Transcript
3hP4Hkr-dXE • BOBIBOS GASOLINE! MAKING THE GOVERNMENT PANIC BECAUSE IT'S TOO CHEAP AND MADE OF STRAW
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1597_3hP4Hkr-dXE.txt
Kind: captions Language: id Nah, jadi ini semua berhubungan dengan inti sinergi formula yang meluncurkan sebuah produk BBM pengganti bahan bakar biasa yang diklaim kalau produk ini adalah buatan anak bangsa, ramah lingkungan, murah tapi berkualitas, dan bahkan lebih irit. Geng, eh pemberitaan kali ini mungkin udah banyak berseleweran di sosial media kalian, ya. ee kita selalu berpikir tentang ee bagaimana kalau misalkan suatu hari nanti bensin atau bahan bakar minyak ya, BBM itu udah mulai berkurang pasokannya, terus semakin mahal, apakah kira-kira ada energi yang bisa mengganti bahan tersebut atau enggak? Beberapa usaha pemerintah ya mengganti energi terbarukan dengan serba listrik. Padahal kalau kita telaah ya, listrik sendiri di negara kita itu ya masih membutuhkan bahan bakar minyak juga, masih membutuhkan BBM juga untuk bisa menghasilkan listrik. Jadi intinya BBM ini adalah kebutuhan dasar. Bagaimana caranya supaya BBM ini bisa tergantikan? Tidak perlu ditambang, tidak perlu berasal dari perut bumi, misalkan gitu ya. Jadi ada beberapa orang yang secara ajaib gitu ya, secara ajaib mereka bisa menemukan pengganti bahan bakar minyak fosil. BBM fosil, minyak mentah yang dikeruk dari perut bumi dengan bahan-bahan yang lebih dekat dengan kita. Ya, beberapa bulan yang lalu kita sudah sempat ngebahas salah satu penemu ee bahan bakar air. Nah, ini agak aneh memang dan kabarnya sih pada akhirnya tidak terbukti katanya gitu ya. Tidak terbukti benar-benar bahan bakar air ini bisa menggerakkan mesin-mesin yang ada di muka bumi saat ini. Nah, tapi kabar terbaru ada seorang warga negara Indonesia yang secara mendadak viral karena dia memiliki sebuah inovasi bahan bakar yang sangat-sangat ramah lingkungan, yaitu berbahan dasar jerami buatan Indonesia bos yang berasal dari jerami limbah panen padi yang selama ini sering terbuang. Ya, kalian enggak salah dengar ya, Geng. Dari video tadi kalian udah bisa lihat bahwa jerami sangat mudah untuk kita dapatkan di Indonesia. Karena memang ya sawah-sawah di Indonesia masih banyak, masih luas. Petani penghasil padi masih banyak di Indonesia dan jerami ini biasanya adalah ya ampasnya gitu ya, jarang sekali digunakan. Kalaupun ada yang menggunakan tuh ya cuma sekian persennya. Nah, tapi kabar ini seolah menjadi angin segar buat rakyat Indonesia karena saat ini BBM di perusahaan swasta yang sedang langkah-langkya dan harga BBM yang juga dikabarkan ya semakin melambung ya kan dan buat kita-kita juga mungkin belum cukup untuk bisa membeli mobil listrik, kendaraan listrik. Nah, saat ini muncullah inovasi bahan bakar jerami ini. Nah, tapi seperti biasa ya, Geng, kita sudah pernah membahas, bahkan sering sekali membahas orang-orang yang berhasil menemukan inovasi di Indonesia ya berakhir ya semacam dibungkam ya. Bukan berarti di dalam pembahasan ini gua pengin ngajak kalian untuk bersuuzon, enggak ya. Tapi kita melihat ke belakang. Kita coba lihat beberapa fenomena yang pernah terjadi di mana ada orang yang menciptakan alat untuk mengobati kanker sampai mobil distrik asli buatan Indonesia yang bernama Selo. Inovasi mereka malah tidak didukung oleh pemerintah. Yang jadi pertanyaannya apakah minyak yang terbuat dari jerami ini akan bernasib sama seperti pendahulu-pendahulunya? Nah, di video kali ini kita bakal merangkum beberapa fakta terkait hal ini. Mulai dari bagaimana cara orang tersebut mengolah jerami hingga jadi minyak jerami sampai ke tanggapan pemerintah terkait hal ini. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [musik] Geng. Oke, kita langsung masuk ke dalam pembahasan bagaimana inovasi bahan bakar jerami ini bisa ditemukan. Langsung aja. Buat kalian yang masih bingung nih, Geng. Emangnya jerami ini bisa jadi bahan pengganti BBM dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan listrik. Gua bakal ngajak kalian untuk mengenal lebih dekat soal minyak jerami ini dan siapakah orang yang melakukan inovasi ini. Nah, jadi ini semua berhubungan dengan inti sinergi formula yang meluncurkan sebuah produk BBM pengganti bahan bakar biasa yang diklaim kalau produk ini adalah buatan anak bangsa, ramah lingkungan, murah tapi berkualitas, dan bahkan lebih irit. Bahan bakar atau BBM ini bernama Bobby Boss yang merupakan singkatan dari bahan bakar orisinil buatan Indonesia. Fonder Bobby Boss ini bernama Muhammad Ikhlas Tamrin. Dia mengatakan kalau pembuatan Bobby Boss itu memakan riset panjang bahkan sampai 10 tahun, Geng, lamanya. Nah, adanya Bobby Boss ini berangkat dari keresahannya dia dengan negara kita yang ketergantungan terhadap energi impor. Bagi dia, Indonesia negara yang kaya akan sumber daya alam. Sebenarnya ya, negara kita tuh mampu buat berdiri di atas kaki sendiri melalui ilmu pengetahuan. Nah, terus gimana tuh proses pembuatan yang awalnya dari jerami bisa dijadikan bahan bakar, bisa setara dengan bensin, dan bahkan bisa nyalain motor dan mobil. Nah, jadi geng kata si Pak Ikhlas ini ya, dari jerami 1 hektar sawah bisa menghasilkan sebanyak 3.000 lit bahan bakar Bobby Boss. Baik untuk bensin ataupun bahan baku mesin diesel. Mesin diesel sama bensin itu beda ya, Geng. Kalau diesel kan biasanya itu ya pakai solar. Nah, kalau bensin biasanya peruntukannya untuk mesin-mesin yang hanya bisa menggunakan Premium, Pert Light, Pertama Max gitu. Terus Pak Ikhlas ini menyebutkan kalau pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar itu tidak bakal mengganggu produksi beras yang mungkin akan menimbulkan kekhawatiran bagi para petani nih. Nah, malah nih geng ya menurut Pak Ikhlas hal ini bisa memberikan nilai ekonomi tambahan bagi petani itu sendiri. Kebayang ya selama ini kan yang dimanfaatkan oleh para petani kita itu adalah padinya ya. padinya yang dimanfaatkan sementara. Batang padi alias jeraminya dibuang kalau enggak dijadikan pakan ternak ya kan. Nah, tapi semenjak ada Bobi Boss ya, para petani bisa menjual tuh jerami-jeraminya dia dikiloin ya. Gunanya adalah untuk bahan dasar membuat bahan bakar Bobby Boss ini. Bobby Boss ini diolah menggunakan teknologi khusus yang bisa mengubah jerami menjadi bahan bakar nabati namanya. Nah, menurut Pak Ikhlas Indonesia yang memiliki banyak sawah karena memang mayoritas orang Indonesia kan masih makan nasi ya, Geng. Nah, itu bisa dimaksimalkan fungsi dari sawah yang tidak hanya untuk sekedar sumber pangan, melainkan sekaligus sebagai sumber energi. Dengan adanya pemanfaatan seperti ini, ya negara kita bakal tetap bisa menjalankan kendaraan bermotor kayak mobil, sepeda motor tanpa merusak keindahan alam di Indonesia. Nah, soalnya sekarang kita tahu ya, Geng, sudah berapa banyak alam Indonesia yang dirusak oleh aktivitas pertambangan, digali sampai ke perut bumi. Padahal di atas permukaan tanah ada tumbuhan yang bisa diolah dan diubah menjadi bahan bakar itu sendiri. Nah, belum lagi adanya tambang-tambang ilegal ya di Indonesia yang semakin memperburuk keadaan. Padahal negara kita tuh indah banget, Geng. Kebayang tuh kalau misalkan Bobi Boss ini resmi ya diresmikan oleh pemerintah ya bakal banyak sawah yang indah di negara kita. Kita kembali ke alam lagi ya. Ya, semogalah pemerintah kita terutama Pak Bahlil ya mendengar aspirasi masyarakat mendengar konten ini kalau bisa ya kan supaya Pak Bahlil lebih terbuka gitu kayak oh iya ya kalau misalkan Bobby Boss ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh pemerintah ya selain sumber dayanya banyak di negara kita, udah pasti nanti negara kita bakal sangat indah dengan sawah-sawah yang terbentang luas. Karena apa ya? Sawah-sawahnya itu bermanfaat gitu kan bermanfaat bagi negara. padinya bisa diambil, jeraminya bisa diambil, bisa diolah. Udah gitu untuk kita masyarakat dengan pemandangan sawah yang terbentang luas, wah gila sih secara pariwisata juga semakin meningkat. Karena gua yakin banget nih bule-bule turis-turis dari luar negeri itu makin tertarik lagi datang ke Indonesia ya karena keindahan Indonesia tadi ya. Salah satunya karena sawah-sawah yang membentang di Indonesia itu semakin rapi, semakin banyak ya. Lu lihat aja Bali ya. Gua contohin salah satunya Bali. Kenapa turis-turis itu senang sama Bali? Ya bukan karena pantainya doang. Kalau misalkan mereka ke daerah Canggu ya karena sawah di sana tuh bagus-bagus ya. Tapi sekarang kita bisa lihat ya sawah-sawahnya sudah banyak yang menjadi beton dan sudah mulai banyak tuh obrolan-obrolan miring tentang Bali yang tidak seperti dulu lagi. Nah, mungkin dengan adanya Bobby Boss ini menjadi sebuah kesempatan bagi pemerintah untuk semakin memperbanyak sawah-sawah di Indonesia dan ya di-setting atau dibikin yang lebih indah gitu ya. Ini pemikiran bodoh gua aja sebagai masyarakat ya. Gimana tuh, Geng? Menurut kalian? Kalian setuju atau enggak? Nah, kita lanjutin lagi nih, Geng. Jadi, Geng, meskipun Bobby Boss ini diambil dari singkatan bahan bakar orisinil buatan Indonesia, tapi sebenarnya nama tersebut enggak cuma mencakup dari singkatan itu aja, melainkan ini juga terinspirasi dari nama kucingnya Pak Presiden Prabowo yang bernama Bobi Kertanegara. Ya, mau dari manapun namanya ya, kita sebagai masyarakat Indonesia tidak terlalu memikirkan ke arah sana ya. yang kita pikirkan adalah manfaatnya. Nah, tapi di dalam hal ini memang inti sinergi formula itu melihat adanya filosofi yang menarik e tentang kucingnya Pak Prabowo yang bernama Bobi yang mana dikatakan kucing ini sering menjadi teman santainya beliau, teman ceritanya beliau, bahkan teman yang bisa diajak bertukar pikiran bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Katanya kayak gitu. Dari kebiasaan kucingnya Pak Prabowo Bobby yang tenang, elegan, dan penuh karakter, inilah tercipta nama Bobby Boss gitu. Terus, Geng, sama halnya dengan BBM biasa, Boby Boss ini bisa digunakan untuk mobil dan motor. Sebab bahan bakar ini memiliki dua jenis, yaitu bensin dan solar atau diperuntukkan untuk diesel tadi. Untuk membedakannya, inti sinergi formula membedakan warna untuk setiap jenis bahan bakar mereka. Yang warna putih untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin, sementara yang satunya untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar diesel. Bahkan enggak cuma untuk mobil dan motor aja, Geng. Boby Boss bisa digunakan untuk menggerakkan traktor, kapal, nelayan, serta mesin industri. Wah, ini benar-benar inovasi masa depan nih untuk negara kita. Semoga aduh gua semoga gua berdoa banget nih pemerintah kita enggak tutup mata tentang hal ini. Ingat ya, kita udah banyak menyia-nyiakan kesempatan ya karena beberapa orang yang mungkin terlalu fokus untuk mengenyangkan diri sendiri alias korupsi. Ya, ini adalah kesempatan kita harus kawal nih bersama-sama, Geng. Kita udah gagal di mobil distrik Selo dulu, mobil SMK ya kan. Terus beberapa peralatan-peralatan canggih lainnya ya. Jangan sampai Bobby Boss ini juga kita gagal. Ini sedih banget sih kalau sampai gagal sumpah deh. Terus geng di saat peluncurannya Bobby Boss ini enggak cuma dites kendaraan jenis motor aja tapi juga di mobil-mobil mewah seperti Toyota Alpard terus sampai Innova, bahkan sampai ke mobil Nissan yang bermesin diesel. Semua tangki kendaraan tersebut dikuras dan pure cuma menggunakan Bobby Boss ini dan hasilnya sangat baik. Mesin menyala tanpa adanya kendala dan tidak ada hal aneh dan janggal. Mesin aman semuanya. Bahkan ketika dibawa berkendara asap hasil pembakaran mesin yang dihasilkan itu tipis banget. Nyaris enggak ada. Nah, namun nih, Geng, apakah Bobby Boss ini merupakan hasil inovasi dan produksi yang murni dikerjakan oleh masyarakat kita, orang Indonesia dan dikerjakan di dalam negeri? Nah, soalnya kan banyak kasus juga nih, Geng. di mana ada brand yang gembar-gembor ee dibuat oleh anak bangsa, tapi ternyata proses produksinya malah di negara lain. Kebanyakannya sih di Cina gitu ya. Nah, karena di sana level produksinya sudah tinggi sehingga akan lebih murah bagi para brand untuk memproduksi barang-barang mereka. Nah, tujuannya apalagi kalau bukan untuk menekan harga jual. Karena orang Indonesia kan masih berpikir kalau beli produk lokal aja hampir sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan produk luar negeri, ya ngapain gitu. Mendingan beli di luar negeri sekalian. Dari inti sinergi Formula ini mereka mengklaim dari awal riset sampai pengembangan Bobby Boss itu 100% dilakukan di dalam negeri di Indonesia. Jadi tidak ada campur tangan dari negara lain dalam proses produksinya. Makanya tuh prosesnya itu dirahasiakan banget, Geng. Kalau misalkan produksinya tuh di China ya otomatis bakal diklaim sama China. China akan bikin kopiannya, [musik] duplikatnya. Nah, tapi ini benar-benar murni produksi anak bangsa dan ya risetnya itu secara rahasia di dalam negeri. Dan kemunculan Bobby Boss ini benar-benar semacam angin segar. Di tengah-tengah kondisi masyarakat yang sedang resah dengan keterbatasan BBM di berbagai pom bensin swasta, tiba-tiba mereka muncul. Mau beralih ke mobil listrik pun uang juga belum cukup gitu kan. Nah, dengan adanya Bob Bos ini yang menggunakan sumber energi dari sesuatu yang sering kita jumpai di negara kita dan selalu bisa diperbaharui tentunya menjadi bahan bakar yang baik banget. bagi kita semua. Nah, namun yang jadi pertanyaannya sekarang, apakah Bobby Boss bisa lebih murah dibandingkan BBM biasa? Karena inovasinya kan masih baru di negara kita atau gimana nih? Nah, kalau dari pernyataan Pak Ikhlas tadi selaku founder dari Bobby Boss, pemilihan jerami yang digunakan untuk membuat Bobby Boss didasarkan pada pertimbangan harga pokok produksi atau HPP agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Ya, memang niatnya Bobby Boss ini untuk mempermudah. tentunya mereka ingin agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan dan menggunakan manfaat dari Bobby Boss. Nah, oleh karena itu dalam menentukan harga jualnya mereka berusaha agar tidak begitu mahal agar semuanya bisa merasakan inovasi karya anak bangsa ini. Sebelum menggunakan jerami sebenarnya tim peneliti Bobby Boss itu sudah meneliti berbagai bahan alternatif lain seperti tebu, singkong, terus ada mikroalga. Nah, cuma geng jerami itu menjadi satu-satunya bahan yang mampu menghasilkan HP di bawah batas atas yang ditetapkan oleh perusahaan. Jadi, ibaratnya tuh biaya modalnya kecil banget kalau pakai jerami. Kalau pakai bahan lain ya kan jenis-jenis nabati itu kan banyak ya. Pokoknya yang berasal dari tumbuh-tumbuhan nabati ya kan. Nah, tapi yang paling murah itu jerami dan inti sinergi formula itu sudah menetapkan batas atas HPP sejak awal mereka melakukan riset. Jadi itu mereka udah nentuin nih modal kita tuh cuma boleh paling tinggi sekian ya. Ya. Tujuannya apa? Supaya nanti ketika berhasil kita juga ke masyarakatnya bisa semurah-murah mungkin bukannya mencari semal-mahal mungkin gitu. Nah, sehingga di saat itu kalau aja hasil uji melewati batas tersebut maka bahan baku dianggap belum layak untuk digunakan oleh masyarakat karena terlalu mahal. Bukan karena bahan baku selain jerami enggak masuk ya, Geng. Tapi bahan baku lain tuh bisa ya karena harganya enggak akan masuk di semua golongan masyarakat. Nah, makanya pihak inti sinergi formula itu gak mau menggunakan bahan lain selain jerami. Jadi, niat mereka sedari awal tuh udah mulia banget, Geng. Soalnya nih, Geng, ya. Riset pengembangan Bobi Boss ini memiliki tiga prinsip utama, yaitu teknologi yang sudah pasti ya, komersialisasi udah pasti, dan regulasi pemerintah. Nah, di dalam aspek teknologi, tim Boby Boss merancang mesin biokimia khusus untuk mengekstraksi jerami menjadi bahan bakar nabati melalui lima tahapan proses. Sementara dari sisi komersialisasi, fokus utama mereka adalah menjaga modal awal atau HPP-nya tetap rendah agar produk bisa dijual semurah mungkin untuk masyarakat dan kompetitif di pasar. Karena bagi mereka untuk apa bahan bakar bagus, inovasi baru, kalau harganya malah lebih mahal dan ujung-ujungnya enggak laku dan gak bisa membantu masyarakat gitu. Karena itulah tim peneliti akhirnya lebih memilih jerami dibandingkan bahan bakar lain nih. Karena jerami ya tidak membuat modal awal atau HPP-nya jadi membengkak. Dengan begitu, harga jual Bobby Boss ini diharapkan bisa lebih rendah dibandingkan bahan bakar lain. Nah, di dalam keterangan lain, Pak Ikhlas ini selaku founder itu menjelaskan jerami yang diperoleh dari petani itu diproses melalui serangkaian tahapan hingga menjadi bahan bakar Bobby Boss. Ini salah satu prosesnya itu melibatkan penyuntikan serum khusus yang bersifat rahasia. Nah, meskipun pemilihan bahan energinya berdasarkan pada HP yang sudah ditentukan dan mereka memilih jerami, nah cuma dari pihak Bobby Boss ini tidak mau mengungkapkan nilai HP yang sudah ditentukan oleh tim internal mereka. Itu rahasia perusahaan. Nah, namun pihak Bobby Boss menegaskan bahwa harga Bobby Boss nantinya bakal lebih murah dibandingkan bahan bakar lain yang beredar di pasaran. Nah, kenapa mereka ini enggak mau ee terbuka atau merahasiakan nilai HPP dari pembuatan Bobby Boss ini dikarenakan mereka itu mengaku patuh terhadap pemerintah dan tujuan dari pembuatan Bobby Boss ini sebenarnya baik agar mengurangi beban di masyarakat. Nah, oleh karena itu mereka sendiri meminta harga jualnya lebih murah dibandingkan BBM biasa. Nah, tapi untuk berapa harga pastinya mereka tetap menyerahkan kembali ke pemerintah supaya bisa ditentukan oleh pemerintah. Nah, jadi masyarakat itu enggak bisa asal berbisnis aja di luar ketentuan pemerintah, Geng. nanti negara bisa rugi. Inti sinergi formula itu memastikan kalau Bobby Boss ini dibuat bukan untuk menjadi saingan bagi produsen bahan bakar lain. Nah, mereka hanya sebagai opsi bahan bakar bagi masyarakat, Geng. Lalu, Geng, pemilik dari PT Inti Sinergi Formula yang bernama Pak Mulyadi itu mencontohkan kalau publik saat ini punya alternatif kendaraan listrik kalau tidak mau menggunakan bahan bakar berbasis fosil. Ya kan? bahan bakar berbasis fosil. Itu yang dimaksud ya bensin-bensin yang selama ini kita isi di SPBU. Terus dia juga bilang, "Begitu juga dengan Bobby Boss ini. Kehadiran Bobby Boss ini cuma sebagai pilihan buat masyarakat. Kalau enggak mau pakai bensin dari SPBU, ya bisa pakai kendaraan listrik atau pilihan ketiganya bisa pakai Bobby Boss yang baru saja hadir di tengah-tengah masyarakat." Nah, dia juga mengklarifikasi kalau Bobby Boss ini hadir bukan untuk berkompetisi, melainkan berkolaborasi, kata dia. Nah, dia sendiri mengklaim kalau pihak mereka sudah berdiskusi dengan Pertamina untuk mendapatkan dukungan. Pak Mulyadi mengaku pengembangan Bobby Boss itu dilandasi niat untuk memfasilitasi kreasi pemuda Indonesia. Dan dia enggak mau pemuda hebat justru diambil negara lain kalau bakat dan minatnya tidak mendapatkan tempat di dalam negeri. Nah, ini sama seperti yang kita inginkan ya, Geng. Semoga nih kreasi-kreasi dan inovasi anak bangsa justru dihargai gitu. Nah, Pak Mulyadi ini pun ya mengklaim kalau penggagas Bobby Boss itu pernah diajak untuk pindah ke warganegaraan bahkan. Nah, cuma dia enggak menyebutkan dengan jelas negara mana yang dimaksud. Jadi udah mau diklaim sama negara lain nih ajakan tersebut ya. Ajakan pindah kewarganegaraan itu didapatkan karena di negara lain apa yang mereka lakukan ini justru di-support dan diapresiasi dan negara lain bisa mengakomodir segalanya agar mereka bisa mendapatkan manfaat dari inovasi ini. Dan selain itu, Pak Mulyadi mengungkapkan beban negara di dalam subsidi BBM itu begitu besar sehingga dia sendiri mau ee apa ya berpartisipasilah dengan munculnya Bobby Boss ini untuk bisa menekan subsidi BBM agar bisa dialokasikan ke hal lain. Wah gila ya. Berani banget nih Pak Mulyadi dan kawan-kawan. Kita lihat aja kira-kira lolos apa enggak ya, Geng ya. Karena belum mengetahui berapa harga pastinya Bobby Boss ini bakal dijual ke masyarakat sehingga ya sampai ee kita membahas hal ini di kamar Jerry, setidaknya Bobby Boss ini belum dijual bebas lah, Geng. Nah, manajemen mereka mengatakan Bobby Boss itu masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk bisa mendapatkan arahan dan memastikan seluruh prosesnya sudah sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan sebelum perusahaan memproduksi Bobby Boss dalam jumlah yang besar. Nah, jadi belum banyak nih diproduksinya masih kecil. Dan pihak Bobby Boss dikatakan memiliki rencana untuk bisa membuat satu piloting manufacturing yang niatnya bakal berada di area Pulau Jawa dulu sebelum nantinya secara bertahap pabrik Bobby Boss bakal menyebar di 10 kota atau bahkan di seluruh wilayah yang ada di Provinsi Indonesia. Dan enggak cuma itu, Geng. Pihak Bobby Boss itu enggak cuma ingin pendistribusiannya seperti BBM biasa yang hanya mendirikan pom bensin di wilayah tertentu. Nah, namun mereka itu mau semua masyarakat itu ikut berkontribusi dalam rantai produksi mereka. Mereka ingin agar masyarakat bisa menjadi distributor dari Bobby Boss ini. Nah, tapi seperti yang gua katakan tadi ya, Geng, emang banyak banget yang skeptis ya. Memang Jeramin itu ramah lingkungan, tapi apakah bisa menandingi kualitas BBM biasa? Nah, intinya banyak yang ragu, Geng. Nah, dari sumber-sumber yang gua dapatkan, Bobby Boss ini diklaim memiliki nilai oktan atau RON 98 atau bahkan setara dengan pertamx Turbo. Berarti kan tinggi banget nih. Buat kalian yang mungkin asing dengan istilah RON, ini, gua jelaskan sedikit. BBM dengan RON 98 selama ini tergolong sebagai BBM kualitas tinggi yang ada di pasaran, Geng. Harganya mahal. Dan yang menggunakan BBM RON 98 ini biasanya adalah mobil-mobil mewah yang memiliki kompresi mesin yang tinggi. Dan kabarnya Bobby Boss ini sudah bisa mendapatkan sertifikasi dari Lemigas Kementerian ISDM. Dari sejak diluncurkan tanggal 2 November kemarin dikatakan sudah tersedia sekitar 3.000 liter Bobby Boss. Hasil produksi tersebut ya digunakan untuk uji coba skala kecil di area jonggol. Dan kabar menyenangkan ini tentunya tidak hanya terdengar di Indonesia aja, bahkan sudah sampai ke luar negeri. Nah, Pak Mulyadi sebagai pemilik PT Inti Syergi Formula itu mengklaim kalau sudah ada dua negara di Asia dan Eropa sekaligus Brazil nih yang sudah menyatakan tertarik untuk menggunakan Bobi Boss sebagai bahan bakar di negara mereka. Berarti ini enggak main-main, Geng. Nah, ini bisa dikatakan prestasi dari anak bangsa yang harus diberdayakan oleh pemerintah. Ya, jangan sampai kita itu terus-menerus bergantung dengan produksi dari negara lain, Geng. Karena Bobby Boss ini lagi hangat banget dibicarakan, terutama bagi mereka yang menggeluti dunia otomotif dan energi. Nah, karena takjub dengan penemuan tersebut, enggak pernah ada yang mengira kalau jerami yang biasanya cuma dijadikan limbah di sawah setelah panen bisa menjadi sesuatu yang bernilai. Dan penemuan ini juga menarik perhatian dari KDM selaku Gubernur Jawa Barat yang ingin melihat secara langsung bagaimana kecanggihan dari Bobby Boss dan beliau pun melakukan uji coba Bobi Boss di kawasan Lembur Pakuan, Jawa Barat. Nah, KDM ini secara langsung menguji bahan bakar tersebut menggunakan mesin traktor di lapangan bersama dengan warga dan hasilnya ya ternyata memuaskan. Traktor berfungsi dengan baik dan normal. Nah, oke kita coba. Oke, 1 2 3 hero. Terus, Geng, beliau juga menjelaskan jika hasil uji coba tersebut terbukti efisien maka lembur Pakuan bakal menjadi daerah pertama yang memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dari limbah pertanian massal dan KDM sendiri yang akan mempelopori usaha tersebut. Dalam 2 minggu panen, jerami bisa langsung diolah menjadi bahan bakar dan produksi massal bakal dimulai 2 minggu lagi katanya. Nah, menurut KDM ya proses produksi massal tersebut tanpa harus menunggu lembaga pemerintah, cukup lembaga milik KDM aja. Dan KDM sendiri berharap dengan adanya Bobby BOS ini bisa mengurangi ketergantungan pada BBM fosil sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian di Jawa Barat. Nah, terus Geng perihal modal dan hal lain itu bisa dikerjakan bersama. Yang penting produksinya dimulai dulu. Intinya KDM ini menyambut dengan positif inovasi tersebut. Nah, reaksi yang sama juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang mendengar jika ada anak bangsa yang berhasil membuat sebuah inovasi yang jauh lebih canggih dan bermanfaat bagi masyarakat kayak gini. Nah, karena inovasi ini berkaitan dengan energi dan merupakan ranah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM. Nah, kira-kira nih ya bagaimana tanggapan dari Kementerian terkait inovasi tersebut? Ya, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasannya. Nah, apa nih komentar pemerintah? Jadi, geng, setelah penemuan Bobby Boss ini, minyak yang terbuat dari jerami yang menjadi perbincangan, pemerintah pun akhirnya merespon. Di saat itu Pak Laode Sulaiman selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi atau Migas Kementerian ESDM itu mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam menghadirkan BBM ramah lingkungan ini. Meskipun demikian, Palaude ini menegaskan kalau sebuah produk BBM membutuhkan waktu dan tahapan yang cukup panjang untuk dikatakan layak beredar di masyarakat. Minimal 8 bulan, Geng. Baru pemerintah bisa memutuskan apakah BBM tersebut layak ee atau enggak buat dijual. Nah, kalau kita hitung 8 bulan ya bisa-bisa ya kita baru menikmati Bobby Boss ini kayaknya tahun 2027 deh ya kan tahapannya kan masih panjang. Dan terkait kabar bahwa Bobby Boss sudah mendapatkan sertifikat dari Lemigas, Pak Laude ini menjelaskan bahwa hingga saat ini baru terdapat pengajuan usulan uji laboratorium yang mana hasilnya belum bisa dipublikasikan. Dan jika diminta ee uji gitu ya menurut Pak Lain yang harus dimiliki itu adalah laporan hasil uji bukan sertifikasi. Dan oleh karena itu, pengujian yang dilakukan Lemigas belum bisa dijadikan dasar untuk pengedaran produk karena hasilnya masih bersifat tertutup antara pengembang dan penguji. Nah, hasil uji teknis ee yang dilakukan itu tidak berarti produk tersebut sudah mendapatkan izin edar sehingga beliau menghimbau agar masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah terlebih dahulu. Terus kemudian, geng, diadakan rapat kerja Komisi 12 DPR bersama dengan Pak Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM beserta jajarannya. Dan dalam kesempatan tersebut, salah satu anggota DPR yang bernama Pak Jalal Abdul Nasir itu meminta Kementerian ESDM menindaklanjuti munculnya Bobby Boss ini. Beliau menilai Bobby Boss memiliki potensi besar sebagai energi masa depan karena berasal dari bahana bati yang kadar oktannya tinggi. Nah, Pak Bambang Patijaya selaku ketua komisi 12 itu meminta agar Kementerian ESDM itu menampung dulu nih usulan tersebut dan memberikan jawaban resmi secara tertulis kepada DPR. Beliau menilai keterlibatan pemerintah itu sangat penting supaya inovasi energi lokal mendapatkan pendampingan dan penilaian objektif sesuai dengan ketentuan. Seusai rapat tersebut, Pak Bahlil menyampaikan kepada awak media kalau pihak mereka masih melakukan serangkaian kajian secara menyeluruh terhadap produk tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya. Kemudian geng Pak Hadi Ismoyo selaku praktisi migas itu beliau mengatakan setiap penemuan BBM baru harus memiliki tiga tahapan pokok sebelum dinyatakan layak edar. Beliau menegaskan tidak ada produk BBM yang bisa langsung beredar di masyarakat tanpa melewati proses pengujian resmi yang ditetapkan oleh pemerintah. Nah, menurut beliau tiga hal pokok tersebut mencakup pengujian mutu dan sertifikasi, perizinan usaha, serta pengawasan distribusi dan pengedaran. Nah, setiap tahapan menjadi bagian penting dari sistem legal yang menjamin keamanan dan mutu produk energi nasional. Ya, tapi gimana ya, Pak? Ee kalau berbicara soal pengawasan distribusi, [musik] setiap tahapan dianggap ee bermutu produknya ya ketika ada etanol-etanol itu dan masyarakat menganggap itu mutunya enggak menjamin, tapi kan tetap dipaksakan ya kan. Nah, jadi kita tuh kadang agak bingung gitu ya sama pemerintah kita ya. Kalau membuat aturan selalu mengatasnakan mutu, menjaga mutu, menjaga bla bla bla bla hal yang baik bagi masyarakat. Tapi ketika ternyata inovasi dari pemerintah sendiri bermasalah buat masyarakat ya kayak landai aja gitu kayak ngilang aja gitu. Dan masih dari keterangan Pak Hadi dari ketiga tahapan yang dia sebutkan tadi pengujian mutu dan sertifikasi itu merupakan proses paling rumit karena melibatkan banyak aspek teknis dan lembaga uji. Dan proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk sebelum disalurkan ke masyarakat. Nah, dalam pengujian mutu dilakukan dua jenis uji utama, yaitu uji laboratorium dan uji lapangan. Nah, uji laboratorium ini mencakup penilaian terhadap nilai oktan, kandungan sulfur, kandungan adiktif, serta karakteristik fisika bahan bakar. Sementara uji lapangan itu dilakukan dengan mencoba bahan bakar pada berbagai jenis kendaraan di lokasi dengan perbedaan suhu. Setelah melalui proses pengujian mutu dan sertifikasi, tahap berikutnya adalah perizinan usaha. Dan proses ini pun meliputi izin usaha pengolahan, izin usaha umum, izin transportasi BBM, serta izin penyimpanan atau storage. Pokoknya segala izin pokoknya ribet deh. Pokoknya [tertawa] pusing gua. Bukan dipermudah anjirya. Aduh gila. Dan setiap izin ini berfungsi sebagai dasar hukum bagi badan usaha dalam memproduksi dan menyalurkan bahan bakar. Nah, tahap terakhir itu adalah pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan seluruh distribusi dan pengedaran BBM berlangsung sesuai dengan mekanisme resmi yang berlaku, Geng. Fakta yang sebelumnya kalian belum tahu nih, Geng. Pembuatan bahan bakar jerami ini bukanlah hal baru sebenarnya. Penelitian internasional tuh udah banyak yang membahas terkait penemuan serupa. Dari laman biosycle yang dirilis pada tahun 2005 dituliskan, berkat kemajuan bioteknologi, para peneliti saat ini bisa mengubah jerami dan limbah tanaman menjadi etanol selulosa. Meskipun secara kimia ini identik dengan etanol yang diproduksi dari jagung atau kedelai. Etanol selulosa itu memiliki kandungan energi bersih tiga kali lebih tinggi dibandingkan etanol jagung dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah. Etanol selulosa itu memiliki potensi besar untuk secara signifikan mengurangi konsumsi bensin, Geng. Dan sebuah studi yang didanai oleh Energy Foundation dan National Commission on Energy Policy itu yang berjudul Growing Energy, How Biofools Can Help and America's Oil Dependence. Ya, itu menyimpulkan kalau Bio ini bisa dikombinasikan dengan efisiensi kendaraan dan smart growth dan bisa mengurangi ketergantungan sektor transportasi terhadap minyak sampai 2/3 tahun 2050, Geng. Nah, sementara itu nih, Geng, ya. Menurut Clarayan Ag, mengubah bal jerami menjadi etanol saat ini diperkirakan bakal menjadi bisnis yang sangat menguntungkan di Eropa. Beberapa waktu lalu, perusahaan kimia asal Swiss tersebut membuka pabrik di Rumania untuk memproduksi apa yang disebut dengan Advance Biofolds atau bahan bakar nabati generasi lanjut. Perusahaan itu menyebutkan bahan bakar yang dibuat dari limbah pertanian atau tanaman non pangan yang bisa dicampur ke dalam bensin dan diesel bahkan. Nah, cara ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan etanol generasi pertama yang saat ini beredar di pasaran dan diproduksi dari bahan pangan seperti gula dan jagung. Penghematan karbon dari metode baru ini bakal membuat produksi etanol itu menjadi lebih menguntungkan dibandingkan dengan proses yang ada saat ini. Dan Uni Eropa, Geng sudah menetapkan target bahwa setidaknya 0,2% dari seluruh bahan bakar transportasi itu harus berasal dari Advance Biofol pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 2,2% pada tahun 2030. Dengan adanya Boby Boss ini, semoga Indonesia bisa kayak Eropa ya, Geng. Kita kan jangan sampai ketinggalan lagi gitu. Kita bisa beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Jadi tunggu apalagi ya kan sudah ada kesempatannya. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai inovasi Bobby Boss ini. Minyak yang terbuat dari jerami dan ya sekarang sedang menunggu persetujuan dari pemerintah. Gimana geng menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.