Transcript
t6Kf7MyjfLI • AS A RESULT OF BUILDING A MOSQUE ON UNPAID LAND! USTADZ TAQY MALIK DEMOLITED HIS MOSQUE
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1569_t6Kf7MyjfLI.txt
Kind: captions Language: id Jadi, Geng, belum selesai e permasalahan Yaimim Sahara serta Nadya Almira. Berbarengan dengan itu, tiba-tiba ada lagi kasus yang ramai diperbincangkan oleh netizen di media sosial, yaitu masalah yang menyeret eh nama besar Ustaz Taki Malik. Takim Malik, mantan suami Salma Finan Sunan ini tengah menghadapi kasus serius tanah seluas R.200 200 m² yang dibelinya dengan harga Rp9 miliar tapi dicicil kini bermasalah. Taki Malik ini bukan orang biasa. Dia merupakan mantan suami dari anak pengacara terkenal yaitu Salmavina Sunan. Banyak orang yang mengagumi Taki Malik sebagai orang yang taat beragama sebab beliau adalah seorang hafiz dan juga penghafal Al-Qur'an. Bahkan dijuluki sebagai seorang ustaz. Nah, sosoknya enggak asing lagilah bagi orang Indonesia. Terakhir kali Taking Malik ini dibicarakan netizen karena kabar perceraiannya dia dengan anaknya e pak pengacara tadi yaitu Sama Vina Sunan. Nah, sekarang tiba-tiba ramai lagi nih beliau dibicarakan oleh orang-orang. Kasusnya menyangkut permasalahan lahan. Jadi ya Ustaz Taki Malik ini membangun masjid di atas lahan sengketa yang mana sengketa itu dikarenakan Taki Malik yang ternyata dikabarkan tidak melunasi cicilan pembelian tanah tersebut. Terus masalahnya jadi panjang, Geng. Untuk melunasi hal itu, Taki Malik tiba-tiba berinisiatif untuk menggalang donasi. Nah, cuma Takaki Malik dituduh menggelapkan uang tersebut. Dan yang bikin netizen jadi menyoroti kasus ini adalah lahan yang dibeli itu ternyata ada yang dipakai untuk rumah mewahnya. Kabarnya kayak gitu. Nah, apakah ini berita benar atau cuma fitnah? Nanti kita kupas tuntas. Nah, lalu dari keputusan pengadilan, masjid tersebut harus dirobohkan karena berdiri di atas lahan sengketa. Dan Taki Malik sempat menangis karena ketika melihat keinginannya untuk membangun masjid serta uang dari para donatur harus dirubuhkan. Nah, plot twist-nya ternyata perobohan masjid itu bukanlah usul dari pemilik lahan. Karena kan orang-orang awalnya mikir, "Ya mungkin mm apa ya? Jangan-jangan nih pemilik lahan enggak terima gitu ya dengan dibangunnya masjid terus diminta rubuhin." Nah, ternyata di situ ada dua pilihan. Pilihannya adalah pilih rumah atau pilih masjid gitulah kurang lebih. Dan ternyata ya Taki Malik memilih untuk ya dirubuhkan aja masjidnya. Dan di saat itu ya Ustaz Takim Malik ini panen hujatan dari netizen. Dan di video kali ini kita bakal merangkum nih pembahasan dan kronologinya. Jadi untuk kalian yang belum tahu dan belum paham terkait duduk permasalahannya, simak video ini dengan lengkap. Kita bakal bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Ging King. Oke, untuk pembahasan pertama kita akan mulai dulu dengan pembahasan awal mula kasus ini mencuat. Jadi geng ya, Taki Malik atau yang bernama lengkap Ahmad Takqiyudin Malik ya, dia punya sebuah masjid yang bernama Masjid Malik Mulki yang berlokasi di Jalan Villa Randu 2 nomor 14 RT04 RW08 Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat. Nah, masjid tersebut menjadi ruang bagi banyak kajian islami yang dibuat di sana. Ada kegiatan sosial sampai dengan camping healing untuk anak-anak. Bahkan, Geng, program-programnya juga terkenal ramah dengan musafir karena memberikan gratis bensin dan makanan. Nah, masjid ini juga memiliki akun Instagram dengan username Masjid Malikal Mulki yang di mana akun tersebut membagikan serangkaian kegiatan yang diadakan di masjid milik Taki Malik ini. Dan akunnya juga dibuat seperti akun dari media-media lain, termasuk ya cukup inovatif lah gitu ya. dan mungkin karena dijalankan oleh Taki Malik yang masih muda juga, jadi eh inovasinya lebih oke gitu, lebih e kekinian. Dan dari akun tersebut kita juga bisa melihat kalau program-program yang dijalankan oleh masjid tersebut memang berdampak positif bagi banyak orang dari berbagai kalangan. Mau itu dari anak-anak hingga orang dewasa. Nah, namun yang jadi masalahnya nih, Geng, masjid itu ternyata tidak hanya menggunakan uang pribadi milik Taki Malik aja, tapi juga dibangun menggunakan dana donasi yang digalang dari situs amalsaleh.com. Tujuannya baik untuk membangun tempat yang bisa dijadikan aktivitas mengaji dan menghafal Al-Qur'an. Selain itu, tempat ini juga bisa dijadikan tempat belajar bahkan beribadah malam bersama-sama. Agar bisa mengajak anak-anak muda ke masjid. Masjid ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Wii gratis, makan gratis, ramah terhadap musafir, dan ramah terhadap anak-anak. Di situs-situ juga ya diperlihatkan bagaimana desain dari Masjid Malikul Mulki. Kalau dari yang tertera di situs tersebut sudah ada sebanyak sekitar Rp10 juta dana yang terkumpul dari para donatur. Dan sepertinya nih, Geng, masjid ini belum sepenuhnya rampung pembangunannya dan memang sudah ada beberapa bagian yang didirikan. Namun belum selesai. Sebelum selesai pengerjaannya, tiba-tiba aja Taki Malik ini menghadapi permasalahan yang menyangkut dengan masjid ini. Ya, dikatakan kalau ada sengketa terkait lahan di mana masjidnya itu dibangun. Dan untuk bisa menyelesaikan hal itu, Taki Malik membutuhkan uang untuk bisa membebaskan lahan tersebut. Lahan di mana masjid itu selama ini berdiri yang dia idam-idamkan. Dan karena itulah Taki Malik menggalang donasi dengan program R30.000 per orang agar bisa menyelamatkan masjidnya tersebut. Dan di informasi lainnya disebutkan kalau Takim Malik meminta untuk orang-orang bisa membantu membebaskan e lahan tersebut dengan bersedekah 2.000 per hari. Namun pada akhirnya hal ini tidak tercapai sehingga masjidnya harus dibongkar. Di video yang diunggah di Instagram Masjid Malikul Malki terlihat ada Takim Malik yang sedang menangis menyaksikan mimpinya. Masjid yang selama ini dia idam-idamkan harus dibongkar secara paksa karena gagal untuk mempertahankan hal tersebut. Namun, Geng, isu miring muncul dengan dugaan kalau Taki Malik dikatakan menyelewengkan uang donasi yang sudah diberikan untuk pembangunan dan pembebasan lahan tersebut dikatakan justru diselewengkan oleh Taki Malik untuk kepentingan pribadi, terutama terkait harga lahan dari masjid tersebut. Sebab kalau urusannya karena pembebasan lahan, berarti lahan itu berada di dalam sengketa. Nah, dikatakan bahwa harga tanahnya mencapai Rp6 miliar. Pihak dari Takim Malik sendiri sudah mencoba untuk melakukan klarifikasi dengan membuat unggahan di akun Masjid Malikul Malki yang menjelaskan mengapa harga tanahnya bisa semahal itu. Nah, alasan pertama dikatakan karena berada di lokasi yang strategis yaitu di tengah kota Bogor. Yang kedua karena tanahnya adalah tanah kluster di pinggir jalan raya Bogor. Yang ketiga, harga tanah di awal adalah 10 miliar menjadi R9 miliar dengan luas tanah 1.200/m². Keempat, tanah sudah dibayar sebesar 2,2 miliar sehingga sisanya adalah 6,8 miliar. Kelima, bagi pihak Takim Malik ya perjuangan masjid tersebut bukan cuma membangun masjidnya tapi termasuk dengan membebaskan lahannya. Dari pernyataan tersebut, Geng, berarti sebenarnya tanah dari masjid itu memang belum lunas, ya kan? Tapi kenapa tiba-tiba kok Ustaz Hakim Malik ini udah berani membangun masjid di atas tanah itu? Masih di dalam klarifikasinya dijelaskan juga nih, Geng. Di tanggal 17 Juni tahun 2022, pihak Taki Malik sudah memberikan DP sebesar Rp1 miliar. Kemudian diberikanlah izin penguasaan fisik sepenuhnya oleh pihak pemilik tanah. Di tanggal 13 Juni sampai 14 November 2023, Takim Malik ini sudah mencicil dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp2,2 miliar. Namun, Geng, di tanggal 7 Juni 2023, pemilik lahan tidak setuju dengan adanya cicilan di bawah R00 juta per bulan. Sementara dari pihak Takim Malik itu enggak sanggup untuk membayar tiap bulannya jika di atas R00 juta. Nah, namun beruntungnya pihak pemilik tanah berbaik hati agar Takimik bisa segera menyelesaikan utang tersebut. Cuma klarifikasi tersebut ya enggak cukup membuat orang-orang jadi puas. Ada netizen yang justru mengkritisi pernyataan yang dibuat oleh pihak Taki Malik dengan menyebutkan kalau memang luas tanahnya 1200/m², namun yang dijadikan masjid tidak seluas itu. Nah, sisanya ke mana? Dari pantauan netizen yang dibangun masjidnya hanya sekitar 210 m². Netizen jadi mempertanyakan kalau cuma 210 m² aja yang dibangun jadi masjid, mengapa seluruh lahan justru dibebankan ke donatur itu. Kemudian ada juga isu kalau pembelian lahan di sana bukan atas nama yayasan, namun atas nama Taki Malik secara pribadi. Nah, inilah yang bikin orang-orang tuh enggak terima niatnya untuk bangun masjid. sudah benar. Tapi ya apa ya kayak penggalangan dananya itu loh untuk membebaskan tanah itu. Tapi sekaligus untuk keperluan pribadinya Taki Malik yang orang enggak terima itu geng. Netizen yang awalnya tuh jadi ribut gitu. Dari sinilah huruharanya muncul ya terkait lahan atau tanah yang digunakan oleh Taki Malik untuk membangun masjid ini yang diduga bukan diperuntukkan untuk masjid aja namun ada yang diperuntukkan untuk milik pribadi Taki Malik. Nah, gimana fakta sebenarnya nih ya? Apakah benar kayak gitu? sesuai dengan yang dikatakan oleh netizen dan media. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai fakta-fakta dari kasus lahan sengketanya Taki Malik ini. Jadi, Geng, isu terkait adanya penyelewengan donasi sekaligus sengketa lahan yang menyeret nama Takim Malik itu berawal dari sebuah postingan seseorang yang bernama Nusantara dari akun TikTok-nya dengan username Tukang insinyur JC. Nah, dia ini bukan orang sembarangan, Geng. dia melainkan salah satu anggota keluarga dari pemilik tanah dan yang diamanahkan oleh pemilik tanah untuk buka suara atas fakta yang sebenarnya terjadi. Dan si bro yang bernama Nusantara ini membuat video yang justru menjelaskan kalau Taki Malik sebenarnya membeli delan bidang tanah dengan rencana awal untuk diwakafkan sebagai pembangunan Masjid Malik Mulki. Namun yang jadi tanda-tanya besar, seluruh pembelian lahannya itu tercatat atas nama pribadi dari Takim Malik, bukannya atas nama yayasan atau lembaga resmi. Nah, ini yang jadi pertanyaan nih. Sebab kalau mau membangun masjid tidak boleh tuh, Geng, pakai atas nama pribadi. Harus pakai nama wakaf atau lembaga. Jang kan kalau mau bikin masjid kan enggak boleh pakai nama pribadi ya kan? Harus pakai nama, harus pakai nama wakaf atau nama yayasan gitu kan. Nah, ini kagak, Bang, pakai nama pribadi. Yang lebih mengejutkannya lagi adalah di salah satu bidang tanah yang dibeli oleh Takaki Malik sendiri itu berdiri sebuah rumah mewah yang saat ini ramai disebut-sebut sebagai tempat tinggalnya dari Taki Malik. Nah, ternyata geng, masalah terkait sengketa lahan ini sudah dibawa ke meja hijau alias pengadilan. Dari hasil pengadilan menunjukkan jika Takim Malik benar-benar dinyatakan wan prestasi dalam perkara sengketa jual beli tanah. Jadi, dia bersalah tuh. Wprestasi ini ya maksudnya adalah sebuah istilah hukum yang berarti melanggar janji atau tidak memenuhi kewajiban dalam sebuah perjanjian. Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh pihak Hakim Malik sehingga putusan pengadilan sebelumnya saat ini berkekuatan hukum tetap atau ingkrah. Jika kita merujuk kepada data dari sistem informasi penelusuran perkara atau SIPP yang ada di Pengadilan Negeri Bogor, perkara ini bermula dari gugatan dua orang yang bernama Sirhan dan Sania Sanabel Bishir yang mana mereka ini adalah pemilik tanah. Nah, mereka menggugat Taki Malik pada tanggal 31 Januari 2024. Dan gugatan itu terkait dengan Wan Prestasi atas akta perjanjian jual beli atau PJB nomor 5 tanggal 17 Juni 2022 dengan nilai total transaksi sekitar R miliar untuk 8 kavling tanah. Nah, di dalam prosesnya Taki Malik baru membayar sekitar 2,2 miliar sementara sisanya yaitu 6 miliar masih belum diselesaikan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bogor pada tanggal 25 Juli 2024 itu menyatakan Taki Malik sudah melakukan w prestasi dan membatalkan perjanjian jual beli dan memerintahkan untuk mengosongkan serta mengembalikan seluruh lahan tersebut kepada pemiliknya. Nah, makanya lahan itu masjid yang sudah dibangun gitu ya atau prosesnya gitu udah harus dihancurkan. Nah, lalu geng ada plot twist-nya nih. Pihak dari kuasa hukum pemilik lahan ya sebenarnya menawarkan solusi nih kepada Takim Malik untuk tetap mempertahankan masjid tersebut. Karena mau bagaimanapun niat dari pembangunan masjid ini adalah baik. Apalagi ee enggak cuma uang Takim Malik yang ada di sana, tapi juga ada uang dari para donatur yang sudah dengan ikhlas memberikan uangnya demi pembangunan masjid. Sementara sisanya baru pemilik lahan minta dikosongkan. Nah, cuma di saat itu Takimiklah yang justru memilih untuk mempertahankan rumahnya sendiri. Kan aneh ya. Nah, jadi itu ceritanya si pemilik lahan ini meminta kepada Takim Malik, "Ya udah nih, masjidnya lu pertahankan tapi rumah lu yang digusur gitu. Rumah lu yang dikosongkan. Jadi kita fokus ke pembangunan masjidnya." Udah dikasih solusi kayak gitu tuh sama si pemilik tanah. Cuma di situ lucunya Taki Malik lah yang justru memilih untuk mempertahankan rumah mewahnya yang sama-sama berdiri di lahan tersebut dibandingkan dengan ee harus mempertahankan masjid. Padahal di media-media beliau menangis karena masjidnya akan digusur. Tapi ketika dihadapkan dengan dua pilihan, lu pilih rumah apa pilih masjid? Dia pilih rumahnya. Kagetlah semua orang. Ternyata pengosongan dan penutupan masjid ini bukanlah tuntutan atau keinginan dari si pemilik lahan, melainkan itu adalah pilihan atau keputusan Taki Malik sendiri yang lebih memilih rumahnya dipertahankan ketimbang masjidnya. Karena itu banyak orang yang menilai jika tangisan Taki Malik ketika masjid itu akan digusur, plang masjidnya diturunkan, itu cuma tangisan palsu yang dibuat-buat oleh Taki Malik. Katanya kayak gitu, Geng. Kenapa harus sedih? Kan dia sendiri yang memilih untuk mengosongkan masjid. Banyak orang yang mempertanyakan niat dari Takim Malik yang ingin membangun masjid untuk umat. Jika memiliki prinsip seperti itu, mengapa dia lebih memilih rumah mewahnya dibandingkan dengan masjid yang jelas-jelas berguna buat umat dan dibangun dengan dana umat, gitu. Nah, karena Takim Malik yang pada saat itu sempat meminta donasi terkait pembebasan lahan masjid miliknya, pengacara dari pihak penjual lahan menyebutkan dana yang didapatkan dari donasi itu justru dipakai oleh Taki Malik untuk menutupi sebagian besar pembayaran tanahnya. Permasalahannya jadi semakin rumit karena tanah yang belum lunas secara hukum baik agama maupun negara tidak bisa diwakafkan ya kan. Nah, jadi memang solusinya Taki Malik harus melunasi atau merelakan antara rumahnya atau masjid itu. Namun sayangnya Taki Malik lebih memilih untuk melepaskan masjid. Sikap inilah yang disayangkan oleh netizen. Ada yang menganggap Taki Malik mementingkan diri sendiri. Sementara sudah banyak orang yang membantu dia demi mewujudkan mimpinya untuk membangun masjid. Karena tahu masjid itu bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Dan kelihatannya di mata netizen, Taki Malik adalah orang yang egois. Nah, netizen yang menganggap nih yang mana netizen menganggap ya dia cuma memikirkan untuk kesenangannya sendiri katanya kayak gitu. Sampai pada akhirnya nih geng ya, baik dari Taki, Malik maupun pemilik lahan mendatangi podcast Dr. Richard Lee ya di kesempatan yang berbeda untuk ya menjelaskan atau ee memberikan klarifikasi masing-masing. Nah, gua jelasin dulu ya dari podcastnya pemilik lahan nih geng ya. Pada awalnya si pemilik lahan ini berniat untuk membangun perumahan di lahan tersebut. Dia enggak ada niat untuk dibangun masjid. Nah, satu rumahnya bernilai 2 miliar. Lahan tersebut ada delan kavling dan sudah ada satu rumah yang sudah jadi yang sekarang digunakan sebagai rumah contoh. Nah, kemudian tiba-tiba Takim Malik datang kepada pemilik lahan dan menyatakan dia berniat ingin membangun masjid di sana. Maksudnya tuh bukan tanah itu dikasih gratis sama si pemilik lahan. Artinya Taki Malik harus beli itu tanah. Nah, pada akhirnya tercapailah kesepakatan harga tanah yaitu R9 miliar dan sudah termasuk dengan rumah yang sudah jadi tadi. Jadi kan udah ada rumah contoh tuh. Waktu udah deal harganya dan dibayar cash, ternyata Takim Malik membayar dengan cara menyicil. DP-nya cuma sebesar R miliar. Cuma di saat itu seperti yang kita tahu cicilannya itu mandek macet. Cicilan pertama dibayar itu Rp170 juta. Sementara kewajiban membayarnya itu adalah R667 juta per bulannya. Dan di bulan depannya cicilannya justru enggak dibayar sama sekali karena taki malik yang tidak konsisten di dalam melunasi. Ah, cicilan ini pemilik tanah menganggap taki malik ini kok kayak jadi suka-suka gitu bayar kewajibannya. Mana nominalnya juga enggak sampai R67 juta sesuai dengan perjanjian dan pemilik tanah sempat menegur baik-baik ke Taki Malik. Cuma tetap aja Taki Malik tidak pernah membayar dengan full sebesar Rp667 juta. Sampai pada akhirnya terkumpullah sekitar 2,2 miliar yang sudah dibayar oleh Takim Malik. Sudah berbagai cara dilakukan oleh pemilik tanah, namun Taki Malik dinilai malah lepas tangan. Kemudian pemilik tanah memberikan pilihan nih, lu mau bayar full atau tukar aset aja atau enam kavling ee beserta rumahnya dibalikkan ke pemilik tanah gitu. Sementara dua kavlingnya dipakai untuk masjid dan tidak akan dipermasalahkan oleh pemilik tanah. Nah, singkat cerita nih, Taki Malik mendatangi pemilik tanah dengan membawa orang yang dia klaim sebagai investor. Bertemulah nih Taki Malik dengan si pemilik tanah. Cuma setelah pertemuan tersebut, Taki Malik malah menghilang selama sebulan gak ada kabar. Oleh karena itu, pemilik tanah melaporkan Taki Malik sampai akhirnya ya berakhir di persidangan. Di dalam persidangan, Taki Malik mengeluhkan kalau pemilik tanah meminta hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal ke Taki Malik. Padahal pemilik tanah cuma minta en kaavling dan satu rumah yang sudah jadi dibalikkan ke pemilik dan dua kavling ya diserahkan kepada Taki Malik sesuai dengan harga yang sudah dia bayarkan gitu dan dijadikan untuk masjid. Dan seperti yang sudah terjadi ya Taki Malik malah enggak mau. Dia malah mempertahankan rumahnya. Sementara itu, DP sebesar R miliar yang dikira berasal dari uang pribadinya ternyata setelah dicek uang tersebut diduga adalah uang hasil donasi yang digalang oleh Taki Malik. Alasan mengapa pemilik tanah dengan ikhlas memberikan dua kavling untuk dijadikan masjid karena memikirkan uang dari donatur yang sudah dikeluarkan. Ya, mereka berpikir takut ya apa ya hitung-hitung sedekah juga gitu. Ya udahlah bangunlah masjidnya. Tapi dengan catatan tanah yang lain dikembalikan kepada si pemilik tanah. Toh pembangunan masjidnya juga enggak seluruh tanah itu gitu. Cuma ya itu tadi geng enam kavling dan satu rumah yang sudah ditempati oleh Taki Malik itu tidak mau dikembalikan. Taki Malik menolak dengan mengatakan pengembaliannya sesuai dengan perjanjian pengikatan jual beli atau PPJB aja. Yaitu rumah yang sudah jadi itu ya menjadi rumah pribadinya Taki Malik. Nah, ini nih orang-orang jadi mikir kayak, "Oh, jangan-jangan apakah rumah dan tanah itu lu beli pakai uang donasi ya, uang penggalangan dana kan gila banget kalau emang iya." Nah, setelah itu secara tiba-tiba Taki Malik membuat gerakan R30.000 per hari untuk donasi bangunan masjid yang akan segera dirobohkan. Hal ini tentu tidak benar bagi pemilik tanah sebab pemilik tanah sudah ikhlas memberikan dua kavling untuk masjid tersebut. Dan Takim Malik sendirilah yang memilih untuk mempertahankan rumahnya dibandingkan dengan masjid. Dari pihak pemilik tanah sendiri mengaku tidak ada niat untuk memviralkan kasus ini sebenarnya. Cuma karena dirasa Taki Malik yang menyebarkan narasi yang enggak benar yang justru menyudutkan pemilik tanah dengan membawa narasi jika masjid itu akan dibongkar terkait masalah pembebasan lahan. Pemilik tanah merasa harus pick up. Karena kan tuh tanah enggak gratis, bukan tanah wakaf. tanah yang tadinya komersil mau diperjualbelikan gitu ya, tiba-tiba nih orang datang pengin bangun masjid ya tetap harus bayar gitu. Nah, tapi kenapa ketika bersengketa justru dia menyebarkan narasi kalau tanah ini harus dibebaskan. Bahasanya bukan pembebasan lahan, bahasanya adalah pembelian lahan. Karena itu tanah-tanah baik-baik aja, ada suratnya gitu, Geng. Pengadilan juga mengatakan jika Taki Malik harus mengosongkan sendiri tanah tersebut. Namun Takaki Malik bilang dia gak sanggup untuk merobohkan atau mengosongkan tanah itu. Karena kan merobohkan bangunan butuh biaya tuh. Sementara dari pihak pemilik tanah sudah pernah memberikan solusi kepada Takim Malik untuk meminjam uang aja ke mereka jika tidak punya uang. Namun justru ini disalahgunakan oleh Taki Malik," katanya dengan membuat narasi di story Instagramnya kalau pemilik tanah membuka peluang untuk melunaskan tanah tersebut dan Taki Malik malah buka donasi lagi. Nah, pesan dari pemilik tanah dikatakan Taki Malik harus mengosongkan tanah tersebut sesuai dengan putusan pengadilan dan harus dia sendiri yang melakukannya, bukan pemilik tanah. Nah, itu dia, Geng, pernyataan dari pemilik tanah terkait permasalahan antara mereka dengan Taki Malik. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan tentang e dari sisi Taki Maliknya mengklarifikasi soal hal ini. Apa respon beliau tentang hal ini? kita bahas. Jadi, geng, seperti yang sudah gua ceritakan sebelumnya kalau Taki Malik juga datang ke podcast Dr. Richard Lee. Hanya saja di kesempatan yang berbeda di podcast tersebut, Taki Malik menceritakan bagaimana awal mula ketika dia terpikirkan ingin membangun masjid. Semuanya berawal di tahun 2021. Instagram milik Taki Malik tiba-tiba hilang. Suatu hari, Taki Malik pergi ke Pontianak untuk menghadiri suatu acara. Di sana dia mendapatkan motivasi dari ustaz-ustaz senior. Dan pada saat itu Takim Malik diberikan nasihat, "Kalau mau Instagramnya kembali lagi, kembalilah kepada Al-Qur'an dan menyarankannya untuk membangun sebuah masjid." Takim Malik juga diberikan masukan-masukan terkait program yang akan dijalankan di masjid tersebut. Dari situlah mulai ada niat dari Takim Malik untuk membangun masjid. Nah, ini sebenarnya agak gimana gitu kesannya ya membangun masjid tapi ada embel-embel ingin mengembalikan Instagram. Nah, jadi netizen-netizen jadi mengkritik juga di bagian hal ini. Karena kan biasanya kalau di dalam Islam tuh segala niat, segala sesuatu yang kita lakukan niatnya harus karena Allah Subhanahu wa taala. Nah, kalau ini kan ada embel-embel Instagram hilang gitu ya. Ya, tapi kita juga enggak bisa nge-judge ya. Mungkin itu cuma apa ya e penyemangat aja. Nah, lalu geng singkat cerita awalnya Takim Malik ditawarkan tanah di Cibinong dan sudah di DP sebesar Rp900 juta. Namun karena di kawasan tersebut sudah banyak masjid, kurang lebih sudah ada 3 sampai empat masjid, Taki Malik pun memutuskan untuk membatalkan pembangunan masjid di sana. Sampai pada akhirnya saat dia sedang scrolling, Taki Malik menemukan iklan tanah yang saat ini ditempati oleh Taki Malik tersebut yang jadi masalah itu. Nah, di saat itu si pemilik tanah ini menawarkan harga sebesar 10 miliar. Ketika itu Takqi Malik bercerita kalau nantinya tanah tersebut akan dibangun masjid untuk penghafal Al-Qur'an untuk mencetak imam-imam terbaik untuk mencetak imam yang bisa dijadikan orang yang menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Karena itulah Taki Malik menawar tanah tersebut menjadi R9 miliar. Nah, yang jadi masalahnya adalah Taki Malik cuma punya uang sebesar R miliar di saat itu. Singkat cerita, Dah harga tanahnya R miliar dan dicicillah selama 1 tahun perjanjiannya. Baru mulai cicilan aja, Taki Malik sudah tidak menyanggupi untuk membayar cicilan tersebut. Hal ini disebabkan karena projjectnya yang batal, katanya. Oleh karena itu, dia tetap membayar setiap bulan, hanya saja tidak sesuai dengan kewajiban yang diminta oleh si pemilik tanah, yaitu sebesar R67 juta. Nah, sudah setahun berlalu dan baru terbayar 2 miliaran dan si pemilik tanah ya merasa resah dan Taki Malik pun berusaha nego ke pemilik tanah untuk memperpanjang waktu cicilan. Tapi pihak pemilik tanah itu menolak dan berujung pada digugatnya Taki Malik ya di pengadilan. Hasil dari pengadilan dinyatakan ya 2 miliaran yang sudah dibayarkan oleh Takim Malik dikonversikan menjadi rumah yang sekarang ditempati oleh Takim Malik. Sementara sisanya merupakan hak dari pemilik tanah. Nah, dari putusan pengadilan itu juga pemilik tanah berhak mengosongkan tanah yang sudah dibangun masjid. Namun sayangnya tidak kunjung dilakukan pengosongan. Karena itulah Taki Malik menggalang donasi dengan maksud menyelamatkan masjid tersebut. Padahal kalau dari keterangan pemilik tanah yang harus mengosongkan itu bukan mereka, tapi harus taki malik sendiri, robohin sendiri karena itu butuh biaya. Dan dari donasi itu terkumpullah sebesar Rp492 juta. Namun Takim Malik dituduh sudah menggelapkan uang. Nah, terus di podcast Dr. Richard Lee ya ketika itu ditanyakanlah kepada si Takim Malik uang dari donasi itu mau diapakan? Soalnya kan tidak terkumpul sampai 6 miliar. Taki Malik menjawab, "Kalau rumah Takaki Malik di tanah tersebut sebenarnya diperuntukkan untuk rumah pengasuh, katanya nantinya rumah itu akan dijual. Hasil dari penjualannya bakal dibagi untuk pembangunan masjid di pelosok-pelosok sehingga uang dari donasi itu akan tetap terpakai untuk pembangunan masjid," katanya gitu. Nah, kemudian Dr. Richard Lee nanya lagi terkait uang yang diperuntukkan untuk DP sebesar R miliar itu uang dari mana? Dan Takim Malik bilang kalau uang itu berasal dari uang pribadinya dia. Namun pada saat podcast dengan pemilik tanah, ada bukti-bukti yang menunjukkan jika uang DP itu tidak 100% berasal dari uang pribadi Takim Malik, melainkan ada dana yang berasal dari uang donasi. Nah, menjelang akhir podcast dengan si pemilik tanah, Dr. Richard Lee menelepon Taki Malik untuk mengkonfirmasi terkait DP itu uang dari siapa. Barulah di situ Taki Malik mengklarifikasi kalau memang benar ada uang donasi yang diambil untuk DP tersebut. Waduh, di awal berarti enggak jujur. Dan yang bikin netizen semakin geram juga, kenapa udah tahu cuma bisa bayar R miliar tapi malah menyanggupi membeli tanah senilai R miliar dan langsung dibangun masjid lagi. Logisnya ya membeli apa yang kita sanggupi aja gitu. Nah, tapi jawaban dari Taki Malik di podcast Dr. Richard Lee malah bilang dia yakin konsep jika melakukan sesuatu amal baik pasti akan dimudahkan, kata dia. Nah, dari sini netizen menganggap kalau Taki Malik itu berlindung di atas kesalahannya dengan bawa-bawa agama. Memang di agama Islam ya Allah mengajarkan kita untuk berbuat baik maka Allah akan mudahkan semuanya. Namun Allah juga mengatakan kita beramal sesuai dengan kemampuan bukan berarti memaksakan. Enggak ada hal di muka bumi ini yang sim salabim gitu, Geng. Nah, bahkan jika kita enggak punya uang ya mau beramal gitu ya, enggak harus dengan bangun masjid, cukup dengan senyuman dan mendoakan orang lain dengan hal-hal baik aja udah beramal. Nah, bukannya dengan memaksakan diri di luar kemampuan. Nah, walaupun tujuannya baik, minimal Takaki Malik juga harus berikhtiar sesuai dengan kemampuannya. Jika memang hanya sanggup membayar R1 miliar, ya cari lahan yang sesuai dengan budgetnya. Bukan malah memaksakan dengan alasan akan dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Akibatnya ada pihak yang dirugikan di sini, yaitu si pemilik tanah. Namun belakangan ya dikabarkan e Taki Malik sudah meminta maaf dan mengaku dia salah serta egois dalam sengketa tanah ini. Tidak cuma mengakui kesalahannya ya dia juga menyebutkan banyak terjadi miskomunikasi dengan pemilik lahan sehingga masalahnya bisa serumit ini. Dan saat ini Taki Malik sudah melakukan pengosongan lahan masjidnya pada tanggal 11 Oktober 2025. Setelah kasusnya selesai, Taki Malik akan menjual rumah yang akan dia tempati itu dan hasil penjualannya akan kembali dibangunkan masjid di tempat lain. Dan selain itu, Taki Malik berencana untuk menyerahkan uang hasil penjualan rumah untuk masjid atau pondok yang membutuhkan. Hal itu bertujuan agar pahala amal dari para donatur tidak hilang. Alasan Taki Malik melepaskan masjid tersebut klaimnya sih ya, karena dia memikirkan tetangga di sana yang nantinya akan terganggu dengan aktivitas masjid yang sering mengadakan acara outdoor katanya. Apalagi jika jemaahnya membeludak. Nah, begitulah kurang lebih alibinya, Geng. Kita gak tahulah, ya. Nah, dan akhirnya kedua belah pihak sudah berdamai. Masjid itu pun dikosongkan. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita hari ini mengenai masalah sengketa lahan yang menyeret malik di atas masjid impiannya. Gimana tuh, Geng, menurut kalian? Coba tinggalkan komentar di bawah.