BRAZILIAN POLICE VS K4RTEL! HUNDREDS OF LIVES LYING ON THE STREET
tTdnF-nyE4E • 2025-11-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, sebelum kita mulai pembahasan kali ini, lagi-lagi gua mengingatkan bahwa ee pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube. Ini murni sebagai informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua, Geng. Kita semua pasti udah enggak asing lagi, ya dengan situasi negara-negara yang ada di wilayah Amerika Latin. Contohnya Meksico, El Salvador, Ecuador, dan sebagainya. Yang paling terkenal sih Colombia ya. Bisa dikatakan kondisi di negara-negara Amerika Latin tersebut sangat tidak aman. Geng-geng kriminal ya bukan geng-geng kamar jeri nih. Geng-geng kriminal banyak bermunculan di sana. Kekerasan bahkan hingga aksi penghilangan nyawa bisa terjadi hampir setiap hari. Enggak heran kalau krisis kemanusiaan di sana juga begitu besar. Dan warga sipil banyak yang menjadi korban yang disebabkan karena pertikaian antar geng kriminal tersebut. Dan tidak jarang juga warga sipilnya juga jadi ikut-ikutan bergabung ke anggota geng kriminal karena kondisi ekonomi yang benar-benar terhimpit di sana. Maka dari itu, sudah banyak negara-negara yang ada di Amerika Latin yang berusaha untuk memerangi geng-geng kriminal ini. Yang mana eh mereka tuh udah udah gerah bangetlah dengan kehadiran para geng kriminal ini. Nah, tidak terkecuali dengan Brazil, sebuah negara yang terkenal dengan pemain-pemain bola yang benar-benar hebat-hebat, ya. Mereka ini penghasil pemain bola yang luar biasa kelas dunia. Nah, di saat ini pemerintah Brazil sedang gencar-gencarnya menumpas geng kriminal yang ada di negara tersebut. Terkhususnya bagi geng yang menjalankan operasi perdagangan narkoboy. Kalau kita berbicara soal Brazil ya di sana tuh ya gangsternya gila banget kan. Kalian semua pasti pernah melihat tarkam bola di sana ada yang sampai nyerah ya klubnya sampai nyerah karena penonton dari lawan mereka itu bawa senjata. Kalau misalkan mereka sampai menang di dalam ajang tersebut mungkin mereka bakal dioor satu-satu. Nah, sebegitu mengerikannya Brazil. Terus, Geng, sekitar 2 hari lalu dilancarkanlah sebuah operasi besar-besaran di Brazil yang mana dampaknya itu benar-benar menggegerkan dunia. Korban jiwa tidak bisa dihindari yang mana jumlahnya mencapai ratusan nyawa, Geng. Tapi permasalahannya ya enggak sampai di situ aja. Setelah operasi tersebut dijalankan, sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan. Justru banyak warga Brazil yang akhirnya protes turun ke jalan berdemo yang mana di dalam eh demo mereka itu ada sesuatu yang mereka tuntut. Jadi ibaratnya gini, tujuan pemerintah adalah menertibkan Brazil dari yang namanya narkoboy dan para gangster, tapi justru warganya memprotes pemerintahnya. Nah, ada apa tuh? Kok bisa sebuah operasi yang dijalankan oleh pemerintah dengan tujuan yang baik bagi masyarakat, tapi justru ditentang oleh masyarakat. Apakah isi masyarakatnya ini adalah gangster semua? Nah, di dalam pembahasan kali ini kita bakal merangkum bagaimana situasi yang terjadi di sana dan seberapa mengerikannya operasi tersebut sampai bisa memakan korban jiwa sebanyak itu. Nah, terus kenapa juga orang-orang Brazil sampai berdemo? Terus, Geng, enggak lengkap rasanya kalau kita tidak membahas akar permasalahannya, yaitu mengapa bisa kondisi di Brazil separah ini. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Geng untuk pembahasan pertama langsung kita bahas nih soal bagaimana operasi polisi di Brazil dalam memberantas para gangster ini yang sampai viral ke seluruh dunia. Jadi sekitar 2 hari yang lalu Brazil sedang gencar-gencarnya melakukan e operasi untuk menumpas geng narkoboy di negara tersebut. terkhususnya di wilayah ibu kota yaitu Rio de Jinero. Nah, ini adalah nama yang cukup terkenal gitu ya. Dilakukan operasinya itu pada hari Selasa tanggal 28 Oktober 2025 dan di dalam operasi tersebut melibatkan sekitar 2.500 polisi sekaligus tentara dengan menggunakan persenjataan lengkap yang didukung oleh kendaraan lapis baja, duga drone, serta helikopter. Nah, petugas gabungan tersebut menargetkan geng yang bernama Komando Fermelho atau Komando Fermelnho yang mana di dalam bahasa Inggris mereka ini disebut dengan Red Command ya yang artinya komando merah dan geng tersebut berbasis di favela sebutan untuk pemukiman kumuh dan padat penduduk yang ada di daerah Komplleso de Alemau serta Mena. Kelompok ini sudah menguasai sekitar 20% wilayah di sana. Di dalam informasi yang gua dapatkan dari media, geng tersebut merupakan organisasi tahanan sayap kiri yang dibentuk selama kediktatoran militer yang berkuasa di Brazil sampai tahun 1985. Nah, sejak saat itu komando merah ini sudah berkembang menjadi kelompok kriminal yang transnasional. Sangat besar ukurannya atau luas banget jangkauan mereka. Dan mereka ini terlibat di dalam perdagangan narkoboy serta pemerasan terhadap para korbannya. Dari informasi yang didapatkan melalui Inside Scram, dalam beberapa tahun terakhir mereka sudah berusaha menghadapi eskalasi kekerasan dari negara dan milisi kriminal lain. Jadi mereka itu enggak cuma melawan pemerintah, tapi juga beberapa pesaing mereka. Operasi yang dijalankan kali ini oleh pemerintah itu menjadi operasi paling besar dalam sejarah perang narkoboy yang ada di Brazil. Rekaman yang beredar di media sosial itu menunjukkan adanya api asap yang mengebul ya dari dua kawasan di favela ketika tembakan mulai terdengar di sana. Jadi udah kayak perang. Nah, adanya operasi ini menyebabkan Departemen Pendidikan Kota itu terpaksa menutup 46 sekolah di kedua lingkungan tersebut. Tidak hanya sekolah, Universitas Federal Rio de Jainero yang terletak di sekitar sana itu juga harus membatalkan kelas malam mereka. Nah, Departemen Pendidikan itu menghimbau bagi warga yang tinggal di sekitar area kampus untuk segera mencari perlindungan. Terus, Geng, ketika operasi tersebut diluncurkan, tentunya anggota geng itu tidak tinggal diam. Mereka melawan. Mereka berusaha melawan dengan memblokade jalan-jalan di Rio yang ada di bagian utara dan tenggara menggunakan barikade mobil dan plat besi di semua ujung jalan menuju favela. Di saat itu setidaknya ada 70 bis yang digunakan oleh anggota geng untuk membuat blokade. Dan selain itu dikatakan jika anggota geng melawan polisi yang ada di kompleks P-nya dengan menggunakan drone, ya mereka sudah mulai canggih di saat itu. Dan kesimpulan ini diambil berdasarkan adanya video yang menunjukkan keberadaan drone yang menyerang polisi. Terus juga ada video yang memperlihatkan ketika personil polisi mengejar salah satu anggota geng sampai rela memanjat atap udah kayak parkour. Dan meskipun begitu, tidak ada satuun personil yang mundur dari misi tersebut. Nah, masifnya operasi yang dilakukan e membuat korban jiwa tidak bisa dihindari. Kalian bisa lihat dari video itu mereka saling tembak-menembak, Geng. Oleh karena itu, pemerintah menghimbau kepada warga yang berada di lingkungan yang mana tempat terjadinya operasi ini untuk tetap berada di dalam rumah. Jangan keluar. Buset, ngeri banget. Nah, bahkan Departemen Luar Negeri Amerika menghimbau kepada para pengunjung untuk menjauhi Rio de Jainero. Jadi, turis enggak diperbolehkan dulu, terutama di bagian utara ya untuk khusus di hari Selasa sembari memperingatkan bahwa operasi yang sedang berlangsung sudah menyebabkan gangguan lalu lintas di beberapa wilayah zona utara tersebut. Terus di saat itu Claudio Castro yang menjabat sebagai gubernur di Rio de Janero itu bilang operasi ini membutuhkan waktu selama 2 bulan dan sudah dilakukan atas penyelidikan yang mendalam. Makanya enggak heran kalau ee operasinya sebesar itu, Geng. Di dalam operasi tersebut ada sekitar 64 orang yang sudah meninggal dunia. Cuma di antara 64 orang tersebut di antaranya ada juga yang berasal dari petugas polisi dan dikatakan ada sebanyak empat personil polisi yang gugur di dalam tugas. Polisi negara bagian melaporkan kalau mereka berhasil menangkap 81 orang dan salah satunya merupakan tangan kanan dari salah satu pemimpin komando merah. Di dalam informasi lain disebutkan ada sebanyak 113 orang yang ditangkap yang mana di antara mereka ada 10 orang remaja. Terus juga ada 91 senapan laras panjang yang disita. Serta polisi juga mengaku menemukan narkoboy dalam jumlah yang super besar stok yang bisa untuk menyuplai satu negara gitu. Cuma polisi tidak merinci nih jenis narkoboy apa dan beratnya berapa. Nah, di saat itu si gubernur yang bernama Castro juga menyampaikan keterangan kalau pemerintah Brazil akan tetap teguh melawan narkoterorisme. Wah, berat banget ya julukannya narkoterorisme. Nah, cuma Geng media DW itu sempat menyebutkan jika warga di sana meletakkan setidaknya 64 jenazah di jalan yang menjadi bukti bahwa serangan tersebut sudah menyebabkan lebih banyak orang yang meninggal dunia. Jadi, kali ini apa ya, polisinya enggak main-main, dihabisi semuanya. Terus enggak cuma 64 orang yang sudah disebutkan tadi aja, masih banyak lain lagi. Kengerian di lokasi kejadian terungkap dari liputan yang dibuat oleh para jurnalis serta warga setempat yang merekam pakai HP gitu. Di tengah baku tembak yang sedang berlangsung, warga yang tinggal di lingkungan padat penduduk tersebut turut menyaksikan pemandangan yang benar-benar mengerikan. Mereka menyebutkan apa yang mereka lihat saat itu sudah seperti perang. Ya, kurang lebih kayak video-video perang yang sering kita lihat kayak ketika istri Will menyerang Gaza atau mungkin Rusia menyerang Ukrain gitu ya. Mirip kayak gitu. Tubuh-tubuh manusia berjatuhan karena serangan yang terjadi di dalam operasi tersebut dan jenazah-jenah mereka berada di tengah jalan, pinggir jalan, depan toko, depan rumah warga, pokoknya di berbagai tempat. Karena terlalu banyak korban yang berjatuhan, akhirnya para warga berinisiatif untuk membawa puluhan jenazah tersebut dari lokasi pertempuran dan ee dipindahkan ke lapangan terbuka. Kalau kita bisa lihat ya ee dari berbagai dokumentasi yang beredar di media sosial nih di mana jenazah-jenah tersebut ya diletakkan ee berdampingan, dijejer gitu. Dan keesokan harinya yaitu hari Rabu tanggal 29 Oktober 2025 jumlah korban jiwa dikonfirmasi sudah sangat banyak. Dari yang awalnya disebut 64 orang ya di saat itu sudah ada 132 orang. Dan anehnya beberapa pejabat pemerintah pun menyebutkan jika mereka terkejut terkait jumlah korban jiwa atas operasi yang sedang berlangsung karena gak menyangka kalau ada 132 orang yang tewas udah kayak bencana alam. Salah satunya di saat itu Presiden Brazil sendiri yaitu Luis Inio Lula da Silva. Dia melalui Menteri Kehakiman Brazil dia merasa terkejut dan heran karena pemerintah federal tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya. Nah, menurut informasi yang berasal dari media BBC di hari Rabu pagi, para warga membawa jenazah yang sudah tidak bernyawa itu ke sebuah alun-alun yang berada di P-nya. Di mana mereka menempatkan jasad-jasad tersebut bersebelahan ya dalam barisan panjang untuk memperlihatkan betapa mengerikannya serangan dari operasi pemerintah itu. Jadi semacam protes lah, dijejer gitu geng jenazahnya. Dan menurut media Brazil, perkiraannya bervariasi antara sedikitnya ya 50 sampai lebih dari 70 jasad yang dijejerin. Banyak jasad itu dilaporkan sudah diambil dari lereng bukit terdekat ya. Dan tempat polisi mengatakan sebagian besar bentrokannya terjadi di beberapa lokasi. Nah, di sana tuh jenazah-jenahnya itu diambil oleh warga. Dan menurut laporan dari Rafael Suarez, seorang jurnalis Brazil yang meliput kejahatan di Ro, dia mengatakan bahwa komando merah sudah melakukan serangan di Rio dalam beberapa tahun terakhir. Dia menyebutkan merebut kembali wilayah yang sudah direbut oleh pesaingnya yaitu First Capital Common atau disingkat dengan PCC. Nah, Soares juga menyebutkan bahwa operasi polisi tersebut merupakan bagian dari upaya Gubernur Castro untuk meninggalkan jejak dan memberikan pukulan telak terhadap kejahatan di kota yang dia pimpin menjelang pemilihan umum di tahun depan. Gila ya, dia nantangnya nantang kartel loh. Enggak takut ini si gubernur ini. Dan di saat itu Menteri Keamanan Publik Rio yang bernama Victor Santos menyebutkan bahwa ada sebanyak 280.000 orang yang tinggal di sana selama penggerebekan terjadi. Dan bisa dibayangkan, Geng, bagaimana rasanya tinggal di sana ketika terjadi operasi sebesar dan semengerikan itu. Di tengah-tengah perang, peluru nyasar bisa aja kapan aja menghabisi nyawa mereka. Dan terlebih lagi ya memang di sana banyak warga yang bermukim. Kalau kita lihat sekilas ya, operasi ini kan sebenarnya baik, Geng. dan tujuannya bagus untuk bisa menumpas kejahatan di Brazil khususnya di Rio de Jinero. Namun setelah operasi tersebut dilakukan, justru banyak warga yang tiba-tiba berdemo memprotes pemerintah mereka dan ya enggak terima dengan kejadian itu. Nah, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bisa ada demo seperti itu? Kenapa warganya justru enggak senang dengan pemberantasan para gangster kriminal ini? Apa jangan-jangan kebanyakan di sana memang keluarga gangster? Nah, sekarang kita bahas nih, Geng. warga Brazil berdemo. Jadi, Geng, setelah operasi besar-besaran dilakukan, ada demo yang pecah di negara tersebut pada hari Rabu tanggal 29 Oktober 2025 yang mana mereka beramai-ramai turun ke jalan dan berkumpul di dekat gedung pemerintahan Penya sambil membawa bendera Brazil. Beberapa bendera yang dikibarkan itu terdapat beberapa cap tangan merah. Demo tersebut merupakan sikap yang ditunjukkan oleh warga Brazil terkait operasi dari pemerintah ini. Kenapa jadi warga memprotes operasi ini? Padahal kan tujuannya baik nih. Nah, jadi geng dikatakan bagi banyak orang Brazil operasi tersebut justru berdampak sebaliknya. Salah satu warga yang ikut berdemo yang bernama Barbara Barbosa itu menyebutkan kalau operasi yang dilakukan itu bukan untuk menangkap orang-orang yang diduga sebagai bagian dari kelompok kriminal, melainkan sebagai upaya dalam melakukan pembantaian terhadap warga sipil yang enggak bersalah. Nah, Barbara ini ternyata juga merupakan ibu dari salah satu anak yang tewas di dalam operasi tersebut. Kemudian ada lagi nih, aktivis HAM yang bernama Rot Sales yang mana dia mempertanyakan apakah operasi yang dijalankan itu sebagai bentuk hukuman mati bagi masyarakat atau gimana karena langsung didoor gitu kan. Terus ada seorang perempuan yang bernama Elis Angela Silva Santos yang mengkritik cara pemerintah dengan menyebutkan bahwa orang-orang yang dianggap sebagai anggota geng ini bisa dipenjara. Kenapa harus dihabisi nyawanya dengan cara yang sebrutal itu? Udah kayak ngeburu binatang gitu, Geng. Nah, banyak dari mereka yang masih hidup dan butuh bantuan. Nah, di dalam demonstrasi tersebut juga semua orang berteriak kalau ya para polisi, pemerintah itu adalah pembunuh gitu ya. Nah, mereka menunjukkan kalimat tersebut kepada upaya polisi yang menghabisi ratusan orang di lingkungan mereka. Ada hal yang berbeda juga nih, Geng, dari demonstrasi di Brazil ini dibandingkan dengan demo-demo yang ada di negara lain. Pada saat demo, warga warga yang ada di antaranya juga merupakan keluarga dari para korban yang tewas dalam operasi. Menggeletakan jenazah anggota keluarga mereka di jalanan kayak gitu aja yang membuat siapa saja jadi merinding melihat betapa mengerikannya operasi ini, Geng. Jadi digeletakan gitu, dibarisin. Tapi geng, kemarahan warga Brazil tidak hanya sekedar karena banyaknya korban yang berjatuhan, melainkan juga pernyataan dari para pejabatnya yang menyebutkan ee banyak kalimat-kalimat yang tidak berempati gitu. Salah satunya adalah ya gubernur Castro ya, gubernur Rio de Jainero yang menyebutkan korban yang tewas sebagai penjahat. Setelah mengeluarkan pernyataan itu, Castro ditantang oleh jurnalis untuk bisa membuktikan ucapannya apakah benar yang menjadi korban ini 100% penjahat sesungguhnya atau justru mereka korban yang salah ee salah eksekusi. Namun, Castro langsung memberikan penjelasan jika bentrokan bukan terjadi di wilayah pemukiman, melainkan terjadi di area hutan. Sehingga menurut Castro, tidak mungkin ada orang yang hanya jalan-jalan di hutan untuk liburan saat sedang terjadi konflik bersenjata. Ya, jadi bisa dipastikan kalau mereka adalah anggota geng kriminal yang bersembunyi di dalam hutan itu dan ya meracik narkoboy di sana. Nah, dari asumsi itu, Castro menyimpulkan jika orang-orang yang tewas diklasifikasikan sebagai penjahat, dia enggak peduli. Jadi, intinya Castro ini menggeneralisir semua korban itu adalah penjahat. Dia tidak memikirkan kemungkinan bahwa ada di antara mereka yang mungkin cuma warga biasa yang salah tembak. Nah, jadi benar-benar udah apa ya, udah capek kayaknya ee pemerintah di sana. Jadi mereka tuh udah kayak berdarah dingin gitu. Terus, Geng selanjutnya ada keterangan dari Felipe Kari ya. Felipe Kari ini adalah sekretaris polisi negara bagian Rio yang mengatakan dalam konferensi pers ya, bahwa jasad para tersangka itu memang ditemukan di area hutan. Para anggota geng tersebut menggunakan kamuflase pada saat melawan polisi. Mereka juga menggunakan peralatan yang lengkap seperti rompi, senjata. Nah, dan Kari menyebutkan ya jika ee mereka ini sudah melepaskan pakaian dan peralatan dari jenazah tersebut. Nah, jadi si Kari ini menuduh jika orang-orang yang ada di lingkungan tersebut sebenarnya ada sebagian di antara mereka yang merupakan anggota kriminal yang diburu oleh polisi. Nah, cuma karena mereka sudah melepaskan persenjataan mereka, jadi mereka bisa berbaur di tengah-tengah warga sipil seolah mereka itu bukan bagian dari anggota geng katanya. Nah, jadi pihak polisi ini enggak mau mengakui kalau mereka salah tangkap atau salah tembak. Jadi mereka cuma bilang, "Ah, itu warga sipilnya juga anggota geng kok, cuma lagi nyamar aja." Ya, dari pernyataan inilah warga Brazil menganggap jika otoritas yang berwenang seolah menggeneralisir kalau yang meninggal dunia itu semuanya adalah penjahat. Bahkan menuduh jika ada di antara warga sipil sebenarnya adalah anggota geng yang sedang menyamar. Terus kemudian geng, ada lagi cerita dari seorang aktivis lokal yang bernama Raul Santiago yang mengaku jika dia bersama dengan timnya sudah berusaha untuk mengevakuasi jasad-jasad dari korban yang tewas. dari sebelum fajar atau sebelum subuh ya mereka sudah menemukan sekitar 15 jenazah geng. Selain itu Raul ini ya serta timnya melihat banyak orang yang dihabisi dengan berbagai bentuk dengan berbagai cara. Ada yang punggungnya di door, ada yang di kepala, ada yang di ee tusuk, ada juga yang sampai diikat. Nah, tingkat kebrutalan ini seperti sebuah kebencian dari para personel polisi yang sengaja melakukan hal itu kepada para terduga kriminal ini. Nah, Raul tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan peristiwa tersebut selain menyebutkan bahwa itu semua merupakan pembantaian. Bahkan reaksi terkait seberapa mengerikannya operasi yang dijalankan oleh pemerintah Brazil ini mendapatkan tanggapan dari kantor HAMPB yang menyebutkan bahwa pihaknya merasa ngeri dengan operasi polisi yang sedang berlangsung di Rio de Jinero. Bukannya menjadi solusi ya, operasi mematikan ini justru melanjutkan atau memperburuk pola yang sudah ada sebelumnya, yaitu merenggut nyawa warga yang ada di sana yang begitu banyak. Nah, yang sering sekali membuat warga sipil ya terkadang juga ikut menjadi korban. Terus sementara itu, Geng, Alexandre de Moraes selaku Wakil Presiden Mahkamah Agung Federal Brazil itu memerintahkan Castro untuk memberikan informasi mengenai operasi dan menjadwalkan sidang gubernur negara bagian dan kepala polisi militer serta sipil di awal bulan November. Kemudian Komisi Han Senat yang ada di Brazil itu menyatakan bahwa mereka meminta penjelasan dari pemerintah negara bagian Rio. Nah, terus pihak Kejaksaan Rio juga meminta Castro untuk memberikan informasi yang rinci terkait operasi tersebut serta bukti bahwa pemerintah tidak memiliki cara lain yang lebih tidak membahayakan dalam memberantas geng narkoboy ini. Intinya banyak pihak yang menyoroti kalau operasi yang dilakukan di Brazil ini ya tidak menjadikan itu sebagai sebuah solusi. Jadi enggak membuat kelompok kriminal di sana berhenti terkait banyaknya e geng narkoboy yang ada di Brazil. Tapi ini justru membuat masalah baru yaitu dengan mengeksekusi massal terhadap orang-orang yang belum tentu bersalah. Nah, melihat situasi yang sedang terjadi di Brazil ini, gua di sini pengen ngajak kalian untuk melihat lebih dalam tentang kondisi yang sebenarnya. Ada apa sih di Brazil? Nah, sekarang kita masuk ke dalam pembahasannya. Jadi, Geng, seperti negara-negara lain yang memiliki tingkat kejahatan yang sangat tinggi, permasalahan utamanya sama disebabkan karena meningkatnya kesenjangan, lebih banyaknya jumlah laki-laki muda, ketersediaan senjata api yang lebih besar, dan meningkatnya penggunaan narkoboy. Di antara tahun 1980 dan 2010 terdapat 1 juta kasus penghilangan nyawa orang-orang dihabisi di negara tersebut. Pada tahun 1980 ya, tingkat aksi penghilangan nyawa adalah 11,4/100.000 penduduk yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 28,4 di tahun 2002. Di tahun 2021, Brazil ini memiliki tingkat kasus penghilangan nyawa orang-orang dihabisi sebesar 21,26/100.000 penduduk yang lebih rendah dibandingkan tahun 2017 sebenarnya. Nah, studi lain menyebutkan tingkat penghilangan nyawa di tahun 2017 sebesar 32,4/100.000 penduduk dengan 64.357 aksi penghilangan nyawa. Di tahun 2016, Brazil memiliki rekor 61.819 kasus penghilangan nyawa. Uh, merinding banget, Geng. Yang mana itu berarti rata-rata ada 168 kasus penghilangan nyawa setiap hari. Kebayang ya orang-orang dihabisi dalam sehari itu ada 168 orang kalau di Brazil setiap harinya. Sehingga tingkat penghilangan nyawa tahunan bisa sebesar 29,9/100.000 penduduk. Di tahun 2017 Brazil ya mencatat rekor jumlah penghilangan nyawa dengan peningkatan sebesar 4,2% dengan ee 63.880 kasus penghilangan nyawa. Di tahun 2019, organisasi anti kekerasan yaitu Rio de Path itu menyatakan kalau hanya 8% aksi eksekusi di Brazil yang berujung pada hukuman pidana. Jadi yang lainnya itu kayak banyak yang bebas sebenarnya. Di antara semua faktor yang tadi gua sebutkan, perdagangan narkoboy yang menguntungkan itu menjadi faktor utamanya. Kartel-kartel bersaing memperebutkan kendali atas rute pengangkutan koken yang datang dari Colombia, Bolivia, dan juga Peru. Nah, PBB semakin menyoroti peran Brazil dalam perdagangan koken internasional. Namun bukan sebagai produsen, melainkan mereka ini adalah negara transit. Nah, warga Brazil di wilayah tenggara negara yang lebih kaya itu semakin menjadi konsumen koken. Dan koken dalam jumlah besar juga dikirim ke Eropa serta Afrika dan Asia Timur. Nah, tindakan keras terhadap perdagangan narkoboy sudah menyebabkan melonjaknya tahanan di penjara. Dan ini justru menjadi lingkaran setan, Geng. Sebab para anggota kriminal dari geng-geng yang kuat yang ada di dalam penjara justru memperkuat ikatan antara para narapidana dan kejahatan. Jadi, di dalam penjara mereka pun ya masih membuat perkumpulan gengnya. Tunggu sampai mereka bebas dan mereka akan beroperasi kembali dengan kekuatan penuh gitu. Jadi kayak merekrut anggota dari dalam penjara. Cuma, Geng, kondisi di mana banyaknya perdagangan narkoboy di Brazil tidak menjadikan ee ini sebagai faktor tunggal. Jadi, sebab beberapa ahli mengatakan meningkatnya kekerasan di Brazil juga terkait dengan berbagai faktor sosial dan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2000-an sudah meningkatkan standar hidup bahkan di wilayah termiskin yang ada di Brazil. Cuma, Geng ya, kesempatan bagi kaum muda masih sangat terbatas dan masih banyak anak muda putus sekolah di usia 15 tahun di sana. Dan oleh karena itu dengan kondisi yang ee sebegitu sulitnya ya menjadi ee bagian dari kejahatan itu hanyalah satu satatunya pilihan untuk para pemuda yang ada di pinggiran kota yang ada di Brazil. Para ahli juga turut menyalahkan Undang-Undang Senjata api yang diterapkan dengan buruk dan berkurangnya sumber daya polisi. Jadi orang yang pengin jadi polisi di sana kurang banget. Lebih banyak yang pengin jadi gangster. Di tahun 2024 terdapat lebih dari 80 kelompok kriminal terorganisir di Brazil. Ya, kelompok terbesarnya adalah Primero Komando Da Capital atau PCC yang berbasis di Sao Paulo dan selanjutnya adalah komando Vermelo atau CV atau komando merah yang dari tadi kita bahas. Milisi kelompok kriminal yang terdiri dari agen negara baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun juga beroperasi di favela yang ada di Rio de Janero. Tempat di mana mereka memeras penduduk di bawah kendali mereka. Nah, Amazon wilayah perbatasan dan favela perkotaan itu menjadi yang paling terdampak. Mereka yang terdampak ini adalah masyarakat yang tinggal ee di komunitas-komunitas masyarakat miskin. Nah, laki-laki muda berkulit hitam dari latar belakang sosial ekonomi rendah sangat rentan ee bergabung dalam kelompok kriminal karena manfaat yang mereka tawarkan. Dan masyarakat adat juga terdampak oleh mereka karena wilayah strategis yang kaya sumber daya alam tempat komunitas ini tinggal juga dikuasai oleh kelompok kriminal ini. Cuma, Geng, kemungkinan besar ya mereka ini enggak akan jadi sasaran atau target dari kelompok tersebut ya karena berbaurlah. Nah, terus geng Rio de Jinero sendiri sudah menjadi tempat operasi polisi berskala besar selama beberapa kali. Dan terkadang operasi tersebut juga diliputi dengan kekerasan yang menargetkan daerah miskin yang rawan kejahatan. [musik] Nah, ternyata Geng, operasi besar itu disebut-sebut memang sengaja dilakukan sebab Rio de Janero akan menjadi tuan rumah untuk pertemuan puncak iklim global atau disingkat dengan COP 30 yang mana ini dilaksanakan pada tanggal 10 November nanti. Dan karena Rio de Janeiro sudah beberapa kali menjadi tuan rumah untuk acara penting, bukan suatu pemandangan yang asing ya ketika terjadi operasi besar-besaran beberapa hari sebelumnya. Nah, contohnya aja nih, Geng. ketika pertandingan Piala Dunia 2014, Olimpiade 2016, pertemuan puncak G20 tahun lalu, dan pertemuan bricks. Ya, di awal tahun ini sebelum semua pertemuan itu digelar, ada operasi semacam ini juga. Hanya saja memang tidak sebesar yang terjadi kali ini. Dan selain itu juga di awal bulan ini organisasi Human Rights Watch atau HRW itu mendesak agar Castro sang gubernur memveto rancangan undang-undang baru yang disahkan di Badan Legislatif Negara Bagian. RUU tersebut memuat ketentuan bahwa polisi yang menangkap, melumpuhkan, atau bahkan mengeksekusi anggota geng kriminal bisa mendapatkan bonus besar dari pemerintah. Nah, jadi semakin apa ya? Semakin gencarlah. Dan HRW ini menilai RUU tersebut justru akan menyebabkan lonjakan aksi penghilangan nyawa yang dilakukan oleh polisi karena mereka pasti mengincar bonus besar sehingga akan rentan melakukan kekerasan yang bisa berujung dengan aksi penghilangan nyawa tadi. Nah, tapi kan ya banyak orang juga yang kayak ngapain dikasih hati toh juga mereka itu korban itu adalah pelaku kriminal gitu. Mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa operasi ini bisa sebegitu kejamnya hingga banyaknya korban yang berjatuhan tanpa tahu apakah mereka benar-benar anggota geng kriminal atau bukan. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai operasi besar-besaran yang terjadi di Brazil hingga terjadilah demo yang mengkritik operasi tersebut. Gimana, Geng, menurut tanggapan kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories