KONTROVERSI HABIB BAHAR BIN SMITH
2-0a12WoPFs • 2025-11-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Dia buka suara tentang pernikahan siri
yang dia lakukan terjadi pada tanggal 15
November 2024 bersama Habib Bahar bin
Smith. Namun menurut dia ya kehidupan
pernikahannya itu jauh dari kata
romantis, harmonis, apalagi bahagia. Dia
mengaku hanya diberikan selembar kertas
sebagai bukti nikah, bukan buku nikah
resmi.
Geng, hari ini lagi-lagi kita bakal
membahas soal isu sosial yang ada di
negara kita. Ya, ibarat tuh isu
nasional.
Terlebih baru-baru ini usai kedua belah
pihak sama-sama memberi sinyal bahwa
mereka akan segera membawa perkara ini
ke jalur hukum. Sebelum gua mulai
pembahasan ini, gua pengin tanya dulu ke
kalian. Kira-kira kalian tuh lebih
senang gua itu membahas isu-isu
nasional, isu-isu yang ada di Indonesia,
atau justru membahas hal-hal yang
berasal dari luar negeri? Coba deh
kalian tinggalkan komentar di bawah
supaya gua bisa paham keinginan kalian
juga. Karena beberapa bulan belakangan
gua dan tim Kamarjeri itu sepakat untuk
membahas isu-isu nasional yang mana jauh
lebih banyak dibandingkan dengan isu-isu
internasional. Yang artinya nih ya 70%
pembahasan di kamar Jerry itu bisa
dikatakan pembahasannya tentang yang
terjadi di Indonesia atau kalau
sejauh-jauhnya ya yang terjadi di negara
tetangga kita yaitu Malaysia ya kan. Nah
sementara isu-isu internasionalnya gua
cuma bahas 30% aja cuma sedikit.
Kira-kira menurut kalian kalian lebih
setuju dengan hal itu atau justru kita
kembali ke konsep ya bahas yang seputar
internasional jauh lebih banyak atau
justru fifty-fy kayak setengah nasional
dan setengahnya internasional? Coba deh
tinggalkan komentar di bawah. Oke, hari
ini pembahasan kita ya tentang sebuah
kasus yang lagi ramai juga nih
diperbincangkan di Indonesia yaitu soal
dunia sosial serta keagamaan. Ya, kalian
enggak salah dengar dari judul dan
thumbnail kalian udah bisa baca sendiri.
Ini kasus yang cukup pelik yang menimpa
seorang pemuka agama bernama Habib Bahar
bin Smith di mana beliau ini dituduh
tidak mengakui istri-istri sahnya.
Kenapa gua bilang istri-istri sahnya?
Karena ternyata dari satu laporan
tiba-tiba ada banyak laporan lain.
Mungkin sebagian besar dari kalian pasti
bertanya-tanya gitu ya, kenapa di kamar
jari kita harus bahas hal kayak gini?
ini gosip atau hal receh atau gimana?
Enggak. Enggak. Kenapa gua perlu
membahas ini? Karena ini bisa menjadi
edukasi buat kita semua, terutama untuk
kalian para perempuan-perempuan dan juga
ya orang tua-orang tua yang punya anak
perempuan. Kenapa? Ya fenomena kayak
gini adalah fenomena yang sekarang
sedang sangat dikhawatirkan oleh banyak
orang. yaitu ketika ya titel atau
kedudukan seseorang terlalu
dieluh-eluhkan,
terlalu ditinggi-tinggikan sampai pada
akhirnya ya kita buta kalau yang sedang
kita puji-puji, yang sedang kita
junjung-junjung ini gitu ya, itu adalah
sesama manusia juga. Nah, jadi jangan
sampai kefanatikan terhadap manusia itu
melebihi ya cinta kita sebagai umat
manusia kepada Tuhan ya. Karena kenapa?
hal itu bisa membutakan dan membodohkan,
Geng. Nah, jadi ada sebuah kasus nih
yang menimpa seorang wanita yang bernama
Helwa Bahmid. Ini lagi ramai banget. Ini
lagi ramai banget dibahas. Jadi, Helwa
Bahmid ini ya mengaku sebagai korban
dari si pemuka agama yang gua sebutkan
tadi yaitu Habib Bahar bin Smith.
Katanya dia dinikahi dan ya sampai punya
anak tapi justru tidak mendapatkan
hak-haknya sebagai seorang istri. Jadi
kurang lebih tuh kayak dijanjikan ini
itu dinikahi sampai punya anak tapi dia
tidak pernah dinafkahi kayak gitu loh
geng. Kasus ini menjadi perbincangan
panas di media saat ini. Bukan cuma
karena persoalan rumah tangga biasa,
tapi juga ini sudah menyangkut kelakuan
pemuka agama yang dianggap oleh
masyarakat ternyata tidak sesuai dengan
isi dakwahnya. Integritas moral seorang
pendakwah yang terkenal ternyata tidak
sebaik yang diketahui oleh masyarakat.
Banyak netizen, banyak masyarakat yang
curiga bahwa ini bukan sekedar drama
rumah tangga aja, Geng, tapi melainkan
permainan kekuasaan, manipulasi publik,
dan kontroversi moral yang bisa merusak
reputasi agama itu sendiri. Karena kan
dia membawa embel-embel seorang pemuka
agama yang otomatis agama yang
bersangkutan bakal terseret-seret.
Padahal seperti yang kita tahu ya, tidak
ada agama yang mengajarkan keburukan,
tapi justru pelaku-pelakunya,
umat-umatnya, sebagian kecil oknum yang
tidak bertanggung jawab lah yang membuat
agama itu jadi tercoreng. Nah, di dalam
kasus ini ya, si perempuan yang menjadi
korban yang bernama Helwa Bahmed ini
mengaku sudah menjadi istri sah dari si
pemuka agama tadi selama 1 tahun. Dia
buka suara soal kejanggalan yang dia
alami. Mulai dari dia ditelantarkan,
jarang diberi nafkah sampai akhirnya
tidak diakui secara resmi sebagai istri.
Padahal udah dinikahi udah sampai punya
anak. Dan anehnya lagi, Geng, keluar
sebuah pernyataan dari Habib Bahar bin
Smith yang mengatakan kalau pernikahan
sirinya itu berlandasan tanpa cinta.
Jadi, cintanya cuma buat istri
pertamanya yang bernama Fadlun. Nih
videonya yang ini.
Telah kuharamkan. Ana punya hati sudah
ana haramkan buat perempuan lain selain
Fadlun. Jadi mau ana nikah lagi itu ana
enggak cinta. Karena cinta anaknya buat
Fadlun gak habis sudah mati segala
penjelasan.
Nah, ini kan jadi kontroversi nih karena
orang-orang menganggap kayak lu kalau
enggak cinta sama anak orang kenapa
dinikahin? Emang boleh ya menikah atas
dasar nafsu doang? Itu agama apa yang
mengajarkan begitu? Di dalam Islam tidak
diajarkan seperti itu. Di dalam Islam
diajarkan menikah itu adalah ibadah atas
dasar cinta, atas dasar Allah Subhanahu
wa taala, atas dasar menghindari
perbuatan zina. Nah, kalau menikahi
orang tanpa dasar cinta terus pengin
apa? Pengin anu-an aja biar tidak
termasuk ke dalam golongan zina. Nah,
itulah yang menjadi komentar netizen
sejauh ini. Sementara itu ya, Geng. Si
perempuannya yang bernama Helwa itu ya
ngotot mau bercerai dan menuntut hak
nafkah atas anaknya karena merasa ditipu
saat mau menerima pernikahan dengan
Habib Bahar ini. Helwa ini juga
mengklaim kalau buku nikah yang
dijanjikan oleh Habib Bahar tidak pernah
dibuat. Dia cuma dikasih selembar kertas
sebagai bukti nikah. Jadi, nikahnya itu
nikah secara agama, ijab kabul, tapi
tidak dinikahkan secara negara. Dan
Helwa ini juga pernah menyatakan bahwa
namanya direndahkan oleh Habib Bahar dan
sempat dipanggil kambing oleh Habib
Bahar. Bisa segitunya ya. Dan di sisi
lain Habib Bahar berdalih bahwa poligami
dan nikah siri adalah bagian dari
keyakinannya dia. Tapi konsekuensi
emosional dan tanggung jawab terhadap
istri kedua ini jelas menjadi sorotan
publik besar-besar. Geng. Nah, kalau
kalian penasaran dengan pembahasan di
video kali ini, kita bakal membahas
semuanya secara lengkap mulai dari
profile Habib Bahar bin Smith ya eh
seorang pemuka agama yang cukup terkenal
dan bagaimana kronologi ya kasus dia
bersama perempuan yang bernama Helwa
Bahmid ini dan apa saja tuduhan yang
dilontarkan kepada Habib Bahar ini. Ya,
jadi langsung aja kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry.
[musik]
Geng, geng. Oke, untuk pembahasan yang
pertama nih, Geng. Kita akan bahas dulu
profile dari Habib Bahar bin Smith ini.
Nah, jadi geng nama lengkapnya itu
adalah Said Bahar bin Ali bin Smith atau
yang lebih akrab disapa dengan panggilan
Habib Bahar bin Smith. Dia dikenal
sebagai seorang pendakwah muda yang
dalam dakwahnya selalu semangat dan
berapi-api yang bisa membuat para
jemaahnya itu kayak terbakar semangat
gitulah untuk mendengar dakwah beliau.
Kiai-kiai yang berdiri depan pintu
Sudah, berdiri depan pintu penguasa
dengan harapan sebagian daripada harta
mereka. Sehingga yang halal mereka
bilang haram, yang haram engkau bilang
halal, yang hak engkau bilang batil.
Yang batil engkau bilang hak, kata
Allah. Ya memang dari beberapa video
yang gua lihat sih e orangnya tegas,
lantang gitu ya dalam berdakwah. Enggak
ada yang menye-menye, enggak ada e
gemulai-gemulai atau lenje-lenje itu
enggak ada. Memang tipikalnya itu cowok
bangetlah gitu. Habib Bahar ini lahir di
Manado pada tanggal 23 Juli 1985. Dari
kecil dia itu tumbuh di dalam keluarga
Arab Hadrami yang religius. Marga Albin
Sumaid. latar keturunan yang membuat
sebutan Habib melekat pada beliau ini
dan memberi bobot spiritual di mata
sebagian jemaah. Kalau kalian lihat dari
perawakannya rambutnya gondrong ya kan
kadang-kadang tuh pirang-pirang gitu
juga. Dan Habib Bahar ini juga merupakan
putra pertama dari tujuh bersaudara
pasangan dari Ali bin Smith dan Isnawati
Ali [musik] nama orang tuanya. Terus
geng, selain itu beliau ini juga
merupakan seorang murid dari ulama yang
dulu sempat menjadi kontroversi besar
karena sosoknya yang memimpin eh Front
Pembela Islam atau FPI yang mana sempat
menetap di Arab Saudi karena sebuah
kasusnya di Indonesia yaitu kasus
pornografi dan penghinaan Pancasila ya
kalau kalian ingat yaitu Habib Rizq ya.
Nah, beliau ini adalah muridnya Habib
Rizq. Nah, makanya geng kalau kalian
perhatikan, setiap Habib Bahar bin Smith
ini mau melakukan dakwah, dia itu selalu
dijaga ketat oleh laskar pembela Islam
dan juga Front Pembela Islam. Hingga
enggak jarang kalau dia sampai dikawal
oleh barisan Ansor Serbaguna ketika dia
berdakwah di tempat yang masyarakatnya
berafiliasi dengan Natlatul Ulama atau
NU. Nah, jadi memang sama seperti
gurunya pengikut Habib Bahar bin Smith
ini banyak ramai banget, Geng. Kalau
kita mundur sedikit ke masa-masa awal
Habib Bahar ini mulai dikenal publik,
ada satu momen yang bikin namanya makin
sering muncul di headline media massa.
Yang mana waktu itu dia ini sempat turun
langsung ke lapangan dan melakukan razia
ke cafe the Mos yang ada di
Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tempat
yang menurut dia jadi sarang
kemaksiatan. Bahar bin Smith itu gak
cuma datang untuk menegur ala ustaz aja,
ala pembuka agama. Tapi dia benar-benar
menutup paksa tempat itu dan meminta
agar kafe tersebut tidak buka selama 1
bulan penuh di bulan Ramadan. Dan
aksinya ini jelas bikin geger dan viral
banget karena dia bergerak enggak
sendirian, melainkan dia membawa pasukan
masa yang cukup banyak. Jadi pada bulan
Ramadan tahun 2012, Habib Bahar bin
Smith ini membawa pasukan sekitar 150
jemaah Majelis Pembela Rasulullah untuk
turun bareng-bareng dan melakukan razia
moral versi mereka sendiri. Dan kalau
kita lihat dari sisi pendukungnya, aksi
ini dianggap wajar oleh mereka dan
mereka bilang Habib Bahar cuma menjaga
kesucian di bulan suci Ramadan. Nah,
tapi kalau dilihat oleh netizen atau
masyarakat dari sisi lain, banyak yang
menganggap kalau langkah tersebut ya
terlalu kelewat jauh karena penutupan
paksa tempat usaha orang lain bukan
ranah dari organisasi masyarakat apalagi
kelompok keagamaan dengan deli menjaga
kesucian agama yang mengatasnamakan
agama Islam. Nah, makanya banyak juga
orang Islam yang di saat itu merasa
kayak malu gitu, kayak mengatasnamakan
Islam, tapi orang Islam lain enggak
setuju dengan hal itu. Itu kan orang
nyari ee nafkah atau orang buka usaha
mau itu berdosa ataupun itu kemaksiatan
dan segala macamlah. Nah, itu kan urusan
dosa mereka. Nah, kurang lebih begitulah
ee sebagian masyarakat berkomentar atas
kejadian tersebut, Geng. Dan sejak momen
itu, Habib Bahar bin Smith semakin
dikenal sebagai sosok yang bukan cuma
vokal di mimbar, tapi dia juga dianggap
suka bergerak keras di lapangan. Nah,
enggak cuma itu. Jadi, dulu sekitar
tahun 2010 ya, dia juga pernah melakukan
penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah di
sekitar kawasan Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan. Terus lagi ya pada tahun yang
sama Habib Bahar juga pernah terlibat
dalam kerusuhan koja terkait sengketa
makam Mbah Pri.
Yang terakhir, Geng, ada satu momen yang
benar-benar bikin nama beliau ini
booming di seluruh jagat maya. Yaitu di
akhir November 2018, sebuah video
ceramahnya viral dan langsung tersebar
ke mana-mana. Apalagi di saat itu
situasi politik lagi panas-panasnya
menjelang Pilpres 2019. Jadi di video
itu Habib Bahar itu sempat ngomong
dengan gaya khasnya kalau dia
menyebutkan Presiden Jokowi sebagai
pengkhianat bangsa, negara, dan rakyat.
Bahkan sampai ngecap Pak Jokowi sebagai
banci. Dan lu bisa bayangkan, Geng,
ucapan seperti ini di tengah tensi
politik yang lagi tinggi langsung
meledak, langsung gila-gilaan. Kalian
mungkin bisa lihat dari video ini,
Saudara-saudara sekalian.
Mereka melaporkan saya dan berkata
bahwasanya Habib Bahar telah menghina
Jokowi dengan sebutan Presiden Banci.
Habib Bahar berkata Jokowi adalah
pengkhianat bangsa. Tapi di sisi lain
ya, ada barisan pendukung Pak Prabowo
yang justru pasang badan untuk membela
Habib Bahar di saat itu. Persaudaraan
alumni 212 juga bergerak dan politisi
Gerindra dari Pak Fadli Zon yang duduk
sebagai dewan pengarah di Badan
Pemenangan Nasional Pak Prabowo Sandi di
masa itu juga ikut membela beliau.
Puncaknya pada 7 Desember 2018, polisi
resmi menetapkan Habib Bahar bin Smith
sebagai tersangka dan sejak itu nama dia
semakin kuat melekat sebagai salah satu
figur paling kontroversial di panggung
politik dan keagamaan Indonesia. Nah,
mulai terdengarlah nama Habib Bahar bin
Smith di mana-mana. Dan Habib Bahar bin
Smit ini juga dikenal sebagai pendiri
Majelis Pembela Rasulullah dan pengasuh
Pondok Pesantren Tajul Alawiyin di
Bogor. Dan keduanya merupakan panggung
utama dari awal dakwahnya beliau ini.
Dalam dakwahnya gaya Habib Bahar ini
sangat khas. Yaitu keras, tegas, dan
penuh dengan retorika yang emosional.
Nah, banyak ceramahnya yang viral karena
cara dia menyampaikan ide-ide agama
dengan intensitas tinggi. Tapi di balik
karismanya itu ya kehidupannya itu
enggak pernah jauh dari badai
kontroversi baik di ranah publik maupun
pribadi. Nah, jadi geng ya sekarang kita
bakal masuk nih ke dalam inti
permasalahan yang akan gua bahas, yaitu
kronologi kasus Habib Bahar ini dengan
istri sirinya yang sekarang sedang
menjadi buah bibir masyarakat Indonesia.
Kita bahas.
Cerita ini pertama kali ramai setelah
sesosok perempuan cantik bernama Helwa
Bahmid. Dia ini dulunya adalah model
yang saat ini sudah berusia 22 tahun.
Dia buka suara tentang pernikahan siri
yang dia lakukan terjadi pada tanggal 15
November 2024 bersama Habib Bahar bin
Smith. Namun menurut dia ya kehidupan
pernikahannya itu jauh dari kata
romantis, harmonis, apalagi bahagia. Dia
mengaku hanya diberikan selembar kertas
sebagai bukti nikah, bukan buku nikah
resmi. Dan enggak cuma itu, dia bahkan
hanya diberi emas kawin cincin emas
sebesar 2 gr aja. Dan lebih parahnya
lagi, dalam mas kawin tersebut ya
perempuan yang bernama Helwa ini tidak
diberikan uang sepeser pun oleh Habib
Bahar bin Smith dan hanya dinafkahi
dengan uang sebesar Rp500.000 R000
menurut pengakuan dia. Kamu istri Sah
kan?
Bukan, bukan istri Sah.
Hah?
Enggak ada buku nikah. K cuma gini.
Dikatakan oleh Helwa juga bahkan sebelum
dia dinikahi Habib Bahar bin Smith ini
sempat berjanji bahwa akan
memberangkatkan umroh ibunda Helwa yang
artinya itu adalah mertuanya ya. se
hingga dia menjanjikan akan membiayai
kedua adiknya Helwa ini. Nah, namun
kenyataan itu hanya sebuah kebohongan
manis menurut Helwa yang bisa diberikan
oleh Habib Bahar. Bahkan nih, Geng,
setelah Helwa ini dinikahi secara siri
oleh Habib Bahar, Habib Bahar malah
langsung meninggalkan dia dan malah
kembali beralih ke istri pertamanya.
Padahal, geng, pas mau dinikahin katanya
ya, Habib Bahar bilang kalau dia itu
lagi menggugat cerai istri Sahnya dan
malah sudah dalam proses cerai. Nah,
jadi karena kalimatnya dia itu ya Helwa
ini luluh dan [musik] ya udah dia mau
untuk dinikahi. Jadi, Geng selama Helwa
dalam kondisi yang campur aduk di mana
dia kecewa, sedih, merasa dia seperti
dibuang gitu ya. Nah, satu-satunya orang
yang menjadi tempat dia untuk bisa
mengadu adalah ibunya doang. Jadi sosok
ibu Helwa ini yang kemudian menjaga
Helwa dari awal kehamilannya sampai
melahirkan anaknya. Dan parahnya lagi
sang suami atau sang ayah yaitu yang
diklaim oleh Helwa adalah Habib Bahar
bin Smith sama sekali tidak pernah
muncul untuk setidaknya ya menjenguk
anaknya apalagi membiayai biaya
melahirkan dan ya Habib Bahar dikatakan
menghilang begitu aja. Dia bahkan
menyatakan bahwa selama 1 tahun dia
menikah dengan Habib Bahar, dia merasa
ditelantarkan dan tidak pernah
mendapatkan bimbingan [musik] secara
agama. Padahal Habib Bahar adalah
seorang pembuka agama dan bahkan dia
tidak pernah mendapatkan perhatian
sebagai seorang istri dan merasa seperti
dicampakkan atau yang lebih gilanya
adalah merasa seperti seorang istri
cadangan yang hanya dipanggil untuk
urusan gitu-gituan aja. Kejanggalan
pernikahan Helwa dengan Habib Bahar ini
sebenarnya udah mulai dari awal pas
mereka akan melangsungkan akad nikah,
Geng. Jadi menurut Helwa ya, pada hari
akad nikah anak buah dari Habib Bahar
itu sempat menyuruh semua handphone dari
keluarga besar Helwa dikumpulkan
terlebih dahulu agar tidak ada satuun
dari momen pernikahan itu yang
didokumentasikan, direkam, difoto, itu
enggak boleh. Ya, itu menurut cerita
Helwa dan sesuai dengan arahan atau
perintah dari Habib Bahar. Hal itu malah
menambah perasaan curiga dari publik
yang mempertanyakan kenapa momen sakral
seperti itu kalau memang serius sayang
sama anak orang, mau menikahi dia,
bertanggung jawab, tapi kok enggak boleh
didokumentasikan, terkesan
disembunyikan, terkesan ee kayak apa ya?
kayak orang takut gitu. Padahal itu
adalah momen sekali seumur hidup apalagi
untuk seorang perempuan seperti Helwa.
Jadi harusnya momen seperti itu ya bisa
didokumentasikan sebagai kenang-kenangan
ya, tapi ini malah dilarang. Terus lebih
jauh lagi Helwa juga mengungkapkan rasa
sakit hatinya, Geng. Bahwa dia merasa
janji pernikahan resminya tidak pernah
ditepati oleh Habib Bahar. Bahkan dia
menyebutkan, ya meski sudah punya anak
dari Habib Bahar, perannya sebagai ibu
justru berat. Karena ayah dari anaknya
tersebut tidak pernah hadir secara
emosional maupun tanggung jawab. Dan
konflik ini bukan sekedar masalah hati
doang ya. Helwa ini merasa ditipu, ya
merasa dicampakkan dan dia berencana
akan menggugat cerai Habib Bahar dan
menuntut nafkah untuk anaknya karena
merasa penipuan dalam pernikahan ini
benar-benar gila banget. Bahkan dia
menyuarakan semua ini melalui podcast
yang ada di YouTube. Salah satunya ya
podcast di channelnya Dr. Richard Lee
dan juga di media sosial yang mana
membuat publik ramai-ramai menyoroti
bagaimana seorang pendakwah besar bisa
berada di tengah-tengah kisah rumah
tangga yang serumit ini, yang pelik
kayak gini. Ini kan enggak bisa
dibenarkan gitu. Ajaran agama mana yang
mengajarkan hal kayak gini? di dalam
podcast bersama Dr. Richard Lini ya yang
mana Dr. Richard di saat itu mengatakan
ingin membantu Helwa dengan menghubungi
kuasa hukumnya dalam kasus yang
melibatkan Habib Bahar bin Smith ini.
Dan Elwa berani mengunggah foto dan
ceritanya di media sosial. Bukan karena
dia ingin menjatuhkan nama besar Habib
Bahar, tapi ini murni karena dia merasa
dikecewakan, sudah diperlakukan dengan
buruk, dan sudah tidak dapat lagi ya
hak-hak atas dirinya dia yang merupakan
seorang istri yang mana ini menurut dia
udah enggak bisa lagi ditoleransikan. Di
saat itu Helwa ini sudah mantap, Geng.
Akan e melaporkan Habib Bahar ke polisi
karena diduga sudah terjadi penipuan
terkait pernikahan ini. Nah, setelah
curhatan Helwa ini viral dan bikin geger
jagat maya, situasinya semakin rumit dan
naik tensi ketika apa yang dialami oleh
Helwa ini ternyata mendapatkan tanggapan
dari istri sahnya atau istri pertamanya
Habib Bahar bin Smith yang bernama
Fadlun. Nah, istrinya Habib Bahar ini
ikut turun langsung untuk menjelaskan
tentang permasalahan ini. Dia enggak
cuma ngebantah ya, tapi juga membawa
bukti transfer yang katanya menunjukkan
kalau Habib Bahar sebenarnya tetap
memberikan nafkah kepada Helwa sebagai
istri sirinya. Istri Habib Bahar yang
bernama Fadlun ini menyampaikan dengan
cara yang cukup tegas. Dia memposting
tanggapan layar berupa dua transaksi
bank yang dia klaim sebagai bukti kalau
tuduhan Helwa soal penelantaran itu
enggak benar sepenuhnya. Yang pertama
transferan Rp5 juta yang dikirim ke
rekening ibunya Helwa yang bernama
Kairah Alkatiri. Dan yang kedua nominal
Rp1 juta langsung ke rekening Helwa
sendiri. Kalau dihitung-hitung
5 R6 juta ya.
Dikit amat anjir. [tertawa]
Gua enggak tahu sih ya. Maksudnya
mungkin kebutuhan orang-orang di daerah
mungkin segitu banyak kali ya. Tapi
kalau di Jakarta lu menafkahi seorang
istri yang udah punya anak gitu 6 juta
kayak kecil banget. kecil banget. Tapi
ya udahlah ya. Kayak maksudnya kecil
banget untuk seorang eh Habib Bahar bin
Smith gitu kan. Beliau kan lihat aja
rumahnya mewah, mobilnya banyak. Nih gua
kasih lihat nih video mobil dan rumah
mewahnya.
Ini lantai dua rumah,
lantai bawah majelis, lantai atas buat
tamu-tamu habaib.
Ya kan 6 juta doang kayaknya kecil deh
buat beliau. Tapi ya udahlah ya ya kita
enggak tahu batasan-batasan hidup orang
gitu ya. Menurut istri e Habib Bahar bin
Smith yang bernama Fadlun ini, dua
transaksi itu menunjukkan bahwa Habib
Bahar tidak meninggalkan tanggung jawab
begitu aja. Menurut dia kalau nafkah
tetap jalan, berarti cerita dari Helwa
soal ditelantarkan sepenuhnya itu perlu
dilihat lagi. Jangan sampai cuma
sepihak. Nah, tapi di sisi lain, Geng,
publik juga melihat bahwa nominal
transfer itu mungkin enggak otomatis
menjawab semua tuduhan Helwa tentang
setahun hidup tanpa peran suami. Ya kan?
Ya, bukti transfer aja tuh enggak bisa
menjadi bantahan gitu. Apalagi Helwa ini
sendiri enggak pernah menanggapi balik
bukti itu. Jadinya bukti transaksi tadi
lebih seperti percikan bensin yang akan
menambah api konflik, bukan sebuah
penyelesaian menurut para netizen yang
budiman. Nah, jadi kurang lebih seperti
itu, Geng. Kalian bisa lihatlah beberapa
video-videonya yang banyak tersebar di
sosial media. Oke, sekarang kita bakal
masuk ke dalam pembahasan selanjutnya,
yaitu tuduhan pelecehan yang diarahkan
kepada Habib Bahar bin Smith. Benarkah
demikian? Benarkah beliau melakukan
pelecehan? Sekarang kita bahas.
Nah, jadi setelah kita tadi membahas
tentang kasus antara Habib Bahar bersama
istri-istrinya dan juga istri sahnya,
kita bakal membahas juga tentang sebuah
video dari tahun 2023 yang tiba-tiba
kembali mencuat ke publik karena
kasusnya Habib Bahar dengan istri
sirinya ini viral baru-baru ini. Nah,
jadi geng ada sebuah video yang
menampilkan seorang anak perempuan yang
pada saat itu masih di bawah umur yang
usianya baru menginjak 16 tahun.
berinisial M ya. Gua enggak bisa nyebut
nama panjangnya, tapi gua sebut
inisialnya aja. Jadi di dalam video
tersebut ya si M ini menjelaskan
kronologi awal kenapa dia bisa dinikahi
oleh Habib Bahar bin Smith. Ya,
lagi-lagi dinikahi nih. Jadi, awalnya
dia memang mau mencari kerja. Dalam
penjelasan M ini dia bilang dia baru aja
pulang dari tempat kerjanya di sebuah
bengkel di kawasan Depok. Tapi sebelum
dia kerja di bengkel itu ya, ada seorang
majikan dari si M ini bernama Umi Jua.
Umi Jua ini menawarkan si M untuk
bekerja jadi ART awalnya, bukan kerja di
bengkel. Nah, jadi si M ini merasa dia
udah ditipu dari awal oleh si Umi Jua
ini. Walaupun dia ditipu oleh majikannya
ini, tapi dia tetap kerja di bengkel
tersebut selama 3 minggu yang namanya
juga orang nyari kerja gitu kan, Geng.
Dan enggak lama kemudian M ini tiba-tiba
ditawari oleh si majikannya untuk ikut
ke pondok pesantrennya Habib Bahar. Dia
mengaku dia pergi ke pesantren Habib
Bahar ketika jam 8.00 malam menggunakan
mobil dari majikannya ini. Begitu mereka
sampai di pondok pesantren tersebut, ya
dia awalnya berniat untuk ngaji aja di
pondok pesantren itu. Soalnya di pondok
pesantrennya itu kebetulan Habib
Baharnya lagi enggak ada, lagi pergi.
Nah, jadi hanya bertemu dengan staf-staf
yang lain. Nah, tapi begitu si M ini mau
minta pulang ke majikannya, tiba-tiba si
majikannya malah menyuruh dia untuk
nginp aja di sana. Nah, tapi mereka
bukan nginp di pondok pesantrennya.
Mereka justru tidur di mobil yang mereka
gunakan untuk datang ke pesantren itu.
Nah, jadi mereka tidur di kawasan ee
halaman pesantren di parkiran mobil.
Nah, akhirnya tidurlah mereka di sana
menunggu sampai pagi. Dan ketika pagi
tiba, M ini minta pulang ke majikannya
karena dia bilang ya dia harus membantu
urusan di bengkel. Em minta buat
dipesanin Grab untuk pulang, tapi
majikannya malah nolak. Ee dia bilang,
"Enggak apa-apa, enggak usah masuk
kerja. Dia enggak mau mesenin Grab." Dan
tiba-tiba si majikannya ini bilang ke si
M untuk tetap di sini aja. Tunggu sampai
Habib Bahar datang. Soalnya majikannya
bilang dia udah minta izin ke bengkel
agar M tidak masuk di hari itu. Nah,
akhirnya si M ini nurut-nurut aja. Dan
enggak lama kemudian M ini ketemulah
dengan Habib Bahar. Geng. Maku kalau dia
ditanya soal apa pekerjaannya dan
langsung ditawari kerja oleh Habib Bahar
sebagai penjaga anak. Nah, terus geng
tanpa cacicu dan dengan spontan Habib
Bahar ini langsung bilang kalau dia ya
tiba-tiba mau menikahi si M ini. Nah,
ini menurut ceritanya si M. Jadi
ditawari kerja oleh Habib Bahar tapi
tiba-tiba ditawari untuk dinikahi juga.
Baru pertama kali bertemu belum tahu
apa-apa tentang kepribadian
masing-masing. Cuma dari sekedar
ngelihat doang udah langsung ditawari
untuk menikah.
Kata Habib Bahar gini, "Mau enggak Mbak
Risa nikah sama Habib Bahar?" ditawari
menikah itu yang menawarkan menikah
langsung Habib Baharnya
langsung Habib Baharnya.
Padahal hari itu baru kenal,
baru pertama kali melihat, baru pertama
kali kenal juga
langsung ditembak ditawarin
ditembak langsung ditawarin nikah.
Pastilah otomatis si M ini kaget dong
mendengar apa yang disampaikan oleh
Habib Bahar. Lalu dia bilang kalau dia
mau minta izin dulu sama keluarganya
yang tinggal di Cianjur. Dan M bilang
kalau di Cianjur itu masih ada abang
sama saudara-saudaranya. Dan di saat itu
ya Habib Bahar pun setuju kalau M ini
izin dulu sama keluarganya. Bahkan
dikatakan Habib Bahar langsung minta
agar keluarganya si M e langsung
menelepon ke dia aja nanti ngobrol sama
dia aja. Kan M ini kan enggak punya HP
ya, Geng ya. Jadi dia minta nih
dipinjamin HP sama majikannya. Eh sama
si majikannya malah enggak dibolehin nih
untuk pakai HP-nya. Nah, gua gak tahu
nih di dalam momen ini menurut pengakuan
C M ini, Habib Bahar di saat itu ngebet
banget pengen nikahin dia. Dan bahkan
menurut pengakuan CM, Habib Bahar minta
dia dinikahkan pada malam Rabu. Dia
langsung mau dinikahin buru-buru di saat
itu. Nah, jadinya orang tua,
saudara-saudaranya si M itu enggak tahu
kalau si M ini bakal dinikahkan.
Akhirnya, Geng, pada malam Rabu yang
dikatakan oleh Habib Bahar ini, tanpa
sepengetahuan keluarga si M, M pun tetap
dinikahi oleh Habib Bahar. Dan di sana
bahkan sudah ada wali hakimnya. Wali
hakimnya si M. Pernikahan mereka digelar
di kawasan pesantrennya Habib Bahar,
yaitu di taman belakang pesantren. Dan M
ini juga bilang kalau istri Habib Bahar
ee tidak ada di sana, tidak menyaksikan
pernikahan itu karena ada halangan. Nah,
akhirnya menikahlah si M dengan Habib
Bahar. Nah, itu adalah pengakuan dari si
M ya, Geng. Bukan cerita dari gua
pribadi nih. Jadi, si M mengaku seperti
itu. Dia mengaku ya seolah-olah ditipu,
dilecehkan, ya dinikahkan secara paksa
ya. Akhirnya dia buka suara. Nah, di
saat dia melakukan pengakuan ini ya, di
dalam video yang beredar, ternyata si M
ini didampingi oleh kuasa hukumnya. Nah,
di saat itu dia meminta agar Habib Bahar
ini segera bisa disomasi untuk
menyampaikan klarifikasi atas kebenaran
tentang kejadian ini. Dan kuasa hukumnya
pun menyampaikan bahwa jika Habib Bahar
tidak membalas somasi mereka, maka Habib
Bahar akan dituntut Undang-Undang 35
Tahun 2014 tentang perlindungan anak.
Nah, akhirnya nih pihak keluarga dari si
M ini udah mengetahui kasus ini. Ibu
dari si M ini kemudian mengkonfirmasi
kalau benar memang M dinikahi oleh Habib
Bahar dan dia sangat kecewa kepada Habib
Bahar dan merasa tidak dihargai sebagai
orang tua dari si M. Ibunya ini merasa
bahwa M sudah dijual gitu oleh
majikannya kepada si Habib Bahar. Nah,
akhirnya kan viral tuh, Geng. Videonya
udah ke mana-mana, videonya udah
tersebar di mana-mana. Nah, tapi
tiba-tiba muncullah sebuah pengakuan
yang cukup mengagetkan dari kasus yang
viral ini. Yang paling mencangkan adalah
ternyata video ini tiba-tiba
dikonfirmasi atau diakui kalau itu
adalah cerita hoax. Jadi, geng semuanya
berawal ketika orang yang mengaku
sebagai kuasa hukumnya M ini
mengklarifikasi isi video tersebut. Dia
bilang video itu adalah hoa dan dia
hanya ingin mendapatkan keuntungan atau
nyari untung dari Habib Bahar. Karena
disebutkan kalau dia e diiming-imingi
mobil dan rumah serta uang oleh si
keluarganya si M. Gila enggak tuh?
Berani banget kan? Nah, kalau
dipikir-pikir ya, Geng, cerita soal
Habib Bahar ini memang bikin kita agak
gimana gitu ya. Dari satu sisi kita
ngelihat upaya klarifikasi dan bantahan
serta proses hukum yang katanya bakal
ngelurusin semuanya. Tapi di sisi lain,
ada jejak masa lalu yang masih nempel
kuat yang membuat publik susah untuk
sekedar bilang e selesai gitu aja gitu.
Banyak yang mengatakan waktu yang bakal
menjadi hakim paling jujur dari kasus
ini. Nah, apakah semua tuduhan yang
berseleweran ini cuma miss informasi
yang keburu meledak, benar-benar hoa,
atau justru ada hal yang memang perlu
dibongkar lebih dalam agar publik tidak
hidup di dalam tanda tanya. Nah, karena
mau sekeras apapun seseorang ngebangun
citranya, bayang-bayang di masa lalunya,
ya biasanya punya cara tersendiri untuk
muncul ke permukaan. Yang jelas nih,
Geng, satu hal yang bisa kita lihat ya.
Setiap kali muncul isu tentang Habib
Bahar ini, mungkin untuk sebagian orang
kasus ini menjadi pengingat bahwa figur
publik apalagi yang punya pengaruh besar
tidak bisa lepas dari tanggung jawab
moral. Masa lalu yang enggak bisa
dihapus, ya, cuma bisa dihadapi. Tapi ya
pada akhirnya kita sendiri bisa menilai,
Geng. Apakah ini cuma rumor atau isu
yang dituduhkan kepada beliau yang
nantinya bakal hilang begitu saja jika
faktanya kemudian malah berbalik dari
apa yang beredar gitu ya. Atau justru
memang ini ada sesuatu yang selama ini
belum terlihat jelas atau belum
terbongkar. Nah, makanya dikatakan waktu
yang bakal menjawab. Nah, itu dia geng
pembahasan kita hari ini tentang Habib
Bahar bin Smith yang menurut gua kasus
ini cukup menjadi pelajaran buat kita
semua, terutama untuk kaum perempuan
apalagi buat ya keluarga yang punya anak
perempuan lebih berhati-hati lagi ketika
diiming-imingi akan dinikahi bertanggung
jawab, akan diberikan ini itu
lihat-lihat dulu. Jadi enggak semua
orang-orang yang bernama besar itu akan
menjamin kalau mereka ya bakal
bertanggung jawab dengan apa yang mereka
ucapkan juga. Oke. Nah, semoga ini bisa
menjadi pelajaran untuk kita semua.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:16 UTC
Categories
Manage