2 Debt Collectors Were Attacked and Terrorized in Kalibata! The East Unity Goes on a Rampage and ...
NuCiJenxqck • 2025-12-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id mengungkap motif dari aksi pengeroyokan ini. Nah, tapi ternyata ya salah karena setelah kejadian tersebut justru timbul masalah yang baru yang jauh lebih besar lagi. Geng, lagi-lagi terjadi sebuah kericuhan ya yang melibatkan matel atau mata elang dan dep collector. Kali ini kericuhannya enggak main-main, Geng. Memakan korban jiwa, terus beberapa tempat usaha juga sampai dibakar. Kejadiannya di Kalibata, Jakarta Selatan. Ada yang tahu enggak? Kalau belum ada yang tahu, gua kasih sedikit gambaran videonya. Mungkin teman-teman yang nonton kamar Jerry, gua yakin banget ada yang tinggal di daerah Kalibata atau mungkin di saat itu lewat di daerah tersebut. Bolehlah ya tinggalkan komentar kalian untuk berbagi dari POV kalian apa yang kalian lihat di sana. Di sana ya, Geng. Kalau dari videonya kita udah bisa lihat ada api yang membakar beberapa titik kios tenda sampai kendaraan yang terparkir di pinggir jalan itu jadi target pembakaran. Nah, di dalam waktu singkat situasi di sana jadi enggak kondusif. Sejumlah orang yang terlibat di dalam aksi kekerasan tersebut itu berteriak-teriak dan orang-orang yang tinggal di area sana atau yang mencari nafkah di area sana langsung panik dan memilih untuk menyelamatkan diri. Mereka bahkan enggak sempat mengamankan barang-barang berharga mereka dan ya mereka enggak tahu di saat itu sampai kapan kerusuhan atau kericuhan itu bakal reda dan bakal sejauh apa kericuhan tersebut akan berkembang. Aparat keamanan di saat itu segera mengerahkan beberapa personil untuk mengendalikan keadaan. Jalan-jalan ditutup, petugas juga melakukan penjagaan yang ketat dan upaya penertiban juga dilakukan untuk mencegah kericuhan semakin meluas. Video amatir yang direkam di saat itu ya beredar luas di media sosial dan menunjukkan bagaimana kondisi di lapangan yang enggak terkendali, Geng. dengan suara teriakan orang-orang, perusakan fasilitas, serta kepulan asap akibat api yang membesar ya sampai ngebul-ngebul di sana ya. Udah mirip kayak demo di akhir bulan Agustus kemarin, tapi dengan kapasitas kecil gitu. Nah, sebenarnya apa yang terjadi? Ada spekulasi yang sempat bermunculan yang menyebutkan kalau kerusuhan ini ya bentrokan tersebut antara satu kelompok dengan pihak kepolisian. Ada juga yang mengatakan ini adalah e aksi pengeroyokan yang melibatkan oknum matel atau dep collector dengan oknum TNI karena ada yang komen eh ini anggota hijau, anggota ijau gitu. Benarkah demikian? Nanti kita bakal bahas secara lengkap sebenarnya siapa saja yang terlibat dan apa yang menyebabkan kericuhan ini bisa sebesar itu. Nah, dan bagaimana kondisi yang terjadi di lapangan saat ini. Nah, langsung aja kita bahas kasus ini secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to kamar Jerry genggeng. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita bahas dulu awal mula terjadinya kerusuhan di Kalibata ini. Seperti apa sih? Jadi insiden tersebut terjadi persis di depan taman makam pahlawan atau TMP yang ada di Kaliata. pada tanggal 11 Desember 2025 kejadiannya sekitar jam .30 sore. Di saat itu ada dua orang pria yang dikatakan merupakan bagian dari mata elang atau dengan kata lain tuh depollector. Nah, sedikit gua jelaskan mata elang itu apa. Mungkin ini agak apa ya kurang familiar dengan teman-teman yang di luar Pulau Jawa atau dari luar Jakarta. Nah, jadi mata elang ini adalah orang-orang utusan dari leasing ya. Mereka biasanya adalah pihak ketiga dari pihak leasing yang tugasnya adalah mencari dan menagih para nasabah yang masih menunggak cicilan sepeda motor, cicilan mobil, pokoknya semua yang seputar kendaraan. Nah, biasanya mereka itu bekerja di pinggir jalan sambil ngelihat-lihatin ada yang lewat nomor plat orang itu dicatat, dicek gitu ya di aplikasi mereka. Oh, ini ada nih yang masih nunggak, bundel, nakal, enggak mau bayar. Nah, biasanya bakal dikejar oleh mereka. Walaupun belakangan ya ada beberapa oknum yang memanfaatkan pekerjaan matel ini untuk membohongi atau menipu. Ada tuh ya. Tapi ini bisa dikatakan ya oknum. Kenapa? Karena di beberapa kejadian kalau kalian cari di YouTube ada tuh matel-matel bodong yang mereka tidak bekerja di bawah PT, enggak jelas perusahaannya apa, enggak jelas badan hukum dan payung hukumnya dari mana, itu enggak jelas. Nah, biasanya mereka itu narik-narik motor orang untuk mengada-ngada aja ya. Ujung-ujungnya adalah mengambil motor tersebut atau mengambil mobil tersebut untuk digelapkan. Nah, itu mulai banyak tuh penipuan kayak gitu. Tapi enggak sedikit juga matel-matel ini yang bekerja yang masih sesuai garis hukum. Mereka punya PT, mereka mengikuti SOP dan aturan. Dan enggak sedikit juga matel ini yang apa ya secara public speaking-nya bagus. public speaking-nya bagus yang dalam artian mereka itu jago bernegosiasi. Jadi enggak cuma mengandalkan suara besar, marah-marah atau main fisik. Nah, itu masih banyak juga sebenarnya. Nah, tapi terkadang ya pekerjaan matel ini ternodai oleh oknum-oknum yang melakukan penipuan-penipuan gitu, Geng. Dan itulah yang membuat stigma seorang matel, ya. Pekerjaan menjadi matel itu jadi negatif banget di mata masyarakat. Karena masyarakat tuh udah merasa kayak wah ini bakal ditarik, bakal main fisik, bakal dimarah-marahin. Nah, padahal aslinya enggak semua seperti itu. Dan istilah matel atau mata elang ini sendiri pertama kali muncul karena dianggap mereka itu memiliki penglihatan yang tajam seperti elang. Jadi kayak ngecek plat orang, sep langsung dicatat, cek lagi langsung dicatat. Nah, akhirnya disebutlah dengan mata elang. Dan mereka selalu melacak targetnya di jalan raya. Kembali ke cerita nih, Geng. Jadi, pria yang diduga sebagai matel tersebut berinisial MET dan NAT. Jadi, MET ini berusia 41 tahun dan NAT berusia 32 tahun. Nah, mereka ini menghentikan laju sebuah kendaraan ya yang menjadi target mereka. karena kendaraan tersebut menurut mereka belum membayar kredit atau kredit macet atau belum membayar cicilan. Sehingga si MET dan NAT ini berniat untuk menarik motor itu dari si pengendaranya. Beberapa saat setelah sepeda motor tersebut dikejar oleh mereka, dihentikan oleh mereka, tiba-tiba aja ada beberapa orang yang turun dari sebuah mobil ya yang antah- berantah itu siapa dan di saat itu belum diketahui juga si pemilik motor ini siapa. orang-orang yang turun dari mobil tersebut langsung mengeroyok ya MET dan NAT dan para pelaku ini diperkirakan berjumlah 4 sampai 5 orang pada awalnya. Ada informasi lain yang menyebutkan kalau pengendara motor itu dikatakan enggak terima dengan perlakuan si matel-matel ini ya. dua orang materal yaitu MET dan NAT. Tadi ada rumor juga yang mengatakan kalau ya si pengendara yang dianggap menunggak ini adalah anggota ijau dari komen beberapa netizen. Anggota ijau itu maksudnya itu tentara gitu. Orang-orang yang mengeroyok mereka adalah teman dari si pemilik kendaraan bermotor ini. Tapi itu awalnya masih rumor, belum diketahui kebenarannya. Dan si MET dan NAT tadi diseret ke tenda pedagang kaki lima oleh orang-orang ini yang berada di area parkir TMP Kalibata yang persis banget di pinggir jalan. Jadi ketutup gitu kan kalau kalian tahu pecel lele tuh. Nah kan ketutup tuh di dalam tenda dan menurut informasi mereka berdua dihabisi di sana dengan tangan kosong tanpa senjata apapun. Setelah puas ditonjok, diinjak, ditendang. Para pelaku ini langsung kabur meninggalkan dua orang tadi di lokasi termasuk dengan si pengendara motor yang tadi diberhentikan oleh MET dan NAT tadi langsung cabut juga. Dua deklekter atau mata elang Matel menjadi korban pengeroyokan di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Nah, salah satu dari matel ini yaitu antara MET dan NAT, sedihnya ada yang meregang nyawa di sana. Sementara yang satunya masih bernafas cuma dalam kondisi yang kritis. Dan mereka berdua pun dibawa ke Rumah Sakit Budi Asih langsung diberikan pertolongan. Di saat itu yang masih hidup ini mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit karena udah dalam keadaan yang koma. Namun sedihnya takdir berkata lain. Dia juga ikut meninggal dunia akibat pengeroyokan yang parah banget itu. Pihak kepolisian akhirnya mengetahui kejadian ini karena memang ini viral banget dan udah ada laporan juga dari warga. Polisi yang datang ke sana langsung membersihkan TKP dan memberikan garis polisi di sekeliling tenda tempat pengeroyokan yang terjadi. Polisi di saat itu mengira kalau insiden ini sudah selesai tinggal fokus untuk mencari tahu identitas dari para pelaku, mencari keberadaan pelaku, mengungkap motif dari aksi pengeroyokan ini. Nah, tapi ternyata ya salah karena setelah kejadian tersebut justru timbul masalah yang baru yang jauh lebih besar lagi. Gua disclaimer sedikit ya, di Jakarta itu ya paling dikenal kalau urusan matel, dep collector, urusan penagihan itu paling banyak dikerjakan oleh orang-orang Indonesia Timur. Orang Indonesia Timur dikenal dengan solidaritas persaudaraan mereka yang kuat banget. Ini bukan soal siapa paling keras. Karena kalau kita berbicara di Jakarta nih sebagai anak rantau yang gua tahu ya, even gua dari Aceh, dari barat, semua orang yang merantau itu keras. Semua orang yang merantau itu punya nyali di Jakarta. Tapi belum tentu semua orang punya solidaritas yang kuat. Jadi kalau kita berbicara solidaritas, orang-orang dari Timur memang mereka solidaritasnya kuat banget. Dan di saat itu ya kejadian ini dua orang matel tersebut adalah orang timur yang mana ini menyulut api saudara-saudara mereka persatuan orang-orang Timur baik itu dari Maluku, baik itu dari NTT dan daerah-daerah lain ya. Dari pulau Keu Buton sana pokoknya semuanya pada marah. Akhirnya sekitar jam .30 30 malam, beberapa jam setelah insiden pengoyokan terjadi, ada belasan orang pria yang berkumpul di sekitar lokasi pengeroyokan. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil sebelum saling berhadapan dengan kelompok lain. Di saat itu sempat terjadi adu mulut disusul dengan sweeping yang dilakukan di tenda-tenda yang ada di sana. Lampu penerangan pun di saat itu padam sehingga tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi. Situasi langsung memanas dengan cepat. Ada tiga orang yang umurnya sekitar 20 sampai 30 tahun yang berlari ke arah pos polisi kemudian berhenti di samping TKP sembari melihat ke belakang. Sekelompok pria yang berada di sana ikut melihat ke arah yang sama. Mereka kemudian mulai berkerumunan dan berhadapan dengan kelompok lain yang entah siapa. Di arah kanan TKP ada satu buah mobil sedan hitam yang masuk ke area parkir dengan kecepatan tinggi. Jadi kayak ngebut gitu, Geng. Nah, terus ada dua orang pria yang berusaha mendatangi mobil itu dengan membawa sebilah kayu panjang. Ketika melihat kedua pria tersebut, mobil tadi langsung berbelok ke arah gang Langgar yang disusul oleh kejar-kejaran dengan sejumlah orang. Jadi, salah satu anggota kelompok itu bahkan sampai memecahkan kaca di pos keamanan yang diduga jika yang datang ke sana adalah kelompok teman-teman dari si Matel yang menjadi korban dan mereka berada di sana bermaksud untuk meminta pertanggungjawaban kepada pelaku pengeroyokan ya yang belum diketahui itu siapa dan mereka mau diserahkan kepada polisi. Jadi mereka di situ mengamuk-ngamuk kepada semua orang karena mereka kecewa. mereka ya apa ya sakit hati dua orang saudara mereka itu dikeroyok hingga meninggal dunia ya kayak mereka mempertanyakan kok enggak ada yang bantu kok enggak ada yang tolong gitu nah apakah ada unsur rasis di sana apakah karena dua matel ini orang Indonesia Timur pokoknya semua dipertanyakan yang menurut gua ini adalah sebuah kewajaran enggak sih ketika orang bersedi kecewa ya mereka tuh bakal di luar kontrol emosi, di luar kendali mereka akan mempertanyakan apapun dan menyalahkan apapun ketika itu tidak bisa dikontrol ya kan. Akhirnya bentrokan dua kelompok ini kemudian memanas besar. Mereka berteriak kepada pengguna jalan untuk menyingkir sembari diduga ada anggota lain yang datang untuk bergabung agar bisa membantu teman-temannya di sana untuk bertikai. Tidak lama dari itu, tenda PKL itu sampai dirusak. Kaca-kaca kios dipecahkan sampai kendaraan yang terparkir di sana dibakar oleh kelompok-kelompok tersebut. Apa yang mereka lakukan? tentu menarik atensi, menarik perhatian orang-orang yang ada di lokasi. Mereka pun mendokumentasikan kejadian kericuhan itu. Tapi anggota dari kelompok tersebut marah-marah. Siapapun yang berniat untuk mengambil gambar video untuk memviralkan bakal diincer menjadi target. Dari informasi yang beredar, ada sembilan buah warung yang terbakar. Kemudian ada sembilan sepeda motor dan satu unit mobil yang terbakar. Satu mobil yang dibakar oleh massa adalah mobil taksi. Dan sopirnya sedang makan pada saat itu. Dia enggak tahu apa-apa, enggak salah apa-apa. lagi ngisi perut ya kan, lagi capek nyari nafkah buat keluarga, mobilnya diparkirin, tahu-tahu dibakar. Dan karena si sopirnya takut, akhirnya dia meninggalkan lokasi tersebut, meninggalkan mobil di sana untuk menyelamatkan diri. Dan pada saat itu ada seorang ketua umum persaudaraan Timur Raya atau yang disingkat dengan petir yang bernama Alex Kaju. Pak Alex Kaju ini meminta kepada pihak kepolisian untuk bertindak cepat dalam menangkap pelaku pengeroyokan terhadap dua orang saudara mereka ini. Dan menurut dia, insiden pembakaran kios di lokasi memang merupakan aksi balas dendam buntut dari pengeroyokan sebelumnya. Nah, walaupun sebenarnya agak aneh ya, karena kan yang pemilik warung bisa dikatakan enggak salah gitu ya. Apa salah mereka? yang punya usaha salahnya apa dan belum diketahui juga siapa pelakunya di saat itu. Nah, tapi memang tujuannya adalah untuk mencari keberadaan dari si pelaku. Ya, bisa dikatakan kelompok ini membabi buta untuk menarik perhatian agar semuanya segera bergerak mencari siapa pelakunya. Karena seperti yang kita tahu ya, kalau sebuah kejadian itu enggak viral biasanya bakal lamban gitu kan prosesnya. Tapi kalau menurut gua ya, pihak kepolisian kalau berurusan dengan nyawa biasanya cepat sih ya. Kalau ada kasus-kasus pengeksekusian, penghilangan nyawa biasanya enggak lama ya. Kalau kasus-kasus yang lama untuk ditangani itu biasanya korupsi ya kan maling, penipuan tuh lama tuh. Tapi kalau udah berhubungan dengan penghilangan nyawa biasanya enggak sampai sat du hari bakal langsung diproses dicari. Terus si Pak Alex tadi juga meminta kepada pihak kepolisian untuk berlaku adil dalam keberadaan masyarakat Indonesia Timur yang ada di Jakarta. Di saat itu ya karena kerusuhannya udah enggak bisa dikendalikan, polisi akhirnya tiba di sana memukul mundur masa yang rusuh dan selain itu polisi juga mengalihkan arus lalu lintas supaya masyarakat tidak terdampak akibat kerusuhan itu. Belasan polisi bermotor datang dengan membawa senjata api sebagai upaya pengamanan. Mereka menyisir kawasan untuk membubarkan kelompok tersebut dan warga pun enggak tinggal diam. Mereka berusaha memadamkan api meskipun dengan alat seadanya. Kalau menunggu Damkar terlebih dahulu, mereka takut apinya bakal terlanjur membesar. Pemilik kios dan tenda mencoba menyelamatkan barang-barang mereka yang tersisa setelah situasi mulai terkendali. Tapi, Geng, sekitar jam 11.00 malam, kobaran api justru kembali terlihat dan oleh karena itu, polisi langsung berinisiatif untuk menutup kembali jalan raya Kalibata. Polisi membawa apar yaitu alat untuk memadamkan api untuk penanganan awal. Dan saat api mulai membesar, mereka mengamankan tabung gas dari kios-kios karena ditakutkan ya bakal meledak dan membuat api jadi makin besar. Mobil pemadam kebakaran itu tiba di jam sekitar e 11.30 1130 malam dan langsung menyemprotkan air ke pusat api. Dan dari kios yang terbakar terdengar sesekali ledakan yang diduga berasal dari gas yang tidak sempat diamankan oleh polisi. Terjadi pula percikan listrik pada saat pemadaman terjadi. Kurang dari 20 menit kemudian, api pun berhasil dipadamkan. Petugas Damkar melanjutkan dengan pendinginan sembari memastikan tidak ada lagi titik api yang bisa tersulut kapan aja. Dan setelah itu pihak kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi termasuk dari satuan Brimop Polda Metro Jaya. Dan sampai hari Jumat pagi udah ada satuan dari TNI serta pori yang berjaga di lokasi untuk memastikan kondisi aman bagi masyarakat yang melintas di Kalibata, Geng. Dan kios serta kendaraan yang dibakar pun sudah mulai dibersihkan dan juga dievakuasi dari sana. Nah, ada satu orang pemilik kios kuliner di Kalibata itu sampai nangis, Geng. Jujur aja gua lihat videonya sedih ya ketika dia ngelihat tempat usahanya hangus terbakar. Ini mohon maaf banget nih teman-teman dari Indonesia Timur ya. Semoga ada yang tergerak hatinya ya. Terutama buat teman-teman gua ee bapak-bapak pejabat dari Indonesia Timur. Nah, ada beberapa teman-teman gua yang sekarang duduk di DPR dan DPRD. Mohonlah dibantu para pedagang-pedagang di sana karena mereka itu enggak salah ya kan. Mereka terdampak dari pertikaian dua kelompok yang sebenarnya mereka sendiri enggak tahu apa-apa. Wah, gua jujur aja sedih. Gua di sini netral enggak ngebela siapapun. Ya, cuma kayak ya gua berpihak sama para pedagang sih. Sedih banget. Mereka enggak enggak salah tapi usaha mereka jadi terbakar hancur. Lalu siapa yang bertanggung jawab? Di dalam kejadian ini ya, ada seorang pengusaha namanya Henny Maria. Kiosnya udah porak-poranda dan Henny berusaha untuk menahan sedih di saat itu. Nah, namun bisa kelihatan ya di mata dia yang berkaca-kaca, dia melihat kiosnya yang udah enggak berbentuk, dia menyebutkan kalau barang-barang yang ada di dalam kios itu udah 90% rusak. Yang membuat dia semakin sedih dikarenakan lapaknya itu baru aja direnovasi bulan September kemarin. Ya Allah, sedih banget. Dan kami menanggung kerugian yang tidak sedikit di mana tempat ini sudah kami bangun berdarah-darah dan menjadi naungan nafkah buat keluarga besar dan juga karyawan yang masih mempunyai bayi, anak kecil segala macam itu. Pastinya untuk merenovasi bangunan kan biayanya enggak sedikit. Mahal banget, Geng. Baru happy, baru senang. Dan dikatakan biaya renovasi yang harus dia keluarkan mencapai 3 digit. Kiosnya dalam kondisi yang hancur, lebur, berantakan. Apalagi biaya sewa kios di Jakarta enggak murah dan para pedagang yang ada di Kalibata harus membayar sewa per tahun. Dan Henny ini juga sempat meminta adik kiparnya yang berjaga saat kejadian untuk menyelamatkan beberapa barang dari kios tersebut. Tapi sayangnya api udah terlanjur membesar dan enggak ada yang bisa diselamatkan. Henny sendiri mengaku enggak tahu kenapa tempat usahanya malah dibakar jadi sasaran. Padahal mereka enggak berbuat apa-apa dan kios itu tidak dia jalankan sendiri. Ada 10 orang karyawan yang di saat ini mata pencariannya terancam ya akibat pengerusakan dan pembakaran tersebut. Dan di antara para karyawannya itu ada yang masih punya bayi, anak kecil yang mungkin menjadi tulang punggung bagi keluarga. Dan Henny berharap pemerintah bisa turun tangan dan membantu pemilik warung nih yang kehilangan mata pencaharian akibat peristiwa ini. Dan karena para UMKM ini ya dibangun oleh masyarakat kecil yang kondisi ekonominya menengah ke bawah. Jadi bisa gua katakan ya pemerintah benar-benar harus turun tangan. Jadi pastinya sulit untuk membangun usaha tersebut dari awal lagi. Apalagi di tengah-tengah situasi perekonomian yang sedang seperti sekarang, Geng. Terus kemudian ada cerita lain dari seorang pemilik kedai sate Taicha di area kuliner yang persis letaknya di depan TMP Kalibata. Namanya Rian. Dia cerita tentang tempat usahanya yang hangus dilalap api setelah dibakar oleh kelompok massa yang enggak dikenal. Waktu insiden tersebut terjadi, Rian ngaku dia enggak tahu apa-apa soal bentrokan. Dia gak tahu dan bahkan gak kenal dengan orang-orang yang terlibat. Tapi dia sempat mendapatkan kabar terkait kericuhan yang terjadi di lokasi usahanya. Dan tiba-tiba aja ada sekelompok orang yang datang ke warungnya dan membakar warung tersebut. Rian enggak pernah tahu alasan kiosnya dibakar kenapa dan siapa yang membakar pastinya gitu ya dari pihak mana. Padahal Rian di saat itu mau bersiap-siap untuk membuka kios. Tapi karena udah ada kericuhan, karyawannya Rian yang berada di dalam warung langsung berlari keluar menyelamatkan diri. Bahkan kabarnya Rian sendiri gak tahu, Geng, ke mana karyawannya kabur di saat itu. Pokoknya tiba-tiba hilang aja. Terus ada cerita lain lagi dari pedagang lain yang namanya Andy. Nah, jadi Andy ini mengaku dia enggak tahu gimana awal mula kerusuhan di sana bisa terjadi. Di saat itu ada sekelompok orang yang tiba-tiba e datang ke area tersebut. Dan saat insiden itu terjadi, Andi ini lagi bersiap untuk tutup toko. Justru ada yang kasih informasi kalau ada sekelompok orang sedang menyerbu lokasi tersebut. Ketika Andi ini mendengar informasi itu, dia masih mencoba memproses informasi itu. Menyerang atau menyerbu tuh seperti apa gitu. Ini Kalibata loh, bukan yang kayak area perang. Dan di saat itu dia berpikir, ya mungkin ini laporan benar. Dia enggak boleh menyanyiakan waktu. Sehingga Andi ini melakukan langkah antisipasi supaya tidak menjadi korban dari serbuan yang dimaksud. Terus Andi juga mengaku ada satu orang dari mereka ya yang menyarankan Andi untuk menutup aja warungnya, matiin lampu, serta meminta Andi untuk masuk aja ke dalam warung dan mengunci pintu. Demi keselamatannya, Andi sendiri mungkin karena kerusuhannya udah mulai kelihatan, enggak bisa dihindari lagi. Nah, Andi segera mengikuti instruksi. Tapi setelah pintu ruko yang terbuat dari tralis besi itu dia tutup, dia gak nyangka. Justru rukonya yang juga ikut jadi sasaran dan dibakar. Dia mengira setelah peringatan itu tokonya dia bakal menjadi tempat yang amanlah untuk berlindung. Nah, namun dia enggak nyangka tempat yang tadinya bisa dijadikan sebagai tempat untuk melindungi diri, tempat usahanya dia juga malah jadi target pembakaran, pengerusakan. Begitu Andi dan tiga orang lainnya menutup pintu warung, malah warung mereka langsung dibakar. Dan pada saat itu Andi berpikir kalau mereka diam aja di sini ya mungkin mereka juga bakal ikut terpanggang di dalam. Dan dia bahkan sempat menyebutkan bakal jadi sate kalau masih ada di dalam sana. Makanya Andi dan karyawannya langsung bergerak cepat keluar dari warung dan mencari tempat yang lebih tinggi untuk keluar dari sana. Mereka berlari ke lantai dua warung tersebut. Dalam kondisi yang panik dan berpacu dengan waktu, Andi bersama dengan tiga orang lain menjebol bagian atap di lantai dua untuk mencari jalan keluar. Dari situlah mereka lompat dan keluar dari warung tersebut. Beruntungnya mereka berhasil selama tepat waktu. Dan setelah berhasil keluar lewat atap, Andi dan tiga orang lain berlari menyelamatkan diri ke BPSDM ke Mendagri dan mencari perlindungan di sana. Sebab kondisinya pada saat itu udah enggak kondusif, kacau semua. Karena dia melompat dari atap, Andi sampai mengalami luka-luka karena tangannya sempat tersangkut di kawat berduri yang dipasang oleh pihak Kemendagri. Dan wajar aja, Geng, ada kawat berduri karena itu dipasang di daerah area kantor pemerintahan. Dan saat ini warung makan milik Andi beserta apa yang ada di dalamnya udah hangus terbakar, hancur semua. enggak ada yang bisa diselamatkan dan alhasil dia enggak bisa berjualan lagi. Nah, kurang lebih, Geng, begitulah e kronologi dari kejadian ini. Berujung pada kerusuhan dan pembakaran terhadap properti orang-orang yang enggak bersalah. Dan sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai hasil penyelidikan polisi terkait kasus ini. Siapa yang melakukan penganiayaan dan kerusuhan yang terjadi di Kalibata ini? Siapa pelakunya? Nah, kita bahas. Setelah insiden tersebut terjadi, polisi langsung bergerak cepat menyelidiki siapa pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap dua matel berinisial MET dan NAT tadi, Geng. Brickjen polisi Truno Yudo Wisnu Andiko selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri itu bilang pihak mereka sudah melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus yang terjadi di depan TMP Kali. Setidaknya udah ada 12 orang saksi yang diperiksa terkait kasus ini. Polisi juga udah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah rekaman CCTV. Dan berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, polisi menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat dan mereka semua berinisial JLA, RGW, Ib, IAM, BN, dan AM. Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah mereka ternyata merupakan anggota dari satuan pelayanan markas di Mabes Pori. Nah, jadi yang dikatakan ini berhubungan dengan anggota hijau alias penuduhannya kepada TNI ternyata salah ya. Enggak ada hubungannya dengan bapak-bapak TNI. Jadi hubungannya dengan pihak Polri, pihak polisi. Proses penyelidikan mengenai kasus ini terus berjalan secara bersamaan oleh penyidik dari Polda Metro Jaya yang didampingi oleh Bares Krim Polri dan dipastikan kalau proses penanganan kasus tersebut bakal dilakukan secara transparan, profesional, dan proporsional juga. Seluruh pihak yang terlibat dipastikan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meskipun pelaku dalam tindakan pidana tersebut merupakan anggota dari kepolisian, Geng. Nah, Pak Truno Yudo itu menambahkan kalau pihak mereka sudah melakukan pemeriksaan awal terkait dengan pelanggaran kode etik profesi PORI yang dilakukan oleh enam orang tersangka ini. Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilaksanakan pada hari Jumat jam .30 malam, enam anggota tersebut udah cukup bukti melakukan pelanggaran kode etik profesi pori. Mereka bakal disidang etik pada hari Rabu tanggal 17 Desember besok, Geng. Dan yang jadi pertanyaannya, siapa sebenarnya pengendara motor yang diberhentikan oleh MET dan NAT? Apakah dia juga berhubungan dengan kasus ini? Apakah dia ikut mengeroyok? Apakah dia juga ada hubungannya dengan pihak kepolisian? Ya kan? Apakah dia anggota Polri juga? Nah, karena pengeroyokan ini kan memang terjadi setelah pengendara itu dicegat oleh kedua korban, ya kan? Ternyata, Geng, si pengendara motor itu juga seorang anggota dan dia termasuk ke dalam enam anggota yang saat ini sudah berstatus sebagai pelaku. Nah, waktu itu si pengendara motor yang ternyata adalah anggota ini tiba-tiba diberhentikan oleh MET dan NA. Nah, kebetulan lima orang lain itu lagi lewat di sana. Ketika dia melihat ada teman sesama anggotanya yang diberhentikan oleh Matel, lima orang tadi ya langsung turun dari mobil mereka. Mereka ikut membantu dan langsung melakukan aksi kekerasan yaitu pengeroyokan tadi. Dan selesai pengeroyokan itu terjadi, pihak kepolisian baru mendapatkan laporan dari warga melalui layanan 110 sekitar jam 3345 sore katanya. Dan baru sekitar jam .00 sore jajaran dari Polsek Pancoran tiba di lokasi kejadian dan mendapati kedua korban udah dalam kondisi terluka parah dan satunya udah enggak bernyawa. Ada beberapa isu yang beredar. Sebenarnya itu rumor yang ee enggak bisa dibenarkan ya. Tapi ini perlu gua luruskan juga. Jadi ada yang mengatakan mereka ini bukan dianiaya menggunakan tangan kosong, melainkan ditembak menggunakan senjata. Tapi sebenarnya asumsi tersebut bisa aja terjadi karena kan para pelakunya anggota gitu ya. Ya pasti anggapannya anggota memiliki senjata. Tapi ya Kombes Polisi Nicholas Ari Lilipali selaku Kapores Metro Jakarta Selatan itu membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa MET dan NAT tewas karena dikeroyok menggunakan tangan kosong. bukan disebabkan karena penembakan. Dan atas kejadian ini, pihak kepolisian memberikan perhatian yang serius dan berempati kepada para korban dengan memberikan pendampingan pada pihak keluarga. Walaupun pelakunya juga bagian dari kepolisian. Pihak kepolisian memberikan fasilitas evakuasi korban ke RS Polri, pengurusan jenazah sampai pemulangan jenazah kepada keluarga korban yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian di hari Jumat kemarin tanggal 12 Desember. Dan atas apa yang terjadi selain akan dilakukan sidang etik ya, pihak kepolisian juga bakal mengenakan para tersangka ini pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman maksimal dari pasal tersebut adalah 12 tahun penjara, Geng. Nah, jadi itu permasalahannya dan sampai saat sekarang ini sebenarnya eh gejolak emosi panas dari kelompok persaudaraan Indonesia Timur itu masih ada. Kalau kalian lihat di media-media masih banyak orang-orang Timur yang menuntut keadilan yang kabarnya ee mereka menuntut para pelaku yang menurut mereka enggak hanya berjumlah enam orang tapi lebih banyak katanya gitu. Nah, tapi kita belum tahu. Nanti kita cek aja perkembangan dari kasus ini seperti apa. Oke. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai kerusuhan di Kalibata yang ternyata disebabkan karena pengeroyokan dua orang matel oleh anggota polisi. Gimana, Geng, menurut kalian? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories