Transcript
rluTFccku6s • TURIS AUSTRALIA TEW4S MISTERIUS DI BALI & TANPA JANTUNG ! BYRON HADDOW
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1547_rluTFccku6s.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, sebelum gua mulai pembahasan ini,
gua mau disclaimer dulu kepada kalian
kalau pembahasan ini tidak bermaksud
untuk melanggar aturan YouTube. Tidak
bermaksud untuk membuat sesuatu yang
dilarang oleh YouTube. Karena ini murni
sebuah informasi dan semoga bisa menjadi
edukasi untuk kita semua. Dan di video
ini kalian harus banget mendengarkan ee
dengan teliti sampai akhir sampai
lengkap gitu ya. Supaya menjadi
pembelajaran buat kalian juga agar
selalu berhati-hati dengan diri kalian.
Geng, kalian masih ingat enggak beberapa
minggu lalu kita sempat ngebahas tentang
pasangan miliarder krypto yang ee
ditemukan tidak bernyawa di Bali. Nah,
ceritanya udah kita bahas di video ini
ya. Nah, waktu itu kasusnya dinyatakan
sebagai kasus penghilangan nyawa
sekaligus aksi melukai diri sendiri.
Jadi, pelakunya meninggoi, korbannya
meninggoy. Namun, banyak yang meragukan
kesimpulan itu dan masih ada yang
percaya kalau kasus ini sebenarnya
adalah kasus yang ya melibatkan pihak
lain yang sudah mengintai mereka
beberapa hari sebelumnya. Karena kasus
ini ya ee membuat turis-turis dari
negara lain tuh jadi agak merinding lah
ketika mereka mau ke Bali. Dan Bali
sempat diragukan oleh orang-orang e asal
Cina karena di saat itu korbannya
asalnya dari Cina, Tiongkok gitu ya.
Yang mana mereka ragu kalau e Bali
menjadi sebuah destinasi wisata yang
aman untuk mereka dan mereka takut bakal
menjadi korban selanjutnya.
Tiba-tiba nih, Geng, per hari ini ya, eh
enggak hari ini sih, udah beberapa hari
yang lalu lah ya, ada kasus yang lain.
Nah, kasus kali ini dialami oleh seorang
turis ee asal Australia. Ketika kasus
ini terjadi, penyebab dari meninggalnya
dikatakan karena mengalami benturan yang
menyebabkan dia tidak sadarkan diri
sehingga dia tenggelam di sebuah kolam
renang. kadar alkohol serta obat
antidepresan juga sangat tinggi di dalam
e tubuh korbannya ini. Dan kemudian ya e
jenazahnya itu dibawa pulang ke
Australia. Nah, tapi di sinilah
ditemukan kejanggalan. Pihak keluarga
menemukan kalau salah satu organ di
dalam tubuh si korban itu hilang. Nah,
organ apa? Organ yang vital banget.
organ yang maaf nih ya bisa diperjual
belikan yaitu jantung. Dari sinilah
timbul kecurigaan dari pihak keluarga
jika meninggalnya korban sepertinya
bukan dikarenakan meminum alkohol atau
obat antidepresan lalu kepalanya
terbentur karena terjatuh terus
tenggelam. Ini aneh menurut keluarganya
karena ada anggota tubuhnya atau organ
tubuhnya yang hilang dan dicurigai kalau
dia ini adalah korban dari perdagangan
organ.
Otoritas Australia pun akhirnya menuntut
untuk adanya penyelidikan secara
transparan dari Indonesia dan mengusut
kasus ini sampai tuntas. Nah, di video
kali ini kita bakal merangkum nih
insiden dari kasus ini dan eh bagaimana
wajah Bali setelah berkali-kali terjadi
hal seperti ini yang melibatkan turis.
Apakah akhirnya Bali menjadi tempat yang
menakutkan bagi mereka? Nanti kita
bahas. Oke. Nah, langsung aja nih kita
bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
geng genging. Oke, untuk pembahasan yang
pertama kita akan membahas kronologi
penemuan dari si turis yang bernama
Byron Headow.
Jadi insiden ini dialami oleh seorang
turis asal Australia yang bernama Baron
James Dumsket. Ah, dia dikenal dengan
nama Baron Hadow. Usianya itu 23 tahun,
cukup muda ya. Dia ini memiliki seorang
ayah yang bernama Robert dan ibunya yang
bernama Shantal. Nah, serta dia punya
saudara laki-laki yang berusia 19 tahun
dan saudara perempuan yang berusia 14
tahun. Byron ini merupakan seorang
pekerja fly in, flyout atau Vivo atau
FIFO. Nah, koreksi gua ya, Geng, kalau
salah eh dalam mengucapkan hal ini.
Jadi, eh pekerja Vivo ini maksudnya
adalah sebuah program bagi tenaga kerja
yang datang dari kota asal ke lokasi
kerja yang terpencil seperti di wilayah
pertambangan atau proyek konstruksi
untuk periode kerja tertentu. Dan ketika
masa kerjanya selesai, dia bakal
dipulangkan lagi biasanya ya. ya,
pekerja Vivo ini itu bakal mendapatkan
jatah libur selama seminggu. Dan
diketahui Bayon ini tinggal di daerah
Nusa, sebuah kota yang terletak di
daerah Queensland, Australia dan dia
bekerja di sebuah pertambangan di
Darwin. Byron ini sering mondar-mandir
Queensland Darwin untuk kerjaan tersebut
dan dia bekerja selama 2 minggu dan
ketika libur seminggu, dia bakal
menghabiskan waktu di rumah bersama
dengan keluarga. Di mata keluarganya,
Byren ini adalah sosok yang penuh dengan
semangat lah ya. dia hidupnya tuh enggak
neko-neko dan selalu terlihat bahagia ee
selalu melakukan sesuatu yang
menyenangkan. Nah, dia dikenal sangat
sopan dan juga dermawan dan baik kepada
siapapun. Bukan tipikal orang atau
bule-bule yang rusuh gitu. Terus, Geng,
pada bulan Mei tahun 2025, Byron ini
kebetulan sedang berada di Bali untuk
liburan dan menginap di sebuah villa
yang bernama The Grove Boombek yang
berada di kawasan kerobokan, Kuta
Bandung. Belum ada informasi yang jelas
terkait kronologi meninggalnya Bren ini.
Di berbagai media cuma dijelaskan ketika
Byren pada akhirnya ditemukan sudah
tidak bernyawa dan mengapung di kolam
renang. Informasi terkait bagaimana
Bayren ini ditemukan ya gua ambil dari
berbagai media nih yang gua rangkum jadi
satu. Salah satunya adalah dari Daily
Mile. Namun, geng, ada berbagai
keterangan dari saksi-saksi yang saling
bertentangan, beda-beda. Di media
tersebut, ya dikatakan ada seorang saksi
yang bernama Irfan Awaludin yang
merupakan manajer dari villa yang
bernama The Grove Boomck tadi ya. Dia
menyebutkan ketika Bayren menginap di
sana, diketahui dia sedang bersama
dengan tiga orang. Salah satu di antara
tiga orang ini bernama Bailey Peter
Woods yang ikut menginap di villa yang
sama. Sementara dua orang yang lain itu
berjenis kelamin perempuan yang datang
ke villa beberapa jam sebelum Byron
ditemukan tewas. Dikatakan nih, Geng,
kalau pada saat itu mereka berempat
sempat keluar dari villa. Pada saat
mereka kembali, mereka pun minum-minum
alkohol di dekat kolam renang. Namun,
Bailey ini tidur lebih dahulu ya,
sehingga meninggalkan Byron bersama
dengan dua perempuan tadi di dekat kolam
renang. Dan mungkin mereka di saat itu
masih melanjutkan pestanya di sana. Dan
singkat cerita nih, Geng, ketika Bailey
ini bangun di jam 8.00 pagi ya waktu
Indonesia bagian tengah Bali pada
tanggal 26 Mei 2025 tiba-tiba dia sudah
melihat Byren ini dalam keadaan
mengapung di kolam renang seperti sudah
tidak bernyawa. Nah, Byren di sana
sendirian dan kedua perempuan yang
sebelumnya berpesta dengan dia udah
enggak ada lagi di sana. Mereka udah
pergi entah ke mana. Di jam yang sama
dikabarkan ada seorang saksi yang
bernama Ahmad Fauzi RM yang merupakan
buru proyek di villa sebelah barat dari
lokasi kejadian. Dia ini sempat
mendengar adanya tangisan perempuan dari
arah villa. Nah, Ahmad Fauzi ini
kemudian naik ke lantai atas untuk
melihat ke arah villa melalui celah
jendela dan melihat ada empat orang
warga negara asing di dalam sana, yaitu
dua perempuan dan satu laki-laki yang
sedang berdiri dan satu laki-laki lagi
yang sedang terlentang di kursi kayu
yang hanya mengenakan celana pendek
coklat. Yang terlentang di kursi itu
kemungkinan adalah Byron. Nah, jadi ada
yang mencurigakan nih. Enggak lama
kemudian tiga orang dari mereka kecuali
yang sedang terlentang di kursi kayu itu
tiba-tiba meninggalkan villa. Nah, entah
kesaksian mana yang benar nih ya di
antara kesaksian orang-orang ini. Karena
kalau menurut keterangan Bailey ya di
jam 8.00 itu dia bilang kalau kedua
perempuan itu udah enggak ada. Tapi
menurut keterangan Ahmad Fauzi bilang
kalau kedua perempuan itu masih ada dan
mereka bertiga pergi dari villa
tersebut. Jadi kalau misalkan nih
keterangan dari Ahmad Fauzi benar,
berarti ya meninggalnya Bayren ini udah
di-etting. Jadi seolah-olah dia
mengapung di kolam. Padahal mah dia udah
meninggal duluan terus baru dibuang ke
kolam itu. Terus singkat cerita, Geng di
jam 10. Wita, petugas dari Asia Pacific
Medical Clinic itu tiba di villa untuk
memeriksa kondisi dari Byren. Nah, Irfan
di saat itu mendapatkan kabar dari staff
medis bahwa tamu yang sedang menginap di
vilanya ditemukan meninggal dunia.
Mendapatkan kabar tersebut, Irfan
bergegas ke villa dan sudah melihat ada
petugas medis yang terdiri dari seorang
dokter, dua orang perawat, dan satu
orang supir yang membawa mobil ambulans.
Di sana juga Irfan melihat jasad Byron
yang sedang tergeletak di atas meja
seperti yang dilihat oleh Ahmad Fauzi.
Mengetahui hal tersebut, Irfan ini
langsung menghubungi Bailey yang pada
saat itu sedang tidak ada di villa agar
segera kembali karena petugas medis
membutuhkan paspornya Byren. Nah, Baile
pun kembali ke villa sekitar jam 12:40
hampir jam. Siang. Dan dia menjelaskan
kepada Irfan bahwa pada malam sebelumnya
sempat ada dua perempuan yang datang ke
villa tersebut. Nah, di pagi harinya dua
perempuan itu turun dari lantai atas
villa dan langsung berteriak ketika
melihat Byren yang sudah tenggelam di
kolam. Paniklah mereka di saat itu ya.
Nah, berdasarkan eh rekaman CCTV yang
diperoleh oleh polisi, terlihat nih
Bailey dan kedua perempuan itu
meninggalkan villa di jam 10. Wita untuk
pergi ke klinik Asia Pasifik untuk
mencari pertolongan. Jadi mereka itu
pergi bukan meninggalkan gitu aja, tapi
justru mencari medis, mencari ee apa ya
dokter gitu. Di jam 103
Wita, tim medis pun terlihat memasuki
villa enggak lama setelah Bailey ini
datang ke klinik tersebut. Nah, Awaludin
mengatakan dia sendiri tidak mengetahui
identitas dari kedua perempuan yang ikut
datang ke villa itu. Ya, mungkin kayak
perempuan-perempuan yang ketemu pas
mereka lagi jalan-jalan gitu terus
dibungkus dibawa pulang ke rumah
gitulah. Pahamlah ya pergaulan di Bali
gitu kan. Tapi di saat itu ya Bailey
mengatakan mereka berasal dari Melbourne
dan merupakan teman-temannya Byron dan
juga Bailey. Nah, diketahui geng salah
satu dari perempuan tersebut bernama
Christi Peperel dan satu orang lagi
berinisial JL. Enggak disebutkan nama
aslinya entah kenapa. Selanjutnya di
saat itu Irfan pun menghubungi pengawas
villa yang bernama Iwayan Agus Ariana
terkait insiden yang dialami oleh Byren
untuk segera datang ke vila tersebut dan
memeriksa kondisinya. Sesampainya di
lokasi, Agus Ariana melihat Irfan dan
staf medis sedang mengelilingi jenazah
dari Byren. Yang mana berdasarkan
penghilatan Agus, enggak ada luka yang
terlihat di tubuh Byren. Dia juga
mendengar percakapan antara Irfan dan
petugas medis yang menyebutkan bahwa
mereka menduga eh penyebab dari
meninggalnya Byron itu adalah karena
tenggelam. Dan jasad Byron kemudian
dibawa ke Rumah Sakit Dharma Yatna.
Sementara Irfan menemani Bailey ke rumah
sakit BC untuk mengambil surat kematian
Byren.
Irfan juga mengatakan kalau Bailey
bersama dengan petugas pembersih villa
kembali ke villa keesokan harinya di
tanggal 27 Mei 2025 untuk mengambil
barang-barang milik Byron. Selain itu
kabarnya Bailey juga mengambil pakaian
milik kedua perempuan yang disebutkan
tadi yang juga tertinggal di villa
tersebut. Dan kabar meninggalnya Byren
ini pada akhirnya sampai ke telinga
salah satu anggota keluarganya yaitu
pamannya Ben. Pamannya ini kemudian
membuat sebuah postingan di Facebook
terkait kabar tersebut pada tanggal 28
Mei 2025. Postingan pamannya ini dibaca
oleh saudaranya Byren yang bernama Daren
Cross. Nah, hebohlah keluarga di saat
itu. Daren kemudian menghubungi pamannya
Byren untuk menawarkan bantuan seperti
mengurus kematian Byren di Bali. Karena
Daren ternyata juga tinggal di Bali
tepatnya di Legian, Kecamatan Kuta. Dan
dia juga menghubungi orang tua Byren
yang bernama Shantel dan juga Robert.
Daren ini bercerita kalau Bailey ini
pernah memberitahu kepada Shantel dan
juga Robert terkait kematian anaknya dan
bercerita kalau kedua wanita itu sudah
meninggalkan Villa sebelum Byron
ditemukan tewas. Bailey juga bercerita
mereka berempat sempat minum miras di
dekat kolam renang dan Bailey
meninggalkan mereka bertiga karena tidur
lebih awal. Nah, itu menurut ceritanya
Bailey ketika dia ya melaporkan hal ini
kepada orang tuanya Byron. Dan ketika
Bailey bangun, Byren udah mengapung di
atas kolam renang dan kedua perempuan
itu udah enggak ada di villa menurut
keterangan Bailey. Persis seperti yang
gua ceritakan sebelumnya yang mana ini
enggak sesuai dengan kesaksian dari
Ahmad Fauzi dan juga enggak sesuai
dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan
bahwa Bailey dan kedua perempuan itu itu
justru pergi bareng-bareng dari villa.
Billy bilang perempuannya udah hilang
dari pagi. Padahal dia sama dua
perempuan itu masih sempat keluar dari
villa. Tapi ya menurut keterangan dia
lagi yang berbeda gitu ya, ini kayaknya
Bailey ini yang bohong nih. Karena dia
ngomongnya beda-beda. Dia bilang dia
sama perempuan itu e nyari dokter. Tapi
ke orang tuanya korban ke orang tuanya
Byren. Dia bilang e perempuan itu udah
pulang duluan. Entah mana yang benar
gitu. Yang anehnya, Geng, Iwayan Agus
Ariana baru melaporkan meninggalnya Bren
ke Polsek Kuta di tanggal 30 Mei 2025
pada jam 1245 Wita, 4 hari setelah
insiden terjadi.
Ini kan aneh banget. Mengapa baru
dilaporkan setelah 4 hari? Apa karena
pada awalnya mereka yakin bahwa Bren ini
meninggal karena kecelakaan atau kenapa?
Kita gak pernah tahu nih alasannya
karena dilaporkan setelah 4 hari
kemudian. Baik dari Bailey, Christi, dan
satu perempuan inisial JL tadi yang
merupakan saksi kunci dari kasus ini
dikabarkan sudah pulang, Geng, di saat
itu. Sehingga hari di mana dilaporkannya
kejadian ini kepada polisi, polisi
enggak bisa langsung mendapatkan
keterangan dari tiga orang bule tadi.
Oleh karena itu, polisi membutuhkan
koordinasi dengan Australian Federal
Polish ya atau AFP untuk bisa
menghadirkan mereka berempat ke Polres
Badung. Nah, autopsi pun dilakukan
terhadap jenazah Byron pada tanggal 4
Juni 2025 yang ditangani oleh seorang
dokter forensik yang bernama Nola
Margaret Gunawan. Berdasarkan autopsi
yang dilakukan, di tubuh Byron
menunjukkan adanya tanda-tanda trauma
atau luka yang disebabkan benda tumpul.
Terus ada indikasi keracunan dan
tenggelam. Nah, ini artinya ada
pelakunya nih. Kalau ada luka benda
tumpul berarti ada yang mukul. Terus ada
keracunan ya berarti ada cairan yang
diberikan kepada dia. Terus baru
tenggelam. Baon ini mengalami memar di
dahi kiri, kelopak mata kanan dan lutut
kanan. Kemudian juga ada lecet di
kelopak mata kanan dan punggung kaki
kanan yang mana semua sesuai dengan
trauma benda tumpul tersebut. Dan
selanjutnya ditemukan adanya alkohol dan
obat antidepresan dengan kandungan
duloksetin yang sangat tinggi di dalam
tubuhnya. Dengan kadar yang tinggi. Jika
terdapat trauma di kepala, alkohol dan
obat antidepresan tersebut semakin
melemahkan kondisi fisiknya Byren. Nah,
kemudian Dr. Nola menemukan adanya
kristal atau unsur jamur di paru-paru
Byren yang menunjukkan bahwa dia masih
bernafas saat berada di dalam air.
Berarti masih hidup saat dia di kolam.
Tapi, Geng, karena kadar alkohol yang
tinggi membuat dia jadi enggak mampu
untuk keluar dari kolam sendiri dan pada
akhirnya tenggelam. Meninggal, enggak
bisa bernafas. Selain adanya alkohol dan
duloksetin tadi, dokter Nola juga
mengatakan adanya henikosen dan
hentricia,
zat yang biasanya ditemukan di dalam
kosmetik atau obat yang dioleskan
langsung pada permukaan tubuh. Nah, juga
ditemukan di dalam tubuhnya. Ada
kandungan etanol dalam jumlah besar di
semua sampel yang diambil. Nah, jika
duloketin dan etanol itu dikonsumsi
secara bersama-sama, maka bisa membuat
efek yang berbahaya bagi tubuh karena
meningkatkan kemungkinan depresi sistem
saraf pusat serta gangguan penilaian dan
kognisi. Begitulah, Geng. Ya, kurang
lebih bagaimana ketika Bren ini
ditemukan sampai akhirnya adanya laporan
terkait meninggalnya dia. Tapi udah 4
hari kemudian. Nah, sekarang kita bakal
masuk ke dalam pembahasan ketika
keluarga Byren mengetahui adanya organ
di tubuh anak mereka yang hilang.
Jadi, Geng, pada tanggal 12 Juni tahun
2025, jenazah Byron baru dipulangkan ke
Australia sekitar 4 minggu setelah
meninggalnya dia. Udah sebulan di
Indonesia. Dan ada informasi yang gua
dapatkan nih, Geng. Kabarnya ketika
ingin memulangkan jenazah Byren, pihak
keluarga sampai harus menggalang dana di
GoM untuk bisa membawa jenazah Bayen
kembali ke Australia. Ketika sudah
sampai di Australia, dilakukanlah
autopsi untuk kedua kalinya terhadap
jenazah Byron yang dilakukan oleh
Queensland Coroners Court yang mana
hasilnya ya hasil otopsinya ini ya
sangat mengejutkan bagi pihak keluarga
karena dikabarkan bahwa tiba-tiba
jantung Byron sudah hilang atau diambil
dari dalam tubuhnya. Ini kan gimana ya
sangat memungkinkan banget ya kalau ada
orang yang ngambil karena udah 4 minggu
di negara kita udah 1 bulan cukup banget
waktunya tuh untuk ngambil organ. Dan
keluarga baru mengetahui hal ini 2 hari
sebelum upacara pemakaman Byren akan
digelar. Jadi, baru keluar tuh hasil
otopsinya. Dan enggak mungkin untuk
menguburkan Byron tanpa adanya jantung
di tubuhnya. Namun, di satu sisi, jadwal
pemakaman juga enggak bisa diundur. Nah,
yang jadi pertanyaannya, ke manakah
jantung Byren dan mengapa tidak ada
konfirmasi yang menyebutkan terkait
tidak adanya jantung di dalam tubuh
Byren?
Gimana tuh pihak otoritas kita di
Indonesia? Ada apa?
Juru bicara Kementerian Luar Negeri
Australia itu bilang mereka membutuhkan
bantuan konsuler kepada keluarga How ya,
namun enggak bisa berkomentar lebih
lanjut karena adanya e kewajiban
privacy. Dan menurut pernyataan dari
Shantel ya ibunya yang didapatkan dari
media lokal Australia yang bernama
Channel 9, pihak rumah sakit yang
melakukan autopsi terhadap Bayren, yaitu
RSUP Profesor Ngurah Denpasar itu hanya
menelepon pihak keluarga untuk
menanyakan apakah mereka mengetahui
bahwa jantungnya disimpan di Bali. Bagi
pihak keluarga ini janggal banget jika
jantung itu diambil tanpa adanya
persetujuan pihak keluarga. Terus
tiba-tiba pas ketahuan jantungnya enggak
ada baru ditanya, "Kalian tahu enggak
jantungnya tuh disimpan di Bali?" Lah,
ngapain orang dari meninggal jantungnya
enggak copot? Kenapa dicopot?
Aneh banget kan? Bahkan ibunya yang
bernama Shantal ini menyebutkan kalau
dia merasa ada yang enggak beres dengan
kasus anaknya. Dia pikir ada sesuatu
yang terjadi kepada Byron sebelum dia
ditemukan meninggal dunia di kolam
renang. Bahkan ada spekulasi yang
bermunculan bahwa jantung dari Byaknya
sengaja diambil. Spekulasi tersebut
mungkin didapatkan karena sudah ada
begitu banyak kasus pencurian dan
penjualan organ. Dan jika benar seperti
itu, jelas keluarga Byron merasa
khawatir kalau jangan-jangan anaknya
adalah korban dari penjualan organ. dan
sejumlah pejabat senior Australia yang
ada di Bali serta Jakarta sudah
menyampaikan pernyataan kepada
pemerintah Indonesia mengenai masalah
ini. Konsulat Jenderal Australia juga
sudah menyampaikan kekhawatiran keluarga
Heedo kepada pihak rumah sakit yang
menjadi tempat autopsi pertama kali
dilakukan yaitu di Indonesia. Kasus
meninggalnya Byren ini kemudian menjadi
melebar kedugaan adanya praktik
pengambilan organ tanpa izin. Kuasa
hukum keluarga Hedo yaitu Niluh Ariatna
dari malaikat hukum Laufm itu mengatakan
jantung Byren berada di RSUP Profesor
Ngurah Denpasar. Kenapa? Kenapa dicopot
jantungnya oleh pihak rumah sakit kah
atau gimana? Atau pas ditolong tuh
jantungnya udah kelepas terus disimpan
di rumah sakit atau gimana? Nah, di
tanggal 11 Agustus tahun 2025, nah
mereka langsung mengatur pengembalian
jantung ke Queensland tanpa memberikan
penjelasan ke keluarga terkait mengapa
jantungnya bisa tertinggal di sana.
Untuk keperluan apa, kenapa diambil
diam-diam. Berdasarkan informasi yang
diperoleh oleh pihak keluarga, kabarnya
jantung Byron ditahan untuk keperluan
otopsi lanjutan. Namun, Geng Nilu
menjelaskan bahwa proses pengambilan dan
penahanan jantung Byron dilakukan tanpa
adanya persetujuan dari keluarga. Ini
permasalahannya.
Dan menurut beliau, jika ada pihak yang
menyebutkan sudah mendapatkan izin
melalui kedutaan, hal itu enggak pernah
diteruskan atau dikonfirmasi kepada
keluarga. Dan ini yang menjadi salah
satu alasan mengapa keluarga merasa
keberatan. Saat ini memang jantung Byron
udah dipulangkan ke Australia, udah
dikirim langsunglah dikirim ke
Queensland. Lebih dari 2 bulan setelah
dia meninggal baru dikirim itu jantung.
Tapi geng, disayangkan banget ya oleh
pihak keluarganya. Pihak rumah sakit
justru meminta keluarga untuk menanggung
biaya tambahan sekitar 700 Australia
atau yang setara dengan Rp7 juta untuk
memulangkan jantung tersebut. Kan jadi
ngerepotin keluarganya. Udahlah mereka
berduka, udahlah mereka kena musibah,
ditambah lagi harus menanggung sejumlah
uang gara-gara jantung tertinggal.
Terdapat kejanggalan lain yang dirasakan
oleh pihak keluarga ketika laporan
polisi baru dilakukan pada tanggal 30
Mei 2025, 4 hari setelah Bayren
ditemukan tewas. Dan ketika berada di
Bali, Byron sedang bersama dengan tiga
orang lain, yaitu Bailey, Christi, dan
juga Inisial JL. Namun mereka malah
diperbolehkan untuk pulang atau pergi
dari Bali. Harusnya kan mereka ditahan.
Ditahan dulu. Mintai keterangannya.
Mereka ini adalah bagian dari kasus ini.
Nah, pihak keluarga enggak ngerti apa
pertimbangan polisi Indonesia yang
membiarkan ketiga orang tersebut
diizinkan meninggalkan Bali tanpa adanya
interogasi dan tanpa memberikan
keterangan apapun terkait peristiwa
meninggalnya Byren. Nah, tapi kalau di
dalam hal ini kita bisa bilang ya
sebenarnya bukan polisi Indonesia yang
membiarkan mereka pergi, tapi justru si
pemilik villa yang telat ngelapor kepada
pihak kepolisian. 4 hari kemudian kan
dilaporkannya. Terus kemudian terkait
dengan kapan pastinya Bayren ini
meninggal, sebab pihak keluarga hanya
diberitahu bahwa Bayren ditemukan di
kolam renang. Nah, jadi masih belum
jelas apakah Bayren ini dinyatakan
meninggal di lokasi kejadian yaitu di
villa atau justru dia meninggal di rumah
sakit. Dan kapan itu masih belum jelas.
Kejanggalan-kejanggalan inilah yang
membuat pihak keluarga Bayren enggak
bisa menerima begitu aja hasil
penyelidikan yang dilakukan oleh pihak
Indonesia, baik yang dilakukan oleh
polisi dan juga rumah sakit Indonesia
karena dianggap lalai. Dan untuk itu,
pihak keluarga akan terus menuntut
penyelidikan yang transparan,
profesional, dan independen dari pihak
kepolisian Bali. Selain itu, pihak
keluarga juga menuntut adanya
klarifikasi terbuka dari RSUP Profesor
Ngurah terkait prosedur medis yang
dilakukan. Kenapa jantung anak mereka
dicopot? Nah, mengenai langkah hukum
lanjutan kata Nilu, seluruh opsi sedang
dipertimbangkan. Termasuk jalur hukum
dan komunikasi diplomatik mengingat
kasus ini menyangkut hubungan dua negara
serta prinsip penghormatan terhadap hak
keluarga Ben. Menurut beliau, keluarga
memahami jika ada kebutuhan medis dalam
penyelidikan atas meninggalnya anak
mereka. Namun, mereka sama sekali enggak
bisa menerima bahwa organ ditahan tanpa
adanya persetujuan. Setelah berita
terkait jantungnya Bren yang hilang
mencuat ke permukaan, pihak dari RSUP
Profesor Ngurah itu mengklaim sudah ada
pemberitahuan terlebih dahulu kepada
pihak keluarga mengenai jantung Byron
yang masih dalam proses autopsi penuh.
Ngakunya si gitu dari pihak rumah sakit.
Hal inilah yang membuat jantungnya itu
belum bisa disertakan dalam pemulangan
jenazah. Tapi sementara dari pihak
keluarga enggak pernah mendapatkan
informasi apapun soal izin mengambil
jantung anak mereka. Apa mungkin pihak
rumah sakit minta izinnya ke kedutaan,
tapi pihak kedutaan lupa kali nyampein
ke keluarga. Nah, karena jantung
merupakan organ vital, proses otopsi
jantung memang dilakukan secara
menyeluruh, termasuk dengan pengambilan
organ secara utuh. Proses ini memakan
waktu lebih lama dibandingkan
pemeriksaan sampel organ yang lain-lain.
Secara teknis, klaim dari pihak rumah
sakit ya, proses otopsi itu sudah
dilakukan sesuai dengan SOP untuk
mengambil organ tubuh atau sampel
jaringan serta cairan tubuh untuk
pemeriksaan penunjang. Setelah melakukan
pemeriksaan laboratorium, jantung Bayen
akhirnya diserahkan ke pihak pemakaman
pada tanggal 21 Juli 2025 atau 5 minggu
setelah jenazah ini dipulangkan ke
keluarganya. Dari pihak pemakaman ya,
organ tersebut kemudian dikirim ke
Australia. Oleh karena itu, pihak rumah
sakit membantah bahwa sudah melakukan
pencurian organ dan menyatakan bahwa
proses otopsi dilakukan setelah
mendapatkan permintaan dari polisi. Nah,
itu dia geng pembahasan kita kali ini
mengenai misteriusnya kasus meninggalnya
warga negara Australia yang bernama
Bayern Headow. Dan informasi ini ya
benar-benar menghebohkan karena jantung
dari Bayren masih dalam proses
identifikasi di Australia dan tes DNA
dilakukan untuk memastikan apakah organ
tersebut benar milik Bren atau justru
sudah ditukar. Karena takutnya nanti itu
cuman jantung-jantung orang yang entah
punya siapa dikirim karena mungkin punya
Bayern udah kepalang tanggung udah
dijual. Nah, curiganya seperti itu. Dan
penyelidikan terkait meninggalnya dia
juga masih terus diselidiki di Bali.
Gimana, Geng? Menurut tanggapan kalian?
Apakah Byren ini meninggal karena kadar
alkohol dan antidepresan yang tinggi?
Terus dia jatuh tenggelam, ya
mendapatkan benturan di kepalanya. ini
adalah kecelakaan atau justru ini adalah
kasus penghilangan nyawa? Harus ada yang
bertanggung jawab atas kasus ini. Coba
deh kalian tinggalkan komentar di bawah.