Transcript
-Qs9cN3VZ1A • YAI MIM EXPELLED BY ZAHRA & RESIDENTS! MALAYSIAN PM INVITES YAI MIM TO BECOME A MALAYSIAN CITIZEN!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1556_-Qs9cN3VZ1A.txt
Kind: captions Language: id Oke, hari ini kita bakal membahas kasus yang kalian senangi ya, yaitu update tentang kasusnya yaim. Kenapa gua bilang kasus yang kalian senangi? Karena saat ini ya kasus yaim ini eh bisa dikatakan cukup viral bahkan bisa menutupi kasus-kasus yang lain kecuali kasus robohonnya pondok pesantren ya. Nah, kasusnya Imim ini lagi ramai banget dibicarakan. ada yang menuduh kalau ini kasus pengalihan isu lah. Ada yang menuduh kalau ini kasusnya sudah termasuk ke dalam ee berbau rasis karena membahas salah satu suku yang dianggap oleh netizen ee sering sekali mereka punya pengalaman tidak enak dengan masyarakat suku ini yang merantau dan segala macam lah. Intinya dari komen-komen yang gua baca sudah terlalu banyak perpecahan nih. Hati-hati teman-teman ya kalau berkomentar tentang suku ya. Jangan terlalu tajam-tajam bangetlah. Karena kita tidak bisa menstereotypek semua orang yang berasal dari suku itu memiliki sifat yang sama seperti oknum-oknumnya gitu. Contohnya kayak suaminya si Sahara ya kan. Enggak semua orang bersifat seperti dia. Enggak semua orang dari suku itu bersifat seperti dia. Jadi hati-hati banget. Dan saat ini semakin banyak netizen yang menghujat Sahara dan juga Sofwan yang kemarin kalau kita sebut Sofian ya, ternyata nama aslinya bukan Sofian tapi Sofwan. Nah, dan kasus ini sudah mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari KDM. Nah, memang sih Geng ya KDM itu Gubernur Jawa Barat, tapi mungkin dia mengajak YAAIM untuk bertemu dan menceritakan kasus ini agar membantu YAAIM meluruskan terkait fakta sebenarnya. karena image beliau sebelumnya sudah tercoreng di publik akibat framing yang dibuat oleh si Sahara. Terus kabarnya juga, Geng, Yaimim ini sempat ditawari oleh Perdana Menteri Malaysia loh, Geng. Agar pindah warga negara aja supaya enggak diganggu lagi. Nah, kalau benar seperti itu, berarti kasus ini makin heboh aja sampai ke telinga negara tetangga. Terus geng, berita ini juga mendapatkan perhatian dari salah satu pengacara yang kontroversial yaitu Bang Farhad Abes yang juga menyatakan dukungannya untuk eh Yaimin. Dan setelah semuanya berpihak ke yaimim pasca Yaimim datang ke podcastnya Bang Densu, nah Bang Densu juga mengajak Sahara dan komplotannya yang lain untuk datang dan menceritakan kasusnya di podcastnya Bang Densu. Kabarnya nih, Geng. Di dalam podcast tersebut sepertinya sih Sahara udah minta maaf ke Yaimim. Cuma sayangnya podcast-nya itu tidak jadi tayang. Kenapa enggak jadi tayang? Nah, nanti gua bakal jelaskan nih, Geng, alasan kenapa podcast tersebut yang versi Saharanya enggak tayang. Terus, Geng, seperti yang gua katakan tadi kalau kasus ini pada akhirnya berkembang menjadi isu nasional karena adanya gerakan yang dilakukan oleh netizen untuk memboikot usaha-usaha yang dimiliki oleh orang-orang dari suku M. mengingat si Sofan alias Sofian yang disebut oleh e Yaimim gitu ya, katanya RTR RW di perumahan itu juga merupakan orang yang berasal dari suku M. Nah, jadi si Sofwan-nya yang merupakan ee ketua dari apa ya kayak perkumpulan atau organisasi masyarakat ya atau ormas dari suku M. Terus RTRW-nya juga dari suku M. Jadi orang-orang mengaitkan tentang suku M ini yang negatif-negatif. Di video kali ini kita bakal merangkum beberapa update terbaru terkait kasusnya ya Meme ini. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] geng. Geng, untuk pembahasan yang pertama kita akan membahas dulu ya ketika Yaim akhirnya bertemu dengan Kang Dedi Mulyadi. Jadi, geng, pasca kasus dari Yaimim ini mencuat dan semakin lama semakin viral karena fakta-fakta yang terungkap kalau ternyata Yaimim enggak salah. Dan banyak pihak yang kemudian menyoroti kasus ini. Salah satunya adalah Kang Dedy, Gubernur Jawa Barat. Nah, Kang Dedi atau yang biasa disebut dengan KDM itu bertemu dengan Yaim. Pertemuan tersebut direkam dan diunggah di channel YouTube milik KDM. Perbincangan antara Yaimim dan KDM berlangsung dengan hangat. Yaimim juga sempat menjelaskan kepada KDM mengenai tafsir soal musyarakah. Nah, ini orang emang terlihat gitu ya dari cara ngomongnya itu orang berilmu. Nah, di saat Yaim berbicara tentang tafsir tersebut, konsep ini ee dikaitkan oleh Yaimim dengan konsep hidup berdampingan dengan alam yang mana menurut beliau istilah musyrik sering sekali dipahami dengan konotasi negatif. Padahal kata Yaimim, istilah itu bisa dimaknai sebagai kebersamaan atau kerja sama dalam menjaga ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Misalnya nih, ada pohon besar dan pohonnya dirawat serta dijaga. itu artinya kita memelihara pohon tersebut karena pohon tersebut memberikan perlindungan kepada kita. Hal itulah yang kemudian dinamakan dengan musyarakah. Kang Dedi Mulyadi di saat itu mendengar statement-statement dari Yaimim, dia sangat kagum ya. Dia kagum dengan penjelasan Yaimim dan ilmu yang dimiliki Yaimim. KDM juga menambahkan bahwa istilah musyarakah bisa dimaknai seakar dengan diksi masyarakat, bermakna kebersamaan dalam komunitas. Kemudian di saat itu, Geng, mereka enggak cuma membicarakan terkait tafsir, yaimim juga menjelaskan duduk permasalahan atas kasus yang menyerit dia dengan Sahara serta si Sofwan atau Sopian tadi. Nah, KDM menanyakan alasan videonya Yaimim menjadi viral dan latar belakang permasalahan antara Yaimim dengan tetangganya ini apa. Jadi, Yaimim di saat itu menjelaskan kalau apa yang terekam di video bukanlah sebuah masalah utamanya. Namun masalah utamanya adalah terkait lahan parkir. Nah, ini kalau udah berbicara tentang lahan tanah, banyak banget netizen yang mengiyakan. Banyak banget netizen yang langsung mengaitkan, "Oh, iya, warga suku M suka nyerobot. Warga suku M suka ee ngambil tanah orang minjam 10 m jadi 100 m dan segala macam." Padahal kalau kita pikir-pikir ya, permasalahan pertamanya adalah dengan Sahara nih, istri dari si Sofan atau Sofian yang suku M. siopiannya bukan Saharanya. Sahara bukan dari suku M. Di saat itu ya, Geng ya. Menurut YaIM, Sahara ini memiliki usaha rental mobil. Namun, parkiran yang dimiliki oleh tetangganya itu terbatas sehingga mobilnya diparkir di depan rumah YaIM. Kayaknya hal ini enggak perlu gua jelaskan lagi ya, Geng. Karena kalian sendiri kan udah paham ya, duduk permasalahannya adalah gara-gara ya si Sahara ini parkir sembarangan mobil rentalnya dan akibatnya mobil milik Yaimim sendiri jadi enggak bisa keluar ya kan. Namun di saat itu Yaimim ini masih berpositive thinking lah dengan cara dia mengatakan apa? Mungkin Sahara mengira di saat dia memarkir mobil di depan rumah Yaimim, dia mikir yaimim sedang ada di luar kota. Nah, oleh karena itu beliau akhirnya menelepon tetangganya itu dan meminta untuk dipindahkanlah mobil itu. Tapi di saat itu Sahara malah menyuruh Yaimim untuk membangunkan drivernya yang sedang tidur di sebuah gazebo yang di dekat rumahnya. Cuma ya seperti yang kita tahu ya, Geng. Sudah beberapa kali dicoba dibangunkan, tapi tetap aja driver-drivernya enggak ada yang bangun menurut ceritanya tuh. Akhirnya Yaimim dan Bu Rosida menelepon Sahara lagi dan Sahara memberikan kunci mobil kepada Yaimim untuk memindahkan mobil tersebut sendiri. Dari sini aja udah enggak sopan banget ya. El yang markirin mobil lu ya kan? El yang parkir sembarangan. Harusnya lu bertanggung jawab. Orang lain merasa terganggu, lu minta orang lain yang nyelesaiin masalah itu sendiri. even lu ngasih kuncinya itu artinya kan lu ngerepotin orang ya kan. Nah, namun pada saat itu yaim tetap oke-oke aja. Dia pun memindahkan mobil tersebut dan pada saat dia memindahkan mobil itulah mungkin suara dari gas mobilnya mengganggu sehingga membangunkan Sahara. Dan di saat itu ada karyawan atau stafnya Sahara yang bernama Agil juga salah satu suir lah yang ikut terbangun pada saat itu. Dan mereka berdua keluar. Saat mereka berdua keluar pakaian mereka itu agak minim. Nah, ini adalah salah satu kecurigaan masyarakat juga. Ada apa antara Agil dengan si Sahara? Terus, Geng, Yaimim juga menjelaskan ke KDM bahwa masalah yang terjadi antara dia dengan Sahara enggak cuma itu. Sebab Yaimim juga dituduh cabul oleh Sahara. Sahara juga merekam ketika Yaimin menyiram air ke tanah di depan rumahnya yang mana ketika itu Yaimim pakaiannya sedang minim. Nah, video ini direkam oleh Sahara itu pas di-upload ke platform digital atau di-upload ke TikTok, Instagram gitu ya. Ini benar-benar sebuah bentuk framing yang terlihat agar seolah-olah Yaimim sengaja memamerkan auratnya. Karena di saat itu Sahara ini mengupload video terus e bagian tubuh Yaim itu dia taruh semacam emoticon. Nah, sehingga terlihat ya secara kes mata seolah-olah yaimim itu kayak enggak pakai apa-apa. Tapi belakangan kita jadi tahu ya setelah Yaimim menyebarkan video versinya Yaimim yang ternyata yaimim itu pakai bawahan kok apa kayak celana atau sarung gitu. Dan menurut gua walaupun dia gak pakai baju di situ tuh sangat lumrah banget. Jangankan ya, imim ya, orang tua kita di rumah kayaknya kalau misalkan ya hari-hari di depan rumah pengen nyantai, pengen nyiram bunga atau apa, kadang-kadang enggak pakai baju juga. Biasa aja sih sebenarnya. Nah, tapi kalau udah diframing kayak gini seolah-olah yaim enggak pakai apa-apa. Dan gilanya adalah gara-gara video framing dari Sahara ini lah nih video ini nih Yaimim jadi diusir dari rumahnya sendiri dan harus mengundurkan diri sebagai dosen di tempatnya mengajar yaitu UIN Malang gara-gara video itu tuh setelah Imam Muslimin mantan dosen UIN Malang yang akrab disapa ya menerima surat pengusiran dari warga setempat pada 22 September 2025. Dan karena itulah Yaimi menyebut kalau semua tuningan Sahara yang diunggah di sosial media dengan menjelek-jelekan Yaimim itu enggak berdasar dan tidak benar. Beliau juga menegaskan tidak pernah melakukan penutupan jalan apalagi pencabulan seperti yang sudah dituduhkan oleh Sahara. RT RW dan juga warga setempat hanya mendengar keterangan sepihak dari Sahara dan selama ini gak pernah ada mediasi secara resmi yang dilakukan oleh perangkat desa kepada dia. Terus selain itu, Geng, Yaimim juga menjelaskan terkait aksi beliau yang terlihat seperti sedang berakting jatuh kepada KDM. Nah, Yaimi mengatakan apa yang dilakukan itu bukanlah sekedar drama yang dia buat tanpa tujuan, melainkan itu bagian dari respons psikologis ketika sedang menghadapi tekanan. Jadi, Yaimim ini mengaku sengaja menjatuhkan diri agar tubuhnya tidak mengalami efek yang lebih buruk. Menurut yaim, ada teori psikologis kalau kita terkena sesuatu kita lawan dengan yang lebih keras. Kalau mencontohkan kepada KDM ya, jika KDM diserang kepalanya, KDM biarkan aja. Bahkan Yaimin bilang ya, KDM harus menjatuhkan diri yang jatuhnya lebih sakit. Hal itu agar KDM tidak stroke. Ini ada teori psikologi. Heeh. Bahwa kalau kita terkena sesuatu tik gitu, kita lawan dengan yang lebih keras. Oh. Nah, jujur gua sebenarnya enggak paham sih dengan konsep ini, tapi ya enggak apa-apa. Yang ngomong orang tua ya, Geng ya. Orang berilmu juga nih yang ngomong nih. Ada baiknya kita dengarkan juga, kita terima, nanti kita filter yang salahnya di mana atau enggak benarnya di mana gitu. Kalau menurut Yaimim, apa yang dia lakukan itu namanya perlawanan. Dan menurut Yaimim ya, beliau bahkan menyebutkan tindakannya itu sebagai bentuk penerapan ilmu psikologis yang dipelajarinya saat menjadi dosen. Terus KDM mempertanyakan kenapa bisa Yaimim sebagai dosen tasawuf tapi enggak bisa menyelesaikan permasalahan dengan Sahara? Nah, menurut Yaimim, siapa saja yang belajar tasyawuf akan mendapatkan ujian dari Allah Subhanahu wa taala mengenai kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi terhadap kebenaran. Nah, ini benar banget nih, Geng. Ini kayak apa ya? Ini kayak kondisi alam yang gak bisa dijelaskan, Geng. Enggak cuma yaim. Banyak orang yang gua tahu ya karena berasal dari kampung nih. Di kampung gua dulu nih, setahu gua ya, orang-orang tua yang mencoba belajar tasyawuf ya, itu selalu ada ujiannya. Karena emang itu part dari tasyawuf itu sendiri loh, Geng. Karena kita diuji kesabarannya. Entah nanti tiba-tiba kita, maaf nih ya, rezekinya hilang, miskin atau entar kita ya mendapatkan musibah seperti ada saudara yang meninggal atau apa. Nah, di situlah diuji kesabaran kita, keikhlasan kita dan itu nyata banget dan benar banget apa yang dikatakan oleh Yaimim ini. Nah, terus kemudian geng Yaimim juga menjelaskan kalau dia sempat mendapatkan ancaman akan disantet oleh seseorang yang bernama Pak Yono. Sebab Pak Yono ini meminta kepada seseorang untuk mengambilkan tanah dan mengatakan kepada yaimim, "Mati koe" yang artinya mati kamu dalam bahasa Indonesia. Nah, tanah diambil itu artinya udah part dari apa ya? Kalau dalam ilmu santet itu kayak itu adalah salah satu syarat gitu. Nah, ini dia praktiknya begitu. Yang bilang itu yang baju hitam itu tanah kunden ambilkan loh w gitu a lah mati gu gitu kan. Agar Pak Yono ini merasa bahwa santet yang dia gunakan kepada Yaimim itu terwujud, makanya Yaimim ini berakting, pura-pura kena stroke. Jadi seolaholah ya untuk menyenangkan hati Pak Yono kayak weh berhasil nih santetnya gitu. Terus ini juga sempat diterapkan oleh Yaimim ketika Sopian atau Sofan menyuruh Yaimim untuk melihat dia sambil marah-marah. Jujur ini kocak banget ya. Kayak apa ya? Kayak bocah kecil gitu yang kita yang kita suruh. Misalkan bocah kecil nangis kayak kita suruh diam diam terus dia langsung ep gitu. Nah, kalau Yimim ini lucu banget. Si Sofnya bilang, "Lihat saya." Terus ya Imimnya langsung natap hadap-hadapan. Nih kalian boleh lihat deh videonya. Apa kamu? Hah? Apa? Ayo ngomong. Lucu banget ya. Eh, lucu dan berani juga. Padahal yaim di saat itu kita bisa lihat ya, postur tubuh dari Sopian atau Sofan ini jauh lebih besar. Dan Sofan bertanya, "Apa maunya sampean?" Yaimi menjawab, "Katanya suruh lihat kan katanya. Nah, kira-kira begitulah, Geng. Alasan ya Mimim eh banyak berakting di depan kamera. Tujuannya adalah apa, ya? Untuk mengiyakan semua ancaman, mengiyakan semua perkataan dari para lawan-lawannya ini. Jadi bikin mereka itu enggak tahu harus berbuat apa lagi. Nah, jadi kurang lebih seperti itulah, Geng, pertemuan antara Yaimim dengan KDM. Dan selanjutnya kita bakal membahas kabar mengenai yaim yang kabarnya ditawarkan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk pindah menjadi warga negara Malaysia. Benarkah seperti itu? Kita bahas. Jadi, geng, kasus ini enggak hanya ramai dibicarakan di negara kita, tapi ternyata sudah sampai ke negara tetangga yaitu Malaysia. Bahkan sudah mendapatkan perhatian dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Hal ini disampaikan oleh yaimimnya sendiri. Yaimim bercerita jika dia ditawari oleh Anwar Ibrahim untuk tinggal di Malaysia aja. Tapi karena Yaimim ini mengaku sudah cinta dengan Indonesia, beliau pun mengaku tidak terima tawaran tersebut. Mungkin ada yang bilang kalau Yaimim halu aja bilang kayak gitu. Namun Yaimiim menjelaskan kalau memang dia sering bolak-balik ke Malaysia untuk menghadiri agenda kumpul ulama setiap tahunnya. Dari pertemuan itulah YAIM biasanya ya diberikan hadiah oleh para tokoh mulai dari gubernur sampai perdana menteri Malaysia. Cuma tetap aja yaimim ini menolak tawaran itu. Alih-alih pindah negara Yaimin malah memilih pindah sementara untuk mencari swaka politik ke Australia setelah mendapatkan pengusiran dari warga. Nah, jadi dia lebih milih Australia lah ketimbang harus ke Malaysia. Enggak nyangka ya, Geng, kasusnya yaimim ini bisa sampai terdengar ke Malaysia. Mungkin karena relasi Yaimim yang sudah luas ya akibat dari pertemuan yang dia hadiri di sana. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai cerita Yaimim ketika dia diusir dari rumahnya dan katanya beliau juga sempat dipukul. Kasihan banget ya orang tua kok diginiin. Kita bahas. Jadi, geng saat Yaimim ini diusir dari tempat tinggalnya, beliau enggak melawan sama sekali. Kayak orang ikhlas-ikhlas aja gitu. Dia memilih untuk menuruti instruksi dari ketua RT yang bernama Pak Prayogo, ketua RW yang bernama Pak Wahyu Rendra, dan Prof. Dr. Nur Hidayat selaku dosen MIPA UB. Pak Nur Hidayat ini yang menurut Yaimim secara terang-terangan mengusir Yaimim karena dianggap tidak patut dan tidak pantas untuk tinggal di sana dengan ekspresi yang agak marah. Karena yang mengusir banyak, jadi Ya Mimim ini nurut aja. Padahal itu rumah dia. Dia beli sendiri, pakai uang dia, tanah-tanah dia. Dia bilang bukan karena takut. Namun mungkin Yaimim ini menghargai keputusan mereka yang lebih banyak jumlahnya. Kemudian Yaimim bilang, "Ada satu lagi yang namanya Pak Reza." Nah, Pak Reza ini katanya sampai mau mukul Yaimim, geng. Sementara Yaimim bilang kalau sebenarnya ya beliau ini sempat dipukul oleh Pak Prayogo selaku ketua RT ketika sedang mediasi di musala. Di saat itu ya dia sedang meminta tanda tangan, pindah alamat dan yaim dipukul tangannya hingga mengenai kacamata yang ada di genggamannya. Yang sudah mukul saya adalah Pak Pak Yoko, Pak RT. He. Waktu kami omong-omongan di musala minta tanda tangan pindah alamat itu loh. Enggak ditanda tangani saya dipukul sampai ini contohnya sampai. Namun Pak Prayogo langsung minta maaf dan Yaimim pun memaafkan setelah mediasi. Di malam itu juga yaimim ini disuruh pergi dari rumahnya. Cuma Yaimiim minta waktu sampai rumahnya terjual dulu. Karena jika Yaiminim pergi sekarang, beliau bingung ingin taruh di mana barang-barangnya yang ada di dalam rumah. Dan Pak Prayogo kemudian mengatakan lebih cepat lagi lebih baik untuk Yaim angkat kaki dari sana. Nah, ini kejam banget sih menurut gue. Dan keesokan paginya ya Mim ini mendatangi rumah dari orang-orang yang menandatangani kesepakatan Yaim untuk pergi dari rumah tersebut. Tujuannya adalah untuk meminta maaf sekaligus memberitahu bahwa Yaimim dan istrinya akan pergi dari sana setelah rumah itu laku. Dan Yaimim juga masih harus memperbaiki jalan depan rumahnya yang rusak karena dilalui oleh truk-truk yang merenovasi rumahnya di saat itu. Hanya saja yaimim juga mengaku belum semuanya beliau temui karena ada di antara mereka yang sedang tidak ada di rumah. Dan untuk saat ini Yaimi mengaku berpindah-pindah hotel di Malang. Kan kasihan ya orang tua kayak gini. Yaimim juga bilang kalau dia sudah mengkonsultasikan masalah ini ke pengacaranya. terkait apakah Yaimim bisa menolak pindah dari sana atau enggak dan apakah di sini Yaimim yang memang salah atau justru Pak Nur Hidayat yang salah karena dia menyuruh Yaimim untuk pergi dari rumahnya sendiri. Nah, ini masih menunggu. Dan kemudian ada keterangan baru nih, Geng ya, dari YAAIim. Informasi ini gua ambil dari akun ST_1603. Yaimi mengatakan kalau ketua RT di sana sering melakukan pungli terhadap UMKM seperti pemilik toko, bisnis laundry, dan sebagainya. Kabarnya ketua RT ini sering minta uang kepada pemilik bisnis tersebut. Ada fakta baru mengenai statement Kiai Mim, yaitu bahwa ketua RT ini seringki melakukan pungli terhadap UMKM. Kayak di toko-toko bisnis laundry itu beliau sering pungli, ya. Nah, untuk informasi ini belum ada yang bisa memastikan karena ini baru the Sasus, Geng. Nah, tapi ada satu hal yang menurut gue ini apa ya? Ini cukup eh bikin kaget ya. Yang mana Yaimim pernah mengaku HP-nya itu pernah dia kasih ke Sahara karena ingin memperbaiki kerusakan touchscreen handphone-nya Yaimim supaya tidak lemot. Yaimim kabarnya memberikan dua handphone ke Sahara. Sebelumnya, Yaimin bilang kepada Sahara agar berhati-hati soal di salah satu handphone tersebut ada video pribadi, kata Yaimim. Dan Sahara ngomong ke yaim tuh, enggak usah khawatir, dia juga punya koleksi video pribadi. Kata dia sama si Agil. Buset, serem banget. Tahu ya, geng, video apa yang dimaksud, ya? Lalu, Sahara juga bilang kepada Yaim kalau dia lebih cantik dan paling cantik di Malang. Jadi, Yaimim lebih baik sama dia dibandingkan sama istri Yaimim sekarang. Nah, itu kan udah ngegoda laki orang tuh. Nah, tapi ini masih isu ya, Geng. Masih rumor yang beredar. Belum valid kebenarannya kayak gimana. Oke, sekarang kita akan membahas ya di sisi Saharanya nih, Geng. Karena setelah podcast antara Yaim dan Bang Densu tayang, Sahara juga diundang ke podcast. Namun, podcastnya gagal tayang. Mengapa? Ya, sekarang kita masuk ke dalam pembahasannya. Jadi, Geng, pasca perselisihan antara Yaimim dan Sahara itu udah ramai banget dibicarakan di sosial media, Bang Densu mengundang Yaimim untuk menjelaskan duduk permasalahan versi dia ke publik. Dari sinilah kondisinya jadi berbalik, kan. Nah, di mana netizen jadi ngebela Yaimim. Setelah podcast dengan Yaimim tayang, Bandensu ikut mengundang Sahara ternyata. Nah, tapi ingat ya setelah podcast dengan Yaimim tayang, harusnya nih podcast Yaimim itu jangan tayang dulu, tapi Saharanya diundang juga ya kan supaya apa? Sudut pandangnya si Sahara ini tidak diatur dulu scriptnya. Tidak diatur scriptnya setelah dia menonton podcastnya Yaimim. Jadi dia enggak bisa nulis bantahan-bantahan. Paham enggak maksud gua ya? Jadi diundang dulu baru ditayangin dua-duanya. Jadi enak tuh objektif untuk menilainya. Nah, namun sayangnya ya Sahara ini diundang setelah ya podcast yaimimnya tayang dan sudah syuting podcastnya. Serta Bandensu pun memberikan informasi kalau Sahara sudah datang ke podcastnya. Namun justru netizen menolak Bandensu untuk menayangkan video podcastnya Sahara. Setidaknya ada dua alasan kenapa netizen gak mau Bang Densu menayangkan podcast itu. Yang pertama karena netizen merasa podcastnya Bang Densu sebagai wadah bagi Yaimim untuk bersuara. Soalnya Yaimim enggak diberikan kesempatan untuk berdiskusi saat musyawarah warga. Setuju banget. Karena Yaimim itu setiap satu kali ngomong weh diserang habis-habisan dan bahkan dia diusir secara sepihak tanpa adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. Netizen menganggap bahwa di situlah peran Bang Densu sebagai wadah untuk mengungkapkan unek-unek yang ingin dikeluarkan oleh YAIMIM. Bukannya sebagai wadah untuk saling klarifikasi di mana masing-masing pihak merasa benar. Dan untuk menentukan benar atau enggaknya, biarkan hukum yang menjawab. Nah, itu alasan pertama. Alasan kedua dikarenakan video podcastnya Yaimim sudah dipublish duluan. Ya, seperti yang gua katakan tadi oleh Bang Densu ya, netizen menilai dengan podcast yaimim yang ditayangkan duluan, otomatis pihaknya Sahara sudah menyiapkan skenario sedemikian rupa agar Yaimimage-nya jadi salah dan menjadi pihak yang kena fitnah walaupun yaim yang benar di dalam kasus ini menurut netizen. Gimana tuh, Geng, menurut kalian? Terus kemudian ada netizen lain yang meminta kepada Bang Densu untuk tidak menayangkan podcast dari Sahara ini. Netizen ini bercerita kalau ada tetangganya Sahara yang di tempat tinggal sebelumnya yang sempat speak up kalau Sahara dan Sofian ini di daerah tempat tinggal mereka sebelumnya yang lokasinya juga enggak begitu jauh dari tempat tinggalnya Yaimim sekarang memang pernah bermasalah sama tetangga lain. Sering berisik hingga tengah malam bahkan sampai dini hari. warga yang tempat tinggalnya dulu kemudian mengadakan musyawarah dan bersepakat untuk menyuruh ya si Sahara dan ee si Sofian ini angkat kaki dari sana. Nah, akhirnya mereka pindah rumah barulah mereka tinggal di sebelah yaim. Begitu tuh ceritanya. Tapi sayangnya ya di tempat baru Sahara ini kembali berbuat ulah. Kemudian ya selain itu ada netizen lain yang menyebutkan kalau Bang Densu yang kurang memahami dan mendalami kasusnya. Soalnya ketika Yaimim ini bercerita, beliau menggunakan bahasa-bahasa kiasan. Kayak mungkin misalkan ketika Sahara datang ke rumah Yaimim yang mana eh Yaimim di saat itu bilang Sahara ini menawarkan nasi. Itu sebenarnya bukan nasi beneran yang dimaksud, tapi melainkan itu menawarkan ehem-ehem. Karena kenapa? Di dalam kejadian itu kalau menurut cerita Yaimim, istrinya lagi pergi haji. Ketika Sahara ini menawarkan nasi, yaim bilang, "Oh, saya sudah disuguhkan nasi oleh istri saya." Loh, kan istrinya lagi haji ya kan? Siapa yang suuguhkan nasi? Nah, di saat itu dijawabkan oleh Sahara nasi dia lebih enak daripada nasi istrinya Yaimim. Dan Yaimim di saat itu tetap menolak. Dan itulah menurut cerita Yaimim. Berarti itu bukan soal nasi, soal yang lain ya. Kalian pahamlah. Lagi pula saat ini netizen juga bisa nilai ya dan sudah pintar-pintar semua. Begitulah kurang lebih kata netizen. Namun meskipun begitu geng Bang Densu bilang kalau sebagai media ya pihaknya memberikan hak jawab untuk Sahara di podcast. Sayangnya narasi yang banyak berkembang itu jadi menyudutkan Bang Densu. Namun Bang Densu mencoba mengerti keresahan netizen dan pada akhirnya mencari solusi dengan membuat voting apakah podcastnya Sahara mau ditayangkan atau enggak. Kalau voting menunjukkan tidak mau ditayangkan, Bang Densu enggak akan menayangkan videonya karena rencananya podcast Sahara akan ditayangkan di jam .00 malam di hari Rabu kemarin. Nah, Bang Densu kembali menegaskan kalau dia tidak punya kepentingan di kasus ini kecuali sebagai media yang memberikan wadah atau tempat dan akhirnya diadakanlah voting ya dan mayoritas netizen memilih agar Bang Densu tidak menayangkan video podcastnya Sahara. Bang Densu juga mengungkapkan hasil vote yang menunjukkan netizen tidak mau podcastnya tayang. Makanya Bang Densu memutuskan untuk tidak jadi menayangkan podcastnya Sahara. Walaupun enggak jadi tayang, sudah beredar cuplikan dari video podcast tersebut yang masih tahap editing atau mungkin pas lagi preview gitu ya. Di podcast tersebut, Bang Densu sedang berbicara dengan Yaimi melalui telepon dan telepon itu kemudian diserahkan ke Sahara dan dia mengucapkan salam kepada Yaimim dan Yaimim membalas salamnya yang dilanjutkan dengan menanyakan kabar kepada Sahara. Pada saat itulah Sahara mengucapkan permintaan maaf atas omongannya yang kasar dan perkataannya yang kurang baik kepada Yimim. Selamat sore. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Oke, Mbak Sara. Iya, saya mohon maaf saya mohon maaf atas omongan saya yang kasar, perkataan saya yang kurang baik kepada panjenengan. Cuma kita enggak tahu, Geng, apa respon dari Ya Mim karena setelah Sahara ini minta maaf, ya, video tersebut hanya sampai di situ aja terpotong. Dan video yang saat ini sudah tersebar luas itu pun mendapatkan kecaman dari netizen yang menyebutkan meskipun sudah minta maaf, masalah ini tetap harus dibawa ke ranah hukum. Netizen juga merasa tersinggung ketika Sahara menghina Yaimim dengan sebutan dugong yang dengan mudahnya dia minta maaf. Kalian bisa lihatlah videonya. Dugong dugong dugong. Bahkan ada netizen yang bilang Sahara ini minta maaf karena sedang ada di depan Densu atau justru ya udah tertekan oleh masyarakat. Dan ketika meminta maaf baru dia memanggil Yaim dengan panjenengan. Kemarin-kemarin manggilnya dengan kata-kata kasar. Nah, tapi belakangan yang gua tahu ya, Geng, Sahara ini akhirnya datang ke KDM untuk ya podcast tandingan lah untuk ngejawab semua apa yang sudah dikatakan oleh Yaim. Nah, namun itu enggak jadi patokan lah ya. Masyarakat udah enggak mau tahu apa yang dia jelaskan. Nah, tapi ada satu video yang beredar nih, Geng. Tapi gua yakin ini cuma parodi kayaknya ya. Ee karena gua lihat mukanya enggak mirip. Apa mungkin ini emang Sahara? Coba deh kalian nilai ini videonya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Eh, nama saya Sahara ya. Di sini saya mau eh apa? Mengungkapkan rasa kekecewaan saya kepada Bang Densu ya, Bang Denny Sumargo. Karena apa? Karena podcast saya enggak tayang. Nah, kalian lihat sendiri ya videonya. Di saat itu Sahara bilang dia kecewa, udah jauh-jauh dari Malangbong ee pengin datang ke podcast tapi enggak ditayangkan. Dia mengaku kalau dia sudah capek-capek nyusun dan menghafal naskah, nyusun strategi, mau jawab membalik-balikkan tentang isi podcastnya Yaim. Nah, di saat itu dia bilang, "Agil juga udah dibriefing." Nah, cuma sesuai dengan keinginan netizen, podcastnya enggak jadi tayang. Kasus ini kemudian bergulir dengan besar di masyarakat hingga menimbulkan gerakan memboikot usaha milik orang yang berasal dari daerah M. Karena Sofyan atau Sofwan orang dari daerah M dan bahkan dia ketua ee ormas, ormas daerah M. Nah, sekarang kita akan bahas mengenai gerakan boikot netizen terhadap usaha milik orang dari daerah M ini. Jadi, geng, kasus yang tadinya merupakan permasalahan antar tetangga jadi melebar sampai membawa etnis. Nih, hal ini disebabkan karena ya si Sofwan atau Sofian suaminya Sahara diduga juga RT dan RW setempat itu berasal dari wilayah yang sama yaitu daerah yang berinisial M. Karena kasus ini mencuat, ada aja cerita dari netizen-netizen lain yang ikut menceritakan pengalaman mereka ketika berurusan dengan orang-orang dari daerah M ini. Untuk itulah karena sudah dianggap meresahkan, ada gerakan yang dibuat oleh netizen untuk memboikot usaha-usaha milik orang dari daerah M. Biasanya kan mereka ini usahanya warung yang buka 24 jam dan juga usaha sate atau mungkin bebek gitu ya. Nah, netizen menyerukan untuk tidak beli sate dan bebek atau barang-barang dari warung milik orang daerah M ini. Nah, jujur geng, gua sedih sih kalau kayak gini ya. Orang kan cari makan ya. Kalau mereka kan jelas gitu bikin usaha gitu ya. Kalau memang tidak nyerobot tanah, tidak mengganggu yang lain, kayaknya jangan segitunya lah. Nanti malah kita lebih repot. Negara kita tuh apa ya penganggurannya udah banyak. Tingkat pengangguran semakin tinggi itu tingkat kriminal juga tinggi. Jangan sampai gara-gara mereka enggak bisa kerja, mereka enggak punya rezeki, nanti mereka melakukan hal-hal kriminal di daerah kalian, kalian juga yang capek. Nah, itu harus kalian pikirkan juga. Terus, Geng, meskipun ada juga netizen yang cenderung lebih objektif gitu, ya. Ya, di dalam kasus ini ada yang menilai bahwa apa yang terjadi di dalam kasusnya Yaimim dan Sahara adalah konflik tetangga, bukan konflik antar suku. Justru dengan adanya gerakan boikot terhadap suku M dengan usaha-usaha mereka akan membuat konflik menjadi semakin membesar. Dan satu lagi, gua juga sering membaca komen-komen dari oknum yang mengaku sebagai orang dari Kalimantan. Nih mohon banget ya gua juga punya saudara dan keluarga di Kalimantan. Jadi mau lu bantah, mau lu marah sama gua, silakan. Yang pastinya saudara gua juga enggak akan tinggal diam ya sesama orang Kalimantan, gitu kan. Jadi stop lah e mengungkit-ngungkit kasus di masa lalu tentang perang sampit dan segala macam tentang hal-hal yang berbau SARA gitu. Karena ini enggak ada hubungannya sama kalian orang-orang Kalimantan. Ini hubungannya tuh antara Pak Yaimim dengan si Sofwan dan eh apa si Sahara. Buat kalian oknum-oknum yang suka bawa-bawa nama Kalimantan untuk mencampuri urusan ini, stoplah. Jangan menjelek-jelekkan nama Kalimantan. Kalimantan itu namanya harum. Daerahnya ya, sorry to say ya, daerahnya itu daerah kaya. Kalimantan itu gak bisa dibandingin sama Jakarta. Lamborghini, Ferrari, jalan di tengah hutan itu Kalimantan doang yang punya. Orang-orang terkaya di muka bumi ini salah satunya berasal dari Kalimantan. Jadi janganlah mengotori sejarah-sejarah kelam untuk urusan yang receh kayak gini. Ini kan urusan receh ya, urusan tetangga, masalah lahan kecil, rental, dan segala macam, kalian malah bawa-bawa nama daerah kalian Kalimantan. Itu oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Udah stop diam, nonton aja. Oke. Terus, Geng, meskipun begitu, orang-orang dari daerah M mengaku cukup resah ya karena mereka jadi takut dibawa-bawa dalam masalah ini dan digeneralisasikan oleh netizen. Bahkan ada yang mengajak netizen untuk tidak memboikot warung atau usaha lain milik orang daerah M dengan bersatu bersama dengan orang-orang dari daerah M untuk memboikot Sopian justru agar dia jabatannya di ormas ya dicopot oleh orang dari daerah M. Karena dia sebagai ketua ormas tidak bisa dicontoh sifatnya. Terus kemudian ketua ormas cabang Malang, ormas yang sama yang diikuti oleh Sopian memberikan klarifikasi bahwa apa yang terjadi antara Yaimim dan Sahara tidak ada sangkut pautnya dengan ormas tersebut. Mereka enggak akan nge-backup. Namun geng di akun ormas tersebut terlihat ada sebuah video yang memperlihatkan ketika ormas itu mendampingi Sahara ketika mendatangi UIN Malang. Nah, tempat Yaimi mengajar. Nah, jadi kan berarti ada oknum juga nih dari ormas tersebut yang mendukung secara diam-diam atau mungkin secara terang-terangan terhadap e si Sofian dan Sahara ini. Jadi, si ketua ormas yang berasal dari Malang tadi dikatakan oleh netizen atau dituduh oleh netizen dia ingin cuci tangan dan tidak mau dilibatkan dalam kasus Yaimim. Padahal sejak awal mereka sudah berada di pihaknya Sahara dan Sofian. Jadi ketika ini viral malah pura-pura gak ikut campur kata netizen nih. Dan kabarnya geng saat ini baik dari Yaimi maupun Sahara sudah saling melaporkan satu sama lain. LBH Ansor pun menyatakan dukungannya kepada Sahara dan akan mendampingi Sahara dalam pelaporannya kepada Yaim atau terhadap Yaim terkait tuduhan pelecehan seksual. Jadi kita tunggu aja nih, Geng Update selanjutnya. Kira-kira menurut kalian siapa yang akan memenangkan kasus hukum ini? Kasus ini juga sudah mendapatkan perhatian dari banyak orang, termasuk salah satunya adalah e dari seorang pengacara yang cukup kontroversial di Indonesia yaitu Farad Abes. Nah, gua agak tertarik nih untuk membahas statement dari Farad Abes yang mendukung Yaimim karena biasanya unik-unik nih ya apa yang diucapkan oleh e pengacara yang satu ini. Jadi geng, setelah huruara perihal perseturuan antara Yaimim dan Sahara, Farhad Abbas buka suara nih. Menurut Farad Abbas, Yaimim dan istrinya yaitu Burosida menjadi korban framing negatif oleh Sahara. Padahal Yaimim sendiri adalah orang baik. Tapi dengan tipu muslihat yang dilakukan oleh Sahara, image baik tersebut digiring. Seolah-olah Yaimim ini adalah orang jahat. Farhad Abbas mengingatkan bahwa Yaimim itu merupakan pemilik tanah yang sedang dipermasalahkan oleh Sahara di perumahan Joyo Grand, Kota Malang, Jawa Timur. Terlebih lagi menurut Farad Abes, Yaime merupakan sosok yang harus dituahkan dan dihormati. Namun sayangnya warga sekitar justru memusuhi dia. Saya pasang badan buat Yaimin. Apapun yang terjadi, Yaimin itu adalah orang tua yang harus kita bela. Enggak perlu Yaimin ketemu saya, enggak perlu tanda tangan kuasa jadi lawyer segala macam, saya bela. Namun, Farad Abbas juga mengatakan kalau saat ini kondisinya sudah berbalik. Dia pun mengungkit terkait adanya sejumlah orang yang usianya jauh lebih muda tapi tidak menghormati orang yang lebih tua dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Dan Farad Abbas mengatakan mereka-mereka yang terlihat jagoan dan hebat tapi kalau sudah berhadapan dengan polisi atau hukum pasti bakal nangis katanya gitu. Rumen banget ya. Kali ini gua setuju banget sama Farat Abbas. Biasa nih agak enggak setuju gua. Farat Abbas juga bilang kalau orang-orang yang memusuhi Yaim itu enggak usah dibawa ke polisi, tapi berhadapan langsung dengan Farat Abbas aja. Waduh, mulai nih nih. Mulai-mulai nih. Gua takutin nanti kasusnya kayak sama Deni Sumargo lagi. Nah, Faratabes juga menegur atau akan mensomasi. Ya, pasti Sahara dan geng-gengnya bakal nangis, kata Faratabas. Dan bahkan nih, Geng. Faratabas juga meminta ketua RT setempat untuk diganti. Kalau perlu semua warga yang ada di sana dipindahkan sementara. Nah, sedangkan Yaimim dan istrinya balik lagi ke sana dan rumah-rumah lainnya diisi oleh penghuni baru. Nah, ini mulai konyol nih. Ini mulai konyol nih. Nah, Farat Abas pun ya menyayangkan sosok seperti Yaim yang disuruh pindah dari rumahnya dikarenakan Sahara yang memancing kemarahan agar emosi warga meledak. Yaimim juga dimarah-marahi ya, dihina bahkan dipukul. Farad Abbas menilai bahwa apa yang Yaim alami itu tidak etis dan dia meminta semua masyarakat untuk menegur Sahara dan segera diberikan sanksi sosial. Dan selanjutnya Farad Abbas juga meminta agar aparat turun tangan di dalam persoalan konflik antara Yaimim dan juga Sahara ini. Serta selain itu dia meminta agar Sahara dan Sofian dimasukkan ke barak TNI aja sekalian agar mendapatkan pembinaan bagaimana cara menjadi tetangga yang baik. Banyak orang-orang di desa itu ada orang gila enggak diusir, dijaga dirawat, orang miskin dikasih makan, kata Pratabes. Masa orang tua seorang dosen diperlakukan seperti itu. Wah, ini masuk akal nih. Benar sih. Benar-benar. Terus, Geng, terkait tuduhan bahwa Yaimi melakukan pencabulan, Farat Abbas meminta bukti seperti rekaman CCTV lalu menjadikan itu sebagai bukti untuk melapor ke polisi. Menurutnya, konflik antara Yaimim dan Sahara ini harus dibawa ke jalur hukum untuk keadilan dan pembuktian terkait beberapa tuduhan. Sebab jika ini semua hanyalah fitnah, maka kasusnya masuk dalam hukum pidana serta termasuk ke dalam pencemaran nama baik. Dan Farad Abbas mengingatkan bahwa persoalan ini juga harus diselesaikan dengan baik. Sebab dia khawatir kalau konflik ini akan mempengaruhi pariwisata Malang. Karena mungkin ada yang merasa Malang jadi daerah yang enggak aman. Yang sudah tinggal di situ aja bisa diusir apalagi jika ada wisatawan yang datang ke sana. Nah, begitu kurang lebih menurut pandangan dan pendapat Farat Abes. Oke, gimana Geng? Kalian setuju enggak dengan apa yang dikatakan oleh Faratabas? Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai update dari kasusnya Yaim dan Sahara. Gimana, Geng, menurut kalian tentang kasus ini? Coba deh, tinggalkan komentar di bawah.