charlie yang selalu getol di dalam
membelai rewel. Nah, tapi akun poble
tadi menjelaskan bahwa ada keterangan
dari temannya Charlie yang menyebutkan
kalau Charlie ini bisa dihabisi atau
dieksekusi oleh istri Will ya atau
utusan istri Will jika dia berubah
dukungan. Nah, hanya saja akun tersebut
tidak bisa membuktikan statementnya itu
dengan alasan akunnya akan keband. Nah,
terus ada video yang merekam momen aneh
sesaat setelah insiden eh terhadap
Charlie ini terjadi. Ketika Charlie
mendapatkan luka tembak dan dilarikan
dari lokasi acara, semua orang yang
berada di sana terlihat menunduk karena
takut akan ee menjadi target peluru
nyasar gitu. Nah, tapi geng, ada seorang
pria yang masih berada di pundak
temannya yang kayak naik di atas pundak
temannya gitu. Dia justru tampak senang
dan hore-hore atas apa yang terjadi.
Kayak enggak ada takut-takutnya. Padahal
situasinya sedang mencekam. Nah, dia
enggak turun dari pundak temannya dan e
enggak meringkuk sama sekali untuk
melindungi diri. Sementara orang lain
udah meringkuk semua, dia justru seperti
kegirangan sambil mengangkat tangan. Di
dalam video juga terlihat kalau dia ya
pandangannya itu langsung ke belakang ya
melihat ke arah ke arah seolah-olah
melihat ke arah penembak bukan ke arah
Charlie yang sudah tertembak. Biasanya
kan kalau orang tuh kayak fokusnya ke
korban kan kayak wih seram banget atau
apa gitu. ini gak. Dia kayak lihat ke
belakang terus sampai we kayak berhasil
gitu, kayak selebrasi. Dan dari video
ini dicurigai, jangan-jangan pria ini
adalah salah satu teman dari pelaku yang
sengaja ditempatkan di lapangan untuk
memeriksa kondisi di sana dan dicurigai
dari luknya dia adalah orang istri Will
yang dikirimkan untuk mengeksekusi
Charlie. Nah, itu adalah kecurigaan dari
pihak pure.id tadi. Nah, gimana, Geng?
Kira-kira kalian percaya enggak dengan
asumsi dari pureid tersebut atau kalian
punya pandangan lain? Coba deh
tinggalkan komentar di bawah. Lalu geng,
kita balik lagi nih ke penyelidikan yang
berlangsung. Dikatakan sudah ada
seseorang yang ditangkap dan dia bernama
George Zin. Namun Zin ini enggak
terbukti menjadi pelaku di dalam kasus
ini. Dia didakwa dengan tuduhan
menghalangi penyelidikan dan enggak lama
kemudian dia dibebaskan oleh pihak yang
berwenang. Nah, setelah Zin ini ada lagi
yang ditangkap, Geng. seorang pria yang
bernama Zakariah Quraesi. Ah, enggak
lama setelah dia ditahan, Quraisy
langsung dibebaskan lagi setelah
diinterogasi oleh penegak hukum. Enggak
terbukti.
Dari informasi terbaru nih, Geng. FBI
dikatakan sudah menangkap tersangkanya.
Nah, namanya itu adalah Tyler James
Robinson. Usianya itu masih 22 tahun dan
dia ini adalah penduduk asli Utah yang
tinggal bersama dengan orang tuanya.
Gila ya, masih tinggal sama orang tua
loh. Dari keterangan Dewan Pendidikan
Tinggi Utah, dia ini dikatakan bukanlah
mahasiswa dari UVU. Namun Tayyor ini
diketahui merupakan mahasiswa tahun
ketiga di dalam program magang
kelistrikan yang ada di Diksi Technical
College. Sebelumnya dia menghabiskan
satu semester di Uta State University
pada tahun 2021 dan mendapatkan kredit
pendaftaran bersamaan melalui Utah Touch
University ketika dia duduk di SMA
antara tahun 2019 dan 2021. Nah,
dilansir dari media BBC, ayahnya si
Tyler ini memiliki bisnis pemasangan
meja dapur dan lemari. Sedangkan ibunya
adalah seorang pekerja sosial.
keluarganya tersebut beragama mormon dan
aktif di gereja setempat. Nah, jadi
bukan dari kalangan muslim. Meskipun
terindikasi beberapa kali Charlie Kirk
itu menyinggung persoalan dunia Islam
ataupun Palestina, tapi ternyata dia
malah meninggal bukan di tangan orang
Islam. Ya, seperti berita-berita pada
umumnya biasanya pasti akan dibelokkan
kepada pelaku yang dianggap sebagai
seorang muslim. Para penyidik mengatakan
Tayler ini sangat aktif dan mengikuti
tren yang ada di internet. Yang mana ini
berhubungan erat dengan ukiran tulisan
yang ada di peluru yang dia gunakan. Ada
dua selongsong peluru yang bertuliskan
kalimat yang kelihatannya seperti
tulisan untuk ngetroll di internet.
Salah satunya bertuliskan notice bulges.
Oo. What's this? Kemudian ada satu
selongsong yang belum ditembakkan dengan
ukiran yang bertulisan if you read this
you are gay. Lo. Nah, kemudian ada
selongsong lain yang bertuliskan hei
fasis chuah simbol tiga panah ke bawah
yang merujuk kepada simbol antiasis dan
antiva. Namun masih ada dugaan kalau
panah-panah tersebut seperti simbol
untuk nge-cheat di dalam game seperti
GTA dan itu masih akan didalami lebih
lanjut. Terus ada selongsong peluru yang
lain yang bertuliskan lagu Bella Chiao,
sebuah lagu yang viral setelah rilisnya
series Money H yang ada di Netflix. Lagu
tersebut adalah lagu yang dibuat untuk
menghormati para partisan perlawanan
Italia pada era perang dunia kedua dalam
melawan Nazi Jerman. Setelah FBI merilis
foto dari terduga tersangka, ayahnya
Tyler ini yang bernama Matthew Carl
Robinson itu merasa bahwa foto tersebut
sangat mirip dengan anaknya. Dan ayahnya
bertanya kepada Tyler, apakah benar
pelaku yang terlihat di foto yang
disebarkan oleh FBI tersebut adalah dia?
Dan Tyler pun mengakui ayahnya kemudian
membujuk Tyler untuk menyerahkan diri ke
polisi. Setelah itu, ayahnya Tyler
menghubungi seorang kerabat yang
kemudian diteruskan kepada laporan
polisi. Dan secara resmi Tyler ditahan
pada tanggal 12 September setelah
diantarkan oleh ayahnya. Gubernur Utah
yang bernama Spencer Cox itu mengatakan
ada anggota keluarganya yang
diwawancarai terkait aktivitas dari
Tyler ini dan mengatakan kalau Tyler
memang sudah berubah menjadi seseorang
yang sangat melag politik dan mengikuti
perkembangan politik di Amerika. anggota
keluarganya ini bercerita kalau pada
saat makan malam sebelum penembakan
terjadi, Tyler sudah membahas acara yang
akan dihadiri oleh Charlie di UVU. Nah,
jadi udah ada tanda-tandanya tuh, Geng.
Dan Tyler juga terdaftar sebagai pemilih
independen atau nonpartisan di Utah.
Sementara orang tuanya terdaftar sebagai
anggota partai republik. Namun,
sepertinya Tyler ini tidak memiliki
pandangan politik yang sama dengan orang
tuanya.
Oke, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai insiden yang dialami oleh
Charlie Kirk, pendukung setia dan orang
kepercayaan Donald Trump. Gimana, Geng,
menurut kalian tentang pembahasan ini?
Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:53 UTC
Categories
Manage