WORLD WAR 3 AMERICA VS NATO, RUSSIA AND CHINA IN GREENLAND?
bpIdK9ieVBM • 2026-01-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
dikatakan kalau dalam pertemuan itu dia
bertemu dengan Jay Fence selaku wakil
presiden Amerika serta Marco Rubio. Lars
ini bilang kalau pertemuan itu
berlangsung dengan terbuka serta jujur
namun tetap konstruktif. Tapi dari pihak
Amerika Donald Trump ini tetap bersih
keras. Dia mau menguasai Greenland.
Sesuatu yang menurut Denmark sama sekali
enggak bisa diterima.
Geng, di video kali ini kita bakal
membahas perkembangan dari salah satu
topik yang pernah gua bahas di video gua
yang ini nih nih. Itu bilang langkah ini
sebagai upaya global untuk menindak
pelanggaran sanksi. Di dalam pembahasan
tersebut gua sempat menyinggung soal
Amerika yang punya keinginan untuk
menguasai Greenland ya kan dikarenakan
posisi negara tersebut katanya sih
strategis banget untuk kepentingan
Amerika. meskipun dari pihak Denmarknya
sendiri yang memiliki tanah alias yang
si empunya tanahnya ya, mereka sudah
menegaskan kalau Greenland tidak untuk
dijual ya atau tidak untuk ee diberikan
ke negara manaun termasuk Amerika
walaupun mereka sendiri adalah sahabat
Amerika sesama-sama di dalam NATO. Nah,
cuma Geng seperti yang kita tahu ya,
ambisi Donald Trump yang ingin menguasai
seisi bumi ini ya membuat Amerika tetap
bersih keras ingin mencaplok Greenland
sepenuhnya. Denmark ya sebenarnya kaget
karena Amerika ini kan sahabat mereka.
Tapi kok bisa Amerika yang dulunya
sahabat sekarang jadi bangat gitu ya
ingin merebut wilayah Denmark. Kok bisa
seperti itu? Dan demi menjaga eksistensi
Greenland yang akan terus menjadi
wilayah Denmark, negara tersebut sudah
mengadakan pertemuan dengan Amerika tapi
tidak mencapai kesepakatan apapun. Jadi
udah ketemu, udah berembuk ya udah
ngelibatin ormas-ormas sekitar Pak RT RW
ternyata tidak menemukan titik terang
karena Donald Trump adalah warga yang
keras kepala ternyata. Nah, atas niat
Amerika tersebut ya saat ini NATO ya
yang tadinya sangat-sangat berpihak pada
Amerika malah menjadi lawan Amerika saat
ini.
United part of the
Greenland.
NATO mengirimkan pasukan mereka ke
wilayah Greenland untuk mengamankan
Greenland. Di sisi lain muncul informasi
bahwa Rusia disebut-sebut memperkuat
kekuatan militernya di kawasan tersebut,
di kawasan Arktik yang termasuk
aktivitas yang dikaitkan dengan
Greenland ini. Wah, gua enggak habis
pikir ya gimana bisa nih Amerika bakal
punya dua musuh. Musuhnya Rusia ya
otomatis tuh kayak Rusia kan ada Cina,
ada Korea Utara. Ditambah lagi yang
selama ini ngebela mereka yaitu NATO
juga jadi musuh Amerika. Nah, dan
seperti yang gua jelaskan di video
sebelumnya, Rusia memang selama beberapa
tahun terakhir meningkatkan militer
mereka di wilayah utara di wilayah
Greenland itu dengan alasan untuk
perlindungan kepentingan strategis.
Perkembangan inilah yang menempatkan
Greenland dalam posisi yang semakin
penting di tengah persaingan geopolitik
antara negara-negara besar. Dan karena
ini juga banyak yang menduga apakah
perebutan wilayah Greenland bakal
menjadi awal mula dari konflik bukan
hanya antara Amerika dan Rusia serta
Cina melainkan juga Amerika dengan
Eropa. Nah, di video kali ini kita bakal
membahas nih, Geng, mengenai kondisi
Greenland saat ini dan bagaimana kalau
Amerika serta Eropa yang tadinya
beraliansi di bawah NATO malah
berkonflik alias menjadi bermusuhan
gara-gara Greenland ini. Kita langsung
masuk ke dalam pembahasannya. Halo,
Geng. Welcome back to kamar Jerry
genggeng. Oke, ini bukan iklan, tapi ini
curhat. Oke, jujur beberapa hari ini gua
agak sedikit terganggu setiap ngonten.
Gigi gua sakit terus nafas gua terasa
agak enggak segar. Gua sebenarnya punya
formulanya untuk ngilangin itu semua
untuk meredakan sakit gigi dan bau
mulut. Ya, udah beberapa kali gua pakai
tapi habis barangnya dan sekarang gua
udah beli lagi. Nah, mumpung ini masih
baru, sekalian aja nih gua infoin ke
kalian. Produknya premium banget
bersegle hologram. Jadi kalau bukan yang
ada segle hologram kayak gini, artinya
itu tiruan atau palsu. Jadi pastiin
kalian beli yang asli. Oke. Ini namanya
Lumaden Te Protection Oral Spray. Rasa
buah peach yang manis dan segar banget.
Cara kerjanya tuh simpel banget, Geng.
sekali semprot itu langsung melindungi
enamel gigi kalian yang udah pasti bisa
mencegah gigi kalian berlubang, terus
mencegah plak juga. Nah, rasanya fresh
banget, mulut jadi nyaman, nafas jadi
lebih pede. Praktis parah. Bisa kalian
gunakan habis makan, habis ngopi, atau
pas lagi jalan-jalan di luar mau ketemu
orang. Tinggal semprot aja beres. Gua
enggak tahu nih kalian bakal percaya
atau enggak. Ke mana pun gua pergi, gua
pasti ngantongin benda ini karena
ngebantu banget. Ketika mau ketemu
orang, hal yang pertama kita lakukan
adalah memastikan kita rapi, wangi, ya.
Termasuk mulut juga harus wangi, ya.
Buat jaga-jaga, gua harus selalu bawa
benda ini. Gua yakin banget kalian bakal
butuh juga. Jadi, kalau kalian memang
merasa butuh, kalian bisa langsung check
out linknya udah ada di bawah. Oke,
untuk pembahasan yang pertama kita akan
bahas dulu nih ya pertemuan Amerika
dengan Denmark yang membahas nasib
Greenland ya. Gimana bisa nih Denmark?
Kagetlah. Tiba-tiba kok Amerika mau
mencaplok negara mereka padahal Amerika
sahabat mereka. Nah, kita bahas.
Jadi, Gengs, setelah Donald Trump secara
terang-terangan mengatakan ingin
menguasai Greenland, posisi Greenland di
saat ini terus menjadi pembicaraan di
dunia internasional. Denmark yang secara
sah memiliki Greenland sudah
mengeluarkan pernyataan dengan tegas
kalau Greenland tidak bakal dijual
sehingga tidak bisa dimiliki oleh negara
lain termasuk Amerika. Tapi Donald Trump
tetap tidak menyerah dan masih bersi
keras kalau Greenland harus menjadi
bagian dari mereka. Seperti Alaska
contohnya yang mereka beli dari
kekaisaran Rusia di zaman dulu. Pasca
pernyataan Donald Trump ini, ada
pembahasan lebih lanjut soal Greenland
di antara kedua negara, di mana pejabat
Amerika dan Denmark itu mengadakan
pembicaraan terkait Greenland di minggu
ini, Geng. Pertemuan itu dilangsungkan
pada hari Rabu tanggal 15 Januari 2025.
Agenda pembahasan ini muncul setelah
Marco Rubio selaku Menteri Luar Negeri
Amerika itu bilang kepada kongres
Amerika dalam pengarahan tertutup bahwa
Donald Trump sangat tertarik untuk
membeli Greenland dari Denmark. Ringan
banget ya rahangnya. mau beli tanah
orang, negara orang loh. Tapi yang harus
kalian tahu nih, Geng, ya. Enggak semua
tokoh politik di Amerika mendukung
keinginan Donald Trump. Bahkan sebagian
besar masyarakat Amerika juga enggak
mendukung upaya Amerika tersebut. Ya,
kita tahu sendiri ya, Donald Trump ini
emang unik dan antik gitu. Dia adalah
seorang bisnisman. Jadi apa ya, melihat
sesuatu itu dari segi bisnis terus gitu
yang menguntungkan. Nah, ada juga yang
menganggap kalau Amerika merebut
Greenland dari Denmark justru bakal
menciptakan konflik bukan hanya kepada
Denmark, melainkan Eropa secara
keseluruhan bakal marah. Ini bakal
perang di antara mereka. Salah satunya
disampaikan oleh Tim Kane selaku senator
Amerika yang minggu lalu dia sempat
ketemu dengan pejabat Denmark, Geng.
Nah, ini bilang bahwa anggota parlemen
dari kedua partai di Amerika bakal
bersatu menentang upaya militer Amerika
untuk merebut Greenland yang artinya
bakal banyak yang menentang keputusan
Trump. Singkatnya nih, Geng, ya, sebagai
seorang senator, Ken ini enggak setuju
pengambil alihan Greenland oleh Amerika
atas perintah Donald Trump dengan cara
apapun, baik melalui diplomasi maupun
dengan cara militer atau perang. Dia
enggak setuju. Dia bilang kalau Amerika
seharusnya tetap bekerja sama dengan
Denmark sebagai negara berdaulat dan
bersekutu satu sama lain. Bukannya
memperlakukan Denmark sebagai musuh. Ya,
ini benar banget nih. Udah mana musuh
sama Cina, Korea Utara, Rusia pula sama
Iran juga, belum lagi sama Pakistan.
Wah, gila yang dimusuhin negara-negara
yang seram-seram. Negara-negara yang
punya power militer gila-gilaan, punya
nuklir, Geng. sekarang malah musuhin
saudara sendiri. Denmark emang rada-rada
ya Amerika ya. Beberapa jam sebelum
pertemuan antara Amerika dengan Denmark
digelar, James Frederick Nilson selaku
perdana menteri Greenland itu sempat
pidato geng. Dan dia bilang kalau
sekarang bukan saatnya untuk
membicarakan kemerdekaan masa depan
pulau Arktik tersebut dan membahayakan
hak mereka untuk menentukan nasibnya
sendiri. Nah, sebelumnya ya jeans ini
bilang kalau Greenland itu lebih memilih
untuk tetap bersama dengan Denmark
dibandingkan harus bergabung dengan
Amerika di bawah pemerintahan Trump.
Nah, ini pernyataan warga Greenland-nya
sendiri loh. Conland big eyesland.
Nah, pernyataan ini adalah pernyataan
terkuat hingga saat ini tentang
keinginan warga Greenland untuk tetap
menjadi bagian dari wilayah Denmark. Dia
juga bilang kalau serangan terhadap
Greenland yang sebagai bagian dari
kerajaan Denmark dan sudah berada di
bawah perlindungan NATO bakal
menghancurkan aliansi NATO itu sendiri.
Jens ini bilang juga kalau Greenland
enggak tertarik sama pengambil alihan
atau pembelian oleh Amerika.
Ya, mungkin Amerika mikir kayak semua
orang senang kali ya gabung sama
Amerika. Bakal jadi negara kuat, bakal
jadi bagian dari negara adidaya. Ya,
ternyata enggak. Greenland udah
happy-happy aja walaupun tempat mereka
itu bisa dikatakan isinya cuma es,
adanya beruang putih ya kan, tidak bisa
tanam padi, tanam jagung. Tapi mereka
happy, bahagia dengan Denmark. Dan kita
juga jarang dengar ya negara Denmark ini
bermasalah. Dan kalau enggak salah juga
Denmark itu salah satu negara bahagia
gitu. Kenapa Amerika dengan segala
problematiknya pede banget nawarin diri
ingin mencaplok Greenland? Nah, di luar
itu, Geng, ternyata hal yang sama juga
dilakukan oleh Donald Trump. Jadi,
sebelum pertemuan itu, Trump ini sempat
menulis di trut sosialnya. Nah, Donald
Trump ini hobi bangetlah main kayak
Twitter-twitteran gitulah yang ala orang
Amerika ya. Dia posting lah di Trut
Sosial namanya. bahwa apapun yang kurang
dari kendali Amerika atas Greenland
tidak akan dapat diterima dan menulis
bahwa Amerika membutuhkan Greenland yang
artinya nih ya artinya nih memang
bahasanya agak-agak susah ya bahasa
formal gitu ya. Jadi dia bilang nih,
pokoknya ya kalau Greenland itu tidak
terkendali atas Amerika ya itulah
dibilang tadi kurang dari kendali
Amerika dan Amerika tidak dapat menerima
itu itu enggak boleh gitu dan Amerika
membutuhkan Greenland dan sebaliknya
Greenland juga butuh Amerika. NATO
menjadi jauh lebih tangguh dan efektif
dengan Greenland di tangan Amerika, kata
dia. Sampai setelah dia memposting itu,
akhirnya digelarlah nih, Geng, pertemuan
tersebut. Dan Lars Lukee Rasmusen selaku
Menteri Luar Negeri Denmark menjelaskan
apa hasil dari pertemuan tersebut. Ada
tiga negara yang mengikuti pertemuan
yaitu Amerika, Denmark dan Greenland.
dikatakan kalau dalam pertemuan itu dia
bertemu dengan JD Fence selaku wakil
presiden Amerika serta Marco Rubio. Lars
ini bilang kalau pertemuan itu
berlangsung dengan terbuka serta jujur
namun tetap konstruktif. Tapi dari pihak
Amerika Donald Trump ini tetap bersih
keras. Dia mau menguasai Greenland.
Sesuatu yang menurut Denmark sama sekali
enggak bisa diterima. Lars bilang bahwa
Denmark itu sudah menyampaikan dengan
sangat jelas bahwa hal tersebut tidak
sejalan dengan kepentingan Denmark.
on how to ensure the longterm security
in Greenland. And here our perspectives
continue to defer. I must say the
president has made his view clear and we
have a different position.
Setelah pertemuan itu, Donald Trump
kembali menegaskan ketertarikannya dia
untuk mengambil alih pulau Greenland
sehingga pertemuan yang berlangsung
selama 1 jam kurang lebih antara Amerika
Denmark dan Greenland-nya sendiri tidak
menghasilkan apapun. Tidak ada titik
temu, buntu. Pokoknya semuanya tuh kalau
gak sesuai dengan kemauannya Donald
Trump gak jadi tuh barang itu kurang
lebih. Dan meskipun begitu ketiga negara
sepakat untuk membentuk kelompok kerja
tingkat tinggi untuk membahas masa depan
dari Greenland yang merupakan wilayah
otonom di bawah Denmark. Nah, cuma ya
Lars ini menegaskan kalau ya ada batas
yang tidak boleh dilewati atau dilanggar
oleh Amerika yaitu dengan tidak
mengambil Greenland dari Denmark. Nah,
jadi kayak oke nih seolah-olah Amerika
peduli banget sama Greenland. Tapi
tenang, lu boleh kok ikut memikirkan
masa depan Greenland, tapi tidak boleh
mengambil alih Greenland dari ibunya,
yaitu Denmark. Kelompok kerja dari tiga
negara tadi ya dijadwalkan bakal bertemu
lagi di dalam beberapa minggu ke depan
untuk mencari titik kompromi tersebut.
Dan dia juga menyebutkan kalau Denmark
dan Greenland terbuka terhadap
kemungkinan Amerika membuka lebih banyak
pangkalan militer di Greenland. Enggak
apa-apa, boleh kok. Asalkan Amerika
enggak berambisi untuk ngambil alih
Greenland alias nyaplok tanah orang.
Nah, meskipun Amerika tidak meminta maaf
atau mundur dari ancaman yang
dikeluarkan oleh Donald Trump, Lars
bilang kalau dia berharap pemerintah
bisa mulai menurunkan ketegangan setelah
lebih dari setahun saling sindir-sindir
di media sosial. Ya kan, bukannya
bertemu tatap muka malah
sindir-sindiran. Ya, itulah cara Donald
Trump gitu ya. Di akhir kalimat, Lars
ini bilang kalau Denmark dan Greenland
memiliki perbedaan pendapat dengan
Amerika dan mereka sepakat untuk enggak
sepakat dengan Amerika. Paham enggak?
Mereka berdua ini udah sepakat. Oke,
kita sepakat ya, Deal. Deal, kita tidak
berpihak sama Amerika. Itulah kurang
lebih. Tapi mereka bakal terus berbicara
terkait keinginan mereka untuk
mempertahankan Greenland. Nah, karena
pertemuan ini bakal diadakan lagi ya
beberapa minggu ke depan, kita tunggu
nih, Geng, perkembangan selanjutnya dari
Denmark dan Greenland ini. Gimana cara
mereka untuk tetap bisa mempertahankan
Greenland dari pencaplokan Donald Trump?
Gua rada-rada merinding ya sama Donald
Trump ini. Takut-takut tiba-tiba dia
lagi apa ya misalkan lagi ngelamun, lagi
ee gitu, lagi ngelamun. Kepikiran dia di
dalam otaknya Kalimantan katanya Bu.
Tiba-tiba langsung dia, "Saya ingin
ambil Kalimantan." Udah suka-suka dia
aja. Suka-suka dia aja. Udah, apa yang
lagi terlintas di dalam pikirannya dia
udah pengen gitu kayak bocil-bocil lagi
ngelamun tiba-tiba ngelihat iklan
nyam-nyam tahu enggak lu? Nyam-nyam ma
nyamnyam langsung minta kalau enggak
dikasih merengek-merengek sampai
guling-guling di tanah. Nah, kurang
lebih kayak gitu kali dia ya. Ya, maklum
udah tua kadang halusinasinya jauh gitu
mikirnya gila banget gitu. Nah, terus
geng karena Denmark ini merupakan
anggota NATO dan memang Greenland adalah
wilayah yang dilindungi oleh NATO, ya
gimana aliansi tersebut merespon isu ini
yang pengin nyaplok sebuah negara yang
mereka puji-puji, mereka elu-elukan,
mereka berlindung di balik keteknya
selama ini, yaitu Amerika. Mereka
bingung, ada dua anggota NATO. Yang satu
kuat banget, yang satu sejahtera
negaranya dan selama ini adem-adem aja
memperebutkan sebuah wilayah yang
bernama Greenland. Nah, karena kabarnya
ya saat ini ternyata pasukan NATO udah
ada yang mendarat di Greenland. Mereka
membela Denmark, mereka membela
Greenland. Dulunya mereka bersembunyi di
bawah ketek Amerika. Sekarang mereka
mencoba untuk bersatu melawan Amerika.
Gila enggak tuh? Sekarang kita bakal
masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan.
Ketika pasukan NATO dikirim ke Greenland
untuk melawan Amerika.
Ini sebuah kekonyolan yang enggak pernah
gua bayangkan sebelumnya ya, Geng.
Karena setiap kali kita berbicara
tentang Rusia, lawannya itu adalah NATO.
Kenapa Rusia ngehabisin ngebombardir
Ukraina? Ya, karena NATO. Karena Ukraina
pengin masuk NATO. Rusia enggak mau ya
di serambi mereka atau di teras mereka
ada NATO yang mana NATO ini
antek-antknya atau persekutuannya
Amerika. Tapi per hari ini itu Ukraina
udah habis-habisan dibombardir sama
Rusia, tiba-tiba NATO malah jadi lawan
Amerika. Aduh, heran gua aneh-aneh aja.
Jadi ceritanya ya, Geng, pasca Donald
Trump yang sudah berkali-kali
menyebutkan kalau dia ingin mengambil
Greenland, enggak cuma pihak Greenland
dan Denmark aja yang bersuara, tapi NATO
juga. Ada tujuh negara NATO yang
merespon keras ancaman atau rencana
Donald Trump tersebut. bersama enam
negara sekutunya. Denmark ini menegaskan
bahwa Greenland adalah milik rakyatnya
dan setiap keputusan terkait wilayah
tersebut hanya bisa ditentukan oleh
rakyat Denmark dan rakyat Greenland,
bukan kekuatan luar. Nah, penegasan ini
disampaikan oleh pernyataan bersama para
pemimpin Denmark dan Prancis, Jerman,
Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris.
Nah, mereka menekankan pentingnya
penghormatan terhadap kedaulatan,
integritas teritorial, dan keutuhan
perbatasan Greenland di tengah
meningkatnya tensi geopolitik di kawasan
Arctik. Di dalam pernyataan bersama
ketujuh negara tadi ya, jelas banget
tertulis kalau Greenland adalah milik
rakyat. Hanya Denmark dan Greenland yang
berhak memutuskan persoalan menyangkut
Denmark dan Greenland itu sendiri. Jadi
mereka mau ke mana? Mau mau berdiri
sendiri atau mereka mau menyerahkan diri
ke Amerika itu keputusan mereka. Amerika
enggak bisa ngatur dan para pemimpin
Eropa itu menegaskan, Geng, kalau
keamanan aktik tetap menjadi prioritas
utama bagi Eropa. Mereka menyebutkan
sekutu-sekutu Eropa sudah meningkatkan
kehadiran aktivitas serta investasi
untuk menjaga stabilitas kawasan yang
semakin strategis secara geopolitik dan
militer. Nah, Amerika tuh kalau udah
ngelihat, "Wih, ini cocok nih buat kita
main caplok aja. Wih, strategis nih.
Udah bagus nih main caplok lagi. Nah,
oleh karena itu keamanan Arctik ya harus
dicapai secara kolektif bersama sekutu
NATO termasuk Amerika juga gitu
sebenarnya dengan menjunjung tinggi
prinsip-prinsip piagam PBB ya. Tapi kan
kita tahu sendiri Amerika sekarang udah
keluar dari PBB.
Donald Trump secara resmi telah
menandatangani perintah eksekutif yang
menarik Amerika dari puluhan lembaga
global termasuk badan-badan penting PBB.
Selain itu, AS bukan cuma keluar, tapi
juga memutus pendanaan.
Itu tadi adalah prinsip yang universal
dan NATO tidak akan berhenti dalam
membela hal tersebut. Even lawan mereka
adalah Amerika. Tapi nih, Geng, ya.
Meskipun menolak rencana pengambil
alihan Greenland, pernyataan tersebut
tetap menegaskan bahwa Amerika adalah
mitra penting bagi NATO. Sebenarnya
Amerika disebut memiliki peran strategis
baik bagi sekutu NATO maupun melalui
perjanjian pertahanan antara kerajaan
Denmark dan Amerika Serikat pada tahun
1951. Sikap yang sama ini juga
disuarakan oleh negara-negara Nordik.
Geng Menteri luar negeri Denmark,
Finlandia, Islandia, Norwegia, dan
Swedia itu bilang komitmen mereka untuk
menjaga keamanan, stabilitas, dan kerja
sama di Arctik. Para menteri tersebut
menyatakan dukungan terhadap peningkatan
kehadiran dan pertahanan NATO di Aktik
sekaligus menekankan bahwa keamanan
kawasan itu harus berdasarkan kepada
penghormatan terhadap hukum
internasional dan prinsip-prinsip dasar
piagam PBB. Dan karena takut bahwa akan
ada penyerangan yang dilakukan oleh
Amerika di Greenland, sejumlah negara
NATO berbondong-bondong mengirimkan
pasukan tambahan ke Greenland. Jerman,
Prancis sampai Swedia pada hari Rabu
tanggal 14 Januari itu menyatakan bakal
mengirimkan pasukan militer ke Greenland
untuk membantu Denmark memastikan
keamanan di kawasan tersebut. Dan
pengerahan personil militer ke Greenland
sebagai bagian dari misi pengintaian ke
ibu kota Greenland yaitu Nuk. Tapi ya
pengerahan pasukan militer di Greenland
ini cuma skala kecil.
Nah, namun dari keterangan Mute Egit
selaku wakil perdana menteri Greenland,
ini koreksi gua ya kalau salah dalam
menyebutkan namanya ya, tulisannya itu
adalah Mute EGD. Nah, gua bacanya mute
edit. Benar enggak ya? Kalau salah
koreksi, Geng. Mohon maaf. Nah, dia ini
adalah Wakil Perdana Menteri Greenland.
Dia bilang kehadiran pasukan NATO di
wilayah tersebut bakal meningkat.
Emmanuel Macron, Presiden Prancis juga
mengkonfirmasi, Geng, dia mengerahkan
pasukan dari Prancis untuk menyusul
pergerakan negara-negara NATO lainnya
menuju ke Greenland. Nah, waktu itu ya
Macron ini juga bilang kalau warga Eropa
memiliki tanggung jawab khusus terhadap
Greenland karena wilayah itu punya Uni
Eropa dan juga salah satu sekutu NATO.
Au Groenland, territoire autonome du
royaume de Danemark,
les Européens ont une responsabilité
particulière
carritoire
à l'Union
est alliant. Mereka bilang kalau Prancis
mengirimkan 15 orang ke Greenland,
sementara Jerman mengirimkan pesawat
angkut A400M ke NUK dengan kontingen 13
tentara yang mana menurut laporan mereka
hanya akan tinggal di Greenland sampai
hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026. Tapi
meskipun begitu, ada negara aliansi NATO
yang enggak mengirimkan pasukan ke
Greenland. Negara tersebut adalah
Polandia. Di saat itu Perdana Menteri
Polandia yaitu Donald Trang bahwa negara
mereka gak bakal mengirimkan pasukan
mereka ke Greenland sembari ya
memperingatkan bahwa serangan oleh satu
anggota NATO terhadap anggota lainnya
bakal menjadi awal perang dunia. Sedikit
gua jelaskan ya, Geng, kepada kalian.
Kenapa sih NATO harus repot-repot datang
ke Greenland? Emang Greenland enggak
punya tentara? Jawabannya enggak ada.
Greenland itu enggak punya tentara.
Makanya itu yang menjaga wilayah
Greenland saat ini adalah tentara dari
Denmark dan juga NATO. Dan NATO saat ini
resah dengan pernyataan Donald Trump
terkait Greenland dan was-was terhadap
tindakan Amerika selanjutnya di
Greenland. Tapi Donald Trump
mengeluarkan pernyataan di trut
sosialnya lagi dengan mengingatkan bahwa
Amerika selalu ada untuk NATO dan
mengakui kalau mereka meragukan jika
sekutu-sekutu NATO bakal melakukan hal
yang sama jika Amerika membutuhkan
mereka. Paham enggak maksudnya? Jadi
kayak Donald Trump tuh ngomong gitu ya.
Weh, kita tuh Amerika selalu ada buat
kalian NATO. Tapi coba giliran Amerika
yang butuh NATO. Emang kalian ada buat
kita ada gitu buat Amerika? Jadi
benar-benar kayak pernyataan bocah gitu
loh, Geng. Kayak bocah ngambek gitu. Di
dalam postingan Donald Trump itu, Donald
Trump mengulang lagi pernyataan yang
sering dia sampaikan soal banyaknya
anggota NATO yang gagal memenuhi
komitmen pengeluaran militer sampai
Amerika ya di bawah Donald Trump itu
harus turun tangan. Dan Donald Trump
bilang kalau Amerika harus membayar
untuk kebodohan-kebodohan negara-negara
NATO ini. Dan dia juga bilang karena
Amerik lah negara negara aliansi NATO
bisa mencapai 5% PDB mereka. Wah gila
ya. Dia mengklaim kalau dia paling
berjasa di NATO gitu. Donald Trump
memposisikan diri sebagai pembawa
perdamaian global menyebutkan bahwa Cina
dan Rusia sama sekali tidak takut pada
NATO tanpa adanya Amerika sebagai bagian
dari aliansi NATO tersebut. Ya, ini
mungkin masuk akal ya. Ya, mungkin yang
membuat Cina dan Rusia agak segan sama
NATO ya karena ada Amerika. Iye iye ada
benernya gitu. Nah, tapi kan Amerika
tanpa NATO belum tentu sekuat itu juga
untuk melawan Cina, Rusia dan Korea
Utara, Iran lagi. Ya, yang ngebantu
Amerika siapa? Isriwil. Tanpa negara
NATO ya mereka berdua doang. Emang
menurut kalian kuat, Geng? Ya, gua
enggak yakin juga sih. Tapi gimana tuh
menurut kalian? Dan White House atau
gedung putih alias kediaman pemimpin
tertinggi Amerika sudah mengeluarkan
pernyataan jika keberadaan pasukan NATO
di Greenland tidak akan menyurutkan niat
Amerika sedikit pun untuk mencaplok
Greenland. Waduh,
bakal perang nih. Huh, gila. Dari apa
yang terjadi ini kita pasti penasaran ya
gimana tanggapan Rusia, tanggapan Pak
Putin. Apakah dia tertawa melihat
lawannya sedang saling apa ya sebutannya
ya? Berantem. Berantem di rumah tangga
lah gitu. Internal mereka sendiri
berantem, adik kakak berantem gitu.
Gimana? Apa tanggapan dari Pak Putin?
respon dari Rusia yang mana mereka
ternyata juga memiliki pertahanan
militer di wilayah Arktik ini. Dan
setelah Donald Trump berencana ingin
mengambil alih Greenland ditambah dengan
pasukan NATO yang saat ini sudah berada
di Greenland untuk melawan Amerika. Apa
tanggapan dari Rusia? Kita bahas.
Pasti diketahui kalau NATO yang bereaksi
keras terkait rencana Donald Trump
terhadap Greenland dengan mengirimkan
pasukan dari berbagai negara ke
Greenland. Rusia buka suara. Negara
tersebut menyampaikan kecaman mereka
atas kedatangan personil NATO di sana.
Dari keterangan kedutaan besar Rusia
yang ada di Belgia, situasi yang terjadi
di Greenland menjadi keprihatinan yang
serius bagi Greenland dan
warga-warganya. Pihak kedutaan yang juga
menambahkan bahwa NATO meningkatkan
kehadiran militernya di sana dengan
dalih palsu ancaman yang semakin besar
dari Rusia dan Cina. Nah, selanjutnya
Rusia bilang bahwa mereka bakal terus
memperkuat kemampuan pertahanan mereka
di Arctik tersebut di wilayah Greenland
sebagai tanggapan terhadap ancaman yang
terkait dengan situasi di sekitar
Greenland. Jadi, kurang lebih tuh ya Pak
Putin tuh ternyata enggak percaya dengan
kehadiran militer NATO di Greenland
adalah untuk melindungi Greenland dari
serangan Amerika. Jadi mungkin bisa aja
itu cuma settingan, cuma drama taktik
mereka untuk meramaikan wilayah
Greenland dengan pasukan militer NATO.
sehingga bisa mengganggu pasukan-pasukan
militer Rusia dan Cina yang memang sudah
banyak di sana. Nah, itu menurut Pak
Putin tuh, Geng. Dan di dalam
pernyataannya, ya, Maria mengatakan
Rusia bakal terus mempertahankan posisi
mereka di kawasan Arctik dan akan
melanjutkan kebijakan penguatan
kedaulatan nasional, meningkatkan
kemampuan pertahanan, serta membangun
infrastruktur penting terutama untuk
mengamankan jalur laut sebagai bagian
dari strategi jangka panjangnya di
wilayah tersebut. Terus Maria juga
bilang kalau Amerika sudah menetapkan
Greenland sebagai wilayah kepentingan
Amerika dengan menggunakan narasi yang
gak berdasar terkait adanya ancaman dari
Rusia katanya. Jadi pengin nyaplok
negara orang tapi bawa-bawa Rusia,
nuduh-nuduh Rusia. Dia bilang kalau
aktivitas Rusia dan Cina di sekitar
Greenland itu enggak boleh dijadikan
alasan untuk meningkatkan ketegangan
yang sedang terjadi saat ini. Dan
menurut dia, meningkatnya ketegangan di
kawasan Arctik atau di kawasan Greenland
ini merupakan akibat langsung dari
tindakan Amerika dan NATO. Maria
menegaskan kalau perbedaan pandangan
terkait Greenland seharusnya
diselesaikan melalui jalur perundingan
sesuai dengan hukum internasional dan
dengan mempertimbangkan kepentingan
penduduk Greenland. NATO ya kata Maria
udah mengubah kawasan Arctik atau
kawasan Greenland ini menjadi arena
persaingan geopolitik dan bahkan
bersedia menggunakan kekuatan militer
untuk memperkuat posisi mereka di
wilayah itu. Jadi bagi dia NATO ini
lebih dulu menciptakan narasi mengenai
adanya ancaman dari pihak lain kemudian
mengklaim kalau mereka sendiri sebagai
pelindung dari ancaman yang sebenarnya
mereka ciptakan sendiri. Jadi kayak
nyiptain berita ya wi ada flu ini, ada
flu ini. Tujuannya apa? Buat jual obat.
Jadi mereka tuh menciptakan seolah-olah
Greenland di bawah bahaya. Terus mereka
menjadi penyelamatnya dan
beramai-ramilah mengirimkan pasukan
militer mereka ke sana. Nah, yang
dirugikan di sini siapa? Yang dibuat
takut siapa? Apakah Rusia dan Cina?
Enggak. Yang dibuat takut adalah warga
Greenland-nya. Begitulah kurang lebih
pernyataan dari Rusia. Di akhir
kalimatnya ya, Maria dari perwakilan
Rusia itu memperingatkan negara-negara
Eropa setiap upaya untuk memperbesar
ketegangan di Arik dan menciptakan
ancaman keamanan bagi Rusia itu bakal
berujung pada konsekuensi serius. Rusia
enggak pernah main-main dengan
ancaman-ancaman tersebut. Nah, dia juga
bilang bahwa setiap tindakan yang
mengabaikan kepentingan Rusia di kawasan
Arctik, terutama yang berkaitan dengan
keamanan, tidak akan dibiarkan begitu
saja dan bakal berdampak besar ke
depannya. Secara enggak langsung,
kehadiran NATO di Greenland yang semakin
banyak imbas dari pernyataan Donald
Trump jadi bakal mengganggu aktivitas
Rusia dan Cina di kawasan Aktik. Dan
kemungkinan besar kalau konflik terkait
Greenland ini enggak segera selesai,
maka Rusia yang bakal bertindak. Jadi
ibaratnya nih Rusia tuh ngasih tahu lu
berdua nih ya Amerika sama pasukan NATO
yang lain sama Denmark dan bla bla bla.
Jangan sok-sok lagi berantem. Kalau lu
enggak selesai sekarang ya keputusan apa
yang bakal kalian ambil di tengah-tengah
keluarga kalian. Ya udah kita masuk nih,
kita datang, kita habisi kalian berdua.
Gitulah kurang lebih peringatan dari
Rusia, Geng.
Lalu, Geng, isu terkait Greenland ini
bisa menjadi pedang bermata dua buat
Amerika. Dengan ambisinya untuk merebut
Greenland, Amerika bakal sangat
berpotensi untuk melawan negara
aliansinya sendiri, yaitu NATO. Kalau
memang ini bukan settingan, ya. melihat
Amerika yang saat ini kelihatan lebih
arogan yang bisa kita lihat dari Amerika
yang keluar dari 60 organisasi
internasional termasuk PBB, hal ini
menjadi mungkin kalau Amerika mulai
kelihatan ingin menantang NATO. Jadi
bisa jadi ini bukan settingan. Nah,
kalau kita lihat dari fakta yang ada
dibandingkan dengan negara-negara
aliansi NATO lain, Amerika ini justru
berkontribusi paling banyak di NATO
secara uang dan kekuatan militer
sebenarnya. Karena itu, Amerika
memandang gak bakal ada yang berani
menentang mereka sekalipun negara Eropa
dengan NATOnya. Jadi mereka merasa
kayak, "Ah, apa NATO maunya gue enggak
bisa." Selama ini kan gua paling banyak
ngedonasi donaturnya gue ya. Dia e apa e
senjatanya, militernya gua yang ngasih.
Nah, jadi dia merasa super power. Tapi
bisa jadi kan, Geng, kalau Amerika tetap
ngotot untuk mencaplok Greenland akan
timbul konflik yang jauh lebih besar.
Bisa-bisa Amerika berperang dengan
negara Eropa lain yang memang tergabung
ke dalam NATO itu sendiri. Belum lagi
ada ancaman dari Rusia dan Cina yang
sudah terlebih dahulu aktif secara
militer di kawasan Arctik, kawasan
Greenland yang diperebutkan. Pastinya
mereka enggak mau jika kawasan mereka
tiba-tiba kedatangan Amerika dan NATO,
ya kan? Sudah pasti cepat atau lambat
kedua negara ini bakal mengambil
tindakan. Dan isu Greenland ini menambah
daftar panjang terkait kondisi
geopolitik dunia yang semakin panas.
Semuanya gara-gara siape? Siapa? Siapa?
Ya, America usara. Amerika di bawah
kepemimpinan Donald Trump. Tapi apakah
Amerika benar-benar bakal mengeluarkan
kekuatan militernya ke Greenland? Nah,
memang ada potensi seperti itu sih,
Geng. Karena Donald Trump ini bilang
sendiri kalau Amerika mungkin bakal
menggunakan kekuatan militernya. Tapi
geng, ada informasi yang didapat dari
dua orang informan yang mengatakan kalau
Donald Trump sendiri sebenarnya lebih
menyukai kalau mereka melakukan cara
lain, yaitu dengan memberikan insentif
kepada penduduk Greenland agar
memberikan suara mereka dalam referendum
di mana rakyat Greenland bakal memilih
apakah mereka tetap mau Greenland di
wilayah Denmark atau justru join dengan
Amerika. Nah, jadi ceritanya tuh kayak
apa ya? Si Donald Trump ini mau ngasih
kayak per keluarga 1 M, 1 M, 1 M gitu
loh. Ngasih duit nih nih buat lu, buat
lu ayo dong bersuara dong bilang. Kalian
mau gabung sama Amerika, jangan mau sama
Denmark. Kurang lebih kayak gitu.
Dikatakan jika kalau para staff Donald
Trump sedang menyusun berbagai strategi
dan opsi untuk mendorong agar warga
Greenland bisa menggelar referendum.
Referendum itu kayak eh proses
pemisahkan diri dan merayu warga
Greenland ini untuk bergabung dengan
Amerika. Nah, cara-cara yang
dipertimbangkan itu adalah dengan
memberikan informasi untuk mempengaruhi
opini publik, tawaran bantuan atau dana
kepada sektor publik, serta intensif
ekonomi dari pihak swasta. Nah, Donald
Trump juga dikatakan gak khawatir bahwa
pesan tersebut mungkin malah akan
mempersulit keadaan Amerika sendiri
saking dia penginnya Greenland dicaplok.
Ambisi banget. Dia pengin banget dia
sama Greenland. Gua gak tahu deh apa
yang dicari. Kayaknya sih ujung-ujungnya
pasti hasil bumi kayaknya ya. Tapi
enggak mungkin juga. Apa ya? Ya lebih
kepada wilayah pangkalan militer sih
lebih tepatnya. Kayak Donald Trump tuh
enggak terima aja pangkalan militer
Rusia dan Cina tuh gede banget di sana.
Mereka tuh pengen juga gitu, Geng. Tapi
yang jadi pertanyaannya, apakah kalau
Amerika ingin melakukan serangan
terhadap militer Greenland, Denmark
bakal diam aja? Jawabannya tentu enggak.
Kementerian Pertahanan Denmark udah
mengantisipasi hal ini dengan
mengeluarkan perintah kalau pasukan
Denmark harus melepaskan tembakan bahkan
tanpa perintah langsung kalau ada pihak
yang mau merebut Greenland dengan paksa.
dalam tanda kutip termasuk Amerika.
Kementerian mereka ya juga mengatakan
kalau tentara Denmark diharuskan untuk
menjunjung tinggi aturan perang dingin
untuk segera turun tangan dalam
pertempuran melawan kekuatan asing
manapun yang mengancam wilayah Denmark
dalam tanda kutip termasuk Amerika. Nah,
aturan tersebut ya berawal di tahun 1952
yang menyatakan kalau pasukan harus
bertempur tanpa menunggu perintah.
Bahkan kalau pemimpin mereka enggak
mengetahui adanya deklarasi perang
secara resmi, udah lu perang aja, tembak
aja. Jadi enggak perlu nunggu perintah
dulu. Dan perintah tersebut ya pada
awalnya dibuat sebagai akibat dari
serangan Nazi terhadap Denmark pada
tahun 1940. Ketika sistem komunikasi
negara ini terputus yang ibaratnya nih
enggak bisa nelepon, enggak bisa nanya,
"Pak, tembak atau enggak?" Ya udahlah lu
enggak perlu telepon gue minta izin lu
tembak hajar aja untuk membela diri lu
dan tanah air lu. Gitulah kurang lebih.
Dan perintah ini tetap berlaku di
Denmark sampai saat sekarang ini, Geng.
Hingga kalau Amerika berani menyerang
Greenland, jadi masih berlaku tuh
perintah seperti ketika perang melawan
Nazi dulu. Tanpa menunggu perintah
perang terlebih dahulu, perang aja
terus. Jadi, bisa dipastikan tentara
Denmark bakal langsung bertindak. Jadi,
mereka gak takut siapa yang harus mereka
hadapi. Gimana tuh, Geng? Gila enggak
tuh? Dunia makin dekat ya sama perang eh
dunia makin dekat sama perang dunia
ketiga, maksud gua. Jadi, itu dia, Geng,
pembahasan kita kali ini mengenai
kondisi terkini terkait Greenland dan
upaya Denmark serta Greenland untuk
mempertahankan wilayah mereka dari ya
rakusnya Amerika. Gimana nih, Geng?
Menurut pendapat kalian tentang
pembahasan ini, coba tinggalkan komentar
di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:54 UTC
Categories
Manage