Transcript
kDv-UAHIjLw • THE CONTINUATION OF THE ARYA DARU KEM4TI4N MYSTERY! PROOF OF AFFAIR WITH A MEMBER'S WIFE?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1632_kDv-UAHIjLw.txt
Kind: captions
Language: id
Jadi, Geng selama ini hanya ada satu
rekaman CCTV di kosan Arya Daru yang
diperlihatkan ke publik, yaitu CCTV yang
berada di depan kamar Arya Daru. Padahal
nih ya, sebenarnya ada dua CCTV lain di
area kosan tersebut, yaitu yang berada
di bagian depan dan belakang bangunan
kosan.
Geng, kalian dengar enggak, Geng? Kasus
dari Arya Daru, staf Kemlu yang
ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya
dengan banyak kejanggalan. Terakhir kali
kita membahas kasus Arya Daru ini kan
adanya keterangan dari polisi yang
menyebutkan kalau di dalam kematiannya
Arya Daru ini tidak ada tindak pidana
alias tidak ada pelaku. Yang mana itu
berarti ya kasus ini terjadi karena Arya
sendiri yang mengakhiri hidupnya. Tapi
meskipun begitu masih banyak yang merasa
janggal atas kasus tersebut dan tidak
percaya dengan kesimpulan polisi. Begitu
juga dengan keluarganya Arya. Mereka
menuntut agar penyelidikan terhadap
kasus Arya ini terus dilakukan karena
masih banyak pertanyaan atau
kejanggalan-kejanggalan yang masih belum
terjawab. Di video kali ini kita bakal
memberikan update terbaru dari kasus
Arya Daru seperti adanya dugaan
perselingkuhan yang dilakukan oleh Arya
dengan rekan sekantornya yang bernama
Fara. Kagetnya Fara ini adalah istri
dari anggota. Wah, bisa kayak nyambung
gitu ya. Kemudian terkait handphone-nya
Arya yang disebut oleh polisi hilang,
ada bukti yang menunjukkan kalau Arya
terlihat menggenggam barang berwarna
hitam yang diduga itu adalah
handphone-nya. Nah, terus kok bisa
tiba-tiba hilang? Terus juga ada
kesaksian terbaru dari suir taksi yang
mengatakan dia sempat mengantarkan Arya
dari Grand Indonesia ke gedung Kemlu
yang mana dia bilang kalau Arya terlihat
ketakutan seperti sedang ada yang
mengikuti dia. Termasuk juga keberadaan
Arya di rooftop gedung Kemlu yang
terekam yang kabarnya bukanlah upaya
Arya untuk melompat dari atas gedung
serta beberapa fakta-fakta lain.
Fakta-fakta terbaru ini semakin
menunjukkan kalau ada yang aneh dari
kasus ini yang menguatkan dugaan kalau
Arya enggak meninggal karena dia
sendiri, melainkan ada ya kemungkinan
pelaku di dalam kasus ini sebelum
akhirnya dia ditemukan tidak bernyawa di
dalam kamar kosnya. Di pembahasan kali
ini kita bakal membahas secara lengkap
kronologi dan tambahan fakta-fakta
lainnya. Langsung aja kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Cherry. [musik]
Oke, Geng. Sebelum kita lanjut ke
kontennya, seperti biasa gua mau
memperkenalkan ke kalian produk-produk
yang gua sendiri pakai dan menurut gua
kualitasnya bagus banget, keren banget
tapi dengan harga yang terjangkau.
Karena sekarang kan udah enggak zamannya
ya e beli barang-barang mahal, mubazir,
tapi ya kualitasnya sama aja dengan
barang-barang yang harganya murah tapi
ya kualitasnya bersaing. Di sini gua mau
ngenalin ke kalian sendal keren yang
benar-benar tampilannya bikin mewah tapi
tetap simpel dan enggak norak. Namanya
itu adalah sendal Thomaselli. Nah,
jenisnya adalah slip on. Warnanya keren
banget menurut gua karena ini warnanya
matte, jadi enggak Nora. Sendal ini
produksi asli dari Indonesia, jadi
kualitasnya udah pasti terjamin karena
sudah melalui quality control yang bagus
banget. Jangan khawatir untuk pemilihan
warna di sini mereka punya warna grey,
terus ada warna hitam atau semi dark
gry. Dan untuk yang klasik mungkin
kalian bisa pilih yang warna coklat.
Oke, jadi buat kalian yang mau beli nih,
Geng ya, langsung aja cek linknya udah
ada di bawah. Klik aja mudah banget
belanja melalui YouTube [musik]
sekarang. Sumpah deh, barangnya murah,
kualitasnya memuaskan. Sekarang kita
lanjut ke pembahasan kontennya.
Oke, untuk pembahasan pertama kita akan
membahas hubungan Arya Daru dengan teman
sekantornya seorang perempuan yang
bernama Fara. Ya, diduga dia
berselingkuh dengan Fara. Benarkah
demikian? kita bahas.
Jadi, Geng, di dalam kasus Arya Daru ini
adanya isu mengenai Arya Daru yang
berselingkuh karena ditemukan adanya
pengaman di antara barang-barang
pribadinya Arya Daru. Meskipun sang
istri yang bernama Meta Ayu Puspitantri
atau yang akrab disapa dengan nama Pita,
dia mengaku kalau pengaman itu adalah
punya dia dan juga Arya. Namun kehadiran
sosok lain yang bernama Fara yang diduga
sebagai orang ketiga di dalam hubungan
rumah tangga mereka itu masih terus
menjadi pertanyaan siapa sebenarnya Fara
ini dan apakah benar dia ini cuma rekan
kerja dari Arya Daru? Nah, diketahui nih
Geng ya saat Arya Daru berada di Grand
Indonesia untuk membeli perlengkapan
keperluannya selama bertugas di
Finlandia. [musik]
Dia itu ternyata ditemani oleh yang
namanya Fara dan juga Dion. Fara ini
adalah rekan kerjanya Arya Daru di
Kemlu. Namun mereka bertugas di
direktorat yang berbeda. Ada seorang
pegawai Kemlu yang menyebutkan kalau
mereka berdua ini sebenarnya memang
dikenal dekat dan beberapa kali sempat
bertugas bersama, Geng. Salah satunya
ketika mereka menangani kepulangan WNI
yang bermasalah di luar negeri. Navara
dan Arya Daru pernah bekerja sama untuk
menangani kasus tersebut. Keduanya cukup
dekat karena bekerja di kantor yang sama
yakni Kementerian Luar Negeri [musik]
Kemenl. Dan Fara sendiri sebenarnya
sudah menikah dengan seorang perwira
menengah TNI Angkatan Laut berpangkat
mayor. Di tahun 2024, suaminya ini
bertugas sebagai komandan di unit kapal
perang. Dari salah satu informasi yang
gua dapatkan ya dari rekaman CCTV yang
diperoleh dari toko baju yang dimasuki
oleh Arya Daru pada tanggal 7 Juli 2025
itu terlihat kalau Arya Daru ini lebih
banyak berjalan bersama dengan Fara
sementara Dion itu mencari bajunya
sendiri.
Rupanya di dalam toko baju itu, Arya
Daru lebih banyak berjalan bersama Fara.
Sementara Dion mencari baju seorang
diri. Dalam rekaman tersebut, Arya Daru
dan Fara ini terlihat lengket banget
karena selalu berdekatan dan Fara sampai
menyentuh beberapa baju yang dirasa
cocok untuk Arya. Dan Arya juga sempat
melihat baju-baju tersebut sambil
berkaca dan ditemani oleh Fara. Kemudian
ketika Arya sedang menunggu taksi di
Grand Indonesia, area ini sempat
mengirimkan chat kepada Pita dan di chat
tersebut Arya memanggil [musik] Pita
dengan sebutan A. Nah, kurang lebih
kalimatnya begini, Geng. Ai, naik apa?
Masih maem. Nah, ini aneh banget, Geng.
Karena selama ini Arya itu gak pernah
manggil Pita dengan sebutan itu. Apakah
di sini dia keceplosan atau gimana?
Setelah mengirim cat tersebut, Arya ini
secara mendadak tidak bisa dihubungi
oleh Pita. Nah, sehingga keesokan
harinya dia ditemukan sudah tidak
bernyawa di kamar kosnya yang mana ini
terjadi pada tanggal 8 Juli 2025.
Mungkin buat kita ya gak ada yang aneh
dengan chat yang dikirim oleh Arya Daru.
Tapi menurut istrinya Pita, dia tidak
pernah dipanggil dengan kata tersebut
oleh Arya Daru semasa hidupnya. Nah,
terus siapa yang mengirimkan chat itu
kepada Pita? Malah yang ada kata Ai ini
adalah panggilan antara Arya dengan Fara
ketika berkomunikasi lewat chat. Makanya
ketika Arya mengirim chat tersebut, Pita
kemudian membalas untuk meminta
penjelasan maksud dari isi chat itu.
Namun, karena Arya sudah tidak bisa
dihubungi lagi, makanya Pita enggak
pernah bisa mendapatkan jawaban dari
maksud chat tersebut. Nah, jadi ada
dugaan jika Arya sempat salah kirim chat
yang seharusnya dia kirim ke Fara malah
kekirim ke Pita. Tapi bisa juga nih,
jangan-jangan ada seseorang yang mencoba
menggunakan handphone Arya untuk
mengirim chat tersebut kepada Pita. Tapi
karena dia tidak tahu, [musik]
bahasa sehari-hari yang digunakan Arya
kepada Pita, jadilah blunder. Gimana
tuh, Geng? Menurut kalian cukup masuk
akal enggak? Dari keterangan Pita, Arya
ini berbohong kepada dia terkait
keberadaan Fara dan Dion di Grand
Indonesia yang mana di saat itu
jelas-jelas bersama dia di sana. Ketika
Arya mengabari Pita kalau dia ingin
pergi ke Gi, Pita ini nanya dia mau ke
sana sama siapa dan Arya menjawab kalau
dia pergi sendirian. Padahal pada
kenyataannya di saat itu ada Fara dan
juga Dion. Kuasa hukum keluarga Arya
Daru yang bernama Dwi Librianto itu
mengungkapkan kalau Arya pergi ke G
sebanyak dua kali di hari Senin tanggal
7 Juli tersebut. Pagi harinya, Arya
berpamitan kepada Pita istrinya untuk
pergi bekerja. Pada siang harinya, Arya
mengabari Pita kalau dia akan makan
siang dengan Fara serta Dion. Dan Arya
beralasan dia bakal berdiskusi dengan
Fara serta Dion untuk membahas
permasalahan anak ketika rapat bersama
Depsos di hari Kamis. Nah, mungkin makan
siangnya di Gi, Geng. Setelah itu, Arya
bersama dengan Dion serta Fara itu
kembali ke kantor untuk bekerja. Dan
pada sore harinya, Arya ternyata kembali
lagi ke G yang katanya sendirian. Namun
ternyata masih bersama Dion dan juga
Fara. Yang jadi pertanyaannya, [musik]
kenapa ya dia harus berbohong? Apakah
dugaan kedekatan antara Arya dan Fara
ini hanya sebatas itu? Nah, tapi
nyatanya, Geng, dari fakta terbaru yang
terungkap itu menyebutkan kalau ternyata
mereka kedapatan sempat check in di
sebuah hotel yang berlokasi tidak jauh
dari kos-kosannya Arya. Dari informasi
yang beredar, mereka ini sempat check in
sekitar 24 kali di hotel tersebut. Wah,
gila ya, Geng. Nicolai menuturkan fakta
baru bahwa Arya Daru check in atau
menginap di hotel sebanyak 24 kali di
wilayah Jakarta.
Informasi tersebut berdasarkan
keterangan tiga saksi dan hal ini
terungkap lewat hasil pemeriksaan
resepsionis dan jejak digital di
aplikasi pemesanan hotel sejak tahun
2024 sampai 2025. Kebayang enggak tuh,
Geng, gimana perasaan dari suaminya Fara
ketika berita ini terblow up di media
sosial? Terus, Geng, Pita sendiri sudah
mengetahui fakta tersebut karena pihak
keluarga mengadakan pertemuan dengan
polisi pada tanggal 28 Juli via Zoom.
[musik] Dan Pita juga melihat bukti
kalau Arya melakukan check in di sana.
Nah, namun geng, ada informasi lain yang
menyebutkan kalau Arya Daru, dan Fara
check di hotel tersebut sebanyak 35
kali. Jadi lebih banyak dari dugaan
awal. Yang mana ini dimulai dari bulan
Februari 2024 sampai dengan bulan Juni
2025, 2 minggu sebelum kejadian. Dari 35
pemesanan itu, Arya Daru memesan
sebanyak 10 kali dan Fara memesan
sebanyak 25 kali. Dan diketahui juga
jika hotel tersebut adalah hotel bintang
dua yang mana itu bukanlah hotel yang
menjadi standar bagi Kemlu untuk
mengadakan acara di sana. Sehingga
dugaannya kamar tersebut memang dipesan
secara pribadi oleh Arya dan Fara untuk
mereka menginap bukan atas dasar tugas.
Jadi enggak bisa ngeles kalau itu tugas.
Pita sendiri tahu siapa Fara. Dia selama
ini diberitahu atau dikenalkan oleh Arya
Daru kalau Fara hanyalah sebatas rekan
kerja. Dan Pita juga pernah menerima
foto Faras saat makan bersama Arya Daru
sekitar setahun lalu. Namun di foto itu
mereka tidak cuma berdua, melainkan
bersama dengan beberapa rekan kerja
lainnya. Dan Pita sejujurnya kaget
ketika tahu kalau Fara ternyata memiliki
hubungan pribadi dan spesial dengan
suaminya. Oleh karena itu, Geng, pihak
keluarga meminta penyelidikan lebih
lanjut terkait hubungan Arya dengan Fara
yang sebenar-benarnya. Termasuk dengan
meminta keterangan kepada suami Fara
yang merupakan seorang anggota TNI. Nah,
sekarang kita bakal beranjak ke
pembahasan keberadaan CCTV di kosan Arya
Daru sekaligus pengakuan dari penjaga
kosan tempat Arya Daru tinggal.
Jadi, Geng, selama ini hanya ada satu
rekaman CCTV di kosan Arya Daru yang
diperlihatkan ke publik, yaitu CCTV yang
berada di depan kamar Arya Daru. Padahal
nih ya, sebenarnya ada dua CCTV lain di
area kosan tersebut, yaitu yang berada
di bagian depan dan belakang bangunan
kosan. Tapi enggak ada rekaman dari dua
CCTV tersebut. Yang satunya dikatakan
rusak, yang satu lagi dikatakan e tidak
ada decodernya. Sehingga yang merekam
itu hanya satu CCTV yang berada tepat di
depan kamar Arya Daru. CCTV tersebut
juga dicurigai sudah diubah angle-nya,
Geng. Karena di malam ketika Arya Daru
belum ditemukan, angle-nya itu tidak
mengarah persis ke area kamarnya Arya
Daru. Tapi pada saat Siswanto penjaga
kosan memeriksa kamar Arya Daru di pagi
harinya, CCTV-nya sudah mengarah ke
kamar Arya. Nah, ini kan aneh banget.
Nah, karena itulah banyak yang
memberikan spekulasi liar di media
sosial yang menyebutkan kalau Siswanto
sangat mencurigakan dalam kasus ini. Dan
dari keterangan polisi, tidak lama saat
dia pulang dari gedung Kemlu, Arya
terlihat sedang makan di ruang makan dan
bertemu dengan Siswanto. Tapi geng
Siswanto mengaku tidak bertemu dengan
Arya sejak sore karena dia udah tidur
dan dia baru bangun di tengah malam
karena ditelepon oleh Pita, istrinya
Arya Daru yang meminta tolong kepada
siwanto untuk memeriksa keberadaan Arya
Daru di jam 127
alias dini hari seperti yang terlihat di
dalam rekaman CCTV yang beredar. Lebih
lanjut, Siswanto juga mengaku tidak
bertemu dengan Arya sejak hari Minggu
tanggal 6 Juli sehingga dia juga tidak
melihat Arya yang buang sampah hingga
makan malam di tanggal 7 Juli tersebut.
Nah, apakah e Siswanto ini berbohong
atau gimana ya? Dan pada saat si Swanto
ini memeriksa kamar Arya di tengah
malam, kondisi kamarnya sangat gelap dan
Pita sempat meminta dia untuk mendobrak
pintu dan masuk ke kamar karena dia
sangat khawatir dengan suaminya Arya
yang tidak bisa dihubungi. Dan Pita juga
menyebutkan jika dia siap ganti rugi
apabila pintu itu rusak setelah
didobrak. Nah, namun Siswanto perlu izin
dulu kepada pemilik kosan sehingga di
malam itu Siswanto hanya memeriksa aja.
Barulah di waktu subuh sekitar jam 5
pagi, Pita kembali menelepon Siswanto.
Tapi Siswanto mengangkat teleponnya di
jam pagi. Dan baru di pagi hari itu ya
Siswanto memeriksa ke dalam kamar Arya.
Alasan mengapa CCTV di depan kamar Arya
mengarah ke angle yang berbeda itu
ternyata memang disengaja dilakukan oleh
Siswanto atas permintaan Pita sebagai
bukti rekaman ketika Siswanto menemukan
Arya di dalam kamar. Jadi dengan kata
lain ya, tadinya itu CCTV memang tidak
mengarah ke arah kamarnya Arya, tapi
Pita lah yang meminta Siswanto untuk
mengarahkan CCTV itu di saat detik-detik
Siswanto memeriksa kamar Arya supaya ada
bukti gitu loh, Geng. Alasan tersebut
didasarkan pada kesaksian dan bukti
dengan percakapan antara Siswanto dengan
Pita. Jadi, ada buktinya. Tapi geng,
ternyata di dalam keterangan Siswanto di
berita acara pemeriksaan atau BAP, dia
bilang kalau pengubahan angle CCTV itu
karena diperintahkan oleh pemilik Kosan.
Nah, Siswanto ini mengaku kalau
keterangannya itu berubah-rubah
disebabkan karena dia panik, Geng. Dan
belum pernah berhadapan dengan media
apalagi terlibat di dalam kasus kematian
kayak gini. Dan dari informasi yang gua
dapatkan dari investigasi media tempo,
Siswanto bilang kalau sebenarnya dia
sendiri enggak tahu siapakah yang
merubah angle CCTV. Tapi si Swanto
bilang kalau perubahan itu dikarenakan
CCTV-nya yang memang bisa bergerak
otomatis. Pokoknya Swanto ini agak
berubah-ubah keterangannya, Geng. Jadi
yang tadinya masuk akal tiba-tiba dia
rubah lagi jadi tidak masuk akal.
Nah, itu dia, Geng, kurang lebih
kejanggalan yang kedua terkait CCTV di
kosannya Arya Daru yang ternyata ada dua
CCTV lain serta keterangan Siswanto yang
berubah-ubah. Sekarang kita bakal masuk
ke dalam penjelasan kejanggalan ketiga
nih, Geng. terkait handphone-nya Arya
Daru yang diduga tidak hilang.
Nah, terus Geng dari informasi terakhir
yang diberikan oleh polisi disebutkan
kalau Arya Daru ini punya dua handphone.
Namun handphone yang sering dia gunakan
itu hilang entah ke mana dalam
perjalanannya dia dari G menuju gedung
Kemlu. Sampai sekarang pun enggak jelas
keberadaan dari handphone itu ada di
mana, Geng. Tapi anehnya ketika Arya
Daru memasuki gedung Kemlu, dia terlihat
masih memegang handphone tersebut.
Begitu juga di berbagai rekaman CCTV
yang menunjukkan kalau Arya Daru seperti
memegang sebuah benda hitam yang diduga
itu adalah handphone. Keterangan dari
sopir taksi yang mengatakan hal yang
sama selama berada di dalam taksi dari G
menuju Kemlu, Arya ini dikatakan masih
memegang handphone-nya. Terus juga
dikatakan kalau memang Arya Daru memesan
makanan, bagaimana dia bisa memesan
makanan kalau enggak menggunakan
handphone? Nah, jadi masuk akal juga,
Geng, ya, kecurigaan ini. Terus kemudian
di jam 10 pagi pada tanggal 8 Juli,
beberapa jam setelah Arya Daru ditemukan
tidak bernyawa di dalam kamar kosnya,
handphone Arya tiba-tiba aktif lagi. Hal
ini diketahui karena chat Pita, istrinya
Arya Daru yang tadinya ceklis satu ke
Arya, tiba-tiba ceklis dua. Nah, berarti
kan ada yang memegang handphone-nya.
Namun untuk pesan yang tiba-tiba ceklist
dua ini ada dua dugaan. Apakah itu
dikarenakan handphone-nya yang kembali
aktif atau karena pada momen itu polisi
sudah memeriksa laptop Arya Daru yang
ternyata memang terkoneksi ke chat yang
ada di HP-nya atau ke WhatsApp-nya. Nah,
jika benar dugaan dikarenakan polisi
yang memeriksa laptopnya Arya, asumsi
tersebut tetap tidak bisa menjelaskan
mengapa di rekaman CCTV Arya ketika
berada di Cemlu serta CCTV lain dia
terlihat masih memegang handphone. Dan
bagaimana caranya Arya memesan makanan
tanpa menggunakan handphone kalau memang
handphone-nya hilang. Nah, kira-kira
gimana tuh, Geng, menurut kalian tentang
bagian misteri ini?
Kita lanjut lagi nih, Geng, ke
pembahasan selanjutnya mengenai Arya
Daru yang terlihat ketakutan sebelum dia
ditemukan tidak bernyawa. Apa yang
terjadi? Kita bahas.
Asumsi kalau Arya Daru terlihat
ketakutan itu berasal dari kesaksian
seorang supir taksi, Geng. Yang mana dia
mengantarkan Arya Daru dari G ke gedung
Kemlu. Dari keterangan suir taksi ini,
dia melihat Arya Daru seperti ketakutan
sambil memegang handphone sembari
menoleh ke kanan dan ke kiri dan juga ke
belakang sampai mengubah rutenya yang
tadinya tujuannya ke bandara jadi ke
Kemlu. Nikolai Aprileando selaku kuasa
hukumnya Arya Daru itu mempertanyakan
apakah polisi sudah mendalami keterangan
dari sopir tersebut atau tidak melihat
siapa pada saat itu dan namun sampai
saat sekarang ini pihak keluarga belum
mendapatkan jawaban. Kemudian selama ini
kita masih beranggapan kalau keberadaan
Arya Daru di roof gedung Kemlu terlihat
sangat mencurigakan. Dan narasi yang
selama ini beredar adalah Arya mencoba
melompat dari rooftop tersebut karena
dia terlihat sedang berusaha memanjat
pembatas dan melihat ke arah bawah.
Tapi, Geng, dari gerak-geriknya
sebenarnya bukan terlihat seperti orang
yang ingin lompat, melainkan dia seperti
sedang memantau keadaan sekitar. seperti
orang yang kelihatan mencari tahu siapa
yang membuntuti dia. Tapi geng, dari
keterangan staff Kemlue, karena Arya
sudah memiliki beragam pelatihan
dikarenakan tugasnya yang berat di luar
negeri, sehingga apa yang dilakukan oleh
Arya Daru di atas rooftop itu adalah
insting bahwa dia sedang berada dalam
bahaya dan sedang berusaha mencari tahu
kondisi sekitar, bukan ingin melompat
atau justru ingin menghabisi diri
sendiri. Sekarang gua bakal menjelaskan
mengenai beberapa fakta lainnya. Ya,
kalian harus dengar beberapa fakta ini.
Nah, informasi sebelumnya menyebutkan
jika ada kesimpulan tidak ada DNA orang
lain di lakban yang melilit wajahnya
Arya Daru kecuali DNA Arya Daru itu
sendiri. Namun di dalam audiensi antara
polisi dengan keluarga terungkap kalau
ada empat sidik jari di lakban tersebut.
cuma ya satu e [musik] sidik jari aja
yang layak untuk dilakukan pemeriksaan
dan penelitian. Dan menurut keterangan
kuasa hukum keluarga yaitu Martin Lukas
Simanjuntak berdasarkan keterangan
penyidik bekas tiga jari lainnya itu
enggak bisa diteliti karena enggak
layak. Martin sempat menegaskan dalam
audiensi apakah sudah bisa disimpulkan
DNA sidik jari itu bukan DNA Arya.
Kemudian tanpa melalui pemeriksaan
penyelidik mengatakan tidak bisa karena
memang tidak layak dan tidak diuji serta
diteliti. Kuasa hukum lainnya yaitu
Nikolai itu menambahkan masalah sidik
jari itu krusial. Dia mengaku baru tahu
ada empat sidik jari yang melekat di
lakban. Tapi yang bisa teridentifikasi
oleh Inais cuma milik Arya doang.
Sementara tiga sidik jari lain enggak
bisa diidentifikasi. [musik]
Nah, ini kan menunjukkan kalau ada tiga
pihak yang terlibat di sini dan tidak
mungkin Arya punya empat sidik jari yang
berbeda. [musik]
Mustahil. Nah, namun pihak keluarga
tidak pernah bisa mendapatkan jawaban
terkait kepemilikan dari ketiga sidik
jari lainnya. Punya siapa itu? Apakah
punya pelaku yang menghabisi nyawa dari
Arya Daru?
Kemudian keberadaan CTM. Waktu itu kita
cuma tahu ya kalau ada kandungan
parasetamol di dalam tubuhnya Arya Daru.
Tapi ternyata ada kandungan CTM juga.
Buat kalian yang belum tahu, CTM itu
adalah obat alergi, Geng, yang biasanya
dikonsumsi oleh orang yang memiliki
riwayat penyakit alergi. Yang jadi
masalahnya, keluarga Arya Daru
menyebutkan kalau Arya enggak punya
riwayat alergi. Apakah mungkin orang
yang sedang sakit masih sempat belanja
sebelumnya? Apalagi CTM itu memiliki
efek samping yang membuat orang bisa
mengantuk jika mengkonsumsi CTM
tersebut. Yang belum terjawab hingga
sekarang, mengapa Arya meminum
paracetamol dan CTM jika dia tidak sakit
dan tidak punya riwayat penyakit alergi?
Apakah dia meminumnya sendiri atau
justru diberikan oleh orang lain? Nah,
bisa aja kan dia dipaksa minum CTM agar
tertidur dan pelaku bisa melancarkan
aksinya dengan melakban kepala Arya
hingga Arya kehabisan nafas. Nah, itu
baru spekulasinya tuh, Geng. Dan
keluarga Arya pun sampai sekarang masih
menantikan kepastian tersebut. Setelah
polisi mengatakan kalau kasus Arya Daru
disebabkan karena dia yang mengakhiri
hidupnya sendiri, pihak keluarga
menyatakan tidak menerima kesimpulan itu
dan meminta polisi untuk terus
mengungkap fakta-fakta terbaru yang
masih dirasa janggal oleh keluarga serta
publik. Dan pihak keluarga sudah
melakukan berbagai upaya untuk
mengungkap kasus ini. Salah satu hal
yang dilakukan adalah dengan menyurati
Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo
sebanyak dua kali pada tanggal 27
Agustus dan 16 September 2025. Surat itu
juga mereka kirimkan kepada Kepala
Bareskrim Polri Komisaris Jenderal
Syahhardiantono.
Dan surat itu pun dimaksudkan agar
penyelidikan tetap dilanjutkan meski
pihak keluarga sudah pernah melakukan
audiensi kepada polisi dan kuasa hukum
keluarga mengaku belum memegang data
apapun terkait kasus ini, Geng. Termasuk
dengan hasil otopsinya sendiri. Bahkan
kuasa hukum tidak diizinkan untuk
mengecek TKP. Sampai pada akhirnya
dilakukanlah audiensi kembali pada
tanggal 26 November 2025 untuk meminta
penjelasan terkait perkembangan kasus
ini. Keluarga juga sempat bertemu dengan
Menl yaitu Pak Sugiono pada tanggal 8
September dan Pak Sugiono menyatakan
bakal membentuk tim investigasi cuma tim
itu tidak berjalan dan keluarga juga
pernah meminta diadakan rapat dengar
pendapat dengan Komisi 3 DPR pada
tanggal 3 September 2025. Awalnya
disanggupi, namun tidak ada informasi
lebih lanjut. Dan singkat ceritanya, di
tanggal 30 September kuasa hukum
mengikuti rapat dengan Komisi 13
membahas perkembangan kasus dan wakil
ketua komisi 13 DPR yaitu Andreas Hugo
Pereira yang meminta kasus ini dibuka
kembali. Ketika ditanya mengenai apakah
polisi ingin melanjutkan penanganan
kasus ini, Ajun Komisaris Besar Putu
Kolis Ariana selaku Wakil Diresk Krimum
Polda Metro Jaya mengatakan berkomitmen
bakal meneruskan penanganan kasusnya.
Sementara itu, Kombes Budi Hermanto
selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro
Jaya menyatakan kasus ini bisa
ditingkatkan ke penyidikan jika ada
tindak pidananya dan bisa dilakukan
gelar perkara. Saat ini Pita istrinya
Arya Daru harus terus berkonsultasi
dengan psikolog dan anak-anaknya
terpaksa homeschooling, Geng. Setelah
kasus ini.
Nah, itu dia, Geng, beberapa update
terbaru dari kasusnya Arya Daru setelah
terungkapnya fakta-fakta tersebut.
Kira-kira kalian masih percaya enggak
kalau Arya Daru mengakhiri hidup seperti
kesimpulan dari polisi atau justru
kalian jadi percaya kalau ada orang yang
bertanggung jawab atas meninggalnya Arya
Daru? Coba deh tinggalkan pendapat
kalian di kolom komentar.