Transcript
sR19-Da2AxI • IRAN ON THE VERGE OF DESTRUCTION? ITS LEADER FLEEING TO RUSSIA!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1642_sR19-Da2AxI.txt
Kind: captions
Language: id
yaitu pada tanggal 28 Desember 2025
tiba-tiba ada sebuah aksi mogok yang
dilakukan oleh pedagang di daerah
Teheran. Awalnya memang cuma pedagang
aja, Geng, yang ikut aksi ini, tapi
eskalasinya tiba-tiba semakin berkembang
dan semakin besar ketika ada banyak
mahasiswa yang tergabung di dalam aksi
tersebut mengikuti para pedagang tadi
pada tanggal 30 Desembernya.
Hari ini kita libur dulu nih, Geng, ya.
Bahas soal perkembangan Venezuela. Nanti
kalau udah ada update terbaru, gua pasti
bakal bahas lagi. Kalau kalian mau
request untuk bahas Venezuela lagi atau
ada informasi yang mungkin kalian tahu
tentang Venezuela yang mau gua rangkum
atau gua bahas di sini lebih dalam lagi,
bisa kalian tulis di kolom komentar atau
bisa langsung DM ke Instagram gua.
Instagram gue yang ini nih, Jerry Taufik
08. Oke, sekarang kita bakal beralih
sebentar nih ke negara lain. Negara yang
bisa dikatakan menjadi salah satu
aliansi dari Venezuela juga, yaitu Iran.
Sebanyak 36 orangas dalam demonstrasi
yang pecah di 92 di Iran selama 10 hari.
درun
apa yang terjadi di Iran itu tidak
menghebohkan seperti yang terjadi di
Venezuela, tapi hal ini tetap gak bisa
dianggap remeh karena ya geng dikabarkan
pemimpin tertinggi Iran yaitu Ayatullah
Ali Komomeini kabarnya sekarang sedang
bersembunyi di Rusia. Benar enggak sih?
Pemimpin tertinggi Iran, Ayollah Ali
Kamenei dilaporkan [musik] memiliki
rencana darurat untuk melarikan diri ke
luar negeri jika gelombang protes di
dalam negeri semakin membesar.
Ada apa sebenarnya nih, Geng? Apa yang
terjadi? Apakah ini bisa dikaitkan
dengan konflik yang terjadi antara Iran
dan isri Will atau justru ada kaitannya
dengan apa yang terjadi dengan
Venezuela? yang mana ya kita tahu ya
geng tahun lalu aja ya istri Will dan
Iran itu sempat terlibat perang. Nah,
ternyata masalahnya itu bukan terletak
pada ancaman negara lain ee misalnya
kayak Istri Will sendiri. Tapi
sebenarnya di Iran itu ada gejolak dari
internal mereka sendiri. Jadi di dalam
negara Iran sendiri itu lagi kacau
balau. Selama beberapa hari ya di negara
ini sedang ada demonstrasi
besar-besaran, Geng. Yang mana dikatakan
inilah salah satu demonstrasi terbesar
di Iran sejak tahun 2022. Jadi, udah
lama banget Iran tuh enggak menghadapi
demonstrasi yang kayak gini. Kalau
kalian ingat ya, kita udah pernah bahas
juga nih masalah demo di Iran. Persoalan
seorang perempuan yang meninggal dunia
namanya Masa Amini. Gua udah sempat
bahas di konten ini. Nah, sekarang malah
terjadi lagi. Dan dikabarkan ya udah ada
20 orang lebih yang meninggal dunia
akibat demo kali ini. Bahkan ada video
yang memperlihatkan polisi-polisi yang
seharusnya dikerahkan untuk menertibkan
demonstran tapi justru menurunkan
senjata. Menurunkan senjata di dalam hal
ini bukan berarti mereka melawan para
demonstran. Beda nih. Kalau kalian pikir
mereka bakal mengusir demonstran enggak.
Tapi justru mereka menurunkan senjata
tuh kayak menyerah gitu mereka. enggak
mau menyerang Demonstran, melainkan
mereka justru berpihak kepada demonstran
itu sendiri untuk melawan pemerintahan.
Polisi Iran itu sampai bergabung dengan
para massa untuk menuntut ke pemerintah.
Di video kali ini ya kita bakal bahas
nih mengenai fenomena yang sedang
terjadi di Iran ini. Apa yang sebenarnya
terjadi? Mengapa bisa ada demonstrasi
besar di Iran dan ya pemerintahnya yang
selama ini dikenal sangat keras dan
dituduh sebagai diktator tapi bisa kalah
dengan kekuatan massa. Apa tujuan dari
pemerintahnya? Yaitu Ayatullah Ali ini
pergi ke Rusia. Apakah benar dia kabur
dan bersembunyi di sana? Nah, nanti kita
bahas secara lengkap. Oke, langsung aja.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry.
[musik]
Genggeng. Beli iPhone baru yang
kapasitasnya paling kecil dan murah
enggak masalah. Tinggal tambahin SSD
supaya kapasitasnya jadi lebih besar.
Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang
tadinya cuma 256 gig, sekarang malah
jadi 756
gig. Bikin video cinematick ataupun
foto, udah enggak khawatir lagi memori
bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan
datanya juga cepat banget. Nih kita
bandingin pemindahan data pakai SSD
dengan pemindahan data pakai airdrop.
Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini
harganya juga murah banget terjangkau
daripada kalian beli iPhone versi
terbaru dengan harga yang mahal. Hanya
karena perbedaan kapasitas memori yang
mendingan beli yang paling murah
ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone
kalian jadi berkapasitas besar. [musik]
Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa
ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau
langsung aja check out linknya udah ada
di bawah. Untuk membahas apa yang
terjadi di Iran ini, mungkin kita bisa
awali dulu dari mengkaji situasi Iran
yang saat ini sedang terjadi demonstrasi
besar. Apa penyebabnya?
Jadi, Geng, di akhir tahun biasanya kan
dijadikan sebagai hari menyambut tahun
baru bagi sebagian besar orang di muka
bumi dengan berkumpul bersama keluarga
atau teman. Nah, ada yang mengadakan
pesta, ada juga yang memilih liburan,
menghabiskan waktu gitu ya. Nah, tapi
berbeda dengan yang terjadi di Iran nih,
Geng. Bertepatan menjelang akhir
pergantian tahun 2025 ke 2026 kemarin,
ya, Iran justru sedang panas-panasnya,
yaitu pada tanggal 28 Desember 2025
tiba-tiba ada sebuah aksi mogok yang
dilakukan oleh pedagang di daerah
Teheran. Awalnya memang cuma pedagang
aja, Geng, yang ikut aksi ini, tapi
eskalasinya tiba-tiba semakin berkembang
dan semakin besar ketika ada banyak
mahasiswa yang tergabung di dalam aksi
tersebut mengikuti para pedagang tadi
pada tanggal 30 Desembernya. Dan hal ini
menyebabkan sekolah, universitas, dan
lembaga publik lain itu sampai ditutup
di seluruh Iran. Jadi bukan hanya di
satu kota aja. Kalau dulu kita demo itu
efeknya di Jakarta doang. Nah, tapi ini
enggak. Seluruh Iran satu negara.
Lombang demonstrasi masyarakat merebat
di beberapa wilayah Iran. Aksi tersebut
dimulai sejak Minggu 28 Desember 2025
setelah nilai mata uang Iran anjlok
sampai titik terendah di sepanjang
sejarah Iran. Dan dari keterangan resmi
nih, Geng, ya, pemerintah Iran itu
bilang penutupan tersebut dilakukan
dengan alasan penghematan energi akibat
cuaca dingin, katanya. Nah, cuma banyak
warga Iran yang memandang hal ini
sebagai upaya untuk mengendalikan massa
dan meredam kerusuhan supaya daerah lain
gak ikut-ikutan lah. Jadi, dipotong,
diredam gitu kerusuhan di satu kota
dulu. Untuk mencegah eskalasi lebih
lanjut, keamanan di saat itu diperketat
di daerah Teheran yang menjadi titik
awal terjadinya demo ini dan aksi
protesnya itu enggak berhenti sampai di
situ aja. Ternyata di awal tahun ini ya,
tepatnya di tanggal 1 Januari kemarin,
di mana orang-orang dari negara lain
masih banyak yang menghabiskan waktu
untuk berlibur. Situasi di Iran malah
makin carut-marut. Enggak ada waktu buat
mereka untuk liburan karena mereka sibuk
menyuarakan keresahan mereka dan
menuntut kepada pemerintah mereka. Di
tanggal itu, aksi protes itu udah
menyebar besar di pusat-pusat kota
sampai ke Lordan, Teheran. Terus ada
Marfdah di Provinsi Fars. Dan saking
keosnya kondisi tersebut ya sempat
terjadi bentrokan antara demonstran dan
pihak keamanan. Kantor berita Fars itu
memberitakan sampai ada dua orang yang
meninggal dunia, Geng, di bentrokan
tersebut antara demonstran melawan
pasukan keamanan Lordegan yang mana ini
kejadiannya di daerah barat Daya Iran.
Nah, menurut data dari kelompok HAM yang
bernama Hengau, dua orang yang meninggal
dunia di lordegan ini itu adalah
demonstran. Namanya itu ada Ahmad Jalil
sama Sajad e Falamanes. Nah, di dalam
laporan lain itu dikatakan ya ada
sebanyak tiga orang geng yang tewas di
daerah Asna, lokasi yang berada dekat
dengan daerah Lorestan. Cuma nih geng ya
belum bisa kita pastikan nih apakah
korban yang meninggal dunia ini
merupakan demonstran atau justru aparat
keamanan. Tapi kalau dari kabarnya sih
katanya ya demonstran gitu. Dan sejumlah
video yang beredar luas sampai viral di
media sosial itu juga kalian bisa lihat
banyak mobil-mobil sampai dibakar selama
bentrokan antara demonstran dan aparat
keamanan ini. Gila ya. Mungkin kita
enggak terlalu kedengaran soal ini
karena ketutup berita Venezuela
kayaknya. Tapi ini benar-benar gede
banget geng bentrokannya. Media milik
pemerintah di saat itu melaporkan ada
satu orang pasukan keamanan dari corps
Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC ya
itu meninggal dunia ketika bentrok
dengan Demonran pada malam pergantian
tahun baru yaitu di tanggal 31 Desember
di kota Kdasd namanya. Terus selain itu
geng, ada sekitar 13 anggota polisi dan
anggota Basic yang merupakan bagian dari
IRGC itu luka-luka karena dilempar batu
oleh e warganya. Terus, Geng, ada lebih
dari 100 video yang terverifikasi
berdasarkan lokasi dan tanggal video itu
ya, itu terlihat sangat besar kerusuhan
yang terjadi di Iran. Banyak orang turun
ke jalan di berbagai kota besar yang ada
di Iran. Dan situasi ini menjadi
tantangan terbesar bagi pemerintah sejak
aksi protes woman life and freedom dari
tahun 2022 yang disebabkan karena
meninggalnya perempuan yang sempat gua
sebut di awal tadi yaitu Masa Amani.
Nah, gua jelasin sedikit ya, Geng. Kalau
kalian ee malas buat nonton konten yang
udah pernah gua bahas ini tentang si
perempuan ini, jadi masa Amini ini waktu
itu bisa membuat seluruh warga Iran
marah. Karena ya kasusnya dia ini
ceritanya dia itu perempuan yang
meninggal di dalam tahanan akibat
tuduhan polisi moral tentang pemakaian
hijab atau jilbab yang tidak sesuai
dengan aturan. Jadi polisi moral itu apa
ya? Kalau kalian orang Aceh mungkin
kalian tahu polisi WH, Wilayatul Hizbah
namanya. Nah, itu kayak orang-orang yang
mengatur masyarakat di tanah syariah
untuk tetap menjaga hukum syariahnya.
Celana pendek enggak diperbolehkan,
perempuan harus pakai hijab. Nah, di
Iran itu sama namanya polisi moral. Dan
ya si Mahsa Amini ini ditangkap karena
dia melanggar aturan tersebut. karena
dia meninggal. Itulah akhirnya
orang-orang menuntut pemerintah untuk
merevisi aturan tersebut karena dianggap
terlalu kejam untuk seorang perempuan.
Nah, semenjak itulah ya agak gimana gitu
di Iran dan hari ini demo yang besar
terjadi masih berhubungan dengan demo
menuntut keadilan terhadap masa Amini
tadi. Nah, tapi geng memang ya kalau
kita bandingkan e skala demo yang dulu
dengan sekarang kayaknya enggak
berbanding gitu ya. Lebih besar yang
sekarang. Dan di rekaman video juga
diperlihatkan adanya aksi protes di kota
kom yaitu di Iran bagian tengah dan Mas
di wilayah timur laut. Padahal nih geng,
dua kota itu selama ini dikenal sebagai
daerah yang sangat setia kepada Republik
Islam Iran. Ibaratnya mereka ini selalu
pro terhadap pemerintah. Tapi sekarang
ketika ada demo menentang pemerintah,
justru kota tersebut salah satu yang
paling besar demonya. Pihak berwenang ya
yang ada di Iran itu memang selama ini
sering menggunakan kekerasan untuk
menghentikan kerusuhan. Ini memang
perintah dari sananya. Dan di aksi
protes tahun 2022 itu sampai ada 550
orang yang meninggal loh, Geng. Akibat
tindakan dari aparat keamanan mereka
saking kejamnya. Dan laporan tersebut
didapat dari kelompok pembela HAM yang
ada di Iran. Nah, pada awalnya nih,
Geng, ya, tanggapan polisi dan aparat
keamanan terhadap protes terbaru yang
kali ini kelihatannya agak lebih menahan
diri. Jadi mereka tuh kayak udah gak
kayak tahun 2022. Kalau tahun 2022
benar-benar dibantai, Geng. Tapi kalau
untuk sekarang mereka menahan diri,
mereka sadar apa yang dituntut oleh
masyarakat ini adalah untuk kepentingan
rakyat kalayak ramai. Termasuk
polisi-polisinya sendiri tuh merasa ya
ini tuntutan keluarga mereka juga gitu.
Nah, tapi geng di rekaman video yang
beredar itu menunjukkan sejak hari Sabtu
tanggal 3 Januari kemarin aparat itu
mulai meningkatkan penggunaan kekerasan.
Jadi pelan-pelan mereka itu udah dapat
perintah untuk ini harus dihalangi,
harus dipukul mundur, sikat balik. Ya
mau enggak mau mereka harus melaksanakan
perintah itu. Perubahan ini terjadi
bersamaan dengan reaksi pemimpin
tertinggi Iran yaitu Ayatullah Ali
Qomeini yang mengatakan kalau para
perusuh benar-benar harus dilawan dan
ditertibkan. Setelah beliau mengeluarkan
statement itu, Golam Hussein Mohsini EJ
selaku Kepala Kehakiman Iran itu bilang
kalau pihak berwenang bakal mendengarkan
para demonstran dan pengkritik yang
secara sah memiliki keluhan. Tapi dia
tambahin nih, kalau pihak berwenang
enggak segan-segan menindak tegas
terhadap siapapun yang memanfaatkan
situasi ini. Ya, bentuknya provokasi
kerusuhan atau mengganggu keamanan
negara serta masyarakat. Pokoknya semua
ditindak. Nah, jadi kalau misalkan masih
dalam batas wajar mereka bakal
mendengarkan keluhannya. Tapi kalau
misalkan udah di luar batas wajar
dibantai. Di saat itu IRGC juga sudah
memperingatkan para pengunjuk rasa ini,
Geng, di Provinsi Lorestan kalau mereka
enggak akan lagi mentoleransi aksi
berkumpul-kumpul di jalan yang membuat
rusuh, katanya. Jadi, bakal benar-benar
ditindak. Nah, salah satu penindakan
yang paling keras terjadi di daerah
Malekahi, sebuah kota kecil di Provinsi
Ilam, Iran bagian barat. Ada juga unjuk
rasa kecil di daerah Boulevard
Comanderi, kawasan tempat beberapa
kantor lembaga negara berada di sana
yang kemudian diiringi oleh suara
tembakan. Nah, jadi di sini nih apa ya?
Udah mulai
menggunakan senjata pihak pewenangnya.
Dan kelompok H menyebutkan di saat itu
ada empat orang yang meninggal dunia di
dalam kejadian tersebut. Sementara
kantor berita Meher dan Tasnim itu
bilang jumlah korban sebenarnya enggak
nyampai empat orang, baru tiga orang.
Tapi satu lagi itu belum diketahui. Di
antara itu ada juga yang mengalami
luka-luka parah sampai dibawa ke rumah
sakit. Tapi enggak diketahui pasti pada
saat itu bagaimana kondisi mereka dan
berapa jumlah mereka. Dari video yang
beredar di media sosial itu kalian bisa
lihat jelas ketika aparat keamanan
menembakkan gas air mata sampai ke dalam
rumah sakit. Padahal rumah sakit adalah
salah satu fasilitas yang enggak boleh
disentuh atau dimasuki oleh militer
apalagi diserang seperti itu, Geng. Tapi
ini udah kayak mereka tuh udah enggak
punya pilihan gitu, Geng.
Sebagian besar rekaman kekerasan
dilakukan oleh aparat keamanan. Tapi ada
juga, geng, beberapa video yang bisa
kalian lihat kalau para demonstran yang
sebenarnya menyerang duluan terhadap
aparat di kota nih ya, dari informasi
yang dilaporkan oleh BBC nih, ada satu
orang polisi yang mengendarai sepeda
motor sampai dilempar batu saat dia
melintas di dekat kerumunan kecil
orang-orang yang demo ini. Ya, polisi
ini enggak tahu apa-apa. Dia lagi enggak
bertugas untuk mengamankan itu. Dia cuma
lewat, dilempar batu. Ya, enggak
diketahui nasibnya gimana. Apakah dia
meninggal dunia atau masih hidup. Masih
dari pemberitaan BBC dikatakan juga nih,
Geng, ada seorang petugas keamanan yang
di saat itu sedang berada di atas sepeda
motor sampai dibakar oleh demonstran
menggunakan alat pembakar rakitan gitu,
Geng. Dan kejadian ini setelah adanya
aparat yang sebelumnya dikatakan
menangkap dan memukuli seorang pengunjuk
rasa. Jadi, pengunjuk rasa ini atau
masyarakat ini balas dendam. Terus
sementara itu di kota Azna ini ya yang
berlokasi di wilayah barat Iran, para
demonstran ini terlihat menyalakan api
di luar kantor polisi, Geng. Setelah
aparat keamanan lebih dulu melepaskan
tembakan ke arah mereka. Jadi, ibaratnya
dengan kata lain, mereka enggak mundur
sama sekali, tapi malah melawan. Dan di
dalam kejadian tersebut ya setidaknya
ada tiga orang demonstran yang meninggal
dunia dan 17 orang luka parah. Nah,
kantor berita Fars itu melaporkan ada
sekelompok perusuh yang memanfaatkan
kerumunan demonstran di asna dan mereka
menyerang markas polisi menggunakan
berbagai senjata di saat itu. Dan
gilanya nih ya, mereka cuma pakai sajam
sama senjata panas rakitan, tapi mereka
bisa merebut senjata petugas kepolisian
dan juga menyerang sebuah gudang senjata
geng. Jadi udah sekeos itu. Terus ada
satu video nih ya yang diambil ketika
demonstrasi terjadi di daerah Ilam di
mana pada saat itu dari narasi yang gua
dengar nih ya disebutkan kalau polisi
yang seharusnya bersiaga mengamankan
demonstran justru melepaskan senjata dan
malah mereka menyerah dan bergabung
bersama dengan warga sipil untuk
menyuarakan protes kepada pemerintah.
Ya, kita enggak tahu nih apakah di situ
cara mereka menyelamatkan diri atau
memang mereka menyuarakan apa yang
mereka rasakan. ya kan bisa aja dua dua
hal itu karena mereka enggak sanggup
melawan warga sipil ketimbang mati
mending bergabung bisa aja tapi walaupun
belum terkonfirmasi apakah narasi
tersebut benar atau enggak tapi karena
videonya udah terlanjur viral publik
jadi berspekulasi kalau apa yang
dikatakan di dalam narasi itu benar maka
sebentar lagi Iran bakal mengalami
perubahan politik menuju arah yang baru
atau mengalami revolusi. Jadi
pemerintahan kome ini bakal runtuh geng.
Ketua Mahkamah Agung Provinsi Lorestan
yang namanya Said Syafari itu
mengumumkan ada penangkapan beberapa
demonstran selama beberapa hari terakhir
di kota Asna dan Delan. Cuma, Geng,
masih belum diketahui nih berapa jumlah
tahanan tersebut. Di dalam situasi yang
sempat memanas itu ya, Donald Trump itu
sampai mengeluarkan pernyataan ke Iran.
Dia menuliskan di truth sosialnya dengan
kalimat yang kurang lebih kayak gini.
Kalau Iran menembak dan mengeksekusi
demonstran damai secara brutal seperti
kebiasaan mereka, maka Amerika akan
datang untuk menolong para demonstran
dan kami akan siap mengambil tindakan.
Wah, gila ini orang yang baru aja nyulik
ini loh, nyulik Presiden Venezuela
ngancam gitu. Aduh, merinding juga gitu
ya. Sebelumnya lagi, Departemen Luar
Negeri Amerika menyatakan keprihatinan
mereka karena banyaknya laporan dan
video yang menunjukkan bahwa warga Iran
yang berdemo secara damai justru
diintimidasi katanya diserang, bahkan
ditangkap oleh aparat. Mereka menegaskan
bahwa menuntut hak-hak dasar itu
bukanlah sebuah tindakan kriminal dan
oleh karena itu, Amerika meminta Iran
agar menghormati hak rakyatnya serta
menghentikan tindakan penindasan. Nah,
karena kan kita tahu ya Amerika itu
adalah negara paling demokrasi. Bebas
banget menyampaikan pendapat. Bahkan
presidennya aja boleh dihina-hina sama
mereka, ya kan? Dan ketika negara lain
yang rakyatnya sedang berteriak kayak
gini ya, Amerika pasang badan. Mereka
penginnya ya rakyat di negara tersebut
sama seperti rakyat mereka dibebaskan
untuk berpendapat. Menanggapi pernyataan
dari Amerika tadi nih, Geng. Ismail
Bagei selaku juru bicara Kementerian
Luar Negeri Iran bilang kalau klaim
Amerika tentang kasih sayang terhadap
rakyat Iran tidak sesuai dengan catatan
sejarah tindakan mereka terhadap
orang-orang Iran seperti mengorganisir
kudeta 1953 terhadap pemerintahan
terpilih Muhammad Mosadek. Jadi
ibaratnya tuh kayak dia mengingatkan
kembali kayak lu enggak usah jadi
pahlawan kesiangan, bilang sayang sama
Iran, tapi dari sejarahnya lu itu
pembantai Iran gitu loh. Katanya Amerika
di saat itu yang dituduh menembak jatuh
pesawat penumpang Iran di tahun 1988 dan
lain-lain sebagainya. Masih banyak lagi
sejarah di mana Amerika ini sebenarnya
ya enggak benar-benar tulus terhadap
warga Iran menurut si juru bicara
Kementerian Luar Negeri tadi. Dan bagi
ini juga menekankan kalau orang Iran
tidak akan membiarkan intervensi asing
di dalam dialog dan interaksi mereka
untuk menyelesaikan masalah di negara
mereka sendiri. Jadi mereka enggak akan
membiarkan Amerika ikut campur. Nah,
tapi sementara itu ya Ali Larijani
selaku sekretaris Dewan Keamanan
Nasional Tertinggi Iran itu menafsirkan
sikap Donald Trump terhadap protes di
Iran itu mengindikasikan keterlibatan
Amerika di dalam protes ini. Tuh, jadi
kayak mereka kayak gini, "Ini rakyat gua
protes banyak banget gitu ya. Tiba-tiba
lu angkat bicara nyenggol-nyenggol mau
nolong apa jangan-jangan el biangnya."
Kurang lebih kayak gitulah anggapannya.
Jadi ya mereka menganggap penggerak dari
demonstrasi ini kemungkinan besar adalah
ya Amerika untuk menggoyahkan situasi
politik di sana. Memang ya geng untuk
hal-hal kayak gini kerusuhan di sebuah
negara itu yang selalu dicurigai adalah
Amerika. Ya, kayak apa ya? Mereka kan
dari dulu jangankan eh negara Iran,
negara kita Indonesia aja dulu kabarnya
ya di era Bung Karno yang bisa menyusup
masuk untuk mengacaukan negara kita
adalah CIA.
Dan itu udah rahasia umum. Dan dari
laporan media The Independent pada hari
Rabu tanggal 7 Januari 2026, protes yang
disebut sebagai terbesar dalam beberapa
tahun terakhir ini itu sudah menyebar
lebih dari 270 lokasi di 27 dari total
31 provinsi Iran. Dan menurut Human
Rights Activist News Agency yang
berbasis di Amerika, ada lebih dari 1200
orang yang ditahan dan sedikitnya
sebanyak 36 orang yang meninggal dunia
selama aksi protes ini berlangsung. Dan
korban yang meninggal tersebut mencakup
sebanyak 29 demonstran, empat anak-anak,
serta dua anggota pasukan keamanan Iran.
Nah, jadi gitu ya, Geng. Kurang lebih
situasi dan kondisi Iran ketika
demonstrasi besar ini terjadi. Dan
sekarang setelah panjang lebar gua
membahasnya, kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai apa sebenarnya
alasan dari demo ini. Apa benar
gara-gara ee cewek yang meninggal di
tahun 2022 itu dan kenapa bisa
menimbulkan eskalasi sebesar ini
sekarang? Nah, kita coba bahas
penyebabnya.
Jadi, Geng, alasan mengapa aksi di Iran
ini berkembang menjadi lebih masif itu
karena ada seorang relawan pasukan Basic
yang berusia 21 tahun dilaporkan
meninggal dunia di hari Rabu malam
tanggal 31 Desember 2025 di dalam
demonstrasi di kota Kuhdas, Iran Barat.
Kematian ini menjadi korban pertama dari
pihak aparat keamanan sejak protes
dimulai. Dan kantor berita pemerintah
yaitu Irna itu mengkonfirmasi
meninggalnya relawan tadi itu benar
adanya, tapi mereka tidak memberikan
detail lebih lanjut. Nah, tapi sementara
itu nih, Geng. Student News Network yang
diyakini dekat dengan Basic itu mengutip
pernyataan dari deputi gubernur
Lorestan, yaitu Said Purali namanya.
yang mana pernyataannya justru
menyalahkan demonstran atas meninggalnya
orang yang dianggap sebagai pihak yang
memanfaatkan aksi protes tersebut. Tapi
geng, versi pemerintah itu dipertanyakan
oleh banyak warga Iran di media sosial.
Aktivis HAM itu menilai meninggalnya
anggota Basis ini bisa dijadikan alasan
oleh otoritas untuk membenarkan tindakan
represif mereka. Seperti yang terjadi
pada protes nasional tahun 2022 ketika
ratusan orang meninggal dunia dan ribuan
orang ditahan. Jadi kayak gara-gara satu
orang ya, jadinya pemerintah punya
alasan, oh udah anarkis nih. Padahal
anarkis itu satu orang. Belum tentu juga
mereka itu bagian dari demonstran yang
benar-benar ingin demo damai. Ingin apa?
Demonstrasi damai atau unjuk rasa damai.
Sejumlah analis juga memperingatkan
kalau meninggalnya aparat keamanan itu
sering menjadi titik balik dalam respon
negara yang berpotensi bisa memicu
penangkapan massal, penggunaan kekuatan
yang mematikan, serta pembatasan
internet. Nah, kalau udah di tahap
pembatasan internet ini udah ngeri
banget. Internet mati apalagi listrik
juga mati. Gelap gulita. Gak ada yang
tahu berita kalian di dalam negara
kalian sendiri. Negara luar enggak tahu
kondisi kalian. Habislah dipotong semua.
Terus timbul pertanyaan lagi, apa yang
sebenarnya menjadi penyebab dari
banyaknya pedagang yang melakukan aksi
mogok yang kemudian disusul oleh
mahasiswa hingga ratusan bahkan ribuan
warga Iran. Jadi, Geng, akar
permasalahannya itu terletak pada krisis
ekonomi yang semakin parah di negara
itu, Geng. Nilai tukar mata uang Iran
yaitu rial itu sudah jatuh ke rekor
terendah dengan 1 dolar Amerikanya
diperdagangkan sekitar 1,4 juta riyal.
Gila, ini sebenarnya
ah 1 dolarnya R1,4 juta. Gila, kita kan
1 dolar tuh kayak 16 eh 16.000 ya. Iya
enggak sih? 1 dolar Amerika itu 16.000.
1500 enggak sih di kita? Apa 1600
koreksi gua ini nge-blank nih gua
setelah gua tahu ternyata 1 dolar
Amerika itu 1,4 juta riyal. Nah, jadi
padahal dulunya ya tahun 2022 itu hanya
430.000
rial. Terus di tahun 2015 di saat
perjanjian nuklir berlaku itu hanya
32.000 riyal. Nah, hal inilah yang
berdampak pada kebutuhan ekonomi warga
Iran. Contohnya nih minyak goreng. Harga
minyak goreng mengalami lonjakan paling
tajam di minggu pertama tahun 2026. Naik
lebih dari tiga kali lipat dan semakin
sulit dijangkau oleh kelas menengah Iran
yang di saat ini sudah hancur. Daya beli
mereka para kelas menengah Iran sudah
menyusut sejak tahun 2018 ketika Amerika
secara sepihak meninggalkan kesepakatan
nuklir tahun 2015 dan memberlakukan
kembali sanksi keras terhadap negara
Iran. Inflasi ini pun semakin
memperparah warga Iran yang sudah
mengalami kesulitan ekonomi sejak
bertahun-tahun lamanya. Dan enggak ada
lagi cara untuk mereka bisa memperbaiki
ekonomi. Sekalipun mereka kerja keras
untuk bisa makan, tetap aja harga
kebutuhan pokok di pasar mereka itu
enggak sebanding dengan gaji yang mereka
punya. Nah, inflasi inilah yang kemudian
memperburuk keadaan ya ketika Presiden
Iran yaitu Mosod Pazeskian menyampaikan
anggaran untuk kalender Iran mendatang
yang dimulai pada akhir Maret 2026. Jadi
udah diumumkan tuh untuk anggaran negara
Iran pada tahun 2026 dimulai dari bulan
Maret yang mana di situ dihapusnya nilai
tukar khusus atau subsidi yang
sebelumnya digunakan untuk mengimpor
barang-barang tertentu termasuk makanan
yang otomatis harganya bakal makin mahal
dan itu artinya harga impor terutama
pangan berpotensi lebih gila untuk
dibeli oleh masyarakat dan enggak bakal
terjangkau lagi. Di dalam informasi yang
gua dapatkan dari media DW disebutkan
kalau pemerintah juga menerapkan
perubahan terhadap harga bahan bakar.
Tapi, Geng, sebenarnya kebijakan untuk
menghapus subsidi untuk barang impor itu
enggak mutlak salah. Karena sebagian
ekonom justru mendukung kebijakan ini.
Sebab kebijakan tersebut untuk menghapus
nilai tukar subsidi yang selama ini
menjadi sumber pembagian keuntungan yang
enggak adil dan rawan terhadap korupsi.
Karena mata uang murah ini sering
disalahgunakan, Geng. Dan enggak pernah
berhasil menekan harga pangan. Lalu
kebijakan ini diperkirakan akan
menaikkan harga dalam jangka pendek dan
mendapatkan penolakan dari
kelompok-kelompok berkepentingan yang
selama ini bertahun-tahun diuntungkan
oleh nilai tukar murah tersebut. Nah,
kasus korupsi tingkat tinggi di
pengadilan Iran yang melibatkan pejabat
senior dan keluarga mereka sudah
memperkuat kemarahan publik dan
keyakinan bahwa sebagian dari elit
penguasa justru mengeksploitasi krisis
ekonomi Iran, Geng. Banyak warga Iran
yang percaya kalau pejabat-pejabat
tertentu dan kerabat mereka mendapatkan
keuntungan langsung dari sanksi melalui
pengaturan khusus yang memungkinkan
mereka untuk mengendalikan impor-
ekspor, memindahkan pendapatan minyak ke
luar negeri, dan mendapatkan keuntungan
dari jaringan pencucian uang, Geng. Nah,
tapi ya, Geng, kenaikan harga minyak itu
terjadi secara tiba-tiba sehingga
pemerintah itu mengumumkan harga resmi
versi mereka sendiri. Meskipun belum
jelas apakah pasar bakal mengikuti harga
yang sudah ditetapkan oleh pemerintah
ini atau enggak. Dan dengan dana yang
dihemat dari penghapusan nilai tukar
bersubsidi tersebut, pemerintah Iran itu
rencananya mau memberikan kredit belanja
online sebesar 10 juta riyal per orang
atau sekitar 7 Amerika demi bisa
membantu masyarakat membeli bahan
makanan, Geng. Nah, tapi nih, Geng, ya
tetap aja itu enggak bisa dipercaya oleh
masyarakat 100%. Mereka itu enggak yakin
dengan bantuan-bantuan langsung tunai
kayak gitu dari pemerintah. Akumulasi
dari itu semua yang memicu kemarahan
publik karena keputusan dari pemerintah
itu bakal semakin memperburuk inflasi
yang sudah parah di Iran. Dan masyarakat
Iran sadar banget mereka bakal kelaparan
karena enggak mampu membeli bahan
makanan yang semakin mahal. Untuk bisa
meredakan situasi yang pada saat itu
sudah menimbulkan kejolak di tengah
masyarakat, Pak Zeskian itu mengambil
tindakan dengan mengganti gubernur bank
sentral. Pemerintah menunjuk seseorang
yang bernama Abdul Nasir Hemati sebagai
gubernur baru Bank Sentral Iran. Ya,
tujuannya supaya dia bisa memperbaiki
ini semua. Di saat itu ya si Abdul Nasir
ini menggantikan Muhammad Reza Farzin
yang mana Muhammad Reza Farzin ini udah
mulai malu dan mengundurkan diri di
tengah krisis. udah enggak bisa dia
tangani lagi. Dan meskipun sudah
menunjukkan itikat baik dengan berupaya
mendengar keluhan masyarakat, pemerintah
tetap menegaskan sikap tegas mereka
terhadap potensi eskalasi. Nah, kalau
dari penjelasan gua tadi ya, memang
alasan utama mengapa demonstrasi besar
ini bisa pecah rusuh di Iran itu karena
masalah ekonomi yang melanda negara ini.
Jadi orang udah lapar gitu, mau ngapain
lagi kalau bukan teriak. Karena bisa gua
bilang ya, orang paling brutal, orang
paling seram, dan bahkan orang paling
jahat di muka bumi ini adalah orang yang
lapar, Geng. Mereka itu bisa melakukan
apapun demi mengenyangkan atau mengisi
perut mereka dan keluarga mereka. Tapi,
Geng, seiring waktu demonstrasi semakin
berkembang dengan isu yang lebih luas
menjadi soruan politik yang menentang
sistem teokrasi Iran. Hal ini bisa kita
lihat dari unjuk rasa yang terjadi di
Universitas Teheran pada tanggal 30
Desember 2025. di mana beberapa
pengunjuk rasa itu meneriakkan kalimat
matilah diktator. Yang mana ini merujuk
kepada Ayatullah Ali Komomeini
Komii MKi
terus geng ada juga demonstrasi di kota
Ians yang terletak di Provinsi Pesisir
Sistan dan Balusestan. Ketika itu para
pengunjuk rasa itu sampai membakar
patung komaini dan juga patung pemimpin
revolusi tahun 1979 yaitu Ayatullah
Ruholah Kamaini. Peneliti senior di
Washington Institute sekaligus e kurator
bulletin iranis ya namanya itu adalah
Holida Grace. Itu dia bilang kalau
pemerintah Iran cuma mengambil sedikit
pelajaran dari protes tahun 2022 yang
melanda Iran selama lebih dari 4 bulan.
Jadi mereka itu enggak belajar dari
tahun 2022 itu katanya. Dan meskipun
peminunya berbeda kali ini, tapi
masalahnya ya tetap sama aja, yaitu
salah urus sistemik korupsi, dan
penindasan terhadap rakyatnya. Dan
seruan anti rezim yang tidak terhitung
jumlahnya menunjukkan dengan jelas bahwa
banyak warga Iran yang sudah muak dan
ingin menggulingkan republik rezim dari
Komeini, yaitu republik Islam yang
mengarah kepada Syiah.
Dan di tengah situasi yang sedang panas
di Iran, ada informasi yang bocor ke
publik nih, Geng. Mengenai rencana dari
pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali
yang kabarnya akan kabur ke Rusia.
Benarkah demikian? Atau justru dia
memang udah kabur ke Rusia? Nah,
sekarang kita bahas.
Panasnya situasi di Iran ini ya. Ini
bertambah semakin panas lagi ketika ada
isu yang menyebutkan kalau Ayatullah Ali
Qomeini pemimpin tertinggi Iran
rencananya bakal kabur atau melarikan
diri ke Rusia. Laporan ini disebut-sebut
berasal dari intelligent geng.
Disebutkan di dalam laporan itu yang
dikutip oleh media The Times, Ayatullah
Ali Komini itu bakal meninggalkan Iran
dengan sekitar 20 orang terdekatnya
termasuk ajudan dan anggota keluarganya.
Kalau situasi keamanan di Iran makin
memburuk, ada salah satu sumber
intelijen yang bilang keputusan ini
bakal diambil kalau tentara dan pasukan
keamanan yang ditugaskan menekan protes
mulai membelot atau enggak mau lagi
mematuhi pemerintah. Ya, apalagi yang
bisa dilakukan oleh si Komini gitu ya.
Dan sumber tersebut menambahkan kalau
skenario darurat tersebut sudah
disiapkan secara rinci. Rusia
disebut-sebut sebagai negara tujuan
pelarian yang paling mungkin bagi
Komeini. Karena Rusia sudah menjadi
aliansi dari Iran sejak bertahun-tahun.
Dan memang komini dengan Putin itu akrab
banget. Selain karena hubungan diplomasi
tersebut dikatakan juga budaya Rusia
lebih dekat dengan budaya Iran sehingga
bakal lebih mudah untuk komini bisa
beradaptasi. Di saat itu Benny Sapti
mantan operator intelijen Isriw yang
selama berpuluh-puluh tahun menangani
Iran menilai Rusia sebagai satu-satunya
opsi realistis untuk kom ini agar bisa
kabur, melarikan diri, dan bersembunyi.
Laporan intelijen ini juga itu bilang
kalau rencana pelariannya itu mencakup
jalur keluar dari teheran kalau mereka
merasa perlu untuk melarikan diri. Dan
selain itu disebutkan juga adanya upaya
mengumpulkan aset, properti luar negeri,
serta uang tunai. untuk memfasilitasi
perjalanan mereka dengan aman. Dan
langkah-langkah ini menunjukkan bahwa
skenario terburuk sudah diperhitungkan
secara serius di lingkaran kekuasaan
tertinggi Iran. Jadi mereka itu udah
ngegambarin, udah ng-mapping ini setelah
Iran benar-benar hancur, keluarga mereka
bakal kabur dan mereka harus hidup di
mana dan apa yang harus dikerjakan. Nah,
meskipun pemerintah secara terbuka masih
menyatakan kalau situasi Iran masih bisa
mereka kendalikan, tapi isu ini sudah
menyebar. Nah, jadi Iran sekarang
benar-benar kacau banget, Geng. Kacau
balau. Itu dia, Geng, pembahasan kita
kali ini mengenai demonstrasi besar yang
terjadi di Iran. Berawal dari krisis
ekonomi yang kemudian merembet ke sikap
politik yang menginginkan agar rezim
yang berkuasa saat ini bisa mundur dari
jabatannya. Gimana, Geng, menurut kalian
tentang pembahasan kita ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.