Transcript
q9HD7F78KbE • ZOHRAN MAMDANI! NEW YORK'S FIRST MUSLIM MAYOR, BUT SUPPORTING THE LAGIBETE COMMUNITY
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1589_q9HD7F78KbE.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, sebuah berita internasional datang
dari Amerika Serikat. Nah, jadi kali ini
kita bakal membahas tentang seseorang
yang bernama Zohran Mamdani. Dia adalah
seorang politisi muda yang berhasil
menjadi walikota muslim pertama,
walikota yang berasal dari agama Islam,
dari kalangan Islam di dalam sejarah New
York City.
So, Donald Trump
words
up.
Kalau kalian tahu, Geng, ya, kota New
York itu disebut sebagai kota yang tidak
pernah tidur. Pusatnya bisnis, hiburan,
dan politik di Amerika. Tapi siapa
sangka ya untuk pertama kalinya sejak
kota ini berdiri, posisi seorang
walikota itu gak pernah ada dalam
sejarah dipegang oleh seseorang dari
kalangan Islam atau muslim. Nah,
menariknya lagi kemenangan dari Mamdani
ini bukan kemenangan yang mulus-mulus
saja. Banyak banget drama politik,
komentar pedas, dan reaksi pro
kontranya, Geng, dari berbagai pihak.
Nah, pemilihan kemarin ini benar-benar
sengit dan berdasarkan laporan dari The
Associated Press, ya. Zohran Mamdani
diumumkan menang sekitar jam 2134 malam
waktu setempat. Dan kemenangan ini jelas
menjadi momen yang bersejarah. Tapi ya
seperti biasa ya, Geng, enggak semua
orang bisa menerima hasilnya. Nah,
beberapa politisi langsung memberikan
komentar tajam. Bahkan Donald Trump nih,
Presiden Amerika sendiri ya, dia ikut
enggak suka dengan terpilihnya Zoan
sebagai walikota New York yang baru. Dan
meskipun ini masuk akal juga ya, karena
Zohran ini kan beda partai sama Donald
Trump. Terus kita juga tahu kedua partai
di Amerika ini memang saling kontra satu
sama lain. Nah, dari situlah mulai tuh
muncul gesekan-gesekan politik yang
membuat suasana semakin panas. Buat
kalian nih, Geng, yang penasaran
bagaimana ceritanya Zohran Mamdani ini
bisa sampai jadi walikota muslim pertama
dalam sejarah New York. Nah, kita bakal
bahas ee secara lengkap di sini. Dan ada
satu fakta yang bikin kita tuh
geleng-geleng kepala. Walaupun dia ya
seorang muslim ya pemimpin muslim untuk
pertama kali menjadi walikota New York
tapi anehnya ini orang malah pro lagi
BT. Nah, inilah yang membuat dia itu
banyak sekali pro dan kontranya termasuk
dari kalangan muslim sendiri. Langsung
aja nih kita bahas secara lengkap. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar Jerry.
[musik]
Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama
langsung aja kita masuk ke pembahasan
utamanya yaitu Walikota muslim pertama
dalam sejarah di New York. Ya, kita
bahas.
Jadi, geng, New York yang dikenal
sebagai jantung Amerika, tempat semua
hal bisa terjadi, akhirnya resmi
dipimpin oleh seorang muslim untuk
pertama kalinya di dalam sejarah. Nah,
jadi gini, Geng. Pemilu kemarin tuh
benar-benar menjadi tontonan politik
yang panas banget. Bukan cuma karena
kandidat-kandidatnya yang kuat, tapi
juga karena suasananya yang tegang dari
awal sampai akhir. Dari hasil akhir yang
diumumkan sekitar jam 09.00 malam waktu
setempat, Mamdani itu berhasil unggul
tipis dengan 50% suara. Sementara rival
terbesarnya yaitu Andrew Chuomo itu cuma
puas dengan angka 41%. Nah, meskipun
selisihnya enggak terlalu jauh, tapi
cukup untuk membuat Zohran menang telak
di hati para pendukungnya. Yang bikin
kerennya lagi, jumlah partisipasi
pemilihnya itu juga pecah rekor, Geng.
Lebih dari 2 juta warga New York datang
ke TPS, tempat pencoblosan ya, buat
nyoblos dia. Yang mana ini merupakan
angka tertinggi sejak akhir tahun 1969.
Nah, ini menunjukkan kalau masyarakat di
New York benar-benar merasa kalau
pemilihan kali ini bukan cuma sekedar
ganti walikota, tapi juga ganti arah,
ganti wajah kota mereka. Dan faktanya
mereka tidak salah pilih karena hasilnya
langsung jadi sorotan dunia. Tapi geng,
ya seperti biasa kemenangan besar
seperti ini tidak mungkin lepas dari
yang namanya drama politik. Ada yang
senang, ada juga yang nyinyir. Sejumlah
tokoh politik langsung memberikan ucapan
selamat, termasuk Andrew Chuomo sendiri
yang dengan elegan mengakui kekalahannya
dan berharap Mamdani bisa membawa
perubahan yang positif untuk New York.
Kalian tahu enggak, Geng? Di balik semua
hiruk pikuk ini ya, kemenangan MDani
punya makna [musik] lebih dari sekedar
politik. Ini seperti simbol bahwa New
York sudah benar-benar berkembang
sebagai kota yang inklusif. kota yang
dulu dikenal keras, individualistis ya,
terus juga dipenuhi oleh perubutan
kekuasaan. Sekarang justru dipimpin oleh
sosok muda yang punya latar belakang
imigran dan membawa semangat keadilan
sosial. Nah, banyak warga New York
terkhususnya anak-anak muda yang merasa
kalau kemenangan Mamdani ini seperti
suasana baru di tengah politik Amerika
yang selama ini dianggap monoton. Nah,
untuk mereka nih ya, Mamdani ini bukan
cuma sekedar walikota, tapi juga
representasi dari suara yang selama ini
tidak pernah didengar, suara pekerja dan
imigran serta komunitas minoritas yang
sering diabaikan. Nah, namun di sisi
lain nih, Geng, enggak sedikit juga yang
merasa was-was. Mereka takut kalau
kebijakan progresif dibawa oleh Mamdani
nanti bakal terlalu berani dan malah
bentrok dengan sistem lama yang sudah
tertanam di New York selama puluhan
tahun. Ada juga yang bilang kemenangan
ini bisa membuat hubungan politik di
antara pemerintah kota dan pemerintah
federal semakin renggang. Dan di tengah
semua itu, satu hal yang pasti Zohran
Mamdani sudah membuat sejarah besar.
Sosok muslim pertama yang berhasil duduk
di kursi paling tinggi di kota yang
katanya tidak pernah tidur di Amerika.
Nah, sekela kita tahu ya bagaimana
proses dan drama kemenangan dari
Mamdani, pertanyaannya sekarang, siapa
sebenarnya sosok Zohran Mamdani ini?
Dari mana asalnya dia dan bagaimana masa
kecilnya? Dan kenapa dia bisa punya
pengaruh sebesar itu di dunia politik
Amerika? Nah, kita bakal bahas satu
persatu.
Jadi, Geng siapa Zohran Mamdani?
Bagaimana sepak terjangnya sebagai
seorang muslim tapi bisa menduduki
jabatan orang nomor satu di New York?
Kita bakal uraikan nih dari masa
kecilnya sampai dia terjun ke dunia
politik nih, Geng. Jadi, Zoran Mamdani
ini lahir tanggal 18 Oktober 1991 di
daerah Kampala, Uganda. Dari awal aja
udah kelihatan kalau hidupnya itu enggak
biasa. Ayahnya bernama Mahmud Mamdani
itu adalah seorang sarjana terkenal asal
Uganda yang sering banget menulis soal
politik dan kolonialisme. Nah, sedangkan
mamanya itu bernama Miran Nair, yaitu
seorang sutradara besar asal India yang
sepertinya sudah mendunia gitu ya. Salah
satunya film yang dia buat adalah Monsun
Wedding yang pernah menang penghargaan
internasional. Dari sini aja udah
kelihatan kalau Zohran ini lahir dari
keluarga yang pintar, bukan orang-orang
biasa gitu. Tapi, Geng, jangan salah,
hidupnya enggak selalu mulus. Ketika dia
umur 7 tahun, keluarganya pindah ke New
York dan di situlah e semua kisah
barunya dimulai. Dari kecil, Zoor ini
udah merasakan hidup di antara berbagai
budaya, yaitu Afrika, India, dan
Amerika. Jadi, enggak heran kalau dia
tumbuh dengan cara berpikir yang cukup
terbuka, openmed, dan suka membahas
isu-isu sosial gitu, Geng. Dia ini
pernah sekolah di Bank Street School for
Children dan Bronze High School of
Science, yaitu sekolah yang dikenal
mencetak banyak anak-anak pintar. Nah,
setelah itu dia kuliah di Bowwin College
jurusan African Studies dan lulus tahun
2014. Nah, tapi yang menarik nih Geng,
waktu kuliah dia bukan cuma belajar
doang. Zohor juga aktif banget di
organisasi Students for Justice in
Palestine atau disingkat dengan SJP.
Dari sanalah kesadarannya dia soal
isu-isu kemanusiaan mulai terbentuk.
Terus, Geng, setelah dia lulus kuliah,
Zoran ini enggak langsung terjun ke
dunia politik. Awalnya dia kerja dulu
sebagai konselor di perumahan. Ya,
ngebantuin keluarga miskin biar enggak
digusur dari rumah mereka. Dari situ dia
semakin mengerti realita hidup warga
biasa yang ada di New York. Mulai dari
susahnya bayar sewa, beratnya biaya
hidup sampai minimnya perlindungan untuk
kelas pekerja. Dan lama-lama Zoran ini
sadar kalau untuk benar-benar bisa
membantu masyarakat. Nah, lama-lama
Zoran ini sadar kalau pengin ngebantu
masyarakat ya itu dia enggak bisa cukup
kerja di belakang layar aja. Yang mana
akhirnya tahun 2019 dia memutuskan untuk
maju ke dunia politik lewat pemilihan
New York State Assembly District 36 yang
meliputi wilayah Estoria dan juga Long
Island City. Nah, tahun 2020 dia
berhasil menang melawan e pertahanan
yang sudah menjabat selama 5 periode ya.
Nah, dari situ namanya dia langsung
dikenal oleh banyak orang. Zoan ini
dikenal sebagai anggota Partai Demokrat
yang dekat banget sama gerakan
Democratic Socialist of America atau
disingkat dengan DSA. Kelompok yang
menjunjung tinggi keadilan sosial,
layanan publik gratis, dan kesetaraan
ekonomi.
Zor, social media savy democratic
socialist.
Makanya enggak heran kalau dia sering
dikatakan e wakil rakyat beneran gitu
karena dia enggak pernah takut ngomong
soal kebijakan yang dianggap menyenggol
kepentingan elit. Ada salah satu hal
yang membuat nama Zoan semakin dikenal
luas, yaitu keberaniannya dia bersuara
soal Palestina. Nah, di sana banyak
politisi Amerika yang memilih diam. Tapi
Zohran malah menjadi salah satu suara
paling keras ya mendukung rakyat
Palestina. Bahkan di Oktober 2024 dia
sempat menyebutkan tindakan istri Will
di Gaza sebagai genosida. Nah, ucapannya
itu bikin dia dikritik habis-habisan
oleh banyak pihak, termasuk dari kubu
konservatif dan kelompok pro Isriwil.
Nah, tapi di sisi lain banyak juga yang
ngelihat dia sebagai sosok yang jujur
dan juga berani. Dan hal ini justru
semakin menambah dukungan dari warga New
York untuk dia yang mana selama ini
mereka pengin punya pemimpin yang berani
ngomong apa adanya. Terus, geng, yang
gak banyak orang tahu ya, sebelum
dikenal sebagai politisi muda yang
idealis, Zohran ini ternyata sempat
punya karir di dunia musik. Dia dulu
dikenal dengan nama panggung yang
Kardamom atau Mr. Kardamom. Nah,
lagu-lagunya itu banyak menceritakan
soal identitas, diaspora, dan kehidupan
anak imigran di kota besar. Bahkan dia
sempat membuat lagu yang pakai dua
bahasa, Inggris dan juga Uganda yang
menggambarkan latar belakangnya dia yang
berasal dari campuran budaya. Musiknya
juga enggak cuma membuat hiburan, tapi
juga buat menyuarakan keresahan sosial
yang dia rasakan dari kecil. Dan bisa
dikatakan perjalanan musiknya itu yang
membuat dia mengerti bagaimana cara
menyampaikan pesan dengan wadah atau
cara yang bisa diterima oleh banyak
orang. Kalau kalian main media sosial
pasti udah sering banget ya lihat nama
Zohan Mamdani ini berseleweran di
Twitter dan Instagram. Dia itu aktif
banget ngomongin isu-isu sosial seperti
hak penyewa rumahlah, biaya hiduplah,
dan dukungan terhadap komunitas
minoritas. Nah, Zoran Mamdani ini
dianggap sebagai sosok yang tidak jauh
dari rakyat. Gaya bicaranya nyantai,
tapi isi pesannya dalam banget. Dia
enggak seperti politisi kebanyakan yang
cuma nongol pas kampanye, habis itu
ngilang gitu. Enggak. Zoran ini justru
sering turun langsung ke jalan buat
ngobrol sama warga dan mendengarkan
keluhan mereka dan ya mereka tuh
benar-benar nyari solusi gitu, Geng.
Terus geng berbicara soal arah dan
perubahannya ya di bagian berikutnya itu
kita bakal bahas lebih dalam soal visi
misi kampanyenya Zohran Mamdani ini. Apa
aja nih yang pengin dia capai sebagai
walikota muslim pertama di New York dan
kenapa janji-janji politiknya bisa bikin
banyak warga ngerasa optimis kepada dia
kalau masa depan kota ini bakal lebih
baik dari sebelumnya di tangan Zohran
Mamdani. Nah, sekarang kita bahas nih
isi kampanyenya itu kayak apa sih, Geng?
Kalau kalian perhatikan ya, Geng,
kampanye Mamdani ini beda banget dari
kebanyakan politisi di Amerika. Enggak
ada janji-janji kosong yang terlalu
manis buat didengar, tapi lebih ke
hal-hal yang langsung menyentuh
kehidupan sehari-hari masyarakat. Dia
bilang, kota itu seharusnya menjadi
tempat yang memberikan kesempatan dan
kenyamanan untuk semua orang. Bukan cuma
mereka yang tajir atau punya koneksi
politik aja. Intinya New York harus jadi
rumah buat semua orang, bukan cuma buat
orang kaya. Nah, ini gua gak tahu nih
ini adalah kampanye jujur atau cuma
manis-manis ucapan politik ya. Biasanya
kan gitu ya politikus. Salah satu hal
yang paling sering dia suarakan adalah
soal biaya hidup yang semakin
gila-gilaan di kota itu. Kalian bayangin
aja ya, Geng. Di New York itu banyak
warga yang kerja du sampai 3 shift cuma
untuk bisa bayar sewa apartemen kecil.
Nah, dari sinilah salah satu program
dari Zohran ini muncul yaitu Ren Freeze
alias pembekuan biaya sewa. Tujuannya
jelas biar warga yang berpenghasilan
rendah tidak semakin terjepit. Selain
itu, dia mendorong perlindungan yang
lebih untuk para penyewa supaya enggak
gampang digusur sama pemilik bangunan
yang serakah katanya. Nah, terus ada
juga ya program bus gratis ya yang mana
untuk sebagian orang mungkin terlihat
sepele tapi untuk warga pekerja yang
setiap hari harus bolak-balik kerja naik
transportasi umum ini tuh sangat
membantu banget. Buat sebagian orang
mungkin kelihatan sepele, tapi untuk
warga pekerja yang setiap hari harus
bolak-balik kerja naik transportasi
umum, ini tuh ngebantu banget. Dan
menurut Zohran, mobilitas itu hak dasar.
Kalau warga enggak bisa bergerak karena
biaya transportasi yang mahal, ya gimana
mau berkembang. Nah, makanya dia dorong
kebijakan fair free bases supaya semua
orang, terutama kelas pekerja bisa tetap
punya akses untuk cari rezeki tanpa
harus memikirkan ongkos setiap hari.
Nah, selain itu dia juga getol banget
nih, Geng. Ngebela hak-hak pekerja. Dan
Zoran ini percaya kalau roda kota
seperti New York itu enggak bakal muter
tanpa tenaga para pekerja. Mulai dari
petugas kebersihan sampai dengan pegawai
restoran. Nah, karena itu dia mendorong
peningkatan upah minimum dan
perlindungan untuk para pekerja informal
yang sering sekali diabaikan. Gaya dia
ini jelas-jelas banget pro rakyat ya.
Dan bukan sekedar slogan, dia beneran
turun tangan loh, Geng. Dia ngobrol
langsung sama komunitas dan mendengarkan
keluh kesah mereka dan membawa isu ini
ke ruang kebijakan. Kalau kita bicara
soal kota besar seperti New York,
masalah perumahan juga jadi salah satu
fokus utamanya. Zoan ini pengin bangun
perumahan terjangkau yang terintegrasi e
dengan transportasi publik. Biar warga
enggak harus tinggal jauh-jauh cuma
karena enggak sanggup bayar sewa di
tengah kota. Dia juga tegas bilang bakal
menindak tuan tanah nakal yang ngebiarin
bangunannya rusak tanpa perbaikan.
Padahal masih menyedot uang penyewa dari
penghuni ya kan. Nah, menurut datanya
dia ya hampir setengah juta warga yang
tinggal di perumahan yang kondisinya
buruk dan itu sesuatu yang dia jamin
bakal dia benahi. Yang menarik lagi,
Geng, ya. Zoan ini juga punya pandangan
yang cukup kiri di dalam hal ekonomi.
Dia dorong adanya pajak progresif untuk
korporasi besar dan orang-orang super
kaya supaya pendanaan layanan publik
bisa lebih merata. Buat dia, kota yang
sehat itu bukan yang dipenuhi oleh
gedung-gedung tinggi, tapi yang warganya
bisa hidup layak tanpa harus khawatir
tiap akhir bulan. Dan Zoran juga cukup
vokal nih soal isu lingkungan. Dia
menyebutkan climate justice ya, keadilan
iklim, fokusnya ke pengurangan polusi,
perluasan ruang hijau, dan melindungi
komunitas yang paling terdampak sama
perubahan iklim. Buat dia kebijakan soal
lingkungan yang enggak bisa cuma gaya
gitu ya atau demi citra hijau doang,
tapi harus menyentuh langsung kehidupan
masyarakat kecil. Nah, selain
program-program besar itu ya, Zoan juga
punya beberapa kebijakan yang lebih
humanis eh seperti penitipan anak gratis
untuk keluarga yang punya anak di bawah
6 tahun. Terus tujuannya itu biar orang
tua terutama ibu pekerja bisa punya
ruang buat kerja atau beraktivitas tanpa
khawatir soal biaya pengasuhan. Ada juga
program grocery store tanpa sewa biar
harga makanan pokok tetap murah dan
stabil. Nah, programnya itu benar-benar
lumayan revolusioner gitu, Geng. karena
jarang banget ada politisi yang
memberikan perhatian sampai ke level
kebutuhan sehari-hari kayak gitu. Jadi
dia ini benar-benar memperhatikan ya
sampai ke hal-hal kecil gitu. Dan tentu
aja ya masalah layanan kesehatan juga
jadi perhatian besar. Menurut data
sekitar 12% warga New York itu enggak
punya asuransi kesehatan. Buat Zohor itu
bukan cuma angka tapi tanda kalau sistem
kota masih gagal melindungi warganya.
Karena itu dia mendorong perluasan akses
kesehatan gratis dan memperkuat jaringan
klinik komunitas supaya kesehatan enggak
cuma jadi hak buat orang kaya doang.
Tapi ya geng, seperti yang sering
terjadi di dunia politik, enggak semua
orang setuju sama pandangan dan
kebijakan Zoan. Ada dua kampanye utama
yang menimbulkan pro dan kontra besar
nih. Nah, yang pertama nih ya soal
dukungannya dia terhadap lagi BT. Nah,
kalian enggak salah dengar. Sekarang
kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan
ya. Ketika seorang Zuhra Mamdani yang
dibangga-banggakan sebagai muslim
pertama yang bisa menjabat sebagai
walikota New York, tapi justru mendukung
lagi BT. Kita bahas
Zorran ini ya yang notabnya adalah
seorang muslim. Namun dia ternyata
mendukung lagi BT. Sebagian masyarakat
konservatif menilai kebijakan ini
terlalu progresif. Tapi di sisi lain
banyak juga yang ngelihat Zoran sebagai
pemimpin yang berani karena dia mau
berdiri di sisi minoritas. Sebenarnya
bukan di sisi minoritas sih, lebih
tepatnya ya kayak politisi nyari suara
lah ya. Dia mungkin pengin berbeda aja
mendapatkan dukungan dari ee muslim dan
juga dari pihak lagi BT. Karena kan
kalau di Amerika ini bisa dikatakan dua
sisi ini itu ee banyak kontranya lagi BT
banyak kontranya.
Muslim atau Islam banyak kontranya. Nah,
dia mengambil pasar itu. Pasar yang
beresiko tapi suaranya ada. Terus yang
kedua, sikapnya yang anti Trump. Zo ini
terang-terangan menentang kebijakan
Donald Trump, terutama yang dia anggap
merusak tatanan sosial dan ekonomi kota
New York selama masa jabatan keduanya.
Buat para pendukung Donald Trump, sikap
itu jelas bikin panas. Tapi buat banyak
warga New York, justru itulah alasan
kenapa mereka memilih Zoan. Karena dia
berani dan enggak takut melawan sistem
yang dianggap udah rusak dari dalam.
Kalau kalian lihat dari semua visi dan
programnya, jelas banget kalau Zohran
pengen bikin e New York lebih adil,
inklusif, dan manusiawi. Bukan cuma kota
untuk kerja, dan nyari duit, tapi juga
tempat buat hidup dengan tenang dan
bermartabat. Dan menariknya nih ya, di
tengah semua idealismenya itu, Mamdani
juga tidak kehilangan sisi
kemanusiaannya. dia tetap tampil
sederhana, sering nongkrong sama warga,
dan aktif di media sosial untuk apa ya
memang pengin dekat aja sama masyarakat,
bukan buat pencitraan kabarnya, tapi dia
ngobrol langsung sama masyarakat di sana
mendengarkan keluh kesah. Nah, cara dia
komunikasi itu nyantai tapi tegas.
Mungkin itu juga yang membuat
orang-orang merasa lebih dekat sama dia,
Geng.
Terus, Geng, semua janji dan visi besar
itu tentu enggak lepas dari tantangan.
Karena kayak yang kita tahu, ya, politik
Amerika itu kan keras banget. dan banyak
pihak yang enggak bakal tinggal diam
melihat perubahan besar seperti ini.
Tapi buat Mamdani, ini bukan sekedar
soal jabatan, tapi juga perjuangan untuk
mengubah arah kota yang dia cintai sejak
kecil. Nah, dari pembahasan berikutnya
nih ya, kita bakal bahas nih sisi lain
dari kemenangan besar ini yaitu kontra
dan reaksi keras dari berbagai pihak
mulai dari politisi senior sampai
presiden Donald Trump sendiri yang
bahkan ya melabeli ee Zoan ini dengan
sebutan kontroversial. Jadi geng,
pembahasan selanjutnya adalah hal yang
menunjukkan bagaimana beratnya jalan
seorang Zohran Ramdani setelah duduk di
kursi kekuasaan.
Jadi, geng, kontra atau penolakan
terhadap Mamdani ini ya dikarenakan ya
di dunia politik tuh ya enggak ada yang
benar-benar mulus ya. Selalu ada aja
yang enggak suka, apalagi kalau datang
membawa ide yang mengguncang sistem
lama. Dan itulah yang sedang dihadapi
oleh Zoan Mamdani. Begitu dia menang dan
suasana politik langsung seperti
kebakar. Banyak yang senang, tapi enggak
sedikit juga yang enggak senang. Salah
satu yang paling vokal, ya siapa lagi
kalau bukan Presiden Amerika Serikat,
yaitu Donald Trump. Lewat platform truth
sosialnya dia, ya Donald Trump ini
langsung menyerang Zohran secara terbuka
dan menyebut eh Zohran sebagai pembenci
Yahudi. Nah, katanya pemilihan ini bakal
menjadi bencana untuk New York. Bahkan
dia sempat mengancam bakal motong aliran
dana federal ke kota itu kalau kebijakan
Zoran dianggap tidak sejalan sama
kepentingan nasional. Baru aja mulai
udah dimusuhi sama presiden. Gila banget
ya. Udah diancam sama Presiden. Nah,
terus juga geng sejak dia masih
berkampanye, Zohan ini seperti sudah
kenyang dengan hujatan-hujatan yang
diarahkan kepada dia. Salah satunya
ketika Zooran makan pakai tangan. Dalam
sebuah video, Zoran sedang duduk
menikmati makanan dengan tangan kosong
tanpa menggunakan alat makan seperti
sendok atau garpu. Kan orang bule kan
enggak biasa pakai tangan ya, kebanyakan
pakai sendok. Nah, Zoran ini kan ee apa
ya? Islam ya kan kadang ada sunah yang
dia jalankan ya dia makan pakai tangan
apalagi dia ada darah Indianya lah gitu
ya. Cara makan Zohran ini disambut
dengan komentar sinis oleh Brandon Gill
yang merupakan politisi dari Partai
Republik asal Texas. Gill menyebutkan
kalau orang Amerika yang beradab tidak
akan makan seperti itu katanya. Nah,
berarti orang Indonesia makan nasi
padang enggak ada adab tuh menurut si
Gil ini ya. Kita kan makan nasi padang
mana enak pakai sendok pakai tangan gitu
kan. Nah, selanjutnya Brandon Gill ini
juga bilang kalau seseorang yang tidak
mau mengadopsi kebiasaan berat yang
makan menggunakan alat makan maka lebih
baik kembali ke negara dunia ketiga
katanya. Nah, ungkapan ini tidak hanya
dianggap ofensif e terhadap Zoan secara
pribadi, tapi juga menyerang jutaan
orang Amerika yang mempertahankan
tradisi budaya leluhur mereka. Karena
kan banyak orang Amerika yang ya berasal
dari negara lain juga kan. Ini negara
imigran memang bukan negara kulit putih
ya kan. Komentar tersebut dinilai
mengandung xenofobia dan memperlihatkan
ketidakmampuan menerima keberagaman
sebagai bagian dari identitas sebuah
bangsa. Nah, pernyataan JIL tersebut ya
menuai kecaman dari berbagai pihak,
terutama dari komunitas Asia Selatan dan
diaspora muslim di Amerika. Nah, banyak
yang menganggap komentarnya itu sebagai
bentuk diskriminasi dan ketidaktahuan
terhadap keragaman budaya yang ada di
masyarakat Amerika. Dan karena
komentarnya itu justru warga Amerika
jadi membela Zoan di media sosial. Nah,
kebencian si Brandon Jill tadi justru
itu malah beruntung buat si Zo ya.
Karena ya dia dibenci karena budayanya
dia ya. Akhirnya orang-orang yang
tersinggung yang melakukan hal yang sama
dengan Zuhran jadi membela Zuhran. Jadi
nambah suaranya Zuhran.
Terus geng selain karena bagaimana cara
Zo makan yang dikritik oleh rival
politiknya dari Pai Republik ini, Zoan
juga mengaku bahwa selama masa kampanye
dia menerima berbagai serangan yang
bersifat pribadi dan berbasis agama.
Selain karena bagaimana cara Zo ini
makan yang dikritik oleh rival
politiknya dari Partai Republik, Zohan
juga mengaku bahwa selama masa kampanye
dia itu sempat menerima berbagai ee
serangan yang bersifat pribadi dan
berbasis agama. Termasuk dari iklan
kampanye Super Political action Comites
ya, yang mana menyiratkan bahwa dia
adalah seorang teroris. Zohran
menyebutkan bahwa kandidat dari Partai
Republik yaitu Curtis Saiva yang
menyebutkan tuduhan bahwa dia mendukung
jihad global ketika tampil di dalam
debat kandidat. Dan itu tidak hanya
dialami oleh Zoan, tapi anggota staf
kampanyenya juga diteror karena ada
tulisan teroris yang disemprotkan di
garasi rumahnya. Nah, Zoor ini bahkan
menerima saran agar tidak mengungkapkan
identitasnya sebagai muslim jika ingin
memenangkan pemilu. Dan meskipun begitu,
dia mengatakan tidak akan menyembunyikan
keyakinannya. Dalam pidatonya dia
menegaskan bahwa fokus kampanyenya tetap
pada isu keterjangkauan di New York.
Meskipun lawan-lawan politiknya terus
mengalihkan isu ke arah diskriminasi
agama. Beberapa pengamat politik juga
ikut buka suara, Geng. Salah satunya
Grand Rihair. Dia ini adalah profesor
ilmu politik dari Universitas Sirus. Dia
bilang kalau kemenangan Mamdani ini
kemungkinan bakal memperkeruh hubungan
antara Gedung Putih dan pemerintah kota
New York. Soalnya Donald Trump dikenal
keras kepala dan sering balas dendam ke
wilayah yang tidak dukung kebijakannya
dia. Jadi bisa aja New York ke depannya
mendapatkan tekanan lebih besar dari
pemerintah federal, baik dari sisi dana,
kebijakan, maupun urusan politik dalam
negeri. Nah, tapi geng enggak berhenti
sampai di situ aja. Dunia maya, terutama
di platform seperti X atau Twitter
dengan podcast konservatif, nama Mamdani
juga jadi bahan bakar baru untuk para
tokoh politik sayap kanan. banyak yang
mulai menempelkan label komunis ke dia.
Dan Donald Trump sendiri bahkan pernah
ngpost Zohran Mamdani adalah komunis
gila 100%. Nah, enggak ketinggalan juga
ada yang namanya Ben Shapiro, komentator
konservatif dari The Daily Wire yang
ikut mengompori suasana lewat
podcastnya. Katanya ya berita besar hari
ini yaitu seorang komunis bakal jadi
walikota New York berikutnya. Gila ya
kampanyenya sekasar itu loh geng. Nah,
terus geng ada lagi Nick Sortor, seorang
podcaster konservatif juga menambahkan
kalau Zohran bahkan bukan sosialis, dia
dikatakan komunis sejati. Nah, ini
benar-benar ee digempur dari segala arah
lah. Padahal faktanya menurut beberapa
akademisi seperti Ana Grismala Bus dari
University of Stanford itu mengatakan
semua tuduhan itu enggak berdasar sama
sekali. Di dalam wawancaranya dia, dia
bilang Zohran bukan komunis. Dan memang
di politik Amerika, cap komunis itu
sudah menjadi senjata klasik untuk
menakut-nakuti publik. Semacam jurus
lama yang dipakai untuk menjatuhkan
politisi progresif yang pengin membela
rakyat kecil. Tapi ya e kita tahu
sendiri ya bagaimana netizen. Begitu
kata komunis itu keluar langsung ramai.
Banyak yang percaya mentah-mentah tanpa
ngecek dulu. Alhasil citra Zoan di mata
sebagian publik langsung campur aduk.
Ada yang kagum tapi ada banyak juga yang
mulai ragu. Padahal sebagian besar ide
Zoan seperti soal pajak progresif,
transportasi gratis, dan perumahan
terjangkau itu sebenarnya realistis dan
pro rakyat. Tapi karena atmosfer politik
Amerika yang udah keburu panas, semua
itu jadi seperti kebanjiran isu-isu
ideologis. Belum lagi dukungan Zohran
terhadap rakyat Palestina juga bikin dia
diserang dari sisi lain. Nah, New York
itu punya populasi Yahudi terbesar di
luar Isriwil. Jadi, setiap komentar soal
konflik Isriwil Palestin pasti sensitif
banget. Banyak kelompok yang menganggap
sikapnya terlalu pro Palestina. Bahkan
ada yang nuduh dia anti Yahudi. Padahal
dia cuma pengin mendorong keadilan
kemanusiaan secara umum. Bukan memihak
berdasarkan agama atau etnis. Tapi geng
ya di politik persepsi itu kadang lebih
berbahaya daripada fakta. Masalah lain
yang ikut menyeret namanya dia adalah
tudingan kalau dia adalah anti Hindu.
Wah gila banget. Ada lagi tuduhannya.
Beberapa media dan tokoh publik menuduh
Mam Dani punya bias terhadap komunitas
Hindu di New York. Tapi lagi-lagi
tuduhan itu enggak punya bukti kuat dan
banyak analis bilang hal itu cuma
permainan politik untuk menarik simpati
dari kelompok agama tertentu. Selain
itu, beberapa politisi senior seperti
mantan gubernur Andrew Kuomo juga ikut
nyinyir soal hal ini. Mereka bilang
Mamdani itu belum berpengalaman dan
terlalu radikal untuk jadi pemimpin kota
sebesar New York. Nah, menurut mereka
program yang ditawarkan oleh Mam Dani
seperti pajak tinggi buat korporasi
besar dan bis gratis untuk warga.
Terdengar bagus di atas kertas aja tapi
sulit untuk dijalani di dunia nyata.
Jadi kayak cuma ee apa ya? Omon-omon
doang katanya. Cuomo ini bahkan sempat
bilang New York itu butuh manajer, bukan
seorang aktivis katanya. Sebuah sindiran
halus tapi cukup menyakitkan. Tapi,
Geng, di tengah semua badai kritik itu,
Mamdani tetap tenang dan dia enggak
pernah ngebalas dengan marah-marah atau
bikin drama politik. Justru dia jadi
lebih sering ngomongin soal kebijakan
dan visi jangka panjang buat kota. Dan
di situlah kelihatan banget kalau dia
bukan cuma politisi yang numpang tenar,
tapi memang punya idealisme yang kuat
untuk ngebenirin sistem yang selama ini
ya berat sebelah. Namun kritikan yang
diarahkan kepada Zohran ternyata juga
terkait dia yang merupakan seorang
muslim Syiah. Belum lagi dengan status
dia yang mendukung kaum lagi bett yang
mana ini adalah perilaku yang dilarang
di dalam agama Islam. Nah, prinsipnya
tersebut sebenarnya juga menuai beragam
reaksi dari kalangan komunitas muslim
itu sendiri. Di satu sisi, masyarakat
muslim Amerika senang dengan terpilihnya
Zoran sebagai walikota muslim pertama
New York. Dan di sisi lain ada juga yang
tidak begitu menyukai Zohor karena
dukungannya terhadap kaum lagi BT. Nah,
baru kali ini ya ee di New York akan
tercipta sebuah gerakan politik yang
berjalan beriringan yaitu seorang
pemimpin yang memiliki background
sebagai Syiah tapi juga sangat mendukung
lagi BT. Nah, meskipun begitu geng,
masyarakat New York yang memang
cenderung lebih progresif mayoritasnya
mendukung Zohran Mamdani dengan segala
visi misi yang dia sampaikan ketika
kampanye. Nah, apakah pada akhirnya
agenda lagi BT ini bakal ee lebih banyak
lagi di New York dibandingkan
sebelumnya? Ya, kita enggak tahu nih.
Kita lihat aja bagaimana ee perkembangan
atas kepemimpinan Zoan Mamdani nantinya.
Nah, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai Zoor Mamdani yang
menorehkan sejarah baru bagi New York
karena menjadi walikota muslim pertama
di kota tersebut. Gimana geng menurut
kalian tentang pembahasan ini? Coba
tuliskan komentar di bawah.