WHY ARE INDIAN IMMIGRANT ENROLLMENTS REJECTED IN MANY COUNTRIES?
3y7cYyCUdMw • 2026-01-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
cuma akan mengotori sungai kredit yang
terletak di Erindel Park tersebut. Ya,
ini wajar banget ya diprotes oleh warga
lokalnya. Karena menurut mereka ya
sungai itu ee bagi orang-orang bule di
sana ya hanyalah sebuah sungai yang
mengalir.
Geng, sebelum gua mulai pembahasan ini,
gua disclaimer dulu nih biar enggak
salah paham. Pembahasan ini enggak
bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau
menyudutkan pihak manapun. Nah, jadi ini
adalah sebuah informasi yang gua angkat
atas fenomena yang sedang banyak terjadi
di media sekarang. Dan informasi ini gua
harap bisa menjadi edukasi buat kita
semua. Dan teruntuk pihak-pihak yang
mungkin merasa ee dibahas atau
tersinggung dengan pembahasannya. Gua
mohon maaf banget karena informasi ini
perlu gua sampaikan memang karena
kejadiannya ada. Kalau kalian misalkan
ingin protes, silakan di kolom komentar
dan kalian bisa cek sendiri
sumber-sumbernya jelas banyak. Oke. Nah,
jadi geng hari ini kita bakal membahas
tentang sebuah topik yang sedang sering
sekali muncul di sosial media dan
menjadi perbincangan publik
internasional. Nah, kalau sudah di taraf
internasional itu artinya banyak negara
yang sedang membicarakan hal ini.
Belakangan ini, Geng, banyak banget nih
video dan berita yang menyeroti perilaku
sebagian besar orang-orang India, baik
itu turis maupun imigran India di
berbagai negara mulai dari Asia, Eropa
sampai Timur Tengah. yang mana mereka
ini dianggap nyeleneh, tidak sesuai
dengan norma setempat, atau bahkan
memicu kontroversi karena sering sekali
mereka membawa kebiasaan ee dari negara
mereka ke negara orang. Mungkin di
negara mereka hal tersebut dianggap
masih dalam level wajar atau justru itu
biasa aja atau justru itu adalah tradisi
yang sebenarnya baik kalau di negara
mereka. Tapi ketika dibawa ke negara
orang justru itu menimbulkan masalah.
Makanya banyak sekali pertanyaan yang
timbul, apakah setiap perilaku
orang-orang India ketika mereka datang
ke negara lain itu langsung kayak
dikecam atau dibenci itu mereka
benar-benar 100% ee apa ya? kayak
menyimpang atau justru sebenarnya cuma
benturan budaya aja yang kemudian
dibesar-besarkan oleh media gitu. Nah,
aslinya sebenarnya apa yang mereka
lakukan itu ya hal baik misalkan. Nah,
nanti kita bakal bahas nih kenyataannya
dan setiap negara serta masyarakat udah
pasti kan punya norma sosial yang
berbeda-beda. Hal ini yang dianggap
biasa di satu tempat dan bisa
dipersepsikan tidak sopan atau aneh di
tempat lain, ya kan? Nah, sama seperti
kita orang Indonesia yang kadang itu
sering dianggap berisik, terlalu santai
alias terlalu malas dan tidak disiplin
ketika berada di luar negeri. Gua udah
sempat bahas lah beberapa ee fenomena
salah satunya yang terjadi di Jepang ya
kan yang para pesilat-pesilat waktu itu
terus juga yang ngebentuk-bentuk
gangster ya kan. Nah itu adalah salah
satu ketidakdisiplinan dan juga
kebiasaan buruk dari negara sendiri
dibawa ke negara orang. Nah, jadi ketika
gua membahas e fenomena ini sebenarnya
gua gak mau sekedar mengulang narasi
viral atau ikut-ikutan menghakimi.
Karena di sini kita bakal bedah satu
persatu perilaku apa aja sih yang sering
dianggap kontroversial. Di mana konteks
budayanya dan mana yang memang melanggar
aturan dan mana yang cuma soal perbedaan
kebiasaan aja. Nah, karena kalau kita
enggak hati-hati, pembahasan seperti ini
bisa dengan gampang berubah dari edukasi
menjadi sebuah stereotype atau
menstigmakan kaum tertentu, bangsa
tertentu atau suku tertentu ya dicap
jelek terus gitu. Padahal misalkan yang
melakukannya adalah oknum atau sebagian
kecil orangnya. Nah, jadinya dianggap
sama rata. Untuk pembahasan ini mungkin
kalian harus dengar dengan seksama agar
kalian bisa mengambil kesimpulannya.
Langsung aja kita bahas. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
Geng. Oke, Geng. Sebelum kita mulai
dengan pembahasannya, gua mau ngasih
tahu kalian dulu, ya produk-produk yang
recommended dari Kamar Jerry.
Barang-barang ini harganya udah pasti
terjangkau dengan kualitas yang baik.
Buat kalian yang mau tampil trendy dan
formal, kalian harus banget punya sepatu
Lexi Blacks, yaitu sepatu formal dengan
model slip on yang membuat tampilan jauh
lebih berkelas dengan material pilihan
terbaik dari pengrajin sepatu yang jam
terbangnya udah tinggi. Yang udah pasti
ini adalah brand lokal. Ini cocok buat
kalian yang mau datang ke acara formal
ataupun cuma nongkrong-nongkrong
nonformal. Dari warnanya ini udah keren
banget yaitu mate. Jadinya enggak Nora.
mereknya Kenva. Nah, kalau kalian beli
sepatu ini, kalian udah dapat free kaos
kaki beserta dengan stiker Kenfa di
dalamnya. Jadi, tunggu apaagi? Buat
kalian yang mau tampil keren dan
berkelas, boleh nih check out sepatu
ini. Untuk kalian yang mau check out,
langsung aja linknya udah kita terahkan
di bawah. Cobain deh belanja dari
YouTube dengan harga yang benar-benar
afroadable. Enggak perlu mahal, tapi
bisa mendapatkan kualitas yang sangat
baik. Sekarang kita lanjut ke
pembahasannya. Oke, untuk pembahasan
yang pertama kita bahas dulu ya kelakuan
orang India yang cukup kontroversial
yang terjadi di Kanada. Nah, ini yang
paling rameai nih.
Jadi, geng, pertama kita bakal membahas
dulu tentang sebuah video para warga
atau komunitas India, imigran India yang
menjalankan sebuah ritual di salah satu
sungai di Kanada. Kejadiannya itu pada
tanggal 4 Juli 2025 lalu. Komunitas
India di sana sempat menggelar sebuah
ritual keagamaan yang bernama Gangga
arti yang cukup meriah di tepi sungai
kredit Misisauga. Jadi di negara orang
mereka cari sungai-sungai yang ada,
terus mereka melakukan praktik ibadah
seolah-olah ya mereka sedang berada di
Sungai Gangga. Terus geng Gangga arti
sendiri ya itu merupakan sebuah ritual
keagamaan yang sangat bermakna untuk
mereka. Ritual ini dilakukan sebagai
bentuk penghormatan simbolis terhadap
Sungai Gangga yang dalam kepercayaan
Hindu India dipandang bukan sekedar
sungai biasa, melainkan perwujudan dewi
Gangga. Ya, dewi sungai, Dewi Air. Nah,
sungai ini dipercaya sebagai sosok ibu
yang memberikan kehidupan untuk mereka
dan membersihkan dosa serta melindungi
umatnya secara spiritual. Karena makna
sakral itulah ya gangga arti tadi ya
biasanya dilakukan dengan penuh hikmat
di tepi sungai menggunakan api, doa dan
nyanyian pujian dalam bahasa e mereka
gitu ya. Dan bagi umat Hindu India
ritual ini bukan hanya tradisi, Geng,
tapi juga ekspresi keimanan dan
keterikatan spiritual mereka yang sangat
kuat terhadap alam dan kehidupan, gitu,
Geng. Nah, biasanya ritual ini dilakukan
oleh para warga India dengan tujuan
meniru gangga arti yang biasanya digelar
di India seperti di Faranasi, e, Risikh,
terus ada di Haritwar. Acara ini bukan
sekedar kegiatan komunitas biasa, Geng.
Karena juga mendapatkan perhatian dari
perwakilan resmi India. Menurut konsulat
India di Toronto, ya, kegiatan tersebut
diselenggarakan oleh Radio Disum
namanya. Dan mereka mempromosikan budaya
India yang turut dihadiri oleh salah
satu konsulat jenderal India yang ada di
Toronto yang bernama Sanjif Saklani.
Nah, jadi negara orang atau kota orang
udah dijadiin kayak kampung halaman
mereka lah di saat itu. Dan momen ini
pun menuai beragam respon publik mulai
dari yang melihatnya sebagai ekspresi
budaya dan keagamaan sampai ada yang
mempertanyakan soal konteks, lokasi, dan
dampaknya bagi negara lain. Para warga
India di sana mungkin melihat upacara
ini ya untuk bisa mengingatkan mereka
dengan kampung halaman mereka gitu ya.
Dan bagi mereka yang ikut berpartisipasi
ini adalah salah satu cara mereka
membangun identitas budaya mereka dan
memperkuat ikatan komunitas. Tapi
sayangnya mereka tuh kayak enggak peduli
itu dilakukan di negara mana. Itu kan
bukan tanah mereka, bukan tanah nenek
moyang mereka. Mereka ada di sana ya
karena mereka ya diterima sebagai
imigran gitu. Tapi mereka bisa-bisanya
membawa budaya mereka ke negara orang
yang belum tentu orang-orang di sana
merasa nyaman. Di saat itu banyak juga
warga Kanada yang bingung kenapa sebuah
ritual yang jelas memiliki nama Gangga
arti yang seharusnya dilakukan di sungai
Gangga tapi malah dilakukan di sungai
yang ada di Kanada. Malahan ada juga
warga di sana yang berkomentar bahwa
komunitas India ini cuma akan mengotori
sungai kredit yang terletak di Erindel
Park tersebut. Ya, ini wajar banget ya
diprotes oleh warga lokalnya. Karena
menurut mereka ya sungai itu e bagi
orang-orang bule di sana ya hanyalah
sebuah sungai yang mengalir. Mungkin
dipakai buat ya mandi-mandi kali atau
buat mancing kali atau apa gitu. Enggak
pernah terpikirkan oleh mereka kalau
sungai itu untuk disembah gitu.
Ketika ada warga India yang mulai
mempraktikkan sesembahannya atau
ibadahnya di sungai tersebut, maka para
bule ini jadi protes. Nah, tapi Geng,
terlepas dari perdebatan di media
sosial, acara ini sebenarnya
memperlihatkan satu hal penting sih,
Geng. Yang mana bagi warga India,
identitas dan keyakinan mereka itu
enggak berhenti cuma karena batas
negara, ya. Nah, ini sebenarnya bisa
ditiru juga sih oleh kita-kita nih yang
mungkin sesama keturunan, sesama bangsa
tuh jarang akur gitu ya kan atau jarang
saling support. Nah, ini warga India mau
sampai ke negara orang pun identitas dan
keyakinan mereka enggak berhenti cuma
karena batas negara. Mereka tetap harus
menunjukkan kalau mereka adalah India
pride.
Nah, jadi geng buat para peserta di
acara tersebut, ritual ini juga menjadi
cara untuk mempertahankan nilai-nilai
spiritual sekaligus menjaga ikatan
budaya mereka. Meskipun ini dilakukan
jauh dari tanah asal mereka, tapi ya,
Geng, di sisi lain diskusinya itu
ternyata enggak berhenti di soal simbol
dan identitas aja. Muncul juga
kekhawatiran soal dampak lingkungannya.
Ya, kalian bisa lihat sendiri ya.
Kegiatan orang-orang India ini terkadang
itu terlalu berlebihan ya. maksudnya
berlebihan untuk kita lah. Buat mereka
mungkin itu pas aja, cukup aja dan ya
emang seperti itu seharusnya karena kan
ini menyangkut ibadah dan ritual
keagamaan gitu ya. Kita juga enggak bisa
nge-judetlah. Nah, tapi yang bisa kita
adalah kenapa hal-hal seperti itu
dilakukan di negara orang yang mana
sangat kotor jadinya. Ya, beberapa pihak
mempertanyakan apakah pelaksanaan ritual
di sekitar sungai kredit berpotensi
mempengaruhi ekosistem lokal atau
enggak. Entah nanti ada bubuk-bubuk apa
gitu kan ke orang India gitu ya. Bubuk
apa gitu dilempar, bakar-bakaran apa
dilempar. Nanti bakal mempengaruhi
ekosistem di sana. Contohnya kayak ya
ikan-ikannya mati, keracunan dan
lain-lain. Nah, tapi walaupun sejauh ini
tidak ada laporan kerusakan lingkungan
yang konkret, kejadian ini tetap membuka
perdebatan yang lebih luas, yaitu
bagaimana caranya menyeimbangkan
ekspresi budaya dan keagamaan dengan
normal lingkungan setempat serta
tanggung jawab sebagai warga di ruang
publik. Dan perdebatan inilah yang terus
berulang setiap kali praktik budaya
lintas negara dilakukan di
konteks-konteks yang berbeda. Selain
mereka diduga mencemari lingkungan ya
karena bahan-bahan ritualnya itu
disebar-sebarin gitu ya dengan melakukan
ritual gangga arti tadi juga. Nah, ada
sebuah video yang memperlihatkan mereka
juga melakukan aksi mandi di pantai.
Bukan berenang atau sekedar menyelam aja
tapi beneran mandi. Mandi nih.
Oh.
Walaupun di dalam video tersebut tidak
terlihat mereka ini mandi menggunakan
sabun maupun shampo, tapi tetap aja
mandi di ruang publik merupakan hal yang
dikecam di negara tersebut. Bahkan di
berbagai dunia juga ada peraturan kayak
gini. Dan selain mandi sembarangan, ada
juga orang yang merupakan seorang
superir truk nih ya. Dia buang air kecil
sembarangan di negara orang yang
walaupun sebenarnya ya di negara kita
sendiri banyak nih kejadian kayak gini.
Nah, tapi ini enggak bisa disamakan
dengan Amerika, Eropa dan lain-lain ya
kan? Setidaknya ya kalau kita berbicara
negara kita Indonesia, walaupun banyak
sekali orang yang kencing sembarangan,
tapi orangnya tahu diri dia bakal
sembunyi-sembunyi. Ya kan? Tapi di
kejadian orang India, di negara orang
ini, ini beda banget. Di dalam video
kalian bisa lihat dia buang air kecil di
sebelah kiri truk yang berpapasan dengan
pengguna jalan lain. Jadi kayak enggak
ada malunya. Dan karena sudah banyak
warga India yang melakukan hal aneh-aneh
kayak gini, ada seorang anggota parlemen
Kanada yang bernama Maxim Bernier yang
akhirnya melakukan konfrontasi kepada
salah satu imigran di Pulau Edward yang
sedang melakukan demo menuntut
pemotongan kuota imigrasi sebesar 25%.
Tapi ya si Maksim ini mengatakan dengan
tegas kalau izin kerja imigrannya sudah
habis sehingga imigran tersebut harus
segera dideportasi. Karena inilah sudah
banyak orang Kanada yang sebenarnya
merasa resah dengan kelakuan orang-orang
India yang ada di negara mereka yang
seperti tidak menghormati aturan budaya
lokal gitu. Malah mereka membawa
kebiasaan mereka di negara asal mereka
itu ke Kanada dan orang Kanada jadi
takut kalau kebiasaan orang India ini
bakal semakin besar dan semakin
mengganggu warga-warga lokal Kanada.
Nah, gitu, Geng. Gimana tuh, Geng?
Menurut kalian? Itu baru satu yang kita
bahas, ya. ketika orang India berada di
Kanada. Nah, itu baru satu kejadian.
Sekarang kita bakal beranjak kejadian
lain yang ada di negara lain, tapi masih
melibatkan orang-orang India. Yaitu
ketika imigran India berada di Inggris.
Wah, ini seram sih. Karena Inggris cukup
ketat ya. kita bahas.
Jadi, Geng di London itu ya ada beberapa
wilayah yang dikenal sebagai pusat
komunitas India khusus tuh dan dua di
antara yang paling sering disebutkan
adalah South Hall dan juga Wembley. So
Hall ini bahkan kerap dijuluki sebagai
Little India loh, Geng. Karena hampir
setengah dari jumlah penduduk di wilayah
tersebut merupakan warga keturunan
India. Dan sementara itu di daerah
Wembley, komunitas India jumlahnya
bahkan mencapai sekitar 57% dari total
penduduk yang ada. Yang mana ini
menjadikan wilayah tersebut menjadi
salah satu kawasan bagi komunitas India
yang bernama Desi dan merupakan ee
komunitas paling hidup dan dinamis di
London. Budaya, makanan sampai aktivitas
komunitas India ini sangat terasa di dua
wilayah tersebut. Tapi geng, di balik
kuatnya identitas komunitas ini muncul
juga kritik soal tanggung jawab sosial
di ruang publik yang mana di dalam
sebuah video yang diunggah oleh akun
Instagram Nayem_LDon
itu terlihat ya kondisi lingkungan di
beberapa titik kawasan tersebut dipenuhi
oleh sampah dan lain-lain. Dan tempat
sampah sudah dilaporkan penuh hingga
meluber-luber dan sampahnya berserakan
di area publik. Nah, kondisi ini
kemudian memicu perdebatan. Apakah ini
murni persoalan individu aja? lemahnya
pengelolaan ee kota atau memang ada
masalah kesadaran dari para warga India
di sana untuk menjaga kebersihan
lingkungan mereka. Dan seperti banyak
kasus lain ya, isu ini akhirnya
berkembang bukan cuma soal sampah tapi
juga soal hidup yang berdampingan dalam
masyarakat multikultural. Terus selain
itu ya ada sebuah video viral nih Geng
yang memperlihatkan seorang pria asal
India itu mencuci kakinya bahkan diduga
sampai mandi dan secara terbuka di
sungai Dams London. Video tersebut
langsung menuai reaksi keras dari warga
lokal sampai netizen di penjuru dunia
yang mana banyak yang menilai tindakan
itu tidak higienis ya, tidak menghormati
lingkungan, serta melanggar norma
perilaku di ruang publik. Nah, di kolom
komentar postingan tersebut, aksi ini ya
disebut sebagai contoh perilaku publik
yang dianggap tidak dapat diterima baik
dari turis maupun imigran. Dan ada satu
lagi nih geng. Jadi ada sebuah video
yang memperlihatkan komunitas India yang
juga melakukan ritual di sungai Dams
ini. Ya, mereka melakukan sebuah ritual
yang bernama Ganes V sarjan. Di dalam
video yang beredar ya terlihat patung
dewa Ganesa diarak-arak lalu dicelupkan
ke sungai. disertai dengan taburan bubuk
haldi dan kumkum serta bunga-bunga
lainnya. Nah, sejumlah pengguna media
sosial menyoroti material yang digunakan
dalam prosesi tersebut. Nah, mereka
mempertanyakan kemungkinan penggunaan
ornamen plastik atau cat sintetis dan
bahan-bahan yang kulitnya bisa terurai
dan bahan-bahan yang sulit terurai dan
bisa mencemari air atau lingkungan,
mengganggu kehidupan ikan dan merusak
keseimbangan ekosistem sungai. Bahkan
ada juga kritik yang menyinggung potensi
kandungan logam berat di dalam cat
patung yang jika mengendap di sedimen
sungai itu dikhawatirkan bisa
menimbulkan dampak lingkungan jangka
panjang.
Namun di sisi lain, Geng, sebagian warga
diaspora India itu membela kegiatan ini
dengan menyebutkan bahwa patung yang
digunakan terbuat dari tanah liat yang
alami dan mudah larut. Nah, tapi
meskipun begitu, kehadiran hiasan
tambahan dan pewarna sintetis tetap
membuat banyak pihak menggunakan klaim
bahwa prosesi tersebut sepenuhnya ramah
lingkungan. Nah, itu adalah perilaku
warga India yang nomor dua. Sekarang
kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan
ee yang sama tapi terjadi di beda negara
lagi yaitu perilaku orang India di
Australia.
Jadi, geng, ada sebuah video di
Instagram yang diunggah oleh akun
@vinaima
yang memperlihatkan sekelompok orang
dari komunitas India yang melakukan aksi
ala DJ di dalam kereta bawah tanah yang
ada di Sydney. Di dalam rekaman itu
terlihat mereka memutar lagu milik Imran
Khan yang berjudul Bewafava menggunakan
perangkat DJ Portable yang langsung di
dalam gerbong. Aksi ini langsung menarik
perhatian penumpang lain. Beberapa
terlihat antusias ikut menikmati suasana
dan bahkan ada yang merekam momen
tersebut. Nah, tapi di sisi lain, Geng,
enggak sedikit juga yang mengkritik aksi
ini. Banyak netizen yang menilai
kegiatan tersebut seolah mengabaikan
etika ruang publik dan berpotensi
mengganggu kenyamanan penumpang lain
yang sedang berpergian. Dan selain di
kereta bawah tanah tadi, ada juga video
yang memperlihatkan sekelompok warga
India yang melakukan aksi DJ di ruang
publik yang ada di Cigurn namanya ya.
Ini adalah daerah pinggiran kota
Melbourne, Australia.
Selain itu, ada sebuah foto yang berasal
dari kawasan Adelite yang sempat menyita
perhatian publik nih, Geng. Di dalam
foto itu ya, itu udah kelihatan ada
seorang laki-laki lagi coba pipis buang
air. Pipis apa ee ya pokoknya antara dua
itulah di ruang publik di siang hari
bolong. Terlepas dari apapun alasan atau
kondisi yang sedang dia alami,
tindakannya dia itu dianggap benar-benar
enggak dapat diterima oleh warga lokal
di sana. Banyak pihak yang menilai
perilaku tersebut melanggar etika ruang
publik dan standar kebersihan dasar
warga Australia. Yang mana menurut
mereka enggak pernah sesembrono itu
gitu. Apalagi kejadian ini kan terjadi
di negara yang fasilitas sanitasinya ya
mudah diakses. Bahkan sanitasi atau WC
umumnya banyak gitu tersedia secara
luas. Kok bisa-bisanya ada orang India
yang boker sembarangan. Dan karena hal
itulah aksi tersebut langsung menuai
kecaman dari warga dan netizen yang
menilai bahwa ruang publik seharusnya
dijaga bersama, bukan disalahgunakan
apalagi oleh orang-orang imigran ini.
Jadi sebagai warga negara yang baik ya
memang harus ee menegur nih orang-orang
yang terlihat sembrono dan tidak sesuai
dengan etikanya kayak gitu apalagi
sedang berada di tanah mereka ya kan.
Nah, oke udah lihat ya geng. Sekarang
kita ke negara lain lagi. Ketika orang
India merayakan sebuah tradisi adat
istiadat mereka di Spanyol.
Jadi ada sebuah perayaan yang
memperingati 80 tahun La Tomatina di
daerah Buol, Spanyol yang digelar pada
September lalu yang sempat menjadi
sorotan publik. Di dalam perayaan iconik
tersebut terlihat sejumlah warga India
ikut ambil bagian dan merayakan festival
bersama peserta lain dari berbagai
negara. Tapi, geng, yang kemudian memicu
perbincangan adalah cara ketika mereka
merayakannya. Dalam beberapa video yang
beredar, warga India tersebut terlihat
menyanyikan dan menari mengikuti lagu
India yang berjudul Juma Chuma, yaitu
lagu populer dari film Ham atau Hum gitu
ya yang dibintangi oleh Amita Bachan.
Lagu ini diputar di tengah suasana
festival dan mereka tampak menikmati
momen tersebut sembari berjoget-joget.
Yaalah, orang-orang India lah. Cuma cuma
Dede,
cuma cuma Dumba,
cuma cuma Dede.
Dan respon publik pun terbelah. Sebagian
melihatnya sebagai bentuk ekspresi
budaya dan kegembiraan dalam festival
internasional. Tapi di kolom komentar
itu cukup banyak juga yang menyampaikan
ketidaksetujuan mereka dengan hal ini.
Yang mana salah satu kritik yang muncul
itu menyebutkan bahwa La Tomatina
dianggap sebagai perayaan yang sakral
dan punya makna budaya tersendiri bagi
warga Bunol. Sehingga memutar musik
asing yang tidak berkaitan dengan
hakikat perayaan itu dinilai kayak
enggak menghormati tradisi lokal gitu.
Ini lagi hari raya apa? Siapa yang lagi
merayakan? Kok orang-orang India ini
malah heboh dengan budayanya sendiri di
tengah-tengah perayaan budaya orang lain
gitu. Dan selain itu beredar juga sebuah
video yang memperlihatkan sekelompok
warga India sedang menari-nari di tempat
umum di kota Barcelona. Di dalam video
tersebut enggak ada penjelasan yang
jelas ya mengenai tujuan atau konteks
aktivitas yang mereka lakukan. Apakah
ini adalah bagian dari acara tertentu
atau ini cuma sekedar konten di media
sosial aja. Tapi geng yang kemudian
memicu kontroversi justru bukan cuma
videonya. Namun caption yang ada di sana
ya di dalam caption itu ya pembuat
unggahan menyinggung isu yang sama
sekali berbeda dengan menyebutkan bahwa
pelaku pemerkaosan ya atau ee pelaku
ruda paksa di wilayah Catalonia
Barcelona itu berasal dari imigran
berbagai negara dengan klaim persentase
mencapai 91% yang mana salah satu negara
pelakunya merupakan orang-orang India
katanya. Nah, walaupun enggak dijelaskan
secara pasti berapa angkanya, tapi ya di
video tersebut orang yang mengupload itu
menuduh banyaknya atau tingginya angka e
ruda paksa di negara mereka itu
pelakunya adalah imigran India tuh. Oke,
udah sampai Spanyol nih kita nih.
Sekarang kita akan bergeser ke negara
Selandia baru protes masyarakatnya
terhadap kelakuan orang India atau
imigran India di negara mereka.
Di Selandia Baru atau New Zealand ini
agak beda. Sebenarnya enggak ada
kelakuan aneh yang dilakukan oleh
imigran India. Tapi mungkin karena
orang-orang di New Zealand ini sudah
merasa jika terlalu banyak imigran India
yang berada di negara mereka, mereka
akhirnya melakukan protes. Jadi lebih
kepada kayak enggak mau aja gitu ada ras
lain. Mereka tuh pengin hidup tenang.
Karena kan negara mereka tuh cukup sepi,
slow living, santai, ya kan. Nah, mereka
tahu ya kalau orang India apabila sudah
diterima satu orang, maka akan
mengundang saudara-saudaranya yang lain
untuk datang juga ke sana dan
berkerumunan membentuk sebuah komunitas.
Salah satu video yang tersebar di media
sosial itu memperlihatkan sebuah insiden
yang terjadi di Auckland Selatan,
Selandia Baru. Di mana sebuah prosesi
keagamaan sik atau nagarkirtan itu
mendapat sebuah protes dari kelompok
sayap kanan yang ada di ee Selandia Baru
atau New Zealand. Ini di dalam video
yang viral terlihat sekelompok orang
berbaju biru berdiri sepanjang Grid
South Rot sambil melakukan tarian
tradisional Mauri Haka dan tepat di
depan barisan prosesi sampai akhirnya
acara yang dilakukan oleh komunitas SIK
ini sampai berhenti, Geng. Dan kelompok
ini disebut-sebut merupakan pengikut
pendeta Pentakosta Brian Tamaki,
pemimpin gereja Destiny namanya. Mereka
terdengar meneriakkan slogan-slogan
bernuansa keagamaan seperti satu Tuhan
Sejati dan Yesus Yesus. Bahkan ada juga
sebuah spanduk yang bertuliskan ini
Selandia Baru bukan India. Jadi udah
masuk ke rasisme banget gitu ya. Situasi
sempat memanas. Namun polisi di saat itu
terlihat berjaga-jaga dan sempat
memisahkan kedua belah pihak untuk
mencegah konflik berkembang lebih jauh
antara warga India yang beragama Sik
dengan warga Selandia Baru yang beragama
Kristen.
Nah, setelah kejadian tersebut, Geng,
Tamaki sampai buka suara di media
sosial. Dia memuji aksi kelompok
tersebut dan menegaskan bahwa apa yang
mereka lakukan itu bersifat damai tanpa
kekerasan atau kerusuhan. Ya memang
terlihatnya kayak rame banget kayak huha
huha gitu. Nah, tapi itu adalah bagian
dari tradisi yang bernama tarian HK geng
dan itu memang menyeramkan lnya. Bukan
berarti mereka lagi marah tapi merupakan
itu adalah bentuk semangat gitu geng.
Menurut Tamaki juga, tarian HK yang
dilakukan di depan prosesi itu bukan
bentuk provokasi fisik, melainkan
tantangan simbolis yang disebut sebagai
garis pemisah soal identitas nasional,
budaya, dan agama. Jadi, biar kelihatan
bahwa tanah New Zealand itu punya orang
Mauri dan bule-bule yang ada di sana.
Ya, budaya mereka haka, bukan budaya ee
festival-festival agama sik tersebut.
Kurang lebih kayak gitulah. Dan di sisi
lain, Tamaki juga melontarkan tudingan.
Dia mengklaim kalau wilayah Manurewa
sempat ditutup selama berjam-jam akibat
parade orang India ini. Serta menuduh
sebagian peserta prosesi Sik tersebut
membawa senjata dan mengibarkan bendera
asing. Nah, itu mereka enggak terima.
Nah, tapi tuduhan ini memicu perdebatan
karena enggak semua klaim tersebut
disertai dengan bukti yang jelas. Jadi,
cuma tuduhan aja dari si bro tadi ini.
Lalu, Geng, karena kearroganan dari
Tamaki ini, banyak anggota parlemen di
Selandia Baru khususnya yang merupakan
keturunan India. akhirnya memberikan
kecaman kepada Tamaki. Nah, karena di
Selandia Baru ternyata ada juga nih
pemimpin-pemimpin di negara mereka itu
yang keturunan India, geng. Mereka jadi
enggak terima. Nah, salah satunya adalah
seorang anggota parlemen yang bernama
Prianka Rada Krishnan. Dia bilang kalau
umat SIK itu udah ada di Selandia Baru
dari tahun 1800-an. Jadi mereka itu
bukan imigran baru di sana yang
mengganggu kestabilan hidup orang
Selandia baru. Dia mengecam tindakan
yang dilakukan oleh Gereja Destiny yang
katanya masih sebuah kelompok yang baru
dibuat. Bahkan orang Sik udah jauh lebih
lama berada di sana ketimbang kelompok
ini," kata dia. Nah, ada juga kecaman
lain, Geng. yaitu dari walikota Norwich
dari negara Amerika Serikat yang bernama
Swaranjit Sing Kalsa yang mana menuntut
agar pemerintah Selandia Baru mengambil
tindakan hukum yang tegas terhadap
kelompok-kelompok penyebar kebencian
terhadap orang-orang India ini. Dan dia
berpendapat kalau kelompok semacam itu
enggak dapat dianggap sebagai suara
kebebasan nasionalisme. Ya, apa ya? ini
kayak lebih ke ancaman bagi kemanusiaan
kata dia. Dan walaupun di Selandia Baru
ini enggak ada kelakuan aneh dari
imigran India di sana yang terekspos ya,
melainkan mereka suka berkerumunan aja
ketika festival budaya mereka ee dan
orang-orang Selandia Baru merasa kayak
mengganggu gitu ya karena di negara
mereka enggak setuju gitu dengan
perayaan-perayaan orang-orang India yang
ramai kayak gini. Nah, tapi saat ini ada
sebagian orang Selandia Baru yang mulai
merasa resah dengan keberadaan
orang-orang India ini, Geng. Apalagi
melihat di negara-negara lain yang saat
ini sudah banyak orang India yang
semakin semena-mena, katanya. Dan mereka
takut jika negara mereka akan bernasib
sama dengan negara-negara tersebut. Nah,
gimana tuh, Geng, menurut kalian tentang
anggapan ini? Oke, sekarang kita
beranjak ke negara lain yaitu negara
Jepang yang mana orang-orang Jepang
menganggap kalau para pekerja migran
asal India itu hidupnya jorok. katanya.
Benarkah demikian? Kita bahas.
Ini adalah pembahasan dari negara yang
terakhir akan kita beberkan. Jadi, ini
merupakan kasus yang masih baru banget
dan pasti hampir semua dari kalian tahu
dengan pembahasan ini. Apalagi kalau
bukan tentang migrasi besar-besaran yang
dilakukan oleh orang India di Jepang.
Ini udah sempat kita bahas kemarin ini
kontennya. Nah, program migrasi ini
bukan tanpa alasan. Katanya sih ya,
Jepang itu sebenarnya sedang menyusun
program besar yang bertujuan untuk
mendorong pertukaran antar masyarakat
sebagai strategi dalam mendongkrak
pertumbuhan ekonomi. Program ini
menargetkan keterlibatan lebih dari
500.000 orang dan menjadi bagian dari
agenda jangka panjang Jepang dalam
menghadapi tantangan demografi dan
ekonomi. Jadi dengan kata lain ya,
Jepang itu udah krisis manusia karena
orang-orang di sana itu udah malas punya
anak, udah sibuk sama kerja. Jadinya
Jepang itu harus bekerja sama dengan
negara-negara luar termasuk India dan
negara kita untuk merekrut tenaga kerja
agar mau tinggal di Jepang. Gitulah
kurang lebih. Dan menurut sumber yang
memahami kebijakan ini, Jepang itu mau
memperluas pertukaran di berbagai sektor
strategis. Mulai dari pemerintahan,
industri, akademisi, hingga
sektor-sektor lain yang dianggap punya
potensi besar untuk kolaborasi lintas
negara. Di dalam hal ini, India
dipandang sebagai mitra penting. Jepang
melihat dinamisme India, baik dari segi
jumlah penduduk yang usianya produktif,
inovatif, maupun pertumbuhan ekonominya.
Ya, India adalah negara yang bisa
mendorong ekonomi domestik Jepang yang
selama ini stagnan. Nah, lewat
pertukaran sumber daya manusia ini dan
kerja sama lintas sektor, Jepang
berharap bisa menciptakan simbiosis
mutualisme yang saling menguntungkan.
Nah, tapi Geng lagi-lagi ya ada
kelakuan-kelakuan dari beberapa warga
India yang nyeleneh yang membuat para
warga lokal di Jepang jadi geleng-geleng
kepala. Salah satunya adalah sebuah
video yang bisa kita lihat ini yang di
sana memperlihatkan sekelompok orang
yang diduga imigran India yang sedang
merokok sembarangan. Padahal di tempat
itu sudah ada plang yang jelas tertulis
dilarang merokok. Karena aksi itu,
mereka ditegur oleh seorang petugas yang
sedang berjaga di sana. Tapi bukannya
nurut sama petugasnya atau menghormati
peraturan di negara orang, mereka malah
marah-marah dan nantang buat berantem
dengan berteriak-teriak kepada si
petugas tersebut.
Nah, walaupun enggak dijelaskan lagi
apakah para imigran ini dihukum atau
cuma ditegur aja, tetap aja ya, Geng ya.
Banyak sekali orang yang mulai enggak
suka dengan sikap para imigran India ini
karena dianggap tidak mau mengikuti
aturan di negara orang dan seolah-olah
mereka masih membawa kebiasaan buruk
dari negara mereka. Nah, itulah Geng
yang menjadi keresahan, Geng. Ya,
kebiasaan buruk di negara mereka itu
masih terbawah-bawah. Ibaratnya ituh
mereka tidak menerapkan di mana bumi
dipijak, di situ langit dijunjung.
Selain video tadi, ada juga video yang
beredar tentang keadaan Jepang setelah
para imigran India ini mulai
berdatangan. Salah satunya terjadi di
distrik Shinagawa yang mana para warga
di sana heran kenapa tiba-tiba ada
banyak banget tumpukan sampah yang
ditaruh sembarangan di pinggir jalan.
Padahal biasanya buang sampah itu udah
ada aturannya di Jepang dan bahkan ada
jadwalnya kalau sampahnya mau diangkat
dan dibuang. Jadi orang Jepang kan
serapi itu, sedisiplin itu ya. Dan
bahkan biasanya ada juga stiker dari
pemerintah setempat sebagai salah satu
tanda bahwa sampah itu akan diangkut.
Setelah diselidiki ya ini sampah siapa
yang ngebuang sembarangan? Ternyata
sampah itu merupakan ulah dari para
imigran India yang tinggal di sana.
Selain itu ada juga ya seseorang yang
berkomentar bahwa Tokyo sudah mulai
kehilangan ketertiban dan bukan lagi
seperti Jepang yang dikenal oleh dunia
dulu. Ada juga kejadian lain yang pasti
kalian udah banyak yang tahu ya kalau di
Jepang banyak apartemen yang saling
berdempetan. Nah, karena saling
berdempetan pasti kalau kita masak
sesuatu aromanya bisa nyebar ke
mana-mana. Jadi di apartemen itu
ternyata ada imigran India yang suka
masak kari dan banyak tetangganya yang
merupakan warga Jepang merasa sangat
terganggu dengan aroma kari India
tersebut. Tapi setelah ditegur, warga
India ini cuma bilang kalau apa yang
mereka masak itu cuma kari kambing sama
nasi beryani aja yang merupakan masakan
khas negara mereka. Jadi mereka enggak
bermaksud untuk mengganggu katanya.
Padahal nih, Geng, di Jepang itu sendiri
sudah ada peraturan tentang smell
archment, ya. Yang mana ini membatasi
aroma sebuah benda. Baik itu masakan,
buah, sampai parfum yang dipakai agar
tidak mengganggu orang lain. Nah, tapi
orang Indianya tidak bisa mengikuti
aturan tersebut. Dan selain itu ada juga
kelakuan yang bisa dikatakan cukup
memalukan, yaitu sekelompok warga India
yang rata-rata masih anak muda ya suka
ngumpul-ngumpul di taman yang mana
mereka bukan cuma nyantai atau saling
ngobrol aja, tapi malah mereka nyalain
speaker gede-gede, nyetel lagu
Bollywood, terus joget ramei-rame dan ya
emang aneh gitu udah kayak apa ya dia
pikir itu keren gitu. Dia pikir
orang-orang bakal terhibur juga kayak
dia. Padahal itu sangat mengganggu.
Seperti yang kita tahu ya, Jepang itu
adalah negara yang sangat tenang gitu.
Bukannya yang nyeleneh heboh-hebohan
kayak gitu, joget-joget Jepang gak
begitu budayanya. Nah, terus geng ada
video lain lagi yaitu sebuah video yang
direkam oleh orang Indonesia yang sedang
berwisata di Jepang. Di dalam video itu
ada sebuah selokan yang dulunya kita
tahu bahwa selokan di Jepang itu bersih
bahkan bisa pelihara ikan ya ikan hias.
Nah, ini sekarang malah sudah kotor
keruh bahkan ada sampah plastik yang
mengapung di selokan tersebut semenjak
para imigran India ini pindah ke Jepang.
Ya, walaupun sudah pernah dilakukan
sebuah workshop tentang keagamaan budaya
dan cara adaptasi di negara Jepang
tersebut, ya. Tapi para warga Jepang
sudah mencap imigran ini dengan
orang-orang yang enggak punya etika dan
norma. Fenomena ini ya mengingatkan kita
bahwa membawa identitas budaya ke
manapun itu sahja, tapi menghormati
aturan dan lingkungan lokal di mana
mereka berada atau di mana kita berada
adalah sebuah kewajiban, Geng. Nah, tapi
hal itu ternyata masih banyak tidak bisa
dilakukan oleh orang-orang India yang
menjadi imigran di negara orang. Salah
satunya di Jepang. Oke, itu dia, Gengs,
ya. Pembahasan kita hari ini soal
kelakuan warga India di berbagai belahan
dunia. Kita udah lihat ya, banyak banget
negara di dunia yang enggak suka dengan
imigran-imigran yang ya cukup nyeleneh,
enggak mengikuti aturan ya, terutama
dari India ini. Nah, bukannya warga
lokal ini rasis atau tidak menerima
orang-orang India secara keturunan, tapi
memang dari beberapa oknum warga
Indianya aja yang bertingkah laku tidak
sesuai dengan norma warga lokal. Nah,
dari sini kita ya jangan menghina juga
ya. Kita harus berkaca juga. Mungkin
masih banyak juga warga negara kita
Indonesia yang ya mengganggu atas
sikapnya ketika berada di negara orang.
Tapi dari kasus warga India ini kita
bisa mengambil pelajaran. Selagi dari
negara kita itu belum terlalu banyak
yang membuat onar masih sedikit dan
negara kita masih termasuk yang cukup
disenangi. Ya. Ya. Dari sekarang kita
harus berevaluasi, kita harus berbenah
diri. Jangan sampai kita dibenci secara
stigma ya. Nanti gara-gara satu orang
semuanya diereotypekan seolah-olah kita
negara yang red flag, warganya red flag
gak bisa diterima. Padahal kelakuan ini
dari satu dua orang tapi kalau
dikumpulin udah semakin banyak akhirnya
semua dianggap sama rata, sama-sama
buruk. Nah, itu bahaya banget. Oke,
Geng. Itu dia pembahasan kita hari ini.
Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita
semua.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:59 UTC
Categories
Manage