Transcript
yFAx_lU5IOg • HONG KONG APARTMENT FIRE!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1611_yFAx_lU5IOg.txt
Kind: captions
Language: id
Api di Wangfukord ini menyebarnya bukan
pelan-pelan, tapi seperti disiram bensin
dan titik awalnya ada di perancah bambu
yang membungkus bangunan karena sedang
direnovasi tadi dan di situ nyala apinya
langsung naik ke jaring hijau yang
menutupi seluruh sisi luar tower.
Geng, hari ini kita bakal membahas
sesuatu yang sedang menjadi perbincangan
panas banget nih, Geng. yaitu di dunia
internasional. Sebuah kejadian yang
membuat warga Hongkong dilanda kepanikan
besar. Ya, kali ini kita bakal ngobrolin
soal kebakaran apartemen yang apinya
bukan cuma melahap bangunan, tapi justru
melahap satu distrik. Istilahnya itu
kalau misalkan ee desa satu desa gitu
dilahap oleh si jago merah alias api.
Dalam hitungan menit. Api ini muncul
secara tiba-tiba di tengah aktivitas
warga. Dan saking besarnya ya, asapnya
itu sampai kelihatan dari blok-blok
sebelah. Dan benar-benar kayak wah
kalian boleh lihat sendiri deh dari
videonya nih.
Kebakaran terburuk sepanjang 63 tahun
melanda Hongkong, Rabu 26 November 2025.
Setidaknya 44 orang tewas akibat
kebakaran yang menimpa beberapa gedung
tinggi di kawasan Taipo.
Pada awalnya banyak yang mengira kalau
ini cuma perkara consleting kecil atau
consleting listrik gitu ya atau insiden
dapurlah. Nah, tapi ternyata titik api
justru berasal dari lantai tengah
gedung, tempat di mana orang-orang
beraktivitas harian yang paling padat.
Dan yang bikin suasananya makin mencekam
adalah kejadian ini berlangsung saat
banyaknya penghuni masih ada di dalam
unit apartemen masing-masing. Kebayang
tuh ya, maaf-maaf nih ya dengan kata
kasar ya. Kalau lu mempertanyakan ada
enggak sih manusia panggang? Ya lu lihat
aja kejadiannya sampai kayak gitu. Di
saat kejadian alarm meraung-raung.
Tangga darurat penuh sesak dengan orang
karena enggak bisa pakai lift dan asap
mulai menutupi jarak pandang dan semua
orang berusaha keluar secepat mungkin
menyelamatkan diri masing-masing. Dan
yang lebih gilanya lagi, kebakaran ini
berlangsung bukan satu atau 2 jam tapi
hampir setengah hari yaitu 15 jam enggak
berhenti. Para pemadam yang tidak
henti-hentinya memadamkan api dan
beberapa penghuni yang harus dibantu
petugas untuk keluar dari kobaran api
yang sangat besar. Sementara ada
korban-korban luka dan meninggal dunia
yang belum bisa ditolong. Setelah
rekaman kejadian ini viral, pertanyaan
langsung bermunculan. Kenapa api bisa
menyebar secepat itu? Ada masalah sistem
apa di gedung pencakar langit ini? Atau
ada prosedur yang selama ini mungkin
dianggap aman, dianggap remeh mungkin,
tapi ternyata justru sangat tidak
berfungsi dan ya fatal akibatnya. Dan
sebenarnya seberapa siap sih
gedung-gedung tinggi di kota padat kayak
gini untuk menghadapi insiden seperti
ini? Di video kali ini kita bakal
membahas mulai dari kejadian ini dan
semoga ya apa yang terjadi di Hongkong
ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita
semua. Oke, langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry.
Geng, Geng. Oke, untuk pembahasan yang
pertama kita bahas dulu kronologi
kebakarannya, Geng.
Jadi, kebakaran apartemen ini terjadi di
daerah Wangfuk Court, kompleks hunian
Raksasa di Distrik Taipo, Hongkong.
Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 1451
waktu setempat. Dan sejak detik pertama
api muncul, semuanya langsung berubah
menjadi kacau. Apartemen ini sendiri
dihuni oleh sekitar 4.600
orang. Bayangkan tuh. Satu kawasan yang
terdiri dari 8 tower setinggi 31 lantai
dan tujuh di antaranya ikut tersambar si
jago merah alias terbakar oleh api. Ini
artinya ribuan penghuni yang tinggal di
1984 unit apartemen. Kebayang ya? Jadi
itu tower-towernya itu ya ada 1984
ruangan kayak gini, apartemen unitnya
dan tiba-tiba terbakar. Ah, gua gak bisa
ngebayangin deh kondisinya seperti apa.
Benar-benar mengerikan banget. Jadi
kalau kalian ngebayangin kayak oven ya
kan oven kan panas banget ya, bentuknya
kotak. Nah, kurang lebih seperti itulah
kondisi unit apartemen mereka di saat
itu. Dan kompleks ini sendiri sudah
berdiri sejak tahun 1983. Jadi udah
jadul banget. Nah, kebetulan di saat
kejadian ini sedang masuk tahap renovasi
besar. Kalau kita lihat dari data
properti, kompleks Wang Fu Court ini ya
sedang ada proyek renovasi besar-besaran
dan nilainya enggak main-main sekitar 42
juta dolar digelontorkan untuk merombak
bangunan karena emang udah tua.
Jadi kebayang geng gedung yang lagi
dibungkus dengan perancah serta jaring
renovasi seperti ini ya sebenarnya
sedang dalam masa perawatan yang mahal.
Ironisnya ya justru di tengah proses
itulah kebakaran besar ini pecah. Nah,
dari rekaman yang beredar kelihatan
banget, Geng. Apinya merambat super
cepat lewat perancah bambu yang
ngebungkus gedung seperti sarang
laba-laba raksasa atau mungkin sarang
burung lah bentuknya. Dalam hitungan
menit nyala apinya udah naik turun di
sisi luar tower. Beberapa warga
mengatakan mereka enggak bisa mendengar
alarm kebakaran sama sekali meskipun ini
masih berupa laporan awal gitu ya. Nah,
tapi yang jelas ya, Taipo yang biasanya
tenang dan menjadi area hunian di utara
Hongkong yang berdekatan dengan Senzen
itu tiba-tiba berubah menjadi pusat
kepanikan. Asap tebal itu naik ke
langit, warga keluar berhamburan dan
petugas pemadam kebakaran harus bekerja
ekstra keras untuk memadamkan api yang
sudah menyebar dengan cepat. Bayangkan
nih, Geng. Sekitar jam 334 sore
statusnya udah ditingkatkan ke alarm
level 4 yang mana ini sudah menandakan
kalau situasinya makin gawat. Lalu
ketika masuk di jam 222 malam udah
magrib gitu ya, kebakarannya resmi naik
ke alarm level 5 tingkat peringatan
paling tinggi di Hongkong. Jadi ini udah
mengerikan sekali. Di titik itu bukan
lagi soal kebakaran besar, tapi sudah
masuk ke kategori darurat yang membuat
semua tim penyelamat bekerja
habis-habisan sampai di titik akhir. Api
di Wuang Fookort ini menyebarnya bukan
pelan-pelan, tapi seperti disiram bensin
dan titik awalnya ada di perancah bambu
yang membungkus bangunan karena sedang
direnovasi tadi dan di situ nyala apinya
langsung naik ke jaring hijau yang
menutupi seluruh sisi luar tower. Dua
material ini ya yang berupa bambu dan
jaringan konstruksi dikenal mudah
terbakar. Jadi begitu kena api semuanya
langsung jadi jalur cepat untuk api
merambat ke banyak lantai sekaligus.
Terus enggak cuma itu, Geng.
Potongan-potongan perancah yang sudah
terbakar pada akhirnya jatuh dari
ketinggian dan menyambar ke bangunan
lain di sekitarnya. Di dalam hitungan
menit bukan cuma satu tower yang
terbakar, tapi beberapa gedung juga ikut
tersulut. Angin sore dan area yang
terbuka karena renovasi membuat
situasinya semakin sulit dikendalikan.
Apinya seperti mendapatkan oksigen
tambahan untuk semakin membesar. Ya,
seperti yang kita tahu ya, api terkena
oksigen udah pasti makin ganas apinya.
The buildings were covered in highly
combustible mesh and authorities
revealed in at least one building polish
styring covered the windows. Kebakaran
Wang Fuot ini pertama kali terlihat itu
di unit seorang penghuni yang bernama
Wang Ceong. Nih, awalnya dari unit dia
nih. Laporan masuk ke petugas sekitar
jam 52 siang dan dari situ keadaan
langsung berubah kacau. Enggak lama
berselang terlihat dari unitnya si Wang
Ceong tadi, api yang awalnya cuma di
bagian satu tower aja mulai merambat
kedua bangunan di sampingnya, ke
tower-tower lain. Tiga tower yang
berdiri berdampingan itu tiba-tiba
terbakar udah kayak api unggun. Jadi
kalau kalian ngebayangin nih ee apa ya?
pakai api unggun kan ada potongan kayu
gitu ya kayak gini nih. Nah, satu
potongannya terbakar lalu potongan yang
lain ikut terbakar. Kalau kita
membayangkan potongan kayu kecil ya,
tapi ini gedung yang berdiri di atas
tanah yang mencakar langit jadi gede
banget. Semuanya terbakar berbarengan di
sore hari itu dan membuat seluruh
kompleks langsung masuk mode panik. Di
tengah kekacauan tersebut ada satu
cerita yang cukup nyelekit datang dari
Chan Kuong Tak namanya. Dia ini adalah
kakek berumur 83 tahun yang sudah lama
tinggal di kompleks itu. Dia bilang
alarm kebakaran sama sekali enggak
berbunyi ketika api mulai membesar sore
itu. Padahal sistem alarmnya jelas sudah
ada. Menurut dia, kalau ada penghuni
yang sedang tidur di saat kejadian
tamat, selesai udah kepanggang. Penduduk
akhirnya harus menyelamatkan diri
masing-masing tanpa panduan apapun. Ya,
namanya juga unit apartemen jadul gitu
ya. Mungkin peralatannya juga udah
karatan atau bermasalah gitu. Chan ini
juga cerita kalau sebenarnya dia itu
udah lama ngasih tahu pihak manajemen
soal dua hal yang membuat dia was-was,
yaitu kualitas pekerjaan renovasi di
tembok luar dan kebiasaan merokok para
pekerja renovasi tersebut. Tapi dia
bilang, "Ya, semua keluhan itu cuma
berhenti menjadi suara tanpa jawaban."
Gila ya, bebal juga ya ternyata para
pekerja-pekerja di Hongkong. Gua kira di
negara kita doang, Geng. Gak ada tindak
lanjut di saat itu gak ada respon dan
enggak lama berselang Berry Muong
namanya ya. Seorang anggota dewan
distrik Taipo datang ke lokasi sekitar
jam 630 malam. Dari situ barulah dia
memberikan gambaran yang membuat semua
orang merinding ya kejadiannya kayak
gimana. Sesuai enggak sama yang
diceritain sama si kakek berumur 83
tahun tadi. Dan dia juga memperlihatkan
ternyata semua blok sudah terbakar. Dia
bilang cuma satu blok yang apinya sempat
berhasil dikendalikan. Tapi dari apa
yang dia lihat langsung di lapangan,
apinya udah terlanjur merambat ke rumah
susun lain di sekitar kompleks. Jadi
meskipun satu titik bisa ditahan,
kebakarannya sudah bergerak jauh lebih
cepat dari upaya pemadaman yang sedang
dilakukan. Ada seorang warga geng yang
usianya udah 65 tahun bermarga UNen ya.
Dia ini cerita nih dia udah lebih dari
40 tahun tinggal di kompleks itu. Dia
bilang banyak tetangganya yang udah
sepuh karena memang ya kan kompleks tua
ya, apartemen tua. Jadi dihuni oleh
orang-orang yang udah pensiun juga di
sana. Nah, dia bilang justru inilah
situasi yang membuat ya makin berat.
Karena untuk mereka-mereka yang sudah
lanjut usia, bergerak cepat bukanlah hal
yang gampang. Ya udah, nenek-nenek udah
gitu tinggalnya ya maaf ya, orang
tinggal di apartemen tuh kan
melayang-layang ya di atas ya, di atas
langit lah gitu. Para lansia yang jalan
pakai tongkat yang kebanyakan tinggal di
unit-unit apartemen tersebut, mereka
akhirnya bergerak menuju ke sekolah
menengah memorial CC Fung Leong Kit
namanya. Dan itu mereka bergerak
pelan-pelan, mereka turun pelan-pelan,
bahkan ada yang pakai kursi roda. Dan
yang berhasil selamat semuanya ditampung
di sekolah tadi dijadikan tempat
penampungan sementara dan dari sana para
pengungsi ini bakal dibawa naik bus
menuju ke balai komunitas Kuongfuk dan
Balai komunitas Jalan Tung Ceong. Nah,
kedua balai ini sengaja dibuka semalaman
agar siapapun yang terdampak kebakaran
punya tempat untuk e berteduh terlebih
dahulu mengungsi. Nah, sementara itu ada
beberapa warga dari blok yang tidak
terlalu terkena dampak. Nah, mereka ini
diizinkan untuk balik ke rumah mereka
untuk mengamankan barang-barang mereka.
Nah, sesampainya mereka ke unit
masing-masing, mereka enggak
beristirahat, mereka enggak balik
tinggal di sana, tapi justru mereka
buru-buru mengemasi barang-barang
penting ke koper. Seolah mereka sadar
situasi masih belum stabil dan bisa aja
berubah ya kapan aja atau ya mereka tuh
trauma gitu, Geng. Takutnya ada
kebakaran susulan. Bahkan geng, ada
laporan dari kepolisian yang mengatakan
akibat dari kebakaran tersebut
sebenarnya orang-orang yang tinggal di
sana itu walaupun rumah mereka terdampak
tapi mereka enggak bisa sembarangan
balik ke rumah. Kenapa? Karena ya radius
panasnya itu masih terasa di 100 m
lebih. Jadi panas banget ya kebakarannya
sebegitu besar, Geng. Nah, itu
menjelaskan bahwa kebakaran di sana itu
enggak main-main. Di tengah kepanikan
para penghuni apartemen ini, Geng, pihak
pemadam memberikan sebuah kabar yang
cukup menyayat hati. Ada seorang petugas
yang bernama Ho yang berusia 37 tahun
yang berasal dari Satin Fire Station.
Dia meninggal dunia di saat ya
memadamkan api ini. Jadi, kita bisa
lihat ya, ternyata yang menjadi korban
enggak cuma para penghuni apartemen,
tapi justru para petugas pemadam
kebakaran juga menjadi korban. Pemadam
yang bernama Ho tadi tiba di lokasi
sekitar jam sore, tapi dia hilang kontak
setengah jam kemudian dan tiba-tiba
ditemukan dengan luka bakar yang cukup
parah di jam .00 sore dia dinyatakan
meninggal dunia di saat itu. Dan enggak
cuma dia, ada temannya lagi ya, salah
satu petugas pemadam kebakaran juga,
tapi enggak sampai meninggal dunia,
hanya mengalami heat stroke. Jadi
kepanasan banget menunjukkan betapa
ekstremnya kondisi di saat itu. Selain
manusia, geng, ada juga sekitar 100 ekor
hewan peliharaan yang terjebak di dalam
kebakaran dan berakhir menyedihkan. Nah,
saat kebakaran terjadi, pemadam
kebakaran sempat mengirimkan lebih dari
200 unit mobil pemadam. dan sekitar 100
ambulans serta mengantarkan 1200
personil pemadam kebakaran agar bisa
membantu memadamkan api tersebut.
Dari cerita tadi kita bisa membayangkan,
Geng, gimana mengerikannya kejadian ini.
Nah, sekarang gua pengen ngajak kalian
untuk membahas proses penyelidikan dari
kasus ini, Geng. Kira-kira siapa yang
bertanggung jawab dan apa penyebabnya
kok bisa terjadi kebakaran sebesar ini?
Jadi, Geng, kebakaran besar yang terjadi
di kawasan perumahan Taip Hongkong
berubah menjadi tragedi paling mematikan
dalam sejarah kota tersebut, Geng.
Sampai di titik ini pihak berwenang
sudah resmi membuka penyelidikan tentang
kasus ini. Ada sekitar 44 korban jiwa
dan 279 orang yang masih belum
ditemukan. Dan situasi di lapangan tuh
masih kacau banget karena api sempat
terus merambat ke lantai-lantai atas di
tiga blok hunian. Ya, sejak pagi
kondisinya semakin terasa tegang.
Sekitar jam 10. pagi waktu setempat,
rumah sakit di sekitar Taipo sudah penuh
dengan para korban. Jumlahnya itu sampai
68 orang. Dan yang bikin merinding 16
orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Sisanya sekitar 25 orang itu masuk ke
dalam kategori serius. Nah, ini bukan
kejadian kecil yang sekedar insiden
kebakaran apartemen yang apa ya, yang
biasa-biasa. Ini benar-benar aduh seram
banget, Geng. Gua jadi ngebayangin kalau
ini sampai terjadi di Jakarta ya gimana
gitu. mana ya alat pemadaman kita juga
belum mumpuni. Kalau mereka kita bisa
lihat ya tuh alat pemadamnya itu bisa
ada lehernya gitu loh. Gua enggak paham
lagi nyebutnya apa, tapi bisa madamin ee
gedung setinggi itu berarti kan udah
canggih banget dan itu juga enggak
terlalu nolong ternyata.
Terus, Geng, berdasarkan informasi
terbarunya, korban yang meninggal dunia
meningkat menjadi 55 orang yang mana dua
di antaranya adalah warga negara
Indonesia. Jadi, ada orang Indonesia
yang meninggal di sana. Nah, jadi dari
informasi yang gua dapatkan, ada tujuh
orang pekerja asal Indonesia yang sampai
saat sekarang ini belum ada kabarnya.
Dua di antaranya itu sudah diketahui
meninggal dunia. Markas besar kejahatan
regional New Territories North akhirnya
turun tangan penuh. Ini di dalam
konferensi pers di dini hari, inspektur
senior yang bernama Chung Layi itu
menjelaskan bahwa polisi Hongkong sudah
membuka penyelidikan besar-besaran
terkait kebakaran dahsyat di Wang Fu
Cord ini. Kalau kalian dengerin dengan
seksama, satu hal yang semakin
mempertegas kecurigaan awal adalah
temuan dari gabungan antara pemadam
kebakaran dan ee satuan investigasi
polisi. Yaitu mereka menemukan material
yang terpasang di luar gedung mulai dari
jaring pelindung, plastik sampai terpal
anti air yang diduga jauh dari standar
keselamatan kebakaran
apalagi ada batang-batang bambu tadi.
Terus polisi menemukan sesuatu yang
lebih mengkhawatirkan, yaitu jendela
luar lobi lift di setiap lantai ternyata
ditutup dengan panel busa. Busa geng itu
kan juga bahan yang cepat terbakar gitu.
Busa ini bukan sekedar material buruk
yang mudah terbakar, tapi ini adalah
bensin padat kalau udah ketemu api. Yang
ibarat ya kalau kalian ngebakar bensin
dengan ngebakar busa itu sama efeknya.
Nah, cung ini menjelaskan bahwa panel
busa itu sangat mudah terbakar dan bisa
mempercepat rambatan api secara ekstrem.
Dan mereka enggak mengesampingkan
kemungkinan bahwa penutupan jendela lift
itulah yang membuat api semakin cepat
naik dari satu lantai ke lantai lain
dalam hitungan menit. Nah, ini bukan
lagi kelalaian kecil, tapi udah pola
modifikasi bangunan yang menciptakan
resiko sistemik. Kebakaran ini sendiri,
Geng, bukan cuma kebakaran biasa.
Alarmnya mencapai level 5. Seperti yang
gua sebutkan tadi, ini merupakan sinyal
alarm tersiaga tinggi. Apinya berkobar
lebih dari 16 jam loh, Geng. Dan sampai
Kamis dini hari kemarin apinya belum
bisa padam sepenuhnya. Jadi media lokal
di sana itu ngejelasin kalau mereka
sampai melaporkan bagaimana operasi
penyelamatan yang dilakukan walaupun api
terus membakar bagian atas bangunan.
Dalam laporan media lokal tersebut ya
sebuah tim pemadam harus masuk dari
lantai dasar sementara bara di atas
kepala mereka masih aktif. Jadi kayak
misalkan nih lu masuk di ruangan ini
nih, oke, ini udah bisa dipadamin. Tapi
tuh di atas kepala lu sampai ke ujung
sana itu masih api. Wakil direktur
operasional pemadam kebakaran yang
bernama Derek Armstrong Chan ya, dia
bilang kalau petugas sudah berhasil
mencapai lantai menengah dari tiga blok
yang masih terbakar. Dari delan blok di
Wuang Fook Core, tujuhnya ikut terbakar
dan baru empat di antaranya bisa
dikendalikan dan tiga sisa blok lainnya
masih menyala di lantai-lantai atas
gedung setinggi 31 lantai itu. Dan
proses menuju atap itu diperkirakan baru
bisa selesai antara tengah hari sampai
senja. Itu pun kalau kondisinya
memungkinkan.
Terus, Geng, temuan awal soal panel busa
dan jaring yang seharusnya tidak bisa
digunakan di sana ya, itu langsung
membuka jalan untuk investigasi dugaan
kelalaian di dalam proyek ini. Polisi di
saat itu menemukan kalau material itu
dipasang oleh sebuah perusahaan
konstruksi sebagai bagian dari proyek
renovasi mereka. Nah, ini jujur ya, ini
enggak terlepas dari kecurangan para
pengusaha-pengusaha ini. Biar murah ya
kan, biar cepat dapat cuannya mereka
mengabaikan ya unsur keselamatan. Dan
menurut Chung ya, ada alasan kuat kenapa
pihak perusahaan yang menjalankan proyek
renovasi ini dianggap sudah melakukan
kelalaian dan hal ilegal. Nah, ini
tergambarkan dari tiga orang yang sudah
ditangkap, yaitu dua direktur dan
seorang konsultan teknik. Usianya 52
tahun dan 68 tahun mereka ditangkap
untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara
itu, proses identifikasi korban nih,
Geng ya, masih berlangsung sampai
sekarang. Polisi bekerja dengan ahli
patologi forensik untuk mempercepat
pemeriksaan supaya keluarga korban bisa
segera mendapatkan kepastian. Nah, di
saat itu Chung juga menegaskan bahwa
mereka memperlakukan kasus ini sebagai
prioritas tertinggi. Begitu operasi
penyelamatan selesai, polisi dengan para
pemadam kebakaran, laboratorium
pemerintah, dan departemen terkait akan
mengumpulkan bukti dan melakukan
investigasi penuh untuk menentukan
penyebab pasti. Dan di balik semua
pernyataan resmi itu, ada satu hal yang
enggak bisa diabaikan, yaitu dugaan
bahwa renovasi yang dikerjakan ini
ternyata asal-asalan. Dan ini bukan
sekedar kesalahan teknis, tapi potensi
pelanggaran yang selama ini mungkin
selalu lolos dari pengawasan. Dengan
istilah lain, ada pengusaha nakal yang
mencoba korupsi. Penyidikan ini bisa
jadi membuka lebih banyak masalah lain
entah di sistem pengawasan bangunan,
regulasi bahan bangunan, atau relasi
antara kontraktor dan pemerintah lokal.
Dan saat ini geng, kepolisian Hongkong
itu menyatakan sudah menetapkan dan
menangkap tiga tersangka atas kebakaran
yang terjadi.
T.
Nah, saat ini, Geng, kepolisian Hongkong
sudah menetapkan dan menangkap tiga
orang tersangka atas kebakaran ini. Tiga
tersangka ini adalah laki-laki yang
berusia antara 52 sampai 68 tahun tadi.
Dan mereka berasal dari sebuah
perusahaan konstruksi, dua di antaranya
berstatus direktur dan konsultan teknik.
Nah, polisi mengklaim ya jaring dan
material pelindung yang ada di bagian
luar gedung itu kayaknya tidak tahan
terhadap api. Jangankan api, panas saja
bisa kayak ngeleot gitu, Geng. Kemudian
polisi juga menemukan adanya sterofor di
jendela gedung sehingga semakin
mempercepat rambatan api yang ada di
dalam gedung dan sekaligus menghalangi
orang-orang yang ada di dalam untuk bisa
menyelamatkan diri. Berdasarkan
keterangan dari juru bicara kepolisian
Hongkong nih ya, polisi punya kesimpulan
kalau pejabat perusahaan yang
mengerjakan renovasi ini ya itu tadi
lalai sekali dan cuma mikirin untung.
Keberadaan papan sterofor dan material
konstruksi yang di bawah standar ya
inilah yang menyebabkan apinya membara.
begitu besar. Sekarang kita kan tahu nih
penyebabnya apa. Ternyata lagi-lagi
korupsi. Nah, ini bisa banget menjadi
pelajaran untuk negara kita. Korupsi itu
selalu akan menjadi bencana. Kita
contohkan aja ya. Ee mungkin ini bukan
korupsi tapi kecurangan aja gitu ya.
Kecurangan gitu. Kecurangan yang
merugikan bumi, merugikan rakyat, yaitu
memapas habis hutan. Efeknya apa?
Efeknya banjir kita lagi merasakan
banjir bandang. Banjir bandang,
Komandan. Jadi saat ini belum bisa kami
perkirakan apakah ada korban atau tidak.
Di Hongkong ternyata sama korupsinya
pada bahan-bahan material renovasi
sebuah gedung. Efeknya apa? Gedungnya
terbakar. Gila ya. Dampak korupsi
sebegitu besar. Tapi ketika ditangkap
hukumannya minim banget. Padahal korupsi
dibandingkan dengan, maaf nih dengan
pembunuhan lebih gila korupsi.
Pembunuhan mungkin korbannya satu orang,
korupsi korbannya ribuan orang yang
mati. Oke, sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan. Kira-kira nih, kalau
kejadian di Hongkong kayak gini,
pemerintahnya itu bakal memberikan
bantuan yang seperti apa? mungkin bisa
menjadi cermin juga buat kita untuk
membandingkan ya apa yang dilakukan
pemerintah kita terhadap masyarakatnya
ketika terkena musibah dan apa yang
dilakukan pemerintah Hongkong ya ketika
masyarakatnya kena musibah. Kita bahas
setelah kebakaran besar yang melanda W
Fore tadi ya, membuat satu distrik di
Taipo sudah seperti tungku api ya,
ternyata bantuan langsung mengalir dari
segala arah. Begitu api mulai dilaporkan
semakin parah, pemerintah langsung sigap
untuk buka beberapa tempat penampungan
darurat. Nah, mulai dari Kuong Fu
Community Hall, Tung Ceong Street
Community Hall sampai dengan Triple C
Fung Leung Kid Memorial Secondary School
yang akhirnya dijadikan sebagai tempat
transit pertama untuk para korban bisa
mengungsi. Nah, malah ada juga sekolah
dasar yang bernama SKH UN Chen Mount
Chen Primary School yang buka pintu
dengan sukarela karena mereka tahu
shelter resmi untuk menampung para
pengungsi sudah penuh banget. Nah,
bayangkan, Geng. Itu sekolah tiba-tiba
langsung disulap menjadi tempat tidur
darurat untuk para warga dan lengkap
disediakan dengan air minum serta
makanan. Di tempat-tempat itu
orang-orang dievakuasi ya mereka bisa
mendapatkan kebutuhan dasar seperti
makanan cepat saji, selimut, minuman
hangat, matras sampai dengan pakaian
ganti. Enggak cuma dari pemerintah, tapi
juga dari warga untuk membantu warga.
Mereka menunjukkan benar-benar bagaimana
solidaritas di dalam kelompok mereka.
dan gak sedikit warga dari Taip ya yang
saling bantu membantu untuk mengantarkan
bantuan dari pinggir jalan ke dalam
gedung pengungsian. Terus kalau kita
berbicara tentang medis, rumah sakit
sekitar juga langsung siapsiaga penuh.
Banyak korban luka dari yang kritis
sampai yang terkena inhalasi asap karena
menghirup terlalu banyak asap. Nah,
mereka juga langsung mendapatkan bantuan
dan pemerintah mereka juga mengatakan
tidak akan menahan apapun bentuknya.
Tenaga medis, bantuan medis,
obat-obatan, ambulans, semuanya jalan
tanpa batas. Bahkan pemerintah juga
menjelaskan mereka sudah menyiapkan
bisindahkan pengungsi dari satu shelter
ke shelter lain apabila penuh. Dan
timsar juga terus naik turun gedung ya
yang masih panas. Mereka enggak peduli.
Mereka tetap mencari korban dan yang
mungkin masih bisa diselamatkan siapapun
yang mungkin kejebak di sana. Bahkan
timsarnya juga sampai menerjunkan
sekitar 26 tim untuk membantu evakuasi.
Dan selain timsar, petugas polisi juga
langsung bangun pos komando darurat
dengan menurunkan lebih dari 1000
personil mereka. Nah, semuanya
dikerahkan untuk satu tujuan, yaitu
menyelamatkan warga secepat mungkin,
mengatur jalur penyelamatan biar enggak
keos, dan memastikan setiap sudut yang
terdampak mendapatkan dukungan darurat
yang layak. Yang menarik nih, Geng,
bukan cuma luka fisik yang ee
diperhatikan. Para korban juga diberikan
konseling dan pendampingan psikologis
ya, biar enggak trauma. Nah, karena
setelah melihat apartemen terbakar,
tetangga-tetangga mereka meninggal atau
harus lari lewat tangga penuh dengan
asap itu menjadi trauma yang enggak bisa
dianggap remeh. Untuk bantuan finansial
yang juga turun itu berupa uang tunai,
uang darurat untuk mendukung biaya hidup
sementara para korban dan bantuan untuk
keluarga mereka yang kehilangan anggota
keluarga yang lain. Nah, lembaga sosial,
gereja sampai organisasi kecil-kecil itu
buka donasi. Enggak nanggung-nanggung,
Geng. Bantuan finansial ini terbilang
sangat besar ya. Seorang pemilik yayasan
yang bernama Lihing namanya ya itu
memberikan bantuan sebesar 30 juta
Hongkong dolar untuk mendukung Badan
Amal yang memberikan bantuan ke Taipo.
Dia juga menyumbang untuk badan amal.
Yayasan ini juga memberikan dana sebesar
R juta Hongkong dolar untuk upaya
bantuan ee kepada para pemadam kebakaran
dan juga korban yang terluka. Dan selain
yayasan ini, raksasa perusahaan
perhiasan lokal yaitu Chou Taifk ya itu
bilang pihak mereka bakal menyumbang
sekitar 20 juta Hongkong dolar atau
sekitar 2,57 juta dolar Amerika Serikat
untuk menyediakan pasukan bantuan untuk
warga yang terkena dampak. Nah, terus
geng ada sebuah perusahaan pakaian
olahraga di Tiongkok namanya Antas Sport
Product Limited juga mengumumkan akan
menyumbangkan uang tunai senilai ya 10
juta Hongkong dolar atau sekitar 1,28
juta dolar Amerika Serikat serta
perlengkapan musim dingin senilai 20
juta Hongkong dolar untuk membantu para
korban pengungsi demi memenuhi kehidupan
hidup dan mengatasi keadaan darurat.
Nah, selain perusahaan lokal, sebuah
perusahaan makanan juga bakal
menyediakan makanan dan minuman gratis
kepada warga yang terkena dampak
kebakaran. Mereka bilang akan
mengirimkan 1000 sarapan gratis ke warga
yang terkena dampak. Bahkan nih, Geng,
kasus kebakaran besar ini langsung
didengar oleh Presiden Si Jimping yang
mana dia juga ikut buka suara pada Rabu
malam. Dia menyampaikan belah sungkawa
sekaligus meminta upaya habis-habisan
untuk menyelamatkan warga dan mengurangi
kerugiannya. Nah, besok paginya walikota
Hongkong yang bernama John Lachu itu
turun langsung ke rumah sakit untuk
melihat kondisi korban sambil
menjanjikan penyelidikan tuntas. Enggak
cuma soal kebakarannya, tapi juga
struktur perancah dan material
renovasinya. Nah, jadi geng gimana tuh,
Geng, menurut kalian tragedi kebakaran
yang terjadi di Hongkong ini? Kalau
misalkan hal ini terjadi di negara kita,
apakah prosesnya akan sama? Menurut
kalian gimana? Apakah kita bisa secepat
dan setanggap pemerintah Hongkong di
dalam mengatasi musibah yang sebesar
ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.