BE CAREFUL WHEN EATING THIS BREAD! VICTIMS HAVE SUFFERED SKIN DISEASES! BAKE & GRIND CLAIM GLUTEN...
SNsO3tsJzzo • 2025-10-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Oke, Geng. Di video kali ini gua meminta
kalian untuk benar-benar e menyimak dan
kalian harus berhati-hati karena
sekarang kita sudah tidak bisa percaya
sama embel-embel brand besar atau
embel-embel e ini terbukti secara klinis
ya kan. Pokoknya udah dites di lab dan
segala macam enggak bisa ya. Bahkan ya
beberapa
kasus ya, label halal aja ada yang
dipalsukan, bpom aja masih ada yang
kecolongan. Di video kali ini gua akan
membahas ya tentang dunia kesehatan,
tentang makanan yang mana ini bahaya
banget. Pembelinya terjebak yang
seharusnya dia tidak boleh memakan
makanan itu. Jadinya dia memakan makanan
itu. Karena enggak semua makanan yang
kita telan itu bisa menjadi nutrisi
untuk tubuh kita. Bisa jadi itu menjadi
racun. Nah, seperti yang terjadi pada
kasus ini,
belakangan ramai kasus anak mengalami
reaksi alergi usai mengonsumsi roti
mengandung gluten. Padahal toko yang
memproduksinya tersebut mengklaim gluten
free atau bebas gluten. Lantas mengapa
gluten termasuk golongan yang tidak
mampu dicerna bagi sebagian orang?
Sebelumnya gua mau nanya dulu nih ke
kalian. Apa ada di antara kalian ya yang
sudah punya anak? Mungkin kalau ada
boleh tinggalkan komentar di bawah. Jika
kita berbicara tentang orang yang sudah
punya anak, udah pasti ya apapun bakal
dilakukan untuk anaknya, ingin yang
terbaik untuk anaknya. Dan mereka
biasanya memastikan jika setiap tumbuh
kembang anaknya itu gizinya tercukupi
agar mereka selalu sehat. Dan sebagai
orang tua tentunya pasti mengetahui apa
yang boleh dimakan atau yang tidak boleh
dimakan oleh anaknya. Apalagi jika itu
membahayakan kesehatan anaknya. Dan
larangan tersebut sudah diberitahukan
oleh dokter. Biasanya karena ada
beberapa anak ya atau bahkan orang
dewasa yang biasanya tuh enggak bisa
makan atau minum sembarangan atau ee
contohnya nih sesuatu yang mengandung
susu misalkan. Nah, soalnya tubuhnya itu
memiliki sebuah kondisi yang disebut
dengan laktose intolerance. yaitu
kondisi di mana tubuh mereka itu enggak
bisa mentoleransi laktosa yang
terkandung di dalam susu. Nah, terus ada
juga yang tidak bisa makan makanan yang
mengandung gluten. Nah, intinya kondisi
di mana seseorang itu alergi terhadap
suatu kandungan sehingga dia tidak
diperbolehkan mengkonsumsi kandungan
tersebut. Nah, walaupun terlihat sepele
namun kondisi kayak gini enggak bisa
dianggap remeh karena jika kondisinya
parah bisa mengancam nyawa, Geng. Tapi,
Geng, gimana jadinya nih? ya. Nah, ini
kisahnya nih. Kalau ada sebuah toko yang
mengklaim kalau makanannya itu sehat,
tidak mengandung A, tidak mengandung B,
tidak mengandung hal-hal yang tidak
boleh dimakan oleh seseorang tertentu
gitu, tapi dia justru berbohong. Dalam
kasus ini ada seorang wanita
berpendidikan. Kalian bisa lihat
langsung dia ini siapa, ya. dia memiliki
sebuah produk ya yang diklaim gluten
free. Sehingga untuk orang-orang
terutama anak kecil nih yang dibelikan
makanan itu, yang dibelikan produk itu
oleh orang tuanya, ketika mereka makan
tubuh mereka jadi alergi. Dan itu
mengerikan banget. Kalian bisa lihat nih
tubuh anak kecilnya jadi kayak apa. Jadi
ruam-ruam bahkan ya menderita penyakit
yang lebih serius. Nah, hal ini terjadi
kepada seorang ibu yang menceritakan
kondisi anaknya ketika mengkonsumsi roti
dari sebuah toko yang mengklaim kalau
roti yang dijual di toko itu sudah
gluten free, diary free, vegan, bahkan
[musik] egg free. Nah, awalnya ketika
anaknya mengalami apa ya? Kayak gejala
alergi itu, ibunya itu enggak curiga ke
si roti yang dikonsumsi yang dia beli
dari toko tadi karena dia percaya klaim
yang diberikan oleh toko roti tersebut
benar gitu. Terus aku gak ada kepikiran
sama sekali curiga sama produk ini.
Nah, tapi ternyata dia baru tahu, baru
sadar kalau penyebabnya adalah roti yang
diklaim gluten free tadi. Yang lebih
parahnya lagi ya katanya produk-produk
yang dijual di toko tersebut bukan roti
yang dibuat sendiri oleh si penjual,
melainkan roti yang dia beli dari toko
lain. Kemudian dia repack, dia kemas
ulang seolah-olah itu roti bikinan dia.
Nah, kasus ini sempat viral di media
sosial karena tidak sedikit yang membeli
roti di toko tersebut. Dan si ibu tadi
termasuk konsumen lainnya meminta
pertanggungjawaban atas klaim palsu yang
diberikan oleh si toko itu. Nah, di
video kali ini kita bakal merangkum
kasus ini, Geng. Karena ini cukup
mengerikan, ya. Apalagi buat orang
tua-orang tua yang punya anak. Hati-hati
banget. Langsung aja kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry [musik]
Gengke. Untuk pembahasan pertama, kita
akan bahas dulu awal mula terkuaknya
kasus toko roti yang membuat klaim palsu
sehingga ya membuat seorang anak jadi
alergi parah.
Jadi, geng awal mula kasus klaim palsu
yang dibuat oleh toko roti ini viral
karena ada cerita dari salah satu
konsumennya yang bernama Felicia
Elizabeth. Nah, jadi dia ini adalah
seorang ibu dan punya anak yang bernama
Kai yang masih berusia 17 bulan dan
diketahui dia sering membeli roti lewat
toko online. Toko rotinya bernama Bake
and Grind. Di highlight Instagram-nya,
Felicia ini sempat membagikan cerita
mengenai kondisi anaknya ketika
mengkonsumsi roti yang dia beli dari
back and grind ini. Dan sejak usia 3
bulan di tubuh anaknya Kai tiba-tiba
sudah muncul ekzema. Sebuah penyakit
kulit di mana penderitanya bakal
mengalami sensasi gatal yang luar biasa.
Dan oleh karena itu, Felicia ini sampai
harus menjalani diet ketat karena harus
memberikan ASI kepada anaknya. Karena
Kai yang masih mendapatkan ASI dari
Felicia diduga kondisinya itu ya
disebabkan karena Felicia yang
mengkonsumsi kandungan yang membuat Kai
jadi alergi atau asinya yang menjadi
perantaranya gitu. Nah, jadi si ibunya
malah curiga sama diri sendiri. Nah,
karena kan apa yang dikonsumsi oleh si
ibunya pasti bakal terserap ke dalam ASI
yang dikonsumsi oleh anaknya. Dan di
saat itu Felicia sampai harus puasa dari
makanan yang mengandung gluten, yaitu
makanan yang mengandung biji-bijian.
Terus juga Felicia ini gak boleh makan
telur atau segala sesuatu yang
mengandung telur, diiri, dan
kacang-kacangan. Nah, kebayang tuh,
Geng, ya, semua makanan yang kita
konsumsi sehari-hari kebanyakan
mengandung itu semua, tapi anaknya ini
enggak bisa kena itu. Dan tempe, tahu
segala macamnya enggak boleh, ya. Itu
berarti Felicia ini enggak bisa makan
tempe, tahu, keju, susu, dan
makanan-makanan yang mengandung ya apa
ya kacang-kacangan itu tadi. Nah, paling
hanya makan sayuran dan buah-buahan.
Karena itu, Felicia mengaku kesulitan
untuk mencari makanan yang boleh dia
makan demi anaknya. Geng singkat cerita
nih, Geng. Pada bulan September 2024,
temannya Felicia memberitahu dia kalau
ada toko roti yang menjual produk secara
online. Toko rotinya itu bernama Bak and
Grind tadi. Nah, toko tersebut mengklaim
kalau semua produk roti yang mereka jual
itu gluten free, diir free, age free,
dan juga vegan gitu. Semua produknya
diklaim tidak menggunakan gula pasir
sebagai pemanis, melainkan menggunakan
stevia dan dibuat dari bahan-bahan yang
berasal dari tumbuhan seperti sayur dan
buah. Nah, mendapatkan informasi itu,
Felicia ini tentunya merasa lega banget.
Dia happy karena akhirnya dia bisa
mengkonsumsi roti dengan aman karena
segala kandungan yang dilarang oleh
dokter untuk dikonsumsi dia bisa
dapatkan dari sana.
Iya. Jadi, kan kita rasanya wah udah
kayak nemuin apa nih? Udah berapa bulan
aku enggak makan hal-hal yang kayak gini
terus ada nemuin tu ya udah aku order.
order begitu makan, ih. Benar-benar enak
banget.
Biasanya nih, Geng, jika produk-produk
yang mengklaim tidak menggunakan
biji-bijian, susu, dan segala macamnya,
itu harganya jauh lebih mahal, ya kan?
Karena kan spesial gitu dibandingkan
dengan produk sejenis yang ee tidak ada
klaim gluten free dan lain-lain yang
artinya dibuat secara biasa lah gitu
kan. Nah, namun hal itu ternyata tidak
menjadi soal bagi Felicia. Mau mahal,
mau murah buat anak, apapun dia iyain.
Dibandingkan dia kesusahan harus
mengkonsumsi makanan ya lebih baik dia
membeli roti dari back and grind tadi.
Kemudian Felicia ini mengungkapkan jika
sebenarnya roti-roti yang dijual oleh
back and grind ini bukanlah roti
original dari produksian mereka sendiri,
tapi ternyata melainkan roti-roti yang
berasal dari toko roti lain dan
dibungkus ulang atau di-repack oleh back
and grind. ini
mereka kasih tahu kalau misalnya benar
kalau misalnya si FN ini regular
customer mereka, tapi mereka enggak tahu
kalau misalnya FN ini packaging dan
menjualnya dengan klaim itu dia
menjelaskan kalau toko dia itu menjual
kue dan roti normal.
Ada yang berasal dari toko roti terkenal
yang outlet-nya sudah tersebar di
mall-mall besar yaitu Tuleju ya e
tulisannya to/ George gitu ya. Kemudian
ada yang juga berasal dari toko roti
bernama Capital Bakery. Terus ada CNF
yang menjual bolu Medan. Bonsus ya, ada
Fed Mei. Nah, bahkan ada yang menduga
jika di antara roti-roti yang dijual di
B and Grind ini ada yang berasal dari
Holland Bakery. Semua rotinya
dipromosikan seolah-olah itu adalah
produk milik mereka sendiri. Dan tiap
postingannya roti-roti tersebut diklaim
vegan, diir free, egg free, dan juga
gluten free dan menggunakan stevia.
Stevia itu pemanis buatan bukan dari
gula pasir atau gula tebu gitu. Terus
ada juga netizen yang menemukan
kemiripan antara selai yang dijual di
bake and grind ini dengan produk dari
Golden F, salah satu merek selai yang
populer di Indonesia. Nah, Felicia
menjadi satu dari sekian banyak konsumen
yang membeli roti di backgren ini.
Bahkan mereka sampai ya berkali-kali
reorder lah di sana. Beli lagi, beli
lagi, dan percaya dengan klaim yang
ditawarkan kalau roti-roti itu sehat
gitu. Padahal nih, Geng, karena
roti-roti yang dijual oleh Black Engran
ini sebenarnya diambil dari toko roti
lain. Toko rotinya itu tidak mengklaim
jika roti mereka gluten free atau
sejenisnya. Nah, misalnya nih, Tuleju
ya. Toko roti ini tidak pernah mengklaim
atau tidak pernah mengaku kalau mereka
membuat roti yang gluten free. Tapi ya
back and grind membeli roti dari mereka.
Dan back and grind inilah yang mengklaim
kalau roti itu gluten free. Padahal itu
cuma Repack yang diganti cuma
bungkusannya. Dan mereka menjual lagi
roti itu dengan memberikan klaim palsu
tadi sehingga konsumen jadi tertipu oleh
klaim palsu yang diberikan oleh B and
Grind ini. Nah, mereka pikir pemalsuan
kayak gitu ya apa ya dampaknya
biasa-biasa aja. Mereka enggak tahu
kalau dampaknya bakal sangat mengerikan.
Klaim palsu tersebut juga membuat toko
Big and Grind ini jadi ee apa ya?
Menaikkan harga dari yang semula roti
dari toko aslinya menjual Rp30.000-an,
Benggrind bisa menjual berkali-kali
lipat yaitu sebesar Rp90.000-an.
Sebenarnya ya secara bisnis itu enggak
salah tapi ee secara apa ya eh klaimnya
itu salah banget ya. Lu kalau misalkan
mau repack roti dari toko lain ya
silakan beli yang murah. Misalkan kayak
beli produk Cina terus jual di Indonesia
dipack, dibranding, naikin harganya, itu
enggak salah. Tapi klaimnya yang salah
karena itu berhubungan dengan kesehatan
orang lain. Di dalam kasusnya Felicia
tadi dampaknya bukan main-main, enggak
dirasakan oleh dia sendiri, tapi anaknya
yang bernama Kai seluruh tubuh anaknya
mengalami ruam. Mengerikan banget.
Kalian bisa cek fotonya.
Setelah Kai lepas ASI mulai dari tanggal
11 Agustus 2025, hampir setahun ketika
Felicia pertama kali membeli roti dari
back and grind, Kai langsung
mengkonsumsi roti yang Felicia beli dari
back and grind itu. Dan apa yang terjadi
dengan Kai lebih parah dibandingkan
sebelumnya. Dalam hitungan jam,
ruam-ruam yang merah langsung muncul di
seluruh tubuh anaknya, di tubuh Kai. Dan
saat itu Felicia masih gak tahu kalau
pemicunya itu adalah roti yang dia beli
dari back rrindine ini. Nah, dia
menyalahkan makanan-makanan lain yang
mungkin dia konsumsi atau mungkin
dikonsumsi oleh Kai yang tidak terpantau
oleh Felicia. Misalkan nih, mungkin
anaknya lagi diserahin ke mbaknya,
dikasih makan apa gitu. Nah, jadinya
Felicia ini marah-marah lah sama orang
lain. Nah, yang lebih parahnya nih,
Geng, misalnya nih, anaknya itu hari ini
makan ayam, rendang, udang, terus ada
roti bak. Felicia ini justru menduga
jika ruam yang timbul di tubuh anaknya
itu bukan karena rotinya, justru karena
ayam atau rendang atau karena udang. Dia
gak pernah curiga dengan roti dari back
and grind ini karena percaya dengan
klaim gluten free tadi.
Selalu merasa tuh dari dulu ya dari umur
3 bulan itu yang kalau misalnya
merah-merah ya kita salahinnya yang tadi
makan udang kali, tadi makan ayam kali
apa jangan-jangan tadi ee dia pakai
apa komposisi yang kayak enggak bisa
selalu enggak pernah kepikiran untuk
produk ini yang
menjadi pemicunya gitu kok. Nah, Felicia
mengaku jika dia sampai-sampai ngestok
roti tersebut di kulkasnya untuk bisa
dia makan kalau lapar. Saking dia gak
punya pilihan lain dan dia percaya
banget sama roti tersebut. Nah, karena
kondisi kai anaknya yang semakin parah,
akhirnya Felicia ini berinisiatif untuk
melakukan uji lab untuk mengetahui
kandungan sebenarnya dari roti B and
grine ini. Karena kan dia udah nyalahin
makanan yang lain-lain apapun, tapi kok
enggak ada ini ya, kok enggak ada e
perubahan. Sementara back ram terus,
akhirnya dia mulai curiga sama backrine
ini. Dia tes lab lah. Uji lab-nya juga
dilakukan menggunakan uang pribadi dari
Felicia sendiri dan hasilnya benar-benar
mengejutkan karena tidak sesuai dengan
klaim yang selama ini diberikan oleh
Black Ang and Engrine, hasilnya positif.
Roti tersebut mengandung gluten jadi
enggak gluten free. Kandungan yang
sebenarnya enggak boleh dikonsumsi oleh
anaknya Keetlah. merinding di saat itu.
Dia kebayang anaknya hancur kulit
anaknya gara-gara beli roti palsu
tersebut. Nah, terus Geng karena dia
udah benar-benar sakit hati, marah lah
gitu ya, anaknya bisa kayak gitu
gara-gara e klaim palsu dari toko roti
ini. Nah, sebelum dia memviralkan kasus
ini, dia tidak semerta-merta menuduh
tanpa adanya bukti. Namun dia mencoba
untuk menguji roti tersebut dulu. Nah,
barulah ketika hasilnya keluar, Felicia
memutuskan untuk memviralkannya di media
sosial. Banyak orang yang kemudian
membantu Felicia untuk memviralkan apa
yang dia alami. Nah, enggak butuh waktu
lama. DM Felicia penuh dengan cerita
serupa dari konsumen B and grind juga,
Geng. Dan karena Felicia yang speak up,
para konsumen yang merasa dirugikan juga
akhirnya berani untuk speak up. Ada
konsumen lain yang bercerita kalau dia
sempat menanyakan bagaimana cara dari
backren ini membuat roti dengan klaim
yang mereka anggap gluten free ya kan,
dairy free dan lain-lain. Jadi ditanyain
mana nih buktinya gitu. Soalnya biasanya
roti dengan klaim gluten free itu ya
atau sejenisnya tidak akan sama
teksturnya dengan roti pada umumnya.
Sementara roti dari backren ini bisa
membuat roti yang selembut roti-roti
biasa. Dan untuk itu ada konsumen yang
merasa bingung. Mereka langsung
menanyakan hal ini kepada back andrin
secara personal. Dan memang niatnya back
and grind ini kayaknya mau nipu, Geng.
Soalnya jawaban dari pihak Bank Engra
sendiri bilang kalau mereka menggunakan
tepung sorgum dan konyaku. Nah, konsumen
tersebut enggak langsung percaya dengan
jawaban dari back and grind ya. Mereka
mencoba mencari di internet tapi mereka
enggak menemukan adanya resep membuat
roti menggunakan konyaku. Intinya setiap
ada konsumen yang meragukan klaim gluten
free dari backrin ini, mereka selalu
bersi keras menjawab kalau produk-produk
mereka benar-benar gluten free. Padahal
enggak sama sekali. Bahkan nih, Geng,
Felicia sempat mendatangi outlet dari
toko roti Tuleju, ya, yang ada di
Central Park. Dia menanyakan kepada
salah satu staf yang ada di sana, apakah
mereka mengenali pemilik dari toko roti
B and Engrine itu? Dan stafnya menjawab
kalau dia adalah regular customer di
sana. Gila enggak tuh? Cuma itu sudah
beberapa tahun yang lalu dan saat ini
sudah dialihkan ke outlet yang ada di
Taman Anggrek. Nah, Felicia di saat itu
langsung menuju ke outlet roti yang ada
di Taman Angrek dan menanyakan hal yang
sama ke staf toko. Dan staf toko
tersebut menjawab jika pemilik BR adalah
customer di sana. Bahkan di hari yang
sama ada kiriman roti ke alamat pemilik
B Angren. Salah satu staf lainnya juga
menunjukkan chatnya si pemilik B Engren
tersebut dengan pusat dari toko Tuleju
yang lengkap dengan pesanannya agar toko
yang ada di Taman Anggrek mengirimkan
pesanan tersebut segera. Pesanan itu
dilakukan setiap hari, Geng, dengan
jumlah yang begitu banyak. Berarti kan
udah kebukti nih. Jadi udah fix kalau
roti-roti yang dijual di Bengran ini
diambil dari toko roti lain yang mana
dipack dengan ditambahkan klaim yang
tidak sesuai dengan isi kandungan roti
tersebut. Gila banget, Geng. Nah,
toko-toko roti yang big and grind ambil
produknya dan dikemas ulang untuk dijual
lagi ya pada akhirnya ikut bersuara.
Salah satunya adalah ya bunsus ya. Dalam
pernyataan tertulis, toko roti tersebut
mengaku jika produk yang dijual di BNG
grand adalah produk mereka yang dibeli
lewat aplikasi ojol dan di-paek kemudian
dijual kembali tanpa sepengetahuan
bonsus dengan harga tiga kali lipat. Dan
pihak Bonsus sendiri enggak pernah
mengklaim produk mereka gluten free atau
dairy free dan tidak menggunakan telur
atau vegan gitu. Kemudian Golden Fel
yang juga membuat pernyataan dengan
menyebutkan jika mereka tidak pernah
mengklaim produk mereka adalah produk
gluten free atau sejenisnya. Nah, dari
sinilah orang-orang jadi menyoroti kasus
ini karena ini bukan lagi merupakan
kasus konsumen yang teledor dan tidak
teliti dalam membeli serta mengkonsumsi
makanan. Tapi ini sudah masuk ke dalam
ranah pidana karena si pemilik B Engren
sudah dengan jelas-jelas menipu konsumen
sehingga membahayakan kesehatan dan
hampir merenggut nyawa seorang anak
kecil.
Banyak orang yang mempertanyakan siapa
nih pemilik dari B Angra ini dan mengapa
dia setega itu menipu konsumen. Nah,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai si pemilik toko dari
Back Angrin ini. Dan yang lebih gilanya
nih, Geng, ya. Perlu gua disclaimer
sedikit ya, ini orang cewek ya,
berpendidikan. [musik]
Bahkan fotonya itu lagi wisuda ada. Dan
gilanya terbongkar kalau dia dari dulu
ternyata memang beberapa kali h terlibat
kasus penipuan. Wuh, kok bisa? Sekarang
kita bahas.
Nah, jadi geng setelah kasus ini menjadi
perbincangan hangat di media sosial,
orang-orang jadi penasaran siapa pemilik
toko roti tersebut. Nah, ternyata geng
namanya adalah Felicia juga. Tapi beda
nama akhir aja. namanya itu Felicia
Novena. Dia lulusan Fakultas Hospitality
dan Pariwisata Universitas Pelita
Harapan atau UPH angkatan 2021. Dia
menyelesaikan studinya dengan predikat
kumlot bahkan menurut klaim yang beredar
di sosial media ya. Cuma geng klaim
tersebut menuai keraguan setelah
sejumlah alumni UPH menyatakan bahwa
warna topi toga yang digunakan oleh
Felicia saat wisuda itu enggak sesuai
dengan yang biasanya dipakai oleh
lulusan Kumlaut. Ketahuan lagi bohongnya
nih. Selain latar belakang akademisnya
ya, Felicia juga memiliki sertifikasi
internasional dari Speciality Coffee
Association atau SCA yang mencakup
bidang barista, brewing, dan sensori.
Kemudian Felicia mulai membangun
bisnisnya di bidang kuliner yaitu
membuat toko roti B and grind yang sudah
berjalan sejak tahun 2019. Toko rotinya
ini punya branding yang berbeda
dibandingkan dengan toko roti lain,
Geng. Soalnya back and r ini ya punya
Felicia ini ya seperti yang kita tahu
mengklaim bahwa produk yang mereka jual
itu bebas allergen atau kandungan yang
membuat alergi seperti gluten free ya
dairy free dan egg free. Buat yang vegan
cocok banget untuk mengkonsumsi roti
bake and grin ini geng. Tokonya tersebut
awalnya mendapatkan banyak perhatian
karena mengusung konsep makanan sehat
dan ramah bagi penderita alergi atau
intoleransi makanan tertentu yang
kesusahan untuk mengkonsumsi makanan
yang aman bagi mereka yang menderita
kondisi tersebut. Tapi kalau dari
unggahannya si ibunya Kai yang namanya
sama-sama Felicia ya bedanya namanya
Felicia Elizabeth konsumen yang speak up
soal klaim palsu ini. Dia menyebutkan
kalau si Felicia pemilik B Angrin ini
punya penyakit radang usus atau
inflammatory bowel diasis yang mungkin
saja itu menjadi salah satu faktor atau
dorongan kenapa si Felicia pemilik Back
Engrin ini memutuskan untuk membuat toko
roti bengin beserta dengan klaim-klaim
sehatnya tadi. Jadi karena pemiliknya
ini dianggap punya penyakit ya, akhirnya
dia bikinlah sesuatu ee yang men-support
orang-orang yang mungkin sama sama dia
punya penyakit usus itu juga. Nah,
akhirnya orang percaya dengan
kisah-kisah kayak gitu. Dan kesuksesan
dari toko roti ini juga membuat dia
berani untuk mengadakan kelas membuat
roti. Bahkan gila enggak tuh ilmunya
enggak ada tapi bikin kelas membuat
roti. Saking lakunya roti-roti yang
Felicia jual di back and grind, dia
membuka member geng yang memungkinkan
para konsumennya bisa mendapatkan
beberapa benefit seperti preorder
maksimal 3 hari, minimal 1 sampai 2 hari
gitu ya. dan mendapatkan diskon sebesar
10% di hari ulang tahun ditambah dengan
gratis 6 donat plein atau polos yang
kemudian ada juga free item setiap bulan
di mana konsumen bisa memilih mau eh
kuasong atau brownies atau se salt
cookies. Nah, tapi tentunya itu enggak
gratis, Geng. Karena ada beberapa
persyaratan yaitu konsumen harus top up
minimal R,5 juta dan tidak ada don't
money ya. Sehingga semuanya bisa dipakai
tanpa adanya saldo yang mengendap. Terus
geng, di setiap top up itu Felicia
menawarkan free saldo. Jika top up R,5
juta free Rp100.000 jadi R1,6 juta.
Terus R1,7 juta jadi Rp1,8.500.000.
Terus R2 juta menjadi 2,2 juta dan 2,5
juta jadi 2,8 juta. Nah, terus
seterusnya lah. Nah, jika top up-nya
semakin banyak maka free saldonya juga
semakin banyak. Karena Felicia yang
menjual roti dengan harga yang jauh
lebih mahal dibandingkan toko roti
tempat dia mengambil produknya, pasti
keuntungan yang dia dapat itu
berkali-kali lipat lebih banyak. Dan hal
ini bisa terlihat dari salah satu story
di Instagramnya ketika Felicia ini
membeli jam tangan mewah merek Tutor.
Dan ini yang membuat kemarahan para
korban serta netizen semakin
menjadi-jadi. Karena dengan uang hasil
menipu para korban, Felicia justru
menikmati uangnya dan membelanjakannya
dengan membeli barang-barang mewah.
Sementara korbannya, banyak yang
menderita sakit akibat klaim palsu yang
dibuat oleh si Felicia melalui toko
rotinya ini. Dan karena background-nya
sebagai lulusan dari UPH, pihak kampus
jadi ikut bersuara terkait kasus yang
sedang melibatkan salah satu lulusan
mereka ini. Dalam unggahan yang
berisikan surat pernyataan dari pihak
UPH, mereka membenarkan bahwa Felicia
ini adalah lulusan dari Fospar UPH dan
Felicia sudah menyelesaikan studinya
sehingga sudah tidak lagi memiliki
keterikatan baik dalam hal akademik
maupun profesional. Dan pihak dari UPH
sendiri menghimbau agar Felicia
menunjukkan diri dan memberikan
klarifikasi.
Singkat cerita nih, Geng, menyadari
kalau isu tentang dia yang sudah menipu
para konsumen lantaran memberikan klaim
palsu ini, Felicia si pemilik toko ini
sempat memberikan klarifikasi di media
sosial. Dia bukannya menyelesaikan
permasalahan yang sudah terjadi.
Klarifikasi dia tersebut justru
menimbulkan polemik baru. Hal ini
dikarenakan dalam klarifikasi yang dia
buat itu tidak disertai dengan
permintaan maaf yang jelas. Felicia ini
malah lebih banyak menjelaskan terkait
teknis pembuatan roti-rotinya dia.
Bahkan membela diri dari tuduhan yang
ditujukan kepada dia. Felicia juga
enggak menyebutkan nasib dari
balita-balita yang jadi sakit karena
mengkonsumsi roti yang dia jual. Oleh
karena itu, Felicia ini dianggap tidak
memiliki empati terhadap konsumen. Dan
saat ini akun dari B and Grind sudah
enggak ada lagi, Geng. Di Instagram udah
ditutup. Akun pribadi dari Felicia juga
dikunci sehingga enggak bisa diakses
oleh netizen. Ada salah satu konsumen
yang sempat men-screenshot status
WhatsApp dari Felicia yang menyebutkan
jika akun back and grrind ke restrik
katanya. Nah, nantinya jika sudah bisa
login baru dia bakal melakukan
klarifikasi lagi. Tapi geng enggak cuma
kasus dari Felicia Novena dan toko roti
miliknya dia aja yang jadi sorotan.
terkait bagaimana perilaku Felicia di
masa lalu akhirnya diungkit juga. Hal
ini diungkapkan oleh si ibunya Kai yaitu
Felicia Elizabeth yang membagikan
screenshot chat dari seseorang yang
mengaku sebagai mantan temannya Felicia
Novena si pemilik toko roti ini. Nah,
saudaranya dari mantan temannya ini
mengaku menjadi langganan di back and
grinde. Namun mantan temannya ini ya
bilang kalau dia mengenal Felicia Novena
sebab mereka satu angkatan. Katanya sih
Felicia Novena ini terkenal tukang
bohong, suka menipu. Intinya drama
banget. Bahkan itu sudah terjadi sejak
masih muda dulu. Yang disayangkan adalah
orang tuanya tetap membela dia walaupun
jelas-jelas Felicia ini salah. Kabarnya
juga Felicia ini pernah kabur dari rumah
sampai membuat pihak sekolah dan
teman-teman seangkatannya turut turun
tangan serta mencari keberadaannya dia.
Dia suka menyogok temannya dengan beliin
barang atau jajanan supaya Felicia punya
teman. Soalnya enggak ada yang mau
temenan sama dia, katanya. Teman satu
angkatannya sendiri kabarnya sampai
heran, Geng. Karena Felicia ini kayak
enggak punya malu. Padahal sudah
ketahuan menipu dan bohong berkali-kali.
Awalnya Felicia ini nipu hal-hal kecil
sampai pada akhirnya menipu hingga
menimbulkan kerugian materi yang besar.
Menurut pengakuan dari mantan temannya
ini, Felicia pernah nipu bisnis lain dan
berakhir hanya dengan klarifikasi
permintaan maaf. Jadi ini bukan hal baru
untuk dia.
Karena dianggap Felicia ini ya si
pemilik toko roti ini enggak kunjung
menunjukkan itikat baiknya untuk
bertanggung jawab atas konsumen yang
merasa dirugikan. Akhirnya dilakukanlah
tindakan lanjut untuk ee apa ya?
mengambil jalur hukum. Sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya mengenai tindak lanjut hukum
terhadap Felicia Novena ini.
Jadi, Geng, setelah tidak adanya
klarifikasi dan permintaan maaf yang
diberikan oleh si Felicia Novena,
akhirnya si korban yang bernama Felicia
Elizabeth itu memutuskan untuk bertemu
dengan si Felicia Novena ini langsung.
Akhirnya dilakukanlah pertemuan antara
mereka berdua ya, Felicia Elizabeth
berserta dengan suaminya dan Felicia
Novena serta pacarnya. Felicia Novena
mengakui dan menyesali semua yang dia
lakukan. Dia juga meminta maaf atas apa
yang dia lakukan karena sudah
membahayakan keselamatan dan kesehatan
banyak orang. Dia enggak pernah berpikir
sampai ke sana. Dalam pertemuan
tersebut, Felicia Novena juga berjanji
bakal memberikan klarifikasi atau
permohonan maaf di Instagram pribadinya.
Selain itu, Felicia Novena juga sudah
membuat surat pernyataan dan permohonan
maaf secara tertulis disertai dengan
materai. Di surat tersebut ada poin yang
berisikan bentuk pertanggungjawaban
[musik] dan komitmen yang harus eh si
Felicia Novena ini penuhi. Termasuk
dengan mengembalikan uang deposit kepada
semua member and grind. Jika Felicia
Novena melanggar itu semua, maka Felicia
Elizabeth ya si korban bakal memproses
untuk dibawa ke jalur hukum. Tapi geng,
Felicia Novena tidak menepati janjinya
ternyata yang padahal dia sudah
menuliskan surat pernyataan yang
dilengkapi dengan Materai. Oleh karena
itu, Felicia Elizabeth memutuskan untuk
melaporkan Felicia Novena secara resmi
ke pihak polisi. Pada tanggal 17 Oktober
2025. Sempat ada upaya mediasi yang
ditawarkan oleh pengacaranya, Felicia
Novena si pelaku. Namun karena udah
terlanjur geram, ya si korban yang
bernama Felicia Elizabeth menolak
tawaran mediasi lagi dengan alasan eh si
pelaku Felicia Novena sudah melanggar
kesepakatan awal. Dan ada beberapa pasal
yang dipakai untuk menyerat Felicia
Novena, yaitu pasal 378 KUHP tentang
penipuan, pasal 62 ayat 1 Jungto Pasal 8
ayat 1 dan atau pasal 9 ayat 1
Undang-Undang 8 Tahun 1999 tentang
perlindungan konsumen, Pasal 138 jungtuh
pasal 84 Undang-Undang Nomor 18 Tahun
2012 tentang Pangan, bahkan sampai pasal
3, 4 dan 5 Undang-Undang RI nomor 8
tahun 2010 tentang tindak pidana
pencucian uang atau TPPU. Kok sampai ke
pencucian uang nih? Nah, bukannya ini
cuma karena klaim yang tidak sesuai
dikatakan ya soalnya banyak korban yang
merasa dirugikan karena terjerumus
dengan sistem deposit yang diterapkan
oleh Felicia yang ditawarkan oleh dia
dengan menjanjikan e berbagai
keuntungan. Ditambah lagi Felicia sudah
berjanji untuk mengembalikan uang
deposit tersebut namun enggak kunjung
dikembalikan. Dan sampai saat sekarang
ini laporannya masih diusut ya. Jadi
kita tunggu aja nih, Geng, kelanjutan
update selanjutnya gimana.
Nah, itu dia, Geng. Pembahasan kita kali
ini mengenai kasus klaim palsu toko roti
yang sampai menimbulkan korban karena
tertipu dengan klaim yang mereka
tawarkan. Nah, kita kawal terus, Geng,
kasus ini agar korban mendapatkan
keadilan. Gimana, Geng, menurut kalian?
Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:56 UTC
Categories
Manage