Transcript
q9HD7F78KbE • ZOHRAN MAMDANI! NEW YORK'S FIRST MUSLIM MAYOR, BUT SUPPORTING THE LAGIBETE COMMUNITY
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1589_q9HD7F78KbE.txt
Kind: captions Language: id Oke, sebuah berita internasional datang dari Amerika Serikat. Nah, jadi kali ini kita bakal membahas tentang seseorang yang bernama Zohran Mamdani. Dia adalah seorang politisi muda yang berhasil menjadi walikota muslim pertama, walikota yang berasal dari agama Islam, dari kalangan Islam di dalam sejarah New York City. So, Donald Trump words up. Kalau kalian tahu, Geng, ya, kota New York itu disebut sebagai kota yang tidak pernah tidur. Pusatnya bisnis, hiburan, dan politik di Amerika. Tapi siapa sangka ya untuk pertama kalinya sejak kota ini berdiri, posisi seorang walikota itu gak pernah ada dalam sejarah dipegang oleh seseorang dari kalangan Islam atau muslim. Nah, menariknya lagi kemenangan dari Mamdani ini bukan kemenangan yang mulus-mulus saja. Banyak banget drama politik, komentar pedas, dan reaksi pro kontranya, Geng, dari berbagai pihak. Nah, pemilihan kemarin ini benar-benar sengit dan berdasarkan laporan dari The Associated Press, ya. Zohran Mamdani diumumkan menang sekitar jam 2134 malam waktu setempat. Dan kemenangan ini jelas menjadi momen yang bersejarah. Tapi ya seperti biasa ya, Geng, enggak semua orang bisa menerima hasilnya. Nah, beberapa politisi langsung memberikan komentar tajam. Bahkan Donald Trump nih, Presiden Amerika sendiri ya, dia ikut enggak suka dengan terpilihnya Zoan sebagai walikota New York yang baru. Dan meskipun ini masuk akal juga ya, karena Zohran ini kan beda partai sama Donald Trump. Terus kita juga tahu kedua partai di Amerika ini memang saling kontra satu sama lain. Nah, dari situlah mulai tuh muncul gesekan-gesekan politik yang membuat suasana semakin panas. Buat kalian nih, Geng, yang penasaran bagaimana ceritanya Zohran Mamdani ini bisa sampai jadi walikota muslim pertama dalam sejarah New York. Nah, kita bakal bahas ee secara lengkap di sini. Dan ada satu fakta yang bikin kita tuh geleng-geleng kepala. Walaupun dia ya seorang muslim ya pemimpin muslim untuk pertama kali menjadi walikota New York tapi anehnya ini orang malah pro lagi BT. Nah, inilah yang membuat dia itu banyak sekali pro dan kontranya termasuk dari kalangan muslim sendiri. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama langsung aja kita masuk ke pembahasan utamanya yaitu Walikota muslim pertama dalam sejarah di New York. Ya, kita bahas. Jadi, geng, New York yang dikenal sebagai jantung Amerika, tempat semua hal bisa terjadi, akhirnya resmi dipimpin oleh seorang muslim untuk pertama kalinya di dalam sejarah. Nah, jadi gini, Geng. Pemilu kemarin tuh benar-benar menjadi tontonan politik yang panas banget. Bukan cuma karena kandidat-kandidatnya yang kuat, tapi juga karena suasananya yang tegang dari awal sampai akhir. Dari hasil akhir yang diumumkan sekitar jam 09.00 malam waktu setempat, Mamdani itu berhasil unggul tipis dengan 50% suara. Sementara rival terbesarnya yaitu Andrew Chuomo itu cuma puas dengan angka 41%. Nah, meskipun selisihnya enggak terlalu jauh, tapi cukup untuk membuat Zohran menang telak di hati para pendukungnya. Yang bikin kerennya lagi, jumlah partisipasi pemilihnya itu juga pecah rekor, Geng. Lebih dari 2 juta warga New York datang ke TPS, tempat pencoblosan ya, buat nyoblos dia. Yang mana ini merupakan angka tertinggi sejak akhir tahun 1969. Nah, ini menunjukkan kalau masyarakat di New York benar-benar merasa kalau pemilihan kali ini bukan cuma sekedar ganti walikota, tapi juga ganti arah, ganti wajah kota mereka. Dan faktanya mereka tidak salah pilih karena hasilnya langsung jadi sorotan dunia. Tapi geng, ya seperti biasa kemenangan besar seperti ini tidak mungkin lepas dari yang namanya drama politik. Ada yang senang, ada juga yang nyinyir. Sejumlah tokoh politik langsung memberikan ucapan selamat, termasuk Andrew Chuomo sendiri yang dengan elegan mengakui kekalahannya dan berharap Mamdani bisa membawa perubahan yang positif untuk New York. Kalian tahu enggak, Geng? Di balik semua hiruk pikuk ini ya, kemenangan MDani punya makna [musik] lebih dari sekedar politik. Ini seperti simbol bahwa New York sudah benar-benar berkembang sebagai kota yang inklusif. kota yang dulu dikenal keras, individualistis ya, terus juga dipenuhi oleh perubutan kekuasaan. Sekarang justru dipimpin oleh sosok muda yang punya latar belakang imigran dan membawa semangat keadilan sosial. Nah, banyak warga New York terkhususnya anak-anak muda yang merasa kalau kemenangan Mamdani ini seperti suasana baru di tengah politik Amerika yang selama ini dianggap monoton. Nah, untuk mereka nih ya, Mamdani ini bukan cuma sekedar walikota, tapi juga representasi dari suara yang selama ini tidak pernah didengar, suara pekerja dan imigran serta komunitas minoritas yang sering diabaikan. Nah, namun di sisi lain nih, Geng, enggak sedikit juga yang merasa was-was. Mereka takut kalau kebijakan progresif dibawa oleh Mamdani nanti bakal terlalu berani dan malah bentrok dengan sistem lama yang sudah tertanam di New York selama puluhan tahun. Ada juga yang bilang kemenangan ini bisa membuat hubungan politik di antara pemerintah kota dan pemerintah federal semakin renggang. Dan di tengah semua itu, satu hal yang pasti Zohran Mamdani sudah membuat sejarah besar. Sosok muslim pertama yang berhasil duduk di kursi paling tinggi di kota yang katanya tidak pernah tidur di Amerika. Nah, sekela kita tahu ya bagaimana proses dan drama kemenangan dari Mamdani, pertanyaannya sekarang, siapa sebenarnya sosok Zohran Mamdani ini? Dari mana asalnya dia dan bagaimana masa kecilnya? Dan kenapa dia bisa punya pengaruh sebesar itu di dunia politik Amerika? Nah, kita bakal bahas satu persatu. Jadi, Geng siapa Zohran Mamdani? Bagaimana sepak terjangnya sebagai seorang muslim tapi bisa menduduki jabatan orang nomor satu di New York? Kita bakal uraikan nih dari masa kecilnya sampai dia terjun ke dunia politik nih, Geng. Jadi, Zoran Mamdani ini lahir tanggal 18 Oktober 1991 di daerah Kampala, Uganda. Dari awal aja udah kelihatan kalau hidupnya itu enggak biasa. Ayahnya bernama Mahmud Mamdani itu adalah seorang sarjana terkenal asal Uganda yang sering banget menulis soal politik dan kolonialisme. Nah, sedangkan mamanya itu bernama Miran Nair, yaitu seorang sutradara besar asal India yang sepertinya sudah mendunia gitu ya. Salah satunya film yang dia buat adalah Monsun Wedding yang pernah menang penghargaan internasional. Dari sini aja udah kelihatan kalau Zohran ini lahir dari keluarga yang pintar, bukan orang-orang biasa gitu. Tapi, Geng, jangan salah, hidupnya enggak selalu mulus. Ketika dia umur 7 tahun, keluarganya pindah ke New York dan di situlah e semua kisah barunya dimulai. Dari kecil, Zoor ini udah merasakan hidup di antara berbagai budaya, yaitu Afrika, India, dan Amerika. Jadi, enggak heran kalau dia tumbuh dengan cara berpikir yang cukup terbuka, openmed, dan suka membahas isu-isu sosial gitu, Geng. Dia ini pernah sekolah di Bank Street School for Children dan Bronze High School of Science, yaitu sekolah yang dikenal mencetak banyak anak-anak pintar. Nah, setelah itu dia kuliah di Bowwin College jurusan African Studies dan lulus tahun 2014. Nah, tapi yang menarik nih Geng, waktu kuliah dia bukan cuma belajar doang. Zohor juga aktif banget di organisasi Students for Justice in Palestine atau disingkat dengan SJP. Dari sanalah kesadarannya dia soal isu-isu kemanusiaan mulai terbentuk. Terus, Geng, setelah dia lulus kuliah, Zoran ini enggak langsung terjun ke dunia politik. Awalnya dia kerja dulu sebagai konselor di perumahan. Ya, ngebantuin keluarga miskin biar enggak digusur dari rumah mereka. Dari situ dia semakin mengerti realita hidup warga biasa yang ada di New York. Mulai dari susahnya bayar sewa, beratnya biaya hidup sampai minimnya perlindungan untuk kelas pekerja. Dan lama-lama Zoran ini sadar kalau untuk benar-benar bisa membantu masyarakat. Nah, lama-lama Zoran ini sadar kalau pengin ngebantu masyarakat ya itu dia enggak bisa cukup kerja di belakang layar aja. Yang mana akhirnya tahun 2019 dia memutuskan untuk maju ke dunia politik lewat pemilihan New York State Assembly District 36 yang meliputi wilayah Estoria dan juga Long Island City. Nah, tahun 2020 dia berhasil menang melawan e pertahanan yang sudah menjabat selama 5 periode ya. Nah, dari situ namanya dia langsung dikenal oleh banyak orang. Zoan ini dikenal sebagai anggota Partai Demokrat yang dekat banget sama gerakan Democratic Socialist of America atau disingkat dengan DSA. Kelompok yang menjunjung tinggi keadilan sosial, layanan publik gratis, dan kesetaraan ekonomi. Zor, social media savy democratic socialist. Makanya enggak heran kalau dia sering dikatakan e wakil rakyat beneran gitu karena dia enggak pernah takut ngomong soal kebijakan yang dianggap menyenggol kepentingan elit. Ada salah satu hal yang membuat nama Zoan semakin dikenal luas, yaitu keberaniannya dia bersuara soal Palestina. Nah, di sana banyak politisi Amerika yang memilih diam. Tapi Zohran malah menjadi salah satu suara paling keras ya mendukung rakyat Palestina. Bahkan di Oktober 2024 dia sempat menyebutkan tindakan istri Will di Gaza sebagai genosida. Nah, ucapannya itu bikin dia dikritik habis-habisan oleh banyak pihak, termasuk dari kubu konservatif dan kelompok pro Isriwil. Nah, tapi di sisi lain banyak juga yang ngelihat dia sebagai sosok yang jujur dan juga berani. Dan hal ini justru semakin menambah dukungan dari warga New York untuk dia yang mana selama ini mereka pengin punya pemimpin yang berani ngomong apa adanya. Terus, geng, yang gak banyak orang tahu ya, sebelum dikenal sebagai politisi muda yang idealis, Zohran ini ternyata sempat punya karir di dunia musik. Dia dulu dikenal dengan nama panggung yang Kardamom atau Mr. Kardamom. Nah, lagu-lagunya itu banyak menceritakan soal identitas, diaspora, dan kehidupan anak imigran di kota besar. Bahkan dia sempat membuat lagu yang pakai dua bahasa, Inggris dan juga Uganda yang menggambarkan latar belakangnya dia yang berasal dari campuran budaya. Musiknya juga enggak cuma membuat hiburan, tapi juga buat menyuarakan keresahan sosial yang dia rasakan dari kecil. Dan bisa dikatakan perjalanan musiknya itu yang membuat dia mengerti bagaimana cara menyampaikan pesan dengan wadah atau cara yang bisa diterima oleh banyak orang. Kalau kalian main media sosial pasti udah sering banget ya lihat nama Zohan Mamdani ini berseleweran di Twitter dan Instagram. Dia itu aktif banget ngomongin isu-isu sosial seperti hak penyewa rumahlah, biaya hiduplah, dan dukungan terhadap komunitas minoritas. Nah, Zoran Mamdani ini dianggap sebagai sosok yang tidak jauh dari rakyat. Gaya bicaranya nyantai, tapi isi pesannya dalam banget. Dia enggak seperti politisi kebanyakan yang cuma nongol pas kampanye, habis itu ngilang gitu. Enggak. Zoran ini justru sering turun langsung ke jalan buat ngobrol sama warga dan mendengarkan keluhan mereka dan ya mereka tuh benar-benar nyari solusi gitu, Geng. Terus geng berbicara soal arah dan perubahannya ya di bagian berikutnya itu kita bakal bahas lebih dalam soal visi misi kampanyenya Zohran Mamdani ini. Apa aja nih yang pengin dia capai sebagai walikota muslim pertama di New York dan kenapa janji-janji politiknya bisa bikin banyak warga ngerasa optimis kepada dia kalau masa depan kota ini bakal lebih baik dari sebelumnya di tangan Zohran Mamdani. Nah, sekarang kita bahas nih isi kampanyenya itu kayak apa sih, Geng? Kalau kalian perhatikan ya, Geng, kampanye Mamdani ini beda banget dari kebanyakan politisi di Amerika. Enggak ada janji-janji kosong yang terlalu manis buat didengar, tapi lebih ke hal-hal yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Dia bilang, kota itu seharusnya menjadi tempat yang memberikan kesempatan dan kenyamanan untuk semua orang. Bukan cuma mereka yang tajir atau punya koneksi politik aja. Intinya New York harus jadi rumah buat semua orang, bukan cuma buat orang kaya. Nah, ini gua gak tahu nih ini adalah kampanye jujur atau cuma manis-manis ucapan politik ya. Biasanya kan gitu ya politikus. Salah satu hal yang paling sering dia suarakan adalah soal biaya hidup yang semakin gila-gilaan di kota itu. Kalian bayangin aja ya, Geng. Di New York itu banyak warga yang kerja du sampai 3 shift cuma untuk bisa bayar sewa apartemen kecil. Nah, dari sinilah salah satu program dari Zohran ini muncul yaitu Ren Freeze alias pembekuan biaya sewa. Tujuannya jelas biar warga yang berpenghasilan rendah tidak semakin terjepit. Selain itu, dia mendorong perlindungan yang lebih untuk para penyewa supaya enggak gampang digusur sama pemilik bangunan yang serakah katanya. Nah, terus ada juga ya program bus gratis ya yang mana untuk sebagian orang mungkin terlihat sepele tapi untuk warga pekerja yang setiap hari harus bolak-balik kerja naik transportasi umum ini tuh sangat membantu banget. Buat sebagian orang mungkin kelihatan sepele, tapi untuk warga pekerja yang setiap hari harus bolak-balik kerja naik transportasi umum, ini tuh ngebantu banget. Dan menurut Zohran, mobilitas itu hak dasar. Kalau warga enggak bisa bergerak karena biaya transportasi yang mahal, ya gimana mau berkembang. Nah, makanya dia dorong kebijakan fair free bases supaya semua orang, terutama kelas pekerja bisa tetap punya akses untuk cari rezeki tanpa harus memikirkan ongkos setiap hari. Nah, selain itu dia juga getol banget nih, Geng. Ngebela hak-hak pekerja. Dan Zoran ini percaya kalau roda kota seperti New York itu enggak bakal muter tanpa tenaga para pekerja. Mulai dari petugas kebersihan sampai dengan pegawai restoran. Nah, karena itu dia mendorong peningkatan upah minimum dan perlindungan untuk para pekerja informal yang sering sekali diabaikan. Gaya dia ini jelas-jelas banget pro rakyat ya. Dan bukan sekedar slogan, dia beneran turun tangan loh, Geng. Dia ngobrol langsung sama komunitas dan mendengarkan keluh kesah mereka dan membawa isu ini ke ruang kebijakan. Kalau kita bicara soal kota besar seperti New York, masalah perumahan juga jadi salah satu fokus utamanya. Zoan ini pengin bangun perumahan terjangkau yang terintegrasi e dengan transportasi publik. Biar warga enggak harus tinggal jauh-jauh cuma karena enggak sanggup bayar sewa di tengah kota. Dia juga tegas bilang bakal menindak tuan tanah nakal yang ngebiarin bangunannya rusak tanpa perbaikan. Padahal masih menyedot uang penyewa dari penghuni ya kan. Nah, menurut datanya dia ya hampir setengah juta warga yang tinggal di perumahan yang kondisinya buruk dan itu sesuatu yang dia jamin bakal dia benahi. Yang menarik lagi, Geng, ya. Zoan ini juga punya pandangan yang cukup kiri di dalam hal ekonomi. Dia dorong adanya pajak progresif untuk korporasi besar dan orang-orang super kaya supaya pendanaan layanan publik bisa lebih merata. Buat dia, kota yang sehat itu bukan yang dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi, tapi yang warganya bisa hidup layak tanpa harus khawatir tiap akhir bulan. Dan Zoran juga cukup vokal nih soal isu lingkungan. Dia menyebutkan climate justice ya, keadilan iklim, fokusnya ke pengurangan polusi, perluasan ruang hijau, dan melindungi komunitas yang paling terdampak sama perubahan iklim. Buat dia kebijakan soal lingkungan yang enggak bisa cuma gaya gitu ya atau demi citra hijau doang, tapi harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil. Nah, selain program-program besar itu ya, Zoan juga punya beberapa kebijakan yang lebih humanis eh seperti penitipan anak gratis untuk keluarga yang punya anak di bawah 6 tahun. Terus tujuannya itu biar orang tua terutama ibu pekerja bisa punya ruang buat kerja atau beraktivitas tanpa khawatir soal biaya pengasuhan. Ada juga program grocery store tanpa sewa biar harga makanan pokok tetap murah dan stabil. Nah, programnya itu benar-benar lumayan revolusioner gitu, Geng. karena jarang banget ada politisi yang memberikan perhatian sampai ke level kebutuhan sehari-hari kayak gitu. Jadi dia ini benar-benar memperhatikan ya sampai ke hal-hal kecil gitu. Dan tentu aja ya masalah layanan kesehatan juga jadi perhatian besar. Menurut data sekitar 12% warga New York itu enggak punya asuransi kesehatan. Buat Zohor itu bukan cuma angka tapi tanda kalau sistem kota masih gagal melindungi warganya. Karena itu dia mendorong perluasan akses kesehatan gratis dan memperkuat jaringan klinik komunitas supaya kesehatan enggak cuma jadi hak buat orang kaya doang. Tapi ya geng, seperti yang sering terjadi di dunia politik, enggak semua orang setuju sama pandangan dan kebijakan Zoan. Ada dua kampanye utama yang menimbulkan pro dan kontra besar nih. Nah, yang pertama nih ya soal dukungannya dia terhadap lagi BT. Nah, kalian enggak salah dengar. Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan ya. Ketika seorang Zuhra Mamdani yang dibangga-banggakan sebagai muslim pertama yang bisa menjabat sebagai walikota New York, tapi justru mendukung lagi BT. Kita bahas Zorran ini ya yang notabnya adalah seorang muslim. Namun dia ternyata mendukung lagi BT. Sebagian masyarakat konservatif menilai kebijakan ini terlalu progresif. Tapi di sisi lain banyak juga yang ngelihat Zoran sebagai pemimpin yang berani karena dia mau berdiri di sisi minoritas. Sebenarnya bukan di sisi minoritas sih, lebih tepatnya ya kayak politisi nyari suara lah ya. Dia mungkin pengin berbeda aja mendapatkan dukungan dari ee muslim dan juga dari pihak lagi BT. Karena kan kalau di Amerika ini bisa dikatakan dua sisi ini itu ee banyak kontranya lagi BT banyak kontranya. Muslim atau Islam banyak kontranya. Nah, dia mengambil pasar itu. Pasar yang beresiko tapi suaranya ada. Terus yang kedua, sikapnya yang anti Trump. Zo ini terang-terangan menentang kebijakan Donald Trump, terutama yang dia anggap merusak tatanan sosial dan ekonomi kota New York selama masa jabatan keduanya. Buat para pendukung Donald Trump, sikap itu jelas bikin panas. Tapi buat banyak warga New York, justru itulah alasan kenapa mereka memilih Zoan. Karena dia berani dan enggak takut melawan sistem yang dianggap udah rusak dari dalam. Kalau kalian lihat dari semua visi dan programnya, jelas banget kalau Zohran pengen bikin e New York lebih adil, inklusif, dan manusiawi. Bukan cuma kota untuk kerja, dan nyari duit, tapi juga tempat buat hidup dengan tenang dan bermartabat. Dan menariknya nih ya, di tengah semua idealismenya itu, Mamdani juga tidak kehilangan sisi kemanusiaannya. dia tetap tampil sederhana, sering nongkrong sama warga, dan aktif di media sosial untuk apa ya memang pengin dekat aja sama masyarakat, bukan buat pencitraan kabarnya, tapi dia ngobrol langsung sama masyarakat di sana mendengarkan keluh kesah. Nah, cara dia komunikasi itu nyantai tapi tegas. Mungkin itu juga yang membuat orang-orang merasa lebih dekat sama dia, Geng. Terus, Geng, semua janji dan visi besar itu tentu enggak lepas dari tantangan. Karena kayak yang kita tahu, ya, politik Amerika itu kan keras banget. dan banyak pihak yang enggak bakal tinggal diam melihat perubahan besar seperti ini. Tapi buat Mamdani, ini bukan sekedar soal jabatan, tapi juga perjuangan untuk mengubah arah kota yang dia cintai sejak kecil. Nah, dari pembahasan berikutnya nih ya, kita bakal bahas nih sisi lain dari kemenangan besar ini yaitu kontra dan reaksi keras dari berbagai pihak mulai dari politisi senior sampai presiden Donald Trump sendiri yang bahkan ya melabeli ee Zoan ini dengan sebutan kontroversial. Jadi geng, pembahasan selanjutnya adalah hal yang menunjukkan bagaimana beratnya jalan seorang Zohran Ramdani setelah duduk di kursi kekuasaan. Jadi, geng, kontra atau penolakan terhadap Mamdani ini ya dikarenakan ya di dunia politik tuh ya enggak ada yang benar-benar mulus ya. Selalu ada aja yang enggak suka, apalagi kalau datang membawa ide yang mengguncang sistem lama. Dan itulah yang sedang dihadapi oleh Zoan Mamdani. Begitu dia menang dan suasana politik langsung seperti kebakar. Banyak yang senang, tapi enggak sedikit juga yang enggak senang. Salah satu yang paling vokal, ya siapa lagi kalau bukan Presiden Amerika Serikat, yaitu Donald Trump. Lewat platform truth sosialnya dia, ya Donald Trump ini langsung menyerang Zohran secara terbuka dan menyebut eh Zohran sebagai pembenci Yahudi. Nah, katanya pemilihan ini bakal menjadi bencana untuk New York. Bahkan dia sempat mengancam bakal motong aliran dana federal ke kota itu kalau kebijakan Zoran dianggap tidak sejalan sama kepentingan nasional. Baru aja mulai udah dimusuhi sama presiden. Gila banget ya. Udah diancam sama Presiden. Nah, terus juga geng sejak dia masih berkampanye, Zohan ini seperti sudah kenyang dengan hujatan-hujatan yang diarahkan kepada dia. Salah satunya ketika Zooran makan pakai tangan. Dalam sebuah video, Zoran sedang duduk menikmati makanan dengan tangan kosong tanpa menggunakan alat makan seperti sendok atau garpu. Kan orang bule kan enggak biasa pakai tangan ya, kebanyakan pakai sendok. Nah, Zoran ini kan ee apa ya? Islam ya kan kadang ada sunah yang dia jalankan ya dia makan pakai tangan apalagi dia ada darah Indianya lah gitu ya. Cara makan Zohran ini disambut dengan komentar sinis oleh Brandon Gill yang merupakan politisi dari Partai Republik asal Texas. Gill menyebutkan kalau orang Amerika yang beradab tidak akan makan seperti itu katanya. Nah, berarti orang Indonesia makan nasi padang enggak ada adab tuh menurut si Gil ini ya. Kita kan makan nasi padang mana enak pakai sendok pakai tangan gitu kan. Nah, selanjutnya Brandon Gill ini juga bilang kalau seseorang yang tidak mau mengadopsi kebiasaan berat yang makan menggunakan alat makan maka lebih baik kembali ke negara dunia ketiga katanya. Nah, ungkapan ini tidak hanya dianggap ofensif e terhadap Zoan secara pribadi, tapi juga menyerang jutaan orang Amerika yang mempertahankan tradisi budaya leluhur mereka. Karena kan banyak orang Amerika yang ya berasal dari negara lain juga kan. Ini negara imigran memang bukan negara kulit putih ya kan. Komentar tersebut dinilai mengandung xenofobia dan memperlihatkan ketidakmampuan menerima keberagaman sebagai bagian dari identitas sebuah bangsa. Nah, pernyataan JIL tersebut ya menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari komunitas Asia Selatan dan diaspora muslim di Amerika. Nah, banyak yang menganggap komentarnya itu sebagai bentuk diskriminasi dan ketidaktahuan terhadap keragaman budaya yang ada di masyarakat Amerika. Dan karena komentarnya itu justru warga Amerika jadi membela Zoan di media sosial. Nah, kebencian si Brandon Jill tadi justru itu malah beruntung buat si Zo ya. Karena ya dia dibenci karena budayanya dia ya. Akhirnya orang-orang yang tersinggung yang melakukan hal yang sama dengan Zuhran jadi membela Zuhran. Jadi nambah suaranya Zuhran. Terus geng selain karena bagaimana cara Zo makan yang dikritik oleh rival politiknya dari Pai Republik ini, Zoan juga mengaku bahwa selama masa kampanye dia menerima berbagai serangan yang bersifat pribadi dan berbasis agama. Selain karena bagaimana cara Zo ini makan yang dikritik oleh rival politiknya dari Partai Republik, Zohan juga mengaku bahwa selama masa kampanye dia itu sempat menerima berbagai ee serangan yang bersifat pribadi dan berbasis agama. Termasuk dari iklan kampanye Super Political action Comites ya, yang mana menyiratkan bahwa dia adalah seorang teroris. Zohran menyebutkan bahwa kandidat dari Partai Republik yaitu Curtis Saiva yang menyebutkan tuduhan bahwa dia mendukung jihad global ketika tampil di dalam debat kandidat. Dan itu tidak hanya dialami oleh Zoan, tapi anggota staf kampanyenya juga diteror karena ada tulisan teroris yang disemprotkan di garasi rumahnya. Nah, Zoor ini bahkan menerima saran agar tidak mengungkapkan identitasnya sebagai muslim jika ingin memenangkan pemilu. Dan meskipun begitu, dia mengatakan tidak akan menyembunyikan keyakinannya. Dalam pidatonya dia menegaskan bahwa fokus kampanyenya tetap pada isu keterjangkauan di New York. Meskipun lawan-lawan politiknya terus mengalihkan isu ke arah diskriminasi agama. Beberapa pengamat politik juga ikut buka suara, Geng. Salah satunya Grand Rihair. Dia ini adalah profesor ilmu politik dari Universitas Sirus. Dia bilang kalau kemenangan Mamdani ini kemungkinan bakal memperkeruh hubungan antara Gedung Putih dan pemerintah kota New York. Soalnya Donald Trump dikenal keras kepala dan sering balas dendam ke wilayah yang tidak dukung kebijakannya dia. Jadi bisa aja New York ke depannya mendapatkan tekanan lebih besar dari pemerintah federal, baik dari sisi dana, kebijakan, maupun urusan politik dalam negeri. Nah, tapi geng enggak berhenti sampai di situ aja. Dunia maya, terutama di platform seperti X atau Twitter dengan podcast konservatif, nama Mamdani juga jadi bahan bakar baru untuk para tokoh politik sayap kanan. banyak yang mulai menempelkan label komunis ke dia. Dan Donald Trump sendiri bahkan pernah ngpost Zohran Mamdani adalah komunis gila 100%. Nah, enggak ketinggalan juga ada yang namanya Ben Shapiro, komentator konservatif dari The Daily Wire yang ikut mengompori suasana lewat podcastnya. Katanya ya berita besar hari ini yaitu seorang komunis bakal jadi walikota New York berikutnya. Gila ya kampanyenya sekasar itu loh geng. Nah, terus geng ada lagi Nick Sortor, seorang podcaster konservatif juga menambahkan kalau Zohran bahkan bukan sosialis, dia dikatakan komunis sejati. Nah, ini benar-benar ee digempur dari segala arah lah. Padahal faktanya menurut beberapa akademisi seperti Ana Grismala Bus dari University of Stanford itu mengatakan semua tuduhan itu enggak berdasar sama sekali. Di dalam wawancaranya dia, dia bilang Zohran bukan komunis. Dan memang di politik Amerika, cap komunis itu sudah menjadi senjata klasik untuk menakut-nakuti publik. Semacam jurus lama yang dipakai untuk menjatuhkan politisi progresif yang pengin membela rakyat kecil. Tapi ya e kita tahu sendiri ya bagaimana netizen. Begitu kata komunis itu keluar langsung ramai. Banyak yang percaya mentah-mentah tanpa ngecek dulu. Alhasil citra Zoan di mata sebagian publik langsung campur aduk. Ada yang kagum tapi ada banyak juga yang mulai ragu. Padahal sebagian besar ide Zoan seperti soal pajak progresif, transportasi gratis, dan perumahan terjangkau itu sebenarnya realistis dan pro rakyat. Tapi karena atmosfer politik Amerika yang udah keburu panas, semua itu jadi seperti kebanjiran isu-isu ideologis. Belum lagi dukungan Zohran terhadap rakyat Palestina juga bikin dia diserang dari sisi lain. Nah, New York itu punya populasi Yahudi terbesar di luar Isriwil. Jadi, setiap komentar soal konflik Isriwil Palestin pasti sensitif banget. Banyak kelompok yang menganggap sikapnya terlalu pro Palestina. Bahkan ada yang nuduh dia anti Yahudi. Padahal dia cuma pengin mendorong keadilan kemanusiaan secara umum. Bukan memihak berdasarkan agama atau etnis. Tapi geng ya di politik persepsi itu kadang lebih berbahaya daripada fakta. Masalah lain yang ikut menyeret namanya dia adalah tudingan kalau dia adalah anti Hindu. Wah gila banget. Ada lagi tuduhannya. Beberapa media dan tokoh publik menuduh Mam Dani punya bias terhadap komunitas Hindu di New York. Tapi lagi-lagi tuduhan itu enggak punya bukti kuat dan banyak analis bilang hal itu cuma permainan politik untuk menarik simpati dari kelompok agama tertentu. Selain itu, beberapa politisi senior seperti mantan gubernur Andrew Kuomo juga ikut nyinyir soal hal ini. Mereka bilang Mamdani itu belum berpengalaman dan terlalu radikal untuk jadi pemimpin kota sebesar New York. Nah, menurut mereka program yang ditawarkan oleh Mam Dani seperti pajak tinggi buat korporasi besar dan bis gratis untuk warga. Terdengar bagus di atas kertas aja tapi sulit untuk dijalani di dunia nyata. Jadi kayak cuma ee apa ya? Omon-omon doang katanya. Cuomo ini bahkan sempat bilang New York itu butuh manajer, bukan seorang aktivis katanya. Sebuah sindiran halus tapi cukup menyakitkan. Tapi, Geng, di tengah semua badai kritik itu, Mamdani tetap tenang dan dia enggak pernah ngebalas dengan marah-marah atau bikin drama politik. Justru dia jadi lebih sering ngomongin soal kebijakan dan visi jangka panjang buat kota. Dan di situlah kelihatan banget kalau dia bukan cuma politisi yang numpang tenar, tapi memang punya idealisme yang kuat untuk ngebenirin sistem yang selama ini ya berat sebelah. Namun kritikan yang diarahkan kepada Zohran ternyata juga terkait dia yang merupakan seorang muslim Syiah. Belum lagi dengan status dia yang mendukung kaum lagi bett yang mana ini adalah perilaku yang dilarang di dalam agama Islam. Nah, prinsipnya tersebut sebenarnya juga menuai beragam reaksi dari kalangan komunitas muslim itu sendiri. Di satu sisi, masyarakat muslim Amerika senang dengan terpilihnya Zoran sebagai walikota muslim pertama New York. Dan di sisi lain ada juga yang tidak begitu menyukai Zohor karena dukungannya terhadap kaum lagi BT. Nah, baru kali ini ya ee di New York akan tercipta sebuah gerakan politik yang berjalan beriringan yaitu seorang pemimpin yang memiliki background sebagai Syiah tapi juga sangat mendukung lagi BT. Nah, meskipun begitu geng, masyarakat New York yang memang cenderung lebih progresif mayoritasnya mendukung Zohran Mamdani dengan segala visi misi yang dia sampaikan ketika kampanye. Nah, apakah pada akhirnya agenda lagi BT ini bakal ee lebih banyak lagi di New York dibandingkan sebelumnya? Ya, kita enggak tahu nih. Kita lihat aja bagaimana ee perkembangan atas kepemimpinan Zoan Mamdani nantinya. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai Zoor Mamdani yang menorehkan sejarah baru bagi New York karena menjadi walikota muslim pertama di kota tersebut. Gimana geng menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tuliskan komentar di bawah.