good
SubY4-V2lLU • 2025-12-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Di saat itu Dewi dikatakan berperan
sebagai penyuplai dan mengatur
kurir-kurir. Sementara Don berperan
sebagai penyuplai narkoboy ke Dewi. Jadi
Dewi ini yang nyebarin lagi. Nah,
setelah mendapatkan barangnya, Dewi
bakal mengemas itu. Jadi dikemas dengan
rapi. Dan di saat itu, Don,
Geng, kalian ingat enggak gua pernah
membahas tentang kasus nenek-nenek yang
menjadi bandar narkoba? Ya, di
pembahasan itu gua menceritakan tiga
kasus tentang e nenek-nenek yang bahkan
melibatkan keluarganya untuk berbisnis
narkoba. Ya, itu adalah cerita fakta.
Kalian bisa lihat sendiri di video ini.
Kali ini ceritanya berbeda. Ini
benar-benar sebuah cerita yang gua yakin
banget kalian yang mendengarkan cerita
ini tuh bakal tercengang. Jadi gini,
Geng. Cerita ini melibatkan suami istri
ya, yang mana suaminya itu adalah
seorang kuli bangunan di Indonesia. Dan
seumur dia menikah dengan sang istri,
dia tidak pernah tahu kalau istrinya
adalah seorang pengedar narkoboy tingkat
internasional yang duitnya triliunan.
Kebayang tuh? Ya, dia enggak pernah tahu
itu. Jadi, dia selama ini di Indonesia
kerja serabutan untuk menghidupi
keluarganya, nyangkul sana sini tanpa
dia tahu istrinya di luar negeri itu
adalah seorang pengedar narkoboy yang
kaya raya. Dan semuanya baru dia ketahui
setelah istrinya tertangkap, Geng. Dan
kasus ini lagi heboh banget di
Indonesia. Nah, kasus ini melibatkan
seorang WNI yang bernama Dewi Astuti dan
dia tertangkap di Kamboja. Nama dia
memang biasa-biasa aja, jarang kita
dengar. Dan itulah kenapa alasannya
suaminya gak pernah tahu kalau dia ini
adalah mafia besar, bandar narkoboi
besar. Supaya apa? Supaya namanya tidak
tercium. Jadi orang-orang tuh cuma tahu
ya ini adalah istri dari seorang
laki-laki yang keluarganya kurang mampu
padahal tajir melintir. Nah, bagaimana
Dewi Astutik ini bisa menjadi seorang
pengedar narkoboy internasional? Nanti
gua bakal cerita ke kalian kronologinya
secara lengkap dan ya apakah dia ini
merupakan bagian dari jaringan Freddy
Pratama yang sedang diincer-incer oleh
pihak Indonesia beserta dengan Interpol.
Nah, di video kali ini gua bakal ngajak
kalian untuk membahas semuanya secara
lengkap dan kalian harus banget dengar
fakta-faktanya yang bakal bikin kalian
geleng-geleng kepala. Langsung aja kita
bahas secara lengkap. Halo, geng.
Welcome back to Kamar Jerry.
Genggeng, sebelum kita bahas secara
lengkap dari kronologinya, kita bahas
dulu sosok dari Dewi Asutik ini
background-nya seperti apa supaya kalian
paham gitu ya. Kita bahas.
Jadi geng dia ini adalah seorang
perempuan berusia 43 tahun. Nama yang
dikenal di media adalah Dewi Astutik.
Dia ini berasal dari Ponorogo, Jawa
Timur. Nah, aslinya namanya itu bukan
Dewi Astutik. Nama aslinya itu adalah
Pariatin. Di pembahasan ini, karena dia
dikenal dengan nama Dewi Astutik, kita
sebutnya Dewi Astutik dulu aja. Nanti
ada alasan kenapa dia pakai nama ini.
Nih, gua bakal beberkant.
Bu Dewi Asutti sebenarnya itu namanya
siapa? Terus dia ke mana sebenarnya,
Pak?
Eh, nama asinnya kalau sesuai KTP yang
masuk data kita kan Paryatin.
Jadi, geng dia ini sudah lama bekerja
sebagai pekerja migran Indonesia atau
PMI atau TKI di luar negeri sebagai
asisten rumah tangga atau ART. Bahkan
dia sudah bekerja itu sejak masih
single, masih lajang. Di tahun 2009, dia
akhirnya menikah nih dengan seorang pria
yang bernama Sarno yang merupakan warga
asal Dusun Sumber Agung, Kecamatan
Balong, Ponorogo. Nah, semenjak itu dia
akhirnya pindah ke Indonesia. Dia
menetap di Indonesia untuk menjalani
rumah tangga dengan Sarno. Sarno ini
enggak punya pekerjaan tetap, Geng.
Kadang dia jadi kuli bangunan, kadang
dia jadi tukang servis, kadang apalah.
Yang jelas dia ini kerja serabutan, tapi
lebih banyaknya jadi kuli bangunan.
Sarno bahkan sampai saat sekarang itu
masih kerja serabutan. Bayangin tuh ya,
dari kasus ini terungkap pun dia masih
jadi ee kuli bangunan. Dari pernikahan
dia dengan Dewi, Sarno dan Dewi ini
memiliki dua orang anak yang kember.
Saat ini sedang menuntut ilmu di sebuah
pondok pesantren yang ada di Ponorogo.
Dan setelah Dewi menikah dengan Sarno
ini, ternyata dia ee apa ya? Menetap di
Indonesia dan belum bisa langsung ke
luar negeri karena kan di saat itu harus
membesarkan anak-anaknya. Dia menetap
selama beberapa tahun lah di Indonesia.
Sampai akhirnya setelah anaknya besar
barulah dia bisa e kembali merantau ke
luar negeri di tahun 2013. Nah, di saat
itu dia kembali ke Taiwan. Jadi, dulu
dia memang merantau ke Taiwan. Nah,
setelah dia menikah dan anaknya besar,
dia balik lagi ke Taiwan dengan niat
untuk memperbaiki kondisi perekonomian
keluarga. Karena dia sadar dulu ketika
dia jadi TKW, ya mungkin duitnya
lumayan. Tapi setelah dia menikah dengan
Sarno yang pekerjaannya serabutan ya,
duitnya kembali anjlok ya kan ya
serabutan kerjaannya dan Dewi juga
enggak bisa kerja karena harus
membesarkan anak-anaknya. Nah, di saat
anaknya udah besar dia berpikir, "Wah,
enggak bisa nih. Gua harus ke luar
negeri lagi ya ninggalin suami dan anak
gua untuk memperbaiki kehidupan
keluarga." Cuma, Geng di saat itu ya ada
yang berbeda nih ketika Dewi ini kembali
ke luar negeri untuk bekerja. Jadi,
inilah alasan kenapa namanya dikenal
sebagai Dewi Astutik. Ternyata nama Dewi
Asutik itu adalah adik kandungnya.
Identitas yang digunakan oleh Pariatin
ini adalah identitas dari adiknya yang
bernama Dewi Astutik. Jadi akhirnya dia
menggunakan identitas itu untuk
mengelabui e petugas biar bisa berangkat
ke luar negeri. Di tahun 2023 setelah
beberapa tahun dia di luar negeri, dari
tahun 2013 itu artinya udah 10 tahun dia
bekerja di luar negeri. Dewi Astutik ini
kembalilah ke Indonesia lagi. Nah, dia
sempat stay sampai tahun 2024 di saat
itu. Selama rentang waktu itu pula ya,
Dewi ini berjualan nasi selama di
Indonesia dengan cara berkeliling di
sekitar tempat tinggalnya di Dusun
Tenun, Desa Boto, Kecamatan Selahung,
Ponorogo. Di tahun 2024, akhirnya dia
memiliki kesempatan lagi. Diajak untuk
balik bekerja ke luar negeri dan tidak
tahu ya siapa yang ngajak dia di saat
itu. Yang jelas dia ini ngakunya mau
balik ke Taiwan lagi. Karena dia izin ke
suaminya untuk balik ke Taiwan lagi. Ya,
suaminya ngizinin karena kan jatuhnya ya
udah terbiasa. berpuluh-puluh tahun Dewi
Astutik ini berpisah dengan keluarga dan
ya suaminya udah tahu memang di Taiwan
tempat di mana istrinya mencari rezeki.
Nah, akhirnya nih, Geng, ternyata ketika
dia izin ke Taiwan, tapi dia malah bukan
ke Taiwan, dia malah terbang ke Kamboja
dan enggak ada yang tahu. Yang mana
negara Kamboja seperti yang kita tahu
ya, sedang disorot oleh banyak negara
karena maraknya bisnis, perdagangan
orang, dan judul serta scam. Di saat itu
ternyata ada keterangan nih dari kepala
dusun Tenun namanya Didik Harirawan.
Didik ini sempat bilang eh enggak ada
yang tahu kalau si Pariatin alias Dewi
Astutik ini berangkat ke Kamboja. Ya,
orang-orang di saat itu tahunya ketika
dia pulang di tahun 2023, dia itu sempat
tinggal di rumah orang tuanya yang
bernama Nimen dan Kusni. Di rumah orang
tuanya itu sebenarnya si Pariatin alias
Dewi Astutik ini punya usaha yaitu usaha
pemancingan. Entah itu usaha pemancingan
milik kedua orang tuanya yang diteruskan
oleh dia atau justru itu dia buka dari
hasil dia bekerja di luar negeri. Jadi
enggak ada informasi yang jelas terkait
hal tersebut. Dari pengakuan didik saat
ada pergelaran wayang atau reok di kota
tersebut, Dewi ini sempat membuka lapak
untuk berjualan nasi. Jadi segala hal
dikerjakanlah oleh dia. Nah, ini tepat
sebelum dia berangkat ke Kamboja. Dan
pada akhirnya berangkatlah dia ke
Kamboja. Nah, dia ke Kamboja kan belum
lama, Geng ya. terhitung masih 1 seteng
tahun dari tahun awal dia berangkat.
Jadi kalau ditotalin e semenjak dia
menikah berarti dia itu sudah bekerja di
luar negeri sekitar 11,5 tahun ya kan 10
tahun di Taiwan dan kurang lebih 1
seteng tahunnya berada di Kamboja.
Suaminya enggak pernah tahu kalau ada
versi Kambojanya. Jadi enggak pernah
tahu kalau istrinya tuh ke Kamboja 1
seteng tahun.
Nah, ternyata dari keterangan suaminya
sebenarnya ya, Geng, selama si Dewi
Astutik ini alias Pariatin ini bekerja
di Taiwan selama 10 tahun, dari tahun
2013 sampai 2023, dia itu ya jarang
pulang ke Indonesia dan komunikasinya
pun sebenarnya enggak terlalu lancar
sama suaminya ya. Paling ada dia
menelepon ke suaminya itu kayak sebulan
sekali ya kan. terus bertahun-tahun
bekerja di luar negeri dan eh jarang
sekali dia e mengirimkan uang ke
suaminya yang membuat perekonomian
keluarganya itu enggak kunjung membaik.
Entah ke mana uang itu digunakan oleh
Dewi. Dia bahkan tuh cuma sesekali aja
itu juga ngirim duitnya untuk uang jajan
anaknya, enggak ke suaminya. Dan oleh
karena itu si suaminya itu gak bisa
berharap dari Dewi Asutik alias Pariatin
ini. Dan suaminya memilih untuk bekerja
keras memenuhi kebutuhan sehari-hari
karena tidak bisa mengandalkan kiriman
uang dari Variatin alias Dewi Astutik.
Nah, hal ini yang bikin miris nih. Jadi,
orang-orang tuh berpikir kayak 10 tahun
di Taiwan ee oke enggak ngirim duit.
Terus 1 seteng tahun di Kamboja udah
jadi pengedar narkoboy tapi enggak
ngirim duit juga ternyata. Nah, ini beda
banget kan biasanya mafia-mafia itu
sayang keluarga ya kan?
Gengster-gangengster tuh sayang
keluarga. Nah, berbeda dengan ee Dewi
Asutik ini. Dia menikmati hasil dari
menjual narkobo itu buat diri dia
sendiri. Sementara ya keluarganya masih
berusaha mencari uang untuk sesuap nasi.
Ya, mungkin dia masih mengirim untuk
anak-anaknya aja yang ada di pesantren.
Rumah dari keluarganya pun terlihat
sederhana. Tapi kalau menurut gua ya,
kenapa dia itu enggak ngirim uang
banyak? Takut kecium sama pemerintah,
Geng. Dan enggak mau terlihat kaya raya,
takut kecium tuh. Jadi enggak ada tuh
barang-barang berharga seperti mobil
atau barang elektronik mewah di rumahnya
yang ada di Indonesia. Dan ya Sarno
suaminya mengaku sebenarnya pernah punya
mobil mereka, tapi udah dijual lama
untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari karena memang terdesak
ekonomi. Maka itu geng Sarno sendiri ya
enggak pernah tahu kalau selama ini
istrinya adalah mafia atau drug dealer
atau eh sebutannya kartel gitu ya yang
kaya raya di luar negeri sana. Nah, dari
sini kalian sudah paham ya background
dari Dewi Astutik yang sebenarnya
bernama asli Pariatin dan bagaimana
sepak terjang dia ee di luar sana.
Sampai-sampai dia menyembunyikan semua
ini dengan sangat rapi. Dia menikah
dengan seorang e pekerja serabutan, kuli
bangunan. Tapi aslinya dia kaya raya di
luar negeri, yaitu di Kamboja. Sekarang
kita akan bahas nih bagaimana sih
perjalanan detailnya dari DW Asutik ini
sampai menjadi pengedar narkoboy besar.
Kita bahas
dari informasi yang gua dapatkan di
berbagai sumber nih, perginya DeW
Astutik ini ke luar negeri, Ibu kan
untuk bekerja sebagai asisten rumah
tangga lagi seperti ketika dia bekerja
di Taiwan. Nah, awalnya alasan dia
berangkat ke luar negeri tepatnya ke
Kamboja itu karena selama berada di
Kamboja dia ternyata bekerja sebagai
scammer atau tempat penipuan. Nah,
makanya mungkin kenapa dia enggak jujur
kepada suaminya. Dia datang ke Kamboja
di bulan Februari 2023. Dan karena
memang Kamboja ini sudah seperti negara
tanpa hukum, saking banyaknya sindikat
kejahatan yang beroperasi di sana
membuat Dewi bisa terlibat lebih jauh di
dalam dunia gelap. Di satu waktu, Geng,
tidak diketahui kapan persisnya nih, ya,
dia ini sempat bertemu dengan seorang
pria asal Nigeria bernama Don. Ya, ini
inisial ya Don ini. Don ini memiliki
julukan God Father. Jadi biasanya nih
kalau ada julukan God Father kayak gini
ya udah pasti ini pemimpin besar dari
sebuah sindikat atau mafia besar dan Don
ini kemudian bertemu dengan Dewi lalu
mengajak Dewi untuk terlibat di dalam
perdagangan narkoboy berbasis di
Kamboja. Dan karena tahu perdagangan
narkoboy itu bisa menghasilkan uang
banyak, Dewi enggak ragu dan enggak
menolak. Dia mengiyakan ajakan itu. Di
awal tahun 2024, dia dan Don itu
bareng-bareng melakukan jual beli
narkoboy lintas negara. Nih bayangin nih
ya, istri seorang kuli bangunan nih,
perjalanan atau sepak terjangnya pertama
dia jual narkoboy ke seluruh Asia, terus
dia terbang lagi ke Afrika sampai dia
terbang ke Amerika Latin. Gila enggak?
Ini curiganya gua nih ada hubungan
asmara nih antara Dewi ini sama Don.
Kalau enggak, enggak mungkin dong mereka
bisa terbang ke mana-mana bareng-bareng.
Ya kan? Di saat itu Dewi dikatakan
berperan sebagai penyuplai dan mengatur
kurir-kurir. Sementara Don berperan
sebagai penyuplai narkoboy ke Dewi. Jadi
Dewi ini yang nyebarin lagi. Nah,
setelah mendapatkan barangnya, Dewi
bakal mengemas itu. Jadi dikemas dengan
rapi. Dan di saat itu Don bakal membayar
semua orang yang terlibat di dalam
jaringannya Dewi ini. Namun
pembayarannya ya melalui si Dewi tadi.
Terus geng, selain itu Dewi juga
berperan sebagai perekrut warga negara
Indonesia yang ada di Kamboja. Dia
sengaja mengincar para warga negara
Indonesia yang enggak punya pekerjaan di
sana untuk dipekerjakan. Dengan
iming-iming bisa dapat uang banyak. Nah,
selain Dewi yang merekrut, ada juga
orang-orang Indonesia yang memang
bersedia untuk bergabung dengan bisnis
haramnya Dewi dan Don ini. Jadi, memang
perannya Dewi dalam jaringan ini cukup
krusial. Dia yang menyeleksi
orang-orang, dia yang e merekrut
orang-orang dan Dewi beroperasi di
wilayah Golden Triangel. Nah, Golden
Triangel ini adalah kalimat yang
sangat-sangat familiar dan terkenal di
dunia per narkoboyan. Jadi, Golden
Triangel ini atau segitiga emas ya dalam
bahasa Indonesia itu adalah sebutan
untuk negara Thailand, Myanmar, dan
Laos. Mengapa negara tersebut disebut
sebagai Golden Triangel? Karena
negara-negara ini dikenal sebagai ya
salah satu produsen dan perdagangan
narkoboy terbesar di Asia. Nah,
kurir-kurir dewi itu tersebar di
negara-negara itu. Dan gak hanya di
negara-negara itu aja, Geng. Ternyata
mereka semua beroperasi e gak cuma di
Kamboja dan di Golden Tree Angel tadi.
Bahkan mereka ada yang di negara kita
Indonesia, ada di Laos, ada di Hongkong,
Korea, Brazil sampai Ethiopia.
Benar-benar jaringan yang besar banget
ya. Enggak cuma di Kamboja aja, tapi
udah masuk lintas negara internasional.
Nah, akibat dari bisnisnya ini, Dewi
bahkan masuk ke dalam daftar pencarian
orang yang diterbitkan oleh pihak Korea
Selatan. Di dalam negeri pun atau di
Indonesia, Dewi Asutik juga jadi buronan
dari pihak kita yaitu BNN sejak tahun
2024. Dan untuk menghindari kejaran
aparat, dia sering berpindah-pindah
negara untuk ee menghilangkan jejaknya
dia. Oke, dari sini gimana? Udah
kebayang kalian misalnya nih kalian nih
posisinya ya kalian tuh kerjanya kuli
bangunan atau kalian tukang kebun dan
segala macam lah ya. Kalian merasa kayak
aduh hidup susah banget, pendapatan
kecil banget tapi ternyata di belakang
itu pasangan kalian atau istri kalian
sebenarnya adalah drug dealer final
boss. Bos besar dari penjualan narkoboy
kaya raya bergelimangan harta dan kalian
enggak pernah kebagian. Gimana tuh
perasaan kalian? Oke, sekarang ya kita
bakal membahas bagaimana akhirnya Dewi
Asutik ini bisa tertangkap oleh pihak
kepolisian. Kita bahas.
Jadi, Geng, penangkapan terhadap Dewi
Astutik ini enggak berlangsung secara
tiba-tiba atau ya dengan mudah, tapi
melainkan melalui perencanaan yang
matang serta pengembangan kasus yang
cukup lama. Semua ini berawal dari
terungkapnya nama Dewi ini dari beberapa
kasus penyelundupan narkoboy yang ada di
Indonesia. Kasus pertama yang menyeret
nama Dewi Asutik terjadi pada bulan Mei
2025. Ketika itu BNN yang bekerja sama
dengan Polda Kepulauan Riau, Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI AL itu
berhasil menggagalkan upaya
penyelundupan narkoboi jenis sabu-sabu
dalam jumlah yang terbesar sepanjang
sejarah Indonesia, yaitu seberat 2 ton.
Nilai untuk 2 ton sabu sangat fantastis,
Geng. mencapai Rp5 triliun dan upaya
tersebut dilakukan pada tanggal 22 Mei
2025. Dari informasi disebutkan
penyelundupan sabu yang akan melintas di
wilayah perairan Indonesia ini itu
menggunakan kapal motor yang diperoleh
melalui laporan intelijen yang kemudian
diolah dengan proses analisa hingga tim
gabungan melakukan pemetaan dan
observasi di sepanjang perairan
Kepulauan Riau yang mana dikatakan juga
barang tersebut berangkat dari Thailand
awalnya. Lalu, geng, tim gabungan sempat
menghentikan kapal motor yang bernama si
Dragon Tawara. Nah, dihentikannya kapal
motor itu di tengah-tengah laut karena
diduga kuat sebagai target yang mereka
cari-cari. Dan saat penggeledahan
dilakukan, ternyata benar aja tim
gabungan ini menemukan 31 kardus
berwarna coklat berbungkus plastik
bening berisi puluhan bungkus plastik
berkemasan teh gua nyinwang warna hijau.
Bungkusan tersebut berisikan serbuk
kristal yang diduga mengandung narkoboy
jenis sabu. Dan selain itu, tim gabungan
juga menemukan 36 kardus berwarna coklat
pada tangki bahan bakar bagian bawah
kapal. Sehingga total keseluruhan barang
bukti yang ditemukan berjumlah 67 kardus
berisikan 2.000 bungkus sabu-sabu. Gila
enggak tuh?
Dari penggeledahan tersebut, tim
gabungan menangkap enam awak kapal yang
terdiri atas empat warga negara
Indonesia dan dua warga negara asing.
Mereka itu adalah Vandi Ramdani, ada Leo
Candra Samosir, Richard Halumoan, dan
Hasilowan Samosir. Terus ada Wirapat
Pongwan serta Terapong Lek Pradube.
Berdasarkan penyidikan dengan mendalami
jaringan di mana keenam tersangka ini
berasal, terungkaplah ya. Nah, sosok
dari Dewi Astutik yang diduga oleh
aparat sebagai pengendali penyelundupan
barang haram tersebut. Nah, jadi mereka
ini adalah anak buahnya Dewi Astutik.
Dan karena kasus penyelundupan 2 ton
sabu itu, Dewi akhirnya dimasukkan ke
dalam daftar Red Notice Interpol. Selain
itu, Geng, jejak dari Dewi ini dalam
peredaran narkoboy di Indonesia juga
terungkap di kasus penyelundupan heroin
di Bandara Soekarno Hatta. Saat itu ada
satu koper hitam yang membuat petugas
Bea Cukai itu jadi curiga. Insiden
tersebut terjadi di terminal 3
internasional. Ketika itu petugas
menemukan sesuatu yang janggal pada
salah satu koper milik penumpang asal
Singapura yang berinisial ZM usianya 46
tahun. Koper tersebut seperti memiliki
kompartemen tambahan yang tidak biasa
yang tidak ada di koper-koper lain. Nah,
karena itulah petugas Bea Cukai mencoba
memeriksa dengan narkotes atau
pendeteksi narkoboy. Barulah diketahui
kalau ZM ini membawa sebanyak 2.760
gr heroin yang disembunyikan di dalam
false compartment yang ada di belakang
koper. Nah, heroin tersebut tergolong
narkoboy golongan satu. Dan saat
pengembangan kasus dilakukan, ada
seorang pelaku lain yang berinisial SS
usianya 49 tahun yang menjemput kurir
yang mana dia mengaku kalau dia
mendapatkan instruksi dari seseorang
yang berinisial AHA usianya 33 tahun.
Nah, dari AHA inilah terungkap satu nama
yang sama yaitu Dewi Astutik. Nah, cuma
Geng tertangkapnya heroin di Bandara
Sutta ini tidak diketahui detailnya
kapan peristiwa ini terjadi. Tapi yang
jelas sudah dua kali nama Dewi Astutik
muncul di dua kasus yang berbeda dan itu
semakin meyakinkan aparat untuk segera
mengendus keberadaan dari si Dewi
Astutik ini dan membawa dia pulang ke
Indonesia untuk kemudian dihukum. Di
informasi lain juga disebutkan kalau di
akhir tahun 2024 ada dua orang juga yang
terbang dari Kamboja dan masuk ke Medan
menggunakan pesawat dan kedapatan
membawa narkoboy. Dikatakan kalau mereka
adalah orang-orang yang direkrut oleh si
Dewi Astutik. Dari data yang berhasil
dibeberkan oleh Martinus Hukum sebagai
mantan kepala BNN, sudah ada 110 orang
warga negara Indonesia yang ditangkap di
luar negeri seperti di Brazil, India,
Kamboja sampai Korea Selatan yang mana
ternyata mereka semua adalah orang yang
direkrut dan disuruh oleh Dewi Astutik,
istri seorang kuli bangunan di Ponorogo.
Ya, pengendali narkoboy sebesar itu.
dirasa sudah harus ada upaya untuk
menangkap Dewi Asutik ini. Suyudi Ario
Seteto selaku Kepala BNN itu di bulan
November menginstruksikan dibentuknya
tim khusus untuk melakukan operasi
pengajaran internasional terhadap Dewi
pada 25 November 2025. Nah, operasi ini
kemudian mendapatkan dukungan penuh dari
atase pertahanan RI di Kamboja dan Bais
TNI yang dipimpin oleh Yudi Abrimantio
yang mana dia berperan penting dalam
memetakkan pergerakan lintas negara
serta koordinasi regional yang akhirnya
penangkapan dilakukan melalui operasi
senyap lintas negara yang dipimpin oleh
Roy Hardi Siahaan. Nah, namun BN tidak
sendiri, Geng, di saat itu di dalam
melaksanakan operasi ini karena ada juga
keterlibatan dari kepolisian Kamboja,
KBRI Pnompen, Atase Pertahanan, Bais
TNI, serta Bea dan Cukai. Awalnya BNN
mendapatkan informasi intelijen mengenai
keberadaan dari Dewi di wilayah Penompen
Kamboja. Nah, tim yang sudah dibentuk
sebelumnya akhirnya berangkat ke Kamboja
dan sampai pada tanggal 30 November ke
sana. Sesampainya di sana, mereka
langsung berkoordinasi dengan otoritas
setempat, Geng. Lalu geng, di tanggal 1
Desember 2025 sekitar jam 1339 waktu
setempat di area lobi sebuah hotel yang
ada di daerah Xhanokville Kamboja,
akhirnya Dewi ini tercium terdeteksi
posisinya sedang berada di dalam
kendaraan jenis Toyota Prius berwarna
putih dan dia langsung pada saat itu
ditangkap oleh tim gabungan. Videonya
itu viral banget nih. Gua tampilin.
Dewi Astutik gembong narkoba yang jadi
buronan sejak 2024 kini ditangkap badan
narkotika nasional di Kamboja, Senin 1
Desember 2025.
Nah, cuma geng di dalam mobil itu
ternyata Dewi ini enggak sendiri. Dia
bersama dengan seorang laki-laki. Namun
enggak diketahui siapa laki-laki
tersebut. Tim gabungan yang menyergap
Dewi langsung melakukan verifikasi dan
klarifikasi termasuk dengan pemeriksaan
fisik dan memastikan bahwa orang yang
mereka sergap adalah Dewi. Dan ternyata
benar, Geng. Dia adalah Dewi Astutik
yang selama ini dicari-cari. Nah, saat
operasi penangkapan itu berlangsung,
Dewi tidak memberikan perlawanan
terhadap petugas. Setelah diamankan,
Dewi dipindahkan ke penompen langsung.
Di sana dia melalui proses verifikasi
identitas dan penyerahan resmi antar
otoritas untuk bisa memulangkan dia ke
Indonesia. Dan singkat ceritanya, dia
tiba di Indonesia pada hari Selasa
tanggal 2 Desember 2025. Terlihat di
saat itu Dewi mengenakan kaus putih dan
dijaga ketat oleh aparat yang berseragam
lengkap sejak keluar dari pesawat. Dan
Dewi menjalani pemeriksaan intensif
untuk mengungkap alur pendanaan,
logistik, dan pihak-pihak yang juga
terlibat di dalam jaringan internasional
yang beroperasi di sejumlah negara ini.
Nah, saat berita penangkapan Dewi muncul
di media, Sarno mengaku kaget. Suaminya
enggak habis pikir, dia langsung
terdiam. Dia benar-benar dengan tatapan
kosongnya dia selama ini ya enggak
pernah tahu kalau Dewi ini berada di
Kamboja dan dia enggak pernah tahu kalau
istrinya ini adalah mafia besar dalang
dari peredaran narkoba lintas negara
yang berbasis di Kamboja. Jadi ya Sarno
tahunya dari berita istri yang selama
ini dia kira bekerja sebagai ART
pembantu di Taiwan ternyata berperan
penting dalam peredaran narkoboy di
Kamboja. Nah, dari informasi terbaru
diduga jika Dewi menjadi bagian dari
jaringan Freddy Pratama. Ternyata
gembong narkoboy asal Kalimantan yang
juga menjadi buronan internasional.
Namun dari informasi resmi dari BNN,
untuk sementara waktu belum
terkonfirmasi jika Dewi itu benar-benar
berada satu jaringan dengan Freddy
peratama. Karena dia diketahui awalnya
kan berasal dari jaringan Kamboja,
Nigeria, dan Brazil. Meskipun begitu,
BNN bakal terus mendalami apakah benar
ada keterkaitan antara dia dengan
gembong Narkoboy Freddy Pratama. Buat
kalian yang penasaran bagaimana nasibnya
Don, the Godfather yang disebut-sebut
merekrut Dewi untuk membantu dia dalam
jaringan Narkoboy pada awalnya. Nah,
dikatakan saat ini Down ini juga udah
ditangkap dan dia justru diekstradisi ke
Amerika Serikat sebab dia sudah menjadi
buronan bagi Drug Enforcement
Administration di EA singkatannya yang
mana di EA ini kalau kalian pernah
nonton film Narcos, nah mereka-mereka
inialah yang menghabisi nyawa dari Pablo
Escobar. Jadi da ini udah sebesar itu,
Geng. Dan untuk saat ini penyelidikan
masih terus berlangsung untuk menangkap
orang-orang tersebut, terkhususnya warga
negara Indonesia yang bergerak di dalam
jaringan yang sama dengan Dewi Astutik.
Dan jika benar kalau Dewi Astutik ini
ternyata berada di jaringan yang sama
dengan Freddy pertama, maka pemerintah
Indonesia berpeluang untuk mengejar
Freddy. Mengingat hingga saat ini ya
Freddy enggak tahu di mana. Bisa jadi
melalui e Dewi Asutik semuanya bisa
dikembangkan. Nah, namun berita
penangkapan dewi ini membuat heboh
masyarakat Indonesia karena bisa ada
gitu ibu-ibu, seorang perempuan yang
berangkat dari Indonesia Ponorogo gitu
ya. Eh, background-nya adalah istri dari
ee seorang tukang bangunan. Ternyata
malah menjadi pemimpin sebuah kartel.
Dan
kalian harus tahu jumlah kekayaannya ya
dari hasil penyelundupan narkoboynya itu
nilainya sampai Rp5 triliun.
Pernah kebayang tuh, Geng? Nah, itu dia
geng ya pembahasan kita kali ini
mengenai penangkapan seorang dewi
Astutik untuk seorang perempuan yang
awalnya diketahui bekerja sebagai
asisten rumah tangga di luar negeri tapi
ternyata berperan besar di dalam
peredaran narkoboy alias dia ratu dari
kartel narkoboy besar.
Gimana, Geng menurut pendapat kalian
dari cerita ini? Tinggalkan komentar di
bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:33 UTC
Categories
Manage