Transcript
2qJPaT9iRXk • The assault on a Jogjakarta motorcycle taxi driver! It ended in a sea of angry motorcycle taxi ...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1600_2qJPaT9iRXk.txt
Kind: captions Language: id Dikatakan juga mh ini sekalian memesan makanan di warung yang sama untuk dia sendiri. Bahkan meskipun sudah ditolak nih ya dengan cara yang sopan, ternyata salah seorang di antara ee sekelompok orang ini merasa tersinggung karena ngerasa dicuekin, karena ngerasa si MH ini enggak menghargai ajakan mereka gitu. Karena korban tidak minum, ia menolak lalu bermain handphone sambil menunggu pesanan. [musik] Akan tetapi terduga pelaku ternyata marah. Geng, kalian ingat enggak beberapa bulan yang lalu kita sempat ngebahas tentang kasus seorang driver Shopee Food yang dikeroyok oleh seseorang yang mengaku bekerja ee di pelayaran alias wong pelayaran. Ternyata baru-baru ini kejadian yang sama terulang lagi dan lokasinya pun sama yaitu di daerah Sleman, Yogyakarta. ini ada apa ya dengan saudara-saudara kita di Sleman, Yogyakarta. Bukannya di Jogja itu orangnya lembut-lembut, udah gitu slow living gitu ya. Ini kok tiba-tiba ada beberapa kasus-kasus yang melibatkan orang-orang yang kurang slow nih. Ada apa ya? Ini mungkin teman-teman dari Jogja bisa menjelaskan kalau yang waktu itu ya drivernya dianiaya karena telat mengantarkan pesanan yang sebenarnya bukan karena kesalahannya dia juga. makanannya telat di antar itu karena memang si pelaku enggak memilih pengiriman yang instan. Sehingga gak cuma pesanan pelaku aja yang diantarkan, tapi si driver juga harus mengantarkan pesanan dari customer lain. Sementara yang terjadi baru-baru ini enggak ada hubungannya sama sekali dengan pelayanan di dalam pengantaran makanan ke customer. Kabarnya nih ya di kasus yang sekarang ini si driver Shopee Food-nya dianiaya karena menolak ajakan buat minum miras oleh pelaku. Seorang driver makanan online menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal saat menunggu pesanan di warung lesehan kawasan Condong Catur, Depok, Sleman. Wah, ada-ada aja ya, Geng, kejadiannya. Dan dari penolakan itulah si driver ini jadi bulan-bulanan karena sudah pernah terjadi aksi serupa sebelumnya. Ya, kali ini Solidaritas driver Shopee Food enggak main-main, Geng. ada ratusan driver yang langsung datang menggeruduk tempat yang diduga sebagai e kediaman dari si pelaku agar bisa menyeret dia ke kantor polisi demi mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka gak mau lagi kalau kawan-kawan mereka apalagi mereka sendiri nantinya ikut mengalami kejadian yang serupa mengingat sudah dua kali terjadi hal seperti ini. Dan dari kasus ini kita bisa lihat ya jika apa yang terjadi bukanlah perkara masalah penganiayaan aja tetapi melainkan gambaran masalah yang lebih besar tentang keselamatan pekerja lapangan seperti driver ojol gini. Penyalahgunaan minuman keras yang membuat siapa saja cenderung berpikir tidak rasional dan cuma mementingkan emosi sesaat. dan bagaimana kekerasan bisa terjadi hanya karena penolakan yang sebenarnya ya ini cuma masalah spele aja. Di dalam video kali ini kita bakal mencoba untuk merangkum insiden tersebut dan semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar lebih menghargai orang lain agar lebih berhati-hati juga ketika melaksanakan pekerjaan supaya kejadian seperti ini tidak terulang. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to kamar jer [musik] genggeng. Untuk pembahasan yang pertama kita masuk dulu ke dalam pembahasan kronologi penganiayaan driver Shopee Food ini, Geng. Langsung aja. Insiden ini terjadi di sebuah warung lesehan yang terletak di kawasan Jalan Jangkar Bumi, Ngeringin, Condong, Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Warung tersebut tidak hanya dibuka untuk para pembeli yang datang ke tempat aja, tapi juga membuka layanan untuk take away melalui ojek online agar mempermudah para pembeli yang mungkin malas gitu ya untuk keluar rumah, apalagi jika membeli di malam hari. Terus, geng, pada hari Selasa dini hari tanggal 12 Oktober tahun 2025, tiba-tiba notifikasi dari aplikasi Shopee Food berbunyi di handphone seorang driver berinisial MH. Inisial aja ya, kasihan bapaknya kalau kita publish. Usianya itu masih cukup muda, 23 tahun ya. Berarti enggak cocok dipanggil bapak, cocoknya dipanggil adik karena jauh banget umurnya sama gua. Dan notifikasi tersebut berisi adanya pesan yang masuk dari customer yang memesan di warung lesehan tadi. Bukan sesuatu yang aneh jika masih banyak driver yang aktif di malam hari karena tahu ada orang-orang yang masih terjaga dan kelaparan di tengah malam. Nah, MH ini mengira malam tersebut ya sama seperti malam-malam biasanya di mana dia mengambil orderan di tengah malam terus mengantar lalu selesai. Nah, dia di saat itu supaya tidak berlama-lama mengantarkan pesanan, MH ini langsung menuju ke warung yang dimaksud dan menunggu di sana hingga makanan siap untuk diantar. Terus, Geng, sesampainya si MH ini di sana, MH ini mengkonfirmasi orderan yang dia terima di aplikasinya ke staff di warung tersebut. Dan setelah itu dia duduk manis sembari menunggu makanan selesai dimasak. Dan seperti driver-driver yang mungkin sering kalian lihat di warung atau restoran ketika menunggu pesanan untuk menghilangkan bosan MH ini main handphone. Nah, di saat itu memang waktunya sudah menunjukkan tengah malam. Jalanan udah sepi, suasana juga lengang banget, tidak ada lalu-lalang orang yang ramai. Dan hal ini ternyata sudah biasa nih buat si MH dan dia enggak merasa ada yang janggal atau takut terjadi hal-hal buruk ke dia gitu. Toh memang dia udah biasa menjalankan pekerjaan tersebut di saat tengah malam. Nah, sayangnya nih, Geng, ya. Di saat malam itu tidak seperti malam-malam yang biasanya. Jadi, ceritanya sedang ada sekelompok orang yang sedang pesta minuman keras. Dari informasi yang gua dapatkan dari salah satu sumber dikatakan sekelompok orang itu berjumlah empat orang. MH tidak mempedulikan dan menganggapnya hanya sekedar kelompok orang yang nongkrong-nongkrong aja. tidak ada keinginan dia untuk mengganggu karena kan memang dia harus mengantarkan pesanan ke customernya dan tidak mau punya masalah juga dengan orang lain. Dan selagi tidak mengganggu ya ini tidak jadi masalah buat dia. Namun geng sekelompok orang tersebut ternyata malah memanggil dia dan tanpa basa-basi justru langsung mengajak si MH ini untuk bergabung dengan mereka. Bergabung buat minum miras ya, pesta-pesta mabuk-mabukan dengan mereka. Dan intonasinya agak tinggi ketika dia memanggil MH. Ya, kayak orang marah gitu. Woi, sini. minum dulu ya. Kurang lebih kayak gitulah ya walaupun enggak terlalu sama gitu. I kemudian datang ke lesehan untuk pesan [musik] dan sesampainya di lokasi ia ditawari minuman keras oleh terduga pelaku. Nah, MH ini sama sekali enggak kenal dengan sekelompok orang tersebut karena kan dia ya cuma seorang driver yang lagi kerja. Nah, agak heran juga sebenarnya kenapa dia bisa diajak oleh mereka ya mungkin karena efek alkohol tadi sehingga mereka bertindak tanpa pikir panjang dengan mengajak orang lain yang tidak mereka kenal untuk bergabung berpesta miras. Dan karena tidak mau untuk minum miras ya namanya juga driver lagi fokus cari nafkah, cari rezeki, bekerja gitu ya. Terlebih lagi sedang ada orderan yang harus dia antar. Nah, MH ini menolak ajakan tersebut. Dia menolak juga bukan dengan cara kasar. Dia menolak dengan sopan. MH tahu dia gak mau memancing amarah orang yang sedang mabuk. Karena orang mabuk kan mudah tersulut emosi tuh, enggak sadarkan diri gitu kan. Nah, MH memilih kembali memainkan handphone untuk menghindari intervensi lebih lanjut. Dikatakan juga MH ini sekalian memesan makanan di warung yang sama untuk dia sendiri. Bahkan meskipun sudah ditolak nih ya dengan cara yang sopan, ternyata salah seorang di antara ee sekelompok orang ini merasa tersinggung karena ngerasa dicuekin, karena ngerasa si MH ini enggak menghargai ajakan mereka. gitu. Karena korban tidak minum, ia menolak lalu bermain handphone sambil menunggu pesanan. Akan tetapi, terduga pelaku ternyata marah. Dan lagi-lagi ini semua karena efek alkohol, Geng. Nah, hal-hal kecil bisa membuat sesuatu menjadi besar. Membuat si peminumnya merasa tersinggung dan sering sekali meluapkan e emosinya dengan cara yang enggak baik. Si pelaku di saat itu memanggil si MH ini lagi menggunakan nada yang tinggi lagi. Mungkin bukan manggil gitu, tapi jatuhnya udah ngebentak. berteriak dan M.Hisadi itu tidak menghiraukan panggilan tersebut karena dia juga sedang asyik dengan handphone-nya dan tiba-tiba aja secara mendadak wajahnya si MH itu dipukul. Jadi ada yang memukul wajah dia tepat di bagian kiri dari belakang. Pukulan tersebut kencang banget. Puk gitu sampai didengar oleh orang-orang sekitar juga. Dan aksi tersebut menyebabkan bibir MH sampai pecah mengeluarkan cairan merah. Enggak cuma MH yang terkejut, para pekerja di warung yang melihat secara langsung mereka syok dan ketakutan karena ada keributan yang terjadi di tempat kerja mereka. Nah, otomatis staf warung kemudian meminta agar MH mending pergi aja dari sana melarikan diri, mencari pertolongan menghindari orang-orang mabuk ini. Dan di saat itu MH lebih memilih untuk pergi daripada ya masalahnya jadi panjang. Langsung dia kabur dari sana dan MH baru sadar ketika dia udah kabur kalau bibirnya pecah mengeluarkan cairan merah. Berada di dalam posisi yang tertekan. MH merasa enggak akan sempat mengantarkan makanan milik customernya tadi. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk membatalkan pesanan dan meninggalkan lokasi. Dia menjauh dari kelompok tersebut supaya tidak terjadi penganiayaan yang lebih parah. Dan dari informasi lain disebutkan kalau MH ini sampai diancam oleh para pelaku. Kalau MH tidak segera pergi meninggalkan warung tersebut, ya MH bakal dihabisi. Dan ngebayanginnya ngeri banget, Geng. Dianiaya oleh orang yang enggak dikenal. Ditambah lagi mereka di bawah pengaruh alkohol dan seseorang yang sudah mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak itu bakal cenderung bertindak ya brutal sesuai dengan emosi yang sedang mereka rasakan. Enggak pernah terpikirkan oleh si MH bahwa dia bakal berada di situasi semengerikan ini. Nah, dia enggak merasa bikin salah, enggak kenal dengan orang-orang itu juga ditolak tawarannya secara halus tapi malah dipukul. Padahal dia ada di sana karena sedang mencari nafkah. Kita sendiri pun gak pernah menyangka ya, Geng, jika kejadian kayak gini itu bisa keulang kembali setelah kasus driver Shopee Food yang dianiaya oleh orang yang mengaku uong pelayaran. Itu kan belum lama kasusnya. Masih ada aja yang melakukan kekerasan kepada ee seorang driver kayak gini. Seperti kita tahu ya, sekarang tuh kalau kalian berbicara kekompakan masyarakat itu enggak cuma berasal dari ormas alias organisasi masyarakat. Ini abang-abang ojol secara tidak langsung ini mereka tuh udah kayak ormas juga. Ini maksudnya ormas bukan berarti konotasi negatif ya. Ormas itu kan kepanjangan organisasi masyarakat yang mana sekelompok masyarakat berkumpul bersama-sama tujuan dan visi yang sama. Saling menolong, saling membantu. Satu kesenggol, yang lain pasti ngebantu. Nah, secara tidak langsung kesamaan tujuan mencari nafkah, rezeki susah bareng-bareng para abang-abang ojol. Mau dari brand apapun, mau Gojek, mau dari Shopee Food, mau dari Grab, nah mereka semua itu memiliki satu tujuan dan visi yang sama yaitu mencari nafkah buat keluarga. Jadi kalau dibilang susah, mereka sama-sama susah, nasibnya sama, satu orang temannya kesenggol, udah pasti, udah pasti semuanya bakal turun ke jalan. Itu udah enggak bisa ditolerir lagi. Udah banyak kejadiannya. Terus singkat cerita nih, Geng, ya. Seusai si MH tadi mendapatkan perlakuan kasar itu, ada yang menyebutkan jika MH menceritakan apa yang dia alami ke media sosialnya dia. Namun dari akun Instagram Merapi Strip Uncover, ada sebuah postingan yang isinya adalah cerita yang disampaikan langsung oleh MH saat dia mengalami insiden tersebut. Nah, di postingannya itu MH juga meminta agar kasusnya bisa diviralkan. Dia minta tolong kepada netizen. Ya, kita tahu, Geng, nih, komunitas driver ojol seperti yang gua katakan tadi, solid banget. Kalau satu orang yang mengalami hal buruk, para driver lain bakal membantu. Nah, contohnya kayak kasus driver Shopee Food kemarin. Nah, sama juga ketika kejadian Avan Kurniawan, driver ojol yang tewas dalam demonstrasi di tanggal 29 Agustus kemarin. Ada ratusan bahkan ribuan driver ojol yang mengiringi jenazah almarhum menuju ke peristirahatan terakhirnya. Nah, hal tersebut juga yang terjadi di kasus ini setelah MH menceritakan e apa yang dialami di media sosial, komunitas Ojol di dalam hal ini adalah driver Shopee Food bergerak langsung sebagai bentuk solidaritas terhadap teman mereka, MH. Komunitas Ojol menyarankan agar membawa perkara ini ke jalur hukum aja dengan melaporkannya ke polisi. Nah, ini keren nih pergerakan abang-abang ojol tidak cuma apa ya emosi doang main hakim sendiri, tapi mereka itu datang ramai-ramai untuk mengawal kasus ini supaya bisa dibawa ke jalur hukum. Karena kan kita tahu ya di negara kita no viral, no justice, motherfuer. [tertawa] Cuma geng untuk mengurus laporan ke polisi jika seseorang mengalami penganiayaan itu kan dibutuhkan hasil visum. Nah, sementara hasil visum itu kan enggak gratis ya. MH di saat itu harus ke dokter bayar biaya periksanya. Nah, sementara dia enggak punya uang untuk melakukan visum ya buru-buru punya uang. di saat itu dia lagi kerja di-cancel ya kan gara-gara dia dipukulin. Nah, akhirnya driver Shopee Food lainnya berinisiatif untuk e patungan ya bareng-bareng mereka ngumpulin uang yang bisa dipergunakan oleh MH untuk melakukan visum. Nah, tapi ternyata belakangan diketahui visum-nya itu justru ditanggung oleh manajemen Shopee. Karena posisinya pada saat itu kan MH sedang ee bekerja lagi dapat orderan. Jadi, ada tanggung jawab dari pihak Shopee untuk membantu MH jika mengalami insiden yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau ya itu tadi insiden dia dikeroyok gitu. Nah, ini bagus banget ya. Eh, terima kasih Shopee Food sudah menghargai abang-abang ojol. Dan dari hasil visum tersebut, MH disebutkan mengalami luka di bagian gusi pipi bagian dalam akibat pemukulan yang dia alami. Terus, Geng, selain meminta agar MH ini melakukan visum, komunitas driver Shopee Food juga mengawal MH agar melaporkan kejadian ini kepada polisi tadi. Akhirnya, geng, laporan masuk ke Polresta Sleman sekitar 5 hari kemudian, yaitu pada hari Senin tanggal 17 November 2025 sekitar jam 8.00 malam. Nah, ketika itu para driver lain yang ikut bersama MH meminta agar polisi bisa mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap pelaku yang sudah melakukan penganiayaan terhadap salah satu rekan mereka. Kedatangan korban ini dikawal oleh puluhan masa driver online dari lintas aplikasi sebagai bentuk solidaritas. Situasi di halaman Polresta Sleman sempat memanas. Masa yang hadir awalnya menunggu dengan tertib sembari menunggu polisi memproses laporan. Mungkin karena enggak sabar dan ada di antara mereka yang juga terlanjur emosi dengan perlakuan si pelaku. Sebagian driver sempat berencana untuk menuju ke TKP penganiayaan yang dialami oleh MH. Aparat yang berjaga berupaya semaksimal mungkin untuk menahan massa agar tidak bergerak dari halaman Polresta Sleman. Namun karena jumlahnya yang begitu banyak ya enggak semua driver berhasil dicegah oleh polisi. Mereka pun langsung bergerak menuju lokasi. Tapi ada juga sebagian dari mereka yang memilih untuk tetap menunggu di Polresta Sleman untuk menemani MH demi proses laporannya. Nah, sekarang nih, Geng, kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan yang seru nih, yaitu mengenai ratusan driver ojol yang mendatangi asrama mahasiswa yang diduga menjadi tempat tinggal dari pelaku yang mabuk-mabukan tadi. Kita bahas. Para driver yang tadinya berada di halaman Polresta Sleman akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke lokasi lain. Ada yang menuju ke TKP di mana penganiayaan yang dialami oleh MH terjadi. Tapi ada juga yang menuju ke sebuah asrama mahasiswa yang diduga menjadi kediaman di mana pelaku tinggal. Ya, asrama tersebut berada di Jalan Pringgodani, Merican, Depok, Sleman, Yogyakarta. Ada yang tahu enggak itu tempatnya? Mungkin teman-teman di Jogja bisa meninggalkan komen, ya. Enggak diketahui dengan pasti, Geng, bagaimana bisa para driver Shopee Food ini menduga jika yang melakukan penganiayaan terhadap MH adalah seorang mahasiswa. Namun dari informasi yang gua dapatkan dari media Instagram hariane.com ya dikatakan jika asrama mahasiswa yang didatangi oleh driver Shopee Food itu adalah asrama mahasiswa yang ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari timur spesifiknya mahasiswa Papua. Dari pantauan asrama tersebut, sejumlah driver Shopee Food mulai berkumpul di sana sejak sore hari. Pada awalnya cuma terlihat beberapa orang aja, namun jumlah mereka terus bertambah di waktu ke waktu. Ketika malam tiba, tepatnya sebelum jam 10.00 malam diperkirakan udah ada 100 driver yang memenuhi akses jalan menuju asrama mahasiswa yang menjadi pusat perhatian malam itu. Warga sekitar yang tinggal di sana juga udah pada keluar rumah, Geng. Karena mereka tuh kan penasaran ya menyaksikan suasana yang enggak biasa. Enggak pernah ada sebelumnya orang yang ramei-rame datang ke sana. Terlebih lagi semuanya mengenakan pakaian driver Shopee Food. Kok rame banget? Ada konvoi apa nih? Ya kan? Jalan kecil yang biasanya sepi nih ya. Seketika tuh berubah menjadi padat karena kedatangan masa yang berisikan para driver Shopee Food ini. Dan suasana yang awalnya cuma ramai doang pelan-pelan berubah menjadi mencekam, menjadi tegang. Warga yang awalnya enggak tahu apa yang menyebabkan banyaknya driver yang datang ke sana mulai mengira-ngira. Apakah ini dilatar belakangi oleh masalah yang dihadapi oleh salah satu rekan mereka dan berhubungan dengan mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut? Ditakutkan ya suasana bakal berubah menjadi tidak kondusif dengan cepat. Apar kepolisian di saat itu udah mendengar nih kalau udah ramai-ramai nih di asrama mahasiswa Papua ini. Diterjunkanlah beberapa personil ke depan gedung asrama tersebut untuk mengamankan lokasi. Akses menuju gang yang mengarah ke asrama mahasiswa langsung ditutup agar masa tidak semakin mendekat ke dalam area pemukiman. Enggak cuma polisi aja, Geng, yang berada di sana. Sejumlah anggota TNI juga ikut dikerahkan untuk membantu penjagaan. penjagaan ini ya enggak serta-merta menyurutkan niat dari driver Shopee Food lainnya untuk datang ke sana hingga waktu menunjukkan pukul jam 12. dini hari ya tercatat masih ada driver yang datang ke sana, Geng, yang semakin menambah jumlah driver di area sana. Kedatangan para driver Shopee Food ini karena mereka menuntut klarifikasi dari si pelaku. Udah enggak sabar mereka karena proses dari polisi kan butuh waktu. Mereka tuh pengin langsung aja gitu. Mereka juga pengin memastikan agar proses hukum terhadap pelaku ini yang sudah melakukan penganiayaan terhadap MH bisa berjalan lancar. Nah, banyaknya driver yang datang ke sana bisa kita lihat dari video ini, Geng. Kalian lihat sendiri. Ada banyak video serupa yang berseleweran di media sosial. Dan dari banyaknya video tersebut, ya netizen baru tahu kalau insiden pemukulan yang dialami oleh salah satu driver Shopee Food itu yaitu MH dan kedatangan ratusan driver ke sana itu menjadi viral. Driver-driver ini meminta pertanggungjawaban dari para pelaku ganggu warga yang lagi istirahat, kita pindah ke Melayu. Dan dari informasi yang beredar nih, Geng, ratusan driver Shopee Food tersebut menunggu di depan gedung asrama mahasiswa lebih dari 2 jam. Enggak cuma sekedar menunggu pelaku untuk menampakkan diri, tapi juga mereka berupaya melakukan mediasi bersama dengan aparat kepolisian yang berada di sekitar lokasi sekaligus ya mediasi dengan pihak asrama. Kemudian, MH ya si korban bersama dengan beberapa anggota polisi langsung menuju ke asrama mahasiswa tersebut di mana asrama itu sudah dikerubungi oleh ratusan driver Shopee Food dan Kombes Polisi Edi Setyanto selaku Kaporesta Sleman bersama dengan MH yang menjadi korban sekaligus dua orang saksi sempat masuk ke dalam asrama untuk melihat apakah pelaku yang menganiaya MH ini berada di dalam asrama tersebut atau enggak. Tapi sayangnya, Geng, dari pengecekan bersama dengan MH, ternyata pelaku itu enggak ditemukan keberadaannya di sana. Dan Pak Edi pun menyampaikan hal tersebut di depan para driver lainnya. Nah, dikatakan, "Eh, ternyata enggak ada nih pelakunya di sini." Dan di dalam momen itulah ya diketahui si MH korban ini ternyata punya nama panggilan yaitu Dika. Nah, beruntungnya nih ya si Dika alias MH ini masih mengingat ciri-ciri dari pelaku dibantu oleh dua saksi lain. Sehingga ini bakal sangat membantu pihak kepolisian untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan si pelaku. Sementara itu ya si korban ini alias MH alias Dika menyampaikan bahwa dia sudah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk kemudian diproses hukum. Dan pada saat itu beruntungnya tidak ada kericuhan yang disebabkan karena para driver yang emosi terhadap pelaku atau karena adanya provokator. Ya, lagian juga si pelaku enggak ditemukan di sana, Geng. Jadi, kondisinya masih bisa dikendalikan. Nah, aksi ini dilakukan dengan aman serta tertib. Dan karena keberadaan dari pelaku tidak bisa ditemukan, para driver perlahan-lahan mulai membubarkan diri setelah diarahkan oleh aparat kepolisian. Terus, Geng. Mengetahui terjadinya insiden yang sama kedua kalinya, netizen menyatakan kekhawatiran mereka. Dan ada yang merasa kalau di wilayah Jogja yang selalu menjadi korban atau yang terkena perlakuan seperti ini adalah driver dari Shopee Food. Ya, mungkin karena logikanya gini kali, Geng, ya. Yang paling banyak diorder tengah malam itu kan biasanya makanan. Nah, salah satu pioniernya kan Shopee Food, ya. Dan orang-orang di tengah malam itu kadang kita enggak bisa tebak, ada yang lapar karena habis mabuk-mabukan. Ada yang lapar mungkin karena lagi galau atau apa namanya juga tengah malam gitu orang-orangnya pada sengklek-sengklek semua. Dan kejadian ini kalian gak boleh rasis, Geng. Karena kenapa? Kalau kita perhatikan ya walaupun si pelakunya dikatakan mabuk-mabukan dan berasal dari mahasiswa e dari timur dan biasanya kan kita udah tahu ya stereotype-nya nih anak-anak muda di timur ya kebanyakan emang hobi minum. Kalau istilah mereka tuh bamoo gitu ya. Tapi di dalam kejadian ini kita enggak bisa menyamaaratakan. Kita contohkan aja kejadian yang sebelumnya ya kan. Kejadian sebelumnya itu yang si Wong pelayaran itu dari logatnya bukan orang timur dia malah orang Jawa juga. Kali ini kebetulan melibatkan orang Timur jadi kalian tidak bisa rasis ya, Geng. Karena ya siapa saja bisa menjadi pelaku dan siapa saja bisa menjadi korban. Dan geng memang ya kalau kita berbicara tentang ee mahasiswa-mahasiswa dari Timur terutama dari Papua yang ada di Jogja. Nah, para netizen ini memang sering membuat istilah yang diberikan kepada orang-orang Papua yang merantau ke Jogja. Mereka memanggilnya dengan sebutan Malika. Ada yang menyebut jika Malika selalu berulah. Kalau enggak sesama Malika berantemnya ya ke warga lokal dan Warlock. Nah, ini ingat ya, Geng. Apa ya? Ini adalah sebuah bentuk rasis. Sebenarnya enggak boleh karena enggak semua masyarakat Papua atau ee mahasiswa Papua berbuat demikian. Ya kan? Jangan gara-gara kelakuan beberapa oknum tapi kebetulan warna kulit berbeda langsung disamaakan. Ya kita coba cek aja ada berapa banyak suku-suku lain yang juga berbuat ulah. Ke Jakarta deh orang Aceh kayak gua banyak yang bikin ulah. Apa ulahnya? Ya ada yang jual narkoy ada. Ada juga kasus-kasus yang mungkin jaga parkir liar banyak. Terus yang mana lagi? Suku suku Medan, suku Batak. Ada yang mabuk-mabukan atau suku-suku dari mana lagi? Coba sebutkan semua dari suku-suku itu ada orangor sengkleknya tuh ada. Jadi jangan karena kebetulan warna kulit berbeda, ciri khasnya ee ketara gitu, terus menyamaaratakan ya enggak boleh. Banyak juga kok orang-orang Timur atau anak-anak Papua, mahasiswa-mahasiswanya yang fokus belajar, fokus meniti karir, enggak enggak jadi preman, enggak jadi penagih hutang seperti yang dituduhkan netizen. Ada yang jadi dancer, penyanyi, ada yang jadi artis banyak. ada yang jadi pengacara bahkan. Jadi ee tolong hargai kami ya, hargai kami [musik] sebagaimana manusia. ee janganlah mengeluarkan kata karena kata itu sangat menyakitkan untuk kami sebagai manusia yang yang dilahirkan dari rahim ibu eh sebenarnya sakit hati juga ya kepada oknum yang sempat lontarkan kata-kata itu. Nah, makanya stigma-stigma negatif kayak gitu ya udah bisa dikurangi sih. Kalau memang ada yang bikin hal negatif, misalkan nih dia warga Papua ya, dia mabok-mabokan, ya, lu ajak aja warga Papua lain yang mungkin teman lu yang lebih positif auranya, yang lebih positif kelakuannya, hantem aja tuh yang negatif-negatif. Gua yakin pada mau kok. Karena di sini yang kita bicarakan adalah wataknya, bukan warna kulitnya, bukan garis keturunannya. Yang namanya orang salah ya salah aja ya enggak sih? Dan gara-gara kejadian kayak gini ya, banyak netizen-netizen yang mengomentari semacam meminta orang-orang yang berasal dari tanah lain alias pendatang ini untuk berhenti barbar di tanah orang. Nah, salah satunya ada netizen yang menyebutkan kalau mahasiswa-mahasiswa Papua ini semakin meresahkan dan dia mengingatkan kalau kelakuan mereka terus seperti ini, lama-lama warga lokal Jogja semakin muak dan bahkan bisa menolak keras keberadaan mereka yang mana nantinya itu bakal berimbas ke mereka-mereka juga yang mau sekolah atau bekerja di Jogja karena efek dari stereotype stigma negatif oleh warga lokal yang ee semakin lama tuh semakin enggak suka dengan warga pendatang. Nah, ini yang harus kita hindari. Ini gua gak tahu ya, kenapa jadi orang Papua yang diduga menjadi pelaku atas penganiayaan terhadap si e driver tadi, MH alias Dika. Apakah mungkin dia ini pada saat itu melihat langsung si pelaku dan memang melihat pelakunya adalah ee mahasiswa Papua atau ini hanya tuduhan? Karena stigma mabuk-mabukan itu selalu diarahkan ke mahasiswa Timur gitu ya. Karena memang belum ada keterangan lebih lanjut mengapa driver Shopee Food berada di Asrama Mahasiswa Papua. Stigma miring tentang orang-orang Papua yang ada di Jogja ini ya. Ya, udah lama gitu berkembang, Geng. Dan sering banget kita dengar, ya. Dan salah satu yang berperan besar adalah pandangan umum yang menganggap mereka sering mabuk-mabukan, suka melanggar peraturan, dan suka berkelahi. Dan asumsi itulah yang sering sekali dipercaya oleh sebagian warga lokal. Dari informasi yang gua ambil dari media BBC, ada salah satu warga asli Jogja yang bernama Sukma Indah Permana yang mana dia mengaku sering melihat ya mahasiswa-mahasiswa Papua yang tidak patuh terhadap aturan lalu lintas. Bahkan mereka kadang ya narik tiga. Jadi satu motor tuh naik tiga tanpa mengenakan helm. Warga lokal Jogja mengakui bahwa tidak semua orang Papua kayak gitu dan mengatakan banyak juga orang Papua yang berperilaku baik sebenarnya. Tapi ulah dari sebagian kecil orang-orang Papua yang tidak bertanggung jawab ini menciptakan stigma negatif yang menempel kuat terhadap mereka semua. Bahkan mereka-mereka yang enggak bersalah. Nah, ini nih yang sangat disayangkan. Dan bahkan ya, Geng, ada seorang pemilik kos-kosan yang bernama Nugroho yang tidak mau menerima e mahasiswa dari Papua karena dia pernah mengalami pengalaman buruk. Katanya orang-orang dari Papua yang pernah nge-cos di tempat dia itu susah jika diminta untuk membayar kosan. Yang lebih parahnya ya mereka suka bikin gaduh suasana kos. Apalagi jika mereka sedang mabuk-mabukan, suka nyetel musik keras-keras katanya. Dan sebagai pemilik bisnis, dia menginginkan pemasukan keuangan yang lancar sehingga Nugroho tidak mau berurusan dengan mahasiswa-mahasiswa dari Papua karena dianggap tidak tertib dalam membayar, kata dia. Dan perilaku segelintir orang Papua ini kemudian menjadi sebuah stereotype di Jogja. Biasanya yang suka mabuk adalah anak muda Papua yang baru datang karena adanya budaya yang terbawa dari kampung mereka. Dan orang-orang Papua yang tinggal di tempat dingin seperti di pegunungan biasanya kan butuh penghangat sehingga terbiasa minum ya alkohol-alkohol lokal yang mengandung alkohol tinggi lah gitu ya. Dan ya tujuannya sebenarnya menghangatkan tubuh. Tapi kan di Jogja enggak sedingin itu jadinya mabuknya parah. Dan ketika mereka berada di Jogja ini ya mereka perlu waktu untuk beradaptasi. Meskipun memang fakta jika ada segelintir orang-orang Papua yang seperti itu di Jogja, tapi netizen tetap mengingatkan agar tidak menyamaaratakan semuanya. Ya, enggak semua mahasiswa Papua seperti itu. Jika ada orang Papua yang salah, salahkan individunya, bukan keturunannya yang tidak ada hubungannya, tidak ada sangkut paud dengan suku. Nah, dan kasus ini masih berada di tahap penyelidikan, Geng. Ya, polisi sudah melakukan olah TKP termasuk dengan menyisir CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui dengan pasti bagaimana wajah dan penampilan dari pelaku agar bisa membantu polisi untuk mencari keberadaannya. Polresta Sleman ya terus berupaya agar terduga pelaku penganiayaan bisa terungkap. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai seorang driver Shopee Food yang mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang yang sedang mabuk-mabukan karena dia menolak untuk diajak minum miras untuk mabuk bersama. Gimana, Geng? Menurut kalian tentang kejadian ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.