ARISAN BODONG 5 MILYAR DI KEDIRI ! PENIPUAN BERKEDOK KEUNTUNGAN
pTf4kLtZL3E • 2025-12-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Dan pada akhirnya problem mulai muncul
setelah pesertanya banyak dan di saat
itulah si penyelenggara arisan udah
mulai susah dihubungi, pembayarannya
mulai lelet, jadwalnya udah mulai enggak
jelas dan orang-orang mulai panik.
Oke, sebelum gua mulai pembahasan ini,
gua mau disclaimer dulu. Hari ini
posisinya gua masih liburan bareng
keluarga dan ya setup-nya sangat
sederhana ya tapi tetap walaupun kita
sedang jauh dari studio kamar Jerry kita
tetap berbagi informasi dan semoga ini
berguna untuk kita semua. Geng hari ini
kita bakal membahas sebuah kasus yang
baru aja terjadi di Indonesia tepatnya
di Pulau Jawa. Ya, sebenarnya lagi-lagi
gua bisa mengatakan kasus ini ya
merupakan kasus sosial yang mungkin bagi
sebagian besar orang ya termasuk kasus
receh. Tapi pasti bakal banyak yang
protes. Hal kayak gini tuh enggak receh.
Kenapa? Karena ada korban yang dirugikan
dan korban itu bisa aja siapapun suatu
hari nanti kalau lagi apes. Termasuk
kalian-kalian juga yang nonton video
ini. Nah, makanya pembahasan ini menurut
gua cukup penting untuk kita bahas
supaya membuka mata kita semua bahwa
hal-hal kayak gini di zaman modern kayak
sekarang di saat banyak orang yang sudah
melag akan investasi mulai dari
investasi saham, trading, kripto, dan
lain-lain. Ya kan ternyata masih ada
yang mau ikutan arisan. Gua jujur aja
ya, gua gak tahu ya sensasi ikut arisan
itu apa dan dorongan mereka untuk ikut
arisan itu apa. Bukankah arisan itu
mirip-mirip kayak kita nabung sendiri
gitu ya. Tapi bedanya tuh ada
momen-momen di mana orang-orang pada
ngumpul buat ngundi arisan ya. Nah,
biasanya kegiatan ini diisi oleh para
ibu-ibu yang nantinya ketika bertemu
saling pamer-pamer pakaian, perhiasan,
dan lain-lain. Ya kan? Mungkin itu ya
esensi dan sensasinya di situ. Tapi ini
kali ini beda banget nih. Nah, ini ada
sebuah kasus nih, Geng. Yaitu kasus
penipuan berkedok arisan.
Sejumlah orang mengaku menjadi korban
arisan bodong di Kediri dengan total
kerugian mencapai Rp5 miliar.
Saat ini Nanda selaku penyelenggara
sudah tidak ada di rumahnya.
Padahal ya, Geng, kalau kita perhatikan
beberapa tahun terakhir udah banyak
banget kasus-kasus yang serupa kayak
gini yang mana polanya itu mirip-mirip
memberikan janji ee bakal dapat untung,
sistemnya terlihat rapi, terus
ujung-ujungnya ya penipuan, dibawa kabur
duitnya. Nah, salah satu kasus yang akan
kita bahas yang cukup menyita perhatian
publik ini datang dari Kediri.
Kerugiannya gak tanggung-tanggung sampai
miliaran rupiah. Kebayang tuh, Geng. Dan
di dalam kasus ini korbannya sampai
puluhan orang. Nah, seperti biasa ya,
Geng, kasus-kasus kayak gini bakal
bermula seperti tidak ada kejanggalan.
Ya, bisa dikatakan arisannya
lancar-lancar aja. Pencairan untuk
beberapa peserta yang beruntung untuk
pertama kali itu lancar semua
dibayarkan. Nah, tapi ujung-ujungnya
nanti mulai perlahan terbongkar kedok
penipuannya. Banyak korban yang biasanya
ikut arisan kayak gini karena merasa
aman ya. Ada yang ikut karena ajakan
teman, ada yang ikut karena melihat ya
beberapa orang yang sudah lebih dulu
dapat pencairan. Dan pada akhirnya
problem mulai muncul setelah pesertanya
banyak dan di saat itulah si
penyelenggara arisan udah mulai susah
dihubungi, pembayarannya mulai lelet,
jadwalnya udah mulai enggak jelas dan
orang-orang mulai panik. Dampak dari
kasus kayak gini sebenarnya bukan
persoalan kehilangan uang aja. Biasanya
ada dampak psikologis dan mental dari
para korban juga. Misalkan mereka udah
ngahabisin uang bulanan mereka atau
tabungan mereka untuk ikut arisan ini.
Terus bisa juga mereka minjam atau
ngutang atau bisa juga mereka-mereka
yang udah ikut terus ngajak teman. Nah,
itu kan jadi beban moral buat mereka.
Dan kasus-kasus kayak gini seperti gua
katakan di awal udah sangat sering
terjadi alias berulang. Nah, tapi kita
bakal coba fokus nih di dalam pembahasan
tentang arisan bodong penipuan yang
jumlahnya miliaran rupiah di Kediri yang
sedang viral ini. Dari mulai
kronologinya sampai pada akhirnya
bagaimana penyelesaian dari kasus ini.
Langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to kamar jerry
genggeng. Untuk pembahasan yang pertama
kita langsung aja masuk ke dalam inti
masalah yaitu kronologi kasus arisan
bodong yang terjadi di Kediri. Bagaimana
ceritanya
berbicara tentang arisan? Dan gua yakin
ini udah enggak asing lah di tengah
kalian, terutama para perempuan yang
mana biasanya arisan ini memang diikuti
oleh perempuan-perempuan ya, kebanyakan
ibu-ibu yang mana mereka itu bakal kayak
patungan gitu. Nah, nantinya keseluruhan
uang yang dikumpulkan itu bakal balik ke
mereka masing-masing juga. Jadi kayak
nabung lah gitu. Nabung bareng gitu ya.
Dan biasanya pembagian hasil tabungannya
itu atau hasil arisan itu bakal diundi.
Nah, jadinya yang mendapatkan pencairan
itu pasti bakal bergiliran. Kalau kita
lihat dari programnya, arisan ini tuh
semacam nabung bareng sekaligus
silaturahmi yang kadang dibelokan juga
ke ajang pamer-pamer ya kan. Karena
setiap kali pengundiannya itu pasti
mereka bakal ganti-ganti tempat. Entah
itu di rumah masing-masing e para
penyetor ya kan ganti-gantian atau
justru mereka menyewa restoran atau kafe
atau sebuah tempat sambil piknik. Ya
intinya kayak gitulah. Dan terkadang
mereka datang itu sembari membawa outfit
terbaik mereka dari emas, kalung, baju,
mobil dan lain-lain. Ya, itulah yang
terjadi ya di sebagian besar atau
mungkin sebagian kecil ibu-ibu yang ikut
arisan kayak gini. Kalau dulu, Geng,
arisan ini biasanya dijalankan dengan
cara bertatap muka alias offline. Nah,
sekarang justru zaman semakin berkembang
melalui media sosial sudah banyak yang
membuat arisan versi daring alias
melalui online. Nah, karena melalui
media sosial alias online membuat para
peserta arisan itu enggak hanya terdiri
dari sekelompok ibu-ibu yang saling
bertetanggaan. Enggak. Kalau dulu kan se
atau sew gitu ya. Nah, sekarang sudah
bisa berasal dari berbagai daerah. Tapi
ya karena orang-orang yang saat ini juga
ingin mencari uang tambahan, hal ini
menjadi modus baru yang pada akhirnya
dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang
enggak bertanggung jawab untuk membuka
arisan daring dengan menjanjikan bakal
mendapatkan keuntungan sekian persen
dari dana setoran arisan yang mana para
pesertanya bakal diberikan di awal.
Fakta tersebut ya membuat menjamurnya
arisan online alias alisan daring yang
tidak jarang malah dijadikan sebagai
kedok untuk menipu orang lain. Sama
seperti yang akan kita ceritakan ini
dilakukan oleh seorang perempuan yang
bernama Nanda Silvani Tiarawati asal
Kampung Kecamatan Kota Kediri yang mana
dia membuka arisan belum lama ini, Geng.
Baru sejak bulan Juli tahun ini.
Tujuannya untuk menarik orang-orang agar
mau menjadi peserta. Dan Nanda ini di
saat itu menjanjikan kalau para peserta
bakal mendapatkan keuntungan mulai dari
25 sampai 50% dari dana setoran awal
yang diberikan oleh para peserta.
Sampaian saya enggak kenal sama mereka
sendiri. Tapi ini solusinya bagaimana
sih? Saya le itu sama sampean urusan
sampean sama
siapa geng ya yang enggak tergiur
misalkan kalian setor uang ke si
penyelenggara acara ini Rp100.000. Nah,
itu bakal bertambah 25 sampai 50%. Jadi
125 sampai R150.000. Di kondisi
perekonomian kita yang kayak gini,
orang-orang merasa arisannya si Nanda
ini adalah cara mereka untuk bisa
mendapatkan uang tambahan dengan mudah.
Ya, walaupun sebenarnya mereka juga
enggak ngerti bagaimana mekanisme yang
Nanda lakukan sampai bisa melipat
gandakan uang para peserta itu. Karena
kalau dari konsep arisan ini udah enggak
bener, Geng. Karena konsep arisan tuh
enggak gitu. Konsep arisan itu adalah
nabung bareng-bareng, terus menerima
hasilnya bareng-bareng dan semuanya
dapat giliran dan ya semua orang akan
mendapatkan jumlah yang sama rata. Nah,
kalau kayak gini sampai ada bonus-bonus
dan persaenannya segala ya udah
jelas-jelas terlihat penipuan ya dari
awal.
Mereka membeli paket arisan Rp700.000
dan diberikan janji mendapatkan
keuntungan 25 hingga 50%.
Terus, Geng, ya. Hal ini ternyata tidak
membuat orang-orang jadi skeptis. Malah
mereka justru tergiur dengan janji yang
diberikan oleh Nanda. Ya, siapa sih yang
enggak tergiur dengan keuntungan gitu
ya? Nah, pada awalnya memang banyak yang
curiga, tapi perlahan-lahan kecurigaan
ini mulai memudar. Banyak orang-orang
yang mulai percaya kepada Nanda karena
di awal-awal beberapa orang yang menjadi
peserta arisan itu bahkan sudah menerima
pembayaran arisan tersebut dan
persenannya sesuai dengan janji yang
dikatakan oleh si Nanda ini. Nah, ini
namanya adalah pancingan ya, Geng ya.
Yang namanya berbisnis mau itu bisnis
haram, penipuan, pasti ada modalnya
terlebih dahulu. Ya, istilahnya si Nanda
ini sedang bakar duit supaya yang lain
ikut terlena. Hal inilah yang membuat
orang-orang jadi percaya kalau arisannya
Nanda ini terpercaya karena sudah ada
yang menerima dana di awalnya tanpa
mereka ketahui kalau itu adalah awal
dari kehancuran mereka. Lalu, Geng,
karena arisannya ini berbasis online
yang jadi pesertanya itu tidak hanya
berasal dari Kediri melainkan dari
berbagai daerah lain seperti Blitar,
Tulungagung, Malang, Surabaya sampai
dengan luar pulau Jawa ya seperti
Kalimantan dan Bali. Dan karena dinilai
arisannya ini terpercaya, para peserta
menyetor uangnya ke Nanda tidak hanya
dalam jumlah yang kecil, tapi juga ada
yang menyentuh angka jutaan hingga
puluhan juta per orang. Dari pengakuan
korban-korbannya, arisan Nanda ini
menggunakan istilah get and motel yang
mungkin banyak dari kalian belum
mengetahui istilah tersebut. Jadi kalau
dari hasil pencarian gue nih ya, get itu
adalah istilah yang berarti sudah dapat
arisan atau cair. Nah, peserta yang
sudah get itu artinya sudah menerima
dana arisan terlebih dahulu. Nah, lalu
setelah itu peserta wajib untuk terus
menyetor sampai periode arisan ini
selesai. Di dalam arisan bodong kayak
gini, peserta gate ini sering sekali
dipakai sebagai umpan untuk meyakinkan
peserta-peserta baru kalau arisan
tersebut bukanlah skema penipuan dan
sudah terverifikasi gitu ya. Nah,
sementara untuk istilah motel sendiri
artinya tidak perlu setor lagi setelah
mendapatkan arisan. Motel ini sangat
berbahaya, Geng. Dan tidak lazim kalau
kita berbicara soal arisan. Mana ada
arisan yang enggak nyetor lagi. Itu
bohong banget. Nah, biasanya memang
dijanjikan di arisan bodong itu untuk
menarik korban yang seolah-olah kayak,
"Wah, kalau udah cair duitnya gua enggak
perlu nyetor lagi." Itu artinya kan
sangat menguntungkan kayak mendapatkan
uang cuma-cuma gitu. Terus apa yang
membedakan arisan ini dengan arisan yang
biasanya? Nah, jadi gua jelaskan sedikit
ya geng supaya agar lebih jelas gitu ya,
lebih paham. Arisan normal ya misalkan
ada 10 orang nih ya ngasih setoran
Rp100.000 per bulan untuk periode 10
bulan sehingga dana per bulannya itu
terkumpul Rp1 juta. Nah, cara kerjanya
adalah setiap bulan akan ada satu orang
yang mendapatkan R1 juta tersebut dan
semua peserta tetap akan menyetor
Rp100.000 tiap bulan. baik yang sudah
mendapatkan R juta per bulan tadi atau
yang belum mendapatkannya. Karena itu
total setoran per orangnya selama 10
bulan itu sebesar R1 juta totalnya. Nah,
dengan kata lain masing-masing itu kayak
punya tabungan yang Rp1 juta tapi
ditabung bareng-bareng. Nah, tapi kalau
arisannya si Nanda ini aneh. Awalnya
memang sama seperti arisan normal, tapi
karena ada aturan motel tadi, jadi yang
sudah dapat uangnya tidak harus setor
lagi. Ini justru yang jadi masalah. Di
bulan kedua berarti hanya tersisa orang
yang setor. Karena satu orang yang udah
dapat dia udah pasti enggak mau nyetor
lagi karena memang aturannya
diperbolehkan. Itu kan sangat
menguntungkan ya, Geng. Nah, terus Geng
dan yang terkumpul karena hanya sisa 9
orang jadilah Rp900.000. Padahal janji
cairnya itu Rp1 juta, tapi yang cair
malah kurang Rp100.000. Nah, oleh karena
itu Nanda harus mencari peserta baru
lagi ya untuk bisa menutupi
kekurangannya. Nah, ini kan udah kayak
ponzi ya kurang lebih dan itu terus
terjadi di bulan-bulan selanjutnya. Dan
untuk menutupi hal itu, Nanda harus
mencari orang baru lagi dan lagi.
Ini kan kayak apa ya? Gua enggak habis
pikir sih pemikiran si Nanda ini. Apa
mungkin dia ee mengira dengan begitu
bakal mendapatkan keuntungan? Ya
enggaklah. dia bakal capek ya kan nyari
orang buat nutupi kekurangan yang
sebelum-sebelumnya. Terus geng, ada
salah satu peserta yang menjadi korban
bernama Rita. Dia ini adalah pemilik
warung di Kediri. Rita mengaku dia ikut
arisannya Nanda ini setelah dia melihat
story Instagram di handphone-nya Nanda
yang menunjukkan kalau peserta arisan
miliknya Nanda ini langsung mentransfer
uangnya. Nah, dia agak kegoocek tuh di
situ. Dan oleh karena itu, Rita tertarik
dan percaya dia langsung mentransfer
setoran awal kepada Nanda sebesar Rp5
juta sejak awal bulan November kemarin.
Beberapa hari kemudian, Rita tiba-tiba
langsung mendapatkan pencairannya
sebesar Rp8 juta. Dan di saat itu dia
tiba-tiba tergiur lagi untuk membeli
puluhan slot arisan lagi. Nah, karena di
awalnya dia mendapatkan pencairan inilah
Rita jadi semakin yakin kalau Nanda
benar-benar enggak bohong dengan janji
yang dia klaim kepada para peserta. Dan
setelah mendapatkan R8 juta itu, Rita
ikut arisan kembali. Ya, dia nyetor lagi
sampai menyentuh angka Rp60 juta. Tapi
sayangnya, Geng, tidak seperti
sebelum-sebelumnya, uangnya malah enggak
kembali speserpun. Rita malah rugi
sampai mencapai Rp55 juta. Kemudian ada
lagi nih korban lain yang berinisial E.
E ini adalah pelanggannya Nanda. Karena
selain menjalankan bisnis arisan, Nanda
ini diketahui punya bisnis pakaian bekas
atau trif. Dan E itu adalah customernya
Nanda. Di satu waktu Nanda ini sempat
menawarkan arisan tersebut kepada si A.
Dengan iming-iming si A ini bisa
mendapatkan keuntungan. Nah, mendengar
akan mendapatkan keuntungan itulah E
jadi tertarik dengan arisannya Nanda
ini. Menurut pengakuannya si E ini,
nominal setorannya itu bervariasi dan
akan disertai dengan janji pencairan
dana sesuai dengan tanggal yang sudah
disepakati bersama peserta. Dan saat
waktu pencairan tiba, seperti yang
terjadi pada Rita, uang yang dijanjikan
kepada si A enggak pernah dia terima. A
terus menambahkan setorannya menjadi R
juta. Yait kayak sebuah syarat kalau
pengin dicairkan gitulah. Nah, kemudian
dia nambah lagi jadi R juta. Namun,
uangnya benar-benar enggak pernah sampai
ke C dan dia di saat itu mulai merasa
panik.
Selain si E tadi ya, ada lagi korban
lain yang bernama Gavin yang mengaku
sempat mengikuti dua paket arisan
senilai total Rp4 juta. Namun, uang
setoran dan keuntungan yang dijanjikan
enggak pernah kunjung cair. Nama-nama
yang gua sebutkan tadi yaitu Rita,
Gavin, dan yang inisialnya E mereka itu
cuma tiga dari e lebih banyak lagi
korbannya si Nanda ini. Disebut-sebut
udah ada sebanyak 355 warga Kediri yang
menjadi korban. Bayangin tuh 355
dan Nanda ini ya sudah menelan akumulasi
kerugian mencapai 5 sampai R miliar. Dan
para korban itu sudah berusaha
menghubungi Nanda tapi Nandanya enggak
kunjung respon. Bahkan ada yang saking
kesalnya mereka berinisiatif untuk
menggeruduk langsung ke rumahnya si
Nanda. Tapi sayangnya pada saat itu
Nanda sudah tidak ada di rumah sejak
tanggal 13 Desember dan nomor
handphone-nya juga udah enggak aktif
lagi. Nah, oleh karena itu para korban
akhirnya melaporkan aksi penipuan
berkedok arisan ini yang dijalankan oleh
Nanda ke Polda Jawa Timur supaya Nanda
mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Nah, tapi Geng dari video yang beredar,
ternyata banyak korban yang pada
akhirnya bisa menemukan keberadaannya si
Nanda ini. Mereka langsung menggeruduk
si Nanda di sebuah rumah yang dihuni
oleh Nanda beserta dengan suaminya. Nah,
gua agak kurang tahu nih, Geng. Itu
rumahnya Nanda yang sebelumnya sudah
sempat digeruduk atau gimana? Atau
mungkin kalian yang merupakan warga
Kediri tahu informasi lebih lengkapnya
dari kasus ini bisa ditambahkan di kolom
komentar. Di video-video yang beredar
itu, ada netizen yang menyebarkan
foto-foto dari Nanda yang terlihat
gayanya hedon banget. Kayak orang yang
berada, kayak orang kaya. Tapi setelah
tahu, ternyata dia penipu para peserta
arisannya, ya besar kemungkinan jika
uang peserta itu justru dipakai oleh
Nanda untuk berfoya-foya, membeli barang
mahal, nongkrong-nongkrong, dan yang
jelas semua itu dia habiskan untuk
hal-hal yang enggak berguna. Terus
singkat cerita, kemudian ada lagi
netizen-netizen yang mengunggah
screenshot dari status WhatsApp-nya si
Nanda yang menyebutkan kalau dia akan
membuka WA peserta satu-satu dan akan
mencatat list arisan sekaligus balik
modalnya. Tapi hal tersebut ternyata
hanya bohong belaka.
Terus, Geng, tiba-tiba ya dari
status-statusnya itu ada statusnya dia
yang lain yang beda nih. Yang mana
statusnya itu bilang kalau sekarang
waktunya bolak-balik ke kantor polisi.
Loh, kok beda nih tiba-tiba? Nah,
ternyata dia udah capek selama ini
karena enggak ada hasil sampai nanggung
dua kali kerugian untuk menutup
semuanya. Nah, sekarang waktunya dia
bakal membongkar semua yang dia alami.
Di saat itu ya dituliskan, "Jangan
sebut-sebut namanya. Lebih baik kalian
ya ini maksudnya itu peserta gitu ya,
memenjarakan tiga orang yang sudah
menipu dan menggelapkan uangnya. Nah,
dari kalimat itu, Geng, seolah-olah
Nanda ini pengen ngasih tahu kepada para
peserta kalau yang penipu itu bukan dia.
Yang penipu itu ada orang lain yang apa
ya, di balik dia gitu. Dan dia kayak mau
nyerahin aja itu kepada orang-orang ee
yang ikut serta alias para pesertanya
untuk menangani kasus ini. Nah, ini
entah status bagian dari cuci tangan
atau dia bersandiwara atau akting gitu,
kita juga enggak paham nih. Ya, kayak
dengan kata lain dia enggak mau
disalahkan. Terus dia bikin ada sosok
fiktif lah di belakang ini yang harus
disalahkan. Lagi akting biasa. Dan pada
akhirnya ya orang-orang yang bingung ini
maksudnya si Nanda ini dia nyalahin
siapa dan mereka juga enggak tahu clueya
siapa. Nah mereka mau enggak mau
mendingan langsung ngegeruduk rumahnya
si Nanda aja biar Nanda yang bertanggung
jawab. Kalau memang ada orang lain di
belakangnya biar dia yang menjelaskan.
Di saat itu ketika digeruduk ternyata ya
orang yang dimaksud entah siapa itu
halunya dia aja pengen aking-aktingan.
Dan pada akhirnya dia pun mengaku ya
alasan mengapa dia tidak membayar uang
kepada peserta arisan itu justru karena
permasalahan depo atau setoran katanya.
Soale mbak soale posisi duwe niku
tapi du
kan sampean bulannya kemarin kan e
bulannya tadi kan bilang ke saya kalau
dari Oktober sudah.
Heeh.
Nah, tapi apapun alasannya si Nanda ini
dia mau menjelaskan kayak gimanapun
kalau kalian lihat di videonya itu dia
benar-benar nghadapi orang satu persatu
gitu ya. Namun ya para korban-korbannya
itu enggak peduli apapun alasan Nanda
ya. Mereka ingin Nanda ini bisa dihukum
atas perbuatannya sekaligus mengganti
rugi kerugian yang sudah dilakukan
kepada para korban yang sudah
menggeruduk dia ini. Nah, kalian bisa
lihat sendiri dari videonya ya. Tapi
kalau menurut gua ee Nanda ini nyalinya
oke juga. Dia enggak kabur. Enggak kayak
Racebob ya. lagi bermasalah langsung
kabur atau e enggak kayak siapa tuh Ayu
Puspita ya yang pemilik wedding
organizer itu ya itu juga sempat
bersembunyi kan. Nah, tapi kalau Ayu ini
ya kita enggak tahu ya dia sempat
sembunyi atau enggak tapi yang jelas
semua para peserta arisannya dia hadapi
satu persatu dia catat satu persatu.
Nah, salut juga sama mentalnya gitu ya.
Tapi gua enggak bisa membenarkan
tindakan penipuannya dia yang wah itu
hancur banget sih. Miliaran kerugian
para korban. Terus, Geng, seperti yang
gua katakan sebelumnya kalau modus
penipuan berkodok arisan ini udah marak
banget terjadi di Indonesia. Kok bisa
kayak gitu ya? Nah, sekarang gua mau
ngajak kalian untuk membahas kasus lain
nih. Kasus yang serupa tapi tempat
kejadian perkaranya di Jawa Timur
tepatnya di Lamongan. Nah, ceritanya
seperti apa? Apakah sama seperti cerita
yang sebelumnya? Langsung aja kita bahas
secara lengkap.
Jadi, Geng, kasus yang terjadi di
Lamongan ini dijalankan oleh seorang
perempuan yang bernama Elda Nura
Zilawati namanya. Nah, dia ini warga
Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro,
Lamongan, Jawa Timur. Penipuan yang dia
jalankan ini bisa terungkap karena
adanya dua laporan yang masuk ke Polres
dari masyarakat terkait tindakan
penipuan yang dilakukan oleh si Elda.
Total ada 144 orang yang mengaku menjadi
korbannya dia. Dua laporan itu masuk di
tanggal yang berbeda. Yang pertama masuk
tanggal 3 Agustus 2025. Sementara yang
satunya lagi di tanggal 5 Agustus. Dan
setelah menerima laporan itu, pihak
kepolisian langsung melakukan
penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya,
Geng, diketahui kalau Elda ternyata
sudah melakukan penipuan atau
penggelapan dana dengan modus arisan
bodong ini. Dia melakukan aksinya dengan
membuka atau membuat cerita terkait
arisan yang dia kelola sendiri melalui
WhatsApp. Dan untuk menarik minat dari
calon korban-korbannya, Elda sampai
menawarkan keuntungan antara 40 sampai
100% dari modal yang disetorkan dengan
jangka waktu bervariasi. Nah, konsepnya
mirip-mirip nih sama si Nanda tadi.
Persentasenya jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh
si Nanda tadi, ya. Setelah ada peserta
yang bergabung, uang dari peserta
tersebut digunakan untuk membayar
peserta lain yang namanya keluar lebih
awal dalam sistem arisan. Dan karena
praktik itulah para peserta lain jadi
merasa dirugikan. Dan pada akhirnya
mereka pun melaporkan tindakan Elda ini
kepada pihak kepolisian. Nah, kerugian
para korban pun sampai mencapai Rp2
miliar, Geng. Bayangin tuh. Nah, uang
yang didapatkan dari arisan bodong itu
disimpan oleh Elda di sebuah koperasi
simpan pinjam yang ada di Kecamatan
Solokuro sebesar Rp508,8
juta. Dan selain itu, uang arisan ini
juga dipakai oleh Elda untuk membeli
tanah senilai Rp85 juta dan satu unit
sepeda motor Honda PCX berwarna merah
burgundi. Semuanya udah disita, Geng,
oleh pihak kepolisian. Dan akhirnya ya
kabarnya di antara barang-barang yang
diita itu ada beberapa tas bermerek
terkenal alias tas branded. Tapi tas itu
ternyata bukan milik Elda yang dia beli
dari uang arisan bodong tapi ini
melainkan milik dari peserta arisan yang
entah mungkin sebagai jaminan atau
setoran para peserta untuk mengikuti
program ini. Ketika ingin diamankan,
Elda ya sempat ingin melarikan diri ke
Malaysia. Alasan Elda ingin kabur ke
Malaysia karena suaminya bekerja di
sana. Dan beruntungnya ya dia berhasil
digagalkan oleh para polisi. 3 hari
kemudian setelah polisi mengamankan
Elda, dia pun ditetapkan sebagai
tersangka.
Nah, bisa kebayang ya, Geng, gimana
gilanya Elda ini dalam melakukan
penipuan arisan bodong. Padahal ini
adalah salah satu contoh yang udah lama
terjadi, tapi kok baru-baru ini terjadi
lagi yang dilakukan oleh si Nanda tadi?
Wah, enggak habis pikir gua. Oke,
sekarang ya kita bakal masuk ke dalam
kasus yang terakhir nih. Kasus pengelola
arisan bodong yang ternyata pernah gagal
menjadi calek, calon legislatif di
pemilu. Dia kalah dan mungkin di saat
itu dia butuh uang untuk mengembalikan
dana kampanyenya kali ya. dan dia pun
terlibat arisan bodong ini.
Wah, ini gila sih. Kasus yang terakhir
ini terjadi di kampung halaman gua di
Aceh. Jadi ceritanya ada seorang
perempuan bernama Indah Sucian Nanda.
Lagi-lagi yang berhubungan dengan nama
Nanda nih ya, ternyata tukang arisan
bodong nih. Ada enggak nih yang nonton
yang namanya Nanda? Coba deh tunjuk
tangan komen komen komen. Oke. Jadi geng
Nanda ini lahir tanggal 8 Juni tahun
1998 di Desa Simpangpet, Kecamatan
Kuala, Kabupaten Naganraya. Nah, berarti
untuk saat ini kalau kita hitung-hitung
umurnya itu udah masuk 27 tahun ya,
Geng. Dan dia tercatat sebagai alumni
dari SMA Negeri Kuala yang lulus pada
tahun 2016. Kemudian Indah ini
melanjutkan pendidikannya di jenjang S1
dan sudah mendapatkan gelar sebagai
sarjana sosial. Dan seperti yang udah
gue jelaskan sebelumnya, Indah ini
diketahui merupakan calon legislatif
alias calek di dalam pemilu tahun 2025
kemarin baru-baru aja. Nah, dia
bergabung dengan partai lokal Aceh yang
bernama ee Partai Adil Sejahtera Aceh
untuk daerah pemilihan Naganr Raya 3.
Nah, tapi sayangnya ini, Geng ya, Nanda
ini kalah suara. Dia pun akhirnya gagal
menjadi perwakilan rakyat Kota Nagan
Raya di saat itu karena cuma mengantongi
tiga suara aja. Buset, ini kok bisa
adanya tiga suara doang nih. Entah
karena gagal atau ada hal lain nih kita
enggak tahu juga ya, Geng. Dan seiring
berjalannya waktu karena dia enggak bisa
menjadi seorang calek ya mungkin
tujuannya jadi calek emang pengin cari
uangnya doang gitu ya. Tapi sayangnya
enggak rezeki gitu. Nah, dia akhirnya
mulai punya ide untuk membuka arisan
bodong. Dan untuk menarik para
korbannya, dia sampai mengiming-imingi
orang-orang yang dia kenal untuk ikut
arisan dengan dijanjikan penghasilan
52,5 juta per bulannya. Wah, siapa yang
enggak mau? Gua juga mau tuh. Gil. Dan
lagi-lagi konsepnya sama, karena
keuntungan yang menggiurkan, akhirnya
banyak peserta yang tertarik, Geng. Dan
di saat itu ya indah ini demi bisa
mendapatkan para donaturnya itu yang
bisa dia tipu ya, dia sampai-sampai
mendatangi rumah para korbannya ini satu
persatu dan menyebutkan nama anggota
arisan lainnya yang ternyata namanya itu
adalah nama fiktif, orangnya enggak ada
gitu. Dan dia mulai menjalankan aksinya
ya itu tepat di tanggal 28 September
tahun 2023 udah lama tuh. Di mana salah
satu korbannya itu berinisial FZ, Geng.
dan FZ ini udah dijanjikan untuk
menerima hak e arisan tersebut. Nah,
tapi uang itu ternyata gak kunjung
diserahkan sama Indah. Sehingga si FZ
ini akhirnya ya mulai mendengar kabar
kalau ternyata Indah sebagai
penyelenggara itu udah kabur dan dia
melarikan diri membawa semua uang arisan
yang sudah terkumpul. FZ di saat itu
mencoba untuk memastikan dia langsung
datang ke rumahnya si Indah ini. Tapi
benar aja, setelah dia buktikan ternyata
rumah Indah udah kosong dan tidak ada
lagi penghuni di rumah itu dan bahkan
barang-barangnya juga udah ikut dibawa
semua. Nah, itu dia geng kasus hari ini
yang kita bahas soal arisan bodong.
Gimana menurut kalian? Apakah di antara
kalian pernah mengalami kasus serupa
kayak gini? Mungkin boleh diceritakan
pengalaman kalian di kolom komentar.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:55 UTC
Categories
Manage