Transcript
Kvp1qNvnxT0 • Crypto Investor Cut to Pieces in Dubai! Due to Fraud | Roman Novak
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1594_Kvp1qNvnxT0.txt
Kind: captions Language: id Dan Roman bilang ke supirnya, "Kita bakal lanjut bareng mereka sementara kamu supir tunggu di sini aja." gitu. Nah, dari situlah Roman ini memilih untuk pindah ke mobil hitam tadi. Dan setelah itu, Geng, mereka tidak pernah terlihat lagi. Beberapa jam pertama mungkin belum diketahui dan belum mencurigakan lah ya apa yang akan terjadi. Tapi setelah malamnya mereka enggak kunjung pulang-pulang, handphone-nya sama sekali enggak bisa dihubungi. Dan di saat itu barulah keluarga mulai panik. Oke, Geng. Pembahasan ini adalah sebuah peringatan untuk kalian dan semoga ini bisa menjadi pelajaran atau edukasi untuk kalian ya. Kalian yang menganggap kalau dunia kripto itu aman, uang kalian yang berada di wallet digital itu aman. Cerita atau kasus ini bisa menjadi pembelajaran buat kalian bahwa walaupun uang kalian aman di digital, tapi nyawa kalian belum tentu aman. Kalian harus dengar cerita ini sampai selesai. Hari ini, Geng, kita bakal membahas soal dunia krypto dan para investor digital. Nah, kita bakal bahas soal sebuah kasus yang terjadi. Ini merupakan kasus penghilangan nyawa ya, yang benar-benar sadis menimpa seorang pengusaha kripto terkenal asal Rusia yang bernama Roman Novak. Dia bersama istrinya yang juga dikenal aktif di dunia bisnis digital mengalami sebuah kejadian yang benar-benar mengerikan. Nah, kasus ini sedang menjadi perbincangan panas banget, Geng, di berbagai media karena bukan cuma brutal, tapi juga penuh dengan misteri. Banyak yang curiga kalau meninggalnya sepasang suami istri ini itu enggak sekedar kasus perampokan biasa, tapi ada kaitannya dengan urusan bisnis besar yang mereka jalani. Ну, то есть сегодня российские СМИ пишут, что Роман и Анна были убиты, а их тела расчленили. Только вот далеко они все верят в это. Так как Роману, скажем так, было бы очень выгодно сейчас смерть и пропасть. Kalau kalian mengikuti berita-berita teknologi atau kripto ya, salah satunya pasti udah gak asing lagi dengan nama Roman Novak ini, Geng. Dia ini dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses yang sempat membangun platform investasi berbasis blockchain yang cukup populer di Eropa Timur. Tapi tiba-tiba ya berita dia meninggal dunia bersama istrinya itu langsung bikin geger dunia maya. Banyak netizen yang mulai berspekulasi tentang apa motif di balik ini semua. Apakah benar ada dendam bisnis, sabotase, sampai e konspirasi yang melibatkan pihak besar di balik layar. Nah, yang membuat kejadian ini semakin aneh, Geng. Jasad mereka ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di sebuah villa mewah di luar kota. Polisi awalnya ya menduga ini hanya kasus ee penghilangan nyawa biasa, berencana dan setelah diselidiki ya ternyata ada yang jauh lebih mengerikan. Muncul banyak kejanggalan di dalam kasus ini. Mulai dari data transaksi kripto yang tiba-tiba hilang, dompet digital mereka yang kosong, sampai CCTV yang sempat mati beberapa jam sebelum kejadian ini. Kasus ini pun langsung viral di media sosial, apalagi di kalangan pencinta kripto. Banyak yang merasa apa yang terjadi kepada Roman ini menjadi sebuah sinyal kalau dunia kripto tidak seaman yang dibayangkan. Soalnya ini bukan pertama kalinya pengusaha kripto ditemukan meninggal dunia dengan cara yang misterius. Nah, di video kali ini kita bakal membahas semua kronologinya mulai dari siapa sebenarnya Roman Novak, bagaimana e aksi penghilangan nyawa keji ini bisa terjadi kepada dia dan istrinya, serta apa aja misteri yang beredar di balik kematian mereka. Kalau kalian penasaran ya dengan kasus ini, dengarkan sampai selesai. Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Geng, geng, sebelum kita bahas kasusnya, kita bahas dulu profile dan latar belakang dari Roman ini, Geng. Jadi, Geng, nama aslinya itu adalah Roman Alexandrov Novak. Dia e juga dikenal punya beberapa nama lain atau nama panggilan gitu ya, seperti Yavorski atau Sarev. Nah, dia ini ya semacam punya identitas ganda di dalam hidupnya. Roman ini lahir 1987 di St. Petersburg, Rusia dan berasal dari keluarga yang bisa dikatakan cukup terpandang. Jadi orang mampu. Bokapnya itu bernama Alexander Arcadievik Yavorski. Dia adalah salah satu direktur sekaligus pemilik perusahaan besar di negaranya. Nama perusahaannya itu adalah Vesna Tikfin dan juga Spet Shop Sluzy Fanny. Dua-duanya bergerak di bidang jasa dan industri berat. Jadi dari kecil roman ini udah tumbuh di lingkungan orang-orang kaya, orang-orang yang bisa dikatakan hidup dari dunia bisnis. Mereka bahkan tinggal bareng di alamat yang sama yaitu di Jalan John Reed nomor 7 kawasan elite St Petersburg. Tapi geng, hidupnya ternyata tidak selamanya mulus. Sekitar awal tahun 2010-an, Roman ini mulai terjebak di dalam masalah keuangan yang cukup parah. Katanya sih ya dia terlibat di dalam hutang bisnis yang jumlahnya enggak main-main. Nah, dari sini nih awalnya nama dia mulai masuk ke dalam daftar pencarian orang karena kasus hutangnya dia dan penipuannya dia. Paspor dia juga sempat dibekukan. Ee dan untuk melindungi diri dia akhirnya ganti nama belakang menjadi Saref. Nah, di situ tuh mulai ada nama samarannya tuh, Geng. Semenjak itu, Geng, mulailah terlihat sisi misteriusnya si Roman ini. Dia ganti identitas dan Roman di saat itu sempat kerja di beberapa perusahaan yang saling terhubung. Nama-nama perusahaannya itu antara lain ada Golden Rain, Eastro, terus eh sama Saref Group ya kayaknya tuh perusahaan-perusahaan yang dia bentuk juga ya. Dan sekilas ya, kelihatannya seperti perusahaan biasa, tapi kalau ditelusuri alamat kantor dan pendirinya saling nyambung satu sama lain. Kayak jaringan yang ditata rapi tapi untuk nutupin sesuatu. Nah, beberapa orang bahkan menyebutkan grup ini punya pola bisnis yang abu-abu alias gak sepenuhnya bersih. Nah, setelah sempat menghilang beberapa tahun, Roman tiba-tiba muncul lagi. Tapi kali ini bukan di Rusia, melainkan dia tiba-tiba sudah ada di Dubai. Nah, ni orang memang terlibat kasus yang berat tapi berani ngambil resiko untuk pindah-pindah negara gitu loh, Geng. Dia di saat itu sudah bukan Roman Sarev lagi, Geng. Tapi udah ganti nama menjadi Roman Novak. Di sana dia kembali membangun karir dari nol, tapi bukan di bisnis biasa, melainkan mulai menggeluti dunia krypto dan teknologi digital. Dunia yang pada dasarnya memang cocok banget untuk orang yang punya masa lalu rumit ya, karena di sana semuanya bisa dimulai ulang asal punya modal dan otak yang oke gitu. Dan seperti yang kita tahu juga ya, orang kadang gak butuh sekolah gitu untuk bisa memahami kripto. Yang penting mereka ya benar-benar fokus, belajar secara otodidak juga bisa untuk menjadi seseorang yang sukses di dunia kripto. Nah, sama halnya dengan Roman ini masa lalu dia yang udah hancur, dia bisa start lagi mulai dari awal lagi. Yang penting dia bisa fokus. Nah, Roman Novak dikenal sebagai sosok yang cerdas banget. Dia karismatik dan memang pintar ngomong. Dia bisa bikin orang percaya dengan ide-idenya dia, terutama soal teknologi blockchain. Tapi di balik semua itu, banyak yang bilang kalau Roman ini bukan orang sembarangan. Beberapa sumber bahkan menyebutkan kalau dia termasuk di dalam bagian pengembang telegram aplikasi pesan terskripsi yang sekarang kita kenal gitu ya. Nah, dia dianggap tuh salah satu orang di balik itu semua. Roman disebut-sebut ikut mengawasi skema Talk Kamasal, serangan lalu lintas digital sampai jaringan botnet alias pasukan akun palsu otomatis. tuh dia bergerak di bidang itu juga. Jadi bisa dikatakan bukan cuma pengusaha tapi juga dia punya sisi gelap di dunia cyber. Dari sini karirnya makin tinggi, Geng. Roman mulai bekerja bareng bersama e seseorang yang bernama Roxman ya, yang katanya punya hubungan dekat sama Pavel Durov, si pendiri Telegram. Bareng dengan Roxman, Roman ini bikin proyek yang bernama Vinotopio yang kabarnya menjadi bagian dari ekosistem Ton atau The Open Network. jaringan blockchain yang dulu juga dibangun bareng Durov. Finotopio ini diklaim sebagai platform investasi dan transaksi kripto super cepat yang bisa mengalahkan sistem perbankan konvensional. Banyak banget investor dari Rusia, Cina, dan Timur Tengah yang tertarik. Dan kabarnya ya investasi yang masuk itu sampai miliar dolar Amerika Serikat. Gila banget. Nah, tapi seperti pepatah yang mengatakan semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya yang menyerang. Dan kesuksesan Fino Topio ini ternyata diiringi oleh banyak sekali masalah. Beberapa bulan setelah peluncuran besar-besaran, platform ini tiba-tiba berhenti beroperasi. Situsnya hilang, kantor cabangnya tutup dan banyak investor yang ngelapor kalau mereka kehilangan uang karena merasa ditipu. Ketika itu, Roman tiba-tiba muncul nih di media untuk klarifikasi. Dia bilang kalau ada masalah teknis, tapi setelah itu dia tiba-tiba benar-benar menghilang selama-lamanya. Jadi duit investor dibawa kaburlah. Banyak rumor yang beredar. Ada yang mengatakan kalau Roman kabur membawa uang investor itu dan ada yang percaya dia dijebak oleh pihak tertentu yang iri dengan proyeknya dia. Tapi fakta di lapangan menunjukkan pada November tahun 2020, pengadilan di St Petersburg menyatakan Roman bersalah atas kasus penipuan skala besar dan dia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Jadi benar-benar duit dari para investor dibawa kabur. Dan selama proses itu banyak banget dokumen dan bukti yang menunjukkan kalau dia terlibat di dalam penggelapan dana investor melalui jaringan perusahaan yang dia bentuk sendiri. Namun anehnya nih, Geng, pada tahun 2023 Roman dibebaskan bersyarat dan langsung cabut dari Rusia. Pindah dia. Nah, tujuannya lagi-lagi dia ke Uni Emirat Arab, tempat di mana dia membangun hidup barunya. Dan di sana dia balik lagi ke dunia digital dan investasi kripto. Di saat itu dia mulai mencari dukungan untuk proyek barunya yang katanya lebih aman, lebih transparan, dan lebih canggih dari sebelumnya. Tapi ya gitu ya, Geng. Masa lalu enggak bisa hilang begitu aja. Banyak pihak, terutama para korban lama yang masih menyimpan dendam dan ya masih mencari dia l enggak mau membiarkan dia begitu aja lolos. Kalau dilihat dari perjalanan hidupnya ya, Roman ini kayak punya dua sisi. Di satu sisi dia orang yang jenius, punya visi besar soal masa depan teknologi. Tapi di sisi lain dia juga dikenal manipulatif, lihai banget dalam memanfaatkan cela hukum dan sistem finansial, nipu orang. Nah, makanya enggak sedikit yang bilang kalau hidupnya penuh misteri dan enggak heran kalau akhir hidupnya juga ya ditutup dengan cara yang wah mengerikan dan penuh misteri. Roman ini sering banget tampil di konferensi teknologi di Dubai, Abu Dhabi ya. Mengenalkan dirinya dia sebagai visioner blockchain. Banyak foto dia tersebar di media sosial. Berdiri di depan panggung dengan jaz rapi ya. Senyum dengan tenang, elegan. Seolah masa lalunya itu udah enggak ada gitu. Seolah-olah dia nih memang orang baik aja gitu. Tapi di balik itu semua kabarnya masih banyak orang yang cari-cari dia dari mulai mantan rekan bisnis sampai investor yang ngerasa ditipu. Setelah Fino Topio runtuh, setelah semua uang dari investor hilang dan setelah Roman sempat masuk penjara, ada banyak pihak yang mungkin tidak terima. Jadi ketika berita kematian dia muncul nih, Geng, banyak yang enggak kaget, banyak yang kayak enggak heran, "Ah, wajarlah dia mati, wajarlah dia dihabisi dan segala macam, ya kan? karena memang orang-orang tahu TRK recordnya dia itu caur banget. Banyak orang yang enggak suka, banyak orang yang dendam dengan masa lalunya. Tapi yang jadi pertanyaannya, siapakah pelaku di dalam kasus penghilangan nyawa eh Roman dan istrinya ini? Nah, sekarang kita bakal bahas nih betapa kejamnya si pelaku ini dan siapa orangnya. Setelah kita tahu siapa sebenarnya Roman Novak, sekarang kita masuk ke bagian kronologinya dia ya, Geng. Karena di sini gua yakin kalian udah ggak heran kenapa dia dihabisi, ya. Nah, jadi ceritanya gak cuma soal e penghilangan nyawa biasa, semacam kisah balasan dari masa lalu yang akhirnya datang dengan cara yang mengerikan banget atau istilah katanya tuh karma. Jadi gini, Geng. Dugaan kuat yang berkembang di awal itu menyebutkan kalau kasus ini punya hubungannya dengan kasus-kasus penipuan yang dulu pernah dilakukan Roman. Ya, tadi kan kita sudah cerita ya, dia pernah terlibat penggelapan dana investor yang jumlahnya enggak sedikit. beberapa sumber yang bilang ada beberapa korban atau mantan rekan bisnis yang rasa dendam dan pengin menyelesaikan semuanya dengan tangan mereka sendiri terhadap si roman ini. Ya, lu bayangin ya kayak orang tuh ya kenagi hutang biasanya si penghutang ini kalau enggak dia yang lebih garang, dia yang lebih lihai. Biasanya kayak belut tuh susah dicari. Nah, kalian pernah kan merasakan di posisi itu gimana geramnya, gimana bencinya, rasanya pengin kalian patah-patahin tuh orang? Nah, kurang lebih begitulah yang terjadi kepada musuh-musuhnya si Roman ini. Orang-orang yang dia tipu. Siapa pelakunya? Ya, tentu aja ini masih spekulasi spekulasi doang ya, karena orangnya belum ketahuan. Jadi, Roman dan istrinya itu diketahui udah beberapa tahun tuh tinggal di Dubai semenjak mereka kabur dari Rusia. Mereka punya kehidupan baru dan kelihatannya sih tenang banget. Tapi kalau kita lihat lebih dalam, masih banyak bayangan masa lalu yang ngikutin dia di sana ya. Di Dubai mereka itu tinggal di apartemen mewah, punya dua anak dan sering berpergian untuk urusan bisnis. Nah, tapi pada tanggal 2 Oktober 2024 semuanya tiba-tiba berubah drastis. Di hari itu, menurut keterangan polisi, Roman dan istrinya dijemput oleh supir pribadinya seperti biasa dan mereka bilang mau bertemu dengan seorang calon investor untuk proyek baru yang sedang mereka rancang. Kabarnya proyek besar yang bisa menarik dana segar dari Timur Tengah. Nah, tujuan mereka waktu itu ke daerah Hatta, sebuah kawasan terpencil di perbatasan antara Dubai dan Oman. tempatnya jauh dari pusat kota dan dikelilingi oleh bukit danau buatan dan cocok banget untuk pertemuan pribadi private tanpa gangguan. Jadi pertemuan rahasia gitu, Geng. Nah, di saat itu menurut kesaksian si sopirnya mereka itu berhenti di sebuah e apa ya? Pinggir danau lah, dekat danau. Terus ee Roman sempat menerima telepon. Enggak lama kemudian datang satu mobil lain berwarna hitam dan Roman bilang ke supirnya, "Kita bakal lanjut bareng mereka sementara kamu supir tunggu di sini aja." gitu. Nah, dari situlah Roman ini memilih untuk pindah ke mobil hitam tadi dan setelah itu, Geng, mereka tidak pernah terlihat lagi. Beberapa jam pertama mungkin belum diketahui dan belum mencurigakan lah ya apa yang akan terjadi. Tapi setelah malamnya mereka enggak kunjung pulang-pulang. Handphone-nya sama sekali enggak bisa dihubungi. Dan di saat itu barulah keluarga mulai panik. Dua hari kemudian, keluarga Novak ini resmi melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang yang ada di Dubai. polisi di saat itu langsung buka penyelidikan dan dari awal mereka udah curiga kalau ini bukan sekedar apa ya orang hilang karena nyasar atau gimana gitu karena ini janggal banget. Nah, penyelidikan awal menyebutkan kemungkinan besar Roman dan istrinya dijebak. Modusnya mereka diundang ke pertemuan bisnis palsu di sebuah vila sewaan di pinggir Hatta. Dan di sanalah rencana berubah menjadi tragedi yang kabarnya begitu mereka sampai di ee vila sewaan itu, Roman dan istrinya langsung disergap oleh beberapa orang dan tujuan awalnya diduga untuk memaksa mereka memberikan akses ke dompet kripto milik Roman yang nilainya ratusan juta dolar. Ya, kemungkinan besar orang-orang yang selama ini merasa ditipu oleh Roman tuh minta duitnya balik dengan cara memaksa ya mengambil semua isi kripto e milik Roman. Nah, tapi karena sistem keamanannya super ketat ya dan enggak bisa dibuka tanpa verifikasi biometrik, para pelaku kemungkinan besar akhirnya panik dan berujung melakukan kekerasan terhadap Roman dan istrinya. Tragisnya di keesokan harinya tanggal 3 Oktober dua jenazah ditemukan di kawasan pesisir Fujairah. Sekitar 3 jam dari lokasi terakhir Roman dan istrinya terlihat dan jenazah itu adalah jenazah Roman dan istrinya. Geng kondisinya mengenaskan banget. Tubuh mereka udah terpotong-potong dan dibuang di lokasi berbeda. Dari situ pihak berwenang langsung yakin ini adalah sebuah kasus penghilangan nyawa dan pembantaian berencana yang dilakukan dengan sangat rapi yang bikin tambah sedih lagi Roman dan istrinya meninggalkan dua anak kecil. Anak mereka yang mana waktu itu sedang dijaga oleh kerabat mereka di apartemen. Nah, berita ini langsung menyebar dengan cepat bukan cuma di media lokal tapi juga sampai ke Rusia. Kantor berita TS bahkan melaporkan kalau Komite Investigasi Rusia langsung turun tangan dan membuka kasus pidana untuk membantu penyelidikan dengan otoritas Uni Emirat Arab, Geng. Di titik ini, Geng, kasusnya berubah dari sekedar tragedi kecil, ya personal. Tiba-tiba menjadi investigasi internasional. Polisi di dua negara mulai bekerja bersama-sama untuk ngejar siapa pelakunya. Dan ternyata dari hasil penyelidikan mereka benar-benar seperti ya menemukan potongan puzzle yang satu persatu mulai menyatu. Beberapa hari kemudian penyidik berhasil mengidentifikasi delan warga negara Rusia yang diduga terlibat di dalam aksi penculikan dan penghilangan nyawa terhadap Roman. Dari delapan orang itu, tujuh orangnya berhasil ditangkap di Rusia. sedangkan satu orang lainnya masih buron dan diyakini kabur ke luar negeri. Nah, polisi juga bilang kalau kelompok ini punya dua peran utama, yaitu tiga orangnya berperan sebagai otak atau organisator. Terus ada lima lainnya itu cuma berperan antara kurir perantara yang disewa untuk membantu mengatur logistik dan lokasi pertemuan. Nah, yang menariknya nih, Geng, lima perantara ini katanya tidak sadar sama sekali kalau mereka sedang membantu sebuah rencana penghilangan nyawa. Jadi mereka kayak merasa terjebak dan mereka mengira ini cuma bantu nyiapin pertemuan bisnis biasa, menyewa villa, menyiapkan kendaraan, dan mengatur jadwal. Jadi ketika mereka tahu hasil akhirnya ternyata ada yang dihabisi, mereka syok berat dan langsung memberikan keterangan ke polisi. Sementara itu, tiga orang yang diduga ee menjadi pelaku utama itu berhasil kabur dari Dubai cuma beberapa jam setelah kejadian. Dan dari hasil pelacakan sinyal ponsel, mereka sempat terdeteksi di wilayah Oman lalu berpindah ke Afrika Selatan. sebelum akhirnya sinyal mereka hilang sepenuhnya pada tanggal 4 Oktober. Jadi enggak bisa dilacak lagi. Nah, polisi yakin mereka akhirnya balik ke Rusia lewat jalur darat dan udara karena data imigrasi menunjukkan ada tiga nama dari St. Petersburg dan Kazakhstan masuk ke Rusia di hari yang sama. Proses pengejaran ini enggak gampang, Geng. Otoritas Uni Emirat Arab bahkan sampai butuh bantuan Interpol untuk ngelacak keberadaan para pelaku karena sebagian sudah ganti identitas dan menumpang di paspor negara lain. Nah, tapi dari hasil penyelidikan gabungan antara polisi Rusia dan Emirat, nah akhirnya tujuh orang ini berhasil diciduk di beberapa kota termasuk di Moskow, Kazan, dan Stetersburg. Из восьми фигурантов дела о расправе над ними бывшие СВОшники. Романа и Анну похитили ещё в начале октября, но страшные подробности этого дева стали известны только сейчас. Супругов заманили на съёмную вилу лже инвесторы, якобы, чтобы заключить сделку. Jadi, geng, di antara barang bukti yang ditemukan, ada laptop, ada beberapa handphone, ada flash disk yang isinya data transaksi crypto jumlah besar. Tapi anehnya semua data itu terinripsi kuat banget dan tidak bisa dibuka sampai sekarang. Polisi curiga. Mungkin di situlah kunci utama untuk tahu siapa dalang sebenarnya di balik kejadian ini. Apakah ini cuma balas dendam pribadi atau ada organisasi besar yang mengatur semuanya dari belakang layar? Dan sampai saat sekarang ini penyelidikan masih terus berjalan dan kerja sama antara Rusia dan Uni Emirat Arab katanya sudah masuk ke tahap akhir untuk ee mengekstradisi beberapa tersangka utama. Nah, tapi geng seperti biasa di kasus-kasus seperti ini kebenaran kadang enggak pernah muncul sepenuhnya. selalu aja ada bagian yang ditutup-tutupi, nama-nama besar yang tidak mau disebutkan dan ada kepentingan yang harus disembunyikan. Nah, beberapa orang yang dekat dengan Roman mengatakan kalau sebelum Roman ini hilang, dia sempat curhat ke temannya. Katanya sih dia lagi dapat tekanan dari beberapa pihak yang ingin ee bagi hasil dari proyek kriptonya dia itu. Tapi dia nolak. Bahkan ada kabar kalau dia sudah dapat ancaman beberapa minggu sebelumnya, tapi dia cuek aja karena ngerasa aman di Dubai. Dan siapa sangka ancaman itu ternyata enggak main-main. Dan kalau kalian pikir kasus ini bakal cepat selesai, ya itu salah banget. Karena semakin digali kasusnya semakin aneh. Dari skema penipuan lama, duit investor yang hilang sampai koneksi orang-orang berpengaruh yang namanya tiba-tiba muncul di dokumen penyelidikan. Semuanya kayak dirangkai menjadi satu benang merah panjang yang mengarah ke satu kesimpulan. Nah, Roman Novak mungkin sudah tahu terlalu banyak hal yang tidak seharusnya dia tahu. Sampai sekarang belum ada pernyataan resmi siapa Dalang Utama di balik penghilangan nyawa ini. Tapi ada satu hal nih yang pasti, Geng. Hidup Roman Novak berakhir dengan cara yang sama rumitnya seperti hidup yang dia jalani. Penuh rahasia, penuh dengan tipu-tipu daya, dan tidak ada yang benar-benar bersih. Yang paling ironisnya nih, Geng, semua ini terjadi di tempat di mana dia pikir dia bisa memulai hidup baru, yaitu Dubai. jauh dari masa lalunya dia yang kelam. Nah, tapi ternyata masa lalu itu selalu menemukan jalannya sendiri untuk kembali ke Roman. Dia selalu dicari sama orang-orang yang sudah dia zalimi selama ini dan pada akhirnya dia berakhir dengan mengerikan. Nah, jadi itu, Geng ya bagaimana kronologi lengkap tentang Roma Novak dan istrinya berakhir tragis di Dubai menjadi potongan-potongan tubuh yang mengerikan. Namun pertanyaannya sekarang, apakah ini cuma aksi balas dendam dari si korban penipuannya atau justru ada kekuatan yang lebih besar yang ingin menutupi sesuatu dari dunia kripto? Nah, sekarang kita akan bahas hasil penyelidikan dari kasusnya Roman ini. Setelah kasus hilangnya Roman dan Ana Novak jadi berita besar di berbagai media, akhirnya polisi di Uni Emirat Arab mulai buka hasil penyelidikan mereka. Dan yang mereka temukan ini benar-benar mengerikan banget, Geng. Jujur ya, bahkan untuk seukuran kasus penghilangan nyawa pun ini udah di luar nalar. Jadi, ternyata tubuh Roman dan Ana ini ditemukan di dalam kondisi udah terpisah-pisah ya, udah dalam kondisi menjadi lego dan dikubur di tengah gurun. Bayangin aja tempatnya jauh dari mana-mana dan cuma ada pasir dan angin doang. Kok bisa ditemukan? Nah, jadi dari hasil olah TKP polisi menemukan jejak cairan merah di villa tempat mereka terakhir kali kelihatan. Terus menemukan mobil sewaan yang ada bercak cairan merah di dalamnya. Setumpuk pisau yang sepertinya dipakai untuk memisah-misahkan mereka sama satu ee kaos yang diduga milik salah satu pelaku yang ketinggalan karena mereka terlalu terburu-buru. Semua bukti itu menjadi titik terang pertama yang menunjukkan kalau pasangan ini enggak sekedar diculik tapi juga dibantai secara brutal. Nah, setelah bukti-bukti ini dikumpulkan, penyidik mulai melacak siapa saja yang mungkin terlibat. Dan tidak lama kemudian ada tiga nama yang muncul ke permukaan. Mereka semua adalah warga Rusia. Namanya yang pertama itu eh ada Konstantin Shak, umurnya 53 tahun. Dia ini dulunya adalah mantan penyidik kasus penghilangan nyawa tapi belakangan malah banting setir menjadi penyelundup narkoboy. Nah, terus ada Yuri Syaripov. Dia ini umur 46 tahun sama Vladimir Dalekin umur 45 tahun. Dua nama terakhir ini dulunya ikut perang di Ukraina di bawah pasukan ee Putin. Tapi setelah diberhentikan mereka seperti kehilangan arah hidup dan malah terlibat ke dunia hitam. Nah, ketiganya mereka ini berhasil ditangkap di Rusia tepatnya di St Petersburg Staf Rol dan ada yang di Krasnodar. Nah, setelah mereka semua itu cabut [musik] dari Dubai. Jadi kebayangkan, Geng, mereka tuh sempat kabur dulu dari lokasi kejadian sebelum akhirnya dikejar polisi lewat kerja sama antaregara. Ini gila banget, udah kayak film-film kriminal kelas berat. Tapi ternyata enggak cuma mereka bertiga doang, Geng. Polisi juga mengungkap kalau ada satu orang lain yang masih muda banget, umurnya bahkan baru 22 tahun dari wilayah Lening Rad yang ikut terlibat di dalam kasus ini. Katanya orang ini berperan sebagai perantara semacam orang yang mengatur pertemuan antara Novak dan para investor yang ujung-ujungnya malah menjadi jebakan. Jadi bisa dikatakan ini adalah rencana yang benar-benar matang yang mana semua ini dirancang dan direncanakan oleh si anak muda umur 22 tahun tadi biar si pasangan Roman Novak dan istrinya bisa datang ke villa tempat kejadian mereka dihabisi. Dari hasil penyelidikan, para pelaku ini awalnya hanya mengincer harta digital milik Novak karena mereka pengin ya duit mereka baliklah, dendam gitu ya karena enggak terima harta benda mereka diambil oleh si Novak. Nah, dompet kriptonya pengen dikuras. Mereka menculik pasangan itu, memaksa Roman untuk memberikan password e-wallet-nya, tapi ternyata dompetnya malah kosong. Enggak ada satuun kripto di dalamnya. Roman katanya ee enggak ngelawan sama sekali karena di saat itu dia merasa tenang aja ya kan duit di e-wallet-nya itu enggak ada. Nah, tapi karena pelaku merasa dikerjain dan tidak mendapatkan apa yang mereka mau, akhirnya mereka memutuskan untuk ya udahlah dihabisi aja nih suami istri berdua. Kalau memang lu enggak mau ngasih kita duit, ya sekalian aja duit lu enggak usah lu nikmati di muka bumi ini. Nah, jadi langsung dihabisi. Yang membuat hal ini semakin misterius. Sebelum benar-benar hilang, Roman ternyata sempat mengirim pesan darurat kepada temannya. Pesannya simpel tapi bikin merinding. Dia bilang kayak gini. Dia lagi terjebak di pegunungan dekat perbatasan Oman dan membutuhkan uang sekitar 200.000 secepatnya. Nah, banyak yang percaya kalau pesan itu justru dikirim di bawah tekanan. Bisa jadi ketika itu dia udah disekap dan dipaksa untuk mengirimkan pesan itu agar ya si penculiknya ini punya tebusan. Nah, setelah itu kontak dengan Roman langsung hilang. Beberapa hari kemudian, polisi barulah menemukan jejak cairan merah di villa yang bernama Ana Villa. Dan dari situlah mereka sadar kalau pasangan ini udah enggak mungkin selamat lagi. Dari hasil forensik juga diketahui ee kalau aksi penghilangan nyawa ini dilakukan di tempat itu juga di villa itu dan baru setelahnya jasad mereka yang sudah terpotong-potong dibawa ke gurun untuk kemudian dikubur dan menghilangkan bukti. Selain bukti cairan merah yang ada di mobil, polisi juga menemukan hal yang cukup membuat e kepala kita jadi geleng-geleng gitu ya. Jadi sebelum kejadian para pelaku ini sempat membeli bahan kimia khusus yang kabarnya untuk menghancurkan kulit kalau kena air. Diduga zat itu mau dipakai untuk menghilangkan bukti DNA agar jasad mereka susah dikenali. Tapi untungnya jejak yang mereka tinggalkan masih cukup banyak untuk bisa dilacak. Polisi di Dubai langsung bekerja sama dengan pihak Rusia dan di sanalah akhirnya berhasil mendapatkan nama-nama dari tiga tersangka utama dan langsung diamankan. Nah, untuk saat ini mereka semua sedang ditahan dan masa penahanannya diperpanjang sampai tanggal 28 Desember nanti. Tapi yang lebih gilanya, Geng, ternyata masih ada lima tersangka lain yang usianya di bawah 25 tahun dan mereka semua juga diduga ikut membantu dalam proses penculikan dan memisah-misahkan tubuh korban. Jadi totalnya ada delan orang yang diduga terlibat di dalam kasus ini. Kebayang, Geng, segitu banyak orang cuma untuk menghabisi dua orang demi kripto yang ternyata tidak ada isinya. yang semakin memperkuat dugaan penyidik di hari mereka menghilang. Roman dan istrinya ini diketahui sempat naik mobil Range Rover untuk datang ke pertemuan dengan para investor itu di villa. Tapi beberapa jam kemudian ada saksi yang melihat mobil Ford diparkirkan di sekitar situ. Nah, setelah diselidiki ternyata mobil itu dipakai untuk membuang barang bukti. Ada laporan yang bilang kalau pengemudi Ford itu sempat membuang beberapa tas besar ke tempat sampah umum. Polisi percaya kalau di dalam tas-tas itu ada benda-benda penting seperti pisau atau pakaian yang berlumuran cairan merah yang dipakai ketika membantai kedua suami istri ini. Nah, pelakunya kayaknya udah nyiapin semuanya dengan rapi, Geng. Tapi untungnya mereka tetap meninggalkan celah yang akhirnya membuat polisi bisa membongkar kasus ini. Dari semua hasil penyelidikan, bisa disimpulkan kalau kasus ini udah direncanakan dengan sangat rapi dari awal. bukan kejadian spontan atau kecelakaan, tapi benar-benar plot ee penghilangan nyawa yang dibuat e tersusun dari para pelaku menyamar jadi investor. Mereka atur pertemuan, mereka mensiapkan alat ya ee bahkan mereka juga punya bahan kimia untuk menghilangkan jejak DNA. Dan di sisi lain, Roman dengan istrinya datang dengan pikiran kalau mereka akan membicarakan bisnis. Tapi ternyata yang menunggu mereka di sana malah kematian. Kalau dipikir-pikir ya, kasus ini tuh seperti gambaran betapa kejamnya dunia yang berhubungan dengan uang digital dan investasi gelap. Banyak orang yang tergoda, ada aja yang rela melakukan hal gila demi mengejar uang itu. Dan sekarang para pelaku sedang diinterogasi ee oleh pihak berwenang dan kemungkinan besar masih bakal ada nama-nama baru yang terbongkar di belakang layar. Polisi yakin kalau kejadian ini tidak cuma kejadian tiga orang aja, tapi bagian dari jaringan yang lebih besar. Dan kalau benar, bisa aja ini bukan pertama kalinya mereka melakukan hal seperti ini. Roman dan istrinya mungkin cuma korban dari sesuatu yang lebih luas lagi. Semacam sindikat kriminal yang memang mereka mengincar orang-orang pemilik kripto. Nah, jadi ini menjadi pelajaran juga buat kalian. Bukan berarti kalau duit kalian itu berada di wallet krypto, kalian aman. Ya mungkin uang kalian aman di sana, tapi yang enggak aman adalah nyawa kalian. Dan kasus ini sudah membuat banyak orang di Dubai dan Rusia kaget karena jarang banget ada kasus penghilangan nyawa sekejam ini di negara yang dikenal super ketat soal hukum. Kalau kita pikir lagi ya, semua ini dimulai dari satu hal yaitu ya keserakahan tadi dari orang-orang yang merasa berhak mendapatkan uang instan sampai mereka tidak berpikir lagi soal nyawa orang lain. Nah, Roman dan Ana mungkin di masa lalunya ya memang punya masalah yang apa ya kayak berkepanjangan yang mereka buat sendiri tapi kayaknya untuk kasus kayak gini terlalu kejam lah untuk mereka ya. Dari semua fakta yang terbuka, satu hal yang jelas di dunia digital seperti sekarang bukan cuma uang yang tidak nyata, tapi keamanan [musik] juga bisa menjadi ilusif banget. Jadi, Geng, kadang yang kelihatan menggiurkan itu justru yang paling berbahaya. Nah, gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Apakah ini murni balas dendam atau justru si para pelakunya memang berniat ingin mencuri dari si Roman dan istrinya? Coba deh tulis pendapat kalian.