Transcript
QTiJDS4RpW0 • IRAN SUCCESSFULLY CAPTURES THE PROVOCATORS OF THE DEMO FROM MOSSAD & REZA PAHLAVI
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1649_QTiJDS4RpW0.txt
Kind: captions
Language: id
Selanjutnya ada aksi yang dilakukan oleh
seorang pria yang mengganti penanda
jalan yang seharusnya bertuliskan Jalan
Teheran dia ganti menjadi Donald Trump.
Nah, terus geng ada juga video seorang
perempuan yang membuka hijabnya di depan
masa demonstrasi yang mana asinya ini
digambarkan sebagai ungkapan untuk
menentang kekuasaan kome ini dan
ketakutan yang selama ini dirasakan oleh
perempuan Iran katanya.
[musik]
Ya, kembali lagi kita akan membahas
situasi terkini tentang geopolitik,
tentang kondisi dunia. Beberapa hari
lalu kita sudah sempat ngebahas ya
mengenai kerusuhan di Iran. Nah, hari
ini kita bakal membahas lagi nih
mengenai update-nya, tapi dari sudut
pandang yang berbeda. Karena memang saat
ini semua mata sedang tertuju kepada
Iran yang disebabkan oleh chosnya
demonstrasi di sana yang mana ternyata
ini jauh lebih besar dibandingkan keos
pada tahun 2022 silam. Seperti yang udah
gua bahas di video sebelumnya, aksi
tersebut memang awalnya berfokus pada
krisis ekonomi yang semakin menyesakkan
bagi warga Iran yang membuat harga
kebutuhan pokok di Iran itu udah kayak
wah gila deh beli cabe udah kayak beli
emas gitu. Mata uang mereka anjlok
melemah. Lapangan kerja mereka menyempit
dan kehidupan masyarakat mereka semakin
sulit dari hari ke hari.
4000.
Terus, Geng, situasi di sana dengan
cepat menuju ke arah yang jauh lebih
mengerikan alias jauh lebih berbahaya.
Di tengah eskalasi demonstrasi, tuntutan
ekonomi mulai bergeser. Seru-seruan yang
sebelumnya itu ya menuntut pemerintah
agar lebih memperhatikan kesejahteraan
rakyat, menyoroti kebijakan pemerintah,
tapi sekarang malah berubah menjadi
tuntutan politik, yaitu mereka ya dengan
beraninya meminta Ayatullah Ali Komeini
pemimpin tertinggi Republik Islam Iran
untuk dilenserkan. Dan pemerintah Iran
pun menegaskan kalau gelombang kerusuhan
ini bukan sepenuhnya gerakan organik
masyarakat. Nah, ternyata ya menurut
pemerintah Iran, ada campur tangan asing
alias ada campur tangan negara lain yang
sengaja memanfaatkan momentum tersebut
untuk menggoyahkan stabilitas politik
Iran dari dalam, Geng.
Republic.
Dan ya lagi-lagi yang dituduhkan adalah
musuh mereka, musuh bebuyutan mereka
dari dulu yaitu Eastri Will dan juga
Amerika. Nah, karena itu geng pemerintah
Iran mengklaim kalau mereka sudah
menangkap een-agen intelijen asing,
termasuk orang-orang yang disebut-sebut
memiliki keterkaitan dengan Mossad alias
tuh mata-mata gitu. Merekalah
orang-orang yang memprovokasi supaya di
Iran itu kacau. Mereka-mereka ini yang
ditangkap dituduh sebagai dalang yang
mengkoordinasi, mengarahkan, bahkan
ngasih dana untuk kerusuhan itu demi
bisa menggulingkan kepemimpinan
tertinggi Iran.
Terus ternyata dari semua hal yang sudah
terjadi saat ini ya gilanya nih ya
setelah para pengacau ini ditangkap
satu-satu, tiba-tiba demo di Iran itu
berangsur-angsur berkurang. Nah, jadi
kayak beberapa orang yang ditangkap
menyebabkan perubahan yang sangat
signifikan. Yang tadinya keos banget, di
mana-mana ada demo tiba-tiba ditangkap
di dalam-dalangnya demonya pelan-pelan
ngilang gitu. Jadi kayak apa ya? Apakah
yang demo ini cuma dikasih nasi kotak
kali ya? Nah, inilah di video ini kita
bakal membahas soal hal ini karena
ternyata semua ini ada keterlibatan dari
Amerika dan isriwil sesuai dengan
tuduhan dari pemerintah Iran dan juga
muncul lagi anak dari pemimpin lama di
Iran yang mana ayahnya dulu dilengserkan
oleh pemerintah Islam Iran yang dipimpin
oleh Komaini dari zaman dulu. Nah, anak
pemimpin lama Iran ini namanya Reza
Pahlafi. Dia ini sudah kabur ke Amerika
dan saat ini dia ingin mengambil Iran
kembali, memimpin Iran kembali dan
ternyata kerusuhan di Iran ini ada
sangkut paudnya dengan dia. Memang
banyak juga yang mendukung dia
sebenarnya, tapi ternyata semua dukungan
itu disertai dengan propaganda media
yang seolah-olah yang ngedukung dia itu
benar-benar lebih banyak dari rakyat
Iran sendiri. Padahal nyatanya gak kayak
gitu. Semuanya hanya framing media. Dan
si Reza Pahlavi ini terindikasi
merupakan antek-antek dari Isriwil. Nah,
bagaimana nasib dan kondisi Iran saat
ini? Sekos apa kondisi Iran dan
bagaimana nasib dari para een-agen atau
orang-orang yang menjadi provokator
mata-mata yang ditangkap oleh pemerintah
Iran? Kita bakal bahas semuanya.
Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry.
[musik]
Genggeng, gua mau ngenalin kalian salah
satu alat yang gua punya dan sangat
fungsional. Ini namanya Wian WSX80
Selfie Screen. Ini adalah layar
eksternal untuk kalian yang mau jadi
content creator agar lebih mudah
menggunakan kamera belakang. Dengan WA
ini memungkinkan kalian untuk bisa tek
selfie menggunakan kamera terbaik di
handphone kalian. Ukurannya pocket
banget, portable, bisa dibawa ke
mana-mana. Udah gitu bisa nempel di
belakang handphone kalian. Kualitas
produknya juga enggak main-main. Bodinya
kuat banget dan anti lecet. Connect ke
handphone-nya juga gampang banget.
Kalian tinggal nyalain layar eksternal
ini, lalu cek screen mirroring di
handphone kalian dan langsung connectin
aja. Layar ini udah real time. Apa yang
terjadi di layar handphone kalian?
Begitu juga yang terjadi di layar Wean
WSX80
secara langsung tanpa delay sama sekali.
Buat kalian yang mau beli alat ini,
kalian langsung aja cek link yang ada di
bawah atau kalau kalian nonton pakai TV,
udah ada barcode-nya nih di samping.
Untuk pembahasan yang pertama, kita
bahas dulu soal aksi protes yang
berlanjut di Iran.
Setelah gua membahas soal kerusuhan yang
terjadi di Iran beberapa hari lalu,
sebenarnya situasi di Iran itu belum
kunjung membaik. Masih terjadi
demonstrasi dan kerusuhan di mana-mana.
Sejumlah staf di beberapa rumah sakit
itu bilang kalau mereka kewalahan dengan
para demonstran yang meninggal dunia
atau bahkan terluka dalam beberapa hari
terakhir saking keosnya. Disebutkan juga
di update sebelumnya kalau korban jiwa
itu ada sebanyak 36 orang. Tapi angka
tersebut tiba-tiba terus bertambah
seiring waktu. Di dalam laporan media
BBC per tanggal 3 Januari dan sudah
diperbarui di tanggal 12 Januari. Nah,
itu katanya ada 70 jenazah, Geng, yang
dibawa ke rumah sakit di kota Raj pada
Jumat malam. Sebenarnya informasinya
beda-beda ya, Geng. Kalau informasi dari
pihak Iran sendiri, jumlah korban
sebenarnya ya sekitar 100-an something
lah. Tapi kalau dari media barat itu
bilangnya 500 orang. Nah, ini entah mana
yang benar nih. Terus, Geng, di sisi
lain, seorang staf di sebuah rumah sakit
di Teheran itu menyebutkan ada sekitar
38 orang yang meninggal dunia dan banyak
yang meninggal ini setelah mereka
berusaha diberikan pertolongan oleh
petugas medis. Jadi, sempat dirawat
gitu. Kebanyakan dari mereka itu terkena
door oleh petugas tepat di kepala dan di
jantung. Banyak juga dari mereka yang
bahkan enggak sempat dilarikan ke rumah
sakit. Saking keosnya ya, Geng, ada
masjid yang sampai dibakar, yaitu Masjid
Abu Dzar yang berlokasi di Teheran. Ini
gak diketahui entah siapa yang bakar,
apakah demonstran atau bukan. Tapi
banyak yang berasumsi kalau yang
membakar itu adalah seorang perusuh.
Dari rekaman CCTV itu memperlihatkan
masjid tersebut dirusak oleh sekelompok
orang pada hari Kamis tanggal 8 Januari,
sehari sebelum masjid tersebut
dilaporkan dibakar. Dan dalam rekaman
CCTV yang berarpakaian
hitam yang merusak perabotan di dalam
masjid. Salah satu pelaku kemudian
mendekati kamera pengawas dan
menghancurkan kamera itu menggunakan ee
tiang gitulah dan sebelum akhirnya
rekaman itu terputus. Media pemerintah
Iran itu sempat ngelaporin kalau Masjid
Abu Dzar ini dibakar pada Jumat tanggal
9 Januari di tengah gelombang kerusuhan
yang melanda berbagai wilayah di negara
tersebut. Dan selain Masjid Abu Dzar
tadi, ada lagi nih masjid di Teheran
yang dibakar, yaitu Masjid Al-Rasul yang
mana masjid ini merupakan masjid
terbesar di Iran dan menjadi masjid
bersejarah di Teheran. Ya, ibaratnya
kalau di negara kita tuh yang dibakar
kayak Istiqlal misalkan atau Masjid Raya
Banda Aceh misalkan. Nah, itu kan
masjid-masjid bersejarah tuh. Nah, di
Iran dibakar semua. Dan dari rekaman
yang beredar di luar masjid, terbakarnya
masjid ini tetap tidak menghentikan aksi
protes yang dilakukan oleh warga Iran.
Dan enggak hanya masjid yang dibakar,
tapi ada beberapa bangunan yang berada
di pinggir jalan. Serta para demonstran
ini ya juga menjarah isi dari
bangunan-bangunan tersebut.
Kendaraan-kendaraan kayak mobil di sana
itu juga menjadi target pembakaran. Dan
kalian bisa dengar sendiri para
demonstran ini berteriak-teriak di depan
Masjid Alrasul yang mana mereka
meneriakkan slogan anti rezim.
Di saat itu Walikota Teheran nih, Geng
yang namanya Ali Reza Zakani itu bilang
ada sebanyak 25 masjid di Teheran yang
dibakar oleh pengunjuk rasa. Ada juga
bangunan lain ee seperti bank dan pusat
medis juga ikut dibakar. Dan karena
demonstrasi ini enggak kunjung mereda,
pemerintah Iran memberlakukan pemutusan
listrik serta internet di tanggal 8
Januari. Nah, kalau dari media-media
Barat bilang kalau ini adalah sebuah
diskriminasi pemutusan internet dan
listrik. Padahal pemerintah Iran itu
mencoba untuk meredakan demonstrasi
dengan cara memutuskan listrik dan
internet itu. Dan dari sumber media yang
melaporkan pada tanggal 12 Januari
pemadaman internet di Teheran sudah
berlangsung selama lebih dari 70 jam
atau sudah memasuki hari keempat. Nah,
terus pengamatan dari sebuah lembaga
yang bernama Ra Novosti, kayaknya Ria
Novosti gitu ya bacanya. Nah, mereka
mengatakan layanan telepon pada siang
hari terputus-putus dan akhirnya mati
pada malam hari. Nah, sementara layanan
pesan SMS juga ee enggak bisa ya kayak
diblokir gitu. Kondisi ini memicu
kekhawatiran buat para aktivis kalau
pembatasan akses ini bisa aja
dimanfaatkan sebagai kedok penindakan.
Ya, gua pernah ngejelasin ke kalian kan
yang paling mengerikan dari sebuah aksi
demonstrasi itu adalah kalau udah mulai
enggak ada listrik, udah enggak ada
akses internet. Jadi, ketika kalian
berhadapan dengan aparat, aparat ini
bisa bertindak sesuka hati mereka ya,
tanpa terukur. Dan ketika kalian
kehilangan nyawa, enggak akan ada yang
tahu. Nah, itulah bahayanya ketika
listrik mati akses internet dibatasi. As
anger on the streets shows no sign of
subsiding.
Despite the government shutting off the
internet, images of [musik] motorcycles
on fire and overturned police cars are
circulating social media.
Dan ketika itu terjadi, kalian enggak
bisa melaporkan hal ini kepada
orang-orang di luar negara kalian. Ya,
kalau di sini kan di luar Iran ataupun
media. Dan ya dunia luar enggak akan
tahu mengenai kondisi di dalam Iran,
terutama ketika terjadi kekerasan yang
dilakukan oleh aparat tadi. Lembaga
pemantau internet yang bernama Netblock
itu menyatakan pemadaman jaringan
berskala nasional itu masih terus
terjadi hingga awal minggu ini di Iran.
Netblox juga bilang pembatasan akses
internet tersebut masih bisa ditembus
melalui sejumlah cara sebenarnya. antara
lain ya orang-orang bisa menggunakan
radio gelombang pendek atau terhubung ke
jaringan handphone di wilayah perbatasan
karena kan ya bisa terhubung ke jaringan
negara lain di wilayah perbatasan
negara. Terus layanan internet satelit
seperti nah itu bisa digunakan dan juga
telepon satelit. Makanya, Geng, Iran
benar-benar kesal sebenarnya sama Elon
Max sama Starling. Karena Starling
tiba-tiba hadir di langit Iran untuk
memberikan jaringan internet gratis di
saat pemerintah Iran sudah memblokir
jaringan internet demi meredamkan aksi
demonstrasi. Banyak nih, Geng. Beberapa
video yang beredar di sosial media yang
memperlihatkan situasi demonstrasi di
Iran. Salah satunya adalah video ini
yang mana di video tersebut
memperlihatkan seorang perempuan yang
membakar foto ayatullah Ali ini melalui
sebuah alat pemantik api yang mana alat
itu juga dia pakai untuk menyalakan
rokok. Weh, benar-benar sigma gitu ya.
Nah, kemudian ada lagi yang
memperlihatkan video ketika ada ratusan
orang mungkin ribuan gitu ya warga Iran
di sana yang berdemonstrasi di
tengah-tengah kondisi Iran yang sedang
mengalami pemutusan internet. Nah,
terdengar suara dari warga Iran yang
berteriak-teriak dan diiringi oleh suara
tembakan dari senjata milik personel
keamanan.
Kita juga bisa lihat betapa banyaknya
warga Iran yang melakukan demonstrasi di
video ini. Terus ada video yang
memperlihatkan adanya boneka dengan foto
wajah Ayatullah Ali Komeni yang
digantung di sebuah kayu. Yang mana ini
menunjukkan kalau warga Iran
menginginkan agar Ayatullah Ali Kaini
itu bisa mundur dari kekuasaannya atau
yang lebih parahnya lagi ya kalau bisa
dieksekusi. Selanjutnya ada aksi yang
dilakukan oleh seorang pria yang
mengganti penanda jalan yang seharusnya
bertuliskan Jalan Teheran dia ganti
menjadi Donald Trump. Nah, terus geng
ada juga video seorang perempuan yang
membuka hijabnya di depan masa
demonstrasi yang mana asinya ini
digambarkan sebagai ungkapan untuk
menentang kekuasaan kome ini dan
ketakutan yang selama ini dirasakan oleh
perempuan Iran katanya.
[musik]
yang mana ya perempuan Iran itu merasa
sangat didiskriminasi kalau tidak
mengenakan jilbab yang sesuai dengan
peraturan yang dibuat oleh Komeini.
Terus ada lagi seorang perempuan yang
menjadi orator ratusan orang yang
berdemo dan memberikan kalimat dengan
mengajak warga Iran agar jangan takut
karena mereka melakukan hal ini
bersama-sama. Dan di dalam aksi protes
itu enggak cuma terjadi di Iran
ternyata, tapi di luar negeri ya salah
satunya terjadi di London. Kan banyak
tuh imigran imigran Iran ke sana. Yang
mana ada seorang pria yang berlari
mendekati kantor kedutaan Iran yang ada
di kawasan Kensington London. Dia
memanjat bangunan tersebut untuk menuju
ke bagian balkon dan dia sampai
menurunkan bendera Iran yang berkibar di
sana. Dia mengganti bendera itu dengan
bendera Iran yang lama.
Taj,
yaitu bendera Iran dengan lambang singa
dan matahari. simbol Iran sebelum
revolusi tahun 1979 yang sering sekali
digunakan oleh kelompok oposisi Iran
yang dipimpin oleh keluarga Reza
Pahlavi. Tidak lama setelah itu, pihak
kedutaan Iran bilang kalau bendera
nasional Iran ya akhirnya dipasang balik
setelah dibuka oleh si demonstran itu.
Kepolisian London sendiri menyebutkan
ada sekitar 500 sampai 1000 orang yang
datang ke dalam demonstrasi di London.
polisi sampai melakukan dua penangkapan
dan satu orang yang ditangkap itu ya
dituduh melanggar ee pelanggaran berat
dan penyerangan terhadap petugas
darurat. Nah, sementara satu orang lain
juga ikut ditangkap katanya ya
pelanggaran yang berbeda. Nah, polisi
juga bilang kalau mereka ini masih
mencari satu orang lain terkait aksi
pelanggaran yang mana ini berkaitan
dengan pelanggaran masuk tanpa izin. E
mungkin masuk ke dalam gedung pemerintah
atau gimana gitu. Tapi yang jelas polisi
di saat itu menegaskan tidak akan
terjadi kerusahan besar di sana. dan
petugas tetap berjaga di lokasi untuk
mengamankan area kedutaan yang ada di
London.
Walaupun ya, Geng, saat ini kemungkinan
korban jiwanya masih bakal terus
bertambah, tapi update terbarunya nih,
Geng ya, dari jumlah yang sebelumnya
diketahui cuma ada 36 orang, nah saat
ini sudah mencapai 2.000 orang katanya
yang meninggal dunia terdiri dari warga
sipil dan petugas keamanan. Dan berita
ini disampaikan oleh seorang pejabat
Iran yang enggak mau disebutkan namanya.
Di dalam keterangannya itu dia bilang
ya, dia menyalahkan para teroris atas
kematian warga sipil dan personil
keamanan. Human Rights Activist News
Agency atau HR A
menyebutkan kalau sedikitnya itu ada
sekitar 646 orang yang meninggal dunia
selama protes. Dengan detail jumlah
korban mencakup 512 orang demonstran dan
134 orang pasukan anggota keamanan Iran.
Nah, jadi beritanya itu agak simpang
siur ya. Entah berapalah jumlah yang
benarnya. Tapi lebih dari 1000 orang
lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dan Human Rights Activist New Agency
tadi atau disingkat dengan Harana ya
kita baca Harana aja ya biar gampang.
Mereka melaporkan lebih dari 10.700
orang yang ditahan selama unjuk rasa itu
ya yang berlangsung 2 minggu lebih gitu.
Nah, penahanan tersebut terjadi di
sekitar 585 lokasi di berbagai wilayah
Iran, termasuk 186 kota dan 31 provinsi.
Yang mana data dari Harana tadi terbukti
akurat dalam kerusuhan yang melanda Iran
beberapa tahun terakhir.
Saat ini, Geng. Karena sudah banyak
bendera Iran dengan simbol singa dan
matahari yang berkibar. Ya, gua ingatkan
lagi ini adalah bendera Iran pada masa
kepemimpinan Pahlavi ya. Pemimpin Iran
di zaman dulu. Yang mana di saat dulu
Iran itu bukan negara Islam kayak
sekarang. Dulu tuh Iran itu benar-benar
ya sahabatnya Amerika, sahabatnya
Isriwil. Tapi semenjak revolusi di tahun
1970-an itu, nah Iran berganti menjadi
negara Islam dan benderanya juga ikut
berganti. Sekarang bendera simbol singa
dan matahari ini itu banyak sekali
berkibar di saat demonstrasi berlangsung
yang menunjukkan kalau orang Irannya
sendiri sebagiannya ternyata
menginginkan Iran kembali seperti dulu
sebelum terjadinya revolusi Islam. Nah,
kalau benar kayak gitu siapa yang mau
memimpin Iran menggantikan kom ini? Nah,
kita bahas nih, Geng. Pembahasan
selanjutnya soal keinginan orang-orang
yang berdemo untuk mengembalikan rezim
lama ke Iran.
Belakangan ini bendera Iran dengan
simbol matahari dan singa semakin sering
terlihat di tengah demonstran di
jalan-jalan Iran maupun di dalam aksi
solidaritas yang ada di luar negeri atau
di luar Iran. Nah, jadi sebelum revolusi
Islam di tahun 1979, Iran itu sudah
menggunakan e bendera yang bergambar
singa memegang pedang di depan matahari
di tengah warna hijau dan putih dan
merah. Simbol ini memang sudah dipakai
selama berabad-abad sebagai identitas
nasional Persia ya. Karena Iran itu kan
bukan Arab, dia itu adalah Persia. Singa
dilambangkan sebagai kekuatan dan
keberanian. Sementara matahari
dilambangkan sebagai pencerahan dan
kehidupan. Nah, bendera ini menjadi
lambang negara modern Iran di bawah
dinasti Syah Pahlafi hingga revolusi
menggulingkan kekuasaan dinasti mereka
di Iran. Nah, setelah revolusi Islam
yang dipimpin oleh Komaini yang dia
jalankan dari pengasingan luar negeri di
saat itu, Iran akhirnya kemudian
menggulingkan atau menjatuhkan
pemerintahan Palavi lalu akhirnya
mengganti bendera mereka setelah ya
rezim Komaini itu berkuasa di Iran.
Lambang singa dan matahari ini dihapus
diganti oleh simbol Allah dengan
kaligrafi di tengah bendera dengan
tulisan Allahu Akbar berulang di bagian
tepinya. Perubahan ini menandai
pergeseran di Iran yang semula adalah
negara monarki nasional menjadi republik
Islam teokratis di mana agama menjadi
dasar utama dari kekuasaan. Secara
enggak langsung ya, ini kayak sebuah
pesan kalau warga Iran menginginkan agar
Iran bisa kembali ke kondisi ketika
negara tersebut dipimpin oleh dinasti
Syah Palavi. Jadi dengan kata lain ya,
demo sekarang itu mereka seolah-olah ee
udah gerah dengan kepemimpinan komeini.
Mereka mau balik ke Iran yang liberal
kayak dulu. Kurang lebih ya ada tiga
alasan kenapa masyarakat Iran sekarang
seperti menunjukkan bahwa mereka
menginginkan bahkan menuntut supaya Iran
bisa kembali dipimpin oleh Syah Pahlafi.
Yang pertama nih, Iran ini bukan negara
Islam. Sebelum tahun 1979 masyarakat
Iran itu hidup di tengah modernitas
budaya yang sekuler yang mungkin
kelihatannya kayak enggak ada bedanya
dengan negara barat. Video-videonya bisa
gua terahkan. Kalian bisa lihat orang
Iran zaman dulu nih. Kalian bisa lihat
di videonya.
Mereka itu hidup kayak orang bule dan
bisa dikatakan di saat itu Iran menjadi
satu-satunya negara di Timur Tengah yang
kondisinya lebih modern lah dan lebih
apa ya lebih beda daripada ee
negara-negara lain di Timur Tengah yang
masih menjalankan kehidupan berdasarkan
syariat Islam. Yang kedua, revolusi
Islam di tahun 1979 itu dianggap bukan
sebagai gerakan organik dari masyarakat
Iran, kata beberapa demonstran.
Number two, the 1979 Islamic Revolution
or as I like to call it the Islamic
kudit was not an organic movement.
Yang memang secara sadar ya menginginkan
agar Iran menjadi negara Islam dan
dipimpin berdasarkan agama. Katanya sih
gitu. Nah, revolusi Islam tahun 1979 itu
kabarnya sudah direncanakan oleh orang
komunis serta islamis yang didanai dan
didukung oleh ee negara-negara barat.
Dan yang ketiga, warga Iran menilai
kalau Syah Pahlafi ketika memimpin
negara tersebut bukan dipandang sebagai
diktator. Nah, mereka mengatakan kalau
Syah Pahlafi ini justru melindungi warga
Iran dari Islamis dan komunis. Nah,
namun menurut para demonstran ini ya,
negara-negara Barat justru percaya
sejarah yang sudah diubah oleh orang
komunis dan islamis tadi yang membuat
narasi kalau Syah adalah seorang
diktator. Sehingga kekuasaan Syah harus
digulingkan dan digantikan oleh republik
Islam Iran yang berada di dalam sistem
hukum Syiah gitu, Geng.
Kita juga bisa lihat ya, Geng di video
kalau Pak Rademonran yang sekarang ini
ada yang meneriakkan nama Reza Pahlafi,
putra mahkota Iran yang saat ini hidup
di pengasingan. Dia hidup di Amerika
sana lah. Enggak boleh pulang ke Iran.
Ya, karena itu tadi, Geng. orang-orang
yang demo saat ini di Iran ya
sebagiannya itu tidak menganggap bahwa
si Sy Pahlafi ini adalah pemimpin
diktator. Nah, itu cuma propaganda kata
mereka yang dibuat oleh media Barat di
saat dulu dan orang-orang komunis serta
Islamis untuk bisa menjatuhkan reputasi
dari Syh dan sebagai legitimasi untuk
menjatuhkan ee keluarga Syah dari
kekuasaan katanya gitu. Nah, pasca
keluarga Palevi runtuh dan Iran menjadi
negara Islam, si para pendemo ini merasa
kebebasan yang selama ini dirasakan oleh
warga Iran justru lenyap. Mereka enggak
bisa mengenakan pakaian yang mereka mau,
enggak bisa bebas mengeluarkan pendapat
karena semuanya dikontrol oleh
pemerintah. Bahkan katanya e mereka
menganggap rezim Kome ini lebih diktator
dibandingkan dengan Iran ketika di bawah
pemerintahan Syah Pahlafi. Oleh karena
itu, saat ini banyak ya para demonstran
di Iran yang sudah e muak dengan rezim
kome ini dan secara terang-terangan
menunjukkan kalau mereka ingin komen ini
mundur dari kekuasaan. Tuh, itu geng isi
demonya. Dan demonstrasi di Iran ini
juga mendapatkan respon nih dari Reja
Pahlaf putra mahkota e terakhir Iran
yang mana dia memberikan dukungan moral
dan politik kepada para pengunjuk rasa
di Iran. Dia tuh happy banget, Geng. Dia
senang banget. Dia pengen Iran lebih
luas lagi demonya. Dia siaplah pokoknya
menggantikan kome ini, katanya. Dan Pak
Laffi mengatakan bahwa Donald Trump
memperhatikan dengan serius keberanian
para demonstran Iran. Pahlafi juga
bilang kalau perjuangan para demonstran
enggak sendirian, katanya. Dia
menegaskan kalau orang-orang Iran di
luar negeri juga mendukung dan
menyuarakan tuntutan mereka. Pahlavi
berjanji bahwa dia bakal segera berada
di Iran. Palavi mengklaim Republik Islam
menghadapi kekurangan tentara bayaran
yang parah katanya ya sudah mulai hancur
dan banyak pasukan bersenjata serta
keamanan yang sudah meninggalkan tempat
kerja mereka dan tidak mau lagi patuh
terhadap pemerintah untuk menindas
rakyat. Dan dia mendorong orang-orang
untuk terus berdemonstrasi. Tetapi dia
menyarankan agar mereka semua tetap
berada di dalam kelompok dan tidak
membahayakan nyawa. Dari sumber lain
yang gua dapatkan, Pahlavi juga
menyebutkan simbol bendera Iran dengan
singa dan matahari sebagai representasi
aspirasi perubahan politik.
Nah, jadi dari jauh nih orang nih
manas-manasin demonstran terus dan dia
menganggap kalau dia siap memimpin
kembali di Iran. Dan ini kata dia adalah
waktu di mana kedutaan dan perwakilan
Iran di seluruh dunia harus mengganti
bendera mereka menjadi bendera Iran
dengan singa dan matahari lagi.
Menggantikan bendera Republik Islam
tadi. Nah, Pahlavi juga bilang kalau
simbol ini adalah cara melihat identitas
nasional yang berbeda dari rezim yang
berkuasa. Tapi yang jadi masalahnya nih,
Geng. Orang yang diinginkan oleh warga
Iran untuk kembali berkuasa di Iran,
yaitu Reza Pahlafi ternyata memiliki
kedekatan dengan Netanyahu, Presiden is
Rewi Will. Nih, kalian bisa lihat nih,
banyak foto-foto dari Pahlavi dan
Netanyahu beredar di media sosial yang
mana ini menunjukkan seberapa dekatnya
dia dengan Netanyahu. Dan yang membuat
orang-orang enggak habis pikir, ada foto
Pahlavi yang sedang berada di tembok
ratapan mengenakan kipah, yaitu topi
kecil yang dikenakan oleh orang Yahudi
dan terlihat dia juga berdoa di tembok
ratapan itu. Nah, apakah orang Irannya
sendiri sebenarnya setuju kalau negara
mereka nantinya bakal ya menjadi
antek-antek Isriwil? Padahal isel pernah
membombardir negara mereka, kan. Nah,
oleh karena itu ada juga yang menduga
kalau Reza Pahlevi ini enggak bakal
membebaskan Iran dengan apapun ya,
dengan alasan apapun ketika dia kembali
berkuasa. Justru dia bakal membuat Iran
menjadi negara boneka oleh Barat dan
bisa-bisa malah membantu Isriwil untuk
mempertahankan eksistensi Isriwil dengan
terus melakukan genosida di Palestina.
Nah, itu anggapan beberapa orang di
Iran. Dan jika Pak Halevi menginginkan
kekuasaan, dia seharusnya membantu agar
sanksi-sanksi kepada negara tersebut ya
dihapuskan dan membiarkan perekonomian
di Iran berjalan dengan semestinya.
Bukan melumpuhkan negara sampai rakyat
bisa turun ke jalan karena kesulitan
ekonomi. Lalu ya dia manfaatkan hal itu
untuk mencemari aksi protes dan dia ya
menunggangi aksi protes itu seolah-olah
dia bisa menjadi pemimpin yang lebih
baik kembali ke Iran gitu. Jadi kayak
apa ya, orang demo tapi dia manfaatkan
untuk kampanye dirinya sendiri gitu,
Geng.
Terus di sisi lain, tayangan di TV
pemerintah itu menyiarkan rekaman
demonstrasi pro rezim di berbagai kota
mengklaim bahwa unjuk rasa tersebut
diadakan untuk menyerukan persatuan
nasional dan mengutuk tindakan terorisme
yang baru-aru ini terjadi.
واق این مردم عراق مردم اان پشت ما اعتراض
بر گران داریم ولی مملکتمون خمون به این
اجنب نمیدیم بگم که از جمهوری اسلامی اان
دفاع مادهم
yang proim atau pro terhadap komi itu
justru dengan tegas bilang kalau mereka
sebagai warga Iran, mereka mendukung
wilayatul fakih. Yaitu konsep dalam
Syiah dengan kepemimpinan tertinggi
dipegang oleh seorang ulama yang
memenuhi syarat untuk memimpin umat
Islam saat Imam Mahdi tidak hadir dan
mengawasi urusan negara serta agama
serta menjadi dasar sistem pemerintahan
Iran pasca revolusi Islam. Jadi ya
sebenarnya gua gak tahu ya ini kayak
propaganda media doang yang mengatakan
seolah-olah ya warga Iran sudah jengah
dengan komaini, sudah tidak suka dengan
Islam gitu. Entah entah entah ini gimana
gitu. Padahal apa ya ee kalau kita lihat
di media kayaknya semuanya menyerang
Iran. Seolah-olah warga Iran tidak suka
lagi dengan pemerintah Islam Iran ini.
Tapi ketika diwawancarai secara langsung
orang-orang yang ada di Iran justru
mereka senang-senang aja. mereka malah
happy. Demo yang mereka lakukan itu
adalah untuk memperbaiki ekonomi Iran
gitu. Dan ada juga warga Iran yang
menyebutkan kalau mereka itu memang
memprotes inflasi yang terjadi di Iran,
tapi mereka gak pernah menyerahkan
negara mereka kepada musuh asing seperti
Amerika.
مش
jadi gimana ya inflasi yang terjadi di
Iran ini kan akibat sanksi-sanksi karena
Iran ini terus bergesekan dengan Amerika
dan mereka itu meminta pemerintahnya
segera menyelesaikan masalah ini. Bukan
ingin meruntuhkan pemerintahan mereka
atau memberikan negara mereka kepada
isri atau memberikan negara mereka
kepada Pahlavi gitu, Geng. Nah, kemudian
ya ada seorang perempuan yang bilang
kalau dia ikut aksi untuk membela
Republik Islam Iran bukan untuk
menjatuhkan katanya. Jadi beda banget
dengan pernyataan media-media Barat
serta pernyataan si Reza Pahlavi tadi.
Jadi intinya banyak orang Iran yang
menyatakan mereka masih mendukung rezim
kome ini. Bukan ingin meruntuhkan kome
ini lalu menggantinya dengan Pahlafi.
Nah jadi kalau yang selama ini kita
lihat di media kelihatannya semua orang
kayak maunya komeni ini digulingkan dan
apa ya diganti dengan Paavi. Ternyata
enggak geng. Mungkin ada, tapi hanya
sebagian kecil yang dianggap oleh
orang-orang Iran sebagai pihak yang
dibayar atau diprovokasi. Dan saat ini
mayoritas orang-orang di Iran masih
menginginkan Iran dipimpin oleh
Ayatullah Ali Qaini.
Terus di media-media Barat, bahkan kita
kemarin sudah sempat ngebahas ya tentang
beberapa isu yang mengatakan kalau Iran
keos. Nih di video gue yang ini, gua
sempat membahas di sana soal apa yang
ditayangkan atau disajikan oleh media.
Tapi gua menemukan informasi lain nih
dari seorang mahasiswa asal Indonesia
bernama Ismail Amin yang saat ini dia
berada di Iran yang mana dia menunjukkan
kalau kondisi Iran ternyata damai-damai
aja. Berbeda jauh dengan framing yang
ada di media-media. Terlihat Iran justru
tenang-tenang aja, damai seperti gak ada
yang terjadi. Bahkan sampai ada yang
bilang e di demo sebelumnya yang katanya
keos banget sampai melumpuhkan Iran.
Tapi kalian lihat sendiri dari video Mas
Ismail ini. Dia menegaskan bahwa
informasi tersebut enggak sesuai dengan
kondisi yang ada di lapangan. Dia
mengaku dia tidak melihat adanya
gelombang tuntutan terhadap kome ini
sebagaimana yang ramai diberitakan.
inflasi yang begitu sangat tinggi. Lalu
kemudian dikaitkan bahwa ini adalah
demonstrasi
menuntut perubahan rezim.
Itu
halus sih menurut saya.
Yang ada yang ditampilkan oleh dia
justru masyarakat memberikan dukungan
penuh kepada pemerintahan Iran terutama
dalam menghadapi tekanan dan intervensi
dari Amerika. Menurut dia, narasi yang
berkembang saat ini terkait Iran
cenderung mengikuti kepentingan Amerika
dan tidak menceritakan situasi yang
sebenarnya. Jadi bohong beritanya dan
dari sini banyak yang menduga kalau
narasi mengenai Iran yang saat ini
sedang keos cuma sebuah propaganda untuk
melancarkan pelengseran kome ini supaya
bisa digantikan oleh Reza Pahlevi yang
sudah dikenal sangat dekat dengan istri
Will dan bisa memenuhi kepentingan Barat
untuk menguasai Iran. Nah, gimana tuh,
Geng, menurut kalian dari informasi yang
diberikan oleh Mas Ismail ini? Coba deh,
masuk akal enggak kira-kira? Tinggalkan
komentar di bawah.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai kecurigaan
pemerintah Iran terhadap Amerika dan
Isriwil yang menjadi dalang di balik
kerusuhan tersebut. Hingga Iran
menangkap ratusan orang yang menjadi
mata-mata, yang menjadi provokasi, dan
menjadi dalang di balik demonstrasi ini.
Dan mereka itu berhubungan dengan Mosad,
agen rahasia dari istri Will. Kita bahas
intelijen dari Garda Revolusi Islam Iran
atau IRGC menyatakan musuh-musuh Iran
yang gagal memaksakan rencana mereka
melalui agresi terbuka sekarang udah
beralih nih ke pengasutan kekacauan
internal. Mereka berusaha memecah belah
situasi sosial dan merusak keamanan
publik, Geng. Organisasi tersebut
menuduh aktor-aktor yang dipimpin oleh
Amerika dan didukung oleh pejabat Zionis
sebagai dalang di balik kerusuhan
tersebut. Dan selain IRGC ya, Dewan
Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau
SNSC yang juga menyebutkan hal yang sama
geng kalau kerusuhan tersebut katanya
direncanakan oleh Isriwel dan Amerika.
Ada lima alasan nih kenapa dua negara
itu justru dicurigai oleh pemerintah
Iran ya. Kenapa Amerika dan Isriwel yang
dituduh nih? Nah, pertama nih ya SNSC
bilang kalau setelah perang 12 hari pada
bulan Juni kemarin, Isriwel itu terus
melakukan penindasan terhadap warga Iran
melalui perang hibrida namanya. SNSC
bilang kerusuhan itu ya meskipun awalnya
dipicu oleh protes ekonomi tiba-tiba
berubah ke dalam situasi ketidakamanan
melalui arahan dan rencana dari Isriwil.
Yang kedua, Donald Trump ya kayak terus
memprovokasi supaya warga Iran terus
berdemo karena kan ya mereka kan terus
memberikan apa ya kayak
komentar-komentar mereka di media. Oh
Iran harus begini, Iran berbahaya bla
bla bla bla. Nah itu memancing memancing
provokasi orang-orang Iran yang berdemo
ikut terprovokasi. Para pejabat Iran
sudah berulang kali menekankan perbedaan
antara protes damai dan kekerasan. Pihak
SNSC bilang kalau mereka yang
benar-benar memprotes kondisi ekonomi
enggak bakal memperburuk situasi dengan
menimbulkan kerusakan ekonomi lebih
lanjut atau menambah ee hancur-hancuran
di samping mereka yang udah sulit gitu.
Nah, tapi yang sekarang ada yang
membakar masjid lah, bangunan-bangunan
dibakar kendaraan bahkan mengganti
bendera ee Iran seperti menodai bangsa
sendiri dan bisa dipastikan kalau ini ya
ada provokatornya. Dan pemerintah Iran
yakin banget ini ada campur tangan
Amerika dan East Rewel. Terus yang
ketiga nih, Geng. SNSC bilang kalau
Zionis itu melakukan upaya sabotase
terhadap Iran. Sabotase yang seperti
apa? Yait
mereka-mereka ini mengirimkan
een-agennya dan sudah mulai
ditangkap-tangkapin sama pemerintah
Iran. Nah, terus yang keempat adanya
tentara bayaran yang beraksi di balik
rusuhan. Hal ini juga disampaikan oleh
Ayatullah Aliini yang bilang kalau
republik Islam tidak akan mundur melawan
para perusak dan tidak akan mentolerir
mereka yang bertindak sebagai tentara
bayaran asing atau e jadi mata-mata
asing. Beliau juga mendesak persatuan
dengan bilang bangsa yang bersatu
mengatasi musuh manaun serta menolak
klaim Amerika yang menyebutkan kalau
mereka mendukung rakyat Iran. Dan yang
kelima, otoritas keamanan dan peradilan
bilang mereka sudah membongkar beberapa
jaringan teror bersenjata dan menangkap
para pelaku yang terkait dengan asing di
tengah kerusuhan yang sudah merenggut
nyawa beberapa petugas penegak hukum.
Para pejabat Iran nih bilang tindakan
kekerasan udah secara terbuka didorong
oleh tokoh-tokoh Amerika dan it's rewi
Iran menuduh kalau Amerika dan
orang-orang Zionis ini itu membuat
strategi yang menggabungkan perang
ekonomi, sanksi yang diperbaharui untuk
Iran, terus operasi psikologis dan
tindakan penghancuran terorganisir. Nah,
upaya mereka ini dilakukan melalui unsur
teroris dan yang apa ya, pihak-pihak
bersenjata yang mana hal ini mereka
operasikan di dalam negeri Iran dan di
bawah kendali mereka. Bahkan media
pemerintah itu melaporkan operasi kontra
terorisme di Iran itu terus berlanjut di
beberapa provinsi selama akhir pekan.
Otoritas keamanan Iran itu juga udah
mengumumkan pembongkaran jaringan
spionase Zionis setelah penangkapan
seorang warga negara asing yang dituduh
beroperasi atas nama Dinas Intelligence
Istri Will yaitu Mossat. Dari pernyataan
resmi yang dikeluarkan pada hari Sabtu
tanggal 10 Januari 2025 ya si tersangka
ini masuk ke Iran dengan identitas
samaran atau palsu dan dia ditugaskan
untuk mengumpulkan intelijen sensitif.
Mata-mata ini ditugaskan untuk menilai
kondisi di lapangan. Terus penangkapan
dia itu dilakukan oleh organisasi
intelijen IRGC saat pelaku secara aktif
sedang menjalankan misinya, Geng.
Petugas selanjutnya itu juga melakukan
penggeledahan terhadap barang-barang
pribadi dari ee tempat tinggal si pelaku
ini. Dan di saat itu yac menemukan
dokumen yang digambarkan sebagai bukti
pasti spionase atau dengan kata lain ee
bukti mata-mata yang menetapkan hubungan
langsung dengan aparat intelligent is
rewel. Nah, para pejabat menyatakan
penyelidikan lebih lanjut sedang
dilakukan untuk menentukan seberapa
besar jaringan dan mengidentifikasikan
kontak atau kaki tangan mereka. Nah, ini
bukan cuma isu doang, Geng. Karena pihak
dari istri rewiil-nya sendiri udah
mengkonfirmasi bahwa ada een mereka yang
beroperasi di Iran saat kerusuhan
terjadi. Dan lewat Amicha Eliahu ya
selaku Menteri Warisan Budaya Isriwil,
mereka mengklaim kalau ejen-agen Isriwil
beroperasi di Iran saat protes itu
terjadi. Cuma, Geng, dia bilang kalau
een tersebut tidak bekerja untuk
perubahan rezim. Nah, tapi meskipun
begitu, Geng, aksi agen is rewel ini
melemahkan kemampuan Iran. Nah, terus
juga nih, Geng, ada lagi video dari
mantan perdana menteri isriwil yang
bernama Naftali Benet. Ini benar-benar
sebuah kode keras, ya. Dia memposting
jam pasir dan mengatakan dalam bahasa
Indonesia nih, "Waktunya telah tiba."
Banyak yang menduga kalau maksud dari
Naftali Benet ini adalah kode ke Iran.
Kalau pemerintahan kome ini bakal segera
jatuh dalam waktu dekat. Nah, setelah
ditangkapnya ejen-ejen Mossad di Iran,
kerusuhan di Iran tiba-tiba turun
drastis. yang tadinya heboh di mana-mana
ya, tiba-tiba hilang gitu setelah
provokatornya enggak ada. Dan pemerintah
Iran juga menegaskan kalau tidak ada
keringanan bagi para pelaku selain
diberikan hukuman mati. Sehingga upaya
untuk menggulingkan pemerintahan kome
ini jadi gagal, Geng. Ikut campurnya
Amerika juga sampai kepada upaya Donald
Trump yang berencana untuk bicara dengan
Elon Marx yang mana dia ingin membahas
pemulihan akses internet di Iran. Hal
ini disebabkan pemerintah Iran yang
memutus internet di sana supaya apa? Ya,
supaya aksi-aksi intelijen, pemberitaan
media itu di-cut off semua dan tidak
bisa ee apa ya, timbul propaganda lagi.
Nah, seperti yang kita tahu ya, Barat
itu kan menggunakan media untuk alat
perang mereka. Mereka menggunakan
propaganda. Nah, setelah internet enggak
ada, apa yang mau dipropagandakan? Gitu.
Nah, setelah pernyataan tersebut, enggak
lama dari itu ya, Elon Marx mengeluarkan
sebuah kebijakan untuk menggratiskan
layanan Starling di Iran sejak tanggal
13 Januari kemarin. Akun-akun Starling
yang sebelumnya enggak aktif saat ini
kembali terhubung di Iran. Berkat
Starling inilah yang saat ini sudah
tersedia di Iran dan digratiskan. Jadi,
banyak warga Iran yang merasa ya mereka
happy lah karena mereka jadi bisa
menanyakan kabar keluarga mereka dan
memberikan update terkini yang terjadi
di Iran. Jadi orang-orang yang dari luar
negeri, orang-orang Iran yang ada di
luar gitu ya bisa berkomunikasi lagi
dengan keluarganya. Tapi geng, aksi Elon
Marx yang dianggap membantu ini justru
ditanggapi lain. Justru ditanggapi
berbeda oleh otoritas Iran. Karena
mereka menuding Elon Marx justru
membantu menyelundupkan ribuan terminal
komunikasi ke Iran. Dan tudingan
tersebut tidak terlepas dari sepak
terjang Elon Marx yang terlibat di dalam
gerakan politik orang-orang konservatif.
Ya, seperti di Inggris, Elon Max ini kan
mendanai dan mempromosikan agitator
rasis ekstrem kanan bernama Tommy
Robinson. Di Kanada, Elon Marx juga
sempat mencoba menggiring pemilu tahun
2026 ke arah kandidat konservatif sayap
kanan yaitu Pir Poiliri. Dan ya karena
dia memang dikenal sebagai pendukung
keras Donald Trump, ada kekhawatiran
kalau niat baiknya tersebut terhadap
warga Iran dengan memberikan starling
gratis ini adalah kedok aja dari niat
terselubungnya yang lain yang mana dia
ingin melemahkan kondisi pemerintahan
Iran sebenarnya. Sebagai bentuk
antisipasi atas beredarnya Starling di
Iran, pemerintah Iran berhasil mematikan
jaringan internet Starling dengan cara
menggunakan jammer militer dari Rusia.
Awalnya ada sekitar 30% yang bisa
dimatikan. Lalu lintas uplink dan
downlink starling yang terganggu ya
terus melonjak jadi lebih dari 80% yang
bisa dimatikan dan diganggu dalam
hitungan jam. Meskipun begitu, akses
terhadap layanan satelit Starling masih
bisa tersisa di beberapa sport secara
terpisah. Tapi meskipun belum jelas
mekanisme pemandaman Starling oleh Iran,
para ahli sudah menduga jamming terminal
Starling bisa mengalahkan kemampuan
penerima sinyal satelit. Ada tundingan
teknologi militer Rusia yang diimpor
baru-baru ini termasuk truk pengganggu
sinyal radio Murmangs BN menjadi alat
yang digunakan untuk memadamkan sinyal
Starling untuk dimatiin Starling pakai
alat Rusia. Nah, sistem ini dianggap
sebagai jammer terkuat di Rusia saat ini
dan sudah diimpor oleh sekutu terkuat
mereka ya seperti Iran. Dan laporan dari
Forbes menyebutkan pendekatan kill
switch yang dilakukan oleh Iran bisa
menelan biaya sebesar 1,56
juta dolar Amerika atau yang setara
dengan Rp24 miliar per jamnya. Nah, jadi
usaha Elon Marx untuk mengaktifkan
Starling itu justru dibantai satu-satu
oleh pemerintah Iran. Terus, Geng, di
Iran karena kan aksi protesnya udah
besar-besaran ya, diwarnai oleh
kericuhan. Nah, yang mana kondisi ini
membuat mata uang Iran itu sampai jatuh
ke titik terendah. di mana 1 dolar
Amerika sekarang sudah setara dengan
R.137.500
riyal Iran yang menjadikan ini adalah ee
posisi terendah di dalam sejarah atas
mata uang Iran dan ketidakpastian
politik yang saat ini terjadi di Iran
membuat investor dan masyarakat
kehilangan kepercayaan terhadap Ral.
Mereka beralih ke dolar, emas, atau
bahkan kripto yang justru semakin
menekan nilai mata uang nasional negara
tersebut. Nah, karena tahu mata uangnya
sulit untuk diperdagangan lagi, maka
negara Iran sekarang beralih dengan
menggunakan crypto, Geng. Salah satunya
mereka membuka penjualan senjata canggih
yang mana bisa dibayar dengan kripto.
Jadi, Iran sudah mulai jual senjata
sekarang. Dan melalui pusat ekspor
pertahanan Iran atau Mindex ya, Iran
menawarkan berbagai persenjataan
strategis canggih mulai dari rudal
balistik, drone tempur, kapal perang
sampai sistem pertahanan udara. sekarang
mereka jual-jualin yang mana semuanya
bisa dibeli menggunakan aset digital
seperti Bitcoin. Meskipun pemerintah
Iran juga membuka sistem barter atau
bisa juga menggunakan Real Iran ya ee
tapi mereka lebih ke Bitcoin sekarang
dan Mindex ya bahkan mengklaim memiliki
klien di 35 negara dan mengoperasikan
portal digital serta chatbot untuk
mempermudah pembeliannya.
Nah, jadi itu dia, Geng ya, pembahasan
kita kali ini mengenai perkembangan
terkini soal Iran yang mana saat ini
pemerintah Iran sangat ketat dalam
menindak een Mosad dan antek-antek Barat
lain yang dianggap sedang berupaya
menggulingkan pemerintahan Komea ini.
Gimana, Geng, menurut kalian tentang
pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar
di bawah.