File TXT tidak ditemukan.
Transcript
2dj3WboLLLI • JEPANG AKAN DIISI IMIGRAN INDIA & AFRIKA ? WARGA MENGAMUK !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1537_2dj3WboLLLI.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, Jepang saat ini sedang dilanda
dilema. Ya, masyarakatnya sedang berdemo
sekarang. Kalau kemarin kita membahas
demo tentang negara kita, terus negara
Nepal yang keos banget, ya kan? Nah, di
video kali ini kita bakal membahas yang
terjadi di Jepang. Demonya disebabkan
karena rakyat Jepang merasa enggak
terima dengan kebijakan pemerintah
mereka yang tiba-tiba menjalin kerja
sama secara dadakan dengan negara lain
untuk melakukan pertukaran tenaga kerja.
Hal ini dianggap bakal mengancam
kehidupan rakyat Jepang. Karena jika
kerja sama ini dilakukan, tentunya bakal
banyak orang-orang dari luar negeri yang
tinggal dan hidup di Jepang yang kita
kenal sebagai negara yang sangat tenang
yang seiring berjalannya waktu
kemungkinan besar akan menyingkirkan
orang-orang Jepang dari tanah mereka
sendiri nantinya. Oleh karena itu ya
urgensi tersebut disuarakan dengan
tuntutan bagi pemerintah Jepang agar
membatalkan kerja sama tersebut. Yang
bikin rakyat Jepang lebih enggak mau
lagi dan lebih menuntut untuk ee
benar-benar tidak ingin kerja sama ini
berlangsung adalah gara-gara pertukaran
tenaga kerja atau pertukaran antar
manusia ini melibatkan negara India dan
juga Afrika. Dan itu benar-benar bikin
orang-orang Jepang gak mau sama sekali
karena mereka melihat track record ya
terutama negara India yang sejauh ini
kan video-video yang beredar di media
sosial. bagaimana mereka ee dengan
segala keunikan tradisi mereka ya kan,
street food-nya, joget-jogetnya, terus
tiba-tiba ada yang backflip atau kayak
parkour-parkour gitu, alay-alainya dan
juga beberapa fenomena masyarakat mereka
yang berada di luar negeri. Contohnya
kayak di Toronto kemarin dan juga yang
ada di Inggris. Tiba-tiba mereka
melaksanakan sebuah acara budaya yang
membuat negara tersebut terlihat kayak
negara mereka. Nah, makanya rakyat
Jepang tuh benar-benar gak mau. Gak mau
hal ini sampai terjadi. Terus ada yang
menarik, Geng, dari protes rakyat Jepang
kali ini. Nah, tiba-tiba nih, Geng, ada
sebuah bendera yang berkibar, yaitu
bendera kaisar Jepang. Nah, ini pertanda
apa? Nanti gua bakal jelaskan di
pembahasan ini. Dan juga Elon Marx itu
sampai-sampai ikut di dalam aksi ini.
Nah, apa sih sebenarnya yang menjadi
pemicu pemerintah Jepang sampai
sebegitunya ingin mengadakan program ini
dan sampai-sampai ada aksi protes yang
menyebabkan berkibarnya bendera kaisar
Jepang? Nah, kita bakal membahas secara
lengkap tentang hal ini. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama
kita akan membahas dulu soal demonstrasi
di Jepang ini.
Jadi, geng, sejumlah kota di Jepang
dilanda aksi demonstrasi yang menolak
rencana pemerintah mereka untuk membuka
jalur imigrasi baru bagi pekerja,
pelajar, dan peneliti asal India.
Sekitar bulan Agustus kemarin terjadi
pertemuan antara Perdana Menteri Jepang
yang bernama Ishiba Shiger dan juga
Perdana Menteri India yaitu Narendra
Modi di Tokyo pada hari Jumat tanggal 29
Agustus 2025. Mereka menghadiri acara
yang bernama Forum Bisnis Bersama dengan
berbagai pengusaha. Di dalam pidatonya,
Narendra Modi menyebutkan bahwa India
dan Jepang akan membentuk apa yang
disebut dengan abad Asia dengan
menekankan bahwa India adalah gerbang
masuk segala investasi Jepang ke Asia
Selatan. Jika bisa bermitra dengan
India, pasti ke negara-negara lain di
kawasan tersebut bakal relatif lebih
mudah. Nah, dia mencontohkan salah satu
perusahaan Jepang yaitu Suzuki yang
sukses selama bertahun-tahun di India.
Dia melihat kesuksesan ini enggak cuma
di sektor otomotif aja, tapi juga bisa
diterapkan di sektor robotika. baterai
dan juga semikonduktor sampai dengan
perkapalan. Berbagai reformasi peraturan
menurut Narendra Modi membuat iklim
investasi India lebih transparan dan
bisa diperkirakan ditambah dengan faktor
Jepang sebagai pusatnya teknologi.
Sementara India adalah negara penghasil
sumber daya manusia yang berkualitas.
Nah, jika kedua negara bekerja sama maka
mereka bisa memimpin revolusi teknologi
di Asia. Garis bawahi itu ya. India
penghasil sumber daya manusia yang
berkualitas.
tuh ya memang enggak bisa dipungkiri
banyak banget pemimpin-pemimpin ahli IT,
CEOCEO ya yang berasal dari India. Terus
yang unik-uniknya apa enggak ada dari
India? Banyak juga yang dari India. Ah
itu terjadi kenapa? Karena manusianya
emang banyak banget mendominasi muka
bumi ini. Terus geng, dua pemimpin
negara ini membahas kerja sama di bidang
ekonomi, pertukaran orang sampai dengan
ke pertahanan. Jepang juga memastikan
bakal menanam modal sebesar 10 triliun
yen atau setara dengan 68 miliar dolar
Amerika di India. Nah, investasi itu
dikatakan untuk 10 tahun ke depan dan
Ishiba menyebutkan bahwa pasar India
tidak cuma besar tapi juga dinamis dan
berpotensi besar memicu pergerakan
ekonomi Jepang. Kebijakan ini diambil
karena baik India dan Jepang adalah
sama-sama terdampak akibat tarif impor
balasan yang dilakukan oleh Donald
Trump. Nah, India dikenakan tarif
sebesar 25%. Setelah itu, Trump kembali
menambahkan tarif 25% lagi karena India
masih membeli minyak dari Rusia.
Sehingga jika ditotal, ya tarifnya itu
sebesar 50%. Nah, Jepang juga
mendapatkan tarif sebesar 15% oleh
Trump. Seharusnya Ryosei Akazawa
pemimpin delegasi Jepang pergi ke
Amerika pada hari Kamis tanggal 28
Agustus 2025 kemarin untuk perundingan
putaran ke-10 dengan Amerika. Tapi dia
membatalkan itu. Enggak. Jadi juga
mengatakan kedua negara memiliki
nilai-nilai yang sama. Mereka sama-sama
negara demokrasi dan berlandaskan hukum.
Dalam 5 tahun ke depan bakal ada 500.000
orang yang bakal menjadi bagian dari
pertukaran pekerja antar kedua negara.
Kebayang enggak tuh banyak orang-orang
India yang bakal masuk ke Jepang, Geng.
Deng deng deng deng deng deng deng.
Waduh, ada yang wus wus. Aduh.
Gila ya, keren ya. Kita bakal melihat
Abang Raju, Abang Raj di sana dengan
rambut-rambut ala-alanya.
Di dalam pertemuan tersebut, Ishiba dan
Modi juga membahas soal dialog keamanan
kuadrilateral. Nah, dua negara lain yang
tergabung di dalam kuat ini adalah
Amerika dan Australia. Dialog tersebut
bertujuan untuk membendung pengaruh Cina
di kawasan Indo Pasifik. Negara-negara
anggota dialog kuat memiliki rencana
untuk memperbarui fakta kerja sama
mereka. Dan kuat itu dibentuk di tahun
2008 dan sejak itu belum ada revisi dari
isi perjanjian mereka. Nah, menurut
pernyataan India dan Jepang, kedua
negara berkomitmen untuk menjaga kawasan
Indo Pasifik yang bebas dan terbuka. Ini
bukan pernyataan bersama, melainkan
dikeluarkan oleh pemerintah
masing-masing menurut Modi. Dan Indo
Pasifik itu harus dijaga sebagai kawasan
yang bebas dan terbuka sehingga segala
hal di kawasan itu hendaknya
berlandaskan sesuai dengan peraturan
internasional. Informasi lainnya yang
gua ambil dari media lokal Jepang yaitu
NHK World Japan itu menyebutkan bahwa
Ishiba dan Modi diperkirakan bakal
sepakat untuk kerja sama dalam
eksplorasi area di kutub selatan bulan.
Nah, jadi bukan kutub selatan di bumi,
Geng. Tapi justru di bulan yang artinya
kemungkinan besar Jepang dan India bakal
sama-sama membangun misi antariksa untuk
eksplorasi ke bulan. Alasannya ya karena
daerah tersebut diyakini memiliki
persediaan air yang masih dalam bentuk
es katanya. Gila ya.
Nah, terus Geng enggak cuma India doang,
Geng. Ada kebijakan lain yang menuai pro
dan kontra di tengah-tengah masyarakat
Jepang. Sebab Japan International
Corporation Agency atau JICA atau JIACA
itu mengumumkan rencana bahwa akan ada
empat kota yang ingin dijadikan sebagai
kampung halaman bagi para imigran
Afrika. Bahkan disebut-sebut kalau empat
kota tersebut bakal menjadi negara
pengganti bagi para imigran. Buset, enak
banget ya. Tiba-tiba dikasih tanah
gratis sama Jepang. Nah, ini karena
Jepang itu udah krisis manusia, udah
kurang banget manusia di sana.
In Yokohama aimsen bilateral relations
with Nigeria, Tanzania, Ghana, and
Mozambe.
The four cities will foster a foundation
for two way exchanges for manpel that
will add value to the economic growth of
Japan.
Negara-negara yang disebutkan tadi itu
adalah Tanzania yang akan berdiri di
kota Nagai di prefektur utara Yamagat,
Nigeria yang bakal berdiri di kota
Kisarazu di prefektur Chiba dekat dengan
Tokyo. Terus Ghana yang bakal berdiri di
kota Sanjo di prefektur Nigata. dan
Mozambik yang bakal berdiri di kota
Imabari di prefektur barat Ehime.
Kota-kota tersebut dipilih karena
hubungan mereka yang sudah terjalin
dengan negara Afrika dan rencana
tersebut bertujuan untuk mendorong lebih
banyak lagi pertukaran dan membina
orang-orang yang bisa menjadi penghubung
antara Jepang dan Afrika. Nah,
pengumuman terkait kebijakan itu sudah
memicu berbagai rumor di internet yang
menyebutkan bahwa tujuan dari kebijakan
tersebut adalah menerima imigran dari
Afrika. Wah, gila banget ya kebijakan
pemerintah Jepang. Karena dua kebijakan
ini dinilai bakal membuat imigran yang
masuk ke Jepang semakin bertambah.
Orang-orang Jepang pun menyuarakan
protesnya dengan melangsungkan
demonstrasi. Para demonstr anti imigran
ini berbaris di jalanan kota-kota besar
termasuk di Osaka. Nah, para demonstran
mengibarkan spanduk yang bertuliskan di
dalam bahasa Indonesia akhiri imigrasi
massal dan Lindungi Rakyat Jepang. Nah,
namun berbeda dengan apa yang terjadi di
Indonesia dan Nepal, aksi yang
berlangsung berjalan dengan damai.
Demonstrasi di Jepang ini sampai menarik
perhatian dari Elon Marx, geng. Dia
secara terbuka menyuarakan dukungan
terhadap demonstrasi anti imigran di
negara tersebut. Elon Marx memang
dikenal sebagai pendukung partai-partai
sayap kanan dan enggak cuma di Amerika
aja, tapi di berbagai negara yang salah
satunya adalah Alternative for Germany.
Nah, Elon Marx itu merret postingan dari
akun The British Patriot yang memposting
bagaimana situasi aksi yang terjadi di
Jepang. Dan Elon Max merret hal tersebut
serta menambahkan komentar good yang
artinya bagus. Nah, video tersebut
diyakini direkam di Pelabuhan Osaka pada
hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2025 yang
memperlihatkan sekelompok kecil massa
yang membawa bendera Jepang dan spanduk
anti imigrasi massal termasuk salah
satunya bertuliskan don't make Japan
Afrika atau bahasa Indonesianya jangan
membuat Jepang jadi Afrika.
Wah gila keras penolakannya. Tapi enggak
cuma itu, Geng. Yang menarik dari
demonstrasi yang terjadi di Jepang
karena adanya bendera yang tidak biasa,
tiba-tiba berkibarlah sebuah bendera
pada saat demonstrasi, yaitu bendera
yang dikenal dengan bendera kaisar
Jepang. Nah, apakah bendera tersebut?
Apa maknanya? Nah, sekarang kita bakal
masuk ke dalam pembahasan makna dari
bendera kaisar yang berkibar ketika
demonstrasi ini.
Jadi, geng, pada saat demonstrasi
terjadi, selain bendera Jepang yang
sudah biasa kita lihat dan yang kita
tahulah, familiar gitu, ternyata ada
bendera lain yang ikut berkibar.
Benderanya hampir sama seperti bendera
Jepang biasanya, tapi ada garis-garis
merah ee di tengah-tengah lingkaran. Dan
itu apa sebenarnya? Nah, sebenarnya itu
adalah bendera Jepang juga. Jadi, selain
bendera dengan lingkaran merah doang di
tengah, ada bendera Jepang yang lain
yang memiliki garis-garis merah, Geng.
Bendera itu disebut dengan The Rising
Sunflag atau bendera matahari terbit.
dalam bahasa Jepangnya bernama Kyok
Kujitsuki. Kedua bendera ini sebenarnya
sudah digunakan sejak lama bahkan dari
berabad-abad yang lalu. Nah, yang jadi
bendera nasional adalah bendera dengan
lingkaran merah doang. Nah, tapi kita
flashback sedikit ke sejarahnya dulu ya,
Geng. Jadi, bendera Jepang dan simbol
matahari terbit sudah memiliki makna
simbolis di Jepang sejak periode Asuka
dari tahun 538
sampai dengan 710 Masehi. Lingkaran atau
cakra merah yang ada di bendera Jepang
itu melambangkan matahari dan
garis-garis merah adalah sinar cahaya
yang bersinar dari matahari terbit.
Desain bendera matahari terbit atau
asahi sudah banyak digunakan sejak zaman
dulu dan sebagiannya menyebut bendera
tersebut sebagai hiashi yang digunakan
sebagai lambang samurai terutama oleh
para samurai di wilayah Kyushu. Nah,
ketika itu geng banyak jenis bendera
dari matahari terbit ini. Contohnya
bendera dari Klen Kikuchi yang memiliki
garis berjumlah delapan yang
melambangkan sinar matahari. Ada juga
bendera dari clen Ryuoji dan clen Kusano
yang memiliki 12 variasi sinar matahari.
Nah, bendera ini dikibarkan untuk
menghormati sebuah peristiwa yang
menguntungkan seperti kelahiran anak
atau perayaan musiman. Di antara
bendera-bendera tersebut ada satu
bendera nih, yaitu bendera matahari
terbit yang terkenal. Yaitu bendera
dengan 16 garis yang merepresentasikan
sinar matahari. Dan inilah bendera yang
disebut dengan bendera matahari terbit
atau Kyok Kujitsuki. Bendera tersebut
kemudian digunakan sebagai simbol
nasional tradisional Jepang eh
setidaknya sejak zaman Edo pada tahun eh
1603 Masehi. Dan bendera matahari terbit
secara historis digunakan oleh Daimio,
yaitu bangsawan Jepang dan militer
Jepang khususnya angkatan darat
kekaisaran Jepang serta angkatan laut
kekaisaran Jepang.
Tentara kekaisaran Jepang ini pertama
kali mengadopsi bendera matahari terbit
di tahun 1870.
Nah, kalian tahu juga kan, Geng? Jepang
pada saat itu juga menginvasi
negara-negara di Asia mulai dari Cina,
Korea sampai negara kita Indonesia. Nah,
ketika mereka menjajah negara lain ini,
nih, Jepang menggunakan bendera matahari
terbit ini, Geng. Sebagai bendera
militer mereka. Jadi makna dari apa, ya?
Bendera militer mereka ini seram
sebenarnya, ya. Mengandung banyak nyawa.
Nah, di saat itu juga Jepang sebenarnya
itu beraliansi dengan Jerman dan Italia
dalam Perang Dunia Kedua yang
pemimpinnya adalah seorang fasis, ya
kan? Nah, walaupun pada saat itu Jepang
masih berbentuk feodal karena masuk ke
dalam blokis ee bersama dengan Jerman
dan juga Italia. Nah, Jepang ini
dianggap memiliki ideologi yang kurang
lebih sama dengan kedua negara tadi.
Oleh karena itu, bendera dengan 16 garis
merah tadi dianggap oleh berbagai negara
Asia yang pernah jadi negara yang
dijajah oleh Jepang dulu sebagai bendera
penjajahan atau bendera imperialisme
Jepang. Jadi, ee kalau Jepang pakai
bendera itu, itu melambangkan Jepang
yang kejam, yang jahat. Pokoknya banyak
darah yang tumpah lah gara-gara bendera
itu. Meskipun saat ini Jepang sudah
memiliki bendera nasional, tapi bendera
matahari terbit ini enggak dilarang di
Jepang, Geng. Walaupun bagi orang-orang
yang terjajah kayak Cina, kayak Korea,
dan khususnya Indonesia nih yang paling
sakit banget dijajah oleh Jepang,
bendera ini sakral. Sakral karena sudah
merenggut banyak nyawa pada saat itu.
Nah, tapi di negara mereka bahkan masih
menjadi bendera dari angkatan laut
bahkan ya. Dan ada bendera serupa yang
sudah sedikit dimodifikasi juga
digunakan oleh militer reguler Jepang.
Bahkan, Geng, ketika turnamen olahraga
terbesar di dunia yaitu Olimpiade tahun
2020 yang diselenggarakan di Tokyo itu
masih banyak orang Jepang yang
mengibarkan bendera tersebut. Nah,
berkibarnya bendera tersebut menuai
berbagai kontroversi, menuai sorotan
dari berbagai politisi sampai ya pihak
negara lain yang membandingkannya dengan
swastika milik Nazi Jerman. Korea
Selatan yang pernah menjadi negara yang
dijajah oleh Jepang ingin pada saat itu
agar pengibaran bendera matahari terbit
itu dilarang selama Olimpiade
berlangsung. Karena kan ee pihak Korea
Selatan itu juga paling sakitlah dijajah
oleh Jepang. Dan lambang tersebut adalah
lambang yang mengerikan bagi mereka.
Tapi geng, pihak penyelenggara olimpiade
mengatakan bendera itu banyak digunakan
di Jepang. Jadi bukanlah sebuah
pernyataan politik. Walaupun ada trauma
yang mendalam bagi negara-negara yang
pernah dijajah oleh Jepang, tapi menurut
Jepang ya bendera itu biasa aja.
South Korea's National Assembly has
adopted a resolution urging Olympics
officials to ban use of Japan's Imperial
Rising Sunflag during 2020 Tokyo
Olympics.
Pada saat itu juga ada statement dari
Kementerian Luar Negeri Jepang yang
memberikan penjelasan resmi yang cuma
melihat bendera itu dari sisi sejarah
secara umum misalnya budaya dan tradisi.
tanpa menyebut kalau bendera tersebut
juga pernah menjadi simbol militerisme
pada perang dunia Kedua dengan segala
kekejamannya. Jadi mereka tuh kayak
mengenyampingkan bahwa apa ya ee
kekejaman mereka itu disertai dengan
lambang bendera tersebut. Mereka enggak
peduli dengan traumanya negara lain.
Menurut mereka itu cuma simbol.
Kementerian Luar Negeri Jepang itu
menyatakan bahwa bendera itu sebenarnya
udah lama dipakai di Jepang untuk
hal-hal yang gak berkaitan dengan
militer seperti tanda keberhasilan
nelayan, perayaan kelahiran, festival
musiman sampai dengan ya dijadikan
sebagai bendera kapal pasukan bela diri
maritim Jepang. Sehingga menurut
pemerintah tuduhan bahwa bendera itu
sebagai simbol politik atau militerisme
adalah anggapan yang salah. Menurut
mereka terlalu lebay. Nah, tapi enggak
gitu juga ya, Geng. Namanya juga orang
pernah dijajah bagi Jepang ya. ya udah
gitu doang. Tapi kan negara yang sudah
pernah dijajah rasanya tuh kan trauma
gitu. Terus bahkan dikatakan media Asahi
Shimbun yang dikenal berpandangan
politik liberal juga memakai versi
desain bendera tersebut di dalam
logonya. Ini dijadikan argumen
pemerintah Jepang bahwa bendera itu
bukan murni simbol perang, melainkan
bagian dari budaya sehari-hari, katanya.
Nah, namun geng seperti yang kita lihat
ya, saat ini bendera tersebut kembali
berkibar ketika demonstrasi menolak
imigran di Jepang. Bagi orang-orang yang
termasuk ke dalam kelompok nasionalis
dan konservatif, tentunya bagi mereka
ini bukan hanya sekedar bagian dari
kebudayaan, tapi memaknai bendera ini
sebagai simbol dari kejayaan masa lalu
dan identitas bagi orang Jepang ketika
Jepang lagi kuat-kuatnya. Sehingga
pastinya bendera ini dijadikan sebagai
simbol politik bagi orang Jepang saat
melakukan demo tersebut yang sedang
menentang keberadaan dari para imigran
yang dianggap sudah terlalu banyak di
Jepang. Hal ini juga enggak luput dari
partai sayap kanan Jepang yang mulai
bangkit yang menunjukkan bahwa saat ini
orang-orang Jepang mulai menentang
keberadaan imigran di negara mereka. Ya
menurut gua wajar aja sih, enggak usah
ngomong dari India dan Afrika. yang dari
negara kita aja, dari Indonesia aja udah
banyak banget e apa kasusnya yang
ngebegal orang lah, yang coba ee jadi
gengster lah di sana, yang tiba-tiba
bikin perkumpulan silat pakai e
spanduk-spanduk itu kan mengganggu. Nah,
jadi makanya kalau ditambah lagi dengan
imigran India dan Afrika, enggak tahu
deh Jepang bakal jadi kayak gimana.
Makanya wajar masyarakatnya protes. Oke,
sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan kebangkitan partai sayap
kanan di Jepang yang menjadi salah satu
pemicu kenapa pergerakan demo di Jepang
ini ya cukup masif.
Jadi, geng, ada sebuah partai berhaluan
kanan di Jepang. Partai ini bernama
Sansito yang lahir di tahun 2020 di
tengah pandemi Covid-19. Di saat itu,
partai tersebut menjadi terkenal berkat
video-video di YouTube yang menyebarkan
teori konspirasi terkait vaksinasi dan
menyuarakan gerakan antimasker. Partai
ini meraih kursi pertamanya di Majelis
Tinggi di tahun 2022. Jadi, masih baru
banget. Nah, mereka meraihnya melalui
kampanye yang menunjukkan diri mereka
sebagai partai antiglobalis. Jadi,
enggak mau ikut-ikutan dengan elit
global Amerika dan segala macamnya lah.
Pengaruh Eropa apalagi enggak mau
mereka. Para pendukung Sansito ini
selalu berbicara di berbagai rapat umum
terkait kelompok globalis dan lembaga
keuangan yang berkonspirasi untuk
menguasai warga negara yang enggak
berdaya. Di kampanye terbaru mereka,
Sansaito ini memberikan janji-janji
populis kepada rakyat Jepang seperti
pemotongan pajak konsumsi dan
peningkatan tunjangan anak. Tapi, Geng,
partai ini paling dikenal dengan
pandangan nasionalis dan narasi mereka
yang disebut dengan Japanese First atau
Jepang pertama yang mendapatkan banyak
dukungan dari masyarakat untuk melawan
para imigran. Pemimpin dari Sanito yaitu
Sohei Kamya itu mengatakan bahwa dia
terinspirasi oleh gaya politik yang
dilakukan oleh Donald Trump. Dia melihat
kalau Donald Trump sangat berani dalam
menyampaikan pidatonya dan berani
melawan imigran yang ada di Amerika. Ya
walaupun ya Donald Trump sendiri enggak
sadar diri. Dia sendiri kan imigran di
Amerika. Emang orang kulit putih orang
asli Amerika? Ya tidak. Malah penjajah
lagi. Bukan cuma imigran. Kalau misalkan
yang dianggap imigran cuma kulit hitam,
orang Mexiko, ya sadar diri aja. Yang
ngebawa orang kulit hitam ke Amerika
siapa? Ya, orang kulit putih ketika
zaman perbudakan.
Aneh-aneh aja ya Donald Trump gitu ya.
Aneh-aneh aja. Memang orang kulit putih
di sana tuh nganggap diri mereka pribumi
Amerika. No. Pribumi Amerika adalah suku
Astek. Pribumi Amerika adalah orang yang
disebut sebagai orang Indian. Dan kalau
berbicara suku Indian, terus orang Latin
ya, kayak orang Meksiko, orang dari
Brazil, terus orang dari Venezuela dan
lain-lainlah dikatakan mereka adalah
imigran kalau masuk ke Amerika. Jangan
salah, mereka lebih Amerika daripada
orang kulit putih, Geng. Kenapa? Karena
orang Meksiko, orang Latin dari
Venezuela, mereka itu adalah campuran
orang kulit putih dengan orang suku
Astek. Makanya mereka cakep-cakep.
Makanya looks-nya mereka itu ya bagi
orang kita Indonesia tuh ganteng karena
udah campuran kulitnya merah tinggi
badannya ya kebanyakan sih enggak enggak
enggak setinggi bule bule kulit putih ya
karena mereka udah campur sama suku
Astek. Nah, secara garis keturunan
secara darah mereka lebih Amerika
dibandingkan orang kulit putih Amerika
karena mereka punya keturunan suku Astek
tuh. Oke, kita balik lagi nih. Nah, di
saat itu geng Sohei Kamya sendiri pernah
menjadi anggota dari Partai Demokrat
Liberal atau ldp. Kemudian dia
mendirikan partai Sanito di tahun 2020
dan menjadi satu-satunya kandidat partai
tersebut yang terpilih sebagai anggota
majelis tinggi di tahun 2022. Sama
seperti Donald Trump, kamia ini menarik
perhatian orang Jepang dengan
pernyataannya dia yang sering provokatif
dan juga kontroversial selama dia
berkampanye. Di dalam sebuah rapat umum
yang diselenggarakan di Kagoshima, Kamia
ini pernah bilang di bawah pengaruh
globalisme, perusahaan multinasional
sudah mengubah kebijakan Jepang demi
kepentingan mereka sendiri. Nah, jika
orang Jepang gagal melawan tekanan asing
seperti ini, maka Jepang bakal menjadi
negara koloni, kata dia. Dan di awal
tahun 2025, Kamia menghadapi kecaman
setelah dia menyebutkan kebijakan
kesetaraan gender sebagai sebuah
kesalahan. Nah, diserang tuh dia sama
feminis-feminis tuh. Nah, dia
menyebutkan bahwa kebijakan ini akan
mendorong perempuan untuk bekerja dan
mencegah mereka memiliki lebih banyak
anak. Karena saat ini Jepang sedang
diancam oleh krisis demografi. Nah,
sebenarnya ada benarnya yang dia
ucapkan. Selama 3 tahun partai oposisi
cuma menduduki satu kursi di Majelis
Tinggi Parlemen Jepang yang
beranggotakan 248
orang. Tapi, geng, pada tanggal 20 Juli
2025, Sans Saito muncul sebagai salah
satu pemenang terbesar dalam pemilu
Jepang dengan menduduki 14 kursi. Tuh.
[Musik]
Dan hasil pemilu tersebut menunjukkan
bahwa janji-janji yang diberikan oleh
Sanato kepada masyarakat berhasil meraih
simpati dari kaum muda konservatif dan
mengambil basis pendukung dari ldpuasa
di Jepang. Dan hal ini juga menunjukkan
bahwa adanya rasa frustasi di
tengah-tengah masyarakat Jepang karena
negara tersebut menghadapi hambatan
ekonomi, krisis, biaya hidup, dan
negosiasi perdagangan dengan Amerika
Serikat. Nah, para pemilih konservatif
yang sebelumnya mendukung ldp saat ini
sudah beralih ke Sanito. Penyebabnya
karena Ishiba sebagai perdana menteri
dianggap tidak cukup konservatif oleh
banyak pendukung mantan perdana menteri
yang bernama Shinzo Abe. Karena Sinzo
Abe ini kan dikenal memiliki pandangan
nasionalis yang kuat. Salah satunya pada
RUU yang disahkan di bawah pemerintahan
Isida untuk mempromosikan kesadaran soal
keberadaan lagi BT. sebuah gerakan yang
sangat ditentang oleh orang-orang yang
konservatif. Ya iyalah ditentang sama
orang-orang konservatif. Udah mana di
Jepang udah apa ya laki-laki
perempuannya jarang skid papap, anak
mereka jarang lahir, manusianya udah
berkurang, malah ada lagi bett segala.
Ya makin sepi lah Jepang itu. Nah
kemudian geng dukungan terhadap Sanseito
ini dilandasi karena adanya kemarahan
rakyat Jepang terhadap imigran. Jumlah
penduduk asing di Jepang mencapai rekor
3,8 juta orang pada akhir 2024. Banyak
banget. Angka tersebut menandakan
peningkatan sebesar 10,5% dari tahun
sebelumnya. Dan bagi orang-orang yang
dengan pandangan konservatif, seharusnya
pemerintah itu memberlakukan kebijakan
yang bisa menaikkan angka kelahiran di
Jepang. Bukannya dengan membawa imigran
masuk ke Jepang untuk mengisi itu
negara. Dan selain itu, jumlah wisatawan
juga mencapai rekor tertinggi sepanjang
masa, Geng. yaitu sekitar 36,9 juta
orang di tahun lalu. Dan Sansa itu
memanfaatkan keresahan yang berkembang
terkait imigrasi dengan menyalahkan ldp
atas kebijakan yang sudah mengizinkan
lebih banyak orang asing untuk masuk ke
negara tersebut. Ditambah dengan
perilaku buruk yang dilakukan oleh
beberapa wisatawan yang semakin
memperkeruh suasana dan menciptakan
kesan masalah asing yang besar banget di
Jepang. Jadinya orang Jepang tuh kayak
ngelihat orang asing kayak, "Ah, pasti
bikin masalah nih, bikin ah." gitulah.
Nah, jadi makin banyak aja e
pengaruhnya. Nah, jika dilihat dari
sejarahnya, Jepang selalu berhati-hati
terhadap masuknya orang asing ke negara
mereka. Bahkan dulu negara ini kan apa
ya, kayak terisolasilah. Mereka tuh
enggak mau membuka diri dulu. Udah kayak
Korea Utara, belakangan baru mereka
membuka diri. Tapi karena populasi
lansia di Jepang sudah semakin banyak,
pemerintah melonggarkan undang-undang
imigrasi ini dalam beberapa tahun
terakhir sebagai upaya untuk
meningkatkan jumlah tenaga kerja, jumlah
orang yang menghuni itu Jepang. Dan
sebagian warga Jepang merasa frustasi
dengan masuknya orang asing dan
menyalahkan mereka atas meningkatnya
kejahatan dan inflasi. Kurang dari
seminggu sebelum pemilu kemarin, pihak
berwenang membentuk komite baru yang
bertujuan untuk meredakan kekhawatiran
warga yang berjanji untuk membentuk
masyarakat yang bisa hidup berdampingan
secara tertib dan harmonis dengan warga
negara asing. Tapi sepertinya itu semua
terlambat karena dengan bangkitnya
partai kanan seperti Sanse itu
menunjukkan adanya titik balik di dalam
perpolitikan di Jepang. Dan di saat ini
sentimen xenofobia juga meningkat di
Jepang. Nah, xenofobia ini istilah yang
berarti ketakutan, kebencian, dan
prasangka buruk terhadap orang asing,
geng. Atau sesuatu yang dianggap berasal
dari luar kelompoknya dia. Jadi, kayak
bukan sesama sukunya atau mungkin bukan
sesama orang Jepangnya, dia tuh enggak
percaya, benci, gitu. Nah, hal ini
diungkapkan oleh Shinugok, yaitu warga
keturunan Korea generasi ketiga di
Jepang yang bekerja sebagai konsultan
pengembangan sumber daya manusia
sekaligus perwakilan anti ujaran
kebencian. Dia mengaku merasa was-was
soal gerakan anti imigran yang bisa
memicu diskriminasi, eksklusi, dan
bahkan kekerasan massa yang meningkat.
Selama kampanye pemilu kemarin, dia
menerima banyak sekali keluhan dari
warga keturunan Asia yang lain yang
mengatakan mereka tidak lagi merasa aman
berjalan di jalanan Jepang karena rasa
benci itu sudah mulai muncul. Dan ada
juga yang takut dipanggil dengan namanya
ketika berobat di rumah sakit atau saat
memesan sesuatu melalui telepon. Karena
kalau misalkan namanya disebut nih,
misalkan dia di rumah sakit lagi
ngantri, misalkan disebut namanya siapa?
Rizky. Ya, udah pasti orang Indonesia,
ketahuan gitu. Nah, orang-orang sudah
mulai was-was sebagai orang asing atau
imigran di Jepang karena udah ada
kelompok pembencinya. Nah, terus geng
terkait dengan isu bahwa pemerintah
Jepang bakal membuat negara kedua bagi
imigran Afrika, pemerintah mereka sudah
mengeluarkan statementnya. Atas jawaban
ini, kepala sekretaris kabinet yang
bernama Hayashi Yoshimasa mengadakan
sebuah konferensi pers untuk menepis
rumor tersebut. Yoshimasa mengatakan,
"Tidak ada rencana untuk mendorong
penerimaan imigran atau mengeluarkan
visa khusus bagi penduduk negara Afrika,
apalagi untuk menjadikan kota-kota di
Jepang sebagai tempat tinggal kedua
mereka atau negara mereka yang baru. Dan
program tersebut akan menerima peserta
magang melalui program pelatihan JA atau
JIK." Dan program itu bersifat
sementara. Lalu setelahnya para peserta
bakal kembali ke negara asal mereka
masing-masing. Jadi enggak untuk jadi
warga Jepang atau tinggal di Jepang atau
apalagi dikasih tanah untuk bikin negara
sendiri. Enggaklah. Oleh karena itu ya
pihak dari JIK ini dan otoritas lainnya
mendesak pemerintah Afrika dan media
lokal negara tersebut untuk mengkoreksi
informasi. Jadi jangan menyebarkan hoa
gitu. Nah, karena ternyata berita
tersebut justru ramai diberitakan oleh
media lokal Afrika. Jadi ngada-ngada tuh
berita di Afrika. Jadi informasi
tersebut tidak benar sama sekali. Namun
ketidaksukaan warga Jepang terhadap
imigran termasuk kepada orang-orang
Afrika sudah terlanjur meluas. Mereka
sudah terlanjur benci. Pokoknya enggak
mau ada imigran Afrika yang tinggal dan
masuk di Jepang.
Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali
ini mengenai demonstrasi yang terjadi di
Jepang dan adanya pengibaran bendera
matahari terbit di Jepang. yang mana ini
menandakan ya di Jepang lagi enggak
baik-baik aja alias darurat. Warganya
marah terhadap kebijakan pemerintah yang
akan memasukkan para imigran dari India
dan juga Afrika untuk bekerja di sana.
Gimana, Geng, menurut kalian tentang
pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar
di bawah.