FRANCE'S LOUVRE MUSEUM ROBBERY! ROYAL GOLD AND DIAMOND CROWN STOLEN IN DAYLIGHT
0uCX5_PgqbA • 2025-10-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, kalian pernah enggak nonton film atau serial yang alur ceritanya tentang sebuah eh perampokan? Mungkin seperti film No You See Me, terus Eden of Thieve, terus juga serial fenomenal buatan Netflix yaitu Money He. Ya, di dalam cerita-cerita film tersebut ya biasanya itu bakal menceritakan ketika para perampok mencuri uang atau barang-barang bersejarah. Nah, kita sebagai penonton pastinya takjub dengan cara mereka melakukan aksi perampokan yang begitu cerdas membobol sistem keamanan di mana barang-barang tersebut tersimpan. Tapi gimana ya kalau misalkan fenomena seperti ini ternyata enggak cuma terjadi di dalam film, tapi justru terjadi di dunia nyata. [Musik] Nah, kemarin geng ada salah satu museum bersejarah di Prancis, tempat di mana banyak benda-benda bersejarah dan berharga yang mana ini enggak bisa dibeli pakai uang karena eh nilainya itu benar-benar tidak bisa dinilai dengan uang. Tempat tersebut menjadi incaran dari para perampok dan di dalam menjalankan aksinya, para perampok ini tidak melakukan di malam hari bahkan ketika penjagaannya itu lemah melainkan semuanya dilakukan pada pagi hari. Hingga saat ini pemirsa, polisi masih melakukan penyelidikan pencurian di Museum Lovre Paris. Pihak Peruenang telah mengamankan beberapa bukti seperti rekaman CCTV dan jejak digital lainnya. Ini entah karena memang perampoknya jago membobol keamanan museum atau karena penjagaan museum yang terhitung lemah sehingga perampok bisa dengan mudah masuk dan merampok di sana. Masalahnya nih, Geng, yang dirampok oleh mereka itu adalah barang-barang yang tidak ternilai harganya. Yang jadi pertanyaannya, apakah para pencuri ini merupakan bagian dari sindikat kriminal yang memang mereka ini spesialis mencuri barang-barang bersejarah untuk dijual ke pasar gelap? Dan barang apa aja nih yang dicuri? Bagaimana tindak lanjut dari pemerintah Prancis atas insiden ini? Karena ini viral banget dan heboh banget, Geng. Dan yang juga jadi pertanyaan banyak orang, bagaimana sistem keamanan dari sebuah museum yang benar-benar dijaga ketat kok bisa dengan mudahnya dibobol? Nah, di video kali ini kita bakal membahas tentang aksi perampokan yang lagi viral banget ini. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Geng. Geng, untuk pembahasan yang pertama kita bakal masuk ke dalam kronologi dari kasus pencurian yang terjadi di museum Low Free ini. Oke, untuk pembahasan awal kita bakal membahas kronologi pencurian yang terjadi di museum yang tulisannya itu lowre. Tapi kalau gua cek gitu ya di internet bacanya itu adalah museum lou ya. kita e sesuaikan aja ucapannya dengan e pengucapan bahasa Prancis biar lebih gampang. Oke. Nah, jadi geng insiden perampokan ini terjadi di salah satu museum bersejarah dan sering dijadikan destinasi wisata bagi turis lokal maupun mancanegara yang ingin mengetahui bagaimana sejarah dari negara Prancis yaitu Museum Lova atau sering juga disebut dengan Museum LO. Ya pemirsa, aksi perampokan terjadi di Museum Lovre Paris Prancis pada Minggu pagi saat sejumlah pelaku menggunakan lift keranjang untuk masuk ke dalam gedung dan melarikan diri dengan perhiasan dengan nilai tak terhitung. Pada hari Minggu tanggal 19 Oktober 2025, kejadian ini terjadi yang mana itu hari di mana sedang banyak-banyaknya orang yang datang ke museum tersebut. Media lokal Prancis yang bernama Le Parizang itu melaporkan perampokan yang terjadi pada jam 0930 pagi waktu setempat. yang mana ini setengah jam setelah museum baru saja dibuka. Dari investigasi awal ya diketahui ada empat orang pelaku yang mengenakan penutup kepala lengkap dengan topeng. Mereka menuju ke area dekat museum menggunakan dua sepeda motor yaitu jenis Tmaex. Nah, mereka ini berhasil masuk ke dalam gedung musei lewat sisi yang berada di dekat dengan sungai Saint di mana ketika itu, Geng, ya, sedang ada pengerjaan konstruksi yang sedang berlangsung di sana. Nah, para pencuri ini memanfaatkan alat bantu yang ada di sana untuk mengakses sebuah ruangan. yaitu Galeri Apollo yang berada di lantai 1. Nah, mereka sempat menghancurkan kotak pajangan kaca dan melarikan diri dengan membawa benda-benda berharga dari dalam kotak kaca tersebut. Ketika mereka sudah berada tepat di depan jendela, mereka ini memecahkan jendela itu, Geng, menggunakan gerinda. Setelah berhasil memecahkan jendela, dua dari mereka memasuki gedung dan langsung menuju ke dua galeri, yaitu Galeri Napoleon dan galeri para penguasa Prancis. Lokasi tersebut hanya berjarak kurang lebih 300 yard atau sekitar 274 m dari lukisan Monalisa. Ada seorang tourgate atau pemandu wisata yang bernama Ryan L. Mandari itu dia memberikan kesaksian terkait perampokan tersebut. Nah, di dalam ceritanya dia bilang pada saat dia sedang melewati Galeri Apollo, dia itu sempat dengar adanya suara seperti hentakan kaki di jendela. Awalnya dia pikir mungkin itu cuma suara angin kencang yang menghantam kaca jendela. Walaupun di saat yang bersamaan, Ryan ini juga ragu kalau itu adalah suara angin biasa. Dia mau cari tahu suara apa yang dia dengar itu. Sampai pada akhirnya dia melihat staff museum yang berteriak ke arah jendela tersebut. Dan lalu staf museum itu berbalik secepat mungkin dan mulai berlari sambil berteriak, "Keluar, keluar, keluar, evakuasi," katanya. Dan dari sinilah Ryan ini mulai sadar bahwa ada yang tidak beres yang sedang terjadi di dalam museum. Dia yang juga pada saat itu sedang membawa rombongan. Dia berusaha menenangkan para rombongannya ini saat meninggalkan gedung dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh staf museum. Para rombongannya ternyata juga mendengar suara yang sama. Suara yang terdengar seperti suara hentakan kaki di jendela. Nah, namun tidak ada yang mengira kalau itu adalah suara dari para perampok. Setelah perampokan tersebut terjadi, rombongan dari pengunjung lain juga dievakuasi ke luar gedung museum dan staf museum mengumumkan jika museum love ini ya bakal ditutup sementara. Ada kesaksian dari turis asal Amerika yang namanya itu Jim dan juga Joan Carpenter. Nah, mereka ini berada di dalam museum LOF di saat kejadian. Mereka bilang mereka ini baru mau masuk untuk melihat lukisan Monalisa ketika staf museum menyuruh mereka keluar dari sana secara mendadak. Nah, mereka diarahkan dan diantar untuk menuruni tangga melewati Galeri Apollo yang menjadi target dari perampokan. Mereka kemudian keluar melalui pintu darurat yang sepertinya jarang digunakan. Nah, Jim ini bilang ketika terjadi perampokan itu, dia sempat kebingungan ya dan turis-turis lain juga kebingungan. Jim dan Joan sempat bertanya terkait situasi yang terjadi pada saat itu. Namun, staf museum cuma bilang kalau ee terjadi masalah teknis. Jadi, mereka enggak langsung jujur kalau sudah terjadi perampokan di saat itu. Dan dari video yang diambil pasca pencurian terjadi, kita bisa lihat kebingungan yang dirasakan oleh para pengunjung saat mereka diarahkan menuju ke pintu masuk museum. Ada saksi mata lain yang bernama Samir yang sedang bersepeda di dekat museum itu bilang kalau dia melihat ada dua orang pria yang naik ke kerekan dan memecahkan jendela lalu masuk. Nah, itu semua dilakukan hanya dalam waktu 30 detik doang, Geng. secepat itu dan setelah itu ya dia juga lihat ada empat orang yang pergi dengan terburu-buru dari sana dan Samir ini segera menelepon polisi. Problem ini benar-benar viral dan heboh banget di Prancis yang mana di saat itu Menteri Kebudayaan Prancis yang bernama Rashida Dati itu merespon kejadian ini dengan memberikan laporan jika tidak ada yang terluka di dalam insiden ini. Jadi ini murni cuma pencurian aja, enggak ada yang disandra atau dilukai lah. Dia juga bilang eh dia sudah berada di lokasi kejadian tidak lama setelah perampokan terjadi dan investigasi saat ini sedang berlangsung. Dan kemudian ada juga pernyataan dari Christopher Marinelo yang merupakan pendiri dari Art Recovery International yang mengatakan jika pencuri cuma mau mendapatkan uang tunai secepat mungkin ya mereka mungkin akan melebur logam mulia seperti emas, perak, dan sebagainya atau justru memotong ulang batu permata tanpa peduli pada keaslian atau nilai sejarah karya tersebut. Jujur ya, gua merinding banget, Geng. Kalau sampai si pencurinya ini ngelakuin hal itu. Karena ya yang mereka tahu kan yang penting mereka pun dapat emas terus mereka jual. Mereka tuh enggak peduli bentuknya itu dicetak dari zaman kapan. Sejarah dari mahkota-mahkota dan perhiasan tersebut itu nilai jualnya. Kalau cuma emasnya doang mah sama aja kayak nilai emas sekarang. Enggak ada bedanya. Tapi sejarah dari benda-benda tersebut, Geng. Kalau sampai dilebur, udahlah fix. kita enggak akan pernah bisa melihat ya barang bersejarah itu lagi. Di saat itu ya Christopher Marinelo memperingatkan jika para geng-geng pencuri ini tidak segera dibongkar dan ditangani dengan baik, maka akan ada banyak benda seni dan permata berharga yang hilang selamanya dan tidak bisa lagi dilihat oleh orang-orang di muka bumi ini. Dan terkait penutupan museum ya, Kementerian Dalam Negeri mengatakan jika penutupan itu merupakan tindakan keamanan untuk menjaga bukti bagi penyelidikan yang sedang berlangsung. Dan sejumlah pejabat serta sumber itu bilang saat mengambil barang-barang berharga di museum tersebut, para pencuri ini cuma butuh waktu sekitar 7 menit doang. Namun pernyataan tersebut dianulir karena ternyata para pencuri bukan beraksi selama 7 menit, melainkan lebih singkat dari itu. Yaitu cuma 4 menit. Satset hilang semuanya. Nah, singkatnya waktu yang mereka lakukan untuk beraksi menimbulkan pertanyaan besar bagi banyak orang. Gimana bisa museum seterkenal dan bersejarah kayak museum Love ini bisa dengan mudah dibobol dan lengah oleh pencuri? Bayangin ada lukisan Monalisa di dalamnya. Karena ya seharusnya nih, Geng ya, dengan banyaknya barang-barang berharga milik Prancis yang ada di sana, sistem keamanannya tuh harus super ketat seharusnya. Apalagi museum tersebut menjadi salah satu museum dengan begitu banyak pengunjung yang berasal dari seluruh dunia. Ya, tahun lalu aja, Geng. Museum Love ini ya dikunjungi oleh 8,7 juta pengunjung. Bayangin tuh dengan wisatawan asal Amerika Serikat sebesar 13% dari seluruh pengunjungnya. Wisatawan dari Amerika ini menempati posisi kedua terbanyak setelah Prancis. Jika para perampok bisa membobol secepat itu, itu artinya mereka udah ya udah hafal, udah merencanakan aksinya begitu matang. Pokoknya udah kayak di film-film aja. Kalau kalian pernah nonton film Italian Joke, nah ini kayak gitu tuh. Sematang itu, secepat itu mereka melakukan aksi perampokan tersebut. Nah, jadi itu dia, Geng ya, kronologi singkat bagaimana para perampok ini bisa masuk ke dalam museum dan melancarkan aksi mereka. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai barang-barang apa aja yang dicuri oleh perampok tersebut. Kenapa ini bisa jadi heboh dan viral banget? Ya, mungkin buat kalian yang bukan pecinta sejarah atau yang enggak mau tahu banget dengan benda-benda sejarah, mungkin akan merasa ya bodo amat. Tapi jujur aja, Geng, kalau kalian tahu ya seberapa berharganya barang-barang ini enggak cuma bagi Perancis tapi bagi umat dunia juga. karena sejarahnya yang begitu kental gitu ya. Kalian bakal paham kenapa ya kasus ini sangat heboh. Sekarang kita bahas barang-barang yang dicuri oleh para perampok. Jadi, Geng, setelah berhasil mengambil barang curian, para perampok langsung kabur dan menghilang tanpa jejak. Diduga karena mereka melarikan diri menggunakan sepeda motor yang sama yang mereka gunakan ketika datang ke museum. Barang-barang apa aja yang diambil? Ya, jadi di saat itu Kementerian Kebudayaan Prancis menyebutkan benda yang dicuri di antara lain adalah Tiara dari set Ratu Marie Emily dan Ratu Hortens. Kalung dari set safir Ratu Mary Emily dan Ratu Hortens. Serta anting yang merupakan bagian dari sepasang anting-anting safir Ratu Mary Emily dan juga Ratu Hortens. Ratu Mary Emily ini adalah istri dari Raja Le Philips yang pertama yang kemudian menjadi raja Prancis pada tahun 1830 sampai dengan 1848. Sementara Ratu Hortens itu adalah istri dari Luis Bonaparte, adik dari Napoleon Bonaparte yang kemudian menjadi raja Belanda. Nah, gila enggak tuh sejarahnya? Nah, selain itu ada kalung zamrud dari set permaisuri Mary Leis. Sepasang anting-anting zamrud dari set permaisuri, Mary Lewis dan juga Bros ya yang dikenakan sebagai Bros Reliqui. Tiara permaisuri Yujin. Terus ada Bros Pita Corsase besar permaisuri Yujin. Nah, permaisuri Yujin ini adalah istri dari Napoleon 3 keponakan dari Napoleon Bonaparte yang menjadi Kaisar Prancis kedua dari tahun 1852 sampai 1870. Tuh barang-barangnya gila enggak tuh? Berharga banget. Dan menurut laporan media lokal Prancis, para pencuri ini sebenarnya mengambil sembilan barang. Namun ada satu di antara barang curian tersebut yang ditemukan di dekat museum. Sepertinya benda itu enggak sengaja terjatuh saat mereka terburu-buru kabur, Geng. Ya. Dan beberapa media Prancis melaporkan bahwa barang tersebut adalah mahkota abad ke-19 milik permaisuri Yugjin dan ditemukan di dalam keadaan yang sudah rusak. Waduh, sedih banget ya. Dan menurut situs web Museum Love ya, mahkota tersebut menampilkan elang emas dan ditutupi oleh 1354 berlian serta 56 zamrud. Nah, gua jelaskan sedikit soal siapa permaisuri Yujin ini geng ya biar kalian paham. Jadi dia ini lahir di Granada Spanyol pada tahun 1826. Dia ini menikah dengan Napoleon 3 yang awalnya menjadi presiden Prancis pada tahun 1848 sampai dengan 1852 lalu kemudian naik menjadi kaisar. Kekuasaan Napoleon 3 berakhir setelah dikalahkan dan ditawan di dalam perang Prancis, Rusia pada tahun 1870. Nah, kemudian dia diasingkan ke Inggris bersama dengan Yugin dan putra mereka yang bernama Napoleon Eugin. Napoleon Yugujin ini meninggal dunia secara tragis pada tahun 1879 di Afrika Selatan saat perang Zulu. Dan untuk mengenang suami serta anaknya, permaisuri Yujin membangun bihara dan mausoleum kekaisaran di daerah Vanburo, Inggris. Nah, singkat cerita setelah meninggal di tahun 1920, permaisuri Yujin dimakamkan di krip kekaisaran di Michaels Aby berdampingan dengan suami serta anaknya di sana. Jadi, ya sejarahnya sedalam itu, Geng. Jadi, enggak main-main itu benda yang dicuri. Kebayang tuh ya, yang jatuh aja sampai rusak. Yang lain gimana? Kayaknya udah dilebur kali sama si para pencurinya ya. Saat ini polisi Prancis sudah menutup akses ke Museum Loof dan termasuk satu jalan utama di sepanjang tepi sungai yang ada di depannya. Penyelidikan difokuskan di sudut tenggara bangunan yang menghadap ke sungai Sein. Ada tangga besar yang bisa dipanjangkan di sana. Ya, jenis tangga yang mungkin bisa kita lihat di mobil pemadam kebakaran atau kendaraan yang bertugas untuk membersihkan atap. Nah, tangga tersebut dipasang pada lift mekanis jenis yang digunakan di seluruh kota Paris untuk mengirimkan perabotan ke apartemen yang berada di lantai atas. Nah, puncak dari tangga tersebut menyentuh ke balkon museum yang sepertinya inilah yang menjadi jalan bagi para pencuri untuk bisa mengakses museum. Cuma, Geng, otoritas setempat belum bisa memastikan apakah tangga itu memang sudah ada di sana untuk keperluan pemeliharaan atau konstruksi atau justru tangga itu digunakan oleh para pencuri sebagai alat mereka untuk masuk ke dalam museum yang mereka bawa sendiri gitu. ini belum ketahuan nih. Nah, jadi kalau memang itu tangga ternyata udah ada di sana ya sebagai apa ya keperluan pemeliharaan, bersih-bersih, konstruksi, nah ini habis nih para petugasnya nih karena udah lengah atau ya teledor lah di dalam menjalankan tugas. Terus, geng di antara banyaknya benda-benda berharga yang ada di museum tersebut ya, kenapa yang dicuri cuma benda-benda yang tadi gua sebutkan? Nah, kenapa enggak ada benda lain seperti lukisan dan sebagainya? Dan ternyata memang para pencuri ini lebih suka untuk mencuri permata karena permata bisa dipecah, dijual untuk bisa mendapatkan uang tunai. Karena mereka enggak bakal menjual kayak misalkan nih datangin orang kaya di pasar gelap terus jual eh ini nih punya Napoleon Bonaparte eh ini punya permaisuri Yujin. Enggak. Mereka tuh bakal ngeleburin yang mereka jual itu bukan sejarahnya, emasnya, permatanya. That's it. Udah, yang penting duit gitu. Salah satu profesor sejarah seni di Universitas Sydney yang bernama Dona Brade itu bilang, "Mungkin ada kemungkinan alasan lainnya mengapa benda tersebut yang dicuri." Di dalam skenario seperti ini, barang yang dicuri juga bisa digunakan sebagai jaminan untuk transaksi narkoboy dan berbagai tujuan kriminal lintas negara lainnya. Sementara itu ya, ada seorang dosen yang mempelajari kejahatan terorganisir internasional dari Universitas Griffid. Namanya itu adalah Margo Vanvellius. Dia bilang, "Kemungkinan besar perhiasan itu dicuri untuk seorang kolektor pribadi yang memesan ini secara underground. Jadi, misalkan nih, gua orang kaya, mafia gitu ya, tiba-tiba gua pengen banget koleksi itu. Gua bilang pada para pencuri, "Ya, gua tugasin, lu curi itu barang, kasih ke gua, gua kasih lu sekian miliar misalkan." Nah, jadi ini udah bukan lagi jual beli, tapi justru project ee apa ya? Kayak e para pencuri bayaran lah. Jadi, si para pencurinya juga enggak mau repot. enggak mau repot ngelebur, enggak mau repot ngejual itu barang, yang mending dia ditugaskan terus dia dibayar, barang itu dia kasih ke si penadah tadi. Sesimpel itu. Dan mungkin juga ya di dalam aksi mereka ini kemungkinan mereka cuma disuruh untuk mencuri satu barang aja, tapi mereka justru memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil barang lain untuk kepentingan mereka pribadi. Nah, nah setelah mereka mencuri semua itu, ada beberapa pandangan nih mengenai apa yang akan dilakukan oleh para pencuri ini. Beberapa orang yakin para pencuri ini bakal mencoba memecahkan permata terlebih dahulu untuk menjualnya secara terpisah ya demi menghindari deteksi. Di saat itu ya ada seorang detektif seni asal Belanda yang bernama Arthur Branden. Dia ini mengatakan kecil kemungkinan permata itu bakal ditemukan lagi. Sudah pasti dipretelin. Jika di dalam perhiasan tersebut mengandung emas atau perak, para pencuri bisa dengan cepat melelehkan benda-benda itu sehingga bentuk aslinya akan hilang secara total. Karena itulah menurut Brand, upaya menemukan perhiasan itu adalah perlombaan melawan waktu. Semakin lama dicari maka semakin kecil peluang untuk mendapatkan itu kembali dalam kondisi utuh. Jika polisi menangkap mereka dalam waktu seminggu, barang curiannya ya mungkin masih ada. Tapi jika lebih lama lagi, mungkin mereka sudah membongkar perhiasan tersebut satu persatu, menjualnya ya diperetelin terpisah secara eceran. Hal yang sama juga dikatakan oleh Tobias Cormain ya selaku direktur pelaksana 77 Diamonds yang mana dia mengatakan kemungkinan besar permata tersebut tidak akan pernah terlihat lagi. Seorang pencuri yang profesional biasanya bakal membongkar memotong ulang batu-batu besar tersebut agar tidak mudah dikenali dan tidak mudah terdeteksi sehingga menghilangkan asal-usulnya. Kebanyakan ahli sependapat bahwa mereka tidak akan pernah menjual dalam keadaan utuh karena akan membuat mereka bisa tertangkap. Mengingat barang-barang yang mereka curi sudah sangat terkenal di seluruh dunia, Geng. Terus kemudian, Geng, ada lagi pernyataan dari Alexandre Gelo selaku presiden Balai Lelang Dro yang menjelaskan bahkan saat pencuri membongkar perhiasan hasil curian tetap aja itu memiliki resiko yang sangat tinggi baik bagi si pencuri maupun si calon pembelinya. Menurut dia ya, jalan terbaik bagi si pencuri adalah menyadari betapa seriusnya aksi yang mereka lakukan dan mengembalikan perhiasan tersebut segera karena perhiasan itu tidak bisa dijual secara legal di manapun juga. Geekelo ini menambahkan, kalaupun perhiasan itu dibongkar misalnya dengan memisahkan logam mulianya batu permatanya atau mutiaranya, semua pihak yang terlibat di rantai tersebut mulai dari yang membongkar, yang memotong ulang batu permata, sampai yang mencoba menjual akan terancam hukuman yang sangat berat. Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah jika perihasan itu memang dihancurkan, apakah akan menurunkan nilainya? Jawabannya iya. Nilai permata juga terletak pada sejarah di balik batu permata itu sendiri, Geng. Jika ada yang berusaha memecah dan tidak bisa menjelaskan asal-usulnya, maka permata itu bakal kehilangan nilainya secara signifikan. Nah, jujur aja ya ini lumayan dilema, Geng. Ini gua kasih tahu kalian, ya. Ee sering banget kan orang yang membangga-banggakan atau mengagung-agungkan berlian. Contoh kayak Bang Honan Paris. Wei 15 miliar nih berliannya. Bla bla bla bla. Coba deh kalian beli tuh e berlian. Belilah misalkan yang harga R miliar misalkan. Terus kalian jual kembali seperti kalian membeli emas terus kalian jual kembali. Pasti ya pasti 1000% itu berlian susah banget lakunya. Kalaupun laku harganya sangat-sangat murah. Nah jadi secara nilai berlian itu setelah dibeli tuh dijual kembali itu enggak ada nilainya. Nah apalagi hasil curian kayak gini. yang dijual harusnya tuh nilai sejarahnya. Misalkan ini berlian bekas dipakai sama raja apa atau mungkin ini berlian dulunya dipakai Hotman Paris. Oh, harganya mahal gitu. Nah, beda sama emas. Kalau emas itu mau lu potong jadi serpihan sekecil serangga, sekecil semut juga dia tetap ada harganya gitu. Terus, Geng, dikatakan juga ya memotong-motong permata itu enggak mudah ya. ada resiko di mana ketika memecahkan batu permata tersebut ya itu bakal bisa merusak permata itu sendiri. Nah, jadi enggak mudah, enggak gampang dan yang jadi pertanyaan lagi, berapa sih angka atau harga yang pasti dari permata-permata tersebut? Nah, sebenarnya sejauh ini belum ada pihak yang bisa memperkirakan harga dari permata yang dicuri. Semua pejabat Prancis hanya menjelaskan jika perhiasan itu adalah nilai sejarah yang tidak bisa dibayar pakai uang. Lorang Nuny ya selaku Menteri Dalam Negeri Prancis itu menekankan bahwa perhiasan yang dicuri tersebut mewakili warisan Prancis dan memiliki makna universal sehingga mustahil diukur dengan uang. Di dalam Museum Loof sebenarnya ada berlian yang begitu terkenal. Berlian tersebut bernama Berlian Regin. Dan anehnya mengapa mereka enggak mengambil berlian tersebut? Karena diperkirakan Berlian region ini bernilai 92 juta Do sekitar Rp1,4 triliun harganya. Nah, jadi itu jauh lebih mahal. Tapi mereka ggak ngincar itu. Dan saat ini, Geng, Kantor Kejaksaan Umum Paris mengkonfirmasi bahwa saat ini mereka sudah membuka ee penyelidikan terhadap dugaan pencurian terorganisasi dan konspirasi kriminal untuk melakukan kejahatan ini, Geng. Dan kerusakan yang juga sedang ditaksir sehingga otoritas ee yang berwenang bisa mengetahui berapa besar kerusakan yang ditimbulkan akibat perampokan tersebut. Dan para penyidik terus membuka semua petunjuk. Namun pihak berwenang meyakini kemungkinan besar para perampok itu ya ini adalah suruhan dari seorang kolektor yang mana dalam kasus ini ada peluang untuk mendapatkan kembali barang-barang tersebut dalam keadaan utuh dan baik. Atau mungkin ini dilakukan oleh pencuri yang cuma tertarik pada perhiasan dan logam mulia yang berharga. Dan sampai sejauh ini pihak penyidik meyakini jika tidak ada campur tangan pihak asing di dalam pencurian ini. Kemungkinan ini adalah orang lokal. Nah, dari kasus pencurian ini timbul pertanyaan yang tidak hanya diungkapkan oleh orang Prancis saja, tapi oleh masyarakat di seluruh dunia terkait keamanan dari museum. Karena orang-orang tuh pada kecewa dengan keamanan Museum Love ini. Museum Love sendiri ya sebenarnya jarang terjadi pencurian di sana karena memang di sana keamanannya super ketat. Namun lorang itu mengatakan ya kalau sebenarnya sudah jadi rahasia umum bahwa museum-museum di Prancis pada umumnya rentan secara keamanan. Hal ini bisa dilihat dari kasus sebelumnya sekitar bulan September kemarin, Geng. Dikatakan tuh ada pencuri yang membobol Museum Sejarah Alam di Paris pada malam hari dan berhasil mencuri 6 kg bongkahan emas. Enggak tanggung-tanggung, 6 kg. Dan masih di bulan yang sama, tiga karya Porselin yang ee bernilai jutaan euro yang dikategorikan sebagai harta nasional itu dicuri dari museum nasional Adriang Dubush di Limogish. Nah, pihak museum menyebutkan para perampok itu membobol museum dan menyebabkan alarm sampai berbunyi sekitar jam 15 pagi waktu setempat dengan cara memecahkan kaca jendela untuk bisa masuk ke dalam bangunan tersebut. Tiga karya porselin yang dicuri itu berasal dari China kuno, yaitu dua piring porselin dari abad ke-14 dan ke-15 serta sebuah fase dari abad ke-18. Nah, perkiraan awal nilai karya porselin yang hilang itu sekitar 9,5 jutao atau setara dengan eh 182,2 miliar. Nah, pencurian ini juga terjadi pada bulan November tahun 2024 di museum eh konyak J yang ada di Paris. Ya, museum tersebut menjadi sasaran pencurian ketika empat orang menghancurkan etalase di Siang Bolong dan melarikan diri dengan artefak antik di sana. Dan sehari setelahnya terjadi lagi pencurian terhadap perhiasan senilai jutaan euro di museum Yirong yang ada di Prancis Timur. Menurut data dari pemerintah Prancis, pencurian museum mencapai puncaknya dengan 31 kasus di tahun 2015. Ada 9 kasus yang tercatat pada tahun 2023 dan 21 kasus pada tahun 2024, Geng. Nah, jadi apa ya? Inggris, Prancis itu kan memang negara Eropa yang terkenal banget dengan benda-benda sejarahnya ya, Geng. Karena memang mereka kan sudah lebih maju dari negara-negara lain dari dulu. Nah, jadi benda-benda sejarahnya itu banyak banget. Tapi entah kenapa sekarang dinilai penjagaan terhadap museum-museum untuk menyimpan benda sejarah ini ya dianggap kurang ketat. Dan sampai saat ini para pelaku dari pencuri-pencuri ini masih belum diketahui. Namun sudah ada arahan dari Presiden Emmanuel Macron untuk memulihkan perhiasan tersebut dan menangkap para pelakunya untuk kemudian diadili. Nah, jadi kita tunggu aja nih, Geng, update selanjutnya. Apakah pemerintah Prancis berhasil menangkap para pencuri dan mendapatkan kembali perhiasan bersejarah milik Prancis ini atau justru mereka lolos begitu aja seperti yang terjadi di film-film ya. Kita tunggu aja nanti update selanjutnya. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai aksi perampokan di museum Love. Tulisannya itu Lovre dan perhiasan-perhiasan berharga yang ada di sana diambil oleh para pencuri ini. Gimana, Geng? Menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories