Transcript
kDv-UAHIjLw • THE CONTINUATION OF THE ARYA DARU KEM4TI4N MYSTERY! PROOF OF AFFAIR WITH A MEMBER'S WIFE?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1632_kDv-UAHIjLw.txt
Kind: captions Language: id Jadi, Geng selama ini hanya ada satu rekaman CCTV di kosan Arya Daru yang diperlihatkan ke publik, yaitu CCTV yang berada di depan kamar Arya Daru. Padahal nih ya, sebenarnya ada dua CCTV lain di area kosan tersebut, yaitu yang berada di bagian depan dan belakang bangunan kosan. Geng, kalian dengar enggak, Geng? Kasus dari Arya Daru, staf Kemlu yang ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya dengan banyak kejanggalan. Terakhir kali kita membahas kasus Arya Daru ini kan adanya keterangan dari polisi yang menyebutkan kalau di dalam kematiannya Arya Daru ini tidak ada tindak pidana alias tidak ada pelaku. Yang mana itu berarti ya kasus ini terjadi karena Arya sendiri yang mengakhiri hidupnya. Tapi meskipun begitu masih banyak yang merasa janggal atas kasus tersebut dan tidak percaya dengan kesimpulan polisi. Begitu juga dengan keluarganya Arya. Mereka menuntut agar penyelidikan terhadap kasus Arya ini terus dilakukan karena masih banyak pertanyaan atau kejanggalan-kejanggalan yang masih belum terjawab. Di video kali ini kita bakal memberikan update terbaru dari kasus Arya Daru seperti adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Arya dengan rekan sekantornya yang bernama Fara. Kagetnya Fara ini adalah istri dari anggota. Wah, bisa kayak nyambung gitu ya. Kemudian terkait handphone-nya Arya yang disebut oleh polisi hilang, ada bukti yang menunjukkan kalau Arya terlihat menggenggam barang berwarna hitam yang diduga itu adalah handphone-nya. Nah, terus kok bisa tiba-tiba hilang? Terus juga ada kesaksian terbaru dari suir taksi yang mengatakan dia sempat mengantarkan Arya dari Grand Indonesia ke gedung Kemlu yang mana dia bilang kalau Arya terlihat ketakutan seperti sedang ada yang mengikuti dia. Termasuk juga keberadaan Arya di rooftop gedung Kemlu yang terekam yang kabarnya bukanlah upaya Arya untuk melompat dari atas gedung serta beberapa fakta-fakta lain. Fakta-fakta terbaru ini semakin menunjukkan kalau ada yang aneh dari kasus ini yang menguatkan dugaan kalau Arya enggak meninggal karena dia sendiri, melainkan ada ya kemungkinan pelaku di dalam kasus ini sebelum akhirnya dia ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kosnya. Di pembahasan kali ini kita bakal membahas secara lengkap kronologi dan tambahan fakta-fakta lainnya. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Cherry. [musik] Oke, Geng. Sebelum kita lanjut ke kontennya, seperti biasa gua mau memperkenalkan ke kalian produk-produk yang gua sendiri pakai dan menurut gua kualitasnya bagus banget, keren banget tapi dengan harga yang terjangkau. Karena sekarang kan udah enggak zamannya ya e beli barang-barang mahal, mubazir, tapi ya kualitasnya sama aja dengan barang-barang yang harganya murah tapi ya kualitasnya bersaing. Di sini gua mau ngenalin ke kalian sendal keren yang benar-benar tampilannya bikin mewah tapi tetap simpel dan enggak norak. Namanya itu adalah sendal Thomaselli. Nah, jenisnya adalah slip on. Warnanya keren banget menurut gua karena ini warnanya matte, jadi enggak Nora. Sendal ini produksi asli dari Indonesia, jadi kualitasnya udah pasti terjamin karena sudah melalui quality control yang bagus banget. Jangan khawatir untuk pemilihan warna di sini mereka punya warna grey, terus ada warna hitam atau semi dark gry. Dan untuk yang klasik mungkin kalian bisa pilih yang warna coklat. Oke, jadi buat kalian yang mau beli nih, Geng ya, langsung aja cek linknya udah ada di bawah. Klik aja mudah banget belanja melalui YouTube [musik] sekarang. Sumpah deh, barangnya murah, kualitasnya memuaskan. Sekarang kita lanjut ke pembahasan kontennya. Oke, untuk pembahasan pertama kita akan membahas hubungan Arya Daru dengan teman sekantornya seorang perempuan yang bernama Fara. Ya, diduga dia berselingkuh dengan Fara. Benarkah demikian? kita bahas. Jadi, Geng, di dalam kasus Arya Daru ini adanya isu mengenai Arya Daru yang berselingkuh karena ditemukan adanya pengaman di antara barang-barang pribadinya Arya Daru. Meskipun sang istri yang bernama Meta Ayu Puspitantri atau yang akrab disapa dengan nama Pita, dia mengaku kalau pengaman itu adalah punya dia dan juga Arya. Namun kehadiran sosok lain yang bernama Fara yang diduga sebagai orang ketiga di dalam hubungan rumah tangga mereka itu masih terus menjadi pertanyaan siapa sebenarnya Fara ini dan apakah benar dia ini cuma rekan kerja dari Arya Daru? Nah, diketahui nih Geng ya saat Arya Daru berada di Grand Indonesia untuk membeli perlengkapan keperluannya selama bertugas di Finlandia. [musik] Dia itu ternyata ditemani oleh yang namanya Fara dan juga Dion. Fara ini adalah rekan kerjanya Arya Daru di Kemlu. Namun mereka bertugas di direktorat yang berbeda. Ada seorang pegawai Kemlu yang menyebutkan kalau mereka berdua ini sebenarnya memang dikenal dekat dan beberapa kali sempat bertugas bersama, Geng. Salah satunya ketika mereka menangani kepulangan WNI yang bermasalah di luar negeri. Navara dan Arya Daru pernah bekerja sama untuk menangani kasus tersebut. Keduanya cukup dekat karena bekerja di kantor yang sama yakni Kementerian Luar Negeri [musik] Kemenl. Dan Fara sendiri sebenarnya sudah menikah dengan seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut berpangkat mayor. Di tahun 2024, suaminya ini bertugas sebagai komandan di unit kapal perang. Dari salah satu informasi yang gua dapatkan ya dari rekaman CCTV yang diperoleh dari toko baju yang dimasuki oleh Arya Daru pada tanggal 7 Juli 2025 itu terlihat kalau Arya Daru ini lebih banyak berjalan bersama dengan Fara sementara Dion itu mencari bajunya sendiri. Rupanya di dalam toko baju itu, Arya Daru lebih banyak berjalan bersama Fara. Sementara Dion mencari baju seorang diri. Dalam rekaman tersebut, Arya Daru dan Fara ini terlihat lengket banget karena selalu berdekatan dan Fara sampai menyentuh beberapa baju yang dirasa cocok untuk Arya. Dan Arya juga sempat melihat baju-baju tersebut sambil berkaca dan ditemani oleh Fara. Kemudian ketika Arya sedang menunggu taksi di Grand Indonesia, area ini sempat mengirimkan chat kepada Pita dan di chat tersebut Arya memanggil [musik] Pita dengan sebutan A. Nah, kurang lebih kalimatnya begini, Geng. Ai, naik apa? Masih maem. Nah, ini aneh banget, Geng. Karena selama ini Arya itu gak pernah manggil Pita dengan sebutan itu. Apakah di sini dia keceplosan atau gimana? Setelah mengirim cat tersebut, Arya ini secara mendadak tidak bisa dihubungi oleh Pita. Nah, sehingga keesokan harinya dia ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar kosnya yang mana ini terjadi pada tanggal 8 Juli 2025. Mungkin buat kita ya gak ada yang aneh dengan chat yang dikirim oleh Arya Daru. Tapi menurut istrinya Pita, dia tidak pernah dipanggil dengan kata tersebut oleh Arya Daru semasa hidupnya. Nah, terus siapa yang mengirimkan chat itu kepada Pita? Malah yang ada kata Ai ini adalah panggilan antara Arya dengan Fara ketika berkomunikasi lewat chat. Makanya ketika Arya mengirim chat tersebut, Pita kemudian membalas untuk meminta penjelasan maksud dari isi chat itu. Namun, karena Arya sudah tidak bisa dihubungi lagi, makanya Pita enggak pernah bisa mendapatkan jawaban dari maksud chat tersebut. Nah, jadi ada dugaan jika Arya sempat salah kirim chat yang seharusnya dia kirim ke Fara malah kekirim ke Pita. Tapi bisa juga nih, jangan-jangan ada seseorang yang mencoba menggunakan handphone Arya untuk mengirim chat tersebut kepada Pita. Tapi karena dia tidak tahu, [musik] bahasa sehari-hari yang digunakan Arya kepada Pita, jadilah blunder. Gimana tuh, Geng? Menurut kalian cukup masuk akal enggak? Dari keterangan Pita, Arya ini berbohong kepada dia terkait keberadaan Fara dan Dion di Grand Indonesia yang mana di saat itu jelas-jelas bersama dia di sana. Ketika Arya mengabari Pita kalau dia ingin pergi ke Gi, Pita ini nanya dia mau ke sana sama siapa dan Arya menjawab kalau dia pergi sendirian. Padahal pada kenyataannya di saat itu ada Fara dan juga Dion. Kuasa hukum keluarga Arya Daru yang bernama Dwi Librianto itu mengungkapkan kalau Arya pergi ke G sebanyak dua kali di hari Senin tanggal 7 Juli tersebut. Pagi harinya, Arya berpamitan kepada Pita istrinya untuk pergi bekerja. Pada siang harinya, Arya mengabari Pita kalau dia akan makan siang dengan Fara serta Dion. Dan Arya beralasan dia bakal berdiskusi dengan Fara serta Dion untuk membahas permasalahan anak ketika rapat bersama Depsos di hari Kamis. Nah, mungkin makan siangnya di Gi, Geng. Setelah itu, Arya bersama dengan Dion serta Fara itu kembali ke kantor untuk bekerja. Dan pada sore harinya, Arya ternyata kembali lagi ke G yang katanya sendirian. Namun ternyata masih bersama Dion dan juga Fara. Yang jadi pertanyaannya, [musik] kenapa ya dia harus berbohong? Apakah dugaan kedekatan antara Arya dan Fara ini hanya sebatas itu? Nah, tapi nyatanya, Geng, dari fakta terbaru yang terungkap itu menyebutkan kalau ternyata mereka kedapatan sempat check in di sebuah hotel yang berlokasi tidak jauh dari kos-kosannya Arya. Dari informasi yang beredar, mereka ini sempat check in sekitar 24 kali di hotel tersebut. Wah, gila ya, Geng. Nicolai menuturkan fakta baru bahwa Arya Daru check in atau menginap di hotel sebanyak 24 kali di wilayah Jakarta. Informasi tersebut berdasarkan keterangan tiga saksi dan hal ini terungkap lewat hasil pemeriksaan resepsionis dan jejak digital di aplikasi pemesanan hotel sejak tahun 2024 sampai 2025. Kebayang enggak tuh, Geng, gimana perasaan dari suaminya Fara ketika berita ini terblow up di media sosial? Terus, Geng, Pita sendiri sudah mengetahui fakta tersebut karena pihak keluarga mengadakan pertemuan dengan polisi pada tanggal 28 Juli via Zoom. [musik] Dan Pita juga melihat bukti kalau Arya melakukan check in di sana. Nah, namun geng, ada informasi lain yang menyebutkan kalau Arya Daru, dan Fara check di hotel tersebut sebanyak 35 kali. Jadi lebih banyak dari dugaan awal. Yang mana ini dimulai dari bulan Februari 2024 sampai dengan bulan Juni 2025, 2 minggu sebelum kejadian. Dari 35 pemesanan itu, Arya Daru memesan sebanyak 10 kali dan Fara memesan sebanyak 25 kali. Dan diketahui juga jika hotel tersebut adalah hotel bintang dua yang mana itu bukanlah hotel yang menjadi standar bagi Kemlu untuk mengadakan acara di sana. Sehingga dugaannya kamar tersebut memang dipesan secara pribadi oleh Arya dan Fara untuk mereka menginap bukan atas dasar tugas. Jadi enggak bisa ngeles kalau itu tugas. Pita sendiri tahu siapa Fara. Dia selama ini diberitahu atau dikenalkan oleh Arya Daru kalau Fara hanyalah sebatas rekan kerja. Dan Pita juga pernah menerima foto Faras saat makan bersama Arya Daru sekitar setahun lalu. Namun di foto itu mereka tidak cuma berdua, melainkan bersama dengan beberapa rekan kerja lainnya. Dan Pita sejujurnya kaget ketika tahu kalau Fara ternyata memiliki hubungan pribadi dan spesial dengan suaminya. Oleh karena itu, Geng, pihak keluarga meminta penyelidikan lebih lanjut terkait hubungan Arya dengan Fara yang sebenar-benarnya. Termasuk dengan meminta keterangan kepada suami Fara yang merupakan seorang anggota TNI. Nah, sekarang kita bakal beranjak ke pembahasan keberadaan CCTV di kosan Arya Daru sekaligus pengakuan dari penjaga kosan tempat Arya Daru tinggal. Jadi, Geng, selama ini hanya ada satu rekaman CCTV di kosan Arya Daru yang diperlihatkan ke publik, yaitu CCTV yang berada di depan kamar Arya Daru. Padahal nih ya, sebenarnya ada dua CCTV lain di area kosan tersebut, yaitu yang berada di bagian depan dan belakang bangunan kosan. Tapi enggak ada rekaman dari dua CCTV tersebut. Yang satunya dikatakan rusak, yang satu lagi dikatakan e tidak ada decodernya. Sehingga yang merekam itu hanya satu CCTV yang berada tepat di depan kamar Arya Daru. CCTV tersebut juga dicurigai sudah diubah angle-nya, Geng. Karena di malam ketika Arya Daru belum ditemukan, angle-nya itu tidak mengarah persis ke area kamarnya Arya Daru. Tapi pada saat Siswanto penjaga kosan memeriksa kamar Arya Daru di pagi harinya, CCTV-nya sudah mengarah ke kamar Arya. Nah, ini kan aneh banget. Nah, karena itulah banyak yang memberikan spekulasi liar di media sosial yang menyebutkan kalau Siswanto sangat mencurigakan dalam kasus ini. Dan dari keterangan polisi, tidak lama saat dia pulang dari gedung Kemlu, Arya terlihat sedang makan di ruang makan dan bertemu dengan Siswanto. Tapi geng Siswanto mengaku tidak bertemu dengan Arya sejak sore karena dia udah tidur dan dia baru bangun di tengah malam karena ditelepon oleh Pita, istrinya Arya Daru yang meminta tolong kepada siwanto untuk memeriksa keberadaan Arya Daru di jam 127 alias dini hari seperti yang terlihat di dalam rekaman CCTV yang beredar. Lebih lanjut, Siswanto juga mengaku tidak bertemu dengan Arya sejak hari Minggu tanggal 6 Juli sehingga dia juga tidak melihat Arya yang buang sampah hingga makan malam di tanggal 7 Juli tersebut. Nah, apakah e Siswanto ini berbohong atau gimana ya? Dan pada saat si Swanto ini memeriksa kamar Arya di tengah malam, kondisi kamarnya sangat gelap dan Pita sempat meminta dia untuk mendobrak pintu dan masuk ke kamar karena dia sangat khawatir dengan suaminya Arya yang tidak bisa dihubungi. Dan Pita juga menyebutkan jika dia siap ganti rugi apabila pintu itu rusak setelah didobrak. Nah, namun Siswanto perlu izin dulu kepada pemilik kosan sehingga di malam itu Siswanto hanya memeriksa aja. Barulah di waktu subuh sekitar jam 5 pagi, Pita kembali menelepon Siswanto. Tapi Siswanto mengangkat teleponnya di jam pagi. Dan baru di pagi hari itu ya Siswanto memeriksa ke dalam kamar Arya. Alasan mengapa CCTV di depan kamar Arya mengarah ke angle yang berbeda itu ternyata memang disengaja dilakukan oleh Siswanto atas permintaan Pita sebagai bukti rekaman ketika Siswanto menemukan Arya di dalam kamar. Jadi dengan kata lain ya, tadinya itu CCTV memang tidak mengarah ke arah kamarnya Arya, tapi Pita lah yang meminta Siswanto untuk mengarahkan CCTV itu di saat detik-detik Siswanto memeriksa kamar Arya supaya ada bukti gitu loh, Geng. Alasan tersebut didasarkan pada kesaksian dan bukti dengan percakapan antara Siswanto dengan Pita. Jadi, ada buktinya. Tapi geng, ternyata di dalam keterangan Siswanto di berita acara pemeriksaan atau BAP, dia bilang kalau pengubahan angle CCTV itu karena diperintahkan oleh pemilik Kosan. Nah, Siswanto ini mengaku kalau keterangannya itu berubah-rubah disebabkan karena dia panik, Geng. Dan belum pernah berhadapan dengan media apalagi terlibat di dalam kasus kematian kayak gini. Dan dari informasi yang gua dapatkan dari investigasi media tempo, Siswanto bilang kalau sebenarnya dia sendiri enggak tahu siapakah yang merubah angle CCTV. Tapi si Swanto bilang kalau perubahan itu dikarenakan CCTV-nya yang memang bisa bergerak otomatis. Pokoknya Swanto ini agak berubah-ubah keterangannya, Geng. Jadi yang tadinya masuk akal tiba-tiba dia rubah lagi jadi tidak masuk akal. Nah, itu dia, Geng, kurang lebih kejanggalan yang kedua terkait CCTV di kosannya Arya Daru yang ternyata ada dua CCTV lain serta keterangan Siswanto yang berubah-ubah. Sekarang kita bakal masuk ke dalam penjelasan kejanggalan ketiga nih, Geng. terkait handphone-nya Arya Daru yang diduga tidak hilang. Nah, terus Geng dari informasi terakhir yang diberikan oleh polisi disebutkan kalau Arya Daru ini punya dua handphone. Namun handphone yang sering dia gunakan itu hilang entah ke mana dalam perjalanannya dia dari G menuju gedung Kemlu. Sampai sekarang pun enggak jelas keberadaan dari handphone itu ada di mana, Geng. Tapi anehnya ketika Arya Daru memasuki gedung Kemlu, dia terlihat masih memegang handphone tersebut. Begitu juga di berbagai rekaman CCTV yang menunjukkan kalau Arya Daru seperti memegang sebuah benda hitam yang diduga itu adalah handphone. Keterangan dari sopir taksi yang mengatakan hal yang sama selama berada di dalam taksi dari G menuju Kemlu, Arya ini dikatakan masih memegang handphone-nya. Terus juga dikatakan kalau memang Arya Daru memesan makanan, bagaimana dia bisa memesan makanan kalau enggak menggunakan handphone? Nah, jadi masuk akal juga, Geng, ya, kecurigaan ini. Terus kemudian di jam 10 pagi pada tanggal 8 Juli, beberapa jam setelah Arya Daru ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kosnya, handphone Arya tiba-tiba aktif lagi. Hal ini diketahui karena chat Pita, istrinya Arya Daru yang tadinya ceklis satu ke Arya, tiba-tiba ceklis dua. Nah, berarti kan ada yang memegang handphone-nya. Namun untuk pesan yang tiba-tiba ceklist dua ini ada dua dugaan. Apakah itu dikarenakan handphone-nya yang kembali aktif atau karena pada momen itu polisi sudah memeriksa laptop Arya Daru yang ternyata memang terkoneksi ke chat yang ada di HP-nya atau ke WhatsApp-nya. Nah, jika benar dugaan dikarenakan polisi yang memeriksa laptopnya Arya, asumsi tersebut tetap tidak bisa menjelaskan mengapa di rekaman CCTV Arya ketika berada di Cemlu serta CCTV lain dia terlihat masih memegang handphone. Dan bagaimana caranya Arya memesan makanan tanpa menggunakan handphone kalau memang handphone-nya hilang. Nah, kira-kira gimana tuh, Geng, menurut kalian tentang bagian misteri ini? Kita lanjut lagi nih, Geng, ke pembahasan selanjutnya mengenai Arya Daru yang terlihat ketakutan sebelum dia ditemukan tidak bernyawa. Apa yang terjadi? Kita bahas. Asumsi kalau Arya Daru terlihat ketakutan itu berasal dari kesaksian seorang supir taksi, Geng. Yang mana dia mengantarkan Arya Daru dari G ke gedung Kemlu. Dari keterangan suir taksi ini, dia melihat Arya Daru seperti ketakutan sambil memegang handphone sembari menoleh ke kanan dan ke kiri dan juga ke belakang sampai mengubah rutenya yang tadinya tujuannya ke bandara jadi ke Kemlu. Nikolai Aprileando selaku kuasa hukumnya Arya Daru itu mempertanyakan apakah polisi sudah mendalami keterangan dari sopir tersebut atau tidak melihat siapa pada saat itu dan namun sampai saat sekarang ini pihak keluarga belum mendapatkan jawaban. Kemudian selama ini kita masih beranggapan kalau keberadaan Arya Daru di roof gedung Kemlu terlihat sangat mencurigakan. Dan narasi yang selama ini beredar adalah Arya mencoba melompat dari rooftop tersebut karena dia terlihat sedang berusaha memanjat pembatas dan melihat ke arah bawah. Tapi, Geng, dari gerak-geriknya sebenarnya bukan terlihat seperti orang yang ingin lompat, melainkan dia seperti sedang memantau keadaan sekitar. seperti orang yang kelihatan mencari tahu siapa yang membuntuti dia. Tapi geng, dari keterangan staff Kemlue, karena Arya sudah memiliki beragam pelatihan dikarenakan tugasnya yang berat di luar negeri, sehingga apa yang dilakukan oleh Arya Daru di atas rooftop itu adalah insting bahwa dia sedang berada dalam bahaya dan sedang berusaha mencari tahu kondisi sekitar, bukan ingin melompat atau justru ingin menghabisi diri sendiri. Sekarang gua bakal menjelaskan mengenai beberapa fakta lainnya. Ya, kalian harus dengar beberapa fakta ini. Nah, informasi sebelumnya menyebutkan jika ada kesimpulan tidak ada DNA orang lain di lakban yang melilit wajahnya Arya Daru kecuali DNA Arya Daru itu sendiri. Namun di dalam audiensi antara polisi dengan keluarga terungkap kalau ada empat sidik jari di lakban tersebut. cuma ya satu e [musik] sidik jari aja yang layak untuk dilakukan pemeriksaan dan penelitian. Dan menurut keterangan kuasa hukum keluarga yaitu Martin Lukas Simanjuntak berdasarkan keterangan penyidik bekas tiga jari lainnya itu enggak bisa diteliti karena enggak layak. Martin sempat menegaskan dalam audiensi apakah sudah bisa disimpulkan DNA sidik jari itu bukan DNA Arya. Kemudian tanpa melalui pemeriksaan penyelidik mengatakan tidak bisa karena memang tidak layak dan tidak diuji serta diteliti. Kuasa hukum lainnya yaitu Nikolai itu menambahkan masalah sidik jari itu krusial. Dia mengaku baru tahu ada empat sidik jari yang melekat di lakban. Tapi yang bisa teridentifikasi oleh Inais cuma milik Arya doang. Sementara tiga sidik jari lain enggak bisa diidentifikasi. [musik] Nah, ini kan menunjukkan kalau ada tiga pihak yang terlibat di sini dan tidak mungkin Arya punya empat sidik jari yang berbeda. [musik] Mustahil. Nah, namun pihak keluarga tidak pernah bisa mendapatkan jawaban terkait kepemilikan dari ketiga sidik jari lainnya. Punya siapa itu? Apakah punya pelaku yang menghabisi nyawa dari Arya Daru? Kemudian keberadaan CTM. Waktu itu kita cuma tahu ya kalau ada kandungan parasetamol di dalam tubuhnya Arya Daru. Tapi ternyata ada kandungan CTM juga. Buat kalian yang belum tahu, CTM itu adalah obat alergi, Geng, yang biasanya dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat penyakit alergi. Yang jadi masalahnya, keluarga Arya Daru menyebutkan kalau Arya enggak punya riwayat alergi. Apakah mungkin orang yang sedang sakit masih sempat belanja sebelumnya? Apalagi CTM itu memiliki efek samping yang membuat orang bisa mengantuk jika mengkonsumsi CTM tersebut. Yang belum terjawab hingga sekarang, mengapa Arya meminum paracetamol dan CTM jika dia tidak sakit dan tidak punya riwayat penyakit alergi? Apakah dia meminumnya sendiri atau justru diberikan oleh orang lain? Nah, bisa aja kan dia dipaksa minum CTM agar tertidur dan pelaku bisa melancarkan aksinya dengan melakban kepala Arya hingga Arya kehabisan nafas. Nah, itu baru spekulasinya tuh, Geng. Dan keluarga Arya pun sampai sekarang masih menantikan kepastian tersebut. Setelah polisi mengatakan kalau kasus Arya Daru disebabkan karena dia yang mengakhiri hidupnya sendiri, pihak keluarga menyatakan tidak menerima kesimpulan itu dan meminta polisi untuk terus mengungkap fakta-fakta terbaru yang masih dirasa janggal oleh keluarga serta publik. Dan pihak keluarga sudah melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus ini. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menyurati Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo sebanyak dua kali pada tanggal 27 Agustus dan 16 September 2025. Surat itu juga mereka kirimkan kepada Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Syahhardiantono. Dan surat itu pun dimaksudkan agar penyelidikan tetap dilanjutkan meski pihak keluarga sudah pernah melakukan audiensi kepada polisi dan kuasa hukum keluarga mengaku belum memegang data apapun terkait kasus ini, Geng. Termasuk dengan hasil otopsinya sendiri. Bahkan kuasa hukum tidak diizinkan untuk mengecek TKP. Sampai pada akhirnya dilakukanlah audiensi kembali pada tanggal 26 November 2025 untuk meminta penjelasan terkait perkembangan kasus ini. Keluarga juga sempat bertemu dengan Menl yaitu Pak Sugiono pada tanggal 8 September dan Pak Sugiono menyatakan bakal membentuk tim investigasi cuma tim itu tidak berjalan dan keluarga juga pernah meminta diadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi 3 DPR pada tanggal 3 September 2025. Awalnya disanggupi, namun tidak ada informasi lebih lanjut. Dan singkat ceritanya, di tanggal 30 September kuasa hukum mengikuti rapat dengan Komisi 13 membahas perkembangan kasus dan wakil ketua komisi 13 DPR yaitu Andreas Hugo Pereira yang meminta kasus ini dibuka kembali. Ketika ditanya mengenai apakah polisi ingin melanjutkan penanganan kasus ini, Ajun Komisaris Besar Putu Kolis Ariana selaku Wakil Diresk Krimum Polda Metro Jaya mengatakan berkomitmen bakal meneruskan penanganan kasusnya. Sementara itu, Kombes Budi Hermanto selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menyatakan kasus ini bisa ditingkatkan ke penyidikan jika ada tindak pidananya dan bisa dilakukan gelar perkara. Saat ini Pita istrinya Arya Daru harus terus berkonsultasi dengan psikolog dan anak-anaknya terpaksa homeschooling, Geng. Setelah kasus ini. Nah, itu dia, Geng, beberapa update terbaru dari kasusnya Arya Daru setelah terungkapnya fakta-fakta tersebut. Kira-kira kalian masih percaya enggak kalau Arya Daru mengakhiri hidup seperti kesimpulan dari polisi atau justru kalian jadi percaya kalau ada orang yang bertanggung jawab atas meninggalnya Arya Daru? Coba deh tinggalkan pendapat kalian di kolom komentar.