WHY ARE INDIAN IMMIGRANT ENROLLMENTS REJECTED IN MANY COUNTRIES?
3y7cYyCUdMw • 2026-01-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id cuma akan mengotori sungai kredit yang terletak di Erindel Park tersebut. Ya, ini wajar banget ya diprotes oleh warga lokalnya. Karena menurut mereka ya sungai itu ee bagi orang-orang bule di sana ya hanyalah sebuah sungai yang mengalir. Geng, sebelum gua mulai pembahasan ini, gua disclaimer dulu nih biar enggak salah paham. Pembahasan ini enggak bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau menyudutkan pihak manapun. Nah, jadi ini adalah sebuah informasi yang gua angkat atas fenomena yang sedang banyak terjadi di media sekarang. Dan informasi ini gua harap bisa menjadi edukasi buat kita semua. Dan teruntuk pihak-pihak yang mungkin merasa ee dibahas atau tersinggung dengan pembahasannya. Gua mohon maaf banget karena informasi ini perlu gua sampaikan memang karena kejadiannya ada. Kalau kalian misalkan ingin protes, silakan di kolom komentar dan kalian bisa cek sendiri sumber-sumbernya jelas banyak. Oke. Nah, jadi geng hari ini kita bakal membahas tentang sebuah topik yang sedang sering sekali muncul di sosial media dan menjadi perbincangan publik internasional. Nah, kalau sudah di taraf internasional itu artinya banyak negara yang sedang membicarakan hal ini. Belakangan ini, Geng, banyak banget nih video dan berita yang menyeroti perilaku sebagian besar orang-orang India, baik itu turis maupun imigran India di berbagai negara mulai dari Asia, Eropa sampai Timur Tengah. yang mana mereka ini dianggap nyeleneh, tidak sesuai dengan norma setempat, atau bahkan memicu kontroversi karena sering sekali mereka membawa kebiasaan ee dari negara mereka ke negara orang. Mungkin di negara mereka hal tersebut dianggap masih dalam level wajar atau justru itu biasa aja atau justru itu adalah tradisi yang sebenarnya baik kalau di negara mereka. Tapi ketika dibawa ke negara orang justru itu menimbulkan masalah. Makanya banyak sekali pertanyaan yang timbul, apakah setiap perilaku orang-orang India ketika mereka datang ke negara lain itu langsung kayak dikecam atau dibenci itu mereka benar-benar 100% ee apa ya? kayak menyimpang atau justru sebenarnya cuma benturan budaya aja yang kemudian dibesar-besarkan oleh media gitu. Nah, aslinya sebenarnya apa yang mereka lakukan itu ya hal baik misalkan. Nah, nanti kita bakal bahas nih kenyataannya dan setiap negara serta masyarakat udah pasti kan punya norma sosial yang berbeda-beda. Hal ini yang dianggap biasa di satu tempat dan bisa dipersepsikan tidak sopan atau aneh di tempat lain, ya kan? Nah, sama seperti kita orang Indonesia yang kadang itu sering dianggap berisik, terlalu santai alias terlalu malas dan tidak disiplin ketika berada di luar negeri. Gua udah sempat bahas lah beberapa ee fenomena salah satunya yang terjadi di Jepang ya kan yang para pesilat-pesilat waktu itu terus juga yang ngebentuk-bentuk gangster ya kan. Nah itu adalah salah satu ketidakdisiplinan dan juga kebiasaan buruk dari negara sendiri dibawa ke negara orang. Nah, jadi ketika gua membahas e fenomena ini sebenarnya gua gak mau sekedar mengulang narasi viral atau ikut-ikutan menghakimi. Karena di sini kita bakal bedah satu persatu perilaku apa aja sih yang sering dianggap kontroversial. Di mana konteks budayanya dan mana yang memang melanggar aturan dan mana yang cuma soal perbedaan kebiasaan aja. Nah, karena kalau kita enggak hati-hati, pembahasan seperti ini bisa dengan gampang berubah dari edukasi menjadi sebuah stereotype atau menstigmakan kaum tertentu, bangsa tertentu atau suku tertentu ya dicap jelek terus gitu. Padahal misalkan yang melakukannya adalah oknum atau sebagian kecil orangnya. Nah, jadinya dianggap sama rata. Untuk pembahasan ini mungkin kalian harus dengar dengan seksama agar kalian bisa mengambil kesimpulannya. Langsung aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Geng. Oke, Geng. Sebelum kita mulai dengan pembahasannya, gua mau ngasih tahu kalian dulu, ya produk-produk yang recommended dari Kamar Jerry. Barang-barang ini harganya udah pasti terjangkau dengan kualitas yang baik. Buat kalian yang mau tampil trendy dan formal, kalian harus banget punya sepatu Lexi Blacks, yaitu sepatu formal dengan model slip on yang membuat tampilan jauh lebih berkelas dengan material pilihan terbaik dari pengrajin sepatu yang jam terbangnya udah tinggi. Yang udah pasti ini adalah brand lokal. Ini cocok buat kalian yang mau datang ke acara formal ataupun cuma nongkrong-nongkrong nonformal. Dari warnanya ini udah keren banget yaitu mate. Jadinya enggak Nora. mereknya Kenva. Nah, kalau kalian beli sepatu ini, kalian udah dapat free kaos kaki beserta dengan stiker Kenfa di dalamnya. Jadi, tunggu apaagi? Buat kalian yang mau tampil keren dan berkelas, boleh nih check out sepatu ini. Untuk kalian yang mau check out, langsung aja linknya udah kita terahkan di bawah. Cobain deh belanja dari YouTube dengan harga yang benar-benar afroadable. Enggak perlu mahal, tapi bisa mendapatkan kualitas yang sangat baik. Sekarang kita lanjut ke pembahasannya. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita bahas dulu ya kelakuan orang India yang cukup kontroversial yang terjadi di Kanada. Nah, ini yang paling rameai nih. Jadi, geng, pertama kita bakal membahas dulu tentang sebuah video para warga atau komunitas India, imigran India yang menjalankan sebuah ritual di salah satu sungai di Kanada. Kejadiannya itu pada tanggal 4 Juli 2025 lalu. Komunitas India di sana sempat menggelar sebuah ritual keagamaan yang bernama Gangga arti yang cukup meriah di tepi sungai kredit Misisauga. Jadi di negara orang mereka cari sungai-sungai yang ada, terus mereka melakukan praktik ibadah seolah-olah ya mereka sedang berada di Sungai Gangga. Terus geng Gangga arti sendiri ya itu merupakan sebuah ritual keagamaan yang sangat bermakna untuk mereka. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan simbolis terhadap Sungai Gangga yang dalam kepercayaan Hindu India dipandang bukan sekedar sungai biasa, melainkan perwujudan dewi Gangga. Ya, dewi sungai, Dewi Air. Nah, sungai ini dipercaya sebagai sosok ibu yang memberikan kehidupan untuk mereka dan membersihkan dosa serta melindungi umatnya secara spiritual. Karena makna sakral itulah ya gangga arti tadi ya biasanya dilakukan dengan penuh hikmat di tepi sungai menggunakan api, doa dan nyanyian pujian dalam bahasa e mereka gitu ya. Dan bagi umat Hindu India ritual ini bukan hanya tradisi, Geng, tapi juga ekspresi keimanan dan keterikatan spiritual mereka yang sangat kuat terhadap alam dan kehidupan, gitu, Geng. Nah, biasanya ritual ini dilakukan oleh para warga India dengan tujuan meniru gangga arti yang biasanya digelar di India seperti di Faranasi, e, Risikh, terus ada di Haritwar. Acara ini bukan sekedar kegiatan komunitas biasa, Geng. Karena juga mendapatkan perhatian dari perwakilan resmi India. Menurut konsulat India di Toronto, ya, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Radio Disum namanya. Dan mereka mempromosikan budaya India yang turut dihadiri oleh salah satu konsulat jenderal India yang ada di Toronto yang bernama Sanjif Saklani. Nah, jadi negara orang atau kota orang udah dijadiin kayak kampung halaman mereka lah di saat itu. Dan momen ini pun menuai beragam respon publik mulai dari yang melihatnya sebagai ekspresi budaya dan keagamaan sampai ada yang mempertanyakan soal konteks, lokasi, dan dampaknya bagi negara lain. Para warga India di sana mungkin melihat upacara ini ya untuk bisa mengingatkan mereka dengan kampung halaman mereka gitu ya. Dan bagi mereka yang ikut berpartisipasi ini adalah salah satu cara mereka membangun identitas budaya mereka dan memperkuat ikatan komunitas. Tapi sayangnya mereka tuh kayak enggak peduli itu dilakukan di negara mana. Itu kan bukan tanah mereka, bukan tanah nenek moyang mereka. Mereka ada di sana ya karena mereka ya diterima sebagai imigran gitu. Tapi mereka bisa-bisanya membawa budaya mereka ke negara orang yang belum tentu orang-orang di sana merasa nyaman. Di saat itu banyak juga warga Kanada yang bingung kenapa sebuah ritual yang jelas memiliki nama Gangga arti yang seharusnya dilakukan di sungai Gangga tapi malah dilakukan di sungai yang ada di Kanada. Malahan ada juga warga di sana yang berkomentar bahwa komunitas India ini cuma akan mengotori sungai kredit yang terletak di Erindel Park tersebut. Ya, ini wajar banget ya diprotes oleh warga lokalnya. Karena menurut mereka ya sungai itu e bagi orang-orang bule di sana ya hanyalah sebuah sungai yang mengalir. Mungkin dipakai buat ya mandi-mandi kali atau buat mancing kali atau apa gitu. Enggak pernah terpikirkan oleh mereka kalau sungai itu untuk disembah gitu. Ketika ada warga India yang mulai mempraktikkan sesembahannya atau ibadahnya di sungai tersebut, maka para bule ini jadi protes. Nah, tapi Geng, terlepas dari perdebatan di media sosial, acara ini sebenarnya memperlihatkan satu hal penting sih, Geng. Yang mana bagi warga India, identitas dan keyakinan mereka itu enggak berhenti cuma karena batas negara, ya. Nah, ini sebenarnya bisa ditiru juga sih oleh kita-kita nih yang mungkin sesama keturunan, sesama bangsa tuh jarang akur gitu ya kan atau jarang saling support. Nah, ini warga India mau sampai ke negara orang pun identitas dan keyakinan mereka enggak berhenti cuma karena batas negara. Mereka tetap harus menunjukkan kalau mereka adalah India pride. Nah, jadi geng buat para peserta di acara tersebut, ritual ini juga menjadi cara untuk mempertahankan nilai-nilai spiritual sekaligus menjaga ikatan budaya mereka. Meskipun ini dilakukan jauh dari tanah asal mereka, tapi ya, Geng, di sisi lain diskusinya itu ternyata enggak berhenti di soal simbol dan identitas aja. Muncul juga kekhawatiran soal dampak lingkungannya. Ya, kalian bisa lihat sendiri ya. Kegiatan orang-orang India ini terkadang itu terlalu berlebihan ya. maksudnya berlebihan untuk kita lah. Buat mereka mungkin itu pas aja, cukup aja dan ya emang seperti itu seharusnya karena kan ini menyangkut ibadah dan ritual keagamaan gitu ya. Kita juga enggak bisa nge-judetlah. Nah, tapi yang bisa kita adalah kenapa hal-hal seperti itu dilakukan di negara orang yang mana sangat kotor jadinya. Ya, beberapa pihak mempertanyakan apakah pelaksanaan ritual di sekitar sungai kredit berpotensi mempengaruhi ekosistem lokal atau enggak. Entah nanti ada bubuk-bubuk apa gitu kan ke orang India gitu ya. Bubuk apa gitu dilempar, bakar-bakaran apa dilempar. Nanti bakal mempengaruhi ekosistem di sana. Contohnya kayak ya ikan-ikannya mati, keracunan dan lain-lain. Nah, tapi walaupun sejauh ini tidak ada laporan kerusakan lingkungan yang konkret, kejadian ini tetap membuka perdebatan yang lebih luas, yaitu bagaimana caranya menyeimbangkan ekspresi budaya dan keagamaan dengan normal lingkungan setempat serta tanggung jawab sebagai warga di ruang publik. Dan perdebatan inilah yang terus berulang setiap kali praktik budaya lintas negara dilakukan di konteks-konteks yang berbeda. Selain mereka diduga mencemari lingkungan ya karena bahan-bahan ritualnya itu disebar-sebarin gitu ya dengan melakukan ritual gangga arti tadi juga. Nah, ada sebuah video yang memperlihatkan mereka juga melakukan aksi mandi di pantai. Bukan berenang atau sekedar menyelam aja tapi beneran mandi. Mandi nih. Oh. Walaupun di dalam video tersebut tidak terlihat mereka ini mandi menggunakan sabun maupun shampo, tapi tetap aja mandi di ruang publik merupakan hal yang dikecam di negara tersebut. Bahkan di berbagai dunia juga ada peraturan kayak gini. Dan selain mandi sembarangan, ada juga orang yang merupakan seorang superir truk nih ya. Dia buang air kecil sembarangan di negara orang yang walaupun sebenarnya ya di negara kita sendiri banyak nih kejadian kayak gini. Nah, tapi ini enggak bisa disamakan dengan Amerika, Eropa dan lain-lain ya kan? Setidaknya ya kalau kita berbicara negara kita Indonesia, walaupun banyak sekali orang yang kencing sembarangan, tapi orangnya tahu diri dia bakal sembunyi-sembunyi. Ya kan? Tapi di kejadian orang India, di negara orang ini, ini beda banget. Di dalam video kalian bisa lihat dia buang air kecil di sebelah kiri truk yang berpapasan dengan pengguna jalan lain. Jadi kayak enggak ada malunya. Dan karena sudah banyak warga India yang melakukan hal aneh-aneh kayak gini, ada seorang anggota parlemen Kanada yang bernama Maxim Bernier yang akhirnya melakukan konfrontasi kepada salah satu imigran di Pulau Edward yang sedang melakukan demo menuntut pemotongan kuota imigrasi sebesar 25%. Tapi ya si Maksim ini mengatakan dengan tegas kalau izin kerja imigrannya sudah habis sehingga imigran tersebut harus segera dideportasi. Karena inilah sudah banyak orang Kanada yang sebenarnya merasa resah dengan kelakuan orang-orang India yang ada di negara mereka yang seperti tidak menghormati aturan budaya lokal gitu. Malah mereka membawa kebiasaan mereka di negara asal mereka itu ke Kanada dan orang Kanada jadi takut kalau kebiasaan orang India ini bakal semakin besar dan semakin mengganggu warga-warga lokal Kanada. Nah, gitu, Geng. Gimana tuh, Geng? Menurut kalian? Itu baru satu yang kita bahas, ya. ketika orang India berada di Kanada. Nah, itu baru satu kejadian. Sekarang kita bakal beranjak kejadian lain yang ada di negara lain, tapi masih melibatkan orang-orang India. Yaitu ketika imigran India berada di Inggris. Wah, ini seram sih. Karena Inggris cukup ketat ya. kita bahas. Jadi, Geng di London itu ya ada beberapa wilayah yang dikenal sebagai pusat komunitas India khusus tuh dan dua di antara yang paling sering disebutkan adalah South Hall dan juga Wembley. So Hall ini bahkan kerap dijuluki sebagai Little India loh, Geng. Karena hampir setengah dari jumlah penduduk di wilayah tersebut merupakan warga keturunan India. Dan sementara itu di daerah Wembley, komunitas India jumlahnya bahkan mencapai sekitar 57% dari total penduduk yang ada. Yang mana ini menjadikan wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan bagi komunitas India yang bernama Desi dan merupakan ee komunitas paling hidup dan dinamis di London. Budaya, makanan sampai aktivitas komunitas India ini sangat terasa di dua wilayah tersebut. Tapi geng, di balik kuatnya identitas komunitas ini muncul juga kritik soal tanggung jawab sosial di ruang publik yang mana di dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram Nayem_LDon itu terlihat ya kondisi lingkungan di beberapa titik kawasan tersebut dipenuhi oleh sampah dan lain-lain. Dan tempat sampah sudah dilaporkan penuh hingga meluber-luber dan sampahnya berserakan di area publik. Nah, kondisi ini kemudian memicu perdebatan. Apakah ini murni persoalan individu aja? lemahnya pengelolaan ee kota atau memang ada masalah kesadaran dari para warga India di sana untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka. Dan seperti banyak kasus lain ya, isu ini akhirnya berkembang bukan cuma soal sampah tapi juga soal hidup yang berdampingan dalam masyarakat multikultural. Terus selain itu ya ada sebuah video viral nih Geng yang memperlihatkan seorang pria asal India itu mencuci kakinya bahkan diduga sampai mandi dan secara terbuka di sungai Dams London. Video tersebut langsung menuai reaksi keras dari warga lokal sampai netizen di penjuru dunia yang mana banyak yang menilai tindakan itu tidak higienis ya, tidak menghormati lingkungan, serta melanggar norma perilaku di ruang publik. Nah, di kolom komentar postingan tersebut, aksi ini ya disebut sebagai contoh perilaku publik yang dianggap tidak dapat diterima baik dari turis maupun imigran. Dan ada satu lagi nih geng. Jadi ada sebuah video yang memperlihatkan komunitas India yang juga melakukan ritual di sungai Dams ini. Ya, mereka melakukan sebuah ritual yang bernama Ganes V sarjan. Di dalam video yang beredar ya terlihat patung dewa Ganesa diarak-arak lalu dicelupkan ke sungai. disertai dengan taburan bubuk haldi dan kumkum serta bunga-bunga lainnya. Nah, sejumlah pengguna media sosial menyoroti material yang digunakan dalam prosesi tersebut. Nah, mereka mempertanyakan kemungkinan penggunaan ornamen plastik atau cat sintetis dan bahan-bahan yang kulitnya bisa terurai dan bahan-bahan yang sulit terurai dan bisa mencemari air atau lingkungan, mengganggu kehidupan ikan dan merusak keseimbangan ekosistem sungai. Bahkan ada juga kritik yang menyinggung potensi kandungan logam berat di dalam cat patung yang jika mengendap di sedimen sungai itu dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang. Namun di sisi lain, Geng, sebagian warga diaspora India itu membela kegiatan ini dengan menyebutkan bahwa patung yang digunakan terbuat dari tanah liat yang alami dan mudah larut. Nah, tapi meskipun begitu, kehadiran hiasan tambahan dan pewarna sintetis tetap membuat banyak pihak menggunakan klaim bahwa prosesi tersebut sepenuhnya ramah lingkungan. Nah, itu adalah perilaku warga India yang nomor dua. Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan ee yang sama tapi terjadi di beda negara lagi yaitu perilaku orang India di Australia. Jadi, geng, ada sebuah video di Instagram yang diunggah oleh akun @vinaima yang memperlihatkan sekelompok orang dari komunitas India yang melakukan aksi ala DJ di dalam kereta bawah tanah yang ada di Sydney. Di dalam rekaman itu terlihat mereka memutar lagu milik Imran Khan yang berjudul Bewafava menggunakan perangkat DJ Portable yang langsung di dalam gerbong. Aksi ini langsung menarik perhatian penumpang lain. Beberapa terlihat antusias ikut menikmati suasana dan bahkan ada yang merekam momen tersebut. Nah, tapi di sisi lain, Geng, enggak sedikit juga yang mengkritik aksi ini. Banyak netizen yang menilai kegiatan tersebut seolah mengabaikan etika ruang publik dan berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain yang sedang berpergian. Dan selain di kereta bawah tanah tadi, ada juga video yang memperlihatkan sekelompok warga India yang melakukan aksi DJ di ruang publik yang ada di Cigurn namanya ya. Ini adalah daerah pinggiran kota Melbourne, Australia. Selain itu, ada sebuah foto yang berasal dari kawasan Adelite yang sempat menyita perhatian publik nih, Geng. Di dalam foto itu ya, itu udah kelihatan ada seorang laki-laki lagi coba pipis buang air. Pipis apa ee ya pokoknya antara dua itulah di ruang publik di siang hari bolong. Terlepas dari apapun alasan atau kondisi yang sedang dia alami, tindakannya dia itu dianggap benar-benar enggak dapat diterima oleh warga lokal di sana. Banyak pihak yang menilai perilaku tersebut melanggar etika ruang publik dan standar kebersihan dasar warga Australia. Yang mana menurut mereka enggak pernah sesembrono itu gitu. Apalagi kejadian ini kan terjadi di negara yang fasilitas sanitasinya ya mudah diakses. Bahkan sanitasi atau WC umumnya banyak gitu tersedia secara luas. Kok bisa-bisanya ada orang India yang boker sembarangan. Dan karena hal itulah aksi tersebut langsung menuai kecaman dari warga dan netizen yang menilai bahwa ruang publik seharusnya dijaga bersama, bukan disalahgunakan apalagi oleh orang-orang imigran ini. Jadi sebagai warga negara yang baik ya memang harus ee menegur nih orang-orang yang terlihat sembrono dan tidak sesuai dengan etikanya kayak gitu apalagi sedang berada di tanah mereka ya kan. Nah, oke udah lihat ya geng. Sekarang kita ke negara lain lagi. Ketika orang India merayakan sebuah tradisi adat istiadat mereka di Spanyol. Jadi ada sebuah perayaan yang memperingati 80 tahun La Tomatina di daerah Buol, Spanyol yang digelar pada September lalu yang sempat menjadi sorotan publik. Di dalam perayaan iconik tersebut terlihat sejumlah warga India ikut ambil bagian dan merayakan festival bersama peserta lain dari berbagai negara. Tapi, geng, yang kemudian memicu perbincangan adalah cara ketika mereka merayakannya. Dalam beberapa video yang beredar, warga India tersebut terlihat menyanyikan dan menari mengikuti lagu India yang berjudul Juma Chuma, yaitu lagu populer dari film Ham atau Hum gitu ya yang dibintangi oleh Amita Bachan. Lagu ini diputar di tengah suasana festival dan mereka tampak menikmati momen tersebut sembari berjoget-joget. Yaalah, orang-orang India lah. Cuma cuma Dede, cuma cuma Dumba, cuma cuma Dede. Dan respon publik pun terbelah. Sebagian melihatnya sebagai bentuk ekspresi budaya dan kegembiraan dalam festival internasional. Tapi di kolom komentar itu cukup banyak juga yang menyampaikan ketidaksetujuan mereka dengan hal ini. Yang mana salah satu kritik yang muncul itu menyebutkan bahwa La Tomatina dianggap sebagai perayaan yang sakral dan punya makna budaya tersendiri bagi warga Bunol. Sehingga memutar musik asing yang tidak berkaitan dengan hakikat perayaan itu dinilai kayak enggak menghormati tradisi lokal gitu. Ini lagi hari raya apa? Siapa yang lagi merayakan? Kok orang-orang India ini malah heboh dengan budayanya sendiri di tengah-tengah perayaan budaya orang lain gitu. Dan selain itu beredar juga sebuah video yang memperlihatkan sekelompok warga India sedang menari-nari di tempat umum di kota Barcelona. Di dalam video tersebut enggak ada penjelasan yang jelas ya mengenai tujuan atau konteks aktivitas yang mereka lakukan. Apakah ini adalah bagian dari acara tertentu atau ini cuma sekedar konten di media sosial aja. Tapi geng yang kemudian memicu kontroversi justru bukan cuma videonya. Namun caption yang ada di sana ya di dalam caption itu ya pembuat unggahan menyinggung isu yang sama sekali berbeda dengan menyebutkan bahwa pelaku pemerkaosan ya atau ee pelaku ruda paksa di wilayah Catalonia Barcelona itu berasal dari imigran berbagai negara dengan klaim persentase mencapai 91% yang mana salah satu negara pelakunya merupakan orang-orang India katanya. Nah, walaupun enggak dijelaskan secara pasti berapa angkanya, tapi ya di video tersebut orang yang mengupload itu menuduh banyaknya atau tingginya angka e ruda paksa di negara mereka itu pelakunya adalah imigran India tuh. Oke, udah sampai Spanyol nih kita nih. Sekarang kita akan bergeser ke negara Selandia baru protes masyarakatnya terhadap kelakuan orang India atau imigran India di negara mereka. Di Selandia Baru atau New Zealand ini agak beda. Sebenarnya enggak ada kelakuan aneh yang dilakukan oleh imigran India. Tapi mungkin karena orang-orang di New Zealand ini sudah merasa jika terlalu banyak imigran India yang berada di negara mereka, mereka akhirnya melakukan protes. Jadi lebih kepada kayak enggak mau aja gitu ada ras lain. Mereka tuh pengin hidup tenang. Karena kan negara mereka tuh cukup sepi, slow living, santai, ya kan. Nah, mereka tahu ya kalau orang India apabila sudah diterima satu orang, maka akan mengundang saudara-saudaranya yang lain untuk datang juga ke sana dan berkerumunan membentuk sebuah komunitas. Salah satu video yang tersebar di media sosial itu memperlihatkan sebuah insiden yang terjadi di Auckland Selatan, Selandia Baru. Di mana sebuah prosesi keagamaan sik atau nagarkirtan itu mendapat sebuah protes dari kelompok sayap kanan yang ada di ee Selandia Baru atau New Zealand. Ini di dalam video yang viral terlihat sekelompok orang berbaju biru berdiri sepanjang Grid South Rot sambil melakukan tarian tradisional Mauri Haka dan tepat di depan barisan prosesi sampai akhirnya acara yang dilakukan oleh komunitas SIK ini sampai berhenti, Geng. Dan kelompok ini disebut-sebut merupakan pengikut pendeta Pentakosta Brian Tamaki, pemimpin gereja Destiny namanya. Mereka terdengar meneriakkan slogan-slogan bernuansa keagamaan seperti satu Tuhan Sejati dan Yesus Yesus. Bahkan ada juga sebuah spanduk yang bertuliskan ini Selandia Baru bukan India. Jadi udah masuk ke rasisme banget gitu ya. Situasi sempat memanas. Namun polisi di saat itu terlihat berjaga-jaga dan sempat memisahkan kedua belah pihak untuk mencegah konflik berkembang lebih jauh antara warga India yang beragama Sik dengan warga Selandia Baru yang beragama Kristen. Nah, setelah kejadian tersebut, Geng, Tamaki sampai buka suara di media sosial. Dia memuji aksi kelompok tersebut dan menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan itu bersifat damai tanpa kekerasan atau kerusuhan. Ya memang terlihatnya kayak rame banget kayak huha huha gitu. Nah, tapi itu adalah bagian dari tradisi yang bernama tarian HK geng dan itu memang menyeramkan lnya. Bukan berarti mereka lagi marah tapi merupakan itu adalah bentuk semangat gitu geng. Menurut Tamaki juga, tarian HK yang dilakukan di depan prosesi itu bukan bentuk provokasi fisik, melainkan tantangan simbolis yang disebut sebagai garis pemisah soal identitas nasional, budaya, dan agama. Jadi, biar kelihatan bahwa tanah New Zealand itu punya orang Mauri dan bule-bule yang ada di sana. Ya, budaya mereka haka, bukan budaya ee festival-festival agama sik tersebut. Kurang lebih kayak gitulah. Dan di sisi lain, Tamaki juga melontarkan tudingan. Dia mengklaim kalau wilayah Manurewa sempat ditutup selama berjam-jam akibat parade orang India ini. Serta menuduh sebagian peserta prosesi Sik tersebut membawa senjata dan mengibarkan bendera asing. Nah, itu mereka enggak terima. Nah, tapi tuduhan ini memicu perdebatan karena enggak semua klaim tersebut disertai dengan bukti yang jelas. Jadi, cuma tuduhan aja dari si bro tadi ini. Lalu, Geng, karena kearroganan dari Tamaki ini, banyak anggota parlemen di Selandia Baru khususnya yang merupakan keturunan India. akhirnya memberikan kecaman kepada Tamaki. Nah, karena di Selandia Baru ternyata ada juga nih pemimpin-pemimpin di negara mereka itu yang keturunan India, geng. Mereka jadi enggak terima. Nah, salah satunya adalah seorang anggota parlemen yang bernama Prianka Rada Krishnan. Dia bilang kalau umat SIK itu udah ada di Selandia Baru dari tahun 1800-an. Jadi mereka itu bukan imigran baru di sana yang mengganggu kestabilan hidup orang Selandia baru. Dia mengecam tindakan yang dilakukan oleh Gereja Destiny yang katanya masih sebuah kelompok yang baru dibuat. Bahkan orang Sik udah jauh lebih lama berada di sana ketimbang kelompok ini," kata dia. Nah, ada juga kecaman lain, Geng. yaitu dari walikota Norwich dari negara Amerika Serikat yang bernama Swaranjit Sing Kalsa yang mana menuntut agar pemerintah Selandia Baru mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap kelompok-kelompok penyebar kebencian terhadap orang-orang India ini. Dan dia berpendapat kalau kelompok semacam itu enggak dapat dianggap sebagai suara kebebasan nasionalisme. Ya, apa ya? ini kayak lebih ke ancaman bagi kemanusiaan kata dia. Dan walaupun di Selandia Baru ini enggak ada kelakuan aneh dari imigran India di sana yang terekspos ya, melainkan mereka suka berkerumunan aja ketika festival budaya mereka ee dan orang-orang Selandia Baru merasa kayak mengganggu gitu ya karena di negara mereka enggak setuju gitu dengan perayaan-perayaan orang-orang India yang ramai kayak gini. Nah, tapi saat ini ada sebagian orang Selandia Baru yang mulai merasa resah dengan keberadaan orang-orang India ini, Geng. Apalagi melihat di negara-negara lain yang saat ini sudah banyak orang India yang semakin semena-mena, katanya. Dan mereka takut jika negara mereka akan bernasib sama dengan negara-negara tersebut. Nah, gimana tuh, Geng, menurut kalian tentang anggapan ini? Oke, sekarang kita beranjak ke negara lain yaitu negara Jepang yang mana orang-orang Jepang menganggap kalau para pekerja migran asal India itu hidupnya jorok. katanya. Benarkah demikian? Kita bahas. Ini adalah pembahasan dari negara yang terakhir akan kita beberkan. Jadi, ini merupakan kasus yang masih baru banget dan pasti hampir semua dari kalian tahu dengan pembahasan ini. Apalagi kalau bukan tentang migrasi besar-besaran yang dilakukan oleh orang India di Jepang. Ini udah sempat kita bahas kemarin ini kontennya. Nah, program migrasi ini bukan tanpa alasan. Katanya sih ya, Jepang itu sebenarnya sedang menyusun program besar yang bertujuan untuk mendorong pertukaran antar masyarakat sebagai strategi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Program ini menargetkan keterlibatan lebih dari 500.000 orang dan menjadi bagian dari agenda jangka panjang Jepang dalam menghadapi tantangan demografi dan ekonomi. Jadi dengan kata lain ya, Jepang itu udah krisis manusia karena orang-orang di sana itu udah malas punya anak, udah sibuk sama kerja. Jadinya Jepang itu harus bekerja sama dengan negara-negara luar termasuk India dan negara kita untuk merekrut tenaga kerja agar mau tinggal di Jepang. Gitulah kurang lebih. Dan menurut sumber yang memahami kebijakan ini, Jepang itu mau memperluas pertukaran di berbagai sektor strategis. Mulai dari pemerintahan, industri, akademisi, hingga sektor-sektor lain yang dianggap punya potensi besar untuk kolaborasi lintas negara. Di dalam hal ini, India dipandang sebagai mitra penting. Jepang melihat dinamisme India, baik dari segi jumlah penduduk yang usianya produktif, inovatif, maupun pertumbuhan ekonominya. Ya, India adalah negara yang bisa mendorong ekonomi domestik Jepang yang selama ini stagnan. Nah, lewat pertukaran sumber daya manusia ini dan kerja sama lintas sektor, Jepang berharap bisa menciptakan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Nah, tapi Geng lagi-lagi ya ada kelakuan-kelakuan dari beberapa warga India yang nyeleneh yang membuat para warga lokal di Jepang jadi geleng-geleng kepala. Salah satunya adalah sebuah video yang bisa kita lihat ini yang di sana memperlihatkan sekelompok orang yang diduga imigran India yang sedang merokok sembarangan. Padahal di tempat itu sudah ada plang yang jelas tertulis dilarang merokok. Karena aksi itu, mereka ditegur oleh seorang petugas yang sedang berjaga di sana. Tapi bukannya nurut sama petugasnya atau menghormati peraturan di negara orang, mereka malah marah-marah dan nantang buat berantem dengan berteriak-teriak kepada si petugas tersebut. Nah, walaupun enggak dijelaskan lagi apakah para imigran ini dihukum atau cuma ditegur aja, tetap aja ya, Geng ya. Banyak sekali orang yang mulai enggak suka dengan sikap para imigran India ini karena dianggap tidak mau mengikuti aturan di negara orang dan seolah-olah mereka masih membawa kebiasaan buruk dari negara mereka. Nah, itulah Geng yang menjadi keresahan, Geng. Ya, kebiasaan buruk di negara mereka itu masih terbawah-bawah. Ibaratnya ituh mereka tidak menerapkan di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Selain video tadi, ada juga video yang beredar tentang keadaan Jepang setelah para imigran India ini mulai berdatangan. Salah satunya terjadi di distrik Shinagawa yang mana para warga di sana heran kenapa tiba-tiba ada banyak banget tumpukan sampah yang ditaruh sembarangan di pinggir jalan. Padahal biasanya buang sampah itu udah ada aturannya di Jepang dan bahkan ada jadwalnya kalau sampahnya mau diangkat dan dibuang. Jadi orang Jepang kan serapi itu, sedisiplin itu ya. Dan bahkan biasanya ada juga stiker dari pemerintah setempat sebagai salah satu tanda bahwa sampah itu akan diangkut. Setelah diselidiki ya ini sampah siapa yang ngebuang sembarangan? Ternyata sampah itu merupakan ulah dari para imigran India yang tinggal di sana. Selain itu ada juga ya seseorang yang berkomentar bahwa Tokyo sudah mulai kehilangan ketertiban dan bukan lagi seperti Jepang yang dikenal oleh dunia dulu. Ada juga kejadian lain yang pasti kalian udah banyak yang tahu ya kalau di Jepang banyak apartemen yang saling berdempetan. Nah, karena saling berdempetan pasti kalau kita masak sesuatu aromanya bisa nyebar ke mana-mana. Jadi di apartemen itu ternyata ada imigran India yang suka masak kari dan banyak tetangganya yang merupakan warga Jepang merasa sangat terganggu dengan aroma kari India tersebut. Tapi setelah ditegur, warga India ini cuma bilang kalau apa yang mereka masak itu cuma kari kambing sama nasi beryani aja yang merupakan masakan khas negara mereka. Jadi mereka enggak bermaksud untuk mengganggu katanya. Padahal nih, Geng, di Jepang itu sendiri sudah ada peraturan tentang smell archment, ya. Yang mana ini membatasi aroma sebuah benda. Baik itu masakan, buah, sampai parfum yang dipakai agar tidak mengganggu orang lain. Nah, tapi orang Indianya tidak bisa mengikuti aturan tersebut. Dan selain itu ada juga kelakuan yang bisa dikatakan cukup memalukan, yaitu sekelompok warga India yang rata-rata masih anak muda ya suka ngumpul-ngumpul di taman yang mana mereka bukan cuma nyantai atau saling ngobrol aja, tapi malah mereka nyalain speaker gede-gede, nyetel lagu Bollywood, terus joget ramei-rame dan ya emang aneh gitu udah kayak apa ya dia pikir itu keren gitu. Dia pikir orang-orang bakal terhibur juga kayak dia. Padahal itu sangat mengganggu. Seperti yang kita tahu ya, Jepang itu adalah negara yang sangat tenang gitu. Bukannya yang nyeleneh heboh-hebohan kayak gitu, joget-joget Jepang gak begitu budayanya. Nah, terus geng ada video lain lagi yaitu sebuah video yang direkam oleh orang Indonesia yang sedang berwisata di Jepang. Di dalam video itu ada sebuah selokan yang dulunya kita tahu bahwa selokan di Jepang itu bersih bahkan bisa pelihara ikan ya ikan hias. Nah, ini sekarang malah sudah kotor keruh bahkan ada sampah plastik yang mengapung di selokan tersebut semenjak para imigran India ini pindah ke Jepang. Ya, walaupun sudah pernah dilakukan sebuah workshop tentang keagamaan budaya dan cara adaptasi di negara Jepang tersebut, ya. Tapi para warga Jepang sudah mencap imigran ini dengan orang-orang yang enggak punya etika dan norma. Fenomena ini ya mengingatkan kita bahwa membawa identitas budaya ke manapun itu sahja, tapi menghormati aturan dan lingkungan lokal di mana mereka berada atau di mana kita berada adalah sebuah kewajiban, Geng. Nah, tapi hal itu ternyata masih banyak tidak bisa dilakukan oleh orang-orang India yang menjadi imigran di negara orang. Salah satunya di Jepang. Oke, itu dia, Gengs, ya. Pembahasan kita hari ini soal kelakuan warga India di berbagai belahan dunia. Kita udah lihat ya, banyak banget negara di dunia yang enggak suka dengan imigran-imigran yang ya cukup nyeleneh, enggak mengikuti aturan ya, terutama dari India ini. Nah, bukannya warga lokal ini rasis atau tidak menerima orang-orang India secara keturunan, tapi memang dari beberapa oknum warga Indianya aja yang bertingkah laku tidak sesuai dengan norma warga lokal. Nah, dari sini kita ya jangan menghina juga ya. Kita harus berkaca juga. Mungkin masih banyak juga warga negara kita Indonesia yang ya mengganggu atas sikapnya ketika berada di negara orang. Tapi dari kasus warga India ini kita bisa mengambil pelajaran. Selagi dari negara kita itu belum terlalu banyak yang membuat onar masih sedikit dan negara kita masih termasuk yang cukup disenangi. Ya. Ya. Dari sekarang kita harus berevaluasi, kita harus berbenah diri. Jangan sampai kita dibenci secara stigma ya. Nanti gara-gara satu orang semuanya diereotypekan seolah-olah kita negara yang red flag, warganya red flag gak bisa diterima. Padahal kelakuan ini dari satu dua orang tapi kalau dikumpulin udah semakin banyak akhirnya semua dianggap sama rata, sama-sama buruk. Nah, itu bahaya banget. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita hari ini. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.
Resume
Categories