Transcript
H0TdxDqwc84 • MALAYSIA FAKED DOCUMENTS FOR NATURALIZATION FOOTBALL PLAYERS?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1580_H0TdxDqwc84.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, Indonesia saat ini sudah
dinyatakan gagal masuk ke Piala Dunia.
Padahal sebenarnya ya masyarakat
Indonesia sangat berharap jika timnas
Indonesia bisa lolos ya. Sebab selama
ini Indonesia belum pernah menjadi juara
di ajang tertinggi sepak bola seperti
Piala Asia apalagi menjadi bagian dari
Piala Dunia. Nah, untuk itu Indonesia
benar-benar sedang berusaha untuk bisa
memperbaiki tatanan timnas dan menyusun
strategi agar bisa menang di kejuaraan
nantinya. Impian seperti ini ya tentunya
enggak cuma ee ingin digapai oleh negara
kita Indonesia doang, tapi juga di
negara-negara lain seperti negara
tetangga kita yaitu Malaysia. Rakyatnya
juga serumpun dengan kita ya. yang mana
salah satu bentuk upaya mereka agar bisa
menang adalah dengan melakukan
naturalisasi pemain mengambil pemain
luar ya mungkin masih ada keturunan
Malaysia terus dinaturalisasikan. Nah,
hanya saja untuk bisa melewati proses
naturalisasi membutuhkan persyaratan
yang sangat ketat. Jadi enggak bisa
hanya mengambil pemain dari luar negeri
kemudian dijadikan sebagai pemain
nasional di negara tersebut. Nah, tapi
sayangnya nih, Geng ya, Malaysia justru
tiba-tiba ketahuan mengambil jalan
pintas yang menyalahi aturan dengan
memalsukan dokumen dari para pemain
naturalisasi mereka agar bisa berlaga di
dalam pertandingan.
Sepandai-pandai FAM palsukan
naturalisasi akhirnya terenduh juga. Ya,
FHAM kini kena sanksi FIFA. Alasannya
sudah tentu naturalisasi bodong alias
palsu.
Dan ini menjadi skandal terbesar
Malaysia di dalam dunia sepak bola dan
secara tidak langsung jadi ikut
mencoreng nama Malaysia itu sendiri.
Banyak yang menilai kalau Malaysia
menghalalkan segala cara untuk bisa
menaturalisasi para pemain luar negeri
yang ada di skuad mereka. Sekalipun itu
menyalahi aturan. Di video kali ini gua
bakal membahas terkait skandal Malaysia
ini yang memaksukkan dokumen untuk
pemain naturalisasi mereka. Nah, siapa
saja pemain tersebut dan apa sanksi yang
diberikan kepada e persepak bolaan
Malaysia atas tindakan ini? Sebelumnya
gua disclaimer dulu ya buat
saudara-saudara di Malaysia, penonton
kamar jari di Malaysia, mohon maaf
sebelumnya video ini tidak bermaksud
untuk memprovokasi tapi ini hanya
sekedar berbagi informasi dan apabila
kalian merasa tidak senang dengan
informasi ini, kalian mungkin bisa skip
aja atau mungkin ya silakan tinggalkan
kritik kalian di kolom komentar. Oke,
langsung aja kita bahas secara lengkap
tentang skandal ini. Halo, Geng. Welcome
back to Kamar Jiri [musik]
Geng. Geng, kita bahas dulu untuk yang
pertama terkuaknya skandal eh negara
Malaysia memalsukkan dokumen para pemain
naturalisasinya.
Jadi, Geng, pada awalnya pemalsuan
dokumen yang dilakukan oleh Malaysia ini
tidak langsung terkuat. Di bulan Maret
2025, Football Association of Malaysia
atau FAM mengajukan naturalisasi
terhadap tujuh pemain, yaitu yang
bernama Facundo Thomas Garces kelahiran
eh Argentina, terus ada Rodrigo Julian
Holgado, terus ada Imanol Jafir Makuka
dan Gabriel Felipe Aroka dan juga John
Irazabal Iraugui, kelahiran Spanyol. Ini
koreksi gua kalau salah dalam pengucapan
namanya ya, Geng.
Nah, kemudian geng ada juga pemain
kelahiran Belanda yang bernama Hector
Aliandro Hevel Sererano serta Joao Vitor
Brandao Figueredo kelahiran Brazil.
Naturalisasi pemain sepak bola untuk
membela tim nasional itu ya itu ya
menjadi sebuah proses yang memiliki
regulasi ketat nih, Geng. Dan pihak FIFA
sendiri sudah memiliki sejumlah aturan
agar proses tersebut enggak
disalahgunakan oleh negara atau federasi
sepak bola untuk sekedar memperkuat
skuad nasional negara mereka tanpa
adanya hubungan yang nyata antara pemain
dengan negara tersebut. Ya, ibaratnya
nih kayak kita nih naturalisasi pemain
kebanyakan kan dari Belanda. Nah, itu
semua dikarenakan ya kita dulu kan
jajahan dari negara tersebut dan banyak
keturunan Indonesia campuran Belanda
yang tinggal di Belanda. Terus geng ya,
ada beberapa aturan yang FIFA buat dan
itu semua tertulis di dalam pasal 7
regulasi FIFA tentang kelayakan bermain
untuk tim nasional. Seorang pemain yang
ingin membela tim nasional ya untuk
negara barunya harus memenuhi setidaknya
satu dari empat kriteria yaitu lahir di
wilayah negara tersebut ya atau memiliki
orang tua biologis yang lahir di negara
tersebut atau memiliki kakek serta nenek
yang lahir di negara tersebut atau
tinggal di negara tersebut dalam jangka
waktu tertentu yaitu minimal 3 tahun
jika mulai tinggal sebelum usia 10
tahun. Jadi ibaratnya tuh kayak tumbuh
besarnya di Indonesia. Minimal 5 tahun
jika mulai tinggal antara usia 10 sampai
18 tahun dan minimal 5 tahun jika mulai
tinggal setelah 18 tahun. Jadi di sini
kalau seorang pemain tidak memiliki
hubungan keluarga dengan negara
tersebut, mereka wajib menjalani periode
tinggal minimal 5 tahun sebelum bisa
membela tim nasional. Dan selain itu,
Geng, pemain harus membuktikan bahwa
kepindahannya ke negara itu bukan
bertujuan untuk bermain di tim nasional
dengan menyertakan dokumen pendukung
seperti kontrak kerja, dokumen sekolah,
atau bukti kepindahan keluarga. Jadi
benar-benar harus alami bukan gara-gara
pengin ngebela negara itu di tim sepak
bolanya lalu pindah. Nah, itu namanya
cari duit gitu. Terus FIFA juga memiliki
peraturan lain bagi pemain yang
sebelumnya sudah pernah membela tim
nasional sebuah negara namun ingin
membela timnas dari negara lain. Hal ini
diatur melalui aturan perubahan asosiasi
yang ada di dalam pasal 9 regulasi FIFA.
Pemain hanya bisa ee mengganti tim
nasional jika pernah bermain dalam
pertandingan resmi untuk tim nasional
negara asalnya, tetapi bukan pada level
senior atau e-tim gitu. memegang
kewarganegaraan baru sebelum bertanding
dalam pertandingan resmi untuk negara
asalnya dan berusia di bawah 21 tahun
saat terakhir kali bermain untuk negara
asal dalam pertandingan resmi. Nah, dan
tidak bermain lebih dari tiga
pertandingan resmi di level senior untuk
negara asalnya. Sudah melewati 3 tahun
sejak terakhir kali bermain untuk negara
asalnya. Dan yang terakhir tidak pernah
bermain di Piala Dunia FIFA atau
turnamen resmi konfederasi seperti Euro,
Copa Amerika atau Piala Asia. Jadi, jika
semua syarat itu terpenuhi, pemain bisa
mengajukan perubahan asosiasi ke komite
status pemain FIFA. Dari syarat-syarat
tersebut, apa yang sebenarnya diajukan
oleh Farm untuk mengurus ketujuh pemain
naturalisasi Malaysia eh kepada FIFA?
Yang diserahkan ternyata adalah akta
kelahiran kakek nenek para pemain
tersebut. Berdasarkan dokumen itu, kakek
nenek para pemain ini lahir di wilayah
yang berada di dalam konstitusi Malaysia
seperti Penang, Melaka, Johor, dan juga
Sarawak. Beberapa akta kelahiran
bertanggal di bulan Januari 2025. Hah.
Akta kelahirannya bertanggal di bulan
Januari 2025. Baru lahir kakek neneknya.
Berdasarkan konstitusi Malaysia, garis
keturunan keluarga tersebut bisa
memberikan kewarganegaraan kepada para
pemain. Dan setelah mengajukan dokumen
itu, FIFA kemudian menanggapi FAM dan
dokumen yang diberikan para pemainnya.
Ya, sepertinya sudah memenuhi
persyaratan yang sudah dibuat oleh FIFA
dan akan memenuhi syarat untuk bermain
di tim nasional. Nah, karena dianggap
sudah kredibel terkait asal-usul para
pemain yang ternyata kakek neneknya
lahir di Malaysia, mereka semua kemudian
ditempatkan di dalam skuad timnas
Malaysia dan berlaga di dalam
pertandingan melawan Vietnam di
kualifikasi putaran ketiga Piala Asia
pada tanggal 10 Juni 2025. Para pemain
pun bermain dengan sangat baik hingga
berhasil membawa kemenangan untuk
Malaysia dengan skor 4-0. Nah, Holgado
dan Figueredo masing-masing mencetak
satu gol di [musik] saat itu. Kemenangan
Malaysia itu disambut dengan gembira
oleh mereka dan pada saat itu FA menilai
jika keputusan menaturalisasi para
pemain menjadi sebuah langkah yang tepat
agar Malaysia bisa memenangkan laga.
Namun sayangnya kegembiraan itu tidak
berlangsung lama, Geng. Sebab sehari
kemudian setelah Malaysia memenangkan
laga Piala Asia atas Vietnam, FIFA
menerima laporan yang menyebutkan jika
adanya dugaan kesalahan administrasi
yang dilakukan oleh FAM. Informasi yang
diperoleh oleh media CN [musik]
pada awalnya ya laporan tersebut hanya
meragukan kelayakan dari ee lima orang
pemain naturalisasinya cuma lima di saat
itu. Pihak dari FIFA sendiri tidak
menyebutkan siapa yang mengadukan hal
ini. Nah, namun laporan tersebut
ditindaklanjuti oleh FIFA dengan
melakukan investigasi selama kurang
lebih 3 bulan. Singkat cerita, FIFA pun
berhasil mendapatkan salinan dari akta
kelahiran asli milik kakek nenek dari
ketujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Dan ternyata, Geng, para pemain itu sama
sekali gak ada yang memiliki hubungan
sama Malaysia. Gak ada darah Malaysia
sama sekali. Nah, benar-benar di apa ya?
Dipalsukan gitu. Maria B. Martin nenek
dari Gabriel Palmero, itu enggak lahir
di Malaka, melainkan lahir di Santa Cruz
de La Palma, Spanyol. Terus ada Carlos
Rogelio Fernandez, kakek dari Facundo
Thomas Garces. Itu enggak lahir di
Penang, tapi justru di Santa Fedela
Cruz, Argentina. Selanjutnya ada Omar
Eli Holgado Gardon, kakek dari Rodrigo
Julian Holgado. Dia bukan lahir di
Georgetown, Malaysia, dia lahir di Buos
Aires, Argentina. Nah, terus kemudian
ada Konsepion Agueda Alanis, kakek dari
Iman Jafir Hakuka yang awalnya disebut
lahir di Penang, ternyata justru berasal
dari Roldan, Argentina. Nah, terus ada
Joao Figueredo yang didaftarkan memiliki
kakek yang bernama Nair de Oliviera yang
lahir di Johor. Ternyata justru berasal
dari [musik] Abre Kampi Brazil. Terus
ada e Gregorio Irazabal Y Lamiku, kakek
dari John Irazabal. Ternyata tidak lahir
di Kuching, Malaysia, tapi justru lahir
di Vcaya, Spanyol. Ini gimana bisa ya
mereka ngeklaim orang-orang yang
background-nya orang Latin gitu pada
lahir di Malaysia. Sejarahnya apa? Kayak
Malaysia dijajah sama Latin kan Inggris
ya. Kenapa jadi orang Latin yang punya
kakek lahir di Malaysia nih aneh banget.
Nah, terus yang terakhir nih ya ada
kakek dari Hector Havel yang bernama
Henrik J Heffel adalah kelahiran Denhak
Belanda, bukan di Melaka. Makanya enggak
masuk akal, Geng, kalau orang Indonesia
menaturalisasi orang-orang yang katanya
kakeknya lahir di Indonesia itu masih
masuk akal karena kita dijajah Belanda
memang. Tapi kalau tiba-tiba Malaysia
kakek-kakek pemain naturalisasinya
orang-orang Spanyol semenjak kapan? Apa
gua yang salah ya? Apa gua yang enggak
pernah Portugis kali ya? Sempat enggak
sih Malaysia dijajah Portugis? Ya enggak
tahu deh. Coba deh kalian boleh
tinggalkan di kolom komentar. Mungkin
gua yang kurang informasi geng. Mohon
maaf banget. Nah, lalu geng dari hasil
investigasi tersebut komite disiplin
FIFA menetapkan bahwa dokumen yang
diserahkan oleh FAM adalah palsu dan
para pemain sudah menggunakan
dokumen-dokumen palsu untuk menghindari
dan mengelak dari peraturan FIFA yang
berlaku agar bisa memenuhi syarat untuk
mewakili tim FAM. George Palaciio selaku
wakil ketua komite disiplin FIFA
mengatakan, National Registration
Departement atau NRD yang merupakan
milik Malaysia dalam pernyataannya yang
diajukan oleh FAM mengkonfirmasi bahwa
otoritas Malaysia tidak pernah menerima
akta kelahiran asli. Nah, sedikit
informasi nih, Geng. ND ini departemen
di bawah Kementerian Dalam Negeri
Malaysia yang bertanggung jawab untuk
menentukan status kewarganegaraan.
Mereka aja mengakui enggak pernah
menerima ya akta kelahiran asli dari
para pemain itu. Dan Palasio menyebutkan
NRD ini malah menerbitkan salinan
sendiri berdasarkan informasi pihak lain
dan dokumen asing dari Argentina, Brazil
serta Spanyol. NRD pun mengakui bahwa
mereka tidak bisa menemukan kembali
catatan tulisan tangan asli dan oleh
karena itu mereka menggunakan cara lain
yaitu menerbitkan salinan resmi
berdasarkan bukti bahwa akta kelahiran
tersebut sebenarnya enggak pernah ada.
Nah, dari pengakuan ini FIFA memandang
jika proses validasi yang dilakukan oleh
pemerintah Malaysia mungkin tidak
didasarkan pada dokumen asli sehingga
menimbulkan pertanyaan mengenai
ketelitian terhadap proses verifikasi
yang dilakukan oleh Farm. FIFA merasa
yakin bahwa akta kelahiran yang
diserahkan oleh FAM kepada FIFA sudah
dipalsukan atau justru diubah secara ee
sepihak agar mengubah informasi tempat
lahir pemain yang tercantum di dalam
dokumen tersebut. Dan komite disiplin
FIFA akhirnya membuka proses disiplin
pada bulan Agustus 2025 terhadap FAM dan
para pemain. [musik] Nah, para pemain
sudah tidak bermain untuk timnas
Malaysia akibat keputusan tersebut. Malu
banget ya, Geng. Dan mereka juga tidak
masuk ke dalam daftar skuad timnas
Malaysia untuk dua laga prapi Piala Asia
202 melawan Laos. Selain itu, FIFA juga
mendenda ya para pemain sebesar 2,5.000
000 Amerika atau setara dengan Rp41,8
juta. Enggak hanya para pemain, FIFA
juga ikut mendenda farm sebesar 440.000
Amerika atau setara dengan Rp7,32
miliar. Nah, kemenangan Malaysia atas
Vietnam juga berpotensi dianulir atau
di-cancel gitu, Geng. Bahkan Malaysia
berpeluang besar dinyatakan kalah 03
akibat menggunakan pemain yang tidak
sesuai dengan prosedur yang diberikan
oleh FIFA. Wah, sedih [musik] banget.
Begitu, Geng. kira-kira ya bagaimana
skandal ini bisa terungkap gitu dan
bagaimana FIFA menanggapi hal tersebut.
Tapi enggak lengkap rasanya kalau gua
enggak ngebahas bagaimana tanggapan dari
sisi pihak Malaysia nih di dalam hal
ini. Dalam hal ini ya mereka itu adalah
Farm ya. Nah, sekarang kita akan masuk
ke dalam pembahasan mengenai tanggapan
dari farm sendiri yang ketahuan
memalsukan data-data dari pemain
naturalisasi mereka. kita bahas.
Jadi, Geng, meskipun sudah ada
pernyataan dari FIFA yang menduga jika
Farm sudah memalsukkan dokumen, namun
dari pihak Farmnya sendiri bahkan ya ee
para pemainnya juga gitu enggak mengakui
hal tersebut. Baik FAM maupun para
pemain menyatakan mereka tidak menyadari
adanya kemungkinan beberapa dokumen yang
diserahkan kepada FIFA sudah dipalsukan.
Mereka juga membantah terlibat dalam
penyusunan dokumen yang diduga palsu
tersebut. Nah, jadi lempar-lemparan nih.
Terus kalau memang bukan mereka yang
melakukan itu, terus siapa gitu kan.
Nah, Fa menyebutkan pihaknya menanggapi
dengan serius terkait beberapa hal yang
tertulis di dalam dokumen keputusan FIFA
ini. Terutama tuduhan terkait para
pemain yang mendapatkan dokumen palsu
atau mereka sudah sengaja ya mencoba
mengakali aturan kelayakan pemain agar
bisa bermain untuk Malaysia. Dan pihak
Farm dengan tegas menyatakan bahwa tidak
ada bukti yang mendukung klaim bahwa
dokumen-dokumen yang mereka serahkan
sudah dipalsukan sebagai yang dituduhkan
oleh FIFA. Nah, semua dokumentasi dan
pengajuan terkait kelayakan para pemain
sudah disiapkan, diverifikasi, dan
dikelola sepenuhnya oleh FAM sesuai
dengan prosedur yang sudah ditetapkan.
Menurut pihak Farm, para pemain memiliki
itikad baik sehingga tidak akan berniat
ingin memalsukan dokumen. Mereka
menyerahkan sepenuhnya pada proses
verifikasi dan pendaftaran yang ee
dikelola oleh FAM. Dan FAM menyebutkan
pihak mereka berkomitmen untuk menjaga
kepentingan sepak bola Malaysia,
melindungi setiap hak dari para pemain,
serta memastikan proses yang dilakukan
secara transparan dan mematuhi aturan.
karena menganggap jika apa yang
dituduhkan oleh FIFA tidak berdasar, FAM
menyatakan akan mengajukan banding dan
FAM mengakui meskipun terdapat kesalahan
administratif saat menyerahkan dokumen,
namun pihak FAM menegaskan bahwa para
pemain naturalisasi itu adalah warga
negara Malaysia yang sah, katanya. Nah,
FIFA merasa yakin terhadap keputusan
yang mereka berikan kepada FAM dan para
pemain. Oleh karena itu, FIFA masih
harus melihat bukti apa yang akan
diserahkan ketika pihak Farm ini ee
mengajukan banding. Dan dari informasi
yang gua dapatkan di media The Guardian
ya, yang memperoleh sumber-sumber yang
dekat dengan FIFA itu menyebutkan mereka
yakin jika banding tersebut akan lebih
ditujukan untuk meringankan sanksi
dibandingkan membatalkan keputusan yang
sudah dibuat oleh FIFA. Jadi kayak
enggak bisa ngebantah sebenarnya.
buktinya terlalu kuat gitu, Geng. Namun,
Geng, pihak FAM memandang kasus yang
sedang terjadi ini melibatkan informasi
mengenai prosedur pemerintah dalam
penerbitan dan verifikasi paspor. Sesuai
dengan Undang-Undang Rahasia Resmi Tahun
1972 dan Undang-Undang Paspor Tahun
1966, segala pengungkapan materi atau
proses ini tanpa izin itu adalah
pelanggaran hukum. Nah, oleh karena itu
FAM secara hukum itu wajib ee menjaga
kerahasiaan informasi mengenai prosedur
paspor tersebut. mereka bakal memberikan
informasi yang diperlukan untuk proses
investigasi FIFA aja. Tidak lebih dari
itu. Jadi, [musik] tidak semua informasi
nantinya bakal dibuka kepada publik demi
mematuhi peraturan tersebut. Sementara
itu, Asian Football Corf Federation atau
AFC itu sudah menyatakan akan menunggu
hingga FIFA menyelesaikan perkara ini
sebelum komite disiplin AFC turun tangan
langsung. Jika Malaysia terbukti
bersalah itu ada kemungkinan mereka
bakal eh apa ya tidak bisa
berpartisipasi di dalam turnamen tahun
2027. Nah, menanggapi permasalahan yang
sedang terjadi, Hannah Yo selaku Menteri
Olahraga Malaysia itu mengatakan temuan
FIFA sudah mencoreng citra dari negara
Malaysia. Dia menyebutkan kementerian
akan menunggu hingga proses banding dari
Farm selesai sebelum pihaknya
mengeluarkan pernyataan resmi. Waduh,
gila nih gonjang-ganjing nih di
Malaysia. Nah, bagi Bu Hanah ini ya,
masalah ini tidak hanya melibatkan
ketujuh pemain naturalisasi, tapi juga
seluruh timnas mereka. Dia menyatakan
komitmen untuk melindungi hak dan
kesejahteraan setiap atlet Malaysia dari
segala cabang olahraga. Kemudian ada
tanggapan lain nih dari Pak Syaifuddin
Nasution Ismail yang menjabat sebagai ee
Menteri Dalam Negeri Malaysia yang mana
dia mengatakan bahwa proses pemberian
kewarganegaraan kepada ketujuh pemain
itu sudah mematuhi Konstitusi Federal.
Pemberian kewarganegaraan melalui
naturalisasi itu diatur dalam pasal 19
ayat 1 Konstitusi dan melibatkan proses
pemeriksaan ketat sebelum keputusannya
dibuat. Proses yang dilalui menjadi
proses yang penuh dengan kehati-hatian.
Sebab Kementerian Dalam Negeri memeriksa
semua dokumen yang diserahkan untuk
memastikan dokumen tersebut memenuhi
semua persyaratan hukum. Nah, sementara
itu Bupati Johor yang bernama Tunku
Ismail Sultan Ibrahim dan mantan Menteri
Olahraga Malaysia yaitu Khairi
Jamaluddin itu mempertanyakan siapa yang
mengajukan pengaduan dan mengapa FIFA
membatalkan keputusan sebelumnya. Nah,
Tungku Ismail Sultan Ibrahim sendiri
adalah pemilik dari Johor Darul Takzim,
Geng. Klub tempat tiga dari tujuh pemain
naturalisasi eh bernaung ya yang
bermasalah ini, yaitu Figueredo,
Irazabal, dan Havel. Dia juga
mempermasalahkan FIFA yang
mempublikasikan hukuman sebelum proses
banding selesai. Lalu, geng, setelah
terungkapnya skandal tersebut, reaksi
publblik Malaysia sangat keras. Ya wajar
banget ya, jangankan publik Malaysia,
kita orang Indonesia aja kalau ada kayak
gini ya pasti kecewa juga gitu kan.
So tengok juga Indonesia, oh dia ni
pemain pun ada macam pemain warisanlah.
Adalah macam pemain warisan. [musik]
Tapi dia tunjuk proof tu. Dia tunjuk dia
ni kahwin, dia ni anak siapa dulu. Bapa
dia dulu kahwin dengan siapa dulu waktu
dijajah oleh Belanda dulu yang ini
moyang dia kahwin. Dia tunjuk yang
sekarang ni tujuh orang ni dia kahwin
dengan siapa.
Nah, terutama kerana bagi sebagian besar
lapisan masyarakat Malaysia, memperoleh
kewarganegaraan Malaysia adalah proses
yang panjang dan sering sekali membuat
siapa saja merasa frustasi sebab
prosesnya yang sangat ketat. Banyak yang
menilai apa yang sudah dilakukan oleh
FAM ini sebagai aib nasional Malaysia.
Dan ini semua tentu saja tidak
menguntungkan bagi Malaysia. Negara yang
selama ini lebih dikenal karena
pengaturan skor dan sindikat perjudian,
bukan karena prestasi yang mereka
torehkan di lapangan. Nah, sempat
terlihat reputasi sepak bola Malaysia
yang akan membaik, namun skandal yang
terjadi seperti sekarang justru
menghilangkan harapan tersebut. Tapi ada
juga geng publik Malaysia yang
menganggap jika sanksi yang diberikan
oleh FIFA ini disebabkan karena adanya
rasa iri dari negara lain yang bersaing
dengan Malaysia. Katanya sih gitu. Ada
yang tetap ngebela lah kecurangan ini.
Nah, cuma geng banyak yang meragukan
asumsi tersebut. Hal ini disebabkan
karena Malaysia berada di peringkat 123
dunia dan mengapa harus berusaha
menjatuhkan negara yang berada di
peringkat 100 ke atas kan gitu. Kemudian
juga Malaysia memiliki pengaruh politik
yang kuat dibandingkan negara saingan
yang ada di wilayah regional yang sama.
Salah satunya karena adanya perwakilan
Malaysia di dewan FIFA yang mana jika
pemberian sanksi itu cuma akal-akalan
untuk menjatuhkan Malaysia tentunya
negara mana pun tidak akan berani karena
Malaysia memiliki posisi penting di
FIFA. Jadi enggak mungkin banget. Jadi
kecurangan ini tuh benar-benar bukan apa
ya, bukan diada-ada gitu. Dan selain itu
posisi sekretaris jenderal AFC secara
historis juga hampir selalu dipegang
oleh orang Malaysia karena organisasi
tersebut memang berbasis resmi di Kuala
Lumpur. Dan dalam beberapa tahun
terakhir, negara-negara Asia Tenggara
sudah meluncurkan program perekrutan
pemain naturalisasi. Dan hal ini
dilakukan karena meniru strategi dari
Indonesia juga yang merekrut pemain
sepak bola kelahiran Belanda dari
diaspora Indonesia. Sayangnya Farm sejak
awal tidak terbuka terkait data
keturunan ketujuh pemain naturalisasi
mereka. Transparansi mereka itu berbeda
dengan PSSI yang selalu menyampaikan
kepada publik mengenai data keturunan
pemain-pemain diaspora. Nah, pencatatan
Indonesia ini bisa dibilang cukup rapi,
Geng. Dan ini berkaitan dengan
penjajahan Belanda di Indonesia. Karena
Belanda sendiri memiliki kearsipan yang
sangat rapi dan itu diterapkan di setiap
negara jajahannya termasuk dengan Hindia
Belanda. Nah, di Hindia Belanda,
pemerintah kolonial secara resmi
mendirikan lembaga kearsipan sejak bulan
Januari 1892. Tidak hanya pengumpulan
dan pencatatan aja, arsiparis juga
melakukan pengkategorisasian
dan pengindeskan. Ya, jauh sebelum
secara resmi dilembagakan, kearsipan di
Hindia Belanda sudah berjalan secara
sistematis selama berabad-abad sejak era
VOC di awal abad ke-17. semuanya dicatat
dan didokumentasikan mulai dari
kelahiran, pernikahan, transaksi sampai
aturan-aturan tertentu di suatu wilayah.
Nah, jadi enggak bisa dibohongin tuh
hubungan Indonesia Belanda kuat banget
secara garis keturunan ee kawin silang
gitu. Nah, jika di Hindia Belanda bisa
secara rinci pencatatannya, apalagi di
Belandanya sendiri. Nah, di masa
penjajahan Belanda banyak arsip-arsip
Indonesia yang dibawa ke Belanda.
Jumlahnya enggak main-main. Ada ribuan
arsip. Yang hebatnya adalah semua arsip
tersebut masih tersimpan dengan rapi di
Belanda. Profesor Carol Stalker yang
menjabat sebagai eh rektor Universitas
Leiden itu menyebutkan kondisi arsip
tersebut sudah sangat rapuh karena
termakan usia sehingga harus disimpan
dengan sangat hati-hati. Di Universitas
Leiden sendiri koleksinya semakin
bertambah banyak karena juga mendapatkan
sumbangan dari Universitas Amsterdam.
Jika semua arsip itu dijajar panjangnya
bisa mencapai 12 km. Bahkan dosen-dosen
yang ada di Indonesia banyak yang
belajar dari arsip ini langsung ke
Leiden sana. Dan ada salah satu pemain
Belanda yang dinaturalisasi oleh Farm
nih, yaitu Hector Havel. Mengapa FIFA
dengan mudah mendapatkan informasi
terkait background si Hektor ini? Ya,
karena memang Belanda memiliki sistem
kerasipan yang rapi tadi. Sehingga mudah
bagi FIFA untuk mengetahui dokumen asli
dari ee si Hektor mulai dari kelahiran
kakeknya dan bisa diverifikasi
kebenarannya. Jadi enggak bisa
dibohongi. Nah, jadi [musik] ya bisa
dikatakan Malaysia sekarang di dalam
dunia persepak bolaannya itu sedang
mengalami masalah geng, yang cukup
besar.
Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini
mengenai skandal Malaysia yang
memalsukan dokumen pemain naturalisasi
mereka. Dan semoga apa yang terjadi di
Malaysia menjadi pembelajaran bagi
negara-negara lain agar tidak mudah
melakukan hal yang sama. Memang proses
banding sudah diajukan oleh Farm dan di
saat ini kita hanya bisa menunggu
keputusan akhirnya seperti apa. Apakah
Farm terbukti memalsukan dokumen atau
enggak? Nah, gimana nih, Geng, menurut
kalian tentang pembahasan ini? Terutama
teman-teman dari Malaysia sendiri. Coba
tinggalkan komentar di bawah.