Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Dia buka suara tentang pernikahan siri yang dia lakukan terjadi pada tanggal 15 November 2024 bersama Habib Bahar bin Smith. Namun menurut dia ya kehidupan pernikahannya itu jauh dari kata romantis, harmonis, apalagi bahagia. Dia mengaku hanya diberikan selembar kertas sebagai bukti nikah, bukan buku nikah resmi. Geng, hari ini lagi-lagi kita bakal membahas soal isu sosial yang ada di negara kita. Ya, ibarat tuh isu nasional. Terlebih baru-baru ini usai kedua belah pihak sama-sama memberi sinyal bahwa mereka akan segera membawa perkara ini ke jalur hukum. Sebelum gua mulai pembahasan ini, gua pengin tanya dulu ke kalian. Kira-kira kalian tuh lebih senang gua itu membahas isu-isu nasional, isu-isu yang ada di Indonesia, atau justru membahas hal-hal yang berasal dari luar negeri? Coba deh kalian tinggalkan komentar di bawah supaya gua bisa paham keinginan kalian juga. Karena beberapa bulan belakangan gua dan tim Kamarjeri itu sepakat untuk membahas isu-isu nasional yang mana jauh lebih banyak dibandingkan dengan isu-isu internasional. Yang artinya nih ya 70% pembahasan di kamar Jerry itu bisa dikatakan pembahasannya tentang yang terjadi di Indonesia atau kalau sejauh-jauhnya ya yang terjadi di negara tetangga kita yaitu Malaysia ya kan. Nah sementara isu-isu internasionalnya gua cuma bahas 30% aja cuma sedikit. Kira-kira menurut kalian kalian lebih setuju dengan hal itu atau justru kita kembali ke konsep ya bahas yang seputar internasional jauh lebih banyak atau justru fifty-fy kayak setengah nasional dan setengahnya internasional? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Oke, hari ini pembahasan kita ya tentang sebuah kasus yang lagi ramai juga nih diperbincangkan di Indonesia yaitu soal dunia sosial serta keagamaan. Ya, kalian enggak salah dengar dari judul dan thumbnail kalian udah bisa baca sendiri. Ini kasus yang cukup pelik yang menimpa seorang pemuka agama bernama Habib Bahar bin Smith di mana beliau ini dituduh tidak mengakui istri-istri sahnya. Kenapa gua bilang istri-istri sahnya? Karena ternyata dari satu laporan tiba-tiba ada banyak laporan lain. Mungkin sebagian besar dari kalian pasti bertanya-tanya gitu ya, kenapa di kamar jari kita harus bahas hal kayak gini? ini gosip atau hal receh atau gimana? Enggak. Enggak. Kenapa gua perlu membahas ini? Karena ini bisa menjadi edukasi buat kita semua, terutama untuk kalian para perempuan-perempuan dan juga ya orang tua-orang tua yang punya anak perempuan. Kenapa? Ya fenomena kayak gini adalah fenomena yang sekarang sedang sangat dikhawatirkan oleh banyak orang. yaitu ketika ya titel atau kedudukan seseorang terlalu dieluh-eluhkan, terlalu ditinggi-tinggikan sampai pada akhirnya ya kita buta kalau yang sedang kita puji-puji, yang sedang kita junjung-junjung ini gitu ya, itu adalah sesama manusia juga. Nah, jadi jangan sampai kefanatikan terhadap manusia itu melebihi ya cinta kita sebagai umat manusia kepada Tuhan ya. Karena kenapa? hal itu bisa membutakan dan membodohkan, Geng. Nah, jadi ada sebuah kasus nih yang menimpa seorang wanita yang bernama Helwa Bahmid. Ini lagi ramai banget. Ini lagi ramai banget dibahas. Jadi, Helwa Bahmid ini ya mengaku sebagai korban dari si pemuka agama yang gua sebutkan tadi yaitu Habib Bahar bin Smith. Katanya dia dinikahi dan ya sampai punya anak tapi justru tidak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang istri. Jadi kurang lebih tuh kayak dijanjikan ini itu dinikahi sampai punya anak tapi dia tidak pernah dinafkahi kayak gitu loh geng. Kasus ini menjadi perbincangan panas di media saat ini. Bukan cuma karena persoalan rumah tangga biasa, tapi juga ini sudah menyangkut kelakuan pemuka agama yang dianggap oleh masyarakat ternyata tidak sesuai dengan isi dakwahnya. Integritas moral seorang pendakwah yang terkenal ternyata tidak sebaik yang diketahui oleh masyarakat. Banyak netizen, banyak masyarakat yang curiga bahwa ini bukan sekedar drama rumah tangga aja, Geng, tapi melainkan permainan kekuasaan, manipulasi publik, dan kontroversi moral yang bisa merusak reputasi agama itu sendiri. Karena kan dia membawa embel-embel seorang pemuka agama yang otomatis agama yang bersangkutan bakal terseret-seret. Padahal seperti yang kita tahu ya, tidak ada agama yang mengajarkan keburukan, tapi justru pelaku-pelakunya, umat-umatnya, sebagian kecil oknum yang tidak bertanggung jawab lah yang membuat agama itu jadi tercoreng. Nah, di dalam kasus ini ya, si perempuan yang menjadi korban yang bernama Helwa Bahmed ini mengaku sudah menjadi istri sah dari si pemuka agama tadi selama 1 tahun. Dia buka suara soal kejanggalan yang dia alami. Mulai dari dia ditelantarkan, jarang diberi nafkah sampai akhirnya tidak diakui secara resmi sebagai istri. Padahal udah dinikahi udah sampai punya anak. Dan anehnya lagi, Geng, keluar sebuah pernyataan dari Habib Bahar bin Smith yang mengatakan kalau pernikahan sirinya itu berlandasan tanpa cinta. Jadi, cintanya cuma buat istri pertamanya yang bernama Fadlun. Nih videonya yang ini. Telah kuharamkan. Ana punya hati sudah ana haramkan buat perempuan lain selain Fadlun. Jadi mau ana nikah lagi itu ana enggak cinta. Karena cinta anaknya buat Fadlun gak habis sudah mati segala penjelasan. Nah, ini kan jadi kontroversi nih karena orang-orang menganggap kayak lu kalau enggak cinta sama anak orang kenapa dinikahin? Emang boleh ya menikah atas dasar nafsu doang? Itu agama apa yang mengajarkan begitu? Di dalam Islam tidak diajarkan seperti itu. Di dalam Islam diajarkan menikah itu adalah ibadah atas dasar cinta, atas dasar Allah Subhanahu wa taala, atas dasar menghindari perbuatan zina. Nah, kalau menikahi orang tanpa dasar cinta terus pengin apa? Pengin anu-an aja biar tidak termasuk ke dalam golongan zina. Nah, itulah yang menjadi komentar netizen sejauh ini. Sementara itu ya, Geng. Si perempuannya yang bernama Helwa itu ya ngotot mau bercerai dan menuntut hak nafkah atas anaknya karena merasa ditipu saat mau menerima pernikahan dengan Habib Bahar ini. Helwa ini juga mengklaim kalau buku nikah yang dijanjikan oleh Habib Bahar tidak pernah dibuat. Dia cuma dikasih selembar kertas sebagai bukti nikah. Jadi, nikahnya itu nikah secara agama, ijab kabul, tapi tidak dinikahkan secara negara. Dan Helwa ini juga pernah menyatakan bahwa namanya direndahkan oleh Habib Bahar dan sempat dipanggil kambing oleh Habib Bahar. Bisa segitunya ya. Dan di sisi lain Habib Bahar berdalih bahwa poligami dan nikah siri adalah bagian dari keyakinannya dia. Tapi konsekuensi emosional dan tanggung jawab terhadap istri kedua ini jelas menjadi sorotan publik besar-besar. Geng. Nah, kalau kalian penasaran dengan pembahasan di video kali ini, kita bakal membahas semuanya secara lengkap mulai dari profile Habib Bahar bin Smith ya eh seorang pemuka agama yang cukup terkenal dan bagaimana kronologi ya kasus dia bersama perempuan yang bernama Helwa Bahmid ini dan apa saja tuduhan yang dilontarkan kepada Habib Bahar ini. Ya, jadi langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Geng, geng. Oke, untuk pembahasan yang pertama nih, Geng. Kita akan bahas dulu profile dari Habib Bahar bin Smith ini. Nah, jadi geng nama lengkapnya itu adalah Said Bahar bin Ali bin Smith atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan Habib Bahar bin Smith. Dia dikenal sebagai seorang pendakwah muda yang dalam dakwahnya selalu semangat dan berapi-api yang bisa membuat para jemaahnya itu kayak terbakar semangat gitulah untuk mendengar dakwah beliau. Kiai-kiai yang berdiri depan pintu Sudah, berdiri depan pintu penguasa dengan harapan sebagian daripada harta mereka. Sehingga yang halal mereka bilang haram, yang haram engkau bilang halal, yang hak engkau bilang batil. Yang batil engkau bilang hak, kata Allah. Ya memang dari beberapa video yang gua lihat sih e orangnya tegas, lantang gitu ya dalam berdakwah. Enggak ada yang menye-menye, enggak ada e gemulai-gemulai atau lenje-lenje itu enggak ada. Memang tipikalnya itu cowok bangetlah gitu. Habib Bahar ini lahir di Manado pada tanggal 23 Juli 1985. Dari kecil dia itu tumbuh di dalam keluarga Arab Hadrami yang religius. Marga Albin Sumaid. latar keturunan yang membuat sebutan Habib melekat pada beliau ini dan memberi bobot spiritual di mata sebagian jemaah. Kalau kalian lihat dari perawakannya rambutnya gondrong ya kan kadang-kadang tuh pirang-pirang gitu juga. Dan Habib Bahar ini juga merupakan putra pertama dari tujuh bersaudara pasangan dari Ali bin Smith dan Isnawati Ali [musik] nama orang tuanya. Terus geng, selain itu beliau ini juga merupakan seorang murid dari ulama yang dulu sempat menjadi kontroversi besar karena sosoknya yang memimpin eh Front Pembela Islam atau FPI yang mana sempat menetap di Arab Saudi karena sebuah kasusnya di Indonesia yaitu kasus pornografi dan penghinaan Pancasila ya kalau kalian ingat yaitu Habib Rizq ya. Nah, beliau ini adalah muridnya Habib Rizq. Nah, makanya geng kalau kalian perhatikan, setiap Habib Bahar bin Smith ini mau melakukan dakwah, dia itu selalu dijaga ketat oleh laskar pembela Islam dan juga Front Pembela Islam. Hingga enggak jarang kalau dia sampai dikawal oleh barisan Ansor Serbaguna ketika dia berdakwah di tempat yang masyarakatnya berafiliasi dengan Natlatul Ulama atau NU. Nah, jadi memang sama seperti gurunya pengikut Habib Bahar bin Smith ini banyak ramai banget, Geng. Kalau kita mundur sedikit ke masa-masa awal Habib Bahar ini mulai dikenal publik, ada satu momen yang bikin namanya makin sering muncul di headline media massa. Yang mana waktu itu dia ini sempat turun langsung ke lapangan dan melakukan razia ke cafe the Mos yang ada di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tempat yang menurut dia jadi sarang kemaksiatan. Bahar bin Smith itu gak cuma datang untuk menegur ala ustaz aja, ala pembuka agama. Tapi dia benar-benar menutup paksa tempat itu dan meminta agar kafe tersebut tidak buka selama 1 bulan penuh di bulan Ramadan. Dan aksinya ini jelas bikin geger dan viral banget karena dia bergerak enggak sendirian, melainkan dia membawa pasukan masa yang cukup banyak. Jadi pada bulan Ramadan tahun 2012, Habib Bahar bin Smith ini membawa pasukan sekitar 150 jemaah Majelis Pembela Rasulullah untuk turun bareng-bareng dan melakukan razia moral versi mereka sendiri. Dan kalau kita lihat dari sisi pendukungnya, aksi ini dianggap wajar oleh mereka dan mereka bilang Habib Bahar cuma menjaga kesucian di bulan suci Ramadan. Nah, tapi kalau dilihat oleh netizen atau masyarakat dari sisi lain, banyak yang menganggap kalau langkah tersebut ya terlalu kelewat jauh karena penutupan paksa tempat usaha orang lain bukan ranah dari organisasi masyarakat apalagi kelompok keagamaan dengan deli menjaga kesucian agama yang mengatasnamakan agama Islam. Nah, makanya banyak juga orang Islam yang di saat itu merasa kayak malu gitu, kayak mengatasnamakan Islam, tapi orang Islam lain enggak setuju dengan hal itu. Itu kan orang nyari ee nafkah atau orang buka usaha mau itu berdosa ataupun itu kemaksiatan dan segala macamlah. Nah, itu kan urusan dosa mereka. Nah, kurang lebih begitulah ee sebagian masyarakat berkomentar atas kejadian tersebut, Geng. Dan sejak momen itu, Habib Bahar bin Smith semakin dikenal sebagai sosok yang bukan cuma vokal di mimbar, tapi dia juga dianggap suka bergerak keras di lapangan. Nah, enggak cuma itu. Jadi, dulu sekitar tahun 2010 ya, dia juga pernah melakukan penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah di sekitar kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Terus lagi ya pada tahun yang sama Habib Bahar juga pernah terlibat dalam kerusuhan koja terkait sengketa makam Mbah Pri. Yang terakhir, Geng, ada satu momen yang benar-benar bikin nama beliau ini booming di seluruh jagat maya. Yaitu di akhir November 2018, sebuah video ceramahnya viral dan langsung tersebar ke mana-mana. Apalagi di saat itu situasi politik lagi panas-panasnya menjelang Pilpres 2019. Jadi di video itu Habib Bahar itu sempat ngomong dengan gaya khasnya kalau dia menyebutkan Presiden Jokowi sebagai pengkhianat bangsa, negara, dan rakyat. Bahkan sampai ngecap Pak Jokowi sebagai banci. Dan lu bisa bayangkan, Geng, ucapan seperti ini di tengah tensi politik yang lagi tinggi langsung meledak, langsung gila-gilaan. Kalian mungkin bisa lihat dari video ini, Saudara-saudara sekalian. Mereka melaporkan saya dan berkata bahwasanya Habib Bahar telah menghina Jokowi dengan sebutan Presiden Banci. Habib Bahar berkata Jokowi adalah pengkhianat bangsa. Tapi di sisi lain ya, ada barisan pendukung Pak Prabowo yang justru pasang badan untuk membela Habib Bahar di saat itu. Persaudaraan alumni 212 juga bergerak dan politisi Gerindra dari Pak Fadli Zon yang duduk sebagai dewan pengarah di Badan Pemenangan Nasional Pak Prabowo Sandi di masa itu juga ikut membela beliau. Puncaknya pada 7 Desember 2018, polisi resmi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dan sejak itu nama dia semakin kuat melekat sebagai salah satu figur paling kontroversial di panggung politik dan keagamaan Indonesia. Nah, mulai terdengarlah nama Habib Bahar bin Smith di mana-mana. Dan Habib Bahar bin Smit ini juga dikenal sebagai pendiri Majelis Pembela Rasulullah dan pengasuh Pondok Pesantren Tajul Alawiyin di Bogor. Dan keduanya merupakan panggung utama dari awal dakwahnya beliau ini. Dalam dakwahnya gaya Habib Bahar ini sangat khas. Yaitu keras, tegas, dan penuh dengan retorika yang emosional. Nah, banyak ceramahnya yang viral karena cara dia menyampaikan ide-ide agama dengan intensitas tinggi. Tapi di balik karismanya itu ya kehidupannya itu enggak pernah jauh dari badai kontroversi baik di ranah publik maupun pribadi. Nah, jadi geng ya sekarang kita bakal masuk nih ke dalam inti permasalahan yang akan gua bahas, yaitu kronologi kasus Habib Bahar ini dengan istri sirinya yang sekarang sedang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Kita bahas. Cerita ini pertama kali ramai setelah sesosok perempuan cantik bernama Helwa Bahmid. Dia ini dulunya adalah model yang saat ini sudah berusia 22 tahun. Dia buka suara tentang pernikahan siri yang dia lakukan terjadi pada tanggal 15 November 2024 bersama Habib Bahar bin Smith. Namun menurut dia ya kehidupan pernikahannya itu jauh dari kata romantis, harmonis, apalagi bahagia. Dia mengaku hanya diberikan selembar kertas sebagai bukti nikah, bukan buku nikah resmi. Dan enggak cuma itu, dia bahkan hanya diberi emas kawin cincin emas sebesar 2 gr aja. Dan lebih parahnya lagi, dalam mas kawin tersebut ya perempuan yang bernama Helwa ini tidak diberikan uang sepeser pun oleh Habib Bahar bin Smith dan hanya dinafkahi dengan uang sebesar Rp500.000 R000 menurut pengakuan dia. Kamu istri Sah kan? Bukan, bukan istri Sah. Hah? Enggak ada buku nikah. K cuma gini. Dikatakan oleh Helwa juga bahkan sebelum dia dinikahi Habib Bahar bin Smith ini sempat berjanji bahwa akan memberangkatkan umroh ibunda Helwa yang artinya itu adalah mertuanya ya. se hingga dia menjanjikan akan membiayai kedua adiknya Helwa ini. Nah, namun kenyataan itu hanya sebuah kebohongan manis menurut Helwa yang bisa diberikan oleh Habib Bahar. Bahkan nih, Geng, setelah Helwa ini dinikahi secara siri oleh Habib Bahar, Habib Bahar malah langsung meninggalkan dia dan malah kembali beralih ke istri pertamanya. Padahal, geng, pas mau dinikahin katanya ya, Habib Bahar bilang kalau dia itu lagi menggugat cerai istri Sahnya dan malah sudah dalam proses cerai. Nah, jadi karena kalimatnya dia itu ya Helwa ini luluh dan [musik] ya udah dia mau untuk dinikahi. Jadi, Geng selama Helwa dalam kondisi yang campur aduk di mana dia kecewa, sedih, merasa dia seperti dibuang gitu ya. Nah, satu-satunya orang yang menjadi tempat dia untuk bisa mengadu adalah ibunya doang. Jadi sosok ibu Helwa ini yang kemudian menjaga Helwa dari awal kehamilannya sampai melahirkan anaknya. Dan parahnya lagi sang suami atau sang ayah yaitu yang diklaim oleh Helwa adalah Habib Bahar bin Smith sama sekali tidak pernah muncul untuk setidaknya ya menjenguk anaknya apalagi membiayai biaya melahirkan dan ya Habib Bahar dikatakan menghilang begitu aja. Dia bahkan menyatakan bahwa selama 1 tahun dia menikah dengan Habib Bahar, dia merasa ditelantarkan dan tidak pernah mendapatkan bimbingan [musik] secara agama. Padahal Habib Bahar adalah seorang pembuka agama dan bahkan dia tidak pernah mendapatkan perhatian sebagai seorang istri dan merasa seperti dicampakkan atau yang lebih gilanya adalah merasa seperti seorang istri cadangan yang hanya dipanggil untuk urusan gitu-gituan aja. Kejanggalan pernikahan Helwa dengan Habib Bahar ini sebenarnya udah mulai dari awal pas mereka akan melangsungkan akad nikah, Geng. Jadi menurut Helwa ya, pada hari akad nikah anak buah dari Habib Bahar itu sempat menyuruh semua handphone dari keluarga besar Helwa dikumpulkan terlebih dahulu agar tidak ada satuun dari momen pernikahan itu yang didokumentasikan, direkam, difoto, itu enggak boleh. Ya, itu menurut cerita Helwa dan sesuai dengan arahan atau perintah dari Habib Bahar. Hal itu malah menambah perasaan curiga dari publik yang mempertanyakan kenapa momen sakral seperti itu kalau memang serius sayang sama anak orang, mau menikahi dia, bertanggung jawab, tapi kok enggak boleh didokumentasikan, terkesan disembunyikan, terkesan ee kayak apa ya? kayak orang takut gitu. Padahal itu adalah momen sekali seumur hidup apalagi untuk seorang perempuan seperti Helwa. Jadi harusnya momen seperti itu ya bisa didokumentasikan sebagai kenang-kenangan ya, tapi ini malah dilarang. Terus lebih jauh lagi Helwa juga mengungkapkan rasa sakit hatinya, Geng. Bahwa dia merasa janji pernikahan resminya tidak pernah ditepati oleh Habib Bahar. Bahkan dia menyebutkan, ya meski sudah punya anak dari Habib Bahar, perannya sebagai ibu justru berat. Karena ayah dari anaknya tersebut tidak pernah hadir secara emosional maupun tanggung jawab. Dan konflik ini bukan sekedar masalah hati doang ya. Helwa ini merasa ditipu, ya merasa dicampakkan dan dia berencana akan menggugat cerai Habib Bahar dan menuntut nafkah untuk anaknya karena merasa penipuan dalam pernikahan ini benar-benar gila banget. Bahkan dia menyuarakan semua ini melalui podcast yang ada di YouTube. Salah satunya ya podcast di channelnya Dr. Richard Lee dan juga di media sosial yang mana membuat publik ramai-ramai menyoroti bagaimana seorang pendakwah besar bisa berada di tengah-tengah kisah rumah tangga yang serumit ini, yang pelik kayak gini. Ini kan enggak bisa dibenarkan gitu. Ajaran agama mana yang mengajarkan hal kayak gini? di dalam podcast bersama Dr. Richard Lini ya yang mana Dr. Richard di saat itu mengatakan ingin membantu Helwa dengan menghubungi kuasa hukumnya dalam kasus yang melibatkan Habib Bahar bin Smith ini. Dan Elwa berani mengunggah foto dan ceritanya di media sosial. Bukan karena dia ingin menjatuhkan nama besar Habib Bahar, tapi ini murni karena dia merasa dikecewakan, sudah diperlakukan dengan buruk, dan sudah tidak dapat lagi ya hak-hak atas dirinya dia yang merupakan seorang istri yang mana ini menurut dia udah enggak bisa lagi ditoleransikan. Di saat itu Helwa ini sudah mantap, Geng. Akan e melaporkan Habib Bahar ke polisi karena diduga sudah terjadi penipuan terkait pernikahan ini. Nah, setelah curhatan Helwa ini viral dan bikin geger jagat maya, situasinya semakin rumit dan naik tensi ketika apa yang dialami oleh Helwa ini ternyata mendapatkan tanggapan dari istri sahnya atau istri pertamanya Habib Bahar bin Smith yang bernama Fadlun. Nah, istrinya Habib Bahar ini ikut turun langsung untuk menjelaskan tentang permasalahan ini. Dia enggak cuma ngebantah ya, tapi juga membawa bukti transfer yang katanya menunjukkan kalau Habib Bahar sebenarnya tetap memberikan nafkah kepada Helwa sebagai istri sirinya. Istri Habib Bahar yang bernama Fadlun ini menyampaikan dengan cara yang cukup tegas. Dia memposting tanggapan layar berupa dua transaksi bank yang dia klaim sebagai bukti kalau tuduhan Helwa soal penelantaran itu enggak benar sepenuhnya. Yang pertama transferan Rp5 juta yang dikirim ke rekening ibunya Helwa yang bernama Kairah Alkatiri. Dan yang kedua nominal Rp1 juta langsung ke rekening Helwa sendiri. Kalau dihitung-hitung 5 R6 juta ya. Dikit amat anjir. [tertawa] Gua enggak tahu sih ya. Maksudnya mungkin kebutuhan orang-orang di daerah mungkin segitu banyak kali ya. Tapi kalau di Jakarta lu menafkahi seorang istri yang udah punya anak gitu 6 juta kayak kecil banget. kecil banget. Tapi ya udahlah ya. Kayak maksudnya kecil banget untuk seorang eh Habib Bahar bin Smith gitu kan. Beliau kan lihat aja rumahnya mewah, mobilnya banyak. Nih gua kasih lihat nih video mobil dan rumah mewahnya. Ini lantai dua rumah, lantai bawah majelis, lantai atas buat tamu-tamu habaib. Ya kan 6 juta doang kayaknya kecil deh buat beliau. Tapi ya udahlah ya ya kita enggak tahu batasan-batasan hidup orang gitu ya. Menurut istri e Habib Bahar bin Smith yang bernama Fadlun ini, dua transaksi itu menunjukkan bahwa Habib Bahar tidak meninggalkan tanggung jawab begitu aja. Menurut dia kalau nafkah tetap jalan, berarti cerita dari Helwa soal ditelantarkan sepenuhnya itu perlu dilihat lagi. Jangan sampai cuma sepihak. Nah, tapi di sisi lain, Geng, publik juga melihat bahwa nominal transfer itu mungkin enggak otomatis menjawab semua tuduhan Helwa tentang setahun hidup tanpa peran suami. Ya kan? Ya, bukti transfer aja tuh enggak bisa menjadi bantahan gitu. Apalagi Helwa ini sendiri enggak pernah menanggapi balik bukti itu. Jadinya bukti transaksi tadi lebih seperti percikan bensin yang akan menambah api konflik, bukan sebuah penyelesaian menurut para netizen yang budiman. Nah, jadi kurang lebih seperti itu, Geng. Kalian bisa lihatlah beberapa video-videonya yang banyak tersebar di sosial media. Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya, yaitu tuduhan pelecehan yang diarahkan kepada Habib Bahar bin Smith. Benarkah demikian? Benarkah beliau melakukan pelecehan? Sekarang kita bahas. Nah, jadi setelah kita tadi membahas tentang kasus antara Habib Bahar bersama istri-istrinya dan juga istri sahnya, kita bakal membahas juga tentang sebuah video dari tahun 2023 yang tiba-tiba kembali mencuat ke publik karena kasusnya Habib Bahar dengan istri sirinya ini viral baru-baru ini. Nah, jadi geng ada sebuah video yang menampilkan seorang anak perempuan yang pada saat itu masih di bawah umur yang usianya baru menginjak 16 tahun. berinisial M ya. Gua enggak bisa nyebut nama panjangnya, tapi gua sebut inisialnya aja. Jadi di dalam video tersebut ya si M ini menjelaskan kronologi awal kenapa dia bisa dinikahi oleh Habib Bahar bin Smith. Ya, lagi-lagi dinikahi nih. Jadi, awalnya dia memang mau mencari kerja. Dalam penjelasan M ini dia bilang dia baru aja pulang dari tempat kerjanya di sebuah bengkel di kawasan Depok. Tapi sebelum dia kerja di bengkel itu ya, ada seorang majikan dari si M ini bernama Umi Jua. Umi Jua ini menawarkan si M untuk bekerja jadi ART awalnya, bukan kerja di bengkel. Nah, jadi si M ini merasa dia udah ditipu dari awal oleh si Umi Jua ini. Walaupun dia ditipu oleh majikannya ini, tapi dia tetap kerja di bengkel tersebut selama 3 minggu yang namanya juga orang nyari kerja gitu kan, Geng. Dan enggak lama kemudian M ini tiba-tiba ditawari oleh si majikannya untuk ikut ke pondok pesantrennya Habib Bahar. Dia mengaku dia pergi ke pesantren Habib Bahar ketika jam 8.00 malam menggunakan mobil dari majikannya ini. Begitu mereka sampai di pondok pesantren tersebut, ya dia awalnya berniat untuk ngaji aja di pondok pesantren itu. Soalnya di pondok pesantrennya itu kebetulan Habib Baharnya lagi enggak ada, lagi pergi. Nah, jadi hanya bertemu dengan staf-staf yang lain. Nah, tapi begitu si M ini mau minta pulang ke majikannya, tiba-tiba si majikannya malah menyuruh dia untuk nginp aja di sana. Nah, tapi mereka bukan nginp di pondok pesantrennya. Mereka justru tidur di mobil yang mereka gunakan untuk datang ke pesantren itu. Nah, jadi mereka tidur di kawasan ee halaman pesantren di parkiran mobil. Nah, akhirnya tidurlah mereka di sana menunggu sampai pagi. Dan ketika pagi tiba, M ini minta pulang ke majikannya karena dia bilang ya dia harus membantu urusan di bengkel. Em minta buat dipesanin Grab untuk pulang, tapi majikannya malah nolak. Ee dia bilang, "Enggak apa-apa, enggak usah masuk kerja. Dia enggak mau mesenin Grab." Dan tiba-tiba si majikannya ini bilang ke si M untuk tetap di sini aja. Tunggu sampai Habib Bahar datang. Soalnya majikannya bilang dia udah minta izin ke bengkel agar M tidak masuk di hari itu. Nah, akhirnya si M ini nurut-nurut aja. Dan enggak lama kemudian M ini ketemulah dengan Habib Bahar. Geng. Maku kalau dia ditanya soal apa pekerjaannya dan langsung ditawari kerja oleh Habib Bahar sebagai penjaga anak. Nah, terus geng tanpa cacicu dan dengan spontan Habib Bahar ini langsung bilang kalau dia ya tiba-tiba mau menikahi si M ini. Nah, ini menurut ceritanya si M. Jadi ditawari kerja oleh Habib Bahar tapi tiba-tiba ditawari untuk dinikahi juga. Baru pertama kali bertemu belum tahu apa-apa tentang kepribadian masing-masing. Cuma dari sekedar ngelihat doang udah langsung ditawari untuk menikah. Kata Habib Bahar gini, "Mau enggak Mbak Risa nikah sama Habib Bahar?" ditawari menikah itu yang menawarkan menikah langsung Habib Baharnya langsung Habib Baharnya. Padahal hari itu baru kenal, baru pertama kali melihat, baru pertama kali kenal juga langsung ditembak ditawarin ditembak langsung ditawarin nikah. Pastilah otomatis si M ini kaget dong mendengar apa yang disampaikan oleh Habib Bahar. Lalu dia bilang kalau dia mau minta izin dulu sama keluarganya yang tinggal di Cianjur. Dan M bilang kalau di Cianjur itu masih ada abang sama saudara-saudaranya. Dan di saat itu ya Habib Bahar pun setuju kalau M ini izin dulu sama keluarganya. Bahkan dikatakan Habib Bahar langsung minta agar keluarganya si M e langsung menelepon ke dia aja nanti ngobrol sama dia aja. Kan M ini kan enggak punya HP ya, Geng ya. Jadi dia minta nih dipinjamin HP sama majikannya. Eh sama si majikannya malah enggak dibolehin nih untuk pakai HP-nya. Nah, gua gak tahu nih di dalam momen ini menurut pengakuan C M ini, Habib Bahar di saat itu ngebet banget pengen nikahin dia. Dan bahkan menurut pengakuan CM, Habib Bahar minta dia dinikahkan pada malam Rabu. Dia langsung mau dinikahin buru-buru di saat itu. Nah, jadinya orang tua, saudara-saudaranya si M itu enggak tahu kalau si M ini bakal dinikahkan. Akhirnya, Geng, pada malam Rabu yang dikatakan oleh Habib Bahar ini, tanpa sepengetahuan keluarga si M, M pun tetap dinikahi oleh Habib Bahar. Dan di sana bahkan sudah ada wali hakimnya. Wali hakimnya si M. Pernikahan mereka digelar di kawasan pesantrennya Habib Bahar, yaitu di taman belakang pesantren. Dan M ini juga bilang kalau istri Habib Bahar ee tidak ada di sana, tidak menyaksikan pernikahan itu karena ada halangan. Nah, akhirnya menikahlah si M dengan Habib Bahar. Nah, itu adalah pengakuan dari si M ya, Geng. Bukan cerita dari gua pribadi nih. Jadi, si M mengaku seperti itu. Dia mengaku ya seolah-olah ditipu, dilecehkan, ya dinikahkan secara paksa ya. Akhirnya dia buka suara. Nah, di saat dia melakukan pengakuan ini ya, di dalam video yang beredar, ternyata si M ini didampingi oleh kuasa hukumnya. Nah, di saat itu dia meminta agar Habib Bahar ini segera bisa disomasi untuk menyampaikan klarifikasi atas kebenaran tentang kejadian ini. Dan kuasa hukumnya pun menyampaikan bahwa jika Habib Bahar tidak membalas somasi mereka, maka Habib Bahar akan dituntut Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Nah, akhirnya nih pihak keluarga dari si M ini udah mengetahui kasus ini. Ibu dari si M ini kemudian mengkonfirmasi kalau benar memang M dinikahi oleh Habib Bahar dan dia sangat kecewa kepada Habib Bahar dan merasa tidak dihargai sebagai orang tua dari si M. Ibunya ini merasa bahwa M sudah dijual gitu oleh majikannya kepada si Habib Bahar. Nah, akhirnya kan viral tuh, Geng. Videonya udah ke mana-mana, videonya udah tersebar di mana-mana. Nah, tapi tiba-tiba muncullah sebuah pengakuan yang cukup mengagetkan dari kasus yang viral ini. Yang paling mencangkan adalah ternyata video ini tiba-tiba dikonfirmasi atau diakui kalau itu adalah cerita hoax. Jadi, geng semuanya berawal ketika orang yang mengaku sebagai kuasa hukumnya M ini mengklarifikasi isi video tersebut. Dia bilang video itu adalah hoa dan dia hanya ingin mendapatkan keuntungan atau nyari untung dari Habib Bahar. Karena disebutkan kalau dia e diiming-imingi mobil dan rumah serta uang oleh si keluarganya si M. Gila enggak tuh? Berani banget kan? Nah, kalau dipikir-pikir ya, Geng, cerita soal Habib Bahar ini memang bikin kita agak gimana gitu ya. Dari satu sisi kita ngelihat upaya klarifikasi dan bantahan serta proses hukum yang katanya bakal ngelurusin semuanya. Tapi di sisi lain, ada jejak masa lalu yang masih nempel kuat yang membuat publik susah untuk sekedar bilang e selesai gitu aja gitu. Banyak yang mengatakan waktu yang bakal menjadi hakim paling jujur dari kasus ini. Nah, apakah semua tuduhan yang berseleweran ini cuma miss informasi yang keburu meledak, benar-benar hoa, atau justru ada hal yang memang perlu dibongkar lebih dalam agar publik tidak hidup di dalam tanda tanya. Nah, karena mau sekeras apapun seseorang ngebangun citranya, bayang-bayang di masa lalunya, ya biasanya punya cara tersendiri untuk muncul ke permukaan. Yang jelas nih, Geng, satu hal yang bisa kita lihat ya. Setiap kali muncul isu tentang Habib Bahar ini, mungkin untuk sebagian orang kasus ini menjadi pengingat bahwa figur publik apalagi yang punya pengaruh besar tidak bisa lepas dari tanggung jawab moral. Masa lalu yang enggak bisa dihapus, ya, cuma bisa dihadapi. Tapi ya pada akhirnya kita sendiri bisa menilai, Geng. Apakah ini cuma rumor atau isu yang dituduhkan kepada beliau yang nantinya bakal hilang begitu saja jika faktanya kemudian malah berbalik dari apa yang beredar gitu ya. Atau justru memang ini ada sesuatu yang selama ini belum terlihat jelas atau belum terbongkar. Nah, makanya dikatakan waktu yang bakal menjawab. Nah, itu dia geng pembahasan kita hari ini tentang Habib Bahar bin Smith yang menurut gua kasus ini cukup menjadi pelajaran buat kita semua, terutama untuk kaum perempuan apalagi buat ya keluarga yang punya anak perempuan lebih berhati-hati lagi ketika diiming-imingi akan dinikahi bertanggung jawab, akan diberikan ini itu lihat-lihat dulu. Jadi enggak semua orang-orang yang bernama besar itu akan menjamin kalau mereka ya bakal bertanggung jawab dengan apa yang mereka ucapkan juga. Oke. Nah, semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.
Resume
Categories