Transcript
sR19-Da2AxI • IRAN ON THE VERGE OF DESTRUCTION? ITS LEADER FLEEING TO RUSSIA!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1642_sR19-Da2AxI.txt
Kind: captions Language: id yaitu pada tanggal 28 Desember 2025 tiba-tiba ada sebuah aksi mogok yang dilakukan oleh pedagang di daerah Teheran. Awalnya memang cuma pedagang aja, Geng, yang ikut aksi ini, tapi eskalasinya tiba-tiba semakin berkembang dan semakin besar ketika ada banyak mahasiswa yang tergabung di dalam aksi tersebut mengikuti para pedagang tadi pada tanggal 30 Desembernya. Hari ini kita libur dulu nih, Geng, ya. Bahas soal perkembangan Venezuela. Nanti kalau udah ada update terbaru, gua pasti bakal bahas lagi. Kalau kalian mau request untuk bahas Venezuela lagi atau ada informasi yang mungkin kalian tahu tentang Venezuela yang mau gua rangkum atau gua bahas di sini lebih dalam lagi, bisa kalian tulis di kolom komentar atau bisa langsung DM ke Instagram gua. Instagram gue yang ini nih, Jerry Taufik 08. Oke, sekarang kita bakal beralih sebentar nih ke negara lain. Negara yang bisa dikatakan menjadi salah satu aliansi dari Venezuela juga, yaitu Iran. Sebanyak 36 orangas dalam demonstrasi yang pecah di 92 di Iran selama 10 hari. درun apa yang terjadi di Iran itu tidak menghebohkan seperti yang terjadi di Venezuela, tapi hal ini tetap gak bisa dianggap remeh karena ya geng dikabarkan pemimpin tertinggi Iran yaitu Ayatullah Ali Komomeini kabarnya sekarang sedang bersembunyi di Rusia. Benar enggak sih? Pemimpin tertinggi Iran, Ayollah Ali Kamenei dilaporkan [musik] memiliki rencana darurat untuk melarikan diri ke luar negeri jika gelombang protes di dalam negeri semakin membesar. Ada apa sebenarnya nih, Geng? Apa yang terjadi? Apakah ini bisa dikaitkan dengan konflik yang terjadi antara Iran dan isri Will atau justru ada kaitannya dengan apa yang terjadi dengan Venezuela? yang mana ya kita tahu ya geng tahun lalu aja ya istri Will dan Iran itu sempat terlibat perang. Nah, ternyata masalahnya itu bukan terletak pada ancaman negara lain ee misalnya kayak Istri Will sendiri. Tapi sebenarnya di Iran itu ada gejolak dari internal mereka sendiri. Jadi di dalam negara Iran sendiri itu lagi kacau balau. Selama beberapa hari ya di negara ini sedang ada demonstrasi besar-besaran, Geng. Yang mana dikatakan inilah salah satu demonstrasi terbesar di Iran sejak tahun 2022. Jadi, udah lama banget Iran tuh enggak menghadapi demonstrasi yang kayak gini. Kalau kalian ingat ya, kita udah pernah bahas juga nih masalah demo di Iran. Persoalan seorang perempuan yang meninggal dunia namanya Masa Amini. Gua udah sempat bahas di konten ini. Nah, sekarang malah terjadi lagi. Dan dikabarkan ya udah ada 20 orang lebih yang meninggal dunia akibat demo kali ini. Bahkan ada video yang memperlihatkan polisi-polisi yang seharusnya dikerahkan untuk menertibkan demonstran tapi justru menurunkan senjata. Menurunkan senjata di dalam hal ini bukan berarti mereka melawan para demonstran. Beda nih. Kalau kalian pikir mereka bakal mengusir demonstran enggak. Tapi justru mereka menurunkan senjata tuh kayak menyerah gitu mereka. enggak mau menyerang Demonstran, melainkan mereka justru berpihak kepada demonstran itu sendiri untuk melawan pemerintahan. Polisi Iran itu sampai bergabung dengan para massa untuk menuntut ke pemerintah. Di video kali ini ya kita bakal bahas nih mengenai fenomena yang sedang terjadi di Iran ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa bisa ada demonstrasi besar di Iran dan ya pemerintahnya yang selama ini dikenal sangat keras dan dituduh sebagai diktator tapi bisa kalah dengan kekuatan massa. Apa tujuan dari pemerintahnya? Yaitu Ayatullah Ali ini pergi ke Rusia. Apakah benar dia kabur dan bersembunyi di sana? Nah, nanti kita bahas secara lengkap. Oke, langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Genggeng. Beli iPhone baru yang kapasitasnya paling kecil dan murah enggak masalah. Tinggal tambahin SSD supaya kapasitasnya jadi lebih besar. Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang tadinya cuma 256 gig, sekarang malah jadi 756 gig. Bikin video cinematick ataupun foto, udah enggak khawatir lagi memori bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan datanya juga cepat banget. Nih kita bandingin pemindahan data pakai SSD dengan pemindahan data pakai airdrop. Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini harganya juga murah banget terjangkau daripada kalian beli iPhone versi terbaru dengan harga yang mahal. Hanya karena perbedaan kapasitas memori yang mendingan beli yang paling murah ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone kalian jadi berkapasitas besar. [musik] Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau langsung aja check out linknya udah ada di bawah. Untuk membahas apa yang terjadi di Iran ini, mungkin kita bisa awali dulu dari mengkaji situasi Iran yang saat ini sedang terjadi demonstrasi besar. Apa penyebabnya? Jadi, Geng, di akhir tahun biasanya kan dijadikan sebagai hari menyambut tahun baru bagi sebagian besar orang di muka bumi dengan berkumpul bersama keluarga atau teman. Nah, ada yang mengadakan pesta, ada juga yang memilih liburan, menghabiskan waktu gitu ya. Nah, tapi berbeda dengan yang terjadi di Iran nih, Geng. Bertepatan menjelang akhir pergantian tahun 2025 ke 2026 kemarin, ya, Iran justru sedang panas-panasnya, yaitu pada tanggal 28 Desember 2025 tiba-tiba ada sebuah aksi mogok yang dilakukan oleh pedagang di daerah Teheran. Awalnya memang cuma pedagang aja, Geng, yang ikut aksi ini, tapi eskalasinya tiba-tiba semakin berkembang dan semakin besar ketika ada banyak mahasiswa yang tergabung di dalam aksi tersebut mengikuti para pedagang tadi pada tanggal 30 Desembernya. Dan hal ini menyebabkan sekolah, universitas, dan lembaga publik lain itu sampai ditutup di seluruh Iran. Jadi bukan hanya di satu kota aja. Kalau dulu kita demo itu efeknya di Jakarta doang. Nah, tapi ini enggak. Seluruh Iran satu negara. Lombang demonstrasi masyarakat merebat di beberapa wilayah Iran. Aksi tersebut dimulai sejak Minggu 28 Desember 2025 setelah nilai mata uang Iran anjlok sampai titik terendah di sepanjang sejarah Iran. Dan dari keterangan resmi nih, Geng, ya, pemerintah Iran itu bilang penutupan tersebut dilakukan dengan alasan penghematan energi akibat cuaca dingin, katanya. Nah, cuma banyak warga Iran yang memandang hal ini sebagai upaya untuk mengendalikan massa dan meredam kerusuhan supaya daerah lain gak ikut-ikutan lah. Jadi, dipotong, diredam gitu kerusuhan di satu kota dulu. Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, keamanan di saat itu diperketat di daerah Teheran yang menjadi titik awal terjadinya demo ini dan aksi protesnya itu enggak berhenti sampai di situ aja. Ternyata di awal tahun ini ya, tepatnya di tanggal 1 Januari kemarin, di mana orang-orang dari negara lain masih banyak yang menghabiskan waktu untuk berlibur. Situasi di Iran malah makin carut-marut. Enggak ada waktu buat mereka untuk liburan karena mereka sibuk menyuarakan keresahan mereka dan menuntut kepada pemerintah mereka. Di tanggal itu, aksi protes itu udah menyebar besar di pusat-pusat kota sampai ke Lordan, Teheran. Terus ada Marfdah di Provinsi Fars. Dan saking keosnya kondisi tersebut ya sempat terjadi bentrokan antara demonstran dan pihak keamanan. Kantor berita Fars itu memberitakan sampai ada dua orang yang meninggal dunia, Geng, di bentrokan tersebut antara demonstran melawan pasukan keamanan Lordegan yang mana ini kejadiannya di daerah barat Daya Iran. Nah, menurut data dari kelompok HAM yang bernama Hengau, dua orang yang meninggal dunia di lordegan ini itu adalah demonstran. Namanya itu ada Ahmad Jalil sama Sajad e Falamanes. Nah, di dalam laporan lain itu dikatakan ya ada sebanyak tiga orang geng yang tewas di daerah Asna, lokasi yang berada dekat dengan daerah Lorestan. Cuma nih geng ya belum bisa kita pastikan nih apakah korban yang meninggal dunia ini merupakan demonstran atau justru aparat keamanan. Tapi kalau dari kabarnya sih katanya ya demonstran gitu. Dan sejumlah video yang beredar luas sampai viral di media sosial itu juga kalian bisa lihat banyak mobil-mobil sampai dibakar selama bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan ini. Gila ya. Mungkin kita enggak terlalu kedengaran soal ini karena ketutup berita Venezuela kayaknya. Tapi ini benar-benar gede banget geng bentrokannya. Media milik pemerintah di saat itu melaporkan ada satu orang pasukan keamanan dari corps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC ya itu meninggal dunia ketika bentrok dengan Demonran pada malam pergantian tahun baru yaitu di tanggal 31 Desember di kota Kdasd namanya. Terus selain itu geng, ada sekitar 13 anggota polisi dan anggota Basic yang merupakan bagian dari IRGC itu luka-luka karena dilempar batu oleh e warganya. Terus, Geng, ada lebih dari 100 video yang terverifikasi berdasarkan lokasi dan tanggal video itu ya, itu terlihat sangat besar kerusuhan yang terjadi di Iran. Banyak orang turun ke jalan di berbagai kota besar yang ada di Iran. Dan situasi ini menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah sejak aksi protes woman life and freedom dari tahun 2022 yang disebabkan karena meninggalnya perempuan yang sempat gua sebut di awal tadi yaitu Masa Amani. Nah, gua jelasin sedikit ya, Geng. Kalau kalian ee malas buat nonton konten yang udah pernah gua bahas ini tentang si perempuan ini, jadi masa Amini ini waktu itu bisa membuat seluruh warga Iran marah. Karena ya kasusnya dia ini ceritanya dia itu perempuan yang meninggal di dalam tahanan akibat tuduhan polisi moral tentang pemakaian hijab atau jilbab yang tidak sesuai dengan aturan. Jadi polisi moral itu apa ya? Kalau kalian orang Aceh mungkin kalian tahu polisi WH, Wilayatul Hizbah namanya. Nah, itu kayak orang-orang yang mengatur masyarakat di tanah syariah untuk tetap menjaga hukum syariahnya. Celana pendek enggak diperbolehkan, perempuan harus pakai hijab. Nah, di Iran itu sama namanya polisi moral. Dan ya si Mahsa Amini ini ditangkap karena dia melanggar aturan tersebut. karena dia meninggal. Itulah akhirnya orang-orang menuntut pemerintah untuk merevisi aturan tersebut karena dianggap terlalu kejam untuk seorang perempuan. Nah, semenjak itulah ya agak gimana gitu di Iran dan hari ini demo yang besar terjadi masih berhubungan dengan demo menuntut keadilan terhadap masa Amini tadi. Nah, tapi geng memang ya kalau kita bandingkan e skala demo yang dulu dengan sekarang kayaknya enggak berbanding gitu ya. Lebih besar yang sekarang. Dan di rekaman video juga diperlihatkan adanya aksi protes di kota kom yaitu di Iran bagian tengah dan Mas di wilayah timur laut. Padahal nih geng, dua kota itu selama ini dikenal sebagai daerah yang sangat setia kepada Republik Islam Iran. Ibaratnya mereka ini selalu pro terhadap pemerintah. Tapi sekarang ketika ada demo menentang pemerintah, justru kota tersebut salah satu yang paling besar demonya. Pihak berwenang ya yang ada di Iran itu memang selama ini sering menggunakan kekerasan untuk menghentikan kerusuhan. Ini memang perintah dari sananya. Dan di aksi protes tahun 2022 itu sampai ada 550 orang yang meninggal loh, Geng. Akibat tindakan dari aparat keamanan mereka saking kejamnya. Dan laporan tersebut didapat dari kelompok pembela HAM yang ada di Iran. Nah, pada awalnya nih, Geng, ya, tanggapan polisi dan aparat keamanan terhadap protes terbaru yang kali ini kelihatannya agak lebih menahan diri. Jadi mereka tuh kayak udah gak kayak tahun 2022. Kalau tahun 2022 benar-benar dibantai, Geng. Tapi kalau untuk sekarang mereka menahan diri, mereka sadar apa yang dituntut oleh masyarakat ini adalah untuk kepentingan rakyat kalayak ramai. Termasuk polisi-polisinya sendiri tuh merasa ya ini tuntutan keluarga mereka juga gitu. Nah, tapi geng di rekaman video yang beredar itu menunjukkan sejak hari Sabtu tanggal 3 Januari kemarin aparat itu mulai meningkatkan penggunaan kekerasan. Jadi pelan-pelan mereka itu udah dapat perintah untuk ini harus dihalangi, harus dipukul mundur, sikat balik. Ya mau enggak mau mereka harus melaksanakan perintah itu. Perubahan ini terjadi bersamaan dengan reaksi pemimpin tertinggi Iran yaitu Ayatullah Ali Qomeini yang mengatakan kalau para perusuh benar-benar harus dilawan dan ditertibkan. Setelah beliau mengeluarkan statement itu, Golam Hussein Mohsini EJ selaku Kepala Kehakiman Iran itu bilang kalau pihak berwenang bakal mendengarkan para demonstran dan pengkritik yang secara sah memiliki keluhan. Tapi dia tambahin nih, kalau pihak berwenang enggak segan-segan menindak tegas terhadap siapapun yang memanfaatkan situasi ini. Ya, bentuknya provokasi kerusuhan atau mengganggu keamanan negara serta masyarakat. Pokoknya semua ditindak. Nah, jadi kalau misalkan masih dalam batas wajar mereka bakal mendengarkan keluhannya. Tapi kalau misalkan udah di luar batas wajar dibantai. Di saat itu IRGC juga sudah memperingatkan para pengunjuk rasa ini, Geng, di Provinsi Lorestan kalau mereka enggak akan lagi mentoleransi aksi berkumpul-kumpul di jalan yang membuat rusuh, katanya. Jadi, bakal benar-benar ditindak. Nah, salah satu penindakan yang paling keras terjadi di daerah Malekahi, sebuah kota kecil di Provinsi Ilam, Iran bagian barat. Ada juga unjuk rasa kecil di daerah Boulevard Comanderi, kawasan tempat beberapa kantor lembaga negara berada di sana yang kemudian diiringi oleh suara tembakan. Nah, jadi di sini nih apa ya? Udah mulai menggunakan senjata pihak pewenangnya. Dan kelompok H menyebutkan di saat itu ada empat orang yang meninggal dunia di dalam kejadian tersebut. Sementara kantor berita Meher dan Tasnim itu bilang jumlah korban sebenarnya enggak nyampai empat orang, baru tiga orang. Tapi satu lagi itu belum diketahui. Di antara itu ada juga yang mengalami luka-luka parah sampai dibawa ke rumah sakit. Tapi enggak diketahui pasti pada saat itu bagaimana kondisi mereka dan berapa jumlah mereka. Dari video yang beredar di media sosial itu kalian bisa lihat jelas ketika aparat keamanan menembakkan gas air mata sampai ke dalam rumah sakit. Padahal rumah sakit adalah salah satu fasilitas yang enggak boleh disentuh atau dimasuki oleh militer apalagi diserang seperti itu, Geng. Tapi ini udah kayak mereka tuh udah enggak punya pilihan gitu, Geng. Sebagian besar rekaman kekerasan dilakukan oleh aparat keamanan. Tapi ada juga, geng, beberapa video yang bisa kalian lihat kalau para demonstran yang sebenarnya menyerang duluan terhadap aparat di kota nih ya, dari informasi yang dilaporkan oleh BBC nih, ada satu orang polisi yang mengendarai sepeda motor sampai dilempar batu saat dia melintas di dekat kerumunan kecil orang-orang yang demo ini. Ya, polisi ini enggak tahu apa-apa. Dia lagi enggak bertugas untuk mengamankan itu. Dia cuma lewat, dilempar batu. Ya, enggak diketahui nasibnya gimana. Apakah dia meninggal dunia atau masih hidup. Masih dari pemberitaan BBC dikatakan juga nih, Geng, ada seorang petugas keamanan yang di saat itu sedang berada di atas sepeda motor sampai dibakar oleh demonstran menggunakan alat pembakar rakitan gitu, Geng. Dan kejadian ini setelah adanya aparat yang sebelumnya dikatakan menangkap dan memukuli seorang pengunjuk rasa. Jadi, pengunjuk rasa ini atau masyarakat ini balas dendam. Terus sementara itu di kota Azna ini ya yang berlokasi di wilayah barat Iran, para demonstran ini terlihat menyalakan api di luar kantor polisi, Geng. Setelah aparat keamanan lebih dulu melepaskan tembakan ke arah mereka. Jadi, ibaratnya dengan kata lain, mereka enggak mundur sama sekali, tapi malah melawan. Dan di dalam kejadian tersebut ya setidaknya ada tiga orang demonstran yang meninggal dunia dan 17 orang luka parah. Nah, kantor berita Fars itu melaporkan ada sekelompok perusuh yang memanfaatkan kerumunan demonstran di asna dan mereka menyerang markas polisi menggunakan berbagai senjata di saat itu. Dan gilanya nih ya, mereka cuma pakai sajam sama senjata panas rakitan, tapi mereka bisa merebut senjata petugas kepolisian dan juga menyerang sebuah gudang senjata geng. Jadi udah sekeos itu. Terus ada satu video nih ya yang diambil ketika demonstrasi terjadi di daerah Ilam di mana pada saat itu dari narasi yang gua dengar nih ya disebutkan kalau polisi yang seharusnya bersiaga mengamankan demonstran justru melepaskan senjata dan malah mereka menyerah dan bergabung bersama dengan warga sipil untuk menyuarakan protes kepada pemerintah. Ya, kita enggak tahu nih apakah di situ cara mereka menyelamatkan diri atau memang mereka menyuarakan apa yang mereka rasakan. ya kan bisa aja dua dua hal itu karena mereka enggak sanggup melawan warga sipil ketimbang mati mending bergabung bisa aja tapi walaupun belum terkonfirmasi apakah narasi tersebut benar atau enggak tapi karena videonya udah terlanjur viral publik jadi berspekulasi kalau apa yang dikatakan di dalam narasi itu benar maka sebentar lagi Iran bakal mengalami perubahan politik menuju arah yang baru atau mengalami revolusi. Jadi pemerintahan kome ini bakal runtuh geng. Ketua Mahkamah Agung Provinsi Lorestan yang namanya Said Syafari itu mengumumkan ada penangkapan beberapa demonstran selama beberapa hari terakhir di kota Asna dan Delan. Cuma, Geng, masih belum diketahui nih berapa jumlah tahanan tersebut. Di dalam situasi yang sempat memanas itu ya, Donald Trump itu sampai mengeluarkan pernyataan ke Iran. Dia menuliskan di truth sosialnya dengan kalimat yang kurang lebih kayak gini. Kalau Iran menembak dan mengeksekusi demonstran damai secara brutal seperti kebiasaan mereka, maka Amerika akan datang untuk menolong para demonstran dan kami akan siap mengambil tindakan. Wah, gila ini orang yang baru aja nyulik ini loh, nyulik Presiden Venezuela ngancam gitu. Aduh, merinding juga gitu ya. Sebelumnya lagi, Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan keprihatinan mereka karena banyaknya laporan dan video yang menunjukkan bahwa warga Iran yang berdemo secara damai justru diintimidasi katanya diserang, bahkan ditangkap oleh aparat. Mereka menegaskan bahwa menuntut hak-hak dasar itu bukanlah sebuah tindakan kriminal dan oleh karena itu, Amerika meminta Iran agar menghormati hak rakyatnya serta menghentikan tindakan penindasan. Nah, karena kan kita tahu ya Amerika itu adalah negara paling demokrasi. Bebas banget menyampaikan pendapat. Bahkan presidennya aja boleh dihina-hina sama mereka, ya kan? Dan ketika negara lain yang rakyatnya sedang berteriak kayak gini ya, Amerika pasang badan. Mereka penginnya ya rakyat di negara tersebut sama seperti rakyat mereka dibebaskan untuk berpendapat. Menanggapi pernyataan dari Amerika tadi nih, Geng. Ismail Bagei selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran bilang kalau klaim Amerika tentang kasih sayang terhadap rakyat Iran tidak sesuai dengan catatan sejarah tindakan mereka terhadap orang-orang Iran seperti mengorganisir kudeta 1953 terhadap pemerintahan terpilih Muhammad Mosadek. Jadi ibaratnya tuh kayak dia mengingatkan kembali kayak lu enggak usah jadi pahlawan kesiangan, bilang sayang sama Iran, tapi dari sejarahnya lu itu pembantai Iran gitu loh. Katanya Amerika di saat itu yang dituduh menembak jatuh pesawat penumpang Iran di tahun 1988 dan lain-lain sebagainya. Masih banyak lagi sejarah di mana Amerika ini sebenarnya ya enggak benar-benar tulus terhadap warga Iran menurut si juru bicara Kementerian Luar Negeri tadi. Dan bagi ini juga menekankan kalau orang Iran tidak akan membiarkan intervensi asing di dalam dialog dan interaksi mereka untuk menyelesaikan masalah di negara mereka sendiri. Jadi mereka enggak akan membiarkan Amerika ikut campur. Nah, tapi sementara itu ya Ali Larijani selaku sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran itu menafsirkan sikap Donald Trump terhadap protes di Iran itu mengindikasikan keterlibatan Amerika di dalam protes ini. Tuh, jadi kayak mereka kayak gini, "Ini rakyat gua protes banyak banget gitu ya. Tiba-tiba lu angkat bicara nyenggol-nyenggol mau nolong apa jangan-jangan el biangnya." Kurang lebih kayak gitulah anggapannya. Jadi ya mereka menganggap penggerak dari demonstrasi ini kemungkinan besar adalah ya Amerika untuk menggoyahkan situasi politik di sana. Memang ya geng untuk hal-hal kayak gini kerusuhan di sebuah negara itu yang selalu dicurigai adalah Amerika. Ya, kayak apa ya? Mereka kan dari dulu jangankan eh negara Iran, negara kita Indonesia aja dulu kabarnya ya di era Bung Karno yang bisa menyusup masuk untuk mengacaukan negara kita adalah CIA. Dan itu udah rahasia umum. Dan dari laporan media The Independent pada hari Rabu tanggal 7 Januari 2026, protes yang disebut sebagai terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini itu sudah menyebar lebih dari 270 lokasi di 27 dari total 31 provinsi Iran. Dan menurut Human Rights Activist News Agency yang berbasis di Amerika, ada lebih dari 1200 orang yang ditahan dan sedikitnya sebanyak 36 orang yang meninggal dunia selama aksi protes ini berlangsung. Dan korban yang meninggal tersebut mencakup sebanyak 29 demonstran, empat anak-anak, serta dua anggota pasukan keamanan Iran. Nah, jadi gitu ya, Geng. Kurang lebih situasi dan kondisi Iran ketika demonstrasi besar ini terjadi. Dan sekarang setelah panjang lebar gua membahasnya, kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai apa sebenarnya alasan dari demo ini. Apa benar gara-gara ee cewek yang meninggal di tahun 2022 itu dan kenapa bisa menimbulkan eskalasi sebesar ini sekarang? Nah, kita coba bahas penyebabnya. Jadi, Geng, alasan mengapa aksi di Iran ini berkembang menjadi lebih masif itu karena ada seorang relawan pasukan Basic yang berusia 21 tahun dilaporkan meninggal dunia di hari Rabu malam tanggal 31 Desember 2025 di dalam demonstrasi di kota Kuhdas, Iran Barat. Kematian ini menjadi korban pertama dari pihak aparat keamanan sejak protes dimulai. Dan kantor berita pemerintah yaitu Irna itu mengkonfirmasi meninggalnya relawan tadi itu benar adanya, tapi mereka tidak memberikan detail lebih lanjut. Nah, tapi sementara itu nih, Geng. Student News Network yang diyakini dekat dengan Basic itu mengutip pernyataan dari deputi gubernur Lorestan, yaitu Said Purali namanya. yang mana pernyataannya justru menyalahkan demonstran atas meninggalnya orang yang dianggap sebagai pihak yang memanfaatkan aksi protes tersebut. Tapi geng, versi pemerintah itu dipertanyakan oleh banyak warga Iran di media sosial. Aktivis HAM itu menilai meninggalnya anggota Basis ini bisa dijadikan alasan oleh otoritas untuk membenarkan tindakan represif mereka. Seperti yang terjadi pada protes nasional tahun 2022 ketika ratusan orang meninggal dunia dan ribuan orang ditahan. Jadi kayak gara-gara satu orang ya, jadinya pemerintah punya alasan, oh udah anarkis nih. Padahal anarkis itu satu orang. Belum tentu juga mereka itu bagian dari demonstran yang benar-benar ingin demo damai. Ingin apa? Demonstrasi damai atau unjuk rasa damai. Sejumlah analis juga memperingatkan kalau meninggalnya aparat keamanan itu sering menjadi titik balik dalam respon negara yang berpotensi bisa memicu penangkapan massal, penggunaan kekuatan yang mematikan, serta pembatasan internet. Nah, kalau udah di tahap pembatasan internet ini udah ngeri banget. Internet mati apalagi listrik juga mati. Gelap gulita. Gak ada yang tahu berita kalian di dalam negara kalian sendiri. Negara luar enggak tahu kondisi kalian. Habislah dipotong semua. Terus timbul pertanyaan lagi, apa yang sebenarnya menjadi penyebab dari banyaknya pedagang yang melakukan aksi mogok yang kemudian disusul oleh mahasiswa hingga ratusan bahkan ribuan warga Iran. Jadi, Geng, akar permasalahannya itu terletak pada krisis ekonomi yang semakin parah di negara itu, Geng. Nilai tukar mata uang Iran yaitu rial itu sudah jatuh ke rekor terendah dengan 1 dolar Amerikanya diperdagangkan sekitar 1,4 juta riyal. Gila, ini sebenarnya ah 1 dolarnya R1,4 juta. Gila, kita kan 1 dolar tuh kayak 16 eh 16.000 ya. Iya enggak sih? 1 dolar Amerika itu 16.000. 1500 enggak sih di kita? Apa 1600 koreksi gua ini nge-blank nih gua setelah gua tahu ternyata 1 dolar Amerika itu 1,4 juta riyal. Nah, jadi padahal dulunya ya tahun 2022 itu hanya 430.000 rial. Terus di tahun 2015 di saat perjanjian nuklir berlaku itu hanya 32.000 riyal. Nah, hal inilah yang berdampak pada kebutuhan ekonomi warga Iran. Contohnya nih minyak goreng. Harga minyak goreng mengalami lonjakan paling tajam di minggu pertama tahun 2026. Naik lebih dari tiga kali lipat dan semakin sulit dijangkau oleh kelas menengah Iran yang di saat ini sudah hancur. Daya beli mereka para kelas menengah Iran sudah menyusut sejak tahun 2018 ketika Amerika secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir tahun 2015 dan memberlakukan kembali sanksi keras terhadap negara Iran. Inflasi ini pun semakin memperparah warga Iran yang sudah mengalami kesulitan ekonomi sejak bertahun-tahun lamanya. Dan enggak ada lagi cara untuk mereka bisa memperbaiki ekonomi. Sekalipun mereka kerja keras untuk bisa makan, tetap aja harga kebutuhan pokok di pasar mereka itu enggak sebanding dengan gaji yang mereka punya. Nah, inflasi inilah yang kemudian memperburuk keadaan ya ketika Presiden Iran yaitu Mosod Pazeskian menyampaikan anggaran untuk kalender Iran mendatang yang dimulai pada akhir Maret 2026. Jadi udah diumumkan tuh untuk anggaran negara Iran pada tahun 2026 dimulai dari bulan Maret yang mana di situ dihapusnya nilai tukar khusus atau subsidi yang sebelumnya digunakan untuk mengimpor barang-barang tertentu termasuk makanan yang otomatis harganya bakal makin mahal dan itu artinya harga impor terutama pangan berpotensi lebih gila untuk dibeli oleh masyarakat dan enggak bakal terjangkau lagi. Di dalam informasi yang gua dapatkan dari media DW disebutkan kalau pemerintah juga menerapkan perubahan terhadap harga bahan bakar. Tapi, Geng, sebenarnya kebijakan untuk menghapus subsidi untuk barang impor itu enggak mutlak salah. Karena sebagian ekonom justru mendukung kebijakan ini. Sebab kebijakan tersebut untuk menghapus nilai tukar subsidi yang selama ini menjadi sumber pembagian keuntungan yang enggak adil dan rawan terhadap korupsi. Karena mata uang murah ini sering disalahgunakan, Geng. Dan enggak pernah berhasil menekan harga pangan. Lalu kebijakan ini diperkirakan akan menaikkan harga dalam jangka pendek dan mendapatkan penolakan dari kelompok-kelompok berkepentingan yang selama ini bertahun-tahun diuntungkan oleh nilai tukar murah tersebut. Nah, kasus korupsi tingkat tinggi di pengadilan Iran yang melibatkan pejabat senior dan keluarga mereka sudah memperkuat kemarahan publik dan keyakinan bahwa sebagian dari elit penguasa justru mengeksploitasi krisis ekonomi Iran, Geng. Banyak warga Iran yang percaya kalau pejabat-pejabat tertentu dan kerabat mereka mendapatkan keuntungan langsung dari sanksi melalui pengaturan khusus yang memungkinkan mereka untuk mengendalikan impor- ekspor, memindahkan pendapatan minyak ke luar negeri, dan mendapatkan keuntungan dari jaringan pencucian uang, Geng. Nah, tapi ya, Geng, kenaikan harga minyak itu terjadi secara tiba-tiba sehingga pemerintah itu mengumumkan harga resmi versi mereka sendiri. Meskipun belum jelas apakah pasar bakal mengikuti harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ini atau enggak. Dan dengan dana yang dihemat dari penghapusan nilai tukar bersubsidi tersebut, pemerintah Iran itu rencananya mau memberikan kredit belanja online sebesar 10 juta riyal per orang atau sekitar 7 Amerika demi bisa membantu masyarakat membeli bahan makanan, Geng. Nah, tapi nih, Geng, ya tetap aja itu enggak bisa dipercaya oleh masyarakat 100%. Mereka itu enggak yakin dengan bantuan-bantuan langsung tunai kayak gitu dari pemerintah. Akumulasi dari itu semua yang memicu kemarahan publik karena keputusan dari pemerintah itu bakal semakin memperburuk inflasi yang sudah parah di Iran. Dan masyarakat Iran sadar banget mereka bakal kelaparan karena enggak mampu membeli bahan makanan yang semakin mahal. Untuk bisa meredakan situasi yang pada saat itu sudah menimbulkan kejolak di tengah masyarakat, Pak Zeskian itu mengambil tindakan dengan mengganti gubernur bank sentral. Pemerintah menunjuk seseorang yang bernama Abdul Nasir Hemati sebagai gubernur baru Bank Sentral Iran. Ya, tujuannya supaya dia bisa memperbaiki ini semua. Di saat itu ya si Abdul Nasir ini menggantikan Muhammad Reza Farzin yang mana Muhammad Reza Farzin ini udah mulai malu dan mengundurkan diri di tengah krisis. udah enggak bisa dia tangani lagi. Dan meskipun sudah menunjukkan itikat baik dengan berupaya mendengar keluhan masyarakat, pemerintah tetap menegaskan sikap tegas mereka terhadap potensi eskalasi. Nah, kalau dari penjelasan gua tadi ya, memang alasan utama mengapa demonstrasi besar ini bisa pecah rusuh di Iran itu karena masalah ekonomi yang melanda negara ini. Jadi orang udah lapar gitu, mau ngapain lagi kalau bukan teriak. Karena bisa gua bilang ya, orang paling brutal, orang paling seram, dan bahkan orang paling jahat di muka bumi ini adalah orang yang lapar, Geng. Mereka itu bisa melakukan apapun demi mengenyangkan atau mengisi perut mereka dan keluarga mereka. Tapi, Geng, seiring waktu demonstrasi semakin berkembang dengan isu yang lebih luas menjadi soruan politik yang menentang sistem teokrasi Iran. Hal ini bisa kita lihat dari unjuk rasa yang terjadi di Universitas Teheran pada tanggal 30 Desember 2025. di mana beberapa pengunjuk rasa itu meneriakkan kalimat matilah diktator. Yang mana ini merujuk kepada Ayatullah Ali Komomeini Komii MKi terus geng ada juga demonstrasi di kota Ians yang terletak di Provinsi Pesisir Sistan dan Balusestan. Ketika itu para pengunjuk rasa itu sampai membakar patung komaini dan juga patung pemimpin revolusi tahun 1979 yaitu Ayatullah Ruholah Kamaini. Peneliti senior di Washington Institute sekaligus e kurator bulletin iranis ya namanya itu adalah Holida Grace. Itu dia bilang kalau pemerintah Iran cuma mengambil sedikit pelajaran dari protes tahun 2022 yang melanda Iran selama lebih dari 4 bulan. Jadi mereka itu enggak belajar dari tahun 2022 itu katanya. Dan meskipun peminunya berbeda kali ini, tapi masalahnya ya tetap sama aja, yaitu salah urus sistemik korupsi, dan penindasan terhadap rakyatnya. Dan seruan anti rezim yang tidak terhitung jumlahnya menunjukkan dengan jelas bahwa banyak warga Iran yang sudah muak dan ingin menggulingkan republik rezim dari Komeini, yaitu republik Islam yang mengarah kepada Syiah. Dan di tengah situasi yang sedang panas di Iran, ada informasi yang bocor ke publik nih, Geng. Mengenai rencana dari pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali yang kabarnya akan kabur ke Rusia. Benarkah demikian? Atau justru dia memang udah kabur ke Rusia? Nah, sekarang kita bahas. Panasnya situasi di Iran ini ya. Ini bertambah semakin panas lagi ketika ada isu yang menyebutkan kalau Ayatullah Ali Qomeini pemimpin tertinggi Iran rencananya bakal kabur atau melarikan diri ke Rusia. Laporan ini disebut-sebut berasal dari intelligent geng. Disebutkan di dalam laporan itu yang dikutip oleh media The Times, Ayatullah Ali Komini itu bakal meninggalkan Iran dengan sekitar 20 orang terdekatnya termasuk ajudan dan anggota keluarganya. Kalau situasi keamanan di Iran makin memburuk, ada salah satu sumber intelijen yang bilang keputusan ini bakal diambil kalau tentara dan pasukan keamanan yang ditugaskan menekan protes mulai membelot atau enggak mau lagi mematuhi pemerintah. Ya, apalagi yang bisa dilakukan oleh si Komini gitu ya. Dan sumber tersebut menambahkan kalau skenario darurat tersebut sudah disiapkan secara rinci. Rusia disebut-sebut sebagai negara tujuan pelarian yang paling mungkin bagi Komeini. Karena Rusia sudah menjadi aliansi dari Iran sejak bertahun-tahun. Dan memang komini dengan Putin itu akrab banget. Selain karena hubungan diplomasi tersebut dikatakan juga budaya Rusia lebih dekat dengan budaya Iran sehingga bakal lebih mudah untuk komini bisa beradaptasi. Di saat itu Benny Sapti mantan operator intelijen Isriw yang selama berpuluh-puluh tahun menangani Iran menilai Rusia sebagai satu-satunya opsi realistis untuk kom ini agar bisa kabur, melarikan diri, dan bersembunyi. Laporan intelijen ini juga itu bilang kalau rencana pelariannya itu mencakup jalur keluar dari teheran kalau mereka merasa perlu untuk melarikan diri. Dan selain itu disebutkan juga adanya upaya mengumpulkan aset, properti luar negeri, serta uang tunai. untuk memfasilitasi perjalanan mereka dengan aman. Dan langkah-langkah ini menunjukkan bahwa skenario terburuk sudah diperhitungkan secara serius di lingkaran kekuasaan tertinggi Iran. Jadi mereka itu udah ngegambarin, udah ng-mapping ini setelah Iran benar-benar hancur, keluarga mereka bakal kabur dan mereka harus hidup di mana dan apa yang harus dikerjakan. Nah, meskipun pemerintah secara terbuka masih menyatakan kalau situasi Iran masih bisa mereka kendalikan, tapi isu ini sudah menyebar. Nah, jadi Iran sekarang benar-benar kacau banget, Geng. Kacau balau. Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai demonstrasi besar yang terjadi di Iran. Berawal dari krisis ekonomi yang kemudian merembet ke sikap politik yang menginginkan agar rezim yang berkuasa saat ini bisa mundur dari jabatannya. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan kita ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.