WHY DID AMERICA KIDNAP THE PRESIDENT OF VENEZUELA? IS IT REALLY BECAUSE OF OIL?
FrE2bVLOkNI • 2026-01-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Nah, setelah serangan itu, aksi
selanjutnya yang dilakukan oleh pasukan
ini adalah menangkap Presiden Maduro
yang mana ini menjadi inti dari operasi
yang bernama Absolute Resolve ini, Geng.
Helikopter pasukan Amerika itu mendarat
di kompleks kediaman Maduro di Karakas
pada jam 01 dini hari waktu setempat.
Geng, gimana kabar kalian hari ini di
tahun baru yang mungkin ya banyak
orang-orang menaruh harapan agar
kehidupan jauh lebih baik dari
sebelumnya. Huh, gila. 2026 ya. Enggak
nyangka nih kalian udah bareng gua di
sini udah berapa tahun, Geng? Udah
berapa tahun kalian menjadi Jgeng alias
geng-geng kamar Jerry yang selalu
menantikan dan mendengarkan pemberitaan
yang kita sajikan di sini. Coba deh
tinggalkan komentar di bawah. Kalian
udah berapa lama stay di sini? Sudah
berapa lama mendengarkan berita di sini?
Dan sudah berapa lama menjadi subscriber
di kamar Jil. Oke, di awal tahun 2026
ini, di saat banyak orang berharap tahun
ini adalah tahun terbaik, tiba-tiba
dunia dihebohkan dengan penangkapan
seorang presiden yaitu Nicholas Maduro.
Dia bukan orang Madura ya, namanya emang
Maduro gitu ya. Jadi namanya Nicolas
Maduro. Dia ini adalah Presiden
Venezuela yang ditangkap oleh Amerika
Serikat di bawah kepemimpinan Donald
Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
menyatakan telah menyerang Venezuela dan
menangkap Presiden Nicholas Maduro. Hal
ini tentu memicu keguncangan serius di
tatanan internasional.
Banyak banget dari kalian yang minta gua
buat bahas ini dari kemarin DM Instagram
gua nih. Instagram gua yang ini nih.
Nih, Jerry Taufik 08. Isi DM-nya, "Bang,
bahas Nicholas Maduro, Bang, bahas
Presiden Venezuela, Bang, bahas bla bla
bla bla. Pokoknya isinya kebanyakan
ini." Buat kalian yang mungkin suka
ngikutin berita internasional, apalagi
berita-berita yang berhubungan dengan
Amerika kayak gini, kalian udah pasti
tahu ya kalau hubungan antara Amerika
dan Venezuela ini enggak akur. Dan ini
sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu.
Padahal mereka ini tetanggaan. Ini semua
ya bisa terjadi terutama sejak Presiden
Maduro ini berkuasa di negara Venezuela
tersebut dan Amerika secara
terang-terangan sudah menolak Maduro
memimpin di Venezuela dengan alasan
dugaan kecurangan pemilu, pelanggaran
HAM, serta keterlibatan negara dalam
jaringan kriminal internasional. Jadi
ibaratnya nih ya Amerika nih yang bukan
siapa-siapanya Venezuela tapi ikut
campur tuh nuduh-nuduh si pemimpin
Venezuela ini terlibat ini dan Inu.
Intinya ikut campur banget deh negara
orang. Selain itu, Amerika juga pernah
dikaitkan dengan berbagai upaya tekanan
secara tidak langsung terhadap Venezuela
ini, Geng. termasuk dukungan politik
terhadap oposisi Maduro yaitu yang
bernama Huan Guido. Gua e minta koreksi
kalian kalau misalkan gua salah dalam
menyebutkan namanya gitu ya. Jadi
oposisi Maduro ini maksudnya e lawannya
si Maduro namanya tadi itu Juan Guido.
Nah, tulisannya itu adalah Juan Guido
tulisan namanya. Nah, terus ya Amerika
juga terlibat secara tidak langsung di
dalam insiden keamanan seperti Operation
Gideon. sebuah operasi untuk menangkap
Maduro yang dilakukan oleh kelompok
bayaran pada tahun 2020 dan semua itu
dalang di belakang itu Amerika. Cuma
Geng operasi tersebut gagal tuh. Nah,
meskipun begitu pemerintah Amerika
Serikat membantah keterlibatan langsung
di dalam operasi itu, Geng. Nah,
bertahun-tahun berkonflik sudah
berkali-kali mencoba menjatuhkan Maduro,
menangkap dia dengan segala upaya sampai
pada akhirnya kemarinlah penangkapan
terhadap Maduro ini menjadi puncak dari
semuanya. Presiden Amerika Serikat,
Donald Trump telah berulang kali
mengancam operasi militer darat [musik]
di Venezuela di tengah upaya untuk
menekan Presiden Ncolas Maduro agar
mundur dari jabatannya.
Nah, Maduro ini langsung dibawa ke
Amerika Serikat setelah ditangkap untuk
diadili. Banyak sekali berseleweran
fotonya dia ditangkap dan banyak negara
terutama yang menjadi sekutu Venezuela
seperti Rusia, Korea Utara, dan Cina itu
mengecam tindakan Amerika dan menuntut
agar Maduro segera dibebaskan. Nah, tapi
apa nih, Geng? Alasan sebenarnya dari
Donald Trump yang memerintahkan untuk
menangkap Maduro ini. Apa yang menjadi
faktor keberhasilan dari penangkapan
Maduro ini? Ini benar-benar kayak di
film-film, Geng. Jadi kayak Maduro itu
baru saja ngobrol sama salah satu utusan
dari China ya kan. Nah, tiba-tiba
special force dari Amerika itu ngebom
Venezuela dan Maduro langsung ditangkap.
Dan seolah-olah di sini ya tingkat
keamanan di Venezuela itu rendah banget.
sekelas presiden bisa diculik sama
pasukan elit spesial dari Amerika. Nah,
di video kali ini ya kita bakal
merangkum penyerangan Amerika ke
Venezuela ini sekaligus menjelaskan
mengapa serangan tersebut bisa terjadi
dan mengapa semudah itu seorang presiden
bisa ditangkap. AFer ofzuation
after
this
langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo geng, welcome back to Kamar Jerry.
[musik]
Genggeng. Oke, sebelum kita lanjut ke
kontennya, seperti biasa gua bakal
memperkenalkan ke kalian benda-benda
atau barang-barang yang gua suka atau
gua udah beli dan itu ternyata
bermanfaat dan bagus banget kualitasnya.
Sepatu lari kalian berat? Skip aja nih.
Sepatu enak buat dipakai. Namanya Eagle
Alpha ST [musik]
anti Graviti. Langkah lebih enteng,
empuk, balik tenaga, dan stabil. Dipakai
lari jauh aman, lari santai udah pasti
nyaman. Ringan, fit di kaki enggak bikin
capek. Desainnya keren dan harganya
masih masuk akal. Jujur ini bukan gimik,
ini sepatu lari beneran. Gua gak mungkin
rekomendasiin kalian sesuatu yang belum
gua coba atau belum gua pakai. Kalian
bisa lihat ya, sepatu ini udah kotor
banget karena setiap hari gua olahraga
pakai sepatu ini. Nah, buat kalian yang
mau punya juga linknya udah ada di bawah
dan langsung klik aja. Oke, kita
sekarang lanjut ke pembahasannya. Kita
bahas dulu awal mula serangan Amerika ke
Venezuela.
Jadi sebelum Presiden Maduro ini
ditangkap ya, Amerika itu udah
mempersiapkan rencana selama berbulan
bulan supaya operasi ini bisa
dijalankan. Nah, semuanya bisa berjalan
dengan baik dan berhasil. Operasi ini
diberi nama Absolute Resolve. Dari
keterangan Donald Trump sendiri, pasukan
Amerika itu sudah berlatih untuk
menangkap Maduro dengan menggunakan
bangunan replika yang mirip dengan
kediaman Maduro sendiri. sehingga
pasukan Amerika bisa mengetahui
seluk-beluk dari setiap ruangan yang ada
di sana. Sehingga operasi ini bisa
dilakukan secara cermat dan efisien
tanpa membuang banyak waktu. Itu istilah
katanya tuh mapping gitu, Geng, ya.
Dibikinlah kayak, "Oh, ini nih rumahnya
bagian sini. Nah, lu masuk dari sini
sini sini sini sep langsung." Jadi
secepat itu. Jadi, udah ada miniatur
atau replika rumahnya yang persis sama.
Singkat cerita nih, setelah mereka
mapping sampai waktunya tiba ya, sampai
dirasa semuanya udah siap, akhirnya
Donald Trump memberikan lampu hijau
untuk menjalankan Absolute Resolve
Study. Nah, hari itu jatuh di hari Jumat
tanggal 2 Januari 2025 sekitar jam 1146
malam waktu setempat. Kalau di Indonesia
itu udah hari Rabu tanggal 3 Januari,
Geng. Dan itu sekitar jam 3346 subuh
lah. Pada malam itu sebenarnya cuaca
lagi enggak mendukung ya. Namun, seiring
berjalannya waktu terlihat nih cuaca
mulai sudah kondusif. sehingga
kemungkinan operasi tetap dijalankan
oleh pasukan Amerika. Jalur penerbangan
yang aman ke Venezuela itu sangat
terbatas dan beresiko. Sehingga cuma
pilot yang sangat berpengalaman dan
terlatih yang bisa menerbangkan pesawat
dengan aman dengan kondisi tersebut.
Operasinya itu melibatkan kekuatan besar
dengan sekitar 150 pesawat yang
berangkat dari 20 pangkalan udara yang
berbeda. Dan untuk melancarkan operasi
ini, pasukan Amerika sempat melumpuhkan
sistem pertahanan udara Venezuela dulu,
Geng. Nah, lampu-lampu di ibu kota
Venezuela yaitu Karakas itu sebagian
besar dipadamkan dan itu semua dilakukan
oleh para pasukan Amerika Serikat ini.
Dan tidak lama kemudian, suara ledakan
pun terdengar keras dengan jelas di
berbagai wilayah Karakas bersamaan
dengan suara pesawat terbang yang ee
terlihat terbang rendah melintasi kota.
Serangkaian ledakan mengguncang ibu kota
Karakes membuat Maduro mengumumkan
keadaan darurat. Sejumlah saksi mata itu
sempat melaporkan adanya asap mengepul
di hanggar di pangkalan militer Karakas.
Warga sempat berlarian ke jalan dan
sebagian lainnya mengunggah rekaman
ledakan tersebut ke media sosial. Geng.
Pemerintah Venezuela sendiri itu
nyebutin serangan juga terjadi di negara
bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Nah, serangan ini disebut-sebut
berlangsung sekitar 30 menit. Nah,
setelah serangan itu, aksi selanjutnya
yang dilakukan oleh pasukan ini adalah
menangkap Presiden Maduro yang mana ini
menjadi inti dari operasi yang bernama
Absolute Resolve ini, Geng. Helikopter
pasukan Amerika itu mendarat di kompleks
kediaman Maduro di Karakas pada jam 01
dini hari waktu setempat. Nah, setelah
itu Maduro dan istrinya yang bernama
Silvia Flores itu langsung ditangkap,
diborgol, dibawa oleh pasukan Amerika
untuk ya diberangkatkan ke Amerika sana.
Jadi dilaporkan juga nih, Geng, beberapa
jam sebelum penangkapan itu terjadi,
sebenarnya Maduro ini sempat menerima e
tamu yaitu perwakilan dari pemerintah
Cina di istana kepresidenan atau yang
disebut dengan istana Miraflores yang
berada di Karakas pada hari Jumat
tanggal 2 Januari kemarin. Pada saat itu
yang datang ke kediaman presiden ini
adalah utusan dari Cina yang bernama Kyu
Shiaoki yang merupakan perwakilan khusus
pemerintah Cina untuk utusan Amerika
Latin. Dalam pertemuan tersebut baik
Maduro dan Xiaoki sama-sama menegaskan
kembali komitmen mereka dalam kerja sama
di berbagai bidang. Oleh karena itu,
kedua negara sepakat untuk menjaga
perdamaian. Nah, diketahui juga di dalam
pertemuan tersebut mereka membahas lebih
dari 600 kesepakatan yang ee sedang
berjalan antara China dan Venezuela.
Pertemuannya juga dihadiri oleh Delsei
Rodriguez selaku wakil presiden
Venezuela serta menteri luar negeri yang
bernama Ivan Gil. Sementara itu, utusan
Cina itu terdiri dari duta besar Cina
untuk Venezuela yang bernama Lanu dan
senior official Kementerian Luar Negeri
Cina seperti Liubo, Wanghao, dan Liuzen.
Tepat setelah beberapa jam mereka pulang
ke Cina, setelah pertemuan itu di
situlah penyerangan terjadi. Kebayang
kalian ya, gila banget Amerika dalam
hitungan jam langsung melakukan
penyerangan besar-besaran. Jadi mereka
kayak nunggu dulu nih, nunggu
orang-orang Cina ini pulang. Ah, udah
pulang nih. Ayo, let's go nyalain
pesawat serang. Begitulah kurang lebih,
Geng. Di saat itu ya, Geng, tepat di jam
29 ini hari atau sekitar 2 seteng jam
kemudian, Maduro dibawa ke atas sebuah
kapal induk Amerika yang kemudian
langsung diterbangkan menuju ke New
York. Nah, Donald Trump sempat
meng-update, sempat-sempatnya nih ya nih
orang ya, habis nyulik presiden lain,
habis nyulik presiden negara lain, dia
upload foto Presiden Maduro ini di trut
sosial. Ya, ini semacam apa ya? Kayak
kayak Twitter gitulah ya, versi orang
sana gitu. Nah, dia upload foto yang
mana di dalam foto tersebut terlihat
Presiden Maduro menggunakan penutup mata
dan pakaian olahraga berwarna abu-abu.
Ada juga nih, Geng, foto-foto dari
Presiden Maduro yang lain yang
memperlihatkan dia mengenakan hoodie
berwarna biru berpenutup kepala dan
tangannya sudah menggunakan borgol.
Foto-foto tersebut diambil di bandara
International Stewart, New York yang
menandakan kalau Maduro sudah berada di
Amerika.
Ada salah satu foto yang mana Presiden
Maduro ini berpose dengan mengacungkan
kedua jempolnya. Banyak yang menganggap
pose tersebut menunjukkan kalau Maduro
terlihat santai padahal dia saat ini
sedang menjadi tawanan atau tahanan bagi
negara Amerika. Nah, Donald Trump
sendiri bilang Amerika itu bakal
mengendalikan Venezuela hingga terjadi
transisi kekuasaan yang aman, tepat, dan
bijaksana. Gila enggak tuh negara orang
dia yang ngatur? Jadi maksudnya transisi
itu berganti gitu loh, Geng. Ya, Madura
udah ditangkap nih. Nah, Amerika tuh
memastikan kalau presiden yang akan
memimpin Venezuela nanti itu digantikan
dulu dan selama pergantian itu, transisi
itu, ya, semua hal yang ada di Venezuela
diatur oleh Amerika.
United Nah, pasta kejadian tersebut,
Geng, ya, muncul kesaksian dari warga
Venezuela. Salah satunya ada yang
bernama Vanessa Silva. Dia ini seorang
jurnalis yang tinggal di daerah Karakas.
Dia bilang dia sempat melihat ledakan
dari jendela rumahnya dia dan ledakan
tersebut sangat besar dan lebih kuat
dari petir gitu ya. dan sampai-sampai
menyebabkan rumahnya dia itu bergetar.
Karaka sendiri adalah sebuah lembah
sehingga ledakan yang terjadi itu
bergemah di seluruh kota. Dan Vanessa
bilang Karaka saat ini sunyi banget.
Tapi semua orang masih saling mengirim
pesan atau nge-chat ya karena panik.
Mereka ingin memastikan keadaan mereka
bakal baik-baik aja dari serangan ini.
Ada seorang kerabatnya si Vanessa ini
sampai ngelihat sesuatu yang jatuh dari
langit dan 10 detik kemudian dia melihat
dan mendengar suara ledakan yang gede
banget. Nah, banyak warga Venezuela di
saat itu mulai khawatir, mulai cemas
dengan keselamatan diri serta keluarga
mereka, Geng.
Nah, terus kemudian geng, otoritas
Venezuela itu juga langsung memberikan
sikap tuh atas apa yang udah terjadi
terhadap negara mereka serta presiden
mereka Maduro. Wakil Presiden Venezuela
yang namanya Delcy Rodriguez itu
menegaskan Maduro adalah presiden
satu-satunya di Venezuela. Dan karena
Maduro yang ditangkap, Delsea harus
menggantikan posisi Maduro sementara.
Nah, dan lebih lanjut lagi Delsehi ini
mengatakan kalau pemerintah siap membela
Venezuela. Dia juga menyerukan agar
warga Venezuela tetap tenang dan bersatu
melawan Amerika. Dia juga mengecam
agresi bersenjata terhadap Venezuela dan
menambahkan kalau Dewan Pertahanan
Negara itu udah diaktifkan. Ini kayak
terkesan lelet enggak sih, Geng? Ya kan?
Kayak udah ketangkap presidennya baru
diaktifkan gitu. Di dalam
perkembangannya nih, Geng ya, Mahkamah
Agung Venezuela itu memutuskan kalau DLC
mengambil alih peran presiden sementara
tuh karena dia wakilnya dia yang naik
tuh. Dan Mahkamah Tinggi mengatakan
menempatkan DLC pada posisi tersebut
menjadi hal yang penting untuk menjamin
keberlanjutan pemerintahan dan
pertahanan komprehensif negara. Dan
selain itu, pemerintah Venezuela juga
sudah menetapkan status keadaan darurat
nasional sebagai respon atas serangan
Amerika ini. Dan penetapan status
tersebut agar bisa melindungi hak-hak
warga dan menjamin fungsi
lembaga-lembaga serta memulai transisi
menuju perjuangan bersenjata, Geng. Nah,
tapi meskipun begitu ya, Venezuela yang
saat ini dalam kondisi carut-marut, tapi
ternyata tidak semuanya merasa bahwa
penangkapan Maduro ini bakal menjadi
kekacauan atau kerugian buat mereka.
Malah ternyata ada warga negara
Venezuela yang merasakan kebebasan buat
mereka atas penangkapan presiden mereka
ini. Nah, ini gua enggak paham nih
kenapa bisa ada pemikiran kayak gitu
nih, Geng. Mereka enggak merasa berduka
ataupun marah terhadap perlakuan Amerika
terhadap negara mereka yang mana
sebagian rakyat Venezuela malah justru
ada yang merayakan baik di dalam maupun
di luar negeri. Nah, tapi di dalam
negeri ya perayaan tersebut dilakukan
sangat hati-hati dan faktanya tetap ada
sebagian warga yang merasa senang. Nah,
sebagian dari mereka menyebut seperti
kembali melihat cahaya di ujung
terowongan setelah bertahun-tahun hidup
di dalam tekanan ekonomi dan politik.
katanya.
Dan ada seorang warga yang namanya
disamarkan menjadi Dina yang mana dia
menyebutkan kalau dia sangat bersyukur
karena Amerika mengeluarkan Maduro dari
Venezuela alias menangkap si eh Maduro
ini. Meskipun belum ada jaminan
perubahan dengan cepat yang bakal
terjadi di Venezuela setelah Maduro
ditangkap gitu ya. Setidaknya saat ini
menurut dia ada harapan yang sempat
hilang. Nah, jujur gua enggak paham ya
harapan apa yang dimaksud gitu. Terus,
Geng, kalau di dalam negeri reaksi warga
yang mensyukuri tertangkapnya Maduro ini
dengan sangat berhati-hati. Nah, suasana
berbeda terlihat di luar negeri, di luar
Venezuela, ribuan warga Venezuela yang
tinggal di luar negeri yang ada di
pengasingan itu merayakan kabar
penangkapan Maduro ini. Mereka
benar-benar merayakan secara terbuka dan
dilaporkan perayaan ini terjadi di
berbagai kota di dunia. Mulai dari
Madrid, Buos Aires, Santiago daerah 5
hingga di daerah Cuito. Nah, di Madrid
warga Venezuela berkumpul di Puerta Del
Sou sambil mengibarkan bendera dan
menyebutkan momen tersebut sebagai hari
kebebasan. Nah, jadi ada pro dan kontra
ya terhadap penangkapan Maduro ini.
Nah, sekarang kita ke sampingan dulu nih
terkait apa sih yang sebenarnya
dilakukan oleh Maduro sampai ada warga
Venezuela yang malah senang dengan
ditangkapnya dia. Emang sesalah apa
presiden ini? Nah, sekarang kita bahas
dulu yang lain nih, Geng. Kita bahas apa
sih sebenarnya alasan dari penyerangan
dan penculikan Maduro ini? Apa tujuan
Amerika? Masa sih dia menangkap seorang
presiden di sebuah negara tanpa tujuan?
pasti ada tujuannya. Sekarang kita
bahas.
Jadi, Geng, seperti yang udah gua
katakan sebelumnya kalau hubungan antara
Venezuela dan Amerika ini sudah tidak
akur sejak lama. Nah, memasuki tahun
2025, hubungan kedua negara terus
memburuk seiring dengan tuduhan dari
Amerika bahwa Venezuela menjadi pusat
kegiatan narkoboy dan organisasi
kriminal internasional. Sehingga membuat
Amerika menjadi tempat bagi
kartel-kartel memperdagangkan barang
haram tersebut. Bahkan Amerika menuduh
pejabat tinggi Venezuela termasuk dengan
Maduro sendiri sebagai presiden. Itu
adalah pemimpin kartel yang dikenal
sebagai kartel de Los Soles. Presiden
loh dituduh sebagai pemimpin kartel. Di
tahun 2020, Departemen Kehakiman Amerika
Serikat itu sudah mendakwa Maduro dengan
tuduhan narkoterorisme.
Narkoterorisme itu kayak teroris yang ee
berjalan di atas bisnis narkoboy gitu
loh, Geng. Sebelum penyerangan dan
penangkapan terjadi terhadap Maduro ini,
ya, Geng, pada tanggal 10 Desember 2025,
ya, pasukan Amerika tuh sempat menyita
sebuah kapal tanker minyak yang terkait
Venezuela di lepas pantai negara
tersebut. Jadi kayak kapal tanker
minyak. Entah ini e habis beli minyak
dari Venezuela atau justru itu kapal
tanker milik Venezuela sendiri gitu yang
jelas ditangkap oleh Amerika. Pada
tanggal 16 Desember 2025, Donald Trump
memerintahkan blokade terhadap kapal
tanker minyak yang dikenai sanksi keluar
masuk Venezuela. Amerika berdalih
operasi tersebut bertujuan untuk
memerangi narkoboy di negara itu. Akibat
dari serangan itu, ada sebanyak 95 orang
yang tewas, Geng. Dan hal itu menuai
kritikan dari pemerintah asing, Badan
HAM termasuk BBB, serta anggota parlemen
Amerika lintas partai. Pernah juga,
Geng, ya, di bulan Oktober tahun lalu
Amerika itu melancarkan serangan
terhadap kapal milik Venezuela yang
mereka tuduh membawa narkoboy jenis
fentanil. Pokoknya Amerika ini kalau mau
nudu Venezuela tuh pasti seputar
narkoboy. Padahal ya yang diintip oleh
mereka ada bagian lain. Venezuela ini
bukan soal narkoboy doang ya. Mereka ini
kaya akan minyak sebenarnya, Geng. Tapi
ya itu dalih Amerika selalu tentang
narkoboy. Terus sementara itu, Venezuela
menilai eskalasi militer dan sanksi dari
Amerika ini sebagai upaya sistematis
yang mana tujuannya untuk melumpuhkan
ekonomi dan kedaulatan Venezuela
sendiri. Tapi ya kita tahu Donald Trump
ya kalau udah ngomong tuh kayak gimana.
Di saat itu Donald Trump membantah lah.
Dia menekankan narasi bahwa Venezuela
jadi negara yang banyak kriminalnya dan
presidennya menjadi pemimpin bagi para
kriminal kartel. Gimana ya? Masa iya sih
bisa kayak presiden jadi pemimpin kartel
gitu. Dan menjelang serangan kemarin
Donald Trump ya menuduh pemerintahan
Presiden Maduro itu sengaja membajiri
Amerika dengan narkoboy katanya. Cuma,
geng ya, pemerintah Venezuela itu udah
berulang kali membantah tuduhan dari
Donald Trump ini dan balik menuduh bahwa
sanksi dan agresi militer Amerika ke
negara mereka itu cuma cara untuk
merampas kedaulatan sumber daya alam
mereka. Sumber daya alamnya apa ya?
Minyak.
Pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan
Donald Trump itu meningkatkan tekanan
terhadap Venezuela, termasuk menjanjikan
imbalan besar untuk informasi yang
membantu Amerika agar bisa menangkap
Maduro. Nah, Amerika juga memperluas
operasi militer dan kehadiran angkatan
laut di kawasan Karibia sepanjang akhir
tahun 2025, termasuk dengan mengerahkan
kapal induk dan pesawat tempur mereka ke
dekat perairan Venezuela. Nah, upaya ini
disebut oleh Amerika sebagai cara mereka
untuk memotong aliran narkoboy dan
menekan rezim Shimaduru. Di saat itu,
Geng, serangkaian operasi ini dikenal
sebagai Operation Short Spear yang
dimulai dengan serangan terhadap kapal
motor di perairan Karibia terlebih
dahulu. Usut punya usut nih, Geng. Ya,
sebenarnya Presiden Maduro ini udah
sempat berupaya untuk melakukan
perundingan damai lah sama Donald Trump
yang mana sebelumnya kan udah bertikai
terus Maduro kayak malas gitu ngadapin
Donald Trump. dia ee ngajak Dhamma itu
dengan tujuan memberikan klarifikasi
jika apa yang selama ini dituduhkan oleh
Donald Trump kepada Venezuela itu salah.
Jadi ibaratnya nih kayak misalkan lu nih
nuduh gue, wah pakai narkobo lu, Bang
ya, kurus. Nah, gua enggak mau marah
dulu, gitu. Gua mau kayak, "Eh, sabar
gua jelasin nih, gua tuh olahraga, makan
sehat, tidur cepat, hidup sehat gitu,
enggak yang seperti lu tuduhkan." Nah,
sempat tuh dilakukan oleh Presiden
Maduro, tapi el kagak percaya gua. Alias
Donald Trump enggak percaya Presiden
Maduro. Dia langsung ngegas karena
memang tujuannya memang udah jahat gitu.
Nah, Presiden Maduro ini sempat
mengirimkan surat ke Donald Trump
tertanggal 6 September 2025. Surat
tersebut dikirimkan beberapa hari
setelah Amerika mengerahkan sejumlah
kapal perang ke Karibia. Cuma, Geng,
meskipun Maduro ini sudah mengirimkan
surat ke Donald Trump, serangan di
Karibia masih terus terjadi. Kayak
Donald Trump itu cuek, enggak peduli
gitu. Di dalam surat tersebut, Presiden
Maduro sempat menolak tuduhan Amerika
terkait yang nuduh dia memimpin kartel
Narkoboy. Karena menurut dia enggak
masuk akal lah gua memimpin negara, masa
ia di sebuah negara yang harus gua jaga.
Gua juga berbisnis narcoboy gitu kurang
lebih ya. Dan dia menyebutkan tuduhan
tersebut sepenuhnya salah dan merupakan
berita palsu yang dibuat untuk
memperburuk citranya dia serta citra
Venezuela. Dan Presiden Maduro di dalam
suratnya juga mendesak supaya Donald
Trump ya menjaga perdamaian melalui
dialog dan pemahaman, bukan malah
langsung mengirim kapal militer. Dan
permintaan dialog itu direspon oleh
Donald Trump dan menyebutkan kalau
Maduro sudah menawarkan konsesi besar
untuk meredakan ketegangan di Venezuela.
Dan Donald Trump memandang upaya Maduro
yang ingin mengajak Donald Trump
berdialog karena Maduro tidak ingin
main-main dengan Amerika. Jadi
istilahnya nih ya ketika Presiden Maduro
ini ee ngajuin ke Donald Trump, eh
baik-baik aja dong, damai-damai aja.
Ngobrol dulu lah lu jangan nuduh gua
kayak gitu, gua enggak kayak gitu. Nah,
maksud Presiden Maduro ini kan pengin
secara damai. Nah, tapi yang ditangkap
oleh Donald Trump adalah Maduronya
takut. Nah, dia enggak mau main-main
dengan Amerika. Itu yang ada di otaknya
Donald Trump. Jadi ibaratnya, Geng,
Donald Trump ini bilang kalau Maduro tuh
benar-benar ketakutan. Makanya dia mau
ngajak dialog baik-baik. Dan memang ya,
Geng, Donald Trump di dalam keterangan
lainnya, dia juga bilang jika dia merasa
masa jabatan dari Maduro bakal berakhir
tidak lama lagi. Dan saat ini ternyata
itu semua benar-benar diwujudkan oleh si
Donald Trump. Ternyata itu bukan apa ya,
bukan firasat dia, memang rencana dia
gitu. Tapi ini geng, yang jadi
pertanyaannya, apakah penangkapan dari
Maduro ini benar-benar karena tuduhan
kalau Maduro ini pemimpin kartel,
berbisnis narkoboy dan lain-lain atau
justru sebenarnya ada tujuan lain nih
dari si ee Donald Trump ini karena kan
sejauh ini Amerika memang menganggap
kalau Venezuela itu negara yang menjadi
pusat narkoboy dan Maduro inilah yang
memimpin para karter narkoboy ini. Nah,
tapi nyatanya ya semua tuduhan ini dan
semua tujuan Amerika tidak sesederhana
itu. Otoritas Venezuela serta banyak
pihak menilai kalau upaya Amerika ini
enggak cuma didasarkan karena narkoboy
atau kartel lah kayak tuduhan mereka,
tetapi melainkan adanya peluang yang
lebih besar yaitu sumber daya minyak di
Venezuela tadi. Enggak bisa dipungkiri,
Geng, kalau negara Venezuela ini menjadi
pemilik cadangan minyak terbesar di
dunia. Jadi bukan negara Arab. Yang
memiliki cadangan minyak terbesar saat
ini itu Venezuela, Geng. Dan di tahun
2023 aja diperkirakan cadangan minyak di
Venezuela bisa mencapai 303 miliar
barel. Kalau kita bandingkan dengan Arab
Saudi, negara tersebut berada di
peringkat kedua setelah Venezuela dengan
cadangan minyak sebesar 267,2
miliar barel.
[musik]
Nah, cadangan minyak yang ada di
Venezuela ini terkonsentrasi terutama di
daerah Orinoko Belt, wilayah luas yang
berada di bagian timur Venezuela yang
membentang seluas sekitar 55.000 km².
Orineco Belt ini menyimpan minyak mentah
ekstra berat yang sangat kental dan
padat sehingga jauh lebih sulit dan
lebih mahal untuk diekstraksi
dibandingkan dengan minyak mentah
konvensional. Produksi minyak di
Venezuela sendiri didominasi oleh
perusahaan minyak milik negara yaitu
PDVSA
yang mengendalikan sebagian besar
operasinya di Orinoko Belt.
Tapi geng ya saat ini jumlah minyak yang
diproduksi oleh Venezuela itu sangat
kecil. Produksi minyak Venezuela udah
menurun tajam sejak awal tahun 2000-an
karena mantan presiden mereka yaitu Hugo
Shavez dan kemudian pemerintahan Maduro
itu memperketat kendali atas perusahaan
minyak milik negara yaitu PDVSA tadi
yang menyebabkan banyak staff
berpengalaman jadi resign dari
perusahaan tersebut. Nah, namun meskipun
beberapa perusahaan minyak barat
termasuk perusahaan Amerika yaitu
Chevron masih aktif di negara itu,
operasi mereka menyusut secara
signifikan karena Amerika sudah
memperluas sanksi terhadap Venezuela.
Nah, salah satu sanksi tertuju pada
ekspor minyak untuk membatasi akses
ekonomi Maduro tadi. Hal inilah yang
menjadi inti dari kepentingan geopolitik
saat ini, Geng. Selama puluhan tahun ya,
Amerika itu adalah pembeli utama minyak
Venezuela. Jadi ibaratnya nih gua
gambarkan ya, gua tuh punya apa ya?
Punya swalayan. Nah, El nih yang rajin
banget beli sama gua. Tapi karena kita
berantem nih kita berantem nih. Nah, el
mensanksi gua. Sanksinya gimana? Ya, gua
jualan kalau tanpa pembeli utama, tanpa
pembeli yang royal kayak lu. Emang
jualan gua laku? Ya enggak. Nah, itulah
yang dilakukan oleh Amerika. Venezuela
punya cadangan minyak yang banyak.
Amerika negara yang konsumtif terhadap
bahan bakar minyak tersebut. Kalau
Amerika enggak beli minyak dari lu, ya
minyak dari lu numpuklah, enggak laku
gitu. Nah, itulah bentuk sanksi dari
Amerika tadi. Terus, Geng, hubungan ini
berubah menjadi senjata ekonomi nih bagi
Amerika. Di tahun 2019, Amerika
menjatuhkan sanksi berat yang bertujuan
untuk memutus akses finansial si
Presiden Maduro. Dampaknya ini membuat
ekonomi Venezuela jadi hancur-hancuran,
memicu krisis kemanusiaan di sana, serta
eksodus jutaan warga. Eksodus ini adalah
perginya kelompok besar dari tempat
asalnya secara massal, Geng. Jadi kayak
orang-orang Venezuela ini secara
beramai-ramai pindah dari Venezuela
untuk mencari penghidupan yang lebih
layak di negara lain. Nah, serangan
militer ke Venezuela oleh Amerika pada
awal tahun 2026 ini ya itu dipandang
oleh banyak pengamat sebagai babak akhir
dari strategi tekanan maksimum yang
dilakukan oleh Amerika terhadap
Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro.
Jadi dengan kata lain tuh kayak mereka
tuh udah coba nekan Maduro ini ngasih
sanksi, ngasih Ino, ngasih uno, ternyata
Maduronya enggak nyerah. Nah, strategi
terakhirnya adalah diserang
habis-habisan diculik dianya. Udah
selesai. Dugaan kalau penyerangan ini
enggak cuma terkait narkoboy dan kartel
itu sebenarnya semakin menguat. Tuduhan
ini semakin menguat ketika Donald Trump
menegaskan dia secara terang-terangan
bilang dia bakal ngambil alih industri
minyak Venezuela setelah menangkap
Presiden Maduro.
United States oil the biggest anywhere
in the world. Di saat konferensi pers
terkait penangkapan Maduro tentang
tuduhan peredaran narkoboy serta senjata
ke Amerika Serikat, Donald Trump itu
udah bilang industri minyak Venezuela
bakal menghasilkan banyak uang dengan
dukungan Amerika. Dan Donald Trump
menilai industri minyak Venezuela sudah
benar-benar gagal dalam waktu yang lama
sambil dia menyebutkan kalau Venezuela
tidak menghasilkan apapun dibandingkan
dengan apa yang seharusnya bisa
dihasilkan. Intervensi Donald Trump di
Venezuela pasti bakal menimbulkan
gejolak di pasar minyak. Namun analis
mengatakan bahwa lonjakan harga yang
signifikan kemungkinan tidak akan
terjadi. Nah, tapi kita lihat aja nanti
perkembangannya bakal seperti apa, Geng.
Nah, dari sini kita sudah tahu ya salah
satu alasan kenapa Venezuela diserang
oleh Amerika. Nah, sekarang kita bakal
bahas bagaimana bisa serangan Amerika
tersebut bisa berhasil semudah itu. Apa
serta-merta karena memang Amerika ini
militernya kuat banget dan hebat bahkan
lebih hebat dari Venezuela atau justru
ada taktik lain? Nah, sekarang kita
masuk ke dalam pembahasannya.
Jadi, Geng, kita semua tahu ya kalau
kekuatan militer Amerika Serikat itu
enggak main-main. Kita juga bisa lihat
dari sejarah yang sudah tertulis
bagaimana Amerika bisa menaklukkan
negara lain lewat kekuatan militer
mereka. Tapi, Geng, kalau kita berbicara
insiden kemarin, sebenarnya itu bukan
salah satu faktornya. Bukan karena
Amerika kuat banget, enggak juga. Tetapi
ada faktor lain dari internal
Venezuelanya sendiri yang mengapa pada
saat penyerangan Amerika kemarin
Venezuela pertahanannya kayak apa ya?
Kayak enggak berfungsi, kayak tentaranya
enggak ngelakuin apapun. Kalau kata
anak-anak TikTok, "TI Venezuela enggak
ngapa-ngapain, Bang." Katanya gitu. Nah,
kelihatannya militer Venezuela itu kayak
enggak bertindak. Kok bisa gitu? Jadi
ternyata militer Venezuela ini dibangun
dengan ideologi bolivarianisme
namanya yang mengaitkan angkatan
bersenjata dengan warisan perjuangan
Simon Bolivar. Nah, ada sejarahnya tuh.
Jadi pada tahun 2025 kemarin sebenarnya
kondisi militer Venezuela itu udah lemah
memang, Geng. Peralatannya udah tua,
banyak yang enggak siap pakai.
Perawatannya juga buruk, semangat
pasukannya udah rendah. Dan hal ini yang
membuat kemampuan tempur mereka jadi
terbatas. Beda sama Amerika emang
kerjaannya perang mulu. Meskipun kayak
gitu, Presiden Maduro ini masih punya
pendukung setia dan kelompok bersenjata
non negara yang bergantung pada
kelangsungan rezimnya dia. Kayak tentara
bayarannya gitu loh, Geng. Dan sejak
tahun 1999 sampai dengan pertengahan
tahun 2010-an, Venezuela itu pernah
dipandang sebagai kekuatan militer utama
di kawasan Amerika Latin karena membeli
alusista ee Rusia secara besar-besaran.
Tapi karena krisis ekonomi dan sanksi
internasional, hyperinflasi, serta
eksodus jutaan penduduk secara drastis
melemahkan kemampuan mereka tersebut.
Dan saat ini militer Venezuela itu
memiliki sekitar 123.000 ribu personil
aktif yang didukung cadangan serta
ratusan ribu anggota milisi bolivarian.
Ditambah kelompok bersenjata pro
pemerintah seperti Collektivos dan juga
geriliawan Colombia yang berpihak pada
rezim tersebut. Cuma, Geng, karena
banyak peralatannya yang enggak layak
pakai sehingga mengurangi kemampuan
tempur militer mereka dan secara politik
ya militer Venezuela ini terikat erat
pada pemerintahan Maduro melalui sistem
loyalitas,
sistem kesetiaan gitu dan promosi
politis dan kepentingan ekonomi yang
ilegal yang meskipun menjaga stabilitas
rezim tapi justru ini melemahkan
efektivitas militer secara keseluruhan.
Karena orang-orang yang masuk ke militer
itu bukan dikarenakan kompetensi, bukan
karena mereka itu jago ahli selama
berperang, tapi justru bertujuan untuk
memperkaya diri mereka dan kelompoknya.
Ya, dengan kata lain tuh KKN lah ada
korupsi-korupsinya di angkatan militer
si Maduro ini. Dan sejak tahun 1958,
angkatan bersenjata Venezuela itu sudah
menukar dukungan militer mereka untuk
memerintah dengan uang, dengan
kekuasaan, dan prestis. Proses
tawar-menawar ini diperkuat di bawah
pemerintahan Shavez yang menawarkan
kekuasaan politik, uang, dan senjata
kepada militernya dan memperkuat
hubungan antara militer dengan
pemerintah. Dalam konstitusi Venezuela
di pasal 328 itu disebutkan kalau
angkatan bersenjata mereka itu
dimasukkan ke dalam pemeliharaan
ketertiban sosial dan perumusan rencana
pembangunan nasional Venezuela. Di pasal
236, Shavez yang pada saat itu menjadi
pemimpin Venezuela itu punya hak untuk
menyetujui promosi kolonel dan jenderal.
Sebuah alat yang dia gunakan untuk
membersihkan para pembangkang dan
mempromosikan perwira yang loyal.
Akibatnya nih, Geng. Perwira militer
menduduki posisi kunci di perusahaan
milik negara, kementerian, dan lembaga
pendanaan. Nah, enggak lagi hanya
berkutat pada urusan pertahanan negara,
tapi udah double kerjaan gitu. Misalkan
gini nih, ini jenderal tentara siapa
nih? Jenderal A. Dia pemimpin militer
tapi dia punya urusan lain di negara
itu. Misalkan jadi apa ya? Kayak menteri
BUMN lah atau menjadi ee bupati lah.
Jadi double jabatan gitu, Geng. jadinya
enggak fokus pada pertahanan negara
lagi. Dan pada saat ekonomi Venezuela
terus memburuk serta pendapatan minyak
mereka menurun karena sanksi dari
Amerika yang ibaratnya nih minyaknya
banyak tapi enggak ada yang beli. Nah,
Presiden Maduro menjadikan pasok pangan
sebagai alat untuk menjaga dukungan
politik dari yang sebelumnya disubsidi
oleh pemerintah ya kemudian menjadi
langka tuh yang ee apa ya pasokan pangan
itu. Militer mendapatkan keuntungan
besar geng dari sistem ini karena mereka
bisa mengimpor makanan dengan nilai
tukar murah. lalu menjual kembali e ke
pasar gelap dengan harga yang jauh lebih
tinggi. Nah, kebijakan ini membantu
menjaga loyalitas perwira militer.
Meskipun banyak prajurit berpangkat
rendah, hidupnya tetap susah seperti
rakyat biasa. Tapi yang kaya tuh
jenderal-jeneralnya. Nah, dari sini
kalian bisa nilai sendiri ya, kenapa
militernya tuh lemah ya? Karena yang
yang sebenarnya berperang kan pasukan
yang bawah-bawah ini kan, tapi mereka
hidupnya susah. Yang enak dan kenyang
yang buncit terus tuh jenderalnya. Nah,
selain itu militernya juga diistimewakan
dalam pembagian anggaran negara.
Anggaran pertahanan diprioritaskan
dibandingkan kebutuhan penting seperti
pendidikan dan pangan di negara itu. Dan
pada tahun 2017, Presiden Maduro bahkan
melewati persetujuan dari parlemen
oposisi untuk mengesahkan anggaran yang
menguntungkan pendukungnya dia. Dan
ketika inflasi melonjak tinggi di sana
pada tahun 2018, militer menjadi salah
satu pihak pertama dan terbesar yang
menerima tambahan dana dari negara. Gila
enggak tuh? Ibarat ini udah terjadi
inflasi, negara makin merugi ya, rakyat
susah. Tapi para militernya ini, para
jenderal-jenderalnya ini makin kenyang.
Naik gaji, dapat tunjangan dan
lain-lain. Nah, tapi meskipun
mendapatkan dana besar, nyatanya dari
segi alusista yang mereka miliki sebagai
ya bagian dari pertahanan negara, nah
senjatanya sebagiannya itu enggak layak,
Geng. Mereka cuma memperkaya diri aja.
Jadi, kalau kalian tanya di ke manakan
uang sebanyak itu? kok bukannya membeli
senjata dan lain-lain. Nah, bisa
dikatakan ya uangnya itu dimakanlah,
dikorupsilah oleh pejabat-pejabat
pendukung Maduro tadi. Nah, bisa
dikatakan politisasi dan terlalu ikut
campurnya militer Venezuela ke urusan
non pertahanan itu melemahkan
profesionalitas mereka dan kemampuan
militer mereka untuk menghadapi ancaman
dari negara lain. Jadi, udah terlalu
enak hidupnya,
udah disuap pakai duit. Nah, dan hal ini
yang membuat mereka itu gak siap untuk
berperang, apalagi serangan dadakan
kayak gini. Dan kok bisa mereka kayak
gitu? Ya, ini semua karena memang sudah
menjadi taktik dari Amerika. Mereka
masuk secara diam-diam dan mengacaukan
Venezuela dari dalam. Sampai pada
akhirnya tibalah penyerangan yang mereka
lakukan dan penculikan terhadap Ncolas
Maduro ini ya. Semuanya berjalan dengan
mudah dan mulus.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:35 UTC
Categories
Manage