CHARLIE KlRK ! DI “DOR DOR” SETELAH MENGATAKAN TANAH PAL3STlNA TIDAK ADA
zaTAqgu6gD4 • 2025-09-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Gengs, sebelum kita mulai tentang pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu. Pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube ataupun membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Karena pembahasan ini murni sebuah rangkuman informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Nah, video ini sudah dibuat selayak mungkin untuk didengar oleh semua kalangan dan berbagai umur. Nah, jadi buat kalian yang mungkin masih di bawah umur juga boleh mendengar video ini. Karena setiap ucapan itu sudah diperhalus dan setiap tampilan video ataupun dokumentasi di dalam pembahasan ini sudah difilter atau sudah diburamkan demi kenyamanan penonton. Oke, langsung aja kita bahas. Sebuah insiden terjadi di Amerika Serikat nih, Geng. Lagi rame banget. Pasti kalian juga udah sempat mendengar atau sudah mencari tahu sendiri tentang beritanya. Soalnya emang kemarin lagi ramai banget, yaitu tentang tragedi yang menimpa Charlie Kirk. Jadi pemain utama dalam jaringan influencer pro Trraft. Nah, seperti yang kita tahu, Geng, kasus ini ya memang bukan kasus pertama kali lah di Amerika, ya. Karena di Amerika itu sendiri kasus orang-orang yang dior kayak gini kayak udah lumrah banget karena memang masyarakat di sana itu ya sebagian besarnya punya senjata masing-masing dan bahkan mereka bisa membeli senjata tersebut secara legal. Ada tokonya. Nah, tapi untuk kasus yang akan kita bicarakan ini dan jadi perhatian banyak orang gitu ya, terkhususnya bagi orang Amerika sendiri, Charlie Kirk ini bukan orang biasa. Dia adalah salah satu orang paling setia dengan Donald Trump dan menjadi pendukungnya sejak dulu. Dia dihabisi oleh seseorang saat dia menyampaikan pidatonya di kampus yang mana pada saat itu sedang ramai orang-orang yang menyaksikan speech-nya dia, statement-statement yang dia berikan dan sehingga ya tragedi ini disaksikan di depan banyak orang bahkan terekam di dalam video. Orang-orang di saat itu melihat Charlie Kirk yang eh seketika eh gua enggak bisa nyebut ya karena seram banget kejadiannya itu. Mereka semua histeris dan berlari ketakutan. Mereka takut nanti ada peluru nyasar atau justru mereka takut dengan apa yang mereka saksikan di hadapan mata mereka. Kejadian ini mengingatkan kita dengan insiden ketika Donald Trump juga sempat dioor. Namun beruntungnya pada saat itu Donald Trump masih selamat karena tima panasnya hanya menggores bagian telinga. Nah, namun untuk Charlie Kirk ini justru bernasib naas karena peluru tersebut justru mengenai titik vital yaitu di bagian lehernya. Di dalam pembahasan ini, gua bakal ngajak kalian untuk membahas kronologinya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa salah si Charlie Kirk ini sehingga dia berakhir kayak gitu dan siapa pelakunya, motifnya seperti apa? Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Ging Genging. Oke, sebelum lebih jauh kita membahas mengenai insiden yang terjadi terhadap Charlie Kirk ini, ada baiknya kita berkenalan dulu ya, siapa dia, profile-nya seperti apa. Oke, jadi Charlie Kirk ini lahir pada tanggal 14 Oktober tahun 1993 di pinggiran kota Chicago di Erlington Hake, Illinoa. Dia bernama lengkap Charlie James Kirk. Ibunya adalah seorang konselor kesehatan mental dan ayahnya adalah seorang arsitek. Sejak usia muda, Charlie ini memang sudah aktif di dalam dunia politik walaupun belum terjun secara langsung. Contohnya di tahun 2010 saat dia bersekolah di Willing High School, dia ini menjadi sukarelawan untuk kampanye Senat Amerika untuk Mark Kirk yang berasal dari Partai Republik. Dari sini sudah terlihat kalau dia adalah pendukung Partai Republik yang berhaluan kanan konservatif. Nah, Charlie ini sempat berkuliah di Herper College yang lokasinya berada di dekat Chicago. Namun, di tengah jalan dia memilih keluar dan tidak melanjutkan pendidikannya lagi karena dia mau sepenuhnya berkontribusi di dalam gerakan politik konservatif. Dari informasi yang gua dapatkan dari media BBC, Charlie ini juga gagal mendaftar ke West Point, yaitu Akademi Militer elite milik Amerika. Lalu pada tahun 2012 saat Presiden Barack Obama terpilih kembali, di saat itu Charlie baru berusia 18 tahun. Nah, di usia mudanya itu Charlie mendirikan yang namanya turning Point USA atau disingkat dengan TP USA. Nah, ini adalah sebuah kelompok advokasi konservatif nirlaba, Geng. Dan kelompok buatan Charlie ini mendapatkan sokongan dana yang begitu besar dari kalangan konservatif. Salah satunya dari pengusaha asal Wyoming yang bernama Foster Frees. TP USA ini membuat sebuah situs yang bernama Professor Watchlist, sebuah platform yang berisi nama-nama dari staff akademik yang menurut TPUSA menyebarkan nilai-nilai anti Amerika dan menyebarkan propaganda kiri di ruang kelas. Nah, situs ini diluncurkan pada tahun 2016 dan sudah mencantumkan sekitar 200 profesor sampai bulan Desember tahun ini. Kemudian TPUA ini juga meluncurkan school board watchlist. Tujuan dari Charlie membuat TP USA ini memang untuk menyebarkan nilai-nilai konservatif di semua perguruan tinggi yang ada di Amerika yang memang condong ke aliran politik liberal. Jadi memang dia ini menargetkan anak-anak muda Amerika, Geng. Dan organisasi ini menjadi semakin besar sehingga memiliki lebih dari 850 cabang di perguruan tinggi Amerika Serikat. Nah, di sini kita bisa lihat ya ternyata Charlie ini bukan anak muda yang biasa-biasa. Pergerakannya dia ya cukup diperhitungkan. Dan media the conversation itu menyebutkan bahwa Charlie ini tidak mendirikan TP USA sendirian, tapi dia justru dibantu oleh Bill Mongomeri yang merupakan seorang pensiunan pengusaha dan aktivis konservatif. Mereka berdua bertemu di sebuah pertemuan puncak pemuda konservatif di Illinoa. Di mana pada saat itu Bill mendesak Charlie untuk tidak melanjutkan kuliah, melainkan justru mendedikasikan diri secara sepenuhnya untuk membangun gerakan konservatif muda. Pada awalnya Charlie menemukan kesulitan nih untuk menginfluence anak-anak muda terhadap nilai-nilai konservatif. Karena kan anak muda itu kan enggak gampang diajak, enggak gampang dipengaruhi gitu. Nah, dia pergi dari satu kampus ke kampus yang lain membagikan brosur, mencoba berdialog dengan mahasiswa untuk berbicara tentang pasar bebas dan pemerintahan terbatas. Di tahun 2024, TPUSA mengklaim memiliki cabang lebih dari 1000 kampus di Amerika. Yaitu semua berkat kegigihannya Charlie. Dan mereka sudah mempekerjakan lebih dari 400 staff dan sudah meningkatkan anggaran tahunannya menjadi lebih dari 8 juta Do Amerika atau yang setara dengan R131 miliar. Saat ini TPU USA ini terkenal sebagai tuan rumah konferensi berskala besar. Nah, student action Summit yaitu sebuah acara yang diselenggarakan oleh TP USA ini yang ada di Florida itu secara rutin menarik sekitar 4.000 sampai 5.000 mahasiswa dan sudah mendatangkan tokoh-tokoh penting dari Partai Republik yang memang alirannya konservatif seperti Donald Trump Junior yaitu putranya Donald Trump dan Ted Crush yang menjabat sebagai senator Texas. Pernah juga TP USA ini mengadakan sebuah pertemuan yang bernama America Fest di Phoenix tahun 2022 yang berhasil menarik lebih dari 10.000 orang peserta, Geng. Dan TP USA juga sudah membentuk anak perusahaan yang memiliki visi sama seperti TP USA yaitu namanya Turning Point Action dan TP USA Fate. Nah, kedua organisasi tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan dari turning point ke dalam politik elektoral dan pengorganisasian gereja. Nah, untuk bisa menjalankan hal itu, Turning Point memiliki divisi yang dikhususkan untuk menangani media yang berfungsi memproduksi serangkaian video, siaran live, dan juga podcast secara konsisten. Hal ini dianggap sebagai cara penting bagi Charlie agar nilai-nilai konservatif yang selama ini dia suarakan bisa menjangkau banyak orang dan bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Nah, peran Charlie dan turning point sangat penting baik bagi anak-anak muda yang memiliki ideologi politik konservatif serta partai republik. Sebab Charlie lewat turning point-nya itu menyediakan koneksi bagi anak-anak muda konservatif dan partai republik di tahun 2016 contohnya nih. Turning point ini berhasil memobilisasi ribuan mahasiswa untuk ikut di dalam kampanye Donald Trump dan Charlie sendiri pernah diundang untuk bicara di konvensi nasional Partai Republik, geng. Terus, geng, di tahun 2020 turning point mulai bergerak ke arah yang serius dengan terlibat lebih jauh ke politik praktis misalnya melalui kegiatan pendaftaran pemilih di swing state, yaitu sebutan untuk negara bagian di Amerika yang hasil perolehan suaranya enggak bisa diprediksi karena jumlah pemilih dari Partai Republik dan Demokrat yang relatif seimbang. Nah, kemudian Charlie dan Turning Point juga menyediakan bus sampai membuat iklan agar membawa massa ke Washington DC menjelang aksi Stop the Steel e pada tanggal 6 Januari 2021. Charlie itu bahkan sempat menulis tweet di X-nya kalau Turning Point akan mengirim lebih dari 80 bus yang berisikan para pendukung Donald Trump meskipun tweet tersebut kemudian dihapus sama dia. Nah, Charlie ini secara pribadi juga berperan sebagai juru bicara di media untuk Donald Trump. Dia memanfaatkan podcast, sosial media, dan tour pidatonya untuk menyebarkan pesan demi mendukung Donald Trump dan menyerang orang-orang yang mengkritik Donald Trump. Dan selain itu, Charlie menjadi salah satu pendukung awal dan secara konsisten menyebarkan klaim Trump tentang kecurangan pemilu pada tahun 2020. Yang mana sebenarnya klaim tersebut tidak berdasar, Geng. Nah, tapi narasi tersebut berhasil untuk menarik perhatian dari anak-anak muda konservatif. Kemudian di tahun yang sama Charlie membuat sebuah buku yang berjudul The Maga Doktrin yang merujuk kepada kampanye Donald Trump yaitu Make America Great Again atau yang disingkat dengan Maga. Sebagai pendukung Donald Trump garis keras, tentunya Charlie ini membantu Donald Trump di dalam pemilu tahun kemarin. Dia berperan penting di dalam mengajak orang-orang untuk memilih Donald Trump dan kandidat dari partai republik lain. Nah, dia juga membantu mendaftarkan puluhan ribu pemilih baru dan bisa membuat Arizona yang pada saat itu termasuk ke dalam swing memenangkan Donald Trump. Jadi, Charlie ini termasuk orang yang berjasa di dalam pemenangan Donald Trump ketika pemilu kemarin, Geng. Hubungan antara Charlie dan Donald Trump tuh semakin erat setelah kemenangan Donald Trump, dia menghadiri pelantikan Donald Trump pada bulan Januari di Washington DC dan menjadi pengunjung tetap gedung putih selama Donald Trump menjabat sebagai presiden. Dan informasi dari media New York Times yang dikutip oleh media BBC, Charlie ini pernah bermain golf dengan Donald Trump 2 hari sebelum pelantikan Donald Trump. Jadi sepenting itu dia ya di sisi Donald Trump dan di bulan Januari dia berpergian bersama dengan Donald Trump Junior ke Greenland. Dan gak cuma peran politiknya aja, kehidupan pribadi dari Charlie sendiri juga menjadi sorotan, Geng. Dia adalah seseorang yang menganut Kristen evangelis. Di bulan Mei 2021, Charlie menikahi seorang perempuan yang memiliki bisnis dan eh apa ya? Berstatus sebagai mantan Miss Arizona namanya Erika. Cantik banget. Dari pernikahannya tersebut, Charlie dan Erika ini memiliki dua orang anak. Erika juga merupakan sosok yang aktif. Dia adalah pendiri proclaim bisnis pakaian berbasis agama. dan Erika juga menjadi pembawa acara podcast dan mendirikan dua organisasi nirlaba. Dia juga sering muncul mendampingi Charlie di dalam acara-acara dan diketahui saat ini Erika sedang menempuh pendidikan S3 dalam studi Alkitab. Nah, jadi kurang lebih background-nya Charlie Kirk ini kayak gitu, Geng. Sepak terjangnya dia di dunia politik dan siapa keluarganya. Karena kontribusinya untuk Partai Republik ini dan dia berhasil memenangkan Donald Trump di dalam pemilu. Dia dijadikan sebagai salah satu orang kepercayaan Donald Trump. Namun karirnya di dunia politik harus berakhir karena insiden tragis yang menimpa dia baru-baru ini. Ketika ya dia meregang nyawa dan disaksikan di depan banyak orang. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai bagaimana kronologi yang menimpa Charlie Kirk ini. Jadi, Geng, insident ini terjadi pada tanggal 10 September 2025. Di hari itu, Charlie dijadwalkan untuk menyampaikan pidato di Utah Valley University atau disingkat dengan UVU atau UFU ya tulisannya yang berada di daerah Orim. Nah, ini merupakan bagian dari tournya dia yang diberi nama dengan American Comeback. Nah, acaranya digelar di outdoor dan dimulai sekitar jam 12.00 siang waktu setempat. Sebelum acara tersebut dimulai, sebenarnya sempat ada sebuah petisi agar mendesak UVU ini ya melarang Charlie untuk hadir dan menyampaikan pidatonya. Nah, namun pihak dari UVU itu tetap mengizinkan Charlie untuk menyelenggarakan acara di sana dengan pertimbangan jika pihak universitas melarang Charlie maka mereka sudah melanggar kebebasan berbicara yang dijamin oleh negara. Makanya pada saat itu Charlie tetap diperbolehkan untuk menjalankan acara yang menjadi rangkaian turnya tersebut. Namun karena acaranya dilangsungkan di luar ruangan, Charlie pun duduk di sebuah panggung yang dilengkapi dengan tenda yang di sisi-sisinya ada sebuah tulisan dengan huruf berwarna putih prove me wrong. Nah, dia didampingi oleh pihak keamanan swasta dengan perlindungan ekstra yang diberikan oleh polisi UVU dan penegak hukum setempat. Sebab sudah ada petisi penolakannya ya. Sehingga keamanan juga harus diperketat. Takutnya nanti kenapa-napa. Dan di saat itu enggak tanggung-tanggung, Geng. Ada sekitar 3.000 orang yang hadir dan Charlie menjawab berbagai pertanyaan dari orang-orang yang hadir. Di antara pertanyaan yang diajukan, ada satu pertanyaan mengenai soal penembakan massal yang melibatkan pihak ee trans. Nah, pada saat itu tepatnya di jam 12.23 23 siang belum lama acara berlangsung terdengar suara door yang mana itu terjadi secepat kilat. Tiba-tiba ada timah panas yang langsung mengenai lehernya Charlie. Cairan merah langsung mengucur deras dan menyebabkan dia langsung terjatuh dari kursinya. Ribuan penonton yang hadir di dalam acara tersebut langsung teriak histeris menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri adegan mengirikan tersebut. Mereka berhamburan keluar dari sana dan menyelamatkan diri. Beberapa detik setelah kejadian tersebut, Charlie langsung dilarikan ke dalam kendaraan untuk diselamatkan. Pada saat itu, publik belum mengetahui bagaimana nasib dari Charlie. Setelah dibawa ke rumah sakit, apakah dia bisa diselamatkan atau enggak. Namun, geng, tiba-tiba Donald Trump mengumumkan belas sungkawanya atas meninggalnya Charlie di truth sosial. Di dalam tulisannya tersebut, Donald Trump menyebutkan kalau Charlie sebagai sosok yang hebat dan legendaris. Dia dicintai dan dikagumi oleh semua orang, terutama Donald Trump sendiri. Dan Donald Trump beserta istrinya Melania itu menyampaikan dukacita atas apa yang terjadi dengan Charlie. Terkhususnya kepada sang istri, kepada istrinya Charlie yaitu Erika serta keluarganya. Dari informasi yang gua dapatkan di media CNBC, Geng, Donald Trump menuding bahwa aksi ini ya didalangi oleh orang-orang yang berasal dari kelompok kiri dan menyebut bahwa meninggalnya Charlie sebagai sejarah kelam Amerika. Dan Donald Trump mengatakan selama bertahun-tahun kaum kiri radikal sudah membandingkan orang Amerika yang hebat seperti Charlie dengan Nazi dan pengeksekusian massal serta penjahat terburuk di dunia. Nah, narasi semacam ini secara langsung bertanggung jawab atas terorisme yang publik Amerika saksikan di negara mereka saat ini dan semuanya harus dihentikan sekarang juga," kata Donald Trump. dan Donald Trump berkomitmen bahwa pemerintahannya bakal menemukan setiap orang yang terlibat di dalam aksi tersebut serta menangkap orang-orang yang melakukan kekerasan politik termasuk dengan meringkus organisasi yang mendanai serta mendukung aksi tersebut. Donald Trump kemudian meminta agar masyarakat Amerika mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati ya kasus dari Charlie ini. Terus timbul pertanyaan, apakah dugaan dari Donald Trump ini benar bahwa aksi ini didalangi oleh kelompok kiri? Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan penyelidikan terhadap pelaku di dalam aksi ini, Geng. Jadi, Geng, pengusutan dengan cepat dilakukan oleh FBI untuk bisa mengetahui siapa pelaku dari kasus ini. Menurut informasi yang gua ambil dari media CBS ya, pelaku ini tiba di dekat kampus sekitar 1152 waktu setempat. Nah, jadi pelakunya itu langsung ketangkap di hari itu juga. Jadi dia itu tiba beberapa menit sebelum acara dimulai. Kemudian ada sebuah video yang memperlihatkan seseorang mengenakan setelan serba hitam yang berlari melintasi atap loose center. Beberapa saat setelah penembakan terjadi. Atap itu berjarak sekitar 120 m dari tempat Charlie duduk. Dan bukan cuma itu, Geng. Seseorang yang berpakaian serba hitam itu disebut-sebut membawa senapan laras panjang. Dan dia juga mengenakan perlengkapan taktis seperti sedang berada di dalam sebuah operasi. Karena pada saat itu dikatakan dia mengenakan helm juga. Terus, Geng, Bom dari Departemen Publik Uta itu mengatakan bahwa penyidik yakin kalau pelaku melepaskan tembakan dari atap. Setelah melepaskan tembakan, dia lompat dari atap gedung dan melarikan diri ke pemukiman terdekat. Nah, seorang juru bicara dari UVU itu mengatakan bahwa pihak kampus yakin sekali bahwa tembakan itu dilepaskan dari loose center kampus. Area dari atap center ini yang diyakini sebagai tempat di mana pelaku menembakkan pelurunya dan sudah diselidiki oleh polisi. Nah, namun ada informasi selanjutnya yang menyebutkan kalau pelaku itu enggak lari ke pemukiman, tapi justru ke dalam hutan. Nah, dikatakan di dalam hutan tersebut penyidik menemukan senjata yang digunakan oleh pelaku, yaitu senapan jenis bolt action moser 30-06 impor ya, yang terbungkus handuk. Kemudian penyidik juga menemukan bekas telapak tangan yang tertinggal atau ngecap gitu ketika pelaku memanjat gedung. Nah, dari bekas telapak tangan tersebut memungkinkan penyidik untuk mendapatkan DNA. Terus juga dikatakan kalau ada jajak sepatu di sana yang mana kemungkinan jajak sepatu itu berasal dari sepatu Converse ya, jenis Converse yang digunakan oleh si pelaku. Dari video yang beredar itu menunjukkan detik-detik ketika Charlie ini ya didoor ya peluru bersarang di lehernya dan para ahli menilai kejadian tersebut yang mengenai leher Charlie berasal dari e tembakan supersonic yang dihasilkan dari senapan laras panjang yang berkekuatan tinggi. Nah, jadi pelaku ini bukan menggunakan pistol atau senjata jenis ringan. Nah, dan ya apa ya jaraknya juga jarak jauh gitu, Geng. Menurut pakar audio forensik Amerika Serikat yang bernama Rob Meher, ada jeda waktu antara retakan gelombang kejut balistik dan letupan dari ledakan moncong senapan, yaitu sekitar 240 m. Dengan interval waktu tersebut dan kecepatan peluru yang diperkirakan 800 m/d, senjata yang digunakan pelaku kemungkinan berada di dalam jarak 153 m dari tempat Charlie berpidato. Lumayan jauh, Geng. Terus kemudian ada seorang saksi mata nih, Geng, yang merupakan pelajar dari UVU yang mengaku sempat melihat laki-laki yang tidak dikenal berjalan di dekat atap Loose Center selama dua kali dalam 2 minggu sebelumnya. Dia terakhir kali melihat orang yang enggak dikenal berada di sekitar atap pada tanggal 9 September malam. Nah, cuma pada saat itu dia enggak melaporkan kepada pihak berwenang karena berpikir mungkin orang tersebut adalah petugas yang sedang apa ya ee memeriksa atap gitu. Nah, dari pengamatannya itu, orang tersebut memiliki ciri-ciri berbadan tinggi, kurus, berkulit putih, dengan rambut berwarna gelap. Namun, saksi tersebut tidak yakin apakah orang yang dia lihat adalah orang yang sama yang melakukan aksi ini kepada Charlie atau bukan. Tapi yang jelas dia ya meyakini bahwa ada orang yang mengintip-ngintip, ngecek-ngecek lokasi beberapa hari sebelumnya. Di sisi lain, dia juga merasa bahwa orang yang dia lihat di dalam video yang beredar itu terasa familiar seperti kayak pernah ketemu di mana gitu sebelum insiden ya menimpa si Charlie ini. Nah, FBI juga sudah merilis foto dari seseorang yaitu pria yang dicurigai sebagai pelakunya nih, Geng. Dia mengenakan kaos hitam berlengan panjang bergambar bendera Amerika dan seekor elang, topi hitam serta kacamata hitam. Kalian bisa lihat sendiri dari tampilannya. Nah, terlihat kalau usianya masih muda dan mungkin umurnya sekitar ya masih 20-an lah, kayak masih mahasiswa gitu, Geng. Dan dikatakan juga pria ini bisa berbaur dengan baik dengan mahasiswa lain yang hadir di dalam acara. Jadi enggak mencurigakan. Sosoknya ini masih didalami oleh FBI. Nah, tapi sekarang kita masuk dulu ke dalam pembahasan dugaan motif yang melandasi kasus ini. Apa alasannya Charlie Kirk sampai dihabisi seperti itu? kita bahas. Jadi, Geng, ada beberapa spekulasi yang bermunculan di internet soal motif yang melandasi aksi penghilangan nyawa terhadap Charlie. Salah satunya berasal dari sebuah tweet yang dibuat oleh Stephen Crowder. Dia ini adalah seseorang yang juga mendukung Partai Republik yang menceritakan bahwa timnya mendapatkan email dari petugas di Alcohol Tobo Firearms and Explosive atau disingkat dengan ATF. Email tersebut berisikan screenshot dari pesan internal yang menjelaskan senjata dan peluru yang ditemukan oleh AT dan aparat penegak hukum lainnya di dekat lokasi penembakan. Ternyata, Geng, selain senjata yang ditemukan di hutan, petugas juga sudah mengantongi peluru yang digunakan di dalam aksi tersebut. Peluru bekas ini masih terisi di dalam bilik peluru dan di samping tiga peluru yang belum terpakai di magazin atas. Semua pelurunya sudah diukir dengan kata-kata yang mengandung pesan-pesan yang berkaitan dengan ideologi trans dan antifasis. Gila enggak tuh? Entah informasi ini akurat atau enggak, namun tweet itu jadi viral di X dan dipercaya oleh banyak orang, terutama oleh mereka yang sangat mendukung Partai Republik. Dan menurut mereka ini semua berhubungan dengan penembakan yang terjadi pada saat Charlie membicarakan soal penembakan massal yang melibatkan trans. Nah, jadi mereka meyakini bahwa kasus yang menimpa Charlie ini disebabkan karena perbedaan ideologi yang mana Charlie yang berideologi konservatif dan menolak kaum lagi bett atau trans diserang oleh seseorang yang mendukung kaum lagi bet itu. Meskipun begitu, Geng. Departemen Kehakiman Amerika Serikat masih harus memverifikasi apakah ukiran tersebut memang berisikan narasi mendukung trans atau kaum lagi bet atau enggak. Namun, ada spekulasi lain dan ini berkaitan dengan istri Will. Seperti yang kita tahu ya, Geng, Charlie ini kan pendukung setia Trump dan menjadi orang kepercayaan dari Trump. Tentunya Charlie punya pandangan politik yang sama dengan Donald Trump termasuk dukungannya kepada Isri Will. Charlie menjadi salah satu orang yang paling keras mendukung Isri Will dan gerakan Zionis. Kita bisa lihat itu ketika dia berdialog dengan pendukung Palestina dengan mengatakan kalau dia tidak akan pernah mengakui Palestina dan nama Palestina sendiri tidak pernah ada. Menurut Charlie, wilayah tersebut bernama Judean Samaria. Dan enggak cuma itu, Charlie juga sering memberikan statement yang seolah-olah merendahkan agama Islam seperti dia yang berstatement tentang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Coba dengarkan video ini. Dan juga dia menyebutkan agama Islam tidak cocok dengan nilai-nilai negara barat. Namun sebuah akun Instagram dengan username pureblood.id membuat sebuah postingan yang menyebutkan bahwa pelaku adalah seorang penembak gitu yang sudah berpengalaman sebab dia menembak dengan tempat sasaran dari jarak hampir 200 m dan langsung mengenai titik vital. Ketepatan seperti itu cuma bisa dimiliki oleh seseorang yang sudah berlatih menembak ribuan kali di bawah intelijen atau militer. Dan menurut akun tersebut ya akun eh Pure Blood ID tadi alasan dari aksi penghilangan nyawa ini kemungkinan besar dikarenakan bukan permasalahan trans atau lagi BT tadi tapi justru dia lebih percaya kalau Charlie ini ya mulai sadar bahwa apa yang dilakukan oleh Isriwil kepada rakyat Palestina adalah sebuah tindakan yang salah atau genosida. Nah, jadi dengan kata lain Charlie ini mulai membelot nih dari isri Wil. Nah, namun banyak yang meragukan pandangan ini sebenarnya melihat dari bagaimana Charlie yang selalu getol di dalam membelai rewel. Nah, tapi akun poble tadi menjelaskan bahwa ada keterangan dari temannya Charlie yang menyebutkan kalau Charlie ini bisa dihabisi atau dieksekusi oleh istri Will ya atau utusan istri Will jika dia berubah dukungan. Nah, hanya saja akun tersebut tidak bisa membuktikan statementnya itu dengan alasan akunnya akan keband. Nah, terus ada video yang merekam momen aneh sesaat setelah insiden eh terhadap Charlie ini terjadi. Ketika Charlie mendapatkan luka tembak dan dilarikan dari lokasi acara, semua orang yang berada di sana terlihat menunduk karena takut akan ee menjadi target peluru nyasar gitu. Nah, tapi geng, ada seorang pria yang masih berada di pundak temannya yang kayak naik di atas pundak temannya gitu. Dia justru tampak senang dan hore-hore atas apa yang terjadi. Kayak enggak ada takut-takutnya. Padahal situasinya sedang mencekam. Nah, dia enggak turun dari pundak temannya dan e enggak meringkuk sama sekali untuk melindungi diri. Sementara orang lain udah meringkuk semua, dia justru seperti kegirangan sambil mengangkat tangan. Di dalam video juga terlihat kalau dia ya pandangannya itu langsung ke belakang ya melihat ke arah ke arah seolah-olah melihat ke arah penembak bukan ke arah Charlie yang sudah tertembak. Biasanya kan kalau orang tuh kayak fokusnya ke korban kan kayak wih seram banget atau apa gitu. ini gak. Dia kayak lihat ke belakang terus sampai we kayak berhasil gitu, kayak selebrasi. Dan dari video ini dicurigai, jangan-jangan pria ini adalah salah satu teman dari pelaku yang sengaja ditempatkan di lapangan untuk memeriksa kondisi di sana dan dicurigai dari luknya dia adalah orang istri Will yang dikirimkan untuk mengeksekusi Charlie. Nah, itu adalah kecurigaan dari pihak pure.id tadi. Nah, gimana, Geng? Kira-kira kalian percaya enggak dengan asumsi dari pureid tersebut atau kalian punya pandangan lain? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Lalu geng, kita balik lagi nih ke penyelidikan yang berlangsung. Dikatakan sudah ada seseorang yang ditangkap dan dia bernama George Zin. Namun Zin ini enggak terbukti menjadi pelaku di dalam kasus ini. Dia didakwa dengan tuduhan menghalangi penyelidikan dan enggak lama kemudian dia dibebaskan oleh pihak yang berwenang. Nah, setelah Zin ini ada lagi yang ditangkap, Geng. seorang pria yang bernama Zakariah Quraesi. Ah, enggak lama setelah dia ditahan, Quraisy langsung dibebaskan lagi setelah diinterogasi oleh penegak hukum. Enggak terbukti. Dari informasi terbaru nih, Geng. FBI dikatakan sudah menangkap tersangkanya. Nah, namanya itu adalah Tyler James Robinson. Usianya itu masih 22 tahun dan dia ini adalah penduduk asli Utah yang tinggal bersama dengan orang tuanya. Gila ya, masih tinggal sama orang tua loh. Dari keterangan Dewan Pendidikan Tinggi Utah, dia ini dikatakan bukanlah mahasiswa dari UVU. Namun Tayyor ini diketahui merupakan mahasiswa tahun ketiga di dalam program magang kelistrikan yang ada di Diksi Technical College. Sebelumnya dia menghabiskan satu semester di Uta State University pada tahun 2021 dan mendapatkan kredit pendaftaran bersamaan melalui Utah Touch University ketika dia duduk di SMA antara tahun 2019 dan 2021. Nah, dilansir dari media BBC, ayahnya si Tyler ini memiliki bisnis pemasangan meja dapur dan lemari. Sedangkan ibunya adalah seorang pekerja sosial. keluarganya tersebut beragama mormon dan aktif di gereja setempat. Nah, jadi bukan dari kalangan muslim. Meskipun terindikasi beberapa kali Charlie Kirk itu menyinggung persoalan dunia Islam ataupun Palestina, tapi ternyata dia malah meninggal bukan di tangan orang Islam. Ya, seperti berita-berita pada umumnya biasanya pasti akan dibelokkan kepada pelaku yang dianggap sebagai seorang muslim. Para penyidik mengatakan Tayler ini sangat aktif dan mengikuti tren yang ada di internet. Yang mana ini berhubungan erat dengan ukiran tulisan yang ada di peluru yang dia gunakan. Ada dua selongsong peluru yang bertuliskan kalimat yang kelihatannya seperti tulisan untuk ngetroll di internet. Salah satunya bertuliskan notice bulges. Oo. What's this? Kemudian ada satu selongsong yang belum ditembakkan dengan ukiran yang bertulisan if you read this you are gay. Lo. Nah, kemudian ada selongsong lain yang bertuliskan hei fasis chuah simbol tiga panah ke bawah yang merujuk kepada simbol antiasis dan antiva. Namun masih ada dugaan kalau panah-panah tersebut seperti simbol untuk nge-cheat di dalam game seperti GTA dan itu masih akan didalami lebih lanjut. Terus ada selongsong peluru yang lain yang bertuliskan lagu Bella Chiao, sebuah lagu yang viral setelah rilisnya series Money H yang ada di Netflix. Lagu tersebut adalah lagu yang dibuat untuk menghormati para partisan perlawanan Italia pada era perang dunia kedua dalam melawan Nazi Jerman. Setelah FBI merilis foto dari terduga tersangka, ayahnya Tyler ini yang bernama Matthew Carl Robinson itu merasa bahwa foto tersebut sangat mirip dengan anaknya. Dan ayahnya bertanya kepada Tyler, apakah benar pelaku yang terlihat di foto yang disebarkan oleh FBI tersebut adalah dia? Dan Tyler pun mengakui ayahnya kemudian membujuk Tyler untuk menyerahkan diri ke polisi. Setelah itu, ayahnya Tyler menghubungi seorang kerabat yang kemudian diteruskan kepada laporan polisi. Dan secara resmi Tyler ditahan pada tanggal 12 September setelah diantarkan oleh ayahnya. Gubernur Utah yang bernama Spencer Cox itu mengatakan ada anggota keluarganya yang diwawancarai terkait aktivitas dari Tyler ini dan mengatakan kalau Tyler memang sudah berubah menjadi seseorang yang sangat melag politik dan mengikuti perkembangan politik di Amerika. anggota keluarganya ini bercerita kalau pada saat makan malam sebelum penembakan terjadi, Tyler sudah membahas acara yang akan dihadiri oleh Charlie di UVU. Nah, jadi udah ada tanda-tandanya tuh, Geng. Dan Tyler juga terdaftar sebagai pemilih independen atau nonpartisan di Utah. Sementara orang tuanya terdaftar sebagai anggota partai republik. Namun, sepertinya Tyler ini tidak memiliki pandangan politik yang sama dengan orang tuanya. Oke, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai insiden yang dialami oleh Charlie Kirk, pendukung setia dan orang kepercayaan Donald Trump. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories