Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Belakangan ini ada sebuah nama yang e cukup menghebohkan jagat maya. Tiba-tiba muncul lagi di media. Bebas bersyarat, dukun pengganda uang sekaligus pemilik padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur mendadak viral kembali di media sosial. Dimas sebelumnya divonis 18 tahun penjara karena dua pengikutnya. Dulu kita udah sempat bahas tentang sosok ini. Namanya itu adalah Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Nih kalau kalian mau nonton video lamanya ada di sini. Mungkin kalau buat kalian yang ingat dia ini dulu adalah sosok yang mengaku-ngaku bisa menggandakan uang dan sempat punya ribuan pengikut dari berbagai daerah. Kasusnya di saat itu gede banget, Geng. Sampai-sampai menjadi berita nasional di mana-mana. Namun sekarang kabar terbarunya dikatakan kalau beliau ini sudah bebas bersyarat setelah bertahun-tahun mendekam di dalam penjara. Untuk kalian yang mungkin lupa tentang ee sosoknya dia ditangkap karena kasus apa ya? Nah, jadi gua e disclaimer sedikit kasusnya itu dianggap dia melakukan penipuan dan penghilangan nyawa atas dua orang pengikutnya. Dan kasusnya itu panjang banget berjilit-jilit. Mulai dari pengakuan para korban yang bilang sudah setor uang ratusan juta agar bisa digandakan sampai pengungkapan kasus penghilangan nyawanya yang kabarnya dilakukan oleh dia untuk menutupi jejak penipuannya. Dilakukan karena Dimas Kanjeng tidak ingin kedok usaha penipuannya dibongkar oleh korban. Nah, videonya dia juga sempat viral yang mana dia tuh ngeluarin duit dari belakang dihambur-hamburin terus e para pengikutnya tuh pada ngumpul-ngumpulin, ngitung-ngitungin duitnya dirapi-rapihin. Nah, itu sempat viral juga. Dan setelah proses hukum berjalan, ya menjalani hukuman. Dia divonis belasan tahun penjara dan sempat dianggap akan menghabiskan waktu yang lama di balik jeruji besi. Tapi ternyata setelah dinilai berkelakuan baik di sana dan sudah menjalani dua per3a masa hukuman, nah dia ini akhirnya keluar dengan status bebas bersyaran. Yang membuat heboh adalah tidak lama setelah dia keluar, ternyata dia langsung kembali ke padepokannya di Probolinggo. Dan dari kabar yang beredar, aktivitas di sana sekarang mulai hidup lagi. Pengikutnya tetap ramai. Jadi yang kemarin kasusnya itu enggak ngefek kepada para pengikutnya. Nah, di padepokannya dia masih ada pengajian, istigosah atau memohon pertolongan saat kesulitan sampai dengan kegiatan sosial yang kabarnya rutin dilakukan berbarengan dengan warga sekitar dan beberapa mantan pengikutnya juga mulai datang lagi. Bahkan ada yang bilang kalau suasananya sudah tidak seperti dulu lagi. Nah, tapi tentu aja ya, Geng. Tidak semua orang bisa menerima begitu saja. Masih banyak yang merasa aneh dan mempertanyakan bagaimana bisa orang dengan kasus yang seberat itu ya ujuk-ujuk balik lagi dan diterima lagi di tengah-tengah masyarakat dan kembali memimpin sebuah komunitas spiritual. Nah, bahkan ya sebagian masyarakat masih ingat jelas bagaimana dulu kasusnya sempat bikin geger satu Indonesia. Dan dari sinilah muncul dua pandangan yang berbeda. Ada yang bilang mungkin dia sudah tobat dan memperbaiki diri. Ah, tapi ada juga yang mengatakan atau yang mencurigai ini ya, kalau ini cuma awal dari sesuatu yang belum selesai. Nah, ini kira-kira menurut kalian mana nih, Geng? Kalian di pihak mana? Pihak yang tadi bilang udah tobat atau justru ada sesuatu yang belum selesai? Oke, di video kali ini kita bakal bahas tuntas soal kejadian ini. Fenomena bebas bersyaratnya seorang Dimas Kanjeng. dan mulai dari bagaimana proses dia bisa keluar dari penjara, apa saja syarat yang harus dia patuhi dan kegiatan apa yang sekarang dia jalani di padepokan dan kasusnya soal di masa lalu tentang menggandakan uang. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [musik] Ging King. Untuk pembahasan yang pertama, kita akan bercerita dulu tentang Dimas Kanjeng ini. Mungkin ini adalah e sedikit flashback gitu ya. Gua akan menceritakan kembali supaya kalian bisa mengingat lagi ya. Kita bahas, Geng. Kalian pasti masih ingat ya dengan sosok yang satu ini. Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Orang yang dulu sempat heboh banget gara-gara kasus penggandaan uang yang membuat geger satu Indonesia. Dimas Kanjeng Taat pribadi menjadi terkenal karena dapat mengeluarkan uang gaib dari tubuhnya. Padepokannya di Probolinggo, Jawa Timur ramai dikunjungi warga dengan masalah finansial. Nah, kabar terbarunya nih, Geng, ya. Pada April 2025 kemarin, Dimas Kanjeng ini resmi bebas bersyarat. Dan yang membuat publik kaget, ternyata dia ini langsung balik lagi memimpin padepokannya di Probolinggo. Banyak yang tidak menyangka soalnya kasusnya dulu bukan main bikin heboh 1 Indonesia. Bukan cuma soal penipuan, tapi juga melibatkan kasus penghilangan nyawa atas dua orang pengikutnya dia yang dikubur di ya area padepokan lah. Tapi ya begitulah, Geng ya. Setelah hampir 9 tahun di penjara, dia akhirnya bisa kembali menghirup udara bebas. Dan banyak orang yang sekarang mulai bertanya-tanya lagi, apakah dia benar-benar sudah berubah atau ini hanyalah awal dari babak baru yang bakal lebih gila lagi. Jadi, gini, Geng. Biar kalian enggak salah paham, kita mundur sedikit ya ke belakang untuk melihat kronologi kasus yang membuat nama Dimas Kanjeng ini menjadi omongan seantero negeri. Nah, sebenarnya ini pernah gua bahas ya di channel gue ini, tapi gua bakal bahas sedikit atau gua rangkum sedikit untuk kalian. Jadi dulu banget itu ya sekitar awal tahun 2010-an nama e Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini mulai naik karena dikatakan dia punya kemampuan menggandakan uang dan enggak main-main. Banyak banget orang yang dari berbagai kalangan percaya kepada dia mulai dari pejabat, pengusaha sampai tokoh agama datang ke padepokannya di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Padepokannya itu gede banget, lengkap seperti pesantren modern. Dari luar terlihat religius, tapi di dalamnya ternyata menjadi tempat praktik spiritual yang penuh dengan kontroversi. Nah, banyak yang bilang ya beliau ini bisa narik uang dari udara. Jadi kayak misalkan sep kayak gitu ada uang di tangannya. Nyulap duit receah jadi jutaan juga bisa. Bahkan bikin tumpukan uang bermunculan begitu aja dari kain putih. Nah, videonya sempat viral juga tuh. Dan buat sebagian orang awam itu dianggap sebagai karamah sebutannya. Yaitu kekuatan spiritual dari Tuhan. Apa ya kalau sebutan leba nih ya? Tapi ini enggak boleh kita sebutkan untuk manusia biasa selain nabi dan rasul ya. Itu kayak mukjizat gitulah ya. Magic. Nah, tapi untuk yang mikir secara logis jelas ini aneh dan enggak masuk akal. Nah, tapi ya makin lama semakin banyak pengikut yang percaya dan rela menyetorkan uang mereka dengan harapan bisa dilipat gandakan oleh sosok e Dimas Kanjeng ini. Modusnya sederhana. Mereka kasih uang ke Dimas Kanjeng, disimpan di dalam kotak, dan kabarnya bakal digandakan lewat proses spiritual. Tapi anehnya hampir gak ada yang pernah benar-benar dapat uang hasil penggadaan itu. Kalau ditanya jawabannya selalu sama, katanya belum waktunya keluar atau masih nunggu-nunggu petunjuk. Ya, gitu-gitulah diulur-ulur. Nah, tapi makin lama dugaan penipuan ini semakin kuat. Apalagi setelah dua orang pengikutnya yang bernama Ismail Hidayah dan Abdul Ghani mulai menuntut kejelasan soal uang mereka yang tidak jelas kapan akan digandakan dan mendapatkan hasilnya. Dua orang ini sempat menjadi orang kepercayaan dari Dimas Kanjeng. Jadi mereka itu tahu banyak soal apa yang sebenarnya terjadi di dalam padepokan. Dan di sinilah tragedinya dimulai, Geng. Yaitu pada bulan Februari tahun 2015 yang mana di saat itu Ismail tiba-tiba ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang mencurigakan. Lalu selanjutnya disusul oleh Abdul Ghani pada April 2016 yang diduga tewas secara misterius. Dari penyelidikan polisi, akhirnya muncul dugaan kalau dua orang ini dihabisi karena dikhawatirkan bakal buka suara soal praktik penipuan penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng ini. Dan polisi enggak tinggal diam. Mereka pun mengumpulkan barang bukti dan kesaksian sampai akhirnya tanggal 22 September 2016 jadi hari besar untuk penangkapan Dimas Kanjeng. Bayangin aja, Geng. 2000 personil polisi sampai harus diturunkan untuk menggerebek padepokannya. Nah, operasi besar ini jelas membuat heboh 1 Probolinggo. Dengan mengendarai puluhan truk, ribuan personil kepolisian, baik dari satuan Brimop, Dalmas Polda Jatim, maupun dari Polres pada Kamis pagi bergerak ke padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Para pengikutnya menangis. Banyak yang gak percaya kalau sosok yang mereka anggap guru spiritual ternyata diduga adalah dalang di balik kasus penghilangan nyawa dan penipuan. Saat penggerebekan berlangsung, polisi menyisir seluruh ruangan di padepokan. Tapi Dimas Kanjeng enggak langsung ditemukan. Di saat itu. Setelah dicari hampir 1 jam, akhirnya dia ditemukan bersembunyi di ruang pusat kebugaran padepokan bersama istrinya. Bayangin seorang guru spiritual yang kabarnya bisa memanggil uang dari langit justru bersembunyi di sebuah tempat gym biar enggak ketangkap polisi. Nah, momen itulah direkam oleh media dan langsung viral di mana-mana. Wajahnya tenang tapi jelas kelihatan kaget dan pasrah saat diborgol. Proses hukum pun berjalan panjang dan Dimas Kanjeng akhirnya divonis 18 tahun penjara atas kasus penghilangan nyawa berencana terhadap dua mantan pengikutnya. Nah, belum lagi kasus itu yang juga menyeret banyak korban selama di penjara. kabarnya dia tetap sering dikunjungi oleh pengikut-pengikut lamanya yang masih patuh dan setia kepada dia dan percaya kalau dia punya ilmu tinggi. Bahkan ada rumor yang mengatakan kalau di dalam Lapaz pun dia sempat membuat sebuah pengajian kecil. Nah, kalau ini sih patut kita apresiasi ya. Di dalam penjara kan bisa kita katakan ya ada sebagian besar saudara-saudara kita yang di sana tuh kehilangan arah. Kalau memang Dimas Kanjeng ini membuat sebuah pengajian di dalam ee penjara ya itu positif ya. karena dia menciptakan sebuah hal yang benar-benar e bisa menenangkan, bisa membuat orang-orang tersebut balik ke jalan yang benar gitu kan. Nah, itu patut diapresiasi. Nah, tapi kita enggak tahu nih bentuk kajiannya seperti apa. Singkat cerita nih, Geng, waktu berjalan dan akhirnya pada awal 2025 ini dia mendapatkan bebas bersyarat karena dianggap sudah berkelakuan baik dan memenuhi syarat administratif. Setelah dia bebas, dia langsung balik ke padepokan lamanya dan di sana sudah ada ratusan orang yang menunggu dan sebagiannya masih menyebut dia sebagai guru atau ustaz atau pemuka agama dan momen itu sempat terekam e di dalam sebuah video dan viral di media sosial. Banyak yang khawatir soal sejarah bakal terulang lagi. Nah, tapi yang khawatir ini ya netizen-netizen nih, bukan para pengikutnya. Nah, tapi di sisi lain ada yang mengatakan kalau ya Dimas Kanjeng ini sudah bertobat dan akan fokus mengajarkan ilmu agama. Nah, tapi geng enggak bisa dipungkiri trauma publik masih kuat banget. Soalnya kasus ini dulu bukan cuma soal uang dan kepercayaan, tapi juga soal nyawa orang dan menyangkut soal pemuka agama. Nah, kalau dipikir-pikir ya, Geng, kisah Dimas Kanjeng ini memang seperti potret kelam antara kepercayaan, spiritualitas, terus keserakahan manusia. Dan banyak orang yang dulu kejebak bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka sedang butuh harapan, butuh uang. Dan Dimas Kanjeng ini muncul di waktu yang tepat untuk menjual harapan tersebut, yaitu dengan ya apa ya? Menjanjikan uang yang gampang atau easy money gitu. Siapa yang enggak mau ya kan? Semua orang pengin kaya, pengin kaya dengan cepat kayak mendadak gitu. Nah, sekarang setelah dia bebas bersyarat, banyak yang penasaran bagaimana nasib dari padepokannya yang dulu sempat menjadi pusat dari segala aktivitas dan kepercayaan ribuan orang itu. Apakah tempat itu masih berdiri atau justru berubah total setelah Dimas Kanjeng di penjara? Nah, sekarang biar enggak makin penasaran, kita bakal bahas bagaimana keadaan padepokannya setelah dia ditangkap dulu, ya. Sebelum dia akhirnya bebas. kita bahas. Jadi, Geng, setelah Dimas Kanjang ini ditangkap di saat itu, ya, banyak orang yang mengira kalau padepokannya bakal langsung kosong, bakal langsung reot gitu ya, ditinggalkan jadi bangunan yang dilupakan gitu. Tapi ternyata enggak gitu, Geng. Walaupun kasusnya sudah heboh banget dan dia resmi ditahan karena kasus penipuan dan penghilangan nyawa, masih ada ratusan pengikutnya yang bertahan ternyata di sana. Mereka seperti belum bisa percaya kalau sosok yang mereka junjung mereka anggap sebagai guru spiritual ternyata terlibat kasus semengerikan itu. Nah, ketika proses penyegelan padepokan dilakukan, suasananya malah tenang banget. Enggak ada perlawanan sama sekali dari para pengikutnya di sana. Para santrinya cuma diam dan sebagian menangis. Tapi semuanya tetap yakin kalau Dimas Kanjeng bakal kembali lagi. Mereka menganggap penangkapan itu cuma ujian, bukan akhir dari segalanya. Dan beberapa hari setelah itu kehidupan dari padepokan ini mulai berubah total. Kegiatan spiritual berhenti, tapi para pengikutnya enggak bubar. Ya, sekitar 187 orang masih tinggal dan bertahan di sana. Mereka hidup di dalam kondisi yang jauh dari layak. Tidur di tenda-tenda kecil, makan seadanya, bahkan ada yang sampai jatuh sakit. Nah, tapi meskipun begitu, enggak ada satuun dari mereka yang mau meninggalkan tempat itu. Mereka enggak pergi, mereka nunggu. Mereka nunggu sampai guru spiritual mereka ini bebas. kebayang tuh bertahun-tahun. Nah, mereka bilang kalau mereka tetap sabar nanti uang yang dijanjikan oleh Dimas Kanjeng bakal cair katanya. Dan sebagian besar dari mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Ada yang menjual rumah, ada yang menjual tanah, bahkan emas untuk setor uang ke padepokan. Dan banyak yang malu untuk pulang juga karena takut dicap bodoh oleh para tetangga dan keluarganya. Selama proses penyegelan ini, tak ada perlawanan dari para pengikut setia Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mereka pasrah atas segala proses hukum yang menjerat pimpinan padepokan Dimas Kanjeng. Terus ada juga yang rumah tangganya sampai hancur gara-gara terlalu fanatik. Nah, tapi meskipun sudah kehilangan segalanya, mereka masih percaya kalau sosok ini bakal datang kembali dan menyelamatkan mereka. Di saat itu, Geng, ya, atas fenomena ini, Dinas Kesehatan sempat turun ke lokasi itu dan menemukan banyak pengikut dari Dimas Kanjeng ini dalam kondisi kurang gizi dan sakit. Nah, ini bukan perkataan gua ya. Kalau kalian enggak percaya, kalian boleh lihat nih banyak artikel-artikel yang membahas ini. Tapi anehnya di saat itu ketika diperiksa mereka semuanya bersikap kayak masih sehat, masih kuat gitu, enggak mau terlihat sakit. Nah, katanya mereka tuh enggak butuh obat. Mereka cukup doa aja dan yakin mereka akan sembuh. Nah, bahkan ada yang memilih puasa karena tidak mau makan makanan dari luar. Takut kehilangan keberkahan dari padepokan. Para santri memilih bertahan di padepokan. Para santri bermalam dan sebagai melakukan aktivitas di tenda-tenda yang didirikan di sekitar area padepokan. Di sisi lain ada juga kisah miris nih dari seorang kepala desa jenengan namanya Agus Suseno. Dia ini awalnya juga adalah pengikut Dimas Kanjeng dan sempat bawa uang warga untuk digandakan. Bayangin tuh uang warganya dibawa untuk digandakan oleh Dimas Kanjeng saking percayanya. Ini apa ya? Kalau kita lihat tuh mirip kayak gubernur di sebuah daerah ya, coba tebak sendiri yang ambil uang APBN terus ditaruh di deposito supaya dapat bulanan. Nah, kalau ini naruhnya bukan di deposito malah naruhnya ke Dimas Kanjeng. Coba duit warganya di deposito Pak. Pasti ada bulanannya tuh. Terus, Geng, ya ceritanya si kepala desa ini setelah membawa uang warga, ternyata uangnya itu enggak balik. Agus ini ya si kepala desa tadi kabur dan akhirnya diberhentikan dari jabatannya tersebut. Nah, beberapa waktu kemudian dia malah digerebek oleh warga karena kasus asusila dan polisi harus turun tangan untuk menyelamatkan dia dari amukan massa. Nah, jadi si ee kepala desa tadi punya ee problem yang double trouble gitu ya. Nah, terus geng di sisi lain ya padepokan Dimas Kanjeng yang dulu megah dan ramai semenjak dia ditangkap itu mulai menjadi sepi dan terlihat suram. Bangunannya mulai sedikit rusak, halamannya enggak terurus. Tapi tiap malam masih terdengar suara orang-orang berdoa dan berzikir yang mana ini berasal dari pengikut-pengikutnya yang tersisa. Mereka yakin kalau Dimas Kanjeng suatu hari bakal balik lagi dan semua penderitaan mereka bakal terbayar. Terus, Geng, pemerintah dan warga sekitar sudah berulang kali mencoba untuk membujuk para pengikutnya ini supaya mereka pulang ke kampung masing-masing. Tapi ternyata enggak mudah. Mereka sudah terlanjur percaya, terlalu lama menunggu ya, sampai enggak tahu lagi harus mulai dari mana. Kalau ninggalin tempat itu, hidup mereka udah berantakan, udah enggak ada arah. Satu-satunya harapan mereka, mereka menunggu Dimas Kanjeng ini balik. Dan untuk mereka, padepokan itu bukan cuma tempat, tapi simbol harapan yang belum padam. Gila, harusnya berharap itu sama Allah Subhanahu wa taala ya. ini malah berharap sama manusia gitu. Nah, akhirnya waktu pun berjalan dan banyak dari pengikut itu akhirnya satu persatu mulai sadar, mulai nyerah. Ada yang akhirnya pulang ke kampung halamannya. Ada juga yang memutuskan untuk memulai hidup baru. Malu untuk pulang ke kampung halamannya. Mereka mencari kota yang baru untuk penghidupan yang baru. Nah, sebagian kecil ada yang masih bertahan. Mereka bilang mereka bakal tetap di padepokan sampai gurunya itu benar-benar pulang. Nah, ini antara mereka memang udah fanatik banget, percaya banget, atau justru mereka malu untuk pulang kampung karena udah terlanjur ya percaya dengan hal ini. Dan anehnya nih, Geng, bertahun-tahun kemudian hal ini benar-benar terjadi. Harapan mereka, guru mereka kembali lagi. Setelah lama mendekam di dalam penjara, Dimas Kanjeng akhirnya dinyatakan bebas bersyarat. Nah, dari sinilah kita bisa mengetahui bagaimana kondisi padepokannya setelah dia akhirnya bebas. Nah, sekarang kita akan bahas nih kondisi saat Dimas Kanjeng ini bebas bersyarat. Setelah bertahun-tahun nih ya tidak terdengar kabarnya ketika Dimas Kanjeng muncul lagi di pemberitaan dia yang dulu sempat dijuluki dukun pengganda uang terus sekarang ya kembali menghiasi layar kaca tepatnya sejak April 2025 kemarin. Waktu kabar itu pertama kali keluar banyak orang yang benar-benar kaget. Ada yang selama ini mungkin udah lupa kalau dia pernah ada di bumi gitu ya. Nah, mereka gak menyangka ini orang bisa keluar kayak terkesan cepat banget. Dan ada juga yang langsung mikir, "Ya, kira-kira ngapain ya dia sekarang?" Tapi yang bikin ramai lagi, enggak lama setelah dia bebas, Dimas Kanjeng ternyata langsung kembali ke padepokan yang ada di Probolinggo. Nah, tempat dia dulu ee apa ya? Menjalankan pusat segala kehebohan ketika kasusnya pecah beberapa waktu lalu. Tapi kali ini suasananya udah beda banget, Geng. tidak lagi dipenuhi aura yang mistis atau sebagainya lah, tapi lebih ke suasana damai dan tenang. Banyak orang yang bilang padepokannya sekarang justru lebih terbuka dan aktivitas di sana mulai berjalan lebih baik. Jadi ketika pertama kali dia balik, para pengikut lamanya itu langsung berdatangan. Ada yang datang dari luar kota, ada juga yang memang sudah tinggal di sekitar sana. Mereka menyambut kedatangan guru mereka ini dengan perasaan haru. Beberapa di antaranya bahkan sampai menangis karena merasa akhirnya orang yang mereka anggap sebagai panutan itu bisa kembali memimpin. Dari luar kelihatan banget kalau padepokan yang sempat sepi itu mulai hidup lagi. Suara orang mengaji terdengar setiap malam. Santri bolak-balik mengurus kegiatan dan ada juga warga yang datang sekedar untuk silaturahmi. Tapi, Geng, enggak semua orang bisa menerima begitu aja. Masih ada yang melihat semua ini dengan pandangan curiga. Nah, banyak netizen yang masih mengingat-ngingat bagaimana dulu kasus penggandaan uang itu mengambil banyak korban. Bukan cuma secara materi, tapi juga mental dan bahkan nyawa. Nah, tapi di sini gua ingatin lagi ya, Geng. Eh, apa ya? Kita enggak tahu namanya manusia itu kan memang ada titik baliknya ya. Mungkin dulu dia melakukan kesalahan, tapi kalau tiba-tiba dia berubah, tiba-tiba dia bertobat, ya kan enggak ada salahnya, ya. Tapi ya gua gak tahu karena kan gua bukan warga sana nih. Kalianlah warga-warga di Probolinggo yang mungkin dekat dengan padepokannya yang bisa menilai apakah benar dia sudah berubah atau tidak. Nah, jadi coba deh yang paham boleh tinggalkan komentar di bawah. Terus geng salah satu pengurus padepokannya namanya itu adalah Bambang. Dia sempat berbicara ke awak media kalau sekarang suasananya jauh lebih positif. Dia bilang padepokan itu udah banyak berubah. Sekarang mereka fokus ke kegiatan sosial dan keagamaan. Mereka membantu warga sekitar yang sakit, bantu bangun jalan sampai ikut menghidupkan ekonomi lokal lewat aktivitas santri di pasar dan warung makanan. Katanya juga hubungan antara warga dan padepokan sekarang jauh lebih akrab. Kalau dulu warga cenderung takut atau jaga jarak, sekarang justru banyak yang ikut kegiatan bareng. Bahkan waktu padepokan mengadakan istigosah, nah warga sekitar juga diundang. Anak-anak kecil ikut ngaji, ibu-ibu membantu masak dan malamnya suasana menjadi ramai seperti dulu lagi. Tapi kali ini tidak dengan aura mistis atau janji-janji penggandaan uang, tapi melainkan dengan kegiatan yang beneran bersifat keagamaan. Nah, tapi yang muncul menjadi pertanyaan di kepala gua nih, Geng, ya. Kan dia lama di penjara, ya, terus enggak ada kegiatan ekonomi ya di sana, ya. Setelah kembali kok bisa gitu ya ee membantu warga sekitar lagi atau ya membangun kembali, terus juga santri-santrinya bisa makan bareng lagi di sana. Apakah itu uang tabungan beliau atau mungkin ee apa ya sumbangan dari sekitar. Tapi kan banyak orang yang menunggu beliau untuk keluar lagi terus memimpin lagi itu ya untuk menagih janji salah satunya ya menagih janji uang mereka yang digandakan. Nah, ini gimana nih? Mungkin ada yang lebih paham tentang fenomena ini, tentang kondisinya. Bolehlah berbagi cerita ya. Terus, Geng, kalau sekarang kalian datang ke sana, kalian tidak bakal menemukan suasana menegangkan seperti di video-video dia yang dulu. Nih gua tampilin nih beberapa video-video yang dulu nih. Tampak Dimas Kanjeng taat pribadi yang mengenakan baju batik mengeluarkan uang dari belakang punggungnya. Seluruh uang yang dikeluarkan ditampung oleh kuasa hukumnya Muhammad Saleh. Menunjukkan aksi di depan pengikutnya memunculkan emas dari balik tubuhnya dalam video yang diunggah pemilik akun trending Indonesia. Yang kalian lihat sekarang ya di padepokannya dia adalah aktivitas seperti di pesantren biasa. Nah, santri pada bersih-bersih halaman. Beberapa orang masak di dapur umum. Ada juga yang mengatur logistik untuk acara pengajian malam. Kadang pas sore kalian bisa melihat anak-anak kecil yang belajar baca Al-Qur'an sambil tertawa-tawa di Serambi padepokan. Nah, satu hal yang menarik nih, Geng. Dimas Kanjeng sendiri sekarang tidak tampil seheboh dulu. Dulu kan dia sering pakai jubah, tampil dengan gaya yang karismatik banget. Nah, sekarang penampilannya jauh lebih sederhana. Kabarnya sih dia lebih banyak diam, jarang muncul di depan kamera. Dan walaupun ngomong isinya seputar sabar, tobat, dan kehidupan. Wah, salut sih perubahannya. Gila juga ya. Bagus nih ini antara beneran tobat antara beneran sadar atau kita gak tahu nih mungkin ada hal lain ya tapi semoga positifnya memang dia sudah bertobat dan sadar gitu ya. Beberapa pengikutnya mengatakan guru mereka ini sekarang sudah beda. Beliau lebih kalem dan tidak banyak berbicara. Terus geng menariknya lagi padepokan yang dulu dikenal tertutup sekarang mulai e terbuka untuk umum. Jadi siapa aja boleh masuk. Orang luar bisa datang tanpa harus jadi pengikut dulu. Mereka boleh ikutan kegiatan, boleh ngobrol sama santri di sana, bahkan boleh sekedar nongkrong-nongkrong dan berkunjung secara positif ya. Nah, dari luar terlihat seperti pesantren yang normal. Tapi tetap aja sebagian masyarakat masih punya rasa waspada karena kan ini baru aja baru bebas beliaunya, baru berubah beliaunya. Kita enggak tahu tabiat manusia. Nah, apalagi untuk mereka-mereka yang dulu pernah menjadi korban dan kehilangan banyak uang gara-gara kasus penggandaan itu. Buat mereka luka itu masih sangat sulit untuk disembuhkan. Beberapa bahkan bilang kalau mereka belum bisa sepenuhnya percaya meskipun Dimas Kanjeng sudah bebas dan katanya bertobat. Tapi dari sisi lain, banyak juga yang justru salut karena padepokannya sekarang terlihat lebih bermanfaat untuk lingkungan. Nah, terutama setiap malam Jumat kabarnya menurut warga sekitar padepokan itu sering mengadakan acara doa bersama di malam Jumat tuh dan biasanya diisi lantunan ayat suci, ceramah singkat, dan pembacaan zikir bareng-bareng. Warganya bilang suasananya adem dan enggak aneh-aneh. Terlihat juga di video ya, bahkan sampai aparat juga ikut ya, beberapa perangkat desa juga ikut. Sekarang padepokannya lebih tertib, tidak ada aktivitas klinik yang mencurigakan. Dari segi sosial, perubahan itu sangat terasa. Ekonomi di sekitar padepokan mulai hidup lagi. Ada warung makan yang ramai, ada santri yang bantu jaga toko warga. Dan yang paling penting tidak ada lagi kabar soal menyetorkan uang dengan iming-iming bisa digandakan. Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an [musik] kini kembali terdengar di lingkungan padepokan. Bahkan pada peringatan Maulid Nabi pada Sabtu, 13 September 2025 lalu, padepokan tampak meriah dengan jemaah yang [musik] hadir. Untuk sebagian warga yang mungkin masih curiga atau merasa hati-hati gitu ya sama Dimas Kanjeng ini. Nah, mereka lebih memilih tuh untuk ngelihat dulu bagaimana arah padepokan ini ke depan. Apakah benar-benar sudah berubah menjadi tempat belajar beribadah atau nanti malah kambuh lagi ke hal-hal lama seperti yang bikin Geger dulu. Nah, dan Dimas Kanjeng sendiri lewat beberapa pengakuan dari orang-orang terdekatnya, kabarnya beliau itu sudah tidak mau lagi membicarakan soal masa lalunya. Dia cuma bilang pengin fokus berbuat baik dan memperbaiki diri ke depan. Nah, kalau dipikir-pikir, Geng, memang agak rumit, ya. Di satu sisi kita bisa melihat tanda-tanda perubahan positif, tapi di sisi lain ada bayang-bayang masa lalu yang masih susah untuk hilang. Banyak yang bilang waktu bakal menjadi bukti apakah Dimas Kanjeng benar-benar berubah atau cuma sedang bermain peran yang baru dengan cara yang lebih halus. Nah, ini belum tahu. Tapi untuk sekarang satu hal yang pasti padepokan yang dulu sempat ditutup dan sepi, sekarang jadi hidup dan ramai lagi. Nah, suasananya itu jauh lebih tenang. Kegiatan keagamaannya jalan terus gitu. Tapi dari sini gua jadi dapat satu pelajaran ya, Geng. Eh, apa ya? Sebaik apapun niat seseorang untuk memperbaiki diri, terkadang luka di masa lalu, ya kesalahan di masa lalu itu tetap dibawa-bawa bakal nempel terus, gitu. Nah, ini nih yang disebut dengan personal branding nih. Kalau personal branding-nya udah gimana gitu di masa lalu, tetap aja tuh mau dia sebaik apapun, berbuat positif kayak gimanapun, ada yang curiga. Nah, jadi itu dia, Geng, pembahasan kita hari ini tentang ee Kanjeng Dimas. Eh, Dimas Kanjeng sor. Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sosok yang pernah menggegerkan Indonesia di saat itu. Sekarang beliau sudah kembali ke tengah-tengah masyarakat. Kita doakan yang terbaik ya. Semoga ya kesalahan di masa lalunya tidak terulang lagi. Amin ya rabbal alamin.
Resume
Categories