WORLD WAR 3 AMERICA VS NATO, RUSSIA AND CHINA IN GREENLAND?
bpIdK9ieVBM • 2026-01-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id dikatakan kalau dalam pertemuan itu dia bertemu dengan Jay Fence selaku wakil presiden Amerika serta Marco Rubio. Lars ini bilang kalau pertemuan itu berlangsung dengan terbuka serta jujur namun tetap konstruktif. Tapi dari pihak Amerika Donald Trump ini tetap bersih keras. Dia mau menguasai Greenland. Sesuatu yang menurut Denmark sama sekali enggak bisa diterima. Geng, di video kali ini kita bakal membahas perkembangan dari salah satu topik yang pernah gua bahas di video gua yang ini nih nih. Itu bilang langkah ini sebagai upaya global untuk menindak pelanggaran sanksi. Di dalam pembahasan tersebut gua sempat menyinggung soal Amerika yang punya keinginan untuk menguasai Greenland ya kan dikarenakan posisi negara tersebut katanya sih strategis banget untuk kepentingan Amerika. meskipun dari pihak Denmarknya sendiri yang memiliki tanah alias yang si empunya tanahnya ya, mereka sudah menegaskan kalau Greenland tidak untuk dijual ya atau tidak untuk ee diberikan ke negara manaun termasuk Amerika walaupun mereka sendiri adalah sahabat Amerika sesama-sama di dalam NATO. Nah, cuma Geng seperti yang kita tahu ya, ambisi Donald Trump yang ingin menguasai seisi bumi ini ya membuat Amerika tetap bersih keras ingin mencaplok Greenland sepenuhnya. Denmark ya sebenarnya kaget karena Amerika ini kan sahabat mereka. Tapi kok bisa Amerika yang dulunya sahabat sekarang jadi bangat gitu ya ingin merebut wilayah Denmark. Kok bisa seperti itu? Dan demi menjaga eksistensi Greenland yang akan terus menjadi wilayah Denmark, negara tersebut sudah mengadakan pertemuan dengan Amerika tapi tidak mencapai kesepakatan apapun. Jadi udah ketemu, udah berembuk ya udah ngelibatin ormas-ormas sekitar Pak RT RW ternyata tidak menemukan titik terang karena Donald Trump adalah warga yang keras kepala ternyata. Nah, atas niat Amerika tersebut ya saat ini NATO ya yang tadinya sangat-sangat berpihak pada Amerika malah menjadi lawan Amerika saat ini. United part of the Greenland. NATO mengirimkan pasukan mereka ke wilayah Greenland untuk mengamankan Greenland. Di sisi lain muncul informasi bahwa Rusia disebut-sebut memperkuat kekuatan militernya di kawasan tersebut, di kawasan Arktik yang termasuk aktivitas yang dikaitkan dengan Greenland ini. Wah, gua enggak habis pikir ya gimana bisa nih Amerika bakal punya dua musuh. Musuhnya Rusia ya otomatis tuh kayak Rusia kan ada Cina, ada Korea Utara. Ditambah lagi yang selama ini ngebela mereka yaitu NATO juga jadi musuh Amerika. Nah, dan seperti yang gua jelaskan di video sebelumnya, Rusia memang selama beberapa tahun terakhir meningkatkan militer mereka di wilayah utara di wilayah Greenland itu dengan alasan untuk perlindungan kepentingan strategis. Perkembangan inilah yang menempatkan Greenland dalam posisi yang semakin penting di tengah persaingan geopolitik antara negara-negara besar. Dan karena ini juga banyak yang menduga apakah perebutan wilayah Greenland bakal menjadi awal mula dari konflik bukan hanya antara Amerika dan Rusia serta Cina melainkan juga Amerika dengan Eropa. Nah, di video kali ini kita bakal membahas nih, Geng, mengenai kondisi Greenland saat ini dan bagaimana kalau Amerika serta Eropa yang tadinya beraliansi di bawah NATO malah berkonflik alias menjadi bermusuhan gara-gara Greenland ini. Kita langsung masuk ke dalam pembahasannya. Halo, Geng. Welcome back to kamar Jerry genggeng. Oke, ini bukan iklan, tapi ini curhat. Oke, jujur beberapa hari ini gua agak sedikit terganggu setiap ngonten. Gigi gua sakit terus nafas gua terasa agak enggak segar. Gua sebenarnya punya formulanya untuk ngilangin itu semua untuk meredakan sakit gigi dan bau mulut. Ya, udah beberapa kali gua pakai tapi habis barangnya dan sekarang gua udah beli lagi. Nah, mumpung ini masih baru, sekalian aja nih gua infoin ke kalian. Produknya premium banget bersegle hologram. Jadi kalau bukan yang ada segle hologram kayak gini, artinya itu tiruan atau palsu. Jadi pastiin kalian beli yang asli. Oke. Ini namanya Lumaden Te Protection Oral Spray. Rasa buah peach yang manis dan segar banget. Cara kerjanya tuh simpel banget, Geng. sekali semprot itu langsung melindungi enamel gigi kalian yang udah pasti bisa mencegah gigi kalian berlubang, terus mencegah plak juga. Nah, rasanya fresh banget, mulut jadi nyaman, nafas jadi lebih pede. Praktis parah. Bisa kalian gunakan habis makan, habis ngopi, atau pas lagi jalan-jalan di luar mau ketemu orang. Tinggal semprot aja beres. Gua enggak tahu nih kalian bakal percaya atau enggak. Ke mana pun gua pergi, gua pasti ngantongin benda ini karena ngebantu banget. Ketika mau ketemu orang, hal yang pertama kita lakukan adalah memastikan kita rapi, wangi, ya. Termasuk mulut juga harus wangi, ya. Buat jaga-jaga, gua harus selalu bawa benda ini. Gua yakin banget kalian bakal butuh juga. Jadi, kalau kalian memang merasa butuh, kalian bisa langsung check out linknya udah ada di bawah. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita akan bahas dulu nih ya pertemuan Amerika dengan Denmark yang membahas nasib Greenland ya. Gimana bisa nih Denmark? Kagetlah. Tiba-tiba kok Amerika mau mencaplok negara mereka padahal Amerika sahabat mereka. Nah, kita bahas. Jadi, Gengs, setelah Donald Trump secara terang-terangan mengatakan ingin menguasai Greenland, posisi Greenland di saat ini terus menjadi pembicaraan di dunia internasional. Denmark yang secara sah memiliki Greenland sudah mengeluarkan pernyataan dengan tegas kalau Greenland tidak bakal dijual sehingga tidak bisa dimiliki oleh negara lain termasuk Amerika. Tapi Donald Trump tetap tidak menyerah dan masih bersi keras kalau Greenland harus menjadi bagian dari mereka. Seperti Alaska contohnya yang mereka beli dari kekaisaran Rusia di zaman dulu. Pasca pernyataan Donald Trump ini, ada pembahasan lebih lanjut soal Greenland di antara kedua negara, di mana pejabat Amerika dan Denmark itu mengadakan pembicaraan terkait Greenland di minggu ini, Geng. Pertemuan itu dilangsungkan pada hari Rabu tanggal 15 Januari 2025. Agenda pembahasan ini muncul setelah Marco Rubio selaku Menteri Luar Negeri Amerika itu bilang kepada kongres Amerika dalam pengarahan tertutup bahwa Donald Trump sangat tertarik untuk membeli Greenland dari Denmark. Ringan banget ya rahangnya. mau beli tanah orang, negara orang loh. Tapi yang harus kalian tahu nih, Geng, ya. Enggak semua tokoh politik di Amerika mendukung keinginan Donald Trump. Bahkan sebagian besar masyarakat Amerika juga enggak mendukung upaya Amerika tersebut. Ya, kita tahu sendiri ya, Donald Trump ini emang unik dan antik gitu. Dia adalah seorang bisnisman. Jadi apa ya, melihat sesuatu itu dari segi bisnis terus gitu yang menguntungkan. Nah, ada juga yang menganggap kalau Amerika merebut Greenland dari Denmark justru bakal menciptakan konflik bukan hanya kepada Denmark, melainkan Eropa secara keseluruhan bakal marah. Ini bakal perang di antara mereka. Salah satunya disampaikan oleh Tim Kane selaku senator Amerika yang minggu lalu dia sempat ketemu dengan pejabat Denmark, Geng. Nah, ini bilang bahwa anggota parlemen dari kedua partai di Amerika bakal bersatu menentang upaya militer Amerika untuk merebut Greenland yang artinya bakal banyak yang menentang keputusan Trump. Singkatnya nih, Geng, ya, sebagai seorang senator, Ken ini enggak setuju pengambil alihan Greenland oleh Amerika atas perintah Donald Trump dengan cara apapun, baik melalui diplomasi maupun dengan cara militer atau perang. Dia enggak setuju. Dia bilang kalau Amerika seharusnya tetap bekerja sama dengan Denmark sebagai negara berdaulat dan bersekutu satu sama lain. Bukannya memperlakukan Denmark sebagai musuh. Ya, ini benar banget nih. Udah mana musuh sama Cina, Korea Utara, Rusia pula sama Iran juga, belum lagi sama Pakistan. Wah, gila yang dimusuhin negara-negara yang seram-seram. Negara-negara yang punya power militer gila-gilaan, punya nuklir, Geng. sekarang malah musuhin saudara sendiri. Denmark emang rada-rada ya Amerika ya. Beberapa jam sebelum pertemuan antara Amerika dengan Denmark digelar, James Frederick Nilson selaku perdana menteri Greenland itu sempat pidato geng. Dan dia bilang kalau sekarang bukan saatnya untuk membicarakan kemerdekaan masa depan pulau Arktik tersebut dan membahayakan hak mereka untuk menentukan nasibnya sendiri. Nah, sebelumnya ya jeans ini bilang kalau Greenland itu lebih memilih untuk tetap bersama dengan Denmark dibandingkan harus bergabung dengan Amerika di bawah pemerintahan Trump. Nah, ini pernyataan warga Greenland-nya sendiri loh. Conland big eyesland. Nah, pernyataan ini adalah pernyataan terkuat hingga saat ini tentang keinginan warga Greenland untuk tetap menjadi bagian dari wilayah Denmark. Dia juga bilang kalau serangan terhadap Greenland yang sebagai bagian dari kerajaan Denmark dan sudah berada di bawah perlindungan NATO bakal menghancurkan aliansi NATO itu sendiri. Jens ini bilang juga kalau Greenland enggak tertarik sama pengambil alihan atau pembelian oleh Amerika. Ya, mungkin Amerika mikir kayak semua orang senang kali ya gabung sama Amerika. Bakal jadi negara kuat, bakal jadi bagian dari negara adidaya. Ya, ternyata enggak. Greenland udah happy-happy aja walaupun tempat mereka itu bisa dikatakan isinya cuma es, adanya beruang putih ya kan, tidak bisa tanam padi, tanam jagung. Tapi mereka happy, bahagia dengan Denmark. Dan kita juga jarang dengar ya negara Denmark ini bermasalah. Dan kalau enggak salah juga Denmark itu salah satu negara bahagia gitu. Kenapa Amerika dengan segala problematiknya pede banget nawarin diri ingin mencaplok Greenland? Nah, di luar itu, Geng, ternyata hal yang sama juga dilakukan oleh Donald Trump. Jadi, sebelum pertemuan itu, Trump ini sempat menulis di trut sosialnya. Nah, Donald Trump ini hobi bangetlah main kayak Twitter-twitteran gitulah yang ala orang Amerika ya. Dia posting lah di Trut Sosial namanya. bahwa apapun yang kurang dari kendali Amerika atas Greenland tidak akan dapat diterima dan menulis bahwa Amerika membutuhkan Greenland yang artinya nih ya artinya nih memang bahasanya agak-agak susah ya bahasa formal gitu ya. Jadi dia bilang nih, pokoknya ya kalau Greenland itu tidak terkendali atas Amerika ya itulah dibilang tadi kurang dari kendali Amerika dan Amerika tidak dapat menerima itu itu enggak boleh gitu dan Amerika membutuhkan Greenland dan sebaliknya Greenland juga butuh Amerika. NATO menjadi jauh lebih tangguh dan efektif dengan Greenland di tangan Amerika, kata dia. Sampai setelah dia memposting itu, akhirnya digelarlah nih, Geng, pertemuan tersebut. Dan Lars Lukee Rasmusen selaku Menteri Luar Negeri Denmark menjelaskan apa hasil dari pertemuan tersebut. Ada tiga negara yang mengikuti pertemuan yaitu Amerika, Denmark dan Greenland. dikatakan kalau dalam pertemuan itu dia bertemu dengan JD Fence selaku wakil presiden Amerika serta Marco Rubio. Lars ini bilang kalau pertemuan itu berlangsung dengan terbuka serta jujur namun tetap konstruktif. Tapi dari pihak Amerika Donald Trump ini tetap bersih keras. Dia mau menguasai Greenland. Sesuatu yang menurut Denmark sama sekali enggak bisa diterima. Lars bilang bahwa Denmark itu sudah menyampaikan dengan sangat jelas bahwa hal tersebut tidak sejalan dengan kepentingan Denmark. on how to ensure the longterm security in Greenland. And here our perspectives continue to defer. I must say the president has made his view clear and we have a different position. Setelah pertemuan itu, Donald Trump kembali menegaskan ketertarikannya dia untuk mengambil alih pulau Greenland sehingga pertemuan yang berlangsung selama 1 jam kurang lebih antara Amerika Denmark dan Greenland-nya sendiri tidak menghasilkan apapun. Tidak ada titik temu, buntu. Pokoknya semuanya tuh kalau gak sesuai dengan kemauannya Donald Trump gak jadi tuh barang itu kurang lebih. Dan meskipun begitu ketiga negara sepakat untuk membentuk kelompok kerja tingkat tinggi untuk membahas masa depan dari Greenland yang merupakan wilayah otonom di bawah Denmark. Nah, cuma ya Lars ini menegaskan kalau ya ada batas yang tidak boleh dilewati atau dilanggar oleh Amerika yaitu dengan tidak mengambil Greenland dari Denmark. Nah, jadi kayak oke nih seolah-olah Amerika peduli banget sama Greenland. Tapi tenang, lu boleh kok ikut memikirkan masa depan Greenland, tapi tidak boleh mengambil alih Greenland dari ibunya, yaitu Denmark. Kelompok kerja dari tiga negara tadi ya dijadwalkan bakal bertemu lagi di dalam beberapa minggu ke depan untuk mencari titik kompromi tersebut. Dan dia juga menyebutkan kalau Denmark dan Greenland terbuka terhadap kemungkinan Amerika membuka lebih banyak pangkalan militer di Greenland. Enggak apa-apa, boleh kok. Asalkan Amerika enggak berambisi untuk ngambil alih Greenland alias nyaplok tanah orang. Nah, meskipun Amerika tidak meminta maaf atau mundur dari ancaman yang dikeluarkan oleh Donald Trump, Lars bilang kalau dia berharap pemerintah bisa mulai menurunkan ketegangan setelah lebih dari setahun saling sindir-sindir di media sosial. Ya kan, bukannya bertemu tatap muka malah sindir-sindiran. Ya, itulah cara Donald Trump gitu ya. Di akhir kalimat, Lars ini bilang kalau Denmark dan Greenland memiliki perbedaan pendapat dengan Amerika dan mereka sepakat untuk enggak sepakat dengan Amerika. Paham enggak? Mereka berdua ini udah sepakat. Oke, kita sepakat ya, Deal. Deal, kita tidak berpihak sama Amerika. Itulah kurang lebih. Tapi mereka bakal terus berbicara terkait keinginan mereka untuk mempertahankan Greenland. Nah, karena pertemuan ini bakal diadakan lagi ya beberapa minggu ke depan, kita tunggu nih, Geng, perkembangan selanjutnya dari Denmark dan Greenland ini. Gimana cara mereka untuk tetap bisa mempertahankan Greenland dari pencaplokan Donald Trump? Gua rada-rada merinding ya sama Donald Trump ini. Takut-takut tiba-tiba dia lagi apa ya misalkan lagi ngelamun, lagi ee gitu, lagi ngelamun. Kepikiran dia di dalam otaknya Kalimantan katanya Bu. Tiba-tiba langsung dia, "Saya ingin ambil Kalimantan." Udah suka-suka dia aja. Suka-suka dia aja. Udah, apa yang lagi terlintas di dalam pikirannya dia udah pengen gitu kayak bocil-bocil lagi ngelamun tiba-tiba ngelihat iklan nyam-nyam tahu enggak lu? Nyam-nyam ma nyamnyam langsung minta kalau enggak dikasih merengek-merengek sampai guling-guling di tanah. Nah, kurang lebih kayak gitu kali dia ya. Ya, maklum udah tua kadang halusinasinya jauh gitu mikirnya gila banget gitu. Nah, terus geng karena Denmark ini merupakan anggota NATO dan memang Greenland adalah wilayah yang dilindungi oleh NATO, ya gimana aliansi tersebut merespon isu ini yang pengin nyaplok sebuah negara yang mereka puji-puji, mereka elu-elukan, mereka berlindung di balik keteknya selama ini, yaitu Amerika. Mereka bingung, ada dua anggota NATO. Yang satu kuat banget, yang satu sejahtera negaranya dan selama ini adem-adem aja memperebutkan sebuah wilayah yang bernama Greenland. Nah, karena kabarnya ya saat ini ternyata pasukan NATO udah ada yang mendarat di Greenland. Mereka membela Denmark, mereka membela Greenland. Dulunya mereka bersembunyi di bawah ketek Amerika. Sekarang mereka mencoba untuk bersatu melawan Amerika. Gila enggak tuh? Sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan. Ketika pasukan NATO dikirim ke Greenland untuk melawan Amerika. Ini sebuah kekonyolan yang enggak pernah gua bayangkan sebelumnya ya, Geng. Karena setiap kali kita berbicara tentang Rusia, lawannya itu adalah NATO. Kenapa Rusia ngehabisin ngebombardir Ukraina? Ya, karena NATO. Karena Ukraina pengin masuk NATO. Rusia enggak mau ya di serambi mereka atau di teras mereka ada NATO yang mana NATO ini antek-antknya atau persekutuannya Amerika. Tapi per hari ini itu Ukraina udah habis-habisan dibombardir sama Rusia, tiba-tiba NATO malah jadi lawan Amerika. Aduh, heran gua aneh-aneh aja. Jadi ceritanya ya, Geng, pasca Donald Trump yang sudah berkali-kali menyebutkan kalau dia ingin mengambil Greenland, enggak cuma pihak Greenland dan Denmark aja yang bersuara, tapi NATO juga. Ada tujuh negara NATO yang merespon keras ancaman atau rencana Donald Trump tersebut. bersama enam negara sekutunya. Denmark ini menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya dan setiap keputusan terkait wilayah tersebut hanya bisa ditentukan oleh rakyat Denmark dan rakyat Greenland, bukan kekuatan luar. Nah, penegasan ini disampaikan oleh pernyataan bersama para pemimpin Denmark dan Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris. Nah, mereka menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan Greenland di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Arctik. Di dalam pernyataan bersama ketujuh negara tadi ya, jelas banget tertulis kalau Greenland adalah milik rakyat. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan persoalan menyangkut Denmark dan Greenland itu sendiri. Jadi mereka mau ke mana? Mau mau berdiri sendiri atau mereka mau menyerahkan diri ke Amerika itu keputusan mereka. Amerika enggak bisa ngatur dan para pemimpin Eropa itu menegaskan, Geng, kalau keamanan aktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa. Mereka menyebutkan sekutu-sekutu Eropa sudah meningkatkan kehadiran aktivitas serta investasi untuk menjaga stabilitas kawasan yang semakin strategis secara geopolitik dan militer. Nah, Amerika tuh kalau udah ngelihat, "Wih, ini cocok nih buat kita main caplok aja. Wih, strategis nih. Udah bagus nih main caplok lagi. Nah, oleh karena itu keamanan Arctik ya harus dicapai secara kolektif bersama sekutu NATO termasuk Amerika juga gitu sebenarnya dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip piagam PBB ya. Tapi kan kita tahu sendiri Amerika sekarang udah keluar dari PBB. Donald Trump secara resmi telah menandatangani perintah eksekutif yang menarik Amerika dari puluhan lembaga global termasuk badan-badan penting PBB. Selain itu, AS bukan cuma keluar, tapi juga memutus pendanaan. Itu tadi adalah prinsip yang universal dan NATO tidak akan berhenti dalam membela hal tersebut. Even lawan mereka adalah Amerika. Tapi nih, Geng, ya. Meskipun menolak rencana pengambil alihan Greenland, pernyataan tersebut tetap menegaskan bahwa Amerika adalah mitra penting bagi NATO. Sebenarnya Amerika disebut memiliki peran strategis baik bagi sekutu NATO maupun melalui perjanjian pertahanan antara kerajaan Denmark dan Amerika Serikat pada tahun 1951. Sikap yang sama ini juga disuarakan oleh negara-negara Nordik. Geng Menteri luar negeri Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia itu bilang komitmen mereka untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kerja sama di Arctik. Para menteri tersebut menyatakan dukungan terhadap peningkatan kehadiran dan pertahanan NATO di Aktik sekaligus menekankan bahwa keamanan kawasan itu harus berdasarkan kepada penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar piagam PBB. Dan karena takut bahwa akan ada penyerangan yang dilakukan oleh Amerika di Greenland, sejumlah negara NATO berbondong-bondong mengirimkan pasukan tambahan ke Greenland. Jerman, Prancis sampai Swedia pada hari Rabu tanggal 14 Januari itu menyatakan bakal mengirimkan pasukan militer ke Greenland untuk membantu Denmark memastikan keamanan di kawasan tersebut. Dan pengerahan personil militer ke Greenland sebagai bagian dari misi pengintaian ke ibu kota Greenland yaitu Nuk. Tapi ya pengerahan pasukan militer di Greenland ini cuma skala kecil. Nah, namun dari keterangan Mute Egit selaku wakil perdana menteri Greenland, ini koreksi gua ya kalau salah dalam menyebutkan namanya ya, tulisannya itu adalah Mute EGD. Nah, gua bacanya mute edit. Benar enggak ya? Kalau salah koreksi, Geng. Mohon maaf. Nah, dia ini adalah Wakil Perdana Menteri Greenland. Dia bilang kehadiran pasukan NATO di wilayah tersebut bakal meningkat. Emmanuel Macron, Presiden Prancis juga mengkonfirmasi, Geng, dia mengerahkan pasukan dari Prancis untuk menyusul pergerakan negara-negara NATO lainnya menuju ke Greenland. Nah, waktu itu ya Macron ini juga bilang kalau warga Eropa memiliki tanggung jawab khusus terhadap Greenland karena wilayah itu punya Uni Eropa dan juga salah satu sekutu NATO. Au Groenland, territoire autonome du royaume de Danemark, les Européens ont une responsabilité particulière carritoire à l'Union est alliant. Mereka bilang kalau Prancis mengirimkan 15 orang ke Greenland, sementara Jerman mengirimkan pesawat angkut A400M ke NUK dengan kontingen 13 tentara yang mana menurut laporan mereka hanya akan tinggal di Greenland sampai hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026. Tapi meskipun begitu, ada negara aliansi NATO yang enggak mengirimkan pasukan ke Greenland. Negara tersebut adalah Polandia. Di saat itu Perdana Menteri Polandia yaitu Donald Trang bahwa negara mereka gak bakal mengirimkan pasukan mereka ke Greenland sembari ya memperingatkan bahwa serangan oleh satu anggota NATO terhadap anggota lainnya bakal menjadi awal perang dunia. Sedikit gua jelaskan ya, Geng, kepada kalian. Kenapa sih NATO harus repot-repot datang ke Greenland? Emang Greenland enggak punya tentara? Jawabannya enggak ada. Greenland itu enggak punya tentara. Makanya itu yang menjaga wilayah Greenland saat ini adalah tentara dari Denmark dan juga NATO. Dan NATO saat ini resah dengan pernyataan Donald Trump terkait Greenland dan was-was terhadap tindakan Amerika selanjutnya di Greenland. Tapi Donald Trump mengeluarkan pernyataan di trut sosialnya lagi dengan mengingatkan bahwa Amerika selalu ada untuk NATO dan mengakui kalau mereka meragukan jika sekutu-sekutu NATO bakal melakukan hal yang sama jika Amerika membutuhkan mereka. Paham enggak maksudnya? Jadi kayak Donald Trump tuh ngomong gitu ya. Weh, kita tuh Amerika selalu ada buat kalian NATO. Tapi coba giliran Amerika yang butuh NATO. Emang kalian ada buat kita ada gitu buat Amerika? Jadi benar-benar kayak pernyataan bocah gitu loh, Geng. Kayak bocah ngambek gitu. Di dalam postingan Donald Trump itu, Donald Trump mengulang lagi pernyataan yang sering dia sampaikan soal banyaknya anggota NATO yang gagal memenuhi komitmen pengeluaran militer sampai Amerika ya di bawah Donald Trump itu harus turun tangan. Dan Donald Trump bilang kalau Amerika harus membayar untuk kebodohan-kebodohan negara-negara NATO ini. Dan dia juga bilang karena Amerik lah negara negara aliansi NATO bisa mencapai 5% PDB mereka. Wah gila ya. Dia mengklaim kalau dia paling berjasa di NATO gitu. Donald Trump memposisikan diri sebagai pembawa perdamaian global menyebutkan bahwa Cina dan Rusia sama sekali tidak takut pada NATO tanpa adanya Amerika sebagai bagian dari aliansi NATO tersebut. Ya, ini mungkin masuk akal ya. Ya, mungkin yang membuat Cina dan Rusia agak segan sama NATO ya karena ada Amerika. Iye iye ada benernya gitu. Nah, tapi kan Amerika tanpa NATO belum tentu sekuat itu juga untuk melawan Cina, Rusia dan Korea Utara, Iran lagi. Ya, yang ngebantu Amerika siapa? Isriwil. Tanpa negara NATO ya mereka berdua doang. Emang menurut kalian kuat, Geng? Ya, gua enggak yakin juga sih. Tapi gimana tuh menurut kalian? Dan White House atau gedung putih alias kediaman pemimpin tertinggi Amerika sudah mengeluarkan pernyataan jika keberadaan pasukan NATO di Greenland tidak akan menyurutkan niat Amerika sedikit pun untuk mencaplok Greenland. Waduh, bakal perang nih. Huh, gila. Dari apa yang terjadi ini kita pasti penasaran ya gimana tanggapan Rusia, tanggapan Pak Putin. Apakah dia tertawa melihat lawannya sedang saling apa ya sebutannya ya? Berantem. Berantem di rumah tangga lah gitu. Internal mereka sendiri berantem, adik kakak berantem gitu. Gimana? Apa tanggapan dari Pak Putin? respon dari Rusia yang mana mereka ternyata juga memiliki pertahanan militer di wilayah Arktik ini. Dan setelah Donald Trump berencana ingin mengambil alih Greenland ditambah dengan pasukan NATO yang saat ini sudah berada di Greenland untuk melawan Amerika. Apa tanggapan dari Rusia? Kita bahas. Pasti diketahui kalau NATO yang bereaksi keras terkait rencana Donald Trump terhadap Greenland dengan mengirimkan pasukan dari berbagai negara ke Greenland. Rusia buka suara. Negara tersebut menyampaikan kecaman mereka atas kedatangan personil NATO di sana. Dari keterangan kedutaan besar Rusia yang ada di Belgia, situasi yang terjadi di Greenland menjadi keprihatinan yang serius bagi Greenland dan warga-warganya. Pihak kedutaan yang juga menambahkan bahwa NATO meningkatkan kehadiran militernya di sana dengan dalih palsu ancaman yang semakin besar dari Rusia dan Cina. Nah, selanjutnya Rusia bilang bahwa mereka bakal terus memperkuat kemampuan pertahanan mereka di Arctik tersebut di wilayah Greenland sebagai tanggapan terhadap ancaman yang terkait dengan situasi di sekitar Greenland. Jadi, kurang lebih tuh ya Pak Putin tuh ternyata enggak percaya dengan kehadiran militer NATO di Greenland adalah untuk melindungi Greenland dari serangan Amerika. Jadi mungkin bisa aja itu cuma settingan, cuma drama taktik mereka untuk meramaikan wilayah Greenland dengan pasukan militer NATO. sehingga bisa mengganggu pasukan-pasukan militer Rusia dan Cina yang memang sudah banyak di sana. Nah, itu menurut Pak Putin tuh, Geng. Dan di dalam pernyataannya, ya, Maria mengatakan Rusia bakal terus mempertahankan posisi mereka di kawasan Arctik dan akan melanjutkan kebijakan penguatan kedaulatan nasional, meningkatkan kemampuan pertahanan, serta membangun infrastruktur penting terutama untuk mengamankan jalur laut sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya di wilayah tersebut. Terus Maria juga bilang kalau Amerika sudah menetapkan Greenland sebagai wilayah kepentingan Amerika dengan menggunakan narasi yang gak berdasar terkait adanya ancaman dari Rusia katanya. Jadi pengin nyaplok negara orang tapi bawa-bawa Rusia, nuduh-nuduh Rusia. Dia bilang kalau aktivitas Rusia dan Cina di sekitar Greenland itu enggak boleh dijadikan alasan untuk meningkatkan ketegangan yang sedang terjadi saat ini. Dan menurut dia, meningkatnya ketegangan di kawasan Arctik atau di kawasan Greenland ini merupakan akibat langsung dari tindakan Amerika dan NATO. Maria menegaskan kalau perbedaan pandangan terkait Greenland seharusnya diselesaikan melalui jalur perundingan sesuai dengan hukum internasional dan dengan mempertimbangkan kepentingan penduduk Greenland. NATO ya kata Maria udah mengubah kawasan Arctik atau kawasan Greenland ini menjadi arena persaingan geopolitik dan bahkan bersedia menggunakan kekuatan militer untuk memperkuat posisi mereka di wilayah itu. Jadi bagi dia NATO ini lebih dulu menciptakan narasi mengenai adanya ancaman dari pihak lain kemudian mengklaim kalau mereka sendiri sebagai pelindung dari ancaman yang sebenarnya mereka ciptakan sendiri. Jadi kayak nyiptain berita ya wi ada flu ini, ada flu ini. Tujuannya apa? Buat jual obat. Jadi mereka tuh menciptakan seolah-olah Greenland di bawah bahaya. Terus mereka menjadi penyelamatnya dan beramai-ramilah mengirimkan pasukan militer mereka ke sana. Nah, yang dirugikan di sini siapa? Yang dibuat takut siapa? Apakah Rusia dan Cina? Enggak. Yang dibuat takut adalah warga Greenland-nya. Begitulah kurang lebih pernyataan dari Rusia. Di akhir kalimatnya ya, Maria dari perwakilan Rusia itu memperingatkan negara-negara Eropa setiap upaya untuk memperbesar ketegangan di Arik dan menciptakan ancaman keamanan bagi Rusia itu bakal berujung pada konsekuensi serius. Rusia enggak pernah main-main dengan ancaman-ancaman tersebut. Nah, dia juga bilang bahwa setiap tindakan yang mengabaikan kepentingan Rusia di kawasan Arctik, terutama yang berkaitan dengan keamanan, tidak akan dibiarkan begitu saja dan bakal berdampak besar ke depannya. Secara enggak langsung, kehadiran NATO di Greenland yang semakin banyak imbas dari pernyataan Donald Trump jadi bakal mengganggu aktivitas Rusia dan Cina di kawasan Aktik. Dan kemungkinan besar kalau konflik terkait Greenland ini enggak segera selesai, maka Rusia yang bakal bertindak. Jadi ibaratnya nih Rusia tuh ngasih tahu lu berdua nih ya Amerika sama pasukan NATO yang lain sama Denmark dan bla bla bla. Jangan sok-sok lagi berantem. Kalau lu enggak selesai sekarang ya keputusan apa yang bakal kalian ambil di tengah-tengah keluarga kalian. Ya udah kita masuk nih, kita datang, kita habisi kalian berdua. Gitulah kurang lebih peringatan dari Rusia, Geng. Lalu, Geng, isu terkait Greenland ini bisa menjadi pedang bermata dua buat Amerika. Dengan ambisinya untuk merebut Greenland, Amerika bakal sangat berpotensi untuk melawan negara aliansinya sendiri, yaitu NATO. Kalau memang ini bukan settingan, ya. melihat Amerika yang saat ini kelihatan lebih arogan yang bisa kita lihat dari Amerika yang keluar dari 60 organisasi internasional termasuk PBB, hal ini menjadi mungkin kalau Amerika mulai kelihatan ingin menantang NATO. Jadi bisa jadi ini bukan settingan. Nah, kalau kita lihat dari fakta yang ada dibandingkan dengan negara-negara aliansi NATO lain, Amerika ini justru berkontribusi paling banyak di NATO secara uang dan kekuatan militer sebenarnya. Karena itu, Amerika memandang gak bakal ada yang berani menentang mereka sekalipun negara Eropa dengan NATOnya. Jadi mereka merasa kayak, "Ah, apa NATO maunya gue enggak bisa." Selama ini kan gua paling banyak ngedonasi donaturnya gue ya. Dia e apa e senjatanya, militernya gua yang ngasih. Nah, jadi dia merasa super power. Tapi bisa jadi kan, Geng, kalau Amerika tetap ngotot untuk mencaplok Greenland akan timbul konflik yang jauh lebih besar. Bisa-bisa Amerika berperang dengan negara Eropa lain yang memang tergabung ke dalam NATO itu sendiri. Belum lagi ada ancaman dari Rusia dan Cina yang sudah terlebih dahulu aktif secara militer di kawasan Arctik, kawasan Greenland yang diperebutkan. Pastinya mereka enggak mau jika kawasan mereka tiba-tiba kedatangan Amerika dan NATO, ya kan? Sudah pasti cepat atau lambat kedua negara ini bakal mengambil tindakan. Dan isu Greenland ini menambah daftar panjang terkait kondisi geopolitik dunia yang semakin panas. Semuanya gara-gara siape? Siapa? Siapa? Ya, America usara. Amerika di bawah kepemimpinan Donald Trump. Tapi apakah Amerika benar-benar bakal mengeluarkan kekuatan militernya ke Greenland? Nah, memang ada potensi seperti itu sih, Geng. Karena Donald Trump ini bilang sendiri kalau Amerika mungkin bakal menggunakan kekuatan militernya. Tapi geng, ada informasi yang didapat dari dua orang informan yang mengatakan kalau Donald Trump sendiri sebenarnya lebih menyukai kalau mereka melakukan cara lain, yaitu dengan memberikan insentif kepada penduduk Greenland agar memberikan suara mereka dalam referendum di mana rakyat Greenland bakal memilih apakah mereka tetap mau Greenland di wilayah Denmark atau justru join dengan Amerika. Nah, jadi ceritanya tuh kayak apa ya? Si Donald Trump ini mau ngasih kayak per keluarga 1 M, 1 M, 1 M gitu loh. Ngasih duit nih nih buat lu, buat lu ayo dong bersuara dong bilang. Kalian mau gabung sama Amerika, jangan mau sama Denmark. Kurang lebih kayak gitu. Dikatakan jika kalau para staff Donald Trump sedang menyusun berbagai strategi dan opsi untuk mendorong agar warga Greenland bisa menggelar referendum. Referendum itu kayak eh proses pemisahkan diri dan merayu warga Greenland ini untuk bergabung dengan Amerika. Nah, cara-cara yang dipertimbangkan itu adalah dengan memberikan informasi untuk mempengaruhi opini publik, tawaran bantuan atau dana kepada sektor publik, serta intensif ekonomi dari pihak swasta. Nah, Donald Trump juga dikatakan gak khawatir bahwa pesan tersebut mungkin malah akan mempersulit keadaan Amerika sendiri saking dia penginnya Greenland dicaplok. Ambisi banget. Dia pengin banget dia sama Greenland. Gua gak tahu deh apa yang dicari. Kayaknya sih ujung-ujungnya pasti hasil bumi kayaknya ya. Tapi enggak mungkin juga. Apa ya? Ya lebih kepada wilayah pangkalan militer sih lebih tepatnya. Kayak Donald Trump tuh enggak terima aja pangkalan militer Rusia dan Cina tuh gede banget di sana. Mereka tuh pengen juga gitu, Geng. Tapi yang jadi pertanyaannya, apakah kalau Amerika ingin melakukan serangan terhadap militer Greenland, Denmark bakal diam aja? Jawabannya tentu enggak. Kementerian Pertahanan Denmark udah mengantisipasi hal ini dengan mengeluarkan perintah kalau pasukan Denmark harus melepaskan tembakan bahkan tanpa perintah langsung kalau ada pihak yang mau merebut Greenland dengan paksa. dalam tanda kutip termasuk Amerika. Kementerian mereka ya juga mengatakan kalau tentara Denmark diharuskan untuk menjunjung tinggi aturan perang dingin untuk segera turun tangan dalam pertempuran melawan kekuatan asing manapun yang mengancam wilayah Denmark dalam tanda kutip termasuk Amerika. Nah, aturan tersebut ya berawal di tahun 1952 yang menyatakan kalau pasukan harus bertempur tanpa menunggu perintah. Bahkan kalau pemimpin mereka enggak mengetahui adanya deklarasi perang secara resmi, udah lu perang aja, tembak aja. Jadi enggak perlu nunggu perintah dulu. Dan perintah tersebut ya pada awalnya dibuat sebagai akibat dari serangan Nazi terhadap Denmark pada tahun 1940. Ketika sistem komunikasi negara ini terputus yang ibaratnya nih enggak bisa nelepon, enggak bisa nanya, "Pak, tembak atau enggak?" Ya udahlah lu enggak perlu telepon gue minta izin lu tembak hajar aja untuk membela diri lu dan tanah air lu. Gitulah kurang lebih. Dan perintah ini tetap berlaku di Denmark sampai saat sekarang ini, Geng. Hingga kalau Amerika berani menyerang Greenland, jadi masih berlaku tuh perintah seperti ketika perang melawan Nazi dulu. Tanpa menunggu perintah perang terlebih dahulu, perang aja terus. Jadi, bisa dipastikan tentara Denmark bakal langsung bertindak. Jadi, mereka gak takut siapa yang harus mereka hadapi. Gimana tuh, Geng? Gila enggak tuh? Dunia makin dekat ya sama perang eh dunia makin dekat sama perang dunia ketiga, maksud gua. Jadi, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai kondisi terkini terkait Greenland dan upaya Denmark serta Greenland untuk mempertahankan wilayah mereka dari ya rakusnya Amerika. Gimana nih, Geng? Menurut pendapat kalian tentang pembahasan ini, coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories