BRAZILIAN POLICE VS K4RTEL! HUNDREDS OF LIVES LYING ON THE STREET
tTdnF-nyE4E • 2025-11-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, sebelum kita mulai pembahasan kali
ini, lagi-lagi gua mengingatkan bahwa ee
pembahasan ini tidak bermaksud untuk
melanggar aturan YouTube. Ini murni
sebagai informasi dan semoga bisa
menjadi edukasi untuk kita semua,
Geng. Kita semua pasti udah enggak asing
lagi, ya dengan situasi negara-negara
yang ada di wilayah Amerika Latin.
Contohnya Meksico, El Salvador, Ecuador,
dan sebagainya. Yang paling terkenal sih
Colombia ya. Bisa dikatakan kondisi di
negara-negara Amerika Latin tersebut
sangat tidak aman. Geng-geng kriminal ya
bukan geng-geng kamar jeri nih.
Geng-geng kriminal banyak bermunculan di
sana. Kekerasan bahkan hingga aksi
penghilangan nyawa bisa terjadi hampir
setiap hari. Enggak heran kalau krisis
kemanusiaan di sana juga begitu besar.
Dan warga sipil banyak yang menjadi
korban yang disebabkan karena pertikaian
antar geng kriminal tersebut. Dan tidak
jarang juga warga sipilnya juga jadi
ikut-ikutan bergabung ke anggota geng
kriminal karena kondisi ekonomi yang
benar-benar terhimpit di sana. Maka dari
itu, sudah banyak negara-negara yang ada
di Amerika Latin yang berusaha untuk
memerangi geng-geng kriminal ini. Yang
mana eh mereka tuh udah udah gerah
bangetlah dengan kehadiran para geng
kriminal ini. Nah, tidak terkecuali
dengan Brazil, sebuah negara yang
terkenal dengan pemain-pemain bola yang
benar-benar hebat-hebat, ya. Mereka ini
penghasil pemain bola yang luar biasa
kelas dunia. Nah, di saat ini pemerintah
Brazil sedang gencar-gencarnya menumpas
geng kriminal yang ada di negara
tersebut. Terkhususnya bagi geng yang
menjalankan operasi perdagangan
narkoboy. Kalau kita berbicara soal
Brazil ya di sana tuh ya gangsternya
gila banget kan. Kalian semua pasti
pernah melihat tarkam bola di sana ada
yang sampai nyerah ya klubnya sampai
nyerah karena penonton dari lawan mereka
itu bawa senjata. Kalau misalkan mereka
sampai menang di dalam ajang tersebut
mungkin mereka bakal dioor satu-satu.
Nah, sebegitu mengerikannya Brazil.
Terus, Geng, sekitar 2 hari lalu
dilancarkanlah sebuah operasi
besar-besaran di Brazil yang mana
dampaknya itu benar-benar menggegerkan
dunia. Korban jiwa tidak bisa dihindari
yang mana jumlahnya mencapai ratusan
nyawa, Geng. Tapi permasalahannya ya
enggak sampai di situ aja. Setelah
operasi tersebut dijalankan, sudah
banyak korban jiwa yang berjatuhan.
Justru banyak warga Brazil yang akhirnya
protes turun ke jalan berdemo yang mana
di dalam eh demo mereka itu ada sesuatu
yang mereka tuntut. Jadi ibaratnya gini,
tujuan pemerintah adalah menertibkan
Brazil dari yang namanya narkoboy dan
para gangster, tapi justru warganya
memprotes pemerintahnya. Nah, ada apa
tuh? Kok bisa sebuah operasi yang
dijalankan oleh pemerintah dengan tujuan
yang baik bagi masyarakat, tapi justru
ditentang oleh masyarakat. Apakah isi
masyarakatnya ini adalah gangster semua?
Nah, di dalam pembahasan kali ini kita
bakal merangkum bagaimana situasi yang
terjadi di sana dan seberapa
mengerikannya operasi tersebut sampai
bisa memakan korban jiwa sebanyak itu.
Nah, terus kenapa juga orang-orang
Brazil sampai berdemo? Terus, Geng,
enggak lengkap rasanya kalau kita tidak
membahas akar permasalahannya, yaitu
mengapa bisa kondisi di Brazil separah
ini. Langsung aja kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry.
[musik]
Geng untuk pembahasan pertama langsung
kita bahas nih soal bagaimana operasi
polisi di Brazil dalam memberantas para
gangster ini yang sampai viral ke
seluruh dunia.
Jadi sekitar 2 hari yang lalu Brazil
sedang gencar-gencarnya melakukan e
operasi untuk menumpas geng narkoboy di
negara tersebut. terkhususnya di wilayah
ibu kota yaitu Rio de Jinero. Nah, ini
adalah nama yang cukup terkenal gitu ya.
Dilakukan operasinya itu pada hari
Selasa tanggal 28 Oktober 2025 dan di
dalam operasi tersebut melibatkan
sekitar 2.500 polisi sekaligus tentara
dengan menggunakan persenjataan lengkap
yang didukung oleh kendaraan lapis baja,
duga drone, serta helikopter. Nah,
petugas gabungan tersebut menargetkan
geng yang bernama Komando Fermelho atau
Komando Fermelnho yang mana di dalam
bahasa Inggris mereka ini disebut dengan
Red Command ya yang artinya komando
merah dan geng tersebut berbasis di
favela sebutan untuk pemukiman kumuh dan
padat penduduk yang ada di daerah
Komplleso de Alemau serta Mena. Kelompok
ini sudah menguasai sekitar 20% wilayah
di sana. Di dalam informasi yang gua
dapatkan dari media, geng tersebut
merupakan organisasi tahanan sayap kiri
yang dibentuk selama kediktatoran
militer yang berkuasa di Brazil sampai
tahun 1985. Nah, sejak saat itu komando
merah ini sudah berkembang menjadi
kelompok kriminal yang transnasional.
Sangat besar ukurannya atau luas banget
jangkauan mereka. Dan mereka ini
terlibat di dalam perdagangan narkoboy
serta pemerasan terhadap para korbannya.
Dari informasi yang didapatkan melalui
Inside Scram, dalam beberapa tahun
terakhir mereka sudah berusaha
menghadapi eskalasi kekerasan dari
negara dan milisi kriminal lain. Jadi
mereka itu enggak cuma melawan
pemerintah, tapi juga beberapa pesaing
mereka. Operasi yang dijalankan kali ini
oleh pemerintah itu menjadi operasi
paling besar dalam sejarah perang
narkoboy yang ada di Brazil. Rekaman
yang beredar di media sosial itu
menunjukkan adanya api asap yang
mengebul ya dari dua kawasan di favela
ketika tembakan mulai terdengar di sana.
Jadi udah kayak perang. Nah, adanya
operasi ini menyebabkan Departemen
Pendidikan Kota itu terpaksa menutup 46
sekolah di kedua lingkungan tersebut.
Tidak hanya sekolah, Universitas Federal
Rio de Jainero yang terletak di sekitar
sana itu juga harus membatalkan kelas
malam mereka. Nah, Departemen Pendidikan
itu menghimbau bagi warga yang tinggal
di sekitar area kampus untuk segera
mencari perlindungan. Terus, Geng,
ketika operasi tersebut diluncurkan,
tentunya anggota geng itu tidak tinggal
diam. Mereka melawan. Mereka berusaha
melawan dengan memblokade jalan-jalan di
Rio yang ada di bagian utara dan
tenggara menggunakan barikade mobil dan
plat besi di semua ujung jalan menuju
favela. Di saat itu setidaknya ada 70
bis yang digunakan oleh anggota geng
untuk membuat blokade. Dan selain itu
dikatakan jika anggota geng melawan
polisi yang ada di kompleks P-nya dengan
menggunakan drone, ya mereka sudah mulai
canggih di saat itu. Dan kesimpulan ini
diambil berdasarkan adanya video yang
menunjukkan keberadaan drone yang
menyerang polisi. Terus juga ada video
yang memperlihatkan ketika personil
polisi mengejar salah satu anggota geng
sampai rela memanjat atap udah kayak
parkour. Dan meskipun begitu, tidak ada
satuun personil yang mundur dari misi
tersebut. Nah, masifnya operasi yang
dilakukan e membuat korban jiwa tidak
bisa dihindari. Kalian bisa lihat dari
video itu mereka saling tembak-menembak,
Geng. Oleh karena itu, pemerintah
menghimbau kepada warga yang berada di
lingkungan yang mana tempat terjadinya
operasi ini untuk tetap berada di dalam
rumah. Jangan keluar. Buset, ngeri
banget. Nah, bahkan Departemen Luar
Negeri Amerika menghimbau kepada para
pengunjung untuk menjauhi Rio de
Jainero. Jadi, turis enggak
diperbolehkan dulu, terutama di bagian
utara ya untuk khusus di hari Selasa
sembari memperingatkan bahwa operasi
yang sedang berlangsung sudah
menyebabkan gangguan lalu lintas di
beberapa wilayah zona utara tersebut.
Terus di saat itu Claudio Castro yang
menjabat sebagai gubernur di Rio de
Janero itu bilang operasi ini
membutuhkan waktu selama 2 bulan dan
sudah dilakukan atas penyelidikan yang
mendalam. Makanya enggak heran kalau ee
operasinya sebesar itu, Geng. Di dalam
operasi tersebut ada sekitar 64 orang
yang sudah meninggal dunia. Cuma di
antara 64 orang tersebut di antaranya
ada juga yang berasal dari petugas
polisi dan dikatakan ada sebanyak empat
personil polisi yang gugur di dalam
tugas. Polisi negara bagian melaporkan
kalau mereka berhasil menangkap 81 orang
dan salah satunya merupakan tangan kanan
dari salah satu pemimpin komando merah.
Di dalam informasi lain disebutkan ada
sebanyak 113 orang yang ditangkap yang
mana di antara mereka ada 10 orang
remaja. Terus juga ada 91 senapan laras
panjang yang disita. Serta polisi juga
mengaku menemukan narkoboy dalam jumlah
yang super besar stok yang bisa untuk
menyuplai satu negara gitu. Cuma polisi
tidak merinci nih jenis narkoboy apa dan
beratnya berapa. Nah, di saat itu si
gubernur yang bernama Castro juga
menyampaikan keterangan kalau pemerintah
Brazil akan tetap teguh melawan
narkoterorisme. Wah, berat banget ya
julukannya narkoterorisme. Nah, cuma
Geng media DW itu sempat menyebutkan
jika warga di sana meletakkan setidaknya
64 jenazah di jalan yang menjadi bukti
bahwa serangan tersebut sudah
menyebabkan lebih banyak orang yang
meninggal dunia. Jadi, kali ini apa ya,
polisinya enggak main-main, dihabisi
semuanya. Terus enggak cuma 64 orang
yang sudah disebutkan tadi aja, masih
banyak lain lagi. Kengerian di lokasi
kejadian terungkap dari liputan yang
dibuat oleh para jurnalis serta warga
setempat yang merekam pakai HP gitu. Di
tengah baku tembak yang sedang
berlangsung, warga yang tinggal di
lingkungan padat penduduk tersebut turut
menyaksikan pemandangan yang benar-benar
mengerikan. Mereka menyebutkan apa yang
mereka lihat saat itu sudah seperti
perang. Ya, kurang lebih kayak
video-video perang yang sering kita
lihat kayak ketika istri Will menyerang
Gaza atau mungkin Rusia menyerang Ukrain
gitu ya. Mirip kayak gitu. Tubuh-tubuh
manusia berjatuhan karena serangan yang
terjadi di dalam operasi tersebut dan
jenazah-jenah mereka berada di tengah
jalan, pinggir jalan, depan toko, depan
rumah warga, pokoknya di berbagai
tempat. Karena terlalu banyak korban
yang berjatuhan, akhirnya para warga
berinisiatif untuk membawa puluhan
jenazah tersebut dari lokasi pertempuran
dan ee dipindahkan ke lapangan terbuka.
Kalau kita bisa lihat ya ee dari
berbagai dokumentasi yang beredar di
media sosial nih di mana jenazah-jenah
tersebut ya diletakkan ee berdampingan,
dijejer gitu. Dan keesokan harinya yaitu
hari Rabu tanggal 29 Oktober 2025 jumlah
korban jiwa dikonfirmasi sudah sangat
banyak. Dari yang awalnya disebut 64
orang ya di saat itu sudah ada 132
orang. Dan anehnya beberapa pejabat
pemerintah pun menyebutkan jika mereka
terkejut terkait jumlah korban jiwa atas
operasi yang sedang berlangsung karena
gak menyangka kalau ada 132 orang yang
tewas udah kayak bencana alam. Salah
satunya di saat itu Presiden Brazil
sendiri yaitu Luis Inio Lula da Silva.
Dia melalui Menteri Kehakiman Brazil dia
merasa terkejut dan heran karena
pemerintah federal tidak mendapatkan
pemberitahuan sebelumnya. Nah, menurut
informasi yang berasal dari media BBC di
hari Rabu pagi, para warga membawa
jenazah yang sudah tidak bernyawa itu ke
sebuah alun-alun yang berada di P-nya.
Di mana mereka menempatkan jasad-jasad
tersebut bersebelahan ya dalam barisan
panjang untuk memperlihatkan betapa
mengerikannya serangan dari operasi
pemerintah itu. Jadi semacam protes lah,
dijejer gitu geng jenazahnya. Dan
menurut media Brazil, perkiraannya
bervariasi antara sedikitnya ya 50
sampai lebih dari 70 jasad yang
dijejerin. Banyak jasad itu dilaporkan
sudah diambil dari lereng bukit terdekat
ya. Dan tempat polisi mengatakan
sebagian besar bentrokannya terjadi di
beberapa lokasi. Nah, di sana tuh
jenazah-jenahnya itu diambil oleh warga.
Dan menurut laporan dari Rafael Suarez,
seorang jurnalis Brazil yang meliput
kejahatan di Ro, dia mengatakan bahwa
komando merah sudah melakukan serangan
di Rio dalam beberapa tahun terakhir.
Dia menyebutkan merebut kembali wilayah
yang sudah direbut oleh pesaingnya yaitu
First Capital Common atau disingkat
dengan PCC.
Nah, Soares juga menyebutkan bahwa
operasi polisi tersebut merupakan bagian
dari upaya Gubernur Castro untuk
meninggalkan jejak dan memberikan
pukulan telak terhadap kejahatan di kota
yang dia pimpin menjelang pemilihan umum
di tahun depan. Gila ya, dia nantangnya
nantang kartel loh. Enggak takut ini si
gubernur ini. Dan di saat itu Menteri
Keamanan Publik Rio yang bernama Victor
Santos menyebutkan bahwa ada sebanyak
280.000 orang yang tinggal di sana
selama penggerebekan terjadi. Dan bisa
dibayangkan, Geng, bagaimana rasanya
tinggal di sana ketika terjadi operasi
sebesar dan semengerikan itu. Di
tengah-tengah perang, peluru nyasar bisa
aja kapan aja menghabisi nyawa mereka.
Dan terlebih lagi ya memang di sana
banyak warga yang bermukim. Kalau kita
lihat sekilas ya, operasi ini kan
sebenarnya baik, Geng. dan tujuannya
bagus untuk bisa menumpas kejahatan di
Brazil khususnya di Rio de Jinero. Namun
setelah operasi tersebut dilakukan,
justru banyak warga yang tiba-tiba
berdemo memprotes pemerintah mereka dan
ya enggak terima dengan kejadian itu.
Nah, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa
bisa ada demo seperti itu? Kenapa
warganya justru enggak senang dengan
pemberantasan para gangster kriminal
ini? Apa jangan-jangan kebanyakan di
sana memang keluarga gangster? Nah,
sekarang kita bahas nih, Geng. warga
Brazil berdemo.
Jadi, Geng, setelah operasi
besar-besaran dilakukan, ada demo yang
pecah di negara tersebut pada hari Rabu
tanggal 29 Oktober 2025 yang mana mereka
beramai-ramai turun ke jalan dan
berkumpul di dekat gedung pemerintahan
Penya sambil membawa bendera Brazil.
Beberapa bendera yang dikibarkan itu
terdapat beberapa cap tangan merah. Demo
tersebut merupakan sikap yang
ditunjukkan oleh warga Brazil terkait
operasi dari pemerintah ini. Kenapa jadi
warga memprotes operasi ini? Padahal kan
tujuannya baik nih. Nah, jadi geng
dikatakan bagi banyak orang Brazil
operasi tersebut justru berdampak
sebaliknya. Salah satu warga yang ikut
berdemo yang bernama Barbara Barbosa itu
menyebutkan kalau operasi yang dilakukan
itu bukan untuk menangkap orang-orang
yang diduga sebagai bagian dari kelompok
kriminal, melainkan sebagai upaya dalam
melakukan pembantaian terhadap warga
sipil yang enggak bersalah. Nah, Barbara
ini ternyata juga merupakan ibu dari
salah satu anak yang tewas di dalam
operasi tersebut. Kemudian ada lagi nih,
aktivis HAM yang bernama Rot Sales yang
mana dia mempertanyakan apakah operasi
yang dijalankan itu sebagai bentuk
hukuman mati bagi masyarakat atau gimana
karena langsung didoor gitu kan. Terus
ada seorang perempuan yang bernama Elis
Angela Silva Santos yang mengkritik cara
pemerintah dengan menyebutkan bahwa
orang-orang yang dianggap sebagai
anggota geng ini bisa dipenjara. Kenapa
harus dihabisi nyawanya dengan cara yang
sebrutal itu? Udah kayak ngeburu
binatang gitu, Geng. Nah, banyak dari
mereka yang masih hidup dan butuh
bantuan. Nah, di dalam demonstrasi
tersebut juga semua orang berteriak
kalau ya para polisi, pemerintah itu
adalah pembunuh gitu ya. Nah, mereka
menunjukkan kalimat tersebut kepada
upaya polisi yang menghabisi ratusan
orang di lingkungan mereka. Ada hal yang
berbeda juga nih, Geng, dari demonstrasi
di Brazil ini dibandingkan dengan
demo-demo yang ada di negara lain. Pada
saat demo, warga warga yang ada di
antaranya juga merupakan keluarga dari
para korban yang tewas dalam operasi.
Menggeletakan jenazah anggota keluarga
mereka di jalanan kayak gitu aja yang
membuat siapa saja jadi merinding
melihat betapa mengerikannya operasi
ini, Geng. Jadi digeletakan gitu,
dibarisin. Tapi geng, kemarahan warga
Brazil tidak hanya sekedar karena
banyaknya korban yang berjatuhan,
melainkan juga pernyataan dari para
pejabatnya yang menyebutkan ee banyak
kalimat-kalimat yang tidak berempati
gitu. Salah satunya adalah ya gubernur
Castro ya, gubernur Rio de Jainero yang
menyebutkan korban yang tewas sebagai
penjahat. Setelah mengeluarkan
pernyataan itu, Castro ditantang oleh
jurnalis untuk bisa membuktikan
ucapannya apakah benar yang menjadi
korban ini 100% penjahat sesungguhnya
atau justru mereka korban yang salah ee
salah eksekusi. Namun, Castro langsung
memberikan penjelasan jika bentrokan
bukan terjadi di wilayah pemukiman,
melainkan terjadi di area hutan.
Sehingga menurut Castro, tidak mungkin
ada orang yang hanya jalan-jalan di
hutan untuk liburan saat sedang terjadi
konflik bersenjata. Ya, jadi bisa
dipastikan kalau mereka adalah anggota
geng kriminal yang bersembunyi di dalam
hutan itu dan ya meracik narkoboy di
sana. Nah, dari asumsi itu, Castro
menyimpulkan jika orang-orang yang tewas
diklasifikasikan sebagai penjahat, dia
enggak peduli. Jadi, intinya Castro ini
menggeneralisir semua korban itu adalah
penjahat. Dia tidak memikirkan
kemungkinan bahwa ada di antara mereka
yang mungkin cuma warga biasa yang salah
tembak. Nah, jadi benar-benar udah apa
ya, udah capek kayaknya ee pemerintah di
sana. Jadi mereka tuh udah kayak
berdarah dingin gitu.
Terus, Geng selanjutnya ada keterangan
dari Felipe Kari ya. Felipe Kari ini
adalah sekretaris polisi negara bagian
Rio yang mengatakan dalam konferensi
pers ya, bahwa jasad para tersangka itu
memang ditemukan di area hutan. Para
anggota geng tersebut menggunakan
kamuflase pada saat melawan polisi.
Mereka juga menggunakan peralatan yang
lengkap seperti rompi, senjata. Nah, dan
Kari menyebutkan ya jika ee mereka ini
sudah melepaskan pakaian dan peralatan
dari jenazah tersebut. Nah, jadi si Kari
ini menuduh jika orang-orang yang ada di
lingkungan tersebut sebenarnya ada
sebagian di antara mereka yang merupakan
anggota kriminal yang diburu oleh
polisi. Nah, cuma karena mereka sudah
melepaskan persenjataan mereka, jadi
mereka bisa berbaur di tengah-tengah
warga sipil seolah mereka itu bukan
bagian dari anggota geng katanya. Nah,
jadi pihak polisi ini enggak mau
mengakui kalau mereka salah tangkap atau
salah tembak. Jadi mereka cuma bilang,
"Ah, itu warga sipilnya juga anggota
geng kok, cuma lagi nyamar aja." Ya,
dari pernyataan inilah warga Brazil
menganggap jika otoritas yang berwenang
seolah menggeneralisir kalau yang
meninggal dunia itu semuanya adalah
penjahat. Bahkan menuduh jika ada di
antara warga sipil sebenarnya adalah
anggota geng yang sedang menyamar.
Terus kemudian geng, ada lagi cerita
dari seorang aktivis lokal yang bernama
Raul Santiago yang mengaku jika dia
bersama dengan timnya sudah berusaha
untuk mengevakuasi jasad-jasad dari
korban yang tewas. dari sebelum fajar
atau sebelum subuh ya mereka sudah
menemukan sekitar 15 jenazah geng.
Selain itu Raul ini ya serta timnya
melihat banyak orang yang dihabisi
dengan berbagai bentuk dengan berbagai
cara. Ada yang punggungnya di door, ada
yang di kepala, ada yang di ee tusuk,
ada juga yang sampai diikat. Nah,
tingkat kebrutalan ini seperti sebuah
kebencian dari para personel polisi yang
sengaja melakukan hal itu kepada para
terduga kriminal ini. Nah, Raul tidak
menemukan kata yang tepat untuk
menggambarkan peristiwa tersebut selain
menyebutkan bahwa itu semua merupakan
pembantaian. Bahkan reaksi terkait
seberapa mengerikannya operasi yang
dijalankan oleh pemerintah Brazil ini
mendapatkan tanggapan dari kantor HAMPB
yang menyebutkan bahwa pihaknya merasa
ngeri dengan operasi polisi yang sedang
berlangsung di Rio de Jinero. Bukannya
menjadi solusi ya, operasi mematikan ini
justru melanjutkan atau memperburuk pola
yang sudah ada sebelumnya, yaitu
merenggut nyawa warga yang ada di sana
yang begitu banyak. Nah, yang sering
sekali membuat warga sipil ya terkadang
juga ikut menjadi korban. Terus
sementara itu, Geng, Alexandre de Moraes
selaku Wakil Presiden Mahkamah Agung
Federal Brazil itu memerintahkan Castro
untuk memberikan informasi mengenai
operasi dan menjadwalkan sidang gubernur
negara bagian dan kepala polisi militer
serta sipil di awal bulan November.
Kemudian Komisi Han Senat yang ada di
Brazil itu menyatakan bahwa mereka
meminta penjelasan dari pemerintah
negara bagian Rio. Nah, terus pihak
Kejaksaan Rio juga meminta Castro untuk
memberikan informasi yang rinci terkait
operasi tersebut serta bukti bahwa
pemerintah tidak memiliki cara lain yang
lebih tidak membahayakan dalam
memberantas geng narkoboy ini. Intinya
banyak pihak yang menyoroti kalau
operasi yang dilakukan di Brazil ini ya
tidak menjadikan itu sebagai sebuah
solusi. Jadi enggak membuat kelompok
kriminal di sana berhenti terkait
banyaknya e geng narkoboy yang ada di
Brazil. Tapi ini justru membuat masalah
baru yaitu dengan mengeksekusi massal
terhadap orang-orang yang belum tentu
bersalah. Nah, melihat situasi yang
sedang terjadi di Brazil ini, gua di
sini pengen ngajak kalian untuk melihat
lebih dalam tentang kondisi yang
sebenarnya. Ada apa sih di Brazil? Nah,
sekarang kita masuk ke dalam
pembahasannya.
Jadi, Geng, seperti negara-negara lain
yang memiliki tingkat kejahatan yang
sangat tinggi, permasalahan utamanya
sama disebabkan karena meningkatnya
kesenjangan, lebih banyaknya jumlah
laki-laki muda, ketersediaan senjata api
yang lebih besar, dan meningkatnya
penggunaan narkoboy. Di antara tahun
1980 dan 2010 terdapat 1 juta kasus
penghilangan nyawa orang-orang dihabisi
di negara tersebut. Pada tahun 1980 ya,
tingkat aksi penghilangan nyawa adalah
11,4/100.000
penduduk yang meningkat lebih dari dua
kali lipat menjadi 28,4
di tahun 2002. Di tahun 2021, Brazil ini
memiliki tingkat kasus penghilangan
nyawa orang-orang dihabisi sebesar
21,26/100.000
penduduk yang lebih rendah dibandingkan
tahun 2017 sebenarnya. Nah, studi lain
menyebutkan tingkat penghilangan nyawa
di tahun 2017 sebesar 32,4/100.000
penduduk dengan 64.357
aksi penghilangan nyawa. Di tahun 2016,
Brazil memiliki rekor 61.819
kasus penghilangan nyawa. Uh, merinding
banget, Geng. Yang mana itu berarti
rata-rata ada 168
kasus penghilangan nyawa setiap hari.
Kebayang ya orang-orang dihabisi dalam
sehari itu ada 168 orang kalau di Brazil
setiap harinya. Sehingga tingkat
penghilangan nyawa tahunan bisa sebesar
29,9/100.000
penduduk. Di tahun 2017 Brazil ya
mencatat rekor jumlah penghilangan nyawa
dengan peningkatan sebesar 4,2% dengan
ee 63.880
kasus penghilangan nyawa. Di tahun 2019,
organisasi anti kekerasan yaitu Rio de
Path itu menyatakan kalau hanya 8% aksi
eksekusi di Brazil yang berujung pada
hukuman pidana. Jadi yang lainnya itu
kayak banyak yang bebas sebenarnya. Di
antara semua faktor yang tadi gua
sebutkan, perdagangan narkoboy yang
menguntungkan itu menjadi faktor
utamanya. Kartel-kartel bersaing
memperebutkan kendali atas rute
pengangkutan koken yang datang dari
Colombia, Bolivia, dan juga Peru. Nah,
PBB semakin menyoroti peran Brazil dalam
perdagangan koken internasional. Namun
bukan sebagai produsen, melainkan mereka
ini adalah negara transit. Nah, warga
Brazil di wilayah tenggara negara yang
lebih kaya itu semakin menjadi konsumen
koken. Dan koken dalam jumlah besar juga
dikirim ke Eropa serta Afrika dan Asia
Timur. Nah, tindakan keras terhadap
perdagangan narkoboy sudah menyebabkan
melonjaknya tahanan di penjara. Dan ini
justru menjadi lingkaran setan, Geng.
Sebab para anggota kriminal dari
geng-geng yang kuat yang ada di dalam
penjara justru memperkuat ikatan antara
para narapidana dan kejahatan. Jadi, di
dalam penjara mereka pun ya masih
membuat perkumpulan gengnya. Tunggu
sampai mereka bebas dan mereka akan
beroperasi kembali dengan kekuatan penuh
gitu. Jadi kayak merekrut anggota dari
dalam penjara. Cuma, Geng, kondisi di
mana banyaknya perdagangan narkoboy di
Brazil tidak menjadikan ee ini sebagai
faktor tunggal. Jadi, sebab beberapa
ahli mengatakan meningkatnya kekerasan
di Brazil juga terkait dengan berbagai
faktor sosial dan ekonomi. Pertumbuhan
ekonomi di tahun 2000-an sudah
meningkatkan standar hidup bahkan di
wilayah termiskin yang ada di Brazil.
Cuma, Geng ya, kesempatan bagi kaum muda
masih sangat terbatas dan masih banyak
anak muda putus sekolah di usia 15 tahun
di sana. Dan oleh karena itu dengan
kondisi yang ee sebegitu sulitnya ya
menjadi ee bagian dari kejahatan itu
hanyalah satu satatunya pilihan untuk
para pemuda yang ada di pinggiran kota
yang ada di Brazil. Para ahli juga turut
menyalahkan Undang-Undang Senjata api
yang diterapkan dengan buruk dan
berkurangnya sumber daya polisi. Jadi
orang yang pengin jadi polisi di sana
kurang banget. Lebih banyak yang pengin
jadi gangster. Di tahun 2024 terdapat
lebih dari 80 kelompok kriminal
terorganisir di Brazil. Ya, kelompok
terbesarnya adalah Primero Komando Da
Capital atau PCC yang berbasis di Sao
Paulo dan selanjutnya adalah komando
Vermelo atau CV atau komando merah yang
dari tadi kita bahas. Milisi kelompok
kriminal yang terdiri dari agen negara
baik yang masih aktif maupun yang sudah
pensiun juga beroperasi di favela yang
ada di Rio de Janero. Tempat di mana
mereka memeras penduduk di bawah kendali
mereka. Nah, Amazon wilayah perbatasan
dan favela perkotaan itu menjadi yang
paling terdampak. Mereka yang terdampak
ini adalah masyarakat yang tinggal ee di
komunitas-komunitas masyarakat miskin.
Nah, laki-laki muda berkulit hitam dari
latar belakang sosial ekonomi rendah
sangat rentan ee bergabung dalam
kelompok kriminal karena manfaat yang
mereka tawarkan. Dan masyarakat adat
juga terdampak oleh mereka karena
wilayah strategis yang kaya sumber daya
alam tempat komunitas ini tinggal juga
dikuasai oleh kelompok kriminal ini.
Cuma, Geng, kemungkinan besar ya mereka
ini enggak akan jadi sasaran atau target
dari kelompok tersebut ya karena
berbaurlah. Nah, terus geng Rio de
Jinero sendiri sudah menjadi tempat
operasi polisi berskala besar selama
beberapa kali. Dan terkadang operasi
tersebut juga diliputi dengan kekerasan
yang menargetkan daerah miskin yang
rawan kejahatan.
[musik]
Nah, ternyata Geng, operasi besar itu
disebut-sebut memang sengaja dilakukan
sebab Rio de Janero akan menjadi tuan
rumah untuk pertemuan puncak iklim
global atau disingkat dengan COP 30 yang
mana ini dilaksanakan pada tanggal 10
November nanti. Dan karena Rio de
Janeiro sudah beberapa kali menjadi tuan
rumah untuk acara penting, bukan suatu
pemandangan yang asing ya ketika terjadi
operasi besar-besaran beberapa hari
sebelumnya. Nah, contohnya aja nih,
Geng. ketika pertandingan Piala Dunia
2014, Olimpiade 2016, pertemuan puncak
G20 tahun lalu, dan pertemuan bricks.
Ya, di awal tahun ini sebelum semua
pertemuan itu digelar, ada operasi
semacam ini juga. Hanya saja memang
tidak sebesar yang terjadi kali ini. Dan
selain itu juga di awal bulan ini
organisasi Human Rights Watch atau HRW
itu mendesak agar Castro sang gubernur
memveto rancangan undang-undang baru
yang disahkan di Badan Legislatif Negara
Bagian. RUU tersebut memuat ketentuan
bahwa polisi yang menangkap,
melumpuhkan, atau bahkan mengeksekusi
anggota geng kriminal bisa mendapatkan
bonus besar dari pemerintah. Nah, jadi
semakin apa ya? Semakin gencarlah. Dan
HRW ini menilai RUU tersebut justru akan
menyebabkan lonjakan aksi penghilangan
nyawa yang dilakukan oleh polisi karena
mereka pasti mengincar bonus besar
sehingga akan rentan melakukan kekerasan
yang bisa berujung dengan aksi
penghilangan nyawa tadi. Nah, tapi kan
ya
banyak orang juga yang kayak ngapain
dikasih hati toh juga mereka itu korban
itu adalah pelaku kriminal gitu. Mungkin
ini juga yang menjadi alasan mengapa
operasi ini bisa sebegitu kejamnya
hingga banyaknya korban yang berjatuhan
tanpa tahu apakah mereka benar-benar
anggota geng kriminal atau bukan. Nah,
itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini
mengenai operasi besar-besaran yang
terjadi di Brazil hingga terjadilah demo
yang mengkritik operasi tersebut.
Gimana, Geng, menurut tanggapan kalian
tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan
komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:13:59 UTC
Categories
Manage