MEIKARTA! FUTURE CITY PLAN ENDS UP AS SUBSIDIZED FLAT HOUSINGS?
08TGApTudVc • 2026-01-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Terus 2 tahun kemudian, geng, tepatnya di tanggal 5 Desember 2022, anggota Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meakarta atau PKPKM yang beranggotakan lebih dari 100 orang pembeli apartemen, akhirnya mereka mengadu ke DPR. Mereka sempat mengadukan persoalan adanya kegagalan serah terima unit ya ke pihak DPR atas masing-masing anggota perkumpulan pada tanggal 23 Juni 2022 dan juga mereka mengadukan ke Presiden pada tanggal 27 Juni 2022. Dan komunitas tersebut menganggap PTMSU selaku pemilik Mayikarta seperti enggak punya itikat baik katanya untuk membangun apartemennya atau mengembalikan dana dari para pembeli atau justru membayar kompensasi atas kerugian yang dialami oleh para pembeli. Enggak ada sama sekali. Kalian bayangin aja ya para pembeli ini udah ambil kredit ya me kartanya atau unitnya enggak ada, tapi mereka harus cicil terus tuh sampai unit mereka lunas tapi unitnya enggak ada. Geng, ada yang ingat enggak dengan iklan ini? Nah, itu adalah iklan Mayakarta. Cara mudah untuk menggapai cita. Kita lupa [musik] semua ini dapat menjadi milik kita. Jadi kemarin gua sempat membuat polling yang gua post di YouTube community yang mana banyak dari kalian memilih ingin mendengarkan pembahasan tentang skandal mearta. Nah, gua mau infoin juga nih ke kalian ya. Nantinya ke depan gua bakal sering nih bikin polling pilihan pembahasan di community channel Kamar Jerry. Jadi, kalian bisa pilih apa yang ingin kalian dengar di channel ini. Dan topik yang menjadi pilihan paling banyak, nah itu yang bakal kita bahas. Tadi gua udah sempat mention ya, kita hari ini bakal membahas mekarta, yaitu sebuah proyek yang sempat eksis di tahun 2010 dan digembar-gemborkan ini akan menjadi sebagai proyek kota modern atau kota masa depan yang berlokasi di Cikarang. Dan bahkan dikatakan Meikarta ini adalah Jakarta versi masa depannya. Kota Mikarta akan menjadi pusat perekonomian baru di koridor Jakarta Bandung. Keberadaan Meikarta diharapkan dapat menarik minat banyak investor dan menimbulkan efek berganda pada perekonomian nasional. Pada tahap pertama, pembangunan Mearta bisa menyerap 65.000 hingga 80.000 pekerja. Proyek ini juga melibatkan banyak pengusaha atau supplier yang memasuk barang-barang produksi dalam negeri. Dengan banyaknya fasilitas mewah, pusat bisnis sampai dengan sistem transportasi yang terintegrasi yang sudah dijanjikan oleh pengembangnya. Ya, di saat itu banyak investor dan pembeli unit tertarik untuk berinvestasi dan membeli unit di sana. Nah, karena memang pada saat itu iklan dan promosi mekarta ini masif banget. Dulu pasti kalian sering banget lihat iklannya di TV. Nah, tapi seiring berjalannya waktu mulai kelihatan nih kalau apa yang dijanjikan itu enggak pernah terwujud. Mulai dari pembangunan Mearta yang enggak jelas berjalannya seperti apa, enggak sesuai dengan rencana dan sampai saat ini ya sebagian besar kawasannya malah ya belum terealisasikan atau belum selesai. Aktivitas konstruksinya terlihat terhenti di banyak titik. Sementara kejelasan mengenai kelanjutan proyeknya enggak pernah benar-benar disampaikan secara transparan. Nah, akibatnya, Geng, muncul berbagai keluhan dari pembeli dan investor yang merasa rugi. Nah, banyak dari mereka yang kecewa ya. Duitnya enggak balik, unitnya juga enggak dapat, bahkan setelah bertahun-tahun lamanya. Nah, hal ini menimbulkan pertanyaan besar. Apa yang sebenarnya terjadi dengan proyek Mearta? Dan bahkan baru-baru ini kabarnya Meikarta ini bakal dijadikan rusun subsidi. Jadi, apartemennya itu bakal dijadikan rusun subsidi oleh pemerintah. Kok bisa gitu ya? Dan juga mungkin di antara kalian yang waktu itu masih kecil-kecil ya belum paham apa itu Mearta ya bisa gua katakan Mearta ini ibaratnya itu ya kota impian yang lebih dulu dibangun sebelum pick tapi gagal justru pick lah yang berhasil. Nah hari ini gua pengen ngajak kalian untuk membahas tentang mearta ini. Bagaimana awal mulanya sampai dengan perkembangannya di tahun 2026. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry, Genggeng. Beli iPhone baru yang kapasitasnya paling kecil dan murah enggak masalah. Tinggal tambahin SSD supaya kapasitasnya jadi lebih besar. Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang tadinya cuma 256 gig, sekarang malah jadi 756 gig. bikin video cinematik ataupun foto udah gak khawatir lagi memori bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan datanya juga cepat banget. Nih, kita bandingin pemindahan data pakai SSD dengan pemindahan data pakai airdrop. Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini harganya juga murah banget terjangkau daripada kalian beli iPhone versi terbaru dengan harga yang mahal. Hanya karena perbedaan kapasitas memori yang mendingan beli yang paling murah ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone kalian jadi berkapasitas [musik] besar. Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau langsung aja check out linknya udah ada di bawah. Untuk pembahasan yang pertama gua pengen ngajak kalian untuk mengerti dulu apa itu proyek kota Meikarta. Oke, sebelumnya gua mohon maaf ya, Geng, kalau suara gua agak sedikit bindeng dan kondisinya agak sedikit berbeda ya. Karena sekarang cuaca lagi enggak jelas ya, pancaroba dan kayaknya gua terserang flu nih. Jadi, beberapa hari ini tuh kayak aduh, badan enggak enak, kepa pusing gitu. Tapi kita tetap berbagi informasi di sini. Oke, Meikarta ini adalah sebuah proyek atau mega proyek yang resmi diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2017 yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Proyek tersebut berlokasi di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi yang dekat banget dengan jalan tol Jakarta, Cikampek. Mungkin ada yang dari kalian yang merupakan warga sana, boleh nih bagi-bagi informasi di kolom komentar. Pihak developer atau pengembang dari Mearta itu adalah PT Mahkota Sentosa Utama atau MSU yang merupakan anak perusahaan dari PT [musik] Lipo Cikarang atau LPCK dari Lipo Grup. Di saat itu sang pemilik yaitu James Riadi yang menjabat sebagai Presiden Lipo Grup memberikan nama Meikarta dari dua kata yaitu Mei dan Karta. Mei diambil nama dari ibunya sedangkan Karta berarti ya sesuai dengan kota Jakarta gitu. Jadi ini adalah kota ibunya dia gitu geng. Dengan kata lain, Mearta ini dipersembahkan oleh Pak James Riadi untuk sang ibu untuk mengenang sang ibu. Dan arti dari Mearta ini sejalan dengan tujuan dari dibangunnya kota Mearta geng. yaitu untuk mengurangi kebadatan penduduk yang sudah terlalu banyak di Jakarta. Semoga semua datang ya. Yang mau tinggal semalam sebelumnya cepat daftar supaya malam-malam menikmati kota di sana. Kita ada ee Sahit Lipo Hotel, kita ada hotel juga Aksia yang sama Toyota. kita ada beberapa tempat bisa tinggal silakan kalau memang bisa ee spend the weekend nih. Di saat itu ya dengan dibangunnya Mearta di lokasi yang sangat strategis diapit oleh dua kota yaitu Jakarta dan Bandung ya diharapkan ini bisa mengurangi kepadatan penduduk. Jadi banyak orang tuh yang pindah ke daerah Myikarta sana. Dan selain itu lokasi Meikarta juga berada di sekitar perusahaan-perusahaan multiasional yang tentunya memiliki jumlah karyawan mencapai ratusan ribu atau bahkan ya jutaan orang. Jadi diharapkan mereka-mereka yang bekerja di sana tuh bisa tinggal di Mekarta, enggak perlu bolak-balik ke Jakarta lagi. Nah, Mearta menjadi sebuah proyek kota dengan menjanjikan kenyamanan, keamanan, ketentraman, terus kota modern ya yang mana disebut-sebut bisa mengatasi berbagai masalah yang ada di Jakarta, termasuk masalah tempat layak huni ya. Kita tahu ya di Jakarta itu padat banget penduduknya dan banyak ya rumah-rumah yang tidak layak huni. Kalian bisalah ke Jakarta Utara sana, ke daerah Periuk sana. Kalian bisa lihat bagaimana masyarakat kita masih ada yang tinggal dempet-dempetan. Bahkan ada yang satu rumah tuh 13 orang yang hidup di sana dan bahkan berganti-gantian mereka tidur. Nah, jadi solusinya dengan adanya mearta ini diharapkan semuanya bisa teratasi gitu, Geng. Mearta ini memang dibangun untuk kelas menengah, Geng. Menengah ke bawah gitu ya. Sehingga harga yang ditawarkan itu untuk satu unit apartemen dan tanah itu terjangkau banget. Jadi walaupun ee dikatakan kota masa depan, bukan berarti yang tinggal di sana bakal orang-orang kaya. Contohnya kayak dipik. Enggak. Dan ditambah juga dengan sistem kredit yang ringan tentunya bakal menjadikan semua orang bisa memiliki hunian layak ya secara pribadi. Dan pada saat itu Mearta yakin banget mereka bisa menarik ratusan bahkan ribuan penghuni karena kebanyakan ya orang Indonesia khususnya di Bekasi, Jakarta dan sekitarnya udah mulai kesulitan memiliki rumah pribadi ya. solusinya mearta dan setiap tahun harga tanah juga selalu meningkat sehingga banyak orang yang berpikir ee dua kali gitu untuk punya rumah pribadi di Jakarta. Fasilitas yang dijanjikan juga enggak main-main, Geng. Karena di Mearta ini ditawarkan segala fasilitas seperti pendidikan, sarana hiburan seperti mall, kemudian ada rumah sakit, dan berbagai fasilitas lain. Dikatakan juga nantinya Mekarta bakal ada ratusan gedung pencakar langit yang akan memenuhi segala kebutuhan bagi para penghuninya. Nah, tata kotanya juga rapi. Mungkin seperti kota-kota besar yang ada di luar negeri gitulah, Geng. Meskipun ya proyek Mekarta ini diresmikan tahun 2017, tapi Pak James Riadi bilang kalau Mearta itu sebenarnya udah dirancang dari jauh-jauh hari, yaitu sejak tahun 2014 dan pembangunannya sudah dimulai sejak bulan Januari 2016. Rencana awalnya itu adalah membangun 100 gedung apartemen bertingkat yang awalnya itu sebanyak 400.000 unit yang bakal berjalan hingga bulan Desember 2018. Dan terus ada 10 rumah sakit internasional mall dan juga pusat bisnis seluas 1,5 hektar. Terus ada Silikon Valley khas Indonesia juga. Nah, Silikon Valley ini adalah sebuah tempat di bagian selatan San Fransisco yang ada di California, Amerika sana gitu ya. Nah, ini bakal dibikin juga versi e replikanya di Mearta tadinya. Dan area di Mekarta ini diberikan julukan sebagai Silicon Valley karena di sana ada banyak perusahaan yang bergerak di dalam bidang komputer dan semikonduktor. Jadi mirip-mirip gitu, Geng. Nah, terus ada pusat riset juga pusat industri lebih dari 150 sekolah mulai dari SD sampai SMA, perpustakaan, gedung opera, dan berbagai fasilitas lain di lahan seluas 1,5 juta m². Gede banget, Geng. Benar-benar wah gila deh. Kalau emang jadi tuh jadi kota impian sih. Pak James Sriadi juga mengklaim kalau Mearta ini nantinya bisa menyerap sekitar 65.000 pekerja dan menyediakan tempat tinggal bagi 2 juta penghuninya. Nah, jadi cukup menjanjikan gitu, Geng, ya. Terus, Geng, tadi kan gua sempat bilang ya, kalau di tahun 2017-an iklan Marta itu bersileweran terus di TV. Di iklannya itu isinya tentang janji manis terkait apa saja yang nantinya bakal disediakan oleh Meakarta kepada penghuninya atau calon penghuninya. Nah, kalimat yang paling terkenal itu yang mungkin memorable banget ya untuk banyak orang adalah aku ingin pindah ke Mearta. Ya, ada yang ingat enggak nih? Mungkin yang milenial-milenial nih apa ya tahu gitu. Kalau Gen kayaknya udah kejauhan ya di milik kita. Aku ingin pindah ke Mikarta. Dan menurut informasi dari media tempo ya, sebuah lembaga pemasaran yang bernama Nilsen E itu bilang kalau sepanjang tahun 2017 belanja iklan Indonesia itu mendongkrak, Geng. Nah, hal tersebut bisa terjadi karena salah satunya ya karena kontribusi Mearta yang mencapai lebih dari 1,5 triliun cuma untuk promosi proyek itu. Jadi iklannya aja udah mahal banget. 1,5 triliun biaya iklannya biar bisa tampil di TV. Kalau itu adanya zaman sekarang gua rasa influencer-influencer atau youtuber-youtuber kayak gua udah mempromosikan juga kali ya kan. Nah, bayangin aja, Geng, untuk iklan sebegitu ee mahalnya, sebegitu besarnya biaya, apalagi untuk pembangunan proyeknya. Makanya enggak heran kalau mekakarta ya disebut sebagai proyek ambisius. Banyak orang yang pada akhirnya setelah terus-menerus terpapar oleh iklan mekarta, mereka memutuskan untuk membeli unit di Meakarta dengan harapan apa yang dijanjikan itu adalah sesuatu yang bisa mereka dapatkan nanti setelah mereka pindah ke Meakarta. Nah, tapi geng di dalam perjalanannya mulai banyak masalah nih yang muncul dari pengembang Mearta ini. Seperti apa? Sekarang kita bakal bahas permasalahan proyek mekarta ini. Jadi meskipun tadi gua sempat bilang kalau Mecarta itu diresmikan di tanggal 17 Agustus 2017, ternyata sebelum diresmikan sebenarnya masalah dari Meakarta ini udah muncul, Geng. Jadi di saat itu Pak Dedi Miswar yang kebetulan saat itu dia menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Barat udah bilang kalau status pembangunan dan pemasaran Mearta itu dihentikan hingga ada rekomendasi dari izin legal. Nah, ternyata permasalahan izin nih, Geng. Dan Pak Dedi Misuar mengungkapkan bahwa pembangunan Mearta itu melanggar peraturan daerah nomor 12 tahun 2014 tentang pengelolaan pembangunan dan pengembangan metropolitan dan juga pertumbuhan Jawa Barat. Nah, Pak Dedi itu sempat periksa terkait perizinan Mearta, tapi ternyata belum ada permohonan izin ya, malah belum ada izinnya malah dipasarkan gitu. Pak De Miswar juga bilang bahwa Pemprov Jawa Barat pada saat itu sedang merencanakan pembangunan tiga kota metropolitan yaitu Bandung Raya, Cirebon Raya, dan ee Bode Bekapur namanya yaitu singkatan dari Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta yang bakal menjadi kembarannya Jakarta. Jadi kesannya kayak antara pemerintah dengan pengembang swasta lagi bersaing gitu, Geng. Ya, dikatakan juga ya pembangunan Mearta yang ada di Cikarang, Kabupaten Bekasi justru belum mencantumkan izin dari Pemprov padahal masuk ke dalam salah satu wilayah metropolitan yang dirancang oleh Pemprov Jaber. Dan Pak Dedi itu khawatir kalau nantinya pembangunan dan pemasaran tanpa izin yang dilakukan oleh Meakarta bisa berpotensi terjadinya tindak kriminal. Beliau juga bilang, beliau khawatir pembangunan kawasan itu berdampak buruk pada wilayah sekitar karena perizinan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL yang belum dilakukan. Nah, jika memiliki niat baik, Pak Dedi menyarankan agar pengembang melakukan pembangunan sesuai dengan prosedur yang ada disertai dengan kewenangan dan substansinya. Nah, di dalam informasi lain nih, Geng, PMPR Jaber itu cuma memberikan rekomendasi izin itu cuma sekitar ee apa ya, 84,6 hektar doang. gak sampai ribuan dan jutaan hektar kayak tadi. Tapi sementara itu keterangan dari Pak Ketut Budi Wijaya selaku CEO Meekarta, awalnya Mearta ini mendapatkan izin untuk 350 hektar termasuk untuk proyek Orange County dan izin perluasan hingga 500 hektar. Nah, jadi ada perbedaan paham nih antara pemerintah dengan pengembangnya, Geng. Nah, jadi ketentuan terkait perda tersebut pernah disampaikan oleh Pak Dedi ya sewaktu beliau bertemu dengan eh presiden Lipo Grup yaitu Theo Lambuaga. Jadi pernah disampaikan tuh dan saat itu Pak Teo El Sambuaga ini bilang kalau dia menemui Pak Dedi Miswar untuk melaporkan perkembangan proyek Mearta dan dikatakan pada saat itu pihak Lipo mendapatkan arahan terkait pengkoordinasian dengan perencanaan PEMPR Jabar yang sesuai dengan Perda dan Pak Teo bilang pihak mereka bersedia menyesuaikan proyek itu agar terintegrasi ya sesuai dengan rencana metropolitan yang dirancang oleh pemerintah provinsi geng di tahun 2018 nih Geng Meakarta itu sempat tertimpa isu berkali-kali Yang pertama itu terjadi di sekitar bulan Mei 2018 yang mana pada saat itu PT MSU pengembang dari Mega Proyek Mearta sekaligus anak perusahaan dari PT Lipo Cikarang itu digugat pilot oleh dua vendornya yaitu PT Relis Trans Logistik dan PT Imperia Cipta Kreasi. Kedua perusahaan tersebut adalah perusahaan event organizer ya tapi PT Imperia Cipta Kreasi juga bergerak di bidang advertising dan periklanan. Nah, jadi jangan heran ya kenapa iklan backarttered tuh masif banget dan banyak banget. Nah, pendaftaran gugatan tersebut dilakukan pada tanggal 24 Mei 2018 ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dan mulai menjalani sidang perdana pada tanggal 5 Juni tahun 2018. Geng, ada sembilan pokok gugatan yang diajukan kepada PTMSU ini. Inti dari gugatannya itu yaitu menetapkan PTMSU dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran hutang sementara atau PKP dengan segala akibat hukumnya. Terus selain itu, para penggugat juga meminta majelis hakim untuk menetapkan sebanyak en orang pengurus dan kurator di dalam proses PKPU PTMSU. Nah, ketika itu direktur komunikasi Lipo Grup yang bernama Pak Danang Kemayan Jati dia bilang setiap tagihan yang sah selalu diselesaikan oleh pihak Lipo Grup ya sesuai hukum yang berlaku gitu. Tapi menurut Pak Danang selalu ada kasus terkait vendor yang mengajukan tagihan enggak jelas dan enggak melampirkan bukti. Nah, jadi dari pihak PTMSU-nya justru bilang kalau kedua vendor tersebut yang menuntut tadi ya itu melakukan penipuan dengan menuduh PTMSU yang tidak membayar kewajiban mereka. Nah, cuma geng singkat ceritanya Pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyatakan menolak permohonan PKPU yang dilayangkan oleh kedua perusahaan tadi kepada Mearta. Dengan kata lain, Mearta pun lolos dari jeratan hukum. Nah, jadi di saat itu tuh ya bisa dikatakan kuat bangetlah Mearta ini karena permasalahan terkait gugatan pilit terhadap PTMSU ya dikatakan ini membuat investor asal Cina jadi mundur dari proyek Mearta adanya pelepasan saham hingga perusahaan yaitu PT Total Bangun Persada selaku kontraktor pelaksana itu akhirnya menghentikan pekerjaan mereka. Ada sekitar 15 subkontraktor yang menggarap proyek ini tadinya geng. yaitu ada PT Rajawali Karya Gemilang, ada CV Indah Jaya, CV Agung Putra, CV Putra MARP, terus ada CV Suryajaya Gemilang, terus ada PT Bumi Graha Perkasa dan PT Satria Gesit Perkasa. Kemudian ada lagi PT Karya Logam dan PT Jaya Abadi Alumindo Abadi, PT Lancar Jaya dan masih banyak lagi. Ini gua tampilin aja ya. Dan yang paling gongnya ya, Mearta tersandung isu suap nih, Geng. di tanggal 18 Oktober 2018 yang mana pada saat itu ya KPK sempat menggeledah dua lokasi yang terkait dengan kasus tersebut yaitu kantor Lipo Cikarang dan Antero Hotel. Nah, pihak KPK juga menetapkan Billy Sindoro selaku eh direktur operasional DIPO Group sebagai tersangkanya. Nah, Pak Billy ini dituduh menyuap Bupati Bekasi yang bernama Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah kepala dinas di Kabupaten Bekasi. Dan Neneng serta kepala dinas diduga dijanjikan uang 1 miliar oleh pengembang Lipo Grup. Dan selain Pak Billy tadi, KPK juga menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka pemberi suap di dalam kasus ini. Yaitu ada yang namanya Tarudi, terus ada yang namanya Fitra Jaya Purnama yang mana merupakan konsultan Lipo Grup. Nah, terus ada satu tersangka yang merupakan pemberi suap lain yaitu adalah Henry Jasman yang merupakan pegawai dari Lipo Grup. Total ada 9 orang geng yang dijadikan tersangka oleh KPK di dalam kasus ini. KPK meningkatkan status penanganan perkara di kepenyelidik kepenyidikan dengan semilan orang sebagai tersangka. Terus geng di dalam persidangan terkait kasus ini, Fitra Jaya Purnama mengungkapkan kalau uang suap ini enggak cuma mengalir ke pejabat Pemkap Bekasi melainkan juga ada ke pejabat Pempr Jawa Barat. Nah, pejabat yang disebutkan oleh Fitra menerima suap ini adalah Kepala Seksi Pemanfaatan Ruang pada bidang penataan ruang Dinas Bina Marga dan penataan ruang atau BMPR Provinsi Jawa Barat yang bernama Yani Firman. Nah, fitra ini bilang kalau Yani ini menerima Rp1 miliar untuk mempercepat penerbitan rekomendasi dengan catatan atau RDC dari Pemprov Jawa Barat. Nah, RDC ini penting, Geng, untuk mengurus ee izin proyek Mearta di Pemkap Bekasi. Dan di dalam persidangannya, fitra ini juga bercerita kalau dia diajak mengurus izin proyek Mearta oleh Henry Jasm. Dia pun secara khusus diminta oleh Billy Sindoro juga untuk mengawal perizinan Mearta yang sempat mandek. Agenda pertamanya adalah menghadiri rapat di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri atau Dirjen Odda Kemendagri yang mana ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Lipo Cikarang yang bernama Pak Edi Dwi Susianto. Nah, di dalam rapat tersebut ya ada tiga hal yang harus dituntaskan, Geng. Yang pertama itu pihak Lipo ini harus melengkapi permohonan. Kedua, pihak Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah atau BKPRD Provinsi Jabar harus memberikan RDC atau RDC. Terus yang ketiga, Pemkap Bekasi harus melakukan percepatan perizinan. Hal ini harus dilakukan agar rekomendasi Gubernur Jawa Barat pada saat itu bisa turun dan semua hasil dari pertemuan itu disampaikan kepada si Pak Billy. Nah, di dalam pertemuan selanjutnya di BKPRD Jaber, Pak Fitra itu menjadi perwakilan dari Lipo Cikarang. Di dalam rapat tersebut, Pak Fitra ini menuntut agar Pempr Jawa Barat menerbitkan RDC sehingga proyek Mekarta bisa kembali berjalan. Udah mulai goyang-goyang tuh, Geng. Udah mulai enggak ada kejelasan tuh soal nasib dari Mearta di saat itu. Dan usaha Pak Fitra ini ternyata berhasil karena RDC-nya akhirnya keluar. Nah, namun untuk bisa mendapatkan RDC, Pak Fitra ini harus memberikan uang kepada Yan sejumlah yang sudah gua jelaskan sebelumnya. Apa yang diucapkan oleh Pak Fitra tersebut mengkonfirmasi salah satu dakwaan untuk Pak Billy bahwa dalam rangka mempercepat proses penerbitan RDC Pemprov Jawa Barat, Pak Fitra Henri dan Taryudi memberikan uang dalam amplop sejumlah 90.000 Singapura kepada Pak Yani. 90.000 itu mungkin di masa itu kali 10.000 aja, Geng. Dikatakan kalau total suap yang diberikan itu sekitar Rp16 miliar dan ada lagi 270.000 Singapura. atau sekitar Rp2 miliar. Nah, khusus untuk Neneng dia disebutkan menerima suap sebesar Rp10,8 miliar. Gila enggak tuh angka korupsinya, angka suapnya enggak main-main. Nah, di tahun 2018 ya sempat ada isu terkait masalah yang datang bertubi-tubi terhadap Mearta ini yang membuat pihak dari para marketing Mearta terancam enggak gajian adanya penjualan unit palsu di Mearta yang merupakan paksaan pembelian yang dilakukan oleh Mearta juga. Nah, tapi isu ini ditepis oleh pihak Mearta dan enggak bisa dibuktikan juga. Nah, terus geng di tahun 2020 salah satu pengurus PKPU MSU yang bernama Muhammad Arifudin itu bilang kalau total tagihan yang masuk dalam piutang sementara PTMSU udah mencapai 7,015 triliun. Gila enggak? Yang berasal dari total 15.72 kreditur. Nah, jumlah tagihan tersebut disampaikan kreditur yang terdiri atas kreditur perorangan maupun vendor dan perusahaan sampai dengan batas akhir pengajuan tagihan pada hari Kamis tanggal 26 November 2020. Sementara itu ya tercatat ada total ee tagihan sebesar kurang lebih 3,5 triliun yang berasal dari empat perusahaan yang masuk dalam kategori tagihan yang dibantah oleh pengurus. Nah, ada juga tagihan yang masuk di luar periode batas waktu pelaporan yang tercatat lebih dari R0 miliar yang berasal dari 112 kreditur. Dan pada saat itu ya, Mearta secara resmi ditetapkan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran hutang sementara atau PKPU. Terus 2 tahun kemudian, geng, tepatnya di tanggal 5 Desember 2022, anggota Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Mearta atau PKPKM yang beranggotakan lebih dari 100 orang pembeli apartemen, akhirnya mereka mengadu ke DPR. Mereka sempat mengadukan persoalan adanya kegagalan serah terima unit ya ke pihak DPR atas masing-masing anggota perkumpulan pada tanggal 23 Juni 2022 dan juga mereka mengadukan ke Presiden pada tanggal 27 Juni 2022. Dan komunitas tersebut menganggap PTMSU selaku pemilik Mayikarta seperti enggak punya itikat baik katanya untuk membangun apartemennya atau mengembalikan dana dari para pembeli atau justru membayar kompensasi atas kerugian yang dialami oleh para pembeli. Enggak ada sama sekali. Kalian bayangin aja ya para pembeli ini udah ambil kredit ya kartanya atau unitnya enggak ada, tapi mereka harus cicil terus tuh sampai unit mereka lunas tapi unitnya enggak ada. Nah, di saat itu ketua dari PKPKM yang bernama Aib Muliana itu menjelaskan kalau surat mereka ke DPR yang berisi permintaan atau permohonan agar para anggota dewan bisa membantu para korban dari Meikarta ini untuk memperoleh hak-haknya sebagai konsumen yang selama ini terabaikan dan seolah-olah dipermainkan oleh PT MSU. Nah, dia juga mengklaim bahwa semua pembeli yang tergabung di dalam PKPKM tersebut belum ada satuun yang melakukan serah terima atau ya udah punya unit sama sekali itu enggak ada. Nah, tapi di saat itu ya PTMSU ini bukannya memenuhi keluhan dari PKPKM ini. Mereka malah menggugat 18 orang anggota PKPKM secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 23 Desember 2022. Udah orang dirugikan, orang juga dilaporkan. Dan di saat itu Pak A Mana itu bilang kalau pihak mereka kurang paham juga kenapa mereka bisa dituntut. Padahal kan mereka cuma minta hak mereka. Dan Pak Ay menduga gugatan tersebut disebabkan karena isi spanduk-spanduk termasuk kata-kata oligarki yang ada pada spanduk saat para pembeli melakukan demo atau orasi di depan gedung DPR tepat pada bulan Desember 2022. Nah, kata-kata itulah atau kalimat-kalimat itu yang dilaporkan sebagai pencemaran nama baik gitu loh, Geng. Tapi pada akhirnya di tahun 2023 PT MSU mencabut gugatan tersebut. Jadi gugatan terhadap 18 anggota PKPKM ini dicabut gitu. Enggak jadi digugat gitu. Padahal gugatannya gede banget yaitu sebesar Rp56 miliar. Gila. Aduh kan masyarakat kurang mampu ya. Dimintah R6 miliar ambil dari mana. Nah dan itu dia geng ya benang kusut yang dialami oleh Mearta. masalah yang datang bertubi-tubi dan sampai saat ini Mearta itu masih berdiri, masih ada. Ya, bagaimana kabarnya? Nah, gua pengin ajak kalian untuk bahas kondisi terkini meikarta yang kabarnya sih udah berubah total. Kita bahas. Di saat ini memang sudah ada beberapa bangunan yang berdiri di Meikarta, namun ada yang tidak berpenghuni juga, Geng. Meskipun begitu, pihak dari Lipo sempat menyebutkan kalau pembangunan Mearta itu terus berlanjut, cuma tidak terlihat adanya kemajuan yang signifikan. Jadi kayak pelan banget gitu. Di tahun 2025 cuma ada 18.000 unit yang akhirnya terjual dengan 4.800 unit yang sudah diserah terimakan sampai tahun 2022. Jadi dari 18.000 unit itu cuma ada 4.800 yang udah ada penghuninya gitu. Rencananya nih, Geng. Pembangunan ini bakal berlanjut sampai tahun 2027 nanti dengan target serah terima unit secara bertahap. Ada rambu jalan yang bertuliskan Anda memasuki kawasan Mekarta dan rambu itu berdiri di atas jalan raya yang bersebelahan dengan lahan kosong dan beberapa gedung yang masih dalam tahap pembangunan. Nah, dari jarak dekat ya pengunjung bisa melihat sekitar 16 tower apartemen yang menjulang tinggi yang berada di area yang dikenal sebagai Distrik One. Mayoritas tower apartemen dan tinggi ini memiliki lebih dari 15 lantai dengan lantai dasar diisi oleh berbagai toko-toko dan kios yang menawarkan makanan dan minuman lah. Jadi selayaknya apartemen gitu. Nah, suasana di area ruang publiknya juga cukup ramai gitu ya. Berbanding terbalik dengan kondisi di bagian tower-tower apartemen lain yang terlihat cukup sepi dari ratusan unit di setiap tower. Banyak di antaranya yang tidak terisi penghuni alias kosong. Meskipun begitu, ada beberapa unit yang sudah dihuni. Sementara itu, ada tower yang masih dalam proses pembangunan. Dan dari informasi yang gua dapatkan di media Tribun News nih ya, ada salah satu penyewa apartemen Meikarta yang bilang kalau dia menyewa unit tersebut sebagai tempat tinggal selama dia kuliah dan dia berasal dari Kelapa Gading. Nah, dia mengaku, geng, kalau tower-tower apartemen Meekarta saat ini masih sepi banget. Tower apartemen Mearta lebih banyak dihuni oleh penyewa dari kalangan mahasiswa yang kuliah di sekitar sana. Banyak mahasiswa yang menyewa apartemen di sana karena Mearta dekat dengan beberapa kampus. Ada Universitas Paramadina yang lokasinya di distrik 2, terus ada Universitas Pelita Harapan atau UPH di distrik 1. Dan di distrik 2 ada beberapa tower apartemen dengan unit yang masih kosong melompong. Di sekitar sana terdapat tiga bangunan lain di mana dua di antaranya itu masih dalam proses pembangunan dan satu gedung Universitas Param Madinah yang sudah beroperasi. Nah, di sana juga udah ada satpamnya ya kan berjaga dan satpamnya ini mengkonfirmasi kalau kawasan Meikarta itu udah terbagi di dalam tiga distrik yaitu distrik 1, 2, dan 3 dengan distrik 3 yang masih berupa lahan kosong, Geng. Jadi belum ada bangunan. Nah, satpam ini bilang kalau tidak ada perumahan kluster di kawasan Mikarta. Perumahan klusternya cuma di kawasan Lipo, Cikarang yang letaknya ya enggak begitu jauh lah dari Mearta. Jadi intinya Mearta itu isinya adalah apartemen-apartemen. Di sisi lain, keluhan dari konsumen yang sudah membeli unit di Mearta itu masih terus berlangsung. Banyak di antara mereka yang menuntut pengembalian dana. Sejumlah konsumen itu ada yang mengajukan keluhan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman atau PKP. Dan berdasarkan laporan terbaru, ada 118 konsumen yang melaporkan pengajuan klaim mengenai kerugian e mereka dengan nilai total itu mencapai Rp26 miliar, Geng. Salah satu konsumen marta ada yang namanya Tri. Nah, dia ini ngaku merasa sangat terjepit oleh cicilan apartemen Mearta yang dia beli sejak tahun 2017. Kebayang tuh selama 8 tahun dia terus bayar cicilan tapi unitnya enggak ada. meskipun dia dijanjikan sejak tahun 2019 dan dia enggak bisa menghentikan cicilan tersebut karena beresiko mendapatkan skor BI checking yang buruk akibat ketidaklancaran pembayaran. Tri ini mengungkapkan kalau dia membayar bunga cicilan sekitar Rp2,5 juta per bulan. Jumlah yang bahkan sudah melebihi total nilai apartemennya, Geng. Dan hal yang sama ternyata enggak cuma dialami oleh Tri, banyak konsumen lain. Salah satunya adalah Krishna. Nah, Krishna ini cerita kalau dalam beberapa tahun dia enggak pernah mendapatkan kabar terkait unit apartemennya. Bahkan ketika customer service datang, enggak ada penjelasan yang diberikan. Krishna ini yang enggak diperbolehkan melihat unit tanpa adanya alasan yang jelas. Jadi benar-benar digantung. menanggapi keluhan tersebut ya, Menteri KKP yaitu Maruarar Sirait itu melaporkan permasalahan terkait Mearta ini kepada Presiden Prabowo. Jadi sekarang tuh mulai diangkat lagi dan beliau merespon dengan memerintahkan agar hak-hak rakyat harus dibela dan dikembalikan. Dan pasca menyampaikan itu ke Presiden Prabowo. Nah, menteri KKP yaitu Maruarar Sirait juga memanggil Pak James Riadi selaku pemilik Lipo Grup serta anaknya yang bernama John Riadi selaku CEO Lipo [musik] Karawaci dan direktur Lipo Grup untuk datang ke kantor KKP tepat pada tanggal 21 April 2025. Di dalam pertemuan itu ya geng, Pak James Sri Riadi ini menjelaskan kalau ada banyak masalah yang harus dihadapi oleh Lipo Grup dalam menyelesaikan persoalan Mearta ini, Geng. pertama itu ketersediaan lahan, terus infrastruktur menjadi tantangan terbesar juga. Tapi mereka optimis gitu, Geng, kalau e cukup banyak unit hunian yang terbangun Mearta bisa menjadi kenyataan. Jadi mereka masih yakin gitu. Dan saat itu Pak James mengklaim kalau sudah menyelesaikan hampir 16.000 1000 unit hunian di Meakarta dan terus melakukan proses serah terima kepada konsumen. Nah, Pak Maruwar Sirait itu menegaskan kalau Lipo Grup ini diberi waktu selama 3 bulan untuk bisa menyelesaikan pengembalian dana kepada konsumen yang belum mendapatkan unit mereka dengan tenggat waktu hingga bulan Juli 2025. Pak Maruar juga memberikan target kepada Direktur Jenderal Kawasan Pemukiman Kementerian PKP yaitu Fitrah Nur untuk menyelesaikan urusan dokumen pelaporan para konsumen Mearta ini, Geng. Dan pada bulan Juli 2025, Pak James Riadi mengatakan ketika itu kalau total unit Mekarta yang sudah terjual adalah 19.000 unit. Bahkan Pak James ini menegaskan kalau pembangunan Mearta masih berlanjut dan bukan merupakan proyek mangkak. Dan ada 19.000 unit yang terjual tadi. Di antaranya sebanyak 16.500 unit yang sudah terbangun dan 14.000 yang bahkan sudah ditempati oleh konsumen. Dia masih optimis. Dia enggak mau balikin duit. Dia optimis kalau proyek ini bakal tetap berjalan dengan sisa unit yang belum terbangun. ini bisa diselesaikan di tahun ini dan bisa diserah terimakan ke konsumen. [musik] Dan ada kabar terbaru nih, Geng, terkait Mearta. Kabarnya nih, ya, lahan Mearta bakal dijadikan rusun loh, Geng. Kok bisa? Kok bisa ya tadinya kota masa depan tapi malah direncanakan menjadi rusun subsidi milik pemerintah dan bakal di-handle oleh PKP untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Nah, nantinya bakal dibangun setidaknya ada 18 tower rusun subsidi di kawasan itu. Dan langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian layak di wilayah perkotaan dan penyangga industri. Dan rencana pembangunan ini bakal berada di dua titik, yaitu Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan dan Desa Jayamukti di Kecamatan Cikarang Pusat. Masing-masing lokasi memiliki luas lahan sekitar 10 hektar, Geng. Nah, Pak Maruar Sirait itu menilai kalau pemilihan lokasi di Meikarta sangat strategis bagi para pekerja karena letaknya yang berdekatan dengan kawasan industri atau kawasan-kawasan pabrik, Geng. Makanya ini yang menjadi alasan utama kenapa Mearta malah dipilih atau dijadikan lokasi untuk rusun subsidi. Jadi, bukan lagi kota masa depan. Nah, berdasarkan perkiraan jarak hunian ke pusat industri hanya berkisar antara 2 km sampai dengan 2,5 km. Meskipun status huniannya bersubsidi, Pak Maruwar menekankan kalau ya kualitas lingkungan di sana tetap menjadi prioritas. Untuk memastikan keberlanjutan ekosistem hunian. Kementerian PKP saat ini sedang melakukan pemetaan terkait akses terhadap fasilitas publik. Beliau juga sudah menginstruksikan jajaran dari Direktorat Jenderal terkait untuk memetakan jarak hunian terhadap empat fasilitas utama yang mana di antaranya ada tempat ibadah, sekolah, pasar, atau pusat pembelanjaan, dan juga rumah sakit. Nah, Pak Maruwar ini ya sudah memastikan bakal bekerja sama dengan Lipo Grup di dalam waktu dekat agar bisa menghadirkan rusun subsidi ini. Dikarenakan waktu itu Mearta sempat bermasalah terkait kasus korupsi ya, Pak Maruwar ini menegaskan bahwa tidak ada masalah hukum di lahan Meikarta. Dan hal tersebut dikarenakan beliau ini sudah bertemu nih dengan pimpinan KPK pada tanggal 21 Januari 2026. Dan Pak Maruar bilang kepastian hukum atas lahan Meikarta ini sangat ditunggu-tunggu oleh tiga pihak, yaitu masyarakat, pengembang, dan juga pihak perbankan. Menurut dia, pengembang itu membutuhkan kepastian hukum agar bisa bergerak cepat melakukan pembangunan. Nah, beliau bilang juga Kementerian PKP tetap meminta pendampingan KPK dalam pelaksanaan program rusun subsidi tersebut agar enggak ada lagi pihak yang melanggar aturan. Nah, apakah setelah Mearta dikelola oleh pemerintah pembangunannya di sana tetap berlanjut? Dan bagaimana kelanjutan nasib dari para pembeli yang sudah menunggu unit mereka selama bertahun-tahun? Ya, sampai sekarang masih belum ada kejelasan. Kita tunggu aja nanti ya apakah semuanya bakal terwujud gitu. Nah, jadi untuk sekarang itulah kondisi Meikarta. Sebagian unitnya sudah selesai dan sebagiannya lagi akan direncanakan untuk dibangun rusun alias rumah susun subsidi dari pemerintah. Itu dia, Geng. Ya, pembahasan kita kali ini mengenai skandal yang terjadi di Meikarta. Mulai dari bagaimana awal mula permasalahannya muncul sampai sekarang ya dijadikan lokasi rusun subsidi. Gimana, Geng, komentar kalian tentang hal ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories