File TXT tidak ditemukan.
Transcript
2dj3WboLLLI • JEPANG AKAN DIISI IMIGRAN INDIA & AFRIKA ? WARGA MENGAMUK !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1537_2dj3WboLLLI.txt
Kind: captions Language: id Geng, Jepang saat ini sedang dilanda dilema. Ya, masyarakatnya sedang berdemo sekarang. Kalau kemarin kita membahas demo tentang negara kita, terus negara Nepal yang keos banget, ya kan? Nah, di video kali ini kita bakal membahas yang terjadi di Jepang. Demonya disebabkan karena rakyat Jepang merasa enggak terima dengan kebijakan pemerintah mereka yang tiba-tiba menjalin kerja sama secara dadakan dengan negara lain untuk melakukan pertukaran tenaga kerja. Hal ini dianggap bakal mengancam kehidupan rakyat Jepang. Karena jika kerja sama ini dilakukan, tentunya bakal banyak orang-orang dari luar negeri yang tinggal dan hidup di Jepang yang kita kenal sebagai negara yang sangat tenang yang seiring berjalannya waktu kemungkinan besar akan menyingkirkan orang-orang Jepang dari tanah mereka sendiri nantinya. Oleh karena itu ya urgensi tersebut disuarakan dengan tuntutan bagi pemerintah Jepang agar membatalkan kerja sama tersebut. Yang bikin rakyat Jepang lebih enggak mau lagi dan lebih menuntut untuk ee benar-benar tidak ingin kerja sama ini berlangsung adalah gara-gara pertukaran tenaga kerja atau pertukaran antar manusia ini melibatkan negara India dan juga Afrika. Dan itu benar-benar bikin orang-orang Jepang gak mau sama sekali karena mereka melihat track record ya terutama negara India yang sejauh ini kan video-video yang beredar di media sosial. bagaimana mereka ee dengan segala keunikan tradisi mereka ya kan, street food-nya, joget-jogetnya, terus tiba-tiba ada yang backflip atau kayak parkour-parkour gitu, alay-alainya dan juga beberapa fenomena masyarakat mereka yang berada di luar negeri. Contohnya kayak di Toronto kemarin dan juga yang ada di Inggris. Tiba-tiba mereka melaksanakan sebuah acara budaya yang membuat negara tersebut terlihat kayak negara mereka. Nah, makanya rakyat Jepang tuh benar-benar gak mau. Gak mau hal ini sampai terjadi. Terus ada yang menarik, Geng, dari protes rakyat Jepang kali ini. Nah, tiba-tiba nih, Geng, ada sebuah bendera yang berkibar, yaitu bendera kaisar Jepang. Nah, ini pertanda apa? Nanti gua bakal jelaskan di pembahasan ini. Dan juga Elon Marx itu sampai-sampai ikut di dalam aksi ini. Nah, apa sih sebenarnya yang menjadi pemicu pemerintah Jepang sampai sebegitunya ingin mengadakan program ini dan sampai-sampai ada aksi protes yang menyebabkan berkibarnya bendera kaisar Jepang? Nah, kita bakal membahas secara lengkap tentang hal ini. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama kita akan membahas dulu soal demonstrasi di Jepang ini. Jadi, geng, sejumlah kota di Jepang dilanda aksi demonstrasi yang menolak rencana pemerintah mereka untuk membuka jalur imigrasi baru bagi pekerja, pelajar, dan peneliti asal India. Sekitar bulan Agustus kemarin terjadi pertemuan antara Perdana Menteri Jepang yang bernama Ishiba Shiger dan juga Perdana Menteri India yaitu Narendra Modi di Tokyo pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2025. Mereka menghadiri acara yang bernama Forum Bisnis Bersama dengan berbagai pengusaha. Di dalam pidatonya, Narendra Modi menyebutkan bahwa India dan Jepang akan membentuk apa yang disebut dengan abad Asia dengan menekankan bahwa India adalah gerbang masuk segala investasi Jepang ke Asia Selatan. Jika bisa bermitra dengan India, pasti ke negara-negara lain di kawasan tersebut bakal relatif lebih mudah. Nah, dia mencontohkan salah satu perusahaan Jepang yaitu Suzuki yang sukses selama bertahun-tahun di India. Dia melihat kesuksesan ini enggak cuma di sektor otomotif aja, tapi juga bisa diterapkan di sektor robotika. baterai dan juga semikonduktor sampai dengan perkapalan. Berbagai reformasi peraturan menurut Narendra Modi membuat iklim investasi India lebih transparan dan bisa diperkirakan ditambah dengan faktor Jepang sebagai pusatnya teknologi. Sementara India adalah negara penghasil sumber daya manusia yang berkualitas. Nah, jika kedua negara bekerja sama maka mereka bisa memimpin revolusi teknologi di Asia. Garis bawahi itu ya. India penghasil sumber daya manusia yang berkualitas. tuh ya memang enggak bisa dipungkiri banyak banget pemimpin-pemimpin ahli IT, CEOCEO ya yang berasal dari India. Terus yang unik-uniknya apa enggak ada dari India? Banyak juga yang dari India. Ah itu terjadi kenapa? Karena manusianya emang banyak banget mendominasi muka bumi ini. Terus geng, dua pemimpin negara ini membahas kerja sama di bidang ekonomi, pertukaran orang sampai dengan ke pertahanan. Jepang juga memastikan bakal menanam modal sebesar 10 triliun yen atau setara dengan 68 miliar dolar Amerika di India. Nah, investasi itu dikatakan untuk 10 tahun ke depan dan Ishiba menyebutkan bahwa pasar India tidak cuma besar tapi juga dinamis dan berpotensi besar memicu pergerakan ekonomi Jepang. Kebijakan ini diambil karena baik India dan Jepang adalah sama-sama terdampak akibat tarif impor balasan yang dilakukan oleh Donald Trump. Nah, India dikenakan tarif sebesar 25%. Setelah itu, Trump kembali menambahkan tarif 25% lagi karena India masih membeli minyak dari Rusia. Sehingga jika ditotal, ya tarifnya itu sebesar 50%. Nah, Jepang juga mendapatkan tarif sebesar 15% oleh Trump. Seharusnya Ryosei Akazawa pemimpin delegasi Jepang pergi ke Amerika pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2025 kemarin untuk perundingan putaran ke-10 dengan Amerika. Tapi dia membatalkan itu. Enggak. Jadi juga mengatakan kedua negara memiliki nilai-nilai yang sama. Mereka sama-sama negara demokrasi dan berlandaskan hukum. Dalam 5 tahun ke depan bakal ada 500.000 orang yang bakal menjadi bagian dari pertukaran pekerja antar kedua negara. Kebayang enggak tuh banyak orang-orang India yang bakal masuk ke Jepang, Geng. Deng deng deng deng deng deng deng. Waduh, ada yang wus wus. Aduh. Gila ya, keren ya. Kita bakal melihat Abang Raju, Abang Raj di sana dengan rambut-rambut ala-alanya. Di dalam pertemuan tersebut, Ishiba dan Modi juga membahas soal dialog keamanan kuadrilateral. Nah, dua negara lain yang tergabung di dalam kuat ini adalah Amerika dan Australia. Dialog tersebut bertujuan untuk membendung pengaruh Cina di kawasan Indo Pasifik. Negara-negara anggota dialog kuat memiliki rencana untuk memperbarui fakta kerja sama mereka. Dan kuat itu dibentuk di tahun 2008 dan sejak itu belum ada revisi dari isi perjanjian mereka. Nah, menurut pernyataan India dan Jepang, kedua negara berkomitmen untuk menjaga kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka. Ini bukan pernyataan bersama, melainkan dikeluarkan oleh pemerintah masing-masing menurut Modi. Dan Indo Pasifik itu harus dijaga sebagai kawasan yang bebas dan terbuka sehingga segala hal di kawasan itu hendaknya berlandaskan sesuai dengan peraturan internasional. Informasi lainnya yang gua ambil dari media lokal Jepang yaitu NHK World Japan itu menyebutkan bahwa Ishiba dan Modi diperkirakan bakal sepakat untuk kerja sama dalam eksplorasi area di kutub selatan bulan. Nah, jadi bukan kutub selatan di bumi, Geng. Tapi justru di bulan yang artinya kemungkinan besar Jepang dan India bakal sama-sama membangun misi antariksa untuk eksplorasi ke bulan. Alasannya ya karena daerah tersebut diyakini memiliki persediaan air yang masih dalam bentuk es katanya. Gila ya. Nah, terus Geng enggak cuma India doang, Geng. Ada kebijakan lain yang menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat Jepang. Sebab Japan International Corporation Agency atau JICA atau JIACA itu mengumumkan rencana bahwa akan ada empat kota yang ingin dijadikan sebagai kampung halaman bagi para imigran Afrika. Bahkan disebut-sebut kalau empat kota tersebut bakal menjadi negara pengganti bagi para imigran. Buset, enak banget ya. Tiba-tiba dikasih tanah gratis sama Jepang. Nah, ini karena Jepang itu udah krisis manusia, udah kurang banget manusia di sana. In Yokohama aimsen bilateral relations with Nigeria, Tanzania, Ghana, and Mozambe. The four cities will foster a foundation for two way exchanges for manpel that will add value to the economic growth of Japan. Negara-negara yang disebutkan tadi itu adalah Tanzania yang akan berdiri di kota Nagai di prefektur utara Yamagat, Nigeria yang bakal berdiri di kota Kisarazu di prefektur Chiba dekat dengan Tokyo. Terus Ghana yang bakal berdiri di kota Sanjo di prefektur Nigata. dan Mozambik yang bakal berdiri di kota Imabari di prefektur barat Ehime. Kota-kota tersebut dipilih karena hubungan mereka yang sudah terjalin dengan negara Afrika dan rencana tersebut bertujuan untuk mendorong lebih banyak lagi pertukaran dan membina orang-orang yang bisa menjadi penghubung antara Jepang dan Afrika. Nah, pengumuman terkait kebijakan itu sudah memicu berbagai rumor di internet yang menyebutkan bahwa tujuan dari kebijakan tersebut adalah menerima imigran dari Afrika. Wah, gila banget ya kebijakan pemerintah Jepang. Karena dua kebijakan ini dinilai bakal membuat imigran yang masuk ke Jepang semakin bertambah. Orang-orang Jepang pun menyuarakan protesnya dengan melangsungkan demonstrasi. Para demonstr anti imigran ini berbaris di jalanan kota-kota besar termasuk di Osaka. Nah, para demonstran mengibarkan spanduk yang bertuliskan di dalam bahasa Indonesia akhiri imigrasi massal dan Lindungi Rakyat Jepang. Nah, namun berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia dan Nepal, aksi yang berlangsung berjalan dengan damai. Demonstrasi di Jepang ini sampai menarik perhatian dari Elon Marx, geng. Dia secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap demonstrasi anti imigran di negara tersebut. Elon Marx memang dikenal sebagai pendukung partai-partai sayap kanan dan enggak cuma di Amerika aja, tapi di berbagai negara yang salah satunya adalah Alternative for Germany. Nah, Elon Marx itu merret postingan dari akun The British Patriot yang memposting bagaimana situasi aksi yang terjadi di Jepang. Dan Elon Max merret hal tersebut serta menambahkan komentar good yang artinya bagus. Nah, video tersebut diyakini direkam di Pelabuhan Osaka pada hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2025 yang memperlihatkan sekelompok kecil massa yang membawa bendera Jepang dan spanduk anti imigrasi massal termasuk salah satunya bertuliskan don't make Japan Afrika atau bahasa Indonesianya jangan membuat Jepang jadi Afrika. Wah gila keras penolakannya. Tapi enggak cuma itu, Geng. Yang menarik dari demonstrasi yang terjadi di Jepang karena adanya bendera yang tidak biasa, tiba-tiba berkibarlah sebuah bendera pada saat demonstrasi, yaitu bendera yang dikenal dengan bendera kaisar Jepang. Nah, apakah bendera tersebut? Apa maknanya? Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan makna dari bendera kaisar yang berkibar ketika demonstrasi ini. Jadi, geng, pada saat demonstrasi terjadi, selain bendera Jepang yang sudah biasa kita lihat dan yang kita tahulah, familiar gitu, ternyata ada bendera lain yang ikut berkibar. Benderanya hampir sama seperti bendera Jepang biasanya, tapi ada garis-garis merah ee di tengah-tengah lingkaran. Dan itu apa sebenarnya? Nah, sebenarnya itu adalah bendera Jepang juga. Jadi, selain bendera dengan lingkaran merah doang di tengah, ada bendera Jepang yang lain yang memiliki garis-garis merah, Geng. Bendera itu disebut dengan The Rising Sunflag atau bendera matahari terbit. dalam bahasa Jepangnya bernama Kyok Kujitsuki. Kedua bendera ini sebenarnya sudah digunakan sejak lama bahkan dari berabad-abad yang lalu. Nah, yang jadi bendera nasional adalah bendera dengan lingkaran merah doang. Nah, tapi kita flashback sedikit ke sejarahnya dulu ya, Geng. Jadi, bendera Jepang dan simbol matahari terbit sudah memiliki makna simbolis di Jepang sejak periode Asuka dari tahun 538 sampai dengan 710 Masehi. Lingkaran atau cakra merah yang ada di bendera Jepang itu melambangkan matahari dan garis-garis merah adalah sinar cahaya yang bersinar dari matahari terbit. Desain bendera matahari terbit atau asahi sudah banyak digunakan sejak zaman dulu dan sebagiannya menyebut bendera tersebut sebagai hiashi yang digunakan sebagai lambang samurai terutama oleh para samurai di wilayah Kyushu. Nah, ketika itu geng banyak jenis bendera dari matahari terbit ini. Contohnya bendera dari Klen Kikuchi yang memiliki garis berjumlah delapan yang melambangkan sinar matahari. Ada juga bendera dari clen Ryuoji dan clen Kusano yang memiliki 12 variasi sinar matahari. Nah, bendera ini dikibarkan untuk menghormati sebuah peristiwa yang menguntungkan seperti kelahiran anak atau perayaan musiman. Di antara bendera-bendera tersebut ada satu bendera nih, yaitu bendera matahari terbit yang terkenal. Yaitu bendera dengan 16 garis yang merepresentasikan sinar matahari. Dan inilah bendera yang disebut dengan bendera matahari terbit atau Kyok Kujitsuki. Bendera tersebut kemudian digunakan sebagai simbol nasional tradisional Jepang eh setidaknya sejak zaman Edo pada tahun eh 1603 Masehi. Dan bendera matahari terbit secara historis digunakan oleh Daimio, yaitu bangsawan Jepang dan militer Jepang khususnya angkatan darat kekaisaran Jepang serta angkatan laut kekaisaran Jepang. Tentara kekaisaran Jepang ini pertama kali mengadopsi bendera matahari terbit di tahun 1870. Nah, kalian tahu juga kan, Geng? Jepang pada saat itu juga menginvasi negara-negara di Asia mulai dari Cina, Korea sampai negara kita Indonesia. Nah, ketika mereka menjajah negara lain ini, nih, Jepang menggunakan bendera matahari terbit ini, Geng. Sebagai bendera militer mereka. Jadi makna dari apa, ya? Bendera militer mereka ini seram sebenarnya, ya. Mengandung banyak nyawa. Nah, di saat itu juga Jepang sebenarnya itu beraliansi dengan Jerman dan Italia dalam Perang Dunia Kedua yang pemimpinnya adalah seorang fasis, ya kan? Nah, walaupun pada saat itu Jepang masih berbentuk feodal karena masuk ke dalam blokis ee bersama dengan Jerman dan juga Italia. Nah, Jepang ini dianggap memiliki ideologi yang kurang lebih sama dengan kedua negara tadi. Oleh karena itu, bendera dengan 16 garis merah tadi dianggap oleh berbagai negara Asia yang pernah jadi negara yang dijajah oleh Jepang dulu sebagai bendera penjajahan atau bendera imperialisme Jepang. Jadi, ee kalau Jepang pakai bendera itu, itu melambangkan Jepang yang kejam, yang jahat. Pokoknya banyak darah yang tumpah lah gara-gara bendera itu. Meskipun saat ini Jepang sudah memiliki bendera nasional, tapi bendera matahari terbit ini enggak dilarang di Jepang, Geng. Walaupun bagi orang-orang yang terjajah kayak Cina, kayak Korea, dan khususnya Indonesia nih yang paling sakit banget dijajah oleh Jepang, bendera ini sakral. Sakral karena sudah merenggut banyak nyawa pada saat itu. Nah, tapi di negara mereka bahkan masih menjadi bendera dari angkatan laut bahkan ya. Dan ada bendera serupa yang sudah sedikit dimodifikasi juga digunakan oleh militer reguler Jepang. Bahkan, Geng, ketika turnamen olahraga terbesar di dunia yaitu Olimpiade tahun 2020 yang diselenggarakan di Tokyo itu masih banyak orang Jepang yang mengibarkan bendera tersebut. Nah, berkibarnya bendera tersebut menuai berbagai kontroversi, menuai sorotan dari berbagai politisi sampai ya pihak negara lain yang membandingkannya dengan swastika milik Nazi Jerman. Korea Selatan yang pernah menjadi negara yang dijajah oleh Jepang ingin pada saat itu agar pengibaran bendera matahari terbit itu dilarang selama Olimpiade berlangsung. Karena kan ee pihak Korea Selatan itu juga paling sakitlah dijajah oleh Jepang. Dan lambang tersebut adalah lambang yang mengerikan bagi mereka. Tapi geng, pihak penyelenggara olimpiade mengatakan bendera itu banyak digunakan di Jepang. Jadi bukanlah sebuah pernyataan politik. Walaupun ada trauma yang mendalam bagi negara-negara yang pernah dijajah oleh Jepang, tapi menurut Jepang ya bendera itu biasa aja. South Korea's National Assembly has adopted a resolution urging Olympics officials to ban use of Japan's Imperial Rising Sunflag during 2020 Tokyo Olympics. Pada saat itu juga ada statement dari Kementerian Luar Negeri Jepang yang memberikan penjelasan resmi yang cuma melihat bendera itu dari sisi sejarah secara umum misalnya budaya dan tradisi. tanpa menyebut kalau bendera tersebut juga pernah menjadi simbol militerisme pada perang dunia Kedua dengan segala kekejamannya. Jadi mereka tuh kayak mengenyampingkan bahwa apa ya ee kekejaman mereka itu disertai dengan lambang bendera tersebut. Mereka enggak peduli dengan traumanya negara lain. Menurut mereka itu cuma simbol. Kementerian Luar Negeri Jepang itu menyatakan bahwa bendera itu sebenarnya udah lama dipakai di Jepang untuk hal-hal yang gak berkaitan dengan militer seperti tanda keberhasilan nelayan, perayaan kelahiran, festival musiman sampai dengan ya dijadikan sebagai bendera kapal pasukan bela diri maritim Jepang. Sehingga menurut pemerintah tuduhan bahwa bendera itu sebagai simbol politik atau militerisme adalah anggapan yang salah. Menurut mereka terlalu lebay. Nah, tapi enggak gitu juga ya, Geng. Namanya juga orang pernah dijajah bagi Jepang ya. ya udah gitu doang. Tapi kan negara yang sudah pernah dijajah rasanya tuh kan trauma gitu. Terus bahkan dikatakan media Asahi Shimbun yang dikenal berpandangan politik liberal juga memakai versi desain bendera tersebut di dalam logonya. Ini dijadikan argumen pemerintah Jepang bahwa bendera itu bukan murni simbol perang, melainkan bagian dari budaya sehari-hari, katanya. Nah, namun geng seperti yang kita lihat ya, saat ini bendera tersebut kembali berkibar ketika demonstrasi menolak imigran di Jepang. Bagi orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok nasionalis dan konservatif, tentunya bagi mereka ini bukan hanya sekedar bagian dari kebudayaan, tapi memaknai bendera ini sebagai simbol dari kejayaan masa lalu dan identitas bagi orang Jepang ketika Jepang lagi kuat-kuatnya. Sehingga pastinya bendera ini dijadikan sebagai simbol politik bagi orang Jepang saat melakukan demo tersebut yang sedang menentang keberadaan dari para imigran yang dianggap sudah terlalu banyak di Jepang. Hal ini juga enggak luput dari partai sayap kanan Jepang yang mulai bangkit yang menunjukkan bahwa saat ini orang-orang Jepang mulai menentang keberadaan imigran di negara mereka. Ya menurut gua wajar aja sih, enggak usah ngomong dari India dan Afrika. yang dari negara kita aja, dari Indonesia aja udah banyak banget e apa kasusnya yang ngebegal orang lah, yang coba ee jadi gengster lah di sana, yang tiba-tiba bikin perkumpulan silat pakai e spanduk-spanduk itu kan mengganggu. Nah, jadi makanya kalau ditambah lagi dengan imigran India dan Afrika, enggak tahu deh Jepang bakal jadi kayak gimana. Makanya wajar masyarakatnya protes. Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan kebangkitan partai sayap kanan di Jepang yang menjadi salah satu pemicu kenapa pergerakan demo di Jepang ini ya cukup masif. Jadi, geng, ada sebuah partai berhaluan kanan di Jepang. Partai ini bernama Sansito yang lahir di tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Di saat itu, partai tersebut menjadi terkenal berkat video-video di YouTube yang menyebarkan teori konspirasi terkait vaksinasi dan menyuarakan gerakan antimasker. Partai ini meraih kursi pertamanya di Majelis Tinggi di tahun 2022. Jadi, masih baru banget. Nah, mereka meraihnya melalui kampanye yang menunjukkan diri mereka sebagai partai antiglobalis. Jadi, enggak mau ikut-ikutan dengan elit global Amerika dan segala macamnya lah. Pengaruh Eropa apalagi enggak mau mereka. Para pendukung Sansito ini selalu berbicara di berbagai rapat umum terkait kelompok globalis dan lembaga keuangan yang berkonspirasi untuk menguasai warga negara yang enggak berdaya. Di kampanye terbaru mereka, Sansaito ini memberikan janji-janji populis kepada rakyat Jepang seperti pemotongan pajak konsumsi dan peningkatan tunjangan anak. Tapi, Geng, partai ini paling dikenal dengan pandangan nasionalis dan narasi mereka yang disebut dengan Japanese First atau Jepang pertama yang mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat untuk melawan para imigran. Pemimpin dari Sanito yaitu Sohei Kamya itu mengatakan bahwa dia terinspirasi oleh gaya politik yang dilakukan oleh Donald Trump. Dia melihat kalau Donald Trump sangat berani dalam menyampaikan pidatonya dan berani melawan imigran yang ada di Amerika. Ya walaupun ya Donald Trump sendiri enggak sadar diri. Dia sendiri kan imigran di Amerika. Emang orang kulit putih orang asli Amerika? Ya tidak. Malah penjajah lagi. Bukan cuma imigran. Kalau misalkan yang dianggap imigran cuma kulit hitam, orang Mexiko, ya sadar diri aja. Yang ngebawa orang kulit hitam ke Amerika siapa? Ya, orang kulit putih ketika zaman perbudakan. Aneh-aneh aja ya Donald Trump gitu ya. Aneh-aneh aja. Memang orang kulit putih di sana tuh nganggap diri mereka pribumi Amerika. No. Pribumi Amerika adalah suku Astek. Pribumi Amerika adalah orang yang disebut sebagai orang Indian. Dan kalau berbicara suku Indian, terus orang Latin ya, kayak orang Meksiko, orang dari Brazil, terus orang dari Venezuela dan lain-lainlah dikatakan mereka adalah imigran kalau masuk ke Amerika. Jangan salah, mereka lebih Amerika daripada orang kulit putih, Geng. Kenapa? Karena orang Meksiko, orang Latin dari Venezuela, mereka itu adalah campuran orang kulit putih dengan orang suku Astek. Makanya mereka cakep-cakep. Makanya looks-nya mereka itu ya bagi orang kita Indonesia tuh ganteng karena udah campuran kulitnya merah tinggi badannya ya kebanyakan sih enggak enggak enggak setinggi bule bule kulit putih ya karena mereka udah campur sama suku Astek. Nah, secara garis keturunan secara darah mereka lebih Amerika dibandingkan orang kulit putih Amerika karena mereka punya keturunan suku Astek tuh. Oke, kita balik lagi nih. Nah, di saat itu geng Sohei Kamya sendiri pernah menjadi anggota dari Partai Demokrat Liberal atau ldp. Kemudian dia mendirikan partai Sanito di tahun 2020 dan menjadi satu-satunya kandidat partai tersebut yang terpilih sebagai anggota majelis tinggi di tahun 2022. Sama seperti Donald Trump, kamia ini menarik perhatian orang Jepang dengan pernyataannya dia yang sering provokatif dan juga kontroversial selama dia berkampanye. Di dalam sebuah rapat umum yang diselenggarakan di Kagoshima, Kamia ini pernah bilang di bawah pengaruh globalisme, perusahaan multinasional sudah mengubah kebijakan Jepang demi kepentingan mereka sendiri. Nah, jika orang Jepang gagal melawan tekanan asing seperti ini, maka Jepang bakal menjadi negara koloni, kata dia. Dan di awal tahun 2025, Kamia menghadapi kecaman setelah dia menyebutkan kebijakan kesetaraan gender sebagai sebuah kesalahan. Nah, diserang tuh dia sama feminis-feminis tuh. Nah, dia menyebutkan bahwa kebijakan ini akan mendorong perempuan untuk bekerja dan mencegah mereka memiliki lebih banyak anak. Karena saat ini Jepang sedang diancam oleh krisis demografi. Nah, sebenarnya ada benarnya yang dia ucapkan. Selama 3 tahun partai oposisi cuma menduduki satu kursi di Majelis Tinggi Parlemen Jepang yang beranggotakan 248 orang. Tapi, geng, pada tanggal 20 Juli 2025, Sans Saito muncul sebagai salah satu pemenang terbesar dalam pemilu Jepang dengan menduduki 14 kursi. Tuh. [Musik] Dan hasil pemilu tersebut menunjukkan bahwa janji-janji yang diberikan oleh Sanato kepada masyarakat berhasil meraih simpati dari kaum muda konservatif dan mengambil basis pendukung dari ldpuasa di Jepang. Dan hal ini juga menunjukkan bahwa adanya rasa frustasi di tengah-tengah masyarakat Jepang karena negara tersebut menghadapi hambatan ekonomi, krisis, biaya hidup, dan negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. Nah, para pemilih konservatif yang sebelumnya mendukung ldp saat ini sudah beralih ke Sanito. Penyebabnya karena Ishiba sebagai perdana menteri dianggap tidak cukup konservatif oleh banyak pendukung mantan perdana menteri yang bernama Shinzo Abe. Karena Sinzo Abe ini kan dikenal memiliki pandangan nasionalis yang kuat. Salah satunya pada RUU yang disahkan di bawah pemerintahan Isida untuk mempromosikan kesadaran soal keberadaan lagi BT. sebuah gerakan yang sangat ditentang oleh orang-orang yang konservatif. Ya iyalah ditentang sama orang-orang konservatif. Udah mana di Jepang udah apa ya laki-laki perempuannya jarang skid papap, anak mereka jarang lahir, manusianya udah berkurang, malah ada lagi bett segala. Ya makin sepi lah Jepang itu. Nah kemudian geng dukungan terhadap Sanseito ini dilandasi karena adanya kemarahan rakyat Jepang terhadap imigran. Jumlah penduduk asing di Jepang mencapai rekor 3,8 juta orang pada akhir 2024. Banyak banget. Angka tersebut menandakan peningkatan sebesar 10,5% dari tahun sebelumnya. Dan bagi orang-orang yang dengan pandangan konservatif, seharusnya pemerintah itu memberlakukan kebijakan yang bisa menaikkan angka kelahiran di Jepang. Bukannya dengan membawa imigran masuk ke Jepang untuk mengisi itu negara. Dan selain itu, jumlah wisatawan juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, Geng. yaitu sekitar 36,9 juta orang di tahun lalu. Dan Sansa itu memanfaatkan keresahan yang berkembang terkait imigrasi dengan menyalahkan ldp atas kebijakan yang sudah mengizinkan lebih banyak orang asing untuk masuk ke negara tersebut. Ditambah dengan perilaku buruk yang dilakukan oleh beberapa wisatawan yang semakin memperkeruh suasana dan menciptakan kesan masalah asing yang besar banget di Jepang. Jadinya orang Jepang tuh kayak ngelihat orang asing kayak, "Ah, pasti bikin masalah nih, bikin ah." gitulah. Nah, jadi makin banyak aja e pengaruhnya. Nah, jika dilihat dari sejarahnya, Jepang selalu berhati-hati terhadap masuknya orang asing ke negara mereka. Bahkan dulu negara ini kan apa ya, kayak terisolasilah. Mereka tuh enggak mau membuka diri dulu. Udah kayak Korea Utara, belakangan baru mereka membuka diri. Tapi karena populasi lansia di Jepang sudah semakin banyak, pemerintah melonggarkan undang-undang imigrasi ini dalam beberapa tahun terakhir sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja, jumlah orang yang menghuni itu Jepang. Dan sebagian warga Jepang merasa frustasi dengan masuknya orang asing dan menyalahkan mereka atas meningkatnya kejahatan dan inflasi. Kurang dari seminggu sebelum pemilu kemarin, pihak berwenang membentuk komite baru yang bertujuan untuk meredakan kekhawatiran warga yang berjanji untuk membentuk masyarakat yang bisa hidup berdampingan secara tertib dan harmonis dengan warga negara asing. Tapi sepertinya itu semua terlambat karena dengan bangkitnya partai kanan seperti Sanse itu menunjukkan adanya titik balik di dalam perpolitikan di Jepang. Dan di saat ini sentimen xenofobia juga meningkat di Jepang. Nah, xenofobia ini istilah yang berarti ketakutan, kebencian, dan prasangka buruk terhadap orang asing, geng. Atau sesuatu yang dianggap berasal dari luar kelompoknya dia. Jadi, kayak bukan sesama sukunya atau mungkin bukan sesama orang Jepangnya, dia tuh enggak percaya, benci, gitu. Nah, hal ini diungkapkan oleh Shinugok, yaitu warga keturunan Korea generasi ketiga di Jepang yang bekerja sebagai konsultan pengembangan sumber daya manusia sekaligus perwakilan anti ujaran kebencian. Dia mengaku merasa was-was soal gerakan anti imigran yang bisa memicu diskriminasi, eksklusi, dan bahkan kekerasan massa yang meningkat. Selama kampanye pemilu kemarin, dia menerima banyak sekali keluhan dari warga keturunan Asia yang lain yang mengatakan mereka tidak lagi merasa aman berjalan di jalanan Jepang karena rasa benci itu sudah mulai muncul. Dan ada juga yang takut dipanggil dengan namanya ketika berobat di rumah sakit atau saat memesan sesuatu melalui telepon. Karena kalau misalkan namanya disebut nih, misalkan dia di rumah sakit lagi ngantri, misalkan disebut namanya siapa? Rizky. Ya, udah pasti orang Indonesia, ketahuan gitu. Nah, orang-orang sudah mulai was-was sebagai orang asing atau imigran di Jepang karena udah ada kelompok pembencinya. Nah, terus geng terkait dengan isu bahwa pemerintah Jepang bakal membuat negara kedua bagi imigran Afrika, pemerintah mereka sudah mengeluarkan statementnya. Atas jawaban ini, kepala sekretaris kabinet yang bernama Hayashi Yoshimasa mengadakan sebuah konferensi pers untuk menepis rumor tersebut. Yoshimasa mengatakan, "Tidak ada rencana untuk mendorong penerimaan imigran atau mengeluarkan visa khusus bagi penduduk negara Afrika, apalagi untuk menjadikan kota-kota di Jepang sebagai tempat tinggal kedua mereka atau negara mereka yang baru. Dan program tersebut akan menerima peserta magang melalui program pelatihan JA atau JIK." Dan program itu bersifat sementara. Lalu setelahnya para peserta bakal kembali ke negara asal mereka masing-masing. Jadi enggak untuk jadi warga Jepang atau tinggal di Jepang atau apalagi dikasih tanah untuk bikin negara sendiri. Enggaklah. Oleh karena itu ya pihak dari JIK ini dan otoritas lainnya mendesak pemerintah Afrika dan media lokal negara tersebut untuk mengkoreksi informasi. Jadi jangan menyebarkan hoa gitu. Nah, karena ternyata berita tersebut justru ramai diberitakan oleh media lokal Afrika. Jadi ngada-ngada tuh berita di Afrika. Jadi informasi tersebut tidak benar sama sekali. Namun ketidaksukaan warga Jepang terhadap imigran termasuk kepada orang-orang Afrika sudah terlanjur meluas. Mereka sudah terlanjur benci. Pokoknya enggak mau ada imigran Afrika yang tinggal dan masuk di Jepang. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai demonstrasi yang terjadi di Jepang dan adanya pengibaran bendera matahari terbit di Jepang. yang mana ini menandakan ya di Jepang lagi enggak baik-baik aja alias darurat. Warganya marah terhadap kebijakan pemerintah yang akan memasukkan para imigran dari India dan juga Afrika untuk bekerja di sana. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.