Transcript
rluTFccku6s • TURIS AUSTRALIA TEW4S MISTERIUS DI BALI & TANPA JANTUNG ! BYRON HADDOW
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1547_rluTFccku6s.txt
Kind: captions Language: id Oke, sebelum gua mulai pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu kepada kalian kalau pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube. Tidak bermaksud untuk membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Karena ini murni sebuah informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Dan di video ini kalian harus banget mendengarkan ee dengan teliti sampai akhir sampai lengkap gitu ya. Supaya menjadi pembelajaran buat kalian juga agar selalu berhati-hati dengan diri kalian. Geng, kalian masih ingat enggak beberapa minggu lalu kita sempat ngebahas tentang pasangan miliarder krypto yang ee ditemukan tidak bernyawa di Bali. Nah, ceritanya udah kita bahas di video ini ya. Nah, waktu itu kasusnya dinyatakan sebagai kasus penghilangan nyawa sekaligus aksi melukai diri sendiri. Jadi, pelakunya meninggoi, korbannya meninggoy. Namun, banyak yang meragukan kesimpulan itu dan masih ada yang percaya kalau kasus ini sebenarnya adalah kasus yang ya melibatkan pihak lain yang sudah mengintai mereka beberapa hari sebelumnya. Karena kasus ini ya ee membuat turis-turis dari negara lain tuh jadi agak merinding lah ketika mereka mau ke Bali. Dan Bali sempat diragukan oleh orang-orang e asal Cina karena di saat itu korbannya asalnya dari Cina, Tiongkok gitu ya. Yang mana mereka ragu kalau e Bali menjadi sebuah destinasi wisata yang aman untuk mereka dan mereka takut bakal menjadi korban selanjutnya. Tiba-tiba nih, Geng, per hari ini ya, eh enggak hari ini sih, udah beberapa hari yang lalu lah ya, ada kasus yang lain. Nah, kasus kali ini dialami oleh seorang turis ee asal Australia. Ketika kasus ini terjadi, penyebab dari meninggalnya dikatakan karena mengalami benturan yang menyebabkan dia tidak sadarkan diri sehingga dia tenggelam di sebuah kolam renang. kadar alkohol serta obat antidepresan juga sangat tinggi di dalam e tubuh korbannya ini. Dan kemudian ya e jenazahnya itu dibawa pulang ke Australia. Nah, tapi di sinilah ditemukan kejanggalan. Pihak keluarga menemukan kalau salah satu organ di dalam tubuh si korban itu hilang. Nah, organ apa? Organ yang vital banget. organ yang maaf nih ya bisa diperjual belikan yaitu jantung. Dari sinilah timbul kecurigaan dari pihak keluarga jika meninggalnya korban sepertinya bukan dikarenakan meminum alkohol atau obat antidepresan lalu kepalanya terbentur karena terjatuh terus tenggelam. Ini aneh menurut keluarganya karena ada anggota tubuhnya atau organ tubuhnya yang hilang dan dicurigai kalau dia ini adalah korban dari perdagangan organ. Otoritas Australia pun akhirnya menuntut untuk adanya penyelidikan secara transparan dari Indonesia dan mengusut kasus ini sampai tuntas. Nah, di video kali ini kita bakal merangkum nih insiden dari kasus ini dan eh bagaimana wajah Bali setelah berkali-kali terjadi hal seperti ini yang melibatkan turis. Apakah akhirnya Bali menjadi tempat yang menakutkan bagi mereka? Nanti kita bahas. Oke. Nah, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] geng genging. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita akan membahas kronologi penemuan dari si turis yang bernama Byron Headow. Jadi insiden ini dialami oleh seorang turis asal Australia yang bernama Baron James Dumsket. Ah, dia dikenal dengan nama Baron Hadow. Usianya itu 23 tahun, cukup muda ya. Dia ini memiliki seorang ayah yang bernama Robert dan ibunya yang bernama Shantal. Nah, serta dia punya saudara laki-laki yang berusia 19 tahun dan saudara perempuan yang berusia 14 tahun. Byron ini merupakan seorang pekerja fly in, flyout atau Vivo atau FIFO. Nah, koreksi gua ya, Geng, kalau salah eh dalam mengucapkan hal ini. Jadi, eh pekerja Vivo ini maksudnya adalah sebuah program bagi tenaga kerja yang datang dari kota asal ke lokasi kerja yang terpencil seperti di wilayah pertambangan atau proyek konstruksi untuk periode kerja tertentu. Dan ketika masa kerjanya selesai, dia bakal dipulangkan lagi biasanya ya. ya, pekerja Vivo ini itu bakal mendapatkan jatah libur selama seminggu. Dan diketahui Bayon ini tinggal di daerah Nusa, sebuah kota yang terletak di daerah Queensland, Australia dan dia bekerja di sebuah pertambangan di Darwin. Byron ini sering mondar-mandir Queensland Darwin untuk kerjaan tersebut dan dia bekerja selama 2 minggu dan ketika libur seminggu, dia bakal menghabiskan waktu di rumah bersama dengan keluarga. Di mata keluarganya, Byren ini adalah sosok yang penuh dengan semangat lah ya. dia hidupnya tuh enggak neko-neko dan selalu terlihat bahagia ee selalu melakukan sesuatu yang menyenangkan. Nah, dia dikenal sangat sopan dan juga dermawan dan baik kepada siapapun. Bukan tipikal orang atau bule-bule yang rusuh gitu. Terus, Geng, pada bulan Mei tahun 2025, Byron ini kebetulan sedang berada di Bali untuk liburan dan menginap di sebuah villa yang bernama The Grove Boombek yang berada di kawasan kerobokan, Kuta Bandung. Belum ada informasi yang jelas terkait kronologi meninggalnya Bren ini. Di berbagai media cuma dijelaskan ketika Byren pada akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa dan mengapung di kolam renang. Informasi terkait bagaimana Bayren ini ditemukan ya gua ambil dari berbagai media nih yang gua rangkum jadi satu. Salah satunya adalah dari Daily Mile. Namun, geng, ada berbagai keterangan dari saksi-saksi yang saling bertentangan, beda-beda. Di media tersebut, ya dikatakan ada seorang saksi yang bernama Irfan Awaludin yang merupakan manajer dari villa yang bernama The Grove Boomck tadi ya. Dia menyebutkan ketika Bayren menginap di sana, diketahui dia sedang bersama dengan tiga orang. Salah satu di antara tiga orang ini bernama Bailey Peter Woods yang ikut menginap di villa yang sama. Sementara dua orang yang lain itu berjenis kelamin perempuan yang datang ke villa beberapa jam sebelum Byron ditemukan tewas. Dikatakan nih, Geng, kalau pada saat itu mereka berempat sempat keluar dari villa. Pada saat mereka kembali, mereka pun minum-minum alkohol di dekat kolam renang. Namun, Bailey ini tidur lebih dahulu ya, sehingga meninggalkan Byron bersama dengan dua perempuan tadi di dekat kolam renang. Dan mungkin mereka di saat itu masih melanjutkan pestanya di sana. Dan singkat cerita nih, Geng, ketika Bailey ini bangun di jam 8.00 pagi ya waktu Indonesia bagian tengah Bali pada tanggal 26 Mei 2025 tiba-tiba dia sudah melihat Byren ini dalam keadaan mengapung di kolam renang seperti sudah tidak bernyawa. Nah, Byren di sana sendirian dan kedua perempuan yang sebelumnya berpesta dengan dia udah enggak ada lagi di sana. Mereka udah pergi entah ke mana. Di jam yang sama dikabarkan ada seorang saksi yang bernama Ahmad Fauzi RM yang merupakan buru proyek di villa sebelah barat dari lokasi kejadian. Dia ini sempat mendengar adanya tangisan perempuan dari arah villa. Nah, Ahmad Fauzi ini kemudian naik ke lantai atas untuk melihat ke arah villa melalui celah jendela dan melihat ada empat orang warga negara asing di dalam sana, yaitu dua perempuan dan satu laki-laki yang sedang berdiri dan satu laki-laki lagi yang sedang terlentang di kursi kayu yang hanya mengenakan celana pendek coklat. Yang terlentang di kursi itu kemungkinan adalah Byron. Nah, jadi ada yang mencurigakan nih. Enggak lama kemudian tiga orang dari mereka kecuali yang sedang terlentang di kursi kayu itu tiba-tiba meninggalkan villa. Nah, entah kesaksian mana yang benar nih ya di antara kesaksian orang-orang ini. Karena kalau menurut keterangan Bailey ya di jam 8.00 itu dia bilang kalau kedua perempuan itu udah enggak ada. Tapi menurut keterangan Ahmad Fauzi bilang kalau kedua perempuan itu masih ada dan mereka bertiga pergi dari villa tersebut. Jadi kalau misalkan nih keterangan dari Ahmad Fauzi benar, berarti ya meninggalnya Bayren ini udah di-etting. Jadi seolah-olah dia mengapung di kolam. Padahal mah dia udah meninggal duluan terus baru dibuang ke kolam itu. Terus singkat cerita, Geng di jam 10. Wita, petugas dari Asia Pacific Medical Clinic itu tiba di villa untuk memeriksa kondisi dari Byren. Nah, Irfan di saat itu mendapatkan kabar dari staff medis bahwa tamu yang sedang menginap di vilanya ditemukan meninggal dunia. Mendapatkan kabar tersebut, Irfan bergegas ke villa dan sudah melihat ada petugas medis yang terdiri dari seorang dokter, dua orang perawat, dan satu orang supir yang membawa mobil ambulans. Di sana juga Irfan melihat jasad Byron yang sedang tergeletak di atas meja seperti yang dilihat oleh Ahmad Fauzi. Mengetahui hal tersebut, Irfan ini langsung menghubungi Bailey yang pada saat itu sedang tidak ada di villa agar segera kembali karena petugas medis membutuhkan paspornya Byren. Nah, Baile pun kembali ke villa sekitar jam 12:40 hampir jam. Siang. Dan dia menjelaskan kepada Irfan bahwa pada malam sebelumnya sempat ada dua perempuan yang datang ke villa tersebut. Nah, di pagi harinya dua perempuan itu turun dari lantai atas villa dan langsung berteriak ketika melihat Byren yang sudah tenggelam di kolam. Paniklah mereka di saat itu ya. Nah, berdasarkan eh rekaman CCTV yang diperoleh oleh polisi, terlihat nih Bailey dan kedua perempuan itu meninggalkan villa di jam 10. Wita untuk pergi ke klinik Asia Pasifik untuk mencari pertolongan. Jadi mereka itu pergi bukan meninggalkan gitu aja, tapi justru mencari medis, mencari ee apa ya dokter gitu. Di jam 103 Wita, tim medis pun terlihat memasuki villa enggak lama setelah Bailey ini datang ke klinik tersebut. Nah, Awaludin mengatakan dia sendiri tidak mengetahui identitas dari kedua perempuan yang ikut datang ke villa itu. Ya, mungkin kayak perempuan-perempuan yang ketemu pas mereka lagi jalan-jalan gitu terus dibungkus dibawa pulang ke rumah gitulah. Pahamlah ya pergaulan di Bali gitu kan. Tapi di saat itu ya Bailey mengatakan mereka berasal dari Melbourne dan merupakan teman-temannya Byron dan juga Bailey. Nah, diketahui geng salah satu dari perempuan tersebut bernama Christi Peperel dan satu orang lagi berinisial JL. Enggak disebutkan nama aslinya entah kenapa. Selanjutnya di saat itu Irfan pun menghubungi pengawas villa yang bernama Iwayan Agus Ariana terkait insiden yang dialami oleh Byren untuk segera datang ke vila tersebut dan memeriksa kondisinya. Sesampainya di lokasi, Agus Ariana melihat Irfan dan staf medis sedang mengelilingi jenazah dari Byren. Yang mana berdasarkan penghilatan Agus, enggak ada luka yang terlihat di tubuh Byren. Dia juga mendengar percakapan antara Irfan dan petugas medis yang menyebutkan bahwa mereka menduga eh penyebab dari meninggalnya Byron itu adalah karena tenggelam. Dan jasad Byron kemudian dibawa ke Rumah Sakit Dharma Yatna. Sementara Irfan menemani Bailey ke rumah sakit BC untuk mengambil surat kematian Byren. Irfan juga mengatakan kalau Bailey bersama dengan petugas pembersih villa kembali ke villa keesokan harinya di tanggal 27 Mei 2025 untuk mengambil barang-barang milik Byron. Selain itu kabarnya Bailey juga mengambil pakaian milik kedua perempuan yang disebutkan tadi yang juga tertinggal di villa tersebut. Dan kabar meninggalnya Byren ini pada akhirnya sampai ke telinga salah satu anggota keluarganya yaitu pamannya Ben. Pamannya ini kemudian membuat sebuah postingan di Facebook terkait kabar tersebut pada tanggal 28 Mei 2025. Postingan pamannya ini dibaca oleh saudaranya Byren yang bernama Daren Cross. Nah, hebohlah keluarga di saat itu. Daren kemudian menghubungi pamannya Byren untuk menawarkan bantuan seperti mengurus kematian Byren di Bali. Karena Daren ternyata juga tinggal di Bali tepatnya di Legian, Kecamatan Kuta. Dan dia juga menghubungi orang tua Byren yang bernama Shantel dan juga Robert. Daren ini bercerita kalau Bailey ini pernah memberitahu kepada Shantel dan juga Robert terkait kematian anaknya dan bercerita kalau kedua wanita itu sudah meninggalkan Villa sebelum Byron ditemukan tewas. Bailey juga bercerita mereka berempat sempat minum miras di dekat kolam renang dan Bailey meninggalkan mereka bertiga karena tidur lebih awal. Nah, itu menurut ceritanya Bailey ketika dia ya melaporkan hal ini kepada orang tuanya Byron. Dan ketika Bailey bangun, Byren udah mengapung di atas kolam renang dan kedua perempuan itu udah enggak ada di villa menurut keterangan Bailey. Persis seperti yang gua ceritakan sebelumnya yang mana ini enggak sesuai dengan kesaksian dari Ahmad Fauzi dan juga enggak sesuai dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan bahwa Bailey dan kedua perempuan itu itu justru pergi bareng-bareng dari villa. Billy bilang perempuannya udah hilang dari pagi. Padahal dia sama dua perempuan itu masih sempat keluar dari villa. Tapi ya menurut keterangan dia lagi yang berbeda gitu ya, ini kayaknya Bailey ini yang bohong nih. Karena dia ngomongnya beda-beda. Dia bilang dia sama perempuan itu e nyari dokter. Tapi ke orang tuanya korban ke orang tuanya Byren. Dia bilang e perempuan itu udah pulang duluan. Entah mana yang benar gitu. Yang anehnya, Geng, Iwayan Agus Ariana baru melaporkan meninggalnya Bren ke Polsek Kuta di tanggal 30 Mei 2025 pada jam 1245 Wita, 4 hari setelah insiden terjadi. Ini kan aneh banget. Mengapa baru dilaporkan setelah 4 hari? Apa karena pada awalnya mereka yakin bahwa Bren ini meninggal karena kecelakaan atau kenapa? Kita gak pernah tahu nih alasannya karena dilaporkan setelah 4 hari kemudian. Baik dari Bailey, Christi, dan satu perempuan inisial JL tadi yang merupakan saksi kunci dari kasus ini dikabarkan sudah pulang, Geng, di saat itu. Sehingga hari di mana dilaporkannya kejadian ini kepada polisi, polisi enggak bisa langsung mendapatkan keterangan dari tiga orang bule tadi. Oleh karena itu, polisi membutuhkan koordinasi dengan Australian Federal Polish ya atau AFP untuk bisa menghadirkan mereka berempat ke Polres Badung. Nah, autopsi pun dilakukan terhadap jenazah Byron pada tanggal 4 Juni 2025 yang ditangani oleh seorang dokter forensik yang bernama Nola Margaret Gunawan. Berdasarkan autopsi yang dilakukan, di tubuh Byron menunjukkan adanya tanda-tanda trauma atau luka yang disebabkan benda tumpul. Terus ada indikasi keracunan dan tenggelam. Nah, ini artinya ada pelakunya nih. Kalau ada luka benda tumpul berarti ada yang mukul. Terus ada keracunan ya berarti ada cairan yang diberikan kepada dia. Terus baru tenggelam. Baon ini mengalami memar di dahi kiri, kelopak mata kanan dan lutut kanan. Kemudian juga ada lecet di kelopak mata kanan dan punggung kaki kanan yang mana semua sesuai dengan trauma benda tumpul tersebut. Dan selanjutnya ditemukan adanya alkohol dan obat antidepresan dengan kandungan duloksetin yang sangat tinggi di dalam tubuhnya. Dengan kadar yang tinggi. Jika terdapat trauma di kepala, alkohol dan obat antidepresan tersebut semakin melemahkan kondisi fisiknya Byren. Nah, kemudian Dr. Nola menemukan adanya kristal atau unsur jamur di paru-paru Byren yang menunjukkan bahwa dia masih bernafas saat berada di dalam air. Berarti masih hidup saat dia di kolam. Tapi, Geng, karena kadar alkohol yang tinggi membuat dia jadi enggak mampu untuk keluar dari kolam sendiri dan pada akhirnya tenggelam. Meninggal, enggak bisa bernafas. Selain adanya alkohol dan duloksetin tadi, dokter Nola juga mengatakan adanya henikosen dan hentricia, zat yang biasanya ditemukan di dalam kosmetik atau obat yang dioleskan langsung pada permukaan tubuh. Nah, juga ditemukan di dalam tubuhnya. Ada kandungan etanol dalam jumlah besar di semua sampel yang diambil. Nah, jika duloketin dan etanol itu dikonsumsi secara bersama-sama, maka bisa membuat efek yang berbahaya bagi tubuh karena meningkatkan kemungkinan depresi sistem saraf pusat serta gangguan penilaian dan kognisi. Begitulah, Geng. Ya, kurang lebih bagaimana ketika Bren ini ditemukan sampai akhirnya adanya laporan terkait meninggalnya dia. Tapi udah 4 hari kemudian. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan ketika keluarga Byren mengetahui adanya organ di tubuh anak mereka yang hilang. Jadi, Geng, pada tanggal 12 Juni tahun 2025, jenazah Byron baru dipulangkan ke Australia sekitar 4 minggu setelah meninggalnya dia. Udah sebulan di Indonesia. Dan ada informasi yang gua dapatkan nih, Geng. Kabarnya ketika ingin memulangkan jenazah Byren, pihak keluarga sampai harus menggalang dana di GoM untuk bisa membawa jenazah Bayen kembali ke Australia. Ketika sudah sampai di Australia, dilakukanlah autopsi untuk kedua kalinya terhadap jenazah Byron yang dilakukan oleh Queensland Coroners Court yang mana hasilnya ya hasil otopsinya ini ya sangat mengejutkan bagi pihak keluarga karena dikabarkan bahwa tiba-tiba jantung Byron sudah hilang atau diambil dari dalam tubuhnya. Ini kan gimana ya sangat memungkinkan banget ya kalau ada orang yang ngambil karena udah 4 minggu di negara kita udah 1 bulan cukup banget waktunya tuh untuk ngambil organ. Dan keluarga baru mengetahui hal ini 2 hari sebelum upacara pemakaman Byren akan digelar. Jadi, baru keluar tuh hasil otopsinya. Dan enggak mungkin untuk menguburkan Byron tanpa adanya jantung di tubuhnya. Namun, di satu sisi, jadwal pemakaman juga enggak bisa diundur. Nah, yang jadi pertanyaannya, ke manakah jantung Byren dan mengapa tidak ada konfirmasi yang menyebutkan terkait tidak adanya jantung di dalam tubuh Byren? Gimana tuh pihak otoritas kita di Indonesia? Ada apa? Juru bicara Kementerian Luar Negeri Australia itu bilang mereka membutuhkan bantuan konsuler kepada keluarga How ya, namun enggak bisa berkomentar lebih lanjut karena adanya e kewajiban privacy. Dan menurut pernyataan dari Shantel ya ibunya yang didapatkan dari media lokal Australia yang bernama Channel 9, pihak rumah sakit yang melakukan autopsi terhadap Bayren, yaitu RSUP Profesor Ngurah Denpasar itu hanya menelepon pihak keluarga untuk menanyakan apakah mereka mengetahui bahwa jantungnya disimpan di Bali. Bagi pihak keluarga ini janggal banget jika jantung itu diambil tanpa adanya persetujuan pihak keluarga. Terus tiba-tiba pas ketahuan jantungnya enggak ada baru ditanya, "Kalian tahu enggak jantungnya tuh disimpan di Bali?" Lah, ngapain orang dari meninggal jantungnya enggak copot? Kenapa dicopot? Aneh banget kan? Bahkan ibunya yang bernama Shantal ini menyebutkan kalau dia merasa ada yang enggak beres dengan kasus anaknya. Dia pikir ada sesuatu yang terjadi kepada Byron sebelum dia ditemukan meninggal dunia di kolam renang. Bahkan ada spekulasi yang bermunculan bahwa jantung dari Byaknya sengaja diambil. Spekulasi tersebut mungkin didapatkan karena sudah ada begitu banyak kasus pencurian dan penjualan organ. Dan jika benar seperti itu, jelas keluarga Byron merasa khawatir kalau jangan-jangan anaknya adalah korban dari penjualan organ. dan sejumlah pejabat senior Australia yang ada di Bali serta Jakarta sudah menyampaikan pernyataan kepada pemerintah Indonesia mengenai masalah ini. Konsulat Jenderal Australia juga sudah menyampaikan kekhawatiran keluarga Heedo kepada pihak rumah sakit yang menjadi tempat autopsi pertama kali dilakukan yaitu di Indonesia. Kasus meninggalnya Byren ini kemudian menjadi melebar kedugaan adanya praktik pengambilan organ tanpa izin. Kuasa hukum keluarga Hedo yaitu Niluh Ariatna dari malaikat hukum Laufm itu mengatakan jantung Byren berada di RSUP Profesor Ngurah Denpasar. Kenapa? Kenapa dicopot jantungnya oleh pihak rumah sakit kah atau gimana? Atau pas ditolong tuh jantungnya udah kelepas terus disimpan di rumah sakit atau gimana? Nah, di tanggal 11 Agustus tahun 2025, nah mereka langsung mengatur pengembalian jantung ke Queensland tanpa memberikan penjelasan ke keluarga terkait mengapa jantungnya bisa tertinggal di sana. Untuk keperluan apa, kenapa diambil diam-diam. Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh pihak keluarga, kabarnya jantung Byron ditahan untuk keperluan otopsi lanjutan. Namun, Geng Nilu menjelaskan bahwa proses pengambilan dan penahanan jantung Byron dilakukan tanpa adanya persetujuan dari keluarga. Ini permasalahannya. Dan menurut beliau, jika ada pihak yang menyebutkan sudah mendapatkan izin melalui kedutaan, hal itu enggak pernah diteruskan atau dikonfirmasi kepada keluarga. Dan ini yang menjadi salah satu alasan mengapa keluarga merasa keberatan. Saat ini memang jantung Byron udah dipulangkan ke Australia, udah dikirim langsunglah dikirim ke Queensland. Lebih dari 2 bulan setelah dia meninggal baru dikirim itu jantung. Tapi geng, disayangkan banget ya oleh pihak keluarganya. Pihak rumah sakit justru meminta keluarga untuk menanggung biaya tambahan sekitar 700 Australia atau yang setara dengan Rp7 juta untuk memulangkan jantung tersebut. Kan jadi ngerepotin keluarganya. Udahlah mereka berduka, udahlah mereka kena musibah, ditambah lagi harus menanggung sejumlah uang gara-gara jantung tertinggal. Terdapat kejanggalan lain yang dirasakan oleh pihak keluarga ketika laporan polisi baru dilakukan pada tanggal 30 Mei 2025, 4 hari setelah Bayren ditemukan tewas. Dan ketika berada di Bali, Byron sedang bersama dengan tiga orang lain, yaitu Bailey, Christi, dan juga Inisial JL. Namun mereka malah diperbolehkan untuk pulang atau pergi dari Bali. Harusnya kan mereka ditahan. Ditahan dulu. Mintai keterangannya. Mereka ini adalah bagian dari kasus ini. Nah, pihak keluarga enggak ngerti apa pertimbangan polisi Indonesia yang membiarkan ketiga orang tersebut diizinkan meninggalkan Bali tanpa adanya interogasi dan tanpa memberikan keterangan apapun terkait peristiwa meninggalnya Byren. Nah, tapi kalau di dalam hal ini kita bisa bilang ya sebenarnya bukan polisi Indonesia yang membiarkan mereka pergi, tapi justru si pemilik villa yang telat ngelapor kepada pihak kepolisian. 4 hari kemudian kan dilaporkannya. Terus kemudian terkait dengan kapan pastinya Bayren ini meninggal, sebab pihak keluarga hanya diberitahu bahwa Bayren ditemukan di kolam renang. Nah, jadi masih belum jelas apakah Bayren ini dinyatakan meninggal di lokasi kejadian yaitu di villa atau justru dia meninggal di rumah sakit. Dan kapan itu masih belum jelas. Kejanggalan-kejanggalan inilah yang membuat pihak keluarga Bayren enggak bisa menerima begitu aja hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Indonesia, baik yang dilakukan oleh polisi dan juga rumah sakit Indonesia karena dianggap lalai. Dan untuk itu, pihak keluarga akan terus menuntut penyelidikan yang transparan, profesional, dan independen dari pihak kepolisian Bali. Selain itu, pihak keluarga juga menuntut adanya klarifikasi terbuka dari RSUP Profesor Ngurah terkait prosedur medis yang dilakukan. Kenapa jantung anak mereka dicopot? Nah, mengenai langkah hukum lanjutan kata Nilu, seluruh opsi sedang dipertimbangkan. Termasuk jalur hukum dan komunikasi diplomatik mengingat kasus ini menyangkut hubungan dua negara serta prinsip penghormatan terhadap hak keluarga Ben. Menurut beliau, keluarga memahami jika ada kebutuhan medis dalam penyelidikan atas meninggalnya anak mereka. Namun, mereka sama sekali enggak bisa menerima bahwa organ ditahan tanpa adanya persetujuan. Setelah berita terkait jantungnya Bren yang hilang mencuat ke permukaan, pihak dari RSUP Profesor Ngurah itu mengklaim sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak keluarga mengenai jantung Byron yang masih dalam proses autopsi penuh. Ngakunya si gitu dari pihak rumah sakit. Hal inilah yang membuat jantungnya itu belum bisa disertakan dalam pemulangan jenazah. Tapi sementara dari pihak keluarga enggak pernah mendapatkan informasi apapun soal izin mengambil jantung anak mereka. Apa mungkin pihak rumah sakit minta izinnya ke kedutaan, tapi pihak kedutaan lupa kali nyampein ke keluarga. Nah, karena jantung merupakan organ vital, proses otopsi jantung memang dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan pengambilan organ secara utuh. Proses ini memakan waktu lebih lama dibandingkan pemeriksaan sampel organ yang lain-lain. Secara teknis, klaim dari pihak rumah sakit ya, proses otopsi itu sudah dilakukan sesuai dengan SOP untuk mengambil organ tubuh atau sampel jaringan serta cairan tubuh untuk pemeriksaan penunjang. Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium, jantung Bayen akhirnya diserahkan ke pihak pemakaman pada tanggal 21 Juli 2025 atau 5 minggu setelah jenazah ini dipulangkan ke keluarganya. Dari pihak pemakaman ya, organ tersebut kemudian dikirim ke Australia. Oleh karena itu, pihak rumah sakit membantah bahwa sudah melakukan pencurian organ dan menyatakan bahwa proses otopsi dilakukan setelah mendapatkan permintaan dari polisi. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai misteriusnya kasus meninggalnya warga negara Australia yang bernama Bayern Headow. Dan informasi ini ya benar-benar menghebohkan karena jantung dari Bayren masih dalam proses identifikasi di Australia dan tes DNA dilakukan untuk memastikan apakah organ tersebut benar milik Bren atau justru sudah ditukar. Karena takutnya nanti itu cuman jantung-jantung orang yang entah punya siapa dikirim karena mungkin punya Bayern udah kepalang tanggung udah dijual. Nah, curiganya seperti itu. Dan penyelidikan terkait meninggalnya dia juga masih terus diselidiki di Bali. Gimana, Geng? Menurut tanggapan kalian? Apakah Byren ini meninggal karena kadar alkohol dan antidepresan yang tinggi? Terus dia jatuh tenggelam, ya mendapatkan benturan di kepalanya. ini adalah kecelakaan atau justru ini adalah kasus penghilangan nyawa? Harus ada yang bertanggung jawab atas kasus ini. Coba deh kalian tinggalkan komentar di bawah.