2 GADIS KELAPARAN DI SEBELAH JAS4D IBU YANG MEMBU*SUK ! 1 BULAN TANPA MAKAN KARENA WASIAT IBU
oh7LRGNAjuQ • 2025-11-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini kita akan kembali
membahas tentang isu-isu sosial yang ada
di negara kita Indonesia. Ah, kenapa
belakangan gua banyak banget ngebahas
hal-hal yang terjadi dari dalam negeri?
Karena ee beberapa kali ya gua cek gitu,
Teman-teman kreator. Nah, kebanyakan
dari teman-teman kreator mungkin
mengangkat kasus-kasus dari luar. Nah,
gua melihat wah kayaknya kasus di dalam
negeri juga harus kita rangkum nih
supaya apa ya? Supaya pemberitaannya
tidak simpang siur. Dan ditambah lagi ya
seperti yang kita tahu terkadang ada
beberapa media yang memberitakan hal
yang itu-itu terus gitu ya dan eh banyak
tuduhan kalau media mainstream katanya
memberitakan sesuatu untuk pengalihan
isuah atau apalah gitu. Jadi di sini gua
mencoba untuk membahas isu-isu lain,
isu-isu yang mungkin teman-teman pengin
dengar tapi versi lengkap dan teralur
gitu ya, yang tidak sepotong-sepotong.
Nah, jadi hari ini gua pengen membahas
sebuah kejadian tragis yang membuat hati
kita benar-benar gimana ya. Kayak kalau
lu punya perasaan mungkin lu bakal
ngelus dada habis-habisan deh. Jadi
kemarin tuh ya kita kan baru banget
ngebahas tentang seorang pria yang
bernama Arjuna yang harus meregang nyawa
hanya karena dia tidak diperbolehkan
tidur di dalam masjid. Nah, ini salah
satu isu sosial di negara kita nih.
Sebelumnya lagi kita juga membahas kisah
seorang pria yang bernama Randika yang
hidup berpindah-pindah sampai mengaku
kalau dia pernah maling motor e supaya
dia bisa tidur dan makan di dalam
penjara. saking dia gak tahu harus ke
mana, saking dia kesepiannya, gak ada
yang membantu, gak ada yang menolong,
dan akhirnya dia meninggal dunia dalam
kondisi ee kelaparan.
Seorang pemuda ditemukan dunia di
Cilacap, Jawa Tengah dan diduga karena
kelaparan. Diketahui pemuda tersebut
bernama Randika Alzatria Syaputra yang
berusia 28 tahun. yang ditemukan tab
teras rumah warga pada pertengahan
Oktober 2025 lalu.
Jadi di sini pasti timbul pertanyaan,
apakah dengan kondisi ekonomi Indonesia
saat ini membuat orang-orang Indonesia
itu sudah jadi ee apa ya eh careless
atau bisa dikatakan tuh minim
kepedulian. Kita tidak lagi mau tahu
atau mungkin takut untuk tahu kondisi
saudara-saudara kita di sekitar karena
tidak ingin menjadikan itu sebagai beban
di dalam hidup kita. ya, karena kita
sendiri juga punya beban. Paham enggak
maksud gua? Kayak lu sekedar nanya, "Eh,
kamu udah makan belum?" Nah, itu udah
semacam budaya yang hilang di masyarakat
kita. Karena takutnya ketika kita tanya,
"Uhudah makan belum?" Dia jawab belum,
kita punya tanggung jawab untuk ngasih
dia makan. Kita punya tanggung jawab
untuk mempersilakan dia, ya udah makan
nih di rumahku. Padahal kita sendiri
sedang kesusahan. Nah, hal itu semacam
mulai pudar di tengah-tengah masyarakat
kita. Nah, hari ini ya gua bakal
membahas nih salah satu kisah yang lain
yang membuat hati kita terenyuh dan
mempertanyakan apakah di muka bumi ini
rasa peduli terkhususnya di Indonesia
sudah tidak ada lagi? Jadi, ini dialami
oleh ee kakak beradik yang ditemukan
dalam kondisi lemas di samping jenazah
ibunya. Nah, kalian enggak salah dengar?
Iya. Mereka kondisinya lemas, kayak
enggak ada tenaga dan dikarenakan tidak
makan berhari-hari di samping jenazah
ibunya.
Kakak beradik di Kabupaten Kendal
didapati [musik]
lemas di samping jen ibunya. Mereka
bertahan hidup hanya dengan minum air
putih selama hampir 1 bulan. Diduga
mereka berdua ini sudah tidak makan
hampir sebulan dan beruntungnya kondisi
mereka segera diketahui oleh tetangga
sekitar. Karena kalau saja terlambat
mungkin nyawa mereka udah tidak akan
tertolong. Nah, karena udah dua kasus
sebelumnya yang menunjukkan betapa kita
manusia di Indonesia semakin tidak ada
rasa peduli untuk menolong atau untuk ee
apa ya, sekedar ingin tahu kondisi
orang-orang di sekitar kita. Padahal
mungkin ya pertolongan kecil dari kita
bisa menjadi satu-satunya cara untuk
menyelamatkan mereka. Nah, di dalam
kasus ini gua bakal merangkum untuk
kalian apa sih penyebab dari dua kakak
beradik ini? ee bisa mengalami hal
tersebut. Mengapa mereka enggak makan
sampai hampir sebulan? Dan kenapa tidak
ada warga sekitar yang menyadari kondisi
ini? Nah, yang lebih membuat
penasarannya lagi apa yang sebenarnya
terjadi terhadap ibunya. Meninggal
berhari-hari di sebelah kedua anaknya
dan anaknya tidak makan sama sekali.
Langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jiri.
[musik]
Geng, geng. Oke, untuk pembahasan
pertama kita akan awali tentang
kronologi bagaimana mulanya ditemukan
dua kakak beradik yang lemas di samping
jenazah ibu mereka ini.
Jadi, geng insiden ini terjadi di Desa
Bebengan, Kecamatan Boja, Kendal, Jawa
Tengah. Pada hari Sabtu tanggal 1
November 2025. Di saat itu warga sekitar
mencium adanya aroma tidak sedap yang
begitu menyengat. Rasanya seperti ada
bangkai yang apa ya berada di sekitar
rumah warga lah gitu. Mungkin pada
awalnya bau tersebut cuma sekelebat yang
dibawa oleh angin gitu. Orang berpikir
kayak gitulah. Tapi semakin lama baunya
semakin intens yang sulit untuk
diabaikan. Dan tentunya jika sudah ada
bau-bau yang tidak sedap seperti ini,
sulit untuk orang-orang bisa mewajarkan
atau memaklumi. Apalagi kalau baunya
begitu kuat. Orang-orang udah curiga aja
ini pasti ada yang tidak beres. Untuk
itu, warga sekitar mencoba mencari
sumber bau tersebut. Setelah berkeliling
mencari, perhatian warga tiba-tiba
tertuju pada sebuah rumah. Yang mereka
tahu rumah tersebut milik seorang warga
yang bernama Setia Ningsih. Usianya 51
tahun. Warga ini yakin kalau mereka
tidak salah tempat, pasti bau busuk ini
yang mereka hirup bersumber dari rumah
Setian Hingsih. Rasa yakin tersebut
seketika berubah menjadi rasa cemas
karena ditakutkan ada sesuatu yang tidak
beres atau tidak diinginkan terjadi
kepada si ibu tersebut atau keluarganya.
Nah, warga lalu memantapkan diri ya,
mencoba memberanikan diri untuk
mendatangi dan masuk ke dalam rumah
Setia Ningsih. Sebelum mereka masuk ke
rumah aja, warga tuh udah ngelihat ada
hal yang aneh dari rumah tersebut.
Mereka lihat adanya kerumunan lalat yang
apa ya ee berkumpul di dekat jendela
kaca rumah. Nah, enggak salah lagi nih,
berarti bau busuk itu memang berasal
dari dalam rumah. Tapi apa yang
menyebabkan bau tersebut ada di dalam
rumah? ya orang normal enggak mungkin
dong kayak menumpuk bangkai atau ya ada
penyakit orang-orang yang suka menumpuk
sampah tapi baunya enggak akan segitu.
Kalian pernah tahu kan ada tuh kayak
sindrom apa gitu ya e anak kos atau
orang-orang yang tinggal di kontrakan
suka menimbun sampah itu banyak
kejadiannya. Ini gua kasih lihat
videonya
itu kan biasanya tidak akan menyebabkan
ee bau yang benar-benar parah kayak gini
ya. Dan kita tahu sebau-baunya bangkai
paling bau itu adalah bangkai manusia
ya. Jenazah manusia, jasad manusia yang
sudah membusuk itu paling bau gitu. Nah,
di situlah mereka tuh udah mulai kayak
wah berasumsi-asumsi liar. Namun, warga
tidak akan pernah tahu jawabannya kalau
mereka tidak masuk ke dalam rumah. Jadi,
mereka dengan mengumpulkan segenap
keberanian membuka pintu depan rumah
tersebut. Tapi, Geng, ketika mereka
sudah membuka, ken pintu, pintunya
ternyata enggak bisa dibuka. Kayak
terkunci dari dalam gitu nih, Geng. Nah,
dan si warga ini tuh sampai nahan nafas.
Wah, parah banget deh. Makin dekat tuh
makin gila baunya. Dan enggak cuma
terkunci dari dalam, dari kesaksian
warga dikatakan pintu tersebut juga
diganjal dari dalam menggunakan kursi.
Jadi di sana warga mencari cara untuk
membuka pintu tersebut dan singkat
cerita, perlahan-lahan pintu mulai
terbuka dan warga kemudian menemukan.
Ada dua anak perempuan yang merupakan
anak dari Setia Ningsih yang bernama
putri Setia Gita Pratiwi yang umurnya 23
tahun dan Intan Ayu Sulistiowati berumur
17 tahun. Kebayang ya udah dewasa udah
lagi bukan anak di bawah umur yang satu
17 tahun baru saja menginjak umur dewasa
untuk versi orang Indonesia dan 23 tahun
sudah di atas umur orang dewasa udah
akhir balik. Jadi udah bisa berpikir
sebenarnya kedua anaknya ini. Dan yang
membuat warga semakin syok adalah
ternyata kedua anaknya ini terkulai
lemas di samping jenazah Setia Ningsih
yang sudah dalam kondisi maaf ya.
Nah, namun ada informasi lain yang
menyebutkan jika kedua anaknya yang
bernama Putri dan Intan ini e sebenarnya
tidak ditemukan persis di samping jasad
Setia Ningsih, melainkan warga cuma
melihat mereka berdua aja pada awalnya.
Mereka tuh enggak nemu jasad si ibunya.
Dari situ warga bertanya nih kepada si
Putri ee kalau ibu mereka ada di mana?
Dan putri yang dalam kondisi lemas
berusaha sekuat tenaga untuk menjawab
kalau ibunya berada di dalam. Nah, ini
cerita versi lainnya. Kita enggak tahu
ya. Terkadang ada media yang
melebih-lebihkan, ya kan. Terkadang ada
media yang ya membuat cerita ini semakin
dramatis ya. Bilangnya kedua anaknya itu
berada persis di samping jenazah ibunya.
Tapi kayaknya agak enggak masuk akal
karena baunya aja udah enggak sedap.
Kedua anaknya udah enggak makan
berhari-hari sepertinya ya. Mungkin
ibunya ada di kamar, anaknya ada di
ruang tamu mungkin kayak gitu ya. Tapi
untuk kalian yang e tinggal di daerah
sana ya, yang nonton video ini, kalau
misalkan kalian lebih tahu tentang
ceritanya, boleh tinggalkan komentar di
bawah ya, Geng untuk mengkoreksi segala
kekeliruan di dalam penjelasan gua ini.
Oke. Nah, kita lanjutkan. Di saat itu ya
setelah si warga ini menanyakan kepada
putri ibu mereka ada di mana, warga itu
pun langsung lebih dalam masuk lagi
mencari keberadaan Setia Ningsih. Pada
saat itulah mereka melihat Setia Ningsih
sudah dalam kondisi yang mengenaskan,
sudah tidak bernyawa lagi dan dalam
keadaan yang sudah maaf nih. Terus,
Geng, mendapati hal tersebut, warga itu
kemudian segera memanggil polisi
melaporkan kejadian ini, meminta
pertolongan polisi, memanggil ambulans
agar bisa mengevakuasi jenazah Setia
Ningsih. Karena di saat itu semua orang
panik ya. Bingunglah. Ngelihat jenazah
udah dalam kondisi kayak gitu ngelihat
anaknya lemas. Orang-orang jadi mikir,
"Ini apa? Ini kan kejadian yang enggak
biasa. Ini di Indonesia lagi ini ada
apa? Dua orang anak gadis sudah dewasa
ya berada di dalam rumah terkunci lemas
terus ada jenazah ibunya. Apa yang
terjadi? Enggak mungkin dong mereka ini
enggak tahu apa-apa. Kecuali mereka anak
kecil. Mereka udah tahu kan caranya
meminta tolong. Mereka tahu harus
berbuat apa. Seharusnya kayak gitu. Di
saat itu, Geng, Putri dan Intan ini
langsung dilarikan ke rumah sakit PKU
Muhammadiyah Boja Kendal untuk
mendapatkan pertolongan karena udah
lemas banget, udah dehidrasi, kelaparan.
Nah, setelah mereka menjalani perawatan
di rumah sakit tersebut, dokter dari
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bojak
Kendal yang bernama Arfa Bima Viriskina,
dokter yang bertanggung jawab untuk
merawat putri dan intannya. Beliau
menyebutkan kondisi kedua anak gadis ini
ditemukan lemas oleh warga disebabkan
karena mereka yang tidak makan hampir
sebulan. Gimana tuh ya? Hampir sebulan
enggak makan. Kita 2 hari aja udah
pusing.
Iya. Aduh enggak sadarsaknya.
Kalau yang kakinya masih
masih sadar ya. Masih bisa komunikasi.
Masih bisa komunikasi.
Lebih tepatnya mereka berdua sudah tidak
makan apapun selama 28 hari. Mereka
selama itu cuma minum air aja geng. Dan
itu juga bukan air mineral atau ee air
bersih, melainkan mereka minum air sumur
mentah dari rumahnya yang kemudian
direbus. Nah, selain itu dokter Arfa
juga mengungkap ketika mereka pertama
kali dibawa ke rumah sakit keduanya udah
dalam kondisi yang apa ya? Kayak ya
tubuh kayak tubuh cuma sisa nyawa aja
gitu. Benar-benar udah enggak ada
tenaga. Bahkan Intan sudah tidak
sadarkan diri, Geng, ketika itu. Dan
setelah dilakukan pemeriksaan awal,
kedua korban tidak mengalami kekurangan
kadar gula meskipun sudah tidak makan
hampir 1 bulan lamanya. Nah, meskipun
begitu Putri dan Intan mengalami
dehidrasi dan ada indikasi mereka berdua
mengalami gejala gangguan psikis akibat
tekanan serta isolasi sosial yang
berkepanjangan. Doter Arfa ini
melanjutkan lagi nih keterangannya dari
pihak rumah sakit itu masih kesulitan
untuk proses asesmen karena keterangan
dari putri selalu berubah-ubah. Jadi
kayak orang yang apa ya, mungkin karena
udah enggak makan-makan jadi halusinasi
gitu, Geng. Nah, sedangkan Intan
mengalami kesulitan berbicara. Oleh
karena itu, pihak rumah sakit itu masih
akan fokus untuk memulihkan kondisi
fisik dari Putri dan Intan. Karena misa
atau ditanya dokter itu jawabannya
berubah-berubah.
Kemungkinan besar
saudaranya.
Iya. Curikan ada gangguan psikiatri. di
tempat kami kebetulan memang belum ada
dokter psikiatri yang
dan di sisi lain pihak rumah sakit juga
bakal terus membantu ee memantau kondisi
psikis keduanya dan sudah berkoordinasi
dengan dokter psikiater geng pasti
timbul pertanyaan paling besar ya yang
bikin kita penasaran adalah kondisi
ibunya Setia Ningsih yang pastinya akan
menimbulkan tanda-tanya besar di dalam
hati kita apa yang sebenarnya terjadi
sudah sejak kapan beliau ini meninggal
dunia Dan apa penyebabnya? Dan
berdasarkan keterangan dari polisi nih,
Geng, ya. Melalui Kapolsek Boj yaitu AKP
Budianto. Dari pemeriksaan yang
dilakukan, ya Setia Ningsih ini
meninggal dunia bukan karena disebabkan
adanya aksi kriminal, aksi penghilangan
nyawa atau ada pelakunya gitu ya. Karena
ternyata tidak ditemukan adanya
tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya.
Kondisi jenazahnya juga sudah dalam
keadaan yang membusuk. Menurut
pemeriksaan yang dilakukan oleh
Puskesmas Boja, Setia Ningsih
diperkirakan sudah meninggal sejak 7
hari katanya sebelum akhirnya ditemukan.
Nah, jadi ini agak membingungkan buat
kalian ya. Anaknya udah enggak makan
selama 1 bulan ya kan di sebelah jenazah
ibunya. Tapi ibunya dikatakan baru
meninggal sejak 7 hari. Nah, ini gua
jelaskan sedikit nih. Jadi, geng anaknya
itu udah enggak makan sejak ibunya itu
masih hidup. Jadi, mereka itu berada di
samping ibunya sejak ibunya masih hidup
dan mereka di saat itu enggak makan.
Nah, mulai dari situ tuh sampai akhirnya
ibunya meninggal mereka juga tidak makan
gitu, Geng. Diduga nih, Geng, ya. Setia
Ningsih ini meninggal dunia karena
menderita sakit. Dan dari dugaan awal,
Putri dan Intan sengaja ingin ikut
meninggal bersama dengan ibunya. Karena
saking sayangnya, enggak tega lihat
ibunya, mereka enggak bisa hidup di
dunia ini tanpa ibunya. Mereka memilih
untuk ya udah deh meninggal bareng. Itu
dugaan awal. Dan kesimpulan awal itu
bisa diambil mengingat fakta bahwa pintu
rumah sengaja dikunci dari dalam.
Sementara mereka yang masih berada di
dalam rumah, mereka juga memilih untuk
tidak makan sama sekali. Yang mana hal
ini semakin memperkuat dugaan bahwa
kedua anaknya ini ingin ikut meninggal
juga bersama sang ibu gitu, Geng. Ini
benar-benar kasus yang miris banget.
Kasus yang hampir kejadiannya seperti
terjadi di Kalideres. Ingat enggak? Kita
sempat sempat membahas nih ya, nyari
store ulang nih kasus. Jika saja warga
terlambat masuk ke dalam rumah, gak tahu
lagi deh apa yang bakal terjadi dengan
Putri dan Intan. Mungkin sudah tidak ada
lagi di dunia. Kalau kalian penasaran
dengan kasus kalideres, ini gua
tampilin. Kalian boleh nonton. Ada
kesamaan enggak dengan kasus ini? Coba
deh kalian dengarkan. Terus, Geng, jika
saja evakuasi ini dilakukan lebih cepat
lagi, ya evakuasi terhadap keluarga ini,
mungkin Setia Ningsih bisa dapat
tertolong. Nah, namun dari penemuan
Putri dan Intan ini menjadi ee apa ya?
Timbul sebuah pertanyaan besar. Apa yang
sebenarnya terjadi dengan Setia Ningsi
serta kedua anaknya? Kenapa dia sakit
kok seolah-olah kayak dibiarkan begitu
aja? Apakah tidak ada keluarga atau
saudara-saudara yang mencari mereka yang
mempertanyakan kondisi ee Setia Ningsih?
Biasanya kan kalau ada yang sakit kayak
gini, keluarga pasti mencari tahu dong.
Atau enggak usah jauh-jauh deh, suaminya
Setia Ningsih ini ke mana? Itu kan dia
punya anak, udah pasti dia punya suami
gitu. Dan yang paling bikin kita
penasaran adalah selain mereka ggak
dicariin sama keluarga atau saudaranya,
mengapa ketika Setia Ningsih mereka
lebih memilih untuk mengurung diri di
dalam rumah sampai tidak makan hampir
sebulan dibandingkan harus meminta
pertolongan kepada orang lain. Kalau
memang keluarga atau sanak saudaranya
enggak peduli, kan masih ada tetangga.
Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam
pembahasan mengenai kondisi keluarga
Setia Ningsih. Apa sih yang mereka alami
sampai mereka harus berada di dalam
situasi ini?
Jadi, Geng, ada beberapa isu ya yang
mengatakan, "Apakah ini kejadiannya sama
seperti Kalideres yang sebelumnya sempat
gua ucapkan?" Mengingat pola yang
dilakukan itu mirip banget, sama-sama
mengurung diri, sama-sama tidak makan,
dan sepertinya menunggu agar mereka
semua persatu meninggal dunia. Nah,
kalian mungkin udah nonton tadi ya, gua
udah tunjukin videonya yang mana. Boleh
searching langsung di channel Kamar
Jerry udah pernah kita bahas di dalam
kasus ini ya. Putri yang sudah semakin
membaik setelah mendapatkan perlawatan
intensif di rumah sakit akhirnya bisa
diajak untuk berbicara. Dia menyampaikan
alasan kenapa dia dan adiknya [musik]
Intan melakukan hal ini. Nah, Putri ini
menceritakan secara detail. Jadi, dia
menyebutkan jika ibunya Setia Ningsih
itu jatuh sakit tepat pada tanggal 4
Oktober. itu awal mulanya tuh. Terus gak
dijelaskan dengan detail ibunya ini
sakit apa. Tapi yang jelas ibunya ini
jatuh sakit di tanggal itu. Dan mulai
dari situlah kondisi kesehatan ibunya
semakin lama semakin menurun secara
drastis. Hingga pada akhirnya Setia
Ningsi ini dinyatakan meninggal 9 hari
kemudian, tepatnya di tanggal 13 Oktober
2025. Sejak saat itulah, Geng, Putri dan
Intan menutup rumahnya rapat-rapat.
Bahkan ketika mereka kelaparan, mereka
memilih untuk tidak pernah menyentuh
pintu dan menghilangkan rasa lapar
tersebut dengan minum air sumur yang
direbus tadi. Tapi apa yang melandasi
aksi ekstrem kedua putri dari Setia
Ningsih ini? Padahal makanan adalah
kebutuhan paling penting untuk mereka,
ya kan? Nah, bahkan banyak kasus-kasus
di mana orang-orang terpaksa mencuri
cuma untuk ya mengganjal perutnya. Tapi
mereka memilih untuk ya udah deh kita
tahan lapar. Dan mereka melawan insting
manusia untuk bisa bertahan hidup. Yang
mana kalau lapar itu bakal melakukan
apapun untuk bisa kenyang. Berarti
secara enggak langsung ya Putri dan
Intan ini melawan naluri mereka sendiri.
Sebagai manusia dari ceritanya Putri apa
yang dia lakukan dan adiknya itu
bukanlah idenya, bukan dari
keinginannya, melainkan katanya ya ini
adalah larangan yang disampaikan oleh
sang ibu Setia Ningsih di saat-saat
Setia Ningsih ini akan menghadapi
ajalnya. Nah, ini bahayanya nih, Geng.
Ya, kalau salah-salah dalam menyampaikan
sesuatu salah diartikan oleh anaknya,
akhirnya begini [musik] jadinya. Jadi,
Geng yang dikatakan oleh Putri dan Intan
mereka ini disampaikan oleh ibunya saat
ibunya sakit mereka tidak boleh meminta
tolong atau bantuan kepada warga
sekitar. Tuh, wasiat terakhir ibunya
tuh. Alasannya karena Setia Ningsi ini
enggak mau ada yang mengetahui kondisi
keluarga mereka sebab hal tersebut bisa
merepotkan tetangga. Wah.
Jadi penuh tanda tanya ya maksudnya
penuh tanda tanya tuh gini. Apa yang
mendorong Setia Ningsih ini kok kayak
enggak mau ngasih tahu kondisi
keluarganya seperti itu? Apakah ada
sesuatu yang dia lakukan semasa hidupnya
sehingga dia gengsi atau mungkin dia
malu untuk memberitahu tetangga kondisi
dia di saat itu atau gimana? Nah, ini
patut dicari tahu juga nih. Bahaya
banget ya. Entah mungkin dia pernah
mengucapkan sesuatu, entah dia mungkin
pernah berbuat sesuatu yang membuat dia
merasa ya kondisi keluarganya ini adalah
sebuah aib yang enggak bisa diberitahu
ke orang-orang atau justru mungkin dia
introvert banget yang memang pemalu,
yang memang tidak enakan, enggak mau ada
orang yang tahu dia susah gitu apa gitu
kali ya. Ini benar-benar enggak masuk di
akal gua, Geng. Mungkin kalian punya
opini sendiri boleh tinggalkan komentar
di bawah, Geng. Terus, Geng ya,
kemungkinan besar dari kasus ini Putri
dan Intan anak dari Setia Ninsi adalah
tipe anak yang sangat penurut menuruti
perintah dari ibunya sehingga meskipun
kondisinya sangat berpotensi untuk
mengancam nyawa mereka, mereka tetap
patuh dengan larangan Setia Ningsih sang
ibu di detik-detik terakhir hidupnya.
Sejak ibunya berwasiat seperti itu,
mereka tidak lagi keluar rumah. Mereka
cuma minum air sumur yang direbus sejak
tanggal 4 Oktober hari yang sama di saat
Setia Ningsih jatuh sakit. Mereka masih
meminum air sumur rebus itu hingga
mereka pada akhirnya ditemukan oleh
warga. Dan para warga sekitar juga tidak
pernah tahu apa yang sebenarnya dialami
di balik tembok rumah Setia Ningsih.
Memang pada saat itu suasananya sangat
sepi dan tidak pernah ada lagi yang
terlihat keluar masuk dari rumah
tersebut. Tapi yang membuat ini semua
terbongkar adalah bau busuk dari jasad
setia Ningsih yang sudah berhari-hari.
Mungkin ya selama ini tuh tetangganya
itu mencoba berpositive thinking. Ke
mana keluarga ini kok enggak pernah
kelihatan ya. Mereka berpikir mungkin
Seti Ningsi dan kedua anaknya sedang
pergi berlibur ke luar kota atau belum
balik ke rumah. Enggak ada yang tahu.
Nah, makanya inilah fungsinya kalau kita
tuh dekat dengan tetangga ya, Geng.
Ketika kita mudik atau keluar kota,
liburan, hal yang paling utama yang
harus kita lakukan adalah menitipkan
rumah kita ke tetangga. Itu enggak
apa-apa banget ya. Menghindari ada
maling yang pertama. Yang kedua, kalau
kita enggak balik-balik kita bisa
dicariin. Mereka tahu harus mencari ke
mana. Karena itu kan janggal kalau
enggak pulang-pulang. Misalkan lu
ngomong ke tetangga, "Eh, aku budik dulu
3 hari, ya." Nah, itu lewat dari 3 hari
tetangga lu bakal bertanya-tanya, "Ke
mana nih orang?" Pasti bakal dichat,
"Bu, jadi balik enggak?" "Udah 3 hari
nih." Pasti. Makanya harus baik-baik
sama tetangga, Geng. Cuma ya, Geng, ya,
apa yang terjadi di dalam rumah Setia
Ningsih ini benar-benar ironis banget
sekaligus menyedihkan. [musik]
Gua yakin banget para tetangganya itu
punya trauma tersendiri. Mereka pasti
bakal tidak pernah bisa lupa dengan
kejadian ini. Dan gua yakin banget para
tetangganya bakal lebih peduli lagi satu
sama lain dengan tetangga mereka yang
lain. Pasti bakal ditanyain terus, "Ibu
sakit enggak? Ibu lapar enggak? Ibu
apa?" Pasti gua yakin. Karena kenapa?
Kejadian kayak gini 1000 banding 1 di
Indonesia jarang terjadi. Tapi sekalinya
terjadi ini para warganya gua yakin
1000% bakal merasa bersalah banget.
Seandainya mereka tahu. Ya, ya mereka
kan bukan enggak peduli tapi karena
mereka enggak tahu. Tapi seandainya
mereka tahu mungkin Setia Nisih di saat
ini masih hidup dan anak-anak mereka
tidak dalam kondisi itu. Gua yakin
sekali.
Di saat itulah ya warga sangat yakin
Putri dan Intan karena menerima wasiat
dari sang ibu mereka memang sedang
menunggu waktunya mereka ikut dengan
sang ibu ya meninggal dunia. Tapi geng
ya masih ada pertanyaan yang belum
terjawab dari kasus ini. Kalau memang
Putri dan Intan tidak meminta tolong dan
tidak makan apapun karena dilarang oleh
ibunya, apa alasan dari sang ibu
melakukan hal itu? Ya kan? Tadi kita
udah tebak-tebak apa mungkin gengsi, apa
mungkin ibunya introvert dan lain-lain.
Ada juga yang membuat rumor ya,
dikatakan gara keluarga Setia Ningsih
ini adalah termasuk keluarga kurang
mampu dan mungkin selama hidupnya selama
ini mereka sudah sering merepotkan
tetangga. Makanya Setia Ningsih bilang
tidak mau merepotkan tetangganya lagi.
Tapi dari informasi yang dapat nih,
Geng. Suami dari Setia Ningsih, ayah
dari Putri dan Intan ternyata sudah
meninggal terlebih dahulu pada tahun
2017 di Kalimantan. Nah, pasca ayahnya
meninggal dunia inilah keluarga Setia
Ningsi bertahan hidup mengandalkan uang
pesangon dari sang ayah yang dulu
bekerja di perkebunan sawit yang ada di
Kalimantan. Sebelum tinggal di Bojak
Kendal, Setia Ningsih dan kedua putrinya
tinggal di daerah Semarang. Selama
berada di sana, Setia Ningsih ini enggak
bekerja. Beliau cuma membantu masak
untuk kakaknya. Terus dia mungkin kayak
diupah kecil-kecilan. Nah, sejak
meninggalnya sang ayah ya putri Intan
dan ibunya Setia Ningsih memutuskan
untuk pindah ke Boja di tahun 2019 itu.
Kemudian ada keterangan nih dari
seseorang yang bernama Watch Tony yang
merupakan kepala desa bebengan yang
menceritakan kalau Seti Ningsi ini
ternyata bukanlah orang yang jarang
berbaur. Beliau ternyata dikenal oleh
tetangganya karena dia memang orang yang
supel, mudah bergaul sekaligus aktif di
dalam kegiatan desa seperti salah
satunya dalam kegiatan yang
diselenggarakan oleh PKK. Nah, ini kan
aneh ya. Orang seaktif itu, orang yang
sering berkumpul, bergaul dengan para
tetangga, kok bisa tetangganya enggak
ngeh ketika dia sakit, ketika dia tidak
hadir di tengah-tengah mereka. Nah, tapi
memang nih, Geng, menurut penjelasan
Wastoni tadi, dia mengakui kalau ya
Setia Ningsih itu eh beberapa kali
ditemukan kayak memiliki gelagat yang
berbeda. Yang mana ini cukup aneh karena
tidak biasa dilakukan oleh Setia Ningsih
dan juga kedua anaknya. Jadi, Seti
Ningsih ini sendiri mulai jarang keluar
rumah. Jadi, perlahan-lahan dia kayak
mulai menarik diri dari lingkungan
sekitar. Tapi walaupun rumornya
dikatakan dia orang kurang mampu, tapi
menurut Wastoni ini dia melihat kalau
Setia Ningsih ini selama berada di sana
itu seperti bukan orang yang kekurangan.
Tetangga sekitar juga menilai kalau
Setia Ningsi merupakan golongan orang
mampu karena memang ada uang pesangon
dari almarhum suaminya. Dan hal ini bisa
terlihat ketika tetangga memperhatikan
Setia Ningsih yang setiap bulannya
membeli bahan makanan menggunakan beca.
Itu artinya dia punya cukup uang menurut
tetangganya. Dan Wastoni sendiri baru
mengetahui Setia Ningsih yang meninggal
dunia setelah ada warga yang melaporkan
kepada dia setelah kejadian warga
mencium bau busuk dan mendobrak rumahnya
Setia Ningsih. Nah, ketika mendapatkan
kabar tersebut, Wasoni ini langsung
menghubungi polisi untuk bisa membantu
proses evakuasi [musik] jasad dari Setia
Ningsih sekaligus membawa kedua
putrinya, Putri dan Intan untuk
diberikan pertolongan gitu, Geng. Selain
itu, Geng, Wastoni juga pernah
bercerita, Putri anaknya Setia Ningsih
sebenarnya pernah keluar rumah, Geng,
untuk membeli roti seharga Rp100.000 di
toko kelontong yang ada di dekat
rumahnya Wastoni pada hari Jumat tanggal
3 Oktober 2025. Berarti itu 1 hari
sebelum sang ibu jatuh sakit. Roti
tersebut katanya bakal dimakan bareng
sama adiknya Intan dan juga ibunya Seti
Ningsih. Dan itulah kali terakhir warga
melihat putri anak dari Seti Ningsih
keluar dari rumahnya. Dan sejak saat
itu, rumah Setia Ningsi selalu tertutup
rapat dan tidak pernah terdengar lagi
suara dari dalam. Cuma, Geng, warga
memperhatikan kalau lampu di rumah Setia
Ningsih masih menyala saat malam hari.
Mungkin itu yang menjadi tanda bagi
warga kalau masih ada orang di dalamnya.
Cuma yang anehnya nih, Geng. Lampu
tersebut tidak dinyalakan sepanjang
malam. Tapi setelah jam 09.00 malam,
lampunya dimatikan lagi. Mematikan lampu
saat malam hari itu masih terlihat masuk
akal. alasannya ya mungkin untuk
menghemat listrik atau pengin tidur.
Jadi mungkin gara-gara itu warga sekitar
berpositive thinking kalau ya kehidupan
di dalam rumah tersebut masih berjalan
dengan normal, tidak [musik] ada yang
terjadi atau tidak ada yang aneh-aneh.
Namun seperti yang aku katakan
sebelumnya, salah satu hal yang
mencurigakan adalah kenapa tetangganya
tidak pernah bertanya-tanya
soal ketidakhadiran Setia Ningsih di
tengah-tengah kegiatan mereka lagi.
Padahal kan dia dikenal cukup aktif.
Nah, itu tuh makanya dari awal gua
mention seolah-olah tuh kayak kita tuh
ee orang Indonesia sekarang sudah mulai
kurang rasa pedulinya gitu. Ada orang
yang tidak terlihat lagi di hadapan
kita, kita jarang bertanya ke mana dia?
Sehatkah dia? Karena ya itu tadi kita
sudah terlalu sibuk, kita sudah terlalu
panik dengan tekanan ekonomi ya kondisi
ekonomi masyarakat kita kayak sekarang.
Untuk mikirin orang lain udah enggak
sempat. Mikirin diri sendiri aja udah
puyeng. Itulah yang terjadi di
tengah-tengah masyarakat kita. Dan ini
memang cukup aneh ya, Geng. Kalau kita
lihat ya, biasanya warga yang ada di
daerah-daerah kayak gini bukan di kota,
[musik]
hidupnya kan lebih guyub, lebih rukun,
lebih sosial. Kalau ada satu orang yang
biasanya terlihat tiba-tiba enggak
terlihat lagi, pasti ada satu di antara
10 orang yang langsung inisiatif untuk
mencari tahu, kepo dengan keberadaan
warganya yang hilang itu. Apalagi kalau
warganya dikenal aktif. Nah, rasanya
aneh banget ya kalau warga di sana
terkesan tidak tahu apa-apa dan diam
aja. Dan enggak heran ketika kasus ini
diangkat oleh media, publik ya atau
netizen menilai kalau warga serta
perangkat desa semacam tidak peduli
dengan Setia Ningsi dan keluarganya. Ya,
sedih banget ya dengan rumor ini. Namun
geng, kabar tersebut ternyata dibantah
nih oleh Wastoni tadi. Beliau [musik]
menyebutkan jika wargalah yang menemukan
jenazah Setia Ningsih sampai proses
pengurusan ee jenazah itu ya dibantu
oleh warga. Lalu geng, setelah kasus ini
mencuat dan viral, pemerintah kabupaten
itu bergerak cepat untuk memberikan
bantuan kepada Putri dan Intan anak dari
almarhumah Seti Ningsih. Bupati Kendal
yang bernama Dia Kartika Permanasari itu
menjenguk kakak beradik tersebut yang
sedang menjalani perawatan di rumah
sakit PKU Muhammadiyah Boja. Beliau
tidak datang sendiri, namun didampingi
oleh Muntoha selaku e kepala Dinsos
Kabupaten Kendal. Butika ini prihatin
atas kejadian tersebut dan pada saat
beliau berkunjung, kondisi fisik dari
putri sudah benar-benar berangsur
membaik. Meskipun terkadang kondisi
psikisnya masih belum begitu stabil ya.
Semacam ada trauma di dalam batinnya.
Awalnya putri ini susah untuk diajak
berkomunikasi. Namun belakangan sudah
bisa ee berkomunikasi walaupun memang
kadang masih sering berubah-ubah gitu
statement-nya seperti yang dijelaskan
oleh Dr. Arva sebelumnya. Dan hal ini
disebabkan karena kondisi psikis dan
fisiknya yang masih belum bisa menerima
apa yang baru saja dia alami. Nah,
Butika juga menambahkan langkah pertama
yang beliau lakukan adalah melakukan
pendataan ke pesertaan BPJS aktif. Hanya
membutuhkan waktu sehari saja BPJS untuk
Putri dan Intan sudah aktif dan bisa
langsung digunakan untuk perawatan
mereka. Hm, gitu, Geng. Dan selain
melakukan pendataan ke pesertaan BPJS ya
pihak ee pemerintah ini juga bakal
menjamin kehidupan keduanya setelah
menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Boja. Ya, Putri dan Intan
bakal ditempatkan di Panti Margi Utomo,
Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Khusus untuk Intan karena kondisinya
lebih parah dibandingkan kakaknya Putri
ya. Dia mengalami keterbelakangan mental
ya. Dibutuhkan perlakuan khusus
untuknya. Sementara Putri bakal
diberikan pelatihan selama berada di
sana. Misalkan kayak kegiatan untuk
menjahit yang nantinya bakal berguna
untuk skill-nya Putri agar dia bisa
bekerja gitu ya. Dan dari kejadian ini
Butika menghimbau agar perangkat desa
lebih peduli dan memperhatikan lagi
warga mereka yang mungkin mulai ee
memperlihatkan gelagat perubahan dalam
bersosial. Nah, misalnya ya yang awalnya
aktif ikut berkegiatan, tiba-tiba enggak
pernah keluar rumah atau awalnya sering
berkomunikasi dengan warga tapi
tiba-tiba berubah menjadi tertutup. Nah,
itu patut ditanyakan ya kan? Hal yang
paling umum kita temukan, permasalahan
di warga kita sekarang itu, Geng, ya,
yaitu
terlilit hutang. Banyak banget kan
orang-orang di tetangga-tetangga kalian
yang terlilit hutang atau mungkin
tiba-tiba stres gara-gara judul. Nah,
itu banyak banget. Makanya untuk
perangkat desa itu saat ini harus
waspada sekali. Kalau ada terlihat
warganya yang gelagatnya udah aneh,
mending langsung dirangkul karena
takutnya nanti malah ya melakukan aksi
mengakhiri hidup yang repot. kalian juga
kalau di lingkungan kalian udah ada yang
kayak gitu, salah satu hal paling dekat
yang bikin kita ketakutan itu adalah
nanti gentayangan, ya kan? Nah, yang
repot kalian juga, Geng. Makanya semoga
untuk ke depannya hal-hal kayak gini
bisa menjadi pelajaran buat kita semua.
Nah, namun, geng, diingatkan juga nih
bahwa hal-hal kayak gini bukan cuma
tugas bagi perangkat desa, tapi ini juga
tugas bagi warga masyarakat sekitar
karena merekalah yang tinggal di dekat
orang-orang ee tersebut gitu ya.
orang-orang yang mengalami gangguan
psikis, orang-orang yang mengalami ee
gangguan apa terhadap mental gara-gara
punya hutang atau punya problem gitu.
Nah, sehingga peran masyarakat tuh
berguna banget, harus berperan banget
agar bisa lebih mengetahui kondisi ini
yang mana mereka bisa melihat secara
langsung setiap hari. Nah, intinya
jangan sampai terlambatlah ya. Jangan
sampai terlambat kalian peduli dengan
kondisi sekitar kalian. Kalau sudah
terlambat seperti ini, yang menyesal
justru kalian juga. Ya memang mungkin
ini bukan keluarga kalian, tapi kalau
kejadiannya berada di tengah-tengah
pemukiman kalian, rumah kalian, gimana
rasanya?
Bergedik ngeri enggak? Merinding enggak
setiap malam? Ya jelaslah.
Nah, jadi itu dia, Geng, pembahasan kita
kali ini mengenai penemuan dua orang
anak perempuan yang ditemukan lemas di
samping jenazah sang ibu. dari kasus ini
semoga bisa menjadi pembelajaran bagi
kita semua untuk lebih peduli dengan
tetangga sendiri. Karena jika kena
musibah seperti ini, amit amit ya, Geng,
rumah kebakaran atau segala macam,
enggak mungkin yang menolong pertama
kali itu ee apa ya, orang-orang yang
jauh dari kita, tapi justru orang-orang
yang dekat dari kita. Makanya bersosial
itu penting. Nah, jangan sampai kejadian
seperti ini terulang kembali di
tengah-tengah masyarakat kita. Amin ya
rabbal alamin. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:11 UTC
Categories
Manage