Kind: captions Language: id Jadi, di dalam penyerangan Amerika ke Venezuela, negara tersebut ggak cuma menggunakan pesawat milik atau buatan mereka sendiri, melainkan mereka juga pakai pesawat yang berasal dari Indonesia loh, Geng. Nama pesawatnya adalah CN235. Di dalam operasi Absolute Resolve, ada sekitar 32 pesawat CN235 yang dikerahkan. Pesawat ini bukan simbol dari kekuatan militer yang agresif. Dia enggak merawung seperti jatur atau memamerkan teknologi siluman. Tampak pesawatnya justru biasa aja. Di dalam operasi tersebut si N235 ini dioperasikan dengan identitas minimal. Hari ini kita bakal membahas tentang perkembangan kasus Venezuela lagi. Karena sepertinya ini bakal menjadi topik yang hangat berkepanjangan beberapa waktu ke depan. Ya, gimana enggak ya, Geng? Bisa-bisanya negara lain menangkap seorang presiden dari sebuah negara yang berdaulat. Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela hingga terbentuk pemerintahan baru menyusul intervensi militer AS di Karakas dan menangkap Presiden Venezuela, Nicholas Maduro. Ada yang bilang Amerika tidak seharusnya mencampuri urusan negara lain sekalipun presidennya dianggap tidak mampu mengurus negara tersebut ya kecuali jika ada desakan dari pihak internasional seperti PBB. Tapi sepertinya yang gua sempat sebutkan di video sebelumnya bukannya mengecam tindakan Amerika, tapi banyak warga Venezuela yang justru saat ini tersebar di berbagai negara, mereka malah menyambut dengan senang tindakan Amerika yang menculik presiden mereka sendiri yaitu Ncolas Maduro. Nah, dari video tersebut ya kita bisa lihat betapa gembiranya mereka. Tapi perlu gua jelaskan, mereka ini adalah orang-orang Venezuela yang tidak lagi tinggal di Venezuela, Geng. Rata-rata mereka sudah keluar dari negaranya dan angka dari rakyat Venezuela yang angkat kaki dari negara mereka ini itu banyak banget, tinggi banget angkanya. Gua bakal menyampaikan nih beberapa update atau fakta-fakta lain terkait insiden penculikan atau penangkapan Nicholas Maduro yang dilakukan oleh pihak Amerika atas perintah Donald Trump ini. Di video sebelumnya kita sempat membahas mengenai lemahnya militer Venezuela sehingga mereka tidak sanggup melawan serangan mendadak dari Amerika. Tapi ternyata ada beberapa pihak yang menganggap itu enggak masuk akal. Sebab, Venezuela adalah negara yang pertahanannya cukup kuat di wilayah Amerika Latin. Keberhasilan Amerika dalam menangkap Ncolas Maduro ini tidak lain dan tidak bukan ternyata gara-gara adanya sebuah deal-dealan alias kong Kalikong antara petinggi dari Venezuela sendiri untuk meloloskan Amerika demi bisa menangkap Maduro. Jadi di internalnya sendiri itu mereka udah enggak senang dengan presiden mereka ini. Nah, terus juga ada konspirasi lain yang menyebutkan kalau aset Venezuela itu tidak hanya minyak doang, tapi ternyata mereka juga menyimpan Bitcoin yang cukup besar. Nah, benarkah demikian? Untuk jawabannya, kalian wajib nih, Geng, nonton video ini karena kalian bakal mengerti betapa mengerikannya Amerika dalam mengambil keputusan dan kedaulatan negara lain. Dan ada satu fakta nih, Geng, yang cukup mengagetkan sebenarnya. Ternyata, Geng ya, di dalam operasi yang dilakukan oleh Amerika untuk menyerang Venezuela dan menangkap Ncolas Maduro, mereka menggunakan salah satu pesawat ciptaan Indonesia, ciptaan insinyur-insinyur Bandung di bawah PT Dirgantara Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan Spanyol yang bernama Kasa. Pesawat ini bernama CN235 yang digunakan oleh Amerika sebagai pesawat penyisir untuk bisa membaca alat komunikasi lawan, radar lawan, dan juga segala yang berhubungan dengan elektronik pihak lawan. Nah, ini fakta menariknya nih. Kalian harus banget tahu tentang hal ini. Kita juga bakal membahas beberapa fakta terbaru yang berkaitan dengan situasi dunia saat ini pasca Maduro ditahan oleh Amerika. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Gengging. Beli iPhone baru yang kapasitasnya paling kecil dan murah enggak masalah. Tinggal tambahin SSD supaya kapasitasnya jadi lebih besar. Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang tadinya cuma 256 gig, sekarang malah jadi 756 gig. bikin video cinematik ataupun foto udah gak khawatir lagi memori bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan datanya juga cepat banget. Nih, kita bandingin pemindahan data pakai SSD dengan pemindahan data pakai airdrop. Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini harganya juga murah banget terjangkau daripada kalian beli iPhone versi terbaru dengan harga yang mahal. Hanya karena perbedaan kapasitas memori yang mendingan beli yang paling murah ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone kalian jadi berkapasitas besar. Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau langsung aja check out linknya udah ada di bawah. Untuk pembahasan yang pertama, kita akan bahas dulu ketika mulusnya aksi Amerika dalam melakukan penangkapan terhadap Presiden Maduro. Di video sebelumnya kita udah membahas ya, Geng, kalau penangkapan Presiden Maduro ini terlihat sangat mudah bagi Amerika. Nah, mengapa hal ini terlihat mudah bagi Amerika? Ya, itu bukan hanya dikarenakan kekuatan militer Amerika yang kuat melebihi Venezuela, melainkan karena memang kalau kita lihat dari sejarahnya militer Venezuela ini dijadikan alat oleh rezim alias oleh ee pemerintah mereka untuk menjaga stabilitas politik pemimpinnya sendiri. Jadi untuk kepentingan pribadi si pemimpinnya, bukan demi kepentingan negara dan rakyat. Nah, jadi rata-rata para pemimpin militer mereka kayak jenderal-jenderal mereka itu rata-rata diberikan jabatan lain, diberikan jabatan nonmiliter oleh rezim pemerintahnya. Sehingga mereka itu diberikan anggaran pertahanan yang sangat besar di saat kondisi negaranya yang sedang mengalami inflasi alias ekonomi yang ambruk. ya. Dengan gambaran nih ketika rakyatnya itu lagi kelaparan ya, orang-orang yang bersenjata jenderal dan pasukan-pasukan tentaranya itu justru disuap duit tuh sama si pemerintahnya, sama rezim pemerintah di saat itu supaya apa? Supaya mereka hidup happy, senang, dan bisa melindungi para rezim tadi untuk mengangkat senjata demi menekan masyarakat. Tuh, kurang lebih kayak gitu, Geng. Jadi kalau kalian pikir kenapa rakyat Venezuela itu senang banget e Nicolas Maduro ditangkap, ya ini salah satu alasannya. Karena Ncolas Maduro adalah salah satu orang yang sangat melindungi stabilitas politik mereka ya dengan mengandalkan para angkatan militer tadi dimanjain tuh para jenderal-jenderalnya. Nah, hal inilah yang menjadikan pertahanan militer di Venezuela itu jadi lemah ya. Anggota militernya udah main politik. Jadi mereka udah enggak fokus berperang latihan atau ya membeli alusista yang canggih. Dan semenjak itu militer mereka tidak lagi diisi oleh para prajurit yang kompeten, melainkan orang-orang yang justru menjadi penjilat rezim alias loyalis presiden. Makanya kita bisa lihat ya, betapa rapuhnya militer Venezuela ini. Bisa-bisanya mereka kecolongan ketika Amerika melumpuhkan sistem pertahanan udara mereka. Jadi mereka ini dilatih untuk melindungi pemimpin mereka dari rakyat mereka sendiri. Tidak terlatih untuk melindungi pemimpin mereka dari serangan negara lain apalagi kekuatannya sebesar Amerika. Dan faktor tersebut memang nyata adanya, Geng. Dan memang masuk akal. Nah, tapi Geng banyak yang menduga alasan lainnya mengapa Venezuela terlihat seperti enggak bertindak apapun saat Amerika memasuki negara mereka. ya katanya nih ya karena Amerika itu punya 1001 cara untuk bisa membuat negara lain takluk terhadap mereka. Salah satu hal yang biasanya mereka lakukan adalah mengirim para een-agen mereka untuk mempengaruhi negara tersebut dari internalnya. Ya, biasanya itu adalah CIA. Nah, terus apa alasan lain kalau dikatakan ternyata enggak cuma karena militernya yang lemah? Apa nih faktor di balik itu lagi? Nah, jawabannya adalah ternyata sudah ada deal-dealan yang dilakukan oleh Amerika kepada para petinggi-petinggi Venezuela agar mereka bisa meloloskan rencana Amerika untuk menangkap Maduro. Nah, inilah nih. Ini ibarat memelihara anak harimau, Geng. Nah, Maduro selama ini memelihara anggota-anggota di rezimnya menjadi para pemerintah yang korup. Pemerintah yang korup itu ibarat pisau bermata dua, berdiri di dua kaki, ya kan? Ketika Maduro menguntungkan mereka, mereka akan membela Maduro. Tetapi ketika ada Amerika yang menawarkan jumlah yang lebih daripada Maduro, ya mereka akan berpihak kepada Amerika. Dan semua ini adalah awal dari ya memelihara korupsi itu sendiri. Jadi Maduro ini senjata makan tuan lah ya kan. Dia sudah memupuk ketidaksetiaan di dalam rezimnya yang akhirnya itu memakan dia sendiri. Masuknya Amerika ke Venezuela ini, Geng yang dianggap bukan sebagai invasi penuh, melainkan sebuah operasi politik yang sudah dinegosiasikan dengan para elit Venezuela. Makanya kayak operasinya kecil-kecilan aja, tapi bisa ngangkut itu presidennya. Enggak gede-gede banget. Ngebomnya juga enggak segila Rusia lawan Ukraina kan. Lu bisa lihat enggak? Rusia udah ngebom Ukraina hampir hancur lebur tuh Ukraina sebagian negaranya. Tapi apakah Zelenski ketangkap? Kagak. Venezuela dibom dikit aja dengan ya alusista yang sedikit, pesawat yang sedikit, presidennya langsung ketangkap. Nah, lagi-lagi geng kejanggalannya bisa dilihat dari betapa tidak berkutiknya militer Venezuela pada saat penyerangan terjadi. Dan ketika ledakan terjadi di Karas biasanya ya militer itu bakal mengaktifkan pertahanan udara mereka dan mengarahkan seluruh pasukannya. Ya, negara-negara seperti Venezuela ini kan punya pertahanan udara tuh. Kalau ada pesawat asing yang masuk ke dalam wilayah udara mereka biasanya bakal ada pertahanan udara yang langsung menghalang pesawat asing atau benda-benda asing tersebut. Namun di dalam hal ini, Venezuela tidak melakukan itu. Tidak ada satuun pasukan militer yang dikirim untuk mengamankan lokasi baik itu di darat maupun di udara. Memang ya di pemberitaan disebutkan kalau Amerika sudah melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela. Tapi yang anehnya kenapa Venezuela tidak mencoba untuk mempertahankan sistem udaranya atau mungkin menyerang balik gitu. Padahal sistem pertahanan udara mereka itu cukup canggih. Mereka itu banyak membeli alusista dari Rusia dan juga Cina. Terus juga, Geng, yang jadi perhatian ya, biasanya kalau ada situasi memanas atau kondisi darurat di mana sebuah negara sedang diserang oleh negara lain, pasti ada sebuah protokol pengamanan presiden di mana presiden bakal dibawa ke tempat yang aman, penjagaan yang berlapis, dan hanya orang-orang tertentu aja yang bisa bertemu dengan presiden seperti keluarganya atau orang-orang kepercayaan. Jadi, benar-benar ketat gitu. Tapi kalau kita berbicara mengenai penangkapan Maduro kemarin, benar-benar kayak enggak ada yang menjalankan protokol itu. Jadi kayak lost aja gitu, Geng. Dan hal tersebut bisa kita lihat dari mudahnya Maduro ditangkap diangkut oleh Amerika dan aksinya terlalu cepat dan tidak ada perlawanan sedikit pun dari militer Venezuela. Ya, terkesan kayak dibiarin kayak gitu aja. Terus, Geng, konspirasi ini semakin menguat. Sebab Donald Trump itu kayak ngasih isyarat kalau wakil presiden Venezuela yaitu Delsehi Rodriguez akan bersiap buat bekerja sama dengan Amerika di dalam proses transisi kekuasaan. Jadi maksudnya tuh kayak Donald Trump itu udah tahu apa yang bakal terjadi kepada Venezuela dan dia udah bilang tuh wakil presiden dari Venezuela ya Delci Rodriguez bakal menggantikan Ncolas Maduro. Nah, di dalam keterangannya itu Donald Trump mengungkap kalau Marco Rubio selaku Menteri Luar Negeri Amerika itu sudah melakukan pembicaraan dengan eh si Delsei ini secara langsung. Dia bilang kalau Delsei adalah sosok yang pada dasarnya bersedia melakukan apapun yang Amerika anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali bangkit. Jadi ibaratnya nih ya wakil presidennya ini berpihak kepada Amerika. Cuma, Geng, pernyataan tersebut berseberangan dengan sikap publik yang ditunjukkan oleh Delsea ini. Gak tahu ya apakah Delsea ini memang eh apa ya cuma difitnah doang sama Donald Trump atau memang dia ini sebenarnya ya pengin akting juga di depan ee masyarakatnya, di depan rakyatnya. Ya, aslinya sebenarnya di belakang itu dia memang berpihak kepada Amerika. Ini kita enggak tahu nih. Yang jelas di dalam konferensi perspah ya, Delsehi ini justru mengecam penahanan Maduro atau penangkapan Maduro sebagai penculikan dan menegaskan kalau Venezuela tidak akan pernah menjadi antek-antk negara manapun termasuk Amerika. Itu kata dia. Tapi menurut Donald Trump dia justru berpihak sama Amerika. Ini entah mana yang benar nih. Nah, tapi karena pernyataan Donald Trump sebelumnya, publik terlanjur memiliki asumsi sendiri. Ya, mereka percaya apa jangan-jangan DLC ini dan beberapa elit politik lainnya yang ada di Venezuela sudah terlebih dahulu membuat kesepakatan dengan Amerika untuk melengserkan Maduro dengan imbalan Delsei yang bakal naik jabatan menjadi presiden. Nah, tetapi syaratnya segala kepentingan Amerika harus di-support oleh Delsea untuk dijalankan di Venezuela. Termasuk minyak Venezuela harus dikuasai oleh Amerika. Ya, kita lihat sendiri sekarang ya, Donald Trump sudah menyatakan bahwa ya minyak Venezuela itu mereka yang jual. Nah, makanya ini kelihatan masuk akal banget, Geng. Kira-kira ya menurut kalian kalian sepakat enggak, Geng, dengan asumsi kalau ya itu tadi Delsea ini memang sengaja pengin naik jabatan jadi presiden dan dia bekerja sama dengan Amerika. Gimana tuh menurut kalian? Estos. Nah, jadi itu dia ya, Geng. Kurang lebih penjelasan tentang konspirasi mengapa Amerika bisa begitu mudah dan cepat menyerang Venezuela dan menangkap presidennya Ncolas Maduro. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan lain yaitu mengenai aset lain yang dimiliki oleh Venezuela yaitu Bitcoin. Wah, gila ya. Venezuela punya Bitcoin dan kabarnya Venezuela punya banyak Bitcoin dan itu juga menjadi salah satu alasan mengapa Amerika ingin menguasai Venezuela. Rumornya nih dan selain karena minyak ya Bitcoin ini adalah hal yang menggiurkan sekarang dan ya itu memancing Amerika untuk menyerang Venezuela. Terus kabarnya juga Venezuela ini punya cadangan atau simpanan emas yang sangat banyak. Benarkah begitu? Dan kalau memang benar, apakah Amerika ingin menguasai emasnya juga? Nah, sekarang kita akan bahas. Selama ini kita tahu ya, Geng, kalau Venezuela itu punya cadangan minyak terbesar di dunia mengalahkan Arab Saudi. Kemarin gua udah jelasin memang agak terasa aneh gitu ya. Kok negara dengan cadangan minyak yang lebih daripada Arab kelihatannya kismin banget rakyatnya sampai harus keluar dari negara mereka. Nah, ini gua jelaskan pendek nih. Sedikit gua jelaskan. Jadi, kenapa mereka lebih miskin daripada Arab? Padahal cadangan minyaknya lebih banyak. Yaitu tadi rezim pemerintahan mereka itu terlalu mempolitisasi semua hal. Gua contohin aja contoh misalkan kayak gini di bidang olahraga. Orang yang enggak bisa olahraga dijadiin menteri olahraga. Nah, itu udah mempolitisasi tuh. Terus di bidang militer orang yang maaf nih ini mungkin agak konyol gitu ya, orang yang enggak pernah perang, enggak pernah latihan militer dijadikan Menteri Pertahanan. Misalkan di bagian yang paling krusial dari penghasilan satu-satunya negara mereka. Karena negara mereka ini tergantung banget sama minyak, Geng. Jadi sampai-sampai itu kayak kebutuhan pokok, makanan tuh impor semua dari negara lain. Boro-boro mereka punya petani, enggak ada tuh. Ya mungkin ada di sebagian kecil, tapi udah hampir semuanya tuh impor. Makanan semua impor. Makanya tuh kayak inflasi terjadi besar-besaran. Ya, gimana lu harus beli makanan dari luar negeri dimasukin ke negara lu? Ya kan? Di saat itu ya, karena penghasilan terbesar mereka atau utama mereka hanya mengandalkan minyak bumi, seharusnya mereka harus fokus dengan hal itu dengan ya menempatkan orang-orang yang kompeten, orang-orang yang memang pada ahlinya ya di bidang tersebut. Kita contohin Arab. Arab itu ya dia tahu penghasilan utama mereka adalah minyak bumi. Mereka membuat perjanjian yang begitu ketat. Walaupun bukan sepenuhnya mereka yang mengerjakan tambang minyak mereka ya. Walaupun banyak dari pekerja asing dari Cina, dari Jerman, dari yang mana-mana gitu ya, tapi mereka menaruh para pekerja yang kompeten, yang benar-benar paham. Jadinya semuanya berjalan dengan semestinya. Beda dengan Venezuela. Venezuela malah ya yang enggak tahu cara nambang minyak ditaruh di sono. Jadi benar-benar politisasi ya pemimpinnya itu pengin yang kaya, yang tajir, yang makan itu cuma teman-temannya doang, keluarga-keluarganya doang yang bahkan tidak paham dengan apa yang dikerjakan. Nah, itulah yang terjadi dengan Venezuela. Ditambah lagi ya sanksi yang diberikan oleh Amerika yang membuat negara ini tidak bisa menjual minyak mereka, Geng. Hasil bumi mereka enggak bisa dijual. Itu yang membuat Venezuela ini miskin walaupun cadangan minyaknya lebih besar daripada Arab. Tapi kalian tahu enggak, Geng? Ya, di luar kekayaan itu ternyata baru-baru ini ditemukan sebuah bukti yang gua gak tahu bukti ini sebatas rumor atau memang fakta gitu ya. Jadi dikatakan Venezuela ini punya aset Bitcoin selama bertahun-tahun spekulasi mengenai cadangan Bitcoin negara tersebut itu beredar terus. Jadi bikin orang-orang tuh kayak mustahil kalau enggak dipercaya gitu ya. Soalnya berita dan bukti-buktinya tuh muncul terus gitu. Laporan intelijen terbaru saat ini menduga kalau Venezuela sudah mengumpulkan cadangan sebesar 60.000 hingga 660.000 BTC alias Bitcoin. Besarnya kepemilikan tersebut menempatkan Venezuela sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia. bahkan bisa bersaing dengan perusahaan raksasa seperti Black Rock dan Micro Strategi. Berdasarkan data yang didapatkan dari berbagai sumber intelijen keuangan, banyaknya Bitcoin yang dimiliki oleh Venezuela itu bukan baru dilakukan saat ini, melainkan sudah dimulai sejak tahun 2018 lewat strategi yang sudah sangat rencana agar Venezuela bisa menghindari sanksi internasional. Setelah kegagalan aset crypto Petro yang didukung oleh pemerintah, ketergantungan rezim dari Venezuela terhadap aset digital justru semakin meningkat. Jadi di saat itu ya, perusahaan minyak Venezuela yang bernama PDVSA itu mulai diinstruksikan untuk menerima pembayaran ekspor minyak mentah dalam bentuk USDT. Jadi udah bukan lagi dibayar pakai emas, udah bukan lagi dibayar pakai e dolar ya, tapi USDT udah bentuk mata uang digital untuk memitigasi resiko pembukaan rekening bank tradisional oleh otoritas Amerika. Keuntungan dari transaksi tersebut kemudian dialihkan ke Bitcoin untuk menghilangkan jejak dan mengurangi pengaruh terhadap dolar Amerika tadi. Jadi mereka itu enggak mau kebaca gitu sama Amerika kalau mereka tuh baru jual minyak, ada keuntungan berapa dan enggak mau bayar pajak-pajaknya lah gitu tuh. Jadi jejaknya dihilangkan melalui uangnya itu ditabung jadi Bitcoin. Nah, selain itu tindakan tegas pemerintah terhadap operasi penambangan Bitcoin ilegal di dalam negara Venezuela itu ikut menambah cadangan negara hingga mencapai estimasi 3% dari total pasokan Bitcoin yang beredar di seluruh dunia. Jadi, bisa dikatakan simpanan Bitcoin mereka itu cukup banyak. Nah, antara tahun 2018 sampai 2020, Venezuela udah dilaporkan mengekspor puluhan ton emas dari Orinoko Mining Arch. Di dalam laporan tersebut dikatakan Venezuela mengkonversi sekitar 2 miliar dolar Amerika atau sebesar 33,49 triliun hasil emas mereka itu ditukar menjadi Bitcoin dengan harga rata-rata 5.000 Amerika atau yang setara dengan Rp83,2 juta per Bitcoin. Dan transfer ini aja, Geng, yang saat ini bernilai sekitar 36 miliar dolar Amerika atau setara Rp60,2 triliun, itu menjadikan dasar cadangan kripto rahasia negara ini yang mana besar banget jumlahnya. Dan skala cadangan Venezuela yang diduga jauh lebih besar daripada likuidasi pemerintah sebelumnya. Pada tahun 2024 ya, negara bagian Sasoni di Jerman itu sampai menjual 50.000 1000 BTC atau sekitar 3 miliar dolar Amerika yang pada saat itu yang mana ini berdampak pada koreksi pasar sebesar 15 sampai 20%. Terus sebaliknya nih, Geng. 600.000 BTC milik Venezuela kalau disita atau dibekukan itu bisa memicu goncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terus mengurangi likuiditas yang tersedia dan mendukung harga yang lebih tinggi. Ya, gimana enggak yang megang BTC-nya bukan perorangan. Kalau di negara kita yang megang kita tahu ya nama-namanya ya, Timoti, Siis Suuli dan lain-lain gitu. Nah, ini yang megang negara coy. Ibarat kalau misalkan di negara kita yang megang Pak Jokowi, Pak Prabowo atau Pak Gibran gitu ya, jumlahnya enggak enggak terhitunglah, banyak banget duitnya. Di akhir tahun 2025 sampai 10% pembayaran belanjaan dan hampir 40% transaksi antar individu itu dilakukan dengan kripto. Sementara itu, pengiriman uang melalui stable coin itu menyumbang hampir 10% dari arus masuk. Venezuela itu berada di peringkat sekitar ke-17 secara global dalam adopsi kripto menurut Kainalisis, Geng. Nah, inilah yang menjadi kecurigaan. Karena gini, Venezuela di peringkat ke-17 secara global dalam adopsi kripto. Sementara di negaranya sendiri orang-orangnya ya lagi krisis ekonomi kan enggak apa ya kayak kontradiktif gitu. Orang krisis ekonomi tapi pasokan kripto, arus kriptonya lancar. Nah, di situ timbul pertanyaan, ini yang main siapa? Hant? Ya, siapa lagi kalau bukan orang atas-atasnya? Nah, ternyata yang memainkan itu adalah pemerintahnya dengan uang negara mereka. Jadi, bukan rakyatnya yang bermain atau mengadopsi kripto tersebut. Sehingga posisi mereka secara global itu cukup tinggi, yaitu di peringkat 17. Terus, Geng, kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Venezuela itu juga ee semakin memudahkan warga mereka untuk melakukan transaksi kripto sebenarnya. Salah satunya dengan menetapkan tarif listrik yang murah. Hal ini tentu menguntungkan bagi para penambang crypto karena untuk mining dan menambang mereka kan harus menyalakan PC sepanjang hari dan pastinya kan ini membutuhkan listrik yang boros banget. Nah, contohnya yang dilakukan oleh perusahaan yang bernama Dr. Miner yang berlokasi di Karakas Timur. Di sana ada sebanyak 80 PC yang diklaim menghasilkan sekitar 10.000 Amerika dalam bentuk Bitcoin setiap bulan. pemerintahnya itu men-support tuh kalau ada perusahaan-perusahaan lokal ya masyarakatnya yang membuka perusahaan mining ya silakan listriknya di subsidi. Dan di saat itu ya perusahaan yang gua sebutkan tadi setiap komputer yang mereka bangun dengan modal sekitar 400 Amerika atau cuma sekitar 5 sampai Rp6 juta gitu ya, masing-masing seukuran kotak sepatu tapi hasilnya bisa 10.000 Amerika 10.000 000 itu kayak sekitar 1,6 m per bulan. Tentunya proses ini membutuhkan daya listrik yang sangat besar. Di luar kebutuhan listrik yang tinggi, beruntungnya akses internet di Venezuela cukup mendukung untuk proses mining crypto khususnya di Karakas. Jadi pemerintahnya sebenarnya men-support gitu listrik dimurahin, internet dicepetin. Nah, padahal dengan tekanan ekonomi yang ada di sana, akses atas internet itu ya relatif tidak merata di negara itu. Tapi warganya bisa menambang kripto. Nah, usaha penambangan kripto ini menjadi salah satu yang populer, geng, di Venezuela. Nilai tukar kripto seperti Bitcoin juga semakin diterima di negara tersebut ketika mata uang Venezuela yaitu Bolivar semakin melemah. Nah, menurut perusahaan konsultan OLMOS yaitu Olmos Group Venezuela, transaksi dengan mata uang kripto di Venezuela pada tahun 2019 bisa mencapai 303 juta Do Amerika. Nah, lalu geng ya yang mungkin belum banyak orang tahu adalah Venezuela itu ternyata memiliki cadangan emas yang besar. Nah, ini kan tadi gua udah sempat nyinggung ya, cadangan emas mereka itu sudah banyak mereka alihkan ke kripto. Nah, tapi saking banyaknya emas mereka ini dianggap atau ada rumor yang mengatakan kalau salah satu hal yang diincar oleh Donald Trump adalah stok emas milik Venezuela ini yang pelan-pelan sudah mulai mereka konversi menjadi Bitcoin ini. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh Venezuela. Sampai-sampai muncul rumor yang mengatakan kalau Donald Trump menginginkan emas itu. Kita bahas. Jadi, geng negara tersebut memiliki sumber daya emas lebih dari 8.000 ton yang menjadikan Venezuela menjadi negara dengan sumber daya emas terbesar di Amerika Latin. Nah, Venezuela diperkirakan memiliki cadangan sebesar 161 ton metrik emas dengan nilai sekitar 22, miliar Do Amerika. Setiap kenaikan 100 Amerika pada harga emas spot itu akan menambah sekitar 518 juta Amerika ke neraca Venezuela. Jadi cukup berpengaruh untuk kekayaan mereka nih, Geng. Wilayah Orinoko Mining Arch itu punya lebih besar lagi dengan simpanan emas sekitar 10.000 ton emas yang belum ditambang dengan harga 4.360 Amerika per ons-nya ya ini nilainya bisa mencapai 1,4 triliun dolar Amerika di dalam tanah. Jadi pada tahun 2016 ya, Ncolas Maduro menandatangani dekret pembentukan Orinoko Mining Arch yaitu sebuah kawasan seluas sekitar 112.000 km² yang terletak di selatan Sungai Orinoko. Dan kawasan tersebut dinyatakan sangat strategis untuk eksploitasi emas sebagai komunitas utama. Serta berlian juga ada Coltan juga ada nikel juga dan unsur tanah jarang lainnya. Dan pemerintah mengklaim kalau Orinoko Mining Arch itu menyimpan lebih dari 8.000 ton emas yang akan menempatkan Venezuela di jajaran negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Pemerintah mereka juga menyebutkan potensi eksploitasi sampai 1 juta karat berlian, 12.000 ton nikel, dan 35.000 ton kotan. Ya, dan cadangan tembaga yang sangat-sangat signifikan. Venezuela juga memiliki cadangan emas liquid, Geng. yang mana cadangan emas ini tidak sepenuhnya berada di dalam negeri. Jadi sebagian justru mereka simpan ribuan kilometer dari Venezuela dan sampai saat ini enggak bisa disentuh oleh pemerintah ee Nicolas Maduro. Jadi ada sekitar 31 ton emas Venezuela disimpan di brangkas bengko The Inglet Tera yang ada di London. Sedangkan emas ini udah ada di Inggris sejak sebelum krisis politik dan ekonomi Venezuela memburuk. Nah, masalahnya muncul sejak tahun 2018 ketika pemerintah Inggris memutuskan membekukan akses emas tersebut setelah mengakui tokoh oposisi yaitu Juan Guido sebagai presiden sah Venezuela menggantikan Maduro. Nah, jadi ceritanya tuh pemerintahan Venezuela ini menyimpan emas di brangkas London sana yang seharusnya kapan aja mereka bisa ambil. Tapi dikarenakan adanya konflik politik yang mana pemerintah Inggris lebih mengakui Juan Guido ketimbang Ncolas Maduro, akhirnya cadangan emas itu tidak bisa disentuh oleh pemerintah Venezuela yang saat ini yaitu Ncolas Maduro. Jadi dibekukan kecuali ya Maduro digantikan oleh Huan Guido yang diakui oleh pemerintah Inggris. Itu syaratnya. Nah, akibat keputusan politik tersebut, e emas Venezuela yang ada di London ini tidak bisa diserahkan kepada rezim Maduro sama sekali, enggak boleh disentuh. Hingga saat ini ya, Geng, aset tersebut masih terkunci di Bank of England. meskipun pemerintah Venezuela sudah berulang kali menggugat melalui jalur hukum internasional dengan harga emas global yang saat ini ya nilai cadangan tersebut mungkin diperkirakan sampai 1,8 hingga 2 miliar dolar Amerika yang menjadikan emas ini adalah salah satu aset likuiditas paling bernilai, paling mahal, paling berharga yang akhirnya hilang dari tangan negara Venezuela gara-gara ya presidennya Nicholas Maduro. Nah, dari fakta ini kita jadi tahu ya, Geng, kalau ternyata penangkapan Maduro ini enggak cuma membuat Amerika menguasai minyak aja, tapi sekaligus cadangan Bitcoin milik Venezuela serta cadangan emas Venezuela yang ada di Bank Inggris. Dan ya mungkin sumber daya lainnya seperti Berlian, nikel, Coltan, dan lain sebagainya juga akan dikuasai oleh Amerika. Bisa menang banyak Amerika dengan menguasai Venezuela. Sekarang kita bakal membahas sebuah fakta terkait penyerangan Venezuela yang ternyata ada hubungannya dengan negara kita, yaitu ternyata pesawat yang digunakan untuk menyerang Venezuela itu adalah pesawat Indonesia. Emang benar, Geng? Kita bahas. Nah, ini menarik nih, Geng, ya. Ada negara kita namanya dicatut di dalam kasus ini. Jadi di dalam penyerangan Amerika ke Venezuela, negara tersebut ggak cuma menggunakan pesawat milik atau buatan mereka sendiri, melainkan mereka juga pakai pesawat yang berasal dari Indonesia loh, Geng. Nama pesawatnya adalah CN235. Di dalam operasi Absolute Resolve, ada sekitar 32 pesawat CN235 yang dikerahkan. Pesawat ini bukan simbol dari kekuatan militer yang agresif. dia enggak meraung seperti jatur atau memamerkan teknologi siluman. Tampak pesawatnya justru biasa aja. Di dalam operasi tersebut si N235 ini dioperasikan dengan identitas minimal. Jadi enggak ada logo kesatuan dan enggak ada e bendera nasional. Jadi benar-benar kayak lowy gitu istilahnya. Nah di dalam radar pesawat ini terbaca sebagai pesawat kargo sipil. Jadi enggak mencurigakan. Hal inilah yang memungkinkan CN N235 mendekat ke wilayah sasaran tanpa memicu alarm pertahanan udara Venezuela. Nah, peran utama dari CN235 ini dalam Absolute Resolve adalah sebagai platform signal intelijen atau disingkat dengan SIG intijin. Pesawat ini berfungsi sebagai mata dan telinga operasi memetakan komunikasi radar dan juga aktivitas elektronik lawan. Nah, misalkan kayak radio, radar, sensor dari pihak Venezuela, semuanya dipetakan. di dalam ee perang modern ya. Informasi semacam inilah yang sering sekali menentukan ya ee dibandingkan kekuatan senjata itu sendiri. Jadi kayak membaca kekuatan lawan melalui sinyal-sinyal komunikasi radar dan aktivitas elektronik tadi itu adalah sebuah senjata yang mutakir. Sekarang ibaratnya gini, Geng. Gua jago berantem, misalkan, lu juga jago berantem. Nah, gua belum tentu bisa menang lawan lu kalau gua enggak baca kelemahan lu di mana. Karena sama-sama aja gua berantem. Nah, salah satu kuncinya agar gua bisa menang menghadapi orang yang sama kekuatannya sama gua atau sama-sama bisa berantem adalah mencari kelemahannya. Dan ternyata cara Amerika untuk bisa membaca kelemahan dari Venezuela menggunakan salah satu peralatan yang berasal dari Indonesia. Nah, bagi pihak internasional, keterlibatan CN235 ini menegaskan perubahan wajah peperangan modern. Dominasi militer enggak selalu dibentuk atau ditentukan oleh teknologi paling canggih, melainkan lewat platform yang paling sesuai dengan misi yang dijalankan. Maksudnya tuh gini, Geng. Kalau misinya itu diselesaikan oleh Amerika dengan peralatan canggih mereka, bisa aja, tapi terkesan kayak jomplang gitu loh, Geng. Kekuatannya pasti dunia internasional bakal bilang kayak, "Lah, mau lawan Venezuela aja sampai repot-repot ngeluarin alat tercanggih kalian, gitu kan. Nah, ternyata mereka gak perlu alat yang super canggih, melainkan mereka menggunakan salah satu alat yang bisa dikatakan ya apa ya enggak enggak lebih canggih dari alat-alat mereka, tapi bisa mengkamuflase justru ibaratnya gini, karena saking biasanya mungkin ya, karena saking ee pesawat dari negara kita ini tidak mencurigakan, tapi justru itulah yang mematikan karena dianggap spele sama radarnya dikira pesawat sipil. CN235 ini dikembangkan melalui kolaborasi antara PT Dirgantara Indonesia dengan perusahaan Spanyol yang bernama Kasa. Nah, meskipun sebagian unit produksinya itu dibuat di daerah Sevilla sana, tapi pondasi desainnya itu lahir dari kerja keras para insinyur Indonesia yang ada di Bandung. Dan CN235220 yaitu varian angkut ringan menengahnya dirancang dengan fleksibilitas tinggi, mampu terbang rendah, efisien bahan bakar, dan mudah dimodifikasi untuk berbagai misi khusus. Karakternya tersebut menjadikan pesawat ini jadi ideal untuk peran intelijen yang menuntut ketahanan dan keandalan jangka panjang. Nah, keputusan militer Amerika untuk mengoperasikan atau menggunakan pesawat buatan Indonesia ini atau CN235 ini di dalam operasi paling sensitif ini adalah pengakuan strategis, Geng. Ini adalah validasi global bahwa desain yang lahir dari negara berkembang kayak negara kita ini ternyata bisa ikut bersaing dan dipercaya di dalam arena pertahanan kelas dunia. Dan kabarnya nih, Geng, ya, C N235 ini tercatat sudah diincar oleh sejumlah negara loh, Geng. beberapa negara yang pernah memesan pesawat ini e mulai dari Brunei, Malaysia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Burkina Faso, Afrika sampai Seninegal. Dan selain itu, Timur Tengah, Amerika Latin dan beberapa negara Asia serta Eropa mereka sudah mengungkapkan mereka minat terhadap pesawat CN235 ini. Produksi pesawat CN235 saat ini sedang didorong untuk ditingkatkan jumlahnya dalam skala per tahun, Geng. Dan enggak cuma produksi bagi Indonesia, rencana peningkatan produksinya juga dilakukan dikarenakan permintaan dari beberapa negara dan juga agar industri pertahanan Indonesia bisa mulai merintis kerja sama dengan berbagai pihak. Wah, gila ya, Geng ya. Ternyata secara tidak langsung ya bukan terlibat sih ya Indonesia di sini. Lebih tepatnya adalah eh peralatan canggih karya anak bangsa ternyata digunakan di dalam operasi yang dilancarkan oleh Amerika untuk menangkap Presiden Venezuela. Bisa kebayang tuh ya ya bukan overproud seperti bocil-bocil Facebook bilang atau bocil-bocil TikTok bilang. Tetapi di dalam hal ini kita bisa melihat bahwa ternyata karya anak bangsa kita itu bisa berguna, itu bisa sangat membantu apabila di tangan yang tepat. Jadi selama ini tuh kepintaran rakyat kita itu cuma enggak dimaksimalkan aja. Ya, kalau ditanya kenapa, gua enggak mau jawab lagi karena sekarang sudah ada undang-undangnya kan. Mengkritik pemerintah itu bisa dipenjara. Jadi kalian bisa memikirkan sendiri dengan track record soal penemuan-penemuan yang dilakukan oleh anak bangsa Indonesia yang pada akhirnya pupus harapannya, luntur semua impiannya, berhenti semua produksinya karena terhalang yaitu tadi izin pemerintah, dukungan pemerintah, dan ya bahkan ee apa ya persaingan dengan produk luar ya. Kalian bisa cari sendirilah di internet banyak kot track record-nya. Oke, sekarang gua pengen masuk ke dalam sebuah pembahasan nih, Geng ya. Yaitu sebuah landasan yang digunakan oleh Donald Trump untuk menyerang Venezuela yang mana ini berhubungan dengan doktrin Monro. Apa itu doktrin Monro? Ini harus banget kalian dengar. Kita bahas apa itu doktrin Monro? Nah, di sini di dalam menjelaskan aksi militer Amerika yang berujung pada penangkapan Maduro, Donald Trump itu mengaitkan langkah tersebut dengan yang namanya doktrine Monro. Sebuah kebijakan luar negeri Amerika yang dibuat lebih dari 2 abad lalu, lebih dari 200 tahun yang lalu. Jadi itu ceritanya ya di tanggal 3 Januari kemarin, Donald Trump itu secara terbuka merujuk kepada doktrin Monroe ini ketika dia menjelaskan kebijakan pemerintahannya dia terhadap Venezuela. Dia bahkan bilang kalau sebagian orang menyebut dia sebagai doktrin Donro, Donald Trump Monro. Nah, Donald Trump menyatakan kalau Venezuela di bawah pemerintahan Maduro sudah semakin sering menjadi tuan rumah bagi musuh-musuh asing di kawasan Amerika dan mendapatkan senjata yang bisa mengancam kepentingan Amerika. Ya, ini sebenarnya agak dilema sih, Geng. Ya, ini mirip kayak kasusnya Rusia sama Ukraina. Ketika Rusia marah ke Ukraina itu gara-gara Ukraina itu terlalu NATO, Ukraina terlalu dekat dengan Amerika. Sementara Ukraina itu kan serambinya serambi alias apa ya halaman depannya Rusia ya. Rusia enggak terima. Nah, sama halnya yang terjadi dengan Venezuela. Venezuela ini terlalu berteman dengan Rusia dan Cina, musuh Amerika. Sementara mereka itu berada di terasnya Amerika. Mereka kan kawasan Amerika Latin. Nah, jadi ini sama-sama aja sebenarnya. Dan Donald Trump menyebutkan kondisi itu sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dari inti kebijakan luar negeri Amerika yang sudah ada lebih dari 200 tahun lamanya. Menurut dia, kondisi ini menjadi dasar bagi arah baru kebijakan pemerintahannya dia. Dia bilang melalui strategi keamanan nasional yang baru, Amerika bakal menegaskan kembali posisi mereka di kawasan belahan bumi barat yang sejalan dengan prinsip America first. Yang jadi pertanyaannya, apa sih sebenarnya doktrin Monroe ini? Jadi, Geng doktrin Monro ini pada dasarnya menyerukan pembagian dunia ke dalam wilayah-wilayah pengaruh yang diawasi oleh kekuatan besar masing-masing. Presiden James Monroe pertama kali mengemukakan gagasan ini pada tanggal 2 Desember 1823 dalam pidato tahunan ketujuh-nya dia tentang keadaan negara di hadapan Kongres Amerika. Di dalam pidatonya itu, Monro memperingatkan agar negara-negara Eropa itu tidak mencampuri urusan di kawasan Amerika. Dia menegaskan bahwa setiap bentuk intervensi Eropa di benua Amerika akan dipandang sebagai serangan terhadap Amerika Serikat. Monro juga mengatakan kalau urusan belahan barat dan Eropa harus tetap terpisah dan tidak saling mempengaruhi. Sebagai imbalannya, Monro berjanji bahwa Amerika bakal mengakui dan tidak akan mencampuri koloni Eropa yang sudah ada maupun urusan dalam negeri, negara-negara Eropa. Tapi dia menegaskan lagi kalau Amerika Utara dan selatan itu enggak lagi terbuka untuk kolonisasi baru oleh kekuatan Eropa manapun. Di dalam banyak aspek, Geng, doktrin Monro itu bertujuan mempertahankan status quo di kawasan Amerika sekaligus menuntut agar Eropa melepaskan keterlibatan lebih lanjut di wilayah tersebut. Lalu singkat ceritanya nih, Geng ya. Pada tahun 1904, Presiden Theodor Roosfeld itu menambahkan apa yang dikenal sebagai Roosfeld Coroleri ke dalam doktrin Monroe ini. Nah, jadi tambahan ini menegaskan hak Amerika untuk melakukan intervensi di negara-negara Amerika Latin untuk mencegah campur tangan Eropa, terutama dalam persoalan uang atau ketidakstabilan demi menjaga stabilitas dan melindungi kepentingan Amerika di belahan barat. Pernyataan tersebut muncul ketika para kreditur Eropa mengancam sejumlah negara Amerika Latin. Nah, Roosfeld ini menyatakan bahwa Amerika memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk terlibat sesuai dengan doktrin tersebut. Coroleri dirumuskan setelah krisis Venezuela pada tahun 1902 sampai 1903 ketika negara itu menolak membayar hutang luar negeri mereka. Kelihatannya nih ya Amerika seperti melindungi negara Amerika Latin karena doktrin tersebut. Kesannya kayak gitu. Tapi faktanya Roosevelt itu bukannya melindungi negara-negara Amerika Latin dari campur tangan Eropa, dia malah menggunakan hal itu untuk mengawasi dan mengendalikan negara-negara tersebut supaya pemerintahannya bertindak sesuai dengan kepentingan komersial dan strategi Amerika. Jadi kayak dikontrol gitu. Seolah-olah tuh mereka bilang kayak, "Udah, Amerika Latin tenang, Cuba, Mexico, apalagi tuh eh Venezuela dan yang lain-lain. Amanlah kalian ya. Kita lindungi kalian dari serangan Eropa. Nah, padahal aslinya mereka enggak melindungi. Mereka sedang menaruh pengaruh mereka supaya negara-negara Amerika Latin itu bergerak sesuai dengan maunya Amerika. Di dalam dekade-dekade berikutnya, doktrine Monro yang sudah berkembang sering digunakan sebagai pembenaran bagi intervensi Amerika Serikat di Republik Dominika, Haiti dan Nikaragua. Pada tahun 1980-an, Presiden Ronald Reagan itu mengambil pendekatan keras terhadap kawasan tersebut. yang oleh para pengkritiknya dicap sebagai imperialis namanya. Di Nikaragua, region ini mendukung kelompok sayap kanan yang namanya Kontras yang mana mereka ini melawan pemerintahan kiri yang namanya Sandinista. Sebuah kebijakan yang kemudian menyeret Amerika ke dalam skandal perdagangan senjata Iran kontra. Nah, Regen juga memberikan dukungan kepada pemerintahan sayap kanan yang dituduh melakukan pelanggaran HAM berat di Elsa Salsavador dan Guatemala. Kuba juga sudah lama berada di bawah tekanan Amerika sejak revolusi Fidel Castro, baik melalui ancaman militer maupun sanksi ekonomi keras yang masih berlaku sampai saat sekarang ini. Selain itu, Geng, terdapat laporan mengenai upaya untuk memicu kudeta terhadap Hugo Shaves, pendahulu Maduro, sebelum dia meninggal dunia pada tahun 2013. Nah, doktrin Monro ini nyatanya masih terus dijalankan oleh Amerika dan saat ini dilakukan oleh Donald Trump terhadap Venezuela. Jadi jangan heran ya kenapa mereka tega gitu terhadap Venezuela karena ternyata paham ini udah turun-temurun nih dari pendahulu mereka di Amerika ini. Nah, jadi itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai informasi terbaru terkait Venezuela. Gimana geng menurut kalian pembahasan kita kali ini? Apakah cukup membuka mata kalian terhadap apa yang terjadi hari ini Venezuela? Mungkin nanti akan ada negara lain yang bernasib sama. Coba tinggalkan komentar di bawah.