ARISAN BODONG 5 MILYAR DI KEDIRI ! PENIPUAN BERKEDOK KEUNTUNGAN
pTf4kLtZL3E • 2025-12-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Dan pada akhirnya problem mulai muncul setelah pesertanya banyak dan di saat itulah si penyelenggara arisan udah mulai susah dihubungi, pembayarannya mulai lelet, jadwalnya udah mulai enggak jelas dan orang-orang mulai panik. Oke, sebelum gua mulai pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu. Hari ini posisinya gua masih liburan bareng keluarga dan ya setup-nya sangat sederhana ya tapi tetap walaupun kita sedang jauh dari studio kamar Jerry kita tetap berbagi informasi dan semoga ini berguna untuk kita semua. Geng hari ini kita bakal membahas sebuah kasus yang baru aja terjadi di Indonesia tepatnya di Pulau Jawa. Ya, sebenarnya lagi-lagi gua bisa mengatakan kasus ini ya merupakan kasus sosial yang mungkin bagi sebagian besar orang ya termasuk kasus receh. Tapi pasti bakal banyak yang protes. Hal kayak gini tuh enggak receh. Kenapa? Karena ada korban yang dirugikan dan korban itu bisa aja siapapun suatu hari nanti kalau lagi apes. Termasuk kalian-kalian juga yang nonton video ini. Nah, makanya pembahasan ini menurut gua cukup penting untuk kita bahas supaya membuka mata kita semua bahwa hal-hal kayak gini di zaman modern kayak sekarang di saat banyak orang yang sudah melag akan investasi mulai dari investasi saham, trading, kripto, dan lain-lain. Ya kan ternyata masih ada yang mau ikutan arisan. Gua jujur aja ya, gua gak tahu ya sensasi ikut arisan itu apa dan dorongan mereka untuk ikut arisan itu apa. Bukankah arisan itu mirip-mirip kayak kita nabung sendiri gitu ya. Tapi bedanya tuh ada momen-momen di mana orang-orang pada ngumpul buat ngundi arisan ya. Nah, biasanya kegiatan ini diisi oleh para ibu-ibu yang nantinya ketika bertemu saling pamer-pamer pakaian, perhiasan, dan lain-lain. Ya kan? Mungkin itu ya esensi dan sensasinya di situ. Tapi ini kali ini beda banget nih. Nah, ini ada sebuah kasus nih, Geng. Yaitu kasus penipuan berkedok arisan. Sejumlah orang mengaku menjadi korban arisan bodong di Kediri dengan total kerugian mencapai Rp5 miliar. Saat ini Nanda selaku penyelenggara sudah tidak ada di rumahnya. Padahal ya, Geng, kalau kita perhatikan beberapa tahun terakhir udah banyak banget kasus-kasus yang serupa kayak gini yang mana polanya itu mirip-mirip memberikan janji ee bakal dapat untung, sistemnya terlihat rapi, terus ujung-ujungnya ya penipuan, dibawa kabur duitnya. Nah, salah satu kasus yang akan kita bahas yang cukup menyita perhatian publik ini datang dari Kediri. Kerugiannya gak tanggung-tanggung sampai miliaran rupiah. Kebayang tuh, Geng. Dan di dalam kasus ini korbannya sampai puluhan orang. Nah, seperti biasa ya, Geng, kasus-kasus kayak gini bakal bermula seperti tidak ada kejanggalan. Ya, bisa dikatakan arisannya lancar-lancar aja. Pencairan untuk beberapa peserta yang beruntung untuk pertama kali itu lancar semua dibayarkan. Nah, tapi ujung-ujungnya nanti mulai perlahan terbongkar kedok penipuannya. Banyak korban yang biasanya ikut arisan kayak gini karena merasa aman ya. Ada yang ikut karena ajakan teman, ada yang ikut karena melihat ya beberapa orang yang sudah lebih dulu dapat pencairan. Dan pada akhirnya problem mulai muncul setelah pesertanya banyak dan di saat itulah si penyelenggara arisan udah mulai susah dihubungi, pembayarannya mulai lelet, jadwalnya udah mulai enggak jelas dan orang-orang mulai panik. Dampak dari kasus kayak gini sebenarnya bukan persoalan kehilangan uang aja. Biasanya ada dampak psikologis dan mental dari para korban juga. Misalkan mereka udah ngahabisin uang bulanan mereka atau tabungan mereka untuk ikut arisan ini. Terus bisa juga mereka minjam atau ngutang atau bisa juga mereka-mereka yang udah ikut terus ngajak teman. Nah, itu kan jadi beban moral buat mereka. Dan kasus-kasus kayak gini seperti gua katakan di awal udah sangat sering terjadi alias berulang. Nah, tapi kita bakal coba fokus nih di dalam pembahasan tentang arisan bodong penipuan yang jumlahnya miliaran rupiah di Kediri yang sedang viral ini. Dari mulai kronologinya sampai pada akhirnya bagaimana penyelesaian dari kasus ini. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to kamar jerry genggeng. Untuk pembahasan yang pertama kita langsung aja masuk ke dalam inti masalah yaitu kronologi kasus arisan bodong yang terjadi di Kediri. Bagaimana ceritanya berbicara tentang arisan? Dan gua yakin ini udah enggak asing lah di tengah kalian, terutama para perempuan yang mana biasanya arisan ini memang diikuti oleh perempuan-perempuan ya, kebanyakan ibu-ibu yang mana mereka itu bakal kayak patungan gitu. Nah, nantinya keseluruhan uang yang dikumpulkan itu bakal balik ke mereka masing-masing juga. Jadi kayak nabung lah gitu. Nabung bareng gitu ya. Dan biasanya pembagian hasil tabungannya itu atau hasil arisan itu bakal diundi. Nah, jadinya yang mendapatkan pencairan itu pasti bakal bergiliran. Kalau kita lihat dari programnya, arisan ini tuh semacam nabung bareng sekaligus silaturahmi yang kadang dibelokan juga ke ajang pamer-pamer ya kan. Karena setiap kali pengundiannya itu pasti mereka bakal ganti-ganti tempat. Entah itu di rumah masing-masing e para penyetor ya kan ganti-gantian atau justru mereka menyewa restoran atau kafe atau sebuah tempat sambil piknik. Ya intinya kayak gitulah. Dan terkadang mereka datang itu sembari membawa outfit terbaik mereka dari emas, kalung, baju, mobil dan lain-lain. Ya, itulah yang terjadi ya di sebagian besar atau mungkin sebagian kecil ibu-ibu yang ikut arisan kayak gini. Kalau dulu, Geng, arisan ini biasanya dijalankan dengan cara bertatap muka alias offline. Nah, sekarang justru zaman semakin berkembang melalui media sosial sudah banyak yang membuat arisan versi daring alias melalui online. Nah, karena melalui media sosial alias online membuat para peserta arisan itu enggak hanya terdiri dari sekelompok ibu-ibu yang saling bertetanggaan. Enggak. Kalau dulu kan se atau sew gitu ya. Nah, sekarang sudah bisa berasal dari berbagai daerah. Tapi ya karena orang-orang yang saat ini juga ingin mencari uang tambahan, hal ini menjadi modus baru yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang enggak bertanggung jawab untuk membuka arisan daring dengan menjanjikan bakal mendapatkan keuntungan sekian persen dari dana setoran arisan yang mana para pesertanya bakal diberikan di awal. Fakta tersebut ya membuat menjamurnya arisan online alias alisan daring yang tidak jarang malah dijadikan sebagai kedok untuk menipu orang lain. Sama seperti yang akan kita ceritakan ini dilakukan oleh seorang perempuan yang bernama Nanda Silvani Tiarawati asal Kampung Kecamatan Kota Kediri yang mana dia membuka arisan belum lama ini, Geng. Baru sejak bulan Juli tahun ini. Tujuannya untuk menarik orang-orang agar mau menjadi peserta. Dan Nanda ini di saat itu menjanjikan kalau para peserta bakal mendapatkan keuntungan mulai dari 25 sampai 50% dari dana setoran awal yang diberikan oleh para peserta. Sampaian saya enggak kenal sama mereka sendiri. Tapi ini solusinya bagaimana sih? Saya le itu sama sampean urusan sampean sama siapa geng ya yang enggak tergiur misalkan kalian setor uang ke si penyelenggara acara ini Rp100.000. Nah, itu bakal bertambah 25 sampai 50%. Jadi 125 sampai R150.000. Di kondisi perekonomian kita yang kayak gini, orang-orang merasa arisannya si Nanda ini adalah cara mereka untuk bisa mendapatkan uang tambahan dengan mudah. Ya, walaupun sebenarnya mereka juga enggak ngerti bagaimana mekanisme yang Nanda lakukan sampai bisa melipat gandakan uang para peserta itu. Karena kalau dari konsep arisan ini udah enggak bener, Geng. Karena konsep arisan tuh enggak gitu. Konsep arisan itu adalah nabung bareng-bareng, terus menerima hasilnya bareng-bareng dan semuanya dapat giliran dan ya semua orang akan mendapatkan jumlah yang sama rata. Nah, kalau kayak gini sampai ada bonus-bonus dan persaenannya segala ya udah jelas-jelas terlihat penipuan ya dari awal. Mereka membeli paket arisan Rp700.000 dan diberikan janji mendapatkan keuntungan 25 hingga 50%. Terus, Geng, ya. Hal ini ternyata tidak membuat orang-orang jadi skeptis. Malah mereka justru tergiur dengan janji yang diberikan oleh Nanda. Ya, siapa sih yang enggak tergiur dengan keuntungan gitu ya? Nah, pada awalnya memang banyak yang curiga, tapi perlahan-lahan kecurigaan ini mulai memudar. Banyak orang-orang yang mulai percaya kepada Nanda karena di awal-awal beberapa orang yang menjadi peserta arisan itu bahkan sudah menerima pembayaran arisan tersebut dan persenannya sesuai dengan janji yang dikatakan oleh si Nanda ini. Nah, ini namanya adalah pancingan ya, Geng ya. Yang namanya berbisnis mau itu bisnis haram, penipuan, pasti ada modalnya terlebih dahulu. Ya, istilahnya si Nanda ini sedang bakar duit supaya yang lain ikut terlena. Hal inilah yang membuat orang-orang jadi percaya kalau arisannya Nanda ini terpercaya karena sudah ada yang menerima dana di awalnya tanpa mereka ketahui kalau itu adalah awal dari kehancuran mereka. Lalu, Geng, karena arisannya ini berbasis online yang jadi pesertanya itu tidak hanya berasal dari Kediri melainkan dari berbagai daerah lain seperti Blitar, Tulungagung, Malang, Surabaya sampai dengan luar pulau Jawa ya seperti Kalimantan dan Bali. Dan karena dinilai arisannya ini terpercaya, para peserta menyetor uangnya ke Nanda tidak hanya dalam jumlah yang kecil, tapi juga ada yang menyentuh angka jutaan hingga puluhan juta per orang. Dari pengakuan korban-korbannya, arisan Nanda ini menggunakan istilah get and motel yang mungkin banyak dari kalian belum mengetahui istilah tersebut. Jadi kalau dari hasil pencarian gue nih ya, get itu adalah istilah yang berarti sudah dapat arisan atau cair. Nah, peserta yang sudah get itu artinya sudah menerima dana arisan terlebih dahulu. Nah, lalu setelah itu peserta wajib untuk terus menyetor sampai periode arisan ini selesai. Di dalam arisan bodong kayak gini, peserta gate ini sering sekali dipakai sebagai umpan untuk meyakinkan peserta-peserta baru kalau arisan tersebut bukanlah skema penipuan dan sudah terverifikasi gitu ya. Nah, sementara untuk istilah motel sendiri artinya tidak perlu setor lagi setelah mendapatkan arisan. Motel ini sangat berbahaya, Geng. Dan tidak lazim kalau kita berbicara soal arisan. Mana ada arisan yang enggak nyetor lagi. Itu bohong banget. Nah, biasanya memang dijanjikan di arisan bodong itu untuk menarik korban yang seolah-olah kayak, "Wah, kalau udah cair duitnya gua enggak perlu nyetor lagi." Itu artinya kan sangat menguntungkan kayak mendapatkan uang cuma-cuma gitu. Terus apa yang membedakan arisan ini dengan arisan yang biasanya? Nah, jadi gua jelaskan sedikit ya geng supaya agar lebih jelas gitu ya, lebih paham. Arisan normal ya misalkan ada 10 orang nih ya ngasih setoran Rp100.000 per bulan untuk periode 10 bulan sehingga dana per bulannya itu terkumpul Rp1 juta. Nah, cara kerjanya adalah setiap bulan akan ada satu orang yang mendapatkan R1 juta tersebut dan semua peserta tetap akan menyetor Rp100.000 tiap bulan. baik yang sudah mendapatkan R juta per bulan tadi atau yang belum mendapatkannya. Karena itu total setoran per orangnya selama 10 bulan itu sebesar R1 juta totalnya. Nah, dengan kata lain masing-masing itu kayak punya tabungan yang Rp1 juta tapi ditabung bareng-bareng. Nah, tapi kalau arisannya si Nanda ini aneh. Awalnya memang sama seperti arisan normal, tapi karena ada aturan motel tadi, jadi yang sudah dapat uangnya tidak harus setor lagi. Ini justru yang jadi masalah. Di bulan kedua berarti hanya tersisa orang yang setor. Karena satu orang yang udah dapat dia udah pasti enggak mau nyetor lagi karena memang aturannya diperbolehkan. Itu kan sangat menguntungkan ya, Geng. Nah, terus Geng dan yang terkumpul karena hanya sisa 9 orang jadilah Rp900.000. Padahal janji cairnya itu Rp1 juta, tapi yang cair malah kurang Rp100.000. Nah, oleh karena itu Nanda harus mencari peserta baru lagi ya untuk bisa menutupi kekurangannya. Nah, ini kan udah kayak ponzi ya kurang lebih dan itu terus terjadi di bulan-bulan selanjutnya. Dan untuk menutupi hal itu, Nanda harus mencari orang baru lagi dan lagi. Ini kan kayak apa ya? Gua enggak habis pikir sih pemikiran si Nanda ini. Apa mungkin dia ee mengira dengan begitu bakal mendapatkan keuntungan? Ya enggaklah. dia bakal capek ya kan nyari orang buat nutupi kekurangan yang sebelum-sebelumnya. Terus geng, ada salah satu peserta yang menjadi korban bernama Rita. Dia ini adalah pemilik warung di Kediri. Rita mengaku dia ikut arisannya Nanda ini setelah dia melihat story Instagram di handphone-nya Nanda yang menunjukkan kalau peserta arisan miliknya Nanda ini langsung mentransfer uangnya. Nah, dia agak kegoocek tuh di situ. Dan oleh karena itu, Rita tertarik dan percaya dia langsung mentransfer setoran awal kepada Nanda sebesar Rp5 juta sejak awal bulan November kemarin. Beberapa hari kemudian, Rita tiba-tiba langsung mendapatkan pencairannya sebesar Rp8 juta. Dan di saat itu dia tiba-tiba tergiur lagi untuk membeli puluhan slot arisan lagi. Nah, karena di awalnya dia mendapatkan pencairan inilah Rita jadi semakin yakin kalau Nanda benar-benar enggak bohong dengan janji yang dia klaim kepada para peserta. Dan setelah mendapatkan R8 juta itu, Rita ikut arisan kembali. Ya, dia nyetor lagi sampai menyentuh angka Rp60 juta. Tapi sayangnya, Geng, tidak seperti sebelum-sebelumnya, uangnya malah enggak kembali speserpun. Rita malah rugi sampai mencapai Rp55 juta. Kemudian ada lagi nih korban lain yang berinisial E. E ini adalah pelanggannya Nanda. Karena selain menjalankan bisnis arisan, Nanda ini diketahui punya bisnis pakaian bekas atau trif. Dan E itu adalah customernya Nanda. Di satu waktu Nanda ini sempat menawarkan arisan tersebut kepada si A. Dengan iming-iming si A ini bisa mendapatkan keuntungan. Nah, mendengar akan mendapatkan keuntungan itulah E jadi tertarik dengan arisannya Nanda ini. Menurut pengakuannya si E ini, nominal setorannya itu bervariasi dan akan disertai dengan janji pencairan dana sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati bersama peserta. Dan saat waktu pencairan tiba, seperti yang terjadi pada Rita, uang yang dijanjikan kepada si A enggak pernah dia terima. A terus menambahkan setorannya menjadi R juta. Yait kayak sebuah syarat kalau pengin dicairkan gitulah. Nah, kemudian dia nambah lagi jadi R juta. Namun, uangnya benar-benar enggak pernah sampai ke C dan dia di saat itu mulai merasa panik. Selain si E tadi ya, ada lagi korban lain yang bernama Gavin yang mengaku sempat mengikuti dua paket arisan senilai total Rp4 juta. Namun, uang setoran dan keuntungan yang dijanjikan enggak pernah kunjung cair. Nama-nama yang gua sebutkan tadi yaitu Rita, Gavin, dan yang inisialnya E mereka itu cuma tiga dari e lebih banyak lagi korbannya si Nanda ini. Disebut-sebut udah ada sebanyak 355 warga Kediri yang menjadi korban. Bayangin tuh 355 dan Nanda ini ya sudah menelan akumulasi kerugian mencapai 5 sampai R miliar. Dan para korban itu sudah berusaha menghubungi Nanda tapi Nandanya enggak kunjung respon. Bahkan ada yang saking kesalnya mereka berinisiatif untuk menggeruduk langsung ke rumahnya si Nanda. Tapi sayangnya pada saat itu Nanda sudah tidak ada di rumah sejak tanggal 13 Desember dan nomor handphone-nya juga udah enggak aktif lagi. Nah, oleh karena itu para korban akhirnya melaporkan aksi penipuan berkedok arisan ini yang dijalankan oleh Nanda ke Polda Jawa Timur supaya Nanda mempertanggungjawabkan perbuatannya. Nah, tapi Geng dari video yang beredar, ternyata banyak korban yang pada akhirnya bisa menemukan keberadaannya si Nanda ini. Mereka langsung menggeruduk si Nanda di sebuah rumah yang dihuni oleh Nanda beserta dengan suaminya. Nah, gua agak kurang tahu nih, Geng. Itu rumahnya Nanda yang sebelumnya sudah sempat digeruduk atau gimana? Atau mungkin kalian yang merupakan warga Kediri tahu informasi lebih lengkapnya dari kasus ini bisa ditambahkan di kolom komentar. Di video-video yang beredar itu, ada netizen yang menyebarkan foto-foto dari Nanda yang terlihat gayanya hedon banget. Kayak orang yang berada, kayak orang kaya. Tapi setelah tahu, ternyata dia penipu para peserta arisannya, ya besar kemungkinan jika uang peserta itu justru dipakai oleh Nanda untuk berfoya-foya, membeli barang mahal, nongkrong-nongkrong, dan yang jelas semua itu dia habiskan untuk hal-hal yang enggak berguna. Terus singkat cerita, kemudian ada lagi netizen-netizen yang mengunggah screenshot dari status WhatsApp-nya si Nanda yang menyebutkan kalau dia akan membuka WA peserta satu-satu dan akan mencatat list arisan sekaligus balik modalnya. Tapi hal tersebut ternyata hanya bohong belaka. Terus, Geng, tiba-tiba ya dari status-statusnya itu ada statusnya dia yang lain yang beda nih. Yang mana statusnya itu bilang kalau sekarang waktunya bolak-balik ke kantor polisi. Loh, kok beda nih tiba-tiba? Nah, ternyata dia udah capek selama ini karena enggak ada hasil sampai nanggung dua kali kerugian untuk menutup semuanya. Nah, sekarang waktunya dia bakal membongkar semua yang dia alami. Di saat itu ya dituliskan, "Jangan sebut-sebut namanya. Lebih baik kalian ya ini maksudnya itu peserta gitu ya, memenjarakan tiga orang yang sudah menipu dan menggelapkan uangnya. Nah, dari kalimat itu, Geng, seolah-olah Nanda ini pengen ngasih tahu kepada para peserta kalau yang penipu itu bukan dia. Yang penipu itu ada orang lain yang apa ya, di balik dia gitu. Dan dia kayak mau nyerahin aja itu kepada orang-orang ee yang ikut serta alias para pesertanya untuk menangani kasus ini. Nah, ini entah status bagian dari cuci tangan atau dia bersandiwara atau akting gitu, kita juga enggak paham nih. Ya, kayak dengan kata lain dia enggak mau disalahkan. Terus dia bikin ada sosok fiktif lah di belakang ini yang harus disalahkan. Lagi akting biasa. Dan pada akhirnya ya orang-orang yang bingung ini maksudnya si Nanda ini dia nyalahin siapa dan mereka juga enggak tahu clueya siapa. Nah mereka mau enggak mau mendingan langsung ngegeruduk rumahnya si Nanda aja biar Nanda yang bertanggung jawab. Kalau memang ada orang lain di belakangnya biar dia yang menjelaskan. Di saat itu ketika digeruduk ternyata ya orang yang dimaksud entah siapa itu halunya dia aja pengen aking-aktingan. Dan pada akhirnya dia pun mengaku ya alasan mengapa dia tidak membayar uang kepada peserta arisan itu justru karena permasalahan depo atau setoran katanya. Soale mbak soale posisi duwe niku tapi du kan sampean bulannya kemarin kan e bulannya tadi kan bilang ke saya kalau dari Oktober sudah. Heeh. Nah, tapi apapun alasannya si Nanda ini dia mau menjelaskan kayak gimanapun kalau kalian lihat di videonya itu dia benar-benar nghadapi orang satu persatu gitu ya. Namun ya para korban-korbannya itu enggak peduli apapun alasan Nanda ya. Mereka ingin Nanda ini bisa dihukum atas perbuatannya sekaligus mengganti rugi kerugian yang sudah dilakukan kepada para korban yang sudah menggeruduk dia ini. Nah, kalian bisa lihat sendiri dari videonya ya. Tapi kalau menurut gua ee Nanda ini nyalinya oke juga. Dia enggak kabur. Enggak kayak Racebob ya. lagi bermasalah langsung kabur atau e enggak kayak siapa tuh Ayu Puspita ya yang pemilik wedding organizer itu ya itu juga sempat bersembunyi kan. Nah, tapi kalau Ayu ini ya kita enggak tahu ya dia sempat sembunyi atau enggak tapi yang jelas semua para peserta arisannya dia hadapi satu persatu dia catat satu persatu. Nah, salut juga sama mentalnya gitu ya. Tapi gua enggak bisa membenarkan tindakan penipuannya dia yang wah itu hancur banget sih. Miliaran kerugian para korban. Terus, Geng, seperti yang gua katakan sebelumnya kalau modus penipuan berkodok arisan ini udah marak banget terjadi di Indonesia. Kok bisa kayak gitu ya? Nah, sekarang gua mau ngajak kalian untuk membahas kasus lain nih. Kasus yang serupa tapi tempat kejadian perkaranya di Jawa Timur tepatnya di Lamongan. Nah, ceritanya seperti apa? Apakah sama seperti cerita yang sebelumnya? Langsung aja kita bahas secara lengkap. Jadi, Geng, kasus yang terjadi di Lamongan ini dijalankan oleh seorang perempuan yang bernama Elda Nura Zilawati namanya. Nah, dia ini warga Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur. Penipuan yang dia jalankan ini bisa terungkap karena adanya dua laporan yang masuk ke Polres dari masyarakat terkait tindakan penipuan yang dilakukan oleh si Elda. Total ada 144 orang yang mengaku menjadi korbannya dia. Dua laporan itu masuk di tanggal yang berbeda. Yang pertama masuk tanggal 3 Agustus 2025. Sementara yang satunya lagi di tanggal 5 Agustus. Dan setelah menerima laporan itu, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya, Geng, diketahui kalau Elda ternyata sudah melakukan penipuan atau penggelapan dana dengan modus arisan bodong ini. Dia melakukan aksinya dengan membuka atau membuat cerita terkait arisan yang dia kelola sendiri melalui WhatsApp. Dan untuk menarik minat dari calon korban-korbannya, Elda sampai menawarkan keuntungan antara 40 sampai 100% dari modal yang disetorkan dengan jangka waktu bervariasi. Nah, konsepnya mirip-mirip nih sama si Nanda tadi. Persentasenya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh si Nanda tadi, ya. Setelah ada peserta yang bergabung, uang dari peserta tersebut digunakan untuk membayar peserta lain yang namanya keluar lebih awal dalam sistem arisan. Dan karena praktik itulah para peserta lain jadi merasa dirugikan. Dan pada akhirnya mereka pun melaporkan tindakan Elda ini kepada pihak kepolisian. Nah, kerugian para korban pun sampai mencapai Rp2 miliar, Geng. Bayangin tuh. Nah, uang yang didapatkan dari arisan bodong itu disimpan oleh Elda di sebuah koperasi simpan pinjam yang ada di Kecamatan Solokuro sebesar Rp508,8 juta. Dan selain itu, uang arisan ini juga dipakai oleh Elda untuk membeli tanah senilai Rp85 juta dan satu unit sepeda motor Honda PCX berwarna merah burgundi. Semuanya udah disita, Geng, oleh pihak kepolisian. Dan akhirnya ya kabarnya di antara barang-barang yang diita itu ada beberapa tas bermerek terkenal alias tas branded. Tapi tas itu ternyata bukan milik Elda yang dia beli dari uang arisan bodong tapi ini melainkan milik dari peserta arisan yang entah mungkin sebagai jaminan atau setoran para peserta untuk mengikuti program ini. Ketika ingin diamankan, Elda ya sempat ingin melarikan diri ke Malaysia. Alasan Elda ingin kabur ke Malaysia karena suaminya bekerja di sana. Dan beruntungnya ya dia berhasil digagalkan oleh para polisi. 3 hari kemudian setelah polisi mengamankan Elda, dia pun ditetapkan sebagai tersangka. Nah, bisa kebayang ya, Geng, gimana gilanya Elda ini dalam melakukan penipuan arisan bodong. Padahal ini adalah salah satu contoh yang udah lama terjadi, tapi kok baru-baru ini terjadi lagi yang dilakukan oleh si Nanda tadi? Wah, enggak habis pikir gua. Oke, sekarang ya kita bakal masuk ke dalam kasus yang terakhir nih. Kasus pengelola arisan bodong yang ternyata pernah gagal menjadi calek, calon legislatif di pemilu. Dia kalah dan mungkin di saat itu dia butuh uang untuk mengembalikan dana kampanyenya kali ya. dan dia pun terlibat arisan bodong ini. Wah, ini gila sih. Kasus yang terakhir ini terjadi di kampung halaman gua di Aceh. Jadi ceritanya ada seorang perempuan bernama Indah Sucian Nanda. Lagi-lagi yang berhubungan dengan nama Nanda nih ya, ternyata tukang arisan bodong nih. Ada enggak nih yang nonton yang namanya Nanda? Coba deh tunjuk tangan komen komen komen. Oke. Jadi geng Nanda ini lahir tanggal 8 Juni tahun 1998 di Desa Simpangpet, Kecamatan Kuala, Kabupaten Naganraya. Nah, berarti untuk saat ini kalau kita hitung-hitung umurnya itu udah masuk 27 tahun ya, Geng. Dan dia tercatat sebagai alumni dari SMA Negeri Kuala yang lulus pada tahun 2016. Kemudian Indah ini melanjutkan pendidikannya di jenjang S1 dan sudah mendapatkan gelar sebagai sarjana sosial. Dan seperti yang udah gue jelaskan sebelumnya, Indah ini diketahui merupakan calon legislatif alias calek di dalam pemilu tahun 2025 kemarin baru-baru aja. Nah, dia bergabung dengan partai lokal Aceh yang bernama ee Partai Adil Sejahtera Aceh untuk daerah pemilihan Naganr Raya 3. Nah, tapi sayangnya ini, Geng ya, Nanda ini kalah suara. Dia pun akhirnya gagal menjadi perwakilan rakyat Kota Nagan Raya di saat itu karena cuma mengantongi tiga suara aja. Buset, ini kok bisa adanya tiga suara doang nih. Entah karena gagal atau ada hal lain nih kita enggak tahu juga ya, Geng. Dan seiring berjalannya waktu karena dia enggak bisa menjadi seorang calek ya mungkin tujuannya jadi calek emang pengin cari uangnya doang gitu ya. Tapi sayangnya enggak rezeki gitu. Nah, dia akhirnya mulai punya ide untuk membuka arisan bodong. Dan untuk menarik para korbannya, dia sampai mengiming-imingi orang-orang yang dia kenal untuk ikut arisan dengan dijanjikan penghasilan 52,5 juta per bulannya. Wah, siapa yang enggak mau? Gua juga mau tuh. Gil. Dan lagi-lagi konsepnya sama, karena keuntungan yang menggiurkan, akhirnya banyak peserta yang tertarik, Geng. Dan di saat itu ya indah ini demi bisa mendapatkan para donaturnya itu yang bisa dia tipu ya, dia sampai-sampai mendatangi rumah para korbannya ini satu persatu dan menyebutkan nama anggota arisan lainnya yang ternyata namanya itu adalah nama fiktif, orangnya enggak ada gitu. Dan dia mulai menjalankan aksinya ya itu tepat di tanggal 28 September tahun 2023 udah lama tuh. Di mana salah satu korbannya itu berinisial FZ, Geng. dan FZ ini udah dijanjikan untuk menerima hak e arisan tersebut. Nah, tapi uang itu ternyata gak kunjung diserahkan sama Indah. Sehingga si FZ ini akhirnya ya mulai mendengar kabar kalau ternyata Indah sebagai penyelenggara itu udah kabur dan dia melarikan diri membawa semua uang arisan yang sudah terkumpul. FZ di saat itu mencoba untuk memastikan dia langsung datang ke rumahnya si Indah ini. Tapi benar aja, setelah dia buktikan ternyata rumah Indah udah kosong dan tidak ada lagi penghuni di rumah itu dan bahkan barang-barangnya juga udah ikut dibawa semua. Nah, itu dia geng kasus hari ini yang kita bahas soal arisan bodong. Gimana menurut kalian? Apakah di antara kalian pernah mengalami kasus serupa kayak gini? Mungkin boleh diceritakan pengalaman kalian di kolom komentar.
Resume
Categories