Transcript
H0TdxDqwc84 • MALAYSIA FAKED DOCUMENTS FOR NATURALIZATION FOOTBALL PLAYERS?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1580_H0TdxDqwc84.txt
Kind: captions Language: id Geng, Indonesia saat ini sudah dinyatakan gagal masuk ke Piala Dunia. Padahal sebenarnya ya masyarakat Indonesia sangat berharap jika timnas Indonesia bisa lolos ya. Sebab selama ini Indonesia belum pernah menjadi juara di ajang tertinggi sepak bola seperti Piala Asia apalagi menjadi bagian dari Piala Dunia. Nah, untuk itu Indonesia benar-benar sedang berusaha untuk bisa memperbaiki tatanan timnas dan menyusun strategi agar bisa menang di kejuaraan nantinya. Impian seperti ini ya tentunya enggak cuma ee ingin digapai oleh negara kita Indonesia doang, tapi juga di negara-negara lain seperti negara tetangga kita yaitu Malaysia. Rakyatnya juga serumpun dengan kita ya. yang mana salah satu bentuk upaya mereka agar bisa menang adalah dengan melakukan naturalisasi pemain mengambil pemain luar ya mungkin masih ada keturunan Malaysia terus dinaturalisasikan. Nah, hanya saja untuk bisa melewati proses naturalisasi membutuhkan persyaratan yang sangat ketat. Jadi enggak bisa hanya mengambil pemain dari luar negeri kemudian dijadikan sebagai pemain nasional di negara tersebut. Nah, tapi sayangnya nih, Geng ya, Malaysia justru tiba-tiba ketahuan mengambil jalan pintas yang menyalahi aturan dengan memalsukan dokumen dari para pemain naturalisasi mereka agar bisa berlaga di dalam pertandingan. Sepandai-pandai FAM palsukan naturalisasi akhirnya terenduh juga. Ya, FHAM kini kena sanksi FIFA. Alasannya sudah tentu naturalisasi bodong alias palsu. Dan ini menjadi skandal terbesar Malaysia di dalam dunia sepak bola dan secara tidak langsung jadi ikut mencoreng nama Malaysia itu sendiri. Banyak yang menilai kalau Malaysia menghalalkan segala cara untuk bisa menaturalisasi para pemain luar negeri yang ada di skuad mereka. Sekalipun itu menyalahi aturan. Di video kali ini gua bakal membahas terkait skandal Malaysia ini yang memaksukkan dokumen untuk pemain naturalisasi mereka. Nah, siapa saja pemain tersebut dan apa sanksi yang diberikan kepada e persepak bolaan Malaysia atas tindakan ini? Sebelumnya gua disclaimer dulu ya buat saudara-saudara di Malaysia, penonton kamar jari di Malaysia, mohon maaf sebelumnya video ini tidak bermaksud untuk memprovokasi tapi ini hanya sekedar berbagi informasi dan apabila kalian merasa tidak senang dengan informasi ini, kalian mungkin bisa skip aja atau mungkin ya silakan tinggalkan kritik kalian di kolom komentar. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap tentang skandal ini. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jiri [musik] Geng. Geng, kita bahas dulu untuk yang pertama terkuaknya skandal eh negara Malaysia memalsukkan dokumen para pemain naturalisasinya. Jadi, Geng, pada awalnya pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh Malaysia ini tidak langsung terkuat. Di bulan Maret 2025, Football Association of Malaysia atau FAM mengajukan naturalisasi terhadap tujuh pemain, yaitu yang bernama Facundo Thomas Garces kelahiran eh Argentina, terus ada Rodrigo Julian Holgado, terus ada Imanol Jafir Makuka dan Gabriel Felipe Aroka dan juga John Irazabal Iraugui, kelahiran Spanyol. Ini koreksi gua kalau salah dalam pengucapan namanya ya, Geng. Nah, kemudian geng ada juga pemain kelahiran Belanda yang bernama Hector Aliandro Hevel Sererano serta Joao Vitor Brandao Figueredo kelahiran Brazil. Naturalisasi pemain sepak bola untuk membela tim nasional itu ya itu ya menjadi sebuah proses yang memiliki regulasi ketat nih, Geng. Dan pihak FIFA sendiri sudah memiliki sejumlah aturan agar proses tersebut enggak disalahgunakan oleh negara atau federasi sepak bola untuk sekedar memperkuat skuad nasional negara mereka tanpa adanya hubungan yang nyata antara pemain dengan negara tersebut. Ya, ibaratnya nih kayak kita nih naturalisasi pemain kebanyakan kan dari Belanda. Nah, itu semua dikarenakan ya kita dulu kan jajahan dari negara tersebut dan banyak keturunan Indonesia campuran Belanda yang tinggal di Belanda. Terus geng ya, ada beberapa aturan yang FIFA buat dan itu semua tertulis di dalam pasal 7 regulasi FIFA tentang kelayakan bermain untuk tim nasional. Seorang pemain yang ingin membela tim nasional ya untuk negara barunya harus memenuhi setidaknya satu dari empat kriteria yaitu lahir di wilayah negara tersebut ya atau memiliki orang tua biologis yang lahir di negara tersebut atau memiliki kakek serta nenek yang lahir di negara tersebut atau tinggal di negara tersebut dalam jangka waktu tertentu yaitu minimal 3 tahun jika mulai tinggal sebelum usia 10 tahun. Jadi ibaratnya tuh kayak tumbuh besarnya di Indonesia. Minimal 5 tahun jika mulai tinggal antara usia 10 sampai 18 tahun dan minimal 5 tahun jika mulai tinggal setelah 18 tahun. Jadi di sini kalau seorang pemain tidak memiliki hubungan keluarga dengan negara tersebut, mereka wajib menjalani periode tinggal minimal 5 tahun sebelum bisa membela tim nasional. Dan selain itu, Geng, pemain harus membuktikan bahwa kepindahannya ke negara itu bukan bertujuan untuk bermain di tim nasional dengan menyertakan dokumen pendukung seperti kontrak kerja, dokumen sekolah, atau bukti kepindahan keluarga. Jadi benar-benar harus alami bukan gara-gara pengin ngebela negara itu di tim sepak bolanya lalu pindah. Nah, itu namanya cari duit gitu. Terus FIFA juga memiliki peraturan lain bagi pemain yang sebelumnya sudah pernah membela tim nasional sebuah negara namun ingin membela timnas dari negara lain. Hal ini diatur melalui aturan perubahan asosiasi yang ada di dalam pasal 9 regulasi FIFA. Pemain hanya bisa ee mengganti tim nasional jika pernah bermain dalam pertandingan resmi untuk tim nasional negara asalnya, tetapi bukan pada level senior atau e-tim gitu. memegang kewarganegaraan baru sebelum bertanding dalam pertandingan resmi untuk negara asalnya dan berusia di bawah 21 tahun saat terakhir kali bermain untuk negara asal dalam pertandingan resmi. Nah, dan tidak bermain lebih dari tiga pertandingan resmi di level senior untuk negara asalnya. Sudah melewati 3 tahun sejak terakhir kali bermain untuk negara asalnya. Dan yang terakhir tidak pernah bermain di Piala Dunia FIFA atau turnamen resmi konfederasi seperti Euro, Copa Amerika atau Piala Asia. Jadi, jika semua syarat itu terpenuhi, pemain bisa mengajukan perubahan asosiasi ke komite status pemain FIFA. Dari syarat-syarat tersebut, apa yang sebenarnya diajukan oleh Farm untuk mengurus ketujuh pemain naturalisasi Malaysia eh kepada FIFA? Yang diserahkan ternyata adalah akta kelahiran kakek nenek para pemain tersebut. Berdasarkan dokumen itu, kakek nenek para pemain ini lahir di wilayah yang berada di dalam konstitusi Malaysia seperti Penang, Melaka, Johor, dan juga Sarawak. Beberapa akta kelahiran bertanggal di bulan Januari 2025. Hah. Akta kelahirannya bertanggal di bulan Januari 2025. Baru lahir kakek neneknya. Berdasarkan konstitusi Malaysia, garis keturunan keluarga tersebut bisa memberikan kewarganegaraan kepada para pemain. Dan setelah mengajukan dokumen itu, FIFA kemudian menanggapi FAM dan dokumen yang diberikan para pemainnya. Ya, sepertinya sudah memenuhi persyaratan yang sudah dibuat oleh FIFA dan akan memenuhi syarat untuk bermain di tim nasional. Nah, karena dianggap sudah kredibel terkait asal-usul para pemain yang ternyata kakek neneknya lahir di Malaysia, mereka semua kemudian ditempatkan di dalam skuad timnas Malaysia dan berlaga di dalam pertandingan melawan Vietnam di kualifikasi putaran ketiga Piala Asia pada tanggal 10 Juni 2025. Para pemain pun bermain dengan sangat baik hingga berhasil membawa kemenangan untuk Malaysia dengan skor 4-0. Nah, Holgado dan Figueredo masing-masing mencetak satu gol di [musik] saat itu. Kemenangan Malaysia itu disambut dengan gembira oleh mereka dan pada saat itu FA menilai jika keputusan menaturalisasi para pemain menjadi sebuah langkah yang tepat agar Malaysia bisa memenangkan laga. Namun sayangnya kegembiraan itu tidak berlangsung lama, Geng. Sebab sehari kemudian setelah Malaysia memenangkan laga Piala Asia atas Vietnam, FIFA menerima laporan yang menyebutkan jika adanya dugaan kesalahan administrasi yang dilakukan oleh FAM. Informasi yang diperoleh oleh media CN [musik] pada awalnya ya laporan tersebut hanya meragukan kelayakan dari ee lima orang pemain naturalisasinya cuma lima di saat itu. Pihak dari FIFA sendiri tidak menyebutkan siapa yang mengadukan hal ini. Nah, namun laporan tersebut ditindaklanjuti oleh FIFA dengan melakukan investigasi selama kurang lebih 3 bulan. Singkat cerita, FIFA pun berhasil mendapatkan salinan dari akta kelahiran asli milik kakek nenek dari ketujuh pemain naturalisasi Malaysia. Dan ternyata, Geng, para pemain itu sama sekali gak ada yang memiliki hubungan sama Malaysia. Gak ada darah Malaysia sama sekali. Nah, benar-benar di apa ya? Dipalsukan gitu. Maria B. Martin nenek dari Gabriel Palmero, itu enggak lahir di Malaka, melainkan lahir di Santa Cruz de La Palma, Spanyol. Terus ada Carlos Rogelio Fernandez, kakek dari Facundo Thomas Garces. Itu enggak lahir di Penang, tapi justru di Santa Fedela Cruz, Argentina. Selanjutnya ada Omar Eli Holgado Gardon, kakek dari Rodrigo Julian Holgado. Dia bukan lahir di Georgetown, Malaysia, dia lahir di Buos Aires, Argentina. Nah, terus kemudian ada Konsepion Agueda Alanis, kakek dari Iman Jafir Hakuka yang awalnya disebut lahir di Penang, ternyata justru berasal dari Roldan, Argentina. Nah, terus ada Joao Figueredo yang didaftarkan memiliki kakek yang bernama Nair de Oliviera yang lahir di Johor. Ternyata justru berasal dari [musik] Abre Kampi Brazil. Terus ada e Gregorio Irazabal Y Lamiku, kakek dari John Irazabal. Ternyata tidak lahir di Kuching, Malaysia, tapi justru lahir di Vcaya, Spanyol. Ini gimana bisa ya mereka ngeklaim orang-orang yang background-nya orang Latin gitu pada lahir di Malaysia. Sejarahnya apa? Kayak Malaysia dijajah sama Latin kan Inggris ya. Kenapa jadi orang Latin yang punya kakek lahir di Malaysia nih aneh banget. Nah, terus yang terakhir nih ya ada kakek dari Hector Havel yang bernama Henrik J Heffel adalah kelahiran Denhak Belanda, bukan di Melaka. Makanya enggak masuk akal, Geng, kalau orang Indonesia menaturalisasi orang-orang yang katanya kakeknya lahir di Indonesia itu masih masuk akal karena kita dijajah Belanda memang. Tapi kalau tiba-tiba Malaysia kakek-kakek pemain naturalisasinya orang-orang Spanyol semenjak kapan? Apa gua yang salah ya? Apa gua yang enggak pernah Portugis kali ya? Sempat enggak sih Malaysia dijajah Portugis? Ya enggak tahu deh. Coba deh kalian boleh tinggalkan di kolom komentar. Mungkin gua yang kurang informasi geng. Mohon maaf banget. Nah, lalu geng dari hasil investigasi tersebut komite disiplin FIFA menetapkan bahwa dokumen yang diserahkan oleh FAM adalah palsu dan para pemain sudah menggunakan dokumen-dokumen palsu untuk menghindari dan mengelak dari peraturan FIFA yang berlaku agar bisa memenuhi syarat untuk mewakili tim FAM. George Palaciio selaku wakil ketua komite disiplin FIFA mengatakan, National Registration Departement atau NRD yang merupakan milik Malaysia dalam pernyataannya yang diajukan oleh FAM mengkonfirmasi bahwa otoritas Malaysia tidak pernah menerima akta kelahiran asli. Nah, sedikit informasi nih, Geng. ND ini departemen di bawah Kementerian Dalam Negeri Malaysia yang bertanggung jawab untuk menentukan status kewarganegaraan. Mereka aja mengakui enggak pernah menerima ya akta kelahiran asli dari para pemain itu. Dan Palasio menyebutkan NRD ini malah menerbitkan salinan sendiri berdasarkan informasi pihak lain dan dokumen asing dari Argentina, Brazil serta Spanyol. NRD pun mengakui bahwa mereka tidak bisa menemukan kembali catatan tulisan tangan asli dan oleh karena itu mereka menggunakan cara lain yaitu menerbitkan salinan resmi berdasarkan bukti bahwa akta kelahiran tersebut sebenarnya enggak pernah ada. Nah, dari pengakuan ini FIFA memandang jika proses validasi yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia mungkin tidak didasarkan pada dokumen asli sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai ketelitian terhadap proses verifikasi yang dilakukan oleh Farm. FIFA merasa yakin bahwa akta kelahiran yang diserahkan oleh FAM kepada FIFA sudah dipalsukan atau justru diubah secara ee sepihak agar mengubah informasi tempat lahir pemain yang tercantum di dalam dokumen tersebut. Dan komite disiplin FIFA akhirnya membuka proses disiplin pada bulan Agustus 2025 terhadap FAM dan para pemain. [musik] Nah, para pemain sudah tidak bermain untuk timnas Malaysia akibat keputusan tersebut. Malu banget ya, Geng. Dan mereka juga tidak masuk ke dalam daftar skuad timnas Malaysia untuk dua laga prapi Piala Asia 202 melawan Laos. Selain itu, FIFA juga mendenda ya para pemain sebesar 2,5.000 000 Amerika atau setara dengan Rp41,8 juta. Enggak hanya para pemain, FIFA juga ikut mendenda farm sebesar 440.000 Amerika atau setara dengan Rp7,32 miliar. Nah, kemenangan Malaysia atas Vietnam juga berpotensi dianulir atau di-cancel gitu, Geng. Bahkan Malaysia berpeluang besar dinyatakan kalah 03 akibat menggunakan pemain yang tidak sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh FIFA. Wah, sedih [musik] banget. Begitu, Geng. kira-kira ya bagaimana skandal ini bisa terungkap gitu dan bagaimana FIFA menanggapi hal tersebut. Tapi enggak lengkap rasanya kalau gua enggak ngebahas bagaimana tanggapan dari sisi pihak Malaysia nih di dalam hal ini. Dalam hal ini ya mereka itu adalah Farm ya. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai tanggapan dari farm sendiri yang ketahuan memalsukan data-data dari pemain naturalisasi mereka. kita bahas. Jadi, Geng, meskipun sudah ada pernyataan dari FIFA yang menduga jika Farm sudah memalsukkan dokumen, namun dari pihak Farmnya sendiri bahkan ya ee para pemainnya juga gitu enggak mengakui hal tersebut. Baik FAM maupun para pemain menyatakan mereka tidak menyadari adanya kemungkinan beberapa dokumen yang diserahkan kepada FIFA sudah dipalsukan. Mereka juga membantah terlibat dalam penyusunan dokumen yang diduga palsu tersebut. Nah, jadi lempar-lemparan nih. Terus kalau memang bukan mereka yang melakukan itu, terus siapa gitu kan. Nah, Fa menyebutkan pihaknya menanggapi dengan serius terkait beberapa hal yang tertulis di dalam dokumen keputusan FIFA ini. Terutama tuduhan terkait para pemain yang mendapatkan dokumen palsu atau mereka sudah sengaja ya mencoba mengakali aturan kelayakan pemain agar bisa bermain untuk Malaysia. Dan pihak Farm dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa dokumen-dokumen yang mereka serahkan sudah dipalsukan sebagai yang dituduhkan oleh FIFA. Nah, semua dokumentasi dan pengajuan terkait kelayakan para pemain sudah disiapkan, diverifikasi, dan dikelola sepenuhnya oleh FAM sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Menurut pihak Farm, para pemain memiliki itikad baik sehingga tidak akan berniat ingin memalsukan dokumen. Mereka menyerahkan sepenuhnya pada proses verifikasi dan pendaftaran yang ee dikelola oleh FAM. Dan FAM menyebutkan pihak mereka berkomitmen untuk menjaga kepentingan sepak bola Malaysia, melindungi setiap hak dari para pemain, serta memastikan proses yang dilakukan secara transparan dan mematuhi aturan. karena menganggap jika apa yang dituduhkan oleh FIFA tidak berdasar, FAM menyatakan akan mengajukan banding dan FAM mengakui meskipun terdapat kesalahan administratif saat menyerahkan dokumen, namun pihak FAM menegaskan bahwa para pemain naturalisasi itu adalah warga negara Malaysia yang sah, katanya. Nah, FIFA merasa yakin terhadap keputusan yang mereka berikan kepada FAM dan para pemain. Oleh karena itu, FIFA masih harus melihat bukti apa yang akan diserahkan ketika pihak Farm ini ee mengajukan banding. Dan dari informasi yang gua dapatkan di media The Guardian ya, yang memperoleh sumber-sumber yang dekat dengan FIFA itu menyebutkan mereka yakin jika banding tersebut akan lebih ditujukan untuk meringankan sanksi dibandingkan membatalkan keputusan yang sudah dibuat oleh FIFA. Jadi kayak enggak bisa ngebantah sebenarnya. buktinya terlalu kuat gitu, Geng. Namun, Geng, pihak FAM memandang kasus yang sedang terjadi ini melibatkan informasi mengenai prosedur pemerintah dalam penerbitan dan verifikasi paspor. Sesuai dengan Undang-Undang Rahasia Resmi Tahun 1972 dan Undang-Undang Paspor Tahun 1966, segala pengungkapan materi atau proses ini tanpa izin itu adalah pelanggaran hukum. Nah, oleh karena itu FAM secara hukum itu wajib ee menjaga kerahasiaan informasi mengenai prosedur paspor tersebut. mereka bakal memberikan informasi yang diperlukan untuk proses investigasi FIFA aja. Tidak lebih dari itu. Jadi, [musik] tidak semua informasi nantinya bakal dibuka kepada publik demi mematuhi peraturan tersebut. Sementara itu, Asian Football Corf Federation atau AFC itu sudah menyatakan akan menunggu hingga FIFA menyelesaikan perkara ini sebelum komite disiplin AFC turun tangan langsung. Jika Malaysia terbukti bersalah itu ada kemungkinan mereka bakal eh apa ya tidak bisa berpartisipasi di dalam turnamen tahun 2027. Nah, menanggapi permasalahan yang sedang terjadi, Hannah Yo selaku Menteri Olahraga Malaysia itu mengatakan temuan FIFA sudah mencoreng citra dari negara Malaysia. Dia menyebutkan kementerian akan menunggu hingga proses banding dari Farm selesai sebelum pihaknya mengeluarkan pernyataan resmi. Waduh, gila nih gonjang-ganjing nih di Malaysia. Nah, bagi Bu Hanah ini ya, masalah ini tidak hanya melibatkan ketujuh pemain naturalisasi, tapi juga seluruh timnas mereka. Dia menyatakan komitmen untuk melindungi hak dan kesejahteraan setiap atlet Malaysia dari segala cabang olahraga. Kemudian ada tanggapan lain nih dari Pak Syaifuddin Nasution Ismail yang menjabat sebagai ee Menteri Dalam Negeri Malaysia yang mana dia mengatakan bahwa proses pemberian kewarganegaraan kepada ketujuh pemain itu sudah mematuhi Konstitusi Federal. Pemberian kewarganegaraan melalui naturalisasi itu diatur dalam pasal 19 ayat 1 Konstitusi dan melibatkan proses pemeriksaan ketat sebelum keputusannya dibuat. Proses yang dilalui menjadi proses yang penuh dengan kehati-hatian. Sebab Kementerian Dalam Negeri memeriksa semua dokumen yang diserahkan untuk memastikan dokumen tersebut memenuhi semua persyaratan hukum. Nah, sementara itu Bupati Johor yang bernama Tunku Ismail Sultan Ibrahim dan mantan Menteri Olahraga Malaysia yaitu Khairi Jamaluddin itu mempertanyakan siapa yang mengajukan pengaduan dan mengapa FIFA membatalkan keputusan sebelumnya. Nah, Tungku Ismail Sultan Ibrahim sendiri adalah pemilik dari Johor Darul Takzim, Geng. Klub tempat tiga dari tujuh pemain naturalisasi eh bernaung ya yang bermasalah ini, yaitu Figueredo, Irazabal, dan Havel. Dia juga mempermasalahkan FIFA yang mempublikasikan hukuman sebelum proses banding selesai. Lalu, geng, setelah terungkapnya skandal tersebut, reaksi publblik Malaysia sangat keras. Ya wajar banget ya, jangankan publik Malaysia, kita orang Indonesia aja kalau ada kayak gini ya pasti kecewa juga gitu kan. So tengok juga Indonesia, oh dia ni pemain pun ada macam pemain warisanlah. Adalah macam pemain warisan. [musik] Tapi dia tunjuk proof tu. Dia tunjuk dia ni kahwin, dia ni anak siapa dulu. Bapa dia dulu kahwin dengan siapa dulu waktu dijajah oleh Belanda dulu yang ini moyang dia kahwin. Dia tunjuk yang sekarang ni tujuh orang ni dia kahwin dengan siapa. Nah, terutama kerana bagi sebagian besar lapisan masyarakat Malaysia, memperoleh kewarganegaraan Malaysia adalah proses yang panjang dan sering sekali membuat siapa saja merasa frustasi sebab prosesnya yang sangat ketat. Banyak yang menilai apa yang sudah dilakukan oleh FAM ini sebagai aib nasional Malaysia. Dan ini semua tentu saja tidak menguntungkan bagi Malaysia. Negara yang selama ini lebih dikenal karena pengaturan skor dan sindikat perjudian, bukan karena prestasi yang mereka torehkan di lapangan. Nah, sempat terlihat reputasi sepak bola Malaysia yang akan membaik, namun skandal yang terjadi seperti sekarang justru menghilangkan harapan tersebut. Tapi ada juga geng publik Malaysia yang menganggap jika sanksi yang diberikan oleh FIFA ini disebabkan karena adanya rasa iri dari negara lain yang bersaing dengan Malaysia. Katanya sih gitu. Ada yang tetap ngebela lah kecurangan ini. Nah, cuma geng banyak yang meragukan asumsi tersebut. Hal ini disebabkan karena Malaysia berada di peringkat 123 dunia dan mengapa harus berusaha menjatuhkan negara yang berada di peringkat 100 ke atas kan gitu. Kemudian juga Malaysia memiliki pengaruh politik yang kuat dibandingkan negara saingan yang ada di wilayah regional yang sama. Salah satunya karena adanya perwakilan Malaysia di dewan FIFA yang mana jika pemberian sanksi itu cuma akal-akalan untuk menjatuhkan Malaysia tentunya negara mana pun tidak akan berani karena Malaysia memiliki posisi penting di FIFA. Jadi enggak mungkin banget. Jadi kecurangan ini tuh benar-benar bukan apa ya, bukan diada-ada gitu. Dan selain itu posisi sekretaris jenderal AFC secara historis juga hampir selalu dipegang oleh orang Malaysia karena organisasi tersebut memang berbasis resmi di Kuala Lumpur. Dan dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara Asia Tenggara sudah meluncurkan program perekrutan pemain naturalisasi. Dan hal ini dilakukan karena meniru strategi dari Indonesia juga yang merekrut pemain sepak bola kelahiran Belanda dari diaspora Indonesia. Sayangnya Farm sejak awal tidak terbuka terkait data keturunan ketujuh pemain naturalisasi mereka. Transparansi mereka itu berbeda dengan PSSI yang selalu menyampaikan kepada publik mengenai data keturunan pemain-pemain diaspora. Nah, pencatatan Indonesia ini bisa dibilang cukup rapi, Geng. Dan ini berkaitan dengan penjajahan Belanda di Indonesia. Karena Belanda sendiri memiliki kearsipan yang sangat rapi dan itu diterapkan di setiap negara jajahannya termasuk dengan Hindia Belanda. Nah, di Hindia Belanda, pemerintah kolonial secara resmi mendirikan lembaga kearsipan sejak bulan Januari 1892. Tidak hanya pengumpulan dan pencatatan aja, arsiparis juga melakukan pengkategorisasian dan pengindeskan. Ya, jauh sebelum secara resmi dilembagakan, kearsipan di Hindia Belanda sudah berjalan secara sistematis selama berabad-abad sejak era VOC di awal abad ke-17. semuanya dicatat dan didokumentasikan mulai dari kelahiran, pernikahan, transaksi sampai aturan-aturan tertentu di suatu wilayah. Nah, jadi enggak bisa dibohongin tuh hubungan Indonesia Belanda kuat banget secara garis keturunan ee kawin silang gitu. Nah, jika di Hindia Belanda bisa secara rinci pencatatannya, apalagi di Belandanya sendiri. Nah, di masa penjajahan Belanda banyak arsip-arsip Indonesia yang dibawa ke Belanda. Jumlahnya enggak main-main. Ada ribuan arsip. Yang hebatnya adalah semua arsip tersebut masih tersimpan dengan rapi di Belanda. Profesor Carol Stalker yang menjabat sebagai eh rektor Universitas Leiden itu menyebutkan kondisi arsip tersebut sudah sangat rapuh karena termakan usia sehingga harus disimpan dengan sangat hati-hati. Di Universitas Leiden sendiri koleksinya semakin bertambah banyak karena juga mendapatkan sumbangan dari Universitas Amsterdam. Jika semua arsip itu dijajar panjangnya bisa mencapai 12 km. Bahkan dosen-dosen yang ada di Indonesia banyak yang belajar dari arsip ini langsung ke Leiden sana. Dan ada salah satu pemain Belanda yang dinaturalisasi oleh Farm nih, yaitu Hector Havel. Mengapa FIFA dengan mudah mendapatkan informasi terkait background si Hektor ini? Ya, karena memang Belanda memiliki sistem kerasipan yang rapi tadi. Sehingga mudah bagi FIFA untuk mengetahui dokumen asli dari ee si Hektor mulai dari kelahiran kakeknya dan bisa diverifikasi kebenarannya. Jadi enggak bisa dibohongi. Nah, jadi [musik] ya bisa dikatakan Malaysia sekarang di dalam dunia persepak bolaannya itu sedang mengalami masalah geng, yang cukup besar. Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai skandal Malaysia yang memalsukan dokumen pemain naturalisasi mereka. Dan semoga apa yang terjadi di Malaysia menjadi pembelajaran bagi negara-negara lain agar tidak mudah melakukan hal yang sama. Memang proses banding sudah diajukan oleh Farm dan di saat ini kita hanya bisa menunggu keputusan akhirnya seperti apa. Apakah Farm terbukti memalsukan dokumen atau enggak? Nah, gimana nih, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Terutama teman-teman dari Malaysia sendiri. Coba tinggalkan komentar di bawah.