Transcript
02wccc1aVaw • SISTER HONG LOMBOK ! SAMPAI ADA LAKI-LAKI TERTIPU INGIN MELAMARNYA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1599_02wccc1aVaw.txt
Kind: captions
Language: id
Nah, di sinilah yang menjadi
permasalahannya dan bahkan masyarakat di
sana ya mengatakan si Deni alias Deal
Lipa ini salat Id lebaran aja juga pakai
mukena. Nah, ini kan udah kelewatan
sebenarnya. Kita bisa lihat ya, Geng.
Ada beberapa fenomena.
Beberapa waktu yang lalu gua udah sempat
membahas salah satu tokoh sosok
kesayangan kalian semua. Siapa lagi
kalau bukan? Sister Hong. [tertawa]
Kemarin kita sempat membahas tentang
Sisterh Hong yang berasal dari Cina yang
mana ya kehadiran dia ini kasusnya itu
sangat-sangat menggemparkan ya dan
korbannya juga enggak main-main cukup
ramai. Jadi buat yang belum tahu nih gua
e mungkin disclaimer lagi atau
mengingatkan kembali ya. Sister Hong itu
adalah seorang pria yang eh
berpenampilan layaknya seorang
perempuan. Tujuannya adalah untuk menipu
laki-laki. Jumlah korbannya kenapa gua
bilang gak main-main itu bisa sampai
ribuan. Dan para korbannya gak cuma
tertipu dengan jenis kelamin si Sister
Hong doang, tapi mereka juga harus
menanggung akibat dengan dampak
kesehatan yang benar-benar mengerikan.
Ya, mereka ee terkena penyakit gitu-gitu
apa ya? H garis V tuh. Karena kenapa? Si
Sister Hong ini suka bergonta-ganti
pasangan. Tapi kalau kita lihat nih,
Geng, ya. Meskipun e si Sister Ohhong
ini berdandan seperti seorang perempuan
yang gua bingungin tuh ya, dia itu masih
kelihatan kayak laki-laki. Bentuk
badannya itu enggak bisa bohong.
Wajahnya juga sebagai seorang perempuan
gitu. Eh, maksudnya sebagai seorang
laki-laki yang jadi perempuan gitu ya,
itu jelek gitu. Kok bisa pada mau ya
kan? Nah, tapi hari ini gua gak bakal
membahas tentang Sister Hong yang
berasal dari Cina ini, melainkan kita
bakal membahas kasus yang mirip dengan
kasus Sister Hong di Cina ini, tapi kali
ini terjadinya di negara kita Indonesia,
tepatnya di Lombok.
Heboh, kasus Sister Hong Indonesia, kini
ramai diperbincangkan jagat maya.
Sosok itu dikabarkan seorang MUA bernama
Dea yang diduga aslinya seorang pria
bernama asli Deni.
Memang kasus ini sebenarnya enggak
separah yang dilakukan oleh Sister Hong
asal Cina ya. Nah, tapi kasusnya cukup
menggemparkan negara kita. Jadi
ceritanya itu ada seorang pria yang
berpakaian layaknya perempuan sampai
mengenakan hijab dia ee apa ya? Make up
benar-benar terlihat seperti perempuan
dan pekerjaannya sendiri pun masih
berhubungan erat dengan perempuan yaitu
sebagai seorang make up artis atau MUA.
Yang bikin enggak habis pikirnya lagi
adalah dia juga pernah sampai berpacaran
dengan seorang pria, Geng. Dan si pria
itu enggak tahu kalau dia ini adalah
laki-laki. Nah, semuanya terjadi sebelum
kasus ini terbongkar. Nah, karena itu,
Geng, kasus ini menjadi sangat viral dan
disebut sebagai kasus Sister Hong versi
Lombok. Kebayang tuh, Geng, ya, udah
berapa banyak perempuan yang menggunakan
jasa dia sebagai MUA yang selama ini
berusaha menjaga aurat mereka agar tidak
terlihat oleh lawan jenis. Tapi ternyata
MUA-nya sendiri adalah seorang pria yang
berdandan seperti wanita. Bagaimana
penyamaran si Sister Hong versi Lombok
ini bisa terungkap? Langsung aja kita
bahas secara lengkap nih, ya. Sebenarnya
pemberitaannya tuh enggak
penting-penting banget ya. Enggak ada
ilmu yang bisa kita ambil sebenarnya.
Tapi enggak apa-apa. Ini menjadi
pelajaran aja buat kita semua agar lebih
hati-hati, agar lebih selektif. ya
bekerja sama dengan e MUA atau bekerja
sama dengan yang berkaitan dengan wanita
lah gitu ya. Jadi kan terkadang ada
wanita yang mau menjaga auratnya tidak
mau terlihat oleh laki-laki lain gitu
kan, tidak mau terlihat oleh lawan jenis
gitu yang bukan muhrimnya. Hal-hal kayak
gini nih harus hati-hati banget dicek
dicek jelas-jelas. Kita bekerja sama
dengan perempuan beneran atau justru itu
adalah ee perempuan yang sedang menyamar
ya alias laki-laki yang menyamar jadi
perempuan. Nah, langsung aja kita bahas
kasus ini secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry [musik]
Genggeng. Untuk pembahasan yang pertama,
kita bahas dulu eh kejadian terungkapnya
identitas asli dari Sister Hong asal
Lombok ini.
Jadi, Gengs, seperti yang kita tahu ya,
pekerjaan sebagai seorang make up artis
atau yang sering disingkat dengan MUA,
jasanya itu biasanya dipakai oleh
orang-orang yang mau berdandan menuju ke
sebuah acara atau justru orang menikah.
Pokoknya segala sesuatu yang berhubungan
dengan perempuan. Nah, yang biasanya
pakai MUA itu perempuan, tapi laki-laki
juga ada. Terutama ketika acara
pernikahan biasanya pengantin
perempuannya udah pasti memakai jasa
MUA. Dan memang, Geng, tidak semua MUA
itu perempuan, ada juga yang laki-laki.
Namun, bagi perempuan muslim, ya, yang
biasanya mereka itu enggak mau auratnya
tersentuh, terlihat oleh yang bukan
mahram, ya, pastinya mereka cenderung
untuk memakai jasa MUA dari perempuan
juga ya. Apalagi ya ketika mereka
berdandan itu kan memang identik dengan
bersiap-siap terkadang tanpa busana ya
kan tanpa hijab kayak gitu-gitulah. Nah,
jadi enggak heran kalau MUA yang dipilih
adalah seorang perempuan juga. Nah, tapi
gimana jadinya nih Geng Kalau MUA-nya
itu ternyata adalah seorang laki-laki
dan dia sengaja berpenampilan sebagai
perempuan untuk membohongi para
korbannya. Seperti yang kita tahu ya.
Ya, kita enggak bisa menampik beberapa
MUA di Indonesia ya. Kebanyakan memang
ya ada yang laki-laki tapi berpenampilan
gemulai dan mereka secara terbuka
memberitahu kalau mereka adalah
laki-laki yang berdandan seperti
perempuan atau dengan kata lain ya
mereka e gitu ya. Heeh gua enggak berani
nyebutnya nih. Oh intinya kayak gitu
deh. Nah tapi di dalam kejadian ini si
MUA yang sebenarnya laki-laki dan
berpenampilan seperti perempuan ini itu
enggak jujur sama para kliennya dan sama
masyarakat sekitar. Kejadian yang
terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat
ini pelakunya itu adalah Dea Lipa atau
yang biasa dipanggil Dea. Nah, ini nama
panggungnya ya. Nama panggungnya Dea
Lipa. Ini kayaknya dia ngambil nama tuh
plesetan dari Dua Lipa kayaknya. Nah,
ada informasi yang menyebutkan kalau di
Lombok nama Dea ini cukup populer di
kalangan MUA. Jadi dia ini memang
berprestasilah cukup bagus make up-nya
dia. Banyak yang menggunakan jasa dia
karena hasilnya memang memuaskan.
kedoknya dia ini akhirnya berhasil
terungkap oleh netizen, Geng. karena
selama ini gak ada yang pernah tahu
kalau dia itu laki-laki dan dia sendiri
pun gak jujur. Nah, salah satu akun
Instagram dengan username Nasi Krawu
Mataram di dalam satu postingannya
mengunggah sebuah foto Dea Lipa ini yang
menggunakan hijab lengkap dengan caption
yang menjelaskan bahwa nama asli Dea
Lipa ini adalah Denny Apriadi Rahman
yang mana dia adalah laki-laki. Jelas
banget ya namanya Deni Apriadi ya kan.
Ada Rahman lagi. Dia ini berasal dari
Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur,
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dan
masih di dalam caption yang sama di
postingan itu ya, akun tersebut
menuliskan kalau si Denny ini ya
berdandan menyerupai seorang perempuan
muslimah dengan menggunakan hijab dan
berprofesi sebagai tukang rias pengantin
atau MUA. Si Deni alias Dea Lipa ini
menyembunyikan identitas aslinya dia.
Dan ketika dia bekerja dikatakan dia itu
sampai megang-megang customernya,
megang-megang para wanita yang sedang
dia dandani yang mana itu bukan
muhrimnya. Nah, di sinilah yang menjadi
permasalahannya, Geng. Nah, tapi jujur
ya, Geng, gua di sini tuh agak bingung.
Bukannya kalau laki-laki berdanan
seperti perempuan, satu hal yang enggak
bisa dibohongi, yaitu suaranya. Ya kan?
Suara laki-laki itu gak bisa
dilembut-lembutin. Tapi kalau misalkan
bentuk tubuh, kita gak bisa mengenali
langsung kalau tubuhnya itu tercover
sama baju atau hijab, ya kan? Biasanya
di bahu laki-laki tuh kelihatan
betisnya, pahanya tuh e kelihatan kalau
itu laki-laki. Tapi kalau semuanya
tercover kayak gitu ya kita susah
membedakannya. Tapi hal yang paling
gampang untuk membedakan dia laki-laki
atau perempuan adalah suara. Nah, apa si
Dea Lipa ini enggak pernah ngomong sama
kliennya atau gimana ya?
ini tampil mengenakan hijab tribuners
berhijab seperti layaknya eh MUA wanita
begitu ya. Nah, terus Geng yang gilanya
adalah si Dea Lipa ini sebagai laki-laki
yang berdandan sebagai perempuan, dia
sampai membantu para customernya yang
merupakan para perempuan ini untuk
memakaikan baju, untuk e memakaikan
hal-hal yang sebenarnya sensitif.
Sementara si pengantin perempuan ini
udah bela-belain ngejaga diri dari
laki-laki lain yang bukan murrimnya.
Nah, dikatakan juga ya kalau si Deni ini
atau Dea Lipa ini bahkan sampai salat
menggunakan mukena dan sehari-hari dia
memang mengenakan hijab. Wah, ini kan
udah main-main nih, udah sampai ke agama
gitu, udah sampai ke ibadah juga dia
berbohong kan. Dan dikatakan nih, Geng,
kalau korbannya ini tidak hanya
perempuan, tapi laki-laki juga ada yang
menjadi korbannya. Nah, unggahan lain
dari akun tersebut juga memberikan bukti
chat terkait orang-orang yang mengaku
mengetahui identitas si Deya Lipa alias
Deni ini. Dan bisa kalian lihat di sini
nih, Geng. Nih, dari pengakuan seseorang
ini, ya, katanya dia sudah berusaha
untuk menegur si Deni alias Dea Lipa
ini. Tapi yang bersangkutan malah
membalas dengan berbicara kasar dan
ketus. Nah, kakeknya si Dea Lipa alias
Denny ini bahkan dikatakan sudah
kewalahan memperingati si Dea Lipa ini
alias Sister Hong Lombok ini. Sudah
sering dinasehhati tapi enggak pernah
mau dengar. Dan kabarnya juga Dea Lipa
alias Deni ini adalah seorang anak yang
ya maaf nih broken home. Jadi mungkin
dia merasa kehilangan arah. Deni kecil
tidak mendapatkan sentuhan kasih sayang
dari ibu dan ayahnya layaknya anak-anak
pada umumnya. Selain itu, Deni juga
memiliki riwayat disabilitas
pendengaran,
tidak mendapatkan kasih sayang dan dia
merasa nyaman dengan ya apa yang dia
jalani sekarang. Nah, tapi beberapa
orang di sana termasuk keluarganya itu
sudah sempat melarang dia yang mana
kalau memang dia mau berdanan seperti
itu, alangkah baiknya dia jujur ke
masyarakat karena jangan sampai
masyarakat merasa ditipu.
Nah, di sinilah yang menjadi
permasalahannya dan bahkan masyarakat di
sana ya mengatakan si Deni alias Deal
Lipa ini salat Id lebaran aja juga pakai
mukena. Nah, ini kan udah kelewatan
sebenarnya. Kita bisa lihat ya, Geng.
Ada beberapa fenomena laki-laki yang
berusaha untuk menyerupai perempuan. Gua
ambil salah satu contoh nih ya yang gua
kenal aja. Yang gua kenal aja yaitu eh
Milen. Milen Cirus ya. Ah dia walaupun
dia mengakui dia adalah seorang
laki-laki yang berpenampilan seperti
perempuan, tapi ketika salat dia tetap
pakai sarung, pakai kaos, atau yang
intinya pakai baju koko, baju laki-laki,
terus dia salat ala laki-laki. Itu
menurut gua gini, ya udahlah lu problem
sama manusia gitu ya. Lu sama manusia
mungkin berbeda ya. Dianggap atau
dipandang sebelah mata sama manusia tapi
di hadapan Tuhan jangan gitu. Urusan lu
sama manusia itu lu selesaiin sendiri
tapi sama Tuhan lu bedain karena di
hadapan Tuhan lu tetap laki-laki. Nah,
ini si De Lipa ini harus dikasih contoh.
Contoh itu eh melen cyus dia tetap salat
tuh pakai sarung, pakai baju koko. Bukan
berarti gua membenarkan ya. Tapi
setidaknya ya di hadapan Tuhan,
setidaknya ketika beribadah
pengecualianlah. Kalau depan manusia itu
urusan lu deh. Tapi depan Tuhan
pengecualian. Ya kurang lebih kayak
gitu. Terus geng ada pengakuan dari
salah satu korbannya nih geng. Yang mana
saat dia menikah dia ini menggunakan
jasa dari MUA dan kebetulan Denny adalah
tim dari MUA yang disewa oleh si korban.
Korban itu enggak menaruh curiga sama
sekali dengan si Deal Lipa alias Deni
ini karena penampilannya benar-benar
kayak perempuan pada umumnya. Bahkan si
korban mengaku jika dia terkagum-kagum
dengan hasil make up karya dari Dea Lipa
alias Deni ini. Nah, terkhusus untuk
Denny atau Dea Lipa ini, dia itu yang
masang a tire pada korban. Atire itu
busana atau pakaian yang akan dikenakan
oleh mempelai pada saat pernikahan. Nah,
itu kan udah bahaya tuh. Udah
menyentuh-nyentuh dan melihat tubuh
korban, kan. Dan benar aja, Geng, korban
pada awalnya biasa aja. Karena mengira
Dea Lipa alias Deni ini yang bertugas
sebagai MUA adalah perempuan tulen. Tapi
pada saat terbongkar kalau dia adalah
laki-laki, korban merasa syok. Karena
itu artinya saat itu dia sudah
dipegang-pegang oleh seorang laki-laki
tanpa dia sadari dan bahkan tubuhnya
sudah dilihat. Padahal kata korban sejak
awal dia mencari MUA. Memang dia mencari
seorang perempuan tulen. Tidak pernah
mencari MUA pria apapun statusnya. Nah,
apalagi secara penampilan si Dea Lipa
alias Deni ini benar-benar kayak
perempuan, enggak seperti Sister Hong
yang masih terlihat ya kakek-kakek,
laki-laki gitu. Nah, sementara Denny
proporsi tubuhnya benar-benar hampir
sama dengan perempuan pada umumnya.
Ditambah lagi saat sedang melaksanakan
salat, dia menggunakan mukena yang
memang hanya digunakan oleh seorang
muslimah ketika menjalankan salat. Nah,
meskipun faktanya nih hasil MUA-nya
memang bagus, namun korban tetap syok,
sedih, trauma, merasa tertipu karena
sudah disentuh oleh seorang pria. Terus
ada juga nih pengakuan lain. Pengakuan
dari orang ini ee ini kita inisialkan
aja ya, kita sebut aja namanya mawar lah
ya. Karena dia enggak mau e namanya
dipublish. Nah, si Mawar ini bukan
korban secara langsung yang memakai
jasanya si Deal Lipa alias Deni. Dia ini
cuma bercerita kalau dia pernah bertemu
dengan si Deal Lipa alias Deni ini di
sebuah acara. Si Mawar ini bilang, Deni
ini pernah dijadikan MUA untuk acara
Merarik namanya upacara pernikahan adat
sasak. Nah, tapi entah kenapa Mawar ini
merasa tidak cocok sama si Dea Lipa
alias Deni ini. Karena menurut dia
perilaku Deni ini enggak sopan. dia itu
enggak salaman dengan ibu si tuan rumah.
Terus padahal ibu si tuan rumah yang
mengadakan acara itu baru selesai salat
zuhur berjamaah. Nah, mungkin di saat
itu dia sadar kali ya kalau dia
bersentuhan dengan orang yang masih
dalam kondisi wudu ya terus ee berbeda
jenis kelamin itu kan bisa batal. Nah,
mungkin di situ tuh dia enggak mau
salaman tuh tapi dinilai oleh orang
semacam tidak sopan. Terus Geng, masih
ada lagi nih pengakuan dari korban lain
yang mengaku adiknya kenal dengan si Dea
Lipa alias Deni ini. Adiknya ini malah
mengira Deni alias Dea Lipa ini adalah
seorang perempuan tulen. Adalah orang
alim bahkan karena tidak pernah sama
sekali membuka hijabnya. Dan Deni juga
dikatakan tidak pernah menyentuh lawan
jenis kecuali mengharuskan untuk
bersalaman. Lawan jenis yang dimaksud
itu laki-laki ya. Jadi dia tuh malah
jarang sekali bersentuhan dengan
laki-laki, malah lebih sering
bersentuhan dengan perempuan.
Yang menjadi lawan jenis sebenarnya kan
perempuan gitu. Dan selama ini ya orang
yang bercerita ini juga mengaku kalau
dia itu enggak pernah menyangka bahwa
Deni alias Ali Lipa ini adalah seorang
laki-laki. Padahal selama ini dia sering
tiduran, ketawa-ketawa bareng sama si
Denny ini dan gak pernah kepikiran di
benaknya kalau dia lagi bersentuhan
tidur-tiduran dengan seorang pria. Dan
menurut pengakuannya, Deni ini bahkan
pernah meminta pembalut dan pernah salat
e di rumahnya si pencerita ini dan
salatnya pakai mukenah. Ah, tapi yang
jadi pertanyaan gua, pembalut buat apa?
Hm, buat nampung ee kalian paham kan
fungsi pembalut buat apa? Ya, buat
nampung radah. Buat nampung radah
period, buat nampung radah datang bulan.
Dia pakai itu di mana? Lubangnya yang
mana belakang? Buat nampung apa? Mencret
apa? Buat Buat apa? Astagfirullahalazim.
Ada aja kelak lu Deni Deni. Di situlah
si pencerita ini sadar. Pantes aja
ketika berada di rumahnya pun ya si Deni
alias Dea Lipa ini enggak pernah membuka
hijab karena selama ini dia menutupi
jati dirinya dia yang merupakan seorang
pria. Karena kalau dia buka hijab
langsung kelihatan kalau dia adalah
pria. Nah, selanjutnya nih, Geng. Ada
nih korban lain dari si Dea Lipa ini
yang memberikan komentar di salah satu
postingan yang memviralkan si Dea Lipa
ini di TikTok. Dia mengaku ya kalau
pernah menyewa jasa si Dea ini untuk
menjadi MUA wisuda. Karena menganggap
Dea adalah seorang perempuan. Jadi si
korban dengan santainya ganti baju di
depan si Dea benar-benar bulat-bulat
tidak ada benang sehelai pun. Semenjak
itu dia benar-benar menyesal, Geng. Dia
nyesal banget. karena selama ini ya
tubuhnya sudah ditonton oleh seorang
laki-laki. Nah, enggak cukup sampai di
situ. Ada lagi netizen yang bernama
Rahayu Indah yang bercerita memiliki
seorang teman yang pernah tertipu oleh
si Dea alias Deni. Ini temannya si
Rahayu ini laki-laki nih, Geng. Ya, ini
korbannya laki-laki sekarang. Temannya
ini pakai nama samaran juga namanya
Bayu. Ya, untuk nama Bayu semua yang ada
di Indonesia mohon maaf ini nama samaran
aja. Jadi, e si Bayu ini pernah ketemuan
dengan si Dea Lipa ini semuanya berjalan
dengan normal dan merasa karena sudah
kena lama, akhirnya Bayu dan Dea ini
memutuskan untuk pacaran. Buset, PDKT
dia tuh berdua pacaran jadian. Singkat
cerita, setelah mereka pacaran, ada satu
momen nih di mana mereka berpelukan. Hm.
Rasain tuh bok ketek abang-abang. Ya
kan? Saat mereka berpelukan inilah si
Bayu ini merasa ada yang aneh. Karena
kalau berpelukan dengan seorang
perempuan, maaf ya geng ya, ada dadanya
gitu ya. Ini enggak ada sama sekali ya
kutilang darah kurus tinggi. Kurus
tinggi langsing dada rata. Kayaknya dia
darahnya aja ya dada rata gitu. Kayak
laki-laki dadanya bidang gitu ya. Kayak
abang-abang tukang gitu. Nah, akhirnya
Bayu ini menyuruh agar si dia ini
membuka hijabnya untuk memastikan apakah
dia beneran perempuan atau sebenarnya
adalah laki-laki. Nah, di sini nih Bayu
nih rada-rada juga nih. Lu ngapain lu
peluk-peluk anak orang buka-buka hijab?
Mau lihat apa lu? Hah? Mau lihat 99
dalam bahasa Inggris? Ayo. Apa? 99 dalam
bahasa Inggris coba. Bukan 99 ya? 99
dalam bahasa Inggris apa? Ayo. Ah, ini
bisa aja nih si Bayu nih. Pasti lu bukan
pengen masihin dia laki-laki atau enggak
kan pengen kan lu. Ya jujur aja
udah bisa aja ini. Nah, terus Geng
enggak kuat gue. Terus Geng ya. Pas
dibuka hijabnya Geng ya ternyata Dea
punya jakun.
Ada gundukan di leher dea yang mana
jakun yang terlihat menonjol biasanya
hanya ada di leher laki-laki.
Cek deh laki-laki nih ada jakun. Gua
juga ada jakun. Kalau perempuan ada
jakun aneh itu. Soalnya Nabi Adam yang
nelan Kuldi ya tidak pernah Hawa apa
Hawa tidak pernah menelan buah Kuldi. Di
saat itu geng De Lipa berusaha
menyembunyikan jakunnya tapi enggak
berhasil. Jadi kayak dipencet [tertawa]
ok ditelan-telan ternyata enggak
tertelan jakunnya, Geng. Karena memang
jakun tidak bisa disembunyikan, ya
karena memang dia laki-laki akhirnya
kedoknya ketahuan. Dan selama beberapa
hari, dia mencoba untuk menjelaskan ke
Bayu kalau dia aslinya adalah seorang
laki-laki ya. Enggak bisa disembunyiin
lagi. Dan pasti insiden itu, Bayu sampai
muntah-muntah dan sakit selama
berhari-hari dan mual-mual sekaligus
syok selama ini dia menjalin hubungan
dengan sesama jenis. Nah, kira-kira
menurut kalian, Geng, kan kalau
diceritakan sama si temannya Bayu ini
kan berpelukan nih. Menurut kalian, ayo
kita bikin tebak-tebakan teka-teki. Bayu
udah ngapain aja? Kok ambil
muntah-muntah. Hah? Kira-kira ngapain,
Geng? Coba deh tinggalkan di kolom
komentar. Oke. Terus, Geng, di cerita
yang lain yang dibagikan oleh seseorang
nih, seseorang lagi nih, kalau bercerita
tentang si Dea Lipa ini, banyak orang
yang enggak mau namanya kesebut karena
malu gitu. Jadi, geng ya orang ini
mengatakan Dea atau Deni ini pernah
numpang tidur di kos orang tersebut. Ya,
sebut aja namanya Fulan lah ya, Fulan.
Nah, kosannya si Fulan ini kosan khusus
perempuan sehingga tidak boleh ada
laki-laki yang masuk ke dalam kosan itu.
Nah, tapi Deni alias Di Lipa ini tetap
maksa mau tidur di sana dan dia tidur di
tengah-tengah si Fulan dan
teman-temannya yang lain yang merupakan
perempuan. Mereka tidur itu ya mereka
takut tidur sama si Denny ini. Akhirnya
mereka pindah tidur di bawah dan
terpaksa tidur tanpa kasur dibandingkan
harus satu tempat dengan si Denny karena
mereka tahu Denny ini alias Dea Lipa ini
adalah laki-laki. Nah, jadi ternyata
teman-temannya aja tuh agak takut gitu
sama si Denny ini. Karena kalau
dikatakan dia udah berdandan seperti
perempuan bukan berarti dia tidak nafsu
sama perempuan juga. Nah, makanya
orang-orang tuh pada takut. Nah, di
dalam unggahan yang lain nih, Geng, dari
akun yang bernama Nasi Krawu Mataram
tadi, ada yang bercerita juga kalau
sebelum pandemi Covid kemarin, Deni
alias Dea Lipa ini pernah salat Id di
sebuah masjid yang orang-orang di masjid
tersebut terkejut dengan penampilan dia
yang mengenakan mukena hingga akhirnya
dia sampai diusir dari masjid. Dan yang
anehnya, Geng, orang yang menegur Denny
pada saat itu malah dikata-katain sama
keluarganya Denny. Jadi, ternyata si
Denny ini sama sebagian keluarganya
termasuk sepupunya itu ada yang
men-support dia. Kakeknya enggak support
dia, tapi ada beberapa keluarganya yang
support dia dan hal itu cukup
menghebohkan di kampungnya. Geng
yang viral di media sosial atau tenar
dengan sebutan Sister Hong ternyata
seorang pria tulen.
Terus, Geng, ada lagi nih korban yang
lain. Nah, kali ini korbannya tuh
laki-laki tapi namanya tuh dipublish
nih. Mungkin dia udah give up kali, ya.
ya udahlah ngasih tahu aja demi kebaikan
bersama. Jadi namanya itu adalah Ahmad
Anwar. Jadi Anwar ini mengaku pernah
chat-chatan dengan Denny lewat WhatsApp
dan sempat mendengar voice note-nya.
Menurut si Anwar, penampilan dan suara
si Denny alias Dea ini benar-benar kayak
perempuan sehingga dia sama sekali
enggak pernah menyangka kalau aslinya si
Dea adalah seorang laki-laki. Anwar ini
bercerita dia mendapatkan kontaknya si
Dea alias Denny dari suami temannya yang
bekerja sebagai fotografer. Nah, mereka
berdua itu sempat merencanakan untuk
bertemu, tapi enggak terlaksana karena
komunikasi mereka terputus. Nah, suami
temannya ini sama nih dengan Anwar,
Geng. Mereka sama-sama enggak tahu kalau
Dea ini adalah laki-laki alias Dennyi.
Lalu setelah terbongkar semuanya viral,
Anwar merasa bersyukur dia enggak jadi
atau belum sempat bertemu dengan si Dea.
Gila kalau sempat terjadi Mas Anwar, wah
dipatok si burung Mas Anwar tuh ya. Gila
Dea, Dea, sister Hong Lombok ya kan.
Terus selanjutnya ada pengakuan dari
seorang pria yang bernama Mamik Raden.
Nah, Mamik Raden ini mengaku pernah
kepincut dengan sosok Dea. Ini
kepincutnya sampai mana nih, Mas Mamik?
Enggak aneh-aneh kan di rumah? [tertawa]
Nah, jadi geng beberapa tahun silam
tepatnya ketika era Covid, si Mamik
Raden ini berusaha untuk mendekati si
Dea ini, Geng. Sampai pada akhirnya
singkat cerita, mereka pun bertemu
secara langsung. Dan di saat itu Mamik
Raden tidak menyadari karena memang dia
tidak curiga sama sekali dengan Dea ini.
Suaranya enggak ngebas seperti
laki-laki, badannya pun seperti
perempuan pada umumnya. Jadi intinya
Mami Raden ini udah kepalang suka, udah
kepalang sayang, unyu-unyu gitu ya.
Pengin gitu sama si Dea ini ya.
Benar-benar udah menjadi wanita idaman
dan impiannya gitu. Mulus, bening, sifat
dan sikapnya baik, lembut gitu. Tapi ada
belalai. [tertawa]
Alai. Dan kalau kalian enggak tahu ya
kalau dia ini adalah laki-laki, dijamin
nih kalian pasti bakal kayak si Raden
ini. Kepincut sama Dia ini, Geng. Dan
saking seriusnya, si Mamik Raden ini
ingin menjalin hubungan dengan Dea, dia
sebenarnya udah memiliki keinginan untuk
menikahi Dea yang berbelalai ini, Geng.
Dia beberapa kali meminta ke Dea supaya
bisa dipertemukan dengan orang tua.
Namun tawaran tersebut selalu ditolak
oleh Dea karena alasan orang tuanya
galaklah atau belum mengizinkan dia
untuk menikahlah. Nah, ketika pada
akhirnya sosok Dea yang sebenarnya
terungkap dan viral, ternyata Raden
tidak berubah pikiran. Raden tetap
sayang. Raden tetap tidak membenci atau
tidak mendoakan hal-hal buruk kepada
Dea. Bagi Raden, Dea adalah sosok yang
baik hati. Cuma salah jalan katanya. Ya,
pasti dalam hatiannya Raden tuh ada
kecewa-kecewa dikit sih ya. Pasti ada
muntah-muntah dikit sih ya Raden ya.
Pasti udah ngebayangin yang aneh-aneh
tuh hidup bersama ngapain aja di dapur,
ngapain aja di ranjang dan segala macam.
Akhirnya muntah-muntah nih Pak Raden
nih. Yakin gua. Tapi tetap aja ya geng
kalau kalian ada di posisi Raden ini
pasti kan jiji banget ya. Terlepas Dea
ini atau Deni ini adalah seorang orang
yang baik. Tapi kan orang baik enggak
ada yang nipu enggak sih? Ya, kalau lu
menipu, kalau lu enggak jujur itu belum
tergolong orang baik enggak sih? Gitu
ya.
Lalu, Geng, berita mengenai Dea atau
Denny Lombok ini pun ya menjadi
perbincangan hangat di kotanya di
Lombok. Yang tadi gua ceritakan adalah
pengakuan dari beberapa korban dan
mungkin di media sosial ada
korban-korban lain yang e bersuara juga.
Nah, cuma, Geng mungkin gua enggak bisa
menceritakan semuanya karena
keterbatasan durasi. Tapi gua harap ya
yang gua ceritakan tadi sudah cukup
mewakili geng dari sisi para korban
karena berita ini ramai di media sosial
dan sudah dianggap meresahkan dengan
banyaknya perempuan muslim yang merasa
tertipu oleh si Dea alias Denny ini
karena bersentuhan langsung gitu ya dan
berpakaian terbuka di hadapan si Denny
akhirnya nah ada beberapa pihak yang
mengecam kelakuan dia ini. Salah satunya
adalah pimpinan wilayah NU atau PWNU
yang ada di Nusa Tenggara Barat yang
mengecam aksi kamuflase yang dilakukan
oleh Deni alias Dea Lipa. Pihak PWNU
menilai tindakan yang dilakukan oleh
Denny ini dengan berpenampilan seperti
perempuan itu sebagai sebuah
penyimpangan. Dan karena itu adalah
sebuah penyimpangan, maka perbuatannya
tidak bisa dibenarkan dan tidak boleh
ditolerir melalui sekretaris PWNTB yang
bernama Lalu Daud Nurjadi. Dia
mengatakan Deni ini memerlukan
penanganan serius dengan cara diberikan
pendampingan dan pembinaan. Waduh. Nah,
Pak Daud ini sendiri khawatir kalau gaya
hidup Denny akan dijadikan inspirasi
oleh pria-pria lain untuk berpenampilan
yang sama dengan Denny, yaitu meniru
pakaian perempuan. bahkan bisa
menjerumuskan seseorang menjadi lagi bet
ya kan ya seperti yang kita tahu geng ya
kadang lagi bett ini menular ya menular
kepada lingkungannya menurut Pak Daud
tadi seorang MUA pria tidak perlu
berpenampilan seperti perempuan dia
menyebutkan banyak laki-laki yang
berprofesi sebagai MUA tanpa
berkamuflase dengan menampilkan diri
seperti perempuan contohnya ya dicontoh
oleh ini dicontohkan oleh si Bapak itu
Ivan Gunawan ya dia adalah seorang
desainer sekaligus MUA juga tapi tidak
berpenampilan seperti perempuan katanya.
Emang iya ya? Emang Ivan Gunawan tuh MUA
ya? Setahu gua desainer baju sih. Tapi
enggak tahu ya. Ini si Bapak itu yang
ngomong. Nah, terus dia bilang seperti
Ivan Gunawan itu kan masih bisa dilihat
bentuk fisiknya. Dia adalah laki-laki
dan tidak terkesan menipu
customer-customer perempuannya. Terus,
Geng, selain memberikan respon terkait
keberadaan dari Sister Hong versi Lombok
ini, Pak Daud juga menanggapi kabar yang
menyebutkan kalau si Sister Hong versi
Lombok alias Dea Lipa alias Deni ini
sempat diusir dari masjid ketika hendak
salat menggunakan mukena. Menurutnya,
warga di sana menganggap perilaku si
Deni ini sudah menjadi modus untuk
melakukan penyamaran agar dia bisa
berada di area perempuan. Dan bisa
dikatakan kalau dia ini adalah perempuan
padahal sebenarnya dia laki-laki dan
laki-laki itu enggak boleh masuk ke
dalam area perempuan. Nah, Pak Daud
melanjutkan jika PWN UNTB mendapatkan
laporan kalau banyak komunitas lagi BT
yang mulai e muncul di Lombok. Oleh
karena itu, dia mendorong semua pihak
untuk mengambil peran agar berupaya
mengembalikan mereka ke kodrat
masing-masing. Nah, terus geng setelah
viral akhirnya si Deni alias Deal Lipa
ini muncul ke permukaan untuk memberikan
klarifikasi. Apa nih kira-kira
klarifikasinya dan apa alasan dia
melakukan penyamaran itu? Langsung aja
kita bahas secara lengkap.
Jadi, Geng, beberapa hari setelah kasus
ini ramai diperbincangkan, Denny
akhirnya muncul di depan publik dan
memberikan klarifikasinya dalam sebuah
konferensi pers yang diselenggarakan
pada hari Sabtu tanggal 15 November
2025. Di kesempatan tersebut, Denny
alias De Lipa ini menjelaskan alasan di
balik pilihannya dia itu berpenampilan
seperti perempuan mengenakan hijab.
sekaligus dia juga membantah nih
berbagai kabar yang dia nilai sebagai
bentuk fitnah terhadap dia. Dia
menyebutkan bahwa banyak informasi yang
beredar tidak sesuai dengan kenyataan,
terutama yang memberikan diri dia itu
label sebagai Sister Hong versi Lombok
dan melakukan penistaan agama. Nah, dia
bilang ya alasan dia membantah itu semua
karena dia mengaku tidak pernah
melakukan hal-hal seperti yang
dituduhkan.
Banyak narasi yang disebarkan, tidak
sesuai dengan kenyataan.
bahkan menuduh saya sebagai penista
agama.
Kodok
sister dari Lombok serta menuduh saya
melakukan hal-hal yang tidak saya
lakukan.
Selanjutnya Deni ini juga membantah isu
mengenai dia yang dikatakan pernah masuk
ke masjid dengan menggunakan mukena dan
beribadah seperti perempuan hingga
memasuki area perempuan. Justru
sebaliknya, Danny ini mengaku dia
menghormati rumah ibadah, tata cara
ibadah, dan memahami agama. Danny juga
menanggapi pertanyaan mengenai alasan
dia sehari-hari menggenakan hijab yang
hanya boleh dipakai oleh perempuan.
Danny mengungkapkan kalau pilihan dia
tersebut lahir dari penghargaan dan
kekagumannya terhadap perempuan
muslimah. Aduh, bisa aja nih alasannya.
Dan dia memandang hijab sebagai simbol
kecantikan dan kehormatan yang selalu
dia kagumi sejak lama. Dia membantah
kalau adanya anggapan kalau dia
menggunakan hijab sebagai alat untuk
menutupi dan menipu serta menistakan
agama. Bagi dia, hijab justru menjadi
bentuk ekspresi diri sekaligus
perlindungan terhadap tindakan yang
tidak diinginkan seperti pelecehan.
Haduh, Bang Deni,
koe lanang. Siapa yang mau ngelecehin
koe? Ya udah ada aja. Dan setelah itu,
Danny ini juga menceritakan mengenai
background kehidupannya dia, Geng. Dari
ceritanya dia mengungkapkan kalau sejak
kecil hidupnya itu enggak pernah mudah
karena ternyata dia ini ya seorang
penyandang disabilitas dengan
keterbatasan pendengaran. Hal ini
disebabkan setelah Deni ini mengalami
kecelakaan di usia sekitar 10 tahun
katanya. Dan kisah hidupnya itu enggak
berhenti sampai di situ. Dia kembali
menceritakan bagaimana hidupnya yang
merasa kekurangan kasih sayang dari
orang tua karena tuntutan hidup. Dan
sejak dia tinggal dengan neneknya dari
pihak sang ibu karena kedua orang tuanya
bekerja sebagai tenaga migran, akumulasi
dari kondisi perekonomian mereka itu
juga membuat ee dia mendapatkan
keterbatasan pendidikan. Jadi kayak apa
ya hidupnya tuh ya di bawah rata-rata
lah ekonomi sulit gitu. Dannyeni ini
cuma menamatkan pendidikan sampai
sekolah dasar. Jadi sampai SD doang
karena dia pernah mengalami dibully di
sekolah ya. Lagi-lagi gara-gara bully
nih. Dan selain itu Denny ini juga
mengaku tidak memiliki cukup dukungan
untuk sekolah setelah neneknya meninggal
dunia saat dia masih duduk di kelas 6
SD. Dan dari kehidupan dia yang berat,
Denny ini harus mencari jalan keluar
untuk tidak terus-menerus berada di
dalam kesulitan ekonomi. Sampai pada
akhirnya dia memutuskan untuk menjadi
MUA. Dia belajar sendiri atau otodidak
melalui YouTube, media sosial. Hingga
saat ini mimpinya dia itu masih sama,
yaitu menjadi seorang make up artis dan
punya galeri sederhana, melanjutkan
pendidikan, dan berbagi keterampilan
dengan orang lain. Nah, Denny juga
mengaku sudah menjalani tes H garis V
untuk membuktikan kalau dia bukanlah
seperti Sister Hong dan hasilnya
negatif. Hal tersebut juga dikonfirmasi
oleh Muksin selaku koordinator
solidaritas kemanusiaan yang mendampingi
Denny ini. Muksin mengatakan narasi
Sister Hong versi Lombok yang beredar di
media sosial memang memunculkan
keresahan dan kekhawatiran warga. Namun
ya dia mengingatkan supaya warga
memiliki perlakuan yang adil bagi setiap
warga negara tanpa terkecuali katanya
gitu. Terus, Geng, imbas tuduhan yang
ditujukan kepada si Deni alias Dea Lipa
ini ya, ribuan komentar netizen yang
berisikan cacian, hinaan sampai ancaman
membuat dia sangat terpukul dan trauma.
Danny ini mengaku mengalami tekanan
mental yang hebat setelah narasi tentang
dia viral di media sosial dan kondisinya
tersebut membuat dia terpaksa
membatalkan sejumlah jadwal rias
pengantinnya dia. Namun, Geng, banyak
netizen yang tidak puas dengan
klarifikasi yang diberikan oleh Denny
dan malah ada yang semakin cemas.
Alasannya karena klarifikasi yang
diberikan oleh Denny ini terlalu
defensif dan tidak disertai dengan
permintaan maaf yang jelas terhadap
masyarakat. Apalagi kepada korbannya
yang sudah dia sentuh-sentuh tanpa
korban ini mengetahui kalau dia adalah
laki-laki. Nah, itu kan koncernnya. Nah,
namun ada juga geng yang justru
memberikan dukungan setelah dia
mengklarifikasi tentang pilihan
hidupnya, tentang cara bagaimana dia
mengekspresikan kesukaannya dan menjadi
seorang laki-laki yang berdandan seperti
perempuan. Nah, ini gua enggak mau ikut
campur deh urusan masing-masing kalau
itu ya.
sebuah akun media sosial mempusting
foto-foto saya
peserta narasi yang tidak benar.
Dan itu dia geng ya pembahasan kita kali
ini mengenai Denny atau Dea yang
dijuluki sebagai Sister Hong versi
Lombok ini. Gimana geng menurut kalian?
Apakah menurut kalian Denny ini salah
atau kalian justru mendukung apa yang
dilakukan oleh si Denny ini? Coba deh
tuliskan komentar di bawah.