Transcript
5mTjOD6JmUI • TIMOTHY RONALD REPORTED TO THE POLICE! HOTMAN PARIS INTERVENS
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1654_5mTjOD6JmUI.txt
Kind: captions Language: id Dan untuk kelas tersebut ya, Si ini menyebutkan dia harus membayar sekitar R9 juta. Sehingga total uang yang dia keluarkan di saat itu untuk join akademi crypto berarti sudah ya menyentuh R jutaan. Belilah membernya dan membernya itu bukanlah harga murah loh. Saya beli awal Rp9 juta. Terus diiming-imingin ada member yang lifetime seharga Rp39 juta. Total ya saya habis di 50 lah. Kurang lebih kurang lebih. Oke, sesuai dengan request kalian, hari ini kita bakal kembali membahas soal update dari kasusnya Timothy Ronald. Ya, kemarin gua udah sempat membuat eh polling di community, ya. Kalau gua mau membahas sesuatu, kira-kira apa pembahasan yang pengin kalian dengar di kamar Jerry. Ya, sejujurnya gua tuh pengin ngebahas sejarah atau membahas berita-berita luar negeri gitu. Tapi ternyata banyak banget yang minta untuk pembahasan kelanjutan soal kasusnya Timoti Ronald. Katanya sih semakin panas sampai sudah dilaporkan ke polisi. Tapi gua tegaskan di sini ya, Geng. Supaya kalian enggak salah paham nih kalau apa yang gua sampaikan di dalam setiap pembahasan ini tidak berasal dari opini pribadi ataupun penilaian pribadi. Semua yang gua sebutkan atau gua jelaskan di sini adalah sebuah rangkuman dari peristiwa yang terjadi saat ini. Dan gua ambil sumber-sumbernya dari e beberapa media atau artikel atau dari Google, dari internet. Pokoknya semua sumber itu gua satukan lalu gua sampaikan ke kalian. Nah, jadi kalau untuk kalian yang tiba-tiba marah-marah bilang, "Wah, Bang Jer ngata-ngatain Timoti." Ya, gak ada urusannya. Untuk apa ngata-ngatain Timot? Enggak ada untungnya ngata-ngatain beliau itu. Ya kan? Nah, di sini gua hanya memberitakan fenomena yang sedang terjadi dan setiap sumber yang gua ceritakan ke kalian selalu gua tampilkan di pembahasan gue ini. Mau kalian setuju atau tidak dengan pembahasan ini, yaitu semua kembali kepada kalian lagi. Untuk sekarang dari pembahasan kita kemarin, perkembangan terbaru soal kasusnya Timothy Ronald saat ini dikabarkan sudah mulai berkembang karena sudah dilaporkan ke polisi. Meskipun sampai gua syuting e video ini sekarang ini ya. Timoti masih belum memberikan tanggapan atau belum juga diproses bahkan ya belum dijadikan tersangka lah. Untuk pelaporan atas nama Timoti kepada polisi itu dilaporkan oleh orang yang mengaku sebagai korban yang ditipu oleh Timoti atau dia merasa tertipulah lewat akademi kripto milik Timoti. Nah, mungkin di dalam kasus ini juga ada andil dari Sky Holic 888. Karena gara-gara si Sky Holic ini berani menyuarakan soal bagaimana kelakuan dari Timothi menurut dia. Makanya orang-orang yang merasa menjadi korban akhirnya punya keberanian untuk melaporkan Timoti. Bahkan orang yang mengaku korban ini juga mengklaim kalau Timoti melakukan pengancaman kepada korban-korban lain, katanya gitu. Nah, terlepas dari apa yang saat ini dituduhkan kepada Timothti, ya, dia mendapatkan pembelaan, Geng. Pembelaannya dari siapa? Enggak main-main. Dari teman sesama investor Hollyw yang background-nya adalah pengacara kondang terkenal Indonesia, yaitu Bang Hotman Paris. Kepada Timoti Ronald, siapkan laporan polisi pencemaran nambah baik. Siapkan laporan polisi, ya. Kasus Timoti, keputusan untuk transaksi untuk membeli kripto tersebut keputusan siapa? Lu ngerti enggak sih? Timote itu tidak jual barang. Timote itu tidak terima uang investasi. Timoti itu bukan investasi bodong. Dia hanya menjual kelas. ibaratnya menyelenggarakan khusus online. Kabarnya juga, Geng, enggak cuma Timoti aja yang dilaporkan, tapi Sky Holic yang dianggap sebagai sosok yang mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Timoti, dia juga dilaporkan loh, Geng. Dilaporkan oleh siapa? Dilaporkan oleh orang yang dia serang. Apa nih penyebab Sky Holic juga dilaporkan? Di video ini gua bakal membahas semuanya. Gua bakal membahas perkembangan kasus Timoti ini ya, sepotong demi sepotong supaya kalian paham dengan alur ceritanya. Nah, tapi kalau misalkan ada alur yang ketinggalan dari penjelasan gua, kalian boleh banget kok menambahkan alurnya atau menambahkan informasinya di kolom komentar. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. Genggeng. Beli iPhone baru yang kapasitasnya paling kecil dan murah enggak masalah. Tinggal tambahin SSD supaya kapasitasnya jadi lebih besar. Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang tadinya cuma 256 gig, sekarang malah jadi 756 gig. Bikin video cinematick ataupun foto, udah enggak khawatir lagi memori bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan datanya juga cepat banget. Nih kita bandingin pemindahan data pakai SSD dengan pemindahan data pakai airdrop. Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini harganya juga murah banget terjangkau daripada kalian beli iPhone versi terbaru dengan harga yang mahal. Hanya karena perbedaan kapasitas memori yang mendingan beli yang paling murah ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone kalian jadi berkapasitas besar. Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau langsung aja check out linknya udah ada di bawah. Untuk pembahasan pertama kita bahas dulu dari topik yang paling panas yaitu ketika Timoty dilaporkan ke polisi. Jadi, geng, tidak lama setelah gua membahas terkait drama antara Sky Holic dengan Timothty Ronald, ternyata Timoty ini beneran dilaporin loh, Geng. dilaporin ke polisi tepatnya di tanggal 9 Januari kemarin. Dia dilaporin sekitar jam 175 sore. Pelapornya ini tidak lain dan tidak bukan adalah orang yang mengaku sebagai korban dari Timothi. Namanya adalah Yonger atau Yonger gitu ya, yang mana dia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar. Dia speak up dan menceritakan soal bagaimana awal mula dia bisa join di akademi Crypto di podcast-nya Bang Deni Sumargo. Nah, di dalam podcast itu si Yongger ini mengungkapkan kalau dia tertarik bergabung ke dalam AC atau akademi crypto karena dia terpengaruh oleh kemewahan yang sering ditampilkan oleh Timoth di media sosial. Wah, kalau kayak gitu berarti marketingnya Timoti berhasil ya. Sebenarnya kalau dari cara dia marketing menampilkan kemewahan atau flexing, terus orang-orang tertarik untuk ikut dengan dia, dari sisi itu sih enggak bisa dibilang salah gitu ya. Karena kan yang namanya marketing semua orang akan mengiklankan produknya dia atau jasanya dia dengan cara yang paling baik, dengan cara yang terbaik. Dan kalau orang mau mengikuti dia atau membeli jasa dia atau produk dia, itu artinya marketingnya berhasil. Secara hukum tuh enggak salah sih sebenarnya, tapi kita lihat, Geng, di mana nanti ya salahnya. Kalian harus dengar sampai kelar. Kita lanjutkan. Kita tahu sendiri, Geng. Di media sosialnya Timoti itu sering flexing seolah-olah memberikan kita sebuah pesan bahwa jika mengikuti jejaknya dia dengan berinvestasi lewat kripto bisa kaya di masa muda, bisa kaya dengan instan dan cepat, bisa beli mobil mewah di usia muda seperti dia, bisa eh apa ya kerja lebih santai. Terus enggak cuma Yongger yang mau tergiur dengan ajakan atau iklannya Timothy lewat flexing tersebut. Tapi mungkin juga banyak anak-anak muda yang pada akhirnya tergiur dan akhirnya ikut akademi crypto agar bisa seperti Timothti. Yongger ini bercerita kalau dia bergabung di akademi crypto pada bulan Januari 2024 yang mana pada awalnya dia sempat membeli seharga Rp9 juta kelasnya. Terus ada iming-iming kalau Akademi Crypto menyediakan paket member lifetime. Mungkin ya, karena si Yongger ini ingin mendapatkan manfaat tambahan yang hanya bisa dimiliki oleh member yang sudah membeli paket lifetime alias seumur hidup ini. Katanya sih bisa belajar langsung sama Timoth bisa menjamin kalau dia akan sesukses Timothy gitu ya. Yonger pun kemudian meng-upgrade paketnya dia ke paket lifetime tadi, paket seumur hidup. Kalau kalian mau upgrade paket juga kalian harus tambah biaya ya kan pastinya kayak gitu. Dan untuk kelas tersebut ya sier ini menyebutkan dia harus membayar sekitar Rp39 juta sehingga total uang yang dia keluarkan di saat itu untuk join akademi crypto berarti sudah ya menyentuh Rp50 jutaan. Belilah membernya. Dan membernya itu bukanlah harga murah loh. Saya beli awal Rp9 juta. Terus diiming-imingin ada member yang lifetime seharga Rp39 juta. Total ya saya habis di 50 lah. Kurang lebih. Dengan uang yang cukup besar itu, dia udah berekspektasi kalau dia bisa mendapatkan akses konsultasi secara langsung, didampingi intensif selama dia trading di crypto dan dia udah ngebayangin tuh, "Wah, ya ampun bakal dapat McLaren. McLaren lu warna apa, Bos?" Ya kan? Langsung tuh udah kebayang di situ. Tapi, Geng, kata Yongger, akses yang dijanjikan ternyata tidak berjalan sesuai dengan harapan. interaksinya cuma berlangsung melalui Discord dan materi online. Enggak pernah ada tuh konsultasi langsung seperti yang dijanjikan di awal ternyata. Padahal itu adalah salah satu ekspektasi yang paling Yonger ingin dapatkan. Karena dengan konsultasi itu, Yonger ini bisa bercerita mengenai kendala apa saja yang dia hadapi ketika melakukan trading di crypto. Bahkan bisa menanyakan solusi kalau dia mengalami kerugian kepada Timothy langsung. Nah, cuma karena tidak adanya konsultasi secara langsung sesuai dengan yang ditawarkan tadi, Yonger jadi enggak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi kendala ketika dia melakukan trading. Di situlah tuh dia merasa kayak, "Loh, kok ini enggak sesuai dengan yang dijanjikan sejak awal ya?" gitu, Geng. Dan Yonger juga menyebutkan bahwa sempat terjadi penutupan kanal diskusi umum setelah banyak anggota yang mengeluh karena mereka mengalami kerugian. Nah, karena ditutup itulah para member jadi enggak bisa lagi menyampaikan pertanyaan. ataupun keluhan secara terbuka. Nah, kerugian inilah yang ternyata enggak cuma Yonger doang yang merasakan, banyak yang merasakan. Yang mana kerugian terbesarnya itu justru berasal dari investasi di altcoin Manta namanya yang kerugiannya mencapai Rp3 miliar cuma dari satu aset krypto tersebut aja. Di dalam podcast-nya Bang Denso itu ya juga ada korban lain yang namanya Said Geng yang mengungkapkan kalau pengalaman dia sama dengan si Yongger ini. Si Said ini mengaku dia membayar biaya keanggotaan dengan nominal yang hampir sama dengan si Yongger dan berharap bisa mendapatkan bimbingan langsung yang disediakan dan sudah dijanjikan oleh akademi crypto milik Timoti. Nah, cuma si Said ini menilai kalau layanan yang diterima justru tidak sebanding dengan biaya yang sudah dikeluarkan untuk join kelas tersebut. Nah, Yongger juga mengungkapkan kalau setelah dia bergabung, dia sempat menerima dokumen PDF yang berisikan proyeksi keuntungan tinggi. Dokumen itu menurut dia menjadi sebuah pembenaran bahwa keputusan berinvestasi di altcoin tertentu sudah berada di jalur yang benar. Nah, jadi ibaratnya dengan para member ini berinvestasi di koin tersebut itu udah jadi hal yang benar, pilihan yang tepat, enggak salah dalam memilih koin gitulah, Geng. Nah, hal itu adalah pembenaran atau rekomendasi mutlak dari si akademi crypto. Yongger menjelaskan bahwa di dalam dokumen tersebut juga para membernya sudah dijanjikan bakal mendapatkan profit sebanyak 300 sampai dengan 500%. Dia kasih PDF itu eh menjanjikan profit 300 sampai 500%. Berarti itu berkalah ya? Iya, berkalah dari Maret dari pokoknya dari awal saya join deh. Huh, gila banget ya. Dan siapa yang enggak tergiur dengan keuntungan sebanyak itu, Geng? 500%. Kalau lu taruh R juta berarti udah berapa tuh? 500%, Geng. Dan akhirnya dia keluarkanlah 3 miliarnya tadi untuk dia investasikan ke koin tersebut yang ternyata harganya tiba-tiba justru tidak sesuai ekspektasi. Turun hancur, R miliar hilang. Di saat itulah dia jadi panik. Di saat itu dia jadi kebingungan nih harus ngapain. Nah, tapi ada satu statement dari Si ini. Dia bilang sebenarnya dia mengakui bahwa dia mengikuti arahan mentor tanpa menerapkan manajemen risiko secara benar, kata dia. Jadi dia ini benar-benar mengikuti arahan mentornya aja. Mentornya bilang A, dia ikutin A. Mentornya bilang B, dia ikutin B. Dan dia disuruh beli, ya beli. Disuruh hold, ya hold. dia enggak menerapkan manajemen resiko secara benar. Makanya kerugiannya jadi begitu besar yang dialami oleh si Yongger ini. Dan kerugian finansial yang dialami oleh Yonger berdampak juga, Geng, terhadap kehidupan pribadi dia. Sebab ternyata selama dia mengikuti akademi crypto, aktivitas investasinya itu enggak pernah dia ceritakan kepada keluarganya. Pada akhirnya masalah tersebut terungkap dengan sendirinya. Istrinya tahu, berantakanlah semuanya. Dan sejauh ini kasus yang dilaporkan oleh Yonger ini baru sampai tahap berita acara pemeriksaan atau BAP di mana Yongger bersama dua orang saksi dimintai keterangan atas kasus ini. Nah, jadi setelah dia melaporkan Timoti baru dia doang nih yang diperiksa ya dimintai keterangan. Di dalam pemeriksaan BAP itu dia didampingi oleh kuasa hukumnya yang bernama Pak Jajang. Setelah Yonger melaporkan Timoth ya, setelah Timoth diviralkan oleh Sky Holic, terus Yongger melaporkan, nah tiba-tiba muncul korban-korban selanjutnya ya. Dalam artian nih bisa dikatakan orang-orang yang merasa korban karena kan kita enggak bisa mengklaim kalau dia beneran korban sebelum ada keputusan dari pihak yang berwajib nih geng. Korban yang kedua ini adalah seorang wanita yang bernama Agnes Stefan. Dia membuat laporan di Polda Metro Jaya pada hari Senin tanggal 19 Januari 2026 bersama dengan Pak Jajang, kuasa hukum yang juga mendampingi Yongger ketika melaporkan Timoti ke polisi. Tim lawyer dan para korban dan korban juga ee membuat kembali membuat laporan polisi terhadap dua orang ee CTR dan Saudara K. Enggak cuma melaporkan Timoti, di dalam laporan itu ya, Agnes ini menuntut partner dari Timothi yaitu Kalimasada namanya. Agnes ini menyampaikan kalau dia bergabung di dunia krypto itu udah 5 tahun lamanya. Dia mengaku mengenal Timothy melalui Instagram. Dan singkat ceritanya pada tahun 2023 sampai 2024, Agnes ini tertarik untuk join Akademi Crypto dan menjadi member kelas tersebut bersama dengan temannya. Cuma ketika dia bergabung, apa yang terjadi justru tidak seperti yang dijanjikan sejak awal oleh akademi kripto. Contohnya member dijanjikan bakal mendapatkan keuntungan beberapa persen, tapi ternyata keuntungannya tidak seperti yang dijanjikan atau bahkan malah rugi hilang duitnya. Ada beberapa kejadian seperti para member yang komplain tapi malah dikiick dari grup atau dikeluarkan dari grup. Chat room-nya dimatikan sehingga para member enggak bisa lagi menyampaikan keluhan mereka. Jadi udah ditendang gitu aja dan persis seperti yang diceritakan oleh Yonger tadi dan ada beberapa case seperti kita yang komplain dan kita dikick dari grup atau di room chat-nya dimatiin seperti itu. Agnes ini juga mengaku sempat menerima penawaran yang menggiurkan dari Timoti langsung katanya. Tapi tawaran itu tidak pernah diwujudkan oleh Timoti. Cuma janji yang tidak pernah ditepati. Dan itu menurut si Agnes tadi, setelah dia join Akademi Crypto, Agnes mengaku mengalami kerugian sampai Rp1 miliar, Geng. Kalau yang hari ini ee pelapornya 1 lebih, yang hari ini yang satu orang. Mencuatnya kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Timothy Ronald ini membuat Adam Deni muncul ke publik. Nah, Adam Deni menyatakan dirinya sebagai pendamping para korban dari Timot dan platform kelas akademi krypto. Ya, mungkin dari kalian sudah pernah tahu Adam Deni ya. Dia ini adalah eh bisa kita katakan tuh pejuang keadilan atau influencer yang memperjuangkan orang-orang yang terbelit hukum ya. Beberapa tahun silam namanya juga sempat mencuat gitu ya. Dan Adam Denny ini mengaku dia bakal pasang badan untuk mengawal para korban yang merasa diintervensi oleh pihak-pihak tertentu. Yang mbackup. Saya bilang ke mereka semua kayak gitu. Saya yang m-backup. Saya pasang badan jika ada intervensi satuun yang datang ke mereka semua. Akhirnya apa? Perahan terkumpul. Dan ini korban-korban yang tadi di bawah itu nominalnya dari R juta sampai R miliar. Nah, perannya di saat ini kabarnya adalah memberikan dukungan moral bagi para korban yang tergabung di dalam paguyuban atau grup di Discord yang nominal kerugiannya mulai dari R juta hingga R miliar. Dia menyebutkan banyak korban yang sebelumnya takut melapor karena adanya tekanan dan ancaman. Ancaman dari siapa? Ya, ancaman dari pihak Timothi tuduhannya. Dan enggak cuma sebagai pendamping, Adam Denny ini mengatakan kalau dia ikut menjadi korban kerugiannya mencapai R150 juta menurut pengakuan dia. Nah, tapi di saat itu dia memilih untuk cek ombak terlebih dahulu sebelum melayangkan laporan resmi atas namanya sendiri. Ya, dengan kata lain dia tidak melaporkan Timoti dengan namanya sendiri, tetapi dia justru mengumpulkan orang-orang terlebih dahulu, mendampingi orang-orang yang merasa menjadi korban Timoti terlebih dahulu. Baru setelah itu dia juga ikut maju. Di dalam kasus ini, Geng, Adam Denny ini sempat mengaku dituduh sebagai pemilik akun dari Sky Holic. Tuduhan itu, kata Adam, dilontarkan oleh pihak yang disebutkan oleh Adam sebagai petinggi Holly Wings Group atau HWG melalui sebuah chat. Dari tuduhan yang dia terima itu, Adam ini berasumsi kalau memang merasa bersih tidak perlu merasa risih atas isu yang menyeret nama Timoti. Nah, tapi kenapa ketika orang-orang mempermasalahkan Timoti, justru HWG atau Hollyw Group merasa terusik, katanya. Terus lebih lanjut lagi nih, Geng, ya. Adam Deni ini menilai skema yang dijalankan oleh Timothy itu mirip dengan modus penipuan lama, yaitu memberikan iming-iming janji manis dan jaminan pengembalian dana jika terjadi kerugian atau total loss. Nah, dia bahkan menyebutkan kalau kasus ini berpotensi lebih besar dari kasus hukum yang menjerat Indra Kens atau Doni Salmanan. Dan saat ini juga Timothy seperti menghilang jejaknya. Instagramnya terakhir update itu tanggal 23 Desember 2025. YouTube-nya terakhir update tuh 2 minggu yang lalu dengan video podcast membahas investasi dengan Bang Raditi Adam Deni menduga kalau saat ini Timoti sedang berada di luar negeri tepatnya mungkin di Thailand. Dan menurut Adam Deni, kalau memang Timoti enggak salah seharusnya ada etikat baik atau klarifikasi dari Timoti. Bukannya malah pergi saat laporan korban masuk ke polisi, katanya. Jadi Adam Deni menganggap ya Timoti ini seperti kabur gitu loh, Geng. Dan e menurut Adam Deni, laporan polisi yang dibuat oleh Yonger dan yang terbaru oleh Agnes hanyalah permulaan. Adam mengklaim bakal ada gelombang kedua pelaporan dari korban-korban di luar kota dengan nilai kerugian yang tidak kalah besar yaitu mencapai Rp200 miliar. Dan terkait pengancaman yang dilakukan oleh pihak Timoti yang dituduhkan ya yang dituduhkan kalau Timoti ini mengancam para e korbannya atau para membernya. Nah, Adam Deni ini mengaku memiliki bukti-buktinya. Dia memiliki sebuah kertas yang dia cetak dari screenshot percakapan sejumlah korban dengan pihak Timothy Ronald melalui DMDX. Di screenshot tersebut terlihat bahwa Timothy katanya mengirimkan gambar sejumlah ruangan di Rres Krimum Polda Metro Jaya. Dan ini merupakan cara dia yang dianggap ingin mengancam korban. Seperti menunjukkan kalau ada para korban yang berusaha membuat dia dipenjara, maka Timoti bakal langsung melaporkan mereka ke polisi. Adam Deni juga menjelaskan bahwa pengancaman ini sudah dilakukan sejak tahun lalu, katanya. Berbagai percakapan pengancaman itu dijadikan bukti pelaporan ke pihak polisi. Dan sebelum para korban berani buka suara mengenai dugaan penipuan akademi kripto ini, pengancaman sudah sering terjadi. Bahkan kata Adam Deni, pemblokiran akun korban yang protes kepada akademi Crypto atau Timothty juga sering dilakukan oleh pihak Timoti. Jadi intinya tuh ada yang protes langsung diblok, ada yang protes langsung diblok, langsung dicut. Yonger ini juga melaporkan Timoti ke polisi baru-baru ini. Katanya dia mendapatkan teror di Instagram. Chatnya itu berisi teror yang sudah dicreenshot dan dijadikan barang bukti dalam laporan terbarunya Yongger ini. Geng, apakah benar nantinya bakal ada korban-korban lain nih, Geng, yang melaporkan Timoti ke polisi? Ya, kita tunggu aja bagaimana perkembangan kasusnya, ya. Apakah Timoti bakal berakhir di penjara seperti yang diinginkan oleh Sky Holik dan para orang-orang yang mengaku korbannya, ya. karena mereka mengatakan kalau mereka itu sudah bergabung di dalam satu paguyuban yang mana isinya itu katanya hampir ratusan ribu orang ee dan mereka semua itu adalah korban dari akademi krypto ngakunya. Tapi walaupun saat ini banyak yang ingin agar Timoti di penjara ya menurut pengakuan orang-orang yang melaporkan dia, tapi ada yang memberikan pembelaan nih geng kepada Timoth yang salah satunya datang dari pengacara ternama Indonesia yaitu Bang Hotman Paris. Kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai pihak-pihak yang membela Timothy Ronald. Kita bahas. Jadi menanggapi kabar mengenai Timothi yang saat ini sudah dilaporkan kepada polisi, ya Bang Hotman Paris memberikan respon terkait kasus yang saat ini menyeret nama Timoti ini. Geng di dalam sebuah video, Bang Hotman Paris mengawali dengan menyebut nama Timoti sebanyak tiga kali. Kemudian dia mengingatkan kepada para netizen agar memahami apa yang sebenarnya dilakukan oleh Timothi. Bahwa Timoty tidak menjual barang atau produk, tidak menerima uang investasi, dan bukan menjalankan investasi bodong. Timoti, Timoti, Timoti Ronald. Halo yang nyinyir-nyinyir. Lu ngerti enggak sih? Timote itu tidak jual barang. Timoti itu tidak terima uang investasi. Timoti itu bukan investasi bodoh. Terus lebih lanjut lagi, Bang Hotman juga bilang apa yang dilakukan oleh Timoti cuma menjual kelas yang dilakukan secara online. Sama seperti kursus online pada umumnya. Kelas yang dijual oleh Timoth kata Bang Hotman itu merupakan kursus tentang Bitcoin. Dan Bang Hotman Paris juga menjelaskan bahwa kursus yang dimiliki oleh Timothy sama seperti kursus bahasa Inggris maupun kursus pengacara di mana keputusan untuk mengikuti dan menerapkan materi sepenuhnya berada di tangan peserta. Enggak beda dengan kursus bahasa Inggris kamu. Enggak beda dengan kursus pengacara pilihan di tangan kamu. Jadi gimana sibunya? Membeli kursus online seharga 17 juta per tahun dan melakukan tindakan setelah mempelajari kursus Bitcoin merupakan keputusan pribadi menurut Bang Hotman. Nah, oleh karena itu Bang Hotman Paris justru mempertanyakan nih, Geng, letak unsur pidana yang dilakukan oleh Timoti itu di mana kata Bang Hotman. Nah, karena bagi Bang Hotman, Timoti itu tidak melakukan kejahatan apapun. Dan selain itu, Bang Hotman Paris juga mengingatkan supaya jangan iri terhadap kesuksesan yang diperoleh oleh Timoti yang dinilai lebih kaya dibandingkan kebanyakan orang. Kata Bang Hotman, "Lu jangan iri dong melihat kesuksesan orang. Siapa bilang dia tidak sukses?" Ya, yang jelas dia jauh lebih kaya dari sebagian besar kamu. Dan di akhir kalimatnya, Bang Hotman Faris menegaskan bahwa dia tidak sedang membela Timoti atas apa yang sedang terjadi. Meskipun mereka berdua bersahabat, tapi ya apa yang dikatakan oleh Bang Hotman di mata netizen, pernyataan itu jelas dianggap sebagai membela, kata netizen. Bang Hotman juga menjelaskan kembali bahwa setiap orang yang mengikuti kelas online dan menerapkan teori yang dipelajari bertanggung jawab sendiri atas keputusan yang mereka ambil. Termasuk dalam kasus kursus Bitcoin milik Timothy ini. Bang Hotman Paris juga bilang mereka terlalu berharap cepat kaya secara instan lewat kelas yang dibuat oleh Timothy yaitu Akademi Crypto. Padahal kata Bang Hotman, mengikuti kursus trading tidak secara otomatis membuat seseorang menjadi kaya raya. Intinya kalau lu belajar masuk sekolah, apakah itu kursus atau tidak dan teorinya kau terapkan, pilihan di tangan kamu, kalau kau masuk kelas online-nya si Timoti dan dengan teori-teori itu kau beli Bitcoin, ternyata kau rugi. Ya bukan salah, salah Timoti dong. Aduh. Bahkan Bang Hotman Paris menyarankan agar Timoti melaporkan balik orang-orang yang menyebut dia sebagai penipu ke polisi atas pencemaran nama baik. Wah gila nih kalau sampai Timoti ngelapor balik. Waduh kita pahamlah ya. Di dalam video Bang Hotman Paris yang lain, Bang Hotman juga menyinggung terkait pendidikannya dia di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan atau UNAR Bandung tahun 1978. Bahman di saat itu membandingkan kesuksesan dia dengan teman-teman seangkatannya yang mana pada saat ini Bang Hotman Paris sangat sukses dengan apartemen serta rumah yang jumlahnya ratusan. Pokoknya asetnya banyak. Sementara teman-teman satu angkatannya dia sampai di hari tuanya aja ada yang enggak punya rumah atau susah mencicil rumah padahal kuliah di tempat yang samaiknya. Saya merasa prihatin terhadap sebagian teman kelas saya yang sampai hari ini tidak punya rumah walaupun kami sama-sama menerima pendidikan yang sama. Salah siapa? Salah dosennya. Analogi tersebut disampaikan oleh Bang Hotman Paris untuk mencari tahu kira-kira siapa yang salah jika seorang mahasiswa tidak mencapai kesuksesan. Sementara temannya yang lain yang sama-sama kuliah di universitas yang sama justru lebih sukses atau bahkan bisa dikatakan tidak bisa digapai oleh si mahasiswa yang tidak sukses tersebut. Apakah di sini dosennya yang salah atau malah ini adalah salah mahasiswanya karena tidak sukses. Nah, kalau memang dosennya yang salah, kenapa Bang Hotman Paris yang juga murid ya bisa sesukses itu dan mengapa yang enggak sukses tidak menuntut dosennya? Nah, begitulah pertanyaan yang disampaikan oleh Bang Hotman Paris di video tersebut. melalui analogi tersebut ya, Bang Hotman Paris itu kayak mau menjelaskan bahwa seorang guru tidak bisa disalahkan atas kegagalan muridnya. Jadi misalkan ada trading atau kursus yang sebagian muridnya tidak berhasil sukses atau ee tidak berhasil melakukan transaksi untuk mendapatkan keuntungan, itu bukan suatu tindak pidana katanya. Kalau hal tersebut dijadikan sebagai perbuatan pidana, maka ribuan dosen di Indonesia bisa masuk penjara oleh murid-murid yang gagal sampai hari tuanya miskin. Kata dia, sebagian muridnya tidak berhasil sukses atau tidak berhasil melakukan transaksi untuk mendapatkan keuntungan. Itu bukan pidana, itu bukan perbuatan pidana. Ya, kalau itu perbuatan pidana, maka ribuan dosen di Indonesia ini bisa masuk penjara. keren oleh murid-murid yang gagal sampai hari tuanya miskin. Pertanyaan tersebut dihubungkan, Geng, dengan kasusnya Timoti yang sedang dilaporkan ini dengan menggambarkan bahwa Timoti ini diposisikan sebagai dosen alias guru. Sehingga jika ada yang ee apa ya, yang daftar kelas dia dan member kelasnya tersebut mengalami kerugian, tidak sukses, yaitu bukan salah gurunya alias bukan salah Timotynya sesuai dengan analogi yang diberikan oleh Bang Hotman tadi. Gimana tuh, Geng? Menurut kalian, kalian setuju enggak dengan analogi tersebut? Masuk akal enggak buat kalian atau ini konteksnya berbeda? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Nah, jadi itu dia ya, Geng, terkait eh pihak yang membela Timoti Ronald yang mana itu adalah Bang Hotman Paris. Sekarang gua mau ngajak kalian untuk masuk ke dalam pembahasan selanjutnya terkait kabar mengenai Sky Holic yang kabarnya dia juga dilaporkan ke polisi loh, Geng. Emang benar kayak gitu? kita bahas. Jadi ketika siholik ini muncul ke publik sebenarnya banyak yang curiga terkait siapa sosok di balik akun anonim yang satu ini. Sampai ada yang menuduh kalau ini adalah Indra Kens atau ya mungkin aja ini adalah Timothy Ronald itu sendiri yang sengaja berdama agar namanya bisa naik lagi. Tapi banyaklah ya ee yang pada saat itu percaya kalau di balik sosok Sky Holic ini adalah orang yang sepertinya punya kekayaan, punya power untuk melawan Timoti. Nah, kenapa bisa diasumsikan kayak gitu? Ya, karena memang Sky Holic ini suka bagi-bagi uang atau giveaway bahkan ke orang-orang yang sama sekali enggak dia kenal. Tapi kan secara logiknya juga gini, enggak mungkin dia berani ngelawan Timoti kalau dia juga enggak setajir Timoti. Ya enggak sih? Mana mungkin dia berani melawan orang kaya kalau dia sendiri gak kaya gitu. Tapi ada pihak-pihak yang justru merasa keberadaan dari Sky Holik ini juga mencurigakan. Salah satunya adalah Pak Oscar Darmawan. Ada yang tahu enggak dengan sosok beliau? Bicara mengenai kripto ya. E kalau kita bicara ee ini kan kalau kita berdagang spot itu artinya sebenarnya Anda tuh enggak benar-benar rugi sebelum Anda memutuskan untuk menjual. Jadi kalau misalnya kita beli Bitcoin misalnya di harga R50 juta di tahun 2017. Nah, buat kalian yang tidak berkecimpung di bidang teknologi atau kripto mungkin agak enggak familiar gitu ya dengan e Pak Oscar Darmawan ini. Tapi nama beliau ini memang enggak asing bagi yang memang menggeluti bidang tersebut tadi. Nah, dia ini merupakan pendiri sekaligus CEO dari Indodax, bursa aset krypto terbesar di Indonesia. Di tahun 2014 dia bersama dengan William Sutanto mendirikan Bitcoin Indonesia yang mana pada saat itu Bitcoin masih dianggap asing bahkan dicurigai oleh banyak orang. Tapi buat dia ini merupakan peluang besar sampai pada akhirnya Bitcoin Indonesia menjadi bursa crypto pertama di Indonesia. Singkat ceritanya di tahun 2018 Bitcoin Indonesia ini resmi berubah menjadi Indodax dan ini merupakan singkatan dari Indonesia Digital Asset Exchange ini ya di akun X pribadinya Pak Oscar. dia itu memperingatkan kepada netizen karena banyak giveaway-giveaway palsu. Dulu mungkin caranya ya dengan mendokumentasikan pemberian giveaway di depan kamera ya, tapi sekarang modelnya itu giveaway crypto ke banyak address, ke banyak alamat tapi cuma dikirim ke address yang network-nya punya sendiri alias ee alamat yang sebenarnya tuh punya si yang kasih giveaway juga gitulah. Nah, makanya itu dianggap oleh Pak Oscar giveaway giveaway palsu. Cara itu seakan-akan dibuat seperti eh apa ya? Orang ini tuh sudah memberikan gift atau memberikan hadiah untuk banyak orang. Padahal mah enggak. Dan orang-orang yang mengaku mendapatkan giveaway ini ya biasanya adalah buzer yang disewa agar netizen semakin percaya bahwa giveaway yang diberikan pada orang-orang random ini adalah asli atau benar. Nah, di sini Pak Oscar nih lagi ngegoreng nih. Lagi ngegoreng Sky Holic yang dikenal banyak duit dan suka giveaway tadi. Terus dia bilang juga giveaway palsu model seperti ini, Pak Oscar mengatakan ini adalah tujuan hanya untuk menaiki konten aja. Nah, tweet dari Pak Oscar ini ditujukan jelas-jelas kepada Sky Holic karena menurut Pak Oscar Sky Holic ini siapa ya? dia ini dari antah-berantah mana menurut Pak Oscar nih yang mana tiba-tiba muncul malah kasih giveaway ke orang-orang dan tiba-tiba nge-up kasus Timot gitu. Di tweet Pak Oscar yang lain dia menuliskan agar jangan suka menyenggol orang kanan kiri. Giliran disenggol balik nanti nangis di pojokan. Gemeter, takut diciduk katanya. Dia bilang juga jangan dikira akun anonim bisa bebas ngapa-ngapain. Dan di saat itu ya sepertinya Sky Holic jadi nyenggol Pak Oscar juga. Enggak cuma ee Timothy doang. Makanya Pak Oscar sampai merespon gitu kan dia bereaksi yang enggak biasa. Pak Oscar juga membuat tweet lagi nih, Geng dengan menulis saking takutnya semua postingan tentang Pak Oscar dihapus, tapi itu udah terlambat karena Pak Oscar sudah menyimpan semua postingan dari Sky Holic. Bahkan dia memberikan warning kepada para buzer termasuk penerima uang dari Sky Holly karena bisa saja mereka terseret di dalam kasus ini. Di saat itu Pak Oscar langsung membuat heboh dengan mengunggah foto surat tanda laporan polisi yang dia buat tertanggal 9 Januari kemarin. Yang dia tujukan terlapornya adalah si Sky Holic ini. Nah, Pak Oscar menyebutkan kalau koordinasi sudah berulang kali dia lakukan untuk kepentingan penyelidikan. Siapapun yang terlibat, baik itu pengelola akun, sumber pendanaan, pihak yang meramaikan giveaway admin, sampai pihak yang m-backingi operasional itu diminta untuk bersiap karena semuanya sudah masuk ke dalam radar dan proses hukum yang sudah berjalan. Gimana tuh, Geng? Apakah kira-kira menurut kalian Sky Holic nantinya bakal berakhir seperti Timothti juga? Bakal sama-sama berurusan dengan polisi atau yang lebih pahitnya justru dia yang dipenjara, bukan Timoti gitu? Gimana tuh menurut kalian, Geng? Dan apakah ini merupakan bentuk dari balas dendam atau karma karena Sky Holic udah nyenggol Timot? Ini banyak juga nih yang ngomong kayak gitu asumsi dari netizen. Nah, kita enggak pernah tahu ya, Geng. Jadi kita tunggu aja nih proses hukum yang di saat ini sedang berjalan seperti apa. Polda Metro Jaya tengah menyelidiki laporan dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret nama influencer keuangan dari pendiri akademi Krypto, Timothy Ronald. Oke, itu dia geng pembahasan kita mengenai perkembangan kasus dari Timothy Ronald yang sedang berseteru dengan akun anonim yang bernama Sky Holic. Dan juga kabarnya dia dilaporkan kepada polisi oleh orang-orang yang mengaku sebagai korban dari akademi crypto. Kira-kira kelanjutannya menurut kalian bakal seperti apa? Dan kalian setuju enggak kalau nanti kita bakal bahas lebih panjang lagi atau lebih lengkap lagi tentang perkembangan kasus ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.