Transcript
QTiJDS4RpW0 • IRAN SUCCESSFULLY CAPTURES THE PROVOCATORS OF THE DEMO FROM MOSSAD & REZA PAHLAVI
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1649_QTiJDS4RpW0.txt
Kind: captions Language: id Selanjutnya ada aksi yang dilakukan oleh seorang pria yang mengganti penanda jalan yang seharusnya bertuliskan Jalan Teheran dia ganti menjadi Donald Trump. Nah, terus geng ada juga video seorang perempuan yang membuka hijabnya di depan masa demonstrasi yang mana asinya ini digambarkan sebagai ungkapan untuk menentang kekuasaan kome ini dan ketakutan yang selama ini dirasakan oleh perempuan Iran katanya. [musik] Ya, kembali lagi kita akan membahas situasi terkini tentang geopolitik, tentang kondisi dunia. Beberapa hari lalu kita sudah sempat ngebahas ya mengenai kerusuhan di Iran. Nah, hari ini kita bakal membahas lagi nih mengenai update-nya, tapi dari sudut pandang yang berbeda. Karena memang saat ini semua mata sedang tertuju kepada Iran yang disebabkan oleh chosnya demonstrasi di sana yang mana ternyata ini jauh lebih besar dibandingkan keos pada tahun 2022 silam. Seperti yang udah gua bahas di video sebelumnya, aksi tersebut memang awalnya berfokus pada krisis ekonomi yang semakin menyesakkan bagi warga Iran yang membuat harga kebutuhan pokok di Iran itu udah kayak wah gila deh beli cabe udah kayak beli emas gitu. Mata uang mereka anjlok melemah. Lapangan kerja mereka menyempit dan kehidupan masyarakat mereka semakin sulit dari hari ke hari. 4000. Terus, Geng, situasi di sana dengan cepat menuju ke arah yang jauh lebih mengerikan alias jauh lebih berbahaya. Di tengah eskalasi demonstrasi, tuntutan ekonomi mulai bergeser. Seru-seruan yang sebelumnya itu ya menuntut pemerintah agar lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat, menyoroti kebijakan pemerintah, tapi sekarang malah berubah menjadi tuntutan politik, yaitu mereka ya dengan beraninya meminta Ayatullah Ali Komeini pemimpin tertinggi Republik Islam Iran untuk dilenserkan. Dan pemerintah Iran pun menegaskan kalau gelombang kerusuhan ini bukan sepenuhnya gerakan organik masyarakat. Nah, ternyata ya menurut pemerintah Iran, ada campur tangan asing alias ada campur tangan negara lain yang sengaja memanfaatkan momentum tersebut untuk menggoyahkan stabilitas politik Iran dari dalam, Geng. Republic. Dan ya lagi-lagi yang dituduhkan adalah musuh mereka, musuh bebuyutan mereka dari dulu yaitu Eastri Will dan juga Amerika. Nah, karena itu geng pemerintah Iran mengklaim kalau mereka sudah menangkap een-agen intelijen asing, termasuk orang-orang yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan Mossad alias tuh mata-mata gitu. Merekalah orang-orang yang memprovokasi supaya di Iran itu kacau. Mereka-mereka ini yang ditangkap dituduh sebagai dalang yang mengkoordinasi, mengarahkan, bahkan ngasih dana untuk kerusuhan itu demi bisa menggulingkan kepemimpinan tertinggi Iran. Terus ternyata dari semua hal yang sudah terjadi saat ini ya gilanya nih ya setelah para pengacau ini ditangkap satu-satu, tiba-tiba demo di Iran itu berangsur-angsur berkurang. Nah, jadi kayak beberapa orang yang ditangkap menyebabkan perubahan yang sangat signifikan. Yang tadinya keos banget, di mana-mana ada demo tiba-tiba ditangkap di dalam-dalangnya demonya pelan-pelan ngilang gitu. Jadi kayak apa ya? Apakah yang demo ini cuma dikasih nasi kotak kali ya? Nah, inilah di video ini kita bakal membahas soal hal ini karena ternyata semua ini ada keterlibatan dari Amerika dan isriwil sesuai dengan tuduhan dari pemerintah Iran dan juga muncul lagi anak dari pemimpin lama di Iran yang mana ayahnya dulu dilengserkan oleh pemerintah Islam Iran yang dipimpin oleh Komaini dari zaman dulu. Nah, anak pemimpin lama Iran ini namanya Reza Pahlafi. Dia ini sudah kabur ke Amerika dan saat ini dia ingin mengambil Iran kembali, memimpin Iran kembali dan ternyata kerusuhan di Iran ini ada sangkut paudnya dengan dia. Memang banyak juga yang mendukung dia sebenarnya, tapi ternyata semua dukungan itu disertai dengan propaganda media yang seolah-olah yang ngedukung dia itu benar-benar lebih banyak dari rakyat Iran sendiri. Padahal nyatanya gak kayak gitu. Semuanya hanya framing media. Dan si Reza Pahlavi ini terindikasi merupakan antek-antek dari Isriwil. Nah, bagaimana nasib dan kondisi Iran saat ini? Sekos apa kondisi Iran dan bagaimana nasib dari para een-agen atau orang-orang yang menjadi provokator mata-mata yang ditangkap oleh pemerintah Iran? Kita bakal bahas semuanya. Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Genggeng, gua mau ngenalin kalian salah satu alat yang gua punya dan sangat fungsional. Ini namanya Wian WSX80 Selfie Screen. Ini adalah layar eksternal untuk kalian yang mau jadi content creator agar lebih mudah menggunakan kamera belakang. Dengan WA ini memungkinkan kalian untuk bisa tek selfie menggunakan kamera terbaik di handphone kalian. Ukurannya pocket banget, portable, bisa dibawa ke mana-mana. Udah gitu bisa nempel di belakang handphone kalian. Kualitas produknya juga enggak main-main. Bodinya kuat banget dan anti lecet. Connect ke handphone-nya juga gampang banget. Kalian tinggal nyalain layar eksternal ini, lalu cek screen mirroring di handphone kalian dan langsung connectin aja. Layar ini udah real time. Apa yang terjadi di layar handphone kalian? Begitu juga yang terjadi di layar Wean WSX80 secara langsung tanpa delay sama sekali. Buat kalian yang mau beli alat ini, kalian langsung aja cek link yang ada di bawah atau kalau kalian nonton pakai TV, udah ada barcode-nya nih di samping. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu soal aksi protes yang berlanjut di Iran. Setelah gua membahas soal kerusuhan yang terjadi di Iran beberapa hari lalu, sebenarnya situasi di Iran itu belum kunjung membaik. Masih terjadi demonstrasi dan kerusuhan di mana-mana. Sejumlah staf di beberapa rumah sakit itu bilang kalau mereka kewalahan dengan para demonstran yang meninggal dunia atau bahkan terluka dalam beberapa hari terakhir saking keosnya. Disebutkan juga di update sebelumnya kalau korban jiwa itu ada sebanyak 36 orang. Tapi angka tersebut tiba-tiba terus bertambah seiring waktu. Di dalam laporan media BBC per tanggal 3 Januari dan sudah diperbarui di tanggal 12 Januari. Nah, itu katanya ada 70 jenazah, Geng, yang dibawa ke rumah sakit di kota Raj pada Jumat malam. Sebenarnya informasinya beda-beda ya, Geng. Kalau informasi dari pihak Iran sendiri, jumlah korban sebenarnya ya sekitar 100-an something lah. Tapi kalau dari media barat itu bilangnya 500 orang. Nah, ini entah mana yang benar nih. Terus, Geng, di sisi lain, seorang staf di sebuah rumah sakit di Teheran itu menyebutkan ada sekitar 38 orang yang meninggal dunia dan banyak yang meninggal ini setelah mereka berusaha diberikan pertolongan oleh petugas medis. Jadi, sempat dirawat gitu. Kebanyakan dari mereka itu terkena door oleh petugas tepat di kepala dan di jantung. Banyak juga dari mereka yang bahkan enggak sempat dilarikan ke rumah sakit. Saking keosnya ya, Geng, ada masjid yang sampai dibakar, yaitu Masjid Abu Dzar yang berlokasi di Teheran. Ini gak diketahui entah siapa yang bakar, apakah demonstran atau bukan. Tapi banyak yang berasumsi kalau yang membakar itu adalah seorang perusuh. Dari rekaman CCTV itu memperlihatkan masjid tersebut dirusak oleh sekelompok orang pada hari Kamis tanggal 8 Januari, sehari sebelum masjid tersebut dilaporkan dibakar. Dan dalam rekaman CCTV yang berarpakaian hitam yang merusak perabotan di dalam masjid. Salah satu pelaku kemudian mendekati kamera pengawas dan menghancurkan kamera itu menggunakan ee tiang gitulah dan sebelum akhirnya rekaman itu terputus. Media pemerintah Iran itu sempat ngelaporin kalau Masjid Abu Dzar ini dibakar pada Jumat tanggal 9 Januari di tengah gelombang kerusuhan yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut. Dan selain Masjid Abu Dzar tadi, ada lagi nih masjid di Teheran yang dibakar, yaitu Masjid Al-Rasul yang mana masjid ini merupakan masjid terbesar di Iran dan menjadi masjid bersejarah di Teheran. Ya, ibaratnya kalau di negara kita tuh yang dibakar kayak Istiqlal misalkan atau Masjid Raya Banda Aceh misalkan. Nah, itu kan masjid-masjid bersejarah tuh. Nah, di Iran dibakar semua. Dan dari rekaman yang beredar di luar masjid, terbakarnya masjid ini tetap tidak menghentikan aksi protes yang dilakukan oleh warga Iran. Dan enggak hanya masjid yang dibakar, tapi ada beberapa bangunan yang berada di pinggir jalan. Serta para demonstran ini ya juga menjarah isi dari bangunan-bangunan tersebut. Kendaraan-kendaraan kayak mobil di sana itu juga menjadi target pembakaran. Dan kalian bisa dengar sendiri para demonstran ini berteriak-teriak di depan Masjid Alrasul yang mana mereka meneriakkan slogan anti rezim. Di saat itu Walikota Teheran nih, Geng yang namanya Ali Reza Zakani itu bilang ada sebanyak 25 masjid di Teheran yang dibakar oleh pengunjuk rasa. Ada juga bangunan lain ee seperti bank dan pusat medis juga ikut dibakar. Dan karena demonstrasi ini enggak kunjung mereda, pemerintah Iran memberlakukan pemutusan listrik serta internet di tanggal 8 Januari. Nah, kalau dari media-media Barat bilang kalau ini adalah sebuah diskriminasi pemutusan internet dan listrik. Padahal pemerintah Iran itu mencoba untuk meredakan demonstrasi dengan cara memutuskan listrik dan internet itu. Dan dari sumber media yang melaporkan pada tanggal 12 Januari pemadaman internet di Teheran sudah berlangsung selama lebih dari 70 jam atau sudah memasuki hari keempat. Nah, terus pengamatan dari sebuah lembaga yang bernama Ra Novosti, kayaknya Ria Novosti gitu ya bacanya. Nah, mereka mengatakan layanan telepon pada siang hari terputus-putus dan akhirnya mati pada malam hari. Nah, sementara layanan pesan SMS juga ee enggak bisa ya kayak diblokir gitu. Kondisi ini memicu kekhawatiran buat para aktivis kalau pembatasan akses ini bisa aja dimanfaatkan sebagai kedok penindakan. Ya, gua pernah ngejelasin ke kalian kan yang paling mengerikan dari sebuah aksi demonstrasi itu adalah kalau udah mulai enggak ada listrik, udah enggak ada akses internet. Jadi, ketika kalian berhadapan dengan aparat, aparat ini bisa bertindak sesuka hati mereka ya, tanpa terukur. Dan ketika kalian kehilangan nyawa, enggak akan ada yang tahu. Nah, itulah bahayanya ketika listrik mati akses internet dibatasi. As anger on the streets shows no sign of subsiding. Despite the government shutting off the internet, images of [musik] motorcycles on fire and overturned police cars are circulating social media. Dan ketika itu terjadi, kalian enggak bisa melaporkan hal ini kepada orang-orang di luar negara kalian. Ya, kalau di sini kan di luar Iran ataupun media. Dan ya dunia luar enggak akan tahu mengenai kondisi di dalam Iran, terutama ketika terjadi kekerasan yang dilakukan oleh aparat tadi. Lembaga pemantau internet yang bernama Netblock itu menyatakan pemadaman jaringan berskala nasional itu masih terus terjadi hingga awal minggu ini di Iran. Netblox juga bilang pembatasan akses internet tersebut masih bisa ditembus melalui sejumlah cara sebenarnya. antara lain ya orang-orang bisa menggunakan radio gelombang pendek atau terhubung ke jaringan handphone di wilayah perbatasan karena kan ya bisa terhubung ke jaringan negara lain di wilayah perbatasan negara. Terus layanan internet satelit seperti nah itu bisa digunakan dan juga telepon satelit. Makanya, Geng, Iran benar-benar kesal sebenarnya sama Elon Max sama Starling. Karena Starling tiba-tiba hadir di langit Iran untuk memberikan jaringan internet gratis di saat pemerintah Iran sudah memblokir jaringan internet demi meredamkan aksi demonstrasi. Banyak nih, Geng. Beberapa video yang beredar di sosial media yang memperlihatkan situasi demonstrasi di Iran. Salah satunya adalah video ini yang mana di video tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang membakar foto ayatullah Ali ini melalui sebuah alat pemantik api yang mana alat itu juga dia pakai untuk menyalakan rokok. Weh, benar-benar sigma gitu ya. Nah, kemudian ada lagi yang memperlihatkan video ketika ada ratusan orang mungkin ribuan gitu ya warga Iran di sana yang berdemonstrasi di tengah-tengah kondisi Iran yang sedang mengalami pemutusan internet. Nah, terdengar suara dari warga Iran yang berteriak-teriak dan diiringi oleh suara tembakan dari senjata milik personel keamanan. Kita juga bisa lihat betapa banyaknya warga Iran yang melakukan demonstrasi di video ini. Terus ada video yang memperlihatkan adanya boneka dengan foto wajah Ayatullah Ali Komeni yang digantung di sebuah kayu. Yang mana ini menunjukkan kalau warga Iran menginginkan agar Ayatullah Ali Kaini itu bisa mundur dari kekuasaannya atau yang lebih parahnya lagi ya kalau bisa dieksekusi. Selanjutnya ada aksi yang dilakukan oleh seorang pria yang mengganti penanda jalan yang seharusnya bertuliskan Jalan Teheran dia ganti menjadi Donald Trump. Nah, terus geng ada juga video seorang perempuan yang membuka hijabnya di depan masa demonstrasi yang mana asinya ini digambarkan sebagai ungkapan untuk menentang kekuasaan kome ini dan ketakutan yang selama ini dirasakan oleh perempuan Iran katanya. [musik] yang mana ya perempuan Iran itu merasa sangat didiskriminasi kalau tidak mengenakan jilbab yang sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh Komeini. Terus ada lagi seorang perempuan yang menjadi orator ratusan orang yang berdemo dan memberikan kalimat dengan mengajak warga Iran agar jangan takut karena mereka melakukan hal ini bersama-sama. Dan di dalam aksi protes itu enggak cuma terjadi di Iran ternyata, tapi di luar negeri ya salah satunya terjadi di London. Kan banyak tuh imigran imigran Iran ke sana. Yang mana ada seorang pria yang berlari mendekati kantor kedutaan Iran yang ada di kawasan Kensington London. Dia memanjat bangunan tersebut untuk menuju ke bagian balkon dan dia sampai menurunkan bendera Iran yang berkibar di sana. Dia mengganti bendera itu dengan bendera Iran yang lama. Taj, yaitu bendera Iran dengan lambang singa dan matahari. simbol Iran sebelum revolusi tahun 1979 yang sering sekali digunakan oleh kelompok oposisi Iran yang dipimpin oleh keluarga Reza Pahlavi. Tidak lama setelah itu, pihak kedutaan Iran bilang kalau bendera nasional Iran ya akhirnya dipasang balik setelah dibuka oleh si demonstran itu. Kepolisian London sendiri menyebutkan ada sekitar 500 sampai 1000 orang yang datang ke dalam demonstrasi di London. polisi sampai melakukan dua penangkapan dan satu orang yang ditangkap itu ya dituduh melanggar ee pelanggaran berat dan penyerangan terhadap petugas darurat. Nah, sementara satu orang lain juga ikut ditangkap katanya ya pelanggaran yang berbeda. Nah, polisi juga bilang kalau mereka ini masih mencari satu orang lain terkait aksi pelanggaran yang mana ini berkaitan dengan pelanggaran masuk tanpa izin. E mungkin masuk ke dalam gedung pemerintah atau gimana gitu. Tapi yang jelas polisi di saat itu menegaskan tidak akan terjadi kerusahan besar di sana. dan petugas tetap berjaga di lokasi untuk mengamankan area kedutaan yang ada di London. Walaupun ya, Geng, saat ini kemungkinan korban jiwanya masih bakal terus bertambah, tapi update terbarunya nih, Geng ya, dari jumlah yang sebelumnya diketahui cuma ada 36 orang, nah saat ini sudah mencapai 2.000 orang katanya yang meninggal dunia terdiri dari warga sipil dan petugas keamanan. Dan berita ini disampaikan oleh seorang pejabat Iran yang enggak mau disebutkan namanya. Di dalam keterangannya itu dia bilang ya, dia menyalahkan para teroris atas kematian warga sipil dan personil keamanan. Human Rights Activist News Agency atau HR A menyebutkan kalau sedikitnya itu ada sekitar 646 orang yang meninggal dunia selama protes. Dengan detail jumlah korban mencakup 512 orang demonstran dan 134 orang pasukan anggota keamanan Iran. Nah, jadi beritanya itu agak simpang siur ya. Entah berapalah jumlah yang benarnya. Tapi lebih dari 1000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Dan Human Rights Activist New Agency tadi atau disingkat dengan Harana ya kita baca Harana aja ya biar gampang. Mereka melaporkan lebih dari 10.700 orang yang ditahan selama unjuk rasa itu ya yang berlangsung 2 minggu lebih gitu. Nah, penahanan tersebut terjadi di sekitar 585 lokasi di berbagai wilayah Iran, termasuk 186 kota dan 31 provinsi. Yang mana data dari Harana tadi terbukti akurat dalam kerusuhan yang melanda Iran beberapa tahun terakhir. Saat ini, Geng. Karena sudah banyak bendera Iran dengan simbol singa dan matahari yang berkibar. Ya, gua ingatkan lagi ini adalah bendera Iran pada masa kepemimpinan Pahlavi ya. Pemimpin Iran di zaman dulu. Yang mana di saat dulu Iran itu bukan negara Islam kayak sekarang. Dulu tuh Iran itu benar-benar ya sahabatnya Amerika, sahabatnya Isriwil. Tapi semenjak revolusi di tahun 1970-an itu, nah Iran berganti menjadi negara Islam dan benderanya juga ikut berganti. Sekarang bendera simbol singa dan matahari ini itu banyak sekali berkibar di saat demonstrasi berlangsung yang menunjukkan kalau orang Irannya sendiri sebagiannya ternyata menginginkan Iran kembali seperti dulu sebelum terjadinya revolusi Islam. Nah, kalau benar kayak gitu siapa yang mau memimpin Iran menggantikan kom ini? Nah, kita bahas nih, Geng. Pembahasan selanjutnya soal keinginan orang-orang yang berdemo untuk mengembalikan rezim lama ke Iran. Belakangan ini bendera Iran dengan simbol matahari dan singa semakin sering terlihat di tengah demonstran di jalan-jalan Iran maupun di dalam aksi solidaritas yang ada di luar negeri atau di luar Iran. Nah, jadi sebelum revolusi Islam di tahun 1979, Iran itu sudah menggunakan e bendera yang bergambar singa memegang pedang di depan matahari di tengah warna hijau dan putih dan merah. Simbol ini memang sudah dipakai selama berabad-abad sebagai identitas nasional Persia ya. Karena Iran itu kan bukan Arab, dia itu adalah Persia. Singa dilambangkan sebagai kekuatan dan keberanian. Sementara matahari dilambangkan sebagai pencerahan dan kehidupan. Nah, bendera ini menjadi lambang negara modern Iran di bawah dinasti Syah Pahlafi hingga revolusi menggulingkan kekuasaan dinasti mereka di Iran. Nah, setelah revolusi Islam yang dipimpin oleh Komaini yang dia jalankan dari pengasingan luar negeri di saat itu, Iran akhirnya kemudian menggulingkan atau menjatuhkan pemerintahan Palavi lalu akhirnya mengganti bendera mereka setelah ya rezim Komaini itu berkuasa di Iran. Lambang singa dan matahari ini dihapus diganti oleh simbol Allah dengan kaligrafi di tengah bendera dengan tulisan Allahu Akbar berulang di bagian tepinya. Perubahan ini menandai pergeseran di Iran yang semula adalah negara monarki nasional menjadi republik Islam teokratis di mana agama menjadi dasar utama dari kekuasaan. Secara enggak langsung ya, ini kayak sebuah pesan kalau warga Iran menginginkan agar Iran bisa kembali ke kondisi ketika negara tersebut dipimpin oleh dinasti Syah Palavi. Jadi dengan kata lain ya, demo sekarang itu mereka seolah-olah ee udah gerah dengan kepemimpinan komeini. Mereka mau balik ke Iran yang liberal kayak dulu. Kurang lebih ya ada tiga alasan kenapa masyarakat Iran sekarang seperti menunjukkan bahwa mereka menginginkan bahkan menuntut supaya Iran bisa kembali dipimpin oleh Syah Pahlafi. Yang pertama nih, Iran ini bukan negara Islam. Sebelum tahun 1979 masyarakat Iran itu hidup di tengah modernitas budaya yang sekuler yang mungkin kelihatannya kayak enggak ada bedanya dengan negara barat. Video-videonya bisa gua terahkan. Kalian bisa lihat orang Iran zaman dulu nih. Kalian bisa lihat di videonya. Mereka itu hidup kayak orang bule dan bisa dikatakan di saat itu Iran menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang kondisinya lebih modern lah dan lebih apa ya lebih beda daripada ee negara-negara lain di Timur Tengah yang masih menjalankan kehidupan berdasarkan syariat Islam. Yang kedua, revolusi Islam di tahun 1979 itu dianggap bukan sebagai gerakan organik dari masyarakat Iran, kata beberapa demonstran. Number two, the 1979 Islamic Revolution or as I like to call it the Islamic kudit was not an organic movement. Yang memang secara sadar ya menginginkan agar Iran menjadi negara Islam dan dipimpin berdasarkan agama. Katanya sih gitu. Nah, revolusi Islam tahun 1979 itu kabarnya sudah direncanakan oleh orang komunis serta islamis yang didanai dan didukung oleh ee negara-negara barat. Dan yang ketiga, warga Iran menilai kalau Syah Pahlafi ketika memimpin negara tersebut bukan dipandang sebagai diktator. Nah, mereka mengatakan kalau Syah Pahlafi ini justru melindungi warga Iran dari Islamis dan komunis. Nah, namun menurut para demonstran ini ya, negara-negara Barat justru percaya sejarah yang sudah diubah oleh orang komunis dan islamis tadi yang membuat narasi kalau Syah adalah seorang diktator. Sehingga kekuasaan Syah harus digulingkan dan digantikan oleh republik Islam Iran yang berada di dalam sistem hukum Syiah gitu, Geng. Kita juga bisa lihat ya, Geng di video kalau Pak Rademonran yang sekarang ini ada yang meneriakkan nama Reza Pahlafi, putra mahkota Iran yang saat ini hidup di pengasingan. Dia hidup di Amerika sana lah. Enggak boleh pulang ke Iran. Ya, karena itu tadi, Geng. orang-orang yang demo saat ini di Iran ya sebagiannya itu tidak menganggap bahwa si Sy Pahlafi ini adalah pemimpin diktator. Nah, itu cuma propaganda kata mereka yang dibuat oleh media Barat di saat dulu dan orang-orang komunis serta Islamis untuk bisa menjatuhkan reputasi dari Syh dan sebagai legitimasi untuk menjatuhkan ee keluarga Syah dari kekuasaan katanya gitu. Nah, pasca keluarga Palevi runtuh dan Iran menjadi negara Islam, si para pendemo ini merasa kebebasan yang selama ini dirasakan oleh warga Iran justru lenyap. Mereka enggak bisa mengenakan pakaian yang mereka mau, enggak bisa bebas mengeluarkan pendapat karena semuanya dikontrol oleh pemerintah. Bahkan katanya e mereka menganggap rezim Kome ini lebih diktator dibandingkan dengan Iran ketika di bawah pemerintahan Syah Pahlafi. Oleh karena itu, saat ini banyak ya para demonstran di Iran yang sudah e muak dengan rezim kome ini dan secara terang-terangan menunjukkan kalau mereka ingin komen ini mundur dari kekuasaan. Tuh, itu geng isi demonya. Dan demonstrasi di Iran ini juga mendapatkan respon nih dari Reja Pahlaf putra mahkota e terakhir Iran yang mana dia memberikan dukungan moral dan politik kepada para pengunjuk rasa di Iran. Dia tuh happy banget, Geng. Dia senang banget. Dia pengen Iran lebih luas lagi demonya. Dia siaplah pokoknya menggantikan kome ini, katanya. Dan Pak Laffi mengatakan bahwa Donald Trump memperhatikan dengan serius keberanian para demonstran Iran. Pahlafi juga bilang kalau perjuangan para demonstran enggak sendirian, katanya. Dia menegaskan kalau orang-orang Iran di luar negeri juga mendukung dan menyuarakan tuntutan mereka. Pahlavi berjanji bahwa dia bakal segera berada di Iran. Palavi mengklaim Republik Islam menghadapi kekurangan tentara bayaran yang parah katanya ya sudah mulai hancur dan banyak pasukan bersenjata serta keamanan yang sudah meninggalkan tempat kerja mereka dan tidak mau lagi patuh terhadap pemerintah untuk menindas rakyat. Dan dia mendorong orang-orang untuk terus berdemonstrasi. Tetapi dia menyarankan agar mereka semua tetap berada di dalam kelompok dan tidak membahayakan nyawa. Dari sumber lain yang gua dapatkan, Pahlavi juga menyebutkan simbol bendera Iran dengan singa dan matahari sebagai representasi aspirasi perubahan politik. Nah, jadi dari jauh nih orang nih manas-manasin demonstran terus dan dia menganggap kalau dia siap memimpin kembali di Iran. Dan ini kata dia adalah waktu di mana kedutaan dan perwakilan Iran di seluruh dunia harus mengganti bendera mereka menjadi bendera Iran dengan singa dan matahari lagi. Menggantikan bendera Republik Islam tadi. Nah, Pahlavi juga bilang kalau simbol ini adalah cara melihat identitas nasional yang berbeda dari rezim yang berkuasa. Tapi yang jadi masalahnya nih, Geng. Orang yang diinginkan oleh warga Iran untuk kembali berkuasa di Iran, yaitu Reza Pahlafi ternyata memiliki kedekatan dengan Netanyahu, Presiden is Rewi Will. Nih, kalian bisa lihat nih, banyak foto-foto dari Pahlavi dan Netanyahu beredar di media sosial yang mana ini menunjukkan seberapa dekatnya dia dengan Netanyahu. Dan yang membuat orang-orang enggak habis pikir, ada foto Pahlavi yang sedang berada di tembok ratapan mengenakan kipah, yaitu topi kecil yang dikenakan oleh orang Yahudi dan terlihat dia juga berdoa di tembok ratapan itu. Nah, apakah orang Irannya sendiri sebenarnya setuju kalau negara mereka nantinya bakal ya menjadi antek-antek Isriwil? Padahal isel pernah membombardir negara mereka, kan. Nah, oleh karena itu ada juga yang menduga kalau Reza Pahlevi ini enggak bakal membebaskan Iran dengan apapun ya, dengan alasan apapun ketika dia kembali berkuasa. Justru dia bakal membuat Iran menjadi negara boneka oleh Barat dan bisa-bisa malah membantu Isriwil untuk mempertahankan eksistensi Isriwil dengan terus melakukan genosida di Palestina. Nah, itu anggapan beberapa orang di Iran. Dan jika Pak Halevi menginginkan kekuasaan, dia seharusnya membantu agar sanksi-sanksi kepada negara tersebut ya dihapuskan dan membiarkan perekonomian di Iran berjalan dengan semestinya. Bukan melumpuhkan negara sampai rakyat bisa turun ke jalan karena kesulitan ekonomi. Lalu ya dia manfaatkan hal itu untuk mencemari aksi protes dan dia ya menunggangi aksi protes itu seolah-olah dia bisa menjadi pemimpin yang lebih baik kembali ke Iran gitu. Jadi kayak apa ya, orang demo tapi dia manfaatkan untuk kampanye dirinya sendiri gitu, Geng. Terus di sisi lain, tayangan di TV pemerintah itu menyiarkan rekaman demonstrasi pro rezim di berbagai kota mengklaim bahwa unjuk rasa tersebut diadakan untuk menyerukan persatuan nasional dan mengutuk tindakan terorisme yang baru-aru ini terjadi. واق این مردم عراق مردم اان پشت ما اعتراض بر گران داریم ولی مملکتمون خمون به این اجنب نمیدیم بگم که از جمهوری اسلامی اان دفاع مادهم yang proim atau pro terhadap komi itu justru dengan tegas bilang kalau mereka sebagai warga Iran, mereka mendukung wilayatul fakih. Yaitu konsep dalam Syiah dengan kepemimpinan tertinggi dipegang oleh seorang ulama yang memenuhi syarat untuk memimpin umat Islam saat Imam Mahdi tidak hadir dan mengawasi urusan negara serta agama serta menjadi dasar sistem pemerintahan Iran pasca revolusi Islam. Jadi ya sebenarnya gua gak tahu ya ini kayak propaganda media doang yang mengatakan seolah-olah ya warga Iran sudah jengah dengan komaini, sudah tidak suka dengan Islam gitu. Entah entah entah ini gimana gitu. Padahal apa ya ee kalau kita lihat di media kayaknya semuanya menyerang Iran. Seolah-olah warga Iran tidak suka lagi dengan pemerintah Islam Iran ini. Tapi ketika diwawancarai secara langsung orang-orang yang ada di Iran justru mereka senang-senang aja. mereka malah happy. Demo yang mereka lakukan itu adalah untuk memperbaiki ekonomi Iran gitu. Dan ada juga warga Iran yang menyebutkan kalau mereka itu memang memprotes inflasi yang terjadi di Iran, tapi mereka gak pernah menyerahkan negara mereka kepada musuh asing seperti Amerika. مش jadi gimana ya inflasi yang terjadi di Iran ini kan akibat sanksi-sanksi karena Iran ini terus bergesekan dengan Amerika dan mereka itu meminta pemerintahnya segera menyelesaikan masalah ini. Bukan ingin meruntuhkan pemerintahan mereka atau memberikan negara mereka kepada isri atau memberikan negara mereka kepada Pahlavi gitu, Geng. Nah, kemudian ya ada seorang perempuan yang bilang kalau dia ikut aksi untuk membela Republik Islam Iran bukan untuk menjatuhkan katanya. Jadi beda banget dengan pernyataan media-media Barat serta pernyataan si Reza Pahlavi tadi. Jadi intinya banyak orang Iran yang menyatakan mereka masih mendukung rezim kome ini. Bukan ingin meruntuhkan kome ini lalu menggantinya dengan Pahlafi. Nah jadi kalau yang selama ini kita lihat di media kelihatannya semua orang kayak maunya komeni ini digulingkan dan apa ya diganti dengan Paavi. Ternyata enggak geng. Mungkin ada, tapi hanya sebagian kecil yang dianggap oleh orang-orang Iran sebagai pihak yang dibayar atau diprovokasi. Dan saat ini mayoritas orang-orang di Iran masih menginginkan Iran dipimpin oleh Ayatullah Ali Qaini. Terus di media-media Barat, bahkan kita kemarin sudah sempat ngebahas ya tentang beberapa isu yang mengatakan kalau Iran keos. Nih di video gue yang ini, gua sempat membahas di sana soal apa yang ditayangkan atau disajikan oleh media. Tapi gua menemukan informasi lain nih dari seorang mahasiswa asal Indonesia bernama Ismail Amin yang saat ini dia berada di Iran yang mana dia menunjukkan kalau kondisi Iran ternyata damai-damai aja. Berbeda jauh dengan framing yang ada di media-media. Terlihat Iran justru tenang-tenang aja, damai seperti gak ada yang terjadi. Bahkan sampai ada yang bilang e di demo sebelumnya yang katanya keos banget sampai melumpuhkan Iran. Tapi kalian lihat sendiri dari video Mas Ismail ini. Dia menegaskan bahwa informasi tersebut enggak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Dia mengaku dia tidak melihat adanya gelombang tuntutan terhadap kome ini sebagaimana yang ramai diberitakan. inflasi yang begitu sangat tinggi. Lalu kemudian dikaitkan bahwa ini adalah demonstrasi menuntut perubahan rezim. Itu halus sih menurut saya. Yang ada yang ditampilkan oleh dia justru masyarakat memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Iran terutama dalam menghadapi tekanan dan intervensi dari Amerika. Menurut dia, narasi yang berkembang saat ini terkait Iran cenderung mengikuti kepentingan Amerika dan tidak menceritakan situasi yang sebenarnya. Jadi bohong beritanya dan dari sini banyak yang menduga kalau narasi mengenai Iran yang saat ini sedang keos cuma sebuah propaganda untuk melancarkan pelengseran kome ini supaya bisa digantikan oleh Reza Pahlevi yang sudah dikenal sangat dekat dengan istri Will dan bisa memenuhi kepentingan Barat untuk menguasai Iran. Nah, gimana tuh, Geng, menurut kalian dari informasi yang diberikan oleh Mas Ismail ini? Coba deh, masuk akal enggak kira-kira? Tinggalkan komentar di bawah. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai kecurigaan pemerintah Iran terhadap Amerika dan Isriwil yang menjadi dalang di balik kerusuhan tersebut. Hingga Iran menangkap ratusan orang yang menjadi mata-mata, yang menjadi provokasi, dan menjadi dalang di balik demonstrasi ini. Dan mereka itu berhubungan dengan Mosad, agen rahasia dari istri Will. Kita bahas intelijen dari Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan musuh-musuh Iran yang gagal memaksakan rencana mereka melalui agresi terbuka sekarang udah beralih nih ke pengasutan kekacauan internal. Mereka berusaha memecah belah situasi sosial dan merusak keamanan publik, Geng. Organisasi tersebut menuduh aktor-aktor yang dipimpin oleh Amerika dan didukung oleh pejabat Zionis sebagai dalang di balik kerusuhan tersebut. Dan selain IRGC ya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau SNSC yang juga menyebutkan hal yang sama geng kalau kerusuhan tersebut katanya direncanakan oleh Isriwel dan Amerika. Ada lima alasan nih kenapa dua negara itu justru dicurigai oleh pemerintah Iran ya. Kenapa Amerika dan Isriwel yang dituduh nih? Nah, pertama nih ya SNSC bilang kalau setelah perang 12 hari pada bulan Juni kemarin, Isriwel itu terus melakukan penindasan terhadap warga Iran melalui perang hibrida namanya. SNSC bilang kerusuhan itu ya meskipun awalnya dipicu oleh protes ekonomi tiba-tiba berubah ke dalam situasi ketidakamanan melalui arahan dan rencana dari Isriwil. Yang kedua, Donald Trump ya kayak terus memprovokasi supaya warga Iran terus berdemo karena kan ya mereka kan terus memberikan apa ya kayak komentar-komentar mereka di media. Oh Iran harus begini, Iran berbahaya bla bla bla bla. Nah itu memancing memancing provokasi orang-orang Iran yang berdemo ikut terprovokasi. Para pejabat Iran sudah berulang kali menekankan perbedaan antara protes damai dan kekerasan. Pihak SNSC bilang kalau mereka yang benar-benar memprotes kondisi ekonomi enggak bakal memperburuk situasi dengan menimbulkan kerusakan ekonomi lebih lanjut atau menambah ee hancur-hancuran di samping mereka yang udah sulit gitu. Nah, tapi yang sekarang ada yang membakar masjid lah, bangunan-bangunan dibakar kendaraan bahkan mengganti bendera ee Iran seperti menodai bangsa sendiri dan bisa dipastikan kalau ini ya ada provokatornya. Dan pemerintah Iran yakin banget ini ada campur tangan Amerika dan East Rewel. Terus yang ketiga nih, Geng. SNSC bilang kalau Zionis itu melakukan upaya sabotase terhadap Iran. Sabotase yang seperti apa? Yait mereka-mereka ini mengirimkan een-agennya dan sudah mulai ditangkap-tangkapin sama pemerintah Iran. Nah, terus yang keempat adanya tentara bayaran yang beraksi di balik rusuhan. Hal ini juga disampaikan oleh Ayatullah Aliini yang bilang kalau republik Islam tidak akan mundur melawan para perusak dan tidak akan mentolerir mereka yang bertindak sebagai tentara bayaran asing atau e jadi mata-mata asing. Beliau juga mendesak persatuan dengan bilang bangsa yang bersatu mengatasi musuh manaun serta menolak klaim Amerika yang menyebutkan kalau mereka mendukung rakyat Iran. Dan yang kelima, otoritas keamanan dan peradilan bilang mereka sudah membongkar beberapa jaringan teror bersenjata dan menangkap para pelaku yang terkait dengan asing di tengah kerusuhan yang sudah merenggut nyawa beberapa petugas penegak hukum. Para pejabat Iran nih bilang tindakan kekerasan udah secara terbuka didorong oleh tokoh-tokoh Amerika dan it's rewi Iran menuduh kalau Amerika dan orang-orang Zionis ini itu membuat strategi yang menggabungkan perang ekonomi, sanksi yang diperbaharui untuk Iran, terus operasi psikologis dan tindakan penghancuran terorganisir. Nah, upaya mereka ini dilakukan melalui unsur teroris dan yang apa ya, pihak-pihak bersenjata yang mana hal ini mereka operasikan di dalam negeri Iran dan di bawah kendali mereka. Bahkan media pemerintah itu melaporkan operasi kontra terorisme di Iran itu terus berlanjut di beberapa provinsi selama akhir pekan. Otoritas keamanan Iran itu juga udah mengumumkan pembongkaran jaringan spionase Zionis setelah penangkapan seorang warga negara asing yang dituduh beroperasi atas nama Dinas Intelligence Istri Will yaitu Mossat. Dari pernyataan resmi yang dikeluarkan pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2025 ya si tersangka ini masuk ke Iran dengan identitas samaran atau palsu dan dia ditugaskan untuk mengumpulkan intelijen sensitif. Mata-mata ini ditugaskan untuk menilai kondisi di lapangan. Terus penangkapan dia itu dilakukan oleh organisasi intelijen IRGC saat pelaku secara aktif sedang menjalankan misinya, Geng. Petugas selanjutnya itu juga melakukan penggeledahan terhadap barang-barang pribadi dari ee tempat tinggal si pelaku ini. Dan di saat itu yac menemukan dokumen yang digambarkan sebagai bukti pasti spionase atau dengan kata lain ee bukti mata-mata yang menetapkan hubungan langsung dengan aparat intelligent is rewel. Nah, para pejabat menyatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan seberapa besar jaringan dan mengidentifikasikan kontak atau kaki tangan mereka. Nah, ini bukan cuma isu doang, Geng. Karena pihak dari istri rewiil-nya sendiri udah mengkonfirmasi bahwa ada een mereka yang beroperasi di Iran saat kerusuhan terjadi. Dan lewat Amicha Eliahu ya selaku Menteri Warisan Budaya Isriwil, mereka mengklaim kalau ejen-agen Isriwil beroperasi di Iran saat protes itu terjadi. Cuma, Geng, dia bilang kalau een tersebut tidak bekerja untuk perubahan rezim. Nah, tapi meskipun begitu, Geng, aksi agen is rewel ini melemahkan kemampuan Iran. Nah, terus juga nih, Geng, ada lagi video dari mantan perdana menteri isriwil yang bernama Naftali Benet. Ini benar-benar sebuah kode keras, ya. Dia memposting jam pasir dan mengatakan dalam bahasa Indonesia nih, "Waktunya telah tiba." Banyak yang menduga kalau maksud dari Naftali Benet ini adalah kode ke Iran. Kalau pemerintahan kome ini bakal segera jatuh dalam waktu dekat. Nah, setelah ditangkapnya ejen-ejen Mossad di Iran, kerusuhan di Iran tiba-tiba turun drastis. yang tadinya heboh di mana-mana ya, tiba-tiba hilang gitu setelah provokatornya enggak ada. Dan pemerintah Iran juga menegaskan kalau tidak ada keringanan bagi para pelaku selain diberikan hukuman mati. Sehingga upaya untuk menggulingkan pemerintahan kome ini jadi gagal, Geng. Ikut campurnya Amerika juga sampai kepada upaya Donald Trump yang berencana untuk bicara dengan Elon Marx yang mana dia ingin membahas pemulihan akses internet di Iran. Hal ini disebabkan pemerintah Iran yang memutus internet di sana supaya apa? Ya, supaya aksi-aksi intelijen, pemberitaan media itu di-cut off semua dan tidak bisa ee apa ya, timbul propaganda lagi. Nah, seperti yang kita tahu ya, Barat itu kan menggunakan media untuk alat perang mereka. Mereka menggunakan propaganda. Nah, setelah internet enggak ada, apa yang mau dipropagandakan? Gitu. Nah, setelah pernyataan tersebut, enggak lama dari itu ya, Elon Marx mengeluarkan sebuah kebijakan untuk menggratiskan layanan Starling di Iran sejak tanggal 13 Januari kemarin. Akun-akun Starling yang sebelumnya enggak aktif saat ini kembali terhubung di Iran. Berkat Starling inilah yang saat ini sudah tersedia di Iran dan digratiskan. Jadi, banyak warga Iran yang merasa ya mereka happy lah karena mereka jadi bisa menanyakan kabar keluarga mereka dan memberikan update terkini yang terjadi di Iran. Jadi orang-orang yang dari luar negeri, orang-orang Iran yang ada di luar gitu ya bisa berkomunikasi lagi dengan keluarganya. Tapi geng, aksi Elon Marx yang dianggap membantu ini justru ditanggapi lain. Justru ditanggapi berbeda oleh otoritas Iran. Karena mereka menuding Elon Marx justru membantu menyelundupkan ribuan terminal komunikasi ke Iran. Dan tudingan tersebut tidak terlepas dari sepak terjang Elon Marx yang terlibat di dalam gerakan politik orang-orang konservatif. Ya, seperti di Inggris, Elon Max ini kan mendanai dan mempromosikan agitator rasis ekstrem kanan bernama Tommy Robinson. Di Kanada, Elon Marx juga sempat mencoba menggiring pemilu tahun 2026 ke arah kandidat konservatif sayap kanan yaitu Pir Poiliri. Dan ya karena dia memang dikenal sebagai pendukung keras Donald Trump, ada kekhawatiran kalau niat baiknya tersebut terhadap warga Iran dengan memberikan starling gratis ini adalah kedok aja dari niat terselubungnya yang lain yang mana dia ingin melemahkan kondisi pemerintahan Iran sebenarnya. Sebagai bentuk antisipasi atas beredarnya Starling di Iran, pemerintah Iran berhasil mematikan jaringan internet Starling dengan cara menggunakan jammer militer dari Rusia. Awalnya ada sekitar 30% yang bisa dimatikan. Lalu lintas uplink dan downlink starling yang terganggu ya terus melonjak jadi lebih dari 80% yang bisa dimatikan dan diganggu dalam hitungan jam. Meskipun begitu, akses terhadap layanan satelit Starling masih bisa tersisa di beberapa sport secara terpisah. Tapi meskipun belum jelas mekanisme pemandaman Starling oleh Iran, para ahli sudah menduga jamming terminal Starling bisa mengalahkan kemampuan penerima sinyal satelit. Ada tundingan teknologi militer Rusia yang diimpor baru-baru ini termasuk truk pengganggu sinyal radio Murmangs BN menjadi alat yang digunakan untuk memadamkan sinyal Starling untuk dimatiin Starling pakai alat Rusia. Nah, sistem ini dianggap sebagai jammer terkuat di Rusia saat ini dan sudah diimpor oleh sekutu terkuat mereka ya seperti Iran. Dan laporan dari Forbes menyebutkan pendekatan kill switch yang dilakukan oleh Iran bisa menelan biaya sebesar 1,56 juta dolar Amerika atau yang setara dengan Rp24 miliar per jamnya. Nah, jadi usaha Elon Marx untuk mengaktifkan Starling itu justru dibantai satu-satu oleh pemerintah Iran. Terus, Geng, di Iran karena kan aksi protesnya udah besar-besaran ya, diwarnai oleh kericuhan. Nah, yang mana kondisi ini membuat mata uang Iran itu sampai jatuh ke titik terendah. di mana 1 dolar Amerika sekarang sudah setara dengan R.137.500 riyal Iran yang menjadikan ini adalah ee posisi terendah di dalam sejarah atas mata uang Iran dan ketidakpastian politik yang saat ini terjadi di Iran membuat investor dan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap Ral. Mereka beralih ke dolar, emas, atau bahkan kripto yang justru semakin menekan nilai mata uang nasional negara tersebut. Nah, karena tahu mata uangnya sulit untuk diperdagangan lagi, maka negara Iran sekarang beralih dengan menggunakan crypto, Geng. Salah satunya mereka membuka penjualan senjata canggih yang mana bisa dibayar dengan kripto. Jadi, Iran sudah mulai jual senjata sekarang. Dan melalui pusat ekspor pertahanan Iran atau Mindex ya, Iran menawarkan berbagai persenjataan strategis canggih mulai dari rudal balistik, drone tempur, kapal perang sampai sistem pertahanan udara. sekarang mereka jual-jualin yang mana semuanya bisa dibeli menggunakan aset digital seperti Bitcoin. Meskipun pemerintah Iran juga membuka sistem barter atau bisa juga menggunakan Real Iran ya ee tapi mereka lebih ke Bitcoin sekarang dan Mindex ya bahkan mengklaim memiliki klien di 35 negara dan mengoperasikan portal digital serta chatbot untuk mempermudah pembeliannya. Nah, jadi itu dia, Geng ya, pembahasan kita kali ini mengenai perkembangan terkini soal Iran yang mana saat ini pemerintah Iran sangat ketat dalam menindak een Mosad dan antek-antek Barat lain yang dianggap sedang berupaya menggulingkan pemerintahan Komea ini. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.