Transcript
LmBqZwccfYo • RESBOB! INSULTING THE SUNDANS BECAUSE OF A DRINK GOING VIRAL?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1625_LmBqZwccfYo.txt
Kind: captions Language: id Belum selesai sampai di situ, Daus ngelanjutin lagi kalimatnya dengan bilang Bonek Viking sama aja, tapi yang anjing cuma viking. Masih belum selesai dia bilang lagi sukunya. Yaitu nih kalian dengar sendiri kata-katanya. Pokoknya semua Sundaing kata-kata hari ini, Bob. Ah, sesuai dengan judul yang sudah kalian baca ya. Ketika kalian mengklik video ini, kita bakal membahas sebuah keblunderan, kelakuan arogan, kelakuan di luar norma ya dari seorang streamer. Tapi bisa enggak ya dia disebut streamer? Karena gua lihat-lihat sih ya nih orang tuh baru mulai, baru start gitu ya. Beda sama adiknya. Kalau adiknya memang bisa dikatakan udah ee menjadi salah satu streamer yang besar di Indonesia nih. Tapi kalau abangnya ini yang problematik ini dia baru mulai tapi enggak apa-apa karena kejadian ini diakibatkan saat dia sedang stream jadi kita sebut aja dia streamer. Nah, dia menghina salah satu suku yang merupakan suku terbesar di Indonesia. Gila, berani banget. yaitu suku Sunda. Pokoknya semua Sundaing kata-kata hari ini, Bob. Streamer tersebut sedang melakukan live stream dan mengucapkan kalimat yang benar-benar tidak beradab. Nah, potongan dari live-nya tersebut kemudian menyebar dengan cepat dan menimbulkan kemarahan netizen, terutama dari kalangan masyarakat Sunda. Banyak pihak yang menilai pernyataan tersebut bukan lagi sekedar candaan atau opini pribadi, melainkan sudah masuk ke dalam ranah penghinaan terhadap kelompok tertentu. Dan kalimat itu diucapkan oleh seorang streamer yang saat ini sedang naik daun. Bahkan pernyataannya ya juga tidak hanya mendapatkan atensi dari orang biasa tapi juga udah mulai diketahui oleh pejabat-pejabat asal Jawa Barat yang notabandnya ya orang Sunda. Dan saking kontroversialnya pernyataan dari streamer ini, banyak pihak yang mendesak jika streamer tersebut harus ditindaklanjuti dan diproses secara hukum. Sebab ini sudah masuk ke dalam penghinaan. Bahkan sudah tergolong perbuatan yang SARA sehingga tidak bisa dibiarkan begitu aja. Terlebih lagi, publik menginginkan agar streamer ini merasa jerah. Makanya banyak pihak yang menuntut agar pernyataan tersebut tidak dibiarkan tanpa konsekuensi hukum. Nah, kita bakal membahas kejadian ini. Ini bukan untuk memperkeruh suasana yang saat ini sedang terjadi, tapi justru untuk menyuarakan hal-hal yang bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Tidak terkecuali para contreator-konten kreator atau streamer-streamer walaupun nama mereka sedang naik misalkan atau lagi berada di puncak popularitas tetap enggak boleh merasa angkuh atau bertindak seenaknya semaunya. Termasuk dengan mengejek atau menyedutkan pihak-pihak tertentu. Nah, apalagi di dalam live streaming yang mana itu ditonton oleh orang banyak dan bisa dipotong-potong kemudian disebarkan. Nah, gua bakal merangkum pembahasan ini supaya kalian bisa memahami dari awal sampai akhir tentang kasusnya. Nah, langsung aja, Geng, kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Gengking. Untuk pembahasan pertama kita bahas dulu nih profile dari sosok Adimas Firdaus atau yang lebih eh dikenal dengan Rbob namanya. Ya, mungkin enggak semua orang mengenal streamer ini ya. Ada yang baru tahu ketika mereka e mengetahui kasus si Race Bob atau Adimas Firdaus ini menghina suku Sunda. Ada juga yang mengetahui kalau dia abangnya dari seorang streamer yang cukup besar saat ini, yaitu Big Mo namanya. Buat kalian yang belum tahu siapa dia, gua bakal mulai pembahasannya dari background si streamer ini dulu. Nama aslinya itu adalah Muhammad Adimas Firdaus. Dia akrab disapa Daus oleh keluarganya. Daus ini adalah kakak dari contonent kreator yang saat ini juga sedang besar-besarnya yaitu YouTuber bernama Big Mo yang memiliki nama asli Muhammad Jannah. Nah, sebelumnya Big Mo sendiri juga sempat menuai Cibiran karena dianggap sebagai streamer yang NPD dan suka membuat gimik di live streamnya demi menaikkan engagement. Tapi kan itu yang namanya orang gimik, personal branding, kayaknya e sekarang udah terkesan biasa aja ya, Geng ya. Mau gimiknya nakal, mau gimiknya NPD dan segala macam ya itu cara dia untuk menaikkan nama. Dan sampai waktu itu ya ramai ketika bintang Emon jadi bintang tamu di live streamnya Big Mo yang mana dia sempat merasa kesal dengan kelakuannya Big Mo. Karena sekarang kasusnya melibatkan Daus sang kakak, banyak orang yang jadi menilai bahwa kakak beradik ini ya cukup problematik menurut para netizen. Oke, sekarang kita lanjut persoalan si Daus si kakaknya alias Rbob. Sama seperti Big Mo, Daus ini sering live stream bersama dengan Big Mo juga. Walaupun gak setenar adiknya, Daus ini memiliki akun YouTube bernama Redbob tadi yang kemudian menjadi nama panggungnya dia. Akun YouTube-nya itu pun sudah memiliki ribuan subscriber. Begitu juga dengan akun Instagramnya yang sudah mencapai 17.000-an followers. Sementara di akun TikTok-nya yaitu Rbob sudah memiliki 38.000 followers. Nah, Daus itu dikenal aktif di media sosial dengan persona sebagai contonent kreator yang ceplas-ceplos dan ya agak kurang difilter gitu ucapan-ucapannya dan gaya komunikasinya yang seperti itu justru membuat orang-orang jadi tertarik untuk nonton dia. Orang-orang apa ya kalau bahasa anak gaulnya itu kayak bahasa-bahasa yang toxic gitu. Tapi sekarang justru gaya komunikasinya yang seperti itu membuat dia jadi ya kecemplung ke dalam masalah. Dari informasi yang beredar, Daus ini pernah menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta yang berlokasi di Surabaya. Dia mengambil jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP. Enggak hanya Daus dan juga Big Mo ya yang dianggap oleh netizen sering ada masalah. Waktu itu pernah juga ketika Big Mo ramai dihujat oleh netizen, netizen menguliti background dari keluarga mereka yang mana ternyata diketahui kalau ayah mereka bernama Muhammad Nasihan. Ini bukan figur sembarangan. Beliau adalah mantan pengacara yang pada tahun 2018 divonis bersalah dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang. Nah, kasus yang menjerat dia inungan dengan penyelewengan dana penyelenggaraan asuransi kesehatan atau ASES serta tunjangan hari tua atau JHT yang seharusnya menjadi hak bagi ribuan PNS dan tenaga kerja harian lepas atau THL Pemerintah Kota Batam di PT Bumi Asih Jaya atau BAJ. Dan setelah sempat menjadi buronan, Nasihan berhasil ditangkap dan menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri tindak pidana korupsi Tanjung Pinang. Dan di saat itu ayah dari R Bob dan Big Mo ini dinyatakan bersalah dan dijatuhi vonis yang cukup berat yaitu penjara selama 10 tahun 6 bulan. karena memang terbukti menggunakan uang ask untuk kepentingan pribadi termasuk untuk membangun aset pribadi. Nah, untuk menutupi kerugian negara sejumlah aset milik mereka itu seperti rumah mewah di Jakarta serta mobil disita oleh negara. Nah, gara-gara ayahnya seperti itu terus kejadian sibob ini jadi rame, orang-orang tuh jadi nyumpah-nyumpahin gitu loh, Geng. Jadi ngata-ngatain kayak, "Oh, pantesan ya e anaknya kayak gini diberikan uang yang seperti ini seperti itu. Waduh, kacau deh." Jadi dikait-kaitkan gitu. Terus geng sebelum kasus penghinaan yang dia lakukan terhadap suku Sunda, Daus juga sempat menuai sorotan karena berkasus dengan selebgram yaitu Azizah Salsa ya, mantan istri pemain timnas Pratama Arahan. Nah, Azizah Salsa juga adalah anak dari anggota DPR yang bernama Pak Andre Rosiadi. Nah, hal ini semua bermula di saat Resbob ini atau si eh Daus tadi menuduh Azizah Salsa berselingkuh dari Pratama Arhan. Bahkan menuduh kalau Azizah Salsa sudah melakukan hubungan yang gitu-gitu dengan mantan pacarnya saat Azizah Salsa sudah menjadi istri Pratama Arhan. Nah, jadi apa ya? Kayak mengarah ke ujaran kebencian, mengarah ke fitnah gitu. Dan potongan dari video Daus yang mengatakan hal ini viral sampai diketahui oleh Azizah Salsa dan ayahnya Andre Rusiadi. Dan tidak terima dengan tuduhan tersebut, Azizah Salsa didampingi oleh ayahnya langsung melaporkan Daus ke Bares Krim Polri dengan tuduhan penyebaran fitnah. Ya, menyangkut juga pencemaran nama baik. Dan setelah dilaporkan kepada pihak kepolisian, ibunya yang bernama Bu Putri itu langsung muncul ke publik untuk memohon-mohon minta maaf. Bahkan sambil nangis-nangis, wah durhaka banget nih. Iya kan ya? Gimana enggak lu udah membuat air mata ibu lu tumpah karena kelakuan lu. Yaitu termasuk ke dalam kategori durhaka. Bu Putri ini mengaku siap bertanggung jawab atas apa yang dilakukan anaknya kepada Azizah Salsa. Dan ucapan permintaan maaf dari Bu Putri ini kemudian disusul oleh Daus yang akhirnya mengaku sudah meminta maaf secara pribadi kepada Azizah Salsa atas tuduhan yang dia ucapkan itu. Dan bahkan di saat itu ya Bu Putri bersama dengan Big Mo anaknya alias si Muhammad Janah itu sampai masuk ke podcast-podcast untuk mengklarifikasi langsung permasalahan ini. Nah, jadi kurang lebih seperti itu, Geng background atau profile dari si Daus alias R Bob ini, abang dari Bigmo. Nah, kalian sudah paham ya? Ternyata ya ayahnya juga tersandung kasus korupsi. Terus dia pernah hampir di penjara juga gara-gara dilaporkan oleh Azizah Salsa. Sekarang kita bakal masuk ke dalam inti pembahasan mengenai pernyataan kontroversial si Daus ini yang menghina suku Sunda yang mana dari kalimat dia ini benar-benar membuat Indonesia heboh gara-gara ucapan tersebut. kita bahas. Jadi, Geng, hinaan tersebut diucapkan oleh Daus dalam sebuah live stream. Saat itu Daus sedang menyetir mobil dan terlihat sedang ngobrol dengan orang lain yang duduk di bangku penumpang yang ada di sampingnya dia. Jadi kayak kameramennya dia l yang ng-videoin live stream dia. Saat dia sedang nyetir sekaligus live stream di saat itu, tiba-tiba Daus ini menyebutkan salah satu fans sepak bola yaitu Viking. Ah, ini adalah fans klub bola Persip dengan kata-kata kasar. Jadi, benar-benar kalimatnya itu ee apa ya? kayak enggak bisa diterima lah. Belum selesai sampai di situ, Daus ngelanjutin lagi kalimatnya dengan bilang Bonek Viking sama aja, tapi yang anjing cuma Viking. Masih belum selesai dia bilang lagi sukunya yaitu nih kalian dengar sendiri kata-katanya. Pokoknya semua Sundaing kata-kata hari ini, Bob. Uh, kasar banget ya. Potongan video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform sosial media seperti TikTok, YouTube, dan Instagram. Rekaman video itu kemudian memicu gelombang protes dari netizen, khususnya mereka-mereka yang merupakan orang Sunda dan ya pendukung Persip juga. Tapi kayaknya kalau misalkan ngomongin soal pendukung Persip atau ngehina fans club ya udahlah ya ee sebagian besar ada yang marah. Tapi kan enggak semua orang Sunda dukung Persip juga. Maksudnya tuh enggak semua orang Sunda suka bola gitu ya. Kalau dia udah ngomong Sunda, bahkan keturunan bule campur Sunda juga marah ya kan. Netizen di saat itu banyak yang mengunggah video tersebut ya disebarkan disertai dengan kecaman terhadap apa yang dilakukan oleh si Daus ini. Hashag protes bermunculan dan banyak pihak yang mendesak agar tindakan si Daus ini tidak dibiarkan begitu aja mengingat sensitifnya isu SARA di Indonesia. Ada salah satu tokoh dari Sunda yang bernama Abah Deden yang menyuarakan kecamannya terhadap si Daus ini. Di dalam video yang beliau posting di akun Instagramnya, beliau memperingatkan si Daus bahwa Abah Deden bakal terus mengejar Daus ke manaun dia lari, ke mana pun dia sembunyi. Sebab Daus ini sudah menghina orang Sunda yang mana itu berarti orang tua, nenek, kakek sampai ke buyut-buyut mereka yang termasuk ke dalam keturunan suku Sunda itu udah dihina oleh si Daus ini. Dan pernyataan Daus ini juga seperti menyamakan semua orang Sunda dengan hewan. Dan Abah Deden menegaskan kalaupun Daus meminta maaf buat dia, permintaan maaf dari Daus tidak akan cukup untuk menghapus kesalahan yang sudah dia perbuat. Dan ya Abah Deden ini mengancam Daus agar dia mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum. Ke mana pun kamu lari, kuk kejar ya. Pertanggungjawabkan dengan hukum ya. Hanya itu yang kamu bisa selamatkan. Kami orang Sunda mengejar kamu sampai di manaun. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampurasun. Nah, mungkin Abah Deden ini ya adalah satu dari sekian teman-teman kita yang bersuku Sunda yang marah atas apa yang dikatakan oleh Daus. Gue yakin banget enggak cuma orang Sunda aja, Geng. Suku apapun kalau dikatain pasti bakal ngamuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh orang Sunda saat ini. Karena memang perkataan Daus ini tidak bisa dibenarkan. Kalaupun dia punya pengalaman yang tidak mengenakkan dari orang Sunda, ya udah pasti dia bermasalahkan dengan satu individu atau segelintir orang yang enggak seluruhnya harus dianggap sama gitu. dan gak pantas kalau dia menggeneralisir semua orang-orang dari suku Sunda seperti itu. Terus enggak cuma itu, Geng. Karena si Daus ini juga menghina Viking, jadilah mereka ya pihak Viking juga melakukan pelaporan terhadap Daus ke Polda Jabar. Mereka enggak tinggal diam. Laporan tersebut diajukan oleh Freddy Rizky, anggota dari Viking Persip Club yang sekaligus menjadi kuasa hukum dari komunitas tersebut. Dia mengungkapkan bahwa pelaporannya itu ya diajukan sebagai amanat dari ketua umum Viking Persip Club yang bernama Pak Tobias Ginanjar. Nah, Pak Ferdi ini menyebutkan ya laporan itu sebagai langkah tegas agar Daus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di dalam laporan itu, Viking Persip Club menggunakan UUE pasal 28 ayat 2 jungtub pasal 45A ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana sampai dengan 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar. Pak Ferdi ini juga bilang bahwa pihak mereka bakal mendukung Polda Jaber agar segera menindak kasus tersebut termasuk dengan menangkap si Daus ini. Dan pihak dari Viking Persip Club berharap agar laporan itu bisa diselesaikan sebagaimana mestinya. Dan aksi pelaporan tersebut mendapatkan dukungan dari Bobotoh dan netizen di media sosial. Viking Persip Club berharap karena Indonesia adalah negara hukum sehingga siapapun yang melanggar hukum ini wajib mempertanggungjawabkan ya perbuatannya di hadapan hukum. Dan Polda Jabar pun mengkonfirmasi jika sudah menerima pelaporan tersebut dan mengaku pihak mereka sudah melakukan profiling terhadap akun Daus. Kombes polisi Hendra Rohmawan selaku Kepala Bidang Humas Polda Jabar itu bilang kalau penyidik itu masih mendalami laporan dan mengumpulkan keterangan dari pihak terkait untuk melakukan proses penyidikan terhadap Daus. Nah, desakan dan pelaporan agar Daus bisa diproses hukum juga tidak datang dari masyarakat sipil aja, tapi juga melainkan dari pejabat yang berasal dari Jawa Barat sendiri, yaitu Erwan Setiawan selaku Wakil Gubernur Jawa Barat yang sampai buka suara. Dan beliau menilai pernyataan yang dilantarkan oleh Daus ini bukan hanya melukai masyarakat Sunda, tapi juga berbahaya dan berpotensi memicu perpecahan karena sudah menyangkut isu SARA. Kepolisian segera menangkap orang tersebut karena ini sudah sarang. Ini bisa memecah belah kesatuan bangsa. Pak Erwan mengingatkan kalau Indonesia adalah negara dengan keragaman yang besar termasuk dalam kehidupan berkeluarga yang sering sekali terdiri dari berbagai latar belakang suku. Beliau sendiri tidak menutupi kalau secara pribadi ya beliau ini tersinggung dan marah atas ucapan yang dilontarkan oleh si Daus ini. Tapi geng ya walaupun begitu Pak Erwin menghimbau agar kemarahan masyarakat tidak diarahkan kepada suku-suku tertentu. Karena jika begitu ya sama aja dengan apa yang dilakukan oleh Daus ya jadi fokus pada oknumnya aja bukan pada sukunya. Dan beliau pun mendesak agar kepolisian segera bertindak cepat dan menangkap si Daus ini. Dan selain Pak Erwin ya, Kang Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat bahkan sampai memberikan respon terkait perkataannya si Daus ini yang benar-benar menyinggung suku Sunda. Beliau bilang kalau Daus ini bakal berurusan dengan hukum yang mana hal ini sesuai dengan laporan yang dibuat oleh pihak-pihak yang sudah melaporkan termasuk Viking Persip Club. Dan Kang Dedi menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada polisi dan menghimbau supaya warga Sunda tetap tenang dan tidak tersulut emosinya atau terprovokasi lah. Nah, Kang Dedy juga menasehhati agar warga Jabar tetap menjaga sikap sopan dan santun sebagai nilai yang selama ini dikenal dimiliki oleh suku Sunda. Pasca head speech yang diucapkan oleh Daus di dalam live streamnya, rumah Daus sampai digeruduk oleh masa, geng. Mereka datang ke kediamannya untuk menyampaikan protes atas pernyataan yang menghina suku Sunda dan Masa menuntut agar Daus segera diproses secara hukum atau justru hukum rimba berlaku. Nah, banyak netizen yang mendukung aksi penggerudukan tersebut. Ada yang memberikan komentar ngatain viking udah biasa kita mah. Tapi kalau bawa suku Sunda itu harga diri. Kemudian ada lagi komentar lain yang bertuliskan, "Kalau diserahkan aja ke polisi berasa aman dia. Kalau kayak gini kan bisa jadi pelajaran buat dia." Dan ada juga yang menulis sanksi sosial kadang memang dibutuhkan. Ada yang sebenarnya sudah tidak suka dengan Daus sekaligus adiknya yaitu Big Mo alias Jannah. Dan beranggapan kalau apa yang terjadi saat ini kepada Daus bisa jadi titik balik bagi dua bersaudara ini untuk berubah. Karena selama ini mereka dikenal ya kalimat-kalimatnya itu cukup arogan gitu. Setelah banyaknya pihak yang marah dan dia sudah mulai dikecam sana sini sampai digeruduk rumahnya dan dia dilaporkan ke polisi. Nah, barulah Daus ini muncul untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai klarifikasi si Daus. Seperti apa klarifikasinya? kita bahas. Jadi, Geng, pasca videonya viral dan menuai hujatan hingga pelaporan terhadap dia alias si Daus ini, ya, dia pun akhirnya muncul dengan video klarifikasi yang dia unggah di Instagram dan juga TikTok pribadi. Di dalam video klarifikasinya itu, Daus ini meminta maaf atas perkataannya. Dia menyebutkan kalau live stream tersebut dia lakukan ketika berada di Surabaya. Nah, jadi katanya tuh udah berapa hari yang lalu lah. Dan di dalam klarifikasi itu Daus mengaku kalau dia tidak sadar sudah mengucapkan kata-kata penghinaan terhadap suku Sunda dan juga Viking. Yang anehnya, Geng, dia mengatakan kalau dia masih tidak percaya kalau perkataan itu keluar dari mulut dia. Jadi kayak wah itu kayak mimpi gitu. Saya masih tidak percaya sedikit pun hal itu, ucapan itu keluar dari mulut saya. Hal itu menurut dia adalah hal yang mustahil dan tidak masuk akal buat dia untuk mengucapkan hal tersebut. Apalagi terkait suku Sunda dan ketidakpercayaan itu didasari karena dia lahir dari seorang ibu yang merupakan orang Padang atau suku Padang katanya. Nah, terus dia bilang dia juga dididik sejak kecil sejak umur 2 tahun dan dibesarkan oleh Ibu Sambung yang merupakan orang Sunda yang berasal dari Tasikmaya. Nah, ini jujur aja ya dia bilang suku Padang aja udah salah. Suku Padang itu enggak ada adanya suku Minang. Nah, dan Daus juga menyebutkan kalau dia itu dibimbing oleh seorang kiai sekaligus tokoh besar dari Sunda, tepatnya dari Majalengka yang bernama Prof. Dr. K. H. Asep Saifuddin Halim. Nah, karena dua hal itu Dausine mengklaim kalau dia sejak kecil sampai saat sekarang ini enggak pernah bermasalah atau berselisih dengan orang Sunda sebelumnya. Dia juga enggak pernah memiliki kebencian terhadap orang Sunda. Hmm. Apa ya, Geng ya? kayak aneh aja gitu kalau dia mengaku dia dididik oleh seorang kiai. Tapi di dalam kasus ini ya semuanya berawal dari mabuk gitu kan. Gimana ya orang sudah belajar kajian dari seorang kiai tapi mabuknya rese. Nah, terus juga kalau dia bilang dia tidak memiliki kebencian terhadap orang Sunda sebelumnya dan apa yang dia ucapkan itu karena mabuk. Bagaimana dengan video ini? Coba deh kalian dengar videonya. Setahu gua ya, setahu gua dan sepengalaman gua itu pasti pelit-pelit, pasti cik-licik. Itu udah pasti. Nah, di video itu kalian bisa lihat ya, apakah kondisinya dia mabuk? Enggak kan sadar. Dan berkali-kali adiknya itu memperingatkan dia untuk mengucapkan kalimat yang ee apa ya? elegan, bijaksana lah gitu. Nah, tapi tetap aja mau elegan apapun mereka sedang menyudutkan satu suku. Even mereka mencoba menyamarkan dengan ingin mengatakan kalau itu cuma oknum, sebagian yang mereka temui dan apapun. Sebenarnya enggak etis banget membawa suku. Karena kalau kita kembalikan lagi ya, tanpa bersuku-suku kita semua manusia. Jadi ketika manusia itu melakukan kesalahan itu kembali kepada individunya atau personalnya bukan karena dia suku-suku tertentu. Ya memang terkadang ada sih pengaruh lingkungan, pengaruh pertemanan, pengaruh ee dari di mana kita berasal atau suku yang ee menjadi tempat kita bernaung gitu ya. Itu mempengaruhi sedikit e sifat kita. Tapi maksud gua emang suku mana sih yang mengajarkan kejahatan? Ya kayak kata dia, dia bilang suku Sunda licik. Memang ada aturan di keluarga suku Sunda itu yang mengharuskan anak keturunan mereka untuk bersikap licik? Kan enggak ada ya. Mungkin kalau memang ada sedikit kesalahan dari orang suku tertentu, dari ee apa ya pribadi orang dari suku tertentu ya itu mungkin ya bisa dikatakan hanya berbeda culture aja, berbeda budaya, berbeda adat yang dilakukan oleh masing-masing suku yang bukan berarti kalau suku Sunda suka melakukan A B C. Nah, terus dari suku lain menganggap kalau A B C itu negatif? Belum tentu. Bisa jadi di suku mereka itu aman-aman aja. Gua contohkan analoginya gini ya. Ketika kalian ke Brazil sana, kalian akan menemukan suku Amazon yang mana mereka masih telanjang dada. Mereka tidak menggunakan pakaian, masih menggunakan tradisional. Terus kalau misalkan kalian dari orang-orang yang suku dengan pakaian yang tertutup, masa iya kalian bakal mengatakan, "Wah, suku Amazon itu porno. Suku Amazon itu gatal, enggak pakai baju." Enggak kan? Kayak gitu. yaitu cara mereka hidup. Nah, begitu juga dengan suku Sunda. Mungkin ada beberapa culture mereka yang enggak cocok sama lu, Rebob ya. Jadi enggak bisa yang lu langsung mengklaim kalau itu licik. Enggak bisa. Terus, Geng, di dalam caption yang tertulis di unggahan videonya itu, Daus ini juga menulis kalau dia tidak sadar ketika mengucapkan hal itu. Dan ini menjadikan ee apa ya, kejadian itu sebagai kecelakaan. kecelakaan murni dalam mengucapkan sesuatu yang mana sampai sekarang dia enggak ingat sama sekali kalau dia pernah mengucapkan kalimat hinaan itu. Terus dia malah ceramah gitu ya di caption-nya. Dengan inilah mari kita tinggalkan alkohol selama ini ke mana aja. Walaupun nih geng ya ada orang-orang yang meragukan pengakuan tersebut karena dari cuplikan video yang beredar terlihat jelas kalau Daus ini kelihatan kayak lagi segar-seger aja kayak orang normal ya kan. Nah, jadi banyak yang menduga kalau dia itu cuma mencari-cari alasan dengan menyebutkan kalau dia enggak sadar karena sudah mengkonsumsi alkohol. Nah, sekalipun itu benar, mengkonsumsi alkohol sambil mengendarai mobil, itu aja udah salah. Dan anehnya lagi ya di caption-nya si Daus ini malah menyalahkan alkohol dan seperti menghimbau orang-orang agar meninggalkan alkohol bukan fokus membahas masalah yang sudah dia hadapi. Dan terlebih lagi dia masih mengelak dengan menyebutkan kalau dia itu enggak percaya dengan perkataan tersebut keluar dari mulutnya dia dan dia anggap itu ya apa ya semacam dia enggak sengaja ya. Ini masih mencari pembelaan atas kesalahan yang dia lakukan. Kemudian juga di dalam video itu dia juga sempat menyebutkan kalau dia lahir dari seorang ibu asal Padang. Kan tadi ada beberapa komentar orang Sumatera Baratnya sendiri yang tidak mau tempat mereka berasal jadi ke bawah-bawah. Apalagi yang parahnya nih orang ngaku Padang enggak tahu suku dari masyarakat Padang itu sendiri. Sunya itu suku Minang, bukan suku Padang. Dan yang menurut gua lebih enggak berempatinya lagi itu kan di Padang sedang ada musibah. Lu malah mabuk-mabukan di Surabaya. Jadi kalau misalkan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Padang ya ini enggak akan dapat. Karena kenapa? Orang lagi susah lu malah bersenang-senang di luar sana gaya-gayaan. Unggahan video klarifikasinya itu saat ini sudah ramai dibanjiri oleh komentar netizen yang semuanya menuntut agar Daus alias Race Bob ini enggak cuma menyampaikan permintaan maaf, tapi juga harus ditindak secara hukum dan secepatnya ditangkap oleh polisi. Dari sini kita bisa lihat ya, Geng, orang yang kelihatannya arogan di media sosial kalau udah berurusan dengan hukum pasti nyalinya ciut juga. Semoga dari sini kita bisa belajar, Geng, untuk enggak membuat orang-orang yang problematik seperti si Daus ini namanya jadi naik dan terkenal. Nah, takutnya ya habis masalah ini kelar ya dia tahu-tahu bisa mendapatkan kesempatan untuk jadi selebriti lah, jadi influencer, kreator dan lain-lain. Memang cancel culture dan sanksi sosial itu harus berlaku terhadap orang seperti ini. Kalau enggak nanti orang-orang yang ingin menjadi kreator itu ngikutin cara dia caper gitu. Jadi terbiasa pengen naik nama, bikin masalah, klarifikasi kelar. Karena kenapa gua bilang demikian? Ya, si Ricebob Rebbob ini di kasus pertamanya dia aja yang bersama Azizah Sasa, dia itu terkesan gak jerah karena ada sebuah video yang tersebar nih. Kalian bisa lihat videonya. Hei, kamu siapa? Kok enggak pernah kelihatan? Saya Bob, Pak. Gitu dong. Oh, baru kelihatan ke mana aja kamu? Ya, kemarin-kemarin saya di Jakarta nyelesaiin persoalan kasus saya. Oh, memang kamu ada kasus apa? Bapak kalau mau tahu kasusnya, Bapak ketik di Googleb. Setelah itu Bapak cari variabel-variabel. Bayangin. Nah, kalian udah lihat ya, Geng videonya di situ dia malah bangga dengan masalah yang terjadi. Dia bilang, "Dosennya sampai nanya dia ke mana aja dan dia bilang, "Ya saya habis masalah, Pak, di Jakarta. Baru saya balik ke Bandung. Bapak coba cari nama saya." Wah, sampai teman-temannya neriakin, "Wih, Rbob mentality apa sih? Nora banget. Enggak jelas banget bocahnya." Dan sampai sekarang proses hukumnya masih berjalan. Kabarnya terakhir ya udah ada ee pernyataan dari pihak kepolisian. Kalian sudah bisa juga lihat videonya bahwa eh Rbob ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian karena laporan sudah masuk dan saat ini dikabarkan dia ini kabur entah ke mana. Dan ada satu video yang tersebar di media sosial juga yang mana ini memperlihatkan masyarakat Sunda sudah menggrebek rumah daripada Rbob ini. Enggak tahu ini rumahnya beneran atau mungkin salah alamat atau gimana, tapi kalian bisa lihat ini videonya. tuh cukup rusuh ya, Geng. Nah, sampai sekarang perkembangan kasusnya masih terus berjalan. Itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai kasus penghinaan yang dilakukan oleh Daus alias Race Bob yang menghina Viking dan suku Sunda. Coba tuliskan pendapat kalian di kolom komentar.