AMERICA CHAOS! IMMIGRANT CLEANING DOWN TO THE DOOR!! 🔥
0xSk9wXXv5k • 2026-01-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Mobilnya Renny tiba-tiba bergerak sedikit ke depan ketika BK dan si petugas tadi berada di belakang mobil. Lalu mobil itu berhenti lagi kayak cuma keinjak gas gitu loh, Geng. Oke, back to the lab, geng-geng kamar semua ya. Hari ini kita bakal membahas pemberitaan yang asyik-asyik dan seru-seru. Yang pastinya buat kalian-kalian semua, teman-teman yang sedang main saham, main kripto, main mata uang, valuta, asing, emas, dan lain-lain, pokoknya segala investasi ya, boleh banget nih sekali-kali kalian intip pemberitaan yang terjadi di dunia ini alias geopolitik-geopolitik yang terjadi di muka bumi ini di kamar jeri supaya kalian tahu ya, bisa menerka-nerka kira-kira kalian mm ke depannya bakal rungkat atau bakal untung gitu ya. Jadi hari ini gua pengin membahas lagi nih negeri pamansam ya, negeri Amerika Serikat yang sekarang dipimpin oleh Donald Trump yang mana kata para pembenci-pembenci kamar Jerry yang komennya biasanya gini, "Lu kalau enggak ada Amerika kagak jadi apa-apa lu." gitu. Karena menurut mereka Google YouTube adalah milik Amerika. Benar banget. Nah, jadi video kali ini kita bakal membahas mengenai Amerika yang kabarnya saat ini sedang berambisi ingin menguasai dunia ya, yang mana gua sempat m-mention atau membahas mengenai visi misi Amerika yang saat ini ya benar-benar gila banget ya. Presiden Venezuela ditangkap sama dia. Greenland pengen dicaplok. Cuba, Mexico udah mulai diintip-intip juga. Dan yang terbaru, kapal tanker Rusia kabarnya juga disita atau ditangkap oleh Amerika. Nah, kali ini kita tidak akan membahas persoalan bagaimana Amerika ngerecokin negara lain, enggak. Tapi justru kita akan membahas apa yang terjadi di dalam negeri Amerika sendiri. Yaitu ada sebuah fenomena yang terus lewat berseleweran di timeline Instagram dan juga TikTok. Ya, mungkin bagi orang-orang yang eh benar-benar Amerika banget bakal bilang itu hoa atau apalah. Nah, tapi gua sudah mencoba mengkonfirmasi dari beberapa teman-teman gua yang ada di Amerika, kejadian ini benar nyata adanya. yaitu di Amerika sekarang ada fenomena agen yang disingkat dengan Ice. Dengan kata lain, mereka ini orang imigrasi gitu ya. Orang imigrasi Amerika yang mana mereka turun ke jalan bahkan sampai ke dalam-dalam rumah warga untuk mencari imigran-imigran. Agak aneh ya. Padahal kalau kita berbicara soal kewarganegaraan, Amerika itu kan isinya emang imigran semua. Bangsa aslinya ya suku Astek gitu. Bahkan kulit putih Donald Trump aja yang memberlakukan razia terhadap imigran ini. Dia sendiri sebenarnya imigran ya kan. Dia orang Eropa aslinya bukan orang Amerika. Orang Amerika itu orang suku Astek yang disebut dengan Indian gitu. Nah, tapi itulah yang terjadi sekarang. Insiden ini atau eh aturan yang dibuat oleh Donald Trump ini untuk menjemput paksa para imigran ya. Ini benar-benar aneh banget, Geng. Kalau kalian lihat udah kayak nonton film Ps Anarky. Kalian tahu enggak Purch Anarchy? Tahu enggak nih? Film ini nih mirip banget kayak gitu, Geng. Nih. Kalau kalian enggak percaya, kalian lihat video-videonya. Purish reddish here. Agent walking up. Jadi benar-benar kayak orang lagi berangkat kerja, orang lagi mau sekolah, ada yang lagi bertugas ditangkepin karena kulitnya dilihat terlalu latin atau mungkin dia orang kulit hitam atau dia India atau dia Asia. atau dia Arab pokoknya selain kulit putih. Dan di dalam aksi tersebut ternyata terjadi sebuah insiden penembakan terhadap seorang imigran yang dilakukan oleh een agen ICE ini. Lembaga ICE atau singkatan dari immigration and Customs Enforcement ini ya ini adalah lembaga yang memang bertanggung jawab untuk menangani para imigran yang ada di Amerika. Nah bayangin geng pihak imigrasi mereka dengan berani ng-edoor imigran. Wah, dan aksi ini ya begitu menggemparkan saat ini dan banyak orang yang memprotes aksi brutal tersebut dan ya di Amerika sekarang lagi ada unjuk rasa atau demo. Nah, kecaman ini semakin menjadi-jadi ketika adanya kabar bahwa eh kartel narkoboy dari Meksiko dari pokoknya negara latin sana tiba-tiba mengeluarkan pernyataan bahwa mereka memberikan hadiah kepada siapa saja yang bisa menghabisi atau mengeksekusi atau membawa kepala si Ice yang melakukan tindakan anarkis tersebut yang ngedor seorang imigran perempuan tadi. Dan terungkap juga, Geng, bahwa sebenarnya Egen Ice yang ng-edoor imigran, dia sendiri nikah sama perempuan imigran. Nah, ini kan ironi banget ya. Dia ngghabisi nyawa seorang imigran. Padahal dia sendiri punya istri seorang imigran. Dan masih banyak lagi, ada juga beberapa kejadian yang konyol-konyol, yaitu salah satunya adalah agen ice-nya sendiri ternyata ada yang imigran. dari logatnya itu bukan logat Amerika native gitu loh. Bukan native American gitu loh. Jadi kayak bahasa orang-orang Afrika sana. Orang Afrika ngomong Inggris tahu enggak sih? Nah, ini benar-benar enggak masuk akal. Dan kalau kalian lihat semua een-agentnya itu turun ke jalan itu pakai masker. Mereka takut memperlihatkan wajah mereka karena mereka takut viral dan ditandain gitu. Jadi semuanya turun ke jalan melaksanakan tugas mereka sambil menutup muka. Sekarang kita bahas nih, Geng, tentang fenomena yang cukup aneh menurut gua ini, ya. Benar-benar kayak gak manusiawi gitu. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry, [musik] Genggeng. Beli iPhone baru yang kapasitasnya paling kecil dan murah enggak masalah. Tinggal tambahin SSD supaya kapasitasnya jadi lebih besar. Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang tadinya cuma 256 gig, sekarang malah jadi 756 gig. Bikin video cinematick ataupun foto, udah enggak khawatir lagi memori bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan datanya juga cepat banget. Nih, kita bandingin pemindahan data pakai SSD dengan pemindahan data pakai airdrop. Cepat banget, kan? SSD yang gua pakai ini harganya juga murah banget terjangkau daripada kalian beli iPhone versi terbaru dengan harga yang mahal. Hanya karena perbedaan kapasitas memori yang mendingan beli yang paling murah ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone kalian jadi berkapasitas [musik] besar. Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau langsung aja check out linknya udah ada di bawah. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu kasus yang paling menggemparkan yang membuat fenomena ini jadi viral. Yaitu detik-detik ketika Egen Ice ng-edoor seorang imigran hingga kehilangan nyawa. Jadi insiden ini, Geng, terjadi di Mineapolis Selatan tepat pada hari Rabu pagi tanggal 7 Januari 2026 waktu setempat. Kalau di Indonesia ya kejadiannya itu terjadi di malam hari. Jadi kita mundur sedikit ke beberapa saat sebelum peristiwa itu terjadi. Petugas penegak hukum federal itu sedang melakukan operasi penegakan hukum di Minneapolis. Ya, kenapa ada agen ICE di sana? Dikarenakan ada unjuk rasa di sana dan beberapa tempat lainnya juga. Hal ini disebabkan karena Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengumumkan kalau mereka meningkatkan aktivitas penegakan imigrasi di wilayah Minneapolis. Cuma, Geng, ketika itu kendaraan mereka itu tersangkut oleh salju sehingga enggak bisa bergerak. Dan para een ICE ini kemudian meminta bantuan untuk menarik kendaraan tersebut. Tapi para pengunjuk rasa datang dan justru menghalangi mereka untuk pergi dari lokasi. Ya, kemungkinan besar een ICE itu mau balik ke kantor lah untuk melakukan operasi lain. Nah, sebab mereka ini baru aja menyelesaikan sebuah operasi sebelumnya. Ada keterangan dari warga setempat yang menyebutkan kalau beberapa tetangga mengawasi situasi saat para siswa sedang diantar ke sekolah karena beredar laporan mengenai aktivitas ICE di lingkungan tersebut. Jadi mereka kayak ketakutan gitu loh. Karena AC ini enggak main-main. Kalau nangkap orang langsung dideportasi gitu, Geng. Langsung ditangkap di penjara lah baru dikirim ke negara asal. Terus selanjutnya nih, Geng singkat ceritanya di jam 0935 pagi waktu setempat 2 menit sebelum insiden terjadi ada seorang imigran yang bernama Renny Nicoleg yang mengandarai mobil jenis Honda Pilot. Dia itu berhenti dengan posisi miring di Portline Avenue. Jendela depan di sebelah penumpangnya itu tertutup, sementara jendela belakangnya sebagian besar terbuka. Beberapa detik kemudian, setidaknya ya ada tiga petugas federal yang memakai masker terlihat berjalan ke arah mobil milik Renny ini. Dan ada suara dari orang-orang yang berada di sekitar sana terdengar bersiul serta berteriak kepada para petugas. Dari keterangan lain ya disebutkan pada saat itu Renny ini ternyata enggak sendiri. Dia lagi dengan pasangan wanitanya, lagi ada pacarnya gitu. Namanya itu adalah BK Good G. Nah, kayaknya tuh mereka nih apa ya? Maaf nih ya. lagi bett gitulah ya, pasangan sesama jenis gitu. BK ini ee bilang kalau dia dan Renny ini berhenti karena mau memberikan dukungan kepada tetangga mereka yang ada di sana karena kondisi Minneapolis itu sedang mencekam. Jadi dia mau ngasih support gitulah. BK ini sendiri di belakang mobil dia itu mempertanyakan tindakan dari seorang een tiba-tiba menghampiri mereka. Ada apa gitu dia nanya. BK dan si een tersebut tiba-tiba ya saling ngerekam satu sama lain menggunakan handphone masing-masing. Jadi kayak pengin sama-sama ngviralin harus ada bukti gitu di saat mereka itu berdebat gitu. Terus geng mobilnya Renny tiba-tiba bergerak sedikit ke depan ketika BK dan si petugas tadi berada di belakang mobil lalu mobil itu berhenti lagi kayak cuma keinjak gas gitu loh, Geng. Setelah itu, petugas ini berjalan ke sisi kanan mobil yang mana itu adalah sisi tempat duduk penumpang dan dia berdiri di bagian depan mobil. Sesaat kemudian, tiba-tiba ada sebuah mobil Ford Explore dengan plat asal California yang sebelumnya berada di sisi Portland Avenue. Keluarlah dia dan dia masuk ke jalan utama. Jendela depan di sisi pengemudi di mobil milik si Reni tadi itu kan terbuka. Nah, Renny ini terlihat memberikan isyarat supaya mobil Ford tersebut melintas di depan mobilnya dia. Lalu mobil Ford itu menuruti isyarat yang diberikan oleh si Renny. Setelah Ford itu lewat, Renny masih terus melambaikan tangan ke kiri dan ke kanan. Pada saat yang sama, dua petugas lain datang menggunakan mobil pick up yaitu Nissan Titan tanpa tanda-tanda apapun ya dengan lampu merah biru yang menyala kemudian dia berhenti di tengah jalan. Dari dalam mobil pickup tersebut keluarlah dua orang agen yang turun dan mendekati mobilnya Renny tadi. Mereka memerintahkan Renny untuk keluar dari dalam mobil. Nah, saat para agen ini mendekat, mobil milik Renny tiba-tiba mundur. Petugas yang keluar dari sisi pengemudi mobil Nissan itu meletakkan tangan kirinya di bagian bawah jendela depan sisi pengemudi dari mobilnya Renny dan tangan kanannya memegang gagang pintu. Seolah-olah dia itu mau nyoba buat buka paksa itu pintu mobil. Dan di saat itu mobil Renny kembali mundur beberapa meter dan roda depan mobilnya mengarah ke kiri ketika bergerak mundur. Egen yang tadi berjalan di belakang mobil Renny kemudian bergeser tuh ke sisi kanan mobil sehingga dia berdiri di bagian kiri depan mobil. Dan pada saat mobilnya Renny bergerak maju, roda-roda mobil itu berbelok ke arah kanan sehingga menjauhi posisi een yang berdiri di sana. Nah, ketika itulah een yang berdiri di bagian kiri depan tadi tiba-tiba mengeluarkan doornya ya dan dia langsung ng-edoor si Renny ini dan di sana orang kaget semua. Nah, dikatakan een agen tersebut melepaskan tiga kali peluru. Nah, setelah dia ng-edoor mobil tersebut ya, mobilnya Reny ini sempat maju beberapa meter ya, kayak orang mau kabur gitu sampai pada akhirnya menabrak mobil yang terparkir di depannya. di saat itu tuh kayak ya udah kayaknya udah meninggoi gitu akibat dior. Beberapa menit setelah Renny ini didoor, dia tetap berada di dalam mobil dan para saksi mata yang ada di sana memohon-mohon dan berteriak-teriak kepada sijen Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika itu untuk mengizinkan mereka memeriksa si Reni ini. Nah, salah satunya adalah ada e warga dia itu laki-laki. Dia adalah seorang dokter. dia mau periksa kondisi Renny yang sudah didoor oleh si een tadi. Nah, cuma para een menolak, Geng, dengan mengatakan kalau mereka memiliki petugas medis sendiri dan personel dari emergency medical service atau IMS yang mana sudah mereka telepon dan sedang dalam perjalanan. Pada jam 093 pagi waktu setempat, petugas kebakaran mulai berdatangan. Lebih dari 6 menit setelah kejadian di dooror tersebut, ya petugas IMS ini akhirnya tiba di lokasi. Petugas akhirnya menarik tubuh Reni dari dalam mobil. Dan para pemadam kebakaran juga datang ke sana dan berusaha memberikan pertolongan kepada Renny. Dan Renny akhirnya dibawa ke sudut Portlandine Avenue dan 34 Street di mana petugas memberikan pertolongan CPR kepada dia. Dan sekitar 7 menit kemudian, Renny ini dibawa masuk ke dalam ambulans. Selanjutnya dia dilarikan ke Henepin County Medical Center dan dia pun dinyatakan meninggal dunia di saat itu. Dan video dari insiden mengerikan tersebut viral di media sosial, Geng. Aksi dari Agen Ice yang ng-edor masyarakat ini langsung menuai kecaman dari publik sekaligus dewan kota Minneapolis. Ya, di situ orang enggak habis pikir kok bisa-bisanya petugas imigrasi ngabisin nyawa orang. Nah, Dewan Kota menyebutkan kalau mereka menuntut keadilan atas kejadian tersebut. Nah, banyak orang geng yang menggelar aksi bergabung atas kejadian itu dengan membuat poster, menyertakan wajah dari sireninya, sekaligus menuntut supaya penyelidikan segera dilakukan untuk menghukum si pelaku. Nah, enggak cuma itu, Geng. Walikota Minneapolis yang bernama Jacob Fre itu mengecam keras apa yang dilakukan oleh Ice alias pihak imigrasi Amerika ini. Dan dia bilang kepada para petugas ICE untuk segera keluar dari kota tersebut. Sebab kehadiran een di sana justru menimbulkan kekacauan dan tidak membantu di dalam keselamatan masyarakat. Nah, mereka itu kayak cuma fokus ngusir-ngusirin para imigran, tapi enggak mikirin keselamatan masyarakat. Dan yang bikin sedihnya lagi nih, Geng, dari keterangan mantan suaminya si korban, mantan suaminya si Reni tadi yang enggak mau disebutkanlah identitasnya ya. Dia bilang kalau Reni dan pasangan barunya itu yang pasangan sesama jenisnya itu baru aja ngantar anaknya yang masih berusia 6 tahun ke sekolah dan dia sedang mengemudi pulang ketika bertemu dengan para een IC ini. Dia mau pulang ke rumah. Nah, Renny sendiri itu enggak punya catatan kriminal apapun ya. Selain ditilang doang melanggar lalu lintas, selebihnya itu dia enggak pernah berurusan dengan polisi atau ya kasus-kasus kriminal. Dan Renny juga bukan seorang aktivis serta dia gak pernah berpartisipasi di dalam protes apapun. Dia cuma seorang penganut Kristen, taat dan suka nyanyi dan ikut di dalam paduan suara di sekolah menengah serta mempelajari pertunjukan vokal di perguruan tinggi. Intinya orang-orang biasa benar-benar warga biasa gitu. Jadi enggak tahu alasannya kenapa si tersebut justru menghabisi nyawa Reni dengan begitu kejam. Namun geng, atas kejadian ini, pihak pemerintahan Donald Trump malah membela diri dengan menyalahkan si korban yang dihabisi oleh agen Ice ini. Di saat itu, Donald Trump menyebutkan kalau korban yang bernama Renny ini memang dengan kejam menabrak Agent Ice. Walaupun dari video yang beredar, justru pernyataan Trump itu enggak ada gitu. Bertentangan dengan fakta yang terjadi, enggak ada video yang memperlihatkan kalau si korban nabrak Agen Ice. Terus enggak cuma Donald Trump. JD Fin selaku wakilnya dia juga malah menyalahkan penembakan tersebut terhadap kelompok sayap kiri Demokrat, media, dan si korbannya sendiri. Nah, padahal ya penyelidikan terkait kasus ini tuh masih berlangsung. Nah, di sisi lain Vens ini juga arogannya minta ampun, Geng. Dia ya bilang dia gak khawatir memberikan kesimpulan tersebut karena menurut dia R si korban adalah orang yang salah karena mempercepat laju mobil katanya terlalu kencang dan dia mencoba menabrak agen Ice tersebut. Nah, Vens ini juga menuding kalau para jurnalis yang apa ya menggiring opini di media-media dengan menggambarkan si korban yaitu Renny sebagai orang yang tidak bersalah di dalam kasus ini. Dan para pejabat Amerika menolak klaim bahwa langkah Donald Trump untuk mengerahkan petugas imigrasi di kota-kota untuk menangkap para imigran itu adalah tindakan yang provokatif menurut mereka. Itu udah benar katanya. Nah, jadi di dalam kejadian ini udah ada nyawa yang terenggut tapi mereka masih membela diri. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan yang mana kabarnya Agent Ice yang menghabisi nyawa Renny itu sudah diketahui identitas aslinya. Walaupun dia pakai masker, walaupun dia nutup mukanya, tapi sekarang identitas aslinya udah ketahuan. kita bahas. Jadi, Geng, dikatakan kalau Agent Ice yang melakukan aksi penghilangan nyawa terhadap Ren tadi itu namanya adalah Jonathan Rose. Nah, usianya itu adalah 43 tahun dan disebut-sebut oleh pejabat federal sebagai petugas berpengalaman dengan lebih dari 10 tahun pengalaman bekerja di Ice. Nah, jadi geng informasinya dia ini bisa bocor gara-gara Ros ini ternyata pernah kecelakaan. Dia itu pernah keseret terus sampai luka yang disebabkan oleh seorang pengemudi asal Guatemala namanya itu Roberto Carlos Munos. Nah, dia melarikan diri kejadiannya di tahun 2025 kemarin. Nah, gara-gara kejadian itu, identitas dari Jonathan Ross ini bisa kebongkar akibat dari kasus viral ini. Mungkin relate juga ya, Geng. karena dia pernah mengalami insiden yang disebabkan oleh si Roberto Carlos tadi yang mungkin di kejadian yang 2026 ini dia itu panik kali ya atau trauma gitu makanya langsung mengeluarkan senjata. Tapi masih belum jelas nih Geng si Ross ini kerjanya itu atau tugasnya itu ke mana. Tapi dari track record-nya ternyata dia ini pernah jadi tentara. Dia pernah ditugaskan ke Irak selama 1 tahun pada akhir tahun 2004 dengan kompi markas yaitu batalyon sinyal ke-138. Jadi, ya mantan veteran perang ternyata ya. Kita enggak heran ya, ternyata dia enggak takut menghabisi nyawa orang karena memang pengalamannya kayak gitu. Dan pada saat kejadian Rose ini tergabung di dalam kelompok een federal di dalam operasi penertiban Minneapolis Selatan. Nah, wajah Ross ini akhirnya beredar di media sosial dan saat ini para penyelidik sedang berupaya mengidentifikasi dia. Dan yang pastinya Rose ini enggak bisa ke mana-mana, Geng. Dia diincer oleh banyak orang. Salah satunya adalah para kartel-kartel yang menghargai kepala dia. Kalau ada yang bisa menemukan dia, ya bakal dihabisi. Ketika itu, ya di saat namanya Ross ini mulai viral, tapi pihak Ice menolak untuk memverifikasi namanya si Royce ini ketika dihubungi untuk dimintai komentar mengenai berita tersebut. Dari keterangan Trisia Mclauglin selaku asisten sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri, Ros ini bertindak sesuai dengan pelatihan yang dia terima katanya. dan Ross itu terpilih menjadi tim respons khusus ICE yang mana dia berposisi sebagai penembak jitu. Nah, Mclin itu mengklaim kalau para agen sudah mengalami peningkatan besar di dalam serangan dan ancaman pengeksekusian ketika mereka menjalankan tugas. Dia justru menyalahkan media Star Tribun katanya karena Star Tribun ini dianggap mempublikasikan nama Rose. Nah, dan dia juga bilang media tersebut harusnya malu. Jangan kayak gitu ya. dan ada baiknya ditarik narasinya, jangan asal tuduh katanya. Nah, tapi walaupun di sisi lain pejabat federal sendiri sudah memberikan detail terkait ROS ini. Jadi di pemerintahan Amerika nih ada beberapa kubu nih. Ada kubu yang memang membiarkan nama Ros ini viral. Ada juga kubu yang tidak mau memviralkan Rose ini. Jadi kayak dilindungi gitu, Geng. Beberapa ahli itu menyebutkan aksi yang dilakukan oleh Rose ini yang menghabisi nyawa Renny itu adalah tindakan yang buruk katanya. Karena biasanya menembak kendaraan yang bergerak itu enggak dianjurkan di dalam pelatihan kepolisian karena itu berbahaya dan jarang sekali efektif. Namanya juga mobilnya gerak gitu kalauk-kalau kena. Kalau misalkan pelurunya nyasar gimana? Ahli lain bilang een yang menembak mungkin benar-benar merasa kalau nyawanya terancam. Jadi kayak udah enggak ada pilihan lain, ya udah keluarin senjata aja. Nah, tapi geng mereka juga menekankan kalau kebanyakan departemen polisi melarang penembakan kendaraan yang sedang bergerak. Nah, karena tembakan seperti itu jarang sekali menghentikan mobil. Yang ada bisa membahayakan orang di sekitar. Nah, tapi meskipun ini masih spekulasi ya, udah banyak yang percaya kalau een agen yang melakukan aksi e penembakan terhadap R ini adalah si Rose tadi. Nah, namun Geng, ada isu terkait Rose ini yang dikatakan kalau dia memiliki seorang istri yang berasal dari Filipina dan saat ini sudah menjadi warga negara Amerika. Ya, cuma keluarga dari istrinya tersebut enggak tinggal di Amerika melainkan masih di Filipina. orang tua dari istrinya itu bekerja sebagai dokter di sana. Dan isu ini membuat orang semakin marah. Kok bisa orang yang istrinya juga seorang imigran malah tega menghabisi nyawa imigran lain. Ayah Rose yang bernama Ed Rose itu bilang kalau anaknya adalah seorang Kristen konservatif yang taat, seorang ayah dan juga suami yang luar biasa menurut ayahnya si Ros ya. ya. Nah, bahkan Ed menyebut kalau dia bangga terhadap si Rose ini. Dan Ed juga mengatakan kalau menantunya alias istri si Rose itu memang sudah jadi warga negara Amerika. Namun dia tidak mau menyebutkan berapa lama istrinya sudah tinggal di Amerika. Ed secara terbuka membela tindakan anaknya dengan mengatakan kalau ya dia yakin Rose alias Jonathan Rose itu tidak akan dikenai tuntutan pidana. Dan Jonathan Rose ini bertindak karena membela diri. Ya namanya ayah ya pas dibela anaknya. Tapi nyawa orang lain mau gimana ya, Geng? Nah, sampai saat gua syuting ini, Geng, belum ada laporan terkait ROS yang ditangkap. Jadi, penyelidikan masih terus berlangsung dan orang-orang sedang mencari lokasinya si Rose ini. Jadi, kita tunggu aja, Geng, ya. Apakah benar orang yang menembak Renny ini adalah Rose atau bukan? Yang sampai saat ini masih jadi pertanyaannya adalah apa sih yang sebenarnya terjadi di Amerika saat ini? Kok bisa ada agent ICE di Minneapolis? Kok bisa ada imigrasi yang benar-benar tersebar mencari orang-orang yang dianggap ilegal di sana? Apa yang sedang dilakukan oleh Presiden Trump dengan mengerahkan ICE di sana? Sekarang kita bahas. Jadi, Gengs, sebelum insiden ini terjadi, Donald Trump itu sudah mengerahkan tambahan 2000 federal ke wilayah Minneapolis dalam beberapa minggu terakhir. Pengerahan een agen ICE yang dimulai di awal tahun ini adalah salah satu pengerahan personel Departemen Keamanan Dalam Negeri terbesar di sebuah kota di Amerika dalam beberapa tahun terakhir. Dan sejak akhir tahun 2025, imigrasi Amerika itu mengincar orang-orang Minneapolis yang sudah menerima perintah deportasi, termasuk anggota komunitas Somalia di kota tersebut. Komunitas Somalia itu sering sekali diejek oleh Donald Trump dengan istilah sampah, Geng. Bayangin tuh presiden mengejek orang yang ada di negaranya. Donald Trump secara terang-terangan menyebutkan kalau dia tidak menginginkan mereka di Amerika. Karena jujur aja ya, bagi dia Somalia adalah negara yang tidak baik karena suatu alasan yaitu katanya negaranya bau. Dan Donald Trump kemudian mempertegas pernyataan tersebut ya setelah sebuah video di YouTube oleh seorang kreator konten konservatif menuduh pusat penitipan anak yang dikelola oleh warga Somalia itu melakukan penipuan. Nah, Donald Trump sempat menulis di trut sosialnya pada bulan Desember dengan kata usir mereka dari sini. Donald Trump juga menahan dana daycare federal untuk negara bagian Minnesota sebagai tanggapan hal itu, pemerintahan Donald Trump juga sudah mengirimkan agen Ice ke kota-kota lain. Semuanya adalah bagian dari penindakan luas terhadap apa yang mereka sebut sebagai imigrasi ilegal di Amerika. Nah, terus kemudian ada insiden yang memperparah citra imigran di mata Donald Trump geng. Sekitar bulan Desember lalu, ada seorang tersangka asal Afghanistan yang didakwa karena melakukan eksekusi terhadap dua orang personil tentara Garda Nasional. Kejadian ini terjadi di tanggal 26 Juli tahun 2025 yang mana imigran tersebut bernama Rahmanullah Lakanwal. Dia sebelumnya bekerja dengan CIA di Afghanistan dan dia melarikan diri ke Amerika setelah Taliban menggulingkan pemerintahan sipil pada tahun 2021. Amerika pada saat itu mengizinkan silakanwall ini masuk ke Amerika karena pejabat Amerika khawatir orang-orang yang kayak dia ya yang mana dia kan berkhianat tuh sama negaranya sendiri dan membantu Amerika ketika beroperasi di Afghanistan. Nah, dia pasti bakal jadi sasaran Taliban karena koneksinya dia dengan Amerika. Permohonan swaka Lakanwal sudah dikabulkan pada awal tahun 2025 dan selama dia menatap di Amerika dia itu tinggal di daerah Bellingham. Nah, negara bagian Washington. Dia di sana tinggal dengan istri dan lima orang anaknya. Dan entah kenapa tiba-tiba ya dia menghabisi nyawa orang pas di Amerika. Entah ya mungkin ada kena mental atau gimana gitu. Dan di saat kejadian itu dia sempat berteriak Allahu Akbar sebelum akhirnya dia melakukan aksi door dan mengisi ulang senjata setelah seorang anggota Garda Nasional itu melakukan penembakan balik ke dia. Saksi mata pada saat itu mendengar beberapa kali lotusan senjata api dan kurang lebih sebanyak lima kali tembakan. Dan sesaat setelah mendengar tembakan itu, semua orang yang berada di sekitar sana langsung berlarian menyelamatkan diri. Di dalam kejadian tersebut ada seorang anggota garda nasional yang bernama Sarah Beckstrom berusia 20 tahun yang meninggal dunia akibat luka-luka. Sementara petugas lain yaitu Andrew Wolf yang berusia 24 tahun itu mengalami luka kritis dan masih dirawat di rumah sakit. Nah, keduanya sedang menjalankan tugas di Washington DC dari West Virginia. Mereka berdua didor di bagian kepala, Geng, oleh Silakan Walini. Dari sini semakin menguatkan pandangan Donald Trump yang memang tidak suka dengan imigran. Jadi makin enggak suka lagi dia dan menganggap bahwa imigran hanya akan membahayakan negaranya. Nah, terus Geng sesaat setelah terjadinya penembakan tersebut, Donald Trump itu mengumumkan kalau warga dari 12 negara itu dilarang untuk masuk ke Amerika. Nah, negara-negara tersebut ada Afghanistan, Myanmar, Chat, terus ada Republik Kongo, terus ada Juinea, Ecuatorial, terus ada Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan juga Yaman. Warga dari tujuh negara lainnya juga menghadapi pembatasan yaitu Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leon, terus ada Togo, Turkmenistan, dan Venezuela. Kemudian geng, di bulan Desember kemarin, pemerintah Amerika kembali mengumumkan ada daftar negara baru yang tidak diperbolehkan masuk ke Amerika. Jumlahnya naik dua kali lipat dari daftar sebelumnya. Nah, lima negara baru ini yang warganya dilarang masuk ke Amerika yaitu Burkina Faso, Mali, Niger, Sudan Selatan, dan Suriah. Pemerintah Amerika juga melarang sepenuhnya perjalanan bagi orang-orang yang memiliki dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh otoritas Palestina. Nah, sebanyak 15 negara tambahan itu dimasukkan ke daftar yang menghadapi pembatasan, yaitu Angola, Antigua, Barbudha, Benin, Pantai Gading, Dominika, Gabon, Gambia, Malawi, Mauritania, Nigeria, Senegal, Tanzania, Tonga, Zambia, dan Zimbabwe. Nah, pembatasan ini berlaku untuk orang-orang yang ingin melakukan perjalanan ke Amerika sebagai pengunjung atau bermigrasi pindah ke sana. Tapi ada pengecualian bagi orang yang sudah memiliki visa dan merupakan penduduk sah atau penduduk tetap di Amerika atau memiliki kategori visa tertentulah seperti diplomat atau atlet. Nah, itu boleh. Dan selain itu, pihak imigrasi Amerika yang lebih dikenal dengan United States Citizenship and Immigration Service atau USCIS itu mengubah aturan kerja bagi imigran tertentu dengan memperpendek masa berlaku dokumen dari 5 tahun menjadi 18 bulan. Tujuannya supaya pemeriksaan latar belakang itu bisa dilakukan lebih sering sehingga pemerintah bisa mencegah penipuan dan mendeteksi orang yang berpotensi membahayakan keamanan. Kebijakan ini berlaku untuk beberapa kelompok seperti pengungsi, pencari swaka, penerima swaka, serta pemohon penyesuaian status dan penangguhan deportasi. Menurut USCIS, langkah ini diambil untuk menjaga keamanan publik dan memastikan hanya orang yang aman yang bisa diizinkan bekerja di Amerika. Terus kemudian di akhir tahun kemarin, pemerintah Amerika juga melakukan upaya lain yaitu mengusir imigran dari negara mereka dengan menaikkan insentif keuangan bagi imigran gelap yang tidak memiliki dokumen yang mendaftar program deportasi mandiri. Kenaikan insentif itu dari 1$.000 Amerika menjadi 3.000 yang setara dengan 50,1 juta per orang. Nah, program tersebut juga mencakup tiket pesawat gratis untuk kembali ke negara asal bagi peserta yang mendaftar melalui aplikasi yang namanya CBP1 hingga tanggal 31 Desember 2025. Jadi, istilahnya itu deportasi mandiri pulang dengan apa ya? Pulang dengan ee sadar diri lah gitu, Geng. Nah, jadi dengan kata lain ya walaupun kita melihat banyak aksi brutal dari imigrasi Amerika terhadap warga yang ilegal di sana, ya sebenarnya pemerintah Amerika sendiri sudah memberikan solusi agar orang-orang yang merasa dirinya ilegal bisa balik duluan lah, langsung cabut aja gitu. Dikasih kompensasi, dikasih tiket pesawat, ya mending cabut mandiri ketimbang ditangkap. Terus, Geng ya aksi brutal yang dilakukan oleh Agent Ice itu bukan hanya menimpa Renny tadi aja, tapi sudah banyak imigran yang menjadi korban. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai brutalitas agent ICE terhadap imigran-imigran ini. Jadi, geng, sekitar bulan Oktober 2025, ada sebuah video yang memperlihatkan ketika EEN Ice mendatangi seorang perempuan di area parkir Walmart di Shero, Illinoi. Dia diberikan serangkaian pertanyaan seperti apakah dia berasal dari sini, dari negara mana? Apa dia lahir di Amerika? di negara mana dia lahir. Dan ya dalam narasi yang beredar ya setidaknya ada dua orang yang ditahan di saat itu. Operasi tersebut dilakukan di beberapa lokasi dan operasi ini tidak menargetkan orang tertentu dan tidak bertujuan mencari orang dengan catatan kriminal. Jadi orang baik pun tetap ditangkap kalau dia adalah imigran. Nah dikatakan jika eenent Ice ini menghentikan orang-orang yang tidak berkulit putih ya orang Latin sama orang kulit hitam dan Arab India Asia. Dan hal ini terjadi setiap hari di Chicago dan sekitarnya. Meskipun perempuan yang ada di video ini dinyatakan sebagai warga negara dan tidak ditahan, tapi banyak yang memperhatikan peralatan yang melekat di badan kedua agen ICE tersebut yang menggunakan face penutup wajah seperti sedang menindak penjahat. Padahal yang mereka tanya itu warga sipil biasa yang enggak pegang senjata. Dan kalau keperluannya cuma untuk bertanya, kenapa harus kayak seragamnya heboh banget gitu ya? Kayak mau mengintimidasi gitu. Hal yang sama juga terjadi di Kanal Street, New York, tepatnya di tanggal 21 Oktober kemarin. Pada saat itu, Geng, ada seorang e pria kulit hitam, ya, orang black people yang tubuhnya disudutkan ke tembok oleh salah satu agen Ice. Nah, pria itu, Geng, sampai berkali-kali bilang kalau dia lahir di sini dan merupakan warga New York. Nah, tapi een Ice itu enggak melepaskan dia dan malah bertanya, "Apa kamu lahir di sini?" katanya. Nah, pria itu jawab lagi, "Iya, benar, saya lahir di sini." Katanya. Bahkan dia menyebutkan rumah sakit tempat dia lahir yaitu di King County Hospital yang ada di Brooklyn. Yeah, I'm born here. King County Hospital, Brookly. Nah, setelah beberapa saat dia dipojokkan een Ais yang enggak percaya, tapi akhirnya pria ini ya dibebaskan. Tapi karena merasa kesal dipojokin kayak gitu ya ya gak tahu sebabnya apa dan tanpa adanya bukti yang jelas gitu dia jadi mengucapkan kalimat-kalimat kasarlah ke si Egen Ice itu. Dan terus pada tanggal 6 November 2025 di daerah Pittsburg Masakuset itu ada seorang pria yang mengalami kejang, geng setelah seorang agen Ice narik-narik dia di leher ketika dia masih di dalam mobil. Nah, entah kenapa ya pokoknya ada sesuatu yang salah lah gara-gara perlakuan itu sampai kejang. Dan di saat itu, Geng, dia tuh lagi pegang anaknya, Geng. Anaknya masih balita. Dan een-agen Ice ini dilaporkan memasang borgol di pria tersebut sebelum memasukkan dia serta anaknya ke dalam ambulans. Kan aneh banget. Nah, ternyata yang menjadi target dari een Ice ini justru adalah istrinya yang saat itu sudah ditangkap oleh Egen Ice. Nah, pihak dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika itu bilang kalau pria tersebut menolak perawatan medis. Bayangin, Geng. sampai kejang-kejang karena perlakuan si een Ice tadi. Terus, Geng, sebelum kejadiannya si Renny yang ditembak tadi, ya, brutalitas Egen Ice ini sudah terjadi di Minneapolis di mana ada Agen Ice yang menekan dan menyeret seorang wanita yang dilaporkan sedang mengandung. Nah, wanita tersebut diseret ke tanah saat operasi penegakan imigrasi. Menurut saksi mata, een Ice yang menahan wanita itu dengan wajah menghadap ke tanah di salju. Sementara orang-orang yang ada di sekitar itu ya teriak-teriak sambil ngasih tahu kalau perempuan itu lagi hamil dan enggak bisa bernafas akibat perlakuan si een ice. Nah, beberapa orang sampai lempar-lempar bola salju ke si een itu karena mereka protes. Cara penanganannya kok enggak manusiawi. Dari sini ya kita bisa lihat, Geng, sejak Donald Trump mengeluarkan penindakan terhadap imigran, een agen ICE jadi semakin brutal dan semena-mena e dalam menginterogasi warga. Padahal belum tentu mereka adalah imigran ilegal gitu. was dragged by the angry crowd threw snowballs and screamed at the federal agent. Nah, apalagi ya kalau yang ditangkap itu benar-benar imigran ilegal ya. Para agen ice ini enggak segan-segan menindak secara brutal. Nah, oleh karena itu sudah banyak yang bersuara terkait brutalitas yang dilakukan oleh para agent ICE ini. Bahkan geng, kartel Mexico secara terang-terangan melakukan atau membuat sayembara siapa saja yang bisa menghabisi Agent Ice bakal diberikan uang sebesar.000 Amerika. Gila enggak lu? Nah, belum terkonfirmasi memang ya apakah berita ini real atau cuma pancingan buat manas-manasin doang karena ya kartel yang dimaksud ini belum ketahuan namanya yang mana. Nah, tapi kalau sampai benar maka kita bakal melihat adanya perang antara kartel dengan pemerintah Amerika yang disebabkan oleh brutalitas dari Ice di bawah pemerintahan Donald Trump. Nah, tapi ada anehnya nih, Geng. Agen Ice yang ditugaskan untuk mencari imigran ya kan mereka pakai masker enggak kelihatan wajahnya. Ternyata mereka sendiri gak asli orang Amerika juga loh, Geng. Ada juga yang imigran. Aneh banget ya. Jadi badan milik negara yang bertugas untuk menahan imigran, tapi anggotanya adalah imigran. Nih, kalian bisa lihat di video yang satu ini. He, you touch me. I didn't touch. Touch me. Touch me. It's all on camera. You touch me. It's all on camera. It's all on camera. You touch me. It's all on camera. Di video itu kita bisa lihat ya kalau eennya adalah orang kulit hitam yang aksennya atau logatnya kental dengan logat Afrika. Apakah Ice juga sebenarnya merekrut imigran untuk menindak imigran atau gimana nih? Ini aneh banget, Geng. Makanya enggak masuk akal aja gitu. Nah, jadi itu dia ya, Geng, pembahasan kita kali ini, ya mengenai kekacauan yang saat ini terjadi di Amerika. Karena Donald Trump berambisi ingin membersihkan Amerika dari para imigran. Gimana tuh, Geng, menurut kalian? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories