Transcript
yi8sEaCFvow • THE DESTRUCTION OF NAS DAILY! A SUPER VIRAL YOUTUBER WHO ENDED BECAUSE OF DISHONESTNESS
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1624_yi8sEaCFvow.txt
Kind: captions Language: id semuanya mulai terkuak, Geng. Ketika cucu sekaligus anak didik dari Wang OD bernama Grace Palikas itu mengatakan kalau neneknya enggak pernah menyatakan setuju tanda tangan kontrak. Geng, kalian udah baca sendiri ya di judul video hari ini kita bakal membahas tentang sesosok kreator yang dulunya cukup fenomenal. namanya NAS Daily. This is the most controversial video [musik] I will make and it's about Israel and Palestine. Wish I was born in [musik] Denmark instead. Nah, jadi dia ini adalah seorang content creator yang dikenal melalui video 1 menit tentang perjalanan dan budaya dari berbagai negara. Dia membangun popularitas karena format videonya yang singkat, informatif, terus mudah ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia. Karena e di masa sebelum ada fasilitas atau fitur untuk mendubbing suara, nah videonya Nice Daily ini udah ada tuh dubbingnya. Jadi dari seluruh dunia dia punya relawan untuk mendubbing isi videonya. Akhirnya ya pada puncak keberhasilannya dia, beberapa videonya itu mencapai puluhan hingga ratusan juta penonton dan menjadikan dia sebagai salah satu kreator paling berpengaruh pada masanya. Cuma, Geng popularitas NAS Daily ini ya mulai menurun, mulai hancur setelah adanya kontroversi. sehingga e ini memicu reaksi negatif dari publik terhadap dia. Dia yang tadinya tuh digemari, dianggap keren banget, sekarang justru dicemooh oleh publik, oleh para penontonnya yang udah mulai enek dan malas dan pelan-pelan mulai ninggalin dia. Nah, beberapa kolaborator, tokoh-tokoh lokal, penontonnya ya mengkritik gaya penyampaiannya dia yang dianggap terlalu menyepelekan isu kontroversinya dia ini. Nah, dia ini enggak sensitif terhadap budaya setempat atau bisa dikatakan lebih mengutamakan sensasi dibandingkan dengan fakta-fakta sebenarnya. Bahkan dia cenderung rasis. Nah, salah satu kontroversi terbesar dia terjadi ketika salah satu artis asal Filipina menuduh program pelatihan yang ditawarkan oleh Sinas Daily ini tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi ini bukan cuma soal tuduhan biasa ya. Ini tuduhannya nih parah banget. Jadi setelah kejadian tuduhan tersebut, reputasi NAS Daily mulai terpengaruh. Dan belum lagi setelah penonton tahu ya terkait background-nya dia yang ternyata dia ini adalah penganut zionisme alias dia mendukung gerakan Isriwel untuk melakukan genosida di Palestina. Wah, ini sangat disayangkan ya. Padahal dia ini kan suka keliling dunia, melihat bagaimana indahnya dunia ini, melihat bagaimana keberagaman ya suku dan budaya di muka bumi ini, tapi kok dia malah membela genosida alias pemusnahan massal sebuah bangsa atau sebuah kaum. Banyak penonton yang sebelumnya mendukung dia, perlahan-lahan dah mulai meninggalkan bubar. Kritikan terus bermuncul mengenai cara dia menjelaskan tentang budaya dari sebuah negara, pilihan narasi, dan pendekatan terhadap isu sosial di negara yang dia kunjungi. Nah, di dalam video ini gua bakal membahas nih bagaimana perjalanan karir dari NAS Daily dan bagaimana dia akhirnya mencapai popularitas serta kontroversi yang membuat nama dia jadi meredup dan tidak lagi ditonton. Untuk kalian yang awalnya gak tahu siapa itu Nice Daily, pembahasan ini cocok banget buat kalian ikuti karena gua bakal merangkum pembahasannya dan ini cukup menginspirasi sebenarnya ya. Seperti banyak quotes-quots orang sukses yang mengatakan untuk menggapai sesuatu itu sebenarnya gampang. Kita harus kerja keras dan fokus. Ya, pasti usaha tidak akan mengkhianati hasil. Tapi yang paling sulit ketika sudah menggapai hal tersebut adalah menjaganya. Nah, nice Daily ini adalah salah satu contoh nih yang mana orang dengan popularitas yang luar biasa, brandingnya bagus banget, tapi akhirnya runtuh ketika dia tidak bisa menjaga itu semua. Nah, bagaimana kisah selengkapnya? Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [musik] Genggeng. Untuk pembahasan yang pertama, supaya teman-teman yang mungkin belum tahu siapa Nas Daily bisa tahu siapa dia, kita bahas dulu nih sosok dari Nas Daily ini. Jadi, mungkin di antara kalian masih ada yang belum tahu tentang sosok dari Nas Daily ya, gua bakal mulai pembahasannya dari menceritakan latar belakang dia terlebih dahulu. Jadi, Nas Daily ini adalah nama panggung dari Nuser Yasin namanya. Dia ini lahir pada tanggal 9 Februari 1992 di Araba, sebuah kota yang ada di Isriwil. Nah, jadi dia ini bangsa Isriwil. Dia memilih untuk dipanggil Nas karena ini adalah bahasa Arab yang artinya adalah orang-orang. Dan kalian enggak salah dengar, Nas ini adalah orang Arab, tapi dia lahir dan besar di Isrewil. Dia adalah keturunan Palestina dan Nas merupakan anak dari empat bersaudara. Ibunya bekerja sebagai seorang guru, sementara ayahnya adalah seorang psikolog dan dia dibesarkan sebagai seorang muslim serta mempelajari bahasa Ibrani dan juga Arab. Nah, jadi dia ini enggak pindah agama menjadi Yahudi, geng. Melainkan dia tetap bertahan pada agama orang tuanya yaitu sebagai seorang muslim agama Islam. Tapi tinggalnya justru di Istriwil. Nah, ketika Nas ini menginjak usia 19 tahun, dia ini mendaftar di jurusan teknik aerospace di salah satu kampus Ivilicag di Amerika Serikat, yaitu Universitas Harvard. Dan selama dia berkuliah di sana, dia ini mendapatkan beasiswa setelah mengirimkan isai tentang perjuangannya dia menjadi seorang kebangsaan Arab yang lahir di Isriwel. Nah, menurut dia ada hal-hal yang ingin Nas ini lakukan tapi tidak bisa terwujud di isri Will. Padahal dia sangat ingin menjadi seorang insinyur aerospace. sebab dia sangat menyukai luar angkasa. Jadi dari sini kita bisa lihat ya kalau NAS ini bisa banget ya memainkan emosional gitu ya. Makanya dia sukses banget tuh membangun channel YouTube. Terus geng sayangnya ya NAS ini enggak tergabung ke dalam militer Geng karena di Istri Wheel dia ini harus jadi seorang pilot atau setidaknya bergabung di militer agar dia bisa menjadi insinyur aerospace. Makanya dia gak bisa tuh di Siriwil sana karena enggak mau dia jadi bergabung dengan militer. Nah, karena itu dia merasa tempat kelahirannya itu enggak bisa mewujudkan cita-citanya dia apalagi negaranya selalu berkonflik dengan Palestina. Nah, Nas sendiri ya enggak mau ikut di dalam perang antara Yahudi dan Arab. Yang dia mau hanya melakukan apa yang dia suka aja yaitu mengejar cita-citanya tersebut. Jadi bisa dikatakan dia ini ya 100 banding sat lah orang istri yang mau melakukan perjalanan ke negara-negara lain untuk menjadi seorang vlogger ya untuk menjadi ee seseorang yang membahas negara-negara lain tidak merasa superior seperti warga-warga negara Istriwi lainnya. Some of the most imigrants in the world not alligat but [musik] getting someous people. Nah, dan singkat cerita setelah dia lulus kuliah di bulan September 2014, NAS ini akhirnya bekerja sebagai pengembang software di Fenmo namanya. Sebuah layanan mobile untuk transaksi pembayaran yang dimiliki oleh PayPal. Nah, selama bekerja di sana, NAS ini bisa mendapatkan gaji sebesar 120.000 Amerika yang jika dirupiahkan bisa mencapai 1,7 miliar per tahun. Cuma, Geng, karena selama dia bekerja itu dia tinggal di New York. Menurut Nes, uang yang dia dapatkan dari gajinya tersebut tidak cukup untuk bertahan hidup di New York. Menurut dia, selama setahun di New York, dia itu bakal menghabiskan sekitar 60.000 Amerika. Sebab namanya kota besar ya, Geng, ya. New York itu kayak Jakartanya Amerika lah. Biaya hidup di New York itu tinggi banget. Dan karena itulah dia berpikir dibandingkan dia harus menghabiskan uang tersebut di New York, lebih baik dia mempergunakan uang tersebut untuk berkeliling dunia. karena dia yakin uang itu lebih dari cukup untuk dia pakai berkeliling dunia. Dan selama kurang lebih 1 tahun bekerja sembari memantapkan hati, akhirnya nas ini memutuskan untuk berhenti. Nah, menurut dia ada hal lain yang lebih baik untuk dia lakukan dibandingkan melakukan pekerjaannya dia yang di saat itu. Jadi, ini kayak apa ya? Kayak kisah Bang Feri Irwandi enggak sih? yang tadinya sebagai PNS ya kan keluar gitu karena menurut dia dia pengin mengijar cita-cita yang lain. Nah, di saat itu NAS ini e sudah menabung sebanyak 600.000 Amerika sebagai pegangan dia ketika dia keluar dari pekerjaan utamanya. Dan mulai dari tahun 2016, Nas pun bekerja ee sendiri untuk membuat video dengan durasi 1 menit. Dia mengisahkan tentang kehidupan dari orang-orang yang pernah dia temui selama berkeliling dunia dan NAS bisa menghabiskan waktu selama 10 jam tiap harinya untuk membuat tiap video-video tersebut. Dan dari sinilah awal mula NAS bisa dikenal di seluruh dunia. Dia berhasil mengembangkan media sosial yang ketika itu akun Facebook-nya bisa memiliki 20 juta pengikut. Bahkan di YouTube dia memiliki lebih dari 14 juta subscriber. Dia pun pernah mengunjungi Indonesia bahkan, Geng. Nah, salah satu yang pernah dia kunjungi itu e di tahun lalu ya, videonya berjudul Seven Days in Indonesia in Sevute. 14 juta bukanlah angka yang sedikit, Geng. Kalau kita lihat video-video yang ada di YouTube-nya, jumlah view-nya ternyata enggak sebanding dengan jumlah subscribernya yang menyentuh angka puluhan juta itu. Nah, viewers-nya hanya tersisa beberapa puluh ribu aja. Ini beda banget, enggak kayak dulu-dulu. Paling banyak itu juga ya ratusan ribu lah. Jadi jauh banget. enggak sama kayak video-video dia di masa dulu. Nah, kenapa bisa seperti itu? Apakah saat ini konten NAS Daily udah enggak lagi relevan? Nah, ternyata semua ini ya disebabkan oleh kelakuan NAS Daily yang menuai kontroversi dan dibenci oleh banyak orang. Sekarang kita bakal mengurai apa saja nih kontroversi yang pernah dilakukan oleh Nas Daily hingga sudah tidak bisa lagi mendapatkan respect. Oke, kita bahas yang pertama yaitu polemik antara NAS Daily dengan seorang seniman tato asal Filipina yang bernama Wang OD. Nah, jadi geng salah satu kontroversi yang paling heboh nih geng dibuat oleh Nas Daily adalah mengenai videonya dia yang berjudul Worldest Tatu Artis. Nah, jujur gua kalau lihat videonya merinding ya. Karena memang di dalam video tersebut menceritakan tentang seorang seniman tato tradisional Filipina yang bernama Apo Wang Odot. Seorang wanita berusia 103 tahun, Geng. Dia udah menjadi seorang tato artis tradisional tertua di dunia. Dia berasal dari Desa Buskalan, sebuah desa terpencil yang ada di Filipina. Wangout ini membuhkan tato di tubuh menggunakan teknik atau metode yang bernama kalinga. Ini tradisional banget dan enggak semua orang bisa. Awalnya, Geng, enggak ada yang merasa aneh dengan video tersebut. Malah justru orang-orang berterima kasih kepada Nas karena ya sudah mendokumentasikan seorang tato artis tradisional wanita tertua yang ada di Filipina. Ini langka banget karena mungkin tanpa adanya video dari Nas enggak akan ada yang pernah tahu kalau di Filipina ada seorang e tato artis tua yang udah tua banget bahkan ya yang kayak Wang OD ini. Tapi geng kalau kalian baca di bagian deskripsi video tersebut, nah dari sinilah kontroversi berawal. Nas ternyata ya menuliskan kalau Wang OT resmi akan mengajar di NAS Academy. Sebelumnya gua terangkan sedikit ya Nas Academi itu apa? Jadi, Nas Academi ini sendiri adalah sebuah platform yang dibuat oleh NAS Daily untuk pelatihan gitu, Geng. Nah, di kolom deskripsi dikatakan jika Wang OD ini bersedia untuk mengajar dan menjadi mentor ya tentang dunia tato. Kebayang tuh ya. Jadi, kayak wah ini sebuah hal yang sangat-sangat mahal. Hal yang mungkin tidak bisa dibayar pakai uang yang kecil ya kan. Wang O, legenda Filipina, artis tato tertua di dunia di muka bumi ini akan mengajarkan dan menjadi mentor tentang cara pembuatan tato ya dengan teknik tradisional tersebut. Orang-orang jadi percaya, Geng. Karena kenapa? Di videonya Nas Daily Wang OD ini memang tampil menceritakan bagaimana asal muuasal tato di Filipina, makna dari tato, hingga bagaimana cara dia melukis tato tubuh tersebut. Nah, dengan adanya klaim dari NAS Daily kalau Wang OD akan menjadi mentor di Nas Academy, siapa yang gak tertarik? Tapi apakah ini beneran atau hanya akal-akalan Nas Daily? Semuanya mulai terkuak, Geng. Ketika cucu sekaligus anak didik dari Wang OD bernama Grace Palikas itu mengatakan kalau neneknya enggak pernah menyatakan setuju, tanda tangan kontrak atau apapunlah yang diklaim oleh NAS Daily ya yang mengatakan kalau ee mereka akan menyelenggarakan kelas di mana Wang OD bakal menjadi mentornya. Nah, pasca pengakuan tersebut NAS Daily pun merespon dengan memposting video yang menunjukkan Wang OD ternyata membubuhkan cap jempolnya pada sesuatu yang kemungkinan itu adalah kontrak. kesepakatan kerja. Jadi, ada pemalsuan di sini. Sementara itu, Wangot sendiri membantah kalau dia sudah menaruh cap jempol pada kontrak apapun untuk Nas Daily. Seingat dia walaupun dia udah tua 103 tahun umurnya, dia masih bugar banget. Kalian bisa lihatlah dari video ini. Dia enggak sepekun itu. Nah, ketentuan yang tertulis di dalam kontrak tersebut juga enggak dijelaskan atau didiskusikan terlebih dahulu atau kepada perwakilannya Wang Oot, ya. harusnya perwakilan lah kepada cucunya atau kepada anaknya ya kan karena dia udah tua nih tapi enggak ada apapun. Nah, Grace akhirnya menegaskan kalau neneknya tidak pernah melakukan hal tersebut, tidak pernah menyetujui hal itu. Nah, di sinilah terlihat kalau nice Daily ini ternyata licik juga, Geng. Ya, ini semua dikarenakan ya uang out-nya sendiri. Walaupun dia enggak pikun, walaupun dia belum apa ya, belum lembek-lembek banget gitu ya, tapi dia itu ada keterbatasan bahasa J. Orang Filipin gitu, belum tentu dia bisa bahasa Inggris dan dia mungkin ya ee enggak menyadari apapun yang dia lakukan bersama NAS Daily. Sehingga di saat itu dia enggak mau adanya terjadi kesalahan apapun dan memilih untuk tidak menyetujui kontrak tersebut secara lisan. Terus geng, di dalam sebuah pernyataan yang ditulis sendiri oleh Grace dikatakan kalau Wang Out academi yang difasilitasi oleh NAS Academy adalah penipuan. Menurut Grace, ada beberapa orang yang memanfaatkan budaya mereka untuk dijadikan lahan bisnis atau ladang cuan dengan mengeksploitasi seni dan budaya asli Filipina. Ya, kalau dipikir-pikir benar juga. Kenapa harus Nuts Daily yang mengeksploitasi atau mendapatkan cuan dari budaya Filipina? Harusnya ya warga Filipina sendirilah. Kenapa jadi warga isriwel ya kan? Nah, Grace tahu kalau Nes ini kemungkinan sudah berbicara dengan seseorang yang akan memberikan sejumlah uang serta menjanjikan akan berbagi keuntungan dari kelas tersebut. Nah, tapi pembicaraan itu enggak dilakukan dengan uang out. Hal ini sampai ditangani oleh Komisi Nasional untuk Masyarakat Adat atau NCIP di wilayah Cordilera namanya. Dari pernyataan NCIP, Wang OD tidak memberikan persetujuannya sama sekali untuk mengajarkan seni tato kalinga untuk NAS Akademi. Direktur NCIP yang bernama Marlon Bosantong sudah berkomunikasi dengan Wang OD. Dan dari wawancara tersebut diketahui jika di dalam kontrak itu justru sangat memberatkan bagi Wang OD karena menyatakan bahwa NAS Academi memiliki kepemilikan eksklusif atas konten apapun yang akan diproduksi oleh dia. Bos Santong pada saat itu juga menyebutkan kalau tim investigasi juga mengamati bahwa kontrak tersebut menerapkan hukum Singapura. Padahal kontrak itu terjadi di Filipina dan berurusan dengan orang Filipina. Sebagai tanggapan, cabang NAS Akademi di Filipina membantah tuduhan NCIP yang mengatakan kalau perusahaan lokal yang disewa oleh NAS sudah melakukan verifikasi dalam memperoleh persetujuan dan tanda tangan uang out atau perwakilannya. Nah, menurut NAS Akademi, kontrak tersebut dijelaskan dan diterjemahkan oleh keponakannya sendiri yang bernama Estela Palangdau. Saat kontrak itu dijelaskan, ada beberapa saksi yang hadir, yaitu saudara laki-lakinya Wang OD, keponakannya yang lain, dan dua anggota suku Butbut dan seorang petugas pariwisata dari daerah setempat. Nah, mereka bilang kalau proses penyampaian kontrak itu sudah dilakukan secara terbuka di depan orang-orang tersebut. Dan NAS Academy juga membantah klaim kalau kontrak itu memberatkan karena Wang OD seharusnya menerima bagian dari pendapatan yang dihasilkan oleh proyek itu, Geng. Dan sebelum proyek tersebut dibatalkan, kursus tato online Wangout diiklankan dengan biaya 750 peso untuk setiap pesertanya. Yang mana disebutkan kalau NAS Academy hanya membantu Wang OD dan keluarganya untuk mendapatkan dukungan finansial di tengah pandemi yang berdampak pada industri pariwisata. Nah, pengakuannya kayak gitu. bilangnya niatnya mau ngebantu. Tapi geng NCIP bilang kalau NAS Akademi dan organisasi lain justru punya maksud yang berbeda, yaitu menggunakan pengetahuan dan praktik masyarakat adat Cordilera untuk penelitian atau tujuan komersial yang mana perlu mendapatkan izin dari suku Butbut di komunitas Buskalan. Dan untuk itu ya, NCIP menekankan bahwa seni tato adalah ekspresi budaya. Kalau memindahkan keterampilan serta bentuk seni tersebut ke platform online yang bisa diakses oleh jutaan orang, itu bakal menyebabkan seni tato atau nilai eksklusivitasnya bakal hilang dan keaslian serta makna budayanya bakal pudar karena udah mulai dimodernisasi gitu, udah enggak spesial lagi. Nah, mereka kan penginnya kayak, "Oh, orang-orang pengin tahu tentang budaya tato kami. Ya, datang ke tempat kami ke Filipina." Dengan begitu semakin banyak orang yang menikmati wisata selain tato juga. Nah, kalau udah ditaruh di online semua orang udah bisa akses dengan gampang. Enggak perlu ke Filipina. Nah, itu yang enggak boleh. Nah, akhirnya karena itulah NAS Daily dan platform belajar online-nya yaitu NAS Academy akhirnya menghapus kursus mempelajari Senitato Kuno dengan Wang OD sebagai mentornya karena itu fix sebuah penipuan. Nah, itu baru satu kontroversi dari NAS Daily. Sekarang kita bakal masuk ke kontroversi yang lain, yaitu sebuah problem yang ternyata masih terjadi di Filipina juga yang mana ternyata NAS Daily ini enggak cuma bermasalah dengan Wang Oja, tapi juga dengan seseorang perempuan yang bernama Luis de Guzman Mabulo. Nah, gimana nih konfliknya? Kenapa kok bisa dia banyak banget konflik di Philipin? kita bahas. Jadi, geng Lewis the Gusman Mabulo itu bukanlah orang sembarangan di Philipin. Dia ini adalah seorang pengusaha muda sekaligus pendiri usaha sosial yang bernama Kakao Project. Leis itu juga pernah meraih penghargaan yang Champions of the Earth oleh United Nation Environment Program. Dan Leis ini ya menjadi salah satu yang mendukung Grace, cucu dari Wang OD. Namun dia punya cerita versi lain nih yang mana ketika dia berhadapan dengan Nas saat Nas ini mengunjungi kampung halamannya Luis untuk meliput usaha sosialnya dia yaitu The Kakao Project. Proyek tersebut bertujuan untuk mendukung mata pencaharian petani dengan menyediakan bibit kakao ya sebagai tanaman jangka panjang untuk kemudian digilir dengan tanaman jangka pendek lain. Ayahnya Luis yaitu Fenermin Mabulo itu mengklaim kalau mereka menerima panggilan telepon dari NAS untuk membahas beberapa alternatif tema konten video. Luis pada saat itu menjelaskan kepada si Daily saat itu pohon kakao milik Luis masih dalam tahap berbunga alias masih dalam tahap awal. Jadi belum ada buahnya. Sementara Nas ingin banget supaya e diperlihatkanlah pohon kakao yang sudah siap panen. Masalahnya The Kakao Project ini kan masih menjalankan proses untuk memperbanyak pohon kakaonya. Nah, karena itulah konten yang Nas Daily inginkan masih butuh beberapa tahun lagi supaya bisa sesuai dengan apa yang Nas Daily mau. Tapi geng, di saat itu ya bocah istri Will 1 ini keras kepala. dia malah bersi keras ingin melanjutkan pengambilan video. Nah, si Fermin juga mengklaim kalau Luis ingin lebih menonjolkan para petani yang bekerja di sana. Nah, jadi bukan cuma kebunnya, tapi di saat itu Nas ini malah jawab, "Siapa yang peduli sama petani?" Kata dia gitu. Jadi dia cuma peduli tuh kayak pengin ngelihat usaha bisnis kebunnya si Luis doang. sama petaninya dia enggak peduli. Dari sinilah kita jadi tahu kalau NAS ini ternyata tidak sebaik yang terlihat di video. Sifat-sifat zionisnya itu masih melekat di dia. Dia enggak peduli dengan bagaimana kesejahteraan para petani yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, keluarga mereka. Dia cuma tertarik pada sesuatu yang sekiranya menarik untuk ee video dia lalu menghasilkan cuan. Nah, menurut Nas tidak ada yang mau mendengar tentang petani atau pertanian karena itu bukan konten yang bisa diklik oleh penonton. Jadi, enggak menarik untuk diklik. Dia enggak peduli mengenai perubahan atau menjelaskan masalah yang nyata tentang bagaimana para petani mempertaruhkan hidup mereka, waktu mereka untuk berusaha gitu ya. Nah, dia cuma menginginkan konten yang elegan, konten yang menarik dengan cerita yang bagus, mudah untuk diceritakan kepada para penontonnya dan menghasilkan uang. Nah, Luis juga bilang Nas berulang kali memanggil orang Filipina, petani, dan orang-orang yang ada di The Kakau Project sebagai kampung halaman orang miskin. Wah, gila banget. Padahal ya, Geng, secara pribadi Lewiis adalah penggemarnya Nas Daily, tapi dia malah dikecewakan karena perilakunya Nas Daily ini. Dia melihat Nice ini meniru dan mengejek logat serta bahasa lokal orang Filipin. Dia menyuarakan suku kata yang terdengar mirip bahasa Tagalok dan mengatakan itu terdengar kayak orang bodoh, kayak orang idiot. Nah, Leis juga mengklaim kalau Nas ini ternyata tidak berterima kasih kepada keluarganya Luis. Bahkan setelah mereka menerima e nas di rumahnya Luis dan bahkan Nas ini secara kasar menolak makan makanan yang sudah disiapkan oleh ibunya Luis. Jadi benar-benar enggak sopan banget, Geng. Belum habis hujatan terhadap Nas Daily terkait Wang OD, setelah Luis pick up, bertambah lagi hujatan kepada dia. Menanggapi Luis, Nas menyebutkan bahwa tuduhan Luis kepada dia itu adalah fitnah. Nah, Nas ini mengklaim kalau selama 2 tahun itu dia menghormati Luis. Namun, Nas enggak bisa membiarkan Luis menyebarkan fitnah atau kebohongan di media sosial dengan bebas kayak gitu. Jadi, dia enggak terima. Nah, Nas bilang kalau dia terinspirasi dan sudah menghabiskan e du hari di kampung halaman Leis setelah membaca kisahnya Leis di internet. Dan The Cakao Project merupakan inisiasi perusahaan Leis dalam mengubah industri kakao di provinsinya. Tapi menurut Nas, kenyataannya malah berbeda, Geng. Begitu dia tiba di perkebunan coklat tersebut, termasuk ketika dia melihat desanya si Luis dan berbicara dengan para petani yang ada di sana. Dari situ dia memiliki kesimpulan kalau enggak ada yang bisa diceritakan di kampung tersebut. Enggak sesuai dengan apa yang tertulis atau apa yang disampaikan di dalam website The Kakao Project. Nah, sehingga NAFS ini mempertanyakan penghargaan yang diberikan kepada Lewis itu ya tidak lebih dari penghargaan yang bersifat seremonial aja, enggak yang spesial banget menurut dia. Bukan karena Lewiis melakukan sebuah inovasi, kata Nas Daily. Dan Nas juga menuduh kalau proyek tersebut adalah bisnis keluarga Luis untuk mengambil keuntungan pribadi aja alias mengeksploitasi petani katanya serta enggak benar-benar membantu para petani. Nah, mulai nih si Nas Daily ini adu-aduan fitnah nih. Dan enggak ada 200 petani yang bekerja katanya seperti yang dikatakan oleh Luis. Dan semua perkebunan kakao di sana dimanfaatkan oleh dia secara pribadi untuk keuntungan keluarganya doang. Dan oleh karena itu, Nasini ya setelah dia menjelek-jelekkan Luis tadi, dia memutuskan untuk pergi dari sana karena dia menilai apa yang beredar di internet terkait perkebunan kakao milik Luis itu palsu. Katanya klaimnya palsu dan enggak pantas ditayangkan di akun YouTube-nya Nas Daily. Jadi bisa kebayang ya, Geng, ternyata Nas Daily ini segila itu ya. Ketika dia enggak senang sama orang, dia bisa memfitnah. Wah, akal-akalan zionis banget ya. Dan kontroversi terakhir nih, Geng ya, mengenai kewarganegaraan NAS Daily, ya. Seperti yang gua bilang di awal tadi kalau dia adalah keturunan Palestina. Dia seorang Islam, Muslim, tapi dia lahir tinggal di Istri Will. Nah, meskipun dia itu orang Arab ya, tapi ternyata Nas ini adalah penganut zionisme. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai NAS Daily yang ternyata adalah seorang zionisme yang sangat kuat, yang sangat fanatik. Meskipun Nas adalah keturunan Palestina, tapi karena dia tinggal di Istriwel, udah pasti dia lebih mengikuti ideologi yang dianut oleh negara tersebut, yaitu Zionis. dan dia sudah menjadi alat bagi lobi Isriwil saat pemerintah tersebut melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Nah, jadi dia tuh udah dimanfaatkan sama pemerintah Istri Will karena nama besarnya dia. Di bulan Maret tahun 2024, NASDA Lee bahkan menerima penghargaan dari Anti Divamation League atau ADL atas karya-karyanya dalam membangun pemahaman antara Yahudi dan Islam. ADL itu sendiri adalah sebuah kelompok lobi istri will yang juga menyamar sebagai organisasi hak-hak sipil. Jadi secara enggak langsung sebenarnya Nes Daily ini bisa dikatakan dia adalah apa ya? Bukan mata-mata sih kayak intel atau apa ya ya kayak orang yang diutuskan oleh Isriwel lah untuk menanamkan paham-paham tertentu karena Isriwil tahu ya Nes Daily ini punya pengaruh. Nah, ADL itu ya yang mengirimkan pemberitahuan kepada kampus-kampus yang ada di Amerika agar mendesak mereka menghukum mahasiswa yang memprotes pembantaian yang dilakukan oleh istri Wil Gaza dan melabeli mereka sebagai pendukung teror. Ada sebuah video yang memperlihatkan ketika Nas Daily itu memberikan pidato ketika dia menerima penghargaan yang mana pidato tersebut mempromosikan perdamaian antara Muslim dan Yahudi di wilayah itu. Nah, penghargaan tersebut diserahkan oleh Abdullah Antepli selaku profesor dari Universitas Duk. yang juga menerima penghargaan yang sama dengan NAS sebelumnya. Antepli ini adalah salah satu direktur dari Muslim Leadership eh Inisiatif yang mempromosikan perjalanan wisata keagamaan ke Istriwel yang dioperasikan oleh Shalom Hartman Institute, yaitu sebuah organisasi yang memiliki hubungan dengan militer isl. Salah satu direktur muslim Leadership Initiative adalah seorang penulis kelahiran Amerika yang bernama Yosi Klein Halevi, mantan dari pengikut rabi anti Palestina yang melakukan genosida bernama Mir Kahane. Nah, organisasi ini juga didanai oleh ekstremis anti Muslim. Saat Isriwil mulai melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada bulan Oktober, Nas ini menyatakan kalau dia tidak lagi mengidentifikasikan dirinya sebagai warga Isriwil keturunan Palestin, melainkan dia sudah mulai memprioritaskan warga Isriwil terlebih dahulu baru yang kedua, warga Palestina. Jadi dia enggak peduli dengan darah yang mengalir di badannya dia. Menurut dia Isri Willel adalah segalanya. Dan dia juga bilang kalau dia tidak ingin hidup di bawah pemerintahan Palestina yang berarti dia cuma memiliki satu negara yaitu isri Will. meskipun dia sendiri bukan orang Yahudi. Terus masih di dalam pidatonya, Nas ini menyebutkan bahwa dunia berubah dengan peristiwa 7 Oktober 2023 yang mana waktu itu kan Mamas menyerang Isriwel ya. Nah, Nas sama sekali tidak menyebutkan aksi penghilangan nyawa yang dilakukan oleh Itriwil terhadap setidaknya 32.300 1300 warga Palestina di Gaza sejak hari itu. Dia menceritakan kalau dia saat itu baru pergi ke Jepang, termasuk ke Hiroshima dan Nagasaki yang menjadi target dari pengeboman nuklir. Kata dia. Bagin Nas, konsep perdamaian itu adalah tidak adanya orang-orang yang marah kepada Amerika ketika Jepang dibom. Tidak ada orang yang marah terhadap perang dan tidak adanya orang-orang yang menginginkan balas dendam. Jadi secara enggak langsung dia ini kayak pengin membenarkan tindakan istri Will yang membantai rakyat Palestina. Dan menurut dia, keturunan dari para korban yang selamat karena pengemboman nuklir di Jepang, menahan diri untuk tidak mencari keadilan itu adalah bentuk perdamaian. Paham enggak sih lu maksudnya? Kayak ee kayak apa ya? Dia tuh pengin ngomong apa yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina itu biarlah kayak gitu, enggak perlu dituntut balas dendam, enggak perlu dibela Palestina. Dia mencontohkan ketika Amerika menyerang Jepang. Kayak gitu, Geng. Dibandingin sama dia. Padahal kan konteksnya beda ya. Amerika nyerang Jepang setelah Jepang nyerang Amerika terlebih dahulu dan itu adalah peperangan antar negara. Sementara yang terjadi isri Will dengan Palestin itu adalah genosida perebutan tanah orang. Tanah yang bukan punya dia direbut untuk dia. Pencaplokan tanah orang. Kalau Jepang sama Amerika kan tanah masing-masing. Udah gitu perang gitu. Nah, kalau ini enggak menjajah jatuhnya kan disama-samain. Nah, dia pikir perdamaian bagi Palestina itu adalah dengan warga Palestin yang tidak meminta pertanggungjawaban kepada Isriwil atas apa yang sudah dilakukan oleh Isriwil. Padahal analogi yang diberikan oleh Nas ini benar-benar salah dan benar-benar melenceng. Nah, karena para korban akibat serangan nuklir di Jepang itu sudah berupaya meminta pertanggungjawaban Amerika, Geng. Malah Nas ini bilang enggak pernah ada minta pertanggungjawaban eh apa korban-korban Hiroshima Nagasaki ke Amerika. Mereka ikhlas. Mana ada ikhlas ada kok diperjuangkan. Dan mereka semua terus menentang upaya apapun yang dilakukan oleh Amerika jika mereka mau lepas tanggung jawab. Jadi masih diperjuangkan tapi nasinnya malah sotoy dan para korban juga menuntut kompensasi atas Amerika. Dan dari sini kita bisa lihat ya geng kalau Zionis itu tidak terbatas pada agamanya. Bahkan orang Islam seperti Nas aja bisa menjadi seorang Zionis. Jadi makanya nih selama ini kalau dibilang Yahudi versus Islam itu salah, tapi lebih kepada Zionis versus Arab. Jadi yang ada di Palestina itu bukan cuma orang muslim. Makanya sering disebutkan tidak perlu menjadi seorang muslim untuk mengasihani dan membela Palestina, tapi cukup jadi manusia. Karena yang dibantai di sana itu enggak cuma umat muslim. Di Palestina itu ada Kristennya dan ada Yahudinya juga. mereka juga ikut dibantai. Karena kenapa? Karena yang dibela oleh Isriwil adalah ideologi zionis mereka, bukan agama Yahudinya. Dan ketiga hal tadilah ya yang di atas tadi yang udah gua sebutkan kontroversi dari eh Nas Daily yang membuat nama Nas Daily ini akhirnya mulai meredup. Dia mulai ditinggalkan oleh para penontonnya sehingga saat ini ya dia udah dilupakan. Enggak ada lagi yang mau nonton dia karena pada kecewa. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kali ini mengenai bagaimana jatuhnya seorang Nas Daily akibat kontroversi yang dia lakukan. Gimana, Geng? Menurut kalian di antara tiga kontroversi tadi mana yang paling parah? Coba tinggalkan komentar di bawah.