2 GADIS KELAPARAN DI SEBELAH JAS4D IBU YANG MEMBU*SUK ! 1 BULAN TANPA MAKAN KARENA WASIAT IBU
oh7LRGNAjuQ • 2025-11-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, hari ini kita akan kembali membahas tentang isu-isu sosial yang ada di negara kita Indonesia. Ah, kenapa belakangan gua banyak banget ngebahas hal-hal yang terjadi dari dalam negeri? Karena ee beberapa kali ya gua cek gitu, Teman-teman kreator. Nah, kebanyakan dari teman-teman kreator mungkin mengangkat kasus-kasus dari luar. Nah, gua melihat wah kayaknya kasus di dalam negeri juga harus kita rangkum nih supaya apa ya? Supaya pemberitaannya tidak simpang siur. Dan ditambah lagi ya seperti yang kita tahu terkadang ada beberapa media yang memberitakan hal yang itu-itu terus gitu ya dan eh banyak tuduhan kalau media mainstream katanya memberitakan sesuatu untuk pengalihan isuah atau apalah gitu. Jadi di sini gua mencoba untuk membahas isu-isu lain, isu-isu yang mungkin teman-teman pengin dengar tapi versi lengkap dan teralur gitu ya, yang tidak sepotong-sepotong. Nah, jadi hari ini gua pengen membahas sebuah kejadian tragis yang membuat hati kita benar-benar gimana ya. Kayak kalau lu punya perasaan mungkin lu bakal ngelus dada habis-habisan deh. Jadi kemarin tuh ya kita kan baru banget ngebahas tentang seorang pria yang bernama Arjuna yang harus meregang nyawa hanya karena dia tidak diperbolehkan tidur di dalam masjid. Nah, ini salah satu isu sosial di negara kita nih. Sebelumnya lagi kita juga membahas kisah seorang pria yang bernama Randika yang hidup berpindah-pindah sampai mengaku kalau dia pernah maling motor e supaya dia bisa tidur dan makan di dalam penjara. saking dia gak tahu harus ke mana, saking dia kesepiannya, gak ada yang membantu, gak ada yang menolong, dan akhirnya dia meninggal dunia dalam kondisi ee kelaparan. Seorang pemuda ditemukan dunia di Cilacap, Jawa Tengah dan diduga karena kelaparan. Diketahui pemuda tersebut bernama Randika Alzatria Syaputra yang berusia 28 tahun. yang ditemukan tab teras rumah warga pada pertengahan Oktober 2025 lalu. Jadi di sini pasti timbul pertanyaan, apakah dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini membuat orang-orang Indonesia itu sudah jadi ee apa ya eh careless atau bisa dikatakan tuh minim kepedulian. Kita tidak lagi mau tahu atau mungkin takut untuk tahu kondisi saudara-saudara kita di sekitar karena tidak ingin menjadikan itu sebagai beban di dalam hidup kita. ya, karena kita sendiri juga punya beban. Paham enggak maksud gua? Kayak lu sekedar nanya, "Eh, kamu udah makan belum?" Nah, itu udah semacam budaya yang hilang di masyarakat kita. Karena takutnya ketika kita tanya, "Uhudah makan belum?" Dia jawab belum, kita punya tanggung jawab untuk ngasih dia makan. Kita punya tanggung jawab untuk mempersilakan dia, ya udah makan nih di rumahku. Padahal kita sendiri sedang kesusahan. Nah, hal itu semacam mulai pudar di tengah-tengah masyarakat kita. Nah, hari ini ya gua bakal membahas nih salah satu kisah yang lain yang membuat hati kita terenyuh dan mempertanyakan apakah di muka bumi ini rasa peduli terkhususnya di Indonesia sudah tidak ada lagi? Jadi, ini dialami oleh ee kakak beradik yang ditemukan dalam kondisi lemas di samping jenazah ibunya. Nah, kalian enggak salah dengar? Iya. Mereka kondisinya lemas, kayak enggak ada tenaga dan dikarenakan tidak makan berhari-hari di samping jenazah ibunya. Kakak beradik di Kabupaten Kendal didapati [musik] lemas di samping jen ibunya. Mereka bertahan hidup hanya dengan minum air putih selama hampir 1 bulan. Diduga mereka berdua ini sudah tidak makan hampir sebulan dan beruntungnya kondisi mereka segera diketahui oleh tetangga sekitar. Karena kalau saja terlambat mungkin nyawa mereka udah tidak akan tertolong. Nah, karena udah dua kasus sebelumnya yang menunjukkan betapa kita manusia di Indonesia semakin tidak ada rasa peduli untuk menolong atau untuk ee apa ya, sekedar ingin tahu kondisi orang-orang di sekitar kita. Padahal mungkin ya pertolongan kecil dari kita bisa menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka. Nah, di dalam kasus ini gua bakal merangkum untuk kalian apa sih penyebab dari dua kakak beradik ini? ee bisa mengalami hal tersebut. Mengapa mereka enggak makan sampai hampir sebulan? Dan kenapa tidak ada warga sekitar yang menyadari kondisi ini? Nah, yang lebih membuat penasarannya lagi apa yang sebenarnya terjadi terhadap ibunya. Meninggal berhari-hari di sebelah kedua anaknya dan anaknya tidak makan sama sekali. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jiri. [musik] Geng, geng. Oke, untuk pembahasan pertama kita akan awali tentang kronologi bagaimana mulanya ditemukan dua kakak beradik yang lemas di samping jenazah ibu mereka ini. Jadi, geng insiden ini terjadi di Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tengah. Pada hari Sabtu tanggal 1 November 2025. Di saat itu warga sekitar mencium adanya aroma tidak sedap yang begitu menyengat. Rasanya seperti ada bangkai yang apa ya berada di sekitar rumah warga lah gitu. Mungkin pada awalnya bau tersebut cuma sekelebat yang dibawa oleh angin gitu. Orang berpikir kayak gitulah. Tapi semakin lama baunya semakin intens yang sulit untuk diabaikan. Dan tentunya jika sudah ada bau-bau yang tidak sedap seperti ini, sulit untuk orang-orang bisa mewajarkan atau memaklumi. Apalagi kalau baunya begitu kuat. Orang-orang udah curiga aja ini pasti ada yang tidak beres. Untuk itu, warga sekitar mencoba mencari sumber bau tersebut. Setelah berkeliling mencari, perhatian warga tiba-tiba tertuju pada sebuah rumah. Yang mereka tahu rumah tersebut milik seorang warga yang bernama Setia Ningsih. Usianya 51 tahun. Warga ini yakin kalau mereka tidak salah tempat, pasti bau busuk ini yang mereka hirup bersumber dari rumah Setian Hingsih. Rasa yakin tersebut seketika berubah menjadi rasa cemas karena ditakutkan ada sesuatu yang tidak beres atau tidak diinginkan terjadi kepada si ibu tersebut atau keluarganya. Nah, warga lalu memantapkan diri ya, mencoba memberanikan diri untuk mendatangi dan masuk ke dalam rumah Setia Ningsih. Sebelum mereka masuk ke rumah aja, warga tuh udah ngelihat ada hal yang aneh dari rumah tersebut. Mereka lihat adanya kerumunan lalat yang apa ya ee berkumpul di dekat jendela kaca rumah. Nah, enggak salah lagi nih, berarti bau busuk itu memang berasal dari dalam rumah. Tapi apa yang menyebabkan bau tersebut ada di dalam rumah? ya orang normal enggak mungkin dong kayak menumpuk bangkai atau ya ada penyakit orang-orang yang suka menumpuk sampah tapi baunya enggak akan segitu. Kalian pernah tahu kan ada tuh kayak sindrom apa gitu ya e anak kos atau orang-orang yang tinggal di kontrakan suka menimbun sampah itu banyak kejadiannya. Ini gua kasih lihat videonya itu kan biasanya tidak akan menyebabkan ee bau yang benar-benar parah kayak gini ya. Dan kita tahu sebau-baunya bangkai paling bau itu adalah bangkai manusia ya. Jenazah manusia, jasad manusia yang sudah membusuk itu paling bau gitu. Nah, di situlah mereka tuh udah mulai kayak wah berasumsi-asumsi liar. Namun, warga tidak akan pernah tahu jawabannya kalau mereka tidak masuk ke dalam rumah. Jadi, mereka dengan mengumpulkan segenap keberanian membuka pintu depan rumah tersebut. Tapi, Geng, ketika mereka sudah membuka, ken pintu, pintunya ternyata enggak bisa dibuka. Kayak terkunci dari dalam gitu nih, Geng. Nah, dan si warga ini tuh sampai nahan nafas. Wah, parah banget deh. Makin dekat tuh makin gila baunya. Dan enggak cuma terkunci dari dalam, dari kesaksian warga dikatakan pintu tersebut juga diganjal dari dalam menggunakan kursi. Jadi di sana warga mencari cara untuk membuka pintu tersebut dan singkat cerita, perlahan-lahan pintu mulai terbuka dan warga kemudian menemukan. Ada dua anak perempuan yang merupakan anak dari Setia Ningsih yang bernama putri Setia Gita Pratiwi yang umurnya 23 tahun dan Intan Ayu Sulistiowati berumur 17 tahun. Kebayang ya udah dewasa udah lagi bukan anak di bawah umur yang satu 17 tahun baru saja menginjak umur dewasa untuk versi orang Indonesia dan 23 tahun sudah di atas umur orang dewasa udah akhir balik. Jadi udah bisa berpikir sebenarnya kedua anaknya ini. Dan yang membuat warga semakin syok adalah ternyata kedua anaknya ini terkulai lemas di samping jenazah Setia Ningsih yang sudah dalam kondisi maaf ya. Nah, namun ada informasi lain yang menyebutkan jika kedua anaknya yang bernama Putri dan Intan ini e sebenarnya tidak ditemukan persis di samping jasad Setia Ningsih, melainkan warga cuma melihat mereka berdua aja pada awalnya. Mereka tuh enggak nemu jasad si ibunya. Dari situ warga bertanya nih kepada si Putri ee kalau ibu mereka ada di mana? Dan putri yang dalam kondisi lemas berusaha sekuat tenaga untuk menjawab kalau ibunya berada di dalam. Nah, ini cerita versi lainnya. Kita enggak tahu ya. Terkadang ada media yang melebih-lebihkan, ya kan. Terkadang ada media yang ya membuat cerita ini semakin dramatis ya. Bilangnya kedua anaknya itu berada persis di samping jenazah ibunya. Tapi kayaknya agak enggak masuk akal karena baunya aja udah enggak sedap. Kedua anaknya udah enggak makan berhari-hari sepertinya ya. Mungkin ibunya ada di kamar, anaknya ada di ruang tamu mungkin kayak gitu ya. Tapi untuk kalian yang e tinggal di daerah sana ya, yang nonton video ini, kalau misalkan kalian lebih tahu tentang ceritanya, boleh tinggalkan komentar di bawah ya, Geng untuk mengkoreksi segala kekeliruan di dalam penjelasan gua ini. Oke. Nah, kita lanjutkan. Di saat itu ya setelah si warga ini menanyakan kepada putri ibu mereka ada di mana, warga itu pun langsung lebih dalam masuk lagi mencari keberadaan Setia Ningsih. Pada saat itulah mereka melihat Setia Ningsih sudah dalam kondisi yang mengenaskan, sudah tidak bernyawa lagi dan dalam keadaan yang sudah maaf nih. Terus, Geng, mendapati hal tersebut, warga itu kemudian segera memanggil polisi melaporkan kejadian ini, meminta pertolongan polisi, memanggil ambulans agar bisa mengevakuasi jenazah Setia Ningsih. Karena di saat itu semua orang panik ya. Bingunglah. Ngelihat jenazah udah dalam kondisi kayak gitu ngelihat anaknya lemas. Orang-orang jadi mikir, "Ini apa? Ini kan kejadian yang enggak biasa. Ini di Indonesia lagi ini ada apa? Dua orang anak gadis sudah dewasa ya berada di dalam rumah terkunci lemas terus ada jenazah ibunya. Apa yang terjadi? Enggak mungkin dong mereka ini enggak tahu apa-apa. Kecuali mereka anak kecil. Mereka udah tahu kan caranya meminta tolong. Mereka tahu harus berbuat apa. Seharusnya kayak gitu. Di saat itu, Geng, Putri dan Intan ini langsung dilarikan ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Boja Kendal untuk mendapatkan pertolongan karena udah lemas banget, udah dehidrasi, kelaparan. Nah, setelah mereka menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, dokter dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bojak Kendal yang bernama Arfa Bima Viriskina, dokter yang bertanggung jawab untuk merawat putri dan intannya. Beliau menyebutkan kondisi kedua anak gadis ini ditemukan lemas oleh warga disebabkan karena mereka yang tidak makan hampir sebulan. Gimana tuh ya? Hampir sebulan enggak makan. Kita 2 hari aja udah pusing. Iya. Aduh enggak sadarsaknya. Kalau yang kakinya masih masih sadar ya. Masih bisa komunikasi. Masih bisa komunikasi. Lebih tepatnya mereka berdua sudah tidak makan apapun selama 28 hari. Mereka selama itu cuma minum air aja geng. Dan itu juga bukan air mineral atau ee air bersih, melainkan mereka minum air sumur mentah dari rumahnya yang kemudian direbus. Nah, selain itu dokter Arfa juga mengungkap ketika mereka pertama kali dibawa ke rumah sakit keduanya udah dalam kondisi yang apa ya? Kayak ya tubuh kayak tubuh cuma sisa nyawa aja gitu. Benar-benar udah enggak ada tenaga. Bahkan Intan sudah tidak sadarkan diri, Geng, ketika itu. Dan setelah dilakukan pemeriksaan awal, kedua korban tidak mengalami kekurangan kadar gula meskipun sudah tidak makan hampir 1 bulan lamanya. Nah, meskipun begitu Putri dan Intan mengalami dehidrasi dan ada indikasi mereka berdua mengalami gejala gangguan psikis akibat tekanan serta isolasi sosial yang berkepanjangan. Doter Arfa ini melanjutkan lagi nih keterangannya dari pihak rumah sakit itu masih kesulitan untuk proses asesmen karena keterangan dari putri selalu berubah-ubah. Jadi kayak orang yang apa ya, mungkin karena udah enggak makan-makan jadi halusinasi gitu, Geng. Nah, sedangkan Intan mengalami kesulitan berbicara. Oleh karena itu, pihak rumah sakit itu masih akan fokus untuk memulihkan kondisi fisik dari Putri dan Intan. Karena misa atau ditanya dokter itu jawabannya berubah-berubah. Kemungkinan besar saudaranya. Iya. Curikan ada gangguan psikiatri. di tempat kami kebetulan memang belum ada dokter psikiatri yang dan di sisi lain pihak rumah sakit juga bakal terus membantu ee memantau kondisi psikis keduanya dan sudah berkoordinasi dengan dokter psikiater geng pasti timbul pertanyaan paling besar ya yang bikin kita penasaran adalah kondisi ibunya Setia Ningsih yang pastinya akan menimbulkan tanda-tanya besar di dalam hati kita apa yang sebenarnya terjadi sudah sejak kapan beliau ini meninggal dunia Dan apa penyebabnya? Dan berdasarkan keterangan dari polisi nih, Geng, ya. Melalui Kapolsek Boj yaitu AKP Budianto. Dari pemeriksaan yang dilakukan, ya Setia Ningsih ini meninggal dunia bukan karena disebabkan adanya aksi kriminal, aksi penghilangan nyawa atau ada pelakunya gitu ya. Karena ternyata tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya. Kondisi jenazahnya juga sudah dalam keadaan yang membusuk. Menurut pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas Boja, Setia Ningsih diperkirakan sudah meninggal sejak 7 hari katanya sebelum akhirnya ditemukan. Nah, jadi ini agak membingungkan buat kalian ya. Anaknya udah enggak makan selama 1 bulan ya kan di sebelah jenazah ibunya. Tapi ibunya dikatakan baru meninggal sejak 7 hari. Nah, ini gua jelaskan sedikit nih. Jadi, geng anaknya itu udah enggak makan sejak ibunya itu masih hidup. Jadi, mereka itu berada di samping ibunya sejak ibunya masih hidup dan mereka di saat itu enggak makan. Nah, mulai dari situ tuh sampai akhirnya ibunya meninggal mereka juga tidak makan gitu, Geng. Diduga nih, Geng, ya. Setia Ningsih ini meninggal dunia karena menderita sakit. Dan dari dugaan awal, Putri dan Intan sengaja ingin ikut meninggal bersama dengan ibunya. Karena saking sayangnya, enggak tega lihat ibunya, mereka enggak bisa hidup di dunia ini tanpa ibunya. Mereka memilih untuk ya udah deh meninggal bareng. Itu dugaan awal. Dan kesimpulan awal itu bisa diambil mengingat fakta bahwa pintu rumah sengaja dikunci dari dalam. Sementara mereka yang masih berada di dalam rumah, mereka juga memilih untuk tidak makan sama sekali. Yang mana hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kedua anaknya ini ingin ikut meninggal juga bersama sang ibu gitu, Geng. Ini benar-benar kasus yang miris banget. Kasus yang hampir kejadiannya seperti terjadi di Kalideres. Ingat enggak? Kita sempat sempat membahas nih ya, nyari store ulang nih kasus. Jika saja warga terlambat masuk ke dalam rumah, gak tahu lagi deh apa yang bakal terjadi dengan Putri dan Intan. Mungkin sudah tidak ada lagi di dunia. Kalau kalian penasaran dengan kasus kalideres, ini gua tampilin. Kalian boleh nonton. Ada kesamaan enggak dengan kasus ini? Coba deh kalian dengarkan. Terus, Geng, jika saja evakuasi ini dilakukan lebih cepat lagi, ya evakuasi terhadap keluarga ini, mungkin Setia Ningsih bisa dapat tertolong. Nah, namun dari penemuan Putri dan Intan ini menjadi ee apa ya? Timbul sebuah pertanyaan besar. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Setia Ningsi serta kedua anaknya? Kenapa dia sakit kok seolah-olah kayak dibiarkan begitu aja? Apakah tidak ada keluarga atau saudara-saudara yang mencari mereka yang mempertanyakan kondisi ee Setia Ningsih? Biasanya kan kalau ada yang sakit kayak gini, keluarga pasti mencari tahu dong. Atau enggak usah jauh-jauh deh, suaminya Setia Ningsih ini ke mana? Itu kan dia punya anak, udah pasti dia punya suami gitu. Dan yang paling bikin kita penasaran adalah selain mereka ggak dicariin sama keluarga atau saudaranya, mengapa ketika Setia Ningsih mereka lebih memilih untuk mengurung diri di dalam rumah sampai tidak makan hampir sebulan dibandingkan harus meminta pertolongan kepada orang lain. Kalau memang keluarga atau sanak saudaranya enggak peduli, kan masih ada tetangga. Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan mengenai kondisi keluarga Setia Ningsih. Apa sih yang mereka alami sampai mereka harus berada di dalam situasi ini? Jadi, Geng, ada beberapa isu ya yang mengatakan, "Apakah ini kejadiannya sama seperti Kalideres yang sebelumnya sempat gua ucapkan?" Mengingat pola yang dilakukan itu mirip banget, sama-sama mengurung diri, sama-sama tidak makan, dan sepertinya menunggu agar mereka semua persatu meninggal dunia. Nah, kalian mungkin udah nonton tadi ya, gua udah tunjukin videonya yang mana. Boleh searching langsung di channel Kamar Jerry udah pernah kita bahas di dalam kasus ini ya. Putri yang sudah semakin membaik setelah mendapatkan perlawatan intensif di rumah sakit akhirnya bisa diajak untuk berbicara. Dia menyampaikan alasan kenapa dia dan adiknya [musik] Intan melakukan hal ini. Nah, Putri ini menceritakan secara detail. Jadi, dia menyebutkan jika ibunya Setia Ningsih itu jatuh sakit tepat pada tanggal 4 Oktober. itu awal mulanya tuh. Terus gak dijelaskan dengan detail ibunya ini sakit apa. Tapi yang jelas ibunya ini jatuh sakit di tanggal itu. Dan mulai dari situlah kondisi kesehatan ibunya semakin lama semakin menurun secara drastis. Hingga pada akhirnya Setia Ningsi ini dinyatakan meninggal 9 hari kemudian, tepatnya di tanggal 13 Oktober 2025. Sejak saat itulah, Geng, Putri dan Intan menutup rumahnya rapat-rapat. Bahkan ketika mereka kelaparan, mereka memilih untuk tidak pernah menyentuh pintu dan menghilangkan rasa lapar tersebut dengan minum air sumur yang direbus tadi. Tapi apa yang melandasi aksi ekstrem kedua putri dari Setia Ningsih ini? Padahal makanan adalah kebutuhan paling penting untuk mereka, ya kan? Nah, bahkan banyak kasus-kasus di mana orang-orang terpaksa mencuri cuma untuk ya mengganjal perutnya. Tapi mereka memilih untuk ya udah deh kita tahan lapar. Dan mereka melawan insting manusia untuk bisa bertahan hidup. Yang mana kalau lapar itu bakal melakukan apapun untuk bisa kenyang. Berarti secara enggak langsung ya Putri dan Intan ini melawan naluri mereka sendiri. Sebagai manusia dari ceritanya Putri apa yang dia lakukan dan adiknya itu bukanlah idenya, bukan dari keinginannya, melainkan katanya ya ini adalah larangan yang disampaikan oleh sang ibu Setia Ningsih di saat-saat Setia Ningsih ini akan menghadapi ajalnya. Nah, ini bahayanya nih, Geng. Ya, kalau salah-salah dalam menyampaikan sesuatu salah diartikan oleh anaknya, akhirnya begini [musik] jadinya. Jadi, Geng yang dikatakan oleh Putri dan Intan mereka ini disampaikan oleh ibunya saat ibunya sakit mereka tidak boleh meminta tolong atau bantuan kepada warga sekitar. Tuh, wasiat terakhir ibunya tuh. Alasannya karena Setia Ningsi ini enggak mau ada yang mengetahui kondisi keluarga mereka sebab hal tersebut bisa merepotkan tetangga. Wah. Jadi penuh tanda tanya ya maksudnya penuh tanda tanya tuh gini. Apa yang mendorong Setia Ningsih ini kok kayak enggak mau ngasih tahu kondisi keluarganya seperti itu? Apakah ada sesuatu yang dia lakukan semasa hidupnya sehingga dia gengsi atau mungkin dia malu untuk memberitahu tetangga kondisi dia di saat itu atau gimana? Nah, ini patut dicari tahu juga nih. Bahaya banget ya. Entah mungkin dia pernah mengucapkan sesuatu, entah dia mungkin pernah berbuat sesuatu yang membuat dia merasa ya kondisi keluarganya ini adalah sebuah aib yang enggak bisa diberitahu ke orang-orang atau justru mungkin dia introvert banget yang memang pemalu, yang memang tidak enakan, enggak mau ada orang yang tahu dia susah gitu apa gitu kali ya. Ini benar-benar enggak masuk di akal gua, Geng. Mungkin kalian punya opini sendiri boleh tinggalkan komentar di bawah, Geng. Terus, Geng ya, kemungkinan besar dari kasus ini Putri dan Intan anak dari Setia Ninsi adalah tipe anak yang sangat penurut menuruti perintah dari ibunya sehingga meskipun kondisinya sangat berpotensi untuk mengancam nyawa mereka, mereka tetap patuh dengan larangan Setia Ningsih sang ibu di detik-detik terakhir hidupnya. Sejak ibunya berwasiat seperti itu, mereka tidak lagi keluar rumah. Mereka cuma minum air sumur yang direbus sejak tanggal 4 Oktober hari yang sama di saat Setia Ningsih jatuh sakit. Mereka masih meminum air sumur rebus itu hingga mereka pada akhirnya ditemukan oleh warga. Dan para warga sekitar juga tidak pernah tahu apa yang sebenarnya dialami di balik tembok rumah Setia Ningsih. Memang pada saat itu suasananya sangat sepi dan tidak pernah ada lagi yang terlihat keluar masuk dari rumah tersebut. Tapi yang membuat ini semua terbongkar adalah bau busuk dari jasad setia Ningsih yang sudah berhari-hari. Mungkin ya selama ini tuh tetangganya itu mencoba berpositive thinking. Ke mana keluarga ini kok enggak pernah kelihatan ya. Mereka berpikir mungkin Seti Ningsi dan kedua anaknya sedang pergi berlibur ke luar kota atau belum balik ke rumah. Enggak ada yang tahu. Nah, makanya inilah fungsinya kalau kita tuh dekat dengan tetangga ya, Geng. Ketika kita mudik atau keluar kota, liburan, hal yang paling utama yang harus kita lakukan adalah menitipkan rumah kita ke tetangga. Itu enggak apa-apa banget ya. Menghindari ada maling yang pertama. Yang kedua, kalau kita enggak balik-balik kita bisa dicariin. Mereka tahu harus mencari ke mana. Karena itu kan janggal kalau enggak pulang-pulang. Misalkan lu ngomong ke tetangga, "Eh, aku budik dulu 3 hari, ya." Nah, itu lewat dari 3 hari tetangga lu bakal bertanya-tanya, "Ke mana nih orang?" Pasti bakal dichat, "Bu, jadi balik enggak?" "Udah 3 hari nih." Pasti. Makanya harus baik-baik sama tetangga, Geng. Cuma ya, Geng, ya, apa yang terjadi di dalam rumah Setia Ningsih ini benar-benar ironis banget sekaligus menyedihkan. [musik] Gua yakin banget para tetangganya itu punya trauma tersendiri. Mereka pasti bakal tidak pernah bisa lupa dengan kejadian ini. Dan gua yakin banget para tetangganya bakal lebih peduli lagi satu sama lain dengan tetangga mereka yang lain. Pasti bakal ditanyain terus, "Ibu sakit enggak? Ibu lapar enggak? Ibu apa?" Pasti gua yakin. Karena kenapa? Kejadian kayak gini 1000 banding 1 di Indonesia jarang terjadi. Tapi sekalinya terjadi ini para warganya gua yakin 1000% bakal merasa bersalah banget. Seandainya mereka tahu. Ya, ya mereka kan bukan enggak peduli tapi karena mereka enggak tahu. Tapi seandainya mereka tahu mungkin Setia Nisih di saat ini masih hidup dan anak-anak mereka tidak dalam kondisi itu. Gua yakin sekali. Di saat itulah ya warga sangat yakin Putri dan Intan karena menerima wasiat dari sang ibu mereka memang sedang menunggu waktunya mereka ikut dengan sang ibu ya meninggal dunia. Tapi geng ya masih ada pertanyaan yang belum terjawab dari kasus ini. Kalau memang Putri dan Intan tidak meminta tolong dan tidak makan apapun karena dilarang oleh ibunya, apa alasan dari sang ibu melakukan hal itu? Ya kan? Tadi kita udah tebak-tebak apa mungkin gengsi, apa mungkin ibunya introvert dan lain-lain. Ada juga yang membuat rumor ya, dikatakan gara keluarga Setia Ningsih ini adalah termasuk keluarga kurang mampu dan mungkin selama hidupnya selama ini mereka sudah sering merepotkan tetangga. Makanya Setia Ningsih bilang tidak mau merepotkan tetangganya lagi. Tapi dari informasi yang dapat nih, Geng. Suami dari Setia Ningsih, ayah dari Putri dan Intan ternyata sudah meninggal terlebih dahulu pada tahun 2017 di Kalimantan. Nah, pasca ayahnya meninggal dunia inilah keluarga Setia Ningsi bertahan hidup mengandalkan uang pesangon dari sang ayah yang dulu bekerja di perkebunan sawit yang ada di Kalimantan. Sebelum tinggal di Bojak Kendal, Setia Ningsih dan kedua putrinya tinggal di daerah Semarang. Selama berada di sana, Setia Ningsih ini enggak bekerja. Beliau cuma membantu masak untuk kakaknya. Terus dia mungkin kayak diupah kecil-kecilan. Nah, sejak meninggalnya sang ayah ya putri Intan dan ibunya Setia Ningsih memutuskan untuk pindah ke Boja di tahun 2019 itu. Kemudian ada keterangan nih dari seseorang yang bernama Watch Tony yang merupakan kepala desa bebengan yang menceritakan kalau Seti Ningsi ini ternyata bukanlah orang yang jarang berbaur. Beliau ternyata dikenal oleh tetangganya karena dia memang orang yang supel, mudah bergaul sekaligus aktif di dalam kegiatan desa seperti salah satunya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK. Nah, ini kan aneh ya. Orang seaktif itu, orang yang sering berkumpul, bergaul dengan para tetangga, kok bisa tetangganya enggak ngeh ketika dia sakit, ketika dia tidak hadir di tengah-tengah mereka. Nah, tapi memang nih, Geng, menurut penjelasan Wastoni tadi, dia mengakui kalau ya Setia Ningsih itu eh beberapa kali ditemukan kayak memiliki gelagat yang berbeda. Yang mana ini cukup aneh karena tidak biasa dilakukan oleh Setia Ningsih dan juga kedua anaknya. Jadi, Seti Ningsih ini sendiri mulai jarang keluar rumah. Jadi, perlahan-lahan dia kayak mulai menarik diri dari lingkungan sekitar. Tapi walaupun rumornya dikatakan dia orang kurang mampu, tapi menurut Wastoni ini dia melihat kalau Setia Ningsih ini selama berada di sana itu seperti bukan orang yang kekurangan. Tetangga sekitar juga menilai kalau Setia Ningsi merupakan golongan orang mampu karena memang ada uang pesangon dari almarhum suaminya. Dan hal ini bisa terlihat ketika tetangga memperhatikan Setia Ningsih yang setiap bulannya membeli bahan makanan menggunakan beca. Itu artinya dia punya cukup uang menurut tetangganya. Dan Wastoni sendiri baru mengetahui Setia Ningsih yang meninggal dunia setelah ada warga yang melaporkan kepada dia setelah kejadian warga mencium bau busuk dan mendobrak rumahnya Setia Ningsih. Nah, ketika mendapatkan kabar tersebut, Wasoni ini langsung menghubungi polisi untuk bisa membantu proses evakuasi [musik] jasad dari Setia Ningsih sekaligus membawa kedua putrinya, Putri dan Intan untuk diberikan pertolongan gitu, Geng. Selain itu, Geng, Wastoni juga pernah bercerita, Putri anaknya Setia Ningsih sebenarnya pernah keluar rumah, Geng, untuk membeli roti seharga Rp100.000 di toko kelontong yang ada di dekat rumahnya Wastoni pada hari Jumat tanggal 3 Oktober 2025. Berarti itu 1 hari sebelum sang ibu jatuh sakit. Roti tersebut katanya bakal dimakan bareng sama adiknya Intan dan juga ibunya Seti Ningsih. Dan itulah kali terakhir warga melihat putri anak dari Seti Ningsih keluar dari rumahnya. Dan sejak saat itu, rumah Setia Ningsi selalu tertutup rapat dan tidak pernah terdengar lagi suara dari dalam. Cuma, Geng, warga memperhatikan kalau lampu di rumah Setia Ningsih masih menyala saat malam hari. Mungkin itu yang menjadi tanda bagi warga kalau masih ada orang di dalamnya. Cuma yang anehnya nih, Geng. Lampu tersebut tidak dinyalakan sepanjang malam. Tapi setelah jam 09.00 malam, lampunya dimatikan lagi. Mematikan lampu saat malam hari itu masih terlihat masuk akal. alasannya ya mungkin untuk menghemat listrik atau pengin tidur. Jadi mungkin gara-gara itu warga sekitar berpositive thinking kalau ya kehidupan di dalam rumah tersebut masih berjalan dengan normal, tidak [musik] ada yang terjadi atau tidak ada yang aneh-aneh. Namun seperti yang aku katakan sebelumnya, salah satu hal yang mencurigakan adalah kenapa tetangganya tidak pernah bertanya-tanya soal ketidakhadiran Setia Ningsih di tengah-tengah kegiatan mereka lagi. Padahal kan dia dikenal cukup aktif. Nah, itu tuh makanya dari awal gua mention seolah-olah tuh kayak kita tuh ee orang Indonesia sekarang sudah mulai kurang rasa pedulinya gitu. Ada orang yang tidak terlihat lagi di hadapan kita, kita jarang bertanya ke mana dia? Sehatkah dia? Karena ya itu tadi kita sudah terlalu sibuk, kita sudah terlalu panik dengan tekanan ekonomi ya kondisi ekonomi masyarakat kita kayak sekarang. Untuk mikirin orang lain udah enggak sempat. Mikirin diri sendiri aja udah puyeng. Itulah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Dan ini memang cukup aneh ya, Geng. Kalau kita lihat ya, biasanya warga yang ada di daerah-daerah kayak gini bukan di kota, [musik] hidupnya kan lebih guyub, lebih rukun, lebih sosial. Kalau ada satu orang yang biasanya terlihat tiba-tiba enggak terlihat lagi, pasti ada satu di antara 10 orang yang langsung inisiatif untuk mencari tahu, kepo dengan keberadaan warganya yang hilang itu. Apalagi kalau warganya dikenal aktif. Nah, rasanya aneh banget ya kalau warga di sana terkesan tidak tahu apa-apa dan diam aja. Dan enggak heran ketika kasus ini diangkat oleh media, publik ya atau netizen menilai kalau warga serta perangkat desa semacam tidak peduli dengan Setia Ningsi dan keluarganya. Ya, sedih banget ya dengan rumor ini. Namun geng, kabar tersebut ternyata dibantah nih oleh Wastoni tadi. Beliau [musik] menyebutkan jika wargalah yang menemukan jenazah Setia Ningsih sampai proses pengurusan ee jenazah itu ya dibantu oleh warga. Lalu geng, setelah kasus ini mencuat dan viral, pemerintah kabupaten itu bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada Putri dan Intan anak dari almarhumah Seti Ningsih. Bupati Kendal yang bernama Dia Kartika Permanasari itu menjenguk kakak beradik tersebut yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Boja. Beliau tidak datang sendiri, namun didampingi oleh Muntoha selaku e kepala Dinsos Kabupaten Kendal. Butika ini prihatin atas kejadian tersebut dan pada saat beliau berkunjung, kondisi fisik dari putri sudah benar-benar berangsur membaik. Meskipun terkadang kondisi psikisnya masih belum begitu stabil ya. Semacam ada trauma di dalam batinnya. Awalnya putri ini susah untuk diajak berkomunikasi. Namun belakangan sudah bisa ee berkomunikasi walaupun memang kadang masih sering berubah-ubah gitu statement-nya seperti yang dijelaskan oleh Dr. Arva sebelumnya. Dan hal ini disebabkan karena kondisi psikis dan fisiknya yang masih belum bisa menerima apa yang baru saja dia alami. Nah, Butika juga menambahkan langkah pertama yang beliau lakukan adalah melakukan pendataan ke pesertaan BPJS aktif. Hanya membutuhkan waktu sehari saja BPJS untuk Putri dan Intan sudah aktif dan bisa langsung digunakan untuk perawatan mereka. Hm, gitu, Geng. Dan selain melakukan pendataan ke pesertaan BPJS ya pihak ee pemerintah ini juga bakal menjamin kehidupan keduanya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Boja. Ya, Putri dan Intan bakal ditempatkan di Panti Margi Utomo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Khusus untuk Intan karena kondisinya lebih parah dibandingkan kakaknya Putri ya. Dia mengalami keterbelakangan mental ya. Dibutuhkan perlakuan khusus untuknya. Sementara Putri bakal diberikan pelatihan selama berada di sana. Misalkan kayak kegiatan untuk menjahit yang nantinya bakal berguna untuk skill-nya Putri agar dia bisa bekerja gitu ya. Dan dari kejadian ini Butika menghimbau agar perangkat desa lebih peduli dan memperhatikan lagi warga mereka yang mungkin mulai ee memperlihatkan gelagat perubahan dalam bersosial. Nah, misalnya ya yang awalnya aktif ikut berkegiatan, tiba-tiba enggak pernah keluar rumah atau awalnya sering berkomunikasi dengan warga tapi tiba-tiba berubah menjadi tertutup. Nah, itu patut ditanyakan ya kan? Hal yang paling umum kita temukan, permasalahan di warga kita sekarang itu, Geng, ya, yaitu terlilit hutang. Banyak banget kan orang-orang di tetangga-tetangga kalian yang terlilit hutang atau mungkin tiba-tiba stres gara-gara judul. Nah, itu banyak banget. Makanya untuk perangkat desa itu saat ini harus waspada sekali. Kalau ada terlihat warganya yang gelagatnya udah aneh, mending langsung dirangkul karena takutnya nanti malah ya melakukan aksi mengakhiri hidup yang repot. kalian juga kalau di lingkungan kalian udah ada yang kayak gitu, salah satu hal paling dekat yang bikin kita ketakutan itu adalah nanti gentayangan, ya kan? Nah, yang repot kalian juga, Geng. Makanya semoga untuk ke depannya hal-hal kayak gini bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Nah, namun, geng, diingatkan juga nih bahwa hal-hal kayak gini bukan cuma tugas bagi perangkat desa, tapi ini juga tugas bagi warga masyarakat sekitar karena merekalah yang tinggal di dekat orang-orang ee tersebut gitu ya. orang-orang yang mengalami gangguan psikis, orang-orang yang mengalami ee gangguan apa terhadap mental gara-gara punya hutang atau punya problem gitu. Nah, sehingga peran masyarakat tuh berguna banget, harus berperan banget agar bisa lebih mengetahui kondisi ini yang mana mereka bisa melihat secara langsung setiap hari. Nah, intinya jangan sampai terlambatlah ya. Jangan sampai terlambat kalian peduli dengan kondisi sekitar kalian. Kalau sudah terlambat seperti ini, yang menyesal justru kalian juga. Ya memang mungkin ini bukan keluarga kalian, tapi kalau kejadiannya berada di tengah-tengah pemukiman kalian, rumah kalian, gimana rasanya? Bergedik ngeri enggak? Merinding enggak setiap malam? Ya jelaslah. Nah, jadi itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai penemuan dua orang anak perempuan yang ditemukan lemas di samping jenazah sang ibu. dari kasus ini semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli dengan tetangga sendiri. Karena jika kena musibah seperti ini, amit amit ya, Geng, rumah kebakaran atau segala macam, enggak mungkin yang menolong pertama kali itu ee apa ya, orang-orang yang jauh dari kita, tapi justru orang-orang yang dekat dari kita. Makanya bersosial itu penting. Nah, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali di tengah-tengah masyarakat kita. Amin ya rabbal alamin. Yeah.
Resume
Categories