Transcript
9G3g126CauE • INDONESIA FAILED TO ENTER THE WORLD CUP, COACH PATRICK KLUIVERT ESCAPED TO THE NETHERLANDS? #Klui...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1564_9G3g126CauE.txt
Kind: captions Language: id Geng, hari ini kita bakal membahas mengenai dunia olahraga, terkhususnya olahraga yang paling disukai oleh mayoritas manusia di muka bumi ini, yaitu sepak bola. Renders langsung di tengah. Sangat baik. [Musik] Oh Tuhan, oh Tuhan. Tapi sebelumnya gua pengin ingatin ke kalian, jaga kesehatan kalian karena ya sekarang lagi musim sakit ya geng. Gua hari ini tuh sebenarnya agak meriang, pilek gitu ya. Nah, tapi syukur alhamdulillahnya masih punya tenaga atau kuat ya untuk berbagi informasi dengan kalian semua. Jadi geng hari ini kita akan membahas ya mengenai dunia sepak bola Indonesia yang mana timnas kita gagal untuk masuk Piala Dunia. Kekalahan timnas Indonesia dari Irak 01 mengandaskan mimpi timnas Garuda untuk melaju dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Dan kekalahan ini pun meninggalkan kekecewaan yang mendalam bagi para suporter maupun skuad Garuda. Pencinta sepak bola nasional patut kecewa karena sejatinya timnas sudah dekat dengan Piala Dunia meski kini gagal lolos. Tapi timnas harus segera bangkit dan membuktikan diri di Piala Asia 2027. Sebelumnya gua udah pernah membahas tentang persepak bolaan Indonesia ketika Shintayong atau ST dipecat dan digantikan oleh Patrick Civt yang mana pada saat itu ya ini dianggap merupakan keputusan yang kontroversial yang dibuat oleh PSSI. Meskipun super terterimnas banyak yang menentang serta mengkritik hal itu, tetap pada akhirnya kita hanya bisa berharap yang terbaik. Apalagi Indonesia memiliki kesempatan untuk bisa masuk ke Piala Dunia ketika itu. Untuk bisa berlaga di Piala Dunia 2026 tentunya Indonesia harus melawan beberapa negara untuk bisa lolos seleksi zona Asia. Cuma di saat itu ya di dua pertandingan kemarin ketika melawan Arab Saudi dan Irak, Indonesia gagal meraih kemenangan sehingga berdampak langsung pada gagalnya Indonesia untuk bisa bermain di Piala Dunia nanti. Nah, mimpi Indonesia pun terpaksa berhenti di sini. Hal ini menimbulkan rasa kecewa yang begitu besar bagi masyarakat Indonesia. Dan rasa kekecewaan itu terlihat di mana di saat ini ada seruan untuk memecat si Patrick Cleverd eh apa ya himbauannya atau hashtag-nya gitu ya, yaitu Coulivert out yang disuarakan oleh netizen sebagai ungkapan rasa kecewa mereka terhadap permainan timnas yang dinilai sangat buruk di bawah naungan si Cluford ini. Nah, netizen juga menuntut pertanggungjawaban dari PSSI atas kejadian ini, Geng. yang mempekerjakan Cluvert sebagai pelatih karena dianggap keputusan tersebut justru berdampak buruk terhadap masa depan timnas Indonesia dan juga meluluhlantahkan harapan negara kita untuk bisa masuk ke dalam Piala Dunia. Yang harus diingat bahwa sebenarnya setiap event entah itu piala AFF entah itu SEA Game entah itu AF ee ee AFC ya jadi Piala Asia ya Piala Asia. Jadi kami selalu melakukan evaluasi menyeluruh. Bahkan nih, Geng ya, benar-benar kayak cuma datang untuk mengacau doang ya. Kabarnya setelah Indonesia kalah dari Arab Saudi dan Irak, Couluvert ini berserta dengan tim pelatihannya itu pulang balik ke Belanda. Ya udah kita yang menanggung apa ya kesedihan setelah bertahun-tahun memiliki harapan gitu ya. Udah mereka balik lagi ke negaranya dan orang-orang bertanya, "Ngapain nih kelompok ya, kelompok si pelatih ini pulang lagi ke Belanda. Apakah berusaha kabur karena takut disalahkan atas kekalahan Indonesia atau kenapa gitu?" Nah, di video kali ini kita bakal membahas tentang topik ini secara lengkap ya. Langsung aja nih. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jiri [Musik] Ging Oke, untuk pembahasan yang pertama kita akan bahas dulu kekalahan Indonesia saat melawan Arab Saudi. Jadi, Geng, Indonesia itu berlaga di dalam kualifikasi zona Asia grup B di hari Kamis dini hari tanggal eh 9 Oktober 2025. Indonesia berlaga melawan Arab Saudi di Stadion King Abdullah City yang ada di Jeddah. Nah, berjalan di menit ke-11 harapan Indonesia untuk masuk ke Piala Dunia 2026 seperti terbuka lebar karena timnas Indonesia berhasil menjebol gawang Arab Saudi lewat tendangan penalti oleh Kevin Dick ya. Sehingga skor di saat itu sementara menjadi 1-0. Berbahagialah para pemain serta para suporter berharap dengan gol itu menjadi awal mula dari kemenangan Indonesia dalam laga melawan Arab Saudi. Cuma Geng tiba-tiba situasinya berubah. 6 menit kemudian Arab Saudi dengan mudahnya menyamakan kedudukan. Nah, Wahb Saleh itu melayangkan tendangan kaki kiri yang terarah dari luar kotak penalti setelah mengecoh Jzes. Dan mulai dari sinilah Arab Saudi mulai terlihat semakin meningkatkan permainan dan menguasai lapangan. Di saat itu viras Alburaikan, salah satu pemain dari Arab Saudi menjadi pemain yang membuat para pemain timnas Indonesia berada di dalam tekanan. Kemampuannya dalam mengendalikan bola membuat pemain timnas Indonesia merasa kewalahan. Sampai pada akhirnya Firas berhasil mencetak gol di menit ke-36 dan mencetak gol lagi di menit ke-62. Di saat itu Kevin Dick sempat memperkecil ketertinggalan dengan melakukan tendangan penalti di menit 88. Tapi sayangnya upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sebab hingga akhir pertandingan tidak ada lagi tambahan gol sehingga Indonesia kalah dengan skor 23 dari Arab Saudi. Nah, di permainan tersebut ya Clifford mempercayakan Martin Pais sebagai kiper. Jay Idz Kevin Dick itu menjadi dua palang pintu sebagai jantung pertahanan. Di sebelah mereka ada D James dan juga Yob Sayuri yang dijadikan sebagai bek sayap kiri dan kanan. Joey Palupesi bersama dengan Mar Clock itu mengawali lini tengah lapangan yang didampingi oleh Ricky Kambuaya. Di bagian depan ada Beckham Putra di sayap kanan, lalu ada Miliano Jonathan di sayap kiri dan juga Regnar Orat Mangun menjadi penyerang depan. Nah, penyebab Indonesia kalah di dalam laga dengan Arab Saudi ini apa? Nah, ini gua ambil dari beberapa penilaian oleh para pengamat sepak bola nih, Geng. Nah, jadi ini bukan opini pribadi ya. Nah, jadi salah satunya itu datang dari Ario Yosia. Dia menyebutkan jika Cliford berani memainkan formasi 42 31 dalam laga penting melawan Arab Saudi dan itu membuat dia kaget. Soalnya, Geng, strategi ini menurut beliau membuat permainan Indonesia menjadi terlalu terbuka dan menyerang. Ya, hal ini dibuktikan dengan gol pertama Indonesia. Cuma strategi tersebut tidak diimbangi dengan lini tengah dan pertahanan yang kuat sehingga mudah dijebol terutama dari sisi sayap dan juga tengah. Nah, Indonesia kebobolan gol-gol yang enggak penting sebenarnya enggak perlu yang seharusnya itu enggak bisa terjadi. Ario juga menyoroti eksperimen yang dilakukan oleh Coulivert yang mencoba para pemain di berbagai posisi jelang pertandingan atau rotasi. Nah, masalahnya nih, Geng, hal itu tidak berjalan dengan baik. Malah sebaliknya itu membuat pertahanan tim terlalu mudah untuk dibongkar oleh pemain Arab Saudi. Nah, Ario mencontohkan penempatan Yakub Sayuri sebagai bek sayap kanan yang biasanya diisi oleh Kevin Dick. Kemudian pilar pertahanan yang biasanya dijaga oleh Jay Idzes dan juga Rizky Rido digantikan menjadi Idzes dan juga Dix. Nah, karena rotasi inilah performa dari pemain jadi enggak maksimal sehingga akhirnya kecolongan. Padahal nih, Geng, ya. Menurut Ario, jika tidak ada kesalahan individu pemain Indonesia dan pertahanan yang kuat gitu ya, mungkin hasilnya bisa seri. Dan dari data Fotmo, platform sepak bola dunia itu memberikan rating tertinggi sebesar 8,7 kepada Kevin Dick dengan dua golnya. Lalu di bawahnya ada Martin Pa dengan nilai 7,2 karena dia tujuh kali berusaha melakukan penyelamatan. Sementara rating terendah diberikan kepada Marx Clock dengan nilai 5,6 dan Beckam Putra dengan nilai 5,7. Sementara Yakub Sayuri mendapatkan nilai 6,4. Nah, pengamat sepak bola lainnya ada yang bernama Kesit Budi Handoyo. Dia ini mengatakan ada harapan Indonesia bisa meraih kemenangan atas Arab Saudi sebenarnya. Namun kesalahan dari si pelatih yaitu Couvert dalam memilih pemain yang turun sebagai starting eleven menjadi salah satu faktor yang membuat timnas jadi kalah. Jadi kayak apa ya? Harusnya tuh pemain-pemain awal yang main itu eh harus lebih teliti lagi gitu diturunkan. Jadi jangan asal asalan. Nah, makanya dianggap strateginya Clivert ini salah oleh si pengamat bola. Terus karena itulah ada blunder yang terjadi di lapangan dari pengamatan Pak Kesit ya. Ada tiga pemain yang dinilai tidak tampil maksimal dan tidak banyak memberikan kontribusi sejak awal pertandingan. Pertama nih kesalahan terjadi di sektor kanan khususnya posisi Yakub Sayuri di back kanan. lini tengah yang dijaga oleh Mark Clock dan juga Beckam Putra di sayap kanan. Terus Pak Kesit juga menilai ketiganya tampil tidak konsisten. Menurut beliau, salah satu kesalahan terjadi ketika Clivert keliru menempatkan posisi Yakub. Dia menganggap Yakub ditempatkan di posisi yang salah. Yakub membuat pelanggaran di kotak penalti dengan menarik baju dari viras Alburaikan yang berujung pada kartu kuning dan ya sanksinya penalti. Selanjutnya pertahanan belakang khususnya di sisi Yakub itu terlihat longgar sehingga menjadi sasaran serangan dari Arab Saudi. Selain itu ya Keset juga menilai perubahan formasi yang dilakukan oleh Cloverd itu sangat terlambat. Seharusnya dia bisa lebih cepat bereaksi setelah tertinggal 2-1 dari Arab Saudi. Termasuk saat memasukkan oleh Romani di menit ke-64 menggantikan Regnar Orat Mangun. Clif itu terlambat melakukan pergantian pemain. Selain menurunkan ole, dia juga memasukkan Eliano Reinders dan juga Tom Haye untuk menggantikan Beckham Putra dan juga Milano Jonathan di babak kedua. Menjelang akhir laga, dia baru mengganti pemain lagi dengan memasukkan Yance Sayuri dan juga Sandy Walls untuk menggantikan Yub dan Din James. Nah, masuknya oleh Romeni, Tom Hye dan juga Sandy Walls itu menurut Kesit agak telat. Nah, menurut beliau masuknya tiga pemain itu memberikan dampak terhadap situasi pertandingan. Bahkan kehadiran Ole berhasil membuat Arab Saudi merasa tertekan dan membuat pelanggaran yang berujung pada penalti yang bisa dimaksimalkan menjadi gol kedua Indonesia. Nah, cuma waktunya udah enggak cukup untuk bisa mewujudkan gol tersebut. Terus, Geng. Setelah pertandingan berakhir, Cluvert menilai timnya kehilangan kendali permainan setelah mencetak gol pertama. Dia pun menyoroti lini tengah yang dimanfaatkan oleh Arab Saudi. Meskipun belum sesuai harapan, Cluvert menilai timnya masih punya waktu untuk memperbaiki performa sebelum melawan Irak. Nah, Jzes selaku kapten juga mengakui timnya terlalu cepat kebobolan. Dia pun mengatakan para pemain timnas tidak akan menyerah dan akan memaksimalkan pertandingan melawan Irak. Sementara itu, Pak Erik Tohir selaku ketua umum PSSI itu menyebutkan hasil pertandingan adalah hasil yang mengecewakan. Namun dia tetap mengapresiasi perjuangan dari para pemain timnas. Di dalam postingan Instagramnya, Pak Erik Tohir menuliskan timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dan itu bukanlah hasil yang diinginkan dan timnas harus segera bangkit dan fokus ke pertandingan selanjutnya untuk melawan Irak. Selain karena pertandingan, ada masalah lain lagi yang terjadi di luar stadion. Ya, PSSI mendapatkan laporan ada sekitar 4.000 suporter timnas Indonesia yang kesulitan untuk memasuki stadion. Banyak dari mereka yang terjebak di luar stadion saat pertandingan ingin dimulai. Mereka baru bisa masuk ke dalam stadion saat pertandingan sudah berjalan cukup lama. Kemudian juga ada laporan yang menyebutkan adanya perlakuan yang tidak baik yang didapatkan oleh sejumlah keluarga pemain oleh pihak keamanan setempat. Di saat itu, istri dari Tom H ya yang sedang hamil 6 bulan sampai mengalami keram akibat dipaksa menunggu terlalu lama sembari berdiri. Nah, perlakuan tidak mengenakkan ini juga dialami oleh ibunya J. Idzes yang hampir menjadi korban kekerasan fisik oleh petugas yang bertindak kasar. Pacarnya Din James juga ee harus digotong melewati barikade karena tidak diizinkan masuk. Nah, terus ada lagi Malik Wildan sebagai komentator sepak bola Indonesia juga ikut mengalami insiden yang tidak mengenakkan yang terjadi di luar stadion. Intinya banyak terjadi situasi yang tidak kondusif di saat itu, Geng. Dan oleh karena itu, PSSI mengajukan protes tegas terhadap AFC atas semua insiden yang terjadi di saat itu. Terus, Geng, gagalnya Indonesia karena kekalahan dari Arab Saudi membuat Indonesia tinggal berharap bisa menang dari Irak. Namun seperti yang kita tahu ya, Indonesia gagal mencetak gol di dalam pertandingan tersebut. Nah, jadi gua bakal membahas bagaimana dinamika dalam pertandingan melawan Irak yang berujung pada kekalahan Indonesia. kita bahas. Jadi, Geng, 2 hari setelah laga melawan Arab Saudi, Indonesia harus tampil maksimal di dalam pertandingan melawan Irak yang berjarak hanya 2 hari, tepatnya pada hari Minggu tanggal 12 Oktober 2025. Pertandingan melawan Irak ini menjadi salah satu pertandingan penting yang harus dimenangkan oleh Indonesia. Soalnya, Geng, jika Indonesia menang melawan Irak, maka peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 itu masih ada. Faktor Indonesia untuk bisa lolos juga ditentukan oleh kemenangan Irak atas Arab Saudi. Seandainya Indonesia menang dari Irak dan Irak menang dari Arab Saudi, maka Arab Saudi dan Irak masing-masing memperoleh tiga poin sehingga urutan klasmen akan ditentukan melalui selisih gol. Nah, tapi peluang ini tertutup jika Arab Saudi menang dari Irak. Nah, pilihan kedua adalah Indonesia menempati posisi kedua untuk melaju ke putaran kelima kualifikasi Piala Dunia 2026 atau jalur playoff antara konfederasi. Nah, cuma syaratnya masih sama. Indonesia tetap harus menang melawan Irak. Nah, tapi masalahnya Irak bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan, bahkan mungkin lebih sulit atau lebih kuat dibandingkan dengan Arab Saudi, Geng. Dan seperti yang kita tahu ya, Geng, Indonesia akhirnya kalah dengan skor 0-1 di dalam pertandingan melawan Irak. Dan Indonesia hampir unggul lewat eh peluang yang dimanfaatkan oleh Mauro Zilzstra. Nah, Kevin Dick juga sempat memberikan ancaman ke gawang Irak. Dia melakukan tendangan yang hampir menghasilkan gol, tapi bola malah mengenai bagian atas gawang. Sampai selesai babak pertama tidak ada gol yang dicetak oleh timnas Indonesia. Di babak kedua, Indonesia melakukan pergantian dengan menarik Ricky Kambuaya yang digantikan oleh Ragnar Orat Mangun. Sementara Irak menarik dua pemainnya sekaligus yaitu Sherko Karim dan juga Kevin Yakob yang digantikan oleh Yusef Amin dan juga Ziden Iqbal. Indonesia mendapatkan kartu kuning ketiga setelah Mauro Zilstra itu melanggar pemain Irak. Sebelumnya di babak pertama Kelvin Verdong dan juga Ricky Kambuaya itu juga sudah mendapatkan kartu kuning. Pada menit ke-56 Irak melakukan serangan balik dan untungnya D James ya dengan sigap menghentikan laju bola sebelum diambil oleh striker Irak. Indonesia merespon dengan serangan yang dilancarkan oleh Kevin Dick dan juga Eliano. Tapi umpannya itu belum mengarah ke Ole Romeni yang bergerak maju. Dan Kevin Dick ya melepaskan tembakan di menit ke-64 ke arah gawang. Namun bola berhasil ditangkap oleh kiper Irak yang bernama Jalal Hasan. Indonesia mendapatkan kesempatan lewat counter attack melalui pergerakan Ole Romi. Cuma ya Ole mendapatkan serangan dari pemain Irak saat membawa bola. Dan menurut penilaian wasit serangan itu tidak terlalu keras sehingga hanya diberikan kartu kuning. Singkat cerita nih Geng ya, Irak pun akhirnya berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan kelengahan pemain Indonesia. Yang mencetak gol adalah Ziden Iqbal dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti dan tidak bisa dijangkau oleh Martin Pais. Nah, Indonesia berusaha menyamakan kedudukan, namun Irak bisa mempertahankan keunggulan hingga selesai pertandingan. Apa faktor kekalahan Indonesia kali ini? Dikatakan Kesit selaku pengamat sepak bola menilai penampilan timnas Indonesia saat melawan Irak lebih baik dibandingkan saat melawan Arab Saudi. Sejumlah peluang bisa diciptakan di sepanjang babak pertama. Sementara Irak kesulitan mengembangkan permainan. Namun, Geng, pemain timnas Indonesia tidak bisa mencetak gol. Kegagalan mencetak gol berlanjut di babak kedua. Di sisi lain, Irak tampil lebih baik setelah jeda turun minum dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya pun Irak ya berhasil mencetak gol. Di saat itu, Kesit menganalisa sejumlah faktor penyebab kekalahan timnas Indonesia terhadap Irak. Padahal pemain Indonesia memperlihatkan progres di laga tersebut. Dan Kit mengatakan Indonesia harus terus-menerus menekan pertahanan Irak di sepanjang babak pertama. Namun geng, berbagai serangan yang dilancarkan belum menghasilkan gol. Masalahnya ya berada di barisan depan. Striker Mauro Zilstra itu diturunkan sejak menit awal. Menurut Kesit ternyata masih belum mampu ya menjebol gawang Irak yang dijaga oleh Jalal Hasan Hasyim. Dan Kit mengatakan jika Mauro masih perlu banyak waktu menyesuaikan kesamaan visi dengan pemain lainnya. Selain itu, Irak bermain dengan posisi pertahanan belakang yang sulit ditembus oleh pemain Indonesia. Hal ini membuat pemain Indonesia kesulitan mencetak gol dengan menerapkan strategi bertahan. Irak bermain sangat disiplin membentengi area berbahaya yang ada di garis belakang. Nah, setelah berulang kali gagal mencetak gol menurut Kesit, para pemain timnas Indonesia merasa putus asa. Padahal mereka bermain cukup baik di lini belakang dan garis tengah. Nah, menjelang sejam pertandingan dan belum ada gol dari Indonesia, Cliffort menarik Mauro keluar lapangan untuk digantikan oleh Ole Romeni. Namun, Geng, Ole di saat itu kesulitan menciptakan ancaman ke gawang Irak sehingga pergantian penyerang tetap tidak membuahkan hasil. Nah, di satu sisi ya Irak mampu memanfaatkan ketidakcermatan pertahanan belakang Indonesia dan oleh karena itu Irak bisa mencetak gol. Kesit melihat gol itu disebabkan karena pertahanan belakang Indonesia yang mulai longgar dalam menghalau serangan balik pemain Irak, termasuk ketidak cermatan Rizky Rido saat mengawasi Z dan Iqbal. Selain karena pemain Indonesia, peran dari wasit turut andil di dalam skor akhir pertandingan melawan Irak. Wasit yang memimpin jalan pertandingan ya berasal dari China namanya adalah Maning. Banyak pihak yang menganggap keputusan-keputusan maning ini menimbulkan pertanyaan. Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi, terutama di babak kedua. Manning ya memberikan kartu merah pada pemain Irak, Zaid Tahsin pada injury time akibat menyikut Kevin Dick di kotak penalti. Nah, meskipun begitu tapi tidak diberikan penalti untuk Indonesia. Dia menilai Dix melakukan pelanggaran lebih dulu kepada Z Tahsin sehingga memancing emosinya Tahsin. Keputusannya itu ditanggapi dengan keras oleh pihak Indonesia. manajer timnas Indonesia yaitu Sumarji itu melakukan protes keras hingga mendapatkan kartu merah dari Maning. Hal itu bukan pertama kalinya Maning ini membuat keputusan yang mengundang tanda tanya. Sebelumnya dia tidak memberikan kartu merah kepada Tahsin yang saat itu berada sebagai orang terakhir pertahanan ketika melanggar Oli Romeni. Timnas Indonesia itu sempat meminta wasit untuk meninjau ulang pelanggaran terhadap Oli Romeni melalui video asisten Rever atau VAR. Namun ya Maning ini tidak melakukan hal tersebut. Hanya memberikan kartu kuning untuk Tahsin. Nah, secara total Maning ini mengeluarkan enam kartu kuning untuk Indonesia dan satu kartu merah untuk Irak. Indonesia membuat 18 kali pelanggaran, sementara Irak enam pelanggaran. Football primer ya, media asal Belanda juga berpandangan yang sama, Geng. Mereka menilai jika menaing ini sering membuat keputusan yang aneh dan kontroversial. Sempat ada rencana PSSI untuk memprotes terkait kinerja mening dalam laga Indonesia melawan Irak. Namun kabarnya PSSI membatalkan niat tersebut. Entah kenapa, enggak tahu. Nah, memang nih, Geng. Saat ingin bersiap menghadapi babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI menyuarakan narasi potensi kecurangan. Sebab AFC itu menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah. Pertandingan penting tidak digelar di tempat yang netral. Selain itu, pemilihan wasit asal Kuwait dan Cina juga digugat. Nah, protes resmi pun diajukan oleh PSSI untuk meminta wasit dari wilayah lain selain Timur Tengah. Jadwal pertandingan juga jadi masalah. Indonesia memainkan dua laga berurutan melawan Arab Saudi dan Irak yang membuat pemain Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk recovery atau istirahat. Sementara Arab Saudi yang menjadi pihak paling diuntungkan dengan bermain di kandang, mereka juga memiliki waktu pemulihan yang panjang. Namun, mau bagaimanapun juga dengan gagalnya Indonesia memenangkan pertandingan melawan Irak, Pupu sudah harapan masuk ke Piala Dunia. Pihak istana pun buka suara atas kekalahan Indonesia ini, Geng. melalui Pak Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekretariat Negara, beliau mengatakan jika permainan timnas bagus secara keseluruhan. Namun gagalnya timnas akan dilakukan evaluasi dan meminta kepada semua pihak untuk jangan patah semangat dalam mendukung timnas. Nah, meskipun begitu ya suporter timnas masyarakat Indonesia udah merasa sangat kecewa dengan kekalahan timnas tersebut. Dua kali kegagalan beruntun yang menyebabkan gagalnya Indonesia masuk ke dalam Piala Dunia 2026. Dengan rasa kecewa yang sudah tidak terbendung ya, netizen pun bergerak dengan menyuarakan agar ya Cluvert dipecat atau mundur sebagai pelatih dengan hashag Couvert out. Sekarang ya kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai gerakan Cluiv out di media sosial. Jadi, Geng, pasca kekalahan Indonesia dalam dua laga sebelumnya membuat supporter sangat kecewa dengan kinerja Coulivert sebagai pelatih. Di dalam rangka mengungkapkan kecewa eh masyarakat, ya, netizen membuat seruan di media sosial dengan #cluvert out. Enggak sedikit juga netizen yang membandingkan bagaimana performa tim di bawah asuhan Coulivert dengan Shinyong dulu. Nah, sebab pada saat Timnas Garuda masih diurus oleh Shinteong, performa timnya tidak separah Kouliver. netizen tidak terima jika alasannya karena timnas membutuhkan proses penyesuwaan atau chemistry lagi antara pelatih dengan pemain. Sebab sejak awal ganti pelatih, timnas itu udah dituntut untuk menang karena tim yang sudah terbentuk sehingga tidak ada alasan apapun untuk kalah. Ada juga yang menginginkan agar Shinta bisa kembali lagi untuk melatih timnas Indonesia. Soalnya ya Simtayong ini sedang menganggur sekarang setelah dipecat oleh klub barunya yaitu Ulsan HD. Terus geng, ramainya seruan tersebut membuat PSSI pun buka suara melalui wakil ketua umum PSSI yaitu Zainuddin Amali. Soal apakah CIV dipertahankan sebagai pelatih atau justru dipecat itu harus menunggu laporan dari ketua Badan Tim Nasional sekaligus manajer dari timnas Indonesia yaitu Pak Sumarji. Sehingga keputusan terkait mempertahankan atau memecat Kivvert ini enggak bisa atas keputusan sepihak. Keputusan itu nanti ketika diadakan ee rapat co ya. Pak Sumarji sendiri juga sudah berkomitmen untuk menyampaikan laporan apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi terkait kegagalan Indonesia menuju Piala Dunia 2026. Dia berharap melalui laporan tersebut para anggota komite eksekutif PSSI bisa berani mengambil sikap tegas. Berarti penentuannya ada di rapat Exco nanti. Nah, yang jadi pertanyaannya kapan rapat Exco akan digelar? Kita tunggu dulu laporan dari ketua BTN sekaligus manajer. Nah, baru kita ambil sikap. Nah, Pak Zainuddin Amali menyebutkan pihaknya masih harus menunggu Erik Tohir selaku ketua umum PSSI. Beliau berhalangan minggu ini karena akan menggelar acara pernikahan untuk anaknya. Tom beliau masih ada acara kan kalian tahu kan masih meningkatkan putri pernikahannya tanggal 181 terus yang enggak kalah bikin penasaran jika PSSI memutuskan kontrak untuk Cluvert berapa kompensasi yang harus dibayar oleh PSSI dan sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait besaran nilai kontrak CLIVT dengan timnas Indonesia oleh karena itu, susah untuk memperkirakan angka pasti untuk kompensasi pemutusan kontraknya. Cuma ada kasus sebelumnya antara Coulivert dan klub Turki yaitu Adana Demir Sport yang bisa memberikan gambaran di bulan Desember 2025 FIFA Tribunal memutuskan untuk Adana E Demir Sports harus membayar sekitar 292.666o atau setara dengan R5,7 miliar kepada Cluvert. Jadi itu kayak penalti gitulah, Geng. karena pemutusan kontrak sepihak atau ee sebelum kontrak berakhir. Jumlah tersebut terdiri dari gaji yang tertunggak sebesar 142.66o dan kompensasi pemutusan kontrak senilai 150.000. Di tengah-tengah seruan yang muncul agar dia dipecat oleh PSSI, Cluvert dan seluruh tim ke pelatihannya tidak kembali ke Indonesia bersama dengan pemain timnas lain. Mereka disebut-sebut langsung terbang ke Belanda setelah pertandingan berakhir. Jadi kayak takut gitu ke Indonesia. Nah, Pak Sumarji pun membenarkan kabar tersebut bahwa tim pelatih tidak kembali ke Indonesia. Semuanya kembali ke Belanda. Benar-benar enggak bertanggung jawab. Ketika ditanya terkait alasan mengapa Couvert dan timnya ke Belanda, Pak Zainuddin mengaku belum menerima penjelasan dari Cluvert soal mengapa dia kembali ke Belanda. Apakah untuk menghindari tekanan terhadap dirinya dia karena kalah membawa Indonesia menuju Piala Dunia atau justru ya mungkin ada kepentingan lain. Nah, ini enggak tahu kabar pastinya, Geng. Dan rasa kecewa tersebut tentunya tidak cuma dirasakan oleh supporter aja, Geng. melainkan juga dirasakan oleh para pemain timnas. Pastilah mereka sangat kecewa karena harus mengubur impian untuk bisa berlaga di Piala Dunia. Namun ada isu yang menyebutkan jika terjadi perpecahan di ruang ganti nih, Geng. Ketegangan ini terjadi selama tim bertanding di putaran keempat kualifikasi. Isu tersebut semakin terlihat ketika Justin Hner, salah satu pemain timnas mengungkapkan pendapatnya di story Instagramnya setelah Indonesia kalah dalam laga melawan Arab Saudi. Saat bertanding melawan Arab Saudi, HPER hanya berada di bangku cadangan. Setelah kalah melawan Arab Saudi, HPER membuat unggahan di story Instagram ee yang eksklusif gitu ya. Dia menuliskan dalam bahasa Indonesia yang artinya kita semua tuju siapa yang seharusnya berada di lapangan. Nah, unggahannya itu seperti tidak menunjukkan respect Hpner kepada rekannya yang sudah berusaha keras di lapangan. tahu bahwa unggahannya itu membuat gaduh, Hubpner pun meminta maaf karena sudah menulis statement seperti itu. Walaupun itu sebenarnya cuma bisa dilihat oleh orang-orang khusus yang berlangganan terhadap ya Instagram-nya dia. Meskipun sudah meminta maaf, tampaknya isu adanya konflik di ruang ganti ini belum sepenuhnya meredah. Untuk itu, Pak Sumarji berusaha untuk menjelaskan pendapatnya terkait isu perpecahan di dalam ruang ganti tersebut. Menurut beliau, setiap tim mengalami kekalahan pasti situasi ruang ganti menjadi tegang. Dan itu adalah hal yang wajar terjadi di dalam kondisi tim yang sedang berada di dalam tekanan gitu, Geng. Ruang ganti itu setiap kita mengalami kekalahan itu pasti ada situasi yang sulit. Ya, sekali lagi, setiap kita mengalami kekalahan itu pasti ada situasi yang sulit. Nah, terus geng meskipun begitu Pak Sumarji tidak mau memperpanjang rumor tersebut dan menyebutkan amarah dari para pemain sebagai bagian dari kekecewaan pasca pertandingan. Terkait statement HPER, Pak Sumarji menganggap apa yang dikatakan oleh HPER itu benar sekaligus salah. Namun, Pak Sumarji menekankan seharusnya Hpner mengungkapkan keluh kesahnya secara internal bukan di ranah publik seperti mengunggah di media sosial. Dia memahami rasa kecewa HPner yang merasa timnas Indonesia bisa menang melawan Arab Saudi. Pak Sumarji sendiri e mengatakan sudah berbicara kepada HPER terkait masalah tersebut dengan HPER yang membuat permintaan maaf. itu seperti yang di ee ee disampaikan oleh Justin ada sedikit persoalan. Tetapi menurut saya apa yang disampaikan Justin ada benarnya dan juga ada tidak benarnya. Benarnya dia merasa bahwa jiwa nasionalnya dia, patriotnya dia terpanggil. Kenapa kita kalah? Nah, terus Geng ada isu lainnya lagi nih, Geng, yang tidak kalah menarik, yaitu terkait siapa saja yang mendapatkan kartu merah setelah melawan Irak. Rumor sempat beredar bahwa Shane Patinama ya itu menjadi salah satu pemain yang diusir karena protes terhadap Maning. Nah, hanya saja Pak Sumarji membantah ya kabar tersebut. Dia menegaskan bahwa Patinama tidak mendapatkan kartu merah meskipun sempat ikut melayangkan protes atas keputusan wasit. Menurutnya, insiden itu terjadi karena adanya rasa frustasi dan ketidakpuasan atas kinerja wasit. Dia bahkan sempat mencoba menenangkan pati nama yang ingin memprotes lebih jauh. Kemudian karena saat ini ST sedang tidak menjadi pelatih untuk tim manapun, sempat ada harapan bagi suporter jika STY bisa kembali lagi untuk melatih timnas. Terlebih lagi ada rumor yang menyebutkan kalau STY kemungkinan akan ditarik kembali oleh PSSI. Nah, tapi sayangnya geng meskipun terlihat memungkinkan ST sendiri sudah membantah bahwa rumor tersebut tidak benar sehingga sudah tidak mungkin lagi bagi STY untuk melatih skuad Garuda ke depannya. yang mana berarti saat ini kita hanya bisa menunggu kelanjutan nasib dari Cleouvert. Apakah akan tetap dipertahankan oleh PSSI atau justru dipecat. Namun kayaknya sih ya saat ini publik lebih mendukung kalau dia dipecat, Geng. Dan tentunya ini menjadi kekalahan yang sangat menyakitkan buat Indonesia karena Piala Dunia di depan mata. Namun, Indonesia gagal untuk bisa bermain di ajang olahraga sepak bola terbesar di dunia ini. Meskipun begitu ya, kita tidak boleh terlalu lama bersedih lah ya, Geng ya. Sebab masih ada laga yang harus kita menangkan, yaitu Piala AFF 2026 dan Piala Asia pada bulan Januari 2027 nanti yang menjadi turnamen bergengsi berikutnya. Nah, Indonesia belum pernah menjadi juara di kejuaraan sepak bola Asia Tenggara atau Piala AFF. Nah, prestasi terbaik timnas adalah menjadi juara dua atau runner up. Nah, hal yang sama juga terjadi pada Piala Asia atau AFC Asian Cup. Indonesia itu baru lima kali bermain di putaran final Piala Asia. pertama kali Indonesia ikut di tahun 1996. Selanjutnya di tahun 2000, 2004, dan 2007, Indonesia kembali lolos di Piala Asia 2023. Di empat kali keikut sertaan, yaitu di tahun 1996, 2000, 2004, dan 2007, Indonesia selalu berakhir di fase grup. Di tahun 2023, timnas bisa melaju hingga babak 16 besar Piala Asia 2023. Langkah Indonesia di babak perdapan final terhenti setelah dikalahkan oleh Australia. Indonesia memiliki waktu setahun untuk membangun tim Piala Asia 202. Karena itu, Indonesia butuh sosok yang mampu mempertahankan kondisi dan kekompakan di dalam tim, Geng. Nah, belajar dari perjalanan timnas di kualifikasi e Piala Dunia 2026 kedalaman skuad terutama di lini tengah dan lini depan juga perlu mendapatkan perhatian. Nah, jika kedalaman skuad dan kekompakan tim bisa terjaga, bukan hal yang mustahil jika timnas Indonesia bakal berhasil lebih jauh di Piala Asia 2027 sekaligus menyambut kualifikasi di Piala Dunia 2030. Buset, lama banget ya. Kayaknya gua udah punya anak nanti tuh. Ya, kita harap yang terbaik lagah geng ya untuk timnas kita. Dan apa kabar Bung Handuk, Bung Toel? Dulu kan benci banget tuh sama ST. Sekarang culivert kayak gini kok kayak kurang kedengaran suaranya. Ke mana bung? Lah itu dia, Geng ya pembahasan kita hari ini mengenai gagalnya Indonesia masuk ke dalam Piala Dunia 2026. Kalian lebih setuju mana nih, Geng? Mempertahankan Coulovert atau biarkan dia dipecat? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar.