BE CAREFUL WHEN EATING THIS BREAD! VICTIMS HAVE SUFFERED SKIN DISEASES! BAKE & GRIND CLAIM GLUTEN...
SNsO3tsJzzo • 2025-10-31
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, Geng. Di video kali ini gua meminta kalian untuk benar-benar e menyimak dan kalian harus berhati-hati karena sekarang kita sudah tidak bisa percaya sama embel-embel brand besar atau embel-embel e ini terbukti secara klinis ya kan. Pokoknya udah dites di lab dan segala macam enggak bisa ya. Bahkan ya beberapa kasus ya, label halal aja ada yang dipalsukan, bpom aja masih ada yang kecolongan. Di video kali ini gua akan membahas ya tentang dunia kesehatan, tentang makanan yang mana ini bahaya banget. Pembelinya terjebak yang seharusnya dia tidak boleh memakan makanan itu. Jadinya dia memakan makanan itu. Karena enggak semua makanan yang kita telan itu bisa menjadi nutrisi untuk tubuh kita. Bisa jadi itu menjadi racun. Nah, seperti yang terjadi pada kasus ini, belakangan ramai kasus anak mengalami reaksi alergi usai mengonsumsi roti mengandung gluten. Padahal toko yang memproduksinya tersebut mengklaim gluten free atau bebas gluten. Lantas mengapa gluten termasuk golongan yang tidak mampu dicerna bagi sebagian orang? Sebelumnya gua mau nanya dulu nih ke kalian. Apa ada di antara kalian ya yang sudah punya anak? Mungkin kalau ada boleh tinggalkan komentar di bawah. Jika kita berbicara tentang orang yang sudah punya anak, udah pasti ya apapun bakal dilakukan untuk anaknya, ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan mereka biasanya memastikan jika setiap tumbuh kembang anaknya itu gizinya tercukupi agar mereka selalu sehat. Dan sebagai orang tua tentunya pasti mengetahui apa yang boleh dimakan atau yang tidak boleh dimakan oleh anaknya. Apalagi jika itu membahayakan kesehatan anaknya. Dan larangan tersebut sudah diberitahukan oleh dokter. Biasanya karena ada beberapa anak ya atau bahkan orang dewasa yang biasanya tuh enggak bisa makan atau minum sembarangan atau ee contohnya nih sesuatu yang mengandung susu misalkan. Nah, soalnya tubuhnya itu memiliki sebuah kondisi yang disebut dengan laktose intolerance. yaitu kondisi di mana tubuh mereka itu enggak bisa mentoleransi laktosa yang terkandung di dalam susu. Nah, terus ada juga yang tidak bisa makan makanan yang mengandung gluten. Nah, intinya kondisi di mana seseorang itu alergi terhadap suatu kandungan sehingga dia tidak diperbolehkan mengkonsumsi kandungan tersebut. Nah, walaupun terlihat sepele namun kondisi kayak gini enggak bisa dianggap remeh karena jika kondisinya parah bisa mengancam nyawa, Geng. Tapi, Geng, gimana jadinya nih? ya. Nah, ini kisahnya nih. Kalau ada sebuah toko yang mengklaim kalau makanannya itu sehat, tidak mengandung A, tidak mengandung B, tidak mengandung hal-hal yang tidak boleh dimakan oleh seseorang tertentu gitu, tapi dia justru berbohong. Dalam kasus ini ada seorang wanita berpendidikan. Kalian bisa lihat langsung dia ini siapa, ya. dia memiliki sebuah produk ya yang diklaim gluten free. Sehingga untuk orang-orang terutama anak kecil nih yang dibelikan makanan itu, yang dibelikan produk itu oleh orang tuanya, ketika mereka makan tubuh mereka jadi alergi. Dan itu mengerikan banget. Kalian bisa lihat nih tubuh anak kecilnya jadi kayak apa. Jadi ruam-ruam bahkan ya menderita penyakit yang lebih serius. Nah, hal ini terjadi kepada seorang ibu yang menceritakan kondisi anaknya ketika mengkonsumsi roti dari sebuah toko yang mengklaim kalau roti yang dijual di toko itu sudah gluten free, diary free, vegan, bahkan [musik] egg free. Nah, awalnya ketika anaknya mengalami apa ya? Kayak gejala alergi itu, ibunya itu enggak curiga ke si roti yang dikonsumsi yang dia beli dari toko tadi karena dia percaya klaim yang diberikan oleh toko roti tersebut benar gitu. Terus aku gak ada kepikiran sama sekali curiga sama produk ini. Nah, tapi ternyata dia baru tahu, baru sadar kalau penyebabnya adalah roti yang diklaim gluten free tadi. Yang lebih parahnya lagi ya katanya produk-produk yang dijual di toko tersebut bukan roti yang dibuat sendiri oleh si penjual, melainkan roti yang dia beli dari toko lain. Kemudian dia repack, dia kemas ulang seolah-olah itu roti bikinan dia. Nah, kasus ini sempat viral di media sosial karena tidak sedikit yang membeli roti di toko tersebut. Dan si ibu tadi termasuk konsumen lainnya meminta pertanggungjawaban atas klaim palsu yang diberikan oleh si toko itu. Nah, di video kali ini kita bakal merangkum kasus ini, Geng. Karena ini cukup mengerikan, ya. Apalagi buat orang tua-orang tua yang punya anak. Hati-hati banget. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [musik] Gengke. Untuk pembahasan pertama, kita akan bahas dulu awal mula terkuaknya kasus toko roti yang membuat klaim palsu sehingga ya membuat seorang anak jadi alergi parah. Jadi, geng awal mula kasus klaim palsu yang dibuat oleh toko roti ini viral karena ada cerita dari salah satu konsumennya yang bernama Felicia Elizabeth. Nah, jadi dia ini adalah seorang ibu dan punya anak yang bernama Kai yang masih berusia 17 bulan dan diketahui dia sering membeli roti lewat toko online. Toko rotinya bernama Bake and Grind. Di highlight Instagram-nya, Felicia ini sempat membagikan cerita mengenai kondisi anaknya ketika mengkonsumsi roti yang dia beli dari back and grind ini. Dan sejak usia 3 bulan di tubuh anaknya Kai tiba-tiba sudah muncul ekzema. Sebuah penyakit kulit di mana penderitanya bakal mengalami sensasi gatal yang luar biasa. Dan oleh karena itu, Felicia ini sampai harus menjalani diet ketat karena harus memberikan ASI kepada anaknya. Karena Kai yang masih mendapatkan ASI dari Felicia diduga kondisinya itu ya disebabkan karena Felicia yang mengkonsumsi kandungan yang membuat Kai jadi alergi atau asinya yang menjadi perantaranya gitu. Nah, jadi si ibunya malah curiga sama diri sendiri. Nah, karena kan apa yang dikonsumsi oleh si ibunya pasti bakal terserap ke dalam ASI yang dikonsumsi oleh anaknya. Dan di saat itu Felicia sampai harus puasa dari makanan yang mengandung gluten, yaitu makanan yang mengandung biji-bijian. Terus juga Felicia ini gak boleh makan telur atau segala sesuatu yang mengandung telur, diiri, dan kacang-kacangan. Nah, kebayang tuh, Geng, ya, semua makanan yang kita konsumsi sehari-hari kebanyakan mengandung itu semua, tapi anaknya ini enggak bisa kena itu. Dan tempe, tahu segala macamnya enggak boleh, ya. Itu berarti Felicia ini enggak bisa makan tempe, tahu, keju, susu, dan makanan-makanan yang mengandung ya apa ya kacang-kacangan itu tadi. Nah, paling hanya makan sayuran dan buah-buahan. Karena itu, Felicia mengaku kesulitan untuk mencari makanan yang boleh dia makan demi anaknya. Geng singkat cerita nih, Geng. Pada bulan September 2024, temannya Felicia memberitahu dia kalau ada toko roti yang menjual produk secara online. Toko rotinya itu bernama Bak and Grind tadi. Nah, toko tersebut mengklaim kalau semua produk roti yang mereka jual itu gluten free, diir free, age free, dan juga vegan gitu. Semua produknya diklaim tidak menggunakan gula pasir sebagai pemanis, melainkan menggunakan stevia dan dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan seperti sayur dan buah. Nah, mendapatkan informasi itu, Felicia ini tentunya merasa lega banget. Dia happy karena akhirnya dia bisa mengkonsumsi roti dengan aman karena segala kandungan yang dilarang oleh dokter untuk dikonsumsi dia bisa dapatkan dari sana. Iya. Jadi, kan kita rasanya wah udah kayak nemuin apa nih? Udah berapa bulan aku enggak makan hal-hal yang kayak gini terus ada nemuin tu ya udah aku order. order begitu makan, ih. Benar-benar enak banget. Biasanya nih, Geng, jika produk-produk yang mengklaim tidak menggunakan biji-bijian, susu, dan segala macamnya, itu harganya jauh lebih mahal, ya kan? Karena kan spesial gitu dibandingkan dengan produk sejenis yang ee tidak ada klaim gluten free dan lain-lain yang artinya dibuat secara biasa lah gitu kan. Nah, namun hal itu ternyata tidak menjadi soal bagi Felicia. Mau mahal, mau murah buat anak, apapun dia iyain. Dibandingkan dia kesusahan harus mengkonsumsi makanan ya lebih baik dia membeli roti dari back and grind tadi. Kemudian Felicia ini mengungkapkan jika sebenarnya roti-roti yang dijual oleh back and grind ini bukanlah roti original dari produksian mereka sendiri, tapi ternyata melainkan roti-roti yang berasal dari toko roti lain dan dibungkus ulang atau di-repack oleh back and grind. ini mereka kasih tahu kalau misalnya benar kalau misalnya si FN ini regular customer mereka, tapi mereka enggak tahu kalau misalnya FN ini packaging dan menjualnya dengan klaim itu dia menjelaskan kalau toko dia itu menjual kue dan roti normal. Ada yang berasal dari toko roti terkenal yang outlet-nya sudah tersebar di mall-mall besar yaitu Tuleju ya e tulisannya to/ George gitu ya. Kemudian ada yang juga berasal dari toko roti bernama Capital Bakery. Terus ada CNF yang menjual bolu Medan. Bonsus ya, ada Fed Mei. Nah, bahkan ada yang menduga jika di antara roti-roti yang dijual di B and Grind ini ada yang berasal dari Holland Bakery. Semua rotinya dipromosikan seolah-olah itu adalah produk milik mereka sendiri. Dan tiap postingannya roti-roti tersebut diklaim vegan, diir free, egg free, dan juga gluten free dan menggunakan stevia. Stevia itu pemanis buatan bukan dari gula pasir atau gula tebu gitu. Terus ada juga netizen yang menemukan kemiripan antara selai yang dijual di bake and grind ini dengan produk dari Golden F, salah satu merek selai yang populer di Indonesia. Nah, Felicia menjadi satu dari sekian banyak konsumen yang membeli roti di backgren ini. Bahkan mereka sampai ya berkali-kali reorder lah di sana. Beli lagi, beli lagi, dan percaya dengan klaim yang ditawarkan kalau roti-roti itu sehat gitu. Padahal nih, Geng, karena roti-roti yang dijual oleh Black Engran ini sebenarnya diambil dari toko roti lain. Toko rotinya itu tidak mengklaim jika roti mereka gluten free atau sejenisnya. Nah, misalnya nih, Tuleju ya. Toko roti ini tidak pernah mengklaim atau tidak pernah mengaku kalau mereka membuat roti yang gluten free. Tapi ya back and grind membeli roti dari mereka. Dan back and grind inilah yang mengklaim kalau roti itu gluten free. Padahal itu cuma Repack yang diganti cuma bungkusannya. Dan mereka menjual lagi roti itu dengan memberikan klaim palsu tadi sehingga konsumen jadi tertipu oleh klaim palsu yang diberikan oleh B and Grind ini. Nah, mereka pikir pemalsuan kayak gitu ya apa ya dampaknya biasa-biasa aja. Mereka enggak tahu kalau dampaknya bakal sangat mengerikan. Klaim palsu tersebut juga membuat toko Big and Grind ini jadi ee apa ya? Menaikkan harga dari yang semula roti dari toko aslinya menjual Rp30.000-an, Benggrind bisa menjual berkali-kali lipat yaitu sebesar Rp90.000-an. Sebenarnya ya secara bisnis itu enggak salah tapi ee secara apa ya eh klaimnya itu salah banget ya. Lu kalau misalkan mau repack roti dari toko lain ya silakan beli yang murah. Misalkan kayak beli produk Cina terus jual di Indonesia dipack, dibranding, naikin harganya, itu enggak salah. Tapi klaimnya yang salah karena itu berhubungan dengan kesehatan orang lain. Di dalam kasusnya Felicia tadi dampaknya bukan main-main, enggak dirasakan oleh dia sendiri, tapi anaknya yang bernama Kai seluruh tubuh anaknya mengalami ruam. Mengerikan banget. Kalian bisa cek fotonya. Setelah Kai lepas ASI mulai dari tanggal 11 Agustus 2025, hampir setahun ketika Felicia pertama kali membeli roti dari back and grind, Kai langsung mengkonsumsi roti yang Felicia beli dari back and grind itu. Dan apa yang terjadi dengan Kai lebih parah dibandingkan sebelumnya. Dalam hitungan jam, ruam-ruam yang merah langsung muncul di seluruh tubuh anaknya, di tubuh Kai. Dan saat itu Felicia masih gak tahu kalau pemicunya itu adalah roti yang dia beli dari back rrindine ini. Nah, dia menyalahkan makanan-makanan lain yang mungkin dia konsumsi atau mungkin dikonsumsi oleh Kai yang tidak terpantau oleh Felicia. Misalkan nih, mungkin anaknya lagi diserahin ke mbaknya, dikasih makan apa gitu. Nah, jadinya Felicia ini marah-marah lah sama orang lain. Nah, yang lebih parahnya nih, Geng, misalnya nih, anaknya itu hari ini makan ayam, rendang, udang, terus ada roti bak. Felicia ini justru menduga jika ruam yang timbul di tubuh anaknya itu bukan karena rotinya, justru karena ayam atau rendang atau karena udang. Dia gak pernah curiga dengan roti dari back and grind ini karena percaya dengan klaim gluten free tadi. Selalu merasa tuh dari dulu ya dari umur 3 bulan itu yang kalau misalnya merah-merah ya kita salahinnya yang tadi makan udang kali, tadi makan ayam kali apa jangan-jangan tadi ee dia pakai apa komposisi yang kayak enggak bisa selalu enggak pernah kepikiran untuk produk ini yang menjadi pemicunya gitu kok. Nah, Felicia mengaku jika dia sampai-sampai ngestok roti tersebut di kulkasnya untuk bisa dia makan kalau lapar. Saking dia gak punya pilihan lain dan dia percaya banget sama roti tersebut. Nah, karena kondisi kai anaknya yang semakin parah, akhirnya Felicia ini berinisiatif untuk melakukan uji lab untuk mengetahui kandungan sebenarnya dari roti B and grine ini. Karena kan dia udah nyalahin makanan yang lain-lain apapun, tapi kok enggak ada ini ya, kok enggak ada e perubahan. Sementara back ram terus, akhirnya dia mulai curiga sama backrine ini. Dia tes lab lah. Uji lab-nya juga dilakukan menggunakan uang pribadi dari Felicia sendiri dan hasilnya benar-benar mengejutkan karena tidak sesuai dengan klaim yang selama ini diberikan oleh Black Ang and Engrine, hasilnya positif. Roti tersebut mengandung gluten jadi enggak gluten free. Kandungan yang sebenarnya enggak boleh dikonsumsi oleh anaknya Keetlah. merinding di saat itu. Dia kebayang anaknya hancur kulit anaknya gara-gara beli roti palsu tersebut. Nah, terus Geng karena dia udah benar-benar sakit hati, marah lah gitu ya, anaknya bisa kayak gitu gara-gara e klaim palsu dari toko roti ini. Nah, sebelum dia memviralkan kasus ini, dia tidak semerta-merta menuduh tanpa adanya bukti. Namun dia mencoba untuk menguji roti tersebut dulu. Nah, barulah ketika hasilnya keluar, Felicia memutuskan untuk memviralkannya di media sosial. Banyak orang yang kemudian membantu Felicia untuk memviralkan apa yang dia alami. Nah, enggak butuh waktu lama. DM Felicia penuh dengan cerita serupa dari konsumen B and grind juga, Geng. Dan karena Felicia yang speak up, para konsumen yang merasa dirugikan juga akhirnya berani untuk speak up. Ada konsumen lain yang bercerita kalau dia sempat menanyakan bagaimana cara dari backren ini membuat roti dengan klaim yang mereka anggap gluten free ya kan, dairy free dan lain-lain. Jadi ditanyain mana nih buktinya gitu. Soalnya biasanya roti dengan klaim gluten free itu ya atau sejenisnya tidak akan sama teksturnya dengan roti pada umumnya. Sementara roti dari backren ini bisa membuat roti yang selembut roti-roti biasa. Dan untuk itu ada konsumen yang merasa bingung. Mereka langsung menanyakan hal ini kepada back andrin secara personal. Dan memang niatnya back and grind ini kayaknya mau nipu, Geng. Soalnya jawaban dari pihak Bank Engra sendiri bilang kalau mereka menggunakan tepung sorgum dan konyaku. Nah, konsumen tersebut enggak langsung percaya dengan jawaban dari back and grind ya. Mereka mencoba mencari di internet tapi mereka enggak menemukan adanya resep membuat roti menggunakan konyaku. Intinya setiap ada konsumen yang meragukan klaim gluten free dari backrin ini, mereka selalu bersi keras menjawab kalau produk-produk mereka benar-benar gluten free. Padahal enggak sama sekali. Bahkan nih, Geng, Felicia sempat mendatangi outlet dari toko roti Tuleju, ya, yang ada di Central Park. Dia menanyakan kepada salah satu staf yang ada di sana, apakah mereka mengenali pemilik dari toko roti B and Engrine itu? Dan stafnya menjawab kalau dia adalah regular customer di sana. Gila enggak tuh? Cuma itu sudah beberapa tahun yang lalu dan saat ini sudah dialihkan ke outlet yang ada di Taman Anggrek. Nah, Felicia di saat itu langsung menuju ke outlet roti yang ada di Taman Angrek dan menanyakan hal yang sama ke staf toko. Dan staf toko tersebut menjawab jika pemilik BR adalah customer di sana. Bahkan di hari yang sama ada kiriman roti ke alamat pemilik B Angren. Salah satu staf lainnya juga menunjukkan chatnya si pemilik B Engren tersebut dengan pusat dari toko Tuleju yang lengkap dengan pesanannya agar toko yang ada di Taman Anggrek mengirimkan pesanan tersebut segera. Pesanan itu dilakukan setiap hari, Geng, dengan jumlah yang begitu banyak. Berarti kan udah kebukti nih. Jadi udah fix kalau roti-roti yang dijual di Bengran ini diambil dari toko roti lain yang mana dipack dengan ditambahkan klaim yang tidak sesuai dengan isi kandungan roti tersebut. Gila banget, Geng. Nah, toko-toko roti yang big and grind ambil produknya dan dikemas ulang untuk dijual lagi ya pada akhirnya ikut bersuara. Salah satunya adalah ya bunsus ya. Dalam pernyataan tertulis, toko roti tersebut mengaku jika produk yang dijual di BNG grand adalah produk mereka yang dibeli lewat aplikasi ojol dan di-paek kemudian dijual kembali tanpa sepengetahuan bonsus dengan harga tiga kali lipat. Dan pihak Bonsus sendiri enggak pernah mengklaim produk mereka gluten free atau dairy free dan tidak menggunakan telur atau vegan gitu. Kemudian Golden Fel yang juga membuat pernyataan dengan menyebutkan jika mereka tidak pernah mengklaim produk mereka adalah produk gluten free atau sejenisnya. Nah, dari sinilah orang-orang jadi menyoroti kasus ini karena ini bukan lagi merupakan kasus konsumen yang teledor dan tidak teliti dalam membeli serta mengkonsumsi makanan. Tapi ini sudah masuk ke dalam ranah pidana karena si pemilik B Engren sudah dengan jelas-jelas menipu konsumen sehingga membahayakan kesehatan dan hampir merenggut nyawa seorang anak kecil. Banyak orang yang mempertanyakan siapa nih pemilik dari B Angra ini dan mengapa dia setega itu menipu konsumen. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai si pemilik toko dari Back Angrin ini. Dan yang lebih gilanya nih, Geng, ya. Perlu gua disclaimer sedikit ya, ini orang cewek ya, berpendidikan. [musik] Bahkan fotonya itu lagi wisuda ada. Dan gilanya terbongkar kalau dia dari dulu ternyata memang beberapa kali h terlibat kasus penipuan. Wuh, kok bisa? Sekarang kita bahas. Nah, jadi geng setelah kasus ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, orang-orang jadi penasaran siapa pemilik toko roti tersebut. Nah, ternyata geng namanya adalah Felicia juga. Tapi beda nama akhir aja. namanya itu Felicia Novena. Dia lulusan Fakultas Hospitality dan Pariwisata Universitas Pelita Harapan atau UPH angkatan 2021. Dia menyelesaikan studinya dengan predikat kumlot bahkan menurut klaim yang beredar di sosial media ya. Cuma geng klaim tersebut menuai keraguan setelah sejumlah alumni UPH menyatakan bahwa warna topi toga yang digunakan oleh Felicia saat wisuda itu enggak sesuai dengan yang biasanya dipakai oleh lulusan Kumlaut. Ketahuan lagi bohongnya nih. Selain latar belakang akademisnya ya, Felicia juga memiliki sertifikasi internasional dari Speciality Coffee Association atau SCA yang mencakup bidang barista, brewing, dan sensori. Kemudian Felicia mulai membangun bisnisnya di bidang kuliner yaitu membuat toko roti B and grind yang sudah berjalan sejak tahun 2019. Toko rotinya ini punya branding yang berbeda dibandingkan dengan toko roti lain, Geng. Soalnya back and r ini ya punya Felicia ini ya seperti yang kita tahu mengklaim bahwa produk yang mereka jual itu bebas allergen atau kandungan yang membuat alergi seperti gluten free ya dairy free dan egg free. Buat yang vegan cocok banget untuk mengkonsumsi roti bake and grin ini geng. Tokonya tersebut awalnya mendapatkan banyak perhatian karena mengusung konsep makanan sehat dan ramah bagi penderita alergi atau intoleransi makanan tertentu yang kesusahan untuk mengkonsumsi makanan yang aman bagi mereka yang menderita kondisi tersebut. Tapi kalau dari unggahannya si ibunya Kai yang namanya sama-sama Felicia ya bedanya namanya Felicia Elizabeth konsumen yang speak up soal klaim palsu ini. Dia menyebutkan kalau si Felicia pemilik B Angrin ini punya penyakit radang usus atau inflammatory bowel diasis yang mungkin saja itu menjadi salah satu faktor atau dorongan kenapa si Felicia pemilik Back Engrin ini memutuskan untuk membuat toko roti bengin beserta dengan klaim-klaim sehatnya tadi. Jadi karena pemiliknya ini dianggap punya penyakit ya, akhirnya dia bikinlah sesuatu ee yang men-support orang-orang yang mungkin sama sama dia punya penyakit usus itu juga. Nah, akhirnya orang percaya dengan kisah-kisah kayak gitu. Dan kesuksesan dari toko roti ini juga membuat dia berani untuk mengadakan kelas membuat roti. Bahkan gila enggak tuh ilmunya enggak ada tapi bikin kelas membuat roti. Saking lakunya roti-roti yang Felicia jual di back and grind, dia membuka member geng yang memungkinkan para konsumennya bisa mendapatkan beberapa benefit seperti preorder maksimal 3 hari, minimal 1 sampai 2 hari gitu ya. dan mendapatkan diskon sebesar 10% di hari ulang tahun ditambah dengan gratis 6 donat plein atau polos yang kemudian ada juga free item setiap bulan di mana konsumen bisa memilih mau eh kuasong atau brownies atau se salt cookies. Nah, tapi tentunya itu enggak gratis, Geng. Karena ada beberapa persyaratan yaitu konsumen harus top up minimal R,5 juta dan tidak ada don't money ya. Sehingga semuanya bisa dipakai tanpa adanya saldo yang mengendap. Terus geng, di setiap top up itu Felicia menawarkan free saldo. Jika top up R,5 juta free Rp100.000 jadi R1,6 juta. Terus R1,7 juta jadi Rp1,8.500.000. Terus R2 juta menjadi 2,2 juta dan 2,5 juta jadi 2,8 juta. Nah, terus seterusnya lah. Nah, jika top up-nya semakin banyak maka free saldonya juga semakin banyak. Karena Felicia yang menjual roti dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan toko roti tempat dia mengambil produknya, pasti keuntungan yang dia dapat itu berkali-kali lipat lebih banyak. Dan hal ini bisa terlihat dari salah satu story di Instagramnya ketika Felicia ini membeli jam tangan mewah merek Tutor. Dan ini yang membuat kemarahan para korban serta netizen semakin menjadi-jadi. Karena dengan uang hasil menipu para korban, Felicia justru menikmati uangnya dan membelanjakannya dengan membeli barang-barang mewah. Sementara korbannya, banyak yang menderita sakit akibat klaim palsu yang dibuat oleh si Felicia melalui toko rotinya ini. Dan karena background-nya sebagai lulusan dari UPH, pihak kampus jadi ikut bersuara terkait kasus yang sedang melibatkan salah satu lulusan mereka ini. Dalam unggahan yang berisikan surat pernyataan dari pihak UPH, mereka membenarkan bahwa Felicia ini adalah lulusan dari Fospar UPH dan Felicia sudah menyelesaikan studinya sehingga sudah tidak lagi memiliki keterikatan baik dalam hal akademik maupun profesional. Dan pihak dari UPH sendiri menghimbau agar Felicia menunjukkan diri dan memberikan klarifikasi. Singkat cerita nih, Geng, menyadari kalau isu tentang dia yang sudah menipu para konsumen lantaran memberikan klaim palsu ini, Felicia si pemilik toko ini sempat memberikan klarifikasi di media sosial. Dia bukannya menyelesaikan permasalahan yang sudah terjadi. Klarifikasi dia tersebut justru menimbulkan polemik baru. Hal ini dikarenakan dalam klarifikasi yang dia buat itu tidak disertai dengan permintaan maaf yang jelas. Felicia ini malah lebih banyak menjelaskan terkait teknis pembuatan roti-rotinya dia. Bahkan membela diri dari tuduhan yang ditujukan kepada dia. Felicia juga enggak menyebutkan nasib dari balita-balita yang jadi sakit karena mengkonsumsi roti yang dia jual. Oleh karena itu, Felicia ini dianggap tidak memiliki empati terhadap konsumen. Dan saat ini akun dari B and Grind sudah enggak ada lagi, Geng. Di Instagram udah ditutup. Akun pribadi dari Felicia juga dikunci sehingga enggak bisa diakses oleh netizen. Ada salah satu konsumen yang sempat men-screenshot status WhatsApp dari Felicia yang menyebutkan jika akun back and grrind ke restrik katanya. Nah, nantinya jika sudah bisa login baru dia bakal melakukan klarifikasi lagi. Tapi geng enggak cuma kasus dari Felicia Novena dan toko roti miliknya dia aja yang jadi sorotan. terkait bagaimana perilaku Felicia di masa lalu akhirnya diungkit juga. Hal ini diungkapkan oleh si ibunya Kai yaitu Felicia Elizabeth yang membagikan screenshot chat dari seseorang yang mengaku sebagai mantan temannya Felicia Novena si pemilik toko roti ini. Nah, saudaranya dari mantan temannya ini mengaku menjadi langganan di back and grinde. Namun mantan temannya ini ya bilang kalau dia mengenal Felicia Novena sebab mereka satu angkatan. Katanya sih Felicia Novena ini terkenal tukang bohong, suka menipu. Intinya drama banget. Bahkan itu sudah terjadi sejak masih muda dulu. Yang disayangkan adalah orang tuanya tetap membela dia walaupun jelas-jelas Felicia ini salah. Kabarnya juga Felicia ini pernah kabur dari rumah sampai membuat pihak sekolah dan teman-teman seangkatannya turut turun tangan serta mencari keberadaannya dia. Dia suka menyogok temannya dengan beliin barang atau jajanan supaya Felicia punya teman. Soalnya enggak ada yang mau temenan sama dia, katanya. Teman satu angkatannya sendiri kabarnya sampai heran, Geng. Karena Felicia ini kayak enggak punya malu. Padahal sudah ketahuan menipu dan bohong berkali-kali. Awalnya Felicia ini nipu hal-hal kecil sampai pada akhirnya menipu hingga menimbulkan kerugian materi yang besar. Menurut pengakuan dari mantan temannya ini, Felicia pernah nipu bisnis lain dan berakhir hanya dengan klarifikasi permintaan maaf. Jadi ini bukan hal baru untuk dia. Karena dianggap Felicia ini ya si pemilik toko roti ini enggak kunjung menunjukkan itikat baiknya untuk bertanggung jawab atas konsumen yang merasa dirugikan. Akhirnya dilakukanlah tindakan lanjut untuk ee apa ya? mengambil jalur hukum. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai tindak lanjut hukum terhadap Felicia Novena ini. Jadi, Geng, setelah tidak adanya klarifikasi dan permintaan maaf yang diberikan oleh si Felicia Novena, akhirnya si korban yang bernama Felicia Elizabeth itu memutuskan untuk bertemu dengan si Felicia Novena ini langsung. Akhirnya dilakukanlah pertemuan antara mereka berdua ya, Felicia Elizabeth berserta dengan suaminya dan Felicia Novena serta pacarnya. Felicia Novena mengakui dan menyesali semua yang dia lakukan. Dia juga meminta maaf atas apa yang dia lakukan karena sudah membahayakan keselamatan dan kesehatan banyak orang. Dia enggak pernah berpikir sampai ke sana. Dalam pertemuan tersebut, Felicia Novena juga berjanji bakal memberikan klarifikasi atau permohonan maaf di Instagram pribadinya. Selain itu, Felicia Novena juga sudah membuat surat pernyataan dan permohonan maaf secara tertulis disertai dengan materai. Di surat tersebut ada poin yang berisikan bentuk pertanggungjawaban [musik] dan komitmen yang harus eh si Felicia Novena ini penuhi. Termasuk dengan mengembalikan uang deposit kepada semua member and grind. Jika Felicia Novena melanggar itu semua, maka Felicia Elizabeth ya si korban bakal memproses untuk dibawa ke jalur hukum. Tapi geng, Felicia Novena tidak menepati janjinya ternyata yang padahal dia sudah menuliskan surat pernyataan yang dilengkapi dengan Materai. Oleh karena itu, Felicia Elizabeth memutuskan untuk melaporkan Felicia Novena secara resmi ke pihak polisi. Pada tanggal 17 Oktober 2025. Sempat ada upaya mediasi yang ditawarkan oleh pengacaranya, Felicia Novena si pelaku. Namun karena udah terlanjur geram, ya si korban yang bernama Felicia Elizabeth menolak tawaran mediasi lagi dengan alasan eh si pelaku Felicia Novena sudah melanggar kesepakatan awal. Dan ada beberapa pasal yang dipakai untuk menyerat Felicia Novena, yaitu pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 62 ayat 1 Jungto Pasal 8 ayat 1 dan atau pasal 9 ayat 1 Undang-Undang 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Pasal 138 jungtuh pasal 84 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, bahkan sampai pasal 3, 4 dan 5 Undang-Undang RI nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Kok sampai ke pencucian uang nih? Nah, bukannya ini cuma karena klaim yang tidak sesuai dikatakan ya soalnya banyak korban yang merasa dirugikan karena terjerumus dengan sistem deposit yang diterapkan oleh Felicia yang ditawarkan oleh dia dengan menjanjikan e berbagai keuntungan. Ditambah lagi Felicia sudah berjanji untuk mengembalikan uang deposit tersebut namun enggak kunjung dikembalikan. Dan sampai saat sekarang ini laporannya masih diusut ya. Jadi kita tunggu aja nih, Geng, kelanjutan update selanjutnya gimana. Nah, itu dia, Geng. Pembahasan kita kali ini mengenai kasus klaim palsu toko roti yang sampai menimbulkan korban karena tertipu dengan klaim yang mereka tawarkan. Nah, kita kawal terus, Geng, kasus ini agar korban mendapatkan keadilan. Gimana, Geng, menurut kalian? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories