Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Di saat itu Dewi dikatakan berperan sebagai penyuplai dan mengatur kurir-kurir. Sementara Don berperan sebagai penyuplai narkoboy ke Dewi. Jadi Dewi ini yang nyebarin lagi. Nah, setelah mendapatkan barangnya, Dewi bakal mengemas itu. Jadi dikemas dengan rapi. Dan di saat itu, Don, Geng, kalian ingat enggak gua pernah membahas tentang kasus nenek-nenek yang menjadi bandar narkoba? Ya, di pembahasan itu gua menceritakan tiga kasus tentang e nenek-nenek yang bahkan melibatkan keluarganya untuk berbisnis narkoba. Ya, itu adalah cerita fakta. Kalian bisa lihat sendiri di video ini. Kali ini ceritanya berbeda. Ini benar-benar sebuah cerita yang gua yakin banget kalian yang mendengarkan cerita ini tuh bakal tercengang. Jadi gini, Geng. Cerita ini melibatkan suami istri ya, yang mana suaminya itu adalah seorang kuli bangunan di Indonesia. Dan seumur dia menikah dengan sang istri, dia tidak pernah tahu kalau istrinya adalah seorang pengedar narkoboy tingkat internasional yang duitnya triliunan. Kebayang tuh? Ya, dia enggak pernah tahu itu. Jadi, dia selama ini di Indonesia kerja serabutan untuk menghidupi keluarganya, nyangkul sana sini tanpa dia tahu istrinya di luar negeri itu adalah seorang pengedar narkoboy yang kaya raya. Dan semuanya baru dia ketahui setelah istrinya tertangkap, Geng. Dan kasus ini lagi heboh banget di Indonesia. Nah, kasus ini melibatkan seorang WNI yang bernama Dewi Astuti dan dia tertangkap di Kamboja. Nama dia memang biasa-biasa aja, jarang kita dengar. Dan itulah kenapa alasannya suaminya gak pernah tahu kalau dia ini adalah mafia besar, bandar narkoboi besar. Supaya apa? Supaya namanya tidak tercium. Jadi orang-orang tuh cuma tahu ya ini adalah istri dari seorang laki-laki yang keluarganya kurang mampu padahal tajir melintir. Nah, bagaimana Dewi Astutik ini bisa menjadi seorang pengedar narkoboy internasional? Nanti gua bakal cerita ke kalian kronologinya secara lengkap dan ya apakah dia ini merupakan bagian dari jaringan Freddy Pratama yang sedang diincer-incer oleh pihak Indonesia beserta dengan Interpol. Nah, di video kali ini gua bakal ngajak kalian untuk membahas semuanya secara lengkap dan kalian harus banget dengar fakta-faktanya yang bakal bikin kalian geleng-geleng kepala. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, geng. Welcome back to Kamar Jerry. Genggeng, sebelum kita bahas secara lengkap dari kronologinya, kita bahas dulu sosok dari Dewi Asutik ini background-nya seperti apa supaya kalian paham gitu ya. Kita bahas. Jadi geng dia ini adalah seorang perempuan berusia 43 tahun. Nama yang dikenal di media adalah Dewi Astutik. Dia ini berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Nah, aslinya namanya itu bukan Dewi Astutik. Nama aslinya itu adalah Pariatin. Di pembahasan ini, karena dia dikenal dengan nama Dewi Astutik, kita sebutnya Dewi Astutik dulu aja. Nanti ada alasan kenapa dia pakai nama ini. Nih, gua bakal beberkant. Bu Dewi Asutti sebenarnya itu namanya siapa? Terus dia ke mana sebenarnya, Pak? Eh, nama asinnya kalau sesuai KTP yang masuk data kita kan Paryatin. Jadi, geng dia ini sudah lama bekerja sebagai pekerja migran Indonesia atau PMI atau TKI di luar negeri sebagai asisten rumah tangga atau ART. Bahkan dia sudah bekerja itu sejak masih single, masih lajang. Di tahun 2009, dia akhirnya menikah nih dengan seorang pria yang bernama Sarno yang merupakan warga asal Dusun Sumber Agung, Kecamatan Balong, Ponorogo. Nah, semenjak itu dia akhirnya pindah ke Indonesia. Dia menetap di Indonesia untuk menjalani rumah tangga dengan Sarno. Sarno ini enggak punya pekerjaan tetap, Geng. Kadang dia jadi kuli bangunan, kadang dia jadi tukang servis, kadang apalah. Yang jelas dia ini kerja serabutan, tapi lebih banyaknya jadi kuli bangunan. Sarno bahkan sampai saat sekarang itu masih kerja serabutan. Bayangin tuh ya, dari kasus ini terungkap pun dia masih jadi ee kuli bangunan. Dari pernikahan dia dengan Dewi, Sarno dan Dewi ini memiliki dua orang anak yang kember. Saat ini sedang menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren yang ada di Ponorogo. Dan setelah Dewi menikah dengan Sarno ini, ternyata dia ee apa ya? Menetap di Indonesia dan belum bisa langsung ke luar negeri karena kan di saat itu harus membesarkan anak-anaknya. Dia menetap selama beberapa tahun lah di Indonesia. Sampai akhirnya setelah anaknya besar barulah dia bisa e kembali merantau ke luar negeri di tahun 2013. Nah, di saat itu dia kembali ke Taiwan. Jadi, dulu dia memang merantau ke Taiwan. Nah, setelah dia menikah dan anaknya besar, dia balik lagi ke Taiwan dengan niat untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga. Karena dia sadar dulu ketika dia jadi TKW, ya mungkin duitnya lumayan. Tapi setelah dia menikah dengan Sarno yang pekerjaannya serabutan ya, duitnya kembali anjlok ya kan ya serabutan kerjaannya dan Dewi juga enggak bisa kerja karena harus membesarkan anak-anaknya. Nah, di saat anaknya udah besar dia berpikir, "Wah, enggak bisa nih. Gua harus ke luar negeri lagi ya ninggalin suami dan anak gua untuk memperbaiki kehidupan keluarga." Cuma, Geng di saat itu ya ada yang berbeda nih ketika Dewi ini kembali ke luar negeri untuk bekerja. Jadi, inilah alasan kenapa namanya dikenal sebagai Dewi Astutik. Ternyata nama Dewi Asutik itu adalah adik kandungnya. Identitas yang digunakan oleh Pariatin ini adalah identitas dari adiknya yang bernama Dewi Astutik. Jadi akhirnya dia menggunakan identitas itu untuk mengelabui e petugas biar bisa berangkat ke luar negeri. Di tahun 2023 setelah beberapa tahun dia di luar negeri, dari tahun 2013 itu artinya udah 10 tahun dia bekerja di luar negeri. Dewi Astutik ini kembalilah ke Indonesia lagi. Nah, dia sempat stay sampai tahun 2024 di saat itu. Selama rentang waktu itu pula ya, Dewi ini berjualan nasi selama di Indonesia dengan cara berkeliling di sekitar tempat tinggalnya di Dusun Tenun, Desa Boto, Kecamatan Selahung, Ponorogo. Di tahun 2024, akhirnya dia memiliki kesempatan lagi. Diajak untuk balik bekerja ke luar negeri dan tidak tahu ya siapa yang ngajak dia di saat itu. Yang jelas dia ini ngakunya mau balik ke Taiwan lagi. Karena dia izin ke suaminya untuk balik ke Taiwan lagi. Ya, suaminya ngizinin karena kan jatuhnya ya udah terbiasa. berpuluh-puluh tahun Dewi Astutik ini berpisah dengan keluarga dan ya suaminya udah tahu memang di Taiwan tempat di mana istrinya mencari rezeki. Nah, akhirnya nih, Geng, ternyata ketika dia izin ke Taiwan, tapi dia malah bukan ke Taiwan, dia malah terbang ke Kamboja dan enggak ada yang tahu. Yang mana negara Kamboja seperti yang kita tahu ya, sedang disorot oleh banyak negara karena maraknya bisnis, perdagangan orang, dan judul serta scam. Di saat itu ternyata ada keterangan nih dari kepala dusun Tenun namanya Didik Harirawan. Didik ini sempat bilang eh enggak ada yang tahu kalau si Pariatin alias Dewi Astutik ini berangkat ke Kamboja. Ya, orang-orang di saat itu tahunya ketika dia pulang di tahun 2023, dia itu sempat tinggal di rumah orang tuanya yang bernama Nimen dan Kusni. Di rumah orang tuanya itu sebenarnya si Pariatin alias Dewi Astutik ini punya usaha yaitu usaha pemancingan. Entah itu usaha pemancingan milik kedua orang tuanya yang diteruskan oleh dia atau justru itu dia buka dari hasil dia bekerja di luar negeri. Jadi enggak ada informasi yang jelas terkait hal tersebut. Dari pengakuan didik saat ada pergelaran wayang atau reok di kota tersebut, Dewi ini sempat membuka lapak untuk berjualan nasi. Jadi segala hal dikerjakanlah oleh dia. Nah, ini tepat sebelum dia berangkat ke Kamboja. Dan pada akhirnya berangkatlah dia ke Kamboja. Nah, dia ke Kamboja kan belum lama, Geng ya. terhitung masih 1 seteng tahun dari tahun awal dia berangkat. Jadi kalau ditotalin e semenjak dia menikah berarti dia itu sudah bekerja di luar negeri sekitar 11,5 tahun ya kan 10 tahun di Taiwan dan kurang lebih 1 seteng tahunnya berada di Kamboja. Suaminya enggak pernah tahu kalau ada versi Kambojanya. Jadi enggak pernah tahu kalau istrinya tuh ke Kamboja 1 seteng tahun. Nah, ternyata dari keterangan suaminya sebenarnya ya, Geng, selama si Dewi Astutik ini alias Pariatin ini bekerja di Taiwan selama 10 tahun, dari tahun 2013 sampai 2023, dia itu ya jarang pulang ke Indonesia dan komunikasinya pun sebenarnya enggak terlalu lancar sama suaminya ya. Paling ada dia menelepon ke suaminya itu kayak sebulan sekali ya kan. terus bertahun-tahun bekerja di luar negeri dan eh jarang sekali dia e mengirimkan uang ke suaminya yang membuat perekonomian keluarganya itu enggak kunjung membaik. Entah ke mana uang itu digunakan oleh Dewi. Dia bahkan tuh cuma sesekali aja itu juga ngirim duitnya untuk uang jajan anaknya, enggak ke suaminya. Dan oleh karena itu si suaminya itu gak bisa berharap dari Dewi Asutik alias Pariatin ini. Dan suaminya memilih untuk bekerja keras memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak bisa mengandalkan kiriman uang dari Variatin alias Dewi Astutik. Nah, hal ini yang bikin miris nih. Jadi, orang-orang tuh berpikir kayak 10 tahun di Taiwan ee oke enggak ngirim duit. Terus 1 seteng tahun di Kamboja udah jadi pengedar narkoboy tapi enggak ngirim duit juga ternyata. Nah, ini beda banget kan biasanya mafia-mafia itu sayang keluarga ya kan? Gengster-gangengster tuh sayang keluarga. Nah, berbeda dengan ee Dewi Asutik ini. Dia menikmati hasil dari menjual narkobo itu buat diri dia sendiri. Sementara ya keluarganya masih berusaha mencari uang untuk sesuap nasi. Ya, mungkin dia masih mengirim untuk anak-anaknya aja yang ada di pesantren. Rumah dari keluarganya pun terlihat sederhana. Tapi kalau menurut gua ya, kenapa dia itu enggak ngirim uang banyak? Takut kecium sama pemerintah, Geng. Dan enggak mau terlihat kaya raya, takut kecium tuh. Jadi enggak ada tuh barang-barang berharga seperti mobil atau barang elektronik mewah di rumahnya yang ada di Indonesia. Dan ya Sarno suaminya mengaku sebenarnya pernah punya mobil mereka, tapi udah dijual lama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena memang terdesak ekonomi. Maka itu geng Sarno sendiri ya enggak pernah tahu kalau selama ini istrinya adalah mafia atau drug dealer atau eh sebutannya kartel gitu ya yang kaya raya di luar negeri sana. Nah, dari sini kalian sudah paham ya background dari Dewi Astutik yang sebenarnya bernama asli Pariatin dan bagaimana sepak terjang dia ee di luar sana. Sampai-sampai dia menyembunyikan semua ini dengan sangat rapi. Dia menikah dengan seorang e pekerja serabutan, kuli bangunan. Tapi aslinya dia kaya raya di luar negeri, yaitu di Kamboja. Sekarang kita akan bahas nih bagaimana sih perjalanan detailnya dari DW Asutik ini sampai menjadi pengedar narkoboy besar. Kita bahas dari informasi yang gua dapatkan di berbagai sumber nih, perginya DeW Astutik ini ke luar negeri, Ibu kan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga lagi seperti ketika dia bekerja di Taiwan. Nah, awalnya alasan dia berangkat ke luar negeri tepatnya ke Kamboja itu karena selama berada di Kamboja dia ternyata bekerja sebagai scammer atau tempat penipuan. Nah, makanya mungkin kenapa dia enggak jujur kepada suaminya. Dia datang ke Kamboja di bulan Februari 2023. Dan karena memang Kamboja ini sudah seperti negara tanpa hukum, saking banyaknya sindikat kejahatan yang beroperasi di sana membuat Dewi bisa terlibat lebih jauh di dalam dunia gelap. Di satu waktu, Geng, tidak diketahui kapan persisnya nih, ya, dia ini sempat bertemu dengan seorang pria asal Nigeria bernama Don. Ya, ini inisial ya Don ini. Don ini memiliki julukan God Father. Jadi biasanya nih kalau ada julukan God Father kayak gini ya udah pasti ini pemimpin besar dari sebuah sindikat atau mafia besar dan Don ini kemudian bertemu dengan Dewi lalu mengajak Dewi untuk terlibat di dalam perdagangan narkoboy berbasis di Kamboja. Dan karena tahu perdagangan narkoboy itu bisa menghasilkan uang banyak, Dewi enggak ragu dan enggak menolak. Dia mengiyakan ajakan itu. Di awal tahun 2024, dia dan Don itu bareng-bareng melakukan jual beli narkoboy lintas negara. Nih bayangin nih ya, istri seorang kuli bangunan nih, perjalanan atau sepak terjangnya pertama dia jual narkoboy ke seluruh Asia, terus dia terbang lagi ke Afrika sampai dia terbang ke Amerika Latin. Gila enggak? Ini curiganya gua nih ada hubungan asmara nih antara Dewi ini sama Don. Kalau enggak, enggak mungkin dong mereka bisa terbang ke mana-mana bareng-bareng. Ya kan? Di saat itu Dewi dikatakan berperan sebagai penyuplai dan mengatur kurir-kurir. Sementara Don berperan sebagai penyuplai narkoboy ke Dewi. Jadi Dewi ini yang nyebarin lagi. Nah, setelah mendapatkan barangnya, Dewi bakal mengemas itu. Jadi dikemas dengan rapi. Dan di saat itu Don bakal membayar semua orang yang terlibat di dalam jaringannya Dewi ini. Namun pembayarannya ya melalui si Dewi tadi. Terus geng, selain itu Dewi juga berperan sebagai perekrut warga negara Indonesia yang ada di Kamboja. Dia sengaja mengincar para warga negara Indonesia yang enggak punya pekerjaan di sana untuk dipekerjakan. Dengan iming-iming bisa dapat uang banyak. Nah, selain Dewi yang merekrut, ada juga orang-orang Indonesia yang memang bersedia untuk bergabung dengan bisnis haramnya Dewi dan Don ini. Jadi, memang perannya Dewi dalam jaringan ini cukup krusial. Dia yang menyeleksi orang-orang, dia yang e merekrut orang-orang dan Dewi beroperasi di wilayah Golden Triangel. Nah, Golden Triangel ini adalah kalimat yang sangat-sangat familiar dan terkenal di dunia per narkoboyan. Jadi, Golden Triangel ini atau segitiga emas ya dalam bahasa Indonesia itu adalah sebutan untuk negara Thailand, Myanmar, dan Laos. Mengapa negara tersebut disebut sebagai Golden Triangel? Karena negara-negara ini dikenal sebagai ya salah satu produsen dan perdagangan narkoboy terbesar di Asia. Nah, kurir-kurir dewi itu tersebar di negara-negara itu. Dan gak hanya di negara-negara itu aja, Geng. Ternyata mereka semua beroperasi e gak cuma di Kamboja dan di Golden Tree Angel tadi. Bahkan mereka ada yang di negara kita Indonesia, ada di Laos, ada di Hongkong, Korea, Brazil sampai Ethiopia. Benar-benar jaringan yang besar banget ya. Enggak cuma di Kamboja aja, tapi udah masuk lintas negara internasional. Nah, akibat dari bisnisnya ini, Dewi bahkan masuk ke dalam daftar pencarian orang yang diterbitkan oleh pihak Korea Selatan. Di dalam negeri pun atau di Indonesia, Dewi Asutik juga jadi buronan dari pihak kita yaitu BNN sejak tahun 2024. Dan untuk menghindari kejaran aparat, dia sering berpindah-pindah negara untuk ee menghilangkan jejaknya dia. Oke, dari sini gimana? Udah kebayang kalian misalnya nih kalian nih posisinya ya kalian tuh kerjanya kuli bangunan atau kalian tukang kebun dan segala macam lah ya. Kalian merasa kayak aduh hidup susah banget, pendapatan kecil banget tapi ternyata di belakang itu pasangan kalian atau istri kalian sebenarnya adalah drug dealer final boss. Bos besar dari penjualan narkoboy kaya raya bergelimangan harta dan kalian enggak pernah kebagian. Gimana tuh perasaan kalian? Oke, sekarang ya kita bakal membahas bagaimana akhirnya Dewi Asutik ini bisa tertangkap oleh pihak kepolisian. Kita bahas. Jadi, Geng, penangkapan terhadap Dewi Astutik ini enggak berlangsung secara tiba-tiba atau ya dengan mudah, tapi melainkan melalui perencanaan yang matang serta pengembangan kasus yang cukup lama. Semua ini berawal dari terungkapnya nama Dewi ini dari beberapa kasus penyelundupan narkoboy yang ada di Indonesia. Kasus pertama yang menyeret nama Dewi Asutik terjadi pada bulan Mei 2025. Ketika itu BNN yang bekerja sama dengan Polda Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI AL itu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoboi jenis sabu-sabu dalam jumlah yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia, yaitu seberat 2 ton. Nilai untuk 2 ton sabu sangat fantastis, Geng. mencapai Rp5 triliun dan upaya tersebut dilakukan pada tanggal 22 Mei 2025. Dari informasi disebutkan penyelundupan sabu yang akan melintas di wilayah perairan Indonesia ini itu menggunakan kapal motor yang diperoleh melalui laporan intelijen yang kemudian diolah dengan proses analisa hingga tim gabungan melakukan pemetaan dan observasi di sepanjang perairan Kepulauan Riau yang mana dikatakan juga barang tersebut berangkat dari Thailand awalnya. Lalu, geng, tim gabungan sempat menghentikan kapal motor yang bernama si Dragon Tawara. Nah, dihentikannya kapal motor itu di tengah-tengah laut karena diduga kuat sebagai target yang mereka cari-cari. Dan saat penggeledahan dilakukan, ternyata benar aja tim gabungan ini menemukan 31 kardus berwarna coklat berbungkus plastik bening berisi puluhan bungkus plastik berkemasan teh gua nyinwang warna hijau. Bungkusan tersebut berisikan serbuk kristal yang diduga mengandung narkoboy jenis sabu. Dan selain itu, tim gabungan juga menemukan 36 kardus berwarna coklat pada tangki bahan bakar bagian bawah kapal. Sehingga total keseluruhan barang bukti yang ditemukan berjumlah 67 kardus berisikan 2.000 bungkus sabu-sabu. Gila enggak tuh? Dari penggeledahan tersebut, tim gabungan menangkap enam awak kapal yang terdiri atas empat warga negara Indonesia dan dua warga negara asing. Mereka itu adalah Vandi Ramdani, ada Leo Candra Samosir, Richard Halumoan, dan Hasilowan Samosir. Terus ada Wirapat Pongwan serta Terapong Lek Pradube. Berdasarkan penyidikan dengan mendalami jaringan di mana keenam tersangka ini berasal, terungkaplah ya. Nah, sosok dari Dewi Astutik yang diduga oleh aparat sebagai pengendali penyelundupan barang haram tersebut. Nah, jadi mereka ini adalah anak buahnya Dewi Astutik. Dan karena kasus penyelundupan 2 ton sabu itu, Dewi akhirnya dimasukkan ke dalam daftar Red Notice Interpol. Selain itu, Geng, jejak dari Dewi ini dalam peredaran narkoboy di Indonesia juga terungkap di kasus penyelundupan heroin di Bandara Soekarno Hatta. Saat itu ada satu koper hitam yang membuat petugas Bea Cukai itu jadi curiga. Insiden tersebut terjadi di terminal 3 internasional. Ketika itu petugas menemukan sesuatu yang janggal pada salah satu koper milik penumpang asal Singapura yang berinisial ZM usianya 46 tahun. Koper tersebut seperti memiliki kompartemen tambahan yang tidak biasa yang tidak ada di koper-koper lain. Nah, karena itulah petugas Bea Cukai mencoba memeriksa dengan narkotes atau pendeteksi narkoboy. Barulah diketahui kalau ZM ini membawa sebanyak 2.760 gr heroin yang disembunyikan di dalam false compartment yang ada di belakang koper. Nah, heroin tersebut tergolong narkoboy golongan satu. Dan saat pengembangan kasus dilakukan, ada seorang pelaku lain yang berinisial SS usianya 49 tahun yang menjemput kurir yang mana dia mengaku kalau dia mendapatkan instruksi dari seseorang yang berinisial AHA usianya 33 tahun. Nah, dari AHA inilah terungkap satu nama yang sama yaitu Dewi Astutik. Nah, cuma Geng tertangkapnya heroin di Bandara Sutta ini tidak diketahui detailnya kapan peristiwa ini terjadi. Tapi yang jelas sudah dua kali nama Dewi Astutik muncul di dua kasus yang berbeda dan itu semakin meyakinkan aparat untuk segera mengendus keberadaan dari si Dewi Astutik ini dan membawa dia pulang ke Indonesia untuk kemudian dihukum. Di informasi lain juga disebutkan kalau di akhir tahun 2024 ada dua orang juga yang terbang dari Kamboja dan masuk ke Medan menggunakan pesawat dan kedapatan membawa narkoboy. Dikatakan kalau mereka adalah orang-orang yang direkrut oleh si Dewi Astutik. Dari data yang berhasil dibeberkan oleh Martinus Hukum sebagai mantan kepala BNN, sudah ada 110 orang warga negara Indonesia yang ditangkap di luar negeri seperti di Brazil, India, Kamboja sampai Korea Selatan yang mana ternyata mereka semua adalah orang yang direkrut dan disuruh oleh Dewi Astutik, istri seorang kuli bangunan di Ponorogo. Ya, pengendali narkoboy sebesar itu. dirasa sudah harus ada upaya untuk menangkap Dewi Asutik ini. Suyudi Ario Seteto selaku Kepala BNN itu di bulan November menginstruksikan dibentuknya tim khusus untuk melakukan operasi pengajaran internasional terhadap Dewi pada 25 November 2025. Nah, operasi ini kemudian mendapatkan dukungan penuh dari atase pertahanan RI di Kamboja dan Bais TNI yang dipimpin oleh Yudi Abrimantio yang mana dia berperan penting dalam memetakkan pergerakan lintas negara serta koordinasi regional yang akhirnya penangkapan dilakukan melalui operasi senyap lintas negara yang dipimpin oleh Roy Hardi Siahaan. Nah, namun BN tidak sendiri, Geng, di saat itu di dalam melaksanakan operasi ini karena ada juga keterlibatan dari kepolisian Kamboja, KBRI Pnompen, Atase Pertahanan, Bais TNI, serta Bea dan Cukai. Awalnya BNN mendapatkan informasi intelijen mengenai keberadaan dari Dewi di wilayah Penompen Kamboja. Nah, tim yang sudah dibentuk sebelumnya akhirnya berangkat ke Kamboja dan sampai pada tanggal 30 November ke sana. Sesampainya di sana, mereka langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat, Geng. Lalu geng, di tanggal 1 Desember 2025 sekitar jam 1339 waktu setempat di area lobi sebuah hotel yang ada di daerah Xhanokville Kamboja, akhirnya Dewi ini tercium terdeteksi posisinya sedang berada di dalam kendaraan jenis Toyota Prius berwarna putih dan dia langsung pada saat itu ditangkap oleh tim gabungan. Videonya itu viral banget nih. Gua tampilin. Dewi Astutik gembong narkoba yang jadi buronan sejak 2024 kini ditangkap badan narkotika nasional di Kamboja, Senin 1 Desember 2025. Nah, cuma geng di dalam mobil itu ternyata Dewi ini enggak sendiri. Dia bersama dengan seorang laki-laki. Namun enggak diketahui siapa laki-laki tersebut. Tim gabungan yang menyergap Dewi langsung melakukan verifikasi dan klarifikasi termasuk dengan pemeriksaan fisik dan memastikan bahwa orang yang mereka sergap adalah Dewi. Dan ternyata benar, Geng. Dia adalah Dewi Astutik yang selama ini dicari-cari. Nah, saat operasi penangkapan itu berlangsung, Dewi tidak memberikan perlawanan terhadap petugas. Setelah diamankan, Dewi dipindahkan ke penompen langsung. Di sana dia melalui proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antar otoritas untuk bisa memulangkan dia ke Indonesia. Dan singkat ceritanya, dia tiba di Indonesia pada hari Selasa tanggal 2 Desember 2025. Terlihat di saat itu Dewi mengenakan kaus putih dan dijaga ketat oleh aparat yang berseragam lengkap sejak keluar dari pesawat. Dan Dewi menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang juga terlibat di dalam jaringan internasional yang beroperasi di sejumlah negara ini. Nah, saat berita penangkapan Dewi muncul di media, Sarno mengaku kaget. Suaminya enggak habis pikir, dia langsung terdiam. Dia benar-benar dengan tatapan kosongnya dia selama ini ya enggak pernah tahu kalau Dewi ini berada di Kamboja dan dia enggak pernah tahu kalau istrinya ini adalah mafia besar dalang dari peredaran narkoba lintas negara yang berbasis di Kamboja. Jadi ya Sarno tahunya dari berita istri yang selama ini dia kira bekerja sebagai ART pembantu di Taiwan ternyata berperan penting dalam peredaran narkoboy di Kamboja. Nah, dari informasi terbaru diduga jika Dewi menjadi bagian dari jaringan Freddy Pratama. Ternyata gembong narkoboy asal Kalimantan yang juga menjadi buronan internasional. Namun dari informasi resmi dari BNN, untuk sementara waktu belum terkonfirmasi jika Dewi itu benar-benar berada satu jaringan dengan Freddy peratama. Karena dia diketahui awalnya kan berasal dari jaringan Kamboja, Nigeria, dan Brazil. Meskipun begitu, BNN bakal terus mendalami apakah benar ada keterkaitan antara dia dengan gembong Narkoboy Freddy Pratama. Buat kalian yang penasaran bagaimana nasibnya Don, the Godfather yang disebut-sebut merekrut Dewi untuk membantu dia dalam jaringan Narkoboy pada awalnya. Nah, dikatakan saat ini Down ini juga udah ditangkap dan dia justru diekstradisi ke Amerika Serikat sebab dia sudah menjadi buronan bagi Drug Enforcement Administration di EA singkatannya yang mana di EA ini kalau kalian pernah nonton film Narcos, nah mereka-mereka inialah yang menghabisi nyawa dari Pablo Escobar. Jadi da ini udah sebesar itu, Geng. Dan untuk saat ini penyelidikan masih terus berlangsung untuk menangkap orang-orang tersebut, terkhususnya warga negara Indonesia yang bergerak di dalam jaringan yang sama dengan Dewi Astutik. Dan jika benar kalau Dewi Astutik ini ternyata berada di jaringan yang sama dengan Freddy pertama, maka pemerintah Indonesia berpeluang untuk mengejar Freddy. Mengingat hingga saat ini ya Freddy enggak tahu di mana. Bisa jadi melalui e Dewi Asutik semuanya bisa dikembangkan. Nah, namun berita penangkapan dewi ini membuat heboh masyarakat Indonesia karena bisa ada gitu ibu-ibu, seorang perempuan yang berangkat dari Indonesia Ponorogo gitu ya. Eh, background-nya adalah istri dari ee seorang tukang bangunan. Ternyata malah menjadi pemimpin sebuah kartel. Dan kalian harus tahu jumlah kekayaannya ya dari hasil penyelundupan narkoboynya itu nilainya sampai Rp5 triliun. Pernah kebayang tuh, Geng? Nah, itu dia geng ya pembahasan kita kali ini mengenai penangkapan seorang dewi Astutik untuk seorang perempuan yang awalnya diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar negeri tapi ternyata berperan besar di dalam peredaran narkoboy alias dia ratu dari kartel narkoboy besar. Gimana, Geng menurut pendapat kalian dari cerita ini? Tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories