AMERICA CHAOS! IMMIGRANT CLEANING DOWN TO THE DOOR!! 🔥
0xSk9wXXv5k • 2026-01-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Mobilnya Renny tiba-tiba bergerak
sedikit ke depan ketika BK dan si
petugas tadi berada di belakang mobil.
Lalu mobil itu berhenti lagi kayak cuma
keinjak gas gitu loh, Geng.
Oke, back to the lab, geng-geng kamar
semua ya. Hari ini kita bakal membahas
pemberitaan yang asyik-asyik dan
seru-seru. Yang pastinya buat
kalian-kalian semua, teman-teman yang
sedang main saham, main kripto, main
mata uang, valuta, asing, emas, dan
lain-lain, pokoknya segala investasi ya,
boleh banget nih sekali-kali kalian
intip pemberitaan yang terjadi di dunia
ini alias geopolitik-geopolitik
yang terjadi di muka bumi ini di kamar
jeri supaya kalian tahu ya, bisa
menerka-nerka kira-kira kalian mm ke
depannya bakal rungkat atau bakal untung
gitu ya. Jadi hari ini gua pengin
membahas lagi nih negeri pamansam ya,
negeri Amerika Serikat yang sekarang
dipimpin oleh Donald Trump yang mana
kata para pembenci-pembenci kamar Jerry
yang komennya biasanya gini, "Lu kalau
enggak ada Amerika kagak jadi apa-apa
lu." gitu. Karena menurut mereka Google
YouTube adalah milik Amerika. Benar
banget. Nah, jadi video kali ini kita
bakal membahas mengenai Amerika yang
kabarnya saat ini sedang berambisi ingin
menguasai dunia ya, yang mana gua sempat
m-mention atau membahas mengenai visi
misi Amerika yang saat ini ya
benar-benar gila banget ya. Presiden
Venezuela ditangkap sama dia. Greenland
pengen dicaplok. Cuba, Mexico udah mulai
diintip-intip juga. Dan yang terbaru,
kapal tanker Rusia kabarnya juga disita
atau ditangkap oleh Amerika. Nah, kali
ini kita tidak akan membahas persoalan
bagaimana Amerika ngerecokin negara
lain, enggak. Tapi justru kita akan
membahas apa yang terjadi di dalam
negeri Amerika sendiri. Yaitu ada sebuah
fenomena yang terus lewat berseleweran
di timeline Instagram dan juga TikTok.
Ya, mungkin bagi orang-orang yang eh
benar-benar Amerika banget bakal bilang
itu hoa atau apalah. Nah, tapi gua sudah
mencoba mengkonfirmasi dari beberapa
teman-teman gua yang ada di Amerika,
kejadian ini benar nyata adanya. yaitu
di Amerika sekarang ada fenomena agen
yang disingkat dengan Ice. Dengan kata
lain, mereka ini orang imigrasi gitu ya.
Orang imigrasi Amerika yang mana mereka
turun ke jalan bahkan sampai ke
dalam-dalam rumah warga untuk mencari
imigran-imigran. Agak aneh ya. Padahal
kalau kita berbicara soal
kewarganegaraan, Amerika itu kan isinya
emang imigran semua. Bangsa aslinya ya
suku Astek gitu. Bahkan kulit putih
Donald Trump aja yang memberlakukan
razia terhadap imigran ini. Dia sendiri
sebenarnya imigran ya kan. Dia orang
Eropa aslinya bukan orang Amerika. Orang
Amerika itu orang suku Astek yang
disebut dengan Indian gitu. Nah, tapi
itulah yang terjadi sekarang.
Insiden ini atau eh aturan yang dibuat
oleh Donald Trump ini untuk menjemput
paksa para imigran ya. Ini benar-benar
aneh banget, Geng. Kalau kalian lihat
udah kayak nonton film Ps Anarky. Kalian
tahu enggak Purch Anarchy? Tahu enggak
nih? Film ini nih mirip banget kayak
gitu, Geng. Nih. Kalau kalian enggak
percaya, kalian lihat video-videonya.
Purish reddish here. Agent walking up.
Jadi benar-benar kayak orang lagi
berangkat kerja, orang lagi mau sekolah,
ada yang lagi bertugas ditangkepin
karena kulitnya dilihat terlalu latin
atau mungkin dia orang kulit hitam atau
dia India atau dia Asia. atau dia Arab
pokoknya selain kulit putih. Dan di
dalam aksi tersebut ternyata terjadi
sebuah insiden penembakan terhadap
seorang imigran yang dilakukan oleh een
agen ICE ini. Lembaga ICE atau singkatan
dari immigration and Customs Enforcement
ini ya ini adalah lembaga yang memang
bertanggung jawab untuk menangani para
imigran yang ada di Amerika. Nah
bayangin geng pihak imigrasi mereka
dengan berani ng-edoor imigran. Wah, dan
aksi ini ya begitu menggemparkan saat
ini dan banyak orang yang memprotes aksi
brutal tersebut dan ya di Amerika
sekarang lagi ada unjuk rasa atau demo.
Nah, kecaman ini semakin menjadi-jadi
ketika adanya kabar bahwa eh kartel
narkoboy dari Meksiko dari pokoknya
negara latin sana tiba-tiba mengeluarkan
pernyataan bahwa mereka memberikan
hadiah kepada siapa saja yang bisa
menghabisi atau mengeksekusi atau
membawa kepala si Ice yang melakukan
tindakan anarkis tersebut yang ngedor
seorang imigran perempuan tadi. Dan
terungkap juga, Geng, bahwa sebenarnya
Egen Ice yang ng-edoor imigran, dia
sendiri nikah sama perempuan imigran.
Nah, ini kan ironi banget ya. Dia
ngghabisi nyawa seorang imigran. Padahal
dia sendiri punya istri seorang imigran.
Dan masih banyak lagi, ada juga beberapa
kejadian yang konyol-konyol, yaitu salah
satunya adalah agen ice-nya sendiri
ternyata ada yang imigran. dari logatnya
itu bukan logat Amerika
native gitu loh. Bukan native American
gitu loh. Jadi kayak bahasa orang-orang
Afrika sana. Orang Afrika ngomong
Inggris tahu enggak sih? Nah, ini
benar-benar enggak masuk akal. Dan kalau
kalian lihat semua een-agentnya itu
turun ke jalan itu pakai masker. Mereka
takut memperlihatkan wajah mereka karena
mereka takut viral dan ditandain gitu.
Jadi semuanya turun ke jalan
melaksanakan tugas mereka sambil menutup
muka. Sekarang kita bahas nih, Geng,
tentang fenomena yang cukup aneh menurut
gua ini, ya. Benar-benar kayak gak
manusiawi gitu. Langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry,
[musik]
Genggeng. Beli iPhone baru yang
kapasitasnya paling kecil dan murah
enggak masalah. Tinggal tambahin SSD
supaya kapasitasnya jadi lebih besar.
Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang
tadinya cuma 256 gig, sekarang malah
jadi 756
gig. Bikin video cinematick ataupun
foto, udah enggak khawatir lagi memori
bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan
datanya juga cepat banget. Nih, kita
bandingin pemindahan data pakai SSD
dengan pemindahan data pakai airdrop.
Cepat banget, kan? SSD yang gua pakai
ini harganya juga murah banget
terjangkau daripada kalian beli iPhone
versi terbaru dengan harga yang mahal.
Hanya karena perbedaan kapasitas memori
yang mendingan beli yang paling murah
ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone
kalian jadi berkapasitas [musik] besar.
Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa
ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau
langsung aja check out linknya udah ada
di bawah. Untuk pembahasan yang pertama,
kita bahas dulu kasus yang paling
menggemparkan yang membuat fenomena ini
jadi viral. Yaitu detik-detik ketika
Egen Ice ng-edoor seorang imigran hingga
kehilangan nyawa.
Jadi insiden ini, Geng, terjadi di
Mineapolis Selatan tepat pada hari Rabu
pagi tanggal 7 Januari 2026 waktu
setempat. Kalau di Indonesia ya
kejadiannya itu terjadi di malam hari.
Jadi kita mundur sedikit ke beberapa
saat sebelum peristiwa itu terjadi.
Petugas penegak hukum federal itu sedang
melakukan operasi penegakan hukum di
Minneapolis. Ya, kenapa ada agen ICE di
sana? Dikarenakan ada unjuk rasa di sana
dan beberapa tempat lainnya juga. Hal
ini disebabkan karena Departemen
Keamanan Dalam Negeri Amerika
mengumumkan kalau mereka meningkatkan
aktivitas penegakan imigrasi di wilayah
Minneapolis. Cuma, Geng, ketika itu
kendaraan mereka itu tersangkut oleh
salju sehingga enggak bisa bergerak. Dan
para een ICE ini kemudian meminta
bantuan untuk menarik kendaraan
tersebut. Tapi para pengunjuk rasa
datang dan justru menghalangi mereka
untuk pergi dari lokasi. Ya, kemungkinan
besar een ICE itu mau balik ke kantor
lah untuk melakukan operasi lain. Nah,
sebab mereka ini baru aja menyelesaikan
sebuah operasi sebelumnya. Ada
keterangan dari warga setempat yang
menyebutkan kalau beberapa tetangga
mengawasi situasi saat para siswa sedang
diantar ke sekolah karena beredar
laporan mengenai aktivitas ICE di
lingkungan tersebut. Jadi mereka kayak
ketakutan gitu loh. Karena AC ini enggak
main-main. Kalau nangkap orang langsung
dideportasi gitu, Geng. Langsung
ditangkap di penjara lah baru dikirim ke
negara asal. Terus selanjutnya nih, Geng
singkat ceritanya di jam 0935 pagi waktu
setempat 2 menit sebelum insiden terjadi
ada seorang imigran yang bernama Renny
Nicoleg yang mengandarai mobil jenis
Honda Pilot. Dia itu berhenti dengan
posisi miring di Portline Avenue.
Jendela depan di sebelah penumpangnya
itu tertutup, sementara jendela
belakangnya sebagian besar terbuka.
Beberapa detik kemudian, setidaknya ya
ada tiga petugas federal yang memakai
masker terlihat berjalan ke arah mobil
milik Renny ini. Dan ada suara dari
orang-orang yang berada di sekitar sana
terdengar bersiul serta berteriak kepada
para petugas. Dari keterangan lain ya
disebutkan pada saat itu Renny ini
ternyata enggak sendiri. Dia lagi dengan
pasangan wanitanya, lagi ada pacarnya
gitu. Namanya itu adalah BK Good G. Nah,
kayaknya tuh mereka nih apa ya? Maaf nih
ya. lagi bett gitulah ya, pasangan
sesama jenis gitu. BK ini ee bilang
kalau dia dan Renny ini berhenti karena
mau memberikan dukungan kepada tetangga
mereka yang ada di sana karena kondisi
Minneapolis itu sedang mencekam. Jadi
dia mau ngasih support gitulah. BK ini
sendiri di belakang mobil dia itu
mempertanyakan tindakan dari seorang een
tiba-tiba menghampiri mereka. Ada apa
gitu dia nanya. BK dan si een tersebut
tiba-tiba ya saling ngerekam satu sama
lain menggunakan handphone
masing-masing. Jadi kayak pengin
sama-sama ngviralin harus ada bukti gitu
di saat mereka itu berdebat gitu. Terus
geng mobilnya Renny tiba-tiba bergerak
sedikit ke depan ketika BK dan si
petugas tadi berada di belakang mobil
lalu mobil itu berhenti lagi kayak cuma
keinjak gas gitu loh, Geng.
Setelah itu, petugas ini berjalan ke
sisi kanan mobil yang mana itu adalah
sisi tempat duduk penumpang dan dia
berdiri di bagian depan mobil. Sesaat
kemudian, tiba-tiba ada sebuah mobil
Ford Explore dengan plat asal California
yang sebelumnya berada di sisi Portland
Avenue. Keluarlah dia dan dia masuk ke
jalan utama. Jendela depan di sisi
pengemudi di mobil milik si Reni tadi
itu kan terbuka. Nah, Renny ini terlihat
memberikan isyarat supaya mobil Ford
tersebut melintas di depan mobilnya dia.
Lalu mobil Ford itu menuruti isyarat
yang diberikan oleh si Renny. Setelah
Ford itu lewat, Renny masih terus
melambaikan tangan ke kiri dan ke kanan.
Pada saat yang sama, dua petugas lain
datang menggunakan mobil pick up yaitu
Nissan Titan tanpa tanda-tanda apapun ya
dengan lampu merah biru yang menyala
kemudian dia berhenti di tengah jalan.
Dari dalam mobil pickup tersebut
keluarlah dua orang agen yang turun dan
mendekati mobilnya Renny tadi. Mereka
memerintahkan Renny untuk keluar dari
dalam mobil. Nah, saat para agen ini
mendekat, mobil milik Renny tiba-tiba
mundur. Petugas yang keluar dari sisi
pengemudi mobil Nissan itu meletakkan
tangan kirinya di bagian bawah jendela
depan sisi pengemudi dari mobilnya Renny
dan tangan kanannya memegang gagang
pintu. Seolah-olah dia itu mau nyoba
buat buka paksa itu pintu mobil. Dan di
saat itu mobil Renny kembali mundur
beberapa meter dan roda depan mobilnya
mengarah ke kiri ketika bergerak mundur.
Egen yang tadi berjalan di belakang
mobil Renny kemudian bergeser tuh ke
sisi kanan mobil sehingga dia berdiri di
bagian kiri depan mobil. Dan pada saat
mobilnya Renny bergerak maju, roda-roda
mobil itu berbelok ke arah kanan
sehingga menjauhi posisi een yang
berdiri di sana. Nah, ketika itulah een
yang berdiri di bagian kiri depan tadi
tiba-tiba mengeluarkan doornya ya dan
dia langsung ng-edoor si Renny ini dan
di sana orang kaget semua. Nah,
dikatakan een agen tersebut melepaskan
tiga kali peluru. Nah, setelah dia
ng-edoor mobil tersebut ya, mobilnya
Reny ini sempat maju beberapa meter ya,
kayak orang mau kabur gitu sampai pada
akhirnya menabrak mobil yang terparkir
di depannya. di saat itu tuh kayak ya
udah kayaknya udah meninggoi gitu akibat
dior. Beberapa menit setelah Renny ini
didoor, dia tetap berada di dalam mobil
dan para saksi mata yang ada di sana
memohon-mohon dan berteriak-teriak
kepada sijen Departemen Keamanan Dalam
Negeri Amerika itu untuk mengizinkan
mereka memeriksa si Reni ini. Nah, salah
satunya adalah ada e warga dia itu
laki-laki. Dia adalah seorang dokter.
dia mau periksa kondisi Renny yang sudah
didoor oleh si een tadi. Nah, cuma para
een menolak, Geng, dengan mengatakan
kalau mereka memiliki petugas medis
sendiri dan personel dari emergency
medical service atau IMS yang mana sudah
mereka telepon dan sedang dalam
perjalanan. Pada jam 093 pagi waktu
setempat, petugas kebakaran mulai
berdatangan. Lebih dari 6 menit setelah
kejadian di dooror tersebut, ya petugas
IMS ini akhirnya tiba di lokasi. Petugas
akhirnya menarik tubuh Reni dari dalam
mobil. Dan para pemadam kebakaran juga
datang ke sana dan berusaha memberikan
pertolongan kepada Renny. Dan Renny
akhirnya dibawa ke sudut Portlandine
Avenue dan 34 Street di mana petugas
memberikan pertolongan CPR kepada dia.
Dan sekitar 7 menit kemudian, Renny ini
dibawa masuk ke dalam ambulans.
Selanjutnya dia dilarikan ke Henepin
County Medical Center dan dia pun
dinyatakan meninggal dunia di saat itu.
Dan video dari insiden mengerikan
tersebut viral di media sosial, Geng.
Aksi dari Agen Ice yang ng-edor
masyarakat ini langsung menuai kecaman
dari publik sekaligus dewan kota
Minneapolis. Ya, di situ orang enggak
habis pikir kok bisa-bisanya petugas
imigrasi ngabisin nyawa orang. Nah,
Dewan Kota menyebutkan kalau mereka
menuntut keadilan atas kejadian
tersebut. Nah, banyak orang geng yang
menggelar aksi bergabung atas kejadian
itu dengan membuat poster, menyertakan
wajah dari sireninya, sekaligus menuntut
supaya penyelidikan segera dilakukan
untuk menghukum si pelaku. Nah, enggak
cuma itu, Geng. Walikota Minneapolis
yang bernama Jacob Fre itu mengecam
keras apa yang dilakukan oleh Ice alias
pihak imigrasi Amerika ini. Dan dia
bilang kepada para petugas ICE untuk
segera keluar dari kota tersebut. Sebab
kehadiran een di sana justru menimbulkan
kekacauan dan tidak membantu di dalam
keselamatan masyarakat. Nah, mereka itu
kayak cuma fokus ngusir-ngusirin para
imigran, tapi enggak mikirin keselamatan
masyarakat. Dan yang bikin sedihnya lagi
nih, Geng, dari keterangan mantan
suaminya si korban, mantan suaminya si
Reni tadi yang enggak mau disebutkanlah
identitasnya ya. Dia bilang kalau Reni
dan pasangan barunya itu yang pasangan
sesama jenisnya itu baru aja ngantar
anaknya yang masih berusia 6 tahun ke
sekolah dan dia sedang mengemudi pulang
ketika bertemu dengan para een IC ini.
Dia mau pulang ke rumah. Nah, Renny
sendiri itu enggak punya catatan
kriminal apapun ya. Selain ditilang
doang melanggar lalu lintas, selebihnya
itu dia enggak pernah berurusan dengan
polisi atau ya kasus-kasus kriminal. Dan
Renny juga bukan seorang aktivis serta
dia gak pernah berpartisipasi di dalam
protes apapun. Dia cuma seorang penganut
Kristen, taat dan suka nyanyi dan ikut
di dalam paduan suara di sekolah
menengah serta mempelajari pertunjukan
vokal di perguruan tinggi. Intinya
orang-orang biasa benar-benar warga
biasa gitu. Jadi enggak tahu alasannya
kenapa si tersebut justru menghabisi
nyawa Reni dengan begitu kejam.
Namun geng, atas kejadian ini, pihak
pemerintahan Donald Trump malah membela
diri dengan menyalahkan si korban yang
dihabisi oleh agen Ice ini. Di saat itu,
Donald Trump menyebutkan kalau korban
yang bernama Renny ini memang dengan
kejam menabrak Agent Ice. Walaupun dari
video yang beredar, justru pernyataan
Trump itu enggak ada gitu. Bertentangan
dengan fakta yang terjadi, enggak ada
video yang memperlihatkan kalau si
korban nabrak Agen Ice. Terus enggak
cuma Donald Trump. JD Fin selaku
wakilnya dia juga malah menyalahkan
penembakan tersebut terhadap kelompok
sayap kiri Demokrat, media, dan si
korbannya sendiri. Nah, padahal ya
penyelidikan terkait kasus ini tuh masih
berlangsung. Nah, di sisi lain Vens ini
juga arogannya minta ampun, Geng. Dia ya
bilang dia gak khawatir memberikan
kesimpulan tersebut karena menurut dia R
si korban adalah orang yang salah karena
mempercepat laju mobil katanya terlalu
kencang dan dia mencoba menabrak agen
Ice tersebut. Nah, Vens ini juga
menuding kalau para jurnalis yang apa ya
menggiring opini di media-media dengan
menggambarkan si korban yaitu Renny
sebagai orang yang tidak bersalah di
dalam kasus ini. Dan para pejabat
Amerika menolak klaim bahwa langkah
Donald Trump untuk mengerahkan petugas
imigrasi di kota-kota untuk menangkap
para imigran itu adalah tindakan yang
provokatif menurut mereka. Itu udah
benar katanya. Nah, jadi di dalam
kejadian ini udah ada nyawa yang
terenggut tapi mereka masih membela
diri. Nah, sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan yang mana kabarnya
Agent Ice yang menghabisi nyawa Renny
itu sudah diketahui identitas aslinya.
Walaupun dia pakai masker, walaupun dia
nutup mukanya, tapi sekarang identitas
aslinya udah ketahuan. kita bahas.
Jadi, Geng, dikatakan kalau Agent Ice
yang melakukan aksi penghilangan nyawa
terhadap Ren tadi itu namanya adalah
Jonathan Rose. Nah, usianya itu adalah
43 tahun dan disebut-sebut oleh pejabat
federal sebagai petugas berpengalaman
dengan lebih dari 10 tahun pengalaman
bekerja di Ice. Nah, jadi geng
informasinya dia ini bisa bocor
gara-gara Ros ini ternyata pernah
kecelakaan. Dia itu pernah keseret terus
sampai luka yang disebabkan oleh seorang
pengemudi asal Guatemala namanya itu
Roberto Carlos Munos. Nah, dia melarikan
diri kejadiannya di tahun 2025 kemarin.
Nah, gara-gara kejadian itu, identitas
dari Jonathan Ross ini bisa kebongkar
akibat dari kasus viral ini. Mungkin
relate juga ya, Geng. karena dia pernah
mengalami insiden yang disebabkan oleh
si Roberto Carlos tadi yang mungkin di
kejadian yang 2026 ini dia itu panik
kali ya atau trauma gitu makanya
langsung mengeluarkan senjata. Tapi
masih belum jelas nih Geng si Ross ini
kerjanya itu atau tugasnya itu ke mana.
Tapi dari track record-nya ternyata dia
ini pernah jadi tentara. Dia pernah
ditugaskan ke Irak selama 1 tahun pada
akhir tahun 2004 dengan kompi markas
yaitu batalyon sinyal ke-138.
Jadi, ya mantan veteran perang ternyata
ya. Kita enggak heran ya, ternyata dia
enggak takut menghabisi nyawa orang
karena memang pengalamannya kayak gitu.
Dan pada saat kejadian Rose ini
tergabung di dalam kelompok een federal
di dalam operasi penertiban Minneapolis
Selatan. Nah, wajah Ross ini akhirnya
beredar di media sosial dan saat ini
para penyelidik sedang berupaya
mengidentifikasi dia. Dan yang pastinya
Rose ini enggak bisa ke mana-mana, Geng.
Dia diincer oleh banyak orang. Salah
satunya adalah para kartel-kartel yang
menghargai kepala dia. Kalau ada yang
bisa menemukan dia, ya bakal dihabisi.
Ketika itu, ya di saat namanya Ross ini
mulai viral, tapi pihak Ice menolak
untuk memverifikasi namanya si Royce ini
ketika dihubungi untuk dimintai komentar
mengenai berita tersebut. Dari
keterangan Trisia Mclauglin selaku
asisten sekretaris Departemen Keamanan
Dalam Negeri, Ros ini bertindak sesuai
dengan pelatihan yang dia terima
katanya. dan Ross itu terpilih menjadi
tim respons khusus ICE yang mana dia
berposisi sebagai penembak jitu. Nah,
Mclin itu mengklaim kalau para agen
sudah mengalami peningkatan besar di
dalam serangan dan ancaman
pengeksekusian ketika mereka menjalankan
tugas. Dia justru menyalahkan media Star
Tribun katanya karena Star Tribun ini
dianggap mempublikasikan nama Rose. Nah,
dan dia juga bilang media tersebut
harusnya malu. Jangan kayak gitu ya. dan
ada baiknya ditarik narasinya, jangan
asal tuduh katanya. Nah, tapi walaupun
di sisi lain pejabat federal sendiri
sudah memberikan detail terkait ROS ini.
Jadi di pemerintahan Amerika nih ada
beberapa kubu nih. Ada kubu yang memang
membiarkan nama Ros ini viral. Ada juga
kubu yang tidak mau memviralkan Rose
ini. Jadi kayak dilindungi gitu, Geng.
Beberapa ahli itu menyebutkan aksi yang
dilakukan oleh Rose ini yang menghabisi
nyawa Renny itu adalah tindakan yang
buruk katanya. Karena biasanya menembak
kendaraan yang bergerak itu enggak
dianjurkan di dalam pelatihan kepolisian
karena itu berbahaya dan jarang sekali
efektif. Namanya juga mobilnya gerak
gitu kalauk-kalau kena. Kalau misalkan
pelurunya nyasar gimana? Ahli lain
bilang een yang menembak mungkin
benar-benar merasa kalau nyawanya
terancam. Jadi kayak udah enggak ada
pilihan lain, ya udah keluarin senjata
aja. Nah, tapi geng mereka juga
menekankan kalau kebanyakan departemen
polisi melarang penembakan kendaraan
yang sedang bergerak. Nah, karena
tembakan seperti itu jarang sekali
menghentikan mobil. Yang ada bisa
membahayakan orang di sekitar. Nah, tapi
meskipun ini masih spekulasi ya, udah
banyak yang percaya kalau een agen yang
melakukan aksi e penembakan terhadap R
ini adalah si Rose tadi. Nah, namun
Geng, ada isu terkait Rose ini yang
dikatakan kalau dia memiliki seorang
istri yang berasal dari Filipina dan
saat ini sudah menjadi warga negara
Amerika. Ya, cuma keluarga dari istrinya
tersebut enggak tinggal di Amerika
melainkan masih di Filipina. orang tua
dari istrinya itu bekerja sebagai dokter
di sana. Dan isu ini membuat orang
semakin marah. Kok bisa orang yang
istrinya juga seorang imigran malah tega
menghabisi nyawa imigran lain. Ayah Rose
yang bernama Ed Rose itu bilang kalau
anaknya adalah seorang Kristen
konservatif yang taat, seorang ayah dan
juga suami yang luar biasa menurut
ayahnya si Ros ya. ya. Nah, bahkan Ed
menyebut kalau dia bangga terhadap si
Rose ini. Dan Ed juga mengatakan kalau
menantunya alias istri si Rose itu
memang sudah jadi warga negara Amerika.
Namun dia tidak mau menyebutkan berapa
lama istrinya sudah tinggal di Amerika.
Ed secara terbuka membela tindakan
anaknya dengan mengatakan kalau ya dia
yakin Rose alias Jonathan Rose itu tidak
akan dikenai tuntutan pidana. Dan
Jonathan Rose ini bertindak karena
membela diri. Ya namanya ayah ya pas
dibela anaknya. Tapi nyawa orang lain
mau gimana ya, Geng? Nah, sampai saat
gua syuting ini, Geng, belum ada laporan
terkait ROS yang ditangkap. Jadi,
penyelidikan masih terus berlangsung dan
orang-orang sedang mencari lokasinya si
Rose ini. Jadi, kita tunggu aja, Geng,
ya. Apakah benar orang yang menembak
Renny ini adalah Rose atau bukan? Yang
sampai saat ini masih jadi pertanyaannya
adalah apa sih yang sebenarnya terjadi
di Amerika saat ini? Kok bisa ada agent
ICE di Minneapolis? Kok bisa ada
imigrasi yang benar-benar tersebar
mencari orang-orang yang dianggap ilegal
di sana? Apa yang sedang dilakukan oleh
Presiden Trump dengan mengerahkan ICE di
sana? Sekarang kita bahas.
Jadi, Gengs, sebelum insiden ini
terjadi, Donald Trump itu sudah
mengerahkan tambahan 2000 federal ke
wilayah Minneapolis dalam beberapa
minggu terakhir. Pengerahan een agen ICE
yang dimulai di awal tahun ini adalah
salah satu pengerahan personel
Departemen Keamanan Dalam Negeri
terbesar di sebuah kota di Amerika dalam
beberapa tahun terakhir. Dan sejak akhir
tahun 2025, imigrasi Amerika itu
mengincar orang-orang Minneapolis yang
sudah menerima perintah deportasi,
termasuk anggota komunitas Somalia di
kota tersebut. Komunitas Somalia itu
sering sekali diejek oleh Donald Trump
dengan istilah sampah, Geng. Bayangin
tuh presiden mengejek orang yang ada di
negaranya. Donald Trump secara
terang-terangan menyebutkan kalau dia
tidak menginginkan mereka di Amerika.
Karena jujur aja ya, bagi dia Somalia
adalah negara yang tidak baik karena
suatu alasan yaitu katanya negaranya
bau. Dan Donald Trump kemudian
mempertegas pernyataan tersebut ya
setelah sebuah video di YouTube oleh
seorang kreator konten konservatif
menuduh pusat penitipan anak yang
dikelola oleh warga Somalia itu
melakukan penipuan. Nah, Donald Trump
sempat menulis di trut sosialnya pada
bulan Desember dengan kata usir mereka
dari sini. Donald Trump juga menahan
dana daycare federal untuk negara bagian
Minnesota sebagai tanggapan hal itu,
pemerintahan Donald Trump juga sudah
mengirimkan agen Ice ke kota-kota lain.
Semuanya adalah bagian dari penindakan
luas terhadap apa yang mereka sebut
sebagai imigrasi ilegal di Amerika.
Nah, terus kemudian ada insiden yang
memperparah citra imigran di mata Donald
Trump geng. Sekitar bulan Desember lalu,
ada seorang tersangka asal Afghanistan
yang didakwa karena melakukan eksekusi
terhadap dua orang personil tentara
Garda Nasional. Kejadian ini terjadi di
tanggal 26 Juli tahun 2025 yang mana
imigran tersebut bernama Rahmanullah
Lakanwal. Dia sebelumnya bekerja dengan
CIA di Afghanistan dan dia melarikan
diri ke Amerika setelah Taliban
menggulingkan pemerintahan sipil pada
tahun 2021. Amerika pada saat itu
mengizinkan silakanwall ini masuk ke
Amerika karena pejabat Amerika khawatir
orang-orang yang kayak dia ya yang mana
dia kan berkhianat tuh sama negaranya
sendiri dan membantu Amerika ketika
beroperasi di Afghanistan. Nah, dia
pasti bakal jadi sasaran Taliban karena
koneksinya dia dengan Amerika.
Permohonan swaka Lakanwal sudah
dikabulkan pada awal tahun 2025 dan
selama dia menatap di Amerika dia itu
tinggal di daerah Bellingham. Nah,
negara bagian Washington. Dia di sana
tinggal dengan istri dan lima orang
anaknya. Dan entah kenapa tiba-tiba ya
dia menghabisi nyawa orang pas di
Amerika. Entah ya mungkin ada kena
mental atau gimana gitu. Dan di saat
kejadian itu dia sempat berteriak Allahu
Akbar sebelum akhirnya dia melakukan
aksi door dan mengisi ulang senjata
setelah seorang anggota Garda Nasional
itu melakukan penembakan balik ke dia.
Saksi mata pada saat itu mendengar
beberapa kali lotusan senjata api dan
kurang lebih sebanyak lima kali
tembakan. Dan sesaat setelah mendengar
tembakan itu, semua orang yang berada di
sekitar sana langsung berlarian
menyelamatkan diri. Di dalam kejadian
tersebut ada seorang anggota garda
nasional yang bernama Sarah Beckstrom
berusia 20 tahun yang meninggal dunia
akibat luka-luka. Sementara petugas lain
yaitu Andrew Wolf yang berusia 24 tahun
itu mengalami luka kritis dan masih
dirawat di rumah sakit. Nah, keduanya
sedang menjalankan tugas di Washington
DC dari West Virginia. Mereka berdua
didor di bagian kepala, Geng, oleh
Silakan Walini. Dari sini semakin
menguatkan pandangan Donald Trump yang
memang tidak suka dengan imigran. Jadi
makin enggak suka lagi dia dan
menganggap bahwa imigran hanya akan
membahayakan negaranya.
Nah, terus Geng sesaat setelah
terjadinya penembakan tersebut, Donald
Trump itu mengumumkan kalau warga dari
12 negara itu dilarang untuk masuk ke
Amerika. Nah, negara-negara tersebut ada
Afghanistan, Myanmar, Chat, terus ada
Republik Kongo, terus ada Juinea,
Ecuatorial, terus ada Eritrea, Haiti,
Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan juga
Yaman. Warga dari tujuh negara lainnya
juga menghadapi pembatasan yaitu
Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leon, terus
ada Togo, Turkmenistan, dan Venezuela.
Kemudian geng, di bulan Desember
kemarin, pemerintah Amerika kembali
mengumumkan ada daftar negara baru yang
tidak diperbolehkan masuk ke Amerika.
Jumlahnya naik dua kali lipat dari
daftar sebelumnya. Nah, lima negara baru
ini yang warganya dilarang masuk ke
Amerika yaitu Burkina Faso, Mali, Niger,
Sudan Selatan, dan Suriah. Pemerintah
Amerika juga melarang sepenuhnya
perjalanan bagi orang-orang yang
memiliki dokumen perjalanan yang
diterbitkan oleh otoritas Palestina.
Nah, sebanyak 15 negara tambahan itu
dimasukkan ke daftar yang menghadapi
pembatasan, yaitu Angola, Antigua,
Barbudha, Benin, Pantai Gading,
Dominika, Gabon, Gambia, Malawi,
Mauritania, Nigeria, Senegal, Tanzania,
Tonga, Zambia, dan Zimbabwe. Nah,
pembatasan ini berlaku untuk orang-orang
yang ingin melakukan perjalanan ke
Amerika sebagai pengunjung atau
bermigrasi pindah ke sana. Tapi ada
pengecualian bagi orang yang sudah
memiliki visa dan merupakan penduduk sah
atau penduduk tetap di Amerika atau
memiliki kategori visa tertentulah
seperti diplomat atau atlet. Nah, itu
boleh. Dan selain itu, pihak imigrasi
Amerika yang lebih dikenal dengan United
States Citizenship and Immigration
Service atau USCIS
itu mengubah aturan kerja bagi imigran
tertentu dengan memperpendek masa
berlaku dokumen dari 5 tahun menjadi 18
bulan. Tujuannya supaya pemeriksaan
latar belakang itu bisa dilakukan lebih
sering sehingga pemerintah bisa mencegah
penipuan dan mendeteksi orang yang
berpotensi membahayakan keamanan.
Kebijakan ini berlaku untuk beberapa
kelompok seperti pengungsi, pencari
swaka, penerima swaka, serta pemohon
penyesuaian status dan penangguhan
deportasi. Menurut USCIS, langkah ini
diambil untuk menjaga keamanan publik
dan memastikan hanya orang yang aman
yang bisa diizinkan bekerja di Amerika.
Terus kemudian di akhir tahun kemarin,
pemerintah Amerika juga melakukan upaya
lain yaitu mengusir imigran dari negara
mereka dengan menaikkan insentif
keuangan bagi imigran gelap yang tidak
memiliki dokumen yang mendaftar program
deportasi mandiri. Kenaikan insentif itu
dari 1$.000 Amerika menjadi 3.000 yang
setara dengan 50,1 juta per orang. Nah,
program tersebut juga mencakup tiket
pesawat gratis untuk kembali ke negara
asal bagi peserta yang mendaftar melalui
aplikasi yang namanya CBP1 hingga
tanggal 31 Desember 2025. Jadi,
istilahnya itu deportasi mandiri pulang
dengan apa ya? Pulang dengan ee sadar
diri lah gitu, Geng. Nah, jadi dengan
kata lain ya walaupun kita melihat
banyak aksi brutal dari imigrasi Amerika
terhadap warga yang ilegal di sana, ya
sebenarnya pemerintah Amerika sendiri
sudah memberikan solusi agar orang-orang
yang merasa dirinya ilegal bisa balik
duluan lah, langsung cabut aja gitu.
Dikasih kompensasi, dikasih tiket
pesawat, ya mending cabut mandiri
ketimbang ditangkap. Terus, Geng ya aksi
brutal yang dilakukan oleh Agent Ice itu
bukan hanya menimpa Renny tadi aja, tapi
sudah banyak imigran yang menjadi
korban. Sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan mengenai brutalitas
agent ICE terhadap imigran-imigran ini.
Jadi, geng, sekitar bulan Oktober 2025,
ada sebuah video yang memperlihatkan
ketika EEN Ice mendatangi seorang
perempuan di area parkir Walmart di
Shero, Illinoi. Dia diberikan
serangkaian pertanyaan seperti apakah
dia berasal dari sini, dari negara mana?
Apa dia lahir di Amerika? di negara mana
dia lahir. Dan ya dalam narasi yang
beredar ya setidaknya ada dua orang yang
ditahan di saat itu.
Operasi tersebut dilakukan di beberapa
lokasi dan operasi ini tidak menargetkan
orang tertentu dan tidak bertujuan
mencari orang dengan catatan kriminal.
Jadi orang baik pun tetap ditangkap
kalau dia adalah imigran. Nah dikatakan
jika eenent Ice ini menghentikan
orang-orang yang tidak berkulit putih ya
orang Latin sama orang kulit hitam dan
Arab India Asia. Dan hal ini terjadi
setiap hari di Chicago dan sekitarnya.
Meskipun perempuan yang ada di video ini
dinyatakan sebagai warga negara dan
tidak ditahan, tapi banyak yang
memperhatikan peralatan yang melekat di
badan kedua agen ICE tersebut yang
menggunakan face penutup wajah seperti
sedang menindak penjahat. Padahal yang
mereka tanya itu warga sipil biasa yang
enggak pegang senjata. Dan kalau
keperluannya cuma untuk bertanya, kenapa
harus kayak seragamnya heboh banget gitu
ya? Kayak mau mengintimidasi gitu. Hal
yang sama juga terjadi di Kanal Street,
New York, tepatnya di tanggal 21 Oktober
kemarin. Pada saat itu, Geng, ada
seorang e pria kulit hitam, ya, orang
black people yang tubuhnya disudutkan ke
tembok oleh salah satu agen Ice. Nah,
pria itu, Geng, sampai berkali-kali
bilang kalau dia lahir di sini dan
merupakan warga New York. Nah, tapi een
Ice itu enggak melepaskan dia dan malah
bertanya, "Apa kamu lahir di sini?"
katanya. Nah, pria itu jawab lagi, "Iya,
benar, saya lahir di sini." Katanya.
Bahkan dia menyebutkan rumah sakit
tempat dia lahir yaitu di King County
Hospital yang ada di Brooklyn.
Yeah, I'm born here. King County
Hospital, Brookly.
Nah, setelah beberapa saat dia
dipojokkan een Ais yang enggak percaya,
tapi akhirnya pria ini ya dibebaskan.
Tapi karena merasa kesal dipojokin kayak
gitu ya ya gak tahu sebabnya apa dan
tanpa adanya bukti yang jelas gitu dia
jadi mengucapkan kalimat-kalimat
kasarlah ke si Egen Ice itu. Dan terus
pada tanggal 6 November 2025 di daerah
Pittsburg Masakuset itu ada seorang pria
yang mengalami kejang, geng setelah
seorang agen Ice narik-narik dia di
leher ketika dia masih di dalam mobil.
Nah, entah kenapa ya pokoknya ada
sesuatu yang salah lah gara-gara
perlakuan itu sampai kejang. Dan di saat
itu, Geng, dia tuh lagi pegang anaknya,
Geng. Anaknya masih balita. Dan een-agen
Ice ini dilaporkan memasang borgol di
pria tersebut sebelum memasukkan dia
serta anaknya ke dalam ambulans. Kan
aneh banget. Nah, ternyata yang menjadi
target dari een Ice ini justru adalah
istrinya yang saat itu sudah ditangkap
oleh Egen Ice.
Nah, pihak dari Departemen Keamanan
Dalam Negeri Amerika itu bilang kalau
pria tersebut menolak perawatan medis.
Bayangin, Geng. sampai kejang-kejang
karena perlakuan si een Ice tadi. Terus,
Geng, sebelum kejadiannya si Renny yang
ditembak tadi, ya, brutalitas Egen Ice
ini sudah terjadi di Minneapolis di mana
ada Agen Ice yang menekan dan menyeret
seorang wanita yang dilaporkan sedang
mengandung. Nah, wanita tersebut diseret
ke tanah saat operasi penegakan
imigrasi. Menurut saksi mata, een Ice
yang menahan wanita itu dengan wajah
menghadap ke tanah di salju. Sementara
orang-orang yang ada di sekitar itu ya
teriak-teriak sambil ngasih tahu kalau
perempuan itu lagi hamil dan enggak bisa
bernafas akibat perlakuan si een ice.
Nah, beberapa orang sampai lempar-lempar
bola salju ke si een itu karena mereka
protes. Cara penanganannya kok enggak
manusiawi. Dari sini ya kita bisa lihat,
Geng, sejak Donald Trump mengeluarkan
penindakan terhadap imigran, een agen
ICE jadi semakin brutal dan semena-mena
e dalam menginterogasi warga. Padahal
belum tentu mereka adalah imigran ilegal
gitu.
was dragged by the angry crowd threw
snowballs and screamed at the federal
agent. Nah, apalagi ya kalau yang
ditangkap itu benar-benar imigran ilegal
ya. Para agen ice ini enggak segan-segan
menindak secara brutal. Nah, oleh karena
itu sudah banyak yang bersuara terkait
brutalitas yang dilakukan oleh para
agent ICE ini. Bahkan geng, kartel
Mexico secara terang-terangan melakukan
atau membuat sayembara siapa saja yang
bisa menghabisi Agent Ice bakal
diberikan uang sebesar.000
Amerika. Gila enggak lu? Nah, belum
terkonfirmasi memang ya apakah berita
ini real atau cuma pancingan buat
manas-manasin doang karena ya kartel
yang dimaksud ini belum ketahuan namanya
yang mana. Nah, tapi kalau sampai benar
maka kita bakal melihat adanya perang
antara kartel dengan pemerintah Amerika
yang disebabkan oleh brutalitas dari Ice
di bawah pemerintahan Donald Trump. Nah,
tapi ada anehnya nih, Geng. Agen Ice
yang ditugaskan untuk mencari imigran ya
kan mereka pakai masker enggak kelihatan
wajahnya. Ternyata mereka sendiri gak
asli orang Amerika juga loh, Geng. Ada
juga yang imigran. Aneh banget ya. Jadi
badan milik negara yang bertugas untuk
menahan imigran, tapi anggotanya adalah
imigran. Nih, kalian bisa lihat di video
yang satu ini.
He, you touch me.
I didn't touch.
Touch me. Touch me.
It's all on camera.
You touch me.
It's all on camera. It's all on camera.
You touch me.
It's all on camera.
Di video itu kita bisa lihat ya kalau
eennya adalah orang kulit hitam yang
aksennya atau logatnya kental dengan
logat Afrika. Apakah Ice juga sebenarnya
merekrut imigran untuk menindak imigran
atau gimana nih? Ini aneh banget, Geng.
Makanya enggak masuk akal aja gitu.
Nah, jadi itu dia ya, Geng, pembahasan
kita kali ini, ya mengenai kekacauan
yang saat ini terjadi di Amerika. Karena
Donald Trump berambisi ingin
membersihkan Amerika dari para imigran.
Gimana tuh, Geng, menurut kalian? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:25 UTC
Categories
Manage